P. 1
Guru Profesional

Guru Profesional

|Views: 88|Likes:

More info:

Published by: Dian Ubaedillah Nuraeni on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT. bahwa kami telah menyelesaikan tugas mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru dengan membahas Pribadi Sehat dan Tidak Sehat. Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dosen mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kita sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Bandung, April 2012

.......................................7 DAFTAR PUSTAKA ................................................................1 BAB II PEMBAHASAN A........................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................... i Daftar Isi ...............................................................................................................10 .................................................... Ciri-Ciri Pokok dari Pekerjaan Profesional ......................2 B................................................................................................................... Tujuh Komponen yang Hrus Dimiliki Seorang Guru sebagai Guru Profesional ......................DAFTAR ISI Kata Pengantar ................................2 BAB III PENUTUP ..........................................................................................................

Dengan kata lain proses pendidikan kita tidak pernah diarahkan untuk membentuk manusia yang cerdas. Dengan demikian. memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup. komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen guru. mereka pintar secara teoritis. pencapaian standar proses untuk meningkatkan kualitas pendidikan (proses pembelajaran) dapat dimulai dari menganalisis setiap komponen yang dapat membentuk dan mempengaruhi proses pembelajaran. Otak siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi tersebut dan tidak berupaya untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.BAB I PENDAHULUAN Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis. . Akibatnya ketika peserta didik kita lulus dari sekolah. Penetapan standar proses pendidikan merupakan kebijakan yang sangat penting dan strategis untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini memang wajar. serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia yang kreatif dan inovatif. sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. Pendidikan di sekolah terlalu menjejali otak siswa dengan berbagai bahan ajar yang harus dihafal. Proses pembelajaran adalah merupakan suatu sistem. Pembelajaran tidak diarahkan untuk membangun dan mengembangkan karakter serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik. tetapi miskin dalam aplikasi. Proses pembejaran lebih diarahkan kepada kemampuan siswa untuk menghafal informasi. Namun demikian. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dan/atau pengelola sekolah dapat menentukan bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung.

lalu apa ciri-ciri guru yang profesional dan apa saja yang harus dibekali oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan untuk menghasilkan calon-calon guru yang profesional? Berikut marilah kita simak ciri-ciri guru yang profesional. masyarakat. dan berbagai profesi lainnya dihasilkan dari lembaga-lembaga pendidikan yang relevan dengan profesi tersebut. sehingga semakin tinggi latarbelakang pendidikan akademik sesuai profesinya. Ada tujuh komponen yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang profesional. sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya. Ciri –Ciri Pokok dari Pekerjaan Profesional Undang-Undang No. yaitu : . B. marilah kita tinjau ciriciri pokok dari pekerjaan profesional : a) Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai. bangsa.BAB II PEMBAHASAN A. Tujuh Komponen yang Harus Dimiliki Seorang Guru sebagai Guru Profesional Dari ketiga ciri perkerjaan profesional yang disebutkan di atas. semakin tinggi pula tingkat keahliannya. akhlak mulia. Seorang dokter. dan negara". b) Suatu profesi menekankan kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu yang spesifik sesuai dengan jenis profesinya. c) Tingkat kemampuan dan keahlian suatu profesi didasarkan kepada latarbelakang pendidikan yang dialaminya yang diakui oleh masyarakat. pengendalian diri.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. psikolog. ekonom. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. saintis. kecerdasan. Untuk meyakinkan bahwa guru sebagai pekerjaan profesional.

Apapun yang ditanyakan siswa berkaitan dengan materi pelajaran yang diajarkannya. guru harus memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswanya. Perkembangan tehnolgi informasi menuntut setiap guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. misalnya dengan menentukan materi inti (core). Hal ini sangat penting. Melalui teknologi informasi memungkinkan setiap guru bisa menggunakan berbagai pilihan media yang dianggap cocok. yang wajib dipelajari siswa. Dengan merancang media yang cocok akan memudahkan proses pembelajaran. dan mana materi yang diingat kembali karena pernah di bahas. 3. b. Sebagai fasilitator guru dituntut agar mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa. yang pada gilirannya tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. termasuk memanfaatkan teknologi informasi. kemampuan . Guru yang profesional manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. Guru perlu memahami bebagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut. ia akan bisa menjawab dengan penuh keyakinan. Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator. Guru sebagai sumber belajar Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. Guru sebagai fasilitator Sebagai fasilitator guru guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Guru harus mampu melalukan pemetaan materi pelajaran.a. Guru harus mampu menunjukkan sumber belajar yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata siswa lainnya. Sebagai sumber belajar. sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya. 4. 1. ada beberapa hal yang harus dipahami guru. mana materi tambahan. Kemampuan merancang media merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional. Pemahaman terhadap media penting. Guru perlu mempunyai ketrampilan dalam merancang suatu media. Guru dituntut untuk mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar. 2.

dan mengawasi siswa sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fungsi perencanaan merupakan fungsi yang sangat penting bagi seorang manajer. Sebagai menager guru memiliki empat fungsi umum. Tugas memimpin adalah berhubungan dengan membimbing. guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. dan menstimulasi siswa. serta menentukan sumber yang diperlukan. mengalokasikan waktu. Mengawasi segala sesuatu apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaiaan tujuan. c.berkomunikasi secara efektif dapat memudahkan siswa menangkap pesan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Melalui fungsi ini guru berusaha menjembatani jurang dimana murid berada dan kemana mereka harus pergi. Guru sebagai pengelola Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager). Fungsi pengorganisasian melibatkan penciptaan secara sengaja suatu lingkungan pembelajaran yang kondusif serta melakukan pendelegasian tanggung jawab dalam rangka mewujutkan tujuan program pembelajaran yang telah direncanakan. 1. menentukan tujuan. Memimpin yang meliputi memotivasi. 3. . Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar. menentukan topik yang akan dipelajari. Keputusan semacam ini menuntut kemampuan berpikir kreatif dan imajinatif. 4. menulis silabus. Kegiatan dalam melaksanakan fungsi perencanaan diantaranya memperkirakan tuntutan dan kebutuhan. Dalam batas-batas tertentu fungsi pengawasan melibatkan pengambilan pengawasan yang terstruktur. walaupun proses tersebut sangat kompleks. Merencanakan tujuan belajar. 2. mendorong. Fungsi mengawasi bertujuan untuk mengusahakan peristiwa-peristiwa yang sesuai dengan rencana yang telah disusun. Fungsi memimpin adalah fungsi yang bersifat pribadi yang melibatkan gaya tertentu. mendorong. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa.

. tidak terkena hama dan penyakit yang bisa menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat.d. Siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. apa yang harus dilakukan. Guru harus memahami anak didik yang sedang dibimbingnya. hingga tanaman menghasilkan buah. Guru harus memahami dan terampil dalam merencanakan. Demikian juga halnya seorang guru. Seorang guru dan siswa seperti halnya petani dengan tanamannya. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanamannya itu tumbuh dengan sempurna. Guru sebagai demonstrator. Sebagai demonstrator guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran bisa lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa. Guru sebagai pembimbing. ada dua hal yang harus dimiliki. e. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator. manakala sebelumnya guru merencanakan hendak dibawa kemana siswanya. maupun merencanakan proses pembelajaran. 1. memahami potensi dan bakatnya. Tugas guru adalah menjaga. Proses bimbingan akan dapat dilakukan dengan baik. mengarahkan. dan lain sebagainya. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi " ini" atau jadi " itu". 2. dan guru merupakan sosok ideal yang dapat diteladani siswa. Misalnya memahami tentang gaya dan kebiasaa belajarnya. Agar guru dapat berperan sebagai pembimbing. dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat tumbuh dengan menarik batang atau daunnya. Sebagai demonstrator berarti guru harus menunjukkan sifat-sifat terpuji dalam setiap aspek kehidupan. 2. Peran guru sebagai demonstrator adalah peran guru agar dapat mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. 1. baik merencanakan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah.

(3) Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan. Kelemahan yang sering terjadi dengan pelaksanaan eveluasi selama ini adalah guru dalam menentukan keberhasilan siswa terbatas hanya pada hasil tes yang dilakukan secara tertulis. Hal ini sangat penting sebab evaluasi terhadap proses pembelajaran pada dasarnya evaluasi terhadap keterampilan intelektual secara nyata. sebab evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau makna tertentu pada sesuatu yang dievaluasi. guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Kegiatan yang bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa memegang peranan penting. dan skill siswa dalam proses pembelajaran. Guru sebagai evaluator Sebagai evaluator. (4) Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa. (5) Memberikan penilaian yang positif. g. Beberapa hal yang patut diperhatikan agar dapat membangkitkan motivasi belajar adalah sebagai berikut : (1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. kinerja. Oleh karena itu evaluasi semestinya juga dilakukan terhadap proses pembelajaran. sehingga mereka perlu diberikan remedial. Sering guru beranggapan bahwa evaluasi sama dengan melakukan "tes". . Oleh karena itu untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. guru dituntut kreatif untuk dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. (6) Memberi komentar tentang hasil pekerjaan siswa. (2) membangkitkan minat siswa. Tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk belajar. dan (7) menciptakan persaingan dan kerjasama. atau malah sebaliknya siswa belum bisa mencapai standar minimal. Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. artinya guru telah melakukan evaluasi manakala ia telah melakukan tes. Akibatnya sasaran pembelajaran hanya terbatas pada kemampuan siswa untuk mengisi soal-soal yang biasa keluar dalam tes.f. Dengan demikian tes hanya salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menentukan makna tersebut. Hal ini tentu kurang tepat. sehingga mereka layak diberikan program pembelajaran baru. Sebab melalui evaluasi guru dapat menentukan apakah siswa yang diajarkannya sudah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran (berupa nilai atau angka-angka) tetapi juga dilakukan terhadap proses. Guru sebagai motivator.

. dalam hal ini dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli (dosen) yang profesional juga.Untuk menghasilkan guru-guru yang profesional merupakan suatu tugas berat yang harus diemban oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai lembaga yang perperan dalam mempersiapkan tenaga guru.

Guru sebagai sumber belajar: Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. 2. 5. 8. yaitu : 1.Calon guru perlu dipersiapkan untuk mengajar dengan strategi yang tepat. Guru sebagai evaluator: Sebagai evaluator. 7. guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. mengarahkan. 3.Para dosen perlu mengembangkan ketrampilan bertanya yang dirancang untuk membantu para calon guru untuk berpikir kritis mengenai materi yang dipelajari. guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. yaitu : 9. 10. 4. 3. 2. Guru sebagai demonstrator: Peran guru sebagai demonstrator adalah peran guru agar dapat mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. 6. dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya.Perkuliahan lebih efektif bila ditanamkan pengalaman belajar seperti menggali dan mengolah informasi. 1. Guru sebagai pengelola: Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager). Guru sebagai motivator: Guru dituntut kreatif untuk dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan yang telah dibahas tadi. dan membangkitkan kemampuan calon guru untuk dapat mengajukan pertanyaan- . bukan memberi informasi. Ada tujuh komponen yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang profesional. Guru sebagai pembimbing: Tugas guru adalah menjaga. Dalam mempersiapkan calon guru yang profesional ke depan disarankan bahwa kegiatan perkuliahan yang membekali para calon guru. harus menunjukkan beberapa kriteria pembelajaran yang relevan bagi profesi guru. dan mampu mengevaluasi pembelajaran. mampu merencanakan dan melaksanakan hasil pembelajaran. Guru sebagai fasilitator: Sebagai fasilitator guru guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA http://lemlit-usk.infodiknas.html .com/2010/06/guru-sebagai-jabatan-profesional.blogspot. melatih keterampilan. dan menumbuhkan sikap ingin tahu.com/guru-sebagai-jabatan-profesional/ http://efendihatta. Kita harus menyadari bahwa apapaun yang diperoleh dan dialami oleh calon guru selama dipersiapkan di Lembaga pendidikan guru cenderung akan berbekas dan akan ditiru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru kelak.html http://cummank.Strategi perkuliahan bagi calon guru perlu diarahkan untuk membangun kesadaran terhadap kesulitan – kesulitan konsepsi.com/2010/02/guru-sebagai-jabatan-profesional-dalam. 4.net/index.blogspot.pertanyaan.php/arsip/112-guru http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->