PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK N DAN P TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L

)
24 November 2011 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Cabai rawit ( Capsicum frutescens L ) termasuk sayuran buah dan merupakan bahan yang dibutuhkan sehari- hari pada setiap rumah tangga sebagai bumbu dapur. Rasanya pedas dan banyak mengandung vitamin C. Cabai rawit juga banyak digunakan untuk industri makanan kaleng, saus dan industri obatobatan. Disamping sebagai konsumsi dalam negeri, cabe juga merupakan komoditi eksport yang tinggi nilainya. Untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi, banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan, salah satu diantaranya adalah tersedianya unsur- unsur hara di dalam tanah, baik unsur hara makro maupun mikro. Kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat dipenuhi dengan pemupukan, dimana pemupukan bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah hingga pertumbuhan tanaman lebih baik. Unsur hara terpenting yang harus ditambahkan ke dalam tanah dapat berbentuk pupuk adalah unsur hara N, P dan K. Ini disebabkan karena selain ke tiga unsur ini dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak, juga ketersediannya dalam tanah dalam jumlah yang terbatas. Selain unsur hara esensial N, P dan K fungsinya tidak dapat digantikan dengan unsur hara yang lain. Apabila salah satu unsur tersebut tidak tersedia, maka pertumbuhan tanaman, baik fase vegetatif maupun fase generatif bisa jadi terbatas. Pemupukan yang efektif membutuhkan persyaratan kwantitatif yang memiliki beberapa hal seperti waktu pemupukan dan penempatan pupuk dengan tepat, sehingga unsur hara yang diberikan pada tanaman dapat di serap dan digunakan oleh tanaman untuk meningkatkan kualitas produksi. Sunaryono ( 1984 ) menganjurkan agar pemupukan pada tanaman cabai rawit diberikan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/ tanaman atau 15 ton/ha sebelum bertanam. Dan pupuk buatan sebanyak 90 kg N, 92 kg P2O5, 46 kg K2O per hektar. Sedang di Sumatera Utara dianjurkan dengan dosis 200 kg urea, 200 kg TSP dan 100 kg KCl¬ per hektar ( Anonimous 1983/ 1984 ). Perhatian para ahli terhadap efisiensi pemupukan nitrogen semakin bertambah, sehubungan dengan polusi lingkungan dan harga pupuk yang semakin meningkat. Jika diperoleh efisiensi pemupukan yang tinggi, maka semakin sedikit pupuk yang tercuci. Hara nitrogen dalam

bentuk nitrat di dalam tanah mudah tercuci.2. Buahnya berbentuk bulat panjang dan bijinya banyak..4. ujung buah meruncing dan rasa daging buah pedas. Adanya pengaruh dosis pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Adapun systematika tanaman cabai rawit adalah sebagai berikut ( Moenarmi. bunganya tunggal menunduk. Hipotesis Penelitian 1. Tanaman Cabai tidak tahan terhadap hujan deras pada waktu berbunga.3.1. 2. Sesuai dengan latar belakang di atas.2. . mempercepat dan memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi dewasa serta dapat mempercepat pertumbuhan dan pemasakan buah. daunnya berbentuk bulat telur yang ujungnya meruncing dengan ukuran yang bermacammacam . Syarat tumbuh Cabai rawit menghendaki iklim kering. Peran unsur hara nitrogen pada tanaman adalah untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. maka penulis mencoba meneliti kemungkinan adanya peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai dengan pemberian pupuk N dan P. mahkota bunganya berwarna putih. Adanya interaksi antara pupuk N dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dosis pupuk N dan dosis pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. 1981 ) Divisio : Spermatophyta Klass : Dicotiledonae Ordo : Polemoniales Famili : Solanaceae Genus : Capsicun Species : Capsicum frutescens L 2. Adanya pengaruh dosis pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Sedang unsur hara P adalah mempercepat pertumbuhan akar. 1. 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Botani Tanaman Cabai Rawit Tanaman cabai rawit ( Capsicum frutescens L) mempunyai batang yang bercabang banyak. 1. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pihak yang memerlukan dalam pengembangan pembudidayaan untuk peningkatan produksi tanaman cabai rawit. 3. karena bunga mudah gugur. menyehatkan pertumbuhan daun menjadi lebih lebar dan lebih hijau serta meningkatkan kadar protein pada tanaman. tanah tidak becek dan membutuhkan cahaya matahari yang cukup ( tempat terbuka ).

ketinggian optimal 300 – 600 m di atas permukaan laut. Peranan pupuk P Unsur hara P merupakan penyusun sel hidup .3. Urea adalah bentuk senyawa nitrogen organik yang palimg sederhana dan kandungan unsur haranya 45 – 46% N serta sifat – sifatnya : a. Tanaman Cabai tidak nemerlukan struktur tanah yang khusus tetapi tanah yang banyak mengandung bahan organik. wendry. Buah tidak berbentuk atau tunbuh normal g. fungisida antracol. curah hujan yang dibutuhkan 1500 – 2000 mm per tahun dengan kelembaban udara 80% . mempercepat pematangan buah. ungu atau merah tua terutama pada ujung dan tepi Daun c. insektisida comfidor. Unsur P sangat berfungsi bagi tanaman karena unsur ini dapat membantu pembelahan sel. Peranan pupuk N Nitrogen dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi tanaman. Mudah larut dalam air 2. terutama bila nitrogen tidak ada sama sekali d. Higroskopis pada kelembaban udara c. .Nitrogen umumnya diserap tanaman dalam bentuk ion ammonium atau ion nitrat . Daun berwarna hijau pucat.Tanaman Cabai rawit dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0. 2. Meninggi dan kurus f.2 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benuh cabai rawit.4. Beberapa daun tanaman berwarna hijau tua kebiruan. masih terlihat hijau e. pupuk urea. Tanaman terhambat untuk tua. KCL. butir – butir bulat b. nerangsang perkembangan akar. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Paranginan Utara Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan 3. Berbenruk kristal berwarna putih.1.5 – 1250 m Di atas permukaan laut. memperkuat batang dan cabang. Defenisi fosfor pada tanaman ditandai dengan gejala sebagai berikut : a. baik jenis tanah liat atau berpasir sangat baik untuk pertunbuhan tanaman . mempercepat pembungaan dan pembuahan. memegang peranan penting dalam perkembangan dan fungsi – fungsi protolasma dan sebagai bahan dasar dalam penyusunan semua protein . Proses pembuahan terhambat dan produksi rendah BAB III BAHAN DAN METODA PENELITIAN 3. kompos. TSP. Pertumbuhan kerdil b. Hal ini berhubungan dengan senyawa senyawa structural asam nukleat dan transfor energi .

kayu.Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul. gembor. pompa. Metoda penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor yaitu Faktor pupuk nitrogen terdiri dari empat tahap yaitu : N0 : 0 Kg Urea / Ha N1 : 100 Kg Urea / Ha N2 : 200 Kg Urea / Ha N3 : 300 Kg Urea / Ha Faktor pupuk fospat terdiri dari tiga taraf yaitu : P0 : 0 Kg TSP / Ha P1 : 150 Kg TSP / Ha P2 : 300 Kg TSP / Ha Kombinasi perlakuan ada 12 yaitu : N0P0 N1P0 N2P0 N3P0 N0P1 N1P1 N2P1 N3P1 N0P2 N1P2 N2P2 N3P2 Luas petak : 2 m x 3 m Jarak antar petak : 50 Cm Jarak antar blok : 75 Cm Jumlah tanaman sample : 4 tanaman / petak Jarak tanaman : 50 Cm x 60 Cm . garu.2. tali plastik dan alat – alat tulis 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful