P. 1
Makalah Rabies

Makalah Rabies

|Views: 125|Likes:
Published by Jaksen Tiago

More info:

Published by: Jaksen Tiago on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

makalah rabies

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahun 2009 ini merupakan bukti bahwa Indonesia bukanlah negara yang bebas dari penyakit Rabies, terbukti dengan adanya korban meninggal yang terinfeksi oleh penyakit ini di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Salah satunya adalah provinsi Bali yang telah dklaim bebas rabies justru telah banyak korban berjatuhan baik yang suspect maupun yang telah positif terjangkit virus rabies. Sekarang Dinas Peternakan Bali sedang genjar-genjarnya memberantas penyakit mematikan ini yang disebabkan oleh gigitan hewan, anjing yang dianggap sebagai sahabat manusia justru sebagai penyebar utama dari penyebaran virus rabies ini melalui gigitannya. Sehingga tidak heran banyak anjing yang dibunuh, namun untuk anjing yang dipelihara akan diberikan vaksinasi. Agar kita terhindar dari penyakit mematikan ini, hendaknya kita mengetahui bagaimana ciri-ciri hewan yang telah terinfeksi virus rabies. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penyakit rabies dari pengertian sampai dengan tips-tips bila kita atau orang terdekat kita digigit oleh anjing atau hewan yang lainnya yang berpotensi untuk menyebarkan virus rabies. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka dapat dibuat rumusan masalah : 1. Apa itu rabies ? 2. Apa saja penyebab rabies? 3. Bagaimana tahapan penyakit rabies? 4. Apa saja gejala-gejala penyakit rabies? 5. Apa saja tanda-tanda penyakit rabies pada hewan? 6. Apa yang harus dilakukan pada hewan yang telah mengigit? 7. Adakah undang-undang yang mengatur tentang rabies? 8. Bagaimana pencegahan untuk penyakit rabies? 9. Bagaimana pengobatannya? 10. Adakah tips-tips bila tergigit hewan yang berisiko terkena infeksi rabies? 1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui trend dan issue yang sedang berkembang di Indonesia yaitu masalah rabies dan dapat memberikan penanganan yang tepat dari panyakit rabies ini. 1.4 Metode Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode penelusuran.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Rabies atau lebih sering dikenal dengan nama anjing gila merupakan suatu penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan dari gigitan hewan penular rabies. Hewan yang rentan dengan virus rabies ini adalah hewan berdarah

Oleh karena itu bangsa karnivora adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar rabies. hewan yang terkena tampak gelisah dan ganas. Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran. Banyak hewan yang bias menularkan rabies kepada manusia. Penyakit rabies secara almi terdapat pada bangsa kucing. Masa inkubasi biasanya paling pendek . sigung. Dengan demikian virus ini menyerang hamper tiap organ dan jaringan di dalam tubuh dan berkembang biak dalam jaringan-jaringab seperti kelenjar ludah. Pada rabies jinak. Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral. virus kemudian bergerak kea rah perifer dalam serabut saraf eferen. terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbic. 2. c. b. selama 2 minggu virus akan tetap tinggal pada tempat masukdan disekitrnya. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies adalah anjing. Ini disebabkan kareni tidak semua hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi untuk penyakit ini. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewan lainnya atau manusia melaui gigitan dan kadang melalui jilatan. virus ditemukan dengan jumlah yang banyak pada air liurnya.panas. Fase Paralisa Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian. Fase Eksitasi Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya danmemakan barang yang aneh-aneh. kelelawar. kemudian menjadi lumpuh dan mati.2 Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Sesampainya di otak . kera dan karnivora liar lainnya. Kemudian. maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif. Mengingat akan bahaya dan keganasan terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat.3 Tahapan Penyakit Rabies Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase yaitu : a. virus akan memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron-neuron. virus akan bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterios tanpa menunjukan perubahan-perubahan fungsinya. tetapi dapat terjadi lebih agresif dan nervus. Rabies pada anjing masih sering ditemukan di Amerika Latin. dan Asia bahkan sekarang di Indonesia kasus rabie ini mulai muncul dan sudah banyak memakan korban. Pada hewan yang menderita rabies. sejak awal telah terjadi kelumpuhan local atau kalumpuhan total. Pada rabies buas. setelah virus rabies masuk lewat gigitan. pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). 2. selanjutnya masuk fase paralisa. Fase Prodormal Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri. Vrus ini ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan. Masa inkubasi penyakit rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10-14 hari). Masa inkubasi dari penyakit ini adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Penyakit rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selau berakhir dengan kematian. dan sebagainya. hewan yang lainnya juga bisa menjadi sumber penularan rabies adalah kucing. Fase ini berlangsung selama 1-3 hari. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas atau rabies jinak. rakun. Secara patogenesis. volunteer dan otonom. anjing. dan rubah. ginjal. Afrika. hipotalamus dan batang otak. kelelawar. Setelah fase prodormal dilanjutkan fase eksitasi atau bisa langsung ke fase paralisa.

5 Tanda-Tanda Penyakit Rabies Pada Hewan Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk : a. Kejang ini terjadi akibat adanya gangguan pada daerah otot yang mengatur proses menelan dan pernafasan.Hewan menjadi penakut atau menjadi galak Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin. korban akan takut air dan angin namun sering menggigil dan kehausan. Pada salah satu sumber menyebutkan beberapa ciri-ciri dari korban yang telah terinfeksi virus rabies diamana korban tersebut akhirnya meninggal akibat terlambat mendapat pertolongan.Kejang-kejang berlangsung sangat singkat. Keresahan akan meningkat menjadi kegembiraan yang tak terkendali dan penderita akan mengeluarkan air liur.Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan . Tanda-tanda yang sering terlihat : . Karena hal inilah.Ekor diantara 2 (dua)paha b. kayu dsb. (Bali Post.2009) 2.Nafsu makan hilang . gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif . paralisa cepat terjadi. Bentuk ganas (Furious Rabies) Masa eksitasi panjang. Keluar keringat yang deras b. Dada sakit seperti tertusuk-tusuk dan sakit c. mulut terbuka . dan demam. rabies dimulai dengan kelumpuhan pada tungkai bawah yang menjalar ke seluruh tubuh.Air liur meleleh tak terkendali Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang.Menyerang dan menggigit barabg bergerak apa saja yang dijumpai . keresahan.Mati . bahkan sering tidak terlihat . Tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan periode yang pendek dari depresi mental. benda-benda asing seperti batu. Tanda-tanda yang sering terlihat : . Kejang otot tenggorokan dan pita suara bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. tidak enak badan.Tidak menurut perintah majikannya . . kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat.4 Gejala Rabies Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi. Oleh karena itu penderita rabies tidak dapat minum. Angin sepoi-sepoi dan mencoba minum air bisa menyebabkan kekejangan ini. tidak dapat menelan. tempat yang tertutup atau bila gigitan terdapat di banyak tempat.pada orang yang digigit pada kepala.Air liur keluar terus menerus (berlebihan) . Sesak nafas Beberapa minggu setelah digigit anjing.Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk . yaitu : a. 2. Bentuk diam (Dumb Rabies) Masa eksitasi pendek.Lumpuh. maka penyakit ini kadang-kadang juga disebut hidrofobia (takut air). Pada 20% penderita. tetapi masa inkubasinya sangat bervariasi dari 10 hari sampai 1 tahun.

Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut : Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya. Sebagai contoh.     Bentuk Asystomatis Hewan tidak menunjukan gejala sakit Hewan tiba-tiba mati 2. b.8 Pencegahan Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera seteleh terjangkit. 2. setelah terlebih dahulu diberikan vaksinasi Rabies. vaksinasi bisa diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus. Berhasil tidaknya usaha pengendalian penyakit rabies sangat erat hubungannya dengan kesadaran. kucing. Selanjutnya ordonantie tersebut mengalami perubahan/penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada.6 Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit Anjing. 2. Misalnya.c. maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap penyebaran selanjutnya harus mendapat dosis buster vaksinasi setiap 2 tahun. Menangkap dan menyerahkan hewannya apabila menggigit orang untuk diobservasi. kucing. 3213 tahun 1984 tentang Tatacara Penertiban Hewan Piaraan Anjing. 1. 452 tahun 1926 dan pelaksanaannya termuat dalam Staatblad No.9 Pengobatan . Bila hewan yang menggigit sulit untuk ditangkap dan terpaksa harus dibunuh . Tetapi kadar antibody akan menurun. 2. pengetahuan dan partisipasi dari semua masyarakat. maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus dusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan. di DKI Jakarta terdapat SK Gubernur No. 452 tahun 1926. dank era yaitu Hondsdol heid Ordonantie Staatblad No. c. a. dan Kera di wilayah DKI Jakarta yang antara lain berisi : Kewajiban pemilik hewan piaraan untuk memvaksinasi hewannya dan menggantungkan peneng tanda lunas pajak. 3. Kucing.7 Perundang-undangan Tentang Rabies Sejak tahun 1926 pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang rabies pada anjing. dank era yang yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. 2. yaitu : Dokter hewan Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang terjangkit rabies dimana banyak anjing ditemukan Para penjelajah gua kelelawar Vaksinasi memberikan perlindungan seumur hidup. Hewan yang dibiarkan lepas dan dianggap liar atau tersangka menderita rabies akan ditangkap oleh petugas penertiban. Bila hasil observasi negative Rabies maka hewan tersebut mendapat vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali ke pemiliknya.

 Untuk VAR dilakukan selam 3 kali yaitu : . Tetapi bila digigit binatang buas (sigung. rakun. Mencuci luka gigitan dengan air dan sabun bisa menghilangkan setidaknya 92% virus rabies. 14. maka suntikan vaksin rabies diberikan pada saat digigit hewan rabies dan pada hari ke 3. Jika segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat. kejang. kurang dari 1 % yang mengalami demam setelah menjalani vaksinasi.10 Tips Bila Digigit Anjing  Cuci luka gigitan itu dengan air mengalir dan sabun kurang lebih 10-15 menit. jika setengah-setengah maka pertahanan tubuh yang terbentuk juga tidak maksimal. dan otak. kelelahan. Mereka dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk diawasi terhadap gejala-gejala pada paru-paru. tiga minggu setelah digigit Apabila anjing telah dibunuh atau mati setelah menggigit.  Setelah itu baru ketempat kesehatan terdekat untuk meminta perawatan lebih lanjut dan mendapatkan VAR (vaksinasi anti rabies)  Jangan langsung ke tempat kesehatan setelah digigit anjing karena itu memberikan waktu untuk virus masuk dalam tubuh. . atau kelumpuhan total. 7.  Tindakan pencegahan yang paling penting adalah penanganan luka gigitan sesegera mungkin. Nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan biasanya bersifat ringan. Jarang terjadi reaksi alergi yang serius. Meskipun kematian karena rabies diduga tidak dapat dihindarkan.  Jika penderita pernah mendapatkan vaksinasi. maka VAR harus dijalani secara penuh. Dengan pelaksanaan VAR secara lengkap. dimana separuh dari dosisnnya disuntikkan di tempat gigitan. Jadi ditekankan agar mencuci luka segera setelah digigit. tusukan yang dalam dosemprotkan dengan air sabun.Kedua. Jika luka telah dibersihkan. tetapi beberapa orang penderita selamat. tetapi luka gigitan harus tetap dibersihkan dan diberikan 2 dosis vaksin (pada hari 0 dan 2)  Sebelum ditemukannya pengobatan. Orang yang digigit kelinci dan hewan pengerat (termasuk bajing dan tikus)tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut jarang terinfeksi rabies. dan 28.Pertama.  Usahakan untuk menangkap anjing tersebut dan kurungatau diikat untuk memastikan apakah anjing tersebut menderita rabies atau tidak. Jika anjing mati dalam rentang waktu kurang lebih 10 hari setelah menggigit.  Jika belum pernah mendapatkan imunisasi. rubah.Ketiga. maka risiko menderita rabies akan berkurang. seminggu setelah digigit . maka dipastikan anjing tersebut tertular rabies. saat digigit . 2. dan kelelawar) diperlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut mungkin saja terinfeksi rabies. Maka seseorang yang digigit hewan yang menderita rabies kemungkinan tidak akan menderita rabies. kepada pemberita yang belum pernah mendapatkan imunisasi dengan vaksin rabies diberikan suntikan immunoglobin rabies. jantung. Pemberian vaksin maupun immunoglobulinrabies tampaknya efektif jika suatu saat penderita menunjukkan gejala-gejala rabies. maka pertahanan tubuh untuk rabies yang dibentuk oleh vaksin akan maksimal. kematian biasanya terjadi dalam 3-10 hari. Daerah yang digigit dibersihkan dengan sabun. Kebanyakan penderita meninggal karena sumbatan jalan nafas (asfiksia).

1 Kesimpulan Rabies merupakan penyakit menular yang mematikan yang ditularkan oleh hewan melalui gigitannya. Bila tergigit.go.jakarta.2 Saran Bila memiliki binatnag peliharaan baik itu anjing. burung atau lain sebagainya.htm ( diakses pada tgl 21-09-2009 ) http://www. maka tindakan yang harus kita lakukan adalah mencuci daerah gigitan tersebut dengan sabun dan pada air yang mengalir untuk meminimalkan virus yang masuk ke pembuluh darah.BAB III PENUTUP 3.php?ArtID=754 ( diakses pada tgl 21-09-2009 ) . DAFTAR PUSTAKA http://www.id/_jakpus/Ternak/Rabies.com/wmview. Setelah itu barulah dibawa ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara bertahap agar kita tidak terinfeksi virus rabies ini. kucing. hendaknya selalu menjaga kebersihan hewan tersebut dan bawalah hewan peliharaan anda ke dokter hewan untuk mendapatkan vaksinasi. Virus rabies banyak terkandung dalam kelenjar liur hewan yang telah terinfeksi virus ini sehingga gigitannya inilah yang sangat berbahaya. 3.anjingkita.

Selasa 15 September 2009 .Bali Post.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->