ALUR KEGIATAN EKONOMI INDONESIA DARI MASA ORDE LAMA, ORDE BARU SAMPAI ERA REFORMASI

NAMA NIM

: IDA AYU MAS KARTIKA DEWI : 10.21.1.9770

JURUSAN : MANAJEMEN SDM

SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN INDONESIA TAHUN 2012

oleh. membimbing. sosial budaya dan aspek pertahanan keamanan. ekonomi. saling melengkapi dalam memajukan masyarakat dan nasional pada umumnya. saling mengisi. dilaksanakan diberbagai aspek kehidupan bangsa yang meliputi politik. Orde Baru hingga masa Reforasi untuk terus mendorong kesejahtraan dan kemajuan bangsa kea rah yang lebih baik. yaitu “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia memajukan kesejahtraan umum. dan negara untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang-Undang dasar 1945. mencerdaskan kehidupan bangsa. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah harus saling menunjang. serta menciptakan suasana yang menunjang. serta melaksanakan ketertiban dinia yang berdasarkan kemerdekaan. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan. dalam hal ini pembangunan nasional juga harus dimulai dari. dan untuk rakyat. Latar Belakang Pembangunan Nasional merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat bangsa. B. Tujuan Masalah . Pembangunan nasional pada dasarnya sangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dan pemerintah. menyeluruh.BAB I PENDAHULUAN A. perdamaian abadi dan keadilan sosial Negara”. bertahap dan berlanjut untuk memicu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang maju. terarah. terpadu. Berbagai macam prospek pembangunan telah dilakukan dari Orde Lama.

C. Orde Baru. Tujuan lain dari penulisan ini juga agar dapat menambah wawasan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang adil. tertib. damai dan sejahtera. Orde Baru hingga masa Reformasi yang terus menumpu kemajuan nasional yang lebih baik. sehingga menjadi masalah yang belum terselesaikan.? BAB II . bersahabat. Rumusan Masalah Bagaimana proses pembangunan nasional masa Orde Lama.? Bagaimana sistem pemerintahan dalam melakukan pembangunan Indonesia dari masa ke masa. makmur dan beradap atas dasar Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. berdaulat. Orde Baru. dan Reformasi.Tujuan dari penulisan ini agar dapat memahami suasana dan arah pembangunan nasional yang telah dilakukan dari masa Orde Lama. hingga masa Reformasi. Orde Baru. Apa saja yang menjadi kendala pembangunan Indonesia selama ini. bersatu.? Kenapa Indonesia menjadi Negara yang didera oleh hutang luar negeri Seperti apa proses pengambilan kebijakan ekonomi dalam pembangunan dari Orde Lama.? Bagaimana sejarah perencanaan pembangunan Indonesia dari Orde Lama. dan Reformasi. aman.

IV/MPRS/1963 tentang Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Haluan Pembangunan. Pada tahun 1947 Perencanaan pembangunan di Indonesia diawali dengan lahirnya “Panitia Pemikir Siasat Ekonomi”. Perencanaan pembangunan 1947 ini masih mengutamakan bidang ekonomi mengingat urgensi yang ada pada waktu itu (meskipun di dalamnya tidak mengabaikan sama sekali masalah-masalah nonekonomi khususnya masalah sosial-ekonomi. prasarana dan lain lain yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial). Tanpa perencanaan semacam itu maka cita-cita utama untuk “merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional” tidak akan dengan sendirinya dapat terwujud. aset Hindia Belanda.PEMBAHASAN A. Proses mengrehablitasi dan merekontruksi yang di amanatkan oleh MPRS ini diutamakan dalam melakukan perubahan perekonomian untuk mendorong pembangunan nasional yang telah didera oleh kemiskinan dan kerugian pasca penjajahan Belanda. Ketetapan MPRS No. Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1. Apalagi jika tidak diperkuat oleh Undang-Undang yang . dan sejahtera. pembangunan dicanangkan oleh MPR Sementara (MPRS) yang menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional: TAP MPRS No. damai. Orde Lama Pada era Orde Lama.II/MPRS/1960 tentang GarisGaris Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969. Dengan dasar perencanaan tersebut membuka peluang dalam melakukan pembangunan Indonesia yang diawali dengan babak baru dalam mencipatakan iklim Indonesia yang lebih kondusip.I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik republik Indonesia sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara TAP MPRS No. masalah perburuhan. masa pemerintahan presiden Soekarno antara tahun 1959-1967.

Persediaan beras menipis sementara pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk mengimpor beras serta memenuhi kebutuhan pokok lainnya. dan berakir dengan tumbangnya kekuasaan presiden Soekarno. pemerintahan Soeharto menegaskan bahwa kerdaulatan dalam politik. Pada masa ini perekonomian Indonesia berada pada titik yang paling suram. Pada masa Orde Baru pula pemerintahan menekankan stabilitas nasional dalam program politiknya dan untuk mencapai stabilitas nasional terlebih dahulu diawali dengan apa yang disebut dengan konsensus nasional. Harga barang membubung tinggi. Pada era Orde Baru ini. berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang sosial budaya. Tekad ini tidak akan bisa terwujud tanpa melakukan upaya-upaya restrukturisasi di bidang politik (menegakkan kedaulatan rakyat. Orde Baru Peristiwa yang lazim disebut Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menandai pergantian orde dari Orde Lama ke Orde Baru.baku pada masa itu. Sekitar tahun 1960 sampai 1965 proses sistem perencanaan pembangunan mulai tersndat-sendat dengan kondisi politik yang masih sangat labil telah menyebabkan tidak cukupnya perhatian diberikan pada upaya pembangunan untuk memperbaiki kesejahtraan rakyat. keadaan plitik tidak menentu dan terus menerus bergejolak sehingga proses pembangunan Indonesia kembali terabaikan sampai akhirnya muncul gerakan pemberontak G-30-S/PKI. yang tercermin dari laju inflasi yang samapai 650 persen ditahun 1966. 2. Pada tanggal 1 Maret 1966 Presiden Soekarno dituntut untuk menandatangani sebuah surat yang memerintahkan pada Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang perlu untuk keselamatan negara dan melindungi Soekarno sebagai Presiden. Surat yang kemudian dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) itu diartikan sebagai media pemberian wewenang kepada Soeharto secara penuh. menghapus .

Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Di jaman orde baru kita mempunyai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Pada masa ini juga proses pembangunan nasional terus digarap untuk dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Kesemuanya ini dicapai dalam blueprint nasional atau rencana pembangunan nasional. yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti. Repelita III. Pendapatan perkapita juga meningkata dibandingkan dengan masa orde lama. Repelita IV.feodalisme. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total. Repelita II. berdasar Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta menghapuskan budaya inlander). Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Repelita V. menghindarkan neokapitalisme dan neokolonialisme dalam wujudnya yang canggih. menegakkan sistem ekonomi berdikari tanpa mengingkari interdependensi global) dan restrukturisasi sosial budaya (nation and character building. restrukturisasi di bidang ekonomi (menghilangkan ketimpangan ekonomi peninggalan sistem ekonomi kolonial. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela. Itulah sebabnya di jaman orde lama kita memiliki rencana-rencana pembangunan lima tahun (Depernas) dan kemudian memiliki pula Pembangunan Nasional Semesta Berencana DelapanTahun (Bappenas). Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998.dan Repelita VII (Bappenas). Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti. sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut . menjaga keutuhan teritorial Indonesia serta melaksanakan politik bebas aktif).

serta UU No. Reformasi Setelah terjadi berbagai goncangan ditanah air dan berbagai tekanan rakyat kepada presiden Soeharto. Habibie. UU Susduk MPR. terutama dalam sektor perbankan. dan DPRD. dan UU Antikorupsi. Masyarakat bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah.kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. partisipasi masyarakat mulai terangkat kembali. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu. akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat. Menanggapi aksi reformasi tersebut. Selain itu pada masa ini juga memberi kebebasan dalam menyampaikan pendapat. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi. Reformasi dalam pers dilakukan dengan cara menyederhanakan permohonan Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP). Dengan hadirnya reformasi pembangunan dapat di kontrol langsung oleh rakyat. kebebasan juga diberikan kepada pers. Dalam perkembangannya. dan kebijakan pembangunanpun didasari . pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Hal ini terlihat dari munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi. UU Kepartaian. UU Antimonopoli. Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi.J. 3. Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Di samping kebebasan dalam menyatakan pendapat. DPR. Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk.

Undang-Undang 18/2001 Untuk pemerintahan Aceh. Selain pemabangunan nasional pada masa ini juga ditekankan kepada hak daerah dan masyarakatnya dalam menentukan daerahnya masing-masing. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. sehingga dengan dasar ini partisipasi rakyat tidak terkekang seperti pada masa orde baru. Pada waktu itu. Orde Lama Masa pemerintahan Soekarno kebijakan ekonomi pembangunan masih sangat labil. Undang-Undang 21/2001 Untuk Papua. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. mata uang pemerintah Hindia Belanda.demokrasi yang bebunyi dari.kehidupan perekonomian Indonesia dapat didorong oleh siap saja. yang didera oleh berbagai persoalan antaranya pergejolakankan politik yang belum kondusif dan juga system pemerintahan yang belum baik. Kas negara kosong. a. dan mata uang pendudukan Jepang. sehingga pembangunan daerah sangat diutamakan sebagaimana dicantumkan dalam Undang-Undang no 32/2004. yaitu mata uang De Javasche Bank. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. antara lain disebabkan oleh : Inflasi yang sangat tinggi. B. oleh dan untuk rakyat. Kebijakan Ekonomi Dalam Pembangunan 1. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. sehingga berdampak pada proses pengambilan kebijakan.Undang-Undang 33/2004. Keempat undang-undang ini mencerminkan keseriusan pusat dalam melimpahkan wewenangnya kepada pemerintah dan rakyat di daerah agar daerah dapat menentukan pembangunan yang sesuai ratyatnya inginkan. Eksploitasi besar-besaran di masa .

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. antara lain : Gunting Syarifuddin. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. . antara lain : Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. Dengan swasembada pangan. Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. dilakukan pada bulan Juli 1946. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. b.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.penjajahan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal.

Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaranpengeluarannya.000 dibekukan. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. . Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. politik. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negaranegara Barat. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. Orde Baru Pada masa Orde Baru. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. kebijakankebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. 2. antara lain : Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. Akan tetapi. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. Dengan sistem ini.dan ekonomi. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100.Tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.c.

sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan . disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. Padahal sesungguhnya. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. tingkat inflasi. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. Format APBN pada masa Orde Baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Akan tetapi. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. Misalnya.Pada masa pemerintahan Orde Baru. harga ekspor minyak mentah Indonesia. pertumbuhan ekonomi yang stabil. dan pemerataan pembangunan. yaitu stabilitas politik. masalah-masalah dalam dunia usaha. tingkat resiko yang tinggi. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional.

ekonomi nasional memperhatikan petani. 3. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era Reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Pemerintahan presiden BJ. Pinjamanpinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. Permasalahannya. namun juga kebijakan ekonomi.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. . Reformasi Pada masa krisis ekonomi. Padahal. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik.

karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan . Kolusi dan Nepotisme). Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM. kinerja BUMN. kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. pengendalian inflasi.1 %. Kebijakan privatisasi BUMN. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). dan mempertahankan kurs rupiah. Akibatnya. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia. pemulihan ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain : Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5. dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun. antara lain masalah KKN (Korupsi.Padahal.

Dengan peluang otonomi . Jadi.Kebijakan adalah yang ditempuh untuk pendapatan perkapita mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Selain itu. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3.2 miliar dolar AS.kontroversial kedua. kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. tapi di lain pihak. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 .05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Pada masa Reformasi ini proses pembangunan nasional memang sudah demokratis dan sudah memerankan fungsi pemerintah daerah dalam menjalankan pasipartisi rakyat daerahnya. Dengan ini. setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak. di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. karena inefisiensi pengelolaan anggaran.10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. birokrasi pemerintahan terlalu kental. sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. dan pembagiannya menimbulkan meningkatkan berbagai masalah sosial. sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI). Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu.

Orde lama kebijakan proyek pada pemerintah. sentralistik. sentralistik. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik . berorientasi pada politik. 2. C. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru. Sistem Pemerintahan 1.daerah telah memberikan sumbangsi yang besar terhadap proses percepatan pembangunan nasional dan juga menjaminnya sistem demokrasi yang merakyat. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing. Orde Baru Kebijakan masih pada pemerintah. sekularisme.demokrasi Terpimpin.semua diserahkan kepada pemerintah. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. kapitalisme. demokrasi fokus pada pembangunan ekonomi. Pancasila. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur. Sebab.

Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) pada masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers. tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini. pewadahunggalan organisasi profesi.garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru “terbelenggu” oleh faktor kekuasaan. . pembatasan partai poltik. dll. Reformasi Pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR). 3. pemerintahan lemah. kekuasaan militer untuk memasuki wilayah-wilayah sipil. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan. demokrasi Liberal (neoliberaliseme).

Khususnya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia yang lebih baik. kabupaten/kota. pengawasan sampai pada pogram terselesaikan. Artinya partisipasi aktif masyarakat sipil sangat diperlukan dalam proses pembangunan negara baik di tingkat pusat maupun daerah provinsi. Paling tidak ada masa reformasi ini. pelaksanaan hingga pengawasannya. arah tersebut telah menciptakan berbagai pembaharuan-pembaharuan untuk terus menuju ke kesejahteraan rakyat. B. Kritik & Saran . Kesimpulan Proses pembangunan nasional merupakan suatu kegiatan yang terus menerus dan menyeluruh dilakukan mulai dari penyusunan suatu rencana. penyususnan pogram. aman. Catatan-catatan diatas ini tidak lain dimaksudkan agar setiap tindakan pembangunan secara langsung atau tidak lansung dilaksanakan demi meningkatkan kecerdasan dan kemakmuran rakyat banyak. kegiatan pogram.BAB III PENUTUP A. Dari Orde Lama hingga era Reformasi pembangunan Indonesia terus menciptakan suasana yang kondusif. semua proses pembangunan baik pusat maupun daerah dituntut supaya harus melibatkan publik dalam proses perencanaan. damai. distrik dan kampung. Sistem kebijakan pembangunan di Negara Indonesia sudah menunjukkan perbaikan ke arah yang lebih demokratis ada pasca Reformasi. Dari segi birokrasi perubahan periode ke periode selanjutnya semakin menonjol peran masyarakat dalam pembangunan republik ini. Hal ini menuntut kesadaran dan semangat masyarakat sipil seutuhnya sebagai warga negara dan bangsa Indonesia yang turut bertanggung jawab dalam proses pembangunan. Dari penjelasan diatas sebagai arah perjalanan pembangunan Indonesia. dan sejahtera.

kita sebagai penerus bangsa harus mampu dan terus bersaing dalam mewujudkan Indonesia bebas dari kemiskinan. harga diri bangsa Indonesia adalah mencintai dan menjaga aset Negara untuk dijadikan simpanan buat anak cucu kelak. Persoalan-persoalan ini terjadi tentu berdampak besar pada proses perencanaan pembangunan kearah yang lebih baik. namun pada penulisan ini perlu disampaikan bahwa taraf perekonomian Indonesia masih jauh dari yang kita harapkan.Pergolakan pembangunan Indonesia telah menciptakan urgensi-urgensi kehidupan yang mendera perekonomian Indonesia. bahkan berbagai persoalan konflik elit politik terjadi belum bias terealisasikan sampai saat ini. warisan hutang luar negeri masih harus dibayar. Dalam proses pembangunan bangsa ini harus bisa menyatukan pendapat demi kesejahteraan masyarakat umumnya. . Mungkin dalam hal ini.