CITRAPERAWAT MENURUT PERSPEKTIFPASIEN DI RUMAH SAKIT PEMERINTAHDI\VILAYAHBLITARJAWATIMUR

,
Sri Mugianti Abstract: Image of nurse and nurses services as perceived by patients is very important, Understanding which is the key of relationship nurse-patient. This study chooses the phenomenology descriptions research in order was intended to get descriptions of patient's perception on the nurses' image. There has been limited exploration on the image of nurses perceived by patients who admitted in the hospital. Six participants were chosen using a purposive sampling method. The data were gathered thorough indepth interviews and field notes, The interviews were recorded and transcribed. There were three themes revealed from this study. The theme on the patients' experiences included the positive and negative experiences and image improve. Further more, themes on the patients expectation to the health care services consisted of four different themes; nurses professionalism, services development, nurses' activities and improve the nurses' image. This study provided valuable information used for enhancing nurses' image thorough the improvement of nursing service, policies and better preparations of the professional graduates nurses. Keywords: nurses' image, patient' perspectives

PENDAHULUAN
Pada umumnya pasien menginginkandirawat oleh perawat yang diidamkan dan berpenampilan menarik serta ~ampu memenuhi kebutuhannya. Orang yang berpenampilan menarik dinilai memiliki atribut-atribut positif seperti berkepribadian menarik, mampu bersosialisasi dengan baik, professional dan dapat membina hubungan yang harmonis. Individu yang berpenampilan menarik juga lebih dihargai dan mendapat pengakuan istimewa dari lingkungannya (Hatfield & Sprecher 1980, dalam Pattiasina, 1998). Pengakuan terhadap profesi perawat masih banyak diragukan baik oleh masyarakat atau oleh profesi lain. Citra perawat Indonesia saat ini di mata masyarakat Indonesia belum sesuai dengan harapan profesi keperawatan, sebagian mereka memandang perawat sebagai profesi yang membantu dokter dalam memenuhi segal a kebutuhan klien, Keadaan ini diperkuat secara historis, dimana perawat memiliki pendidikan dan kemampuan analisis sangat rendah sehingga para dokter menganggap perawat sebagai pembantu mereka, Hal ini antara lain disebabkan perawat di Indonesia kurang menguasai ketrampilan keperawatan profesional dan mereka lebih menguasai prosedur medis daripada asuhan keperawatan yang menjadi tanggung jawab mereka (Rijadi, 2005, http//blog.360.yahoo/blogvkiu, diperoleh tanggal 13 Nopember 2007). Penilaian negatif terhadappenampilan perawat juga diungkap dari beberapa survei kepuasan pelanggan, keluhan, saran, dan dari beberapa surat pembaca media cetak; kebanyakan keluhan yang ada menyangkut keberadaan petugas, tidak profesional dalam memberikan pelayanannya, juga masih terdengar keluhan akan perawat yang tidak ramah dan acuh terhadap keluhan pasien-pasiennya (Hakim, 2006.http:// www.uiungpandangekspres.com/diperoleh tanggalll Desember 2007). Hal ini didukung oIeh penelitian Peluw (2007) yang menggambarkan adanya persepsi yang negatif seperti melakukan tindakan yang kurang tepat, kurang tramp il, kurang komunikasi dengan pasien, kurang cepat menanggapi keluhan pasien. Kesan masyarakat tentang perilaku perawat sampai saat ini masih berkonotasi negatif seperti tidak ramah, judes, pemarah, tidak memberikan informasi yang dibutuhkan (Hamid, 2001). Keadaan seperti ini

Sri Mugianti adalah Dosen Pengajar di Prodi Keperawatan Blitar Poltekkes Depkes Malang
31

Seleksi partisipan menggunakan metode purposive.ksh.(Anonym.nilinfo/?p=9.. berjumlah 6 orang pasien yang di rawat di Bapelkesmas RSU Ngudi Waluyo Blitar minimal 3 hari. Secaranaluri kepuasan dan ketidakpuasan akan menjadi berita di masyarakat.Colaizzi (IQ78.1 Ull .:. pemahaman tentang peran sesuai keinginan masyarakat harus diperhatikan oleh perawat. http:// www. u. Kurang pekanya perawat untuk membiasakan diri dengan kaidah professional.t L tidak langsung menjadi media promosi bagi perawat. yang . y .. . diambiI tanggaI 26 Pebruari 2008). atau kerabat tentang pelayanan yang diberikan perawat. tetapi keberadaannya terlupakan dan terabaikan.. 1999) terdiri darimembuat ISSN 1693-4903 32 . Peneliti juga membuat catatan Iapangan (field notes) untuk menangkap fenomena lain yang tidak diperoleh mc1alui wawancara dan wawancara direkam berdasarkan persetujuan partisipan.id diperoleh tanggal 11 Desember 2007). Profesi keperawatan merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan..\..\. NO. (Kompas Cyber Media. dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat. karena pasien yang sudah pernah mencoba pelayanan keperawatan akan secara I\. Perubahan penampilan. Profesi perawat diharapkan mampu menciptakan dan mengkondisikan situasi dan lingkungan yang kondusif._ n . Kondisi ini sangat disayangkan bila tidak segera direspon oleh perawat. dapat menceritakan pengalamannya dengan lancar dan menyatakan bersedia untuk ikut dalam studi ini. mereka akan bercerita ke ternan. analitik dan deskriptif dari pengalaman partisipan selama berinteraksi dengan perawat.'\. mengemukakan bahwa setiap profesi pada dasamya memiliki tiga syarat utama yaitu kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif... tetapi apabila tidak sesuai harapan akan membuat citra perawat turun sampai tidak diminati calon pasien..JURNAL KESEHATAN.. agar perawat mempunyai nilai yangpatut diperhitungkan keberadaannya... dan hal yang Iebih ekstrim lagi perawat akan ditinggalkan pasien (Anonim.J-J UUll n. mendapatkan gambaran bagairnana perspektif pasien terhadap citra perawatsetelah mengalami perawatan di rumah sakit pemerintah di wilayah Blitar Jawa Timur. Tujuan umum penel itian ini adalah. sikap yang etis dan sikap altruis untuk profesi kesehatan. 2007. sehingga informasi yang disebarluaskan oleh pasien kepada masyarakat berupa berita yang positif. 2003..s selalu sesuai dengan tempat dan waktu. 2004).Ull1P". http://otkin. Sampuma. sangat merugikan perawat dalarn pandangan profesi lain. Analisis data menggunakan model. tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. relasi. Beberapa ciri professional an tara lain. l'~~_A+=~n: rI~~ kewenang .. Sikap professionai adalah sikap bertanggung jawab terhadap masyarakat profesi maupun masyarakat luas. Salah satu indikator profesional keperawatan dapat dil ihat dari budaya perawat untuk menerapkan asuhan keperawatan berdasarkan pendekatan ilmiah yakni proses keperawatan. Tujuan peneliti menggunakan desain fenornenologi diskriptif adalah untuk mengeksplorasi fenomena secara intuitif. MEl 2009: 31-40 dapat mencerminkan belum profesionalnya tenaga perawat dan citra perawat belum sesuai harapan profesi . komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya.co.1.11(.dengan cara berfokus pada penemuan fakta mengenai fen omena citra perawat yang ditekankan pada makna pengalaman selama dirawat. karena perawat kurang mampu membentuk citra positif di masyarakat. (2003) Pakar Hukum Universitas Indonesia. Bila pelayanan perawat sesuai harapan pasien.fU. dalam Streubert & Carpenter. agar menimbulkan kepuasan bagi pasien. maka dapat meningkatkan citra. VOLUME 7.. 1. Tujuan khusus Iebih dispesifikan pada mengidentifikasi pandangan pasien tentang. Perawat harus dapat mengantisipasi kondisi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan waktu rata-rata 45~60 menit. makna pengalaman pasien selama di rawat di rumah sakit METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diskriptif guna memahami arti dan makna tentang citra perawat dad perspektif pasien yang dirawat di rumah sakit pemerintah.1..

dan meningkatkan citra.pengalaman negatif. karena saya belum pemah mend en gar kasus yang negatifbaik secara ilmu maupun kehidupan sosial(P-l). Citra Perawat Menurut Perspektif Pas/en di RS Pemerintah Di Wilayah Blitar Jawa Timur transkrip dan membaca berulang-ulang hasil transkrip wawancara dan catatan lapangan. Citra perawat di sin1bagus. terus nyuntik. (P-5) Kategori ketiga adalah sesuai nonnalaturan. Kategori ke enam yaitu penerimaan peran. Penilaian citra positif dideskripsikan partisipan dari 7 kategori yaitu: 1) pelaksanaan tindakan medikasi.jadi isue itu tidak terbukti gitu mbak (P-6) Kategori kelima adalah kasih sayang dideskripsikan partisipan bahwa partisipan merasakan senang dengan perawat karena menurut partisipan perawat-pasien saling tolong menolong dengan penuh kasih sayang. Partisipan usia 41 tahun. pelayanan seperti ini sudah lebih baik. menyuntik. sesuai norma!aturan keilmuan. Kategori. sesuai normal aturan. tidak separah dibanding dulu jaman saya masih sekolah dulu. 3) sesuai norma! aturan. kesesuaian layanan. Sedangkan pengalaman negatif adalah pilih-pilih. nyuntik disini ( menunjuk jari manisnya) (maksudnya periksa kadar gula darah menggunakan stik gIukotest: peneliti) periksa kadar gula ya bagus trus nyuntik makan (memberikan suntikan insulin: peneliti) disini menunjuk lengan) ya bagus bu. Partisipan mendeskripsikan pelaksanaan peran adalah membandingkan persepsi partisipan tentang pelayanan keperawatan terhadap pasien dengan sosial ekonomi rendah masa yang laiu dengan yang dialami partisipan sekarang. walaupun perubahan itu sangat sedikit. Saya senang dirawat di sini. sekarang sudah tidak. karena merasakan antara perawat dan pasien. 33 . menghargai dan menghormati pasien sebagai manusia. pelaksanaan peran dan perubahan baik. Pengalaman positif dideskripsikan partisipan dari tujuh kategori yaitu: pelaksanaan tindakan medikasi. 2) kesesuaian Iayanan. judes. 6) pelaksanaan peran dan 7) perubahan baik. saya masih ngalami. Kesesuaian layanan sebagai kategori kedua dideskripsikan partisipan bahwa partisipan menerima kenyataan dan merasakan pelayanan yang lebih baik dad pada yang pernah partisipan alami pada saat partisipan masih sekolah dulu. Partisipan memaknai pengalaman tentang citra di rumah sakit saat di rawat dengan melihat perawat yang bisa memerankan sebagai perawat yang tidak membeda-bedakan tingkat sosiaI ekonomi. Adillhumanis merupakan kategori ke empat yang dideskripsikan partisipan bahwa pelayanan keperawatan tidak membeda-bedakan orang. Dulu saya dengar perawat itu judes. mung kin perawat sekarang sudah tahu tempatnya(P-5) Peru bah an baik merupakan kategori ke tujuh dar i penilaian citra positif. tidak dapat dipercaya dan tidak tulus. hati saya jadinya kok seneng gitu lho mbak(P-6). (P-2) . membuat kategori-kategori. saling mengasihi. siap untuk pulang meninggalkan rumah sakit menuturkan sebagai berikut kalau kelas 3 ya harus nrimo. tidak memanusiakan.Mug/anti. pertama pelaksanaan tindakan medikasi di deskripsikan partisipan bahwa perawat me1akukantindakan ganti infus. artinya tidak pernah melakukan kesalahan praktek dan sesuai aturan yang berlaku di masyarakat. pasang infus ya bagus. mengidentifikasi kutipan kata dan pernyataan yang bermakna. Ganti infus ya bagus. menentukan sub tema dan tema utama. saling tolong menolong. Biasanya menghadapi orang kelas bawah itu ada kekasaran. dideskripsikan oleh partisipan bahwa citra ISSN 1693-4903 pelayanan keperawatan baik.dulu banyak kesan perawat lengus (sewotl judes). kasih sayang. kalau dulu sekarang tidak. 4) adil/humanis. Partisipan mendeskripsikan pelayanan perawat sekarang lebih baik dari dulu. periksa guia darah dilakukan perawat dengan baik. Hasil: tujuan khusus makna pengalaman pasien terhadap pelayanan keperawatan tergambar dalam 3 tema yaitu pengalaman positif. adil/humanis. tapi temyata setelah saya dirawat sendiri perawatnya baik. 5) kasih sayang. Itu lho yangsaya rasakan. perawatnya kasar.

Maksud saya ini khan pelayanan kesehatan. pokoknya berpegang pada apa yang di dapat dari hasil pendidikannya. 2) perbaikan kualitas SDM. sarnbil tangannya di angkat dan digerakkan tanda tidak mengerti). ya untuk pegawai ya sudah gitu lho(P-5) Kategori ke dua dandanan di gambarkan oleh partisipan sebagai keinginan partisipan untuk mendapat pelayanan dari seorang perawat yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan partisipan yaitutidak mengganggu dalam tugas maupun mengganggu ketenangan pasien seperti menggunakan sepatu yang berbunyi. Partisipan memandang tindakan tersebut telah menyalahi sumpah perawat. rapi. Partisipan mendeskripsikan pilih-pilih adalah pelayanan keperawatan membeda-bedakan pelayanan berdasar tingkat sosial ekonomi Sebenarnya sini itu dulu yang terbaik. Nanti kalau terlalu menor mrucut sambil tangannya menunjukkan seseorang yang tidak bisa memegang (tidak mengerjakan pekerjaannya) (.. Perawat mau merawat kalau ada uang. kok ditanya punya uang tidak? Ya Ampun . Kategori pertama adalah pilih-pilih. Kalau terlalu sederhana. Kategori seleksi dideskripsikan partisipan sebagai harapan untuk memperbaikan citra pelayanan dengan memperhatikan kaidah-kaidah profesi keperawatan. mesti berkurang dan pasien cepat sembuh. kan pakenya anggun gitu Iho bu wama hitam haknya agak tinggi tidakapa-apa tapijangan bunyi tok-tok! (P-2) Sub tema kedua perbaikan kualitas SDM terdiri dari 2 kategori yaitu: 1) seleksi dan 2) Diklat. Sewaktu saya masih SMA. masyarakat percaya 100% ke perawat gitu rumah sakit dak bising seperti sekarang ini. Menurut partisipan bila perawat dapat melakukan tugasnya dengan baik maka rnasyarakat akan percaya Kalau kepercayaan masyarakat sudah tertanam.enak gitu (P-5) Tidak tuIus merupakan kategori ke tiga yang digambarkan oleh partisipan bahwa perawat akan melakukan tugasnya dengan baik bila ada uang j aminan. rnenurut saya yang bagus itu yang sepatunya jangan bunyi pecetok-pecetok gitu. saya kira mesti bagus. tetangga saya yang masuk. tapi karena kasus-kasus yang tidak punya di nomor duakan menjadi kurang. cari yang bagus yangndak bunyi gitu lho bu. itu yang saya rasakan . NO. 3) pengeloaan tugas dan 4) kinerja Sub tema atribut dideskripsikan dalam dua kategori yaitu: 1) pakaian dan 2) dandanan. Maksud saya gak terlalu menor atau juga gak terlalu sederhana. (Maaf Iho saya kurang paham pendidikan perawat..partisipan tersenyum). 1. kurang meyakinkan . MEl 2009: 31-40 Ya secara keseluruhan sudah ada peningkatan. Tidak mungkin program pendidikan yangtidak bagus . (P-5) Kategori ke dua adalah diklat yang digambarkan oleh partisipan sebuah harapan agar ISSN 1693-4903 .(P-S) Penilaian citra negatif menurut partisipan terdiri dari 3 kategori yaitu: 1) pilih-pilih 2) kurang dipercaya dan 3) tidak tulus. SMP sini itu no 3 se Jawa Timur Iho mbak. mungkin dari kepala-kepalasudah ada upaya perbaikan.(P-5) Diskripsi partisipan tentang terna meningkatkan citra terdiri dari 4 sub tema: 1) Atribut. Seragam yang memenuhi kesopanan. Upaya rumah sakit adalah dalam perekutan perawat harus betul-betuI lulusan perawat yang bagus.(PS) Kalan alas kaki. rasanya kok gak masuk akal. VOLUME 7.. terbukti masih banyak keluarga yang menunggui pasien. tidak berlebihan. seragam standart. Padahal dalam sumpah mungkin tidak seperti itu. alamiah.JURNAL KESEHATAN. walau sedikit-sedikit tapi sudah ada perbaikan.. (P-4) Kategori kedua kurang dipercaya dideskripsikan oleh partisipan bahwa kepercayaan masyarakat belum ada. pelayanan perawatan dan perawatnya baik kepasien. terkesan nglombrot(tidak rapi) orang jadi gak percaya. 34 Kategori pakaian dideskripsikan partisipan sebagai harapan kepada perawat untukberpakaian seragam dan menganut aturan pegawaidi rumah sakit. bersih dan meyakinkan. Dandanan sederhana. seperti juga kata saudara-saudara saya.

ilmu harus ditingkatkan sesuai perkernbangan sekarang (P-5) Perawat khan memberikan servis. istilahnya dari personnya digembleng dulu pada individunya benar-benar digembeleng. bagaimana merawat orang sakit.(P-4) Sub tema keempat adaIah kinerja yang di deskripsikan oleh partisipan sebagai kategori standar nilai dan tanggungjawab.(P-5) ISSN 1693-4903 . 6) pelaksanaan peran dan 7) perubahan baik.umi diperoleh tanggal 8 Maret 2008 tentang image perawat di media massa di bandingkan dengan 35 Tapi mbak-mbak perawatnya ada 4 (sambil menghitung satu.(P-4) Kategori kedua tanggung jawab. motivasi dari diri kita sendiri. Citra Perawat Menurut Perspektif Pasien di RS Pemerintah Di Wilayal: Blitar Jawa Timur kemampuan perawat ditingkatkan baik sikap. dan bagaimana partisipan memaknai citra perawat. Kategori standar nilai di deskripsikan 0 Ieh partisipan bahwa apapun kondisinya perawat dalam menjalankan tugas harus profesional "Saya adalah perawat.pelayanan keperawatan. saya harus melayani pasien. hl!p:llwww." mungkin gitu rnbak. Partisipan menyadari adanya keterbatasan SDM.pqdweb. Mestinya khan bisa bagi-bagi tugas.tiga. Tema penilaian citra positifterbentuk dari sub tema kualitas layanan dibentuk dari kategori 1) pelaksanaan tindakan medikasi. PEMBAHASAN Makna pengalaman pasien terhadap pelayanan keperawatan terangkum dalam terna penilaian citra positif dan penilaian citra negatif. saya harus profesional. harus mengusahakan perawatnya profesional. 1997) Temahasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitianpenelitian kualitatif. saya tahu mungkin SDM terbatas. ketrampilan maupun kepandaian. namun partisipan mengusulkan dengan tenaga terbatas dapat membagi tugas dengan baik sehingga semua pasien dapat dilayani.proquest. agar dapat memberikan pelayanan sesuai keinginan pasi~n Menurut saya rumah sakit . Pasien dalam menginterpretasikan perawat berawal dari cara pandang melalui panca indera dari informasi-infonnasi yang didapatkan dan pengalaman baik dari orang lain maupun diri sendiri sehingga menghasiIkan anggapan yang positifterhadap perawat. partisipan berharap di masa yang akan datang perawat harus dapat menjalankan tugasnya dengan penuh_ tanggungjawab.dua. bagaimana perawat mernberikan servis. . pasien akan tetap setia menggunakan jasa perawat dengan harapan-harapan yang diinginkan pasien (Tj iptono. yang intinya kita ikhlas. Image atau citra dibentuk berdasarkan kesan. 4) adillhumanis. dengan keterbatasan SDM itu khan dibagi . 3) sesuai norma/aturan. diarahin. pcmikiran ataupun pengalaman yang dial ami seseorang terhadap sesuatu obyek yang pada akhirnya akan mernbentuk sikap atau penilaian terhadap pelayanan keperawatan.. misalnya pendidikan ketrampilan. reputasi dan kepedulian perawat merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting terhadap kepuasan pasien dimana pasien memandang rumah sakit mana yang akan dibutuhkan untuk proses penyembuhan. (P-4) Sub tema ketiga dari tema meningkatkan citra adalah pengelolaan tugas yang terdiri dari satu kategori. meskipun dengan harga yang tinggi. Ke depan usuIan saya pekerjaan perawat itu dapat dipertanggungjawabkan. wellcome. Berikut petikan pendapat partisipan: Hasil peneIitian ini sudah menjawab tujuan penelitian yaitu ingin mendapatkan pemahaman mendaIam tentang pengalaman pasien yang di rawat di rumah sakit pernerintah.Mugianti. . Image atau citra. iklas. Hal ini karena citra/image dianggap bisa mewakili pengetahuan seseorang terhadap suatu obyek. 5) kasih sayang. Pasien tidak mau tahu apa dia bertengkar dengan suami atau gimana yang diminta adalah melayani dengan baik. repot. memahami perilaku perawat dan.empat). 2) kesesuaian layanan. saya hams ikhlas apapun yang terjadi pada diri saya. Selanjutnya sikap atau penilaian tersebut dapat dipakai oleh pasien sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan untuk menggunakan pelayanan selanjutnya. yang dilakukan Duncan (1992). pengetahuan tentang kesehatan.

dari sisi teknik terpusat pada upaya bagaimana pasien bisa beristirahat. tindakan pertama kali dan kadang-kadang bila dipanggil harus selalu siap seperti seorang tentara yang harus berangkat lee medan perang. menggambarkan posisi perawat di Australia sebelum tahun 1960. setia. dan petualang.JURNAL KESEHATAN. http://www. dilakukan di rumah atau rumah sakit yang meliputi bio-psiko-sosia1. dalam Bloomfield. bahwa wan ita yang bekerja sebagai perawat adalah wanita-wanita yang memiliki kualitas khusus dan unik. Media massa dalam penelitian Duncan (1992). 1999). single. Penelitian Duncan sangat berbeda dengan hasil peneiitian ini dimana pandangan terhadap kerja perawat dideskripsikan partisipan sebagai penilaian citra positif untuk tindakan medikasi. temp at titipan pesan. mentaati perintah dokter. sesuai area praktik dan keahlian dengan el emen knowledge dan skill umum. sedangkan Duncan memfokuskan pada aktivitas perawat. 5) Pasang surutnya motivasi bekerja. dokter sebagai laki-laki ideal. NO. Selanjutnya hasil analisis dibandingkan dengan pemberitaan di media baik cetak maupun elektronik. masih menganut nilai-nilai instrinsik Nightingale yang menganjurkan kepatuhan kepada dokter. dilakukan di rumah atau rumah sakit yang meliputi bio-psiko-sosial. dan bermartabat. sedang penelitian Duncan (1992). Perbedaan yang menyolok tentang penilaian citra positif perawat menurut asumsi peneliti adalah perbedaan perkembangan keperawatan yang didasarkan pacta perbedaan perkembangan masyarakat. dalam Bloomfield. sedangkan Duncan menekankan pada pemahaman praktik holistik. MEl 2009: 31-40 aktivitas perawat sesungguhnya memperoleh tema 1) Pemahaman praktik holistik. VOLUME 7. Perjalanan keperawatan di Indonesia saat ini sama dengan perkernbangan keperawatan di Amerika dan Australia pad a abad 20. Perkembangan keperawatan sebagai suatu pekerjaan wan ita yang ekslusif menyebabkan penempatan status perawat di masyarakat. 3) Peran nyata. baik. 4) Otonomi: Perawat mempunyai otonomi sesuai peran dalam setting kerja. Faktor lain yang menyebabkan perbedaan penelitian ini dengan Duncan adalah penelitian ini hanya dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pasien. menjadi kurir. Holten (1984. menerima telpon.Hasil penelitian ini Iebih menekankan pada makna pengalaman pasien setelah dirawat dan berinteraksi dengan perawat yaitu berkaitan dengan apa yang dialami pasien. Hal lainyang digambarkan media tentang perawat adalah masih muda. menggambarkan perkembangan perawat di abad 20. menggambarkan peran perawat sebagai pembantu dokter. yaitu praktik keperawatan yang difokuskan pada manusia secara utuh. 1999). menyebabkan suatu pesepsi bahwa perawat adalah wan ita ideal dan . Penekanan yang kuat ditempatkan pada sifat -sifat personal yang penting untuk menjadi perawat ideal mencakup tidak mementingkan diri sendiri. yang didukung hasil-hasil penelitian dariAustralia seperti berikut ini.2) Aspek praktik keperawatan d i rumah sakit: adalah kesinambungan keperawatan yaitu perawat berada di sisi pasien. namun tetap mengabdi kepada profesi medis dan masih sangat berhubungan dengan nilai-nilai domestik. kontrol diri dan prinsip-prinsip kerja yang kuat. 6) Menggunakan kemampuan diri untuk memberikan pelayanan. merawat pasien sehat dan sakit untuk sembuh. tidak seperti profesi medis yang ISSN 1693-4903 36 . merawat pasien sehat dan sakit untuk sembuh. Sisi positifyang ditampilkan adaiah perawat selalu memberikan support ke pasien.proquestumi diperoleh tanggal 8 Maret 2008. taat. perawat sebagai figuran. ke kanak-kanakan. I. dilakukan dengan melakukan wawancara kepada perawat. Bridges (1990. Apapun setingnya adalah Iebih penting meningkatkan area keahlian dalam praktik keperawatan. melakukan observasi. Keperawatan secara mendasar dianggap sebagai pekerjaan wan ita. lebih menekarikan pada health promotion dan perawatan acut. berada di nurse station melakukan diskusi. Posisi perawat di mata masyarakat umum adalah sangat dihormati.-yaitu praktik keperawatan yang difokuskan pada manusia secara utuh. disiplin.pdqweb. romantis. dokter dan publik.

Kesan membedakan pelayanan terbentuk karena sistem yang berlaku di rumah sakit. Citra Perawat Menurut Perspektif Pasien di RS Pemerintah Di Wilayah Blitar J~wa' Timur berorientasi laki-laki dengan pekerjaan yangjelas. Partisipan dengan keterbatasan finansial akan memberikan penilaian yang selalu positif" dengan rasa pasrah menerima layanan yang diberikan kepadanya. kasih sayang. 1999) Bloomfield (1999). obyek sex dengan tidak membedakanl adil. cenderung akan menetapkan beberapa aspek dari berbagai aspek layanan kesehatan yang dapat diterima/dialami sebagai dasar penentuan ukuran kepuasannya. agama. anonym. takut perawat tidak melakukan semua kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya. sumber biaya. dan penentu prioritas tingkat kepuasan pasien. kelas perawatan. adil/humanis. Demikianjuga yang terjadi pada partisipan yang memaknai pengalaman dirawat di rumah sakit pemerintah dengan penilaian citra positif melalui sub tema kualitas layanan yaitu pelaksanaan tindakan medikasi. Pasien dengan Jatar belakang ciri dirinya. pendidikan. lama perawatan. kasih sayang dan penerimaan peran di dukung oleh Schweitzer. jenis kelamin. takutperawat tidak bersedia membantu kebutuhan sehari-hari. sesuai aturan/ norma. sehingga image masyarakat terhadap peran fungsi perawat lebih realistis dan tepat merefleksikan pekerjaan perawatyang unik dan bernilai.com! diperoleh 26 Pebruari 2008) menunjukkan beberapa manfaat yang bisa diperoleh perusahaan y~n. sebagai ibu/istri yang penuh kasih sayang dan pahlawan yang mengabdi. maka citra perawat menjadi baik.( 1997.(StaUnton. Penilaian citra positif ini bisa merupakan suatu kekuatan bagi perusahaan dalam kegiatan pemasarannya.et al (1994) yaitu identiBkasi citra perawat pelaksana sebagai bidadari yang bermoral. dalam Bloomfield. dimana semua unsur tersebut harus terintegrasi. Brown (1995) dengan Custamer Satisfaction/Revenue Enhancement Model yang menunjukkan adanya pengaruh antara pelayanan yang memuaskan terhadap citra perusahaan dan loyalitas. Peneliti berasumsi bahwa dengan mernberikan kepuasan kepada pasien. keramahan dan kenyamanan. kesesuaian layanan. suku bangsa. 2003) Penilaian citra positif berkaitan dengan kategori sesuainorma. Perawattidak melakukan tugasnya dengan alas an mengikuti budaya keluarga yang mayoritas suku Jawa dengan "<mangan gak mangan yen ngumpul" 37 . Faktor kurang dapat dipercaya yang digambarkan partisipan sebagai bentuk ketidak percayaan keluarga terhadap perawat. Beberapa karakteristik individu yang diduga menjadi determinan utama atau penentu prioritas indikator kualitas pelayanan kesehatan.Mugianti. Peran perawat seringkali mudah tampak sebagai seorang istridan ibu yang dipindahkan dari rumah ke rumah sakit. diagnosapenyakit. karena takut keluarganya diterlantarkan. Konsumen yang telah mempunyai penilaian positif terhadap perusahaan akan cenderung mempunyai loyalitas. adalah : umur. kurang dapat dipercaya dan tidak tulus. pasien akan selalu datang menggunakan layanan perawat Penilaian citra negatif dari penelitian ini digambarkan partisipan sebagai kesan yang membedakan pelayanan. pendapatan. (h!ip:llwww. pelaksanaan peran dan perubahan. dalarn. Citra suatu [SSN 1693-4903 perusahaan bisa dibentuk melalui penyampaian produk (barang/jasa) yang mampu -memuaskan pelanggan. Hal ini seperti pada pembahasan kualitas pelayanan keperawatan di atas.gtelrili rnemuaskan pelanggannya melalui penyampaian pelayanan yangberkualitas diantaranya ialah citra perusahaan. pekerjaan. artinya salah satu unsur tersebut tidak bisa dipisahkan/diabaikan didalam mencapai service excellence. temp at tinggal. ketepatan. Masyarakat tidak marnpu membedakan pekerjaan perawat yang terlatih dan unik dengan tugas-tugas tradisional. yang selalu menyediakan perlengkapan dan tenaga yang terpilih untuk ditempatkan di ruang pavilyun. Elhaitammy (1990) menyatakan secara garis besar bahwa Service Excellence memiliki empat unsur pokok yaitu kecepatan. Brown (1985. alasan memilih (Utama. menyatakan keperawatan saat ini bergerak dari posisi ketergantungan dan tekanan tradisional ke otonomi dan respek yang lebih besar untuk kemandirian profesi.free~coliege-essays. adillhumanis. status perkawinan.

Walaupun penampilan tidak sepenuhnya mencerm:inkan kemampuan perawat. keluarga. 1990 dalam Potter & Perry. com/. namun dalam prakteknya diartikan lain dengan perawat membantu dokter. meminta untuk selalu tahu kondisi pasien serta keluarga akan merasa tersinggung bila perawat tidak rnernberikan ij in untuk bisa menunggu atau membezuk keluarga yang sakit. penampilan pegawai berpakaian rapi dan harmonis. cara berpakaian dan berhias menunjukkan kepribadian. Peningkatan hard skill meliputi usaha untuk meningkatkan kemampuan kognitif. tetapi mungkin akan lebih sulit bagi perawat untuk membina rasa percaya terhadap pasien jika perawat tidak memenuhi penarnpilan yang di ISSN 1693-4903 . Penampilan menarik. di pero Ieh tanggal 28 April 2008. budaya dan konsep diri. peralatan komunikasi. Kekecewaan atau ketidakpuasan pasien dapat menurunkan citra perawat. Delapan puluh empat persen dari kesan terhadap seseorang berdasarkan penampilannya (Lalli Ascosi. rapi. status sosial. sopan santun. dalam hal ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. sopan. word press. pekerjaan. Sedangkan Dharmawan (2007) berpendapat bahwa untuk membangun penilaian citra positifperawat harus memperhatikan hard skill dan soft skill. Kebiasaan keluarga merajuk. gaya komunikasi dan integritas diri perawat. Penilaian citra negatif tentang pelayanan keperawatan menurut perspektif pasien tersebut menjadikan bahan pertimbangan untuk dicarikan jalan pemecahan agar penilaian citra negatif tersebut tidak berlanjut Tema meningkatkan citra menurut perspektif partisipan dideskripsikan dengan: 1) atribut perawat. Perawat yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbulkan citra diri dan profesional yang positif. Pendapat serupa disampaikan oleh Hidayat (1999). dan meyakinkan. keluarga dan kelompok untuk mencapai potensi optimalnya dibidang fisik. agama. Komponen soft skill ini meliputi sikap positif. Hal ini mungkin disebabkan orientasi memilih profesi keperawatan bukan karena panggilan jiwa. Penampilan fisik perawat mempengaruhi persepsi pasien terhadap peIayanan/asuhan keperawatan yang diterima. perawat terperangkap budaya membantu yang seharusnya adalah membantu individu. menggunakan alas kaki/sepatu dengan mempertimbangkan ketenangan pasien. 1993). 2) perbaikan kualitas SDM. Penampilan personal merupakan salah satu hal pertama yang diperhatikan selama menjalin hubungan interpersonal. sederhana. Pasien yang mengalami ketidakpuasan akan mudah menceritakan pengalamannya kepada ternan.JURNAL KESEHATAN. mental dan sosial dalam ruang lingkup kehidupan dan pekerjaanya. I. sedangkan soft skill merupakan komponen penunjang peuampilan perawat yang dapat memberikan ciri khas atau differens ias i sehingga dapat menimbulkan kesan tersendiri bagi pasien. Kesan mendalam yang timbuI secara kuat dapat menjadikan brand image perawat. dan lainnya. http:// banyumasperawat. kebersihan ruangan baik dan teratur rapi. Harapan ini sejalan dengan aspek-aspek kualitas pclayanan keperawatan menurut Parasuraman (dalam Tjiptono. VOLUME 7. 3) pengelolaan tugas dan 4) kinerja. Atribut perawat dapat memberikan kesan mendalam pada pasien. 38 adalah harapan partisipan terhadap penampilan perawat. bersih. penampilan berbeda yang dapat memberikan citra dengan memperhatikan etika. Bentuk fisik. Perawat sulit menolak keinginan keluarga dan perawat tidak mampu mengeloIa aturan yang sudah ditetapkan. tetangga. namun karena pertimbangan mendapat pekerjaan. Kesan pertama timbul dalam 20 detik sampai 4 menit pertama. natural. saudara. Faktor tidak tulus diinterprestasikan oleh partisipan terhadap pelayanan keperawatan yang berorientasi pada materi. NO. 1997) dalam penilaian aspek bukti langsung atau berujud (tangibles) dijelaskan bahwa aspekyang menimbulkan kepuasan pasien di rumah sakit adalah tersedianya fasilitas fisik. MEl 2009: 31-40 artinya segaIa kesenangan dan penderitaan ditanggung seluruh keluarga. karena tiap pasien mempunyai citra bagaimana seharusnya penampilan seorang perawat. yang akan menyebabkan penilaian kurang bagus terhadap layanan keperawatan di rumah sakit.

Jadi sudah selayaknya perbaikan kualitas perawat ditingkatkan selainjuga memenuhi kuantitas SDM yang kurang. Sedangkan harapan tentang kinerja dideskripsikan dengan standar nilai profesional dan profesi yang bertanggungjawab atas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Dewan Pendidikan Tinggi. niscaya tidak akan maju.al (1994. mengaktitkan dan lebih memberdayakan komite keperawatan di rumah sakit DAFTAR PUSTAKA Anonym. tanpa ditunjang kemampuan sumberdaya manusia. Komisi Disiplin lImu Kesehatan. Praktik keperawatan profesional dapat terwujud bila perawat mempunyai komitmen dan kerja keras serta mendapat dukungan dari pimpinan Bapelkesmas RSU Ngudi Waluyo BIitar. Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk perbaikan adalah pada pelayanan keperawatan: membiasakan did dengan budaya profesional. sangat relevan dengan kenyataan yang ada bahwa sistem asuhan keperawatan model tim belum dilaksanakan ISSN 1693-4903 dengan baik dan benar. Penelitian dengan topik sama bisa dilakukan di temp at lain untuk memperkaya wawasan. 3) menyiapkan diri sebelum melakukan praktik. 7)mengikuti ketentuan dan prosedur stan dar praktik dan 8) melakukan tindakan keperawatan secara aman. Praktek Keperawatan 39 . 2) menunjukkan disiplin atas komitmen dan kewajibannya. 6) menunjukkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan pasien.Kondisi ini akan mernperkuat perjuangan perawat yang menginginkanadanya ruang percontohan untuk penerapan praktik keperawatan profesional. walaupun pergeseran tersebut kecil. (http://www. Penentu kebijakan keperawatariperlu menata sistem layanan keperawatan melalui penetapan aturan yang jelas. Usulan pada aspek pengelolaan tugas dan kinerja ini sejalan dengan Linberg et. 4) melaporkan kepada atasan apabila melakukan praktik yang tidak aman atau salah.Mugianti. dalam Sitorus 2006) menyatakan terdapat delapan perilaku yang ditunjukkan perawat di klinik berkaitan dengan akuntabilitas yakni: 1) bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan. KESIMPULAN Kesimpulan Ada pergeseran makna penilaian citra positif dalam menilai citra perawat. Citra Perawat Menurut Perspektif Pasien di RS Pemerintah Di Wtiayah Blitar Jawa Timur citrakan oleh pasien. Peneliti berasumsi bahwa berangkat dari pengalaman yang dirasakan pasien memberikan usulan untuk meningkatkan citra dalam aspek ini. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa seberapa canggihnya sarana dan prasarana suatu organisasi. Saran Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa profesi keperawatan harus berbenah diri agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. sedangkan organisasi profesi. menerapkan sikap caring yang merupakan inti keperawatan. 5) menghargai hak-hak pasien.free-collegeessays. Diktat kuliah tidak DAN SARAN dipublikasikan Depdiknas. Jadi perawat harus dapat membaca peluang untuk memperoleh tempat di hati pasien dengan memperhatikan hard skill dan soft skill Perbaikan kualitas SDM melalui seleksi penerimaan perawat yang berstandar serta pendidikan pelatihan merupakan usulan partisipan untuk memenuhi keinginan mendapatkan pelayanan yang baik.com! diperoleh 26 Pebruari 2008 Dharmawnan Yohana . (2007) MarketingNursing as A Branded Profession. Pendidikan keperawatan perlu mengembangkan kurikulum dengan memperhatikan unsur (hard skill) dan (soft skill). Berdasarkan kornunikasi personal dengan sub bidang keperawatan disampaikan bahwa dalam 1 tahun terakhir tidak pernah dilakukan pelatihan dan kegiatan peningkatan profesional keperawatan tidak pernah dilakukan Hasil penelitian tentang harapan partisipan untuk pengelolaan tugas dideskripsikan dengan pembagian tugas secara baik dan benar. (2002). Pasien berharap dirawat oleh perawat profesional. Usulan meningkatkan citra menurut perspektif pasien melalui peningkatan hard skill dan soft skill perawat. (anonym.

Fundamentals of nursing: concepts. rnakalah tidak dipublikasikan Henderson. R. and practice. The Image of the staff nurse. Jakarta. diperoleh tanggal25 Pebruari 2008 Peluw. (1997). process. Malang.al (2007) 'Caring for'behaviours that indicate to patient that nurse' care about them'. Media portyayals of nursing versus the actual work of nurses.umi. 1999. Zulfikar.1. Edisi ketiga Jakarta: Rineka Cipta Oerman. Increasing Understanding of Nursing Research for General Duty Nurses: An Experiental Strategy. Susan.umLcom/pqdweb. PA. A. Qualitative Research In Nursing: Advancing the Humanistic Imperative. Amanda et.And Carpenter.JURNAL KESEHATAN. MEl 2009: 31-40 Ilmiah. FIK. Tidak dipublikasikan Potter. Magister. http:// proguest. et al. D. diarnbil tanggal 9 Maret2008 Hamid. Consumers' description of quality heathcare. Nursing Managemen Chicago: 25(6): 8889 dalam http://proquest. (1992).com/ pqdweb. Hubungan tingkat kepentingan dan persepsi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dengan minat pemanfaatan Rumah Sakit Umum Al-Fattah KotaAmbon. Mosby-Year Book Inc Schweitzer. (200 I) Legislasi & etika praktek profesi keperawatan di Indonesia. dalam http://proquest. F. (1995) Strategi pemasaran. VOLUME 7. Yogjakarta : Andi Offset 40 ISSN 1693-4903 . Tesis. & Perry. (1994). Philadelphia: Lippincot Sawatzky-Dickson (2008). (1999). (2007). H. makalah seminar.umi. The Journal of'Continuing Education in Nursing 3 9 (3): 105-109 Tjiptono. Journal of Advanced Nursing Vol 60 Ed 2 Oct 207 Notoadmodjo Soekidjo (2003) Pengembangan Sumber Daya Manusia. NO. 4 ed.com/pqdweb diambil tanggal 10 Desember 2007) Streubert. J. Y. Tidak dipublikasikan Duncan. Jakarta.