ACARA VII PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH

ABSTRAKSI Praktikum Teknologi Benih Acara VII yang berjudul Pengujian Kemurnian Benih dilaksanakan pada hari Rabu, 23 April 2012 di laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tujuan dari praktikum pengujian kemurnian benih ini adalah untuk mengetahui komposisi dari contoh yang diuji yang mencerminkan komposisi kelompok benih dari mana contoh tersebut diambil dengan cara-cara yang sudah ditetapkan. Bahan yang digunakan adalah benih padi (Oryza sativa) dan kedelai (Glycine max). Alat yang digunakan adalah seed devider, meja kemurnian, pinset, petridish, magnifier dan timbangan listrik. Metode yang digunakan adalah manual (pemilihan) dan pengamatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa benih padi (Oryza sativa) memiliki kemurnian sebesar 92,12% dan kedelai (Glycine max) memiliki kemurnian sebesar 99,11% dan 99,28%. Hal ini membuktikan bahwa benih contoh kiriman untuk benih padi (Oryza sativa) belum memenuhi standar kemurnian benih yang ditetapkan dan benih kedelai (Glycine max) termasuk benih yang bermutu dan memenuhi standar kemurnian benih.

I. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Pengujian benih ditujukan untuk mengetahui mutu atau kualitas benih. Informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi konsumen benih. Karena mereka bisa memperoleh keterangan yang dapat dipercaya tentang mutu atau kualitas dari suatu benih. Jika akan menyebarluaskan suatu varietas maka benih yang telah diproduksi harus melalui prosedur ini yaitu pengujian kemurnian benih. Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen yakni benih murni, benih varietas/tanaman lain dan kotoran benih.

B. Tujuan Tujuan dari perktikum pengujian kemurnian benih ini adalah untuk mengetahui komposisi dari contoh yang diuji yang mencerminkan komposisi kelompok benih dari mana contoh tersebut diambil dengan cara-cara yang sudah ditetapkan.

tidak masak Benih yang telah berkecambah sebelum diuji. Benih tanaman lain. asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali 2. . 2005).. jerami. adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. TIJAUAN PUSTAKA Benih merupakan bagian dari sistem yang memungkinkan penyebaran hidupnya pada suatu spesies tanaman. komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni.Benih memerlukan lingkungan tumbuh yang cocok untuk dapat berkecambah normal. dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. 1979 ). Kotoran benih. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah:Benih masak utuh Benih yang berukuran kecil.II. Oleh karena itu. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni. dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran. adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA.5 ukuran normal Cangkang benih Kulit benih Bahan lain Sekam. benih tanaman lain. 1984 ). Untuk analisis kemurnian benih. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. tangkai. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih Benih tanpa kulit benih Benih yang terlihat bukan benih sejati Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih ≤ 0. mengkerut. pasir. dll ( Kamil. pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. partikel tanah. Benih murni.Benih yang tidak berkecambah walaupun dapat ditumbuhkan pada lingkungan yang cocok merupakan benih yang mengalami dormansi (Muslimah et al. Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman dilapangan. daun. benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. 3. maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen sebagai berikut : 1. struktur. Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya. J. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih ( Harjadi. ranting.

ukuran dan umur benih serta rotasi tanaman (Sukarman et al. mengerut tidak masak. namun pada kenyataannya petani masih banyak yang menggunakan dari hasil pertanamannnya sendiri dengan mutu seadanya/non bersertifikat. Rendahnya mutu benih yang digunakan oleh petani akan mempengaruhi produksi pertanaman baik dalam jumlah maupun kualitas produksi dan lebih lanjut dapat mempengaruhi program pemerintah dalam pelestarian dan peningkatan produksi pangan (Santoso et al. yaitu: Secara duplo. Faktor lain yang mempengaruhi hasil adalah varietas. 1986). Benih bermutu meliputi : mutu fisik (kadar air. mutu genetik (kebenaran varietas). Faktor lingkungan utama yang dapat mempengaruhi produksi benih dimulai dengan riwayat lahan. asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam species yang dimaksud (Kuswanto. Secara simplo. adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali.Dalam pengambilan contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan.. iklim (cahaya. Dalam pengertian benih murni termasuk semua varietas dari species yang dinyatakan berdasarkan penemuan dengan uji laboratorium. serta faktor biologis (hama. suhu. benih yang berukuran kecil. Benih non sertifikat adalah benih unggul tdak belabel yang berasal dari hasil panenan petani sendiri atau diperoleh dari petani lainnya/benih antar petani. Hasilnya ditulis dalam dua desimal atau dua angka di belakang koma (Kartasapoetra. penyakit dan gulma). 1997). 2008).. curah hujan dan angin). Persentase dari setiap komponen didapatkan dari berat masing-masing komponen dibagi berat total kali 100%. dan penyusutan bobot rimpang). H. dimana berat total seharusnya dengan berat mula-mula keseluruhan contoh uji untuk kemurnian tetapi bisa kurang. Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo. 2005).. mutu fisiologi (daya tumbuh/berkecambah dan vigor benih) dan teknik budidaya yang optimal. Setiap komponen ditimbang lalu ditotal. Manfaat penggunaan benih bermutu akan dapat dirasakan apabila benih tersebut digunakan oleh para petani. Beda antara hasil ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%. Yang termasuk ke dalam kategori benih murni dari suatu species adalah benih masak dan utuh. . tanah (kesuburan dan kelembaban). adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali. benih yang telah berkecambah sebelum diuji dan pecahan benih yang ukurannya lebih besar dari separuh benih yang sesungguhnya.

METODOLOGI Praktikum Teknologi Benih Acara VII yang berjudul Pengujian Kemurnian Benih ini dilaksanakan pada hari Rabu. Bahan yang digunakan adalah benih padi (Oryza sativa) dan kedelai (Glycine max). Kemudian contoh kerja benih tersebut diperiksa secara manual sedikit demi sedikit dengan teliti dan dipisahkan ke dalam komponen-komponen benih: benih murni. Alat-alat yang diperlukan lalu disiapakan. 23 April 2012 di laboratorium Teknologi Benih. Cara kerja dalam praktikum ini yakni. Alat yang digunakan adalah seed divider. Fakultas Pertanian. Rumus perhitungan presentase: % BM = BM Contoh kerja % VL = VL Contoh kerja % KB = KB Contoh kerja Keterangan : BM VL KB = Benih murni = Varietas lain = Kotoran benih x 100% x 100% x 100% . Universitas Gadjah Mada. Dari hasil penimbangan yang diperoleh. Jurusan Budidaya Pertanian. Yogyakarta. biji tanaman/varietas lain. Hasil pemisahan tersebut kemudian ditimbang.III. magnifier dan timbangan digital. pinset. Pengambilan dilakukan dengan metode simplo dan duplo. dihitung persentase benih murni (100% dikurangi jumlah persentase komponen-komponen). biji gulma dan kotoran benih. contoh kerja dari benih yang ada diambil dengan seed devider. petridish.

13 KB 0.78 248.21 VL 4.12 0.21 BM 92.33 KB 0.1 BL 0.57 247.08 0.71 1.11 99. Benih Padi Kedelai A Kedelai B HASIL PENGAMATAN Persentase (%) BL 0.83 0.38 0.IV.027 0.12 99.61 0.25 .44 0.2 0.30 0.52 1.69 0.48 Berat Komponen (gr) BM 57.28 VL 6.

dan kotoran benih. Masing komponen benih dipresentasekan berdasarkan beratnya. Benih ditimbang seberat 1000 gr. Benih dibagi lagi menjadi 2 yang masing-masing seberat 500 gr. benih lain.5 gr. Lalu benih dicampur lagi agar homogen. Lalu benih dibagi menjadi dua sama rata dengan menggunakan seed devider. Pertama benih kedelai (Glycine max) ditimbang seberat 1000 gr. Contoh kiriman selalu lebih besar daripada contoh kerja. Pada praktikum ini menggunakan alat pembagi benih yaitu seed divider.5 gr ini disebarkan ke meja kerja untuk dipisahkan menjadi 3 kelompok yaitu benih murni. Masing-masing benih 500 gr dibagi lagi menjadi 250 gr.8 99 98 98 VL 0 0 0 0 KB 0. benih varietas lain. Benih yang dianalisis adalah contoh kerja yang berasal dari contoh kiriman. benih varietas lain. dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. masing-masing disebar ke meja kerja untuk dipisahkan menjadi 3 kelompok yaitu Benih murni. Oleh sebab itu dilakukan pembuatan sampel dengan alat pembagi contoh benih. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni. Untuk benih padi (Oryza sativa) diterapkan metode simplo.2 . PEMBAHASAN Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni. Standar mutu kemurnian untuk benih padi (Oryza sativa) pada masing-masing kelas benih sebagai berikut: Kelas Benih Benih Pejenis Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar BM 99.V. berat benih varietas lain dan kotoran benih ditimbang dengan menggunakan timbangan digital. benih tanaman lain.2 0. Benih dicampur lagi agar homogen dan dibagi lagi sampai berat benih menjadi 62. Setelah contoh kerja benih padi (Oryza sativa) dan kedelai (Glycine max) dibagi menjadi 3 kelompok. Metode penggunaan seed divider ada 2 macam yang dilakukan yaitu metode simplo dan duplo. Berat benih murni sama dengan berat contoh kerja dikurangi berat varietas lain dan kotoran benih. Benih dibagi menjadi 2 sama rata menggunakan seed divider. Dua contoh kerja benih 250 gr. Benih seberat 62.1 0. dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut.1 0. Sedangkan untuk benih kedelai (Glycine max) diterapkan metode duplo. dan kotoran benih.

BD (Benih Dasar).2 0. angka ini sangat jauh dari standar yang telah ditetapkan. Benih Pokok (BP) sebesar ≥ 97%. Pengujian laboratorium bertujuan untuk menilai kemurnian benih. Benih Tanaman Lain (BTL).2 0.Sedangkan standar mutu kemurnian untuk benih kedelai (Glycine max) pada masing-masing kelas benih sebagai berikut: Kelas Benih Benih Pejenis Benih Dasar Benih Pokok Benih Sebar BM 99. 3.50%. Untuk standar mutu kemurnian benih dengan persyaratan mutu kebun benih dilapangan yaitu untuk Benih Dasar (BD) sebesar ≥ 99. Dari dua tempat tersebut dikelompokkan lagi kedalam 4 kelompok. Sedangkan untuk mutu benih di laboratorium yaitu untuk benih Benih Dasar (BD) sebesar ≥ 98%.12%. dan benih yang besarnya lebih setengah ukuran normal.00%.28% untuk persentase benih murninya dengan angka yang di dapat tersebut sebenarnya tanpa dibandingkan dengan standar dari suatu perusahaan atau sejenisnya dapat kita simpulkan bahwa benih dari contoh kirim tersebut dalam hal ini benih kedelai merupakan benih yang memenuhi syarat untuk disebarluaskan. BP (Benih Pokok). dan lain-lain. daya tumbuh. Sehingga.3 Dari data yang telah di dapat yaitu untuk padi (Oryza sativa) memiliki presentase kemurnian benih sebesar 92. benih yang belum masak. Kotoran Benih (KB). kebersihan. pasir. Pengujian benih terdiri atas pengujian lapangan dan pengujian laboratorium. Kotoran benih ini memiliki kriteria antara lain tanah. Benih Pokok (BP) sebesar ≥ 99.25%. atau kerikil yang . dan Benih Sebar (BS) sebesar ≥ 97%. dan BS (Benih Sebar).2 0. benih dari contoh kirim merupakan benih yang kurang memenuhi standar.8 98 98 97 BVL 0 0 0 0 KB 0. yang termasuk di dalam golongan benih murni adalah benih yang dominan. 2. yaitu BS (Benih Penjenis). benih yang mengkerut akibat faktor lingkungan maupun faktor biologis benih. benih yang berukuran kecil. dan Benih Sebar (BS) sebesar ≥ 99. Pengujian lapangan dilakukan dengan mengisolasi tanaman sejak awal penanaman sampai dengan pemungutan hasil untuk menjaga keseragaman. Dari pengelompokan benih yang dilakukan. didapatkan berbagai macam benih yaitu : 1.11% dan 99. kemurnian. dan kandungan air bijinya. Benih Murni (BM). meliputi biji tanaman pertanian yang tak termasuk jenis/varietas yang namanya tercantum dalam label. Begitu pula untuk kedelai (Glycine max) yaitu 99. adalah benda selain benih yang tercampur dalam contoh kerja yang diambil.

Benih dasar Benih keturunan pertama (F1) dari benih penjenis. seperti daun atau batang tanaman. 2. Benih dapat dikelompokan menjadi 4 kelas berdasarkan standart mutu atau kemurniannya. 3. Benih sebar Merupakan keturunan pertama dari benih pokok. atau keturunan kedua dari benih dasar. yaitu: 1. 4.tercampur saat pengeringan maupun pemanenan dan potongan bagian tanaman. Benih ini dugunakan untuk sumber perbanyakan benih dasar. diproduksi. . Benih pokok Merupakan keturunan pertama dari benih dasar atau keturunan kedua dari benih penjenis. Warna label yang diberikan adalah putih. Benih penjenis Benih yang diproduksi dan diawasi oleh pemulia atau instansi. Produksi tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standart maupun sertifikasi oleh BPSB sesuai dengan peraturan perbenihan. Diproduksi oleh BBI atau instansi yang ditunjuk. Identitas kemurnian varietas tetap dipertahankan dan memenuhi standart dan disertifikasi oleh BPSB sesuai dengan peraturan perbenihan. diawasi dan disertifikasi oleh BPSB sehingga kemurnian varietas tetap tinggi. Warna label yang diberikan adalah putih.

contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen yakni benih murni. 3.VI.11% dan 99. Dalam pengujian kemurnian benih. KESIMPULAN 1.12% dan kedelai (Glycine max) memiliki kemurnian sebesar 99. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa benih padi (Oryza sativa) kurang memenuhi standar kemurnian benih dan kedelai (Glycine max) dari contoh kiriman termasuk benih bermutu dan memenuhi standar kemurnian benih. benih varietas/tanaman lain dan kotoran benih.28%. 2. . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa benih padi (Oryza sativa) memiliki kemurnian sebesar 92.

. Bako. S. 2005. Santoso. Alfandi dan Dukat. Andi. Pengantar Agronomi. Analisis usaha tani padi sawah (Oryza sativa L. Kuswanto. Analisis Benih. Soenoeng.. Kartasapoetra. J. Jakarta. Kamil.. Agrikam 7 : 49-57. Bandung. Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. dkk. 1992.) dengan benih sertifikasi dan non sertifikasi (Studi kasus di Desa Karangsari Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon). Angkasa Raya. Yogyakarta. Masa dormansi beberapa varietas /galur padi. 1979.. 2008. Pengaruh lokasi produsi dan lama penyimpanan terhadap mutu benih jahe. 1984. S. Jakarta. Rineka Cipta. D. D. Jurnal Agrijati I : 52-64. 2005.DAFTAR PUSTAKA Harjadi. Jurnal Littri 3 : 119-124. Muslimah. Sukarman. H. Teknologi Benih... 1997. S. H. dan Sriwidodo. Rusmin dan Melati. Teknologi Benih. Garmedia.

528 0.92 0 0.29 246.99 BM 95.47 0.64 0 1.1 247.656 0 0.084 BL 0.936 93.256 98.24 0.99 0.796 .8 0 0.16 6.656 99.91 0.144 0 0.07 0 0.104 0 0.43 54.23 0 1.072 0.688 10.552 0.32 0 1.57 3.168 99.26 248.396 0.12 Persentase (%) VL KB 3.69 0.21 BL 0.92 0.656 99.LAMPIRAN Data mentah Benih Padi Kedelai A Kedelai B Ulangan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Berat Komponen (gr) BM VL KB 59.6 0.44 248.428 99.624 5.112 0 0.96 1.36 247.04 0 0.176 0.14 0.628 1.116 0 0.39 58.428 0.76 86.368 0 2.6 3.564 99.14 0 0.704 0.33 249.57 1.

: Tenti Okta Vika : 12028 : C1 Hari/tgl Prak. 23 April 2012 Asisten : Anita Firda LABORATORIUM TEKNOLOGI BENIH JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012 .LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR TEKNOLOGI BENIH ACARA VII PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH Disusun oleh : Nama NIM Gol. : Senin.