P. 1
pondasi I

pondasi I

|Views: 89|Likes:
Published by Eko Prastyo

More info:

Published by: Eko Prastyo on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2012

pdf

text

original

DAYA DUKUNG 3.

1 Macam-macam pondasi Pondasi adalah bagian terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke tanah atau batuan yang berada di bawahnya. Terdapat dua klasifikasi pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.  Pondasi dangkal Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi yang mendukung bebannya secara langsung. Macam-macam pondasi dangkal :  Pondasi telapak Pondasi telapak merupakan pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom.  Pondasi memanjang Pondasi memanjang merupakan pondasi yang digunakan untuk mendukung dinding memanjang atau digunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak dekat, sehingga bila dipakai pondasi telapak sisi-sisinya akan berimpit satu sama lain.  Pondasi rakit Pondasi rakit adalah pondasi yang digunakan untuk mendukungbangunan yang terletak pada tanah lunak.  Pondasi dalam Pondasi dalam didefinisikan sebagai pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak relative jauh dari permukaan.  Pondasi tiang Pondasi tiang adalah pondasi yg digunakan bila tanah nya pada kedalaman yang normal tidak mampu mendukung bebannya.  Pondasi sumuran Pondasi sumuran adalah pondasi bentuk peralihan antara pondasi dangkal dengan pondasi tiang.

3.2 Tipe-tipe Keruntuhan Pondasi Berdasarkan pengujian model, Vesic (1963) membagi mekanisme keruntuhan pondasi menjadi 3 macam, yaitu :  Keruntuhan geser umum, terjadi menurut bidang runtuh yang dapat diidentifikasi dengan jelas Keruntuhan yang terjadi pada tanah yang tidak mudah mampat, yang mempuntai kekuatan geser tertentu atau dalam keadaan terendam. Suatu baji t anah terbentuk tepat paa dasar pondasi zona A) yang menekan ke bawah hingga aliran tanah secara plastis pada zona B. Gerakan kea rah luar ditahan oleh tahanan pasif dibagian C. Saat tahanan pasif terlampaui, terjadi pengembungan dipermukaan. Keruntuhan secara mendadak yang diikuti oleh penggulingan pondasi.

 Keruntuhan geser lokal, tipe keruntuhan nya hampir sama dengan keruntuhan umum namun bidang runtuh yang terbentuk tidak sampai mencapai permukaan tanah

Pola keruntuhan terjadi pada tanah yang mudah mampat atau tanah yang lunak. Bidang gelincir tidak mencapai permukaan tanah tetapi berhenti di suatu tempat. Pondasi tenggelam akibat bertambahnya beban pada kedalaman yang relatif dalam sehingga tanah yang didekatnya mampat. Terdapat sedikit penggembungan tanah, tetapi tidak terjadi penggulingan pondasi. Dari grafik terlihat bahwa dengan pertambahan pula penurunannya sehingga beban maksimum mungkin tercapai.

 Keruntuhan penetrasi, keruntuhan yang dapat dikatakan keruntuhan geser tanah nya tidak terjadi Penggembungan permukaan tanah tidak terjadi, akibat pembebanan pondasi bergerak kebawah arah vertikal dengan cepat dan menekan tanah kesamping sehingga terjadi pemampatan tanah dekat pondasi. Penurunan bertambah secara linier dengan penambahan beban.

Fase-fase Keruntuhan Fase I Awal pembebanan tanah dibawah pondasi turun, terjadi deformasi lateral dan vertikal ke bawah. Penurunan yang terjdi sebanding dengan besarnya beban tanah dalam kondisi keseimbangan elastis. Masa tanah di bawah pondasi mengalami komresi sehingga kuat geser tanah naik, sehingga daya dukung bertambah.

Fase II Pada penambahan beban selanjutnya, penurunan tanah terbentuk tepat di dasar pondasi dan deformasi plastis tanah menjadi dominan. Gerakan tanah pada kedududkan plastis dimulai dari tepi pondasi, dengan bertambah beban zona plastis berkembang,kuat geser tanah berkembang. Gerakan tanah ke arah lateral semakin nyata, sehingga terjadi retakan local dan geseran tanah diskeliling pondasi.

Fase III Fase ini dikarekteristikkan oleh kecepatan deformasi yang semakin bertambah sejalan dengan penambahan beban yang diikuti oleh gerakan tanah kearah luar sehingga permukaan tanah menggembung, sehingga tanah mengalami keruntuhan disebut bidang gesr radial dan linier.

3.3 Teori Daya Dukung Daya dukung menyatakan tahan geser tanah untuk melawan penurunan akibat pembebanan, yaitu tahan geser yang dapat dikerahkan oleh tanah disepanjang bidang-bidang gesernya. 1. Analisis Terzaghi Terzaghi menganalisis daya dukung tanah dengan beberapa anggapan, yauti :    Pondasi memanjang tak berhingga Tanah didasar pondasi homogeny Berat tanah di atas dasar pondasi dapat digantikan dengan beban terbagi merata sebesar Po = Df y, dengan Df adalah kedalaman dasar pondasi dan y adalah berat volume tanah di atas dasar pondasi.     Tahanan geser tanah diabaikan Dasar pondasi kasar Bidang keruntuhan terdiri dari lengkung spiral logaritmis dan linier. Berlaku prinsip superposisi

Daya dukung ultimit didifinisikan sebagai beban maksimum persatuan luas dimanatanah masih dapat mendukung beban tanpa mengalami keruntuhan. Bila dinyatakan dengan persamaan, maka :
qu  Pu A

Dengan qu = daya dukung ultimit Pu = beban ultimit A = luas pondasi

Persamaan umum daya dukung pondasi Terzaghi untuk pondasi memanjang :
qu  cN c  po N q  0,5BN 

Karena Po = Df y. persamaan diatas dapat dinyatakan pula dengan :
qu  cN c  D f N q  0,5BN 

Dengan :
qu  daya dukung ultimit untuk pondasi memanjang
c  kohesi

Df  kedalam pondasi

  berat volume tanah
Pu  tekanan overburden pada dasar pondasi
NNcNq  factor daya dukung Terzaghi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->