P. 1
ISRAILIYAT DALAM TAFSIR

ISRAILIYAT DALAM TAFSIR

|Views: 795|Likes:
Published by Siti Hajar

More info:

Published by: Siti Hajar on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

ISRAILIYAT DALAM TAFSIR Oleh: Abstrak: Tulisan ini membahas tentang Israiliyat dalam tafsir al-Qur'an, Israliyyat adalah

bentuk jamak dari Israiliyyah yakni bentuk kata yang dinisbahkan kepada kata Israil (bahasa Ibrani), Yakub dan Ishak bin Ibrahim, Israiliyyat dalam tafsir al-Qur'an tidak lepas dari kondisi sosio cultural masyarakat Arab pada zaman Jahiliyyah, pengetahuan mereka tentang ini telah masuk ke dalam benak keseharian mereka sehingga tidak dapat dihindari adanya interaksi kebudayaan Yahudi dan Nashrani dengan kebudayaan Arab yang kemudian menjadi jazirah Islam, keberadaan Israiliyyat dalam tafsir banyak memberi pengaruh buruk terhadap sikap teliti yang telah diperaktikan oleh para sahabat dalam mentransper Israiliyyat dan tidak menjadi perhatian generasi sesudahnya, sehingga banyak cerita Israiliyyat yang mengandung khurafat dan bertentangan dengan nash mewarnai kitab tafsir. Kata kunci : Israiliyyat, Tafsir.

PENDAHULUAN

Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa al-Quran adalah sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam. Dapat dikatakan, bagi kaum muslimin, al-Qur‟an adalah manuskrip langit yang paling otentik, yang telah dijamin oleh Allah SWT. akan terjaga dari berbagai bentuk pemalsuan dan perubahan. Perhatian dan kecintaan kaum muslimin terhadap al-Qur‟an sangatlah besar. Al-Qur‟an tidak hanya dibaca dan dihafal oleh jutaan kaum muslimin di setiap masa. Namun juga dipelajari, mulai dari bagaimana cara membaca makhraj dan hurufnya, cara penulisan (rasam) al-Qur‟an, cara menafsirkan, sampai kepada hal yang paling kecil, seperti menghitung jumlah surah, ayat, kata, bahkan hurufhuruf dalam al-Qur‟an. Bahkan sekarang kaum muslimin sudah mulai menggali kemu‟jizatan al-Qur‟an yang dihubungkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1

2 Ibid. sehingga al-Qur‟an dapat difahami dengan baik dan diamalkan dengan benar. sahabat dan tabiin. mungkar dan maudhu dari riwayat yang disandarkan kepada Rasulallah. Al-Tibyan fi Ulum al-Qur‟an (Beirut: Alim al-Kutub. Paling tidak ada tiga istilah yang dipakai para ulama untuk menyebut aliran yang dipakai oleh para ulama mufassir dalam menafsirkan al-Qur‟an. Disamping itu kisah-kisah israiliyyat tersebut membuka celah bagi para musuh 1 Muhammad Ali al-Shabuni. Termasuk juga masuknya riwayat-riwayat israiliyyat. Para ulama mencurahkan perhatian dalam tafsir al-Qur‟an ini dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa yang dikehendaki Allah.2 Keberadaan riwayat-riwayat israiliyyat dalam kitab-kitab tafsir dikhawatirkan dapat menimbulkan khurafat dan dapat merusak aqidah islamiyyah. sebab mereka sangat berhati-hati dari menjelaskan al-Qur‟an berdasarkan pendapat pribadi. disebut juga tafsir bi al-ra‟yi wa al-ijtihad atau tafsir bi al-ma‟qul ( menafsirkan al-Qur‟an dengan bersandarkan kepada dirayat yaitu rasio dan olah pikir serta penelitian terhadap kaidah-kaidah bahasa). meskipun riwayat israiliyyat ini pada umumnya sekedar kisah yang menjelaskan sesuatu yang tidak disebutkan dalam al-Qur‟an secara detil. yaitu tafsir bi al-riwayat. hal. melainkan dengan suara hati nurani). Para ulama sepakat bahwa tafsir bi al-ma‟tsur ini dianggap sebagai metode tafsir yang paling utama dan lebih selamat dari berbagai kemungkinan penyimpangan.1 Para sahabat umumnya memakai tafsir bi al-ma‟tsur dari pada tafsir bi alra‟yi. 71 2 . 1405 H). hal. tabi‟in dan tabi‟ut tabi‟in ).67. Diantara kelemahan tafsir bi al-ma‟tsur adalah adanya riwayat yang dhaif. yang kedua tafsir bi al-dirayah. Namun demikian bukan berarti tafsir dengan riwayat ini tidak ada sisi kelemahannya. yang sulit dideteksi kebenarannya. Sahabat. disebut juga tafsir bi al-ma‟tsur atau tafsir bi-al-manqul (menafsirkan al-Qur‟an berdasarkan riwayat dari Rasulallah.Di antara usaha yang dilakukan kaum muslimin untuk mempelajari alQur‟an adalah melalui pemahaman dan tafsir. yaitu menafsirkan al-Qur‟an bukan dengan makna dzahirnya. dan tafsir bi al-isyarat atau tafsir isyari (disandarkan kepada tafsir sufiyah.

Cet. Pengertian Israiliyat Kata Israiliyat bentuk jamak dari kata Israiliyat. PEMBAHASAN 1. ULUMUL QURAN I. disebabkan isinya yang banyak membincang tentang kaum-kaum dan nabi-nabi terdahulu yang juga terdapat dalam kitab Taurat dan Injil. 2000). Permasalahan tentang riwayat israiliyyat. (Madinah Munawarah. Di dalam al-Quran banyak disebutkan tentang Bani Israil yang dinisbahkan kepada Yahudi. (انًبئذح‬ ْ ْ Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa bin Maryam. yang mempunyai keturunan dua belas. yaitu Yakub dan Ishak bin Ibrahim.”4 Para ulama menggunakan istilah israilliyat untuk riwayat yang didapat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ahmad Rofi‟i. hal. II (Bandung: Pustaka Setia. sesungguhnya telah menjadi suatu tema bahasan yang sudah secara panjang lebar dibahas oleh para ulama. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. baik berupa kisah-kisah atau dongengan 3 Ahmad Syadali. 174 3 . Israiliyat merupakan cerita yang dikisahkan dari sumber Israili.Islam untuk mengatakan bahwa ajaran Islam adalah agama ciptaan Muhammad yang dipadukan dari ajaran Yahudi dan Nasrani. Israiliyat dinisbahkan kepada Israil. Yang dinyatakan sabagai Yahudi adalah juga Bani Israil. 238 4 DePag. 1411 H ) hal. Dan bahwa al-Qur‟an adalah kitab karangan Muhammad.3 Misalnya firman Allah yang tercantum dalam surat al-Maidah ayat 78: َ َ َْ ِ ْ َ ِْ َ َ ‫نُعٍَ انَّزيٍَْ كفَشٔا يٍْ ثَُِي ئِسشائِيم عهَٗ نِسبٌ دَأد ٔعيسٗ اثٍ يشيَى رانِكَ ثًِب عَصٕا ٔكبَُٕا‬ َ َ ْ َ ْ ْ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ َ ْ َ ِ َ َ )٨٧ : ‫يَعتَذٌَُٔ . Al-Quran al-Karim dan Terjemahnya. Makalah yang sangat terbatas ini hanya sekedar menghimpun dan mengulang segala yang telah dibahas dalam banyak kitab dan risalah tentang israiliyyat tersebut.

1999). Karenanya kata Yahudi lebih dimenangkan lantaran selain Yahudi lebih lama berinteraksi dengan umat Islam. Hanya saja dalam hal ini. Ahmad Rofi‟i. kaum Yahudi lebih popular dan dominan. rahasia-rahsia yang terkandung dalam penciptaan alam. 135.6 Formulasi tentang israillyat tersebut terus berkembang di kalangan para pakar tafsir al-Qur'an dan hadits sesuai dengan perkembangan pemikiran manusia. hal.5 Definisi lain dari asy-Syarbasi adalah kisah-kisah dan beritaberita yang berhasil diselundupkan oleh orang-orang Yahudi ke dalam Islam. Orang-orang Arab adakalanya menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta. hal. 6 Rosihan Anwar. 7 Ahmad Syadali. serta informasi tentang penciptaan manusia dan alam. h. 24-25.yang umumnya berkaitan dengan fakta-fakta sejarah. Risalah Tafsir: Berinteraksi dengan al-Qur‟an Versi Imam Al-Ghazali (Bandung: Cita Pustaka Media.2007). Meskipun israiliyyat banyak diwarnai oleh kalangan Yahudi. kaum Nashrani juga turut ambil bagian dalam konstalasi versi israiliyyat ini. (Bandung: Pustaka Setia. dalam sejarah diketahui bahwa orang-orang Arab telah berinteraksi dengan orang Yahudi jauh sebelum Rasulallah Muhammad datang membawa Islam. Bahkan di kalangan mereka ada yang berpendapat bahwa israiliyyat mencakup informasi-informasi yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam manuskrip kuno dan hanya sekedar sebuah manipulasi yang dilancarkan oleh musuh Islam yang diselundupkan pada tafsir dan hadits untuk merusak aqidah umat Islam dari dalam. keadaan umat pada masa lampau dan berbagai hal yang pernah terjadi pada para nabi dan Rasul. Kisah-kisah dan kebohongan mereka kemudian diserap oleh umat Islam.7 Menurut Ibnu Khaldun. ULUMUL QURAN I. 5 Ahmad Zuhri. selain dari Yahudi merekapun menyerapnya dari yang lain. 2. di kalangan mereka juga banyak yang masuk Islam. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. Latar Belakang Timbulnya Israiliyat Cara merembesnya cerita-cerita Israiliyat ke dalam tafsir dan hadis didahului oleh masuknya kebudayaan Arab zaman jahiliyah. sebagaimana dikutip Mana‟ al-Qaththan dalam Mabahits fi Ulum alQur‟an. 242 4 .

Rasulallah sendiri dalam menyikapi berita dari kalangan sahabat yang dulunya ahli kitab sangatlah bijaksana. dengan sabdanya: 8 Mana‟ Al-Qaththan. melainkan dusta itu sudah sejak lama ada dalam agama mereka sebelumnya. Ini artinya bahwa israiliyyat merupakan salah satu rujukan dalam menafsirkan al-Qur‟an pada masa sahabat. hanya saja mereka menganggap itu sebagai suatu kebolehan saja. seperti Abdullah bin Salam dan Ka‟ab al-Ahbar (masuk Islam pada masa pemerintahan Umar). bukan keharusan. sehingga dalam hal-hal yang terkait dengan peristiwa umat terdahulu. mereka menanyakan kepada sahabat yang dulunya ahli kitab. Mabahits fi Ulum al-Qur‟an. tokoh-tokoh tertentu. namun terbatas pada sesuatu yang tidak berhubungan dengan akidah dan ibadah. 5 . Cet. 355. Kalaupun ada kebohongan atau dusta. Beliau hanya mengingatkan untuk berhati-hati dalam menerimanya. 1393 H/ 1973 M). merekapun memberi komentar berdasarkan apa yang pernah mereka baca dari kitab-kitab mereka sebelumnya. para sahabat tidak lagi bisa mendapatkan orang yang bisa memberi penjelasan terhadap suatu ayat yang ingin mereka pahami.8 Setelah Islam datang.9 Barangkali para sahabat yang menyampaikan berita israiliyyat ini tidak bermaksud menyampaikan berita bohong. atau tentang suatu peristiwa yang pernah terjadi pada suatu masa.sejarah masa lalu. ada sebagian kecil orang Yahudi yang menerima ajaran Islam dan menjadi muslim. kepada orang-orang Yahudi karena mereka memiliki pengetahuan yang didapat dari kitab Taurat atau kitab-kitab agama mereka lainnya. 5. Tafsir Ibnu Katsir. bukan terletak pada sahabat itu. hal. kisah-kisah itulah yang mereka punya. jilid 1 (Beirut: Dar alFikr. Setelah Rasulallah wafat. Beliau tidak menggeneralisir bahwa semua yang bersumber dari Yahudi pasti salah dan demikian juga tidak langsung membenarkannya. Sebab selama mereka memeluk agama lamanya. 1407 H/ 1986 M). 3 (Riyadh: Mansyurat al-„Ashr al-Hadits. 9 Abu Fida‟ Ismail ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqi. hal. Para sahabat seperti Abu Hurairah dan Ibnu Abbas pernah bertanya kepada orang orang-orang Yahudi yang telah muslim ini tentang beberapa peristiwa masa lalu. Dan ketika ayat al-Qur‟an menyinggung kisah yang sama.

2000). di satu sisi. seorang Yahudi dari Yaman yang memeluk Islam. kecendrungan manusia untuk mengetahui segala sesuatu (termasuk tentang umat terdahulu). Sejarah & Pengantar Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir. terpenuhi dengan keberadaan kisah-kisah israiliyyat ini. 6 . sehingga hampir semua kitab tafsir memuatnya. katakanlah kami telah beriman kepada Allah dan segala yang Ia turunkan kepada kami” Namun setelah masa tabiin.3 (Semarang: Pustaka Rizki Putra. yaitu para penyampai berita yang tidak bertanggung jawab. tanpa meneliti mana yang shohih dan yang tidak shohih. semakin banyak ahli kitab yang memeluk ajaran Islam dan di sisi yang lain. Seperti Al-Thabari yang lebih menekankan kepada pencatatan semua hal yang berkaitan dengan suatu ayat.212. 10 Muhammad Hasbi Ash-Shiddiedy. Di masa ini penafsiran al-Quran dengan israiliyyat menjadi sesuatu yang sangat penting. Itulah sebabnya para mufassir ketika itu tidak mengoreksi dan memeriksa lagi kabar-kabar yang mereka terima. Para mufassir pada masa itu sangat berbaik sangka kepada segala pembawa berita. tentu tidak akan berdusta. sifatnya hanya menghimpun data.10 Lambat laun pengaruh israliyyat ini sangat besar dalam penafsiran alQur‟an. hal. Hal ini disebabkan karena. Sehingga pada masa tabiin ini muncul kelompok yang disebut al-qashshash. proses periwayatan israiliyat ini semakin aktif disebabkan kecendrungan masyarakat untuk mendengarkan cerita-cerita yang agak luar biasa. Lagi pula para mufassir ketika memuat israiliyyat. Muhammad ibn Marwan al-Suddi dan Abdul Malik ibn Abdul Aziz ibn Juraij seorang Nasrani berbangsa Romawi yang kemudian masuk Islam.)ٖ‫ٔال تصذقٕا اْم انكتبة ٔال تكزثْٕى ٔقٕنٕا ايُب ثبهلل ٔيب اَزل انيُب (انجخبس‬ “Dan janganlah kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka. Mereka beranggapan bahwa orang yang sudah masuk Islam. Cerita-cerita israiliyat pada masa tabiin banyak bersumber dari Wahab ibn Munabbih. Muhammad ibn Sa‟ib al-Kalbi. Muqatil ibn Sulaiman. Cet.

Suatu hal yang cukup menarik. 2 ( Jakarta: Gema Insani Press. dengan nada tidak senang bersabda: ٌ‫أيتٕٓكٌٕ ثٓب يب ثٍ انخطبة؟ نقذ جئتكى ثٓب ثيضبء َقيخ. tenaga dan pasukan yang banyak. Kekalahan Yahudi dalam perang Khaibar. Menurut analisa Al-Qaradhawi. bahwa kaum muslimin telah berinteraksi dengan orang-orang Yahudi sejak hijrahnya Rasulallah ke Madinah. Terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani. wahai Ibnu al-Khattab? Padahal aku telah membawa agama ini kepada kalian dengan terang dan sejelas-jelasnya. Berinteraksi dengan Al-Qur‟an. dimana penduduknya terdiri dari komunitas Arab dan Yahudi yang telah menetap di sana cukup lama. 7 . meninggalkan dendam pada hati kaum Yahudi. Kisah-kisah tersebut hanya berkembang dari mulut ke mulut dikalangan masyarakat awam Yahudi dan Nasrani. 495. untuk bisa mengalahkan kaum muslimin dengan cara lain. manurut Dr. نٕ كب‬ ُٗ‫يٕسٗ حيب يب ٔسعّ اال اٌ يتجع‬ “Apakah engkau masih meragukan agamamu. 2000). maka Rasulallah SAW.11 Kalangan Yahudi sangat mengetahui bahwa Rasulallah begitu perduli terhadap kemurnian ajaran Islam. Mereka mulai menyusupkan berita-berita israiliyyat agar tercampur dengan berita-berita yang datangnya dari Allah dan Rasulnya. 11 Al-Qaradhawi. Sebagaimana telah diketahui. penyampaian riwayat israiliyyat ini disamping sebagai hasil interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat Arab dan kaum Yahudi.Yusuf Qaradhawi. ٔانزٖ َفسٗ ثيذِ. Maka senjata budaya menjadi pilihan yang paling mungkin. bahwa kisah-kisah yang diistilahkan dengan israiliyyat itu ternyata tidak atau jarang terdapat dalam kitab-kitab induk kalangan ahli kitab itu sendiri. cet. hal. sebab tidak memerlukan biaya. sehingga disebutkan dalam satu hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulallah pernah melihat Umar ibn al-Khattab memegang suatu lembaran Taurat di tangannya. yang kemudian disampaikan kepada kaum muslimin. juga ada unsur kesengajaan dari kalangan Yahudi untuk menyebarkannya.

Ketiga. ada justifikasi dari dalil-dalil naqlilah yang difahami masyarakat Arab sebagai pembenaran bagi mereka untuk bertanya pada ahli Kitab. Ia termasuk pejuang dalam perang Badar dan ikut menyaksikan penyerahan Bait alMaqdis ke tangan umat Islam. adalah heterogenitas penduduk. Kedua. nama lengkapanya adalah Abu Yusuf bin Salam bin al-Haris al-Ansari. Ia menyatakan keislamannya sesaat setelah Rasulullah tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah. Menjelang masa kenabian Muhammad saw jazirah Arab dihuni juga oleh kelompok Yahudi dan Nasrani. perihal. dan al-Bazzar) Ada beberapa faktor yang menyebabkan masuknya israiliyyat dalam tafsir yaitu:12 Pertama. sedangkan Taurat dan Injil mengemukakan secara terinci. Ketika menginginkan pengetahuan secara lebih teperinci tentang kisah-kisah umat Islam bertanya kepada kelompok Yahudi dan Nasrani yang dianggap lebih tabu. sedangkan rute ke utara adalah Syam yang dihuni oleh kalangan Yahudi. perbedaan metodologi antara al-Qur'an.. Menurut Rosehan Anwar sumber israiliyyat dimotori oleh tokohtokoh primer yaitu Abdullah bin Salam. Riwayat-riwayatnya banyak diterima oleh kedua 12 Ahmad Syadali dan Ahmad Rofi'i. rute selatan adalah Yaman yang dihuni oleh kalangan Nasrani. 1997). Ulumul Qur'an. Keempat. seandainya Musa hidup pasti dia akan mengikutiku”(HR. Abu Ya‟la. Kelima. waktu dan tempatnya. Ahmad. h.Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya. 8 . ada pula pendapat yang mengatakan rendahnya kebudayaan masyarakat Arab karena kehidupan mereka yang kurang banyak yang pandai dalam hal tulis menulis (ummi). Taurat dan Injil dalam global dan ringksan titik tekannya adalah memberikan petunjuk jalan yang benar bagi manusia. adanya rute perjalanan niaga. Meskipun pada umumnya ahli Kitab juga selalu berpindah-pindah. tetapi pengetahuan mereka tentang sqarah masa lampau lebih luas. masyarakat Arab. 242-243. dalam perjuangan menegakan Islam. (Bandung: Pustaka Setia.

nama langkapnya adalah Abu Abdillah bin Munabbih bin Sij al-Yamani. Malik bin Abi Amir al-Asbani. Imam Bukhari pun memasukan beberapa riwayat darinya. pohon-pohon di atas satu jari. semua bumi di atas satu jari. Banyak cerita israiliyyat yang dinisbahkan kepadanya. dia mengatakan: “Datang salah seorang pendeta Yahudi kepada Rasulullah shallallâhu „alaihi wa sallam.putranya.com 9 . 3. Ibnu Abbas. 13 Rosihan Anwar. Dalam perjuangan menegakan Islam ia turut berjuang menuju Syam bersama kaum muslimin lainnya. maka hal tersebut adalah haq. Dzahabi mengatakan ia adalah orang jujur. Abu Zahrah dan Nasa'i mengatakan la adalah orang terpercaya. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. Yusuf dan Muhammad. Kestsiqatannya menjadi perdebatan para ulama. Menurut Ibnu Hajar ia adalah tabi'in miskin yang mendapat kepercayaan dari Jumhur ulama.) bahwa Allah „Azza wa Jalla akan meletakkan semua langit di atas satu jari.13 Lebih lanjut Rosihan menambahkan selain tokoh tersebut tercatat nama Ka'ab al-Ahbar. terpercaya dan banyak menukilkan israiliyyat. air di atas satu jari. pent. 14 http://almuslimah. sesungguhnya kami menjumpai (dalam kitab suci kami. (Bandung: Pustaka Setia. Abu Hurairah. Nama lain adalah Wahab bin Munabbih.wordpress. ia berasal dari Yahudi Yaman dan memeluk Islam pada masa Umar bin Khattab. Riwayat-riwayatnya diterima oleh Muawiyah. 37. h. Atha bin Abi Rabbah dan lain-lain. Ia masuk Islam pada masa Rasululah saw. Kisah yang dibenarkan oleh Islam. Ahmad bin Amir misalnya meragukan ketsiqatannva bahkan keagamaannya. Abu Hurairah. Contohnya: Imam Al-Bukhari dan yang lainnya meriwayaAtkan dari Ibnu Mas‟ud radhiyallaahu „anhu. 1999). dia berkata: „Wahai Muhammad. Auf bin Malik. Macam-macam Israiliyat Kisah-kisah Israiliyyat terbagi menjadi tiga macam14: 1. Nama aslinya adalah Abu Ishaq Ka'ab bin Mani al-Humairi yang terkenal dengan Ka'ab al-Ahbar karena pengetahuannya yang dalam.

Berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallaahu „anhu bahwa dia berkata: “Dahulu Ahlul Kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan mereka menafsirkannya untuk orang-orang Islam dengan bahasa Arab.‟‟ Mendengar hal tersebut. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. maka Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian benarkan Ahlul Kitab dan jangan kalian dustakan mereka namun katakanlah: 10 .” (QS. Az-Zumar: 67) 2. Kisah yang diingkari oleh Islam dan dipersaksikan bahwa kisah tersebut adalah dista. maka kita wajib mendiamkannya. Kisah yang Islam tidak membenarkan tidak pula mengingkarinya. Contohnya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir radhiyallaahu „anhu bahwa dia berkata: “Dahulu orang Yahudi apabila „mendatangi‟ istrinya dari belakang berkata: „Anaknya nanti bermata juling‟. Kemudian beliau shallallaahu „alaihi wa sallam membaca firman Allah „Azza wa Jalla: ۚ ُِّ‫ٔيب قَذسٔا هللاَ حق قَذسِ ٔاألَسض جًيعب قَجضتُُّ يَٕو انقِيَبيخ ٔانسًبٔادُ يطٕيَّبدٌ ثِيًَي‬ َُ َ َ َ ْ ً ْ ِ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ َّ َ ِ ِْ َ َ َّ َ ِ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َّ َ ٌَٕ‫سجحبََُّ ٔتَعبنَٗ عًب يُششك‬ َ َ َ ُْ “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. maka ini adalah bathil. Al-Baqarah: 223) 3. tertawalah Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam sehingga nampak gigi-gigi geraham beliau shallallaahu „alaihi wa sallam karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu. maka Allah berfirman: „Akulah Raja. maka turunlah firman Allah „Azza wa Jalla: ‫َِسبؤكى حشث نَّكى فَأْتُٕا حشثَكى أَََّٗ شئتُى‬ ْ ِْ ُْ ْ َ ُْ ٌ ْ َ ُْ ُ َ “Istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam. maka datangilah tempat bercocok tanammu bagaimana saja kamu menghendaki.tanah di atas satu jari dan seluruh makhluk di atas satu jari.” (QS.

” Bercerita dengan kabar seperti ini boleh apabila tidak ditakutkan menyebabkan terjatuhnya seseorang ke dalam larangan.” (HR. Allah „Azza wa Jalla telah memberitahukan kepada kalian bahwa Ahlul Kitab telah mengganti dan merubah isi Al-Kitab kemudian mereka menulisnya sendiri dengan tangan-tangan mereka. Al-Bukhari) Kebanyakan berita yang diriwayatkan dari Ahlul Kitab dalam hal ini tidak mempunyai manfaat untuk urusan agama. Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian bertanya sesuatu kepada Ahlul Kitab karena mereka tidak akan memberi petunjuk bagi kalian dan sungguh mereka telah tersesat. berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Jabir bin „Abdillah radhiyallaahu „anhu. dia berkata.” Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu „Abbas radhiyallaahu „anhuma bahwa dia berkata: “Wahai kaum muslimin! Bagaimana kalian bisa bertanya sesuatu kepada Ahlul Kitab sedangkan Al-Qur‟an yang Allah „Azza wa Jalla turunkan kepada Nabi kalian telah menceritakan sesuatu yang benar dan murni tentang Allah „Azza wa Jalla. dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatannya. karena bisa jadi kalian akan membenarkan sesuatu yang batil atau mendustakan yang haq. lalu berkata „Ini berasal dari Allah „Azza wa Jalla‟. Lalu. Barangsiapa sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka. karena Nabi shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat dan tidak mengapa kalian menceritakan tentang Bani Israil. maka tidak halal baginya kecuali mengikutiku. Adapun bertanya kepada Ahlul Kitab tentang suatu perkara agama maka hukumnya haram.‫آيَُّب ثِبهللِ ٔيب أَُزل ئِنَيَُب ٔيب أَُزل ئِنَيكى‬ ُْْ َ ِ ْ َ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ (Kami beriman kepada Allah „Azza wa Jalla dan pada apa yang telah diturunkan kepada kami dan apa yang telah diturunkan kepada kalian). sekali-kali 11 . Tidakkah pengetahuan kalian tentang (pengkhiatan) mereka itu memalingkan kalian dari bertanya kepada mereka. Seandainya Musa „alaihis salaam hidup di antara kalian. seperti penetuan warna anjing Ashhabul Kahfi dan yang lainnya.

dan barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah untuk mengambil tempatnya di neraka” (HR. Allah memberitahukan kapada kalian bahwa ahli kitab telah mengganti apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan merubahnya dengan tangan-tangan mereka. ٔكتجٕا ثأيذيٓى‬ ٍ‫انكتبة. kalian membacanya dan tidak mencela?!. تقشؤ‬ ‫يحضب نى يشت؟!. Demi Allah. Hal ini disebabkan ada dalil yang membolehkan untuk mengambil informasi dari kalangan Ahli Kitab. Bukhari) Namun ada juga hadits Rasulallah yang seolah-olah melarang hal tersebut. Tidakkah Ia telah melarang kalian untuk bertanya kepada mereka.” 4.tidak demi Allah! Tidak pernah kami melihat seorangpun dari Ahli Kitab bertanya kepada kalian tentang apa yang telah diturunkan kepada kalian. yaitu sabda Rasulallah: ‫ثهغٕا عُٗ ٔنٕ ايخ. tanpa halangan. ٔقبنٕا ْٕ يٍ عُذ هللا نيشتشٔا ثّ ثًُب قهيال. Pandangan Ulama tentang Israiliyat Para ulama tidak dapat menetapkan hukum secara mutlaq atau general terhadap kisah-kisah israiliyyat. sedangkan kitab kalian diturunkan kepada Nabi kalian yang beritanya lebih baru dari Allah. mereka tidak 12 . ٔقذ حذثكى أٌ أْم انكتبة ثذنٕا كتبة هللا ٔغيشِٔ . kemudian mereka mengatakan bahwa ia berasal dari Allah untuk menjualnya dengan harga yang murah. ال ٔ هللا يب سأيُب يُٓى سجال يسأنكى عٍ انزٖ أَزل عهيكى‬ “Bagaimana kalian bertanya kepada ahli kitab. Dan ambillah riwayat dari Bani Israil. ٔحذثٕا عٍ ثُٗ اسشائيم ٔال حشج ٔ يٍ كزة عهي يتعًذا فهيتجٕأ‬ )ٖ‫يقعذِ يٍ انُبس( انجخبس‬ “Sampaikannlah dariku walau hanya satu ayat. sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berikut ini: ٌٔ‫كيف تسأنٌٕ أْم انكتبة عٍ شٗء ٔكتبثكى انزٖ أَزل عهٗ سسٕل هللا أحذث. أال يُٓبكى يب جبءكى يٍ انعهى ع‬ ‫يسأنتٓى.

3.an dan Sunnah shahihah. berzina dan membunuh. Seperti cerita malaikat Harut dan Marut yang terlibat perbuatan dosa besar. bukan sebagai rujukan utama atau sebagai sumber hukum. Nama Khidir pernah disebutkan oleh Rasulallah.”(HR. Kisah israiliyyat yang diketahui kebohongannya karena bertentangan dengan al-Qur‟an dan Sunnah shahihah atau tidak sejalan dengan akal sehat Kisah seperti ini harus dibuang dan tidak boleh digunakan. Kisah seperti ini tidak boleh dibenarkan ataupun didustakan. Kisah israiliyyat yang didiamkan karena tidak dapat dipastikan statusnya benar atau dusta. Kisah israiliyyat yang diketahui kebenarannya karena sesuai atau tidak bertentangan dengan informasi al-Qur. Kalaupun ada yang beranggapan israiliyyat ini 15 Ibn Katsir. 13 . sebagaimana tersebut dalam Shahih Bukhari. 2.15 Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa meskipun sebagian ulama salaf merekomendasikan kebolehan meriwayatkan israiliyyat tanpa mengamalkannya. namun boleh menceritakannya.menanyakan sesuatupun kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian. Diperbolehkan menggunakannya sebagai pembanding. Seperti kisah yang menceritakan bahwa nama teman seperjalanan nabi Musa adalah Khidir.5. Tafsir Ibnu Katsir. Al-Bukhari) Menyikapi kedua dalil diatas yang seolah bertentangan ini. maka kisah itu benar dan bisa diterima. Ibnu Katsir menjelaskan dalam muqaddimah tafsirnya bahwa riwayat israiliyyat dapat diklasifikasikan menjadi tiga: 1. para ulama mendudukkannya sebagai berikut. yaitu mabuk. namun terikat hanya kepada riwayat yang baik dan cerita yang tidak jelas status benar atau dustanya namun tidak ada indikasi tentang kebatilannya. hal. namun sesungguhnya riwayat-riwayat ini tetap tidak ada gunanya dan tidak bermanfaat dalam masalah agama. Seperti kisah tentang bagian sapi betina yang diambil untuk dipukulkan kepada orang mati dari Bani Israil. bahwa yang dimaksud Rasulallah untuk mengambil riwayat dari ahli kitab sesungguhnya tidaklah mutlaq.

Merujuk kepada para ulama yang mendalami persoalan ini. 212. dikomentari oleh Yusuf Al-Qaradhawi secara tegas bahwa mengutip israiliyyat di dalam kitab tafsir. Al-Qaradhawi. dll.16 Keberadaan israiliyyat yang telah dinyatakan tidak memberi manfaat bagi agama ini. sebagai berikut: 1. 500.bermanfaat untuk kesempurnaaan informasi yang terdapat dalam agama. yang tidak dapat dijadikan petunjuk dan keterangan. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur‟an. maka manfaat itu sangat kecil dan tidak signifikan. 14 . hal. Qatadah adalah salah satu rawi tabiin yang ditolak riwayatnya oleh Anas ibn Malik karena ia banyak meriwayatkan israiliyyat. seolah-olah seperti memenuhi berlembar-lembar halaman dan membuang-buang waktu bagi sesuatu yang tidak didukung ilmu. semisal Anas ibn Malik sangat berhati-hati terhadap periwayatan israiliyyat ini. Berinteraksi dengan al-Qur‟an. 16 17 Ash-Shiddieqy. yaitu dengan mengikuti kaidah-kaidah dalam periwayatan israiliyyat. Para ulama. Melakukan pengamatan terhadap matan atau kandungan riwayat tersebut 3. bagi siapa saja yang mendapati beritaberita yang bernuansa israiliyyat. hal. Melakukan penelitian terhadap rawi-rawi sanadnya 2. maka diperlukan kejelian dan kehati-hatian. sehingga untuk itu ia menyeleksi dengan ketat para perowi yang akan ia ambil hadits darinya.17 Namun karena israiliyyat ini telah tersebar di sebagian kitab-kitab tafsir. seperti: Ibnu Hazm dalam kitab al-Fashl fi al-Milal wa Ahwal al-Nihal Al-Thabari dalam kitab Tarikh al-Umam wa al-Muluk Al-Qadhi Iyadh dalam Kitab al-Syifa‟ bi Ta‟rif Huquq al-Musthafa Ibnu Taimiyyah dalam kitab al-Nubuwwah dan al-Jawabu al-shahih li man Baddala Diin al-Masih Ibn Al-Qayyim dalam kitab Hidayah al-Hiyar fi Ajwibat al-Yahud wa al-Nashara Ibn al-Katsir dalam kitab tafsirnya dan kitab al-Bidayah wa al-Nihayah Jamaluddin al-Qasimi dalam kitab Mahasin al-Ta‟wil Muhammad Husin al-Zahabi dalam kitab al-Israiliyyat fi al-Tafsir wa al-Hadits dan Kitab al-Tafsir wa al-Mufassirun.

PENUTUP Metode yang dipakai al-Qur‟an dalam menceritakan umat-umat terdahulu memang tidak bersifat rinci dan detil. mengutip israiliyyat di samping ayat-ayat Allah. dijelaskan dan dirinci oleh sesuatu yang tidak jelas kebenarannya. demikian juga cerita-cerita ini telah beralih dari mulut ke mulut. Al-Qur‟an itu bukanlah cerita yang dbuat-buat. tidakkah itu berarti memberi kesan bahwa berita yang tidak jelas kebenaran dan dustanya itu dapat menjadi penjelas makna firman Allah dan menjadi pemerinci apa yang disebut secara global di dalamnya. Al-Qur‟an tidak mengulas secara runut nama-nama tokoh. dan turut memberikan penjelasan terhadap suatu kisah yang diangkat oleh al-Qur‟an memang menjadi suatu hal yang dilematis. bagaimana mungkin ayatayat yang datangnya dari Yang Maha Benar. melalui 15 . sesungguhnya masih ada pertanyaan yang tertinggal.: ّ‫نقذ كبٌ فٗ قصصٓى عجشح ألٔنٗ األنجت. Terlepas dari kebolehan mengambil riwayat israiliyyat sebagaimana tersebut di atas. Karena al-Qur‟an memang bukan buku cerita yang memaparkan setiap episodenya dengan rinci. tempat dan waktu kejadian atau bagian lain dari cerita tersebut.يب كبٌ حذيثب يفتشٖ ٔنكٍ تصذيق انزٖ ثيٍ يذي‬ ٌُٕ‫ٔتفصيم كم شٗء ْٔذٖ ٔسحًخ نقٕو يإي‬ “sesungguhnya pada kisah-kisah mereka ada terdapat pelajaran bagi orangorang yang mempunyai akal. cerita-cerita israiliyyat kini telah tersebar luas melalui media tulisan yang terdapat di kitab-kitab tafsir atau pada kitab-kitab lainnya. Firman Allah SWT. Di seluruh dunia Islam. Akan tetapi tujuan al-Qur‟an mengangkat sebuah kisah lebih kepada pelajaran (ibrah) dan nilai-nilai yang bisa terwujud dengan pemaparan tersebut. Dengan kata lain. akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”(Yusuf /12:111) Keberadaan israiliyyat yang sudah terlanjur masuk ke dalam sebagian kitab-kitab tafsir.

ceramah. Disatu sisi. jika tidak dijumpai penjelasannya dalam al-Qur‟an. maka biarkanlah ayat tersebut dalam 18 Sholah Al-Khalidi. Membedah al-Qur‟an Versi al-Qur‟an: Upaya Tadabbur Kitabullah di Tengah-Tengah Pesatnya Perdaban Ummat. dijumpai. hal. (Surabaya: Pustaka Progressif. adalah mencari penjelasannya pada ayat-ayat lainnya. bukan tidak mungkin ia akan berkata atas kekuasaan Allah tanpa didasari ilmu. mulai orang awam sampai kepada orang terpelajar. 136. jika sang „pencari‟ ini kurang taqwanya kepada Allah. maka hendaklah ia mencari dari hadits-hadits shohihah.18 Namun pada kenyataannya seringkali kita tidak merasa puas dengan pola seperti itu dan tergoda untuk mencari dan memberi interpretasi sendiri.khutbah. Terjemahan Muhil D.A. Tentu menjadi tidak mudah untuk membersihkan israiliyyat yang sudah tersebar di masyarakat ini. sebab para ulama telah menbuka peluang tafsir bi al-ra‟yi wa al-ijtihad dengan berbagai persyaratan tentunya. sikap seperti itu memang tidak salah. Sikap bijaksana yang seharusnya diambil oleh muslim yang mempelajari al-Qur‟an ketika berhadapan dengan ayat-ayat yang mubham (tidak jelas). 1997). 16 . Disampaikan oleh berbagai kalangan dari umat ini. pengajaran di madrasah dan lain sebagainya. Namun disisi lain. dan dapat keluar dari pemahaman yang Qur‟ani. dan jika pada haditspun tidak kemubhamannya.

1407 H/ 1986 M) Ahmad Syadali.3 (Semarang: Pustaka Rizki Putra.A. Cet. ULUMUL QURAN I. Sejarah & Pengantar Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir. Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir. Risalah Tafsir: Berinteraksi dengan al-Qur‟an Versi Imam AlGhazali (Bandung: Cita Pustaka Media. Mabahits fi Ulum al-Qur‟an. 1999) Sholah Al-Khalidi. 1405 H) Muhammad Hasbi Ash-Shiddiedy. cet. 1393 H/ 1973 M) Muhammad Ali al-Shabuni. Cet. Tafsir Ibnu Katsir.wordpress. 1997) Yusuf Al-Qaradhawi. Al-Quran al-Karim dan Terjemahnya. jilid 1 (Beirut: Dar al-Fikr. Muhil D. Berinteraksi dengan Al-Qur‟an.2007) Departemen Agama. 2000) http://almuslimah. (Madinah Munawarah. (Surabaya: Pustaka Progressif. 3 (Riyadh: Mansyurat al„Ashr al-Hadits. 1411 H ) Mana‟ Al-Qaththan. terj. 2000) Ahmad Zuhri. 2000) Rosihan Anwar.DAFTAR PUSTAKA Abu Fida‟ Ismail ibn Katsir al-Qurasyi al-Dimasyqi. Cet. (Bandung: Pustaka Setia. Abdul Hayyie alKattani.com 17 . terj. II (Bandung: Pustaka Setia. Ahmad Rofi‟i. Membedah al-Qur‟an Versi al-Qur‟an: Upaya Tadabbur Kitabullah di Tengah-Tengah Pesatnya Perdaban Ummat. 2 ( Jakarta: Gema Insani Press. Al-Tibyan fi Ulum al-Qur‟an (Beirut: Alim al-Kutub.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->