P. 1
LP PJB

LP PJB

|Views: 176|Likes:
Published by indahwahyuningsih

More info:

Published by: indahwahyuningsih on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2014

pdf

text

original

PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda. Faktor Predisposisi Penyakit Jantung Bawaan Faktor Prenatal :

Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella. Infeksi rubella terutama bila mengenai pada kehamilan trisemester pertama akan mengakibatkan insidenkelainan jantung bawaan dan risiko untuk mendapat kelainan sekitar 35 % dengan jenis Patent Ductus Arteriosus,Pulmonary Valve Stenosis, Septal Deffect ).

Ibu alkoholisme. Alkohol. Disebut sebagai alkoholik adalah meminum alkohol sebanyak 45 ml per hari dan dikatakan tidak ada kadar yang aman untuk ibu hamil, ibu yang alkoholik mempunyai insiden 3,3 per 1000 kelahiran mendapatkan bayi yang tidak normal (fetal alcoholic syndrome) dan untuk insiden kelaianan jantung bawaan sekitar 30 % dengan jenis septal deffect.

 

Umur ibu lebih dari 40 tahun. Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin. Bayi yang dilahirkan dari seorang ibu yang menderita penyakit kencing manis mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mendapat kelainan jantung bawaan terutama yang kadar gulanya tidak terkontrol dengan angka kejadian 5 %, Kelainan jantung bawaan yang tersering pada ibu yang menderita kencing manis adalah Ventricle Septal Deffect, Aortic Coartation, Complete Transpotition. Di negara maju pada ibu ibu dengan penyakit kencing manis direkomendasikan untuk dilakukan fetal echocardiography.

Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu. Insiden kelainan jantung bawaan akan meningkat dan sekitar 15.4 % akan didapatkan bayi dengan kelainan jantung dan muskuloskletal. Obat-obatan yang lain seperti diazepam, corticosteroid, phenothiazine, juga coccain dapat meningkatkan insiden terjadinya kelainan jantung bawaan.

Faktor Genetik :  Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan. Terdapat defek / lesi/lubang sehingga terjadi aliran pirau dari kiri ke kanan (dari darah yang penuh oksigen ke dalam darah yang kurang oksigen) Bila tekanan paru mulai akan menurun maka aliran pirau dari kiri ke kanan pun akan meningkat. juga bila dalam silsilah keluarga ada yang mendapat kelainan jantung bawaan maka kemungkinan mendapat kelainan sekitar 4%. apabila defek/lubangnya cukup besar dan tidak diobati maka akan terjadi kerusakan paru-paru yang menetap akibat aliran paru yang berlebih dalam waktu yang lama dan besar menyebabkan tekanan paru-paru meningkat dan melebihi tekanan jantung sebelah kiri hingga pada saat itu aliran piraunya tidak lagi kiri ke kanan tetapi sudah dari kanan ke kiri (dari darah kurang oksigen ke darah yang banyak oksigen) sehingga si anak terlihat biru (eisenmenger).    Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan.Gagal tumbung kembang .Gagal jantung Dalam perjalanan penyakit ini. Gejala-gejala : . beberapa peneliti mengatakan bila ada anak yang menderita kelainan jantung bawaan maka saudara kandungnya mempunyai kemungkinan mendapat kelainan jantng bawaan 3%. Kelainan kromosom seperti Sindrom Down. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain. . Penyakit Jantung Bawaan non sianotik Ada 2 kelompok besar yaitu: a.Sesak nafas .Infeksi paru berulang . KLASIFIKASI PJB dapat dibagi atas dua golongan besar yaitu: 1. sehingga aliran darah yang ke paru akan berlebih. besar dan letaknya defek atau lubang tersebut. dari yang ringan sampai yang berat semua tergantung dari tekanan paru.Kesulitan minum susu . Keluhanpun demikian pada jenis kelainan jantung seperti ini keluhan mulai dari yang tidak bergejala sampai yang bergejala.

tetapi secara fungsional menutup pada 24 jam pertama setelah kelahiran. Bayi premature lebih banyak yang menderita PDA. . PDA yang tidak menutup dalam tiga bulan pertama. 15% diantaranya dapat menutup dalam 3 bulan pertama. maka pembuluh darah ini tidak menutup secara sempurna setelah bayi lahir. tipis kemungkinannya dapat menutup dikemudian hari. aktivitas terbatas. sedangkan secara anatomic menutup dalam 4 minggu pertama. kegagalan jantung kanan serta distrimia supraventrikuler dapat pula terjadi pada stadium lanjut. Manifestasi klinis yaitu sesak napas. Keluhan yang dapat ditemukan yaitu kelemahan dan sesak napas ditemukan pada usia dewasa muda. Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering disamarkan oleh masalahmasalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas). Olehkarena suatu hal.5:1. dan defek septum atrium primum. PDA sering ditemukan pada neonatus. dan napas pendek  Duktus arteriosus paten (patent ductus arteriosus/PDA) Kondisi ini merupakan suatu keadaan adanya pembuluh darah yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal. resistensi pulmo. dan radiasi  VSD kecil VSD kecil tanpa aliran darah pintas dan gangguan hemodinamika yang berarti tekanan arteri pulmonal pada VSD kecil normal dan memperlihatkan perbandingan aliran pulmoner dengan aliran sistemis <1. tumbuh kembang terhambat. pucat.Penyakit jantung bawaan non sianotik dengan aliran pirau dari kiri ke kanan. Terdapat 3 bentuk anatomis yaitu: Defek sinus venosus. yaitu:  Defek septum atrium (atrial septal defect/ASD) Keadaan dimana adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan atrium kanan dan atrium kiri. obat-obatan. mudah batuk. defek fosa ovalis ASD/tipe atrium sekundum. Pada masa janin.  VSD sedang VSD sedang dengan kelainan vascular paru obstruktif dan sianosis  VSD besar VSD besar disertai dengan stenosis pulmoner sulit dibedakan dengan tetralogi Fallot. Duktus arteriosus ini normal pada saat bayi dalam kandungan. Tekanan dijantung kanan identik dengan tekanan di jantung kiri. pilek.Faktor predisposisi yaitu ibu hamil terkena virus.  Defek septum ventrikel (ventricular septal defect/VSD) Masalah ini merupakan suatu keadaan adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan ventrikel kanan dan ventrikel kiri.

Bising sistolik kasar di interkostal II kiri. Dapat dilakukan tindakan medis yaitu pelebaran katup dengan ballon pulmonary valvulotomy atau pembedahan  Koarktasio aorta (coarctatio aorta/CA) Merupakan suatu defek penyempitan katup aorta setempat bisa preduktal. dispnea. Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg)          Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170). juksta-duktus. yaitu: a. dan lama kelamaan akan terjadi hipertrofi ventrikel kanan. dan disfungsi serebral. Infundibuler (Subvalvular) c. . Infeksi saluran nafas berulang. Supravalvular (peripheral pulmonary artery stenosis atau coarctatio aorta) Ketiga jenis stenosis pulmoner akan muncul dengan bising sistolik di daerah garis sterna kiri atas. Gangguan hemodinamika oleh karena adanya obstruksi. angina. maka aliran darah ke paru-paru berkurang. sinkop. kemudian menetap. yaitu:  Stenosis pulmoner (pulmonary stenosis/PS) Defek dengan adanya penyempitan atau obstruksi pada muara arteri pulmonalis. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik. Bunyi jantung II terdengar seperti melebar terutama di daerah pinggir sternum. bayi dengan PDA lebih besar dapat menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif (CHF)   Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung Machinery mur-mur persisten (sistolik. Stenosis pulmoner terdapat beberapa bentuk. Sering terjadi penebalan tricuspid atau bicuspid b. ujung jari hiperemik Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal. atau post-duktus. mudah lelah Apnea Tachypnea Nasal flaring Retraksi dada Hipoksemia Peningkatan kebutuhan ventilator (sehubungan dengan masalah paru) Terdapat lesi obstruktif di jantung kanan atau kiri tanpa aliran pirau.Tanda-tanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 – 6 jam sesudah lahir. obstruksi semakin berat. Keluhan yang terjadi biasanya menimbulkan cepat lelah. paling nyata terdengar di tepi sternum kiri atas)  Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat. Valvular.

spell hipoksia. overriding aorta.Gambaran Klinis Hipertensi bagian atas tubuh. sulit minum susu. spell hipoksia (gelisah lemas. bertambah biru. Aliran darah ke paru kurang (oligemic lung) Kelainan ini terdapat hambatan aliran ke pembuluh darah paru dan juga terdapat lesi atau lubang antara bilik atau serambi. akan men  Stenosis aorta (AS) 2. Tetralogi fallot (TF) adalah kelainan jantung dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal meliputi defek septum ventrikel. makin lama makin berat. Penyakit ini merupakan kombinasi dari 4 macam kelainan yaitu : VSD.  Anak anak: biru. Pada kelainan ini bisanya memberikan gejala:  Bayi: biru. penyebab penyakit jantung bawaa tidak diketahui secara pasti. sehingga darah kurang oksigen akan bercampur ke darah kaya oksigen. Stenosis pulmonal bersifat progresif . Etiologi Tetralogi of Fallot Pada sebagian besar kasus. Stenosis pulmonalis. dan hipertrofi ventrikel kanan. Karena ada hambatan ke pembuluh darah paru maka darah dari bilik kanan tidak dapat ke paru dengan baik sehingga bilik kanan akan meningkat tekanannya tetapi karena terdapat lesi atau lubang pada sekatnya maka darah dari bilik kanan akan mengalir ke bilik kiri dan kemudian ke pembuluh darah aorta. Penyakit jantung bawaan sianotik Terdapat 2 kelompok besar yaitu: a. diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen. stenosis pulmonal. overriding aorta. kesadaran menurun bahkan sampai kejang). hipertensi. squatting (anak akan jongkok bila capek) Tetralogi Of Fallot ini adalah kelainan jantung bawaan biru dengan aliran paru yang berkurang yang paling sering terjadi. penyakit jantung atau kelainan bawaan . dan penebalan dari bilik kanan. Faktor –faktor tersebut antara lain : Faktor endogen • Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom • Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan • Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus. Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat.

(thalidmide.penurunan ukuran arteri pulmonalis & penurunan aliran darah ke paruparu  Kateterisasi Diperlukan sebelum tindakan pembedahan untuk mengetahui defek septum ventrikel multiple.pasien dengan Hn dan Ht normal atau rendah mungkin menderita defisiensi besi.dextroamphetamine. . Diperkirakan lebih dari 90% kasus penyebab adaah multifaktor. overriding aorta dengan dilatasi ventrikel kanan. oleh karena pada minggu ke delapan kehamilan pembentukan jantung janin sudah selesai.  Radiologis Sinar X pada thoraks menunjukkan penurunan aliran darah pulmonal. Tampak pula hipertrofi ventrikel kanan. Mendeteksi adanya penurunan saturasi oksigen. Pada umumnya hemoglobin dipertahankan 16-18 gr/dl dan hematokrit antara 50-65 %. Pemeriksaan diagnostik  Pemeriksaan laboratorium Ditemukan adanya peningkatan hemoglobin dan hematokrit (Ht) akibat saturasi oksigen yang rendah. dengan tekanan pulmonalis normal atau rendah. pajanan terhadap faktor penyebab harus ada sebelum akhir bulan kedua kehamilan.minum obatobatan tanpa resep dokter. mendeteksi kelainan arteri koronari dan mendeteksi stenosis pulmonal perifer. penurunan tekanan parsial oksigen (PO2) dan penurunan PH. jamu) • Ibu menderita penyakit infeksi : rubella • Pajanan terhadap sinar –X Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen tersebut jarang terpisah menyebabkan penyakit jantung bawaan.amethopterin. peningkatan tekanan ventrikel kanan. gambaran khas jantung tampak apeks jantung terangkat sehingga seperti sepatu. Apapun sebabnya.Faktor eksogen • Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik. tidak ada pembesaran jantung . Pada anak besar dijumpai P pulmonal  Ekokardiografi Memperlihatkan dilatasi aorta.  Elektrokardiogram Pada EKG sumbu QRS hampir selalu berdeviasi ke kanan.aminopterin. Nilai BGA menunjukkan peningkatan tekanan partial karbondioksida (PCO2).

Ventrikel kiri secara morfologis berada di kanan. Hubungan atrium dengan ventrikel tidak normal. keringat malam hari) Tanda: Takikardia. kondisi congenital (kerusakan atrial-septal.Sering infeksi paru . Aliran darah ke paru berlebih (plethoric lung) misalnya: Transposisi pembuluh darah besar (transposition of the great arteries/TGAs) Dimana pada kelainan ini darah kotor bercampur darah bersih sehingga aliran ke paru berlebih.Gagal tumbuh kembang . KONSEP KEPERAWATAN A.Gagal jantung . TGA koreksi (Ventrikel pindah). nadi carotid:lambat dengan volume nadi kecil (SA). Ventrikel berada pada posisi normal dan berhubungan dengan atrium normal.Hipertensi pulmonal Pada penyakit ini aorta berasal dari bilik kanan dan menerima darah kotor (biru) sementara arteri pulmonalis berasal dari bilik kiri dan menerima darah bersih (merah). pusing. rasa berdenyut. batuk. Posisi ventrikel terbalik yakni ventrikel kanan morfologis berada di kiri. nokturia. Getaran . kelelahan. TGA lengkap atau transposisi dekstra (Pembuluh pindah). yaitu: 1. endokarditis bacterial subakut. dan biasanya memberikan gejala: . Gambaran anatomis terdiri atas dua macam.b. ganggauan pada tekanan darah. dan dispnea. palpitasi. pingsan. dispnea paroksismal nocturnal. riwayat murmur jantung. takipnea. dispnea. gangguan tidur (ortopnea. sindrom Marfan). berfungsi sebagai ventrikel sistemis. Pengkajian Data dasar pengkajian Aktivitas/Istirahat Gejala: Kelemahan. Tekanan nadi:penyempitan (SA). palpitasi. Aorta berasal dari ventrikel kanan dan berada di muka kanan arteri pulmonal 2.Kesulitan mengisap susu . Sirkulasi Gejala: Riwayat kondisi pencetus. hipertensi. contoh demam reumatik. berfungsi sebagai ventrikel kanan yang memompa darah ke paru. Tanda: Sistolik tekanan darah menurun (AS lambat).

bunyi ejeksi sistolik (SA). Takikardi. gemetar Makanan/Cairan Gejala: Disfagia. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan pirau darah ke ventrikel kanan. kemudian direncanakan membuat prioritas diagnosa keperawatan. sputum banyak dan berbercak darah (edema pulmonal).d penurunan alian darah ke pulmonal . penggunaan diuretic Tanda: Edema umum atau dependen. Bunyi jantung: S1 keras. IA). perubahan dalam terapi obat. contoh gelisah. Gangguan pertukaran gas b. nocturnal). membuat kriteria hasil. hangat. paroksismal. Nyeri dada non angina Pernapasan Gejala: Dispnea (kerja. kemerahan dan kulit lembab. pucat. penurunan volume sekuncup. Irama tak teratur. bunyi napas adventisius (krekels dan mengi). perubahan berat badan. fibrilasi atrial. pembukaan yang keras (SM). fokus menyempit. Adanya perawatan gigi (pembersihan. ortopnea. 1. kemoterapi radiasi. 2. Neurosensori Gejala: Episode pusing/pingsan berkenaan dengan beban kerja Nyeri/keamanan Gejala: nyeri dada. Tanda: perlu perawatan gigi/mulut Penyuluhan/pembelajaran Gejala: penggunaan obat iv baru/kronis Rencana pemulangan: bantuan dengan kebutuhan perawatan diri. angina (SA. tugas-tugas rumah tangga/ pemeliharaan. gelisah/ketakutan. dan intervensi keperawatan.sistolik pada dasar dan dorongan apical selama sistolik (SA). Tanda: takipnea. Rencana Asuhan Keperawatan Setelah pengumpulan data. menganalisa data dan menentukan diagnosa keperawatan yang tepat sesuai dengan data yang ditemukan. pengisian). Batuk menetap. B. hepatomegali. Keamanan Gejala: proses infeksi/sepsis. Integritas Ego Gejala: Tanda kecemasan. berkeringat.

d fatiq selama makan dan peningkatan kebutuhan kalori. penurunan volume sekuncup. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kurang pengetahuan klg tentang diagnosis/prognosis penyakit anak 8. kaji dengan pemeriksaan fisik sesuai indikasi . Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b. Tujuan Dlam waktu 3x24 jam.3. Resiko kekambuhan yang berhubungan dengan ketidakpatuhan terhadap aturan terapeutik. popliteal.d tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan 6. 2) Kaji perubahan pada sensorik. penurunan curah jantung dapat teratasi dan menunjukkan tandavital dalam batas normal Kriteria evaluasi  Klien melaporkan penurunan episode dispnea  Tekanan darah dalam batas normal  Nadi 80x/menit  Tidak terjadi aritmia  Denyut dan irama jantung teratur  CRT < 3 detik Intervensi 1) Palpasi nadi perifer Rasional : Tanda penurunan curah jantung dapat diperlihatkan dengan ciri menurunnya nadi. Koping keluarga tidak efektif b. dan depresi Rasional : Penurunan curah jantung dapat mengakibatkan tidak efektifnya perfusi serebral 3) Berikan istirahat semi rekumben pada tempat tidur atau kursi. contoh letargi.d ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen 7. Intoleransi aktifitas b. cemas. dan post-tibial. serangan sianotik akut) 4. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan pirau darah ke ventrikel kanan. dorsalis pedis.penurunan nafsu makan 5. Rencana Keperawatan 1. Gangguan perfusi jaringan b. dan gangguan pulsasi (denyut kuat disertai denyut lemah) mungkin ada. radial. tidak mau menerima perubahan pola hidup yang sesuai 2. nadi mungkin cepat hilang atau tidak teratur untuk dipalpasi.d penurunan sirkulasi (anoxia kronis .

menahan napas selama perubahan posisi Rasional : Pispot digunakan untuk mengurangi aktivitas ke kamar mandi atau kerja keras menggunakan bedpan.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen . mendengar/berespon terhadap ekspresi perasaan takut Rasional : Stres emosi menghasilkan respon vasokonstriksi. menjelaskan manajemen medis/keperawatan. Intoleransi aktivitas b. defekasi. frekuensi. dan kerja jantung 5) Batasi aktivitas seperti BAB dan BAK disamping tempat tidur. maneuver valsava menyebabkan rangsang vagal diikuti dengan takikardia yang selanjutnya berpengaruh pada fungsi jantung/curah jantung 6) Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/masker sesuai indikasi Rasional: meningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokardium untuk melawan efek hipoksia/iskemia 7) Pantau serial EKG Rasional: EKG merupakan indicator utama terhadap perubahan konduksi elektrikal jantung 8) Pemberian cairan IV. yang menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan kerja miokardium 9) Kolaborasi untuk dilakukan pembedahan Rasional: VSD dengan regurgitasi aorta yang berat memerlukan koreksi VSD dan rekostruksi katup aorta pada usia muda 2. klien juga mengeluarkan sedikit natrium. yang terkait langsung dengan peningkatan tekanan darah. hindari cairan garam Rasional: Karena adanya peningkatan tekanan ventrikel kiri klien tidak dapat menoleransi peningkatan beban awal. hindari maneuver valsava : mengejan. pembatasan jumlah total sesuai indikasi. membantu klien menghindari stress.Rasional : Istirahat fisik harus dipertahankan selama gagal jantung kongestif atau refraktori untuk memperbaiki efisiensi kontraksi jantung dan menurunkan kebutuhan konsumsi oksigen miokardium dan kerja berlebihan 4) Berikan istirahat psikologis dengan lingkungan tenang.

d fatiq selama makan dan peningkatan kebutuhan kalori. 3. Kriteria hasil :       Anak menunjukkan penambahan BB sesuai dengan umur Peningkatan toleransi makan. nadi. Albumin. 2) Anjurkan pada pasien agar lebih banyak beristirahat terlebih dahulu. 3) Anjurkan pada pasien agar tidak “ngeden” pada saat buang air besar. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. 4) Jelaskan pada pasien tentang tahap. 5) Tunjukan pada pasien tentang tanda-tanda fisik bahwa aktivitas melebihi batas 6) Bantu anak dalam memenuhi kebutuhan ADL dan dukung kearah kemandirian anak sesui dengan indikasi 7) Jadwalkan aktivitas sesuai dengan usia. Kriteria hasil :      Tanda vital normal sesuai umur Anak mau berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dijadwalkan Anak mencapai peningkatan toleransi aktivitas sesuai umur Fatiq dan kelemahan berkurang Anak dapat tidur dengan lelap Intervensi 1) Catat irama jantung. irama dalam batas normal) tidak adanya angina. selama dan sesudah melakukan aktivitas.tahap aktivitas yang boleh dilakukan oleh pasien. . Intervensi : 1) Timbang berat badan anak setiap pagi tanpa diaper pada alat ukur yang sama.Hb Mual muntah tidak ada Anemia tidak ada. tekanan darah dan nadi sebelum.penurunan nafsu makan Tujuan : anak dapat makan secara adekuat dan cairan dapat dipertahankan sesuai dengan berat badan normal dan pertumbuhan normal. pada waktu yang sama dan dokumentasikan. kondisi dan kemampuan anak. Anak dapat menghabiskan porsi makan yang disediakan Hasil lab tidak menunjukkan tanda malnutrisi.Tujuan: Anak menunjukan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas (tekanan darah.

3) menyarankan kepada keluarga agar memanfaatkan sarana kesehatan di masyarakat Rasional : Untuk memudahkan klien dalam memantau status kesehatannya 4) Ajarkan strategi menolong diri sendiri: . klien mengenal faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan resiko kekambuhan Kriteria Evaluasi : Klien secara subjektif menyatakan bersedia dan termotivasi untuk melakukan aturan terapeutik jangka panjang dan mau menerima perubahan pola hidup yang efektif. meningkatkan perawatan diri. tidak mau menerima perubahan pola hidup yang sesuai.2) Catat intake dan output secara akurat 3) Berikan makan sedikit tapi sering untuk mengurangi kelemahan disesuaikan dengan aktivitas selama makan ( menggunakan terapi bermain) 4) Berikan perawatan mulut untuk meningktakan nafsu makan anak 5) Berikan posisi jongkok bila terjadi sianosis pada saat makan 6) Gunakan dot yang lembut bagi bayi dan berikan waktu istirahat di sela makan dan sendawakan 7) Gunakan aliran oksigen untuk menurunkan distress pernafasan yang dapat disebabkan karena tersedak 8) Berikan formula yang mangandung kalori tinggi yang sesuaikan dengan kebutuhan 9) Batasi pemberian sodium jika memungkinkan 10) Bila ditemukan tanda anemia kolaborasi pemeriksaan laboratorium 4. Intervensi 1) Identifikasi faktor yang mendukung pelaksanaan terapeutik Rasional : keluarga terdekat apakah suami/istri atau anak yang mampu mendapat penjelasan dan menjadi pengawas klien dalam menjalankan pola hidup yang efektif selama klien di rumah dan memiliki waktu yang optimal dalam menjaga klien 2) Berikan penjelasan penatalaksanaan terapeutik lanjutan Rasional: Perlu menjelaskan penatalaksanaan terapeutik lanjutan dengan tujuan dapat membatasi progresivitas gagal jantung. Resiko kekambuhan yang berhubungan dengan ketidakpatuhan terhadap aturan terapeutik. Tujuan : Dalam waktu 1x24 jam. klien mampu mengulang faktor-faktor resiko kekambuhan.

    anjurkan untuk memantau berat badan mengikuti latihan fisik Rasional : Peningkatan berat badan merupakan faktor yang meningkatkan beban jantung dalam melakukan kontraksi latihan fisik memberikan adaptasi pada ventrikel kiri dalam melakukan kompensasi kebutuhan suplai darah otot rangka .

2.pdf (diakses tanggal 17 April 2012) .id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=551 (diakses tanggal 17 April 2012) http://www. Arif.id/pkko/files/Menilai%20dan%20memprediksi%20adanya%20kelainan %20pada%20janin%20dalam%20kandungan%20dengan%20analisis%20teknology. EGC. Syarif A dkk. Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit Edisi 6 Vol.ac.fik. Vol. Balai penerbit FK UI: Jakarta.pjnhk. E Marilyn. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Farmakologi dan Terapi. EGC. Jakarta. 2. (2008). Patofisiologi. Salemba medika : Jakarta Price.DAFTAR PUSTAKA Bruner and Sudarth. Muttaqin.ui.go. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular. 2005. Sylvia A. 2009. 2000. http://www. Jakarta : EGC. Jakarta Doengoes. Rencana Asuhan Keperawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->