PEDOMAN

Konstruksi dan Bangunan

Pd T-12-2005-B

Perencanaan Lantal Jembatan Rangka Baja dengan Menggunakan Corrugated Steel Plate(CSP)

OEPARTEMEN

PEKERJAAN UMUM

Daftar isi

Daftar isi Daftar gambar Daftar tabel Daftar notasi Prakata Pendahuluan 1 2 3

.........................................................................................................................
~....................................... ii ii iii iv

........................................................................................................................ ................................................................................................................
.
'

v
. . .
..

Ruang lingkup Acuan normatif

1 1 1 1 1 1 2

Isti!ah dan definisi 3.1 Pelat baja bergelombang (corrugated steel plate) 3.2 Penghubung geser

.

3.3 Struktur komposit ............................................................................................ 4 Persyaratan-persyaratan ...................................................................................... 4.1 Persyaratan umum ................ ~ ~ 4.2 Persyaratan teknis 4.2.1 Persyaratan bahan CSP . 4.2.2 Persyaratan bahan baja tulangan 4.2.3 Persyaratan beton 5 Perencanaan , 5.1 Dasar perencana~n 5.1.1 Hubungan tidak komposit 5.1.2 Hubungan komposit sempurna 5.2 Penghubung geser 5.2.1 Pendahuluan 5.2.2 Cara kerja dari penghubung geser 5.2.2.1 Lekatan 5.2.2.2 Penghubung geser tipe headed stud 5.2.2.3 Penghubung geser pada pelat corrugated yang ditakik 5.2.3 Perhitunganpenghubung geser 5.3 gaya geser longitudinal pada pelat kornposit . 5.3.1 Metoda m-k 5.4 Kapasitas penampang pelat CSP 5.4.1 Kapasitas lentur 5.4.2 Kapasitas geser pons 5.5 Penulanqan 5.5.1 Pemasangan penghubung geser dengan baja tulangan .. 5.5.2 Pemasangan Shear Connector dengan baut pada CSP Pelaksanaan

.

2
2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 5 5

,.......

5
6 6
7

7 8 8 10 11 .11 11 12 13

6

...................................................................................................... Lampiran A (informatif) ................................................................................................

Lampiran 8 (informatif) Contoh perencanaan Lampiran C (informatif) Sketsa gam bar benda uji laboratorium Lampiran D (informatif) Tabel hasil pengujian laboratorium Lampiran E (informatif) Dafta nama dan lembaga Bibliografi

14 25 26
28

29

Daftar gam bar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Garnbar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Struktur balok tidak komposit Diagram regangan struktur balok tidak komposit Struktur balok komposit Diagram tegangan regangan struktur balok komposit Efek penghubung geser pada tegangan lentur dan geser Penghubung geser tipe headed stud Penampang umum pelat komposit Penampang kritis untuk pelat komposit Tahanan lentur dari pelat komposit Definisi dari m dan k Bentuk penampang struktur komposit beton dengan pelat baja Idealisasi bentuk penampang struktur komposit Keliling krhis dalam geser pons Pemasangan shear connector besi tulangan pad a peiat CSP Pemasangan shear connector baut pada pelat CSP ..... . .
.

3 . . 3 4 4 4
5

5
7

7 7 8
9 9

11 11

Daftar Tabel
Tabel
1

Komposisi material untuk CSP

2

ii

_.Daftar Notasi B H b lebar Corrugated terpasang tinggi pelat komposit lebar pelat baja bagian atas dan bawah tebal pelat baja tinggi pelat baja luas tulangan tekan luas tulangan tarik jarak pusat tulangan tekan sampai serat tekan atas beton jarak pusat tulangan tarik sampai serat tekan atas beton jumlah luas pelat Corrugated bagian bawah jumlah luas pelat Corrugated bag ian tengah jumlah luas pelat Corrugated bag ian puncak jarak dari titik be rat luas AS1 t h As' As d d AS1 As2 As3 d1 sampai serat atas tekan beton d2 d3 jarak dari titik berat luas As2 sampai serat atas tekan beton jarak dari titik berat luas As3sampai serat atas tekan beton jarak dari pusat tulangan tekan sampai serat atas tekan beton gaya tekan beten gaya tarik tulangan dengan luas gaya tarik tulangan dengan luas gaya tarik tulangan dengan luas AS1 AS2 AS3 d4 c... TS1 Ts2 TS3 Ts4 gaya tarik tulangan dengan luas As4 .. iii .

Badan Litbang ex. pakar dan stakeholders Prasarana Transportasi sesuai ketentuan Pedoman 6SN No.8 Tahun 2000 dan dibahas dalam forum konsensus yang melibatkan narasumber.9 tahun 2000. Tata cara penulisan ini disusun mengikuti Pedoman BSN No. Pedoman ini membahas masalah perencanaan lantai jembatan pada jembatan rangka dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP). iv . Dan pedoman ini diharapkan dapat membantu bagi instansi ternait.Prakata Pedoman Perencanaan Lantai Jembatan Rangka Baja Dengan Menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP) dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Bidang Konstruksi dan Bangunan melalui Gugus Kerja Bidang Rekayasa Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan pada Sub Panitia Teknik Standansasi Bidang Prasarana Transportasi. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pedoman ini diprakarsai 'oleh Pusat Litbang Prasarana Transportasi. perencana maupun pelaksana di dalam penggunaan CSP sebagai sistem lantai jembatan pada jembatan rangka baja.

Betokan. danCilet.. Tetapi apabila struktur tersebuttidak bekerja sebagai komposit.Pendahuluan Sistem lantai jembatan dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP) banyak digunakan pada dekade ini.. v . Cilamaya. Sistem jembatan yang menggunakan CSP ini merupakansistem komposit apabila struktur pelat beton dengan baja bekeria secara bersamaan dan merupakan satu kesatuan. maka dapat dipastikan bahwa corrugated steel tersebut hanya berfungsi sebagai bekisting saja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa CSP tidak bekerja secara komposit penuh. . . Kerusakan-kerusakan tersebut telah diteliti melalui suatu kegiatan eksperimental dengan membuat beberapa model benda uji. pelat baja (CSP) tersebut berfungsi sebagai tulangan yang dapat memikul tegangan tarik. seperti di kawasan Pantura misalnya jembatan Eretan. Penempatan penghubung geser dan modifikasi tulangan pada CSP telah meningkatkan kapasitas pelat. Oalam sistem komposit. Sewo. Kalimenir. Hal yang menarik dari beberapa jembatan sistem CSP tersebut adalah telah terjadi kerusakan lantai secara dini pada lantai. Sehingga pemakaian CSP untuk lantai jembatan diperlukan adanya modifikasi tulangan dan penempatan penghubung geser pada CSP untuk menjamin bahwa lantai jembatan mampu menerima beban lalu !intas. Oi Indonesia. sistem lantai jembatan pada jembatan rangka baja yang difabrikasi pada tahun 1995 keatas dapat dijumpai pada banyak temp at.

peraturan umum pemeriksaan Baja canai panas untuk konstruksi umum Pipa dan pelat baja bergelombang lapis seng Baja untuk keperluan rekayasa umum SNI 07-2052:-2002. SNI 07-0722-1989. Tata cara perencanaan pembebananjembatanjalan Tata cereperenceneen raya raya ketahanan gempa untukjembatanjalan Baja.. SNI 07-30. Perencanaan struktur beton untukjembatan Pd. Spesifikasi kawat baja dengan proses cenei dingin untuk tuiangan Spesifikasi baja struktural RSNI T-14-2004.2 penghubung gaser . j o pelat bajaberge!ombang (corrugated steel plate) pelat baja yang mempunyai bentuk bergelombang yang selanjutnya disingkat CSP 3. 2 - Acuan normatif SNI 03-1725-1989.4-1992. SNI 07-0358-1989. Baja tulangan SNI 07-6401-2000. SNI 03-2833-1992.T-04-2004-B. beton SNI 07-6764-2002. suatu bag ian struktur yang menghubungkan dapat bekerja bersama-sama (komposit) dua bahan atau lebih yang berbeda sehingga 3.3 struktur komposit suatu bentuk struktur yang dapat terdiri atas dua bahan atau lebih yang berbeda yang bekerja bersama-sama dalam menahan beban yang bekerja 1 dari 29 .Perencanaan lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan corrugated steel plate (CSP) 1 Ruanglingkup Pedoman ini membahas masalah perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated steel Plate (CSP). Pedoman perencanaan beban gempa untukjembatan 3 Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam pedoman ini sebagai berikut : 3. SNI 07-0950-1989.

.15 005-0.2002.2 Persyaratan bahan baja tulangan Bahan baja tulangan yang digunakan sesuai dengan ketentuan pada SNI 07 .Persyaratan-persyaratan 4. 3. % 1. 4. Kawat untuk mengikat tulangan harus berupa kawat ikat baja IUIJak sesuai dengan SNI 07 . 4.6401 .02 %.2. Komposisi bahan galvanis makslmum adaiah untuk Zn 99.60 0.2 Persyar:atan teknis membahas ketentuan-ketentuan teknik yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan.1 Persyaratail bahan CSP Bahan baja CSP yang digunakan mempunyai tegangan leleh tarik minimum 230 MPa dengan panjang elongasi (elongation gauge length) minimum 16 % pada pajang bend a uji 200 mm.2000. Komposisi Bahan Karbon Phosphor Sulfur Manganese Silicon material untuk CSP Maks. cara atau perhitungan yang dapat menjamin bahwa lantai jembatan yang dibangunnya akan sanggup memikul beban-beban yang ditetapkan pada pedoman perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP).2. . perencana harus selalu mengikuti perkembangan dan perubahan-perubahan yang terjadi. Ketebalan minimum pelat CSP adalah 4. . "". 0.05 0. Para pelaksana dalam melaksanakan tugasnya untuk membangun jembatan tidak akan terlepas dari kewajiban untuk melaksanakan berbagai analisis. Komposisi bahan pembentuk CSP selain besi adalah sebagai berikut : Tabel1 No.123 atau AS 1650). gaya yang bekerja dan berbagai pengaruhnya.1 Persyaratan umum Persyaratan umum ini memuat hal-hal yang umum dansifatnya non teknis namun perlu diperhatikan dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Sehubungan dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi konstruksi serta transportasi.2. 4. - .88 % dan AI 0. 4. 2 dari 29 . 2.2052 . Modulus elastisitas diambil sebesar 200000 MPa. Bila terdapat perubahan-perubahan yang mendasar dan signifikan maka perencana harus segera mempersiapkan bahan-bahannya dan mendiskusikannya dengan pihaklklien yang berwenang.5 mm. Kuat leleh minimum baja tulangan polos 240 MPa dan untuk tuiangan ulir 390 MPa.4 .3 Persyaratan beton uji Kuat tekan beton karakteristik pad a umur 28 hari minimum sebesar 30 MPa berdasarkan tekan silinder. Dimana setiap bag ian struktur jembatan harus tahan rencana.5. Seluruh mung kin terjadi pad a lantai jembatan selama umur rencana harus Persyaratan teknik perencanaan atau terhadap beban gaya/beban yang diterapkan.35 I Pelaplsan anti karat dengan cara galvanis celup panas (hot dip galvanized) dengan ketebalan lapisan 610 gr/m2 (ASTM A . 4.

maka slip antara beton dengan pelat baja tidak akan terjadi. yaitu kondisi elastis dan non elastis. sedangkan permukaan atas baja akan mengalami perpendekan akibat deformasi tekan.1. ApabiJalekatan beton terhadap pelat baja diabaikan.1.--+: c 1 1 II( Et Reganga!1 Slip Gambar 2 Diagram regangan struktur balok tidak komposit Dengan memperhatlkan dlstrlbusl regangan yang terjadi. Konsep analisis penampang komposit penuh didasarkan pada dua kondisi.. terlihat bahwa pada kasus ini terdapat dua garis netra!.1 .5 Perencanaan Dasar .2 Hubungan komposit sempurna Apabila struktur bekerja komposit sempurna.1 Struktur komposit adalah struktur yang tediri dari dua jenisbahan konstruksi yang berbeda yang disatukan dengan bagian penyambung. 8eberapa batasan dalam analisis struktur komposit ini diantaranya adalah: 3 dari 29 . maka beton dan pelat baja masingmasing memikul momen secara terpisah. yang lebih dikenal dengan penghubung geser (shear connector). pertama-tama tinjaulah suatu balok yang tidak komposit berikut ini: Beton Baja Gambar 1 Struktur balok tidak komposit Jika gesekan antara beton dan pelat baja diabaikan. Garis netral pertama terletak pada titik berat pelat beton. maka tidak ada gaya geser horisontal yang bekerja pada bidang kontak tersebut. 1 1 Baja &. dan garis netral yang kedua terletak pada titik berat pelat baja. Penghubung geser ini dipasang untuk menghubungkan dua bahan tersebut sehingga secara bersama-sama dapat memikul beban yang bekerja pada struktur. pembahasan dibatasi pada keadaan plastis. Kondisi elastis adalah kondisi dimana baik beton maupun pelat baja masih berada dalam batas-batas elastis. 5. Permukaan bawah beton mengalami perpanjangan akibat deformasi ·tarik. Untuk memahami konsep perilaku komposit..1 5. Diagram tegangan regangan yang bekerja pada struktur tidak komposit disajikan dalam Gambar 4.perencanaan Hubungan tidak komposit 5. sebagai berikut: I( Beton '--------'----Lld. Pada kondisi inelastls.

sehingga retak dan keplastisan 4) [arak antar penghubung geser adalah sama. Gaya geser pad a bidang Baja Gambar 3 Struktur balok komposit Beton Baja . hal ini berarti tidak ada gap antara beton dengan pelat baja.2 5..2. deformasi geser antara dua elemen diabaikan. perilaku bahan yang digunakan adalah tidak elastislinier beton diperhitungkan. Penghllbung tersebut dapat berupa slstem baut atau ias.1) .defleksi vertikal mempunyai nilai yang sama untuk kedua elemen. tanpa interaksi interaksi penuh tegangan geser tegangan lentur Gambar 5 Efek penghubung geser pad a tegangan lentur dan geser 4 dari 29 . 5) friksi antara beton dengan pelat baja tidak diperhitungkan.. 2) 3) penampang tetap rata baik sebelum atau sesudah dibebani..1 Penghubung Pendahuluan geser Gaya yang terjadi pada hubungan beton dengan baja disebut gaya geser longitudinal. Pengaruh pemasangan penghubung geser pad a perilaku tegangan !entur dan geser dapat dilihat pada Gambar berikut: ___ _ -- . batas sepenuhnya diambil oleh penghubung.L-__ ---' _ et Gambar 4 Diagram tegangan regangail struktur balok komposit 5.

Keuntungan menggunakan penghubung geser tipe stud adalah pengelasan cepat.n -.7. sehingga untuk keperluan perencanaan nitai tersebut dibatasi. Jika terjadi keruntuhan geser longitudinal. Penelitian pada kekuatan batas sistem lekatan memperlihatkan bahwa pada beban yang tinggi.2. Selain itu daya lekat juga dapat dirusak oleh adanya pelumasan pada saat sebelum pengecoran beton.2.2 Cara kerja dari penghubung geser 5. lekatan yang rendah pada permukaan bagian bawah baja dan tegangan akibat perubahan suhu. dengan panjang (h) dari 65 mm sampai 100 mrn.2.2. Pembatasan in.. 5. yang diakibatkan oleh perkembangan retak dan keruntuhan lekatan lokal[91. 8eberapa peraturan. 855400 Part 5. meskipun kadang-kadang digunakan stud yang lebih panjang. Dengan alasan tersebut maka pada beberapa peraturan tidak mengijinkan perecanaan dengan metoda kekuatan batas digunakan untuk sistem komposit tanpa menggunakan penghubung gesern.2. yang mana akan semakin sulit dan mahal jika dilakukan pada diameter diatas 20 mm. Sedangkan pada struktur pelat yang mengalami fluktuasi tegangan tarik. tegangan lekat yang terhitung relatif kecil. dan yang lain adalah tebal pelat (t) dimana stud akan dilaskan. . seperti British code.5 d . maka hal itu terjadi pada permukaan sangat bervariasi. mensyaratkan kuat tarik ultimit stud tidak kurang dari 450 MPa dan elongasi tidak kurang dari 15%.5. dlt tidak boleh lebih besar dari 1.2 Penghubung geser tipe headed stud Penghubung geser yang sering dlgunakan adalah tipe headed stud. Rentang diameter stud adalah 13 mm sampai 25 mm. dimaksudkan untuk mengadakan margin keamanan tambahan terhadap pengaruh yang tak dapat diperhitungkan dengan baik seperti susut beton. namun pada beban tinggi akan terjadi kerusakan dan kerusakan ini tidak dapat dibentuk lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stud akan mencapai kekuatan penuh jika rasio dlt lebih kecil dari 2.5. 8ahkan peraturan Inggris. penghubung geser tipe stud ini tidak diperbolehkan digunakan pada pelat beton komposit'".1 lekatan Gaya geser yang tersalurkan dari baja ke beton diasumsikan terjadi oleh adanya lekatan atau adesi pada permukaan baja-beton. Pertama adalah proses pengelasan. 5 dari 29 . Hasil uji menunjukkan bahwa tegangan lekatan antara baja dengan beton relatif rendah.. Tidak kurang dar! 1. Daya lekat pada antar muka (interface) baja-beton dapat bekerja pada beban rendah. dan tidak terjadi pada seluruh keliling permukaan penampang baja. sedikit menghalangi penuiangan dan kekuatan dan kekakuan yang sarna terhadap pada segala arah. Gambar 6 Penghubung geser tipe headed stud Ada dua hal yang berpengaruh dalam menentukan diameter stud.

2. daya lekat pada antar muka beton-baja. penghubung geser diarnbil dari nital terendah yang didapat dari lateral dan Kuat geser rencana hubungan berikut : (1) dan . Tipikal penampang dapat diliha pada Gambar 7.2. Gambar 7 Penampang umum pelat komposit 5. (2) dengan pengertian : PRd : kuat geser rencana penghubung geser (N) ¢V : faktor reduksi kekuatan geser (0.3 Penghubung geser pada pelat corrugated yang ditakik Bahan pelat ini sering digunakan sebagai form work permanen pada petat lantai dan dikenal sebagai petat komposit. Penghubung geser dapat berupa takikan.5.3 Perhitungan penghubung geser Kekuatan dari sistem penghubung geser dipengaruhi oleh beberapa hal seperti : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) jumlah penghubung geser.8) fu : kuat tarik ultimit baja (N/mm2) fc' : kuat tekan beton silinder (N/mm2) Ecm : modulus elastisitas beton (N/mm2) d : diameter stud (mm) h : tinggi stud (mm) 6 dari 29 . ukuran. kekuatan pelat beton.2. tonjolan pada petat atau pemasangan penghubung lain. tinqkat kepadatan pada beton disekeliling pad a setiap dasar penghubung. derajat kebebasan dari setiap dasar pelat untuk bergerak secara kemungkinan terjadinya gaya tarak ke atas (up lift force) pad a penghubung. ketebalan beton disekeliling penghubung. tegangan longitudinal rata-rata dalam pelat beton diseketiling penghubung. penataan dan kekuatan tulangan pelat disekitar penghubung..

5. akan terjadi kegagalan lentur. biasanya diambil U4 dimana L adalah panjang benda ujL Terdapat tiga bentuk kegagalan yang mungkin terjadi. Momen lentur maksimum Mu. pada lentur 2.- B GCilmbar10 Definisi darl m dan k Prakiraan bentuk kegagalan struktur bergantung pada rasio L. seperti pada Gambar 8. 7 ~~Vd . diberikan oleh (3) dengan pengertian : Mu : momen lentur maksimum V : gaya geser vertikal maksimum 7 dari 29 .~-------b------~ . yaitu: 1. ':'. LuasAp - J --(3) ~~~ titik b~ratpelat gelombang ryp 0 Teganganruntuh Gambar 9 Tahanan lentur dari pelat komposit _ ....3. Panjang span geser. terhadap tebal efektif pelat dp (Garnbar 11). Pada nilai Ls/dp yang tinggi... Ls.. Hasil uji diplotkan dalam diagram Vlbdp dan ArJbLs (Gambar 10).1 Metoda m-k Efektifitas penghubung geser dapat dipelajari melalui uji beban pada pelat komposit yang ditumpu sederhana.:0''': . pada geser longitudinal 3.itudinal pada pelat komposit 5. Gaya gese·r long. padageser vertikal Gambar 8 Penampang kritis untuk pelat komposit ..3..

k : konstanta yang diperoleh dari pengujian 5.1 Kapasitas penampang pelat CSP Kapasitas lentur Bentuk penampang struktur pelat komposit yang akan dibuat sebagai mode! perhitungan adalah sebagai berikut: B d H Gambar 11 Bentuk penampang struktur komposit beton dengan pelat baja 8 dari 29 . ~= A bdp m( u. Kegagalan geser vertikal direpresentasikan oleh garis miring pada Gambar 10. Kegagalan geser longitudinal yang terjadi pada nilai antara LJdp. Tegangan vertikal rata-rata pada beton seeara pendekatan kasar sebesar vttxi.4. persamaan (5) dapat dituliskan. (6) atau dalam bentuk lain.4 5. kegagalan geser akan terjadi. dirnana semua tulangan telah mengalami leleh dan sebagai persyaratan kesetimbangan terdapat tegangan pada beton sebesar O.85fc'. Lengan momen lebih keeil dari pada dp. V =bdpK[m bLs Af.Keruntuhan geser dimodelkan oleh teori plastis.:+k] fc (7) dengan pengertian : fe' : mutu beton m. J+k p . tetapi sebagai prakiraan besamya momen lentur maksimum diambil: (4) Dari persamaan (3) akan diperoleh : (5) Pada nilai LJdp yang rendah. didekati oleh hubungan.

rd' II :---::--=--::--l-I---=__"1 _..l~ Gambar 12 Idealisasi bentuk penampang struktur komposit dimana: As' AS1 AS2 AS3 b d1 d2 d3 d4 Cc Ts4 TS3 Ts2 TS1 = lebar efektif pelat = jumiah luas tulanqan tekan = jumlah luas pelat corrugated bag ian bawah = jumlah luas pelat corrugated bagian tengah = jumlsh luas pelat corrugated bag ian puncak = jarak dari titik be rat luas sampai serat atas tekan beton = jarak dari titik berat luas As2sampai serat atas tekan beton = jarak dari titik be rat luas sampai serat atas tekan beton = [arak dari pusat tuiangan tekan sampai serat atas tekan beton = gaya tekan beten = gaya tekan tulangan dqnqan luas As4 = gaya tarik lulangan dengan luas As3 = gaya tarik tulangan dengan luas As2 = gaya tarik tulangan dengan luas AS1 AS3 AS1 Kapasitas momen ultimit Mu dapat diperoleh dari hubungan sebagai berikut : (8) 9 dari 29 . berikut: b .dengan B = H b As' As d' d h t = = = = = = = = pengertian : lebar corrugated terpasang tinggi pelatkomposit lebar pelat baja bagian atas dan bawah tebal pelat baja tinggi pelat baja luas tulangan tekan luas tulangan tarik jarak pusat tulangan tekan sampai serat tekan atas beton jarak pusat tulangan tarik sampai serat tekan atas beton bentuk penampang komposit pada Gambar 5 diidealisasikan sebagai Untuk analisis.~._.

'e' Gambar 13 Keliling kritis daJam geser pons Kegagalan diasumsikan terjadi pad a keliling kritis. .sebesar 45°. yang mana didefinisikan sebagai pelat beton bertulang. seperti pada Garnbar 13. dapat dilihat pad a Gambar 13. Cp. terhadap ukuran penampang yang diukur tegak lurus pad a ukuran terpanjang tersebut.O : keiilling kritis yang didefinisikan o!eh Persamaan (8) (rnrn) he -: tebal pelat (mm) fev : kuat geser betan yang didefinisikan oleh Persamaan (10) (N/mm2) f.5.4.2 Kapasitas geser pons Pelat komposit haruslah direncanakan untuk mampu menerima beban terpusat. dan ada kemungkinan ketahanan terhadap geser pons merupakan hal yang kritis dan menentukan. Variabel-variabellain 10 dari 29 . seperti beban roda.: kuat tekan beton silinder (N/mm2) Ph : perbandingan antara ukurarr terpanjang dari luas efektif geser penampang yang dibebani. maka besar Cp dihitung dari : (8) Kuat geser nominal (Vn) pelat lantai akibat beban pons diperoleh dari hubungan berikut: sebagai (9) dan (10) dengan pengertian : 'v'n : kuat geser nominal terhadap beban pons (N) C. Dengan luas beban ap kali bp dan tersebarkan melewati lapis an diatas peiat h..

Untuk menjamin beton dengan CSP bekerja komposit penuh maka diperlukan sambungan geser (shear connecion seperti pad a Gambar 14. Dengan pemasangan ini maka antara beton dengan peiat CSP akan bekerja bersama-sama dalam merespon beban yang bekerja. -L i tS CI::. Gambar 14 Pemasangan shear connector besi tulangan pada CSP Penghubung geser dapat terbuat dari besi tulangan ulir D16 yang dilengkungkan dilaskan ke pelat CSP. :>:.5. :::l'~(W.5 5.2 Pemasangan shear connector dengan baut pada CSP baut diameter M16 Alternatif lain dalam pemasangan sambungan geser dapat digunakan grade 8. 5.5.1 Penulangan Pemasangan penghubung geser dengan baja tulangan Hasil penelitian mengenai kerusakan lantai jembatan sistem CSP menunjukkan bahwa salah satu penyebab kerusakan lantai jembatan adalah karena antara lantai beton dengan CSP tidak bekerja komposit penuh.t:::.5.2 -.8.::·~ : -~.v'Jn L. dimana pada beban tertentu hubungan beton dengan CSP lepas. seperti pada Gambar 15. Gambar 15 Pemasangan shearconnectorbaut pada CSP 11 dari 29 .:.!rr:: ~ I..r ~ ~ leo =3h~or connector rTi-::n9qw' .

I 12 dari 29 .6 Pelaksanaan Pelat CSP yang akan digunakan harus telah diproteksi terhadap karat dengan cara galvanis celup panas (hot dip galvanized). Pelat CSP dipasang melintang terhadap arah memanjang jembatan rangka baja dan menumpu pada balok melintang (stringer). seperti yang diuraikan pada 8agian 4.2.1.

/ Pengujian Tulangan : Kuat Tarik ./ Pengujian Mutu Beton: Kuat T ekan . Las.Lampiran A (normatif) Perhitungan pembebanan di atas lantai jembatan Perencanaan struktur pelat tantai jembatan rangka baja Masa Operasionall Masa Layan Jembatan Rangka Baja Perkuatan Perlu Perencanaan Ulang I Pengujian Elemen Struktur Pelat Lantai Jembatan Rangka Baja Sistem CSP : . Tulangan Perencanaan Struktur Pelat Lantai Jembatan Rangka Baja Sistem CSP : . Pereucenaan Struktur Komposit Sebagian 13 dari 29 ../ Pengujian Material CSP : Kuat Tarik ../ Perencanaan Struktur Komposit Penuh . Pemasangan Shear Connector: Baut.

gaya geser.792 tim' 20. mcrnen lentur. maka model diatas disederhanakan sbb: Y. dan reaksi perletakan: .000 t 1. Berdasarkan GAMBAR 2.V p x. akibat beban merata w: M x ~.V p A Larnplran B ( informatif ) Contoh perencanaan Perhitungan Mekanika Teknik Balok Oi Atas Tiga Tumpuan p ~--------l------~.u RA GAMSAR 2 STATIS TAK TENTU ORDE 1 w adalah berat sendiri balok P adalah beban kendaraan = L = = 1.~L 8 2 J~ _ LL 4x 2} L2 14 dari 29 .'.~~~-----l--------_'~ GAM BAR 1 BALOK DI ATAS TIGA TUMPUAN karena struktur dan pembebanan simetns.I Y.700 m Penurunan rumus untuk rnencari defJeksi.

381 -1..792 1.000 0.381 -1.250 6.792 1.531 -6.000 20.000 .250 6.250 -13.792 1.142 -1.000 Q (t) 6.850 1.750 -13.313 3.000 20.984 2.250 -13.750 -13.142 P (0 20.142 -0.792 1.381 1.638 0.381 0.381 0.313 -0.792 1.531 -6.000 Mx TM 0.750 -13.000 Q (t) 6.324 0.348 2.975 3.763 2.125 2.348 5.000 20.000 20.250 Momen akibat pembebanan: jarak X (m) w (tim') 1.750 6.792 1.531 5.850 1.763 2.425 0.750 -13.425 0.975 w(tlm') 1. akibat beban kendaraan P: L 5Px O::S.000 20.000 20.250 jarak x (m) 0.313 -0.250 6.975 3.000 20.125 2.000 I Q (t) 1.904 -1.000 -0.000 20.250 6.647 0.550 2.381 0.275 1.364 0.550 2.000 20.125 2.750 -13.324 0.000 2.656 3.125 2.000 0.792 MXTM Q (t) 1.750 6.792 1.850 1.984 5.638 0.638 0.324 0.275 1.984 5.638 0.000 20.022 -0.636 -0.531 5.700 2.975 3.142 0.364 0.142 0.324 0.381 0.700 2.381 1.656 0.000 0.400 Mx ™ 0.792 Mx ™ 0.400 ·1 I I 1.364 0.000 20. j I 15 dari 29 .763 2.980 0.792 1.000 0.250 6.763 2.000 0.750 -13.375 -0.792 1.792 1.000 0.656 0.550 2.313 3.792 1.531 5.jarakx (m) 0.531 -7.000 0.000 20.792 1.984 2.792 1.375 -0.000 0.142 -0.000 -0.250 6.850 1.792 1.000 MOO Berdasarkan GAMBAR 2.792 1.000 I 0.400 Mx ™ 0.647 0.904 -1.324 0.792 1 I 20.425 0.324 0.000 2.656 3.142 -1.700 2.250 6.000 2.000 jarak x (m) 0.000 0.700 2.425 0.000 -0.792 1.550 2.324 0.142 0.000 20.250 6.000 20.000 20.000 20.x<-=>M=-~- 5P 2 16 16 P (t) 20.324 0.792 1.000 20.000 0.000 -0.792 1.750 -13.000 20.750 -13.364 0.275 1.000 20.792 1.980 4.636 4.275 1.

.OOO~---+-4-~~---+--~ -6.000 -------..r---+~--+-_I_--+~-~ 0.fUV ~.1.000 +--.I.I.000 +--._----+--1r---hl'-----+-.ooO._~ -2.000 .Diagram Morne" (tm) 8. bentuk penampang di atas dapat diidealisasikan sebagai berikut Ts1· GAM BAR 5 BENTUK IDEALISASI PENAMPANG PELAT 1 16 dari 29 .--'. 6./UU---'I-.\--~r4PIJl----~IJU---.-+----!-+ __ -+-----1 4.---+--\----++-----+--~ GAMBAR 3 DIAGRAM MOMEN BALOK 01 ATAS TIGA TUMPUAN Perhitungan Kapasitas Penampang Komposit asumsi: penampang struktur bekerja sebagai komposit 30 60mm 660 GAMBAR 4 PENAMPANG MELINTANG PELAT KOMPOSIT .000r----~---.000 +--~---+----!-_I_---""IIIc-+-----1 2._--___r--__./IJU.

85 f)a -I- A~f.001429 J I 17 dari 29 . 2 . a} (c1) * Persamaan keseimbangan 8.85)J" b.7 Mpa 25179 Mpa data material tulangan: fy 019 = fy 016 = fy 12 = + 300 Mpa.d -. ES'.003 Mu.. s2 A As s =A s1 +A 3360 + A s3 (b) = N * Persamaan momen ~r "f M. 300 Mpa.dan a fs' (a) 660 248 1005.+Ashld =d }). 8u reqanqan = C- d' (c2) C fs' = ESE's' untuk ES'<= Ey fs' = fy untuk ES'> Ey EY tulangan = 0. fs'..31 880 1600 mm mm 2 mm mm2 mm2 * Persamaan qaya untuk menentukan Asfy = 0. J c \. Es = Es = Es = 210000 Mpa 210000 Mpa 210000 Mpa data material CSP: fy1 fy2 fy3 Es1 Es2 Es3 1) Analisis (menentukan mcment) diberikan: b d = = = = = = = = 240 240 240 166667 135135 196679 Mpa Mpa Mpa Mpa Mpa Mpa As' As1 = = ditanyakan: As2= As3= 880 mm2 EU = 0. = ~( 0. 300 Mpa.data material beton: fe' Ee = = 28..

675 N 1b) Menyederhanakan persamaan kuadrat: a = O. fs' dan ES = As1 M1 adalah kontribusi dan blok tegangan tekan beton M2 adalah kontribusi dari tegangan tekan beton 2a) Momen couple pertama: * Persamaan qaya: As1iy = O.: * Persamaan momen: *Kompatibilitas: fs' fs' = = ESEs' untuk ES' <= Ey fy untuk ES' > EY 18 dari 29 .83E+08 Nmm 806400 N = S 18.83E+08 Nmm = = = 18.003 -11.~f.288 tm 2) Desain (menentukan luas tulangan tarik dan tekan) diberikan: b = 660 mm 248 mm 0.1a) Metoda trial and error: * P1 = d'=d4 asumsi: = a 0.ba = * Persamaan momen: 2b) Momen couple kedua: * Persamaan qaya: AS2fy = A.6 Mpa j '" 0.85/.5 mm c = 44.85/.975a N 1.744 tm d= EU = misal ditanyakan: Mu=M1 As +M2 (untuk M1) + As2 (untuk M2) Mu = As.260 tm 806446.bP.85 = f 'ba + A s' f ' l.595 210308626 s b=(A~Es-As/y)= = -6333450790 c1 (NA) fs' Mn 30. = d'= 13685.056 mm 392.00096 (tulangan belum leleh) 201. As'.85 = 30mm 37.118 mm * * fs' Asfy= Mn = ES' = 0.

38E+08 Nmm = 13.Perhitungan: ambil a = amaks.842 tm 16.5 mm 603776.744 tm (sehingga tidak dipet1ukan tulangan bawah apabila struktur bersifat komposit) asumsi: penampang strukturtidak bekerja sebagai komposit 30 250mm 60mm 660 GAM BAR 6 PENAMPANG MELINTANG PELAT KOMPOSIT bentuk penampang di atas dapat diidealisasikan sebagai berikut GAM BAR 7 10EALISASI PENAMPANG TIOAK KOMPOSIT . data material beton: fe' Ee data material tulangan: fy 019 fy 016 fy ~ 12 = = 28. 300 Mpa. 300 Mpa. Es Es Es = = 210000 210000 210000 Mpa Mpa Mpa = 19 dari 29 . = As1fy M1 Mu1 = Mn1 = = = 37.2842 tm> Mu akibatbeban =.3 N 1. -11....7 Mpa 25179 Mpa = = = 300 Mpa.

956 N 52352165 Nmm = 5.data material CSP: fy1 fy2 fy3 Es1 Es2 Es3 1) Analisis (menentukan moment) diberikan: b d = = = = = = = = 240 240 240 166667 135135 196679 Mpa Mpa Mpa Mpa Mpa Mpa As' = As = 660 210 1005.85f.235 tm = = = 20 dari 29 .586 mm mm mm2 mm2 EU = 0. dan a * Persamaan gava untuk menentukan fs' Asfy = 0.9 N .f.255175.ba + A:J:: (a) A As s = = A sI +A s2 + A s3 (b) 850.85 d'=d4 30 mm = asumsi: * * fs' = o Asf= Mn . fs'.5862 mm2 * Persamaan momen * Persamaan keseimbangan (c2) 8u fs' fs' regangan = = C ESES' untuk ES' <= Ey fy untuk ES' > Ey Ey tulangan = 0.003 ditanyakan: Mu.227 Mpa . feba + A.882 mm ss' -0. ES'.~5 = a 22 mm c 25. 253455.31 850.001429 1a) Metoda trial and error: 131 = 0.0005 (tulangan belum leleh) -100.

E c s- 13685.301 tm 2) Desain (menentukan luas tulangan tarik dan tekan) diberikan: b d :.97798 mm -154.: EU = Mu = misaJ ditanyakan: = 660 mm 210 mm 0. .003 -11.595 Asfy)= s 210859850 = .: 2b) Momen couple kedua: * Persamaan qa~ A s2 ! y = f s' *Persamaan momen: *Kompatibilitas: c+d' -=-&s .: 29.A s'E d' = = -6333450790 c1 (NA):.271 N 53012592 Nmm 5.85f.1b) Menyederhanakan persamaan kuadrat: a = O.bPI = b = (A. C fs' = ESES' untuk &S' <= Ey fs' fy untuk &S'> &y = 21 dari 29 .: Mn :. is' dan &S Mu = M1 + M2 As:. ( aJ 2 A.: fs' :.85 fcba = * Persamaan momen: All =: rpO.85fcba d . s.: As1 (untuk M1) + As2 (untuk M2) M1 adaJah kontribusi dari blok tegangan tekan beton M2 adalah kontiibusi dari tegangan tekan beton 2a) Momen couple pertama: *Persamaan gaya: A~lfy = 0. As'.744 tm As.\.

4 N.049 tm 8..7996 mm2.Perhitungan: ambil a = amaks.) harus diambil nilai terkecil dari gaya-gaya sebagai berikut: O. Aslfy Ml MUl = = Mnl = = = 22 mm 354215.744 tm (sehingga diperlukan ltJlangan bawah) As2 = 751.As = 1932.. Geser horisontal dan Interface antara CSP (Corrugated Steel Plate) dengan slab beton harus diasumsikan ditransfer oleh shear connector.292808 tm<Muakibatbeban= = = -11.230 mm2 Y.v GAM BAR 8 DIAGRAM MOMENT BALOK 01 ATAS TIGA TUMPUAN * Material: Shear connector harus dipasang pada beton dengan berat jenis tidak kurang dari 1.896 mm Gunakan tulangan 019 sehingga As = Perhitungan Shear Connector 2268.44 tlm3 * Gaya Geser Horisontal: ".52 mm2 (diperlukan untuk tulangan tarik) 2 As yang ada = 1855. Untuk aksi komposit beton yang dibebani tekan lentur.718 70488865 Nmm 7.Asl 1180. gaya geser horisontal pad a titik tumpuan balok sampai pada titik dimana rnomen positif mencapai maksimum (M+ maks.85f~Ac = 3258276 N i .~ 22 dari 29 .

30965 mm2 880 mm2 1600 mm2 880 mm2 133563.278 mm2 1824 mm2 • d As' As1 As2 As3 Ac As = = = = = = = = 23 dari 29 .5 Mpa 660 mm 248 mm 1005.019 Mpa fy f 12 data material CSP: fy1 fy2 fy3 Es1 Es2 Es3 data penampang: b = = = 210000 210000 Mpa Mpa = = = = = = 240 Mpa 240 Mpa 240 Mpa 166666.dimana fc' adalah kuat tekan beton (Mpa) Ac adalah luas slab beton dengan lebar efektif (mm2) As adalah luas penampang melintang baja (mm2) L:Qn Fy adalah tegangan leleh minimum (Mpa) adalah jumlah tegangan nominal dari shear connector pada tumpuan sampai momen positif maksimum. Es 300 Mpa. 60mm 660 GAMBAR 9 PENAMPANG PELA T DENGAN SHEAR CONNECTOR diketahui: data material beton: fc' Ec data material tulangan: fy 016 = 300 Mpa. Es = = 28.7 Mpa 25179.5 Mpa 135135.1 Mpa 196678.

0619 mm2 = 91000 O. baut N dan Asc.5Asc~ f~Ec 85459.6 N (OK) banyaknya baut yang diperlukan = 5.12243 dan tumpuan sampai momen maksimum lapangan (yaitu jarak 850 mm 165.* Kekuatan Dari Shear Connector Tegangan nominal satu stud shear connector yang ditanam pada slab beton adalah sbb: Qn = O. diambil [arak shear connector 200 mm = = = 24 dari 29 .47 N dan AscFu 18296635. 201.5Asc~ f~Ec dimana s AscFu Ase adalah luas penampang melintang sebuah shear connector (mm2) fe' adalah kuat tekan beton (Mpa) Fu adalah tegangan tank minimum sebuah shear connector (Mpa) Ee adalah modulus elastisitas beton (Mpa) asumsi shear connector berupa baut M16 A325 dengan kuat tank min.936931 mm.

3 em R= 1.3 em 5 em 20 em 5 em Benda Uji CSP Gambar 2 Bentuk profil untuk pengujian kuat tarik CSP Benda Uji Tulanean Dl!lIgan DiametlS' 12 ~.1..--m ~< W 20 em I 116mm 5 em ~ Benda Uji Tulangan Dengan Diameter 19 I 5 em lIJ 20 em Benda Uji Tulangan Dl!lIgan DiametlS' 16 Gambar 3 Bentuk profil untuk pengujian kuat tarik tulangan beton 25 dari 29 .-~.1 116 mm 5 em ~ ~.1 m_m __ < ll.---' 5 em _l~12 1.Lampiran C (informatif) Sketsa Gambar Benda Uji Laboratorium Gambar 1 Bagian-bagian dari CSP yang diambil untuk pengujian tarik CSP R= 1..--~ ~!12 m=..

445 3881.75 271.25 483.1 5.15 6. Sam pel 1A 2A 3A 18 28 38 1C 2C 3C Lawai Lebar (em) (em) 4.8 24.097 78.789 3382.007 113.789 3992.768 3937.789 3382.007 113.2208 1.81 349.240 0.5 78.92 3.35 7.00 I~-' ~ 2 3 4 5 6 7 8 9 19 19 19 16 16 16 I 12 12 12 200 200 200 200 200 200 200 200 200 001.0 24.38 :m.225 0. 14 dan 28 hari Jenis 81 22 22 22 22.8032 1.007 '113.60 346.007 113.1 4.3 5.445 Reg.5 78.48 3.N'om-) 355. (mm) 0.6 279.22 269.26 4fJ1.2 21.2 6.0 3.219 3327.6 19.8032 1.3 30.067 0. LeIeh fy.8 24.3 6 6.3 6.517 3909.12 0.762 3493.8032 1.7 4. (kg/cm2) 7 hari 245.46 0.001872 I 233 Tabel 3 Hasil Pengujian Kuat Tekar.51 381.92 Tebal (em) 0.5 78.28 28 hari 350.8032 1.51 483.92 3. 1\Vrmf) 485.58 350.75 14 hari 280.Nus fJ:x.46 0.2 Slump (mm) 80 85"" 100 100 50 60 Luas (cm2) 78.1 5.5 26.46 0.82 7.25 308.92 3.2 14 hari 22.5 20 20 20 20 20 20 20 20 0.2 22. 2 Hasll pengujian kuat tarik tu!angan beton Luas (rmt) 113.11 489.3 4.97 269.PMeJ (nm) Beret (gran) [la ai:lU: 12 12 12 12 12 12 10 10 10 I1g.8 24.46 0.007 113.789 2883.06 280.0 435.46 Hasil pengujian kuat tarik CSP Pleleh Pputus Luas (em2) 0.6 5.0 ZIT.61 :m. rata2 (nm) (nm) ([y.22 236.6 5.33 494.32 337.9 4.5 27.46 0.200.540 78.0 21.12 484.2 24.230 0.92 3. label f\b.2 (ton) 28 hari 27.418 3493.188 3493.54 385.8032 1.6 4.8032 1. 0.95 320.240 0.5 78.1 2.716 3965.001747 291.2 25.4 24.5 78.05 7.210 0..28 0.260 0.8 442.540 8eba1Le1eh BebanPl1us (ten) (ten) aa (nm) AQ.3 18.220 0.73 393.92 3.8 6.7 3.8032 1.Lampiran 0 (informatif) Tabel Hasil Pengujian Laboratorium label1 No.4 3.Zl l'_eg.92 3. rata2 (fpu.35 Ca Camp 5 Camp 6 26 dari 29 .001459 i I zg 374.49 0.173 3493.1 7 6.60 294.902 3937.4 4.61 259.1 22.988 3521.2 279. Beton Umur 7.540 78.81 349.3 7.1 22.0 235 238 239 243 245 241 239 346.8032 (t) (t) L akhlr (em) 4.J.0 4.0 3.92 3.35 388.5 24.2 24 24.3 21.875 2939.31 245.6 fy (kg/em2) 3623.3 Kuat Tekan Betor.4 433.1 0.6 4.2 7.5 30.33 499.AAhir Teg.4 21.46 0.875 fy (putus) 3713.32 385.5 001.8 3.28 310.5 30.3 6.46 0.0 3.5 Berat Kering (gram) 7 hari 3662 3683 3670 3688 3688 3670 14 hari 365Q 3700 3667 3715 3681 3683 28 hari 3660 3697 3671 3702 36851 3680 Gaya Tekan 7 hari 19.26 400.13 494.83 308.4 24.25 270.1 603.46 0.

Polisi Timb.S 66 63 70 Total (kN) 343. -:.S 65 67 67.S 34.25 1 2 1 2 1 2 .5 37 40 42.S 47 Ki (kN) 37 37.S 71 65 i 73.5 353 350. No.6 72.5 334.Tabel 4 Dimensi Truk 1.-.75 356..•. Polisi BG4065AP BG4728AL BG 4963 AL L1 L2 L3 L4 pa LB TB BD Tabel 5 Berat Truk 1.5 33 34.5 343. 27 dari 29 .5 67.5 357.22 No. ~.5 3 Ki (kN) 68 72.5 73 74.S 67 72 71 2 Ka Ki (kN) (kN) 62.S 34 Ka (kN) 71 75.5 362 Ratarata 350.S 74.S 62.5 67. 1 2 3 BG 4065 AP BG4728AL BG 4963 AL I I 1 Ka (kN) 32 32.22 No 1 2 3 No..

. Ir. Nana Sumarna. Retno Setiati.Lampiran E (informatif) Daftar nama dan lembaga 1) Pemrakarsa Pusat Penelitian dan Pengembangan Prasarana Transportasi. Pengembangan ex. Badan Penelitian dan 2) Penyusun Nama Setyo Hardono. MT. Instansi Puslitbang Prasarana Transportasi Puslitbang Prasarana Transportasi Puslitbang Prasarana Transportasi 28 dari 29 . MT. MM. Departemen Kimpraswil. ST. ST... N.

P. "Bridge Design". Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 29 dari 29 .. Japan International Cooperation Agency. Geser for Ivan M. Volume 1 & 2. Gajanan M. Bagian 2 Beban Jembatan".. Hsu. Blackwell . 4. "Composite Structures of Steel and Concrete". 2002 Highway Engineering. Factor British Standards Institution. Van Nostrand Reinhold Company. Viest.. "Metric Load and Resistance Design Specification for Structural Steel Buildings". McGraw Hill. "Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan. Inc. Thomas T. American Institute of Steel Construction."Composite Construction Design Johson. 3. 6. 1977. 9. 7. 1993. 2. Irawan. 1994 10. Puslitbang Prasarana Transportasi. Setyo. Concrete and Composite Bridge". Laporan Penelitian... C. Tesis Magister. 8. 1979.Bibliografi 1... Hardono.. 1994. London-Tokyo. Joseph P. CRC Press Boca Raton Ann Arbor. Kimpraswil. "Steel. 1988.Scientific Publications. All. "Unified Theory of Reinforced Concrete". "Handbook of Composite Construction Engineering". Colaco. "Pengkajian Kerusakan Lantai Jembatan Rangka Baja Sistem Corrugated Steel Plate". "Studi Perilaku Balok Komposit Kayu-Beton dengan Penghubung Baja Palos Akibat Pembebanan Lentur Statis". Buildings". 2nd edition. 2001. 5. ITS. R. Sabnis. et. R. Dep. SMS 1992. 1997.

Tetapi apabila struktur tersebut tidak bekerja sebagai komposit. maka dapat dipastikan bahwa corrugated tersebut hanya berfungsi sebagai bekisting saja. Sehingga pemakaian CSP untuk lantai jembatan diperlukan adanya modifikasi tulangan dan penempatan penghubung geser pad a CSP untuk menjamin bahwa lantai mampu menerima beban Ialu lintas. Hasil pengujian di laboratirum menunjukkan CSP tidak bekerja secara komposit penuh. pelat baja (CSP) tersebut berfungsi sebagai tulangan yang dapat memikul tegangan tarik. Namun pad a kenyataannya. Penempatan penghubung geser dan modifikasi tulangan pada CSP telah meningkatkan kapasitas pelat.r lao = Shear conne c tor menoccockon tulongon poles ¢ 12 Gambar Pemasangan Shear Connector besi tulangan pad a CSP . Oleh karena itu dilakukan penelitian skala laboratorium untuk mempelajari perilaku CSP dengan beton. Dalam sisiem komposit.Perencanaan lantai jembatan rangka baja dengan . Ringkasan Sistem lantai jembatan dengan menggunakan corrugated steel plate (CSP) banyak digunakan pad a dekade ini. sistem lantai jembatan pad a jembatan rangka baja yang dipabrikasi padatahun 1995 ke atas dapat dijumpai pada banyak tempat seperti di Jalur Pantura. banyak lantai jembatan ._. menggunakan corrugated steel plate (CSP) Ruang lingkup Pedoman ini membahas masalah perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP). SH AR COf~£CTOR Cot oton : \. rangka baja dengan sistem CSP mengalami kerusakan dini. Sistem jembatan yang menggunakan CSP ini merupakan sistem komposit apabila struktur pelat beton dengan baja bekerja secara bersamaan dan merupakan satu kesatuan. Di Indonesia.