P. 1
Laporan Kematangan Gonad

Laporan Kematangan Gonad

|Views: 944|Likes:
Published by asfarinaa

More info:

Published by: asfarinaa on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

Laporan Kematangan Gonad

1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara bahari dan tepatnya dikatakan negara kepulauan. Indonesia ditutupi dua pertiga oleh air, wilayah tanah air Indonesia memiliki potensi sumberdaya hayati perikanan yang besar dan belum seluruhnya dapat dikelola Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang Perikanan. Luas wilayah Indonesia sebesar 7,9 juta km2 atau sekitar 81 % dari wilayah seluruh Indonesia. Sedangkan luas perairan Indonesia saat ini lebih kurang 14 juta Ha, yang terdiri dari sungai dan rawa sebesar 11,9 juta Ha, 1,78 juta Ha danau alam dan 0,93 juta Ha danau buatan. Hal ini merupakan potensi yang sangat bagus untuk pengembangan usaha perikanan (Nyabakken, 1992). Pemeriksaan jenis kelamin dalam budidaya sangatlah penting. Karena hal tersebut menentukan dalam proses-proses selanjutnya dalam kegiatan budidaya, termasuk dalam merekayasa utnuk mendapatkan produksi ikan yang maksimum. Selain itu, identifikasi dan pembedaan jenis kelamin ini dapat digunakan untuk menguji hasil ginogenesis dan androgenesis(Anonymous.2006) Ikan merupakan makanan manusia yang paling utama sejak awal dari abad sejarah manusia. Daging ikan banyak mengandung protein dan lemak, seperti juga dagingdaging hewan ternak. Daging ikan nudah dicerna dibandingkan tumbuh-tumbuhan. Kadar protein dalam ikan dapat mencapai 13-20 %, sedangkan 60-80 % berupa air dan selebihnya lemak. Daging ikan banyak mengandung vitamin-vitamin terutama hatinya. Vitamin tersebut didapat dari plankton secara langsung ataupun tidak langsung, yang menjadi makanan ikan. Mengingat bahwa tiga perempat bagian dari permukaan bumi tertutup dengan lautan dan banyak perairan tawar yang dihuni oleh bermacam-macam ikan (Djuhanda, 1981). Ikan terdiri dari banyak sekali spesies di dunia yang memiliki kekhasan tersendiri dan yang telah berhasil diidentifikasi para ahli ikhtiologi di dunia ini ada sekitar 20.000 – 40.000 spesies. Bahkan ratusan spesies diantaranya telah memiliki varietas atau strain yang mencapai ratusan varietas. Studi mengenai jenis kelamin dari suatu spesies yang memiliki banyak strain merupakan suatu hal yang sangat menarik dan penting untuk dilakukan terutama bagi orangorang yang menekuni bidang budidaya perikanan dan melakukan penelitian di bidang Biologi

Perikanan. Hal ini karena setiap individu dari setiap spesies ikan memiliki ciri – ciri khusus sebagai penentu apakah indi-vidu ikan itu berjenis kelamin jantan atau betina. Penampakan ciri – ciri seksual ini pada beberapa spesies ikan baru nyata terlihat apabila individu ikan mengalami kematangan gonad (kelamin), akan tetapi pada beberapa spesies ikan lainnya ciri– ciri seksual itu dapat terlihat dengan jelas walaupun individu ikan tersebut belum matang gonad ataupun sudah selesai memijah karena dapat terlihat pada ciri – ciri morfologi pada permukaan tubuhnya. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang tingkat kematangan gonad dari setiap individu ikan sehingga membantu mereka yang berkecimpung di bidang budidaya perikanan dan biologi perikanan untuk menghitung jumlah ikan dewasa yang siap bereproduksi dan memijah, kapan mereka akan memijah dan bertelur serta kapan dan berapa telur yang akan dibuahi dan menetas serta perbandingan antara ikan yang belum matang gonad dengan yang sudah matang, ikan yang belum dewasa dengan yang sudah dewasa dan ikan yang belum bereproduksi dengan yang sudah (Pulungan, 2006). Mahasiswa perikanan harus dapat mengenali tingkat kematangan gonad setiap jenis ikan yang populer di masyarakat sehingga dapat membantu jika ingin membudidayakannya. Karena itulah praktikum tentang tingkat kematangan gonad sangat diperlukan untuk memberikan latihan kepada mahasiswa. 1.2. Tujuan dan Manfaat Tujuan praktikum ini adalah untuk mengenal ikan yang dewasa, siap bereproduksi dan memijah serta tingkat kematangan gonad dan untuk mengenal secara jelas jenis kelamin ikan yang diamati, baik diamati dengan ciri seksual primer maupun cirri seksual sekunder. Sehingga pada praktikum ini para praktikan mampu untuk mengenali setiap jenis kelamin ikan baik itu jantan, betina ataupun hermaprodit. Manfaat dari praktikum yang diperoleh adalah untuk mengetahui bagaimana dan apa saja organ-organ yang digunakan dalam sistem reproduksi seperti testes, ovari,mengetahui apakah ikan tersebut berkelamin jantan atau betina . Dan dapat memberikan informasi terhadap ilmu pengetahuan yang ada.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kottelat et. al, (1993), mengatakan bahwa ikan yang tergolong ordo cypriniformes di perairan barat Indonesia dan Sulawesi terdiri dari banyak famili. Melihat jenis ikan Cypriniformes cukup banyak dan perubahan ekosistem akibat dari kemungkinan terjadi perubahan jumlah spesies ikan Cypriniformes pada saat ini dan kemudian hari. Menurt Atmaja (2005) akibat adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan, maka ikanikan muda yang berasal dari telur yang menetas pada waktu yang bersamaam akan mencapai tingkat kematangan gonad pada umur yang berlainan. Ukuran ikan jika pertama kali matang gonad tidak selalu sama, disebabkan antara lain oleh suhu air dan dan ketersediaan pakan ( Atmaja, 2005) Sitanggang (1987) mengemukakan bahwa ikan tambakan termasuk golongan ikan labyrinthici yaitu sebangsa ikan yang memiliki alat pernafasan berupa insang dan insang tambahan (labyrinth). Labyrinth adalah alat pernafasan yang berupa selaput tambahan yang berbentuk tonjolan pada tepi-tepi atas lapisan insang pertama. Pada selaput terdapat pembuluh darah kapiler (zat asam) langsung dari udara dan pernafasannya. Seksualitas ikan dapat ditentukan dengan mengamati ciri-ciri seksual skunder dan seksual primer. Pengamatan seksual primer harus dengan pembelahan diperut ikan. Sedangkan seksual skunder dengan memperhatikan ciri-ciri morfologi yaitu bentuk tubuh. Organ pelengkap dan warna (andea,2005). Selanjutnya Effendie (1997) menyatakan bahwa sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi yaitu ovarium dan pembuluhnya. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina. Apabila suatu spesies ikan mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina maka spesies ikan mempunyai seksual dimorphisme. Apabila yang menjadi tanda itu warna maka ikan itu mempunyai seksual dichromatisme dimana pada ikan jantan biasanya warnanya agak lebih cerah dan menarik daripada ikan betina. Ciri seksual ikan dapat dibagi menjadi dua, yaitu ciri seksual primer dan ciri seksual sekunder. Ciri seksual primer adalah alat organ yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi. Testes dan salurannya pada ikan jantan merupakan ciri seksual primer. Untuk

warna dan perkembangan isi gonad yang dapat dilihat. Dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad dengan cara morfologi ialah bentuk. Ciri seksual sekunder berguna dalam membedakan ikan jantan dengan ikan betina dan dapat dilihat dari luar. Pengamatan terhadap aspek-aspek biologi spesies ikan dilakukan para pakar biologi perikanan melalui pendekatan secara kuantitatif. Selanjutnya dikatakan juga bahwa gonad yang terdapat didalam tubuh mengalami perkembangan dari bentuk sehelai benang yang berisi cairan bening kemudian berkembang dan membesar sesuai dengan kapasitas rongga perut yang dimiliki individu ikan. Semakin matang gonad suatu in-dividu ikan maka semakin besar bentuk dan berat gonad serta tubuh individu ikan. Pengamatan secara histologi dapat dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Dengan perlakuan yang diberikan terhadap banyak individu ikan dengan waktu pengamatan yang relatif lama (Effendi. (Pulungan et. 2006).melihat perbedaannya diperlukan pembedahan. Pengamatan tentang tahap tahap kematang gonad ikan dapat dilakukan secara morphologi dan histologi. meskipun kadang kala tidak memberikan hasil yang positif (nyata). Pengamat secara histologi sangat memerlukan peralatan canggih dan teliti dan memerlukan pendanaan yang cukup (Pulungan. al. Golongan psamopil memijah dipasir. 1989). Golongan ikan pelagopil memijah pada kolam air diperairan dan golongan ikan ostracopil pada cakang yang telah mati (Raharjo. yaitu golongan ikan phytopil yang memijah pada tanaman. Ikan dapat dimasukkan kedalam beberapa golongan. ukuran panjang dan berat. Gonad yang terdapat pada tubuh ikan jantan tersebut disebut testes yang berfungsi menghasilkan spermatozoa. Perkembangan gonad ini dipengaruhi oleh adanya perkembangan gamet yang diproduksi oleh gonad itu sendiri. 2002). 2006). Perkembangan gonad ikan betina lebih banyak diperhatikan dari pada ikan jantan karena perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih mudah dilihat dari pada sperma yang terdapat di dalam testes (Effendie. 1980). . Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi menghasilkan sel kelamin (gamet). Berdasarkan tempat pemijahan. 1997). sedangkan yang terdapat pada individu ikan betina disebut ovari berfungsi menghasilkan telur. sedangkan pengamatan secara histologi hanya dapat dilakukan di dalam laboratorium. (Tim Ikhtiologi.

.

panjang fork (FL). BAHAN DAN METODE 3. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2010 pada pukul 10. BdH. Sedangkan alat yang digunakan yaitu nampan untuk meletakkan ikan sampel. kain lap untuk membersihkan tangan. gunting/pisau untuk membedah ikan. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini ada 25 spesies ikan Tambakan(Helostoma temmincki). Prosedur Praktikum .4. dan HdL serta menggambarkan setiap individu ikan yang diamati.00 WIB sampai selesai di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru.2. penghapus untuk menghapus. .Prosedur praktikum seksualitas ikan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Mengukur panjang total (TL). timbangan Kartorius untuk menimbang berat gonad ikan. panjang baku (SL). Identifikasi dan timbang setiap ikan objek yang dipraktekkan. Kemudian dilakukan pengukuran dan pencatatan ciri-ciri meristik dan morfometrik dari setiap objek. 3. 3. jarum dan pingset untuk meneliti bagian yang kecil. Metode Praktikum Metode praktikum adalah metode survei dengan mengamati dan mengenali langsung objek praktikum dengan mengikuti petunjuk yang terdapat di dalam buku penuntun praktikum. pensil dan pena untuk menulis.1. Kesemuanya itu diamati masing masing jenis kelaminnya. penggaris untuk mengukur ketelitiannya adalah 30 cm. buku penuntun praktikum untuk mempermudah dalam melakukan praktikum dan buku data sementara untuk tempat menulis.3.III. timbangan untuk menimbang berat ikan. 3. baik secara primer maupun secara sekunder.

TL. 4. .2) Pisahkan menurut jenis kelamin berdasarkan ciri seksual sekunder. Gambar dan tulis klasifikasi ikan. FL. 7) Hitung IKG ikan. 6) Setelah dibedah kemudian tentukan tahap-tahap perkembangan gonad menurut Nikolski dan Kesteven. perbandingan panjang testes/ovari dengan panjang rongga tubuh. Untuk memastikan jenis kelamin. bedah ikan dan keluarkan gonadnya. Amati ciri-ciri seksualnya. Kemudian tentukan jenis kelamin dari ikan tersebut serta gambarkan bentuk dari jenis kelamin tersebut (ovari dan testes). 2. SL). Ukur morfometrik ikan ( Hdl. amati menurut ciri seksual primer. 3. ukuran testes/ovari (panjang). . Timbang berat ikan. kemudian tentukan jenis kelaminnya. dan warna testes/ovari.Adapun prosedur praktikum kematangan gonad ini adalah : 1. 4) Amati organ reproduksi apakah berbentuk testes atau ovari. 3) Bedah perut ikan dengan alat bedah secara abdominal. Bdh. 5) Hal yang perlu diamati untuk testes/ovari adalah bentuk testes/ovari.

1. Gonad dalam rongga tubuh ikan jantan disebut testes.1. terdapat sepasang dalam abdomen (rongga perut) dan terletak gelembung udara yang terdapat pada ikan betina dan ikan jantan. Organ seksual yang merupakan ciri-ciri seksual primer pada ikan tambakan terdiri dari testes pada ikan jantan dan ovari pada ikan betina.1. Testes ikan tambakan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Jenis Ikan Ikan Tambakan Habitat Air tawar Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies Klasifikasi Ikan : Cordhata : Pisces : Perciformes : Anabantidae : Helostoma : Helostoma temmincki Tabel 1.IV. (Lampiran 1) Dari data tersebut dilakukan penimbangan terhadap masing-masing gonad ikan dan penghitungan IKG (Indeks Kematangan Gonad) atau sering disebut Coeffisien Kematangan Gonad atau Gonado Somatic Index. Lingkungan Hidupnya dan Klasifikasi 4. . Rumus IKG : IKG = x100% Keterangan : IKG = Indeks Kematangan Gonad Bg = Berat Gonad dalam gram Bt = Berat tubuh dalam gram Alat kelamin pada ikan disebut gonad. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. sedangkan gonad yang terdapat dalam rongga tubuh ikan betina disebut ovari. Kematangan Gonad Hasil praktikum terdiri dari klasifikasi dan pengukuran data morfometrik dari 20 ekor ikan Tambakan (Helostoma temmincki) yang berbeda jenis kelaminnya dengan tingkat kematangan gonad yang berbeda pula. Alat kelamin berupa gonad (kelenjar kelamin). yaitu suatu nilai dalam persen sebagai hasil dari perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan termasuk gonad dikali dengan 100 %. Hasil No 1. Jenis Ikan.

2. Posisinya persis di bawah tulang punggung dan ginjal serta di samping gelembung renang. Warnanya mulai dari transparan sampai kuning keemasan dan berbentuk bundar. 4.Gambar 2. Untuk lebih jelasnya. Seksualitas Ikan . Ovari Ikan Tambakan (Helostoma temmnincki) Butiran telur pada ovari ikan betina juga bervariasi baik warna maupun ukurannya yang menunjukkan perkembangan gamet ini.1. Bentuknya memanjang dan terletak menggantung pada mesenteries (mesovaria) dengan posisi persis di bawah tulang punggung dan ginjal serta di samping gelembung renang. Testes ikan tambakan ini terletak di dalam rongga perut ikan jantan. Gambar 3. Bentuknya memanjang dan berjumlah sepasang dengan letak menggantung pada mesenteries (mesovaria). Ovari pada ikan tambakan betina terdapat di dalam tubuh ikan tepatnya di dalam rongga perut ikan tersebut. Testes Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Testes pada ikan tambakan jantan yang terdapat didalam tubuh ikan bervariasi mulai dari berwarna bening transparan sampai putih susu yang menunjukkan tahap perkembangan gonadnya dan berjumlah dua buah atau sepasang. Warna ovari pada ikan sampel bervariasi mulai dari bening transparan sampai kuning keemasan yang menunjukkan tahap kematangan gonadnya dan memiliki butiran telur. gambar ovari pada ikan ini dapat dilihat di bawah ini.

. Warna bervariasi mulai dari transparan sampai putih susu. dimana testes berwarna transparan sampai putih susu dan ovary berwarna kuning emas dan terlihat jelas butiranbutiran telurnya.1.2 Pembahasan 4. kemudian ikan dibedah dan dikeluarkan gonadnya untuk mengetahui jenis kelamin ikan tersebut. Setelah itu diamati ciri seksual sekunder dengan memperlihatkan bentuk tubuh pada organ pelengkap lainnya. Testes pada ikan terdapat dalam rongga tubuh. yang mengatakan bahwa penentuan jenis kelamin setelah dilakukan pengukuran panjang berat.2. Posisinya persis di bawah tulang punggung di samping gelembung udara. bentuknya sangat tergantung pada rongga tubuh yang tersedia tetapi umumnya berbentuk panjang. jumlahnya sepasang dan menggantung kepada mesenteries (mesovaria). Ovari pada ikan terdapat dalam tubuh. Akan tetapi jika gonad itu terdapat dalam rongga tubuh ikan jantan disebut testes. Tingkat Kematangan Gonad Hal ini sesuai dengan pendapat Effendi (1997). Posisinya persis di . jumlahnya sepasang dan tergantung di sepanjang mesenteries pada rongga atas bagian tubuh. Penentuan jenis kelamin ikan tambakan dengan memperlihatkan ciri seksual primer dengan membedah tubuh ikan tersebut. 4. 1999). Organisme ikan akan melakukan reproduksi saat sudah mencapai matang gonad (Fauzi. Gonad memiliki pembuluh darah yang berfungsi sebagai supply (penyedia) nutrisi. (Lampiran 2) Biasanya ukuran testes lebih kecil daripada ukuran ovarynya. bentuknya juga tergantung pada rongga tubuh. M.Setelah melakukan serangkaian praktikum yang sangat panjang dan teliti maka saya sebagai praktikan yang tergabung di dalamnya mendapatkan hasil yang akan saya jabarkan sebagai berikut. sedangkan gonad yang terdapat dalam rongga tubuh ikan betina disebut ovary. Alat kelamin yang terdapat pada individu ikan disebut gonad. Namun umumnya memanjang.

Jumlah ovari ada sepasang dan memiliki saluran kecil yang disebut oviductus. sirip ekor.. Gurat sisi sempurna mulai kepala hingga ekor yang terdiri dari 30-33 keping sisik. Testes pada ikan jantan sampel berwarna putih susu. perbedaan ikan jantan dan ikan betina dapat dilihat dari gonad yang dimiliki dengan cara membedah tubuh ikan (seksual primer) serta bentuk warna dan organ lengkap (seksual sekunder) untuk membedakan ikan jan-tan dan ikan betina dapat juga dilihat dari bentuk kepala. Kottelat et. Gonad baik testes maupun ovari mempunyai saluran agak pendek dan bersatu dengan vesica urinaria. Sedangkan menurut Pulungan (2006). jika kasar adalah ikan jantan sedangkan ikan betina .al. Warna ovari pada ikan betina sampel adalah kuning emas yang menunjukkan bahwa ovari sudah matang dan siap dibuahi. sirip anus serta ukuran lubang pada kelamin.(1993) menyatakan bahwa ikan Tambakan memiliki ciri-ciri bentuk tubuh pipih lebar. dimana tinggi badan lebih ½ kali dari panjang tubuhnya. untuk melihat gonadnya dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan gamet dengan menstripping induk yang sudah matang gonad atau mengisap gonad dengan bantuan kateter canula (selang halus). sirip perut 1 jari-jari keras dan 2 diantaranya jari-jari lemahnya memanjang seperti benang yang berfungsi sebagai alat peraba. sirip dubur 9-11 jarijari keras dan 9-21 jari-jari lemah.bawah tulang punggung dan ginjal serta di samping gelembung udara. sirip punggung panjangnya terdiri 12-13 jari-jari keras dan tajam 11-13 jari-jari lemah. Jumlah testes sepasang dan memiliki saluran yang disebut ductus. sirip dada 2 jari-jari keras yang kecil dan 13-14 jari-jari lemah. Namun jika ikan masih hidup. sirip dada. Pengamatan ciri seksual primer pada setiap individu ikan dilakukan melalui cara membedah tubuh bagian abdominal ikan dan mengamati gonad yang dimiliki yaitu testes jika jantan dan ovari jika betina. Untuk membedakan antara ikan jantan dan ikan betina selain berdasarkan ciri seksual primer juga dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap ciri seksual sekunder ikan tersebut. sirip punggung. bentuk tengkorak. membentuk sinus urogenitalis yang berlanjut sebagai saluran yang bermuara sebagai porus urogenitalis. Untuk membedakan ikan tambakan jantan dan betina berdasarkan ciri seksual sekunder yaitu : 1) Halus kasarnya permukaan kepala. Warnanya bervariasi mulai dari transparan sampai kuning emas dan keabu-abuan.

ukuran kepala lancip. Seksualitas Ikan Seperti yang telah dikemukakan. III) perkembangan I. Tahap kematangan gonad yang umum digunakan oleh peneliti adalah pentahapan yang dilakukan oleh Kesteven yang membagi menjadi 9 tahap yaitu : I) dara. IX) pulih salin. dasar sirip dada lebih keras. Sedangkan ciri spesies ikan tambakan betina adalah badan melengkung. II) dara berkembang. III) hampir masak. yaitu seksual dimorphisme dan seksual dichromatisme. perut membujur dan mendatar sampai ke anus. VI) mijah. Penampakan ciri ciri seksual sekunder dilakukan dengan dua cara. Di dapatkan 6 ekor berjenis kelamin betina dan 19 ekor berjenis kelamin jantan. V) bunting. bentuk sirip perut lebih pendek dan bentuk lubang genital menonjol (agak lancip). Ciri spesies ikan tambakan jantan adalah bentuk badan tidak terlalu melengkung.2. 2) Bentuk permukaan perut ikan. VIII) salin/spent. Dari ke-25 ekor ikan Tambakan (Helostoma temmincki) yang dipraktikumkan. V) reproduksi. VII) tahap istirahat. VII) mijah/salin. Data tersebut diperoleh dengan mengamati masing masing individu.memiliki permukaan kepala yang halus. bentuk kepala lebih besar dan dasar sirip dada lunak. II) tahap istirahat. Sedangkan Nikolsky membagi menjadi 7 tahap yaitu: I) tidak masak. . genus Helostoma dan spesiesHelostoma temmincki. baik melalui penampakan ciri seksual primer ataupun ciri seksual sekunder. famili Anabantidae.2. Pengamatan tentang tahap-tahap kematangan gonad ikan dapat dilakukan secara morfologi dan histologi. Ciri spesies ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. IV) perkembangan II. letak sirip perut lebih panjang. 4. bentuk kepala lebih merata. Saanin (1984) telah mengklasifikasikan ikan Tambakan ke dalam kelas Pisces. IV) masak. bentuk lubang genital bulat (tumpul). VI) kondisi salin. pada ikan jantan permukaan perutnya agak ramping sedangkan ikan betina memiliki permukaan perut agak gemuk karena mengandung telur dalam ovari.

maka ikan itu mempunyai sifat seksual dikromatisme. Sedangkan untuk penampakan seksual primer kita melakukan pengamatan dengan melakukan striping dan membedah bagian abdominal tubuh ikan yang diamati. . 2002) Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. Pada ikan jantan mempunyai warna lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina (Effendi. Apabila yang menjadi tanda itu warna. 2002) Demikian juga menurut Tim Iktiologi (1989).Sifat seksual sekunder ialah tanda tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina. Secara umum dapata dikatakan bahwa ikan jantan mempunyai warna yang cemerlang dari pada ikan betina. Apabila satu spesies ikan mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu (Effendie. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder tadi menghilang. bahwa warna pada ikan sering merupakan cirri pengenalan seksual. maka spesies itu memilki seksual dimorphisme. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan).

maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. 5.V. 2. bentuk kepala lebih meruncing. Sifat seksual sekunder pada ikan ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina Dari hasil pengamatan selama praktikum tingkat kematangan gonad dan seksualitas ikan didapatkan bahwa ikan Tambakan (Helostoma temmincki).1.2. ukuran kepala lancip. Saran . Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma dan ikan betina ialah ikan mempunyai organ penghas telur 3. bentuk lubang genital bulat (tumpul). yakni ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina dan testes dengan pembuluhnya pada ikan jantan. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Data morfometrik antara ikan jantan dan betina cukup bervariasi sesuai jenis kelaminnya. karena dengan cara inilah data yang diperoleh lebih akurat. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. bentuk kepala lebih besar dan dasar sirip dada lunak. dasar sirip dada lebih keras. Penampakan ciri seksual sekunder dinilai lebih baik karena kita tidak perlu melakukan pembedahan ataupun melakukan hal yang macam macam kepada individu ikan yang diamati. Tetapi bukan berarti ciri seksual primer tidak begitu baik. Ciri ikan tambakan jantan adalah bentuk badan tidak terlalu melengkung. kita dapat mengetahui jenis kelamin ikan ikan tersebut dengan menggunakan penampakan penampakan yang ada. Sedangkat dari hasil praktikum seksualitas ikan. letak sirip perut lebih panjang. 4. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah ilakukan didalam makalah tentang seksualitas ikan. perut membujur dan mendatar sampai ke anus. bentuk sirip perut lebih pendek dan bentuk lubang genital menonjol (agak lancip). Sedangkan ciri ikan tambakan betina adalah badan melengkung. Seksualitas hewan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina.

karena ciri ciri yang ditampakan itu malah membingungkan untuk mengetahui jenis kelamin ikan itu sendiri. Sebagai salah satu praktikan saya menyadari bahwa melakukan pengamatan secara sekunder itu lebih sulit. kita harus mampu melakukannya. Walaupun pada akhirnya kita akan membedahnya untuk membuktikan pengamatan kita. Tetapi sebagai seorang mahasiswa. Kalau bisa asisten dan praktikan lebih proaktif dalam mengikuti praktikum karena iktiologi merupakan ilmu dasar untuk mendukung mata kuliah berikutnya. Dan semoga dikemudian hari praktikuma akan berjalan dengan lebih baik.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sudah maju dan modren diharapkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pratikum ini cukup memadai sehingga memudahkan dalam objek yang akan kita teliti. Cobalah diteliti baik baik dengan mengidentifikasi setiap inchi ikan tersebut. .

Ichthyology. 1981. Putra. Bina Cipta.Sc. Dr. PPM. Periplus Edition Limited.. P.DAFTAR PUSTAKA Yudha. et al. Ikan. Z. 1974. I. Fakultas Pertanian. Bandung. PT.F. M. Nyabakken. Penerbit Armico. 2002. Bandung. Taksonomi dan Kunci Identifikasi. Pekanbaru.. 130 halaman. M. 520 halaman Pulungan. C. 113 hal Alamsyah. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi (Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. (tidak diterbitkan. M. 1992.D. REPRODUKSI. Biologi Perikanan. Ikhtiologi Sistematika (Ichtyologi I). M. Pekanbaru. 1993. Fauzi. Diktat Perkuliahan Fakultas Pertanian Bogor.. 122 hal. Jakarta Djuhanda. 293 hal. Ommanney. Yayasan Pustaka Nusantara: Yogyakarta Rahardjo. Indra Gumay. ITB. 74 hal. 74 hal (tidak diterbitkan). P. Laporan Penelitian. Pekanbaru. Universitas Effendie Ichsan Moch. Penuntun Praktikum Ichthyology.2009. Bogor.187 hal Kottelat. F. Tang dan afandi 2005 dalm buku biologi perikanan Pulungan et al. 1999. 2004. Struktur Ikan di Sungai Selatan Bengkulu Utara. Pekanbaru. Laboratorium Biologi Perikanan. Hanya untuk kalangan sendiri). Bogor. 1980.T. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Munich. Yayasan Dewi Sri. Tira Pustaka. Dunia Ikan. Metodologi Biologi Perikanan. Gramedia. H.. Bogor. et al. 2005. Lampung. Penuntun Praktikum Ichthyologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Effendi. Germany. M. Univesitas Riau. Biologi laut suatu pendekatan ekologi. Jakarta. MENGHITUNG INDEKS KEMATANGAN GONAD DAN FEKUNDITAS LAPORAN PRAKTIKUM . H.. 183 halaman. R. 1989. et al. Saanin. 80 hal. (tidak diterbitkan. Bandar Lampuang. 1984. M. 2006. Biologi Perikanan. 1997. Lembaga Penelitian Unri. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Prof. Univesitas Riau. Hanya untuk kalangan sendiri).

OLEH NAMA NIM JURUSAN MATA KULIAH SEMESTER : SUBANDRI SAHI : : BUDIDAYA PERAIRAN (BDP) : FISIOLOGI HEWAN AIR :I POLITEKNIK NEGERI JEMBER KERJA SAMA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN (PPPPTK) PERTANIAN CIANJUR 2012 BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam laporan ini akan dibahas beberapa tahapan proses dalam membudidayakan ikan lele (Clarias sp) secara alami di mulai dari seleksi .1. Ikan yang akan dibudidayakan harusa dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.Latar Belakang Pengembangbiakan ikan merupakan salah satu kegiatan dari proses budidaya ikan.

Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan.induk.ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika). ikan keling (Makasar). Ikan lele bersifat noctural. pemeliharaan larva dan benih ikan. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah.Sejarah Ikan Lele Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah. gura magura (Srilangka). siluroid. dapat dibagi dalam beberapa tahapan.1.Klasifikasi Ikan Lele Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986) adalah: Kingdom : Animalia Sub-kingdom : Metazoa Phyllum : Chordata Sub-phyllum : Vertebrata Klas : Pisces Sub-klas : Teleostei Ordo : Ostariophysi Sub-ordo : Siluroidea Familia : Clariidae Genus : Clarias . ikan cepi (Bugis). Aceh). ikan keli (Malaysia). 2. sedangkan untuk ikan jantan berkisar antara 5-10%. Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish. sawah yang tergenang air. ca tre trang (Jepang).ikan maut (Gayo. antara lain: ikan kalang (Padang). ikan pintet (Kalimantan Selatan). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. ikan keling (Makasar). ikan cepi (Bugis). TKG (tingkat kematangan gonad) menunjukkan suatu tingkatan kematangan sexual ikan. plamond(Thailand). Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin.ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. waduk. gura magura (Srilangka).2. Sebagian besar hasil metabolisme digunakan selama fase perkembangkan gonad. Umumnya pertambahan berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh. ikan pintet (Kalimantan Selatan). Tujuan Tujuan dari pada praktek ini adalah agar mahasiswa dapat memahami dan melakukan tingkat kematangan gonad menghitung telur pada ikan lele (Clarias gariepinus) untuk mengetahui indeks kematangan gonad ikan lele. antara lain: ikan kalang (Padang). ca tre trang (Jepang). mudfish dan walking catfish.ikan maut (Gayo. Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan. pemijahan. B. Dalam mencapat kematangan gonad. Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika). Aceh). siluroid. plamond(Thailand). telaga. penetasan telur. Pada siang hari. rawa. Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish. ikan keli (Malaysia). mudfish dan walking catfish.

Secara umum tahap tersebut adalah akan memijah. 2. Ikan ini merupakan hasil perkawinan silang antara lele afrika dan lele Taiwan.4.) 2. Cara yang umum digunakan ialah metode pengamatan visual berdasarkan ukuran & . Ikan lele dumbo ini merupakan ikan air tawar yang menyenangi air tenang.Gambar 1.3. Ukuran ikan saat pertama kali matang gonad (length at first maturity. di pasar-pasar lokal selalu terdapat penjual lele dumbo yang kapasitas penjualannya lebih banyak dibanding ikanikan lain. Ikan lele dumbo memiliki kecepatan tumbuh yang relative cepat yaitu 3 bulan pemeliharaan sudah layak panen. dapat dibagi dalam beberapa tahapan. Ikan lele (Clarias sp. Pembagian tahap kematangan gonad dilakukan dalam dua cara. yakni analisis laboratorium dan pengamatan visual. baru memijah atau sudah selesai memijah. hal ini ditandai dengan semakin banyaknya penjaja pecel lele di pinggir jalan. sedangkan untuk ikan jantan berkisar antara 5-10%. Umumnya pertambahan berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh.Biologi Ikan lele Dumbo (Khairuman dan Amri. Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan yang termasuk dalam famili Claridae dan genus Clarias.2002).Tingkat Kemtangan Gonad (TKG) TKG (tingkat kematangan gonad) menunjukkan suatu tingkatan kematangan sexual ikan. Dalam mencapat kematangan gonad. Sebagian besar hasil metabolisme digunakan selama fase perkembangkan gonad. Lm) bergantung pada pertumbuhan ikan itu sendiri dan faktor lingkungan. sehingga ciri-ciri marfologinya hampir sama. Ikan lele dumbo memiliki prospek yang cukup baik. Spesies ini merupakan saudara dekat lele lokal (Clarias batrachus) yang selama ini dikenal.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan praktikum identifikasi IKG dan Fekunditas ikan lele dumbo (Clarias batrachus) ini dimulai pada tanggal 17 Januari 2012 di Laboratorium Hatchery Departemen Agribisnis Perikanan PPPPTK Pertanian Cianjur Jawa Barat. 4. Rumus GSI menurut Batts (1972): GI=(Wg/L^3)*10^8 Keterangan: GI: Gonado Somatic Index. Karena sifatnya yang subjektif. TKG IV (mature/ripe/gravid. dara berkembang). 4. Perbedaan spesifik dari tiap TKG bisa diketahui dari pengamatan mikroskopis terhadap ukuran diameter & penampakan ova. menunjukkan tahap pematangan itu berlangsung relatif lebih lama dibanding TKG lainnya. TKG III biasanya memiliki nilai GSI/GI dalam kisaran yang luas. TKG II (developing. umum digunakan 5 tahap TKG (Five stage of visual maturity stage for partial spawning fishes) . sebagi catatan metode ini bersifat subjektif. TKG III (maturing/ripening. Ada tidaknya pembuluh darah.Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktek ini antara lain :  Baki  Alat bedah  Tisue  Jarum pentul  Gelas ukur  Timbangan digital Bahan praktek yang diperlukan berupa : . yakni: 1. atau irisan histologis dari gonad/ovary BAB III METODOLOGI 3. matang). Semakin besar ukuran gonad (beratnya makin tinggi). dara).1.1. 5. L : Panjang ikan (mm). 3. TKG V (spent. 2. Wg: Berat Gonad (gram). maka semakin tinggi pula TKG-nya. Penampakan butiran telor (ova) utk ikan betina (opaque. 3. 3/4 bag atau penuh) Berat gonad segar (ditimbang). sering terjadi perbedaan tahap TKG baik karena perbedaan observer maupun perbedaan waktu. Nilai TKG juga berbading lurus dengan nilai GSI (Gonado Somatic Index) dan atau GI (Gonad Index). 5. Indikator pembagian tahapan kematangan gonad dengan cara visual ialah: Ukuran gonad dalam menempati rongga badan (kecil. TKG I (immature. 1/4 bag. Sebagai acuan standar. translucens/ripe/gravid). pematangan). penampakan gonad.2. 1/2 bag. Penampakan: warna gonad. dll. salin). Diantara kelima kematangan standar tersebut. 2. 3.

350 29 24.bertambah menjadi 120 ml.00 40 57.grafimetrik F= Gxf:g = 93. jadi v= 20 ml -F= 15.Volume gonad= tinggi air pertama 80 ml. bertambah menjadi 40 ml.  Lakukan pembedahan pada ikan betina menggunakan alat bedah.Analisa data Dengan cara melakukan praktek langsung di lapangan dan teori sebagai refrensi tambahan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.350 : 57. kegiatan praktikum identifikasi IKG dan Fekunditas ikan lele dumbo (Clarias batrachus) dapat dilakukan dengan prosedur kerja sebagai berikut :  Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan  Periksa kesiapan alat dan bahan yang akan digunakan  Timbang berat tubuh ikan lele betina yang sudah matang gonad.76 = 24.  Gonad yang sudah diambil kemudian ditimbang.76 20 15.  Pengambilan gonad pada ikan betina yang sudah dibedah.3.350 butir .700 4.00 x 15.1. Induk Ikan lele betina yang sudah matang gonad 3.10 x 100% =29% .00/325.G=Berat gonad F=Jumlah telur contoh g=Berat gonad contoh V=Volume gonad v=Volume gonad contoh .setelah di masukkan contoh gonad.10 93.  Lakukan perhitungan IKG dan fekunditas (Gravimetrik dan Volumetrik) 3.716 butir Volumetrik F= V x f :v .2.setelah di masukkan gonad.IKG=Berat gonad/berat tubuh x 100% = 93. Setelah alat dan bahan yang dibutuhkan disiapkan. jadi V= 40 ml .volume gonad contoh= tinggi air pertama 20 ml.716 30. Hasil Hasil yang diperoleh dari kegiatan praktikum ini adalah sebagai berikut : Jenis BT G V G V ikan (gram) (gram) (ml) (gram) (ml) F IKG F F (butir) % Gravimetrik volumetrik lele 325.Prosedur Kerja.Pembahasan .4.

Saran Sebaiknya dalam praktek mahasiswa harus serus.1. Moch. IV. Biologi Perikanan. Kesimpulan Tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad sangat berperan penting dalam proses pengembangbiakan ikan. 5.350 : 20 = 30.demi menghadapi persaingan global. Effendie.2. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama. Suwarso (Peneliti Senior pada Balai Riset Perikanan Laut) 2. TINGKAT KEMATANGAN GONAD 4.700 butir BAB V PENUTUP 5. demi memperbanyak populasi ikan tersebut.= 40 x 15. 2002. Tinjauan Pustaka . Ichsan.1.agar meningkatkan pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA 1.

dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu telur tidak terlihat dengan mata biasa. III Perkembangan I Testes dan ovarium berbentuk bulat. tidak ada sperma bila perut ditekan. untuk dihubungkan dengan pertumbuhan ikan serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya. telur dapat terlihat seperti serbuk putih. hal tersebut juga terjadi pada gonad ikan yang berhubungan dengan tahapan proses reproduksi. adalah: Tingkat TKG Keterangan Kematangan I Dara Organ sexual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung testes dan ovarium transparan. warna. Nikolsky (dalam Effendi 2002). . Secara alamiah hal ini berhubungan dengan ukuran dan berat tubuh ikan keseluruhannya atau tanpa berat gonad. Tahapan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (dalam Effendi 2002) tersaji pada Tabel: Tabel 6. abu-abu merah panjang setengah atau lebih sedikit dari rongga bawah telur dapat dilihat dengan kaca pembesar. yang pertama cara histologi dilakukan di laboratorium dan yang kedua dengan cara pengamatan morfologi. ukuran. telur sudah jelas. Cara histologi perkembangan gonad dilakukan dengan cara anatomi. Perkembangan gonad sangat erat kaitannya dengan proses metabolisme. Pengamatan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara.Efendie (1997). Tahapan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven. IV Perkembangan II Testes warna putih kemerahan. Perkembangan gonad ikan betina lebih banyak diperhatikan karena perkembangan diameter telur pada ikan betina lebih mudah dilihat daripada sperma yang terdapat di dalam testis ikan jantan. dimana pada saat gonad semakin matang proses metabolisme sebagian besar akan tertuju kepada perkembangan gonad tersebut. sedangkan pada morfologi ialah dilihat bentuk. menyatakan bahwa ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda antara satu dengan lainnya. II Dara berkembang Testes dan ovarium jernih. dan perkembangan isi gonad. Penentuan kematangan gonad sangat diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan melakukan reproduksi atau tidak. warna merah dengan pembuluh kapiler. ovarium warna orange kemerahan. panjang dan berat. menyatakan bahwa menggunakan tanda utama untuk membedakan kematangan gonad berdasarkan berat gonad.

gonad mengempis. Proses reproduksi sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. Testes dan ovarium berwarna jernih. Testes dan ovarium kosong dan berwarna merah. adalah: Tingkat TKG Keterangan Kematangan I Tidak masak Ukuran gonad kecil. Tahapan tingkat kematangan gonad menurut Nikolsky. III Hampir masak Telur dapat dibedakan dengan mata. IV Masak Mencapai berat maksimum tetapi belum keluar bila perut diberi sedikit tekanan. Telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan ke perut bentuk bulat telur terdapat di ovarium.V VI Bunting Mijah VII VIII Mijah atau salin Salin IX Pulih salin Organ sexual mengisi ruang bawah. jernih dan masak. beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali. 2008). belum ingin reproduksi. semakin bertambah berat gonad dibarengi dengan semakin bertambah besar ukurannya. tidak ada telur yang bulat. lubang genital telah pulih. VII Masa istirahat Produk seks telah dikeluarkan. testes warna putih telur bulat. termasuk garis tengah telurnya. lubang genital berwarna kemerahan. abuabu menjadi merah. Tahapan tingkat kematangan gonad menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002) tersaji pada Tabel: Tabel 7. Berat gonad akan mencapai maksimum sesaat ikan akan berpijah. II Masa istirahat Gonad kecil. Gonad kosong sama sekali. Perkembangan gonad pada ikan betina umumnya disebut dengan istilah perkembangan ovarium mempunyai tingkat perkembangan sejak masa pertumbuhan hingga masa reproduksi . tidak dapat dibedakan dengan mata. V Reproduksi Bila diberi tekanan produk sexual akan menonjol keluar dari lubang pelepasan. gonad kecil dan telur belum terlihat oleh mata. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sedang berlangsung sampai selesai (Saputra. VI Keadaan Salin Produk seks telah dikeluarkan. testes dari transparan ke warna rose.

2. dan e. kemudian diamati dengan kaca pembesar. Keluar tidaknya testis dari tubuh ikan (sebelum ikan dibedah / dalam keadaan segar). Bentuk testis. 2006). petri disc untuk meletakkan gonad ikan yang diamati. 4. Materi dan Metode 4.2. Alat Alat yang digunakan dalam praktikum Tingkat Kematangan Gonad ikan Gulamah (Otholithoides microdon) adalah kaca pembesar (lup) untuk melihat objek dengan ukuran kecil. Materi a. Pengisian testis terhadap rongga perut. yaitu: . b. Metode Metode yang digunakan dalam praktikum Biologi Perikanan materi Tingkat Kematangan Gonad sebagai berikut: 1.1. yaitu: a. Gonad ikan yang diamati meliputi:  Pada ikan jantan. Warna testis. d.yang dapat dikategorikan kedalam beberapa tahap. buku kunci TKG menurut Kestevan dan Nikolsky untuk menentukan klasifikasi kematangan gonad. 4. Perkembangan ovarium bergantung pada tingkat kematangan gonad pada tiap masing-masing waktu yang berbeda (Utiah. Jumlah tahapan tersebut bervariasi bergantung kepada spesies maupun peneliti yang mengamati perkembngan ovarium tersebut. 2.2.  Pada ikan betina. b. Gonad ikan yang telah diketahui nilai IKG-nya. Besar kecilnya testis. Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum Biologi Perikanan materi Tingkat Kematangan Gonad jantan dan betina ikan Gulamah (Otholithoides microdon) sebagai bahan analisa tingkat kematangan gonad.2. c.

Warna ovarium.a. Hasil Pengamatan Tingkat Kematangan Gonad TKG Ukuran Jenis Kel Gonad Pengisian Nikolsky Kestevan Kelamin (gram) 6 Jantan Tidak Perkembangan 0. b. Kejelasan warna dan bentuk telur dengan bagian-bagiannya. Warna telur. 4. Halus tidaknya ovarium. Ukuran telur didalam ovarium secara umum. dan g. Pengisian ovarium terhadap rongga perut. c. 3.54 3/4 masak II 8 Jantan Massa Dara 0. e.43 1/2 masak Betina Hampir Perkembangan 2. Bentuk ovarium/ besar kecilnya ovarium.43 1/2 II 7 Jantan Tidak Dara 0. Hasil Hasil dari pengamatan terhadap Tingkat Kematangan Gonad ikan Gulamah (Otholithoides microdon) dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 8. Kematangan gonad ditentukan klasifikasinya dengan melihat kunci tingkat kematangan menurut Kestevan dan Nikolsky. f.3.67 2/3 masak II Betina Masak Perkembangan 2.1.35 1/5 istirahat I Warna Putih Orange Putih Orange Putih . Hasil dan Pembahasan 4. d.3.

sedangkan menurut Kestevan (dalam Effendi 2002). Menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002). Pada kelompok 7 data yang diperoleh tingkat kematangan gonad menurut Nikolsky pada ikan jantan tidak masak dan ikan betina berada dalam tingkat hampir masak. Diameter telur yang diperoleh melalui kanulasi dapat dipergunakan untuk menentukan tingkat kematangan gonad.43 gr.75 0. . sedangkan menurut Kestevan pada ikan jantan dalam dara dan ikan betina perkembangan II. Telur bentuknya lonjong dengan pengisian ovarium 1/2 dalam rongga perut.Betina 9 Jantan Betina Hampir masak Massa istirahat Massa istirahat Perkembangan II Dara berkembang Perkembangan II 8. sedangkan menurut Kestevan (dalam Effendi 2002). Hasil pengamatan yang diperoleh dalam materi pada kelompok kami yaitu kelompok 6 pada pengamatan gonad ikan Gulamah jantan (Otholithoides microdon) diperoleh hasil menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002).37 3/4 1/8 1/3 Orange Putih Kemerahan 4. gonad ikan tersebut dalam keadaan perkembangan II atau organ seksual mengisi ruang bawah. Setelah dilakukan pengamatan pada ikan betina dengan berat sebesar 2. Pembahasan Tingkat kematangan gonad adalah keadaan atau tahapan gonad sebelum dan sesudah memijah.2.01 3. bahwa pada ikan jantan diperoleh tingkat kematangan gonad dalam keadaan tidak masak dengan berat gonad sebesar 0. Testis berwarna putih kemerahan dan ovarium berwarna orange. ovarium warnanya orange.67 gr. artinya individu muda tidak berhasrat dalam reproduksi dan gonad kecil. diperoleh tingkat kematangan gonadnya dalam keadaan masak yang artinya.3. Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa dan pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan (Nikolsky dalam Effendi 2002). tingkat tidak masak berarti ukuran gonad kecil dan belum ingin reproduksi. gonad pada sampel ikan tersebut masih dalam tingkat perkembangan II yang artinya organ seksual besar berdekatan di bawah tulang punggung.

tidak ada sperma kalau perut ditekan. berapa lama masa pemijahan dalam satu tahun. ovarium berwarna kemerahan-merahan dan ovarium mengisi 1/3 ruang bawah. Tujuan penentuan tingkat kematangan gonad adalah menentukan ukuran/umur ikan pertama kali masak gonadnya.67 % dari berat gonad 0. induk yang mengandung telur berdiameter 750 mikron sudah siap untuk dipijahkan.43 % dari berat gonad 2. dengan Tingkat Kematangan Gonad yang tidak masak menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002) dan dalam perkembangan II menurut Kestevan (dalam Effendi 2002). gonad berukuran kecil. Menurut Kestevan (dalam Effendi 2002) bahwa yang dimaksudkan dara berkembang testes dan ovarium jernih dan berwarna putih. dan sebagainya.43gr dan berat tubuh 100 gr. dan untuk dara adalah testis berwarna putih. menentukan apakah ikan itu sudah memijah atau belum. Dari hasil pengamatan dapat pula diketahui bahwa ukuran gonad betina selalu lebih besar dibandingkan dengan gonad jantan. sedangkan menurut Kestevan ikan jantan dara berkembang dan pada ikan betina dalam perkembangan II. Menurut Kestevan (dalam Effendi 2002). dan ovarium mengisi 3/4 ruang bawah. Serta dapat diketahui pula bahwa tingkat kemtangan gonad pada tiap jenis ikan berbeda walaupun masih dalam satu spesies. Untuk keadaan hampir masak berarti telur dapat dibedakan oleh mata. Perkembangan II adalah testis berwarna putih. kapan masa pemijahannya. Nilai Indeks Kematangan Gonad pada ikan Gulamah jantan (Otholithoides microdon)adalah 0. Untuk nilai Indeks Kematangan Gonad pada ikanGulamah betina (Otholithoides microdon) adalah 2.Kelompok 8 menurut Nikolsky didapatkan ikan jantan yang berada dalam masa istirahat I dan ikan betina yang hampir masak. testes berubah dari transparan menjadi warna ros. Hasil dari kelompok 9 menurut Nikolsky pada ikan jantan dan ikan betina sama-sama dalam keadaan masa istirahat. tidak ada sperma kalau perut ditekan. Kematangan gonad dapat ditentukan dengan mudah berpedoman pada ovari daripada testis. Menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002). Menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002). masa istirahat berarti produk seksual belum berkembang. Ini dikarenakan perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih mudah dilihat daripada sperma yang terdapat dalam testis. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi Tingkat Kematangan Gonad (TKG) adalah sebagai berikut: . tingkat masa istirahat berarti gonadnya kecil dan telur tidak dapat dibedakan dengan mata. warna ovarium oranye. perbedaan tersebut didapat dengan melihat kunci tingkat kematangan menurut Kestevan dan Nikolsky. sedangkan menurut Kestevan didapatkan ikan jantan pada tingkat dara sedangkan ikan betina dalam masa perkembangan II.67 gr dan berat tubuh 100 gr. Tingkat Kematangan Gonad masak menurut Nikolsky (dalam Effendi 2002) dan dalam perkembangan II menurut Kestevan (dalam Effendi 2002). telur tidak dapat dibedakan oleh mata. Menurut Effendi (1997).

dan d. pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. gonadotropin pra respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon).4. Ketersediaan makanan. ovulasidan ketika ikan matang secara seksual. pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. durasi penyinaran atau photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. Kesimpulan Kesimpulan dari materi Tingkat Kematangan Gonad (TKG) pada praktikum Biologi Perikanan dapat diketahui dengan menentukan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu . 2. ikan memiliki fisiologis yang berbeda-beda sehingga mempunya tingkat kematangan gonad yang berbeda pula. Kematangan seksual. terkadang ikan yang sama spesiesnya tidak akan sama waktu kematangan gonadnya dikarenakan penyebaran spesies tersebut lebih dari lima derajat.1. Hormon. b. 4.4. Faktor internal a. produksi seksual ketika masak dan proses reproduksi yang akan terjadi. dan c. Substrat pemijahan. Durasi penyinaran atau photo periode. Fisiologi individu. b. Faktor eksternal a. jika substrat pemijahan belum ditemukan maka pemijahan tidak akan berlangsung. c. Kesimpulan dan Saran 4.1. Faktor sosial (hubungan antar periode).

2. dan 2.67 % sedangkan pada ikan betina sebesar 2. . sedangkan faktor eksternal berupa substrat pemijahan. faktor sosial (hubungan antar periode) dan durasi penyinaran. Faktor yang mempengaruhi tingkat kematangan gonad bisa digolongkan terdapat dua macam faktor yaitu faktor internal berupa hormon.pada ikan jantan sebesar 0. sehingga tingkat kematangan gonad bisa maksimal. ketersediaan makanan.43 % sehingga dapat diperoleh hasil tingkat kematangan gonad pada sampel gonad ikan Gulamah (Otolithoides microdon) jantan yaitu menurut Nikolsky gonad ikan berada pada tingkat keadaan tidak masak dan menurut Kestevan dalam perkembangan II. Kualitas air dan kandungan air harus diperhatikan didalamnya agar terjadi stress pada ikan sehingga kematangan gonadnya tidak terhambat. 4. sedangkan pada gonad ikan Gulamah (Otolithoides microdon) betina diperoleh hasil yaitu menurut Nikolsky gonad ikan berada pada keadaan masak dan menurut Kestevan dalam perkembangan II.4. kematangan seksual dan fisiologi individu. Tingkat kematangan gonad pada ikan saling berkaitan dengan indeks kematangan gonad. sedangkan hasil analisa tingkat kematangan gonad yang diperoleh dari kelompok-kelompok lain menunjukkan hasil yang beragam. Pemberian pakan diperhatikan kualitas pakannya agar pertumbuhan berjalan dengan lancar. Saran Saran dari praktikum Biologi Perikanan adalah sebagai berikut: 1.

V. Yogyakarta. Program Pascasarjana Institut Pertaian Bogor. 1969. Bogor. 6 hlm. Theory of Fish Population Dynamic. Saputra. . Penampilan Reproduksi Induk Ikan Gulamah (Otolithoides microdon) dengan Pemberian Pakan Buatan yang Ditambahkan Asam LemakN-6 dan N-3 dan dengan Implantasi Estradiol-17 dan Tiroksin [Disertasi]. ____________ . Biologi Perikanan. Utiah. 2008.323. Laporan Penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. translated by Bbrandley Oliverand Boynd. G. Biologi Perikanan. I. Nikolsky.DAFTAR PUSTAKA Effendie. as the Biological Background of Rational Exploitation and The Management of Fishery Resource. Yayasan Pustaka Nusatama. H. Yayasan Pustaka Nusatama. Evaluasi Tingkat Eksploitasi Sumberdaya Ikan Gulamah (Johnius Sp) Berdasarkan Data TPI PPS Cilacap. Siti Rudiyanti. Suradi Wijaya. 1997. 2006. Semarang. M. dan Atifah Mahardhini.2002.Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->