P. 1
VARICELA

VARICELA

|Views: 219|Likes:
Published by Lopitha Meidha

More info:

Published by: Lopitha Meidha on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2015

pdf

text

original

1. KONSEP DASAR TEORI A. Definisi June M.

Thomson mendefinisikan varisela sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus varisela-zoster (V-Z virus) yang sangat menular bersifat akut yang umumnya menganai anak, yang ditandai oleh demam yang mendadak, malese, dan erupsi kulit berupa makulopapular untuk beberapa jam yang kemudian berubah menjadi vesikel selama 3-4 hari dan dapat meninggalkan keropeng (Thomson, 1986, p. 1483). Sedangkan menurut Adhi Djuanda varisela yang mempunyai sinonim cacar air atau chickenpox adalah infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa yang secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorfi terutama dibagian sentral tubuh (Djuanda, 1993). B. ANATOMII FISIOLOGI organ kulit 1)Epidermis (Kutilkula) Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit, yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0,07 mm terdiri atas beberapa lapisan, antara lain seperti berikut : a) Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk. Letak lapisan ini berada paling luar dan merupakan kulit mati. Jaringan epidermis ini disusun oleh 50 lapisan sel-sel mati, dan akan mengalami pengelupasansecara perlahanlahan, digantikan dengan sel telur yang baru. b) Stratum lusidum, yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit dan rambut. Semakin banyak melanin yang dihasilkan dari sel-sel ini, maka warna kulit akan menjadi semakin gelap. Coba Anda perhatikan kulit orang “suku Dani di Irian dengan suku Dayak di Kalimantan pada Gambar 7.8! Jika dikaitkan dengan hal ini apa yang terjadi pada kulit dari kedua suku tersebut? Selain memberikan warna pada kulit, melanin ini juga berfungsi untuk melindungi sel-sel kulit dari sinar ultraviolet matahari yang dapat membahayakan kulit. Walaupun sebenarnya dalam jumlah yang tepat sinar ultraviolet ini bermanfaat untuk mengubah lemaktertentu di kulit menjadi vitamin D, tetapi dalam jumlah yang berlebihan sangat berbahaya bagi kulit. Kadang-kadang seseorang menghindari sinar matahari di siang hari yang terik, karena ingin menghindari sinar ultraviolet ini. Hal ini disebabkan karena ternyata sinar ultraviolet ini dapat membuat kulit semakin hitam. Berdasarkan riset, sinar ultraviolet dapat merangsang pembentukan melanosit menjadi lebih banyak untuk tujuan perlindungan terhadap kulit. Sedangkan jika kita lihat seseorang mempunyai kulit kuning langsat, ini disebabkan orang tersebut memiliki pigmen karoten. c) Stratum granulosum, yang

menghasilkan pigmen warna kulit, yang disebut melamin. Lapisan ini terdiri atas sel-sel hidup dan terletak pada bagian paling bawah dari jaringan epidermis. d) Stratum germinativum, sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah. Sel-selnya membelah ke arah luar untuk membentuk sel-sel kulit teluar. Sel-sel yang baru terbentuk akan mendorong sel-sel yang ada di atasnya selanjutnya sel ini juga akan didorong dari bawah oleh sel yang lebih baru lagi. Pada saat yang sama sel-sel lapisan paling luar mengelupas dan gugur. 2) Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis, yang terdiri atas banyak lapisan. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2,5 mm. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur, yang terdiri atas kolagen, yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri atas bagian-bagian berikut. Folikel rambut dan struktur sekitarnya a)Akar Rambut Di sekitar akar rambut terdapat otot polos penegak rambut (Musculus arektor pili), dan ujung saraf indera perasa nyeri. Udara dingin akan membuat otot-otot ini berkontraksi dan mengakibatkan rambut akan berdiri. Adanya saraf-saraf perasa mengakibatkan rasa nyeri apabila rambut dicabut. b)Pembuluh Darah Pembuluh darah banyak terdapat di sekitar akar rambut. Melalui pembuluh darah ini akarakar rambut mendapatkan makanan, sehingga rambut dapat tumbuh. c)Kelenjar Minyak (glandula sebasea) Kelenjar minyak terdapat di sekitar akar rambut. Adanya kelenjar minyak ini dapat menjaga agar rambut tidak kering. d)Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) Kelenjar keringat dapat menghasilkan keringat. Kelenjar keringat berbentuk botol dan bermuara di dalam folikel rambut. Bagian tubuh yang banyak terdapat kelenjar keringat adalah bagian kepala, muka, sekitar hidung, dan lain-lain. Kelenjar keringat tidak terdapat dalam kulit tapak tangan dan telapak kaki. e)Serabut Saraf

Pada lapisan dermis terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas, dingin, nyeri, dan sebagainya. Jaringan dermis juga dapat menghasilkan zat feromon, yaitu suatu zat yang memiliki bau khas pada seorang wanita maupun laki-laki. Feromon ini dapat memikat lawan jenisDermis (Kulit Jangat) C. Etiologi Penyebab dari varisela adalah virus varisela-zoster. Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan timbulnya penyakit varisela, sedangkan reaktivasi (keadaan kambuh setelah sembuh dari varisela) menyebabkan herves zoster. D. Manifestasi Klinis Masa inkubasi penyakit ini berlangsung 14-21 hari. Gejala klinis mulai dari gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malese dan nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta. Sementara proses ini berlangsung timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi. Penyebarannya terutama didaerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut dan saluran nafas bagian atas. Jika terdapat infeksi sekunder terjadi pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy regional). Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal. E. PATOFISIOLOGI Varicella primer disebabkan oleh infeksi Varicella Zooster Virus, suatu Herpes Virus. Penularan melalui inhalasi (droplet) atau kontak langsung dengan lesi di kulit penderita. Infeksi biasanya terjadi dengan menembus selaput konjungtiva atau lapisan mukosa saluran napas atas penderita. Kemudian terjadi replikasi virus di limfonodi setelah dua sampai empat hari sesudahnya, dan diikuti viremia primer yang terjadi setelah empat sampai enam hari setelah inokulasi awal. Virus kemudian menggandakan diri di liver, spleen, dan organ lain yang memungkinkan. Viremia kedua, ditandai dengan adanya partikel – partikel virus yang menyebar di kulit 14 sampai 16 hari sejak paparan awal, menyebabkan typical vesicular rash. Ensefalitis, hepatitis, atau pneumonia dapat terjadi pada saat itu. Periode inkubasi biasanya berlangsung antara 10 sampai 21 hari. Pasien mampu menularkan penyakitnya sejak satu sampai dua hari sebelum muncul rash sampai muncul lesi yang mengeras, biasanya lima sampai enam hari setelah muncul rash pertama kali. Meskipun kebanyakan infeksi varicella menimbulkan kekebalan seumur hidup, pernah dilaporkan infeksi ulangan pada anak yang sehat. Hal lain yang harus dijelaskan, setelah infeksi primer VZV bertahan hidup dengan cara

kamfor dll. Umumnya dosis untuk orang dewasa 6 x 1 tablet atau 4 x 1 tablet sehari. Viremia VZV sering terjadi bersama dengan herpes zoster. typical vesikuler Pneumonia Menlarkan penykt Lesi mengeras Vurus varicella Kekebalan tubuh F.organ lain inhalasi virus I infeksi slptkonjugtiva lapsn 4-6 hari menggandakan diri . Infeksi varicella zoster Kontak langsung Virus II Partikel virus Menyebar dikulit mukosa sal nafas 4-16 hari Ensepalitis. Dosisnya 50 mg/kg berat badan sehari. Lama pengobatan sampai penyakit membaik. Satu tablet 500 mg. terutama Geniculatum. Kadang – kadang terjadi setelah ada trauma langsung. untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Obat ini diberikan jika lama penyakitnya telah lebih 3 hari diliver. Dapat pula diberikan obat-obat anti virus seperti asiklovir dengan dosisi 5 x 400 mg sehari selama 7 hari dengan hasil yang cukup baik. Trigeminal. dengan dosisi maksimum 3000 mg sehari. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salep dan oral.spleen.hepatitis. Mekanisme imunologi host gagal menekan replikasi virus. untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativ. namun VZV diaktifkan kembali jika mekanisme host gagal menampilkan virus. Penatalaksanaan Pengobatan bersifat simtomatik dengan antipiretik dan analgesik.menjadi dormant di system saraf sensorik. Selain itu dapat pula diberikan imunotimulator seperti isoprinosin. Virus bermigrasi dari akar saraf sensoris dan menimbulkan kehilangan sensoris pada dermatom dan rash yang nyeri dan khas. Secara lokal diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (antipruritus) seperti menthol. atau akar Ganglia Dorsalis dan dormant.

Lesi dapat pula terjadi pada mukosa. Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit 4. Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi c. KONSEP DASAR ASKEP A. · Pada kulit dan membran mukosa : Lesi dalam berbagai tahap perkembangannya : mulai dari makula eritematosa yang muncul selama 4-5 hari kemudian berkembang dengan cepat menjadi vesikel dan krusta yang dimulai pada badan dan menyebar secara sentrifubal kemuka dan ekstremitas. . Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan 3. Diagnosa keperawatan 1. · Suhu : dapat terjadi demam antara 38°-39° C b. palatum dan konjunctiva. Intervensi keperawatan DX 1 gangguan integritas kulit B/D trauma Intervensi : · Anjurkan mandi secara teratur · Hindari menggaruk lesi · Gunakan pakaian yang halus/lembut DX2 Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan · Gunakan analgetik dan bedak antipruritus. gangguan integritas kulit b/d Trauma 2. anorexia dan malese. Pengkajian · Gejala subyektif berupa keluhan nyeri kepala.2. · Pertahankan suhu ruangan tetap sejuk dengan kelembaban yang adekuat.

pakaian khusus. Semua benda-benda yang terkontaminasi dibuang atau dimasukan kedalam tempat khusus dan diberi label sebelum dilakukan dekontaminasi atau diproses ulang kembali DX4 Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi · Ajarkan pada orang tua dalam melakukan perawatan terhadap anaknya di ruamah tentang hal-hal di atas. · Jelaskan bahwa demam d apat diatasi dengan melakukan tepid sponge bath. Jealskan bahwa penggunaan medikasi harus sesuai dengan petunjuk dikter D. c. b. . d. Menggunakan pakaian yang halus/lembut E. Ruangan tersendiri. Gunakan masker. Klien yang terinfeksi karena organisme yang sama dapat ditempatkan dalam ruangan yang sama. dan sarung tangan bagi semua orang yang masuk kedalam ruangan. pintu harus selalu tertutup. Selalu cuci tangan setelah menyentuh klien atau benda-benda yang kemungkinan terkontaminasi serta sebelum memberikan tindakan kepada klien lain. Evaluasi Masalah gangguan intebritas kulit dikatakan teratasi apabila : Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut minimal. Menganjurkan mandi secara teratur 2.DX3 Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit · Lakukan isolasi (strict isolation) : Prosedur strict isolation : a. Menghindari menggaruk lesi 3. IMPLEMENTASI gangguan integritas kulit B/D trauma dapat dilakukan tindakan : ·1.

DAFTAR PUSTAKA Adhi Djuanda (1993). 2007. Clinical Nursing Practice. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. dengan perkiraan biaya perawatan mencapai 400 juta dollar sehingga pada tahun 1995 diadopsilah vaksinasi untuk penyakit ini (1. Jakarta. Jakarta : Prima Medikal. 1993. 12 Juni 2010 | 0 komentar . Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN Varicella atau Chickenpox merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Diagnosa Keperawatan NOC-NIC. Budi. June M. Thomson. Suproharta.2). Mosby Company. FK Universitas Indonesia. St-Louis. Arief. Kapita Selekta Kedokteran.V.· Krusta berkurang · Suhu kulit. dan mortalitasnya 50 – 100 kematian dalam satu tahun. askep varicella di 12:18 PM | Sabtu. Penyakit ini tidak berat pada anak yang sehat. Data lain menyebutkan bahwa morbiditas penyakit ini 4000 kasus di rumah sakit dalam satu tahun.K. Santosa. 2005-2006. (1986). Diagnosa Keperawatan NANDA. et all. 2000. The C. Mc. dimana lebih dari 90% kasus diderita anak usia kurang dari 10 tahun. et. Closkey. Toronto. Wahyu J. Wlewik S. meskipun morbiditas meningkat pada orang dewasa dan pada pasien dengan immunocompromised. ED : 3 jilid : 1. Suhu tubuh normal. kelembaban dan warna kulit serta membran mukosa normal alami Tidak terjadi komplikasi dan infeksi sekunder · Tidak terdapat kelainan neurologik · Tidak terjadi kelainan respiratorik. M. Edisi Kedua. al.

lebih banyak remaja dan orang dewasa yang terserang Varisela. Dengan demikian semakin bertambahnya usia pada remaja dan dewasa. Sebab seringkali orang tua membiarkan anak-anaknya terkena cacar air lebih dini. Namun di negara-negara tropis. Varisela adalah Penyakit Infeksi Menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. 2. Dalam waktu 1 – 3 minggu bekas pada kulit yang mengering akan terlepas. Definisi Varisela berasal dari bahasa latin. Lima puluh persen kasus varisela terjadi diatas usia 15 tahun.Label: Asuhan Keperawatan Sistem integumen A. 4. kulit kepala. . Sign / Symtoms . mata . Setelah melewati periode 14 hari virus ini akan menyebar dengan pesatnya ke jaringan kulit. Virus Varicella Zoster penyebab penyakit cacar air ini berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari batuk atau bersin penderita dan diterbangkan melalui udara atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. KONSEP MEDIS 1. Varicella pada umumnya menyerang anak-anak . Etiologi Virus Varicella Zoster. ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. . lesi teresebut akan mengering dan bersamaan dengan itu terasa gatal.Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh. termasuk bagian tubuh yang paling intim. seperti di Indonesia. gejala varisela semakin bertambah berat. Sekitar 250 – 500 benjolan akan timbul menyebar diseluruh bagian tubuh. Namun dalam waktu kurang dari seminggu . 3. Virus Varicella Zoster juga menginfeksi sel satelit di sekitar Neuron pada ganglion akar dorsal Sumsum Tulang Belakang. dinegara-negara bermusin empat. mulut bagian dalam. Di Indonesia penyakit ini dikenal dengan istilah cacar air. Varisela atau cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster dengan gejala-gejala demam dan timbul bintik-bintik merah yang kemudian mengandung cairan. Pada anak-anak . Varicella. Patofisiologi Menyebar Hematogen. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui paru-paru dan tersebar kebagian tubuh melalui kelenjar getah bening. Memang sebaiknya penyakit ini dialami pada masa kanak-kanak dan pada kalau sudah dewasa. sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama Chicken – pox. termasuk Famili Herpes Virus. Dari sini virus bisa kembali menimbulkan gejala dalam bentuk Herpes Zoster. pada umumnya penyakit ini tidak begitu berat. tidak terkecuali pada muka.Pusing. 90% kasus varisela terjadi sebelum usia 15 tahun.

. jangan digosok. Komplikasi yang langka : a.Terakhir menjadi benjolan – benjolan kecil berisi cairan. . Treatment Karena umumnya bersifat ringan. Bila demam tinggi. biasanya pustel akan mengering tanpa meninggalkan abses.Dalam 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar). 6. Diet bergizi tinggi (Tinggi Kalori dan Protein). Radang sumsum tulang.. Yang justru sering menjadi masalah adalah rasa gatal yang menyertai erupsi. kompres dengan air hangat. dapat timbul jaringan parut pada bekas gelembung yang pecah. Bila tidak terjadi infeksi. lesu. Pnemonia b. . misalnya pemberian antiseptik pada air mandi.bila sampai tergaruk hebat. yang kemudian berubah menjadi papula (penonjolan kecil pada kulit). Komplikasi yang biasa terjadi pada anak-anak hanya berupa infeksi varisela pada kulit. Tentu tidak menarik untuk dilihat. 5.Bila hendak mengeringkan badan. b. jari kita tentu ingin segera menggaruknya.Jangan menggaruk vesikel. 4. Kegagalan hati. c. penderita biasanya mengeluhkan adanya rasa tidak enak badan. Ensefalitis. tidak nafsu makan dan sakit kepala.Kuku jangan dibiarkan panjang.. Upayakan agar tidak terjadi infeksi pada kulit. Bila tidak ditahan-tahan . Farmakoterapi . . 5. Sindrom Reye.Demam dan kadang – kadang diiringi batuk. Upayakan agar vesikel tidak pecah. Hepatitis. . kebanyakan penderita tidak memerlukan terapi khusus selain istirahat dan pemberian asupan cairan yang cukup. Masalahnya. • Umum 1. c. 2. Sebelum munculnya erupsi pada kulit. d. 3. muncul erupsi kulit yang khas. papula kemudian berubah menjadi vesikel (gelembung kecil berisi cairan jernih) dan akhirnya cairan dalam gelembung tersebut menjadi keruh (pustula). Kelainan ginjal. Komplikasi Komplikasi Tersering secara umum : a. Meningitis. Satu atau dua hari kemudian. Isolasi untuk mencegah penularan. Munculnya erupsi pada kulit diawali dengan bintik-bintik berwarna kemerahan (makula). d. sedangkan pada orang dewasa kemungkinan terjadinya komplikasi berupa radang pari-paru atau pnemonia 10 – 25 lebih tinggi dari pada anak-anak. cukup tepal-tepalkan handuk pda kulit.

pemakaian aspirin pada infeksi virus (termasuk virus varisela) telah dihubungkan dengan sebuah komplikasi fatal. Dapat diberikan bedak atau losio pengurang gatal (misalnya losio kalamin). Salep antibiotika = untuk mengobati ruam yang terinfeksi. b. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan luka pada kulit. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dnegan kurangnya intake makanan. misalnya pada penderita leukemia atau penyakit-penyakit lain yang melemahkan daya tahan tubuh. Antipiretik dan untuk menurunkan demam . Data Objektif : a. . d. Psikologis : menarik diri. Rasional : mencegah kontaminasi silang. tidak nafsu makan dan sakit kepala. Intervensi . Pengkajian Data subjektif : pasien merasa lemas. Penyuluhan / pembelajaran : tentang perawatan luka varicela. KONSEP KEPERAWATAN 1.Tekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik untuk semua individu yang datang kontak dnegan pasien. Hindari kontak dengan penderita. 2. Imunoglobulin Varicella Zoster . .1. adanya bintik-bintik kemerahan pda kulit yang berisi cairan jernih.Dapat mencegah (atau setidaknya meringankan0 terjadinya cacar air. Tujuan : mencapai penyembuhan luka tepat waktu dan tidak demam.Dianjurkan pula bagi bayi baru lahir yang ibunya menderita cacar iar beberapa saat sebelum atau sesudah melahirkan. 2. Integumen : kulit hangat.Parasetamol atau ibuprofen. 5. 4. pucat. sarung tangan. .Gunakan skort. Intervensi 1) Diagnosa 1 a. d. Pencegahan : 1. tidak enak badan. 2. selama perawatan kulit. B. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan kebutuhan pengobatan. b. yaitu Syndrom Reye. masker dan teknik aseptic. menurunkan resiko infeksi. . c. b. e. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan kulit. Diagnosa Keperawatan a. Antivirus dan Asiklovir Biasanya diberikan pada kasus-kasus yang berat. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi pada kulit. Tingkatkan daya tahan tubuh. c. 3. GI : anoreksia. Metabolik : peningkatan suhu tubuh. 3.Jangan berikan aspirin pda anak anda. 3. Bila diberikan dalam waktu maksimal 96 jam sesudah terpapar. e. Antibiotika = bila terjadi komplikasi pnemonia atau infeksi bakteri pada kulit.

Awasi tanda vital Rasional : Indikator terjadinya infeksi. Tujuan : adanya pemahaman kondisi dan kebutuhan pengobatan. Rasional : mencegah kontaminasi silang dari pengunjung. 4. Rasional : meningkatkan partisipasi dalam perawatan dan dapat memperbaiki pemasukan. Intervensi . Rasional : membantu mencegah distensi gaster/ ketidaknyamanan dan meningkatkan pemasukan. 5) Diagnosa 5 a. Implementasi 1) Diagnosa 1 a.Awasi atau batasi pengunjung bila perlu. . Intervensi .Berikan perawatan kulit Rasional : menghindari gangguan integritas kulit. Rasional : rambut merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. . 2) Diagnosa 2 a. 3) Diagnosa 3 a. Rasional : meningkatkan kemampuan perawatan diri dan menngkatkan kemandirian. .Cukur atau ikat rambut di sekitar daerah yang terdapat erupsi.Berikan makanan sedikit tapi sering. b. Tujuan : terpenuhinya kebutuhan nitrisi sesuai dengan kebutuhan. Intervensi . Rasional : mengetahui keadaan integritas kulit. Menekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik untuk semua individu yang datang .Bersihkan jaringan nekrotik / yang lepas (termasuk pecahnya lepuh) Rasional : meningkatkan penyembuhan.Diskusikan perawatan erupsi pada kulit. .Bantu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki pasien saat ini. Tujuan : pasien dapat menerima keadaan tubuhnya. 4) Diagnosa 4 a. b. Intervensi . b. . Tujuan : mencapai penyembuhan tepat waktu dan adanya regenerasi jaringan.Pastikan makanan yang disukai/tidak disukai. b. Rasional : memfasilitasi dengan memanfaatkan keletihan.Eksplorasi aktivitas baru yang dapat dilakukan.Pertahankan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka. Dorong orang terdekat untuk membawa makanan dari rumah yang tepat. Rasional : memanfaatkan kemampuan dapat menutupi kekurangan. . .Rasional : mencegah masuknya organisme infeksius.

b. Memberikan perawatan kulit. Mengeksplorasi aktivitas baru yang dapat dilakukan. Mencukur atau mengikat rambut disekitar daerah yang terdapat erupsi. Hamseniasis Reaksi :Episode akut yang terjadi pada penderita kusta yang masih aktiv disebabkan suatu interaksi antara bagian-bagian dari kuman kusta yang telah mati dengan zat yang telah tertimbun di dalam darah penderita dan cairan penderita. Memberikan makanan sedikit tapi sering.5 micron. c. dorong orang terdekat untuk membawa makanan dari rumah yang tepat. 2) Diagnosa 2 a. 3. Membersihkan jaringan mefrotik. f. Leprae ke tubuh belum diketahui pasti. b. b. Leprae atau kuman Hansen adalah kuman penyebab penyakit kusta yang ditemukan oleh sarjana dari Norwegia. beberapa penelitian.kontak dengan pasien.2-0. 2. 5) Diagnosa 5 a. tersering melalui kulit yang lecet pada bagian tubuh bersuhu dingin dan melalui mukosa . Kuman ini bersifat tahan asam berbentuk batang dengan ukuran 1. 3). kulit dan jaringan tubuh lainnya. 4) Diagnosa 4 a. Etiologi M. Evaluasi Evaluasi disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam intervens Askep morbus hansen Pengertian Penyakit kusta adalah penyakit menular yang menahun yang menyerang saraf perifer. Patogenesis Meskipun cara masuk M.yang lepas (termasuk pecahnya lepuh). Mengawasi tanda vital. 5. sarung tangan dan teknik aseptik selama perawatan luka.masker. Mendiskusikan perawatan erupsi pada kulit. Lepra : Morbus hansen. Mengawasi atau membatasi pengunjung bila perlu. Menggunakan skort. lebar 0. Kuman ini dapat mengakibatkan infeksi sistemik pada binatang Armadillo. Memastikan makanan yang disukai/tidak disukai . GH Armouer Hansen pada tahun 1873. e. Diagnosa 3 a. d. hidup dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin dan tidak dapat di kultur dalam media buatan. Memperhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka. b. Biasanya ada yang berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu.8 micron. Membantu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki pasien saat ini.

Multi Basiler (MB) : BB. dapat berupa makula atau plakat. gangguan sensibilitas sedikit/( . 4. M. pertumbuhan langsung dan sekresi kelenjar keringat. atau. • Permukaan lesi bersisik dengan tepi meninggi. Jumlah biasanya yang satudenga yang besar bervariasi.). Lesi berupa mamakula/infiltrat eritematosa permukaan agak mengkilat. kelemahan otot. Leprae pada suhu tubuh yang rendah. histo patologik. dan kemudian bersatu membentuk sel dahtian longhans. waktu regenerasi lama. LL 5. gangguan sensibilitas ( + ) 3. serta sifat kuman yang Avirulen dan non toksis. Tipe Tuberkoloid ( TT ) • Mengenai kulit dan saraf.). uji Lepromin ( . Terdapat penebalan saraf perifer yang teraba.). BL. Gejala berupa gangguan sensasibilitas. Klasifikasi Kusta Menurut Ridley dan Joplin membagi klasifikasi kusta berdasarkan gambaran klinis. Gambaran Klinis Menurut klasifikasi Ridley dan Jopling 1. terjadi kelumpuha system imun seluler tinggi macrofag tidak mampu menghancurkan kuman dapat membelah diri dengan bebas merusak jaringan. batas jelas. kontrol healing ( + ). 4. sel mn. ukuran bervariasi. fase system imun seluler tinggi macrofag dapat menghancurkan kuman hanya setelah kuman difagositosis macrofag. BL : Lesi infiltrat eritematosa dalam jumlah banyak. Tipe TT . Tipe LL .nasal. Leprae ke kulit tergantung factor imunitas seseorang. Pansi Basiler (PB) : I. uji Lepromin ( .) dan uji lepramin ( + ) kuat. histiosit ) untuk memfagosit. jumlah sangat banyak dan simetris. regresi. sedikit rasa . bakteriologik. BTA ( + ) sangat banyak pada kerokan jaringan kulit dan mukosa hidung. bilateral tapi asimetris. bila kuman masuk tubuh tubuh bereaksi mengeluarkan macrofag ( berasal dari monosit darah. ukuran kecil. TT. BTA ( + ) banyak. terjadi sel epitel yang tidak bergerak aktif. yaitu : 1. bahkan hampir sama dengan psoriasis atau tinea sirsirata. bila tidak segera diatasi terjadi reaksi berlebihan dan masa epitel menimbulkan kerusakan saraf dan jaringan sekitar. Gambaran khas lesi ”punched out” dengan infiltrat eritematosa batas tegas pada tepi sebelah dalam dan tidak begitu jelas pada tepi luarnya. Leprae ( Parasis Obligat Intraseluler ) terutama terdapat pada sel macrofag sekitar pembuluh darah superior pada dermis atau sel Schwann jaringan saraf. • Lesi bisa satu atau kurang. 5. BT : Lesi berupa makula/infiltrat eritematosa dengan permukaan kering bengan jumlah 1-4 buah.). BTA ( + ) pada sediaan apus kerokan jaringan kulit dan uji lepromin ( . BT 2. 2. LL : Lesi infiltrat eritematosa dengan permukaan mengkilat. Gangguan sensibilitas sedikit. WHO membagi menjadi dua kelompok. dan status imun penderita menjadi : 1. kemampuan hidup M. BTA ( . Pengaruh M. TT : Lesi berupa makula hipo pigmantasi/eutematosa dengan permukaan kering dan kadang dengan skuama di atasnya.

3. cuping telinga. 5. yaitu hipopigmentasi berbentuk oralpada bagian tengah dengan batas jelas yang merupaan ciri khas tipe ini. Makula lebih jelas dan lebih bervariasi bentuknya. • Lebih lanjut • Deformitas hidung • Pembesaran kelenjar limfe. simetris. beberapa plag tampak seperti punched out. • Badan : bahian belakang. • Tombul lesi lama terjadi plakat dan nodus. makula dan popul baru. berkilap. Tipe Mid Borderline ( BB ) • Tipe paling tidak stabil. batas tidak tegas atau tidak ditemuka anestesi dan anhidrosis pada stadium dini. hipopigmentasi. • Distribusi lesi khas : • Wajah : dahi. Tipe Interminate ( tipe yang tidak termasuk dalam klasifikasi Redley & Jopling) • Beberapa macula hipopigmentasi. kadang-kadang dapat ditemukan makula hipestesi dan sedikit penebalan saraf. 2. • Gangguan saraf tidak sejelas tipe TT. • Infiltrasi Tuberkoloid ( + ). • Stadium lanjutan : • Penebalan kulit progresif • Cuping telinga menebal • Garis muka kasar dan cekung membentuk fasies leonine. lengan punggung tangan. • Lokasi bahian ekstensor ekstremitas. cenderung simetris. • Lesi satelit ( + ). batas lesi kurang jelas. Biasanya asimetris. • Penyakit progresif. 4. kekeringan kulit atau skauma tidak sejelas tipe TT. Tanda khas saraf berupa hilangnya sensasi. intis dan keratitis. orkitis atrofi. Tipe Borderline Tuberkoloid ( BT ) • Hampir sama dengan tipe tuberkoloid • Gambar Hipopigmentasi. • Bisa didapatkan lesi punched out. beberapa nodus melekuk bagian tengah. awalnya sedikit lalu menjadi cepat menyebar ke seluruh tubuh. • Lesi dapat berbentuk macula infiltrate. permukaan halus. tidak adanya kuman merupakan tanda adanya respon imun pejamu yang adekuat terhadap basil kusta. testis • Kerusakan saraf luas gejala stocking dan glouses anestesi. ekstensor tingkat bawah. Tipe Lepromatosa ( LL ) • Lesi sangat banya. • Stadium lanjut Serabut saraf perifer mengalami degenerasi hialin/fibrosis menyebabkan anestasi dan pengecilan tangan dan kaki. 6. sedikit sisik dan kulit sekitar normal. berkurangnya keringat dan gugurnya rambut lebih cepat muncil daripada tipe LL dengan penebalan saraf yang dapat teraba pada tempat prediteksi. Tipe Borderline Lepromatus ( BL ) Dimulai makula. dapat disertai madarosis. • Lesi sangat bervariasi baik ukuran bentuk maupun distribusinya. pelipis.gatal. jumlah lesi melebihi tipe BT. • Permukaan lesi dapat berkilat. jarang dijumpai. terletak dekat saraf perifer menebal. dagu. . bokong dan muka. lebih eritoma.

Alihkan perhatian klien terhadap nyeri 3. • Sebagian sembuh spontan. Gangguan konsep diri : HDR b/d inefektif koping indifidu 2. nodus • Larings : suara parau • Testis : ginekomastia. mutilasi. artritis • Lidah : ulkus. Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d proses reaksi 3. Gambaran klinis organ lain • Mata : iritis. gangguan visus sampai kebutaan • Tulang rawan : epistaksis. Awasi keadaan luka operasi 5. epididimitis akut. Perubahan pola aktivitas berhubungan dengan post amputasi . Intervensi Gangguan konsep diri : Harga diri rendah berhubungan dengan inefektif koping indifidu Tujuan : Klien dapat memnerima perubahan dirinya setelah diberi penjelasan dengan kriteria hasil : • Klien dapat menerima perubahan dirinya • Klien tidak merasa kotor (selalu menjaga kebersihan) • Klien tidak merasa malu Intervensi : • Bantu klien agar realistis. 7-8 jam sehari Intervensi : 1. Monitor keadaan umum dan tanda-tanda vital 4. amilodosis ginjal. madarosis • Ginjal : glomerulonefritis. • Anjurkan klien agar lebih mendekatkan pada Tuhan YME. Kolaborasi untuk pemberian obat antibiotik dan analgetik. Ajarkan cara nafas dalam & massage untuk mengurangi nyeri 6. • Ajarkan pada klien agar dapat selalu menjaga kebersihan tubuhnya dan latihan otot tangan dan kaki untuk mencegah kecacatan lebih lanjut. atrofi • Kelenjar limfe : limfadenitis • Rambut : alopesia. Kaji skala nyeri klien 2. 6. nefritis interstitial. dengan kriteria hasil : • Klien merasakan nyeri berkurang di daerah operasi • Klien tenang • Pola istirahat-tidur normal. Gangguan aktivitas b/d post amputasi 4.• Merupakan tanda interminate pada 20%-80% kasus kusta. Gangguan rasa nyaman : nyeriberhubungan dengan luka amputasi Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi dan nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan. dapat menerima keadaanya dengan menjelaskan bahwa perubahan fisiknya tidak akan kembali normal. iridosiklitis. pielonefritis. orkitis. hidung pelana • Tulang & sendi : absorbsi. Resti injuri b/d invasif bakteri 7.

( Mawarti Harahap. terutama berlokasi di bagian sentral tubuh. askep varicella A. mengajarkan Range of Motion : terapi latihan post amputasi 3. cepat merasa lemah. Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan penyakit Varisela. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan emben (tear drops). PATHOFISIOLOGI Virus masuk ke dalam tubuh melaui mukosa traktur respiratorius bagian atas/ orofaring yaitu virus berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari . ( Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. tidak mau makan. 2000 ) • Varisela adalah penyakit infeksi virus akut dan cepat menular. Klinis terdapat gejala konstitusi. ( Ngasyiyah. lelah. Penyebaran teutama di daerah badan dan kemudian menyerang selaput lendir mata. Gejala klinis dimulai dengan gejala prodormal yaitu demam yang tidak terlalu tinggi. terutama berlokasi di bagian sentral. yang disertai gejala konstitusi dengan kelainan kulit yang polimorf.Tujuan : Klien dapat beraktivitas mandiri sesuai keadaan sekarang setelah dilakukan tindakan keperaatan dengan kriteria hasil : • Klien dapat beraktivitas mandiri • Klien tidak diam di tempat tidur terus Intervensi : 1. MANIFESTASI KLINIS Masa inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 8 – 12 hari. dan anoreksia. sakit punggung. D. Jika terdapat infeksi sekunder maka akan terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional. timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi. 2000 ) B. Penyakit ini disertai rasa gatal. kelainan kulit polimorf. Sementara proses ini berlangsung. C. kadang-kadang sakit perut. sedangkan reaktivitasnya menyebabkan Herpes Zoster. lesu. mulut dan saluran nafas bagian atas. Vesikel akan berubah menjadi pustule dan kemudian menjadi krusta. Fakultas Kedokteran UI ) • Varisela adalah penyakit akut menular yang ditandai oleh vesikel di kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh Virus Varisela. Kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. ETIOLOGI Penyakit ini disebabkan oleh virus Varisela Zoster. Motivasi klien untuk dapat melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuannya. Motivasi klien untuk bisa beraktivitas sendiri 2. pusing. PENGERTIAN • Varisela adalah infeksi akut primer oleh Virus Varisela Zoster yang menyerang kulit dan mukosa.

Kemudian virus tersebut mengalami multiplikasi awal setempat dan virus yang menyebar ke pembuluh darah dan saluran limfe (Viremia Primer). Ataxia ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan. pneumonia. konjungtivitis. pneumonia dan hepatitis yang termasuk dalam kelompok tersebut : • Bayi dibawah usia 28 hari • Orang dengan kekebalan tubuh rendah Komplikasi yang terjadi pada orang dewasa berupa ensefalitis. terutama di kulit dan membran mukosa. Komplikasi yang paling umum ditemukan adalah : • Bekas luka yang menetap. Di Indonesia data mengenai penyakit varisela ini hanya ada di beberapa rumah sakit. KOMPLIKASI Cacar air jarang menyebabkan komplikasi. Pada beberapa kelompok. gerakan mata yang bergantiganti dengan cepat. Disini terjadi replikasi virus lebih banyak lagi (pada periode inkubasi). sehingga dalam waktu 2 minggu setelah infeksi. Pada masa ini. Pada kebanyakan individu. Hal ini umumnya ditemukan jika cacar air terjadi pada anak yang usianya lebih tua atau cenderung pada orang dewasa. cacar air mungkin menyebabkan komplikasi yang serius seperti cacar air yang berat dan seluruh tubuh. sedangkan data di Indonesia secara menyeluruh belum ada. Komplikasi ini ditandai dengan gerakan otot yang tidak terkoordinasi sehingga anak dapat mengalami kesulitan berjalan.batuk/ bersin penderita dan diterbangkan melalui udara dan kontak langsung melalui kulit yang terinfeksi. F. sedangkan infeksi yang terjadi beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varisela congenital pada neonatus. Hal ini menyebabkan panas dan malaise. infeksi dihambat oleh imunitas non spesifik. • Acute Cerebral Ataxia Komplikasi ini tidak umum ditemukan dan cenderung lebih mungkin tejadi pada anak yang lebih tua. hepatitis. glomerulonefritis. serta virus menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah. karditis. arthritis dan kelainan darah (beberapa macam purpura). terjadi viremia yang lebih hebat (Viremia Sekunder). Kemudian akan dimakan oleh selsel system retikuloendotial. otitis. Infeksi pada ibu hamil trimester pertama dapat menimbulkan kelainan congenital. replikasi virus lebih menonjol atau lebih dominan dibandingkan imunitas tubuhnya. termasuk neonatus tetapi tersering pada anak atau masa anak-anak. EPIDEMIOLOGI Dapat mengenai semua umur. E. Jika terjadi komplikasi dapat berupa infeksi kulit. . kesulitan bicara.

dengan disertai panas dan gejala konstitusi ringan.Penularannya berlangsung cepat. DIAGNOSIS Varisela khas ditandai : . Pada Variola. Secara rutin vaksinasi ini dianjurkan pada usia 12-18 bulan. Diagnosis laboratorium sama seperti Herpes Zoster. Vaksin ini diberikan pada anak usia diatas 12 bulan.menghilangkan rasa gatal . .G.menurunkan panas b. PENGOBATAN a. PENCEGAHAN 1. penyakit lebih berat. Jarak pemberian adalah 4-8 minggu K.5 ml. atau bahkan tanpa fase prodormal. dan Tes Serologik. polimorfi dengan penyebaran sentrifugal .Sering ditemukan lesi pada membrane mukosa . . J. yaitu dengan pemeriksaan sediaan apus secara Tzanc. Sedangkan pada anak usia 13 tahun diberikan dosis 0. H.5 ml subkutan dengan 2 dosis. Isolasi Isolasi ketat di Rumah Sakit dilakukan sampai vesikek mengering.Gambaran lesi bergelombang. PROGNOSIS Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan hygiene.erusi papulovesikuler setelah fase prodormal ringan. Pada anak usia 12 bulan – 12 tahun vaksin dapat diberikan secara subkutan dengan dosis 0. Menjaga Kebersihan . Pemberian vaksinasi Yaitu live. gambaran lesi monomorf dan penyebarannya sentripetal (dari bagian akral tubuh baru ke badan) I. pemeriksaan mikroskop electron cairan vesikel dan material biopsi. 2. attenuated varicella virus vaccine. prognosis penyakit ini adalah baik. Pemberian dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksinasi lain seperti vaksinasi MMR (Measles Mumps_Rubella). Pengobatan Simptomatik . Pemberian VIZG ( Varicella_Zooster Immune Globulin ) 3. DIAGNOSIS BANDING Varisela harus dibedakan dengan Variola.

acyclovir intravena diberikan pada kasus dengan komplikasi berat d. Diagnosa Keperawatan Prioritas 1 Infeksi berhubungan dengan penyakit ( invasi virus Varisella Zooster ) 2. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologi 3. Riwayat alergi kulit. adakah penderita yang sama di lingkungan penderita. termasuk membran mukosa.perawatan bekas luka dengan mengkonsumsi banyak air dan mineral.. Identitas pasien 2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan kondisi kulit ( vesikula.penggunaan lotion yang mengandung pelembab BAB II ASUHAN KEPERAWATAN A. vitamin C placebo atau yang alami seperti jus jambu biji. krusta ) . Setelah Masa Penyembuhan . tomat dan anggur . pustula.vitamin E untuk kelembaban kulit. Pengkajian 1. Riwayat kesehatan sekarang ( pernah kontak dengan penderita sejenis. kaji vital sign 6.kebersihan pakaian c. kaji riwayat imunisasi 7. missal minuman dari lidah buaya atau rumput laut . Kaji kulit melibatkan seluruh area kulit. .acyclovir oral yaitu tablet 800 mg/hr setiap 4 jam .7 sampai 10 hari diberi salep acyclovir 5% .terutama pada daerah kuku yang sering digunakan untuk menggaruk . ) B. Pengobatan dengan Anti virus . kaji nutrisi 9.acyclovir digunakan secara oral maupun intravena. kulit kepala dan kuku 5. sudah dan beberapa lama menderita. reaksi alergi makanan. obat serta zat kimia dan riwayat kanker kulit 4. kapan gejala terasa. Riwayat kesehatan dahulu ( pernah menderita penyakit sejenis ) 3. kaji nyeri 8. Hipertermi berhubungan dengan penyakit 4.

• Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak pusing serta pasien merasa nyaman. Dx 3 Hipertermi NOC : • Suhu tubuh dalam rentang normal. untuk mengurangi nyeri mencari bantuan). karakteristik. . • Tanda vital dalam rentang normal. NIC : • Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi. • Pilih rute pemberian secara intravena atau intramuscular untuk pengobatan nyeri. kualitas dan faktor presipitasi. • Observasi reaksi non verbal dan ketidaknyamanan. intensitas. • Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri. • Evaluasi aktivitas analgesic tanda dan gejala.C. durasi. Nursing C`are Plan Dx 1 infeksi NOC • Klien dapat mengetahui tentang faktor resiko infeksi dan dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk mencegah infeksi • Jumlah leukosit dalam batas normal NIC • Kaji tanda dan gejala infeksi • Ajarkan klien tanda tanda infeksi • Tingkatkan intake nutrisi • Berikan terapi antibiotik • Pertahankan teknik asepsis • Kaji kondisi luka kulit Dx 2 Nyeri akut NOC : • Pasien mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri menggunakan teknik nonfarmakologi untuk. frekuensi. frekuensi dan tanda nyeri). • Mampu mengenali nyeri (skala. • Ajarkan teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri.

EGC : Jakarta. Robin. Mosby : America. 2002. yang ditandai oleh demam yang mendadak. Hipokrates : Jakarta. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.indomedia. 1999. Definisi June M. Wong. NIC : • Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar. www. dkk. • Monitor intake dan output Dx 4 Kerusakan integritas kulit NOC : • Menunjukkan perbaikan kulit dan mencegah terjadinya cidera berulang.id www. 2004. KONSEP DASAR TEORI A. Marwali. Lecture Notes Dermatologi. NIC : • Monitor suhu sesering mungkin. • Mobilisasi pasien setiap 2 jam sekali. dan erupsi kulit berupa makulopapular untuk beberapa jam yang kemudian berubah menjadi vesikel selama 3-4 . • Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering. Ilmu Penyakit Kulit. Thomson mendefinisikan varisela sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus varisela-zoster (V-Z virus) yang sangat menular bersifat akut yang umumnya menganai anak. • Oleskan lotion / minyak baby oil pada daerah yang tertekan. Nursing Care of Infants and Children.• Nadi dan RR dalam rentang normal. Whaley & Wong’s. Erlangga : Jakarta. Donna L. • Monitor status nutrisi pasien DAFTAR PUSTAKA Djuanda. • Kompres pasien pada lipat paha dan aksila. Graham. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. • Berikan intravena. 2000. • Monitor tekanan darah. FKUI : Jakarta. nadi dan RR • Berikan antipiretik. 2005.sehatgroup. malese. Harahap. • Monitor warna dan suhu kulit. dkk. Adhi.mafia.com 1.or. • Monitor kulit akan adanya kemerahan.com www. • Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami.

hari dan dapat meninggalkan keropeng (Thomson.8! Jika dikaitkan dengan hal ini apa yang terjadi pada kulit dari kedua suku tersebut? Selain memberikan warna pada kulit. melanin ini juga berfungsi untuk melindungi sel-sel kulit dari sinar ultraviolet matahari yang dapat membahayakan kulit. yang memiliki struktur tipis dengan ketebalan sekitar 0. B. ANATOMII FISIOLOGI organ kulit 1)Epidermis (Kutilkula) Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit.07 mm terdiri atas beberapa lapisan. kelainan kulit polimorfi terutama dibagian sentral tubuh (Djuanda. antara lain seperti berikut : a) Stratum korneum yang disebut juga lapisan zat tanduk. 1483). Jaringan epidermis ini disusun oleh 50 lapisan sel-sel mati. p. b) Stratum lusidum. tetapi dalam jumlah yang berlebihan sangat berbahaya bagi kulit. maka warna kulit akan menjadi semakin gelap. Semakin banyak melanin yang dihasilkan dari sel-sel ini. sinar ultraviolet . Hal ini disebabkan karena ternyata sinar ultraviolet ini dapat membuat kulit semakin hitam. 1993). yang berfungsi melakukan “pengecatan” terhadap kulit dan rambut. Kadang-kadang seseorang menghindari sinar matahari di siang hari yang terik. 1986. karena ingin menghindari sinar ultraviolet ini. Coba Anda perhatikan kulit orang “suku Dani di Irian dengan suku Dayak di Kalimantan pada Gambar 7. Walaupun sebenarnya dalam jumlah yang tepat sinar ultraviolet ini bermanfaat untuk mengubah lemaktertentu di kulit menjadi vitamin D. digantikan dengan sel telur yang baru. Sedangkan menurut Adhi Djuanda varisela yang mempunyai sinonim cacar air atau chickenpox adalah infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa yang secara klinis terdapat gejala konstitusi. Letak lapisan ini berada paling luar dan merupakan kulit mati. Berdasarkan riset. dan akan mengalami pengelupasansecara perlahanlahan.

dan ujung saraf indera perasa nyeri. c)Kelenjar Minyak (glandula sebasea) Kelenjar minyak terdapat di sekitar akar rambut. Lapisan dermis terletak di bawah lapisan epidermis. yang menghasilkan pigmen warna kulit. b)Pembuluh Darah Pembuluh darah banyak terdapat di sekitar akar rambut. yang terdiri atas banyak lapisan. ini disebabkan orang tersebut memiliki pigmen karoten. Adanya kelenjar minyak ini dapat menjaga agar rambut tidak kering. muka. yaitu suatu jenis protein yang membentuk sekitar 30% dari protein tubuh. sering dikatakan sebagai sel hidup karena lapisan ini merupakan lapisan yang aktif membelah. c) Stratum granulosum. Kelenjar keringat tidak terdapat dalam kulit tapak tangan dan telapak kaki. nyeri. Dermis dibentuk oleh serabut-serabut khusus yang membuatnya lentur. Pada saat yang sama sel-sel lapisan paling luar mengelupas dan gugur. Sel-selnya membelah ke arah luar untuk membentuk sel-sel kulit teluar. sehingga rambut dapat tumbuh. Folikel rambut dan struktur sekitarnya a)Akar Rambut Di sekitar akar rambut terdapat otot polos penegak rambut (Musculus arektor pili).5 mm. Melalui pembuluh darah ini akarakar rambut mendapatkan makanan. 2) Jaringan dermis memiliki struktur yang lebih rumit daripada epidermis. Udara dingin akan membuat otot-otot ini berkontraksi dan mengakibatkan rambut akan berdiri. Kelenjar keringat berbentuk botol dan bermuara di dalam folikel rambut. Itulah sebabnya seorang yang sudah tua tekstur kulitnya kasar dan keriput. Feromon ini dapat memikat lawan jenisDermis (Kulit Jangat) . sekitar hidung. yaitu suatu zat yang memiliki bau khas pada seorang wanita maupun laki-laki. Lapisan ini terdiri atas sel-sel hidup dan terletak pada bagian paling bawah dari jaringan epidermis. Kolagen akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia. yang terdiri atas kolagen. dan lain-lain. yang disebut melamin. Sel-sel yang baru terbentuk akan mendorong sel-sel yang ada di atasnya selanjutnya sel ini juga akan didorong dari bawah oleh sel yang lebih baru lagi.dapat merangsang pembentukan melanosit menjadi lebih banyak untuk tujuan perlindungan terhadap kulit. Sedangkan jika kita lihat seseorang mempunyai kulit kuning langsat. Ujung-ujung saraf tersebut merupakan indera perasa panas. e)Serabut Saraf Pada lapisan dermis terdapat puting peraba yang merupakan ujung akhir saraf sensoris. Adanya saraf-saraf perasa mengakibatkan rasa nyeri apabila rambut dicabut. Bagian tubuh yang banyak terdapat kelenjar keringat adalah bagian kepala. d) Stratum germinativum. Jaringan dermis juga dapat menghasilkan zat feromon. d)Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) Kelenjar keringat dapat menghasilkan keringat. dingin. Lapisan dermis terdiri atas bagian-bagian berikut. dan sebagainya. Jaringan ini lebih tebal daripada epidermis yaitu sekitar 2.

Penularan melalui inhalasi (droplet) atau kontak langsung dengan lesi di kulit penderita. biasanya lima sampai enam hari setelah muncul rash pertama kali. namun VZV diaktifkan kembali jika mekanisme host gagal menampilkan virus. menyebabkan typical vesicular rash. Penyebarannya terutama didaerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas. kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Virus kemudian menggandakan diri di liver. Virus bermigrasi dari akar saraf sensoris dan menimbulkan kehilangan sensoris pada dermatom dan rash yang nyeri dan khas. Sementara proses ini berlangsung timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi. Manifestasi Klinis Masa inkubasi penyakit ini berlangsung 14-21 hari. atau akar Ganglia Dorsalis dan dormant. spleen. dan diikuti viremia primer yang terjadi setelah empat sampai enam hari setelah inokulasi awal.C. Etiologi Penyebab dari varisela adalah virus varisela-zoster. suatu Herpes Virus. Viremia VZV sering terjadi bersama dengan herpes zoster. serta dapat menyerang selaput lendir mata. Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan timbulnya penyakit varisela. Jika terdapat infeksi sekunder terjadi pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy regional). yakni demam yang tidak terlalu tinggi. Infeksi biasanya terjadi dengan menembus selaput konjungtiva atau lapisan mukosa saluran napas atas penderita. Periode inkubasi biasanya berlangsung antara 10 sampai 21 hari. Kadang – kadang terjadi setelah ada trauma langsung. untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. kamfor dll. Meskipun kebanyakan infeksi varicella menimbulkan kekebalan seumur hidup. Viremia kedua. D. Hal lain yang harus dijelaskan. mulut dan saluran nafas bagian atas. Vesikel akan berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta. Penatalaksanaan Pengobatan bersifat simtomatik dengan antipiretik dan analgesik. ditandai dengan adanya partikel – partikel virus yang menyebar di kulit 14 sampai 16 hari sejak paparan awal. Trigeminal. Mekanisme imunologi host gagal menekan replikasi virus. untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativ. atau pneumonia dapat terjadi pada saat itu. hepatitis. pernah dilaporkan infeksi ulangan pada anak yang sehat. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan . dan organ lain yang memungkinkan. Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal. PATOFISIOLOGI Varicella primer disebabkan oleh infeksi Varicella Zooster Virus. sedangkan reaktivasi (keadaan kambuh setelah sembuh dari varisela) menyebabkan herves zoster. Pasien mampu menularkan penyakitnya sejak satu sampai dua hari sebelum muncul rash sampai muncul lesi yang mengeras. F. setelah infeksi primer VZV bertahan hidup dengan cara menjadi dormant di system saraf sensorik. E. Ensefalitis. Kemudian terjadi replikasi virus di limfonodi setelah dua sampai empat hari sesudahnya. malese dan nyeri kepala. Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun (tear drops). Gejala klinis mulai dari gejala prodromal. Secara lokal diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (antipruritus) seperti menthol. terutama Geniculatum.

Lesi dapat pula terjadi pada mukosa. Semua benda-benda yang terkontaminasi dibuang atau dimasukan kedalam tempat khusus dan diberi label sebelum dilakukan dekontaminasi atau diproses ulang kembali . Intervensi keperawatan DX 1 gangguan integritas kulit B/D trauma Intervensi : • Anjurkan mandi secara teratur • Hindari menggaruk lesi • Gunakan pakaian yang halus/lembut DX2 Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan • Gunakan analgetik dan bedak antipruritus. • Suhu : dapat terjadi demam antara 38°-39° C b. Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit 4. anorexia dan malese. pakaian khusus. KONSEP DASAR ASKEP A. Satu tablet 500 mg. Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi c. Gunakan masker. palatum dan konjunctiva. pintu harus selalu tertutup. gangguan integritas kulit b/d Trauma 2. dengan dosisi maksimum 3000 mg sehari. Obat ini diberikan jika lama penyakitnya telah lebih 3 hari. Ruangan tersendiri. c. b. Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d kerusakan kulit/jaringan 3. Selain itu dapat pula diberikan imunotimulator seperti isoprinosin. dan sarung tangan bagi semua orang yang masuk kedalam ruangan. Umumnya dosis untuk orang dewasa 6 x 1 tablet atau 4 x 1 tablet sehari. Dosisnya 50 mg/kg berat badan sehari. • Pertahankan suhu ruangan tetap sejuk dengan kelembaban yang adekuat. Selalu cuci tangan setelah menyentuh klien atau benda-benda yang kemungkinan terkontaminasi serta sebelum memberikan tindakan kepada klien lain. Klien yang terinfeksi karena organisme yang sama dapat ditempatkan dalam ruangan yang sama. Diagnosa keperawatan 1. • Pada kulit dan membran mukosa : Lesi dalam berbagai tahap perkembangannya : mulai dari makula eritematosa yang muncul selama 4-5 hari kemudian berkembang dengan cepat menjadi vesikel dan krusta yang dimulai pada badan dan menyebar secara sentrifubal kemuka dan ekstremitas.antibiotika berupa salep dan oral. Lama pengobatan sampai penyakit membaik. DX3 Potensial penularan infeksi b/d kerusakan perlindungan kulit • Lakukan isolasi (strict isolation) : Prosedur strict isolation : a. Pengkajian • Gejala subyektif berupa keluhan nyeri kepala. d. 2. Dapat pula diberikan obat-obat anti virus seperti asiklovir dengan dosisi 5 x 400 mg sehari selama 7 hari dengan hasil yang cukup baik.

varicella sering terjadi pada anak-anak . Jealskan bahwa penggunaan medikasi harus sesuai dengan petunjuk dikter D. dimana lebih dari 90% kasus diderita anak usia kurang dari 10 tahun. IMPLEMENTASI gangguan integritas kulit B/D trauma dapat dilakukan tindakan : •1. Suhu tubuh normal BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN Varicella atau Chickenpox merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Di Amerika.DX4 Kurang pengetahuan b/d salah interpretasi informasi • Ajarkan pada orang tua dalam melakukan perawatan terhadap anaknya di ruamah tentang hal-hal di atas. Varicella terutama mengenai anak-anak yang berusia dibawah 20 tahun terutama usia 3 . Menghindari menggaruk lesi 3. meskipun morbiditas meningkat pada orang dewasa dan pada pasien dengan immunocompromised. kelembaban dan warna kulit serta membran mukosa normal alami Tidak terjadi komplikasi dan infeksi sekunder • Tidak terdapat kelainan neurologik • Tidak terjadi kelainan respiratorik. Data lain menyebutkan bahwa morbiditas penyakit ini 4000 kasus di rumah sakit dalam satu tahun. Menganjurkan mandi secara teratur 2. • Krusta berkurang • Suhu kulit. dengan perkiraan biaya perawatan mencapai 400 juta dollar sehingga pada tahun 1995 diadopsilah vaksinasi untuk penyakit ini (1. Penyakit ini tidak berat pada anak yang sehat.2). dan mortalitasnya 50 – 100 kematian dalam satu tahun.6 tahun dan hanya sekitar 2% terjadi pada orang dewasa. EPIDEMIOLOGI Varicella terdapat diseluruh dunia dan tidak ada perbedaan ras maupun jenis kelamin. Menggunakan pakaian yang halus/lembut E. • Jelaskan bahwa demam d apat diatasi dengan melakukan tepid sponge bath. Evaluasi Masalah gangguan intebritas kulit dikatakan teratasi apabila : Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut minimal.

6 setelah infeksi pertama).9 tahun : 0. yang mengakibatkan terjadinya viremia primer (biasanya terjadi pada hari ke 4 . Pada sebagian besar penderita yang terinfeksi.2. usia 20 ? 29 tahun : 2.58 / 1000.4 yang berlokasi pada lymph nodes regional kemudian diikuti penyebaran virus dalam jumlah sedikit melalui darah dan kelenjar limfe. kurang dari 10% mengenai usia dibawah 20 tahun dan Masa inkubasi varicella 10 . herpes zoster jarang terjadi pada anak-anak. 1.4 %.dibawah usia 10 tahun dan 5% kasus terjadi pada usia lebih dari 15 tahun dan di Jepang.3 Insiden terjadinya herpes zoster meningkat sesuai dengan pertambahan umur dan biasanya jarang mengenai anak-anak. Di Amerika. umumnya terjadi pada anak-anak dibawah usia 6 tahun sebanyak 81. dimana lebih dari 66 % mengenai usia lebih dari 50 tahun.38 / 1000 .74 / 1000 . VZV masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran pernafasan bagian atas.21 hari pada anak imunokompeten (rata rata 14 .17 hari) dan pada anak yang imunokompromais biasanya lebih singkat yaitu kurang dari 14 hari. Droplet infection dapat terjadi 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbul lesi dikulit. orofaring ataupun conjungtiva. Insiden herpes zoster berdasarkan usia yaitu sejak lahir . VZV masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara inhalasi dari sekresi pernafasan (droplet infection) ataupun kontak langsung dengan lesi kulit. replikasi virus tersebut dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh yang belum matang sehingga akan berlanjut dengan siklus . Siklus replikasi virus pertama terjadi pada hari ke 2 . usia 10 ? 19 tahun :1.

Pada fase ini. Pada ganglion tersebut terjadi infeksi laten (dorman). Kemudian virus akan menyebar ke sumsum tulang serta batang otak dan . virus akan kembali bermultiplikasi sehingga terjadi reaksi radang dan merusak ganglion sensoris. VZV berpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujung syaraf sensoris dan ditransportasikan secara Ramona Dumasari Lubis : Varicella Dan Herpes Zoster. dimana virus tersebut tidak lagi menular dan tidak bermultiplikasi. patogenesisnya belum seluruhnya diketahui. tetapi tetap mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi infeksius apabila terjadi reaktivasi virus. Pada saat terjadi reaktivasi. 1-3 Pada herpes zoster. 2008 USU e-Repository ? 2009 3 centripetal melalui serabut syaraf sensoris ke ganglion sensoris.8 Seorang anak yang menderita varicella akan dapat menularkan kepada yang lain yaitu 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbulnya lesi di kulit. Selama terjadinya varicella. yang mengakibatkan timbulnya lesi dikulit yang khas. 1-3. yang mengakibatkan terjadinya viremia sekunder. penderita yang mendapat pengobatan immunosuppressive termasuk kortikosteroid dan pada orang penerima organ transplantasi. Reaktivasi virus tersebut dapat diakibatkan oleh keadaan yang menurunkan imunitas seluler seperti pada penderita karsinoma. partikel virus akan menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai epidermis pada hari ke 14-16.6.replikasi virus ke dua yang terjadi di hepar dan limpa.

PROGNOSIS Penyakit Varicella dapat sembuh dengan sendirinya. bahu dan bokong.6 kg dan luasnya sekitar 1. infeksi ini bisa berat atau berakibat fatal. Pada penderita dengan infeksi paru angka kematian hingga 10% pada penderita tanpa gangguan sistem pertahanan tubuh. telapak kaki. umur dan jenis kelamin. ANATOMI KULIT Category: kesehatan Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh. Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda.5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak. Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) : 1. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk. Anak-anak biasanya sembuh daricacar air tanpa masalah tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saatindividu mengalami penurunan daya tahan tubuh. merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh.7 – 3.8 . Langerhans dan merkel. Kulit tipis terletak pada kelopak mata. Sedangkan pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan. punggung. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh.9 meter persegi. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu. labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. . Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti. dan angka kematian hingga 30% pada penderita dengan gangguan sistem pertahanan tubuh. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit.melalui syaraf sensoris akan sampai kekulit dan kemudian akan timbul gejala klinis. 4. paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Stratum Korneum.5 – 1. penis. lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.5. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0. pada orang dewasa sekitar 2. mengandung sel melanosit. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan.7. EPIDERMIS Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. PROGNOSIS Prognosis untuk penderita cacar air tanpa adanya komplikasi sangat baik.

mechanical strength. Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. suplai nutrisi. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis. Terdapat sel Langerhans. 4. tipis mengandung jaringan ikat jarang. yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. 3. dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. tebal terdiri dari jaringan ikat padat. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril. pembelahan dan mobilisasi sel. Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Stratum Lusidum Berupa garis translusen. Dermis terdiri dari dua lapisan : • • Lapisan papiler. kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. 5. Terdapat sel Langerhans. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal. DERMIS Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans). hal ini tergantung letak. kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Stratum Spinosum. biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. organisasi sel. Fungsi Dermis : struktur penunjang. Lapisan retikuler. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Tidak tampak pada kulit tipis. Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Fungsi Epidermis : Proteksi barier. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan. sintesis vitamin D dan sitokin.2. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit. Tebalnya bervariasi. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut. usia dan faktor lain. Stratum Basale (Stratum Germinativum). menahan shearing forces dan respon inflamasi SUBKUTIS . Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis.

pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas . Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat. sebagai barier infeksi. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. trauma mekanik. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient dari dermis melalui membran epidermis FISIOLOGI KULIT Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan. ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen. paru-paru dan mukosa bukal. Kulit berperan pada pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. VASKULARISASI KULIT Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi papilla dermis. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena. puting dan ujung jari. mengontrol suhu tubuh (termoregulasi). insessible loss dari kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah. sensasi. isolasi panas.Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Pada temperatur yang menurun. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari elektrolit. Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir. kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber. eskresi dan metabolisme. cadangan kalori.

.

\ .

.

.

txt http://catatan-akper.txt http://repository.student.ac.id/bitstream/123456789/3425/3/08E00895.id/2010/01/28/anatomi-kulit/ http://ira-raners.blogspot.com/2010/07/askep-varicella.html http://difkanurse.pdf.ac.blogspot.ac.html http://ajengtriana.html http://difkanurse.blogspot.com/2011/01/askep-varisella.umm.blogspot.usu.http://repository.html .id/bitstream/123456789/3425/3/08E00895.com/2012/03/varicella-zooster-virus.com/2011/01/askep-varisella.usu.pdf.com/2011/04/askep-anak-dengan-varicella.html http://faisalnyaanna.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->