BAB I PENDAHULUAN A. Data Umum Proyek.

Metode pelaksanaan ini dibuat dalam rangka mengikuti pelelangan : Unit Satuan Kerja : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Program : Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kegiatan : Pembangunan Ruang Latihan dan Gudang Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat Kode Rekening : 5.2.3.26.31 Tahun Anggaran: 2009 Lokasi : Jl. KH. Mas Mansyur No. 130 A Jakarta Pusat B. Data kondisi lapangan a. Akses ke lokasi rata – rata dapat dilalui kendaraan dengan tonase besar b. Site berbatasan langsung dengan lingkungan pemukiman warga. c. Akses melewati pasar tradisional yang aktif mulai dari pagi sampai sore. d. Areal Proyek terdapat dalam lingkungan Gedung Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat. e. Kondisi site saat ini adalah lahan kosong. f. Masih terdapat sloof dan pondasi sisa bangunan lama. g. Terdapat sisa bangunan kamar mandi dan dikelilingi pagar lama yang belum sempat dibongkar dan rumah dinas yang masih ditempati. h. Terdapat pohon yang menganggu pembangunan gedung i. Masih ada pelatihan dalam gedung lama di dalam lingkungan komplek kantor BLKD kota administrasi Jakarta Utara. j. Beda elevasi site terhadap jalan rata –rata +30 cm. C. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan Pembangunan Gedung Baru eks Kandepnaker Kota Administrasi Jakarta Utara meliputi : a. Pekerjaan Persiapan

b.   
  


c.

d.

Pekerjaan Struktur Bongkaran Pondasi lama Pekerjaan galian dan urugan Pekerjaan pondasi dan struktur dibawah Pekerjaan struktur lantai – 1 Pekerjaan struktur lantai – 2 Pekerjaan struktur lantai – 3 Pekerjaan Atap Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Mekanikal / Elektrikal

D. Kendala dan Pemecahan Masalah. a. Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan adalah 90 hari, merupakan waktu yang singkat untuk menyelesaikan pekerjaan diatas. Untuk dapat mencapai kualitas pekerjaan yang disyaratkan dengan batasan waktu yang tersedia maka dalam pelaksanaanyan proyek ini harus menggunakan peralatan yang mengacu pada percepatan kerja seperti alat berat. Pada proyek ini digunakan excavator/back hoe dan dump truck untuk membantu dalam pekerjaan pembersihan, selain itu juga digunakan elektrik jack hammer dan thermal cutting agar memudahkan dalam pekerjaan pembongkaran. Untuk membantu suplai material berat digunakan mobile crane dan lift kerja sehingga diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. b. Teknis Untuk mempermudah pekerjaan sebelum pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu dibuat gambar kerja ( shop drawing ) dan perlu juga disepakati serta dipahami tentang sistem kerja yang akan diterapkan. Untuk mendapatkan kualitas pekerjaan yang baik dari sisi teknis maka diperlukan tenaga ahli yang berpengalaman sehingga hasil kerja dapat dipertanggung jawabkan. Untuk selalu menjaga kualitas dari hasil kerja selalu dilakukan check list pada setiap mulai dan akir dari suatu pekerjaan. c. Managemen

Untuk dapat mencapai kwalitas pekerjaan yang disyaratkan dengan batasan waktu yang tersedia, maka proyek ini haruslah ditangani dengan aspek Management maupun aspek Teknis yang baik. Dari aspek Management antara lain : - Monitoring progress yang ketat mengikuti tahapan – tahapan pekerjaan dengan metode Net Work Planning. - Melakukan rapat koordinasi secara efektif yang melibatkan, Perencana, Direksi/pengawas,dan pihak yang terkait didalam proyek ini. - Melaksanakan pabrikasi di luar site, sehingga beberapa material yang masuk ke site dalam kondisi siap untuk diinstall/dipasang. - Dukungan dari supplier. d. Dampak Lingkungan Dalam pelaksanakan proyek pembangunan ini tentu akan menghadapi permasalahan dengan lingkungan sekitar antara lain : - Rutinitas warga terganggu - Polusi udara dan suara - Getaran dari alat kerja - Ketidak nyamanan akibat banyaknya tenaga kerja yang hilir mudik. Untuk mengatasi permasalahan dengan lingkungan sekitar perlu dilakukan koordinasi dengan lingkungan sekitar antara lain : Instansi terkait : Camat, Lurah, RW dan RT setempat Pihak Keamanan Tokoh Masyarakat Warga yang bersinggungan langsung dengan proyek Dengan berkoordinasi diharapkan tidak terjadi masalah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan proyek.

BAB II URAIAN PEKERJAAN A. Pekerjaan Persiapan Segera setelah diterbitkannya Surat Perintah Kerja, maka pekerjaan persiapan dimulai sebagai pekerjaan pendahuluan. Sebagai awal dari mulainya suatu kegiatan, maka pekerjaan persiapan ini merpakan bagian yang sangat penting karena dapat menentukan kelancaran pekerjaan yang selanjutnya.

Keterbatasan lahan mengharuskan adanya skala prioritas didalam pengiriman material ke site. Pembuatan bedeng kerja d. Pembuatan papan nama proyek ukuran 240 x 120 cm b. Dengan tanpa mengesampingkan keperluan sarana pendukung lainnya menyediakan air dan listrik akan merupakan prioritas didalam pekerjaan persiapan ini. Pembuatan pagar dan pintu sementara f. 28 Tahun 2003 tentang bangunan gedung. Undang-undang No. Pembuangan puing bongkaran ke luar area proyek i. Mobilisasi peralatan h.Pengaturan pengiriman material ini haruslah benar – benar di jaga keseimbangannya tidak boleh kurang maupun berlebihan.Perlu adanya keterpaduan antara kebutuhan material dan supply material.Sarana dan Prasarana yang sangat dibutuhkan didalam mendukung kelancaran kegiatan adalah air dan listrik kerja. juga dimaksudkan memberikan suatu ruang gerak yang cukup didalam pelaksanaan pekerjaan. . Penempatan material pada zooning yang tepat juga akan memberikan banyak pengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. Pengadaan sarana kerja yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan B. sehingga keberadaan material mudah dijangkau dan tidak menghalangi kegiatan proyek. Diperlukan metode penyimpanan material yang baik di dalam site. Termasuk didalam pekerjaan persipan ini antara lain : a. a. Direksi keet. Penebangan pohon dan Pembersihan lapangan g. Pembuatan Direksi keet c. disamping untuk menjaga keamanan material. Pembuatan gudang dan los material e. Pekerjaan Struktur Kriteria Standard dan peraturan yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan struktur. Kelengkapan peralatan kantor seperti komputer yang baik akan sangat mendukung kelancaran dari segi administratif maupun teknis proyek.

1987 UDC : 699. Peraturan Beton Indonesia (PBI) Tahun 1989. 108 Tahun 2003. h. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) Tahun 1982. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972. m. 339/KPTS/M/2002 tentang Pelaksanaan Pembangunan Gedung Negara. Petunjuk Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya kebakaran pada Bangunan . Mutu dan cara uji Agregat beton. Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. sloof. 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta seluruh perubahannya.I) 1986. f. file cap. Keputusan Presiden RI No. Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung 1983. 37 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.b. Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. Baja Tulangan Beton (SII 0136-84). ASTM C-33 Standard Specification For Concrate Aggregates. l. Peraturan Bangunan Nasional 1978.Rumah dan Gedung (SKBI-2. plat beton.C. i. Pekerjaan struktur yang dimaksudkan dalam proyek ini adalah struktur bawah berupa pondasi.3.53. d. tangga. o. Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang biasa dan Struktur Tembok Bertulang untuk Gedung 1983. c. American Concrate Institute (A. n.04). Jaringan Kawat Baja Las untuk Tulangan Beton (SII 0784-83). 108 Tahun 2003 tentang tata cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jo. e. k. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SK SNI T-15-1991-03) g.balok.struktur atap (struktur yang berada diatas lantai 1). p.dll yang berada dibawah lantai 1 (satu). j.81 : 624. . Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. struktur atas berupa kolom.

(14x14) K = 300 300 300 300 d Pekerjaan Struktur di atas lantai 2.Pekerjaan beton pondasi plat lajur K.Pekerjaan balok portal (20x30) K = 300 .Rabbat beton lantai 1 dan Ram. T= 15 cm ready mix K= 300 b. T=5 cm .Pekerjaan beton kolom Kp. 1:3:5.Pekerjaan beton pile cap type P1.Urugan pasir dibawah tie beam . Pekerjaan ini terdiri dari : .Pekerjaan balok portal B1 (30x80) K = 300 . Pekerjaan Struktur Pekerjaan ini terdiri dari : .Pekerjaan beton kolom K3.Pekerjaan tea beam ( 30 x 60 ) dan ( 30 x 45 ) K = 300 .Lantai kerja dibawah tie beam ad.Urugan pasir dibawah pile cap .Pekerjaan beton kolom K1.Urugan peninggian elevasi lantai .Pekerjaan balok portal (20x45) K = 300 . P2.Lantai kerja dibawah pile cap ad.Pasangan 1 bata diatas tea beam c.Pemancangan tiang pancang . T=5 cm . (30x30) K = . (30x60) K = .Pekerjaan beton kolom K2. (30x50) K = . 1:3:5.Mob Demob alat pancang . Pekerjaan Gallian dan urugan Pekerjaan ini terdiri dari : .Urugan pasir dibawah rabat beton T=10 cm . Pekerjaan Pondasi dan Struktur Bawah Pekerjaan ini terdiri dari : .Pemotongan tiang pancang . K = 300 .Galian pile cap .Pekerjaan balok portal B2 (30x60) K = 300 .Las sambungan tiang pancang . PCT 32 – B Singgle .Galian tie beam .Pekerjaan tiang pancang mini pile Uk. P4.300 .Secara lebih detail uraian pekerjaan untuk struktur ini seperti diuraikan berikut ini: a.

Pekerjaan balok portal B3 (30x45) K = 300 .Pekerjaan .Pekerjaan . (30x30) K = 300 .Pekerjaan . Pekerjaan ini terdiri dari : .Pekerjaan beton kolom Kp.Pekerjaan beton Plat Lantai T=12 cm K = 300 .Pekerjaan beton kolom K3. (30x50) K = 300 .Pekerjaan .Pekerjaan balok portal B5 (20x35) K = 300 .Pekerjaan balok portal L2 (10x50) K = 300 . (14x14) K = 300 f. (30x60) K = 300 . (30x60) K = 300 beton kolom K2.Pekerjaan . (30x30) K = 300 beton kolom K3.Pekerjaan .Pekerjaan balok portal B7 (20x30) K = 300 .Pekerjaan balok portal B4 (20x45) K = 300 .Pekerjaan beton kolom K1.Pekerjaan balok portal B5 (20x35) K = 300 .Pekerjaan .Pekerjaan balok portal BP (14x14) K = 300 . Pekerjaan Struktur di atas lantai 3.Pekerjaan .Pekerjaan .Pekerjaan balok portal B6 (15x45) K = 300 .Pekerjaan beton kolom K2.Pekerjaan balok portal L1 (10x100) K = 300 .. (30x50) K = 300 beton kolom Kp.Pekerjaan .Pekerjaan balok portal B2 (30x60) K = 300 .Pekerjaan balok portal B7 (20x30) K = 300 .Pekerjaan balok portal BP (14x14) K = 300 .Pekerjaan balok portal B3 (30x45) K = 300 balok portal B4 (20x45) K = 300 balok portal B5 (20x35) K = 300 balok portal B6 (15x45) K = 300 balok portal B7 (20x30) K = 300 balok portal BP (14x14) K = 300 balok portal L1 (10x100) K = 300 beton Plat Lantai T=12 cm K = 300 beton kolom K1.Pekerjaan balok portal B1 (30x80) K = 300 .Pekerjaan balok portal B1 (30x80) K = 300 . (14x14) K = 300 e. Pekerjaan Struktur Daak Atap Pekerjaan ini terdiri dari : .Pekerjaan beton Plat Lantai T=12 cm K = 300 .Pekerjaan .

7) I WF (200.9 mm) Nok Spandek Allumunium Foil 2 muka medium Glass wool ( GB 50 ) Roof mesh 115 Baut atap Listplank 3x30 Kamper Samarinda C.The Aluminium Association (AA).3) Ikat angin besi Ø 12 mm + Srenkstang Srenkstang Ø 12 mm + baut • Kap Atap Pek.100.20.8.200.8) Plat Pengaku rangka kuda T= 8 mm Gording Slip “ C “ (150.12) I WF (150. . Architectural Aluminium Manufacturing Association.50.5. Penutup atap spandek ( Four R deck Type GR BJLS 70 T=0. .12) H beam Tumpuan (200.g.5.Pekerjaan tangga dan balok bordes Lt 1 –Lt 2 K=300 .5.5.200.5. Pekerjaan Arsitektur Kriteria standard dan peraturan yang diterapkan dalam Pelaksanaan Pekerjaan Arsitektur.2.75.3) Ikat angin besi Ø 12 mm + Srenkstang Srenkstang Ø 12 mm + baut • Kuda – kuda 2 Baut angkur M-16 L=40 cm Plat landas MS t = 10 mm H beam lapangan (200.8) Plat Pengaku rangka kuda T= 8 mm Gording Slip “ C “ (150. Pekerjaan Tangga Pekerjaan ini terdiri dari : .8.2.20.75.50.100. Pekerjaan Kap Atap Pekerjaan ini terdiri dari : • Kuda – kuda 1 Baut angkur M-16 L=40 cm Plat landas MS t = 10 mm H beam (200.8.200.5.Pekerjaan tangga dan balok bordes Lt 2 –Lt 3 K=300 h.7) I WF (200.12) I WF (150.

American Standard For Testing Material (ASTM).Pas.Pas. 28 Tahun 2003 tentang bangunan gedung.Pasangan dinding bata ½ batu ad. 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta seluruh perubahannya.Plester + Acian dinding bata t = 15 mm ad.Pas.Plester + Acian dinding bata t = 15 mm ad. Pekerjaan di lantai 1 Pekerjaan Arsitektur di lt 1 terdiri dari : . yang dilaksanakan hanya pada lantai 1 saja.Plester + Acian dinding bata t = 15 mm ad.Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. pekerjaan pelapis lantai. 1 : 2 . . Glass blok .Pas.Undang-undang No. pekerjaan plafond. 3” . pekerjaan railing tangga . ..1 : 3 . Secara lebih rinci uraian pekerjaan Arsitektur dapat diuraikan seperti berikut : a. Keramik dinding toilet 20x30 . Plint keramik tangga 10x20 . Lantai keramik toilet 20x20 . 108 Tahun 2003 tentang tata cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jo.Pas.Pek. Keramik lantai ruangan 30x30 . Plint keramik 10x30 . .Paas.Pas. 1 : 4 . . 108 Tahun 2003. Railling tangga Gip dia. 339/KPTS/M/ 2002 tentang Pelaksanaan Pembangunan Gedung Negara.1 : 4 .Pas. 37 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. Meja wastafel beton bertulang ad. pekerjaan kusen pintu dan jendela. 1:2:3 .Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. Pekerjaan Arsitektur meliputi pekerjaan pasangan dan plesteran.1 : 2 . Keramik tangga 20x20 . Anti slip tangga 10x20 .Keputusan Presiden RI No.Pek. Waterproofing bluechip 300 Wip T=15mm .Pasangan dinding bata ½ batu ad.Pas. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.

Pekerjaan Plafond di lantai 1 Pekerjaan tersebut terdiri dari .Pas.Pas.2cm serut mesin dan oven Pas.Pas.Pas. Pekerjaan kusen pintu lantai 1 • Kayu Pas.Cat duco jelusi . Solid . Pintu panel t.Cat duco list plafond kayu . Pekerjaan Pengecatan Lantai 1 Pekerjaan tersebut terdiri dari . Rolling dor lengkap dgn box tbl. Grendel tanam pintu .Cat dinding dan tembok setara deluxe . Kaca mati t. Solid . jendela dan pintu .Pekerjaan plafond gypsum tile 60x120 . Kusen warna 4’ Pas. Jendela kaca lengkap dengan karet kaca Pas. Kusen kayu kamper Samarinda diserut dan oven Pas.Pas.5mm lengkap dengan karet kaca d. Daun pintu lapis formika rangka kayu kamper Samarinda Pas. Jelusi kayu kamper Samarinda t.Cat beton expose setara deluxe . 4cm kamper Samarinda Pas.Cat duco kusen.Pekerjaan plafond Grind ceilling . Kaca mati tebal 5mm Pas. Jendela kaca 5mm kayu kamper Samarinda Pas. Engsel pintu ex.b.Cat duco railling tangga . Kunci tanam ex. Engsel jendela .Pas. 0. Kait angin e.5mm • Allumunium Pas. Grendel jendela .Pasangan list plafond kampeer Samarinda 3x5 cm f. Pekerjaan Penggantung dan Kunci Lantai 1 .

Pek. Bak kontrol 40x40 cm dan penutup ( air hujan dan bekas ) . Pipa drain dari materiL PVC dengan isolasi yang cukup dipasang secara inbow / tertanam didalam dinding maupun pembungkus kolom.Pedoman Plumbing Indonesia Tahun 1977 . Pipa PVC dia.Pek. Drainase 60x60 cm dan penutup ( termasuk galian ) . .Pek. Sistem terdiri dari Condensing Unit (Out Door Unit). Fam Coil Unit (In Door Unit). Kriteria dan Standard Pelaksanaan pekerjaan mekanikal ini mengacu pada gambar.Pek.Pek.g. . Pekerjaan Drainase Pekerjaan tersebut terdiri dari . 6” Termasuk galian tanah dan penutupan kembali) . batu pecah.Pekerjaan singkromate rangka kap atap h.Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000.Pek.American Society For Heating Refrigeration Air Conditioning Engineering (ASHRAE).Pek. Pipa Refrigerant yang dilengkapi dengan instalasi yang cukup dipasang diatas plafond dengan rapi sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu estetika. spesifikasi teknis dan peraturan / standard tersebut antara lain : . Sumur resapan (krikil. Pekerjaan Pengecatan lantai Dak Atap Pekerjaan tersebut terdiri dari . Grill inlet D. Pekerjaan Mekanikal a. Pipa PVC dia. b. Septic tank 100x150x200 cm dan resapan . dan ijuk) . Pekerjaan Tata Udara Sistem tata udara yang dipakai dalam gedung ini adalah system Ac Split. Septic tank 200x300x200 cm dan resapan . 8” Termasuk galian tanah dan penutupan kembali) .Pek.

Pada instalasi air bekas terdapat bak kontrol yang berfungsi sebagai tempat menyaring kotoran dan media kontrol pada saat instalasi tidak berfungsi dengan baik. c. setelah itu air hujan melewati bak kontrol untuk menyaring kotoran yang ikut terbawa.Untuk ruangan –ruangan tertentu yang memerlukan ventilasi maka dipasangkan Exhoust fan lengkap dengan Air Grill. Dari tempat penampungan ( tangki fiber ) air disalurkan melalui pipa instalasi PVC dengan memamfaatkan gaya grafitasi. 1. System Air Kotor System air kotor didalam gedung ini memakai system pipa air tegak dan pipa mendatar. 2. Pekerjaan Plumbing Pekerjaan plumbing meliputi system air bersih dan system air kotor. Jika air yang masuk jumlahnya besar dan tidak dapat ditampung oleh sumur resapan maka air dari sumur resapan akan dialirkan menuju saluran kota terdekat. Sytem air Hujan Air hujan yang jatuh pada atap gedung ini dialirkan melalui pipa roof drain dengan posisi mendatar yang kemudian masuk kedalam pipa utama dengan posisi vertikal. Pekerjaan Elektrikal a. E. kemudian air menuju sumur resapan yang berfungsi sebagai jalan masuk ke dalam tanah. yang kemudian disalurkan ke dalam sumur resapan. 3. Untuk air hujan yang jatuh disekitar gedung akan masuk kedalam saluran drainase dengan ukuran 60 x 60 cm. ada juga ruangan yang menggunakan ceilling fan. System Air Bersih Sumber asal air adalah dari PDAM DKI. Melalui pipa tegak air kotor dialirkan ke septic tank yang terhubung dengan resapan. Kriteria dan Standard Didalam pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal ini disamping berdasarkan pada gambar dan spesifikasi . Air kotor dari setiap lantai dalirkan ke pipa tegak yang tersembunyi didalam dinding. Air dari PDAM dihisap dengan menggunakan pompa transfer yang kemudian ditampung di dalam tangki fiber dengan kapasitas 1000 l.

Penangkal Petir Syetem penangkal petir yang digunakan adalah type konvensional dengan instalasi menggunakan kabel BC 70 mm2 dilengkapi dengan terminal dan bak kontrol. proyek ini G. Pekerjaan Telephone Jaringan telephone memakai kabel kabel telepone 20 per dan instalasi telephone menggunakan ITC 2 x 2 0. .6 mm. Pemadam Kebakaran Pekerjaan pemadam kebakaran pada menggunakan portable Fire Extinguiser. c. .Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir 1983 (PUIPP). Pekerjaan Kabel TV dan Kabel Data Instalasi kabel TV dan kabel Data harus menggunakan pipa kondoit high impact heavy gauge. F. Kabel TV menggunakan coaxial cable 7V/2V/75 Ohm sedangkan kabel data menggunakan UTP.Material yang dipakai haruslah mendapatkan standard industri Indonesia (SII) dan atau SPLN. . b. Pentanahan dibuat hingga mencapai tahanan kurang dari 5 ohm. jika belum mencapai tahanan yang dikehendaki maka perlu ditambah titik elektroda atau dilakukan penambahan kedalaman. Sedangkan ubtuk peralatan PABX dan IDF menggunakan peralatan existing.Peraturan Umum Instalasi Listrik 2000(PUIL 2000).teknis maka juga mengacu kepada standard dan aturan sebagai berikut. .

Fungsi dan arti lain struktur organisasi dari suatu proyek (struktur organisasi proyek) adalah merupakan suatu perangkat yang bearupa sistem yang berfungsi memberikan gambaran dan uraian/deskripsi. sehingga masing – masing pihak telah memiliki tanggung jawab dan tujuan yang jelas untuk mendapatkan hasil akhir yang baik. lini tanggung jawab dan lini koordinasi yang dikaitkan dengan pemanfaatan sumber daya manusia secara sistematis sehingga personalia tenaga ahli yang terlibat di dalam proyek dengan uraian tugas dan tanggung jawab jelas serta manajemen untuk pengendalian biaya. maka diperlukan adanya management proyek yang baik. Dengan demikian dengan penerapan management proyek ini akan terbentuk adanya team work yang baik. mengenai penanganan suatu proyek dengan jelas garis (lini) komando.BAB III MANAGEMENT PROYEK Untuk melakukan pengendalian waktu maupun kwalitas produk didalam suatu proyek. . yang merupakan tujuan dari proyek ini. Struktur Organisasi Dalam suatu proyek diperlukan suatu perangkat untuk menunjang jalannya pekerjaan yang salah satu perangkat/komponen yang sangat penting adalah struktur organisasi. mutu dan waktu dapat dilaksanakan secara optimal. Dalam management proyek ini terdapat beberapa ketetapan – ketetapan yang harus diikuti oleh seluruh tim yang terlibat sebagai keputusan maupun sebagai pelaksana di dalam proyek ini. A.

Rapat Koordinasi Proyek. Jadwal koordinasi pelaksanaan pekerjaan diperlukan untuk terlaksananya diskusi dan pemaparan/presentasi terkait untuk masukan (input) maupun umpan balik (feed back) agar hasil pekerjaan sesuai yang diharapkan (goal) dan demi kesempurnaan dalam pelaksanaan sasaran fisiknya. Jadwal Pelaksanaan Jadual pelaksanaan pekerjaan dari program kerja juga merupakan perangkat proyek penting. yang dihadiri oleh pimpinan proyek dan staf yang terkait.B. Sekurang – kurangnya sekali dalam satu minggu dilaksanakan rapat koordinasi proyek. yakni maksimum 90 ( sembilan puluh ) hari kalender. sehingga setiap jalannya proyek per tahap di kontrol dan dikendalikan sesuai waktu yang ditentukan dan disepakati oleh pemberi tugas dan kontraktor.Schedule proyek Kemajuan progress proyek akan di monitor dan di evaluasi setiap minggu.masalah yang berpotensi menimbulkan terganggunya jadual pelaksanaan. maka dibuatkan shop drawing yang akan di pakai acuan di dalam pelaksanaan. pemberi tugas. maka masalah tersebut dapat dibahas didalam rapat koordinasi mingguan untuk dicarikan jalan keluarnya D. C. untuk dicarikan penyelesaian apabila dalam pelaksanaan terdapat . Shop drawing Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.Masalah Teknis Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan ini terdapat masalah teknis yang yang balum dapat diselesaikan di dalam pelaksanaan. dan pihak lain yang terkait dengan proyek ini. . . Dalam rapat ini akan dibahas hal – hal yang berkaitan dengan kegiatan didalam proyek antara lain . konsultan perencana. Rencana kerja dan system pengendalian merupakan perangkat yang penting dalam rangka penanganan proyek ini agar hasil (out put) yang didapat sesuai yang diharapkan . sejak tanggal ditandatangani surat perintah mulai kerja (SPK).

maka sebelum dilaksanakan pengecoran akan diajukan ijin untuk melaksanakan pengecoran. .Sebelum dilaksanakan terlebih dahulu shop drawing harus mendapatkan persetujuan dari Direksi/pengawas pekerjaan. Shop drawing dibuat berdasarkan gambar perencanaan yang disesuaikan kondisi di lapangan ( site ). Untuk material tertentu. Material yang diajukan sebagai contoh tersebut diatas. dan selanjutnya Direksi/pengawas akan melakukan inspeksi terhadap kesiapan dan kebenaran pekerjaan sebelum dilakukan pengecoran. Apabila seluruh persiapan dianggap memenuhi persyaratan. Laporan kegiatan Setiap satu bulan periode kegiatan akan dibuatkan laporan proyek yang mana didalamnya akan memuat antara lain : . F.Rencana kegiatan satu bulan mendatang .Jumlah peralatan yang dipakai . E.Status cuaca . Aproval Material. Shop drawing haruslah memuat tentang dimensi yang sesungguhnya. adalah material yang sesuai dengan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis. Untuk pekerjaan tertentu misalnya pengecoran. Ijin pelaksanaan. Ijin akan diajukan secara tertulis kepada Direksi /pengawas pekerjaan. G.posisi yang tepat.Hambatan /kendala yang dialami dalam pelaksanaan proyek .Progres dari kegiatan selama 1 bulan yang berlalu lengkap dengan S – Curve. serta mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan dan pemeliharaan dikemudian hari.Jumlah man power yang dipakai . Pengadaan material akan dilaksanakan setelah material tersebut mendapat persetujuan dari Direksi/pengawas pekerjaan. maka sebelum pelaksanaan akan dilakukan pengajuan contoh material kepada Direksi/pengawas pekerjaan. maka Direksi/pengawas pekerjaan akan mengeluarkan ijin pelaksanaan.

Berita acara pemeriksaan bersama . Testing dan commissioning dihadiri oleh pemberi tugas atau yang mewakili. Direksi/pengawas. Kebersihan Proyek Dengan membiasakan mempertahankan kebersihan proyek dari tahap awal mulainya pekerjaan konstruksi. . H. maka akan banyak berpengaruih terhadah kwalitas kerja di dalam proyek. Serah terima pekerjaan Setelah pekerjaan selesai 100%. maka direksi pekerjaan akan melakukan inspeksi bersama untuk memeriksa kelengkapan pekerjaan. dan Perencana.Dan lain – lain yang berkaitan dengan kegiatan proyek.Buku manual operation/buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan.As Build drawing . J. Testing dan Commisioning Testing dan commissioning dari keseluruhan system yang ada di dalam gedung ini dilaksanakan setelah gedung selesai dan dalam keadaan bersih. Unit – unit system utilitas sebelum commissioning haruslah sudah dilaksanakan testing secara parsial. Dokumen yang merupakan lampiran didalam serah terima ini antara lain .. I.

Pembangunan Gedung Baru ini dimulai dari tahap Pekerjaan pondasi sampai dengan finsing. Pekerjaan Pesiapan segera dilaksanakan setelah Surat Perintah Kerja dan Surat Penyerahan Lapangan dari Pemberi Tugas (Balai Latihan Kerja Daerah Jakarta Utara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta) diberikan kepada Pemborong/Kontraktor PT. REMA KASIH Jl. gudang dan hal lain yang mendukung pelaksanaan proyek. PEKERJAAN PERSIAPAN Pekerjaan Pendahuluan dimulai dari pembersihan lokasi . Sebelum dilakukan pekerjaan persiapan terlebih dahulu dilakukan survey lapangan.Akses keluar / masuk proyek Akses utama keluar / masuk proyek untuk alat berat dapat menggunakan jalan raya tugu dan mengarah ke jalan raya cacing. Kelurahan Pegangsaan Dua. Dalam pemahaman lokasi hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : . Jakarta Utara. pemasangan bowplank.Faktor keamanan Untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang akan menghambat jalannya proyek maka diperlukan koordinasi dengan pihak kamanan setempat terutama BABINSA dan Kepolisian. hal ini diperlukan dalam rangka pemahaman lokasi proyek.Koordinasi lingkungan . Bangunan Cipta Sarana Rt 005 / 005. . . Pembangunan Gedung Baru eks KANDEP NAKER Jakarta Utara.BAB IV METODE PELAKSANAAN I. pembuatan pagar sementara. Kecamatan Kelapa Gading. pembuatan direksi keet. Untuk angkutan material proyek dapat menggunakan jalan raya tugu menuju jalan raya cacing atau menuju jalan raya plumpang-semper.

Ketua RW setempat b. isi dan warnanya dalam surat Keputusan Gubenur Propinsi DKI Jakarta Nomor 438/2000 tanggal 9 maret 2000. Pekerjaan Pembersihan Lokasi Jenis pekerjaan yang termasuk Pekerjaan pembersihan lokasi antara lain : Penebangan Pohon Pembongkaran Pondasi Gedung Lama Pembuangan Puing Dalam melaksanakan pekerjaan pembersihan lokasi perlu memperhatikan beberapa hal : 1.Dump Truck ( 4 unit ) .Debu . Warga yang bersinggungan langsung dengan proyek Pekerjaan persiapan itu sendiri meliputi antara lain : A. Papan Nama dipasang pada tiang kaso dengan ketinggian disesuaikan dengan kondisi lokasi agar mudah dilihat umum. Koordinasi lingkungan berupa koordinasi dengan : a.Getaran 2. Petunjuk bentuk Papan Nama Proyek mengenai ukuran.Elektrik Jack Hammer ( 2 unit ) . Pekerjaan Papan Nama Proyek Papan Nama Proyek dibuat dengan multiplek tebal 6 mm dengan ukuran lebar 240 cm dan tinggi 175 cm. Ketua RT setempat c.Excavator / Back hoe ( 1 unit ) .Thermal Cutting ( 2 unit ) . Permasalahan dengan lingkungan .Dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Baru eks KANDEP NAKER Jakarta Utara tentunya akan berdampak pada lingkungan sekitar sehingga diperlukan koordinasi dengan lingkungan sekitar. Papan Nama Proyek dilakukan pada saat mulai pekerjaan dan di cabut kembali setelah mendapat persetujuan Pipinan Proyek. B. Peralatan .Kebisingan . Papan Nama Proyek ditulis dengan menggunakan huruf cetak denggan tulisan dan garis berwarna hitam.

Mobilisasi alat berat dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan serta masalah lain dengan lingkungan sekitar. termasuk penebangan pohon.Peralatan berat digunakan dalam proses pembersihan lahan untuk mengantisipasi jadwal yang ketat. untuk menaikkan puing dibantu dengan excavator / back hoe. .Theodolith = 1 unit 2. 3. . penentuan sudut bangunan serta peil bangunan rencana. .Kemudian dibuang keluar areal proyek.Pekerjaan Persiapan diawali dengan pembersihan lokasi. selain itu digunakan Elektrik hammer jack yaitu alat penghancur beton yang bersifat low noise untuk mengantisipasi getaran yang timbul akibat pekerjaan. yakni pekerjaan pembuangan/meratakan sisa-sisa bongkaran material gedung lama / existing.Pemotongan beton menggunakan Elektrikal Jack Hammer dan Thermal cutting untuk memotong besi. .Waterpass = 1 unit .Durasi pekerjaan 7 hari kalender. Pekerjaan pengukuran lokasi ini di lakukan untuk mentukan letak batas bangunan.Dalam pelaksanaan pekerjaan pembersihan selalu dilakukan penyiraman untuk menghindari debu yang dapat mengganggu lingkungan sekitar. Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Bouplank Pekerjaan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank dilakukan setelah pekerjaan pembersihan lokasi/site selesai.start lokasi awal pekerjaan pembersihan lokasi ditentukan bersama dengan direksi pengawas. Peralatan yang dipergunakan untuk Pengukuran lapangan/lokasi terlebih dahulu dikalibrasi sehingga dapat diterima kebenaran dan ketepatannya. . Peralatan yang akan digunakan antara lain sebagai berikut : 1.Pembuangan bongkaran dengan menggunakan Dump Truck. . Metode Pelaksanaan. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh 1 orang juru ukur dan 2 pembantu serta beberapa tenaga tukang untuk pemasangan bouwplank. .Pembongkaran dilaksanakan dengan menggunakan excavator / back hoe. C. .

Pekerjaan Fasilitas Sementara untuk Kontraktor Pekerjaan Fasilitas Sementara Untuk Kebutuhan Kontraktor dalam melaksanakan kegiatan pembangunan adalah sebagai berikut : Pembuatan gudang alat dan bahan Pembuatan gudang ini berfungsi untuk menyimpan semua alat dan bahan yang digunakan untuk proyek pembangunan puskesmas agar terlihat rapih dan tidak mudah hilang.Penyediaan listrik.Pembuatan los kerja kayu dan besi Berfungsi untuk mementau pekerjaan/kegiatan tukang kayu dan besi. patok kayu. air kerja dan alat pemadam kebakaran . .3.Pekerjaan Direksi Keet dan Kontraktor Keet Pekerjaan Direksi Keet dan Kontraktor Keet di lokasi/site menggunakan bangunan baru dengan bahan dinding triplek dan atap seng/asbes beserta fasilitasnya. dan peralatan lainnya untuk pemasangan bouwplank Papan Dasar Pelaksanaan ( Bouplank ) dibuat dari papan tebal 3 cm dengan lebar 20 cm dengan bagian atas diserut hingga rata yang ditempelkan pada kayu kaso yang tertancap di tanah dan tidak berubah-ubah.Roll meter = 1 unit 4.Baak ukur= 1 unit 5. Letak papan dasar pelaksanaan 100 cm dari sisi luar bangunan rencana. Martil. E. Pekerjaan ini harus segera dilakukan karena sangat menunjang dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pada papan pelaksanaan harus terdapat tanda-tanda yang menyatakan As dan Peil bangunan yang dibuat dengan cat yang berwarna terang dan tidak hilang.Pembuatan pagar pengaman keliling bangunan Pembuatan pagar agar keliling ini berfungsi untuk mengamankan proyek dan untuk mempermudah melakukan pekerjaan karena arealnya sudah dibatasi. . benang. dan tidak mengganggu aktifitas pekerjaan. Lokasi pembuatan direksi keet dan gudang bahan haruslah ditempat yang strategis dan mudah menjangkau/memantau keseluruh areal proyek. D. dan agar tidak terganggu dengan pekerjaan/kegiatan yang lain. .

Pengadaan Mobile crane ini setelah pekerjaan pemancangan pondasi tiang pancang selesai dilaksanakan. untuk memperlancar subsidi bahan proyek. agar memudahkan dalam maneuver serta tidak mengganggu jalannya pekerjaan. sedangkan alat pemadam untuk mencegah dari bahaya kebakaran. Mobile Crane Untuk mempercepat proses pekerjaan kami menggunakan mobile crane sebagai alat bantu mobilisasi/melangsir material berat dan besar agar lebih cepat. penyediaan air untuk kelangsungan pekerjaan dan untuk kebersihan para tukang. dengan tujuan memenuhi jadwal kerja yang ketat. Lokasi penempatan mobile crane ini disepakati oleh pihak Direksi terkait dan kontraktor pelaksana. Pengopersian lift kerja ini dilakukan oleh operator yang sudah ahli dibidangnya. terutama pada saat pengerjaan rangka atap. Penggunaan lift kerja ini sebagai alat bantu yang mendukung percepatan pekerjaan. G. .Penyediaan listrik untuk penerangan dan kegiatan di direksi keet pada malam hari. karena membutuhkan pengalaman agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan kegiatan.Penyediaan pos pengamanan Untuk memantau keluar masuk kendaraan dan juga untuk menjaga keamanan proyek. . Untuk keamanan dan keselamatan kerja ukuran serta bobot material yang akan diangkut dengan lift kerja harus sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat . F. Lift Kerja Lift kerja digunakan sebagai alat angkut vertikal untuk material dengan bobot tertentu dari lantai bawah ke lantai diatasnya atau sebaliknya. Pekerjaan Pemasangan Lift Kerja dikerjakan setelah pekerjaan pembersihan selesai. . pemasangan lift kerja ini membutuhkan tempat yang rata.Mobilisasi peralatan kecil/ringan dan personil Menyediakan tempat parkir untuk keluar masuk kendaraan bongkar muat proyek.

.Sebelum dilakukan pemancangan terlebih dahulu dilakukan pembuatan perizinan pemancangan agar tidak mengganggu lingkungan sekitar . .Tiang pancang disimpan diatas bantalan dan tidak menempel pada tanah. . Pengukuran/skate out titik pancang .Kedudukan posisi dari tiap-tiap tiang pancang ditandai dengan patok bergaris tengah 80 mm dengan panjang 450 mm yang ditancapkan pada tanah. II. PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG A.Sebelum dilakukan pemancangan terlebih dahulu diteliti keadaan tiang dalam keadaan baik. tiang pancang juga harus dipisahkan satu sama lain dengan menggunakan balok kayu. PCT 32 B Single. hammer yang digunakan adalah K 35 B. C. dengan mutu beton K 450 atau K 500. .Mobile crane dijalankan oleh tenaga ahli yang sudah terlatih dan berpengalaman dalam mengoperasikan mobile crane.Tiang pancang yang digunakan adalah tiang pancang mini pile Uk. .Tiang Pancang dan alat pancang didatangkan pada malam hari untuk menghindari kemacetan dan permasalahan lain yang dapat ditimbulkan. Mobilisasi dan demobilisasi alat-alat pancang. .Pada bagian atas patok dicat dengan warna yang menyolok sehingga dapat dilihat dari jauh. Pekerjaan Struktur pada bangunan ini terdiri dari pekerjaan : 1. PEKERJAAN STRUKTUR Pekerjaan Struktur dimulai dari pekerjaan pondasi lokasi sampai dengan pekerjaan kolom lantai dan struktur atas. . dengan umur minimal 14 hari.Alat pancang yang didatangkan dalam kondisi baik. Pekerjaan pemancangan.

Nomor referensi tiang pancang 2. Kedalaman Ujung tiang pancang . Pengujian aksial .Pergeseran tiang harus diatur sedemikian rupa agar tidak merusak tiang.Penyambungan tiang pancang menggunakan las yang dilakukan dengan sangat teliti dan secermat mungkin sehingga sumbu dari bagian-bagian tiang yang bersangkutan merpakan satu gari lurus dan bidang-bidang sambungannya harus bersentuhan satu dengan yang lain. . E.Besarnya kalender ditentukan 1 cm per 10 pukulan terakhir dengan menggunakan hammer K 35. . . .Posisi tiang pancang harus menghasilkan pukulan yang tegak lurus terhadap pancangan sehingga tidak merusak tiang pancang serta menghasilkan pukulan yang maksimal. Pemeriksaan dan Pecatatan Pemancangan .. urutan ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pelaksanaan pemancangan serta pencatatan.Pengujian aksial harus sesuai dengan ASTM D 114381 .Bagian atas dan semua tiang yang berada di bagian atas dari batas elevasi pemotongan ( setelah pemotongan ) harus dipotong menurut permukaan yang tetap diatas sisi bawah pile cap dengan besi-besi tetap diteruskan menurut keperluan yang tertera dalam gambar.Pengujian axial loading test dilakukan pada satu titik tiang terbesar dari semua titik yang tersebar. .Untuk menentukan pancang yang sebenarnya dari tiang pancang terlebih dahulu dilakukan pile indikator dengan titik pancang ditentukan oleh perencana struktur atau pengawas. . .Setelah dilakukan penentuan titik pancang maka dibuat detail urutan pemancangan.Pada semua tiang dilaksanakan pencatatan kalendering jumlah penurunan pada 10 pukulan terakhir.Sisa pemotongan tiang dikeluarkan atau dihancurkan D. .Laporan hasil loading test mencakup hal-hal sebagai berikut : 1.

Grafik beban / waktu 9. 3.3. dilanjutkan dengan pekerjaan tanah. Pekerjaan Urugan / Lapisan Pasir Urug Pekerjaan urugan pasir urug dilakukan diatas dasr galian tanah. Grafik settlement / waktu 2.5 – 10 ton. dibawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur beton yang berhubungan dengan tanah seperti tie beam. PEKERJAAN TANAH Setelah pekerjaan pemancangan selesai. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan struktur bawah selesai Pekerjaan dilaksanakan dengan cara manual oleh sekelompok tenaga gali. Kedalaman dan lebar galian untuk poer dan tie beam menyesuaikan peil dan dimensi poer maupun tie beam dan diberi space untuk pemasangan bekisting pasangan batu bata. PEKERJAAN BETON PILE CAP DAN TIE BEAM Lingkup Pekerjaan : . Nomor referensi pemboran penyelidikan tanah terdekat 4. Material hasil galian tersebut dibuang keluar lokasi pekerjaan agar tidak mengganggu aktifitas pekerjaan berikutnya B. Kedudukan akhir tiang pancang 6. dan rabbat beton. Data tentang lapisan pendukung yang dapat diperkirakan 7. pile cap. C. Urugan dilaksanakan dengan cara lapis demi lapis. yaitu meliputi : A. dengan ketebalan tiap lapis maksimum 30 Cm dan dilakukan pemadatan juga lapis demi lapis dengan mesin gilas 1. Tanggal Pemancangan tiang 5. Urugan Tanah Metode Pelaksanaan Urugan Tanah Kembali dan Urugan menggunakan tanah bekas galian atau tanah yang didatangkan kedalam bangunan. Grafik beban / settlement 8. Galian Tanah untuk Poor dan Tie Beam maka Galian dilakukan dengan sistem manual oleh sekelompok tenaga ahli.

Pekerjaan Bekisting .Pembesian pile cap .Pembesian kolom Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pembesian antara lain : .Beton lantai kerja menggunakan campuran antara 1PC : 2Pasir : 3Split dengan ketebalan 5 Cm .Gunting besi . Pekerjaan Lantai Kerja C.Ukuran lebar antara bekisting batu bata harus sesuai dengan rencana.Bar cutter . ketinggian batu bata juga perlu diperhatikan karena akan menjadi patokan dimensi pile cap dan tie beam.Pekerjaan beton lantai kerja dilaksanakan setelah pemasangan bekisting selesai . B. Pekerjaan Beton Pile Cap dan Tie Beam Metode Pelaksanaan A.A.Pekerjaan bekisting dilaksanakan setelah galian tanah untuk poer dan tie beam selesai .75 M3 Permukaan lapisan lantai kerja dibuat rata / waterpas.Material beton dibuat di Site dengan alat pencampur Concrete Mixer kapasitas 0. Pekerjaan Bekisting B.Pasangan batu bata untuk bekisting dibuat mengikuti panjang tie beam dengan posis di kanan dan kiri tie beam serta di sisi luar setiap poer arah tie beam .Bekisting menggunakan pasangan batu bata .Pembesian tie beam . Pekerjaan Pembesian Pada pekerjaan pembesian di struktur bawah ini antara lain : .Kunci besi sesuai ukuran yang dibutuhkan Metode Pelaksanaan . Pekerjaan Lantai Kerja .Gegep . C.

Pabrikasi pembesian untuk pile cap dan tie beam dilaksanakan di luar lokasi .Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi tiang pancang selesai. Besi yang digunakan disesuaikan dengan ketentuan yang terdapat dalam RKS dan gambar kerja yang ada dan disetujui pleh direksi / pengawas.Pekerjaan pembesian dikerjakan oleh tukang besi dengan alat pemotong bar cutter serta alat pembengkok besi. .Selama pengecoran dilakukan Pemadatan dengan menggunakan concrete vibrator untuk memastikan . alat yang digunakan pada saat pengecoran antara lain : • Truck Mixer • Concrete Pump • Concrete Vibrator • Talang Cor • Gerobak Cor • Dan Alat Bantu lainnya Metode Pelaksanaan .Pekerjaan beton pile cap dan tie beam menggunakan material Beton Ready Mix K-225 . .Pekerjaan Pembesian dilaksanakan setelah pekerjaan lantai kerja selesai.Pembesian pile cap dan tie beam di letakkan pada posisi masing-masing dan diikat dengan kawat beton . Pekerjaan Beton Pile Cap dan Tie Beam Dalam melaksanakan pengecoran digunakan alat bantu unutuk memastikan bahwa beton yang dihasilkan baik..Pembesian pile cap dan tie beam diatas lantai kerja dengan bertumpu pada beton decking . .Pembesian stab kolom dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan pembesian pile cap dan tie beam agar kolom dapat tertanam kuat. . D.Pengecoran Beton Ready Mix K-225 pada pile cap dan tie beam dari Truck Mixer ke bidang pengecoran dengan alat Concrete Pump dan Talang Cor .Sebelum dilaksanakan pengecoran pembesian kolom sudah terpasang dengan sempurna.

Setelah pembesian selesai langsung diberi beton decking agar pada saat ditutup bekisting besi tidak menempel pada bekisting sehingga dapat mengakibatkan besi tidak terbungkus beton. Pekerjaan beton kolom ini diawali dengan pekerjaan pembesian seperti urutan dibawah.Pekerjaan pembesian dikerjakan oleh tukang besi dengan alat pemotong bar cutter serta alat pembengkok besi. . Pekerjaan ini dimulai dari plat lantai dasar sampai plat lantai atap. dilaksanakan setelah pekerjaan beton pile cap atau plat lantai selesai.Pada pekerjaan pembesian beton kolom dan balok . PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS Pekerjaan beton struktur atas dilaksanakan setelah beton pile cap dan tie beam selesai. . Beton Plat dan Balok Lantai Metode Pelaksanaan A. .Semua pertemuan besi diikat dengan menggunakan kawat ikat yang dikencangkan dengan menggunakan gegep agar tidak bergeser.Besi yang digunakan disesuaikan dengan ketentuan yang terdapat dalam RKS dan gambar kerja yang ada dan disetujui pleh direksi / pengawas. Penggunaan concrete vibrator harus diperhatikan jangan sampai ada tempat yang terlewat. Pekerjaan beton struktur atas meliputi : A.Setelah dilakukan pengecoran dilakukan perawatan terhadap beton dengan cara penyiraman agar beton tetap basah selama 14 hari.1. Urutan pekerjaan beton kolom dan balok terdiri dari : A. . . 4. Beton Kolom Pekerjaan beton kolom dan balok dimulai setelah beton pile cap dan tie beam selesai. Pekerjaan Pembesian . . Beton Kolom B.beton yang dihasilkan tidak keropos. Untuk pekerjaan kolom lantai di atasnya dilaksanakan setelah pekerjaan beton plat dan balok pada lantai berikutnya selesai.

- - - - - A.Beton Ready Mix tersebut disuplai dari Batching Plant menggunakan Truck Mixer kapasitas 6 m3.3.Sebelum dilakukan pengecoran pada permukaan sambungan beton diberi bonding agent agar beton sambungan dapat merekat sempurna. . Bekisting ini dipergunakan untuk pembuatan kolom agar hasil/bentuk dan dalam pengecoran kolom sesuai rencana. sedangkan untuk lokasi yang tidak terjangkau concrete pump digunakan alat konvensional (memakai ember dan gerobak cor). Ukuran bekisting disesuaikan dengan dimensi kolom yang akan dibuat. A.Sebagai alat penggetar/pemadat beton menggunakan alat Concrete Vibrator Diameter 38 mm dan Eksternal Vibrator. . B. . Pekerjaan Bekisting Material bekisting yang digunakan adalah multipleks 12 mm dengan rangka kayu 5/7 dijepit / dikunci dengan tie rod dan di tahan dengan menggunakan pipa support.Setelah dilakukan pengecoran dilakukan perawatan terhadap beton dengan cara penyiraman agar beton tetap basah selama 14 hari. Untuk kebutuhan lantai II dan seterusnya dapat menggunakan alat angkut mobile crane dan lift kerja.Pekerjaan pengecoran beton kolom dan digunakan alat Concrete Pump.Material untuk pengecoran kolom menggunakan Beton Ready Mix dengan mutu K-225. Beton Plat dan Balok . . Sebelum ditutup bekisting pastikan besi terlebih dahulu diberi beton decking untuk memastikan besi berada dalam beton.- Untuk kebutuhan Pembesian lantai II dan seterusnya dapat menggunakan alat angkut mobile crane dan lift kerja. Sebelum dilakukan pengecoran bekisting harus dibersihkan dan dipastikan bahwa bekisting mampu menahan beban beton. Pekerjaan Pengecoran Kolom . .2.

pelaksanaannya setelah pekerjaan bekisting plat dan balok lantai selesai. Pelaksanaan pekerjaan beton plat dan balok terdiri dari : 1. Pekerjaan pembesian ini dilaksanakan oleh sekelompok tenaga tukang besi dengan menggunakan alat pemotong bar cutter dan alat pembengkok besi.1. kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pembesian dan terakhir dilakukan pengecoran beton lantai dengan tebal 12 cm. Pekerjaan ini dimulai dengan perancah plat dan balok. Pekerjaan Pengecoran Metode Pelaksanaan B. Pekerjaan Pembesian 3.2. Untuk kebutuhan bahan/bigisting lantai II dan seterusnya menggunakan mobile crane dan lift kerja yang telah disediakan. untuk itu digunakan betty scaffolding dan pipa support. Semua pertemuan besi diikat dengan menggunakan kawat ikat yang dikencangkan dengan menggunakan gegep agar tidak bergeser . Bekisting dapat dibuka setelah beton berumur 14 hari.Pekerjaan beton plat dan balok dilaksanakan setelah pekerjaan beton kolom. Pekerjaan Pembesian Pada pekerjaan pembesian beton plat dan balok lantai. Pekerjaan Bekisting 2. sedangkan perancah bekisting menggunakan betty scaffolding dan pipa support. B. Pekerjaan Bekisting Pekerjaan bekisting plat dan balok ini diawali dengan pemasangan perancah/betty scaffolding. dimana pelaksanaannya bersamaan dengan pekerjaan beton kolom. Bekisting plat dan balok dengan konstruksi panel menggunakan bahan multipleks 12 mm berikut kelengkapannya dan kayu balok ukuran 5/7 dan 6/12 cm.

Sebelum dilakukan pengecoran pada bagian sambungan beton diberi bonding agent agar beton dapat merekat dengan kuat. Talang Cor.3. . Besi yang digunakan disesuaikan dengan ketentuan yang terdapat dalam RKS dan gambar kerja yang ada dan disetujui pleh direksi / pengawas. B. di jaga agar tetap tidak bergeser. dan juga harus dipersiapkan alatalat Bantu seperti berikut: Concrete Pump. Pekerjaan Pengecoran Plat dan Balok Material beton yang digunakan adalah Beton Ready Mix mutu K-225 yang disuplai dari Batching Plant dengan alat angkut Truck Mixer kapasitas 6 m3. dan Alat Bantu lainnya. Agar besi tertutup beton pada saat pengecoran maka besi diberi beton decking.Letak sambungan besi bersilangan dan tidak sejajar. Setelah dilakukan pengecoran dilakukan perawatan terhadap beton dengan cara penyiraman agar beton tetap basah selama 14 hari. Pada posisi pembesian plat rangkap diantara lapisan atas dan bawah diberi ganjal yang dibuat dari besi yang biasa disebut cakar ayam. Pemasangan pembesian sesuai dengan gambar kerja yang ada. Concrete Vibrator. Pada saat pengecoran plat harus tetap memperhatikan posisi dari besi plat. terutama pada daerah dimana besi menempel pada bekisting. Sedangkan untuk kebutuhan lantai II dan seterusnya dapat menggunakan alat angkut mobile crane dan lift kerja. Pekerjaan pengecoran beton plat dan balok lantai dilaksanakan oleh tenaga-tenaga kerja yang ahli dibidangnya. agar hasil pengecoran maksimal dan mutu beton tetap terjaga.

Penyetelan Lapangan ( Erection ) .20. .3).8).Pemotongan baja dilakukan dengan rapi menggunakan alat potong (blender) atau gergaji besi ( tidak menggunakan mesin las ). I WF ( 200.Semua elemen yang dipabrikasi sesuai dengan ukuran dan bentuk yang direncanakan tanpa menimbulkan distorsi atau keruskan lainnya dengan memperhatikan persyaratan untuk handling sambungan di lapangan. . PEKERJAAN KONTRUKSI BAJA Pekerjaan kap atap menggunakan rangka baja dengan bahan H.Erection dilakukan sesuai dengan gambar kerja. Beam (200. A.7).3.Erection di lakukan dengan menggunakan alat bantu mobile crane untuk lebih memudahkan dan mempercepat proses kerja.5. PEKERJAAN ATAP A.12).2.Plat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk penyambungan di lapangan dipersiapkan terlebih dahulu agar memudahkan dilapangan.5. . Sebelum pabrikasi terlebih dahulu dibuat gambar kerja ( shop drawing ) yang disetujui oleh direksi.Pengelasan dilakukan dengan bahan dan alat yang disyaratkan dalam RKS dan gambar kerja. .2. Bidang atau bagian yang akan yang las harus didekatkan sedekat .Sebelum dilakukan Erection terlebih dahulu dibuat erection schedule agar lebih mudah dipahami daerah mana yang akan dilakukan erection. Pabrikasi .5.Pabrikasi dilaksanakan di workshop yang diawasi oleh pengawas.100.5.Kuda T=8 mm.8.200. Plat Pengaku Rangka Kuda . . I WF ( 150. A.50.75.1.Semua elemen konstruksi baja yang selesai dipabrikasi diberi kode sesuai dengan bagian masing-masing. Ikat Angin Besi Ø 12 mm + srektangh A. Gording Slip "C" (150. Pengelasan . .

. Penutup atap terbuat dari bahan spandek sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam RKS dengan nok / bubungan terbuat dari bahan yang sama.Setelah permukaan bersih dilakukan pengecatan dengan menggunakan cat dasar zincromate. panjang dan lokasi pengelasan harus mengikuti gambar rencana.4. Untuk meredam panas selain menggunakan spandek tahan panas atap juga dilapisi dengan glass wool yang dibungkus . . Baut Pengikat . .Untuk setiap baut terpasang yang dikencangkan harus diberi tanda untuk menghindari adanya baut yang longgar.Sebelum dilakukan pengecatan dilakukan pembersihan terlebih dahulu pada permukaan baja dengan mekanikal wire brush.5.Dalam assembling dan penyambungan bagian yang di las harus urutan sehingga dapat dihindari semaksimal mungkin distorsi dari bagian-bagian yang di las. A. . . Mutu baut angkur adalah ST 37 ( fy = 240 Mpa ). PEKERJAAN PENUTUP ATAP Setelah atap rangka baja selesai berikutnya langsung dikerjakan pekerjaan penutup atap. Lubang baut menggunakan bor ( tidak menggunakan ring ). .Type.mungkin dan harus dibersihkan dari kotoran dan debu serta air.Mutu plat ring sesuai dengan mutu baut.Baut dilengkapi dengan 2 ring yang diletakkan 1 buah pada masing-masing sisi plat. B. Bentuk dan ukuran genteng dan nok harus mendapat persetujuan dari Direksi pengawas. . Pengecatan .Pengecatan primer maupun finish harus dilakukan dengan menggunakan spray gun. A.Baut yang digunakan disesuaikan dengan persyaratan yang terdapat dalam RKS.Jumlah baut yang digunakan sesuai dengan gambar kerja. . tebal.Setelah selesai dilakukan pengecatan cat dasar barulah dilakukan pengecatan finish dengan menggunakan cat Marine 084-2543. .

Membuat tarikan benang secara horizontal dengan kencang pada setiap pemasangan lapis batu bata . PEKERJAAN PLESTERAN .Penentuan peil dan sipatan pada profil . A. III.Pasang batu bata di atasnya sambil digeser dan ditekan ujungnya hingga mengisi speci vertical .Membasahi pasangan dinding batu bata agar tetap lembab selama 1 minggu B.5 s/d 2 cm. .Speci adukan diratakan untuk 1 buah batu bata dengan tebal 1. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh sekelompok tenaga tukang batu dan dibantu beberapa tenaga kenek.Pasang profil di ujung lokasi secara tegak lurus . Urutan Pelaksanaannya .Membersihkan kelebihan speci yang menempel pada dinding batu bata . PEKERJAAN ARSITEKTUR Pekerjaan Arsitektur dimulai dari pemasangan batu bata pada daerah lantai dasar setelah pekerjaan bekisting plat dan balok lantai dibongkar. sehingga menghasilkan susunan sebagai berikut : Spandek – allumunium foil – glass wool – allumunium foil – roof mesh Pemasangan ini dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman agar dalam pemasangan allumunium foil dan glass wool tidak terjadi kerusakan. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA Pekerjaan pasangan dinding batu bata pada dinding kedap air di kamar mandi dan toilet menggunakan campuran spesi 1: 2 dan untuk lokasi dinding yang tidak kedap air digunakan campuran spesi 1: 4 Metode Pelaksanaan Pekerjaan pasangan dinding batu bata dilaksanakan setelah bongkaran bekisting lantai satu selesai. dimana komposisinya adalah untuk setiap tukang batu akan dibantu tenaga kenek 2 orang.dengan bahan allumunium foil dan dilapisi dengan roof mesh.

jika lebih dari 2 cm diplester lapis demi lapis yang sifatnya kasar. Beraben di antara kepalaan harus diratakan dengan roskam dan kertas semen Pengacian permukaan dinding batu bata setelah plesteran beraben kering dalam waktu 2–3 hari agar penyusutannya merata Menghaluskan acian dengan roskam besi dan kertas semen. Urutan Pelaksanaan Membasahi pasangan dinding batu bata yang akan dipleseter dengan air Membuat caplaan. tebal lapisan maximum 1. - . Tutup / lapisi caplaan dengan potongan triplek Setelah caplaan kering. Untuk ketebalan plesteran 1-2 cm dapat diplester langsung. Jarak caplaan diambil dari ujung tembok 30 cm.. buat kepalaan arah vertikal Pelaksanaan plesteran braben setelah kepalaan kering 1. Jarak antar caplaan adalah 1-2 m. ukurannya 5X5 cm untuk dasar pembuatan kepalaan dengan ketebalan sesuai dengan RKS. toilet menggunakan speci 1 pc : 2 ps dan untuk pekerjaan plesteran yang tidak kedap air menggunakan campuran speci 1 pc : 4 ps Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan dinding batu bata selesai. dimana komposisi untuk setiap tukang batu dibantu 2 pekerja kenek.5 cm 2.Pekerjaan Plesteran pada dinding kedap air di kamar mandi. pekerjaan ini dilaksanakan oleh tukang batu dan pekerja pembantu (kenek). Plesteran lebih dari 3 cm harus ditambah kawat ayam agar tidak retak 3.

dimana lubang dinding untuk kusen dengan ukuran kusen selisih 1cm Pasang kusen pada lubang dinding yang sudah disiapkan dengan bantuan baji/karet untuk menyetel kelurusan kusen pada dinding. .Apabila ada cela disekitar kusen allumunium ada sedikit celah. plesteran dan aciannya selesai. . kemudian masukkan fisher ke dalam lubang dan kencangkan. . .C.Untuk Kusen kayu pada bagian yang terpasang dengan tembok di beri angkur paku atau besi agar Kusen dapat menempel baik dengan tembok.Pemasangan kaca mati pada Kusen allumunium dilengkapi dengan karet kaca. Urutan Pekerjaan Pasang kusen pintu kayu dan allumunium pada lokasi yang telah ditentukan. jika masih diperlukan boleh ditambahkan dengan sealant agar kaca melekat sempurna. - . Untuk pemasangan daun pintu dan jendela menunggu pelaksanaan finishing lantai dan plafond selesai. segera bersihkan Kusen dari sisa adukan yang menempel agar tidak mengeras dan sulit dibersihkan. maka harus diberi pelindung dengan minyak atau isolasi/plastic. . .Setelah Kusen terpasang dengan baik.Untuk Kusen allumunium buat lubang skrup pada dinding melalui lubang kusen dengan bor. maka harus ditambal dengan sealant. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Kusen pintu kayu dan Allumunium dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu bata. . PEKERJAAN KUSEN PINTU KAYU DAN ALLUMUNIUM Lingkup Pekerjaan Kusen Pintu Kayu dan Alumunium pada pekerjaan ini untuk seluruh ruangan di setiap lantai. .Untuk Kusen dan daun pintu kayu.Untuk menghindari cacat pada profil-profil allumunium yang telah terpasang. kemudian amplas. setelah semua bersih dempul area yang kurang rata dan kurang rapi.Pemasangan daun pintu / jendela apabila kondisi finishing sudah mencapai 90 %.

Memasang Rod / penggantung pada paku kait . kemudian amplas kembali dan bersihkan dari debu. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plafond Grind ceiling / Gypsum tile dikerjakan setelah bekisting plat dan balok dibongkar. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan Spray Gun dan kompresor untuk mendapatkan hasil yang maksimal. .Memasang benang untuk pedoman kelurusan dan ketinggian rangka utama pada as rangka .Ulangi pemberian warna sampai warna terlihat sudah merata.Memasang paku kait dengan alat tembak ( Gun Ramset ) .Memasang benang tepi (steel hollow) sebagai list tepi tepat pada sipatan . PEKERJAAN PLAFOND GRIND CEILING / GYPSUM TILE Pekerjaan Plafond Grind ceiling / Gypsum tile dilaksanakan pada lokasi yang ditunjukkaan pada gambar.Membuat tanda garis sipatan as sumbu ruangan dan elevasi plafond pada dinding . D. Setelah selesai dempul bagian yang masih terlihat kurang rata.Setelah bidang Kusen dan daun pintu kayu terlihat rata dan bersih lakukan pengecatan warna dengan cat duco yang sudah disetujui oleh Direksi.Kemudian diberi cat dasar dengan menggunakan spray gun agar hasilnya baik. ..Memasang rangka utama ( Main T–bar ) dengan mengaitkan klem penggantung pada rangka utama dengan rod . Urutan Pelaksanaan . kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kait pada langit-langit beton dan diteruskan dengan pemasangan rangka plafond.Mengukur serta menandai posisi letak titik paku kait pada langit-langit .

Menutup sambungan antar panel gypsum dengan paper tape dan compound - E. setiap sambungan harus tepat ditengah as rangka plafond . . Buat pembatas atau penghalang agar keramik tidak dilewati oleh orang umum minimal 24 jam Segera dilakukan pengisian naad dengan menggunakan bahan cor naad setelah kedudukan . Metode Pelaksanaan Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan dinding bata dan plesteran dinding bata selesai.Membuat marking keramik sesuai dengan posisi pemasangan pada shop drawing.Membuat kepalaan pemasangan keramik sesuai benang yang telah dipasang. Kerataan bidang dengan waterpass. hal ini dimaksudkan untuk menghindari kotoran pada lantai keramik. .Membuat shop drawing untuk pemasangan kepalaan keramik. PEKERJAAN KERAMIK LANTAI DAN DINDING Pekerjaan pasangan lantai keramik dilaksanakan hampir seluruh lantai bangunan dan bagian lain sesuai ditunjukkan dalam gambar. . 3.Memasang lembar acoustic/gypsum board dengan sekrup dan mesin bor.Sortir ukuran keramik dan keseragaman warna serta cacatcacat yang ada dengan cara menempatkan keramik ke dalam bok ukuran yang dibuat dari bahan kayu. Urutan Pelaksanaan : . 2.Menentukan peil dari lantai untuk seluruh kesatuan ruangan dengan benang.Memasang rangka pembagi ( Cross H–bar ) dengan Klem Hollow . Kepadatan adukan spesi.Mengecek kedataran permukaan plafond dengan jidar allumunium . Kelurusan pertemuan antar keramik.Pasang keramik dengan mengatur : 1. . .Pekerjaan pemasangan lantai keraik dikerjakan oleh Tukang Keramik Khusus sehingga hasil pekerjaan akan baik.

Mengukur lokasi dan matrial yang akan digunakan. Ulangi pemberian warna sampai warna terlihat sudah merata. Poles permukaan keramik dengan bahan pembersih supaya permukaan dapat mengkilap dengan cara menggosok permukaan keramik. 6. Pemasangan tiang dengan cara menempelkan Dudukan tiang dengan dinabold yang sudah terpasang di lantai dan kemudian dilakukan dengan pemasangan yang lain. hal ini dimaksud agar pekergaan railing tangga tidak mengganggu pekerjaan pemasangan kramik lantai. F. Setelah selesai dempul bagian yang masih terlihat kurang rata. 2. Bersihkan permukaan dengan menggunakan spon. 9. . PEKERJAAN RAILLING TANGGA Pekerjaan railing tangga dikerjakan setelah pekerjaan tangga dan pemasangan kramik lantai selesai. kemudian amplas kembali dan bersihkan dari debu. Setelah bidang railling terlihat rata dan bersih lakukan pengecatan warna dengan cat duco yang sudah disetujui oleh Direksi. 5. kemudian amplas kembali. Kemudian railliang diberi cat dasar dengan menggunakan spray gun agar hasilnya baik. Bekas pengelasan digrinda dan diperhalus dengan cara diamplas. Setelah semua bersih dempul area yang kurang rata dan kurang rapi. Pengeboran untuk memasukkan dinabold ke dalam lantai sebagai pegangan atau dasar tiang railling tangga. Urutan Pelaksanaannya : 1. Bahan yang digunakan pipa GIP. 4. dengan cara dilas agar terlihat kokoh. 7. 8.keramik telah kuat (spesi telah mengering) agar naad tidak terisi oleh material asing. Pengamplasan diteruskan pada bagian yang terlihat hitam bekas lasan. Ø 3 ‘ 3. Pengecatan dilakukan dengan menggunakan Spray Gun dan kompresor untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal pada bangunan ini terdiri dari pekerjaan : A. Kemudian amplas dinding sampai halus lalu bersihkan dari sisa debu amplasan. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal dimulai dari pemasangan pipa untuk jalur kabel dan pemasangan instalasi plambing.G. . Urutan Pelaksanaan Amplas terlebih dahulu permukaan dinding yang akan di cat kemudian bersihkan. Setelah halus diberi alkali resisting primer dan pada permukaan yang kurang rata diberi plamur. Setelah dinding siap dicat dengan menggunakan roller. Air dari PDAM atau air dari sumur yang dilengkapi dengan Jet Pump ditampung di dalam Ground Reservoir. pekerjaan ini dimulai dari lantai dasar hingga lantai atas. Distribusi air ke setiap lantai dengan cara grafitasi. System Air Bersih Sumber asal air adalah dari PDAM DKI dan dari sumur dangkal sebagai sumber air cadangan. PEKERJAAN PENGECATAN DINDING DAN BETON EKSPOSE Pekerjaan pengecatan untuk dinding dan beton ekspose dilakukan setelah acian sudah benar-benar kering dan kondisi lapangan sudah bersih sehingga hasil pengecatan dapat dipastikan tidak mengalami gangguan atau kotor kembali. Ulangi pengecatan sampai warna merata. a. PEKERJAAN MEKANIKAL 1. pada bagian tepi yang tidak terjangkau roller gunakan kuas. Dari ground reservoir air dengan bantuan pompa transfer dipompakan ke reservoir atas yang berada di atap gedung. Pekerjaan Plumbing Pekerjaan plumbing meliputi system air bersih dan system air kotor. IV.

1.Untuk mengetahui arus yang listrik yang mengalir pada saat pompa bekerja.a. Air kotor dari setiap lantai dalirkan ke pipa tegak . Pada bagian perubahan arah dari aliran. Pemasangan system air Bersih Pipa dari material Galvanis Medium klas disambungkan langsung pada jaringan PDAM terdekat. misalnya elbow ataupun Tee. sehingga tidak terlihat dari luar. maka dilakukan pengukuran dengan ampere meter. dilengkapi dengan trust blok dari material beton untuk menahan agar pipa tidak bergeser.2. Hanger atau support dipasang pada jarak yang cukup setiap jarak sekitar 2 meter atau kurang dari 2 meter. atau sesuai dengan arahan direksi / pengawas pekerjaan. Pipa bagian dalam gedung menggunakan pipa PVC kelas AW sesuai dengan RKS. dilengkapi dengan hanger dan support. Untuk pengetesan pompa – pompa dilaksanakan dengan mengukur head pompa berdasarakan pressure gauge yang ada pada instalasi pompa. Ketidak sesuaian ampere yang terjadi dengan yang tertera pada brosure ataupan name plate. tergantung keperluan. Melalui pipa tegak air kotor dialirkan ke . sehingga perlu diperiksa karakteristik pompa . menunjukkan kerja pompa tidak normal. Pemasangan pipa didalam gedung untuk pemasangan horizontal.Setelah selesai plassing maka pipa diisi air sampai penuh dan selanjutnya diberikan tekanan 15 kg/cm2 ( sesuai dengan RKS ) selama 24 jam.Apabila dalam waktu 24 jam tekanan air tidak mengalami perubahan maka instalasi sudah dapat diterima. Pemasangan pipa dilaksanakan dengan system tertanam pada kedalaman sekitar 80 cm sampai 100 cm dari permukaan tanah. Pengetesan system air bersih Sebelum dilaksanakan pengetesan maka pipa harus terbebas dari kotoran – kotoran dengan jalan melakukan plassing. Untuk pipa tegak yang menuju fixture harus ditanam didalam tembok. a. System Air Kotor System air kotor didalam gedung ini memakai system pipa air tegak dan pipa mendatar. b.

1. Test dilaksanakan dengan cara menutup bagian bagian saluran pipa sedemikian sehingga pipa dapat diisi dengan air dari arah bagian atas. Pemasangan system air hujan Semua pipa yang terpasang menggunakan pipa PVC kelas AW. agar tidak terjadi defleksi. Air kotor dari setiap lantai dalirkan ke pipa tegak .1. c. Testing dilaksanakan dalam waktu sekitar 2 x 24 jam. Melalui pipa tegak air hujan dialirkan ke sumur resapan dan kemudian dialirkan ke saluran kota. dan 0. Pemasangan system air kotor Pipa air kotor yang dipasang horizontal diberikan kemiringan yang cukup yaitu 1% untuk pipa dengan dia 4 inch atau kurang. Pemasangan pipa tegak harus dilengkapi dengan klem yang cukup agar tidak terjadi goyangan saat adanya aliran air kotor.3 bar. dan system dapat dianggap baik/bisa diterima apabila tidak terjadi penurunan permukaan air selama berlangsungnya testing. Pipa yang dipasang menggantung di dalam plat lantai harus dilengkapi dengan hanger yang cukup.5 % untuk pipa dengan dia lebih dari 4 inch.pengolahan akhir berupa Survase Treatment Plant. Pengetesan pipa air kotor terhadap kebocoran dilaksanakan dengan memberikan tekanan static sebesar 3 meter tekanan air. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan pipa dengan cara menbakar. b. Limbah berupa air kotor yang tebal di olah di dalam STP dapat dialirkan ke saluran kota.2. Pengetesan pipa air kotor. b. b. atau 0. System Air Hujan System air hujan didalam gedung ini memakai system pipa air tegak dan pipa mendatar. Pipa air hujan yang dipasang horizontal diberikan kemiringan yang cukup yaitu 1% untuk pipa dengan dia 4 .

5 % untuk pipa dengan dia lebih dari 4 inch. .System di test dengan mengoperasikan unit secara terus menerus selama 24 jam. Apabila suhu ruangan sudah mencapai sekitar 24 derajat celcius.Sistem air conditioning yang terdiri dari out door unit dan in door unit . Pemasangan pipa tegak harus dilengkapi dengan klem yang cukup agar tidak terjadi goyangan saat adanya aliran air kotor.Pemipaan drain dari in door unit sampai ke system drain gedung.Disamping temperatur ruangan. maka system sudah dapat beroperasi dengan baik.2. Pekerjaan Sistem Tata Udara Termasuk didalam lingkup pekerjaan tata udara ini adalah : a. untuk mencegah terjadinya over heat pada sisi condenser.Pipa drain pada bagian yang mendatar dilengkapi dengan isolasi yang cukup untuk menghindari terjadinya kondensasi. . maka kebocoran pada pipa drain dan kondensasi yang terjadi juga perlu diperiksa. Pipa yang dipasang di dalam kolom dipasang bersamasama dengan pengecoran yang pelaksanaanya disaksikan dan disetujui oleh direksi.Jalur pemipaan pipa refrigerant diusahakan sedekat mungkin untuk menghin dari adanya penurunan kapasitas akibat jarak yang terlalu jauh. Pemasangan AC . dan 0. 2. . b.Pemasangan Condensing unit haruslah pada ruang yang bebas. .1. a. Pemasangan Air Conditioning a. Pemasangan system Air Conditioning. agar tidak terjadi defleksi. Pemasangan Ceiling Fan a.inch atau kurang. Pengetesan system Air Conditioning .Pemipaan Refrigerant dari out door unit ke in door unit . . Pipa yang dipasang menggantung di dalam plat lantai harus dilengkapi dengan hanger yang cukup. Pemasangan Exhouse Fan c.

sehingga exhouse fan terlihat rapi. .Instalasi daya untuk setiap lantai dan beberapa lokasi yang memerlukan. Fire extinguisher Co2 Kap. Pekerjaan kelistrikan yang meliputi : . . .Distribusi daya listrik dari MDB sampai ke panel Distribusi pada setiap lantai ( P. Pekerjaan pemadam kebakaran pada menggunakan portable Fire Extinguiser. 5 kg ditempel di dinding dengan alat penggantung yang tersedia. PEKERJAAN ELEKTRIKAL Pekerjaan Elektrikal terdiri dari : a. Pemasangan Exhouse Fan Pembuatan lubang untuk exhouse fan harus tepat dan sesuai dengan ukuran exhouse fan yag akan dipasang. Pemasangan alat kontrol on/off sesuai dengan intruksi pabrik dan dalam pemasanganya disetujui oleh pemberi tugas.b.Pemasangan fire extinguisher dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan gambar kerja yang ada. atau ke setiap unit Panel. c.Pentanahan ( grounding ). a. . Pemasangan Ceiling Fan Pada prinsipnya pemasangan ceiling fan sama dengan exhouse fan hanya perletakanya saja yang berbeda.Instalasi penerangan termasuk armature dan saklar. Pekerjaan Pemadam Kebakaran.Pekerjaan panel dilaksanankan didalam work shop. d. B. 25 kg ( trolly ) ditempatkan di lantai sesuai dengan posisi yang ditentukan.Lantai ). Pemasangan system kelistrikan . proyek ini Pemasangan Pemadam Kebakaran.Supply daya listrik dari PLN sampai ke panel MDB . Untuk fire extinguisher Co2 Kap. berdasarkan pada gambar shop drawing .1.

b. . Pekerjaan Instalasi Telephone. Pengetesan genset dilaksanakan dengan jalan membebani sampai dengan 100 persen . . . dipotong berdasarkan ukuran yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan. a. .Terminasi dilakukan setelah panel distribusi ditempatkan pada posisi yang tepat.Pengadaan dan pemasangan pesawat telephone. sedemikian rupa sehingga rapi.Instalasi dari PABX sampai dengan out let telephone dinding .1 ohm.Instalasi didalam plafond merupakan instalasi didalam conduit.Apabila semua pengetesan merger dan grounding mendapatkan hasil sesuai dengan yang disyaratkan dan telah diterima dan disetujui oleh Direksi/pengawas. . Pemasangan system telephone .yang telah disetujui oleh Direksi/pengawas pekerjaan.Instalasi lampu maupun stop kontak merupakan instalasi inbow yang tertanam dalam dinding.Instalasi telephone dari PT Telkom sampai dengan PABX .Pentanahan/grounding harus di test sampai mencapai nilai tahanan sekitar 0. . dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan/jumlah kabel yang dipasang pada rak kabel tersebut.Sebelum dilaksanakan pembebanan maka dilakukan merger test dengan disaksikan oleh Direksi/pengawas pekerjaan. dari material PVC.1. b. maka system sudah dapat dibebani dengan daya listrik dari PLN. .Pemasangan kabel toevor melalui rak kabel. Pengetesan system kelistrikan.2. . Pekerjaan instalasi telephone terdiri dari : .Kabel toevor dari jenis NYY masuk ke site dalam kondisi baru.Pengadaan dan pemasangan PABX beserta accesoriesnya .

.1 ohm. . REMA KASIH IVO NORITA Direktur .Line telephone dari box telephone PT. .Atau dapat dilaksanakan pengetesan langsung dengan pesawat telephone.Untuk memeriksa sambungan sudah berfungsi dapat dilakukan pengetesan dengan Amper meter.Pemasangan kabel dapat dilakukan didalam conduit dengan di klem pada plat lantai beton.Untuk menghindari kemungkinan gangguan karena pengaruh petir. .2.Dari PABX selanjutnya dengan melalui terminal/MDF distribusi jaringan ke setiap lantai dan unit telephone. Pengetesan system telephone. mempergunakan kabel PVC .Pengetesan terhadap areister dengan standard tahanan lebih kecil dari 0.Telkom disambungkan ke pesawat PABX dengan mempergunakan kabel PVC di dalam conduit. dengan disertai berita acara pemeriksaan. .Seluruh pengetesan disaksikan oleh Direksi/pengawas pekerjaan. b. . Jakarta. 21 Agustus 2008 PT.. maka system PABX ini dipasangka areister tersendiri.