PEMBUATAN GIGI TIRUAN PENUH

PENDAHULUAN Gigi tiruan penuh merupakan suatu tiruan dari gigi geligi yang gunanya untuk mengembalikan oklusi dan estetik dari gigi geligi yang telah hilang seluruhnya. Umumnya pasien yang datang untuk pemasangan gigi tiruan penuh adalah pasien yang telah lanjut usia. Sebelumya kita telah mempelajari cara mendiagnosa pasien, pencetakan rahang hingga ke penyusunan gigi tiruan pada basis model. Maka pada makalah ini akan dijelaskan mengenai cara memodelir malam pada model, proses pembuatan laboratorium dari gigi tiruan penuh, remounting, pengasahan selektif, hingga pemasangan gigi tiruan penuh pada pasien. Proses tersebut harus secara berurutan dan sesuai untuk meminimalkan kesalahan pada pembuatan gigi tiruan penuh yang berakibat pada ketidaknyamanan pasien saat pemakaian. Dengan demikian maka keseluruhan prosedur harus benar-benar dipahami dan dimengerti. Penulis berharap makalah ini dapat membantu pemahaman pembaca mengenai proses modeler wax hingga ke pemasangan gigi tiruan penuh pada pasien. MODELIR MALAM A. PENGERTIAN Modelir malam ( wax contouring/waxing ) dari gigi tiruan ialah membentuk dasar dari geligi tiruan malam sedemikian rupa sehingga harmonis dengan otot-otot orofasial penderita dan semirip mungkin dengan anatomis gusi dan jaringan lunak mulut. Sehingga kontur geligi tiruan malam yang sama dengan kontur jaringan lunak dalam mulut akan menghasilkan geligi tiruan yang stabil, menjaga denture pada tempatnya secara tetap dan selaras dengan otot-otot orofasial penderita. Trial Denture adalah geligi tiruan malam yang sudah dilakukan waxing, dan dicoba didalam mulut pasien untuk melihat estetik, fonetik dan fungsinya. Trial denture harus sudah seperti geligi tiruan jadi, demikian juga mengenai tebal, batas-batas perifer dan anatomisnya. Lebih rapi trial denture berarti lebih mudah pekerjaan flasking, packing, dan finishingnya. Gambar 1. Kontur bagian lingual, palatal dan bukal geligi tiruan A= makanan B= gerakan otot pipi C= gerakan otot lidah B. SYARAT-SYARAT Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi modeler malam dari pembuatan gigi tiruan penuh adalah:  Meniru jaringan lunak seakurat mungkin, tidak berlebihan  Tepi-tepi labial dan bukal harus mengisi vestibulum  Lekukan harus memberi tempat perlekatan membrana mukosa, seperti frenulum  Sayap Gigi Tiruan harus harmonis dengan pipi dan bibir serta lidah  Bagian palatum harus meniru palatum pasien, termasuk rugae. C. FUNGSI Bentuk permukaan poles gigi tiruan mempengaruhi retensi dan estetika dari gigi tiruan. Permukaan malam di sekeliling gigi dikenal sebagai “bagian seni” dari permukaan poles, dan

Cara Langsung Membentuk kontur gusi secara langsung dilakukan dalam dalam mulut pasien pada saat dilakukan uji coba geligi tiruan malam. Tekankan lilin lunak tersebut pada bagian bukal dan labial dari geligi tiruan atas dan bawah . 6. 2.5 mm.Untuk bagian lingual : pasien diminta menggerakkan lidahnya kesemua arah. Bagian palatal : dibuat tipis. Hasilnya akan lebih akurat daripada yang secara tidak langsung. Permukaan lingual RB : dibuat agak cekung tetapi kecekungannya tidak sampai di bawah permukaan lingual gigi. untuk mengimbangi kemungkinan pengasahan basis pada waktu dipoles. Ketebalan sayap dikurangi dan diganti dengan malam lunak lalu tempatkan kembali dalam mulut pasien. Lunakkan lempeng lilin (lebar 1 cm) di atas lampu spiritus sampai lunak dan bisa dibentuk. 2. 8.untuk menyediakan ruang yang cukup bagi lidah. D. Bentuk basis antara gigi dan tepi gigi tiruan harus dibuat agar dapat membantu retensi yang diberikan oleh gaya mekanis dari otot dan jaringan.untuk keperluan estetika harus meniru bentuk jaringan disekeliling gigi asli. Setiap bentuk ukiran gusi yang berlebihan atau tampak tiruan akan terasa aneh. Tetapi sedikit penonjolan akar untuk meniru gigi asli dapat dibuat. PROSEDUR KERJA Ada 2 cara memodelir malam : A. 9. 4. Cara tidak langsung Membentuk kontur gusi secara tidak langsung yang paling sering dan lazim dilakukan: 1. DAERAH YANG PERLU DIMODELIR Daerah yang dimodelir : 1. secara hati-hati geligi tiruan malam dikeluarkan satu persatu dari mulut pasien dan segera dicelupkan dalam air es agar permukaan malam lunak tidak mengalami perubahan. 2. Servikal: dibuat menyerupai jaringan pendukung asli. Permukaan palatal RA : harus dibuat sama tebal yaitu 2. Prominance: dibuat menyerupai jaringan pendukung asli. 3. lempeng wax dilunakkan 3. E. Membuat bagian ini sedikit lebih tebal masih dapat diterima. 1.Untuk bagian fasial : pasien diminta untuk mengerut-ngerutkan bibirnya dan pipinya kita gerakkan. Fiksir pinggiran landasan geligi tiruan dengan malam pada model kerja sambil disesuaikan dengan bentuk cetakan akhir rahang. Distal RA: sampai tuberositas maksilaris. Gambar . 5. Bagian bukal dan labial : dibuat tebal pada RA dan RB. B. . Bagian anatomis : dibentuk sama dengan tebal tepi cetakan. Sayap lingual RB : harus setipis mungkin kecuali daerah tepinya (harus cukup tebal). . 7. 3. Setelah tampak hasilnya baik. Dengan demikian malam lunak akan mengikuti bentuk otot saat berfungsi dan ketebalannya sesuai dengan ruangan vestibulum dalam keadaan berfungsi.

 Daerah servikal jarang ada ”step” pada kontur gusi antara gigi kaninus dan premolar 1 atas.sampai sekitar leher gigi dan bentuk dengan tekanan jari (keret penghapus yang dibentuk). B= benar Gambar . lempeng wax ditakankan sekitar leher gigi A= atas. Gambar . Gambar . Daerah interproksimal harus sedikit cembung. B= bawah. Penyelesaian bagian posterior : ATAS : daerah bukal sampai menutupi tuberositas (sedikit cembung) dan daerah palatal sampai garis ”A-H” yaitu antara mukosa bergerak dan tak bergerak. B= pada orang tua 5. Gambar . gigi insisivus lateral atas yang terpendek. Bentuk rugae pada langit-langit. alurnya makin kearah apikal makin sempit. Gambar . Membentuk garis servikal dengan lecron. dipotong lilin disekitar garis servikal dengan sudut 45˚. kemudian dengan lecron/wax carver/ pisau malam. Ketika mengukir harus diperhatikan :  Tonjolan-tonjolan akar. biasanya didaerah molar di buat cekung dan daerah lingual dibuat cekung untuk ruang gerak lidah. BAWAH : daerah bukal bila resorpsi sampai minimal. Batas tonjolan-tonjolan akar bentuk huruf V Gambar . Bentuk postdam pada model kerja. C= kontur garis gingiva 6. K= bentuk karet 4. Letak batas pemotongan servikal: A= salah. Lekron membentuk sudut 450 Gambar . 9. meniru daerah-daerah interdental papilla sehingga higienis serta mencegah pengendapan sisa-sisa makanan dan plak. B= Tonjolan-tonjolan pada gingiva.  Kontur gusi anterior berbeda-beda. penyelarasan bagian lingual geligi tiruan bawah A= bentuk kontur lingual dari permukaan yang dipoles B= letak relatif lidah terhadap permukaan lingual dasar geligi tiruan 8. A= Tonjolan akar pada gingiva. gigi kaninus atas yang terpanjang. kadangkadang tidak jelas. Gambar . Tunggu lilin sampai mengeras. dengan mengukir bentuk-bentuk huruf V. 7. kontur servikal gigi: A= pada orang muda. pembentukan postdam . Bentuk alur tonjoan akar dari setiap gigi. penyelarasan bagian posterior geligi tiruan atas Gambar .

FLASKING Flasking adalah suatu proses penanaman model dan trial denture malam dalam suatu flask/cuvet untuk membuat sectional mold. Dalam hal ini merupakan suatu kesatuan kerja hingga terbentuk gigi tiruan penuh yang akan dipakai. bila notch terlalu sempit untuk frenulum labialis berfungsi akan menyebabkan luka / soreness dan bila terlalu lebar. Gambar . sayap labialnyadibebaskan dan di buatkan lidah-lidah. Gambar . cara memperbaiki kontur gusi yang salah A & B = menunjukkan jumlah malam yang ditambahkan C & D menunjukkan garis untuk mengurangkan 14. Sayap labial harus duduk dengan baik sekitar frenulum labialis. Daerah bentuk kupu-kupu E. Bila keadaan rahang pasien sangat protrusive. Penampang melintang bagian model yang diradir 10. sehingga ketika geligi tiruan dipakai akan menekan gusi dan kelihatan gigi seolah-olah keluar dari gusi (estetik lebih baik). Garis getar C. Macam-macam pembuatan stippling 12. 11. Fovea palatina D. Haluskan semua permukaan luar geligi tiruan malam dengan melewatkan di atas apa/ digosok dengan kain sutra sampai kilat. B. molding. 13. seal hilang. dibuat labial notch. Linggir regio gigi anterior atas dari model rahang diradir sedikit. Mold bagian bawah dibuat dengan menanam model dalam gips dan bagian atas dibuat dari 2 adukan stone yang terpisah di atas denture malam. Bila bagian lingual dan palatal terlalu tebal dapat mengganggu bicara dan bila bagian lingual geligi tiruan terlalu mencuat maka lidah dapat mengangkat geligi tiruan sehingga geligi tiruan tidak stabil. Buat stippling seperti keadaan jaringan yang sehat dengan menggunakan sikat yang berbulu kaku.A. Hamular notch. Labial notch bawah A= 1. PROSES LABORATORIUM DARI GIGI TIRUAN LENGKAP Proses laboratorium terdiri atas : flasking. Gambar . Labial notch lebar sering untuk geligi tiruan bawah B= kontur labial notch yang benaqr. Untuk frenulum labialis yang sempit 2. Proses ini . packing dan curing. labial notch atas A= frenulum labialis yang lebar B= sayap labial harus duduk baik sekitar frenulum labialis Gambar .

poles mold dengan cairan tinfoil untuk menseal porositas dari stone. Flask telah diisi stone sampai permukaan oklusal gigi .dilakukan untuk memampatkan dan memproses resin akrilik saat pembuatan landasan gigi tiruan dan alat-alat prostetik lainnya. Menunggu flask dingin. Gambar . Flask A = tutup. Flask dipress 9. Cairan tinfoil dicoating segera setelah malam bersih dan kering serta mold masih hangat sehingga cairan tinfoil akan kering dan segera melekat pada stone. Keluarkan dan buka flask perlahan-lahan. Tepi/dasar model dikuas dengan separating medium yaitu air sabun. Gambar . Proses ini harus menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap. Setelah mengeras adon stone kembali dan tuang hingga flask penuh. lalu tanam model. Gambar . lalu isikan stone ke dalam flask hingga menutupi oklusal gigi. Atau menggunakan 0. Ketika mulai mengeras rapikan. Adon stone dan kuaskan pada gigi dan malam gigi tiruan sambil digetarkan. Pilih flask dengan ukuran yang disesuaikan. Sebelum melakukan flasking poles bagian dalam flask dengan lapisan vaselin tipis dan plug/sumbat bawah flask diletakkan.gigi Gambar . Coating tinfoil pada model rahang . 12. Untuk mencegah cairan resin terserap ke permukaan mold. Stone telah mengeras. Adon gips. Gambar . Gigi tiruan malam lengkap dicekatkan pada modelnya. D = sumbat 3. lihat ada jarak model dengan dinding flask minimal 1/8 inchi dan tinggi gigi atau jarak gigi dengan tutup flask minimal ¼ inchi. semua gigi tinggal di mold bagian atas. 10. Cat bagian gips tadi dengan air sabun.003 inci tinfoil agar dicegah melekat dengan gips. B = Setengah bagian atas. 4. (boiling out). lalu dilepaskan dari articulator. Rendam flask dan press dalam air mendidih selama 5 menit. 5. Tutup kemudian press hingga kontak antar metal flask. Gambar . C = Setengah bagian bawah. Prosedur flasking antara lain: 1. 2. tuang k flask bawah. Pasang flask atas tanpa tutup. dan proses deflasking mudah dilepaskan dari gips/stone. Gambaran dalam flask yang menunjukkan tinggi dari bahan – bahan tanam yang berbeda 8. 11. Buang malam. persiapkan posterior palatal seal dan daerah-daerah yang akan direlief pada model atas. Tunggu hingga benar-benr mengeras. 6. Siram dengan air mendidih hingga malam benar-benar bersih. Bagian gips diulasi air sabun 7.

yang disebut packing through. dan wet method dengan mencampur monomer dan polimer di luar mold dan bila sudah mencapai dough stage baru dimasukkan dalam mold. Ambil sedikit akrilik. d. hati-hati gigi jangan sampai lepas. Press. tunggu hingga dough stage c. Packing untuk cara Flasking: holding the casting a. Stiff stage Packing dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Holding the casting abial gigi ditutup stone/gips sehingga setelah boiling out akan terlihat seperti gua kecil. Flask dikeluarkan dari press. Cara memolding: (1) Setelah gips pada cuvet lawan mengeras. Setelah boiling out. maksudnya cuvet antar antagonisnya. Press. Memiliki dua metode yaitu: dry method dengan mencampur monomer dan polimer langsung di dalam mold. (-) memulaskan separating medium dan boiling outnya sulit. Sisa adonan diletakkan di tengah mold lalu ratakan ke tepi. Rubbery stage 6. Packing untuk cara Flasking: pulling the casting Dalam hal ini gigi berada di bagian atas sehingga meletakkan adonan akrilik agak berbeda. Stringy / sticky stage 4. Proses pencampuran monomer dan polimer mengalami 6 stadium: 1. Langkah selanjutnya adalah: 1. (-)ketinggian gigitan sering tidak dapat dihindari. dapat diperiksa dengan membuka tutup atas cuvet. gigi akan ikut pada flask atas. (+)¬ mencegah ketinggian gigitan. dibuka hati-hati dan cellophane dibuang. Tutup mixing jar rapat-rapat. dengan jari dibungkus kertas cellophane.rapikan kelebihan .pada waktu packing adonan akrilik harus melewati bagian bawah gigi untuk mencapai daerah sayap. Adonan akrilik dibagi dua. Polimer dicampur ke dalam monomer dalam mixing jar. (+) memulaskan separating medium dan packingnya lebih mudah. Wet sand / sandy stage 2. (3) Olesi bahan separasi.2 macam cara flasking: 1. Yang selanjutnya sama 2. jangan sampai mengenai anasir gigi tiruan. sebagian besar diletakkan pada mold flask bawah dan sisanya di atas gigi yang berada di flask atas lalu tutup dengan diberi kertas cellophane di antaranya. Puddle sand 3. lalu tekankan perlahan-lahan masuk ke dalam sayap. PACKING Packing adalah proses mencampur monomer dan polimer resin akrilik. Pulling the casting seperti cara di atas. 2. MOLDING Molding merupakan suatu proses pembuatan cetakan atau mempersiapkan ruang untuk pengisian akrilik. seluruh mold tampak. Dough / packing stage 5. buka kuvet tersebut. lalu aduk perlahan-lahan sebentar b. (2) Buang wax dengan menyiramkan air mendidih. tutup dengan kertas cellophane yang demek tak berair lalu pasang flask atas dengan tutupnya. e.

akrilik. tinfoil dipasang dan ulasi tinfoil cair pada permukaan model flask bawah Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada prosedur packing: 1. CURING Pemakai gigi tiruan selalu mengharapkan gigi tiruan dapat berfungsi selama mungkin dengan memuaskan seperti pada saat pertama digunakan. Trial closure. tatapi tidak ada informasi tentang kandungan monomer sisa. Tunggu hingga benarbenar lepas dengan mudah. Bahan resin akrilik yang digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan umumnya adalah resin akrilik polimerisasi panas (heat-cured). digunakan bahan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan. Suhu dari flask:sama dengan temperature kamar 2. Tambahkan sedikit resin pada landasan gigi tiruan di 3 atau 4 tempat. 2. Proses kuring merupakan hal yang sangat penting untuk menghasilkan gigi tiruan yang memenuhi persyaratan diantaranya kandungan monomer sisa yang rendah. Craig (1997) mengatakan bahwa resin akrilik rapid heat cured mempunyai dua cara aktivitas yaitu secara kimia dan panas. Kandungan monomer sisa yang tinggi akan mengiritasi jaringan mulut (ali dkk 1986). Akhir-akhir ini berkembang resin akrilik rapid heat cured yang hanya memerlukan waktu 20 menit untuk proses kuring pada suhu 100oC. Gambar . PENGERTIAN DAN TUJUAN . sehingga diharapkan porositas dan kandungan monomer sisa minimal. Biasanya 1:3 atau 1:4 3. Resin akrilik adalah bahan yang paling sering digunakan untuk pembuatan geligi tiruan. Proses kuring pada resin akrilik terdapat beberapa cara yaitu dengan cara konvensional (kuring dengan pemanasan air). Resin akrilik dan proses kuringnya telah dimodifikasi tidak hanya untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik tetapi juga memperpendek waktu kerja. Anusavice 1996). tetapi apabila proses kuring tidak tepat maka kandungan monomer sisa resin akrilik akan tinggi (Combe 1992. Lakukan ini 3x hingga mold terisi padat. radiasi gelombang mikro dan sinar tampak (visible light). taruh cellophane demek yang baru tutup kemudian press. Proses kuring untuk resin akrilik yang digunakan sehari-hari adalah secara konvensional yaitu pemanasan air tetapi tidak menggunakan curing unit. semua kelebihan resin dibuang dan bagian-bagian flask metal to metal. Diagram curing yang tepat REMOUNTING A. Perbandingan dan lamanya waktu mencampur monomer dengan polimer: sesuai aturan pabrik. Bahan yang paling sering digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan adalah resin akrilik. Menentukan packing time: yaitu waktu yang tepat untuk memasukkan adonan akrilik ke dalam mold. karena salah satu syarat suatu bahan yang dikatakan biokompatibel adalah tidak iritasi (Craig 1997). Sebelum final closure. dapat dikatakan bahwa resin akrilik tersebut tidak biokompatibel. Sedangkan resin akrilik polimerisasi dingin (cold cured) umumnya digunakan sebagai bahan reparasi. Bila masih lengket dan seperti berserabut belum bisa di packing. Untuk tujuan tersebut. Pada penelitian terdahulu belum ada informasi tentang jumlah monomer sisa yang terkandung dalam resin akrilik sebagai standar yang bersifat biokompatibel.

Isi gips sebagai kunci. Memeriksa oklusi dan pengasahan selektif. Memperbaiki oklusi yang tidak harmonis. antara lain disebabkan oleh: 1. Metode hemat waktu (Hochstedler JL / 1995) c. Metode Split . kemudian pasang dan biarkan mongering 5. Prosedur split-cast: 1. 3. Setiap perubahan dalam hubungan kontak oklusal dari geligi tiruan setelah selesai diproses.di bersihkan hingga modelnya terlihat 3. Lekukan horizontal dibuat pada basis model 6. Memperbaiki kesalahan yang disebabkan prosedur laboratorium dan klinik. 2-4 mm diatas basis artikulator dan model fisiologis. C. Sifat resin akrilik yang mengalami penyusutan pada saat polimerisasi. b.Remounting adalah suatu prosedur pemasangan kembali geligi dalam artikulator yang bertujuan untuk mengkoreksi hubungan oklusi yang tidak harmonis dari geligi tiruan yang baru selesai diproses. Model dan catatan interoklusal yang dipasang pada artikulator dengan memakai gips . Gigi tiruan mengalammi deformasi pada saat dikeluarkan dari model. Metode hemat waktu Yaitu dengan menggunakan plat plastic / artikulator arbitrary dan waktu yang dibutuhkan lebih singkat. 2. Metode split-cast (BarretGD dan Blanc G / 1985) b. Metoda klinis sederhana (Ansari IH / 1996) a. .Cast Yaitu metode pemasangan kembali GTP dan model fisiologis pada artikulator sebelum dan sesudah gigi tiruan diproses tampa terjadinya tekanan/ fraktur yang tidak diinginkan pada model fisiologis. harus diperbaiki dengan mengembalikan geligi tiruan akrilik beserta model kerjanya pada articulator sebelum geligi tiruan akrilik beserta model kerjanya pada artikulator sebelum geligi tiruan akrilik dilepaskan dari model kerjanya. METODE REMOUNTING Adapun metode remounting sebagai berikut: a. 3. 2. 4. Beri Vaseline pada kedua lekukan posterior dan anterior 2. B. TUJUAN REMOUNTING Tujuan remounting antara lain: 1. 4. Anasir gigi tiruan yang tertekan kedalam gips pada saat pe ngisian resin akrilik. Remounting dengan membasahi basis artikulator dan model. Panas yang terlalu tinggi saat pemolesan. Model dan basis dile pas dari artikulator kemudian rendam dalam air kira-kira 10 menit dengan suhu 95o.

Keuntungannya: 1. diameter : 2. Gigi tiruan. Metode klinis sederhana Yaitu dengan menggunakan bahan putty. 2. Pasang CMMJs pada rahang atas dan rahang bawah 3. RA: bentunya silinder divergen ( T:1 inch. Rahang bawah dan rahang atas model ditambahkan alginate kenudian artikulator dikatupkan 5. PEMASANGAN KEMBALI GTP PADA ARTIKULATOR Caranya: 1. Tempatkan bahan putty. RB: bentunya silinder divergen ( T:5/8 inch. . isi dengan resin akrilik self cured a.5 inch) b. Putty pada CMMJs rahang bawah dan pasang gigi tiruan rahang bawah diatasnya 4. kemudian gigitkan gulungan kapas pada gigi posterior secara bilateral 2.5 inch) 2. Pengasahan ini menghilangkan kontak oklusal yang menyimpangkan rahang bawah dari alur penutupan normal hingga relasi sentris. Buat gerong pada bukal dan lingual linggir alveolus untuk mendapatkan retensi bahan putty. katupkan lengan artikulator 6. Setelah alginate mengeras maka catatan interoklusal dapat dilepas 6. Catatan interoklusal dalam relasi sentrik dengan wax yang dilunakkan 3. Prosedur klinis sederhana: Pembuatan CMMJs ( Custom Mode Mounting Jigs) 1. Boksing (malam) pada plat artikulator. PENGASAHAN SELEKTIF Pengasahan selektif ialah memodifikasi permukaan oklusal gigi-gigi dengan mengasahnya pada tempat-tempat selektif/ terpilih sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak perlu membuat model baru. Dapat dilakukan di klinik dengan pembersihan minimal. Pasang gigi tiruan rahang atas dengan bantuan catatan interoklusal 5. Buat catatan interoklusal dengan aluwax pada posisi relasi sentrik 2. Periksa oklusi dengan kertas artikulasi. Gigi tiruan dipasang dalam mulut. Buat dua gulungan pada linggir alveolus rahang atas dan bawah ( T:4-6mm) 3. diameter : 2. Setelah putty mengeras maka catatan interoklusal dapat dilepas dan diganti dengan kertas artikulasi. plat plastic dan catatan interoklusal model dipasang pada artikulator menggunakan alginate sebagai media pemasangan 4. c.Prosedur hemat waktu: 1. Tidak perlu blocking out 3.

PROSEDUR PENGASAHAN SELEKTIF . B. . Karena hal ini tidak saja berpengaruh terhadap kesehatan jaringan dibawah geligi tiruan dan temporo-mandibular joint tapi juga menjamin kestabilan geligi tiruan dan kesejahteraan pasien. maka dibuat catatan protrusif yang baru. 3.Jangan mengurangi holding cusp (cusp palatal gigi RA). . • Gigi insisivus bawah dipendekkan bila memungkinkan (tidak mengganggu estetis). Oklusi harmonis dan seimbang merupakan salah satu faktor pertimbangan penting pada pembuatan geligi tiruan.Kesalahan pada Oklusi Sentrik Macam-Macam Kesalahan pada Oklusi Sentrik : 1. .Pada saat pemasangan geligi tiruan dalam articulator di laboratorium. Kecuali dengan mengurangi tempat yang tepat dari setiap kontak yang menyimpang. Sebenarnya pengasahan selektif dapat disempurnakan oleh seorang operator gigi atau seorang tekniker gigi dibawah pengawasan langsung dokter gigi.Koreksi Oklusi Protrusif Apabila ketepatan pemasangan kembali model di artikulator dan penyetelan kondilar diragukan. Pasangan gigi manapun yang berhadapan dapat terlalu panjang dan menghalangi gigi yang lain untuk berkontak.Jangan memperdalam fossa manapun. Langkah awal dari pengasahan selektif adalah selalu untuk memperoleh kembali dimensi vertikal oklusal.Jangan mengurangi holding cusp (cusp bukal gigi RB). Kesalahan oklusi protrusif. Koreksi : • Pengasahan bagian palatal gigi insisivus atas. Perbaikan : Fossa gigi diperdalam (pengasahan) Tujuan : Gigi lain dapat berkontak Catatan : Tonjol gigi tidak dipendekkan 2. Oklusi seimbang merupakan syarat utama pada penyusunan gigi yaitu pada pergerakan fungsionil gigi-gigi belakang bawah bergeser dengan halus diantara cusp dan slope gigi-gigi belakang atas. Kaedah dalam pengasahan selektif. Perbaikan : – Lereng tonjol diasah sedemikian rupa – Fossa sentral dilebarkan – Tonjol lingual gigi atas dipersempit → pengasahan dari sisi lingual – Tonjol bukal gigi bawah dipersempit → pengasahan dari sisi bukal – Catatan : tonjol-tonjol gigi tidak dipendekkan. perbaikan terhadap oklusi seimbang tak mungkin dilakukan. yaitu kontak prematur di regio gigi insisivus. dimensi vertikal oklusal ditetapkan kembali dengan pengasahan selektif. . Jadi pengasahan selektif merupakan suatu proses yang sangat tepat yang tidak boleh dicoba-coba tanpa suatu pemahaman terhadap oklusi yang seimbang dan pengasahan selektif. yaitu : . Gigi-gigi atas mungkin terlalu jauh ke bukal terhadap gigi-gigi bawah. Gigi-gigi atas dan bawah dapat terlalu mendekati hubungan tepi-temu-tepi.

Perbaikan : – Tonjol lingual gigi atas dipersempit → melebarkan fossa sentral. Koreksi : • Diasah → bagian distal tonjol atas dan bagian mesial tonjol bawah. Koreksi → Pengasahan dengan prinsip : • Pengasahan → sisi kerja : Lereng lingual dari tonjol bukal gigi atas. Tonjol bukal berkontak. Sehingga : – Tonjol lingual gigi atas → bergeser ke lingual – Tonjol bukal gigi bawah → bergeser ke bukal Catatan : tonjol-tonjol gigi tidak dipendekkan. tapi tonjol lingual tidak berkontak. Tonjol bukal atau lingual atas berada di sebelah mesial dari posisi antar tonjol. Koreksi : • Tonjol lingual bawah dipendekkan → mengubah lereng bukal dari tonjol lingual bawah agar tidak terlalu curam. 5. Koreksi : • Diasah → seolah-olah lereng mesial daro tonjol bukal atas digeser ke distal ketika tonjolnya dipersempit. Kesalahan pada oklusi eksentrik pada sisi kerja dan sisi keseimbangan. 6. • Tonjol lingual atas tidak dipendekkan. tapi tonjol bukal tidak berkontak. Tonjol lingual berkontak. 2. • Fossa sentral tidak diperdalam. • Inklinasi tonjol yang sama dipertahankan. • Pengasahan → sisi keseimbangan : Lereng lingual dari tonjol bukal gigi bawah. – Tonjol bukal gigi bawah dipindahkan ke arah bukal → melebarkan fossa sentral. Gigi-gigi di sisi kerja tidak berkontak → akibat kontak yang berlebihan pada sisi . lereng distal dari tonjol bawah digeser ke depan. • Tonjol bukal atas dan tonjol lingual bawah dipendekkan → gigi bersentuhan. Koreksi : • Tonjol bukal → diasah → dari fossa sentral ke puncak tonjol. Koreksi : • Tinggi tonjol dikurangi → diasah →ubah memiringan dari fossa sentral ke puncak tonjol. Lereng bukal dari tonjol lingual gigi bawah. 3. • Fossa sentral tidak diperdalam. • Memendekkan tonjol dan mengubah lereng lingual dari tonjol agar tidak terlalu curam. Sisi keseimbangan ( balancing side ) adalah sisi yang berlawanan dengan sisi kerja atau harus menunjukkan adanya kontak tonjol yang seimbang untuk mencegah terangkatnya gigi tiruan. Tonjol bukal atau lingual atas berada di sebelah distal daro posisi antar tonjol. Tonjol bukal atas dan tonjol lingual bawah terlalu panjang. 4. .Koreksi Oklusi Eksentrik Sisi kerja ( working side ) adalah sisi ke arah mana mandibula digerakkan oleh pasien mulai dari oklusi sentrik atau sisi yang dipakai untuk mengunyah. Kesalahan yang terjadi dalam kontak oklusi di sisi kerja (Bull) : 1.

Keadaan TMJ . • Bahan : Malam lunak/aluwax. • Pasien disuruh membuka & menutup mulut sampai terasa kontak yang sangat ringan pada gigi posterior.Tekanan yang berlebihan waktu menutup artikulator . 2. Katupkan gigi-gigi tersebut di atas pita ketik sutra gigi.Penutupan kuvet kurang rapat .Gigi tiruan rusak akibat pemanasan yang terlalu tinggi Cara pemeriksaan oklusi : • Mandibula diarahkan ke relasi sentrik dengan ibu jari ditempatkan di bagian atas anteroposterior dari dagu. Kontak di sisi keseimbangan terlalu berat sehingga gigi-gigi di sisi kerja tidak berkontak.Kesalahan dalam memindahkan cetakan hubungan rahang ke artikulator .keseimbangan.Kesalahan menempatkan oklusal rim pada model . • Tonjol lingual → tidak boleh diasah.Basis sementara kurang cekat . Tidak ada kontak di sisi keseimbangan. • Lereng lingual dari tonjol bukal gigi atas Lereng bukal dari tonjol lingual gigi bawah • Fossa sentral → tidak boleh diasah Faktor kesalahan dalam oklusi . Kesalahan oklusal pada sisi keseimbangan : 1. kertas karbon atau kertas artikulator dengan membuka tutupkan artikulator.Pencacatan relasi rahang kurang baik . Koreksi : • Pengasahan → tonjol bukal gigi atas dan tonjol lingual gigi bawah disisi kerja.Kesalahan menyusun gigi posterior .Kesalahan menetukan Vertikal Dimensi . Permukaan gigi yang menyimpang . Koreksi : • Pengasahan (seminimal mungkin) → tonjol bukal bawah utk mengurangi → lereng tonjol yg menghalangi kontak di sisi kerja. • Menghilangkan kesalahan oklusi Menghilangkan Kesalahan Oklusi pada Gigi Non Anatomis  Kertas Artikulasi Untuk melihat kontak prematur pada relasi sentrik  Spot Grinding Utk memperbaiki kesalahan kecil yg tdk dpt diperbaiki dgn pasta abrasif  Pasta abrasif diletakkan pd gigi-gigi di artikulator Fungsi dari pengasahan seletif: • Memperoleh kembali dimensi vertikal oklusal Kuncilah elemen kondil dalam hubungan sentris sehingga hanya suatu gerakan engsel yang mungkin dilakukan.

Hukum untuk pengasahan selektif gigi-gigi anterior adalah sebagai . perdalamlah fossanya. kurangilah lereng bagian dalam cusp fasial/holding cusp gigi bawah 3. naikanlah jarum penunjuk insisal dan tandai lagi kontakkontak oklusi yang menyimpang dalam oklusi kerja. Setelah menandai kontak-kontak yang menyimpang pada oklusi sentris. Permukaan gigi yang akan dikurangi dipilih sesuai dengan dua hukum/ peraturan dasar yaitu : 7.kontak oklusalnya terlihat berwarna. seimbang dan protrusive pada saat ini. • Menghaluskan kembali oklusi eksentris Sebelum oklusi eksentris dihaluskan. Pengurangan cusp atau fossa terpilih dengan mengasahnya dengan batu/ stone kecil bulat. Pengasahan oklusal A= Jika pengasahan diperlukan untuk menutup incisal pin yang terbuka pada posisi sentries B= Jika incisal pin terbuka ketika rahang bergerak ke balancing side C= Jika incisal pin terbuka ketika rahang bergerak ke work side Pengasahan selektif gigi-gigi anterior harus meniru bentuk gigi-gigi asli dan mempertahankan estetik dari geligi tiruan. ketebalan kertas atau corengan warna penanda dapat mengakibatkan kesalahan tanda atau membuat penentuan kontak oklusal awal yang menyimpang menjadi sulit. Kontak-kontak yang menyimpang dalam oklusi sentris hanya dikurangi untuk memperoleh kembali dimensi vertikal oklusal. perhatikan bahwa pengurangannya cukup sampai pada substansi gigi untuk menghilangkan kontak oklusal yang menyimpang. 8. jika cusp nya ketinggian dalam oklusi sentris tetapi tidak dalam oklusi eksentris. Pada sisi yang mengimbangi. kurangilah guiding cusp/cusp fasial gigi-gigi atas dan guiding cusp/ cusp lingual gigi-gigi bawah Gambar . satu dari kedua permukaan gigi yang berlawanan dari setiap kontak yang menyimpang dalam oklusi sentris harus dikurangi. Menandai kontak oklusal yang menyimpang dengan menggunakan kertas artikulasi Gambar . Dan dianjurkan agar tanda-tanda ini dibuat dengan kertas karbon yang warnanya berbeda dari yang digunakan untuk menandai kontak yang menyimpang dalam oklusi sentris.: A= rahang atas & B= Rahang bawah Untuk memperoleh kembali dimensi vertikal oklusal. lepaskan kunci elemen kondil dan gerakan gigi-gigi ke oklusi kerja. Dalam relasi prostrusif. seimbang dan prostrusif untuk menandai kontak oklusi yang menyimpang dalam oklusi eksentrik. Bercak – bercak berwarna dari kertas karbon pada oklusi Sentris. Gambar . kurangilah ketinggian cuspnya. Pada sisi kerja 2. Hukum untuk pengasahan selektif dari kontak-kontak yang menyimpang dalam oklusi eksentris adalah sebagai berikut : 1. Kertas karbon dipilih untuk menandai kontak oklusal yang menyimpang karena pada pemakaian kertas artikulasi. dan warna yang berbeda akan membantu membedakan antar kontak yang menyimpang dalam oklusi sentris dengan yang dalam oklusi eksentris.. Jika cusp nya ketinggian dalam oklusi sentris dan eksentris.

Masukan pisau gips kedalam potongan tersebut dan pisahkan bagian-bagiannya. Model rahang utama telah dirusak pada waktu pemulihan geligi tiruan.siapkan indeks oklusal sebelum model rahang atas dan geligi tiruan dilepas. biasanya dibuat dari plaster/ gips. Setelah gips diperkirakan mengeras. Selama prosedur ini berhati-hatilah agar tangan tidak terluka. Gergajilah sedikit demi sedikit dan periksalah dengan cermat untuk menghindari penggergajian ke batas geligi tiruan. Buanglah setiap bagian potongan stone sepanjang alur yang mempunyai daya tahan kecil untuk mencegah patahnya geligi tiruan di daerah undercut. Lepaskanlah model pada rahang bawah dari artikulator dulu. Jangan mengurangi dimensi vertikal dari gigi anterior manapun kecuali jika ada perintah khusus dari operator gigi. Gunakan suatu alat pemasangan kembali/ remounting jig atau suatu lilin bentuk silinder yang mengelilingi pelat pemasangan kembali bawah.Milling-in adalah suatu proses penutupan permukaan oklusal gigi-gigi dengan pasta abrasif dan gigi-gigi dalam keadaan kontak. bagian pinggiran posterior dari model rahang dulu dan terakhir pinggiran anterior. lepaskanlah model rahang atas dan geligi tiruan dari artikulator.. Potong dasar model sebagian-sebagian dengan suatu gergaji plaster dalam beberapa arah. Suatu indeks merupakan suatu petunjuk. Pengasahan gigi • Pemulihan geligi tiruan Jika pelat pemasangan kembali digunakan. Jika perlu. tetapi mungkin perlu dilepaskan dan . dan buang gips pemasangan kembali dari plat pemasangan kembali bawah. untuk menahan permukaan adukan gips kira-kira 1/8 inchi di atas batas permukaan oklusi gigi-gigi atas.berikut : 1. dan kedalaman potongan gergaji harus disesuaikan. Ketinggian dan kontur sayap lingual geligi tiruan bawah dan daerah palatal geligi tiruan atas. Lanjutkan dengan pengasahan selektif hanya sampai oklusi sentrik seimbang dan gerakan eksentris yang harmonis telah diperoleh. suatu oklusal indeks disiapkan setelah dimensi vertikal oklusal diperoleh kembali dari pemasangan kembali di laboraturium. Model rahang baru harus disiapkan untuk pemasangan kembali pada pasien dari geligi tiruan di artikulator . • Pemasangan kembali pada pasien Pada prosedur pemasangan kembali pada pasien. bisa sangat bervariasi. haluskan kembali anatomi oklusalnya. lepaskanlah pelat tersebut dari model rahang. Gambar . Milling-in harus dilakukan secara konservatif. yang digunakan untuk mereposisi gigi-gigi atau model pada posisi aslinya. 2. gerakkanlah geligi tiruan ke dalam seiap relasi oklusal sampai oklusi yang tepat. kurangilah permukaan fasial gigi-gigi anterior bawah dan permukaan palatal gigi –gigi anterior atas. Kemudian geligi tiruan di Milling-in. Untuk membuang bagian potongan stone dari daerah gerong dapat digunakan separating disk atau bur fissure cross-cut. dan keluarkan gips record pemasangan kembali dari pelat pemasangan kembali atas.Artikulator ditutup agar permukaan oklusal gigi-gigi akan akan membentuk lekukan dangkam pada gips yang lunak. Model rahang atas tidak boleh dilepas dari artikulator. Gunakan gerakan pendek yang terkontrol untuk mencegah patahnya geligi tiruan dan lawanlah daya pada daerah sayap dengan menahan geligi tiruan oleh jari jemari. Indeks oklusal akan mempertahankan record posisi asli dari model rahang atas dan geligi tiruan pada artikulator dan menghapus keperluan face-bow record baru. lalu poleslah permukaan-permukaan oklusalnya. Buanglah bagian-bagian potongan stone satu persatu.

Pengasahan selektif harus dilakukan sesuai dengan hukum yang dijelaskan terdahulu. Lalu setel alur inklinasi penunjuk kondil sesuai dengan record relasi prostrusif yang baru. Paskan permukaan gigi-gigi atas dan bawah ke dalam lekukan bahan record relasi sentris dan pegang gigi tiruan dengan mantap ketika mencekatkan model rahang bawah ke pelat pemasangan kembali bawah dengan adonan gips. atau bahan certak compound untuk membuat record baru dari relasi sentris dan protrusif. Letakkanlah indeks dan pelat pemasangan kembali pada landasannya. Physis Nyaman dipakai karena tidak menyebabkan trauma pada jaringan pendukung. untuk memperoleh stabilitas dimensi yang lebih baik. Pemasangan kembali pada pasien sering merubah hubungan oklusal gigi atas dan bawah. Penyusutan bahan landasan geligi tiruan akrilik setelah diproses. Kemudian ke operator gigi. gunakanlah indeks oklusal untuk memasang kembali rahang atas pada artikulator dan record relasi sentris baru untuk memasang kembali model rahang bawah. Physiologis Gigi tiruan mendukung otot dan sistem penguyahan. 2. dengan demekian memperbaiki gigi tiruan atas ke posisi aslinya. A. D. Setelah model rahang atas dipasang kembali. Kesalahan waktu prosedur packing resin akrilik dimana kelebihan resin akrilik terlalu banyak. lepaskan indeks oklusal dari pelat pemasangan kembali bawah dan balikan artikulatornya. Perbaiki setiap perubahan dalam dimensi vertikal oklusal sebelum menghaluskan oklusi eksentris. Prosedur memasak geligi tiruan ( curing ) yang terlalu cepat dengan temperature pemanasan yang terlalu tinggi. Untuk heat curing resin akrilik selalu dianjurkan memasaknya dengan sistem slow curing yaitu 70 C selama 6-7 jam. buka artikulator dan pasang gigi tiruan atas dimodel rahangnya. PENYEBAB KESALAHAN OKLUSI Hubungan oklusi yang tidak harmonis dapat disebabkan oleh : 1. maka prosedur pemasangan kembali telah lengkap.dipasang kembali model rahag bawah untuk memperoleh relasi sentries yang tepat. Ketika gigi tiruan dikembalikan pada artikulator. Reposisi permukaan oklusal gigi-gigi dalam lekukan pada permukaan indeks oklusal di bagian bawah artikulator. Selesaikan dan poleslah geligi tiruan serta rendam dalam air untuk mencegah resin akrilik kekeringan. Apabila kesalahan oklusal telah dikoreksi . gips. TAHAP PEMASANGAN GIGI TIRUAN PENUH . 2. Phicologis GT sesuai dengan syarat kedokteran gigi dan keinginan pasien. Operaotor gigi akam memasang gigi tiruan kedalam mulut pasien dan menempatkan lilin. Pemasangan GTP dapat memenuhi kebutuhan : 1. 3. 3. PEMASANGAN GIGI TIRUAN PENUH Pemasangan GTP merupakan suatu tindakan mencobakan gigi tiruan pada pasien dengan memperhatikan kenyamanan pasien. Kuncilah elemen kondil dalam relasi sentris. Kemudian cekatkan model rahang ke pelat pemasangan kembali atas dengan adonan gips.

& Oral Hygiene tiap individu berbeda .Inflamasi papila .Tepi Gigi tiruan tidak ada yang tajam . .Individualitas pasien o Pengalaman tiap individu dalam pemakaian Gigi tiruan berbeda o Penyesuaian pemakaian Gigi tiruan dipengaruhi oleh usia o Keadaan fisik.Kandidiasis kronis . Pemeriksaan Gigi tiruan .Penguyahan dengan Gigi tiruan yang baru o Adaptasi Gigi tiruan dalam pengunyahan ± 6 minggu o Otot pipi.1.Bahan penyuluhan bagi pasien Tujuannya adalah menyadari bahwa gigi tiruan bukan suatu hal yang permanen tetapi selalu . lidah. mental.Stomatitis . Pemeriksaan mulut Secara visual dan perabaan 3.Permukaan anatomi Gigi tiruan tidak ada gelembung akrilik 2.Mempertahankan sisa alveolar o Malam hari Gigi tiruan harus dilepaskan agar jaringan pendukung dapat beristirahat o Jika ada iritasi maka Gigi tiruan harus dilepas karena dapat mengakibatkan timbulnya rasa sakit . Pemeriksaan bentuk wajah 5. Instruksi pada pasien .5 mm di daerah lingual gingiva mengganggu bunyi huruf “S” .Daya vertikal . & bibir harus dilatih agar dapat mempertahankan Gigi tiruan di atas linggir alveolar o Pasien diberi tahu untuk menempatkan makanan diantara gigi di dekat sudut mulut. Pemeriksaan retensi Retensi dipengaruhi oleh : .Halitosis .Sayap Gigi tiruan terlalu tebal .Oral Hygiene dengan Gigi tiruan yang baru o Plak pewarnaan & kalkulus yang menumpuk pada Gigi tiruan dan mukosa harus dibersihkan o Gigi tiruan minimal 1 kali sehari harus dikeluarkan dari rongga mulut & direndam dalam larutan pembersih selama 30 menit o Permukaan mukosa & tulang alveolar serta permukaan dorsal lidah harus disikat setiap hari o Plak merupakan faktor etiologi dari : .Daya horizontal 4.Penampilan dengan Gigi tiruan yang baru o Adanya perasaan aneh o Pasien berusaha utk percaya diri .Bicara dengan Gigi tiruan yang baru o Tidak ada pasien yang dapat berbicara dgn baik pada saat memakai Gigi tiruan o Basis palatum tebal akan mengganggu o Pasien diintruksikan untuk latihan membaca mengulangi huruf yg sulit utk diucapkan o Perubahan 0.

6. sering timbul masalah. pembersihan.  Relasi sentrik dan oklusi sentrik tidak serentak  Kontak oklusal defleksi pada molar 2  Kontak oklusal defleksi unilateral  Penekanan dari basis gigi tiruan • Iritasi pada daerah retro milohioid  Perluasan berlebihan dari tepi gigi tiruan  Gangguan oklusal anterior pada gerakan protrisif  Kontak oklusal • Iritasi pada daerah tuberositas  Perubahan dimensi dari gt ra  Penekanan dari basis gt • Iritasi pada daerah raphe mediana  Hilang dukungan . dan kurangnya retensi dan stabilisasi. B. Kesempurnaan di bawah hidung 2. IRITASI JARINGAN LUNAK • Iritasi merata pada daerah pendukung gigi tiruan. Pasien harus diberitahu mengenai pemeliharaan. iritasi. Remounting dan pengasahan selektif. 1. fonetik. MASALAH YANG DAPAT TIMBUL Pada tahap pemasangan gigi tiruan penuh.berubah. bruksisim.FONETIK Untuk sesaat cara berbicara akan berubah 3. Hal ini disebabkan oleh:  Dimensi vertikal oklusi yang tinggi  Disharmoni antara oklusi sntrik dan relasi sentrik  Gangguan oklusi pada posisi eksentrik  Kebiasaan jelek. Gigi dan basis terlihat secara berlebihan 2. xerostomia • Iritasi pada puncak linggir alveolus  Tulang yang tajam  Kontak oklusal yang defleksi  Tidak teratur permuakaan gigi tiruan  Puncak linggir yang tajam  Penekanan basis gigi truan • Iritasi dekat vestibulum  Tepi gigi tiruan tajam  Tepi gigi tiruan tidak dipoles • Iritasi pada lereng lingual anterior dan lereng lateral dan linggir rahang bawah. dan pemeriksaan secara periodik. pemakaian.masalah yang meliputi evaluasi dan perawatan terhadap estetis.ESTETIS Seperti: 1. Bibir atas konkaf 3.

pada satu sisi kerja atau fungsioanal o Kontak oklusal defleksi pada tonjol – tonjol sisi seimbang. hamular notch  Gigi tiruan jatuh saat bernyanyi atau berbicara o Kesalahan oklusi o Kurang posterior palatal seal o Perluasan kurang o Perluasan berlebihan  Gigi tiruan jatuh atau bergesr dari sisi seimbang o Hubungan gigi terhadap linggir alveolus tidak tepat o Gangguan di atas tonjol bukkal. Relief tidak cukup  Kontak incisal berlebihan pada relasi sentrik • Iritasi mukosa labial  Bentuk berlebihan dari permuk. Labial gigi tiruan  Tekanan dari bibir • Iritasi yang seiringan pada sulkus labial.  Hilang retensi bila ketawa  Perluasan gigi tiruan tidak tepat  Aktivitas otot wajah ekstrim  Hilang retensi bila mencoba bersiul  Gangguan pada border seal  Kurangnya retensi menyeluruh  Gangguan okllusi berlebihan  Kurang border seal  Bentuk tepi gigi tiruan yang salah  Menurunnya jaringan daerah pendukung gigi tiruan. labial. rahang atas. HILANGNYA RETENSI DAN STABILISASI  Pada rahang atas :  Gigi tiruan jatuh saat mulut dibuka lebar o Basis posterior kurang luas o Kurang post. dan gigi rahang bawah. daerah retro milohioid  Kebiasaan mengunyah yang jelek  Gigi tiruan Rahang Atas longgar 4.  Pada rahang bawah :  Gigi tiruan terlepas o Gangguan oklusal o Hubungan susunan gigi dengan otot di sekitarnya . Palatal seal o Perluasan berlebihan pada bukkal.

fonetik dan fungsinya. Trial Denture adalah geligi tiruan malam yang sudah dilakukan waxing. Fungsinya estetis dan retensi. dan dicoba didalam mulut pasien untuk melihat estetik.o Bentuk permukaan Gigi tiruan yang dipoles o Posisi lidah yang retraksi o Masalah pysikogenik KESIMPULAN Modelir malam ( wax contouring/waxing ) dari gigi tiruan ialah membentuk dasar dari geligi tiruan malam sedemikian rupa sehingga harmonis dengan otot-otot orofasial penderita dan semirip mungkin dengan anatomis gusi dan jaringan lunak mulut. molding. packing dan curing. Remounting adalah suatu prosedur pemasangan kembali geligi dalam artikulator yang bertujuan untuk mengkoreksi hubungan oklusi yang tidak harmonis dari geligi tiruan yang baru selesai diproses. . Pengasahan ini menghilangkan kontak oklusal yang menyimpangkan rahang bawah dari alur penutupan normal hingga relasi sentris. Pengasahan selektif ialah memodifikasi permukaan oklusal gigi-gigi dengan mengasahnya pada tempat-tempat selektif/ terpilih sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal ini merupakan suatu kesatuan kerja hingga terbentuk gigi tiruan penuh yang akan dipakai. Proses laboratorium terdiri atas : flasking. Pemasangan GTP merupakan suatu tindakan mencobakan gigi tiruan pada pasien dengan memperhatikan kenyamanan pasien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful