Bagian

2

Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
KOMISI
KO

MI

SI
UMUM

UMU

IHA

N

2009
PEMILIHAN UMUM

UMUM

PEM

M

LI

HAN

2009
PEMILIHAN UMUM

PEM

IHA

N

IL

I

KO

MI

SI

Buku Saku Pemilu 2009

15

PEM

IL

penyebaran bahan kampanye kepada umum Pelaksanaan kampanye melalui rapat umum Masa tenang • • • • • • • • • • • Tahap Jelang Pemungutan dan Penghitungan Suara • • • • • • • • • • Simulasi penyampaian hasil perhitungan suara dengan menggunakan sistem informasi/elektronik.A. tatap muka. Pengadaan DCT Anggota DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kab/ Kota Distribusi DPT dan Daftar Pemilih Tambahan Distribusi DPT luar negeri dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri untuk TPSLN oleh PPLN Distribusi DCT Anggota DPR/DPRD Prov/DPRD Kab/Kota Monitoring persiapan pemungutan suara di daerah Pengumuman dan pemberitahuan tempat & waktu pemungutan suara kepada pemilih & saksi oleh KPPS/KPPSLN Penyiapan TPS/TPSLN Pidato Ketua KPU menjelang pemungutan suara • • • • • Tahap Penetapan Hasil Penetapan hasil Pemilu KPU Kabupaten/Kota menetapkan hasil Pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota. KPU Provinsi menetapkan hasil Pemilu Anggota DPRD Provinsi KPU menetapkan hasil Pemilu DPR/DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota secara nasional Peserta Pemilu dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil perhitungan perolehan suara oleh KPU Kepada MK paling lama 3x24 jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilu secara nasional oleh KPU Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih DPRD Kabupaten/Kota DPRD Provinsi Anggota DPR dan DPD Penetapan dan pengumuman calon terpilih Anggota DPRD Kabupaten/Kota Anggota DPRD Provinsi Anggota DPR dan DPD Peresmian keanggotaan DPRD Kabupaten/Kota DPRD Provinsi DPR dan DPD Pengucapan sumpah/janji DPRD Kabupaten/Kota DPRD Provinsi DPR dan DPD • • • • • • • • • • • • Pemungutan Suara • • • • • • Pemungutan suara PPS mengumumkan salinan hasil dari TPS Rekapitulasi di PPK Rekapitulasi di KPU Kabupaten/Kota Rekapitulasi di KPU Provinsi Rekapitulasi di KPU 16 KOMISI LI HAN UMU Buku Saku Pemilu 2009 PEM M I . DPD dan DPRD Tahap Pendaftaran Pemilih • • • • • Penyerahan data kependudukan Pemuktahiran data pemilih Penyusunan dan pengesahan DPS Pengumuman DPS Penyusunan dan penetapan DPT Tahap Pencalonan Partai Politik Pengumuman pendaftaran peserta Pemilu Pendaftaran parpol peserta Pemilu Penelitian administrasi dan pengumuman Verifikasi Faktual Penetapan parpol peserta Pemilu 2009 Pengumuman parpol peserta Pemilu 2009 DPR/DPRD Pengambilan formulir calon Anggota DPR/DPRD Pengajuan bakal calon oleh Parpol Verifikasi kelengkapan administratif Penyampaian hasil verifikasi kepada Parpol Penyusunan dan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Penetapan & pengumuman DCT Anggota DPR/DPRD DPD Pendaftaran calon Anggota DPD Penelitian administratif Verifikasi faktual Penyusunan dan penetapan Daftar Calon Tetap Penetapan & pengumuman DCT Anggota DPD • • • • • Kampanye • • • • Pelaksanaan kampanye Pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas. Tahapan dan Jadwal Pemilu Anggota DPR. Pengadaan dan distribusi surat suara. media massa cetak atau elektronik.

Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Untuk melaksanakan Pemilihan Umum tahun 2009. KPU memulai tahapan penyelenggaraan Pemilu yaitu dengan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih. dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Dalam memutakhirkan data pemilih. menyerahkan data kependudukan nasional dan data kependudukan di luar negeri kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Sasana KO MI SI UMUM IHA N 2009 PEMILIHAN UMUM Buku Saku Pemilu 2009 17 PEM IL . C. KPU berpedoman pada UndangUndang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. KPU merupakan pengguna akhir data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Pemutakhiran Data Pemilih Dan Penyusunan Daftar Pemilih Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Di samping itu KPU telah menetapkan pedoman yang bersifat teknis untuk tiap tahapan Pemilu Anggota DPR. Proses penyusunan daftar pemilih yang dilaksanakan KPU berdasarkan Undang-Undang Nomor 10Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR.B. Dimulai dengan diterimanya Data Kependudukan dan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. DPD dan DPRD yang mengamanatkan kepada KPU untuk mengatur lebih lanjut tata cara penyusunan daftar pemilih dalam Peraturan KPU. b. Pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan Departemen Luar Negeri (Deplu) pada hari Sabtu tanggal 5 April 2008. Ketentuan tersebut diatur juga di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. DPD dan DPRD. dan DPRD. DPD dan DPRD. DPD dan DPRD yaitu KPU melakukan pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dari Pemerintah. KPU juga telah menerbitkan 51 (lima puluh satu) buah Peraturan KPU dan 29 (dua puluh sembilan) Keputusan KPU. DPD dan DPRD yaitu KPU merencanakan. Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Daftar Pemilih untuk Pemilu Anggota DPR. DPD dan DPRD mempunyai tugas dan wewenang untuk memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkannya sebagai daftar pemilih. KPU dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota DPR. DPD. mengkoordinir dan melaksanakan tahapan penyusunan daftar pemilih tersebut. Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Daftar Pemilih di Luar Negeri untuk Pemilu Anggota DPR. maka KPU mengeluarkan: a. Berdasarkan ketentuan Pasal 33 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR.

l. Pengumuman Daftar Pemilih Sementara hasil perbaikan awal (DPS HP) selama 3 (tiga) hari (25-27 Agustus 2008) g. PPS dan PPDP yang membantu KPU dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih. Pembentukan PPK. Pengumuman DPS oleh PPS/PPLN dibantu PPDP/PPDPLN (7 Juli-8 Agustus 2008) d. KPU Provinsi dan KPU. DPD dan DPRD Tahun 2009 yang menetap- 18 KOMISI LI HAN UMU Buku Saku Pemilu 2009 PEM M I . Penyusunan dan perbaikan DPS HP akhir oleh PPS/PPLN. Jakarta Pusat Serah terima tersebut dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hasan Wirayuda kepada Ketua KPU A. berdasarkan DPS HP (dalam bentuk CD disampaikan kepada peserta pemilu (1-7 Oktober 2008) j. Hafiz Anshary AZ. m. Pada hari yang sama secara serentak diserahkan juga data kependudukan dari Pemerintahan Daerah (Pemda) kepada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. yang terdiri dari data agregat kependudukan perkecamatan (DAK2) serta data potensial penduduk pemilih Pemilu (DP4) di dalam dan luar negeri. KPU mengeluarkan Keputusan KPU Nomor 02/SK/KPU/ Tahun 2009 tentang Penetapan Badan Pelaksana Pemilu dan Daftar Pemilih Tetap secara Nasional dalam Pemilu Anggota DPR. Penyampaian DPS HP akhir termasuk data pemilih oleh PPS kepada KPU Kabupaten/ Kota (31 Agustus-15 September 2008) i. KPU dalam melaksanakan tahapan penyusunan Daftar Pemilih telah melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: a. Pada tanggal 9 Januari 2009. DPT yang dilaksanakan oleh PPLN disampaikan kepada KPU melalui kepala perwakilan RI di luar negeri dan Departemen Luar Negeri. b.Terdapat tiga KPU Provinsi yang belum melaporkan DPT. yaitu KPU Provinsi Sumatera Selatan. Menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat dan peserta Pemilu selama 14 hari (10-24 Agustus 2008) f. KPU Provinsi Maluku Utara dan KPU Provinsi Papua Barat. k. Rekapitulasi DPT oleh KPU Kabupaten/Kota. Data yang diserahterimakan tersebut berbentuk softcopy. Pengumuman DPS selama 14 (empat belas) hari oleh PPS/PPLN (9-23 Agustus 2008) e. DPS HP akhir disampaikan kepada peserta pemilu di desa/kelurahan (28-30 Agustus 2008) h.Bhakti Depdagri lantai 3 Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7. Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno pembahasan DPT pada tanggal 18 Oktober 2008 yang diikuti oleh 33 Ketua KPU Provinsi. DPT dilengkapi dengan daftar pemilih tambahan sejak DPT ditetapkan paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari/tanggal pemungutan suara. Pemutakhiran data pemilih selama 3 (tiga) bulan setelah diterima data kependudukan oleh KPU Kabupaten/Kota dibantu PPK dan PPS. Penyusunan dan penetapan DPT oleh Kabupaten/Kota. Ditingkat RT/RW petugas PPS dibantu oleh PPDP ( 6 April-6 Juli 2008) c. Ketiga KPU Provinsi tersebut masih diberi kesempatan untuk menyerahkan DPT hingga tanggal 22 Oktober 2008.

KO MI SI UMUM IHA N 2009 PEMILIHAN UMUM Buku Saku Pemilu 2009 19 PEM IL .

dan rekapitulasi daftar pemilih tetap yang dilaksanakan oleh KPU.442 jiwa. Panwaslu Kecamatan melakukan pengawasan atas pelaksanaan penyusunan Daftar Pemilih Sementara. DPD dan DPRD Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007. PPLN dan PPS. KPU juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 607/KPU/ III/2009 tanggal 27 Maret 2009 mengenai pemeriksaan dan penelitian DPT pasca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. DPD. Panwaslu Provinsi. KPU telah mengeluarkan Keputusan KPU Nomor 164/Kpts/Tahun 2009 tanggal 7 Maret 2009 tentang Perubahan Penetapan Badan Pelaksana dan Perbaikan Rekapitulasi DPT Secara Nasional Pemilihan Umum Anggota DPR. kan bahwa jumlah pemilih dalam negeri 169. pasal 9 ayat (1) huruf n.068. pasal 10 ayat (1) huruf o.595 jiwa dan jumlah pemilih luar negeri sebanyak 1. yang menetapkan bahwa DPT Pemilu Anggota DPR. Menyampaikan himbauan kepada Pengawas Pemilu agar berperan aktif mengawasi dan membantu proses pemutakhiran data pemilih c. Bagi yang belum terdaftar agar aktif mendaftarkan diri pada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) setempat. pemutakhiran daftar pemilih sementara. dan DPRD. yang terdiri dari jumlah pemilih dalam negeri sebanyak 169. dan DPRD. DPD. daftar pemilih tambahan. D. pasal 51 huruf k. Sosialisasi dan Penyebaran Informasi Pemilu Anggota DPR. termasuk himbauan melalui sarana tempat ibadah. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tetapi juga oleh PPK. pasal 44 huruf l.789. Melaksanakan sosialisasi melalui berbagai media.265.509.775 orang.667 pemilih. Berkenaan dengan hal tersebut. Sehubungan dengan adanya kegiatan penyusunan Daftar Pemilih Tetap di KPU Provinsi/ Kabupaten/Kota. maupun kelompok 20 KOMISI LI HAN UMU Buku Saku Pemilu 2009 PEM M I . Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR. KPU Kabupaten/Kota. pasal 8 ayat (1) huruf q.892 orang.475. pasal 47 huruf p. program/ kegiatan sosialisasi Pemilu 2009 tidak hanya dilaksanakan oleh KPU. Melaksanakan Rapat Koordinasi dengan KPU Provinsi se Indonesia b. KPU Provinsi. baik media cetak maupun media elektronik.558. Untuk itu KPU: a. penyusunan daftar pemilih tetap. dimana masyarakat di himbau untuk aktif mengecek namanya dalam DPS. DPD dan DPRD Tahun 2009 sebanyak 171. jumlah pemilih luar negeri 1. Panwaslu Kabupaten/Kota. maka Bawaslu. jumlah total 171.n.847 jiwa. Pengertian Sosialisasi Pemilu adalah upaya memperkenalkan atau menyebarluaskan informasi mengenai Pemilu kepada masyarakat sebagai penerima program. sosialisasi tatap muka.

Kominfo. pers background). diharapkan partisipasi masyarakat dalam pemilu 2009 juga meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. dan tas kain. Depdagri. TPI. Partai Politik. Kementerian Dalam Negeri. Dengan pemahaman dan pengetahuan yang tinggi. TVRI. Metode melalui komunikasi media massa dilakukan dengan cara penyebaran media cetak berupa leaflet. IFES. 2 jenis spanduk. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Elshinta 68 H. Komunikasi media masa juga dilakukan dengan penyampaian informasi melalui media massa serta berbagai event pers (Konferensi pers. LSM. maupun melalui media elektronik seperti iklan layanan masyarakat. Global TV. 1. Sosialisasi Pemilu 2009 Sosialisasi Pemilu 2009 didasarkan atas Peraturan KPU No. komunikasi media masa dan mobilisasi sosial. Strategi ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk terlibat dalam usaha mensukseskan pemilu. Dengan demikian Pemilu bukan hanya menjadi pekerjaan KPU tetapi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. stiker dll. Kementerian ESDM. poster. Bappenas. d. dan Trans 7. ceramah dengan seluruh stakeholder Pemilu seperti Instansi Pemerintah. coffee morning. brosur. Global TV. Jumlah KO b. 23 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Anggota DPR. Metode sosialisasi dilaksanakan dengan tatap muka. Kementerian Sosial. KPU telah melakukan MoU dengan Trans 7. KPU Provinsi. Kementerian Pertahanan. f. Trans TV. pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pemilu. dan pemilih secara langsung. workshop. Kementerian Kebudayan dan Pariwisata dan Kementerian Perumahan Rakyat. flyer. DPD dan DPRD. Kementerian Pertanian. Below the line yaitu mendesain. 2 brosur. SCTV. Mobilisasi sosial merupakan kelanjutan program sosialisasi tatap muka. DPD dan DPRD dengan judul ”Tata Cara Memilih” yang ditayangkan di 8 stasiun TV yaitu RCTI. spanduk. TNI/Polri. Tv One. DPD dan DPRD. MI SI UMUM IHA N 2009 PEMILIHAN UMUM Buku Saku Pemilu 2009 21 PEM IL . Kementerian Pendidikan Nasional. Pertemuan tatap muka yang dilakukan oleh KPU dengan instansi pemerintah antara lain. KPU. Talkshow Interaktif melalui TV dan Radio. SCTV. RRI. 4 leaflet.masyarakat lainnya serta kepada para pelaku dan instansi dan lembaga penyelenggara pemilu semua tingkatan Sosialisasi yang dilakukan oleh KPU beserta jajaran penyelenggara di tingkat bawah sangat penting untuk peningkatan pemahaman. Dalam metode tatap muka. RCTI. Mobilisasi sosial melalui Gerakan Nasional Sosialisasi Pemilu dan Partnership dengan berbagai organisasi (kemitraan) non government organizations (NGO/LSM dan Civil Society Organization) menjadi partner utama KPU dalam melaksanakan mobilisasi sosial. Above the line yaitu dengan membuat serta menayangkan PSA Pemilu DPR. Kabupaten/Kota dan seluruh jajaran penyelenggara dibawahnya melakukan sosialisasi melalui pertemuan.Tujuan sosialisasi Pemilu 2009 adalah untuk menyebarluaskan kepada masyarakat serta Parpol peserta Pemilu aturan teknis setiap tahapan menyangkut Pemilu 2009 khususnya tentang tata cara pemilihan umum calon anggota DPR. Ormas. g. a. editor forum. 2 flyer. c. TVRI. diskusi. Website dll. e. mencetak dan mendistribusikan materi sosialisasi dalam bentuk 4 desain poster. Trans TV. Tv One.

6. 12. dan Daftar Pemilih Tetap). Sosialisasi pendaftaran. dan DPRD bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara teknis pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Anggota DPR. Tujuan pendirian pusat informasi Media Center adalah menyiapkan akses yang cepat dan mudah bagi publik dan wartawan (cetak/elektronik) untuk memperoleh data/info yang terkini. Sosialisasi program/kegiatan tahapan Pemilu 2009. DPD dan DPRD 2009 antara lain: 1. DPD dan DPRD Tahun 2009 kepada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota agar KPU Kabupaten/Kota dapat memberikan sosialisai dengan baik pada tingkat PPK/PPS.cetakan 600. 5. DPD. 4. 7. PPS. leaflet. PPK. Sosialisasi penetapan anggota KPU Provinsi. 9. KPPS dan KPPSLN. DPD dan DPRD pada Juli 2008. i.000 eksemplar. 2. penelitian dan penetapan peserta Pemilu perseorangan untuk pemilihan Umum anggota DPD. 13. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota. 11. Launching Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR. 8. KPU Kabupaten/Kota. Seluruh materi sosialisasi baik Pemilu Anggota DPR. Pembuatan peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2008 tentang Pedoman Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Anggota DPR. Sosialisasi pendaftaran. akurat. poster. dan DPRD. DPD dan DPRD maupun Pemilu Presiden/Wakil Presiden didistribusikan ke-33 KPU Provinsi dan 471 KPU kabupaten/Kota seluruh Indonesia. PPK dan PPS. standing banner. Bimbingan Teknis pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Anggota DPR. 22 KOMISI LI HAN UMU Buku Saku Pemilu 2009 PEM M I . Media Center Sebagai Pusat Informasi Pemilu. DPD dan DPRD dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden. Kegiatan sosialisasi Pemilu 2009 yang sudah dilaksanakan KPU pada Pemilu Anggota DPR. Sosialisasi daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPR. 10. Pencetakan suara KPU. Pembagian zona kampanye. Daftar Perbaikan Pemilih Tambahan. DPD dan DPRD dan Peraturan KPU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu Anggota DPR. verifikasi dan penetapan Partai Politik. Sosialisasi penetapan daftar pemilih Pemilu 2009 (Daftar Pemilih Sementara. 3. Launching Gerakan Nasional Sosialisasi Pemilu 2009 di Istana Negara bersama Presiden SBY Juni 2008. Untuk selanjutnya PPK/PPS dapat memberikan sosialisasi kembali pada tingkat KPPS. Sosialisasi Undang-Undang dan Juklak/Juknis Pemilu. Deklarasi kampanye damai 12 Juli 2008. objektif dan faktual tentang kegiatan KPU. sehingga pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan pada tingkat TPS yang dilakukan oleh KPPS dapat berjalan dengan baik dan lancar. 2.

a. yakni. Membangun hot line service/call center. a. Masalah “contreng” ini secara umum tercantum dalam pasal 153 UU Nomor 10 Tahun KO b. b. merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wartawan tentang KPU/KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dan penyelenggaraan Pemilu secara komprehensif. c. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dan media massa. Press reception (resepsi pers). Press statement biasanya diberikan jika ada hal-hal yang tidak jelas mengenai Pemilu yang beredar di masyarakat. Menyiapkan ruang yang nyaman dan fasilitas komputer. c. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota bisa memaparkan secara komprehensif program-program sosialisasi dan rencana kerjanya serta informasi penting tentang Pemilu yang wajib diketahui masyarakat. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota beserta komisioner untuk mengunjungi kantor redaksi. telepon dan internet untuk pewarta. a. Strategi yang dilakukan adalah: Menyajikan data terkini pada website KPU. Press interview (tanya jawab dengan pers). Wawancara yang berisi informasi seputar Pemilu dan KPU serta hal-hal ihwal mengenai Pemilu 2009. program atau permasalahan tertentu terkait Pemilu dan KPU. tujuan kunjungan adalah mengetahui proses manajemen redaksi media massa. MI SI UMUM IHA N 2009 PEMILIHAN UMUM Buku Saku Pemilu 2009 23 PEM IL . Selain bersilaturahmi. Trainning of journalist (pelatihan bagi wartawan). Sedangkan kontak tidak resmi dengan pihak media masa dapat dilakukan: Press statement atau keterangan pers. suatu pertemuan khusus dengan pihak media yang bersifat resmi dan dijalankan oleh Biro Teknis/Hupmas KPU sebagai fasilitator dalam rangka menjelaskan suatu rencana. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota (meningkatkan kemudahan dalam mengakses informasi). Berbagai event di Media Center antara lain: Press conference (konferensi pers). biasanya inisiatif dari pihak media massa setelah terlebih dahulu melakukan perjanjian dengan narasumber. Sosialisasi Tanda contreng. Informasi ini juga merupakan bentuk sosialisasi KPU kepada masyarakat dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Media visit (kunjungan ke Media). mirip sebuah diskusi atau dialog. event ini lebih bersifat santai dimana berfungsi untuk peningkatan kualitas hubungan antara KPU. b. kegiatan Hupmas KPU. 3. Press statement juga merupakan bentuk sosialisasi singkat KPU ke masyarakat. d. Pada event ini. Press briefing (penjelasan pers). KPU. e. dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja oleh anggota KPU bahkan melalui telepon dan SMS. dimana didalamnya terdapat jumpa pers. menggunakan jaringan dalam setiap diseminasi informasi sehingga informasi tersebar cepat dan merata.

Kedua. DPD dan DPRD. kepentingan partai sebagai peserta Pemilu dengan membangun kehidupan kepartaian yang sehat. Terbatasnya waktu yang tersedia untuk pembuatan materi sosialisasi. pada 16 Agustus 2008 KPU telah menetapkan Keputusan Nomor 208/SK/KPU/ Tahun 2008 tentang Perubahan Keputusan KPU Nomor 149/SK/KPU/Tahun 2008 yang menetapkan 4 (empat) Partai Politik tambahan. Pemerintah kemudian mengeluarkan Perpu Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. tujuan pemilu itu sendiri sebagai upaya menciptakan lembaga-lembaga perwakilan rakyat yang berkualitas. Pendaftaran dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2009 Dalam menyeleksi parpol peserta pemilu. UU Nomor 10 Tahun 2008 menetapkan aturan dan persyaratan bagi parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu 2009. Dari 62 Partai Politik yang mendaftar. Pemilih tidak boleh membubuhkan tulisan dan/atau catatan lain pada surat suara. Inilah tujuan kemasyarakatan dan kenegaraan yang berwawasan kebangsaan. KPU dituntut bisa mempertemukan dua kepentingan. DPD dan DPRD. Hambatan dalam Sosialisasi Pemilu Tahun 2009. dengan rincian 34 Parpol Tingkat Nasional dan 6 Parpol Lokal Aceh. Tidak semua parpol yang terdaftar dan lolos verifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM langsung mengikuti Pemilu 2009. (Keputusan KPU Nomor 149/SK/Tahun 2008) Dengan memperhatikan Putusan MK Nomor 12/PUU-VI/2008 tanggal 10 Juli 2008 dan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 104/G/2008/PTUN-JKT tanggal 13 Agustus 2008. pemilih memberi tanda satu kali pada surat suara. Hambatan-hambatan sosialisasi 2009 adalah sebagai berikut : Kurangnya dana sosialisasi. Terbatasnya waktu untuk distribusi materi sosialisasi. dan sistem pemerintahan menuntut adanya kehidupan kepartaian yang mampu menampung keberagaman masyarakat. KPU telah menetapkan 40 Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Pemberian suara untuk Pemilu anggota DPR. apabila ditemukan lebih dari satu kali tanda contreng. KPU telah melakukan penerimaan pendaftaran Parpol sebanyak 62 Partai Politik. 2. 3. DPD. sehingga jumlah Partai Politik Peserta Pemilu 2009 yang semula berjumlah 40 menjadi 44 Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Surat suara yang terdapat tulisan dan/atau catatan dinyatakan tidak sah. Pertama.2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Namun. Setelah dilakukan verifikasi administratif dan faktual. Saling keterkaitan sistematik antara sistem kepartaian. secara teknis masalah ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan KPU Nomor 35 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS. Menteri Hukum dan HAM mengatur tentang verifikasi Partai Politik. yang terdiri dari: 24 KOMISI LI HAN UMU Buku Saku Pemilu 2009 PEM M I . E. suara tersebut dinyatakan sah secara hukum. sistem pemilu. DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. 1.

KPU mengumumkan 38 Partai Politik (Parpol) berskala nasional sebagai Peserta Pemilu 2009 dan mengumumkan 6 Partai Politik lokal yang lulus verifikasi faktual di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ikut berkompetisi untuk memilih DPRA. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e UU Nomor 10 Tahun 2008. KO MI SI UMUM IHA N 2009 PEMILIHAN UMUM Buku Saku Pemilu 2009 25 PEM IL . b. Profil Partai Politik. 2. Pada tanggal 8 Juli 2008. Partai Aceh (PA) Partai Aceh Aman Seujahtera (PAAS) Partai Bersatu Atjeh (PBA) Partai Daulat Atjeh (PDA) Partai Rakyat Aceh (PRA) Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) Setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu 2009. 9 Juli 2008. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315 UU Nomor 10 Tahun 2008. 4. Untuk Provinsi Aceh Nanggroe Aceh Darussalam dari 10 Parpol lokal yang diverifikasi faktual. d. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d UU Nomor 10 Tahun 2008. DPD dan DPRD Peserta Pemilu 2009 F. c. 4 (empat) Partai Politik hasil Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 12/PUUVI/2008 tanggal 10 Juli 2008. DPD. dan DPRD. 6. 5. e. 18 (delapan belas) Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2004 yang telah memenuhi syarat menjadi Peserta Pemilu Tahun 2009.a. 6 (enam) Partai Politik Lokal di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 7 Partai Politik peserta Pemilu Tahun 2004 yang telah memenuhi syarat menjadi peserta Pemilu Tahun 2009. 6 parpol lolos sebagai peserta Pemilu Anggota DPRA dan DPRK tahun 2009 yaitu: 1. Anggota DPR. Dari 38 nama parpol 16 Parpol di antaranya adalah parpol peserta Pemilu 2004 yang memenuhi ketentuan pasal 315 dan 316 huruf d Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. ke-44 Parpol tersebut dapat memulai melakukan kampanye kecuali kampanye dalam bentuk rapat umum.Tiga hari setelah diumumkan sebagai peserta pemilu yaitu tanggal 12 Juli 2008. 3. 9 (sembilan) Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2004 yang telah memenuhi syarat menjadi Peserta Pemilu Tahun 2009. KPU mengundi nomor urut Parpol dan diumumkan sebagai peserta Pemilu 2009 pada Rabu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful