P. 1
JURNALISME DAKWAH - HUSEIN

JURNALISME DAKWAH - HUSEIN

|Views: 108|Likes:
Published by Grosir Hijab Wundt

More info:

Published by: Grosir Hijab Wundt on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2012

pdf

text

original

JURNALISME DAKWAH

syadah Uncategorized December 6, 2011 JURNALISME DAKWAH

―Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.‖ (QS Ali Imran : 104) Ada dua metode yang sering digunakan untuk berdakwah. Pertama, berdakwah dengan lisan (bil lisan) seperti berceramah, pengajian dan sebagainya. Kedua, dengan tulisan (bil qalam) atau disebut juga dengan dakwah bittadwin. Berdakwah dengan tulisan ini bisa melalui surat kabar, majalah, buletin atau brosur. Dakwah bil qalam sekarang bisa juga lewat media elektronika seperti internet, email dan lainnya.

Jurnalisme dakwah adalah jurnalis yang bergerak dibidang informasi dan teknonologi dalam kegiatasn penerbitan tulisan yang mengabdikan diri kepada nilai agama Islam. Wartawan sebagai sosok juru dakwah di bidang pers yakni mengembangkan dakwah bil qolam. Ia menjadi kholifah Allah di dunia media massa dengan memperjuangkan tegaknya nilai-nilai norma, etika dan syariat islam. Sedangkan jurnalistik dakwah masih belum banyak diminati baik di kalangan pes maupun mereka yang menekuni bidang informasi. Para jurnalis muda juga tidak tertarik dengan bidang jurnalistik dakwah ini. Di kalangan masyarakat pers bidang jurnalistik dakwah memang belum populer. Mediamedia yang muncul di era informasi ini lebih tertarik dengan bidang politik dan hiburan yang berorientasi pada komersial. Para jurnalis muda terutama yang bekerja di televisi swasta lebih suka dengan bidang jurnalistik infotaimen ketimbang jurnalistik dakwah. Namun dalam tiga tahun terakhir ini muncul beberapa penerbitan seperti tabloid, majalah dan buletin yang bernuansa islami. Sehingga para wartawan atau penulis yang bergabung dengan media-media tersebut harus menekuni bidang jurnalistik dakwah. Cara memperoleh berita juga sama dengan cara yang dilakukan oleh seorang wartawan yang bertanggung jawab dan profesional. Bedanya, seorang yang memilih profesi di bidang jurnalistik dakwah harus memahami agama Islam. Paling tidak ia harus memiliki buku-buku referensi tentang Islam. Para wartawan yang disebut juga sebagai penyambung lidah masyarakat dituntut untuk memiliki sifat-sifat kenabian yakni shidiq, amanah, tabligh, fathonah. Setidaknya ada lima peran media dakwah, baik di lingkungan kampus maupun nonkampus atau keduanya: 1. Sebagai Pendidik (Muaddib), yaitu melaksanakan fungsi edukasi yang Islami 2. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid). Setidaknya ada tiga hal yang harus diluruskan oleh para jurnalis Muslim. Pertama, informasi tentang ajaran dan umat Islam. Kedua, informasi tentang karya-karya atau prestasi umat Islam. Ketiga, lebih dari itu jurnalis Muslim dituntut mampu menggali –melakukan investigative reporting– tentang kondisi umat Islam di berbagai penjuru dunia 3. Sebagai Pembaharu (Mujaddid), yakni penyebar paham pembaharuan akan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam (reformisme Islam)

Kita harus berupaya menjadikan jurnalistik Islami sebagai ―ideologi‖ para jurnalis Muslim. . Insya Allah. mungkin tinggal ―poles‖ soal bahasa jurnalistiknya. yaitu harus mampu menjadi jembatan yang mempersatukan umat Islam 5. Sebagaimana saya ―kupas tuntas‖ dalam buku Jurnalistik Dakwah: Visi Misi Dakwah Bil Qolam (Rosdakarya Bandung. dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai Islam. Sebagai Pejuang (Mujahid). jurnalistik Islami ini menjadi ―ideologi jurnalistik‖ jajaran redaksi dan manajemen warnaislam. Romli Jurnalistik Islami merupakan salah satu jawaban terhadap berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam. 2003). yaitu pejuang-pembela Islam.umy. ―Ideologi‖ jurnalistik Islam akan mendorong munculnya ghirah.4.com ini. semangat. serta berbagai pandangan dengan perspektif ajaran Islam‖. juga menyosialisasikan nilai-nilai Islam. sekaligus mengcounter dan mem-filter derasnya arus informasi jahili dari kaum anti-Islam. jurnalistik Islami dapat dimaknakan sebagai ―suatu proses meliput.ac. membela kepentingan Islam dan umatnya. mengolah. khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam kepada khalayak.id/aufklarung/2011/12/06/jurnalisme-dakwah/ Karakter Jurnalistik Islami & Jurnalis Muslim Posted on Sep 20 2010 by romeltea Oleh ASM. http://blog. Sebagai Pemersatu (Muwahid).

karena ia kemungkinan terbawa arus dan terkena kebijakan redaksional yang tidak committed akan nilai-nilai Islam. ia pun dituntut memiliki sifat-sifat kenabian. dan etika Islam. Jadi. Jurnalistik Islami mengemban misi ‗amar ma‘ruf nahyi munkar (Q.S. . Karena jurnalistik Islami adalah jurnalistik dakwah. agar berperilaku sesuai dengan ajaran Islam. maka jurnalis Muslim laksana ―penyambung lidah‖ para nabi dan ulama. Jurnalistik Islami bisa dikatakan sebagai crusade journalism. yakni nilai-nilai Islam. Jurnalistik Islami harus mampu mempengaruhi khalayak agar menjauhi kemaksiatan. Shidiq artinya benar.nilai Islam‖. jurnalistik Islami adalah upaya dakwah Islamiyah juga. mendukung kemunkaran. norma. Standar kebenarannya tentu saja kesesuaian dengan ajaran Islam (al-Quran dan as-Sunnah). Tabligh. Karena jurudakwah menebarkan kebenaran Ilahi. Karena dakwah memang merupakan kewajiban melekat dalam diri setiap Muslim. dan sebagainya. Karena jurnalistik Islami bermisi ‗amar ma‘ruf nahyi munkar. yakni mengemban da‘wah bil qolam (dakwah melalui tulisan). Karena itu. Amanah artinya terpercaya. memanipulasi atau mendistorsi fakta. menjauhkan promosi kemaksiatan. termasuk membaca apa yang diperlukan umat. karenanya tidak boleh berdusta. jika ia bekerja pada media massa non-Islam. Jurnalis Muslim dituntut mampu menganalisis dan membaca situasi. seperti fitnah. setiap jurnalis (wartawan) Muslim berkewajiban menjadikan jurnalistik Islami sebagai ―ideologi‖ dalam profesinya. tidak menyembunyikannya. seperti Shidiq. dan menawarkan solusi Islami atas setiap masalah. pemutarbalikkan fakta. Jurnalis Muslim adalah sosok jurudakwah (da‘i) di bidang pers.Dapat juga jurnalistik Islam dimaknakan sebagai ―proses pemberitaan atau pelaporan tentang berbagai hal yang sarat dengan muatan dan sosialisasi nilai. atau hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Sedangkan fathonah artinya cerdas dan berwawasan luas. atau media yang jauh dari misi Islami. yakni menginformasikan yang benar saja dan membela serta menegakkan kebenaran itu. Jurnalis Muslim memang akan sulit mengemban misinya atau mematuhi ―ideologi jurnalistik Islami‖-nya. Ia berpesan (memberikan message) dan berusaha keras untuk mempengaruhi komunikan/khalayak. dan sebagainya. Tabligh artinya menyampaikan. dan Fathonah. yaitu jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu. Jurnalistik Islami tentu saja menghindari gambar-gambar ataupun ungkapan-ungkapan pornografis. Amanah. perilaku destruktif. berita bohong. Baik jurnalis Muslim yang bekerja pada media massa umum maupun –apalagi– pada media massa Islam. dapat dipercaya. Ia adalah jurnalis yang terikat dengan nilai-nilai. 3:104). yakni menginformasikan kebenaran. maka ciri khas jurnalistik Islami adalah menyebarluaskan informasi tentang perintah dan larangan Allah SWT.

Melalui media massa. Ketiga. peran kelima ini.Jurnalis Muslim bukan saja para wartawan yang bergama Islam dan comitted dengan ajaran agamanya. 3. Jurnalis Muslim hendaknya menjadi ―jurubicara‖ para pembaharu. ulama. Oleh karena itu. mubalig. yaitu harus mampu menjadi jembatan yang mempersatukan umat Islam. kode etik jurnalistik yang berupa impartiality (tidak memihak pada golongan tertentu dan menyajikan dua sisi dari setiap informasi atau both side information) harus ditegakkan. Ia harus lebih menguasai ajaran Islam daru rata-rata khalayak pembaca. mempromosikan citra Islam yang positif dan rahmatan lil‘alamin.com/opini/karakter-jurnalistik-islami-jurnalis-muslim . ia mendidik umat Islam agar melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. (www. informasi tentang ajaran dan umat Islam. menyemarakkan syiar Islam. jurnalis Muslim dituntut berusaha mengikis fobi Islam (Islamophobia) yang merupakan produk propaganda pers Barat yang anti-Islam. Sebagai Pejuang (Mujahid). berat sebelah) dan distorsif. Pertama. sebenarnya ―menyimpulkan keempat peran sebelumnya‖. Setidaknya ada lima peranan jurnalis Muslim. juga melindungi umat dari pengaruh buruk media massa non-Islami yang antiIslam. Di sini.* http://baticnews. yaitu pejuang-pembela Islam. yaitu melaksanakan fungsi edukasi yang Islami. 5. 2. Jalaluddin Rakhmat—―baik secara ideal maupun komersial tidaklah menguntungkan‖. Sebagai Pembaharu (Mujaddid). dan menerapkannya dalam segala aspek kehidupan umat. 4. Sebagai Pendidik (Muaddib). yaitu sebagai Mujahid. Peran Musaddid terasa relevansi dan urgensinya mengingat informasi tentang Islam dan umatnya yang datang dari pers Barat biasanya biased (menyimpang. jurnalis Muslim berusaha keras membentuk pendapat umum yang mendorong penegakkan nilai-nilai Islam. memurnikan pemahaman tentang Islam dan pengamalannya (membersihkannya dari bid‘ah. lebih dari itu jurnalis Muslim dituntut mampu menggali –melakukan investigative reporting– tentang kondisi umat Islam di berbagai penjuru dunia. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid). serta menanamkan ruhul jihad di kalangan umat. informasi tentang karya-karya atau prestasi umat Islam.com). tahayul. manipulatif.romeltea. Menurut Jalaluddin Rakhmat. Setidaknya ada tiga hal yang harus diluruskan oleh para jurnalis Muslim. yang menyerukan umat Islam memegang teguh al-Quran dan as-Sunnah. yakni penyebar paham pembaharuan akan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam (reformisme Islam). Kedua. dan isme-isme asing non-Islami). Lewat media massa. Sebagai Pemersatu (Muwahid). khurafat. Jurnalis Muslim harus membuang jauh-jauh sikap sektarian yang –mengutip panangan pakar komunikasi Dr. Ia memikul tugas mulia untuk mencegah umat Islam dari berperilaku yang menyimpang dari syariat Islam. dan umat Islam pada umumnya yang cakap menulis di media massa. alias penuh rekayasa untuk memojokkan Islam yang tidak disukainya. yaitu: 1. melainkan juga para cendekiawan Muslim.

Saya akan mulai dengan media Islam dulu. dua sebutan itu mungkin berarti sama saja.MEDIA ISLAM. ada segmen atau kategori yang dinamakan sebagai ”media Islam. Agar bisa disebut sebagai orang Islam. orang itu minimal harus sudah mengucapkan kalimat syahadat.” serta perbedaannya dengan media lain. yang membedakannya dengan berbagai media lain. DAN PERBEDAANNYA DENGAN MEDIA LAIN Oleh Satrio Arismunandar Dalam konstelasi media yang begitu luas sekarang. Hindu. perlu kejelasan apakah ada perbedaan antara media Islam dan media Islami. kajian akademis tentang ”media Islam” dan atau ”media Islami” ini belum cukup meluas.” atau ada juga yang menyebut ”media Islami. dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. media yang menyandang nama “media Islam” tentunya juga harus memiliki ciri atau syarat tertentu. alias tidak ada beda antara media Islam dan media Islami. Buddha. Sebelumnya. Bagi sebagian kalangan. Dengan analogi semacam itu. Kata “Islam” menunjukkan suatu identitas. . untuk memperjelas kategorisasi bagi pengkajian lebih lanjut. Tetapi saya akan mencoba membedakan makna antara keduanya. untuk membedakan satu dengan yang lain.” Sayangnya. dan seterusnya. MEDIA ISLAMI. Tulisan ini berupaya memberikan kategorisasi yang lebih jelas tentang apa itu ”media Islam” dan atau ”media Islami. mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah. Orang Islam jelas tidak sama dengan orang Kristen.

tidak semua iklan. asalkan semua itu dilandasi dengan niat dakwah. seni-budaya. sudah masuk unsur kreativitas pengelola media dalam mengemas misi dakwahnya. sosial-ekonomi. sampai topik yang terkait dengan ilmu pengetahuan. akan diterima.” media itu harus dimiliki oleh orang Islam. misalnya. Islam tidak mengenal prinsip ”tujuan menghalalkan cara. apapun yang dipilih. jika kepemilikannya bersifat kolektif (misalnya. Media Islam akan menolak mengiklankan semua hal yang secara jelas dan tegas diharamkan oleh Islam. Namun. Contohnya. dan aspek yang berkaitan dengan sisi keredaksian (editorial). bisa dilakukan dengan berbagai format media. Jadi. etika. menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam. mayoritas saham harus dimiliki oleh orang Islam. Perwujudan misi “dakwah” bisa sangat luas. Harus ada kriteria. Mulai dari topik yang spesifik berkaitan dengan agama. Misi mencerdaskan dan memajukan umat Islam. politik. iklan mana yang boleh atau tidak-boleh dimuat di media Islam. dalam menjalankan bisnis perusahaan media dan aktivitas keredaksian (editorial). ada juga yang menganggapnya makruh. misalnya. media Islam harus menerapkan aturan. hankam. Soal iklan rokok. sastra. teknologi. untuk bisa disebut sebagai “media Islam. media Islam tidak membabi buta dalam mencari keuntungan. Syarat ketiga. betapapun besar nilainya. dan sebagainya. Syarat ini sangat logis. tidak akan ada iklan minuman keras atau makanan yang mengandung daging babi di media Islam. Atau. memajukan dan mencerdaskan umat Islam. media Islam bebas menyajikan dan mengupas topik apa saja. dan nilai-nilai ajaran Islam. Jadi. dan lain-lain. Semua itu bisa dijadikan topik. Adanya misi dakwah ini bukan berarti media itu harus semata-mata diisi dengan kumpulan kotbah agama atau kutipan ayat kitab suci Al-Quran dan hadist Nabi.” Jika syarat kedua tadi berkaitan dengan niat (misi) dan tujuan ketika mendirikan media. Dalam aspek bisnis. maka syarat ketiga ini berkaitan dengan cara mencapai tujuan tersebut. jika media yang dimiliki orang beragama Yahudi disebut sebagai media Islam. Tentunya sangat absurd. Etika dan nilai-nilai Islam yang harus diterapkan di sini mencakup dua aspek: aspek bisnis dalam menjalankan usaha media. media itu sedikit banyak harus mengemban misi dakwah. Jangan sampai tenaga buruh diperas seenaknya dan diupah di bawah standar upah . Jadi. Di sini. saham perusahaan media bersangkutan sudah diperjualbelikan untuk umum di bursa efek). misi media Islam bukan semata-mata komersial. bukan cuma mengejar profit sebanyak-banyaknya. Media Islam juga harus menerapkan peraturan ketenagakerjaan yang adil dan manusiawi buat para buruhnya. ada yang tegas mengharamkan.Persyaratan Media Islam Syarat pertama. Syarat kedua. iklan rokok juga bukan sesuatu yang dianjurkan karena dampak negatifnya pada kesehatan. yakni misi mengagungkan agama Allah.

Sistem kerjanya juga harus memberi kesempatan karyawan untuk melaksanakan ibadah sholat. yang mengumbar aurat dianggap sahsah saja. kita kenal etika jurnalistik yang dikeluarkan organisasi profesi seperti AJI (Aliansi Jurnalis Independen). Nah. dan lain-lain. kebebasan yang luas dalam berkreasi melalui media. Jurnalis di mana-mana umumnya sangat mementingkan kebebasan pers. atau gabungan sejumlah organisasi profesi. kebebasan pers itu juga bisa menjurus ke wujud yang ekstrem. tentu pers hanya akan jadi alat penguasa. Penerbitan semacam Playboy dan Popular. Hal ini mereka lakukan di bawah payung ”kebebasan pers” dan ”kebebasan berekspresi. etika jurnalistik yang berlandaskan ajaran Islam tidak berbeda dengan etika jurnalistik yang dianut AJI. tiap warga negara dianggap bebas menerbitkan media apa saja. penyiaran kabar bohong. Pelayanan kepentingan publik. bukan kebebasan demi kebebasan itu sendiri. sejumlah media di Eropa Barat beberapa waktu lalu pernah memuat karikatur Nabi Muhammad SAW dalam format yang melecehkan. misalnya. Fungsi yang terakhir ini mencakup peran sebagai watchdog (anjing pengawas) terhadap penguasa. Terjadi kehebohan besar dan aksi protes massa di berbagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim. PWI. mendidik masyarakat. sebagai sarana dakwah dan wujud pengabdian kepada Allah SWT. Bagi media Islam. Namun. di mana media sering disebut sebagai pilar keempar sesudah eksekutif. Melainkan. legislatif. penyalahgunaan profesi jurnalis untuk memeras narasumber. pemberitaan yang tidak akurat. Kebebasan pers adalah prasyarat bagi terwujudnya fungsi media untuk memberi informasi. pengertian “kebebasan pers” dan “kebebasan berekspresi” bukanlah kebebasan yang liar semau-maunya. dan sebagainya. Kebebasan Pers Menurut Perspektif Islam Selanjutnya. media tidak bisa berperan dalam sistem demokrasi. Secara prinsip umum. Namun. terdapat persinggungan antara etika yang dilandasi ajaran Islam dan ”etika jurnalistik universal” yang dianut oleh berbagai media di dalam dan luar negeri. Etika jurnalistik yang dianut media Islam juga melarang pemberian suap. ada bedanya. Toh memang ada segmen pembaca tertentu yang menggemari dan selalu mengonsumsinya. PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). termasuk media yang mengeksploitasi seks. dalam hal-hal semacam inilah terdapat perbedaan antara media Islam dan media lain. menghibur. Tanpa kebebasan. dan yudikatif. Dalam penerapan “kebebasan pers yang universal” itu. Misalnya. yakni KEWI (Kode Etik Wartawan Indonesia). adalah bagian dari . dan IJTI. akibat pemuatan karikatur kontroversial ini. dan sebagainya sebagai bahan jualannya. kekerasan. dalam aspek keredaksian. dalam cara memandang kebebasan pers. dan melakukan kritik sosial. Di Indonesia. Jika tidak ada kebebasan pers. yang sudah jadi kredo jurnalisme universal.” yang dianggap sebagai bagian dari hak-hak asasi manusia.minimum yang layak. Contoh lain. praktik amplop buat jurnalis. IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia).

dan mengimplementasikan ajaran Islam pada seluruh aspek kehidupannya. makanan yang mengandung daging babi. Bisa dibilang. bisa jadi dia melakukan itu karena alasan kesehatan semata-mata (daging babi mengandung banyak lemak. misalnya. Misalnya. yang mempromosikan gaya hidup homoseksualitas. anjing. Misalnya.” maka barulah ia bisa disamakan dengan media Islam. Ciri-ciri itu lebih terlihat pada tampilan. Jadi. Media Islami Cukup jelas tentang media Islam. Orang itu bahkan rajin berpuasa Senin-Kamis. Kalau kata “Islam” menunjukkan identitas. ciri Islami ini mungkin tidak terwujud dalam seluruh aspek kehidupan. maka kata “Islami” menunjukkan suatu sifat atau ciri yang merujuk ke identitas “Islam. Namun. Sebaliknya. dalam upaya memberi kategorisasi yang lebih jelas.” Orang Islam yang sepenuhnya patuh. bahwa dalam aspek kebijakan pemasangan iklan dan aspek kebijakan redaksional. dan sebagainya). dan hal-hal lain yang diharamkan dalam Islam. cara berkata-kata. menjadi vegetarian. ada sebuah media yang menolak memasang iklan minuman keras. Dalam kasus orang yang pantang makan daging babi dan menenggak minuman beralkohol. sebaliknya. karena boleh jadi ciri ”Islami” itu hanya pada salah satu atau sebagian aspek saja. untuk . tunduk pada Allah dan Rasul-Nya. Kalau seluruh aspeknya sudah ”Islami. Banyak orang non-Muslim bahkan berpantang daging sama sekali. kita mungkin pernah bertemu orang yang pantang minum bir atau minuman beralkohol lain. media ”Islami” belum tentu bisa dikategorikan sebagai media Islam. Tetapi.” Orang Islam yang sepenuhnya melaksanakan ajaran Islam. Yaitu. Ia juga pantang makan daging babi. tidak ada ceritanya media Islam memuat konten yang cabul. sedangkan minuman beralkohol merusak ginjal). yang justru menjauhkan pembacanya dari ajaran Allah SWT. Jadi. karena pertimbangan kesehatan. media itu ”Islami. sampai cara memperlakukan suami/istri. yang melecehkan Nabi Muhammad SAW atau keluarganya. Dengan analogi tersebut. Tetapi orang itu ternyata sangat kikir. karena tidak dimiliki oleh orang Islam. Karena. seks bebas. dan semua makanan yang jelas dan tegas diharamkan dalam Islam. tetapi tampilan tidak selalu mencerminkan esensi. cara memimpin. niatnya sekadar mengikuti instruksi dokter. ciri-ciri itu terlihat mulai dari caranya bergaul dengan tetangga. Dalam pemberitaannya juga menolak mempromosikan hal-hal yang terlarang dalam Islam (pornografi. perilakunya terhadap makanan terkesan “Islami. gaya hidup homoseksual. kini kita membahas media Islami.” Tetapi media ”Islami” itu bukan media Islam. pada permukaan. tidak pernah mau berzakat atau berinfaq pada fakir miskin. dan lain-lain.” tetapi perilaku kikirnya jelas “tidak Islami. pastilah akan menunjukkan ciri-ciri Islami dalam seluruh cara hidupnya. bukan karena untuk mematuhi ajaran Islam. bisa jadi “ciri Islami” itu tidak berangkat dari ajaran Islam sebagai landasannya. orang yang menunjukkan ciri Islami tidak otomatis berarti orang itu adalah orang Islam. akan menunjukkan ciri-ciri Islami. Jadi. Demikianlah sekadar sumbangan saya. dapat dikatakan bahwa media Islam itu identik atau seharusnya identik dengan media Islami.pengabdian kepada Allah SWT.

Minggu. Depok. media Islami. 28 November 2010 Blog: http://satrioarismunandar6. November 2010 * Satrio Arismunandar adalah Produser Eksekutif di Divisi News Trans TV.membedakan antara media Islam. dosen Ilmu Komunikasi di FISIP UI dan President University.blogspot. dan saat ini sedang menempuh studi S-3 Ilmu Filsafat di FIB UI. Semoga kategorisasi ini bisa bermanfaat bagi pengkajian akademis lebih lanjut tentang media Islam.com E-mail: satrioarismunandar@yahoo. dan media lainnya.com HP : 0819 0819 9163 . Ini adalah makalah yang dipresentasikan dalam training di Majalah sabili.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->