ISRAILIYAT DALAM TAFSIR Oleh: Abstrak: Tulisan ini membahas tentang Israiliyat dalam tafsir al-Qur'an, Israliyyat adalah

bentuk jamak dari Israiliyyah yakni bentuk kata yang dinisbahkan kepada kata Israil (bahasa Ibrani), Yakub dan Ishak bin Ibrahim, Israiliyyat dalam tafsir al-Qur'an tidak lepas dari kondisi sosio cultural masyarakat Arab pada zaman Jahiliyyah, pengetahuan mereka tentang ini telah masuk ke dalam benak keseharian mereka sehingga tidak dapat dihindari adanya interaksi kebudayaan Yahudi dan Nashrani dengan kebudayaan Arab yang kemudian menjadi jazirah Islam, keberadaan Israiliyyat dalam tafsir banyak memberi pengaruh buruk terhadap sikap teliti yang telah diperaktikan oleh para sahabat dalam mentransper Israiliyyat dan tidak menjadi perhatian generasi sesudahnya, sehingga banyak cerita Israiliyyat yang mengandung khurafat dan bertentangan dengan nash mewarnai kitab tafsir. Kata kunci : Israiliyyat, Tafsir.

PENDAHULUAN

Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa al-Quran adalah sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam. Dapat dikatakan, bagi kaum muslimin, al-Qur‟an adalah manuskrip langit yang paling otentik, yang telah dijamin oleh Allah SWT. akan terjaga dari berbagai bentuk pemalsuan dan perubahan. Perhatian dan kecintaan kaum muslimin terhadap al-Qur‟an sangatlah besar. Al-Qur‟an tidak hanya dibaca dan dihafal oleh jutaan kaum muslimin di setiap masa. Namun juga dipelajari, mulai dari bagaimana cara membaca makhraj dan hurufnya, cara penulisan (rasam) al-Qur‟an, cara menafsirkan, sampai kepada hal yang paling kecil, seperti menghitung jumlah surah, ayat, kata, bahkan hurufhuruf dalam al-Qur‟an. Bahkan sekarang kaum muslimin sudah mulai menggali kemu‟jizatan al-Qur‟an yang dihubungkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1

2 Ibid. sebab mereka sangat berhati-hati dari menjelaskan al-Qur‟an berdasarkan pendapat pribadi.Di antara usaha yang dilakukan kaum muslimin untuk mempelajari alQur‟an adalah melalui pemahaman dan tafsir. Diantara kelemahan tafsir bi al-ma‟tsur adalah adanya riwayat yang dhaif. yaitu menafsirkan al-Qur‟an bukan dengan makna dzahirnya. Al-Tibyan fi Ulum al-Qur‟an (Beirut: Alim al-Kutub. Sahabat. dan tafsir bi al-isyarat atau tafsir isyari (disandarkan kepada tafsir sufiyah. Para ulama mencurahkan perhatian dalam tafsir al-Qur‟an ini dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa yang dikehendaki Allah. meskipun riwayat israiliyyat ini pada umumnya sekedar kisah yang menjelaskan sesuatu yang tidak disebutkan dalam al-Qur‟an secara detil. yaitu tafsir bi al-riwayat. sahabat dan tabiin.2 Keberadaan riwayat-riwayat israiliyyat dalam kitab-kitab tafsir dikhawatirkan dapat menimbulkan khurafat dan dapat merusak aqidah islamiyyah. tabi‟in dan tabi‟ut tabi‟in ). disebut juga tafsir bi al-ra‟yi wa al-ijtihad atau tafsir bi al-ma‟qul ( menafsirkan al-Qur‟an dengan bersandarkan kepada dirayat yaitu rasio dan olah pikir serta penelitian terhadap kaidah-kaidah bahasa). Disamping itu kisah-kisah israiliyyat tersebut membuka celah bagi para musuh 1 Muhammad Ali al-Shabuni. Paling tidak ada tiga istilah yang dipakai para ulama untuk menyebut aliran yang dipakai oleh para ulama mufassir dalam menafsirkan al-Qur‟an. yang sulit dideteksi kebenarannya. Para ulama sepakat bahwa tafsir bi al-ma‟tsur ini dianggap sebagai metode tafsir yang paling utama dan lebih selamat dari berbagai kemungkinan penyimpangan. 1405 H). sehingga al-Qur‟an dapat difahami dengan baik dan diamalkan dengan benar. hal. disebut juga tafsir bi al-ma‟tsur atau tafsir bi-al-manqul (menafsirkan al-Qur‟an berdasarkan riwayat dari Rasulallah. Termasuk juga masuknya riwayat-riwayat israiliyyat. 71 2 . yang kedua tafsir bi al-dirayah. mungkar dan maudhu dari riwayat yang disandarkan kepada Rasulallah.67. Namun demikian bukan berarti tafsir dengan riwayat ini tidak ada sisi kelemahannya. melainkan dengan suara hati nurani).1 Para sahabat umumnya memakai tafsir bi al-ma‟tsur dari pada tafsir bi alra‟yi. hal.

Cet. Yang dinyatakan sabagai Yahudi adalah juga Bani Israil.3 Misalnya firman Allah yang tercantum dalam surat al-Maidah ayat 78: َ َ َْ ِ ْ َ ِْ َ َ ‫نُعٍَ انَّزيٍَْ كفَشٔا يٍْ ثَُِي ئِسشائِيم عهَٗ نِسبٌ دَأد ٔعيسٗ اثٍ يشيَى رانِكَ ثًِب عَصٕا ٔكبَُٕا‬ َ َ ْ َ ْ ْ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ َ ْ َ ِ َ َ )٨٧ : ‫يَعتَذٌَُٔ . Israiliyat merupakan cerita yang dikisahkan dari sumber Israili. Al-Quran al-Karim dan Terjemahnya. Makalah yang sangat terbatas ini hanya sekedar menghimpun dan mengulang segala yang telah dibahas dalam banyak kitab dan risalah tentang israiliyyat tersebut. Permasalahan tentang riwayat israiliyyat. (انًبئذح‬ ْ ْ Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam. Ahmad Rofi‟i. Dan bahwa al-Qur‟an adalah kitab karangan Muhammad. 174 3 . Di dalam al-Quran banyak disebutkan tentang Bani Israil yang dinisbahkan kepada Yahudi. Pengertian Israiliyat Kata Israiliyat bentuk jamak dari kata Israiliyat. 238 4 DePag. II (Bandung: Pustaka Setia. yaitu Yakub dan Ishak bin Ibrahim.Islam untuk mengatakan bahwa ajaran Islam adalah agama ciptaan Muhammad yang dipadukan dari ajaran Yahudi dan Nasrani. disebabkan isinya yang banyak membincang tentang kaum-kaum dan nabi-nabi terdahulu yang juga terdapat dalam kitab Taurat dan Injil. (Madinah Munawarah. hal. sesungguhnya telah menjadi suatu tema bahasan yang sudah secara panjang lebar dibahas oleh para ulama. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”4 Para ulama menggunakan istilah israilliyat untuk riwayat yang didapat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani. 2000). baik berupa kisah-kisah atau dongengan 3 Ahmad Syadali. ULUMUL QURAN I. Israiliyat dinisbahkan kepada Israil. PEMBAHASAN 1. yang mempunyai keturunan dua belas. 1411 H ) hal.

hal. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. Orang-orang Arab adakalanya menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta. Latar Belakang Timbulnya Israiliyat Cara merembesnya cerita-cerita Israiliyat ke dalam tafsir dan hadis didahului oleh masuknya kebudayaan Arab zaman jahiliyah. 24-25. ULUMUL QURAN I. Risalah Tafsir: Berinteraksi dengan al-Qur‟an Versi Imam Al-Ghazali (Bandung: Cita Pustaka Media. 1999). (Bandung: Pustaka Setia. dalam sejarah diketahui bahwa orang-orang Arab telah berinteraksi dengan orang Yahudi jauh sebelum Rasulallah Muhammad datang membawa Islam. kaum Nashrani juga turut ambil bagian dalam konstalasi versi israiliyyat ini. rahasia-rahsia yang terkandung dalam penciptaan alam. 5 Ahmad Zuhri.2007). 6 Rosihan Anwar. di kalangan mereka juga banyak yang masuk Islam.6 Formulasi tentang israillyat tersebut terus berkembang di kalangan para pakar tafsir al-Qur'an dan hadits sesuai dengan perkembangan pemikiran manusia. kaum Yahudi lebih popular dan dominan. 135. Ahmad Rofi‟i. Karenanya kata Yahudi lebih dimenangkan lantaran selain Yahudi lebih lama berinteraksi dengan umat Islam. 242 4 .5 Definisi lain dari asy-Syarbasi adalah kisah-kisah dan beritaberita yang berhasil diselundupkan oleh orang-orang Yahudi ke dalam Islam. serta informasi tentang penciptaan manusia dan alam. 7 Ahmad Syadali. Bahkan di kalangan mereka ada yang berpendapat bahwa israiliyyat mencakup informasi-informasi yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam manuskrip kuno dan hanya sekedar sebuah manipulasi yang dilancarkan oleh musuh Islam yang diselundupkan pada tafsir dan hadits untuk merusak aqidah umat Islam dari dalam. h. Hanya saja dalam hal ini.yang umumnya berkaitan dengan fakta-fakta sejarah. selain dari Yahudi merekapun menyerapnya dari yang lain. Kisah-kisah dan kebohongan mereka kemudian diserap oleh umat Islam.7 Menurut Ibnu Khaldun. sebagaimana dikutip Mana‟ al-Qaththan dalam Mabahits fi Ulum alQur‟an. 2. keadaan umat pada masa lampau dan berbagai hal yang pernah terjadi pada para nabi dan Rasul. Meskipun israiliyyat banyak diwarnai oleh kalangan Yahudi. hal.

5 . 3 (Riyadh: Mansyurat al-„Ashr al-Hadits. melainkan dusta itu sudah sejak lama ada dalam agama mereka sebelumnya. para sahabat tidak lagi bisa mendapatkan orang yang bisa memberi penjelasan terhadap suatu ayat yang ingin mereka pahami. Rasulallah sendiri dalam menyikapi berita dari kalangan sahabat yang dulunya ahli kitab sangatlah bijaksana. tokoh-tokoh tertentu. seperti Abdullah bin Salam dan Ka‟ab al-Ahbar (masuk Islam pada masa pemerintahan Umar). Ini artinya bahwa israiliyyat merupakan salah satu rujukan dalam menafsirkan al-Qur‟an pada masa sahabat. bukan keharusan. kisah-kisah itulah yang mereka punya. 355. Sebab selama mereka memeluk agama lamanya. Para sahabat seperti Abu Hurairah dan Ibnu Abbas pernah bertanya kepada orang orang-orang Yahudi yang telah muslim ini tentang beberapa peristiwa masa lalu. hal. atau tentang suatu peristiwa yang pernah terjadi pada suatu masa. Mabahits fi Ulum al-Qur‟an. Setelah Rasulallah wafat. 1407 H/ 1986 M). Cet.9 Barangkali para sahabat yang menyampaikan berita israiliyyat ini tidak bermaksud menyampaikan berita bohong. jilid 1 (Beirut: Dar alFikr. 5. Kalaupun ada kebohongan atau dusta. sehingga dalam hal-hal yang terkait dengan peristiwa umat terdahulu. Beliau tidak menggeneralisir bahwa semua yang bersumber dari Yahudi pasti salah dan demikian juga tidak langsung membenarkannya. kepada orang-orang Yahudi karena mereka memiliki pengetahuan yang didapat dari kitab Taurat atau kitab-kitab agama mereka lainnya.sejarah masa lalu. merekapun memberi komentar berdasarkan apa yang pernah mereka baca dari kitab-kitab mereka sebelumnya. ada sebagian kecil orang Yahudi yang menerima ajaran Islam dan menjadi muslim. 1393 H/ 1973 M). mereka menanyakan kepada sahabat yang dulunya ahli kitab. namun terbatas pada sesuatu yang tidak berhubungan dengan akidah dan ibadah.8 Setelah Islam datang. Beliau hanya mengingatkan untuk berhati-hati dalam menerimanya. dengan sabdanya: 8 Mana‟ Al-Qaththan. Tafsir Ibnu Katsir. hanya saja mereka menganggap itu sebagai suatu kebolehan saja. bukan terletak pada sahabat itu. hal. 9 Abu Fida‟ Ismail ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqi. Dan ketika ayat al-Qur‟an menyinggung kisah yang sama.

Muqatil ibn Sulaiman. tanpa meneliti mana yang shohih dan yang tidak shohih. Para mufassir pada masa itu sangat berbaik sangka kepada segala pembawa berita. 10 Muhammad Hasbi Ash-Shiddiedy. Cet. semakin banyak ahli kitab yang memeluk ajaran Islam dan di sisi yang lain. proses periwayatan israiliyat ini semakin aktif disebabkan kecendrungan masyarakat untuk mendengarkan cerita-cerita yang agak luar biasa. Di masa ini penafsiran al-Quran dengan israiliyyat menjadi sesuatu yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena. 6 . hal. kecendrungan manusia untuk mengetahui segala sesuatu (termasuk tentang umat terdahulu). Cerita-cerita israiliyat pada masa tabiin banyak bersumber dari Wahab ibn Munabbih. katakanlah kami telah beriman kepada Allah dan segala yang Ia turunkan kepada kami” Namun setelah masa tabiin. seorang Yahudi dari Yaman yang memeluk Islam. Sejarah & Pengantar Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir. Itulah sebabnya para mufassir ketika itu tidak mengoreksi dan memeriksa lagi kabar-kabar yang mereka terima. Muhammad ibn Marwan al-Suddi dan Abdul Malik ibn Abdul Aziz ibn Juraij seorang Nasrani berbangsa Romawi yang kemudian masuk Islam. terpenuhi dengan keberadaan kisah-kisah israiliyyat ini. Sehingga pada masa tabiin ini muncul kelompok yang disebut al-qashshash. di satu sisi.)ٖ‫ٔال تصذقٕا اْم انكتبة ٔال تكزثْٕى ٔقٕنٕا ايُب ثبهلل ٔيب اَزل انيُب (انجخبس‬ “Dan janganlah kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka. sifatnya hanya menghimpun data. 2000). Muhammad ibn Sa‟ib al-Kalbi. yaitu para penyampai berita yang tidak bertanggung jawab.3 (Semarang: Pustaka Rizki Putra. sehingga hampir semua kitab tafsir memuatnya.10 Lambat laun pengaruh israliyyat ini sangat besar dalam penafsiran alQur‟an.212. Seperti Al-Thabari yang lebih menekankan kepada pencatatan semua hal yang berkaitan dengan suatu ayat. Lagi pula para mufassir ketika memuat israiliyyat. tentu tidak akan berdusta. Mereka beranggapan bahwa orang yang sudah masuk Islam.

hal. 2000). Maka senjata budaya menjadi pilihan yang paling mungkin. tenaga dan pasukan yang banyak. Berinteraksi dengan Al-Qur‟an. Kekalahan Yahudi dalam perang Khaibar.Suatu hal yang cukup menarik. sehingga disebutkan dalam satu hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulallah pernah melihat Umar ibn al-Khattab memegang suatu lembaran Taurat di tangannya. Sebagaimana telah diketahui. dimana penduduknya terdiri dari komunitas Arab dan Yahudi yang telah menetap di sana cukup lama.Yusuf Qaradhawi. 495. 2 ( Jakarta: Gema Insani Press. yang kemudian disampaikan kepada kaum muslimin. Terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani. meninggalkan dendam pada hati kaum Yahudi. dengan nada tidak senang bersabda: ٌ‫أيتٕٓكٌٕ ثٓب يب ثٍ انخطبة؟ نقذ جئتكى ثٓب ثيضبء َقيخ. maka Rasulallah SAW. juga ada unsur kesengajaan dari kalangan Yahudi untuk menyebarkannya. penyampaian riwayat israiliyyat ini disamping sebagai hasil interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat Arab dan kaum Yahudi.11 Kalangan Yahudi sangat mengetahui bahwa Rasulallah begitu perduli terhadap kemurnian ajaran Islam. wahai Ibnu al-Khattab? Padahal aku telah membawa agama ini kepada kalian dengan terang dan sejelas-jelasnya. manurut Dr. ٔانزٖ َفسٗ ثيذِ. untuk bisa mengalahkan kaum muslimin dengan cara lain. نٕ كب‬ ُٗ‫يٕسٗ حيب يب ٔسعّ اال اٌ يتجع‬ “Apakah engkau masih meragukan agamamu. bahwa kaum muslimin telah berinteraksi dengan orang-orang Yahudi sejak hijrahnya Rasulallah ke Madinah. Mereka mulai menyusupkan berita-berita israiliyyat agar tercampur dengan berita-berita yang datangnya dari Allah dan Rasulnya. bahwa kisah-kisah yang diistilahkan dengan israiliyyat itu ternyata tidak atau jarang terdapat dalam kitab-kitab induk kalangan ahli kitab itu sendiri. Kisah-kisah tersebut hanya berkembang dari mulut ke mulut dikalangan masyarakat awam Yahudi dan Nasrani. 11 Al-Qaradhawi. cet. 7 . sebab tidak memerlukan biaya. Menurut analisa Al-Qaradhawi.

Kelima. Menurut Rosehan Anwar sumber israiliyyat dimotori oleh tokohtokoh primer yaitu Abdullah bin Salam. waktu dan tempatnya. Taurat dan Injil dalam global dan ringksan titik tekannya adalah memberikan petunjuk jalan yang benar bagi manusia. sedangkan Taurat dan Injil mengemukakan secara terinci. ada pula pendapat yang mengatakan rendahnya kebudayaan masyarakat Arab karena kehidupan mereka yang kurang banyak yang pandai dalam hal tulis menulis (ummi). adalah heterogenitas penduduk. Ketiga. ada justifikasi dari dalil-dalil naqlilah yang difahami masyarakat Arab sebagai pembenaran bagi mereka untuk bertanya pada ahli Kitab. Meskipun pada umumnya ahli Kitab juga selalu berpindah-pindah. rute selatan adalah Yaman yang dihuni oleh kalangan Nasrani. adanya rute perjalanan niaga. Ia menyatakan keislamannya sesaat setelah Rasulullah tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah. tetapi pengetahuan mereka tentang sqarah masa lampau lebih luas.Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya. 242-243. 1997). Ahmad. Menjelang masa kenabian Muhammad saw jazirah Arab dihuni juga oleh kelompok Yahudi dan Nasrani. Ulumul Qur'an. sedangkan rute ke utara adalah Syam yang dihuni oleh kalangan Yahudi. Keempat. nama lengkapanya adalah Abu Yusuf bin Salam bin al-Haris al-Ansari. masyarakat Arab. (Bandung: Pustaka Setia. dalam perjuangan menegakan Islam.. seandainya Musa hidup pasti dia akan mengikutiku”(HR. h. Ia termasuk pejuang dalam perang Badar dan ikut menyaksikan penyerahan Bait alMaqdis ke tangan umat Islam. perihal. dan al-Bazzar) Ada beberapa faktor yang menyebabkan masuknya israiliyyat dalam tafsir yaitu:12 Pertama. perbedaan metodologi antara al-Qur'an. Kedua. Ketika menginginkan pengetahuan secara lebih teperinci tentang kisah-kisah umat Islam bertanya kepada kelompok Yahudi dan Nasrani yang dianggap lebih tabu. Riwayat-riwayatnya banyak diterima oleh kedua 12 Ahmad Syadali dan Ahmad Rofi'i. 8 . Abu Ya‟la.

maka hal tersebut adalah haq. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. Ahmad bin Amir misalnya meragukan ketsiqatannva bahkan keagamaannya. terpercaya dan banyak menukilkan israiliyyat. Malik bin Abi Amir al-Asbani. 3. Banyak cerita israiliyyat yang dinisbahkan kepadanya. Auf bin Malik. Contohnya: Imam Al-Bukhari dan yang lainnya meriwayaAtkan dari Ibnu Mas‟ud radhiyallaahu „anhu. nama langkapnya adalah Abu Abdillah bin Munabbih bin Sij al-Yamani. Macam-macam Israiliyat Kisah-kisah Israiliyyat terbagi menjadi tiga macam14: 1. Riwayat-riwayatnya diterima oleh Muawiyah. Dzahabi mengatakan ia adalah orang jujur. Kestsiqatannya menjadi perdebatan para ulama. 14 http://almuslimah.) bahwa Allah „Azza wa Jalla akan meletakkan semua langit di atas satu jari. dia berkata: „Wahai Muhammad. Kisah yang dibenarkan oleh Islam. Dalam perjuangan menegakan Islam ia turut berjuang menuju Syam bersama kaum muslimin lainnya.putranya. 1999). Nama lain adalah Wahab bin Munabbih. semua bumi di atas satu jari. dia mengatakan: “Datang salah seorang pendeta Yahudi kepada Rasulullah shallallâhu „alaihi wa sallam. pohon-pohon di atas satu jari. pent. Ibnu Abbas. air di atas satu jari.wordpress. Abu Zahrah dan Nasa'i mengatakan la adalah orang terpercaya. ia berasal dari Yahudi Yaman dan memeluk Islam pada masa Umar bin Khattab. Abu Hurairah. h. Atha bin Abi Rabbah dan lain-lain.13 Lebih lanjut Rosihan menambahkan selain tokoh tersebut tercatat nama Ka'ab al-Ahbar. (Bandung: Pustaka Setia. Imam Bukhari pun memasukan beberapa riwayat darinya.com 9 . sesungguhnya kami menjumpai (dalam kitab suci kami. Ia masuk Islam pada masa Rasululah saw. 13 Rosihan Anwar. Yusuf dan Muhammad. 37. Abu Hurairah. Menurut Ibnu Hajar ia adalah tabi'in miskin yang mendapat kepercayaan dari Jumhur ulama. Nama aslinya adalah Abu Ishaq Ka'ab bin Mani al-Humairi yang terkenal dengan Ka'ab al-Ahbar karena pengetahuannya yang dalam.

maka turunlah firman Allah „Azza wa Jalla: ‫َِسبؤكى حشث نَّكى فَأْتُٕا حشثَكى أَََّٗ شئتُى‬ ْ ِْ ُْ ْ َ ُْ ٌ ْ َ ُْ ُ َ “Istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam. Kisah yang Islam tidak membenarkan tidak pula mengingkarinya. maka datangilah tempat bercocok tanammu bagaimana saja kamu menghendaki.” (QS. maka ini adalah bathil. maka kita wajib mendiamkannya. Kisah yang diingkari oleh Islam dan dipersaksikan bahwa kisah tersebut adalah dista. Al-Baqarah: 223) 3. tertawalah Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam sehingga nampak gigi-gigi geraham beliau shallallaahu „alaihi wa sallam karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu. maka Allah berfirman: „Akulah Raja.‟‟ Mendengar hal tersebut. Contohnya.tanah di atas satu jari dan seluruh makhluk di atas satu jari. Kemudian beliau shallallaahu „alaihi wa sallam membaca firman Allah „Azza wa Jalla: ۚ ُِّ‫ٔيب قَذسٔا هللاَ حق قَذسِ ٔاألَسض جًيعب قَجضتُُّ يَٕو انقِيَبيخ ٔانسًبٔادُ يطٕيَّبدٌ ثِيًَي‬ َُ َ َ َ ْ ً ْ ِ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ َّ َ ِ ِْ َ َ َّ َ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َّ َ ٌَٕ‫سجحبََُّ ٔتَعبنَٗ عًب يُششك‬ َ َ َ ُْ “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Az-Zumar: 67) 2. maka Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian benarkan Ahlul Kitab dan jangan kalian dustakan mereka namun katakanlah: 10 . Berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallaahu „anhu bahwa dia berkata: “Dahulu Ahlul Kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan mereka menafsirkannya untuk orang-orang Islam dengan bahasa Arab. Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir radhiyallaahu „anhu bahwa dia berkata: “Dahulu orang Yahudi apabila „mendatangi‟ istrinya dari belakang berkata: „Anaknya nanti bermata juling‟.” (QS.

” Bercerita dengan kabar seperti ini boleh apabila tidak ditakutkan menyebabkan terjatuhnya seseorang ke dalam larangan. dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatannya. Al-Bukhari) Kebanyakan berita yang diriwayatkan dari Ahlul Kitab dalam hal ini tidak mempunyai manfaat untuk urusan agama.‫آيَُّب ثِبهللِ ٔيب أَُزل ئِنَيَُب ٔيب أَُزل ئِنَيكى‬ ُْْ َ ِ ْ َ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ (Kami beriman kepada Allah „Azza wa Jalla dan pada apa yang telah diturunkan kepada kami dan apa yang telah diturunkan kepada kalian).” Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu „Abbas radhiyallaahu „anhuma bahwa dia berkata: “Wahai kaum muslimin! Bagaimana kalian bisa bertanya sesuatu kepada Ahlul Kitab sedangkan Al-Qur‟an yang Allah „Azza wa Jalla turunkan kepada Nabi kalian telah menceritakan sesuatu yang benar dan murni tentang Allah „Azza wa Jalla. Tidakkah pengetahuan kalian tentang (pengkhiatan) mereka itu memalingkan kalian dari bertanya kepada mereka. Lalu. Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian bertanya sesuatu kepada Ahlul Kitab karena mereka tidak akan memberi petunjuk bagi kalian dan sungguh mereka telah tersesat. berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Jabir bin „Abdillah radhiyallaahu „anhu. Allah „Azza wa Jalla telah memberitahukan kepada kalian bahwa Ahlul Kitab telah mengganti dan merubah isi Al-Kitab kemudian mereka menulisnya sendiri dengan tangan-tangan mereka. Adapun bertanya kepada Ahlul Kitab tentang suatu perkara agama maka hukumnya haram. sekali-kali 11 . lalu berkata „Ini berasal dari Allah „Azza wa Jalla‟.” (HR. Barangsiapa sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka. dia berkata. maka tidak halal baginya kecuali mengikutiku. Seandainya Musa „alaihis salaam hidup di antara kalian. karena bisa jadi kalian akan membenarkan sesuatu yang batil atau mendustakan yang haq. karena Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat dan tidak mengapa kalian menceritakan tentang Bani Israil. seperti penetuan warna anjing Ashhabul Kahfi dan yang lainnya.

kemudian mereka mengatakan bahwa ia berasal dari Allah untuk menjualnya dengan harga yang murah. yaitu sabda Rasulallah: ‫ثهغٕا عُٗ ٔنٕ ايخ. Tidakkah Ia telah melarang kalian untuk bertanya kepada mereka. sedangkan kitab kalian diturunkan kepada Nabi kalian yang beritanya lebih baru dari Allah. kalian membacanya dan tidak mencela?!. Bukhari) Namun ada juga hadits Rasulallah yang seolah-olah melarang hal tersebut. أال يُٓبكى يب جبءكى يٍ انعهى ع‬ ‫يسأنتٓى. ٔقذ حذثكى أٌ أْم انكتبة ثذنٕا كتبة هللا ٔغيشِٔ . mereka tidak 12 . Allah memberitahukan kapada kalian bahwa ahli kitab telah mengganti apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan merubahnya dengan tangan-tangan mereka. ٔكتجٕا ثأيذيٓى‬ ٍ‫انكتبة. sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berikut ini: ٌٔ‫كيف تسأنٌٕ أْم انكتبة عٍ شٗء ٔكتبثكى انزٖ أَزل عهٗ سسٕل هللا أحذث. Pandangan Ulama tentang Israiliyat Para ulama tidak dapat menetapkan hukum secara mutlaq atau general terhadap kisah-kisah israiliyyat. Demi Allah. ٔقبنٕا ْٕ يٍ عُذ هللا نيشتشٔا ثّ ثًُب قهيال. ال ٔ هللا يب سأيُب يُٓى سجال يسأنكى عٍ انزٖ أَزل عهيكى‬ “Bagaimana kalian bertanya kepada ahli kitab. Hal ini disebabkan ada dalil yang membolehkan untuk mengambil informasi dari kalangan Ahli Kitab. تقشؤ‬ ‫يحضب نى يشت؟!. dan barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah untuk mengambil tempatnya di neraka” (HR. ٔحذثٕا عٍ ثُٗ اسشائيم ٔال حشج ٔ يٍ كزة عهي يتعًذا فهيتجٕأ‬ )ٖ‫يقعذِ يٍ انُبس( انجخبس‬ “Sampaikannlah dariku walau hanya satu ayat. tanpa halangan. Dan ambillah riwayat dari Bani Israil.tidak demi Allah! Tidak pernah kami melihat seorangpun dari Ahli Kitab bertanya kepada kalian tentang apa yang telah diturunkan kepada kalian.” 4.

namun sesungguhnya riwayat-riwayat ini tetap tidak ada gunanya dan tidak bermanfaat dalam masalah agama. Kisah israiliyyat yang diketahui kebenarannya karena sesuai atau tidak bertentangan dengan informasi al-Qur. Seperti kisah yang menceritakan bahwa nama teman seperjalanan nabi Musa adalah Khidir. bahwa yang dimaksud Rasulallah untuk mengambil riwayat dari ahli kitab sesungguhnya tidaklah mutlaq. Kisah israiliyyat yang diketahui kebohongannya karena bertentangan dengan al-Qur‟an dan Sunnah shahihah atau tidak sejalan dengan akal sehat Kisah seperti ini harus dibuang dan tidak boleh digunakan. yaitu mabuk. sebagaimana tersebut dalam Shahih Bukhari. bukan sebagai rujukan utama atau sebagai sumber hukum. Seperti kisah tentang bagian sapi betina yang diambil untuk dipukulkan kepada orang mati dari Bani Israil. Kalaupun ada yang beranggapan israiliyyat ini 15 Ibn Katsir. Seperti cerita malaikat Harut dan Marut yang terlibat perbuatan dosa besar.5. hal. Nama Khidir pernah disebutkan oleh Rasulallah.menanyakan sesuatupun kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian. berzina dan membunuh. namun terikat hanya kepada riwayat yang baik dan cerita yang tidak jelas status benar atau dustanya namun tidak ada indikasi tentang kebatilannya. Tafsir Ibnu Katsir. 13 . Diperbolehkan menggunakannya sebagai pembanding. Ibnu Katsir menjelaskan dalam muqaddimah tafsirnya bahwa riwayat israiliyyat dapat diklasifikasikan menjadi tiga: 1. Kisah israiliyyat yang didiamkan karena tidak dapat dipastikan statusnya benar atau dusta. 2.an dan Sunnah shahihah. maka kisah itu benar dan bisa diterima. para ulama mendudukkannya sebagai berikut. namun boleh menceritakannya. Kisah seperti ini tidak boleh dibenarkan ataupun didustakan.15 Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa meskipun sebagian ulama salaf merekomendasikan kebolehan meriwayatkan israiliyyat tanpa mengamalkannya. 3. Al-Bukhari) Menyikapi kedua dalil diatas yang seolah bertentangan ini.”(HR.

yaitu dengan mengikuti kaidah-kaidah dalam periwayatan israiliyyat. hal. Al-Qaradhawi. Berinteraksi dengan al-Qur‟an. seolah-olah seperti memenuhi berlembar-lembar halaman dan membuang-buang waktu bagi sesuatu yang tidak didukung ilmu. dikomentari oleh Yusuf Al-Qaradhawi secara tegas bahwa mengutip israiliyyat di dalam kitab tafsir. sehingga untuk itu ia menyeleksi dengan ketat para perowi yang akan ia ambil hadits darinya. semisal Anas ibn Malik sangat berhati-hati terhadap periwayatan israiliyyat ini. Qatadah adalah salah satu rawi tabiin yang ditolak riwayatnya oleh Anas ibn Malik karena ia banyak meriwayatkan israiliyyat. sebagai berikut: 1. Melakukan penelitian terhadap rawi-rawi sanadnya 2. maka diperlukan kejelian dan kehati-hatian. yang tidak dapat dijadikan petunjuk dan keterangan.16 Keberadaan israiliyyat yang telah dinyatakan tidak memberi manfaat bagi agama ini. seperti: Ibnu Hazm dalam kitab al-Fashl fi al-Milal wa Ahwal al-Nihal Al-Thabari dalam kitab Tarikh al-Umam wa al-Muluk Al-Qadhi Iyadh dalam Kitab al-Syifa‟ bi Ta‟rif Huquq al-Musthafa Ibnu Taimiyyah dalam kitab al-Nubuwwah dan al-Jawabu al-shahih li man Baddala Diin al-Masih Ibn Al-Qayyim dalam kitab Hidayah al-Hiyar fi Ajwibat al-Yahud wa al-Nashara Ibn al-Katsir dalam kitab tafsirnya dan kitab al-Bidayah wa al-Nihayah Jamaluddin al-Qasimi dalam kitab Mahasin al-Ta‟wil Muhammad Husin al-Zahabi dalam kitab al-Israiliyyat fi al-Tafsir wa al-Hadits dan Kitab al-Tafsir wa al-Mufassirun.17 Namun karena israiliyyat ini telah tersebar di sebagian kitab-kitab tafsir. hal. 212. Melakukan pengamatan terhadap matan atau kandungan riwayat tersebut 3. dll. Merujuk kepada para ulama yang mendalami persoalan ini. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur‟an. 16 17 Ash-Shiddieqy. bagi siapa saja yang mendapati beritaberita yang bernuansa israiliyyat. maka manfaat itu sangat kecil dan tidak signifikan. 14 . 500. Para ulama.bermanfaat untuk kesempurnaaan informasi yang terdapat dalam agama.

tidakkah itu berarti memberi kesan bahwa berita yang tidak jelas kebenaran dan dustanya itu dapat menjadi penjelas makna firman Allah dan menjadi pemerinci apa yang disebut secara global di dalamnya.: ّ‫نقذ كبٌ فٗ قصصٓى عجشح ألٔنٗ األنجت. melalui 15 . dijelaskan dan dirinci oleh sesuatu yang tidak jelas kebenarannya. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”(Yusuf /12:111) Keberadaan israiliyyat yang sudah terlanjur masuk ke dalam sebagian kitab-kitab tafsir. Karena al-Qur‟an memang bukan buku cerita yang memaparkan setiap episodenya dengan rinci. Di seluruh dunia Islam.PENUTUP Metode yang dipakai al-Qur‟an dalam menceritakan umat-umat terdahulu memang tidak bersifat rinci dan detil. Al-Qur‟an tidak mengulas secara runut nama-nama tokoh. tempat dan waktu kejadian atau bagian lain dari cerita tersebut. Firman Allah SWT. dan turut memberikan penjelasan terhadap suatu kisah yang diangkat oleh al-Qur‟an memang menjadi suatu hal yang dilematis. sesungguhnya masih ada pertanyaan yang tertinggal. demikian juga cerita-cerita ini telah beralih dari mulut ke mulut.يب كبٌ حذيثب يفتشٖ ٔنكٍ تصذيق انزٖ ثيٍ يذي‬ ٌُٕ‫ٔتفصيم كم شٗء ْٔذٖ ٔسحًخ نقٕو يإي‬ “sesungguhnya pada kisah-kisah mereka ada terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai akal. Terlepas dari kebolehan mengambil riwayat israiliyyat sebagaimana tersebut di atas. Al-Qur‟an itu bukanlah cerita yang dbuat-buat. mengutip israiliyyat di samping ayat-ayat Allah. Dengan kata lain. Akan tetapi tujuan al-Qur‟an mengangkat sebuah kisah lebih kepada pelajaran (ibrah) dan nilai-nilai yang bisa terwujud dengan pemaparan tersebut. bagaimana mungkin ayatayat yang datangnya dari Yang Maha Benar. cerita-cerita israiliyyat kini telah tersebar luas melalui media tulisan yang terdapat di kitab-kitab tafsir atau pada kitab-kitab lainnya.

136. Namun disisi lain. mulai orang awam sampai kepada orang terpelajar.A.18 Namun pada kenyataannya seringkali kita tidak merasa puas dengan pola seperti itu dan tergoda untuk mencari dan memberi interpretasi sendiri. jika tidak dijumpai penjelasannya dalam al-Qur‟an. dan jika pada haditspun tidak kemubhamannya. sebab para ulama telah menbuka peluang tafsir bi al-ra‟yi wa al-ijtihad dengan berbagai persyaratan tentunya. adalah mencari penjelasannya pada ayat-ayat lainnya. bukan tidak mungkin ia akan berkata atas kekuasaan Allah tanpa didasari ilmu. Sikap bijaksana yang seharusnya diambil oleh muslim yang mempelajari al-Qur‟an ketika berhadapan dengan ayat-ayat yang mubham (tidak jelas). Membedah al-Qur‟an Versi al-Qur‟an: Upaya Tadabbur Kitabullah di Tengah-Tengah Pesatnya Perdaban Ummat.khutbah. Disampaikan oleh berbagai kalangan dari umat ini. jika sang „pencari‟ ini kurang taqwanya kepada Allah. Terjemahan Muhil D. Tentu menjadi tidak mudah untuk membersihkan israiliyyat yang sudah tersebar di masyarakat ini. maka biarkanlah ayat tersebut dalam 18 Sholah Al-Khalidi. dan dapat keluar dari pemahaman yang Qur‟ani. (Surabaya: Pustaka Progressif. hal. pengajaran di madrasah dan lain sebagainya. sikap seperti itu memang tidak salah. Disatu sisi. ceramah. dijumpai. 16 . maka hendaklah ia mencari dari hadits-hadits shohihah. 1997).

wordpress. 2000) Rosihan Anwar. Sejarah & Pengantar Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir. ULUMUL QURAN I. cet. 1405 H) Muhammad Hasbi Ash-Shiddiedy.2007) Departemen Agama. terj. Membedah al-Qur‟an Versi al-Qur‟an: Upaya Tadabbur Kitabullah di Tengah-Tengah Pesatnya Perdaban Ummat.A. II (Bandung: Pustaka Setia. 1999) Sholah Al-Khalidi. 1393 H/ 1973 M) Muhammad Ali al-Shabuni. Cet. 2000) http://almuslimah. Al-Tibyan fi Ulum al-Qur‟an (Beirut: Alim al-Kutub. 2 ( Jakarta: Gema Insani Press. Ahmad Rofi‟i. Cet. terj. Berinteraksi dengan Al-Qur‟an. Muhil D. 1407 H/ 1986 M) Ahmad Syadali. 3 (Riyadh: Mansyurat al„Ashr al-Hadits. (Madinah Munawarah. (Bandung: Pustaka Setia. (Surabaya: Pustaka Progressif. 2000) Ahmad Zuhri.3 (Semarang: Pustaka Rizki Putra. 1411 H ) Mana‟ Al-Qaththan. Cet. Mabahits fi Ulum al-Qur‟an.DAFTAR PUSTAKA Abu Fida‟ Ismail ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqi. Abdul Hayyie alKattani. jilid 1 (Beirut: Dar al-Fikr. Risalah Tafsir: Berinteraksi dengan al-Qur‟an Versi Imam AlGhazali (Bandung: Cita Pustaka Media. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. 1997) Yusuf Al-Qaradhawi.com 17 . Tafsir Ibnu Katsir. Al-Quran al-Karim dan Terjemahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful