Strategi Belajar Mengajar

Posted by Jaruki Andriansyah M at 06:22 0 comments

Konsep (SBM)
Pengertian

Strategi

Belajar

Mengajar
SBM

Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely). Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey). Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper). Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, maka jenis kegiatan yang harus dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula. Menurut Gropper sesuai dengan Ely bahwa perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajarmengajar terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betulbetul akan mencapai tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran.

Klasifikasi

SBM

Klasifikasi strategi belajar-mengajar, berdasarkan bentuk dan pendekatan Expository dan Discovery/Inquiry. “Exposition” (ekspositorik) yang berarti guru hanya memberikan informasi yang berupa teori, generalisasi, hukum atau dalil beserta bukti bukti yang mendukung. Siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Pengajaran telah diolah oleh guru sehingga siap disampaikan kepada siswa, dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu, disebut ekspositorik. Hampir tidak ada unsur discovery (penemuan). Dalam suatu pengajaran, pada umumnya guru menggunakan dua kutub strategi serta metode mengajar yang lebih dari dua macam, bahkan menggunakan metode campuran. Suatu saat guru dapat menggunakan strategi ekspositorik dengan metode ekspositorik juga. Begitu pula dengan discovery/inquiry. Sehingga suatu ketika ekspositorik - discovery/inquiry dapat berfungsi sebagai strategi belajar-mengajar, tetapi suatu ketika juga berfungsi sebagai metode belajar-mengajar. Guru dapat memilih metode ceramah, ia hanya akan menyampaikan pesan berturutturut sampai pada pemecahan masalah/eksperimen bila guru ingin banyak melibatkan siswa secara aktif. Strategi mana yang lebih dominan digunakan oleh guru tampak pada contoh berikut:

Pada Taman kanak-kanak, guru menjelaskan kepada anak-anak, aturan untuk menyeberang jalan dengan menggunakan gambar untuk menunjukkan aturan: Berdiri pada jalur penyeberangan, menanti lampu lintas sesuai dengan urutan wama, dan sebagainya. Dalam contoh tersebut, guru menggunakan strategi ekspositorik. Ia mengemukakan aturan umum dan mengharap anak-anak akan mengikuti/mentaati aturan tersebut. Dengan menunjukkan sebuah media film yang berjudul “Pengamanan jalan menuju sekolah guru ingin membantu siswa untuk merencanakan jalan yang terbaik dari sekolah ke rumah masing-masing dan menetapkan peraturan untuk perjalanan yang aman dari dan ke sekolah. Dengan film sebagai media tersebut, akan merupakan strategi ekspositori bila direncanakan untuk menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka perbuat, mereka diharapkan menerima dan melaksanakan informasi/penjelasan tersebut. Akan tetapi strategi itu dapat menjadi discovery atau inquiry bila guru menyuruh anak-anak kecil itu merencanakan sendiri jalan dari rumah masing masing. Strategi ini akan menyebabkan anak berpikir untuk dapat menemukan jalan yang dianggap terbaik bagi dirinya masing-masing. Tugas tersebut memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan pertanyaan sebelum mereka sampai pada penemuan-penemuan yang dianggapnya terbaik. Mungkin mereka perlu menguji cobakan penemuannya, kemungkinan mencari jalan lain kalau dianggap kurang baik. Dan contoh sederhana tersebut dapat kita lihat bahwa suatu strategi yang diterapkan guru, tidak selalu mutlak ekspositorik atau discovery. Guru dapat mengombinasikan berbagai metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Discovery dan Inquiry : Discovery (penemuan) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan inquiry (penyelidikan). Discovery (penemuan) adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. Proses mental misalnya; mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, membuat kesimpulan dan sebagainya. Sedangkan konsep, misalnya; bundar, segi tiga, demokrasi, energi dan sebagai. Prinsip misalnya “Setiap logam bila dipanaskan memuai” Inquiry, merupakan perluasan dari discovery (discovery yang digunakan lebih mendalam) Artinya, inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Misalnya; merumuskan problema, merancang eksperi men, melaksanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Selanjutnya Sund mengatakan bahwa penggunaan discovery dalam batas-batas tertentu adalah baik untuk kelas-kelas rendah, sedangkan inquiry adalah baik untuk siswa-siswa di kelas yang lebih tinggi. DR. J. Richard Suchman mencoba mengalihkan kegiatan belajar-mengajar dari situasi yang didominasi. guru ke situasi yang melibatkan siswa dalam proses mental melalui tukar pendapat yang berwujud diskusi, seminar dan sebagainya. Salah satu bentuknya disebut Guided Discovery Lesson, (pelajaran dengan penemuan terpimpin) yang langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Adanya problema yang akan dipecahkan, yang dinyatakan dengan pernyataan atau pertanyaan 2. Jelas tingkat/kelasnya (dinyatakan dengan jelas tingkat siswa yang akan diberi pelajaran, misalnya SMP kelas III)

3. Konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui keglatan tersebut perlu ditulis dengan jelas. 4. Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan 5. Diskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan kegiatan. 6. Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan/percobaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan 7. Proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam kegiatan. 8. Perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka, yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa. 9. Ada catatan guru yang meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil terutama kalau penyelidikan mengalami kegagalan atau tak berjalan Sebagaimana mestinya. Sedangkan langkah-langkah inquiry menurut dia meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. Menemukan masalah Pengumpulan data untuk memperoleh kejelasan Pengumpulan data untuk mengadakan percobaan Perumusan keterangan yang diperoleh Analisis proses inquiry.

Implementasi

Belajar

Mengajar

Dalam pembelajaran guru diharapkan mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dimana dalam pemilihan Model pembelajaran meliputi pendekatan suatu model pembelajaran yang luas dan menyeluruh. Misalnya pada model pembelajaran berdasarkan masalah, kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru. Ketika guru sedang menerapkan model pembelajaran tersebut, seringkali siswa menggunakan bermacam-macam keterampilan, prosedur pemecahan masalah dan berpikir kritis. Model pembelajaran berdasarkan masalah dilandasi oleh teori belajar konstruktivis. Pada model ini pembelajaran dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswa. Dalam model pembelajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugastugas tersebut dapat diselesaikan. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa. Model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. Sebagai contoh pengklasifikasian berdasarkan tujuan adalah pembelajaran langsung, suatu model pembelajaran yang baik untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar seperti tabel perkalian atau untuk topik-topik yang banyak berkaitan dengan penggunaan alat. Akan tetapi ini tidak sesuai bila digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika tingkat tinggi. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukkan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus

dapat mengajarkannya. minat. 4.dilakukan oleh guru atau siswa. jika kita kurang menguasai meteri dan tidak disenangi para siswa. sedangkan pada model pembelajaran langsung siswa harus tenang dan memperhatikan guru. dan bertanggung jawab. maka perlu kita sepakati hal-hal sebagai berikut : 1. Pada model pembelajaran diskusi para siswa duduk dibangku yang disusun secara melingkar atau seperti tapal kuda. Kita dapat memilih salah satu model pembelajaran yang kita anggap sesuai dengan materi pembelajaran kita. Setiap model pembelajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran. didalamnya meliputi kegiatan merangkum pokokpokok pelajaran yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. pemanfaatan alat peraga masih diperlukan dalam menjelaskan beberapa konsep belajar. Model apa pun yang kita terapkan. Pada model pembelajaran kooperatif siswa perlu berkomunikasi satu sama lain. dengan tetap menjaga kredibilitas dan wibawa kita sebagai guru . potensi. antusias. Misalnya. model pembelajaran temuannya tersebut dipandang paling tepat diantara model pembelajaran yang lain. Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan. Kita berniat untuk memberikan yang kita punyai kepada para siswa dengan sepenuh hati. Menurut penemunya. Strategi pembelajaran adalah perencanaan dan tindakan yang tepat dan cermat mengenai kegiatan pembelajaran agar kompetensi dasar dan indikator pembelajarannya dapat tercapai. setiap model pembelajaran diawali dengan upaya menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa agar terlibat dalam proses pembelajaran. ramah. Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelemahan dan kekuatan. Menjaga agar para siswa “mencintai” kita. dan jika perlu kita dapat menggabungkan beberapa model pembelajaran. Oleh kerena itu komitmen kita adalah sebagai berikut :    Kita perlu menguasai materi yang harus kita ajarkan. Model dan metode apapun yang diterapkan. menyenangi materi yang kta ajarkan. hangat. Di madrasah. 5. Sedangkan model pembelajaran langsung siswa duduk berhadap-hadapan dengan guru. 3. model pembelajaran kooperatif memerlukan lingkungan belajar yang fleksibel seperti tersedia meja dan kursi yang mudah dipindahkan. Pada saat ini banyak dikembangkan model-model pembelajaran. tindakan pembelajaran ini dilakukan nara sumber (guru) terhadap peserta didiknya (siswa). Sintaks (pola urutan) dari bermacam-macam model pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama. Pemilihan model dan metode pembelajaran menyangkut strategi dalam pembelajaran. pada prinsipnya strategi pembelajaran sangat terkait dengan pemilihan model dan metode pembelajaran yang dilakukan guru dalam menyampaikan materi bahan ajar kepada para siswanya. 2. Tiap-tiap model pembelajaran membutuhkan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang sedikit berbeda. dan terampil dalam menggunakan alat peraga. Jadi. Untuk menyikapi hal tersebut diatas. dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Kita tidak perlu mendewakan salah satu model pembelajaran yang ada. bakat. Contoh. maka hasil pembelajaran menjadi tidak efektif.

sehingga cocok untuk mencapai tujuan. atau langkah-langkah sistematik dan relevan. Sebagai konsekuensi. Misalnya. Ada suatu proses (jalannya interaksi) yang direncanakan. gila dan sebagainya. Hakikat. mabuk. Anggaplah kita sedang melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Inilah yang dimaksud dengan kegiatan belajar mengajar itu sadar akan tujuan. Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan dispilin. Akhirnya. maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. di desain untuk mencapai secara optimal. agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Ciri dan Komponen Belajar Mengajar Hakikat Belajar Mengajar Dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kegiatan belajar. 5. tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif. karena anak didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya. Dalam perannya sebagai pembimbing. Ini sama halnya anak didik tidak belajar. dengan menempatkan anak didik sebagai pusat perhatian. guru berperan sebagai pembimbing. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapinya. perubahan fisik. Belajar mengajar memiliki tujuan. Model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh para guru sangat beragam. Padahal belajar pada hakikatnya adalah “Perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. maka dalam melakukan interaksi perlu ada prosedur. yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu. anak didik adalah sebagai subjek dan sebagai objek dari kegiatan pengajaran karena itu. Ciri-ciri Belajar Mengajar Sebagai suatu proses perngaturan. inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari ciriciri tertentu. maka hakikat belajar mengajar adalah proses “perubahan” yang dilkakukan oleh guru. Dalam hal ini materi harus di desain sedemikian rupa. yang menurut Edi Suardi sebagai berikut: 1. guru harus berusaha menghidupkan dan memberi motivasi. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat di capai dengan lebih efektif dan efisien. 2. Disiplin dalam kegiatan belajar mengajar ini diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang . bahwa anak didik merupakan syarat untuk bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. bila hakikat belajar adalah “perubahan”. 6. Keaktifan anak didik di sana tidak hanya dituntut dari segi fisik. 4. dapat mengembangkan model pembelajaran sendiri. 3. Ditandai dengan aktivitas anak didik.

Bahan pelajaran pokok adalah bahan pelajaran yang menyangkut bidang studi yang dipegang oleh guru sesuai dengan profesinya (disiplin keilmuannya). Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan (Syaiful Bahri Djamarah. Ada batas waktu. Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. 8. Segala sesuatu yang telah diprogramkam akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian bahan pelajaran penunjang ini harus disesuaikan dengan bahan pelajaran pokok yang dipegang agar dapat memberikan motivasi kepada sebagian besar atau semua anak didik. tetapi dapat digunakan sebagai penunjang dalam penyampaian bahan pelajaran pokok. mereka diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. masalah evaluasi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Metode. Komponen-Komponen Belajar Mengajar Sebagai suatu sistem tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi: Tujuan. Evaluasi. kapan tujuan itu sudah harus tercapai. kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. bukan guru. guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikannya pada anak didik. batas waktu menjadi salah satu ciri yang tidak bisa ditingkatkan. Akhirnya. setelah guru melakukan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan bahan pelajaran pelengkap atau penunjang adalah bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan seorang guru agar dalam mengajar dapat menunjang penyampaian bahan pelajaran pokok. 7. Ada dua persoalan dalam penguasaan bahan pelajaran ini. Bahan penunjang ini biasanya bahan yang terlepas dari dispilin keilmuan guru. Karena itu. Dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu. . Evaluasi harus guru lalkukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran yang telah dilakukan. Dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak ada suatu kegiatan yang diprogramkan tanpa tujuan. guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Dalam interaksi itu anak didiklah yang lebih aktif. Dari seluruh kagiatan diatas. Bahan Pelajaran.diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar. Guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator. Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam sistem berkelas (kelompok anak didik). 1991: 72). Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. guru tidak bisa mengabaikan masalah perumusan tujuan bila ingin memprogramkan pengajaran. Tanpa bahan pelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan. Kegiatan Belajar Mengajar. yakni penguasaan bahan pelajaran pokok dan bahan pelajaran pelengkap. karena hal itu adalah suatu hal yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan ke arah amana kagiatan itu akan di bawah.

Guru dan anak didiklah yang menggerakkannya. M. Drs. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Sumber Pelajaran. . (1983: 1) evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sebagai sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. guru harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat. Jadi.P. Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris. Dalam mengajar. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. menurut Wind dan Brown. dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan.K. Dan karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh gurudalam mengelola kelas. sedalamdalamnya. Yang dimaksud dengan sumber-sumber bahan dan belajar adalah sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang (Drs. yang bisa merugikan anak didik. Berbagai Pendekatan Dalam Belajar Mengajar Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Ketika kegiatan belajar mengajar itu berproses. dan Drs. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. maka menurut Wayan Nurkancana dan P. Evaluasi. harus guru hilangkan. Marimba. Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar. Ahmad D. Rustana Ardiwinata. Udin Saripuddin Winataputra. 1989: 51). 1991: 165). alat mempunyai fungsi. serta mau memahami anak didiknya dengan segala konsekuensinya. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik. guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. yaitu alat sebagai perlengkapan.A. sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dengan anak didik. evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.Alat. Sebab pada hakikatnya belajar adalah untuk mendapatkan hal-hal baru (perubahan). Berbeda dengan pendapat tersebut. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana. Dikatakan bahwa Evaluation refer to the act or prosess to determining the value of something.N. dan bukan membiarkannya. baik yang berpangkal dari perilaku anak didik maupun yang bersumber dari luar anak didik. (1989: 85) mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya. Ny. yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. Brown. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pengajaran. alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan dan alat sebagai tujuan (Dr. sumber belajar itu merupakan bahan/materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-halbaru bagi si pelajar. yaitu evaluation. Sesuai dengan pendapat di atas. Sumartana. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Dengan demikian. Roestiyah N. Dalam buku Essentials of Educational Evaluation karangan Edwin Wand dan Gerald W.

Ada beberapa pendekatan yang dianjurkan dalam pembicaraan ini dengan harapan dapat membantu guru dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar. Demi jelasnya ikutilah uraian berikut.

Pendekatan

Individual

Di kelas ada sekelompok anak didik. Mereka duduk di kursi masing-masing. Mereka berkelompok dari dua sampai lima orang. Di depan mereka ada meja untuk membaca dan menulis atau untuk meletakkan fasilitas belajar. Mereka belajar dengan gaya yang berbeda-beda. Perilaku mereka juga bermacam-macam. Cara mengemukakan pendapat, cara berpakaian, daya serap, tingkat kecerdasan dan sebagainya, selalu ada variasinya. Masing-masing anak didik memang mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dari satu anak didik dengan anak didik lainnya. Perbedaan individual anak didik tersebut memberika wawasan kepada guru bahwa strategi pengajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individual ini. Pada kasus-kasus tertentu yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar, dapat diatasi oleh kegiatan individual. Misalnya, untuk menghentikan anak didik yang suka biacara. Caranya dengan memisahkan/memindahkan salah satu dari anak didik tersebut pada tempat yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Anak didik yang suka bicara di tempatkan pada kelompok anak didik yang pendiam. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendakatan individual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual terhadap anak didik di kelas. Persoalan kesulitan belajar anak lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual, walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan.

Pendekatan Kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar terkadang ada juga guru menggunakan pendekatan lain, yakni pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan dipergunakan untuk membina dan mengembangkan sikap social anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo socius, yakni makhluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Dengan pendekatan kelompok dapat ditumbuh kembangkan rasa social yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial timggi di kelas. Tentu saja sikap ini pada hal-hal yang baik saj. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistem pada mata rantai kehidupan pada semua mahkluk hidup di dunia. Tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa ketergantungan makhluk lain secara langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, makhluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makhluk tertentu. Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok akan menyadari bahwa dirinya akan ada kekurangan dan kelebihan. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau mempunyai mereka yang mempunyai kekurangan. Sebaliknya mereka yang menpunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan, tanpa ada rasa minder. Persaingan yang positif pun terjadi di kelas dalam rangka untuk mencapai prestasi belajar yang optimal. Inilah yang diharapkan, yakni anak didik yang aktif, kreatif, dan mandiri.

Beberapa pengarang mengatakan, keakraban atau kesatuan kelompok ditentukan oleh tarikan-tarikan interpersonal, atau saling menyukai satu sama lain. Yang mempunyai kecenderungan menamai keakraban sebagai tarikan kelompok adalah merupakan satu-satunya factor yang menyebabkan kelompok bersatu.
     

Keakraban kelompok ditentukan oleh beberapa factor, yaitu : Perasaan diterima atau disukai teman-teman Tarikan kelompok Teknik pengelompokkan oleh guru Partisipasi/ketelibatan dalam kelompok Penerimaan tujuan kelompok dan persetujuan dalam cara mencapainya struktur dan sifat-sifat kelompok.

Sedang sifat-sifat kelompok itu adalah:
     

Suatu multi personalia dengan tingkat keakraban tertentu Suatu system interaksi Suatu organisasi atau struktur Merupakan suatu motif tertentu atau tujuan bersama Merupakan suatu kekuatan atau standar perilaku tertentu Pola perilaku dapat di observasi yang di sebut kepribadian.

Pendekatan Bervariasi
Ketika guru dihadapkan kepada permasalahan anak didik yang bernasalah anak didik yang bervariasi. Setiap masalah dihadapi oleh anak didik tidak selalu sama, terkadang ada perbedaan. Dalam belajar, anak didik mempunyai motivasi yang berbeda. Pada satu sisi anak didik memiliki motivasi yang rendah tetapi pada saat lain anak didik mempunyai motivasi yang tinggi. Dalam mengajar, guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam waktu yang relative lama. Bila terjadi perubahan suasana kelas, sulit menormalkannya kembali. Ini sebagai tanda adanya gangguan dalam proses belajar mengajar. Karena itu, dalam mengajar kebanyakan guru menggunakan beberapa metode dan jarang sekali menggunakan satu metode. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru bisa saja membagi anak didik ke dalam beberapa kelompok belajar. Tetapi dalam hal ini, terkadang diperlukan juga pendapat dan kemauan anak didik. Permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. Misalnya, anak didik yang tidak disiplin dan anak didik yang suka berbicara akan berbeda pemecahannya dan menghendaki pendekatan yang berbeda-beda pula. Perbedaan dalam teknik pemecahan kasus itulah dalam pembicaraan ini didekati dengan “pendekatan bervariasi”.

Pendekatan Edukatif
Anak didik yang melakukan kesalahan yakni membuat keributan di kelas ketika guru sedang memberikan pelajaran, misalnya tidak tepat diberikan sangsi hokum dengan cara memukul badannya hingga luka atau cedera, ini hukuman yang tidak bernilai pendidikan. Guru telah melakukan pendekatan yang salah. Guru telah

menggunakan Teori Power, yakni teori kekuasaan, untuk menundukkan orang lian. Dalam pendidikan, guru akan kurang arif dan bijaksana bila menggunakan kekuasaan, karena hal itu bisa merugikan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak didik. Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif. Setiap tindakan, sikap dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hokum, norma susila, norma, moral, norma social dan norma agama. Guru yang hanya mengajar di kelas, belum dapat menjamin terbentuknya kepribadian anak didik yang berakhlak mulia. Demikian juga halnya dengan guru yang mengambil jarak dengan anak didik. Kerawanan hubungan guru dengan anak didik kurang berjalan harmonis. Kerawanan hubungan ini menjadi kendala bagi guru untuk melakukan pendekatan edukatif kepada anak didik yang bermasalah. Guru yang jarang bergaul dengan anak didik dan tidak mau tahu dengan masalah yang dirasakan anak didik, membuat anak didik apatis dan tertutup atas apa yang dirasakannya. Sikap guru yang demikian kurang dibenarkan dalam pendidikan, karena menyebabkan anak didik menjadi orang yang tertutup.

Pendekatan Pengalaman
Meskipun pengalaman diperlukan dan selalu dicari selama hidup, namun tidak semua pengalaman dapat bersifat mendidik, karena ada pengalaman yang tidak bersifat mendidik. Suatu pengalaman dikatakan tidak mendidik, jika guru tidak membawa anak kea rah tujuan pendidikan, akan tetapi menyelewengkan dari tujuan itu, misalnya “mendidik anak menjadi pencopet”. Karena itu, cirri-ciri pengalaman yang edukatif adalah berpusat pada suatu tujuan yang berarti bagi anak, kontinu dengan kehidupan anak, interaktif dengan lingkungan dan menambah integrasi anak. Demikianlah pendapat Witherington. Betapa tingginya nilai suatu pengalaman, maka disadari akan pentingnya pengalaman itu bagi perkembsngsn jiwa anak. Sehingga dijadikanlah pengalaman itu sebagai suatu pendekatan. Untuk pendidikan agam islam, pendekatan pengalaman yaitu suatu pendekatan yang memberikan pengalaman keagamaan kepada siswa dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. Dengan pendekatan ini siswa diberi kesempatan unuk mendapatkan pengalaman keagamaan, baik secara individu maupun kelompok.

Pendekatan

Pembiasaan

Pembiasaan adalah alat pendidikan. Bagi anak yang masih kecil, pembiasaan ini sangat penting. Karena dengan pembiasaan itulah akhirnya suatu aktivitas akan menjadi milik anak kemudian hari. Pembiasaan yang baik akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang baik pula. Sebaliknya pembiasaan yang buruk akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian yang buruk pula. Begitulah biasanya yang terlihat dan yang terjadi pada diri seseorang. Karenanya, di dalam kehidupan bermasyarakat, kedua kepribadian yang bertentangan ini selalu ada dan tidak jarang terjadi konflik di antara mereka. Anak kecil memang belum mempunyai kewajiban, tetapi dia sudah mempunyai hak, seperti hak dipelihara, hak dilindungi, hak diberi makanan yang bergizi, dna hak mendapatkan pendidikan. Salah satu cara untuk memberikan haknya di bidang pendidikan adalah dengan cara memberikan kebiasaan yang baik dalam kehidupan mereka. Berdasarkan pembiasaan itulah anak terbiasa menurut dan taat kepada peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat, setelah mendapatkan pendidikan kebiasaan yang baik di rumah. Pengaruhnya juga terbawa ke sekolah. Menanamkan

Karena keampuhan akal (rasio) itulah akhirnya dijadikan pendekatan yang disebut pendekatan rasional guna kepentingan pendidikan dan pengajaran di sekolah. baik perasaan jasmaniah maupun perasaan rohaniah. Dengan begitu. .kebiasaan yang baik memang tidak mudah. Tetapi jangan sampai mempertuhankan akal. Emosi mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Anak dapat merasakan manfaat dari ilmu yang didapatnya di sekolah. keyakinan terhadap agama yang dianut bertambah kokoh. Tanya jawab. Anak dapat memanfaatkan ilmunya untuk kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembangannya. Untuk mendukung pemakaian pendekatan ini. perasaan social dan perasaan harga diri. Emosi atau perasaan adalah sesuatu yang peka. diskusi. Pendidikan agama islam sangat penting dalam hal ini. Pendekatan Emosional Emosi adalah gejala kejiwaan yang ada di dalam diri seseorang. maka metode mengajar yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah metode ceramah. Dengan pendekatan ini siswa dibiasakan mengamalkan ajaran agama. Bertolak dari pendidikan kebiasaan itulah yang menyebabkan kebiasaan dijadikan sebagai pendekatan pembiasaan. tetapi diyakini pula bahwa dengan akal dapat dicapai ketinggian ilmu pengetahuan dan penghasilan teknologi modern. Pendekatan Fungsional Ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh anak di sekolah bukanlah hanya sekadar pengisi otak. terutama untuk pendidikan agama islam. Sebaiknya. Dengan akal pula dapat membuktikan dan mmbenarkan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Perasaan rohaniah di dalamnya ada perasaan intelektual. maka nilai ilmu sudah fungsional di dalam diri anak. Itulah sebabnya pendekatan emosional yang berdasarkan emosi atau perasaan dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam pendidikan dan pengajaran. yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. tetapi diharapkan berguna bagi kehidupan anak. mana kebenaran dan mana kedustaan dari sesuatu ajaran atau perbuatan. Pendekatan Rasional Dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk. Walaupun disadari keterbatasan akal untuk memikirkan dan memecahkan sesuatu. Emosi akan memberi tanggapan bila ada rangsangan dari luar diri seseorang. Seseorang yang mempunyai perasaan pasti dapat merasakan sesuatu. Anak mendayagunakan nilai guna dari suatu ilmu untuk kepentingan hidupnya. Dengan begitu. Karena hal itu akan menggelincirkan keimanan terhadap ajaran agama. Emosi berhubungan dengan masalah perasaan. Akal atau rasio memang mempunyai potensi untuk menaklukkan dunia. Maha Pencipta atas segala sesuatu di dunia ini. dan pemberian tugas. baik secara individual maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari. baik sebagai individu maupun sebagai makhluk social. Maka dari itu pendekatan pembiasaan dimaksudkan di sini. akal dijadikan alat untuk membuktikan kebenaran ajaran-ajaran agama. Bahkan yang lebih penting adalah ilmu pengetahuan dapat membentuk kepribadian anak. Karena dengan pendidikan pembiasaan itulah diharapkan siswa senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. kerja kelompok. dan kadang-kadang makan waktu yang lama.

Pendekatan Keagamaan Pendidikan dan pelajaran di sekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran. pemberian tugas. Jadi keragaman ujaran diakui keberadaannya dalam bentuk bahasa lisan atau tulisan. tetapi harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Tanya jawab dan demonstrasi. Dalam hal ini ada beberapa metode mengajar yang perlu dipertimbangkan. Akhirnya. pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil kerdilnya jiwa agama di dalam diri siswa.Pendekatan fungsional yang diterapkan di sekolah diharapkan dapat menjembatani harapan tersebut. Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). yang pada akhirnya nilai-nilai agama tidak dicemoohkan dan dilecehkan. 6. Dengan kata lain. 2. tentu saja diperlukan penggunaan metode mengajar. 4. tetapi diyakini. Pendekatan Kebermaknaan Beberapa konsep penting yang menyadari pendekatan ini diuraikan sebagai berikut: 1. Tentu saja penggunaannya tidak sembarangan. struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi. Berbagai pendekatan dalam pembahasan terdahulu dapat digunakan untuk kedua jenis mata pelajaran ini. baik secara lisan maupun tertuis. Dengan demikian. tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran. 3. sangat berkepentingan dengan pendekatan keagamaan. Untuk memperlicin jalan ke arah itu. guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum. dihayati. kebemaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar siswa. Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda baik secara lisan maupun tertulis. tetapi bisa juga penggabungan dua atau lebih pendekatan. Motivasi belajar siswa merupakan factor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. sebagai bahasa sasaran. ceramah. Suatu kalimat dapat mempunyai kalimat yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan. tetapi menyatu dengan nilai agama. didukung oleh pemahaman lintas budaya. dipahami. dan diamalkan secara hayat siswa di kandung badan. Semua mata pelajaran itu pada umumnya dapat dibagi menjadi mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama. dan perasaan). Kadar motivasi ini ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. antara lain adalah metode latihan. Khususnya untuk mata pelajaran umum. Dalam prakteknya tidak hanya digunakan satu. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa jika berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan . Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut. pikiran. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsure-unsur bahasa sasaran. pendapat. Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural. 5.

7. maka akn sia – sialah tujuan tersebut. metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang. dan ada yang lambat.M (1988. Karena itu. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam – macam. minat. Cepat lambatnya penerimaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan menghendaki pemberian waktu yang bervariasi. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relative lama. Dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai fasilitaor yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasanya. Pemilihan 1.pengalaman. dan masa depannya harus dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengajaran dan pembelajaran untuk membuat pelajaran lebih bermakna bagi siswa. ada yang sedang. tata nilai. Karena itu. Motivasi ekstrinsik menurut Sardiman. Factor intelegensi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu. siswa merupakan subjek utama. sehingga penguasaan penuh dapat tercapai. Metode adalah pelican jalan pengajaran menuju tujuan. Artinya. Kedudukan Pemilihan & Penentuan Metode dl Pengajaran Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar Salah satu usaha yang tidak pernah ditinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar.90) adalah motif – motif yang aktif dan berfungsinya. Karena itu. 8. pengalaman siswa dalam lingkungan. A. tat nilai. lahirlah pemahaman tentang kedudukan metode yaitu: Metode sebagai Alat motivasi Ekstrinsik Sebagai salah satu komponen pengajaran. karena adanya perangsang dari luar. Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan Tujuan adalah suatu cita – cita yang akan dicapai dlam kegiatan belajar mengajar. Antara metode dan tujuan jangan bertolak belakang. Ini berarti guru memahami benar kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar. tidak hanya sebagai objek belaka. Bila tidak. ada yang cepat. Tujuan adalah pedoman yang member arah kemana keegiatan belajar mengajar akan dibawa. metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran. cirri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang terkait dengan pengajaran. dan masa depannya. Nilai Strategi Metode dan Penentuan Metode . Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode pengajaran. metode menempati peranan yang tidak kalah petingnya dari komponen lalinnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis yang dilakukan. minat. maka metode yang digunakan harus sesuai dengan tujuan.

Kontruksi berarti bersifat membangun. Winarno Surahmad (1990. Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. 97) mengatakan. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akna mempengaruhi pemilihan metode mengajar. 4. Salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemulihan dan penetuan metode yang bagaimana yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pengajaran. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. 2. karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang diketahuinya. Faktor – factor yang mempengaruhi Pemilihan Metode Guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya. konsep. Situasi. Guru. bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai berikut :      Anak Didik. dalam konteks filsafat pendidikan. Anak didik adalah manusia berpotensi yang mengahajatkan pendidikan. 3. Pentingnya Pemilihaan dan Penentuan Metode Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreativ bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Guru adalah manusia berpotensi yang mengjarkan pendidikan. Tujuan.Guru sebaiknya memperhatikan dalam pemilihan dan penentuan metode sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di kelas.sedangkan teori Konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan . Situasi adalah suasana kegiatan belajar mengajar yang guur ciptakan tidak selalu sama dari hari kehari. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Metode pembelajaran Konstruktivisme Menurut faham konstruktivis pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari orang yang mengenal sesuatu (skemata). Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. Fasilitas. sebagai persiapan tertulis. 1997). Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif di mana terjadi proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu keseimbangan sehingga terbentuk suatu skema (jamak: skemata) yang baru. Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Seseorang yang belajar itu berarti membentuk pengertian atau ……pengetahuan secara aktif dan terus-menerus (Suparno. Sedangkan menurut Tran Vui Konstruktivisme adalah suatu filsafat belajar yang dibangun atas anggapan bahwa dengan memfreksikan pengalaman-pengalaman sendiri. Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain. Efektivitas Penggunaan Metode Efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam suatu pelajaran. jjika memahami sifst – sifst masing – masing metode tersebut.

1997). 1997). Bleicher & Cooper. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa untuk belajar dan memecahkan masalah. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. 2. yang menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial.kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut denga bantuan fasilitasi orang lain Dari keterangan diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri kompetensi. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar. Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar. Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yang lebih mampu. Konstruktivis ini dikritik oleh Vygotsky. 1993. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu. 1. Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky (Slavin. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk. sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). Sedangkan. dorongan. Selanjutnya. Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktivisme sosial (Taylor. Scaffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada siswa selama tahap-tahap awal pembelajaran. Misalnya. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya (Slavin. pengetahuan atau teknologi. akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru. yaitu Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding. 1989: 159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. Teslow dan Taylor. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.1993. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. 1988: 132). . 1996: 7). Adapun tujuan dari teori ini dalah sebagai berikut: Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri. Wilson. Pengertian tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu (Suparno. yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri. Atwel. 1998). pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi.

Inti teori ini berkaitan dengan beberapa teori belajar seperti teori Perubahan Konsep. menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan. dan teori perubahan konsep yang menjelaskan bahwa siswa mengalami perubahan konsep terus menerus.peringatan. Konstruktivisme yang menekankan bahwa pengetahuan dibentuk oleh siswa yang sedang belajar. Teori Bermakna Ausubel Menurut Ausubel. dan Australia. Dalam proses itu seseorang dapat memperkembangkan sekema yang ada atau dapat mengubahnya. 1991). Dalam pembelajaran matematika. Cobb. Teori Belajar Bermakna dan Ausuble. Yackel dan Wood (1992) menyebutnya dengan konstruktivisme sosio (socio-constructivism). Pendekatan yang mengacu pada konstruktivisme sosial (filsafat konstruktivis sosial) disebut pendekatan konstruktivis sosial. dan fakta-fakta baru kedalam sistem pengertian yang telah dipunyai. Keduanya menekankan pentingnya asimilasi pengalaman baru kedalam konsep . Konstrutivisme dan Teori Perubahan Konsep memberikan pengertian bahwa setiap orang dapat membentuk pengertian yang berbeda tersebut bukanlah akhir pengembangan karena setiap kali mereka masih dapat mengubah pengertiannya sehingga lebih sesuai dengan pengertian ilmuan. “Salah pengrtian” dalam memahami sesuatu. Dalam proses belajar ini siswa mengonstruksi apa yang ia pelajari sendiri. dengan siswa lainnya dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. seorang pendidik dibantu untuk mengarahkan sisiwa dalam pembentukan pengetahuan mereka yang lebih tepat. Eropa. seseorang belajar denga mengasosiasikan fenomena baru ke dalam sekema yang telah ia punya. Teori Belajar Konsep Dalam banyak penelitian diungkapkan bahwa teori petubahan konsep ini dipengaruhi atau didasari oleh filsafat kostruktivisme. bukanlah akhir dari segalagalanyamelainkan justru menjadi awal untuk pengembangan yang lebih baik. fenomena. dan Teori Skema. Karakteristik pendekatan konstruktivis sosio ini sangat sesuai dengan karakteristik RME. Filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah (problem posing) oleh manusia (Ernest. menurut Teori Konstruktivisme dan teori Perubahan Konsep. Kostruktivisme membantu untuk mengerti bagaimana siswa membentuk pengetahuan yang tidak tepat. Dengan demikian. Keduanya menekankan pentingnya pelajar mengasosiasikan pengalaman. memberikan contoh. siswa berinteraksi dengan guru. HUBUNGAN KONSTRUKTIVISME DENGAN TEORI BELAJAR LAIN Selama 20 tahun terakhir ini konstruktivisme telah banyak mempengaruhi pendidikan Sains dan Matematika di banyak negara Amerika. Teori Belajar bermakna Ausuble ini sangat dekat dengan Konstruktivesme. sangat berperan dalam menjelaskan mengapa seorang siswa bisa salah mengerti dalam menangkap suatu konsep yang ia pelajari. dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan siswa itu belajar mandiri. Teori perubahan konsep sangat membantu karena mendorong pendidik agar menciptakan suasana dan keadaan yang memungkinkan perubahan konsep yang kuat pada murid sehingga pemahaman mereka lebih sesuai dengan ilmuan.

8. karena langkah-langkah pencarian dan bagaimana pencarian dilaporkan dan dirumuskan sudah dituliskan sebelumnya. Menggalakkan & menerima daya usaha & autonomi murid 6. atau sekema yang terdiri dari konstruksi mental gagasan kita. CIRI-CIRI PEMBELAJARAN SECARA KONSTUKTIVISME Adapun ciri – ciri pembelajaran secara kontruktivisme adalah: 1. Mengambilkira dapatan kajian bagaimana murid belajar sesuatu ide 5. Teori ini lebih menunjukkan bahwa pengetahuan kita itu tersusun dalam suatu skema yang terletak dalam ingatan kita. . Dalam teori ini kreatifitas dan keaktifan siswa akan membantu mereka untuk berdiri sendiri dalam kehidupan kognitif mereka. Menurut Konstruktivisme. dalam praktek metode pencarian sendiri tidak memungkinkan siswa mengkonstruk pengetahuan sendiri. kita dapat menambah skema yang ada sihingga dapa t menjadi lebih luas dan berkembang. justru dikembangkan belajar bersama dalam kelompok. Dapat terjadi bahwa metode pencarian sendiri memang merupakan metode konstruktivisme tetapi tidak semua semua konstruktivis dengan metode pencarian sendiri. dan Maturasionisme Konstruktivisme berbeda dengan Behavorisme dan Maturasionisme. Menggalakkan murid bertanya dan berdialog dengan murid & guru 7.seperti penekanan keaktifan siswa untuk memenuhi suatu hal. pengetahuan disimpan dalam suatu paket informasi.atau pengertian yang sudah dipunyai siswa. Menggalakkan soalan/idea yang dimul akan oleh murid dan menggunakannya sebagai panduan merancang pengajaran. Kadang–kadang orang menganggap bahwa konstruktivisme sama dengan Teori Pencarian Sendiri (Inguiry Approach) dalam belajar. kedua teori ini tidak sama. Menganggap pembelajaran sebagai suatu proses yang sama penting dengan hasil pembelajaran. Mereka akan terbantu menjadi orang yang kritis menganalisis sesuatu hal karena mereka berfikir dan bukan meniru saja. Memberi peluang kepada murid membina pengetahuan baru melalui penglibatan dalam dunia sebenar 2. Bila Behaviorisme menekankan keterampilan sebagai suatu tujuan pengajaran. Behaviorisme. Menggalakkan proses inkuiri murid mel alui kajian dan eksperimen. dengan sendirinya ia akan menemukan pengetahuan yang lengkap. Hal ini yang tidak ada dalam metode mencari sendiri. Dalam banyak hal mereka punya kesamaan. Bila Maturasionisme lebih menekankan pengetahuan yang berkembang sesuai dengan langkah–langkah perkembangan kedewasaan. Konstruktivisme lebih menekankan pengetahuan sebagai konstruksi aktif sibelajar. Konstrtivisme. Teori Skema Menurut teori ini. bla seseorang tidak mengkonstruktiviskan pengetahuan secara aktif. bila seseorang mengikuti perkembangan pengetahuan yang ada. meskipun ia berumur tua akan tetap tidakakan berkembang pengetahuannya. 3. Sebenarnya kalau kita lihat secara teliti. Dalam pengertian Maturasionisme. Menyokong pembelajaran secara koperatif Mengambilkira sikap dan pembawaan murid 4. Dalam konstruktivisme terlibih yang personal sosial. konstruktivime lebih menekankan pengembangan konsep dan pengertian yang mendalam. Bahkan. Dalam belajar. Keduanya mengandaikan bahwa dalam proses belajar itu siswa aktif.

Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa. HAKIKAT ANAK MENURUT TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang. melainkan melalui tindakan. Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kemurid. Murid aktif megkontruksi secara terus menerus. Driver dan Bell (dalam Susan. Marilyn dan Tony. melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas. Mmencari dan menilai pendapat siswa 9. Menghadapi masalah yang relevan dengan siswa 7. 1999: 61). Bahkan. (2) belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa. perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri. kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar 4. (4) pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan. (5) kurikulum bukanlah sekedar dipelajari. Seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Sedangkan. Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan 8. Secara garis besar. Dari semua itu hanya ada satu prinsip yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa . dan sumber. (3) pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri 3. melainkan seperangkat pembelajaran. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan (Poedjiadi. prinsip-prinsip Konstruktivisme yang diterapkan dalam belajar mengajar adalah: 2. 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut: (1) siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan. Berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme.PRINSIP-PRINSIP KONSTRUKTIVISME 1. Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar. materi. dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah 5. Guru dapat memberikan tangga kepada siswa yang mana tangga itu nantinya dimaksudkan dapat membantu mereka mencapai tingkat penemuan. 6. Belajar merupakan proses aktif .

dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar dengan faktor ekstern atau lingkungan. menjana idea dan membuat keputusan. (1) perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Berfikir : Dalam proses membina pengetahuan baru. 1999: 62). 1998: 5). dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Faham : Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru. . Ingat : Oleh kerana murid terlibat secara langsung dengan aktif. mereka akan ingat lebih lama semua konsep. pengelompokan. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEORI KONSTRUTIVISME Kelebihan 1. pengekalan. Adapun implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak (Poedjiadi. Maksudnya. sehingga melahirkan perubahan tingkah laku. Dalam penjelasan lain Tanjung (1998: 7) mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar. proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi). Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget. Ruseffendi (1988: 133) mengemukakan. Justeru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.untuk mengembangkan skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring labalaba dan bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo. (b) kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. 4. Selain itu. (2) tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan. konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa jugaa disebut tahap perkembagan mental. 2. mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. 1999: 63) adalah sebagai berikut: (a) tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual dan (3) gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration). murid berfikir untuk menyelesaikan masalah. Dari pengertian di atas. Kemahiran sosial :Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan baru. 3. Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang (Poedjiadi. setiap manusia akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang sama. fasilitor. latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan (c) peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator.

dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebut. PROSES BELAJAR MENURUT KONSTRUKVISTIK 1. peranan guru. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Peranan siswa. 3. 6. berupa reaksi fifik terhadap . menyusun konsep. maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru. Peranan guru. bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah dari luar kedalam diri siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi yang bermuara pada pemuktahiran struktur kognitifnya. lingkungan. peralatan. dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari. aktif berfikir. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak. Sarana belajar. Kelemahan Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung. Menurut pandangan ini belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. ingat. kontruksi pengetahuan. yakin dan berinteraksi dengan sihat. Namun yang akhirnya paling menentukan adalah terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar siswa itu sendiri. Seronok : Oleh kerana mereka terlibat secara terus. Segala sesuatu seperti bahan. dan evaluasi belajar.5. Proses belajar kontruktivistik secara konseptual proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif. media. Evaluasi. Metode pembelajaran Behaviourisme Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati. 2. 5. sarana belajar. mereka faham. Dalam pendekatan ini guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Ia harus aktif melakukan kegiatan. Pandangan ini mengemukakan bahwa lingkungan belajar sangat mendukung munculnya berbagai pandangan dan interpretasi terhadap realitas. Pada bagian ini akan dibahas proses belajar dari pandangan kontruktifistik dan dari aspek-aspek si belajar. diukur dan dinilai secara konkret. Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi rosesnya dari pada segi perolehan pengetahuan dari pada fakta-fakta yang terlepas-lepas. Guru memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi terjadinya belajar. Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. serta aktifitas-aktifitas lain yang didasarkan pada pengalaman. baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak. Pendekatan ini menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendiri. melainkan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sebdiri. Guru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah dimilikinya. 4.

Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. Teori Behavioristik: 1. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895. asosiasi. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Percobaan ini diulangi untuk beberapa kali. maka kucing berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. demikian selanjutnya. Mental and social Measurements (1904). Menekankan pada faktor bagian 3. maka terbukalah pintu sangkar tersebut. dan kucing segera lari ke tempat makan. Animal Intelligence (1911). Sifatnya mekanis 5. Belajar berarti penguatan ikatan. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif. Mementingkan masa lalu Edward Edward Lee Thorndike (1874-1949): Teori Koneksionisme Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika.stimulans. dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst Dalam percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan. dan Human Nature and The Social Order (1940). Mementingkan faktor lingkungan 2. 4. Buku-buku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). . Dengan tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop. sifat da kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).Your City (1939). Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Menurut Thorndike. Dalam melaksanakan coba-coba ini. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. kucing baru dapat dengan sengaja enyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan makanan. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. Ateacher’s Word Book (1921). Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi.

Akibatnya. jika sebaliknya. tetapi ia tidak melakukannya. ia akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasannya.Dari percobaan ini Thorndike menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : Hukum Kesiapan (law of readiness). Masalah ketiganya adalah bila tidak ada kecenderungan bertindak padahal ia melakukannya. Akibatnya. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Apabila hal ini dilaksanakan. Misalnya. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . Binatang melakukan respons-respons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Hukum Latihan (law of exercise). maka ia akan cenderung mengerjakannya. maka timbullah ketidakpuasan. maka timbullah rasa ketidakpuasan. Misalnya. ia mendapatkan muka manis gurunya. Apabila hal ini dilaksanakan. yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku. Makin sering diulangi. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. ia akan dihukum. bila anak mengerjakan PR. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskan. Misalnya. Masalah pertama hukum law of readiness adalah jika kecenderungan bertindak dan orang melakukannya. 1984). Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. Akibatnya. Namun. suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response). . jika ada kecenderungan bertindak. Sebaliknya. Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. ia tak akan melakukan tindakan lain. maka ia akan cenderung mengerjakannya. Masalah kedua. maka ia akan merasa puas. materi pelajaran akan semakin dikuasai. ia akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpuasannya. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. ia merasa puas dan belajar menjahit akan menghasilkan prestasi memuaskanPrinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi(connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Hukum akibat (law of effect). Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan.

yaiyu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain. sosial. Hukum Sikap ( Set/ Attitude). tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. Hukum Respon by Analogy Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element). Pada tahun 1884 ia menjadi direktur departemen fisiologi pada institute of Experimental Medicine dan memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Selain menambahkan hukum-hukum baru. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif).Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. maupun psikomotornya. Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaanny terhadap anjing. Ivan Pavlov meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun 1904. dimana perangsang asli . Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia yaitu desa tempat ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. Pavlov lulus sebagai sarjan kedokteran dengan bidang dasar fisiologi. Perkembangan teorinya berdasarkan pada percobaan terhadap kucing dengan problem box-nya. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. sedangkan hukuman tidak berakibat apaapa. dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer of training. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands(1902) dan Conditioned Reflexes(1927). sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. Hukum akibat direvisi. emosi .

maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas. peranan maupun bicara. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. siomay) yang sering lewat di rumah. Sebagai contoh. dengan segala kelebihannya. Contoh lai adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank. Tanpa disadari. Bayangkan. bila tidak ada lagu trsebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Makanan adalah rangsangan wajar. Kin sebelum makanan diperlihatkan. baru makanan. perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang didinkan. Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu. dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apakah situasi ini bisa diterapkan pada manusia? Ternyata dalam kehidupan seharjhari ada situasi yang sama seperti pada anjing. Pavlov berpendapat. Namun demikian. nasi goreng. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker. maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. Awalnya mungkin suara itu asing. 1985). bel masuk kelas-istirahat atau usai sekolah dan antri di bank tanpa harus berdiri lama. sedang merah adalah rangsangan buatan. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia. rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnys air liur pada anjing tersebut. tetapi setelah si pejual es krim sering lewat. suara lagu dari penjual es krim Walls yang berkeliling dari rumah ke rumah. bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih.dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan. Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. melainkan tingkah lakunya. maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan. Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) . secara hakiki manusia berbeda dengan binatang. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran. Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dpat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan. es. terjadi proses menandai sesuatu yaitu membedakan bunyibunyian dari pedagang makanan(rujak. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons.

Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. proses ini disebut shapping. Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. dalam proses pembelajaran. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut : Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “skinner box”. tidak sengaja ia menekan tombol. Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Selam tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box.1970) B. Dalam perkembangan psikologi belajar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus. digunakan sistem modul. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan.Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern. alat pemberi makanan. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian. makanan keluar. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. ia mengemukakan teori operant conditioning. Dalam pembelajaran digunakan shaping. tidak digunkan hukuman. atau penghargaan. Menajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. Pada tahun 1938. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. diberi hadiah. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah. dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Dalam beberapa hal. Beberapa prinsip Skinner antara lain : Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Untuk itu lingkungan perlu diubah. pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik. . dan lantai yanga dapat dialir listrik. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. untukmenghindari adanya hukuman. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. lampu yangdapat diatur nyalanya. lebih dipentingkan aktifitas sendiri. yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol. perilaku. Materi pelajaran. jika bebar diberi penguat. Karena dorongan lapar tikus beruasah keluar untuk mencari makanan. Dalam proses pembelajaran. penampung makanan.F. jika salah dibetulkan. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan.

Mementingkan pengaruh lingkungan Mementingkan bagian-bagian Mementingkan peranan reaksi Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon . Ia seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah: Perhatian. Reprodukdi motorik. ingatan dan motifasi. mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat. 3.Robert Gagne ( 1916-2002) Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. asosiasi verbal. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkanpada yanglebih kompleks ( belajar SR. Aplikasi Teori Behavioristik terhadap Pembelajaran Siswa Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu: 1. teori Bandura dilihat dalam kerangka Teori Behaviour Kognitif. mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri. Karena melibatkan atensi. Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Teori Bandura menjadi dasar dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikan secara massal. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. Teori belajar sosial membantu memahami terjadinya perilaku agresi dan penyimpangan psikologi dan bagaimana memodifikasi perilaku. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat. Albert Bandura (1925-masih hidup) Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mondare alberta berkebangsaan Kanada. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. Penyimpanan atau proses mengingat. diskriminasi. rangkaian SR. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional. mencakup kemampuan fisik. 2. Motivasi. Eksperimennya yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. kemampuan meniru. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksioanal pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. 4. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsip prinsip sebgai berikut: Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan diperoleh dengan cara mengorganisasikan sejak awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya. dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi(belajar aturan danpemecahan masalah). keakuratan umpan balik. mencakup kode pengkodean simbolik. Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya.

Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oelh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa. hal terpenting dalam proses pembelajaran. olahraga dan sebagainya. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah tebentuknya suatu perilaku yang diinginkan. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. reflek. Kritik terhadap behavioristik adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana samapi pada yang kompleks. daya tahan dan sebagainya. dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur. salah satunya adalah bagaimana seorang guru mampu menyampaikan informasi dengan baik – selanjutnya disebut sebagai gaya mengajar. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. contohnya: percakapan bahasa asing. bersikap otoriter. sehingga kejelian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik. tetapi instruksi singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Begitu juga. sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. menari. dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Sebagai konsekuensi teori ini. Gaya Belajar dan Multiple Intelligences PADA dasarnya. Tidak setiap mata pelajaran bisa memakai metode ini. suka mengulangi dan harus dibiasakan. Guru tidak banyak memberi ceramah. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. spontanitas. Murid hanya mendengarkan denga tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. menggunakan komputer. mengetik. guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. bersifaat mekanistik.5. Kesalahan harus segera diperbaiki. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Murid dipandang pasif . para guru yang menggunakan paradigma behaviorisme akan menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. perlu motivasi dari luar. berenang. kelenturan. komunikasi berlangsung satu arah. Kritik ini sangat tidak berdasar karena penggunaan teori behavioristik mempunyai persyartan tertentu sesuai dengan ciri yang dimunculkannya. bagi siswa harus dapat menerima informasi yang disampaikan oleh gurunya secara baik pula –yang selanjutnya saya sebut sebagai gaya belajar. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa. Chatib (2009:100-101) menjelaskan pada dasarnya gaya mengajar adalah strategi transfer informasi yang diberikan oleh . Penerapan teori behaviroristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai central. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan 7. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk perolehan kemampaun yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya 6. Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

Sumber Belajar dan Alat Pelajaran Pengertian Sumber Belajar Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian. setiap guru harus menyesuaikan gayanya dalam mengajar dengan gaya belajar siswanya yang diketahui dari Multiple Intelligences Research (MIR). ternyata gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Sebagai guru. Siswa lain mungkin menemukan bahwa mereka menggunakan gaya yang berbeda dalam situasi yang berbeda. siswa bisa belajar dengan cara lain. karena model pembelajarannya didesain berlandaskan pada gaya belajar dan kecerdasan yang ada pada masing-masing siswa. Selain itu. (Silvana. perlu untuk mengetahui gaya belajar siswa. 2010). terutama jika metode mengajar yang dipilih digunakan lebih cocok gaya belajar yang disukai mereka. Guru harus mampu membantu mereka untuk memaksimalkan dan menggunakan gaya belajar mereka.guru kepada siswanya. mulai dari skala tertinggi sampai terendah. kiranya penting untuk diperhatikan bagi para guru untuk memahami keragamaan gaya belajar siswa ini. seharusnya setiap guru memiliki data tentang gaya belajar siswanya masing-masing. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. 2010) Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sebuah gaya belajar siswa dinilai atau diriset sebelum proses pembelajaran dimulai. Sedangkan gaya belajar adalah bagaimana sebuah informasi dapat diterima dengan baik oleh siswa. Setiap guru akan masuk ke dunia siswa sehingga siswa merasa nyaman dan tidak berhadapan dengan risiko kegagalan dalam proses belajar. Dalam pengajaran tradisional guru sering hanya menetapkan buku teks sebagai sumber belajar. guru perlu menyampaikan informasi dengan menggunakan gaya mengajar yang berbeda. yaitu masuk ke dunia siswa. maka akan terbaca kecenderungan kecerdasan dan gaya belajarnya. Kemudian. tetapi guru sebaiknya memanfaatkan sumber lain . Conner (2008:1) menyatakan bahwa gaya belajar siswa mengacu pada cara siswa memilih untuk menerima atau memproses informasi baru. Dalam proses pembelajaran yang dianggap modern maka sumber belajar tidak hanya buku saja. Beberapa siswa mungkin menemukan bahwa mereka memiliki pilihan gaya belajar atau cara menyelesaikan masalah dengan gaya belajar yang lain. tidak hanya dalam gaya yang disukai mereka. Berpijak pada konsep keragaman gaya belajar dan perbedaan tingkat kecenderungan multiple intelligence siswa mengenai adanya perbedaan individual. Dengan demikian. dan hasilnya digunakan untuk mengarahkan siswa melalui serangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajarnya (Keller. Hasil MIR ini merupakan data yang sangat penting untuk diketahui oleh guru dan siswanya. dan mengembangkan kemampuan yang kurang dominan. diharapkan setiap individu siswa dapat belajar secara menyenangkan. Apabila seseorang diriset dengan MIR. itupun biasanya terbatas hanya dari salah satu buku tertentu saja. Oleh karena itu. Dengan adanya variasi dalam menyampaikan informasi kepada siswa secara keseluruhan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan lebih cepat. Hal ini menurut Bobbi DePorter dinamakan sebagai asas utama quantum learning. Howard Gardner.

Apa sumber belajar itu? Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data. film. setiap guru tidak hanya menentukan tes sebagai alat evaluasi akan tetapi juga menggunakan nontes dalam bentuk tugas misalnya wawancara. laboratorium. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.selain buku wajib. tetapi juga untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan setiap siswa. perpustakaan dan lain sebagainya. Evaluasi merupakan proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipetimbangkan. Evaluasi dalam pembelajaran bukan hanya sekedar untukmengukur keberhasilan siswa dalam pencapaian hasil belajar atua prestasi belajar. Apa fungsi sumber belajar? Sumber belajar memiliki fungsi : 1. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual. . Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar. dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional. misalnya. dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2. dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. majalah. Oleh sebab itu.

Lebih memantapkan pembelajaran. 5.3. 6. dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar. 2. yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan. Memungkinkan belajar secara seketika. Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization). Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas. (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit. yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit. yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. terdapat dua jenis sumber belajar yaitu: 1. (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. 4. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design). Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis. diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran . dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa Ada berapa jenis sumber belajar? Secara garis besarnya.

debat. arca. obeng dan sebagainya. bahan ajar. papan tulis. generator.Dari kedua macam sumber belajar. toko. permainan. (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit. pimpinan lembaga. tokoh karier dan sebagainya. siswa. (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi. instruktur. radio. tokoh masyarakat. candi. Apa kriteria memilih sumber belajar? Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal. cerita rakyat. film. seminar. mesin. alat listrik. kantor dan sebagainya. dongeng. VCD/DVD. percakapan biasa. dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa. pasar. (3) bahan: buku. relief. (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar. simulasi. talk shaw dan sejenisnya. studio. komik. sulit dan langka. Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar? . dan sebagainya (2) orang: guru. (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan. diskusi. motor. (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita. aula. gambar. nara sumber. pemecahan masalah. museum. sarasehan. komputer. dan (6) lingkungan: ruang kelas. dan sebagainya. kebun. (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras. kamera. ahli. perpustakaan. hikayat. transparansi. slides. teman. grafik yang dirancang untuk pembelajaran. televisi. mobil. sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi.

praktek lapangan dan sebagainya. Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar. berkemah. Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan. seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). seperti survey. yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka. karyawisata. maka perlu dilakukan perencanaan.Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam. pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya. Bagaimana prosedur merancang sumber belajar? .

bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas. seperti kertas. yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi.Secara skematik. Padahal dengan berbekal kreativitas. mainan. bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. yang banyak berserakan di sekolah dan rumah. prosedur merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut: Bagaimana mengoptimalkan sumber belajar? Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya. Misalkan. guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Dengan sentuhan . kotak pembungkus.

sehingga siswa “dipaksa” untuk menyewa internet –yang memang ukuran Indonesia pada umumnya-. keterampilan dan atau nilai-nilai akan disampaikan oleh tutor kepada warga belajar. masih dianggap relatif mahal. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Bukankah sekarang ini sudah tersedia paket-paket hemat untuk berinternet yang disediakan para provider? Pengorganisasian Bahan Pengorganisasian bahan belajar sedemikian rupa. Demikian pula. memudahkan warga belajar dalam mempelajarinya. bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga.kreativitas. Kenapa tidak disediakan dan dikelola saja oleh masingmasing sekolah? Mungkin dengan cara difasilitasi oleh sekolah hasilnya akan jauh lebih efektif dan efisien. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas. Pengorganisasian bahan belajar dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran. Setiap bahan belajar yang ingin disampaikan. Materi harus dipilih atas . dan kesamaan tingkat dan lingkup pengalaman antara tutor dan warga belajar Bahan belajar yang berisi pengetahuan. Bahan belajar itu pula yang akan dipelajari oleh warga dalam mencapai tujuan belajar. Belakangan ini di sekolah-sekolah tertentu mulai dikembangkan bentuk pembelajaran dengan menggunakan internet. namun keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal. dibandingkan harus melalui rental ke WarNet. harus dilihat dari ketertarikan warga belajar terhadap materi yang disampaikan. kesesuaian materi dengan kebutuhan warga belajar.

sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan ( Moh. . akan kemampuan dirinya (Dimyati dan Mudjiono. siswa menggunakan kemampuan mentalnya untuk mempelajari bahan belajar. Materi itu pun akan mempengaruhi pertimbangan tutor dalam memilih dan menetapkan teknik pembelajaran. adanya penguatan-penguatan. Dalam proses belajar tesebut. Ketertarikan warga belajar dalam memilih dan mempelajari bahan belajar adalah merupakan manifestasi dari perilaku belajar warga belajar. problem atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh setiap siswa (Uzer Usman dan Lilis Setyawati. Surya. Pengertian MengajarJerome S. dan tingkat kebaharuan dan aktualisasi bahan. Faktor-faktor yang patut dipertimbangkan dalam memilih bahan belajar adalah tingkat kemampuan peserta. Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu tindakan sadar yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan dalam diri mereka atas stimulasi lingkungan dan proses mental mereka sehingga bertambah pengetahuannya. Seorang tutor hendaknya mengetahui faktor-faktor yang patut dipertimbangkan dalam memilih bahan belajar untuk diajarkan. tingkat daya tarik bahan belajar. menyebaban siswa semakin sadar. Ngalim Purwanto dalam bukunya Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (1998: 150) mengemukakan yang dimaksud dengan mengajar ialah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapankecakapan atau keterampilan-keterampilan kepada anak-anak.Siswa mengalami suatu proses belajar. 23). seperti dikutip Tim Penulis Psikologi Pendidikan (1993: 60) ringkasnya mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. keterkaitannya dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh peserta. 2002: 22). 1993: 5). Morgan.pertimbangan sejauh mana peranannya dalam menciptakan situasi untuk penyesuaian perilaku warga belajar di dalam mencapai tujuan belajar yang ditetapkan. Kemampuan-kemampuan kognitif. Adanya informasi tentang sasaran belajar. afektif dan psikomotorik yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi semakin rinci dan menguat. Brunner dalam bukunya Toward a theory of instruction mengemukakan bahwa mengajar adalah menyajikan ide. 1992. Keberhasilan Belajar Mengajar Pengertian Belajar Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. adanya evaluasi dan keberhasilan belajar.

Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila TIK tersebut dapat tercapai. adalah: 1.Indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil. yaitu terjadinya komunikasi dan interaksi manusiawi dengan berbagai aspeknya. dan Tingkatan Keberhasilan Belajar Mengajar Moh Uzer Usman dan Lilis Setyawati dalam buku Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (1993: 7-8) mengemukakan sebagai berikut. Untuk mengetahui tercapai tidaknya TIK. . Tolak Ukur. 2. guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu satuan bahasan kepada siswa. mengajar bukan sekedar proses penyampaian ilmu pengetahuan. Indikator Keberhasilan Indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil. Pengertian Keberhasilan Pengertian. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses balajar mengajar bahan tertentu dalam waktu tertentu Tes Subsumatif Tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu. melainkan mengandung makna yang lebih luas dan kompleks. bertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap anak didik untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar anak didik. Daya serap terhadap bahan pelajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi.Jadi. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil. Hasil tes ini digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor Tes Sumatif Tes ini dilakukan untuk mengukur daya serap anak didik terhadap bahan pokokpokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester atau dua tahun pelajaran. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/ TIK telah dicapai siswa baik individu maupun klasikal Namun yang banyak dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari keduanya adalah daya serap siswa terhadap pelajaran Penilaian keberhasilan Tes prestasi belajar dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan dan dapat digolongkan kedalam jenis penilaian sebagai berikut : Tes Formatif Penilaian ini digunakan untuk menguur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap anak didik terhadap pokok bahasan tersebut. baik secara individu maupun kelompok. setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filosofinya.

Kurang : apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 75% dikuasai siswa. kita dapat menggunakan tingkat acuan sebagai berikut: 1. Hasil tes ini daigunakan untuk kenaikan kelas. menyusun rangking atau sebagai ukuran mutu sekolah Tingkat Keberhasilan Untuk mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap proses belajar yang telah dilakukannya dan sekaligus juga untuk mengetahui keberhasilan mengajar guru. Program Perbaikan Tingkat keberhasilan proses mengajar dapat ddigunakan dalam berbagai usaha antara lain dengan kelangsungan proses belajar mengajar itu sendiri.Tes ini bertujuan untuk menetapkan tingkat atau taraf keberhasilan belajar anak didik dalam suatu periode belajar tertentu. maka dapat dilanjutkan ke proses belajar untuk pokok bahasan yang baru 2. hukum atau ketentuan penyusunan tes Pengajaran perbaikan mengandung kegiatan-kegiatan sebagai berikut : • Mengulang pokok bahasan seluruhnya • Mengulang bagian dari pokok bahasan yang hendak dikuasai • Memecahkan masalah atau menyelesaikan soal-soal bersama • Memberi tugas-tugas khusus Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Faktor – Tujuan faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut adalah : . maka proses belajar mengajar berikutnya adalah perbaikan Pengukuran tentang tingkatan keberhasilan proses mengajar sangat penting karena itu pengukuran harus betul-betul : • Syahih ( Valid ) • Andal ( reliable) dan • Lugas ( Objective) Hal ini dapat tercapai apabila alat ukurnya disusun berdasarkan kaidah. Baik sekali/ optimal: apabila sebagian besar (85% s/d 94%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai siswa. Istimewa / maksimal: apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat dikuasai siswa. aturan. 2. 3. optimal atau maksimal. Apabila 75 % anak didik kurang (dibawah taraf minimal ) dalam mencapai tingkat keberhasilan . Baik / minimal: apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 75% s/d 84% dikuasai siswa 4. Ada dua point yang dapat dilihat dari hasil tingkat keberhasilan proses belajar mengajar : 1. Proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa atau unjuk kerja siswa . Apabila 75 % anak didik yang mengikuti proses belajar mengajar mencapai tingkat keberhasilan minimal.

Tujuan adalah pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Karena prosesnya berbeda. Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar yaitu : • Kepribadian Hal ini akan mempengaruhi pola kepemimpinan yang guru perlihatkan ketika melaksanakan tugas didalam kelas • Pandangan terhadap anak didik Proses belajar dari guru yang memandang anak didik sebagai mahluk individual dengan yang memiliki pandangan anak didik sebagai mahluk sosial akan berbeda. TIK harus dirumuskan secara operasional dengan memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu : • Secara Spesifik menyatakan perilaku yang akan dicapai • Membatasi dalam keadaan mana perubahan perilaku diharapkan dapat terjadi (kondisi perilaku) • Menyatakan kriteria perubahan perilaku secara spesifik. dan dirumuskan dalah TIK ( Tujuan Instruksional Khusus) sedangkan TIU (Tujuan Instruksional Umum ) yang sudah tersedia didalam GBPP. Tingkat kesulitan yang ditemukan guru semakin berkurang pada aspek tertentu seiring dengan bertambahnya pengalamannya Guru yang bukan berlatar belakang pendidikan keguruan dan ditambah tidak berpengalaman mengajar . artinya menggambarkan standar minimal perilaku yang dapat diterima sebagai hasil yang dicapai. Guru dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas. Contoh rumusan TIK berdasarkan ciri-ciri dan indikator terpilih adalah Tujuan menguasai Aspek Kebahasaan . akan banyak menemukan masalah dikelas. Oleh sebab itu. karena ia sudah dibekali dengan seperangkat teori sebagai pendukung pengabdiannya. • Latar belakang dan Pengalaman guru Guru pemula dengan latar belakang pendidikan kegurua lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Perumusan tujuan menentukan kepastian dari perjalanan proses belajar mengajar Guru diwajibkan untuk merumuskan tujuan pembelajarannya agar dapat tercapai sasaran dalam setiap kegiatan belajar mengajar. maka perbuatan TIK harus berpedoman padaTIU. TIK adalah wakil dari TIU.. Indikator suatu TIU banyak namun handaknya dipilih yang betul-betul penting sehingga dapat mewakili TIU. untuk menjembatinya dibuat program Akta 4 dan Akta 5. hasil proses belajarnya pun akan berbeda. Dapat diilustrasikan sebagai berikut: Berdasarkan pada indikator terpilih tersebut diatas dapat dirumuskan sejumlah TIK dari TIU yang bersangkutan. Siswa mampu membuat kalimat Simple Present minimal 10 kata kerja dengan tepat dan benar Bila TPK tersebut dianalisa dapat diketahui unsur – unsur berikut : • Audience : Siswa • Behaviour : Dapat membuat kalimat Simple Present • Condition : Dengan menggunakan 10 kata kerja • Degree : Dengan tepat dan benar Guru Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah dan orang yang berpengalaman dalm bidang profesinya. Anak Didik .

o Gaya mengajar teknologis. Banyak sedikitnya jumlah anak didik dikelas akan mempengaruhi pengelolaan kelas. minimal (baik) dan kurang untuk setiap bahan yang dikuasai anak didik. . anak didik yang belajar. Guru yang mengajar. • Gaya mengajar personalisasi dan • Gaya mengajar interaksional Ada 3 aspek yang dapat dilihat dari kegiatan pengajaran untuk keberhasilan belajar mengajar yaitu: • Gaya mengajar guru o Gaya mengajar klasik. tetapi bisa lebih dari dua rumusan. Kegiatan Pengajaran Pola umum kegiatan pengajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dengan bahan pelajaran sebagai perantaranya.Adalah orang yang dengan sengaja datang ke sekolah. Jarang guru menggunakan 1 metode dalam melaksanakan pengajaran . manja dam sebagainya. dapat dibedakan 4 macam yaitu • Gaya mengajar klasik. Gaya mengajar guru mempengaruhi gaya belajar anak didik. aktif. Dari penjelasan diatas. hal ini disebabkan rumusan tujuan yang dibuat guru tidak hanya satu. Hal ini sebagai bukti bahwa tingkat penguasaan anak terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. karena itu dikenallah tingkat keberhasilan maksimal (istimewa). keras kepala. Anak yang dengan ciri-ciri mereka masing-masing berkumpul di dalam kelas dan yang mengumpulkan tentu saja guru atau pengelola sekolah. kreatif . • Gaya mengajar teknologis. Angka-angka dirapor menunjukkan bukti nyata dari keberhasilan belajar mengajar. diketahui kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh guru mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Aspek dari anak didik yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar adalah : • Psikologis anak didik • Biologis anak didik • Intelektual anak didik • Kesenangan terhadap pelajaran Hal diatas yang menyebabkan perbedaan karakteristik anak didik . 59). Optimal ( baik sekali ). Gaya mengajar menurut Muhammad Ali ( 1992. Orang tuanya memepercayakan guru untuk mendididik mereka agar menjadi orang yang berilmu pengetahuan di kemudian hari. misalnya pendiam. o Gaya mengajar personalisasi dan o Gaya mengajar interaksional • Pendekatan guru o Pendekatan individual Guru berusaha memahami anak didik dengan segala persamaan dan perbedaannya o Pendekatan kelompok Berusah memahami anak didik sebagai mahluk sosial Perpaduan kedua pendekatan ini akan menghasilkan hasil belajar mengajar yang lebih baik • Strategi penggunaan metode Penggunaan strategi belajar dapat digunakan lebih dari 1 meetde pengajaran misalnya penggunaan metode Ceramah dengan metode Tanya jawab untuk mata pelajaan IPS..

Alat tes dalam bentuk essay dapat mengurangi sikap dan tindakan spekulasi pada anak didik sebab alat tes ini hanya dapat dikjawab bila anak didik betul-betul menguasai bahan pelajaran dengan baik. Jadi kesanalah rujukan standar penilaian itu. Suasana Evaluasi Faktor suasana evaluasi merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Benar Salah dan Pilihan Ganda adalah bagian dari tes objectif artinya objektif dalam hal pengoreksian tapi belum tentu objektif dalam jawaban yang dilakukan anak didik. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antra seseorang . Bila alat tes itu tidak valid dan tidak reliable . • Gaya mengajar personalisasi dan • Gaya mengajar interaksional Bahan dan Alat Evaluasi Bahan evaluasi adalah suatu bahan yang terdapat didalam kurikulum yang sudah dipelajari oleh anak didik guna kepentingan ulangan. Hal yang perlu dalam suasana evaluasi adalah • Pelaksanaan evaluasi biasanya dilaksanakan di dalam kelas • Semua murid dibagi menurut tingkatan masing-masing • Besar sedikitnya anak didik dalam kelas • Berlaku jujur . 59). Karena sifat alat ini mengharuskan anak didik memilih jawaban yang sudah disediakan dan tidak ada alternatif lain diluar alternatif itu. dan kemudian guru akan membuat item-item soal evaluasi dengan perencanaan yang sistemastis dan dengan penggunaan alat evaluasi. oleh sebab itu guru sudah menggabungkan lebih dari satu alat evaluasi. Alat evaluasi yang umum digunakan adalah : • Benar – Salah ( True – False) • Pilihan Ganda ( Multiple Choice) • Menjodohkan ( Matching) • Melengkapi ( Completion ) dan • Essay Masing – masing alat evaluasi itu mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Ada waktu yang harus ditempuh dalam menyelesaikan buku paket tersebut misalnya 1 semester . Untuk tes objektif mempunyai rumus penilaian masing-masing.Gaya mengajar menurut Muhammad Ali ( 1992. Penggunaan Media Sumber Belajar Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Kelmahannya terletak pada pengusaan anak didik terhadap bahan pelajaran bersifat semuatau samar-samar. pengambilan sikap untung – untungan daripada tidak diisi Pembuatan item soal dengan memakai alat tes objektif dapat menampung hampir semua bahan pelajaran yang sudah dipelajari oleh anak didik dalam satu semester. • Gaya mengajar teknologis. maka tidak dapat dipercaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar mengajar. bukan membuat rumus penilaian yang cenderung mendatangkan sikap dan tindakan spekulatif pada anak didik Berbagai permasalahan yang telah diuraikan tersebut mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. dapat dibedakan 4 macam yaitu • Gaya mengajar klasik. baik guru maupun anak didik selama evaluasi tersebut. maka bila anak didik tidak bisa menjawab dia cenderung melakukan tindakan spekulasi. Bahan pelajaran biasanya sudah dikemas dalam bentuk buku paket.

Gerlach & Ely 1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia. Media pembelajaran di sekolah digunakan dengan tujuan antara lain sebagai berikut : 2. Suatu yang sudah nyata bahwa media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Perantara media tidak akan terlihat bila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dari tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. 2. 3. . Perkembahang ilmu pengetahuan dan teknolohi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam prose belajar mengajar. media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. keterampilan dan sikap. karena apabila ada ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. 6. Memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep. Hamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide gagasan atau pendapat sehingga ide. AECT (Association of Education and Communication Technology ) 1977. hal ini disebabkan oleh keinginan guru untuk membantu dalam menyampaikan bahan pelajaran. prinsip. Fleming . gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. (1987 : 234) mediator adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. dan juga dituntut untuk dapat mengembangkan ketrerampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. yang berari ” perantara” atau ”pengantar” .dengan lingkungannya. Ada beberapa para ahli diantaranya : 1. Pengertian Media Kata Mdia berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak darui kata ”medium:. Oleh sebab itu belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. dan ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat bahan ajar. Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran Media sebagai Alat bantu 1. materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan . Heinich dan kawan-kawan (1982) medium sebagai perantara yang mengantarkan informasi antara sumber dan penerima 5. Para guru dituntut agar mampu mengunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah. Hamalik ( 1986). hasil dari belajar adalah perubahan sikap pada diri orang tersebut. Dalam hal ini mediator media menunjukkan fungsi atau perannya yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar – siswa dan isi pelajaran 4. hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi Dalam proses belajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.

Alam lingkungan dan Media pendidikan Media pendidikan sebagai salah satu sumber ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik serta diakui sebagai alat bantu auditif. 4. Macam-macam Media Meda yang telah dikenal tidak hanya terdiri dari dua jenis tetapi disa dilihat dari jenisnya yaitu : Dilihat dari Jenisnya. . Kadang anjuran menggunakan media sukar dilaksanakan karena dana yang terbatas untuk membelinya. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan . Udin Saripudin dan Winataputra ( 1995. menyimpan. Contoh : Radio. Guru yang pandai menggunakan media adalah guru yang bisa memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan kepada anak didik sebagai proses belajar mengajar. Memperjelas informasi atau pesan pembelajaran. di pedesaan dan sebagainya. Meningkatkan kualitas belajar mengajar. 7. tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional dan kompetensi guru itu sendiri. merekam. 4. Buku / perpustakaan Media massa. Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik. Media sebagai Sumber Belajar Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali terdapat dimana-mana. Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu. melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek Ciri Manipulatif ( Manipulative Property) Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording karena bisa diedit dan yang diambil hanya bagian-bagian penting saja Ciri Distributif ( Distributive Property) Memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan memalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. 5. di pusat kota. Manusia. di halaman. 6. Gerlach & Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan sebab media digunakan : Ciri Fiksatif ( Fixative Property) Menggambarkan kemampuan media. 2. 5. di sekolah. Media Auditif Adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat dan motivasi peserta didik untuk belajar. 65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori yaitu : 1. 3. Media dibagi kedalam: a. visual dan audiovisual.3. untuk itu seorang guru harus kreatif dengan membuat media pendidikan yang sederhana selama menunjang tercapainya tujuan pengajaran.

cara pembuatanya mudah dan penggunaanya tidak sulit. apabila mengunakan media guru harus mmepertimbangkan jenis dan karakteristik yang tepat untuk menunjang pencapaian tujuan pengajaran. masyarakat pedesaan. ii. Dilihat dari Bahan Pembuatannya a. Media untuk Pengajaran Individual Penggunaannya hanya untuk seorang diri misalnya modul berprogram dan pengajaran melalui komputer. b. Pembagian lain dari media ini adalah • Audiovisual Murni Yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti film video-cassette • Audiovisual Tidak Murni Yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari tape recorder Dilihat dari daya Liputnya . Tuna rungu Tuna netra. Media Audiovisual Adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. sound slide. Media dengan Daya Liput Luas dan Serentak Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu sama. film bisu dan film kartun c. piringan hitam Media ini tidak cocok untuk oran tuli atau yang bermasalah dengan pendengaran b. Prinsip-prinsip pemilihan dan Penggunaan Media Drs Sudirman N ( 1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibagi dalam tiga kategori yaitu : 1) Tujuan Pemilihan Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas misalnya sasaran seperti anak TK. Media Sederhana Bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah. Audiovisual Diam Yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti bingkai suara (sound slide). Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti slide foto. perkotaan. sulit membuatnya dan penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai. Contoh : Radio dan Televisi b. Media dengan Daya Liput yang Terbatas oleh Ruang dan Tempat Dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film. dan Media ini dibagi kedalam ” i.SMU. Strip (film rangkai). Jenis media ini lebih baik dibandingkan kedua jenis media yang pertama dan kedua.Cassette recorder. c. SD SMP. Media Kompleks Adalah media yang bahan dan alat pembuatanya sulit diperoleh serta mahal harganya . Oleh sebab itu . . Audiovisual Gerak Yaitu medi yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yangbergerak seperi film suara dan video cassette. film rangkai yang harus menngunakan tempat yang tertutup dan gelap. Media Visual Adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan . Tujuan pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media. lukisam. Film rangkai suara dan cetak suara. Media dibagi dalam: a. gambar .

Penerapan Prinsip prinsip menurut Dr nana Sudjana (1991 :104) yang harus diperhatikan agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik adalah : 1. Artinya memperhitungkan penggunaan media tersebut telah sesuai dengan tingkat kematangan / kemampuan anak didik 3. baik di sekolah. sebagai pengajar dan pendidik . guru akan mengahadapi kesulitan dan cenderang bersikap spekulatif. Tujuan Pembelajaran 4. Artinya sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan 2. di dalam keluarga. Persiapan sebelum belajar 6. 1997: 108). Dari segi teori belajar prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah : 1. Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu. Disekolah guru berperan sebagai perancang atau perencana. 4. Umpan Balik 9. Menentukan jenis media dengan tepat. sedangkan apabila kurang memahami karateristik media tersebut. Peranan guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa. Organisasi isi 5. Perbedaan Individual siswa 3. tempat dan situasi yang tepat. Menyajikan media dengan tepat Artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan. ia harus menunjukkan perilaku yang layak (bisa dijadikan teladan oleh siswanya).tempat serta kondisi lingkungan saat media mengajar digunakan. Berdasarkan kedudukannya sebagai guru.waktu dan sarana yang ada. yakni sebagai guru. Teknik-teknik Balik Memancing Mendapatkan Appersepsi Anak Umpan Didik Sebelum saya membahas masalah bagaimana cara memancing apersepsi anak didik. dan di dalam masyarakat. Latihan dan Pengulangan 11. Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat. pengelola pengajaran dan pengelola hasil pembelajaran siswa. Penguatan (Reinforcement) 10. Emosi siswa 7. bahan metode. saya akan membahas masalah peranan guru. Peranan guru artinya keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru (Surya. Artinya Waktu .2) Karakteristik Media Pengajaran Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan pada guru untuk menggunakan berbagai jenis media pengajaran secara variasi. Motivasi siswa 2. Partisipasi 8. Tuntutan masyarakat . 3) Alternatif Pilihan Memilih artinya proses membuat keputusan dari berbagai alternatif pilihan. Guru mempunyai peranan yang amat luas.

keberhasilannya akan sangat tergantung dari pemanfaatan potensi yang dia miliki. bilamana pengajar menyadari pentingnya umpan balik. Hal yang paling penting adalah sejauh mana uraian yang diberikan dapat diterima secara jelas oleh murid. Sering kali cara demikian tidak mungkin terlaksana. Dan dari sini kiranya saya telah mengetahui bahwa ada berbagai macam bentuk umpan balik. PESERTA DIDIK Peserta didik adalah Sang Anak yang merupakan milik Sang Pencipta dan milik dirinya sendiri. Terlihat pada waktu ujian bahwa murid belum mengerti secara baik bahan yang diajarkan. Oleh karena itu pada setiap awal kegiatan guru berkewajiban memberi penjelasan kepada peserta didik tentang apa dan untuk apa materi pelajaran itu harus mereka pelajari serta apa keuntungan yang akan mereka peroleh. Maka pengajaran yang ia berikan akan menjadi lebih efektif. Selain itu murid atau mahasisiwa juga diberi kesempatan untuk memeriksa diri sampai di mana mereka mengerti bahan tersebut. karena memerlukan waktu cukup banyak. merupakan faktor penting yang akan meningkatkan partisipasi aktif peserta didik. Sehingga mereka dapat melengkapi pengertian-pengertian yang belum lengkap. serta dimulai dan pola pandang bahwa peserta didik adalah manusia-manusia cerdas berpotensi. . Peserta didik akan aktif dalam kegiatan belajarnya bila ada motivasi. Pilihan tentu saja paling tergantung pada pengajar yang bersangkutan sendiri. Setelah seluruh kursus atau seluruh rangkaian pelajaran selesai diberikan. 2005: 152). karena itu salah satu cara memancing apersepasi anak didik. baik itu motivasi ekstrinsik maupun instrinsik. antara lain : Penampilan guru yang hangat dan menumbuhkan partisipasi positif Sikap guru tampil hangat. Beberapa hal yang dapat merangsang tumbuhnya motivasi belajar aktif pada diri peserta didik. Karenanya keaktifan peserta didik dalam menjalani proses belajar mengajar merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Sebaliknya. penuh percaya diri dan antusias.Umpan balik tidak sama dengan penilaian. bersemangat. Karena itu hendaknya seorang guru dapat selalu menunjukkan keseriusannya terhadap pelaksanaan proses. Sejauh mana bahan yang telah diterangkan dapat mereka mengerti. Namun kadang kala cara tersebut dapat sangat bermanfaat. intelektual dan sosial lebih tinggi daripada yang dituntut dari orang dewasa lainnya. Itulah tadi bentuk-bentuk umpan balik yang dimaksudkan untuk melihat.khususunya siswa dari guru dalam aspek etis. Pada umumnya pengajar kurang memikirkan perlunya mengadakan umpan balik seperti itu. serta dapat meyakinkan bahwa materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan merupakan hal yang sangat penting bagi peserta didik. maka mereka akan terdorong untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara aktif. Dan itu berarti suatu keterlambatan. Bila tampilan guru sudah tidak bersemangat maka jangan harap akan tumbuh sikap aktif pada diri peserta didik. sehingga akan tumbuh minat yang kuat pada diri para peserta didik yang bersangkutan. Segala bentuk penampilan guru akan membias mewarnai sikap para peserta didiknya. Umpan balik hanya dimaksudkan untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dibahas. (Tohirin. Peserta didik mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran Bila peserta didik telah mengetahui tujuan dari pembelajaran yang sedang mereka ikuti. Selain itu hendaknya guru tidak lupa untuk mengadakan kesepakatan bersama dengan para peserta didiknya mengenai tata tertib belajar yang berlaku agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Sejauh mana suatu penjelasan dapat tersampaikan secara baik.

Hasil penilaiannya diumumkan secara terbuka atau yang lebih baik dibuatkan daftar kemajuan hasil belajar yang ditempel di kelas.Adanya prinsip pengakuan penuh atas pribadi setiap peserta didik Agar kesadaran akan potensi. dan hal itu akan memperlemah semangat belajar. Sekiranya tersedia dianjurkan penggunaan media pembelajaran sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat lebih efektif. D. tidak selalu harus di dalam kelas. Penilaian hasil belajar yang tidak serius akan sangat mengecewakan peserta didik. pendapat atau gagasan. Dari daftar kemajuan belajar tersebut setiap peserta didik dapat melihat prestasi mereka masing-masing tahap per tahap. dan lain-lain. mengajak peserta didik yang lain memberikan selamat atau tepuk tangan. Jenis kegiatan Pembelajaran menarik atau menyenangkan dan menantang Agar peserta didik dapat tetap aktif dalam mengikuti kegiatan atau melaksanakan tugas pemebelajaran perlu dipilih jenis kegiatan atau tugas yang sifatnya menarik atau menyenangkan bagi peserta didik di samping juga bersifat menantang. Pelaksanaan kegiatan hendaknya bervariasi. di jenjang sekolah dasar antara lain dilakukan belajar sambil bernyanyi atau belajar sambil bermain. sesuai dengan ketentuannya. peran siswa dalam kelompok dapat beragam dan beberapa keputusan tentang peran ini dapat dibuat oleh siswa-siswa Memanfaatkan Teknik Alat Bantu yang Akseptable Ada beberapa macam alat Bantu yang dapat diterima oleh siswa. agar kegiatan penilaian ini dapat membangun semangat belajar para peserta didik maka hendaknya dilakukan serius. teliti dan terbuka. memajang hasil karyanya di kelas atau bentuk penghargaan lainnya. agar mereka mudah memahami pelajaran diantaranya adalah: 1. Penerapan model œbelajar sambil bekerja• (learning by doing) sangat dianjurkan. antara lain dengan mengumumkan hasil prestasi. jangan sampai faktor itu memperlunak semangat dan keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar. dan percaya diri pada diri peserta didik dapat terus tumbuh. sehingga hasilnya dapat obyektif. Dan yang penting lagi guru hendaknya rajin memberikan apresiasi atau pujian bagi para peserta didik. diberikan tugas yang dikerjakan di luar kelas seperti di perpustakaan. obyektif.kelompok itu kecil (dua sampai tiga siswa) dan guru menetapkan anggota kelompok tugas itu dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat saja tugas itu sederhana perintahperintah jelas dan diberikan selangkah-demi-selangkah guru perlu menyediakan sumber belajar guru menerangkan dengan jelas peran setiap siswa di dalam kelompok penilaian bersifat informal dan guru perlu membahas dan mendiskusikan tugas itu dengan siswa Hal penting dari tugas ini adalah belajar bekerjasama. maupun keberadaannya perlu diperhatikan dan dihargai. Penilaian hasil belajar dilakukan serius. maka guru boleh menetapkan tugas masing-masing anggota kelompok dengan mempertim-bangkan beberapa hal seperti.Jika siswa belum biasa bekerja efektif dalam kelompok.Begitu pula halnya dengan faktor situasi dan kondisi lingkungan yang juga penting untuk diperhatikan.Adanya konsistensi dalam penerapan aturan atau perlakuan oleh guru di dalam proses belajar mengajar. Sehingga kemampuan individu. Karena itu. eksistensi. jangan sampai terjadi manipulasi. AUDIO VERBAL . Untuk lebih mengaktifkan peserta didik secara merata dapat diterapkan pemberian tugas pembelajaran secara individu atau kelompok belajar (group learning) yang didukung adanya fasilitas/sumber belajar yang cukup. maka guru berkewajiban menjaga situasi interaksi agar dapat berlangsung dengan berlandaskan prinsip pengakuan atas pribadi setiap individu.

1982: 45) Dalam mengelola kegiatan pembelajaran.apa yang dikemukakan diatas merupakan usaha uantuk mempertinggi mutu mengajar agar murid-murid dapat memahami apa yang diajarkan tanpa komunikasi yang baik antara guru dan murid proses mengajar-belajar tidak akan berjalan dengan efektif. dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran ini guru perlu memiliki kemampuan merancang pertanyaan produktif dan mampu menyajikan pertanyaan sehingga memungkinkan semua siswa terlibat baik secara mental maupun secara fisik. atau kalau terpaksa perlu berceramah cukup antara 20 – 25 menit saja dan diselingi dengan kegiatan yang mendorong Lihat – Raba – Bau – Rasa. Guru terbiasa menggunakan cara audio-verbal dalam bentuk ceramah. seperti buku. akan sangat membantu kalau dikemas dalam suatu cerita tayangan hidup yang menyentuh dimensi emosi dan perasaan. modul dan lain-lain. Alat audio visual dapat membantu anak-anak belajar dengan menyajikan dalam bentuk yang kongkrit. di samping buku pelajaran ada buku kerja untuk membantu murid mengenang dan mengelolah buah pikiran pokok dari buku pelajaran. Kalau keadaan ini berkelanjutan. (Brooks. (Nazulia. Pada keadaan ini. film strip. Pengalaman belajar berupa eksperimen dalam laboratorium bermanfaat sekali untuk memahami ide atau pengartian yang sulit. W.G. guru harus mengurangi cara ini. siswa senantiasa diam-pasif sambil mendengarkan penjelasan guru. J. VISUALILASI VERBAL Tak semua murid sanggup belajar dengan cara verbal yang abstrak. Sekalipun terdapat komunikasi yang baik masih dapat diharapkan bahwa selalu terdapat kekurang pahaman. model-model. Akan tetapi tak semua bahan harus disampaikan secara kongkrit. Materi yang diceramahkan pun perlu kontekstual dengan pengalaman sebagian besar siswa. dan lain memepermudah pengertian tentang konsep dan proses tertentu. Inti dari penyediaan tugas menantang ini adalah penyediaan seperangkat pertanyaan yang mendorong siswa bernalar atau melakukan kegiatan ilmiah. peristiwa belajar cenderung tidak berlangsung. cara ini lebih mudah menjadi pengalaman belajar kalau sajian tayangan mengandung unsur cerita yang berkaitan dengan pengalaman dan imajinasi siswa. sebagai hasil belajar. hendaknya ada beberapa buku yang harus dimiliki dalam satu pelajaran karena dalam buku yang satu mungkin lebih jelas dan mudah dipahami dalam buku yang lain. Kekurangan atau kelemahan cara ini adalah ada sebagian siswa tidak mudah untuk menyamakan informasi yang diceramahkan guru dengan pengetahuan awal siswa. Untuk mengatasinya.Cara ini menyajikan contoh situasi nyata atau contoh situasi buatan dalam sajian tayangan hidup (film). Film. 1987: 12) Buku pelajaran. Karena itu. Kebanyakan pelajar dapat dan harus disampaikan secara verbal akan tetapi untuk bagian-bagian tertentu alat audio-visual atau alat intruksional pada umumnya sangat berguna untuk mempermudah dan memepercepat pemahaman bagi murid-murid tertentu. Media cetak. penyediaan pertanyaan yang mendorong berpikir dan . sedikitnya ada tiga hal strategis yang perlu dikuasai guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran yaitu. guru perlu merencanakan tugas dan alat belajar yang menantang. M. Tentu saja. tak semua sama baiknya. ( Harlen. & Brooks. 1993: 9) 2. dan penyediaan program penilaian yang memungkinkan semua siswa mampu ˜unjuk kemampuan/ mendemonstrasikan kinerja (performance).G. Pencapaian kompetensi tentang sikap/attitude seperti pada mata pengajaran Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama. Alat audiovisual diperlukan untuk membantu mereka. Buku kerja.Dengan demikian. pemberian umpan balik.

Penyediaan Pertanyaan yang Mendorong Siswa Berpikir dan Berproduksi Alat mengajar yang paling murah tetapi ampuh adalah bertanya. Pertanyaan dapat membuat siswa berpikir. .berproduksi. percobaan. dan penyediaan penilaian yang memberi peluang semua siswa mampu melakukan unjuk-perbuatan. atau penyelidikan. penyediaan umpan balik yang bermakna. Merangsang berpikir dalam arti ˜merangsang siswa menggunakan gagasan sendiri dalam menjawabnya bukan mengulangi gagasan yang sudah dikemukakan guru. dan imajinatif. maka tujuan bertanya hendaknya lebih pada ‘merangsang siswa berpikir’. Apa perbedaan gerak bekicot di lantai licin dengan di lantai kasar? Berapa banyak biji buah pepaya ini? Imajinatif / Interpretatif Pertanyaan yang jawaban nya diluar benda / gambar / kejadian yang diamati (Diperlihatkan gambar gadis termenung di pinggir laut) Apa yang dipikirkan gadis itu? Mengapa ia berdiri di situ? Menggunakan Metode yang Bervariasi Dengan cara mengajar yang biasa guru tidak akan mencapai penguasaan tuntas oleh murid. Apa tujuan Saudara sebagai guru bertanya kepada siswa? Tujuan bertanya Mengharap jawaban benar? Seberapa besar kemungkinan siswa menjawab jika mereka tidak yakin jawabannya benar? Merangsang siswa berpikir dan berbuat? Akibatnya siswa sering tak berani menjawab pertanyaan guru sekalipun jawabannya mudah jika salah satu tujuan mengajar adalah mengembangkan potensi siswa untuk berpikir. Usaha guru itu harus di Bantu dengan mengunakan bantuan seperti “feedback― atau umpan balik yang terperinci kepada guru maupun murid. Kategori Arti Contoh Terbuka Pertanyaan yang memiliki lebih dari satu jawaban benar Mengapa Ibukota Indonesia Jakarta ? Apa yang akan terjadi jika di kota besar tidak ada pemulung sampah? Produktif Pertanyaan yang hanya dapat dijawab melalui pengamatan. terbuka. Pertanyaan ini dapat digunakan untuk tujuan merangsang siswa berpikir. Kategori pertanyaan yang termasuk jenis pertanyaan ini antara lain pertanyaan produktif.

Bantuan tutor. sangat banyak data psikologis. Penggunaan metode kuesioner dalam riset-riset pendidikan termasuk pendidikan islam dan psikologi pembelajran Pendidikan Agama Islam. biasa cara belajar yang digunakan oleh murid lebih mudah ditangkap oleh murid lain. seperti data pendengaran siswa. dari pada guru. Sebaiknya orang itu jangan gurunya sendiri sehingga ia dapt memberi bantuan dengan cara yang lain dari pada guru itu. Feedback atau umpan balik diberikan melalui test-test formatif. dapat memanfaatkan berbagai metode tertentu seperti: 1. belajar atau saling membantu dalam pelajaran. Jadi tutor harus mendidik anak agar dapat belajar sendiri. Teknik pelaksanaan metode eksperimen dengan menyesuaikan data yang akan diangkat. Banyak sekali metode-metode yang dapat digunakan dalam menimbulkan feedback antara lain: 1. Berkaitan dengan psikologi belajar. ini juga merupakan bantuan agar murid menguasai bahan pelajaran melalui langkah-langkah pendek. Data itu bisa dikumpulkn dengan berbagai cara Riset-riset psikologi berkenaan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. metode serimg dipahami sebagai cara atau jalan yang ditempuh seseorang dalam melakuan suatu kegiatan. 2. Suatu satuan pelajaran misalnya meliputi bahan pelajaran satu baba atau buku yang dapat dikuasai dalam waktu satu atau dua minggu. 3. Merid sering lebih paham akan apa yang disampaikan oleh temannya. Maka memanfaatkan batuan murid dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran. yaitu orang yang dapat membantu murid secara individual. Pelajaran beprogram. 2002: 25) Secara singkat dan umum. metode eksperimen merupakan serangkaian percobaan yang dilakukan eksperimenter di dalam laboratorium atau ruang tertentu lainnya. Di dalam proses pembelajaran. Hendaknya di usahakan agar murid selekas mungkin dapat membebaskan diri dari bantuan tutor. 2. penglihatan siswa dan gerak mata siswa ketika sedang membaca. Test formatif itu bersifat diagnostik dan serentak menunjukan kemajuan atau keberhasilan anak. Metode Studi KasusRiset Psikologi Pembelajaran Pendidkan Agama Islam selain menggunakan metode studi kasus. metode-metode tertentu untuk memgumpulkan berbagai data dan informasi penting yang bersifat psikologis dan berkaitan dengan kegiatan proses pembelajaran. Belajar kelompok. termasuk psikologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. termasuk proses pembelajaran pendidikan agama Islam. Mula-mula bahan pelajaran di bagi dalam satuan-satuan pelajaran. Selain itu eksperimen dapat pula digunakan untuk mengukur kecepatan bereaksi seorang peserta didik terhadap stimulus tertentu dalam proses belajar. Studi kasus (Icase study) dalam kakian psikologi merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan untuk . Pada prinsipnya. (Syaipul Bahri Djamarah.sumber dan metode-metode pengajaran tamabahan di mana saja diperlukan usaha tambahan itu dimaksud untuk memperbaiki mutu pengajaran dan meningkatkan kemampuan anak memahami apa yang diajarkan dan dengan demikian mengurangi jumlah waktu untuk menguasai bahan pelajaran sepenuhnya. tanpa bantuan guru pelajar akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. relative lebih menonjol apabila dibandingkan penggunaan metode-metode lainnya. 3.

Bila guru dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan variasi. Menggubah syair lagu dan bernyanyi Melakukan Permainan Bermain peran Diskusi (bertanya. Metode Klinis Metode klinis (clinical method) hanya digunakan oleh para ahli psikologi klinis atau psikiater. yakni kelas tata dan biasa. dalam kegiatan seperti itu. Demikian juga dalam proses belajar mengajar . metode naturalistik lebih banyak digunakan oleh para ahli ilmu hewan untuk mempelajari perilaku hewan tertentu. jenis perilaku siswa diteliti. akan membuat orang lebih senang dirumah daripada pergi. Rekreasi pada dasarnya juga mengurangi kebosanan pandangan ditempat asalnya. Mereka dapat diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak terbatas). Sesuatu yang membosankan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Dalam metode ini. mereka perlu merumuskan hipotesis. menjawab. terdapat prosedur diagnosis dan penggolongan penyakit kelainan jiwa serta cara-cara memberi perlakuan pemulihan (psychological treatment) terhadap kelainan jiwa tersebut. dicatat dalam lembaran format observasi yang khusus dirancang sesuai dengan data dan informasi yang akan dihimpun. Orang akan lebih suka bila hidup itu diisi dengan penuh variasi dalam arti kata positif. mengatur data dan menyusun suatu kesimpulan. peneliti berada di luar objek yang diteliti atau ia tidak menampakkan diri sebagai orang yang melakukan penelitian. perhatian . psikolog kongnitif. memilih peralatan yang tepat. (misalnya kecepatan membaca). (Hamalik. Mengatur alat rumah tangga sering berganti. an psikolog pendidikan. Seorang peneliti atau guru yang menjai asistennya dapat mengaplikasikan metode ini lewat kegiatan belajar mengajar atau belajar mengajar dalam kelas-kelas regular. Makan makanan yang bervariasi Mendengarkan lagu-lagu baru lebih menyenangkan daripada lagu-lagu yang tiap hari didengar. Dalam hal ini. maka akan membosankan siswa. 1992:15) Beberapa contoh keragaman pengalaman belajar yang mungkin dipilih guru untuk beberapa mata pelajaran meliputi antara lain. Kelas dapat mendiskusikan jenis data yang perlu dikumpulkan. Awalnya. Kemudian. 4.memperoleh gambaran yang terperinci mengenai aspek-aspek psikologi seoarang siswa atau sekelompok siswa tertentu. mengumpulkan data dan selanjutnya menyusun suatu kesimpulan. Merasakan makanan yang terus-menerus akan menimbulakan kebosanan. Selama proses belajar mengajar berlansung. mengumpulkan data. metode observasi naturalistic digunakan oleh para psikolog perkembangan. menyanggah) Mereka dapat diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki. 2003: 43) Pengembangan Variasi Mengajar Pada dasarnya semua orang tidak menghendaki adanya kebosanan dalam hidupnya. merancang metode eksperimen. Metode Observasi NaturalistikMetode obsevasi naturalistik merupakan jenis obsevasi yang dilakukan secara alamiah. yakni diberi hanya rincian topik yang sedang dibicarakan dan mungkin beberapa gagasan tentang beberapa aspek topik yang akan mereka selidiki. mereka merancang prosedur eksperimennya sendiri. bukan kelas yang diadakan secara khusus. berkomentar. mendengar penjelasan. Dalam perkembangan selanjutnya. (Soemanto Wasty. 5.

Anak tidak bisa dipaksakan untuk terus menerus memusatkan perhatiannya dalam mengikuti pelajarannya. gaya mengajar adalah gaya atau tindak-tanduk guru sebagai pernyataan kepribadiannya dalam menyampaikan bahan pelajarannya kepada siswa. yaitu : 1) Variasi gaya mengajar 2) Variasi dalam menggunakan media . Menurut Abdul Qadir Munsyi. bisa ditarik kesimpulan bahwa variasi gaya mengajar adalah pengubahan tingkah laku. maka akan meningkatkan perhatian siswa. Dalam proses belajar mengajar ada variasi bila guru dapat menunjukkan adanya perubahan dalam gaya mengajar. sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pelajarannya. media yang digunakan berganti-ganti. 2. sehingga dalam situasi belajar mengajar. sikap dan perbuatan guru dalam melaksanakan proses pengajaran. siswa-guru dan siswa-siswa. 4. dan variasi dalam interaksi antara guru dan siswa. Misalnya.siswa berkurang. Dari definisi di atas. dan variasi dalam tingkat kognitif. antusiasme. Murid senantiasa menunjukkan ketekunan. sikap dan perbuatan guru dalam kontek belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan siswa. variasi dalam memberi pertanyaan. Pengertian Variasi Gaya Mengajar Pengertian Variasi Gaya Mengajar Ada beberapa pendapat berkenaan dengan Variasi gaya mengajar. dan bosan. Keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar akan meliputi tiga aspek. dan ada perubahan dalam pola interaksi antara guru-siswa. antusiasme serta penuh partisipasi. membangkitkan keinginan dan kemampuan belajar. 3. Variasi lebih bersifat proses daripada produk. variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran. keaktifan mereka dalam belajar dan mengikuti pelajarannya di kelas. mengantuk. yaitu variasi dalam gaya mengajar. dan akibatnya tujuan belajar tidak tercapai. Apabila ketiga komponen tersebut dikombinasikan dalam penggunaannya atau secara integrasi. Menurut Uzer Usman variasi adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid. Dalam hal ini guru memerlukan adanya variasi dalam mengajar siswa. gaya mengajar adalah gaya yang dilakukan guru pada saat mengajar di muka kelas. Menurut Abu Ahmadi gaya mengajar adalah tingkah laku. cariasi dalam memberikan penguatan. Dan ini bisa dibuktikan melalui ketekunan. Keterampilan dalam mengadakan variasi ini lebih luas penggunaannya daripada keterampilan lainnya. karena merupakan keterampilan campuran atau diinegrasikan dengan keterampilan yang lain. dalam keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar ada tiga aspek. Menurut Syahminan Zaini. Untuk mengatasi kebosanan siswa tersebut perlu adanya variasi. mengantuk. Meliputi: 1. apalagi jika guru saat mengajar tanpa menggunakan variasi alias monoton yang membuat siswa kurang perhatian.

perhatian adalah masalah yang tidak bias dikesampingkan dalam konteks pencapaian tujuan pembelajaran. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadarannya sendiri memperhatikan penjelasan guru. guru selalu memperhatikan masalah motivasi ini dan berusaha agar tetap tergejolak di dalam diri setiap siswa selama pelajaran berlangsung. Disini peranan guru lebih dituntut untuk memerankan fungsi motivasi. Ini merupakan masalh bagi guru dalam setiap kali mengadakan pertemuan. Tujuan Variasi Mengajar Penggunaan variasi terutama ditujukan terhadap perhatian siswa. akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Indikator penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah terjadinya perubahan di dalam diri siswa. Tujuan mengadakan variasi dimadsud adalah : Meningkatkan dan Memelihara Perhatian Siswa Terhadap Relevansi Proses Belajar Mengajar Dalam proses belajar mengajar perhatian dari siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan sangat dituntut. Fokus permasalahan pentingnya perhatian ini dalam proses belajar mengajar. guru memperhatikan variasi mengajarnya. seorang siswa tidak akan melakukan kegiatan belajar. Bahkan tanpa motivasi. Seorang siswa tidak akan dapat belajar dengan baik dan tekun jika tidak ada motivasi di dalam dirinya. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. motivasi dan belajar siswa. Jadi. Tecapainya tujuan pembelajaran tersebut bila setiap siswa mencapai penguasaan terhadap materi yang diberikan dalam suatu pertemuan kelas. tidak setiap siswa mempunyai motivasi yang sama terhadap sesuatu bahan. apakah sudah dapat meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap materi yang dijelaskan atau belum. Karena itu. Bagi siswa yang sering memperhatikan materi pelajran yang diberikan. Untuk bahan tertentu boleh jadi seorang siswa menyenanginya. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. bukanlah masalah bagi guiru.3) Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa. Karena di dalam diri siswa tersebut sudah ada motivasi. Sedikitpun tidak diharapkan adanya siswa yang tidak atau kurang memperhatikan penjelasan guru. Dalam jumlah siswa yang besar biasanya ditemukan kesukaran untuk mempertahankan agar perhatian siswa tetap pada materi pelajaran yang diberikan. Misalnya factor penjelasan guru yang kurang mengenai sasaran. Berbagai factor memang mempengaruhi. Guru selalu ingin memberikan motivasi terhadap siswanya yang kurang memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. yaitu motivasi intrinsik. Maka dari itu. Guru selalu dihadapkan pada masalah motivasi. Memberikan Kesempatan Kemungkinan Berfungsinyanya Motivasi Motivasi memegang peranan penting dalam belajar. situasi diluar kelas yang dirasakan siswa lebih menarik daripada materi pelajaran yang diberikan guru. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya kurang dapt mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. siswa yang kurang menyenangi materi yang diberikan guru. karena hal itu akan menyebabkan siswa tidak mengerti akan bahan yang diberikan guru. Dalam proses belajr mengajr di kelas. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. tetapi bahan yang lain boleh jadi siswa tersebut tidak menyenanginya. karena dengan perhatian yang diberikan siswa terhadap materi pelajaran yang guru jelaskan. yaitu motivasi .

Metode mengajar yang dipergunakan itu-itu saja. Guru seperti itu biasanya karena gaya mengajarnya dan pendekatannya yang sesuai dengan psikologis siswa. terutama penggunaan variasi gaya mengajar. Komponen-komponen Variasi Mengajar Dalam mengajar hendaknya menggunakan berbagai macam variasi gaya. kegiatan siswa menjadi pusat perhatian guru. Disamping itu juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi. sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak menganggu proses belajar mengajar. Prinsip Penggunaan Dalam proses belajar mengajar. Siswa selalu ingin dekat dengan guru. Tidak pernah terlihat menggunakan metode yang lain. Salah satu upaya kearah itu adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar. Konsekuensinya bidang studi yang dipegang oleh guru tersebut juga menjadi tidak disenangi. Sikap negative ini tidak hanya terjadi pada siswa. motivasi sebagai alat yang menentukan arah perbuatan. problem solving atau cerita.sebagai alat yang mendorong manusia untuk berbuat. Umpan balik ini ada dua yaitu Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa dan Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran. Direncanakan secara baik dan eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran. Ketiadaan guru barang sehari di sekolah tidak jarang dipertanyakan. Siswa merasa rindu untuk selalu dekat di sisi guru. dan motivasi sebagai alat untuk menyeleksi perbuatan. akan menjadikan siswa merasa tertarik terhadap penampilan . Dengan sikap ini siswa merasa diperhatikan oleh guru. Karena variasi ini memerlukan keluwesan. spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari siswa. Misalnya metode diskusi. Misalnya hanya menggunakan metode ceramah untuk setiap kali melaksanakan tugas mengajar di kelas. resitasi. Variasi mengajarnya mempunyai relevansi dengan gaya belajar siswa. Guru yang bijaksana adalah guru yang pandai menempatkan diri dan pandai mengambil hati siswa. Jadi penggunaan variasi ini harus benar-benar berstruktur dan direncanakan. Membentuk Sikap Positif terhadap Guru dan Sekolah Adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa di kelas ada siswa tertentu yang kurang senang terhadap seorang guru. tetapi juga pada siswi. jauh dari sikap permusuhan. Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan. Untuk itu agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar tentu saja diperlukan lingkungan belajar yang kondusif. Tanya jawab. 2. Acuh tak acuh sering ditunjukkan lewat sikap dan perbuatan ketika guru tersebut sedang memberikan materi pelajaran di kelas. Dengan variasi gaya tersebut. dalam bervariasi harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan agar menarik siswa untuk memperhatikan atau mendengarkan penjelasan guru. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Di sela-sela penjelasan selalu diselingi humor dengan pendekatan yang edukatif. Prinsip-prinsip tersebut adalah : 1. 3.

Jika suara guru senantiasa keras terus atau terlalu keras.mengajar guru. perhatian siswa terhadap materi yang diberikan itupun kurang. Dari luar bisa saja lingkungan. maka bisa menimbulkan kebosanan. justru akan sulit diterima. Memang menarik perhatian siswa itu sangatlah tidak mudah apalagi dalam jumlah siswa yang banyak. Bila sudah begitu siswa akan meremehkan gurunya. maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang diajarinya. jika materi yang disampaikan oleh guru iru tidak menjadi perhatian siswa. karena materinya agak sulit dan sebagainya. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik. kadang meninggi. b. ketakutan selama belajar. Variasi gaya mengajar guru ini meliputi komponen-komponen sebagai berikut : Variasi Suara Variasi suara dalah perubahan suara dari keras menjadi lemah. Orang mengarahkan perhatiannya pada hal-hal yang dikehendakinya. jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek. kadang rendah (pelan). gunakan kalimat pendek yang cepat untuk menimbulkan semangat. sehingga tidak lagi suka belajar. dari cepat menjadi lambat. Masalah seperti ini yang harus dihindari bahkan ditiadakan. Jadi suara guru senantiasa berganti-ganti. Untuk menimbulkan minat tersebut ada dua cara yakni dari diri sendiri dan dari luar dirinya. Untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci. Suara guru pada saat menjelaskan materi pelajaran hendaknya bervariasi. kadang cepat. “Jangan lupa ini dicatat dengan sungguh-sungguh” dan sebagainya. c. seorang guru dapat menarik perhatian tentang kata-kata penting pada suatu bacaan dengan memberi warna merah atau digaris bawahi. sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi guru dalam memusatkan perhatian siswa bisa dengan memberikan kata-kata seperti : “coba perhatikan ini baik-baik”. Perhatian seseorang tertuju atau terarah pada hal-hal yang dianggap rumit. apalagi yang duduknya dideretan belakang. bila sudah begitu siswa diliputi oleh rasa cemas. Misalnya : “Perhatikan baik-baik”. karena siswa menganggap gurunya seorang yang kejam. . orang tua dan guru. volume. Untuk itu guru menggunakan variasi suara yang disesuaikan ndengan situasi dan kondisi. yaitu halhal yang sesuai dengan minat dan bakatnya. nada dan kecepatan. jenis rangsangan baru yang dapat menarik perhatian termasuk warna dan bentuk. dan tinggi menjadi rendah. guru dapat menggunakan atau memberikan peringatan dengan bentuk kata-kata. Tapi kalau suara guru terlalu lemah (biasanya guru wanita) akan terdengar tidak jelas oleh siswa dan tidak bisa menjangkau seluruh siswa di kelas. Dari ketiga prinsip ini guru harus mengetahui banyak tentang siswanya agar bisa mengarahkan perhatian siswa terhadap materi pelajaran. Pemusatan Perhatian Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi. kadang lambat. agar perhatian itu tetap ada perlu adanya prinsip-prinsip yakni : a. Variasi suara bisa mempengaruhi informasi yang sangat biasa sekalipun. Bagi guru yang harus diingat adalah suatu pelajaran tidak boleh tampak terlalu rumit dan guru tidak boleh mempersulit pelajaran yang sederhana dikarenakan semata-mata untuk menarik perhatian siswa. gunakanlah bisikan atau tekanan suara untuk hal-hal penting. Disini gurulah yang berhak menimbulkan atau membangkitkan minat belajar siswa baik dirumah maupun dikelas. baik dalam intonasi. Dalam pelajaran. Perhatian seseorang tertuju atau diarahkan pada hal-hal yang baru.

sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat. Untuk itu seyogyanya guru memberikan kesenyapan terhadap siswa untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya supaya jawabannya sempurna dan tepat. Jadi dalam kontak pandang hendaknya guru berusaha seintim mungkin agar siswa merasa diperhatikan dan dihargai. lakukan saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan. seorang guru adalah untuk menarik perhatian dan minat belajar siswa. sesungguhnya merupakan suatu etika atau sopan santun pergaulan karena menunjukkan saling perhatian diantara mereka. Melihat kearah langit-langit c. sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas atau siswa. pandanglah siswa-siswa anda secara merata tapi jangan berlebihan. Melihat kearah lantai d.Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence) Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba demi pihak guru ditengahtengah menerangkan sesuatu. bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara berlebihan. akan membangun dan membina jalinan tingkat tinggi. Perpindahan Posisi Guru Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik perhatian anak didik. Melihat hanya pada siswa tertentu atas kelompok siswa saja e. Adanya kesenyapan tersebut merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. . Hal-hal yang harus dihindari guru selama presentasinya didepan kelas : a. sehingga jawabannya kurang tepat dengan pertanyaan. kontak mata yang sering dilakukan. yaitu mengetahui psikologi anak atau siswa dan mengetahui seberapa banyak pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Bertemunya pandang diantara mereka yang berinteraksi. dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah selalu diingat oleh guru. Untuk itu. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru. sebab siswa begitu tahu apa yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan memberi kesenyapan supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal. Kontak pandang Ketika proses belajar mengajar berlangsung. Hal-hal diatas bertujuan supaya bisa mengendalikan situasi kelas dengan baik. Pemberian waktu bagi siswa digunakan untuk mengorganisasi jawabannya agar menjadi lengkap. jangan sampai guru menunduk terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan para siswanya dan jangan sampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain. Tapi jika seorang guru tidak memberikan kesenyapan atau waktu kepada siswa untuk berfikir dalam menjawab pertanyaannya siswa akan menjawab dengan asal alias asal bicara. Dengan keadaan senyap atau diamnya guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa. Melihat keluar ruang b. Melihat dan menghadap kepapan tulis saat menjelaskan kecuali sambil menunjukkan sesuatu. gunanya pandangan mata. sebab menatap atau memandang mata setiap anak disik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian.

memperhatikan segala sesuatu 2) Mengingat dengan gambar. Maka dari itu gunakanlah variasi posisi ini secara wajar dan sesuaikan dengan tujuan. perpindahan posisi dan eksperimen wajah. Guru melakukan pergantian posisi. belejar yang efektif adalah dengan melibatkan diri langsung dengan aktifitasnya. Dapat juga dilakukan dengan posisi berdiri kemudian berubah menjadi posisi duduk dan diam di tempat lalu berjalan-jalan mengelilingi siswa dan sebagainya. supaya siswa termotivasi. bersemangat dan berminat dalam belajar. sebaiknya jangan kaku atau kikuk. Kinestetik Bagi pelajar kinestetik. tanpa ada pergantian atau variasi ini bisa menimbulkan kebosanan siswa. dari sisi kiri ke sisi kanan. atau diantara anak didik dari belakang kesamping anak didik. supaya menarik perhatian siswa dan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi tersebut.Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang. Ciri-ciri siswa kinestetik adalah : 1) Belajar dengan melakukan. . bahasa tubuh guru hendaknya bervariasi. menunjuk tulisan saat membaca 2) Mengingat sambil melihat langsung Disini guru dianjurkan melibatkan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Visual Bagi pelajar visual. guru harus bisa menggunakan gambar. Auditorial Bagi pelajar auditorial. guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyajikan bahan pelajaran. yaitu : a. dan tidak sekedar mondar-mandir dan seorang guru janganlah melakukan kegiatan mengajar dengan satu posisi. lakukan saja secara bebas dan wajar bisa menarik perhatian siswa. untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan meningkatkan memori siswa terhadap bahan tersebut. tidak sekedar mondar-mandir. grafik dan warna untuk meningkatkan memorinya Dari ciri-ciri diatas. Untuk itu guru disaat menerangkan dituntut untuk menggunakan variasi. Cirri-ciri pelajar visual : 1) Teratur. perhatian dan kesenyapan memudahkan dan meningkatkan perhatian siswa dalam belajar. jadi merekacenderung pada eksperimen (gerak). misalnya saja saat menerangkan guru hanya berdiri didepan kelas saja atau duduk dikursi saja. jika guru kaku dalam bergerak ini bisa menjemukan siswa. guru hendaknya memperhatikan dan memahami gaya atau model-model belajar siswanya. belajar yang efektif adalah dengan mendengar. Ciri-ciri siswa auditorial adalah : 1) Perhatiannya mudah terpecah 2) Berbicara dengan pola berirama 3) Belajar dengan cara mendengar 4) Berdialog secara internal dan eksternal c. yakni dengan membaca bahan pelajaran secara sekilas. Gaya mengajar guru yang mudah mempengaruhi siswa ini adalah kontak pandang. Adapun model-model belajar ada tiga macam. Dan bila variasi dilakukan secara berlebihan itu juga bisa mengganggu perhatian siswa atau konsentrasi siswa terhadap pelajaran. menggunakan metode eksperimen. b. warna. belajar yang efektif adalah dengan menggunakan "gambaran keseluruhan" (melakukan tinjauan umum). Yang penting dalam perubahan posisi itu harus ada tujuannya. Model-Model Belajar Dalam melaksanakan variasi gaya mengajar. pemusatan.

pristiwa ini adalah suatu rentetan kegiatan saling mempengaruhi. Mempunyai situasi yang memungkinkan proses belajar-mengajar berjalan dengan baik 7.interaksi belajar mengajar mengandung suatu arti adanya kegiatan interaksi dari pengajar yang melaksanakan tugas mengajar di suatu pihak dengan warga belajar ( siswa. Setiapaktifitas pengajaran tidak dapat dilepaskan dari segi teknis semisal bagaimana upaya untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur.dalam rangkaiannya tersebut pristiwa yang menuju kepada pembentukan itu sendiri merupakan suatu proses teknis. Dalam unsur normatif. Pendidikan sebagai kegiatan praktis yang berlangsung dalam suatu masa.Maka dibutuhkan suatu proses interaksi. Ciri-ciri Dalam bentuknya interaksi mengandung unsur pokok diantaranya interaksi edukatif yang bersifat nomatif. ia memiliki sifat sosial yang besar . subjek belajar ) yang sedang melaksanakan kegiatan belajar dipihak lain.dalam artian yang lebih spesifik pada bidang pengajaran dikenal dengan istilah interaksi belajar mengajar. Interaksi edukatif memilki bahan/pesanyang menjadi isi interaksi atau sebuah materi. unsur teknis dan unsur normatif . Dalam pengajaranpun terjadi suatu proses interaksi yang diupayakan berdasarkan ikatan tujuan pengajaran yang mana tujuan tersebut telah ditentukan dan telah disistematisasikan secara terarah. sedangkan pendidikan bersifat normatif.ciri sebagai berikut: 1. Dalam setiap bentuk interaksi edukatif mengandung dua unsur pokok. terarah pada satu tujun. Memiliki metode tertentu dalam penyampaiannya untuk mencapai tujuan 6. Proses interaksi ini dapat terjadi dalam “ikatan situasi”. 3. kesehatan jasmani dan rohani. Misalnya dalam pengajaran pmp guru dan peserta didik harus meyakini pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. antara guru ( sebagai pendidik). Ditandai dengan pelajar atau peserta yang aktif.Mengenal Interaksi Edukatif Realitas manusia sebagai makhluk sosial. Interaksi edukatif mempunyai tujuan. satu rangkaian perubahan dan pertumbuhan serta perkembangan fungsi-fungsi psikis dan pisik. Sedangkan suatu pendidikan dapat dirumuskan pula secara teknis dan merupakan pristiwa yang memiliki aspek teknis. terikat dalam situasi.pengajaran sebagai bagian dari pendidikan. Evaluasi terhadap hasil interaksi Komponen-komponen Interaksi edukatif mempunyai sejumlah komponen sebagai berikuti: Tujuan . kepribadianyang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. dan peserta didik harus berpegang pada norma yang diyakini bersama. memiliki pengetahuan dan ketrampilan. 4. anak didik. Pengertian Interaksi edukatif adalah interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Guru berperan sebagai pembimbing 5. 2. Interaksi edukatif mempunyai ciri.

ada dimana-mana di sekolah. Sedangkan alat material adalah atau alat bantu pengajaran berupa papan tulis. tercapai tidaknya tujuan pembelajaran dapat diketahui dari penguasaan anak didik terhadap bahan yang diberikan selama kegiatan interaksi edukatif berlangsung. Kegiatan yang jelas Tujuan menempati posisi yang strategis dalam kegiatan dalam kegiatan interaksi edukatif nilai strategis adalah tujuan sebagai berikut: 1) Dapat memberikan arah kegiatan interaksi edukatif . Alat material berupa suruhan. di pusat kota. Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar adalah inti dari kegiatan dalam pendidikan segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. serta kebijakan-kebijakan lainnya. perintah. waktu. Dalam kegiatan interaksi ini edukatif biasanya digunakan alat non material dan alat material. Evaluasi Evaluasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana keberhasilan anak didik dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar.Kegiatan interaksi adalah suatu kegiatan yang secara dilakukan oleh guru. Interaksi edukatif yang akan terjadi juga dipengaruhi oleh cara guru memahami perbedaan individual anak didik ini. fasilitator serta pribadi guru dengan kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda. Sumber pelajaran Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali. tanpa bahan pelajaran proses interaksi edukatif tidak akan berjalan. Pemanfaatan sumber-sumber pengajaran tergantung pada kreativitas guru. Segala sesuatu dapat di pergunakan sebagai sumber belajar sesuai kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. larangan. Bahan pelajaran Bahan adalah susbtansi yang akan disampaikan dalam proses interaksi edukatif. dalam pengelolaan dan pengajaran kelas yang perlu diperhatikan oleh guru adalah perbedaan anak didik pada aspek biologis intelektual dan psikologis. Alat Alat adalah sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.. gambar. Metode metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. di pedesaan dan sebagainya. Dalam kegiatan belajar mengajar metode sangat penting maka dalam hal ini guru harus menggunakan metode yang bervariasi karena penggunaan metode mengajar dapat mempengaruhi perhatian dan pemahaman anak didik. atas dasar kesadaran itulah guru melakukan kegiatan pembuatan program pengajaran dengan prosedur dan langkah yang sistematik. Karena itu bahan pelajaran mutlak harus mutlak dikuasai guru dengan baik. Tujuan mempunyai arti penting dalam kegiatan interaksi edukatif tujuan dapat memberikan arah yang jelas dan pasti kemana pembelajaran akan dibawa oleh guru. Di dalam tujuan pembelajaran terhimpun sejumlah norma yang akan ditanamkan ke dalam diri setiap anak didik. nasihat dan sebagainya. di halaman. video dan sebagainya. Tujuan evaluasi disini adalah untuk mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan anak didik dalam mencapai tujuan yang diharapkan. baik bahan pelajaran pokok maupun bahan pelajaran penunjang dan bahan pelajaran adalah unsur inti dalam kegiatan interaksi edukatif. maka perlu diperhatikan tujuan berbagai jenis fungsinya anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya. biaya.

(6) dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin. Dalam melakukan interaksi perlu adanya prosedur. Guru memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi dan sebagai mediator dan proses belajar mengajar. (8) Unsur penilaian. Setiap tujuan diberi waktu tertentu. 2003:10) Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam mengelola interaksi belajar mengajar guru harus memiliki kemampuan mendesain program.( Titin. Dalam proses interaksi tersebut dibutuhkan komponen pendukung (ciri-ciri interaksi edukatif) yaitu (1) Interaksi belajar mengajar memiliki tujuan : yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu. Maka dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komponen merupakan hal yang penting. dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian siswa mempunyai tujuan.2) Membantu memudahkan menyeleksi bahan pelajaran yang akandisampai kan 3) Memudahkan menyeleksi metode yang digunakan 4) Memudahkan menyeleksi media dan lat bantu pengajaran 5) Menolong menyeleksi sikap. Interaksi belajar mengajar sadar tujuan. atau langkah-langkah sistematik yang relevan. mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif. Untuk mengetahui apakah tujuan sudah tercapai melalui interaksi belajar mengajar. maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajar mengajar. Siswa sebagai pusat pembelajaran. Seorang pengajar dapat mengartikan belajar sebagai kegiatan pengumpulan fakta atau juga dapat dikatakan bahwa belajar merupakan suatu proses penerapan prinsip.1988 :17) mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup yang memungkinkan makhluk hidup ini merubah perilakunya cukup cepat dalam cara kurang lebih sama. 6) Memudahkan menyeleksi kemampuan yang di inginkan dari anak didik 7) Memudahkan menyeleksi memberi penilaian dan memudahkan pengorganisasian 8) Kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan pengajaran. (3) Interaksi belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. Langkah-langkah yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. (7) Ada batas waktu. (5) Dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing. didesain untuk mencapai tujuan yang telah dilaksanakan. Materi didesain sehingga dapat mencapai tujuan dan dipersiapkan sebelum berlangsungnya interaksi belajar mengajar. jika semua komponen di laksanakan guru dengan baik maka guru akan dapat mecapai tujuan pembelajaran dan komponen tersebut di jadikan acuan dan prosedur oleh guru Interaksi Edukatif Belajar Mengajar Sebagai Interaksi Dalam keseluruhan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah berlanglsung interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar yang merupakan kegiatan paling pokok. terjadi dua proses yang terpadu yaitu proses belajar mengajar. menguasai materi pelajaran. Gagne (dalam Abdillah dan Abdul. Jadi proses belajar mengajar merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. memahami cara atau metode yang digunakan. . Ketika sedang mengajar di depan kelas. (2) Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan. kapan tujuan itu harus dicapai. terampil memanfaatkan media dan memilih sumber. (4) Ditandai dengan adanya aktivitas siswa. memiliki keterampilan mengkomunikasikan program serta memahami landasan-landasan pendidikan sebagai dasar bertindak. tingkah laku dan perbuatan guru.

atau mengaitkan konsep pada umumnya menjadi proposisi yang bermakna.1997 :65). ( Hamalik . bersikap kritis. Berdasarkan orientasi proses belajar mengajar siswa harus ditempatkan sebagai sujek belajar yang sifatnya aktif dan melibatkan banyak faktor yang mempengaruhi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar mengajar merupakan proses kegiatan komunikasi dua arah.sehingga perubahan yang sama tidak harus pada setiap situasi baru. 1989 dalam Suparno P. (Suparno P . Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang integral (terpadu) antara siswa sebagai pelajar yang sedang belajar dengan guru sebagai pengajar yang sedang mengajar. Atau dapat dikatakan bahwa belajar sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan dalam pengetahuan dan pemahaman. Analisis Model Interaksi Edukatif Interaksi edukatif adalah sebuah interaksi belajar mengajar. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan. Proses belajar harus tumbuh dan berkembang dari diri anak sendiri. Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa. dialog. Jadi mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri (Bettencournt. Belajar bukanlah menghafalkan fakta-fakta yang terlepas-lepas.2002:58). Pandangan ini pada dasarnya mengemukakan bahwa mengajar adalah membimbing kegiatan belajar anak. Dalam interaksi edukatif ada dua buah kegiatan yakni kegiatan guru di satu pihak dan kegiatan anak didik di lain pihak. maka keseluruhan proses belajar yang harus dialami siswa dalam kerangka pendidikan di sekolah dapat dipandang sebagai suatu sistem. ”Teaching is the guidance of learning activities. dan mengadakan justifikasi. melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. yaitusebuah proses interaksi yang menghimpun sejumlah nilai (norma) yang merupakan substansi sebagai medium antara guru dengan anak didik dalam rangka mencapai tujuan. yang mana sistem tersebut merupakan kesatuan dari berbagai komponen (input) yang saling berinteraksi (proses) untuk menghasilkan sesuatu dengan tujuan yang telah ditetapkan (output). dll. Sedangkan Dahar (1988 :11) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses dimana organisme perilakunya sebagai akibat pengalaman. Merujuk pada kaum kontruktivis bahwa belajar merupakan proses aktif dalam mengkonstruksi arti teks. Guru mengajar dengan gayanya sendiri dan . dengan kata lain anak-anak yang harus aktif belajar sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing. teaching is for the purpose of aiding the pupil learn” ……. Lebih lanjut dikemukakan bahwa belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau apa yang dipelajari dengan apa yang sudah dipunyai seseorang. mencari kejelasan. keterampilan serta nilai-nilai dan sikap. 1997 :61) Berdasarkan beberapa pendapat tentang belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu secara sadar untuk memperoleh perubahan tingkah laku tertentu baik yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati secara langsung sebagai pengalaman (latihan) dalam interaksinya dengan lingkungan. membuat makna. Selanjutnya proses belajar mengajar merupakan aspek dari proses pendidikan. melainkan mengaitkan konsep yang baru dengan konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. pengalaman fisik.

dan mengembangkan diri Prinsip belajar sambil bekerja Prinsip hubungan sosial Prinsip perbedaan Individual Tahap-tahap R. 4. 4. 3.program satuan pelajaran (satpel). 7. karena semuanya saling terkait dan saling menunjang dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. 6. dan perencanaan program pengajaran. menyiapkan bahan dan sumber belajar. memilih pendekatan. memilih metode. Banyak kegiatn yang harus guru lakukan dalam interaksi edukatif. Dalam merencanakan program-program tersebut di atas perlu dipertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan : 1. keserasian antara kedua komponen itu. Sebab pengajaran adalah suatu sistem yang melibatkan sejumlah komponen pengajaran. tetapi juga belajar memahami suasana psikologi anak didik dan kondisi kelas. menemukan. dan mengadakan evaluasi setelah akhir kegiatan pelajaran. diantaranya memahami prinsip-prinsip interaksi edukatif.A Ametembun. Bekal bawaan anak didik Perumusan tujuan pembelajaran Pemilihan metode Pemilihan pengalaman – pengalaman belajar Pemilihan bahan dan peralatan belajar . 8. program semester atau catur wulan (cawu). Kerelevansian gaya-gaya mengajar guru dengan gaya-gaya belajar anak didik akan memudahkan guru menciptakan interaksi edukatif yang konsif. (1985) mengatakan bahwa suatu interaksi yang harmonis terjadi bila dalam prosesnya tercipta keselarasn. alat.Untuk tiu semua prinsip yang akan diuraikan berikut ini sebaiknya guru kuasai dan pahami betul-betul agar kegiatan interaksi edukatif dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. guru perlu memahami gaya-gaya belajar anak didik. Dalam mengajar. keseimbangan.anak didik belajar dengan gayanya sendiri. 5. 3. Conners. Prinsip motivasi Prinsip berangkat dari persepsi yang dimiliki Prinsip mengarah kepada titik pusat perhatian tertentu atau fokus tertentu Prinsip keterpaduan Prinsip pemecahan masalah yang dihadapi Prinsip mencari. 2. mengidentifikasi tugas mengajar guru yang bersifat suksesif menjadi tiga tahap: Tahap Sebelum Pengajaran Dalam tahap ini guru harus menyusun program tahunan pelaksanaan kurikulum. yaitu guru dan anak didik. Prinsip – prinsip tersebut adalah : 1. Semua kegiatan yang di lakukan guru harus di dekati dengan pendekatan sistem. Guru tidak hanya mengajar . 2. 5. Prinsip-prinsip Prinsip – prinsip ini diharapkan mampu menjebatani dan memecahkan masalah yang sedang guru hadapi dalam kegiatan interaksi edukatif. dan alat bantu pelajaran.D. N. 9. Tidak ada satu pun dari komponen itu dapat guru abaikan dalam perencanaan pengajaran.

6. Penerapan CBSA dalam Interkasi Edukatif Derajat aktifitas belajar yang optimal Indikator CBSA Indikator Keberhasilan belajar . yang dimaksud dengan CBSA adalah salah satu strategi interaksi edukatif yang menuntut keaktifan dan partisipasi anak didik seoptimal mungkin. sehingga ia betul – betula berperan dan berpartisipasi aktif dala melakukan kegiatan belajar. CBSA adalah suatu proses kegiatan interaksi edukatif yang subjeknyaadalah anak didik yang terlibat secara intelektual dan emosional. 6. 2. Menilai Pekerjaan anak didik 2. Jadi. anak didik dalam kelompok atau anak didik secara individual. 1. 9.Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan apa yang telah direncanakan. 3. Pengertian ini menempatkan anak didik sebagai inti dalam kegiatan interkasi edukatif. antara lain : 1. teknik atau dengan kata lain disebut teknologi. 7. Mempertimbangkan jumlah dan karakteristik anak didik Mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia Mempertimbangkan pola pengelompokan Mempertimbangkan prinsip – prinsip belajar Tahap Pengajaran Dalam tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan anak didik. Ada beberapa aspek yang perlu di pertimbangkan dalam tahap pengajaran ini. Sebagai konsep. Membuat perencanaan untuk pertemuan berikutnya CBSA dalam Interaksi Edukatif Cara belajar siswa aktif (CBSA) atau student active learning (SAL) bukan disiplin ilmu atau teori. Pengelolaan dan pengendalian kelas Penyampaian informasi Penggunaan tingkah laku verbal non verbal Merangsang tanggapan balik dari anak didik Mempertimbangkan prinsip – prinsip belajar Mendiagnosis kesulitan belajar Memperimbangkan perbedaan individual Mengevaluasi kegiatan interaksi Tahap Sesudah Pengajaran Tahap ini merupakan kegiatan atau perbuatan setelah pertemuan tatap muka dengan anak didik. 5. Beberapa perbuatan guru yang tampak pada tahap sesuadah mengajar. 8. 4. yaitu : 1. 3. 4. 7. melainkan merupakan cara. sehingga anak didik mampu mengubah tingkah lakunya secara lebih efektif dan efisien. Menilai pengajaran guru 3. 8. anak didik dengan anak didik. 2.

Penilaian Keberhasilan Keberhasilan interkasi edukatif biasanya di ukur dengan tes prestasi (hasil belajar). Tes Sumatif Tingkat keberhasilan Setiap interaksi edukatif selalu menghasilkan prestasi belajar. 2. Tujuan dan lingkup kegiatan Asas pelaksanaan kegiatan Bentuk pelaksanaan kegiatan Langkah – langkah pelaksanaan keterampilan proses Pelaksanaan Cara belajar siswa aktif 1. . Daya serap terhadap bahan pengajaran yang di ajarkan mencapai prestasi tertinggi. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tingkat mana prestasi belajar yang telah dicapai. Indikator Yang menjadi petunjuk. baik secara individual maupun kelompok. 3. 2. Tes formatif 2. 1. Tujuan dan ruang lingkup kegiatan CBSA Asas pelaksanaan kegiatan CBSA Bentuk pelaksanaan kegiatan CBSA Langkah-langkah CBSA Keberhasilan Interaksi Edukatif Pengertian Suatu proses interaksi edukatif tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran khusus bahan tersebut. Tes Subsumatif 3. dan menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar yang telah dicapai anak didik.Pola Pelaksanaan Keterampilan Proses dan CBSA Pelaksanaan keterampilan proses Keterampilan proses adalah suatu pendekatan dalam proses interkasi edukatif. baik secara indiviadual maupun kelompok. memahami. 2. tes prestasi belajar dapat di manfaatkan untuk penilaian berikut : 1. 4.Berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya. 4. 3. Keterampilan proses bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak didik menyadari. Perilaku yang di gariskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) telah di capai oleh anak didik. bahan suatu proses belajar itu dianggap berhasil adalah sebagai berikut : 1.

Salah satunya berhubungan dengan perbaikan proses interaksi edukatif itu sendiri.Program perbaikan Taraf atau tingkat keberhasilan proses interaksi edukatif dapat dimanfaatkan untuk berbagai upaya. .