PENYAKIT MATA DAN GEJALANYA 1.

Bintitan (Hordoelum) Bintitan timbul karena adanya infeksi bakteri pada kelenjar di dasar bulu mata dan termasuk penyakit mata ringan. Penyebab :  Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus)  Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit.  Hordeolum kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis. Hordeolum bisa timbul secara berulang. Gejala :  Munculnya bisul kecil pada tepi kelopak mata  Nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata  Mata mungkin berair  Peka terhadap cahaya terang  Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak  Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah. 2. Belekan (Konjungtivtis) Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva. Penyebab :  Infeksi olah virus atau bakteri  Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu binatang  Iritasi oleh angin, debu, asap dan polusi udara lainnya; sinar ultraviolet dari las listrik atau sinar matahari yang dipantulkan oleh salju. Kadang konjungtivitis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Konjungtivitis semacam ini bisa disebabkan oleh:  Entropion atau ektropion  Kelainan saluran air mata.  Kepekaan terhadap bahan kimia  Pemaparan oleh iritan  Infeksi oleh bakteri tertentu (terutama klamidia). Pemakaian lensa kontak, terutama dalam jangka panjang, juga bisa menyebabkan konjungtivitis. Gejala :  Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran.  Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih.  Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.  Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi.  Mata berair Mata terasa nyeri  Mata terasa gatal  Pandangan kabur  Peka terhadap cahaya

Terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari.

3. Keratomalasia Keratomalasia (Xeroftalmia, Keratitis Xerotik) adalah suatu keadaan dimana kornea menjadi kering dan keruh akibat kekurangan vitamin, A, protein dan kalori. Keratomalasia biasanya menyerang kedua mata.

Penyebab : Keratomalasia biasanya terjadi akibat kekurangan vitamin A yang berat. Vitamin A penting untuk fungsi penglihatan yang normal, juga untuk pertumbuhan tulang, kesehatan kulit dan melindungi selaput lendir pada saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran kemih. Gejala :  Gejala awal berupa rabun senja (penglihatan berkurang pada keadaan gelap)  Mata yang kering (disebut xeroftalmia)  Pembentukan kerutan  Kekeruhan  Perlunakan kornea (disebut keratomalasia).  Terlihat adanya endapan kering dan berbusa yang berwarna abu-keperakan (bintik Bitot).
4. Ulkus Kornea Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.

Penyebab :  Infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba  Kekurangan vitamin A atau protein  Mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea). Faktor resiko terbentuknya ulkus:  Cedera mata  Ada benda asing di mata  Iritasi akibat lensa kontak. Gejala :  Mata nyeri  Peka terhadap cahaya (fotofobia)  Peningkatan pembentukan air mata  Pada kornea akan tampak bintik nanah yang berwarna kuning keputihan.  Gangguan penglihatan  Mata merah  Mata terasa gatal  Kotoran mata. 5. Glaukoma Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Penyebab : Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu

Gejala :  Anak buta warna. Gejala :  Daya penglihatan yang kurang  Mata terlihat tidak bening (keruh)  Kesulitan melihat pada malam hari  Melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata  Penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari)  Sering berganti kaca mata  Penglihatan ganda pada salah satu mata  Pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata (glaukoma). sel kerucut di retina matanya. abnormal  Tidak mampu membedakan warna merah. yang bisa menimbulkan rasa nyeri. hijau dan biru dengan derajat yang berbeda-beda  Yang berat. atau efek dari obat tertentu serta faktor umur. Buta Warna Buta warna jelas penyakit keturunan. seperti merokok atau bahan beracun lainnya. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan. Terdapat beberapa jenis strabismus: 1. 4. Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior). diabetes. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati. maka akan terjadi peningkatan tekanan. . 2. Katarak Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Esotropia : mata melenceng ke arah dalam Eksotropia : mata melenceng ke arah luar Hipertropia : mata melenceng ke arah atas Hipotropia : mata melenceng ke arah bawah. hanya berkemampuan dengan bergradasi hitam putih belaka 8. kedua mata tidak tertuju pada benda yang sama. 3. 7. Mata Juling (Strabismus) Strabismus (Mata juling) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya. sehingga garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama. Penyebab lainnya karena kornea mata yang keruh.saluran. Penyebab : Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Lebih sering pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Gejala :  Mata menjadi lebih menonjol seperti mau keluar  Syaraf mata menjadi rusak  Pandangan yang kurang jelas atau kabur  Kemampuan mata untuk melihat obyek disamping wajah sangat berkurang (lebar penglihatan berkurang) 6.

kiri. atas maupun bawah. gigi atau aliran darah. Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus. Infeksi bisa berasal dari sinus. 10. Penyebab : Penyebabnya adalah infeksi bakteri. Pada anak-anak. Gejala :  Terjadi penglihatan ganda (diplopia)  Menghalangi pergerakan mata ke kanan.  Fraktur ini biasanya disebabkan oleh bola. . Selulitis Orbitalis Selulitis Orbitalis adalah suatu infeksi pada jaringan di sekitar bola mata. Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus.Gejala :     Mata juling (bersilangan) Mata tidak mengarah ke arah yang sama Gerakan mata yang tidak terkoordinasi Penglihatan ganda. selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan oleh Hemophilus influenzae.  Menyebabkan gangguan penglihatan  Memar di sekitar mata  Proptosis (bola mata menonjol keluar)  Mati rasa di daerah pipi atau geraham atas. Gejala :  Penurunan ketajaman penglihatan  Penderita melihat bintik-bintik yang malayang-layang. 9. atau bisa terjadi setelah suatu cedera mata. Kadar gula darah (glukosa) yang tinggi pada diabetes menyebabkan penebalan pembuluh darah yang kecil. Penyebab : Retinopati diabetikum terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah yang menuju ke retina. Gejala :  Nyeri hebat  Mata menonjol  Pergerakan mata terbatas  Kelopak mata membengkak. Penyebab :  Dorongan dari suatu benda tumpul yang berukuran lebih besar dari lobang orbita bisa menyebabkan fraktur blow-out. Retinopati Diabetikum Retinopati Diabetikum adalah kerusakan progresif pada retina akibat diabetes menahun. 11. tinjuan atau dasbor (pada kecelakaan lalu lintas) yang mengenai mata. tampak mengkilat dan berwarna merah atau ungu  Demam  Bola mata membengkak dan tampak berkabut. Kelainan ini bisa terjadi pada penderita diabetes yang mendapatkan insulin maupun yang tidak. Patah Tulang Orbita Cedera wajah bisa menyebabkan patah (fraktur) pada tulang-tulang yang membentuk orbita (rongga mata).

akan keluar nanah dari lubang di sudut mata sebelah dalam (dekat hidung). Hiperopia . Infeksi menyebar dari sinus atau kulit di sekitar hidung ke otak secara langsung maupun melalui vena. Pada kelainan refraktif. tetapi bentuk lensa berubah agar terfokus pada objek yang memiliki jarak yang berlainan dari mata. sehingga cahaya terfokus di depan retina  Objek pada jarak pendek tampak jelas  Objek pada jarak jauh terlihat kabur 2.  Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata. Dakriosistitis (infeksi kantong air mata) Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada kantong air mata (sakus lakrimalis).  Penderita juga mengalami demam. Retina mengirimkan gambaran yang terbentuk ke otak melalui saraf optikus. cahaya tidak dibiaskan sebagaimana mestinya sehingga gambaran yang terbentuk terlihat kabur.  Jika kantong air mata ditekan secara perlahan. 13.  Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan nanah. Trombosis Sinus Kavernosus Trombosis Sinus Kavernosis adalah penyumbatan vena besar di dasar otak (sinus kavernosus). Gejala :  Penonjolan bola mata  Sakit kepala hebat  Koma  Kejang  Kelainan sistem saraf lainnya  Demam tinggi. Jenis-jenis kelainan refraktif: 1. Penyebab : Dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung). Penyebab : Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi bakteri dari sinus atau di sekitar hidung. Bentuk kornea tetap.  Bisa terbentuk kantong nanah (abses) yang kemudian pecah dan mengeluarkan nanahnya.  Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit. 14.12. Miopia Gejala :  Mata miopik lebih panjang daripada normal. Kelainan Refraktif Dalam keadaan normal. Gejala :  Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang tampak merah dan membengkak. mata menghasilkan gambaran yang jelas karena cahaya yang masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa. sehingga terfokus ke retina.

berbentuk oval.Gejala :  Mata hiperopik lebih pendek daripada normal  Cahaya dari objek jarak dekat (misalnya ketika membaca buku).  Astigmata menyebabkan distorsi atau pandangan kabur pada objek jarak dekat maupun jarak jauh. darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio). Astigmata Gejala :  Pada astigmata.  Pada cedera yang hebat. Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat.  Retina terlepas dari jaringan di bawahnya.  Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring. terlalu lebar atau terlalu kurus. lensa menjadi lebih kaku.  Pembuluh darah di permukaan mata pecah  Permukaan mata akan menjadi merah. 4. kornea lebih melengkung ke satu arah.  Lensa tidak dapat dengan mudah merubah bentuknya sehingga lebih sulit untuk membaca pada jarak dekat. Luka Tumpul Gejala :  Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera. kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam.  Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia. Meskipun demikian.  Penglihatan penderita hampir menyerupai penglihatan di rumah kaca. 15. lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur. kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. tidak dapat terfokus secara jelas pada retina  Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur. mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera. 2.  Kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma. Jenis-jenis peyebab cendera mata: 1. dimana seseorang terlihat terlalu tinggi.  Darah bisa merembes ke dalam mata  Iris bisa mengalami robekan  Lensa bisa mengalami pergeseran. bola mata bisa mengalami robekan. Cedera Mata Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Presbiopia Gejala :  Setelah berusia 40 tahun. Pada awalnya. 3. hiperopia maupun astigmata. Benda Asing . biasanya disebut mata hitam. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.

17. Patah Tulang Orbita Cedera wajah bisa menyebabkan patah (fraktur) pada tulang-tulang yang membentuk orbita (rongga mata). sehingga terjadi penglihatan ganda (diplopia) atau menghalangi pergerakan mata ke kanan. Pembentukan jaringan paru. Pada anak-anak. 3. tinjuan atau dasbor (pada kecelakaan lalu lintas) yang mengenai mata. . Infeksi bisa berasal dari sinus.Gejala :  Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata.  Luka bakar yang. pembuluh darah ataupun otot sehingga menyebabkan gangguan penglihatan dan gangguan pergerakan mata. Gejala :  Darah yang terkumpul setelah terjadinya fraktur dapat menyebabkan penekanan pada mata atau saraf dan pembuluh darah mata. mata merah. perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata). komplikasi (kerusakan iris. Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus. Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus. Selulitis Orbitalis Selulitis Orbitalis adalah suatu infeksi pada jaringan di sekitar bola mata. gigi atau aliran darah. perforasi mata dan kebutaan. atas maupun bawah. selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan oleh Hemophilus influenzae.  Kadang pecahan tulang menekan atau memotong suatu saraf. Penyebab : Dorongan dari suatu benda tumpul yang berukuran lebih besar dari lobang orbita bisa menyebabkan fraktur blow-out. tampak mengkilat dan berwarna merah atau ungu  Demam  Bola mata membengkak dan tampak berkabut.  Fraktur juga bisa mempengaruhi fungsi otot-otot yang menggerakkan mata.  Penglihatan bisa menjadi kabur. kiri. Penyebab : Penyebabnya adalah infeksi bakteri.  Memar di sekitar mata  Proptosis (bola mata menonjol keluar  Mati rasa di daerah pipi atau geraham atas. Fraktur ini biasanya disebabkan oleh bola.  Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya. Gejala :  Nyeri hebat  Mata menonjol  pergerakan mata terbatas  Kelopak mata membengkak.  Luka bakar hebat pada kornea. Luka Bakar Gejala :  Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata. perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. 16. atau bisa terjadi setelah suatu cedera mata.

Jika kantong air mata ditekan secara perlahan. Infeksi menyebar dari sinus atau kulit di sekitar hidung ke otak secara langsung maupun melalui vena. Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit. Penderita juga mengalami demam. Penyebab :  Penyakit tiroid. Trombosis Sinus Kavernosus Trombosis Sinus Kavernosis adalah penyumbatan vena besar di dasar otak (sinus kavernosus). Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang menetap. 19. Penyebab Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi bakteri dari sinus atau di sekitar hidung.18. Gejala :  Penonjolan bola mata  Sakit kepala hebat  Koma  Kejang  Kelainan sistem saraf lainnya  Demam tinggi. Gejala :       Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang tampak merah dan membengkak. terutama penyakit Grave (jaringan di dalam rongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan)  Perdarahan di belakang mata  Peradangan di dalam rongga mata  Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata GEJALA :  Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol. akan keluar nanah dari lubang di sudut mata sebelah dalam (dekat hidung). . Penyebab :  Dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung). 20. Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan nanah. Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata. Dakriosistitis (infeksi kantong air mata) Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada kantong air mata (sakus lakrimalis). Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal) Eksoftalmos adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

Mata mungkin berair Peka terhadap cahaya terang Merasa ada sesuatu di matanya. Penyebab : . Penyebab  Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus). yang menghasilkan minyak yang membentuk permukaan selaput air mata. Hordeolum biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan. Sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. meskipun kadang seluruh kelopak membengkak. 22.  Hordeolum kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum (Stye) Hordeolum (Stye) adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit. Hal ini terjadi akibat penyumbatan pada saluran kelenjar Meibom. Bisa terbentuk kantong nanah (abses) mengeluarkan nanahnya. yang kemudian pecah dan 21. PENYEBAB : Kalazion tumbuh di dalam kelenjar Meibom pada kelopak mata. Gejala        Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan. Hordeolum bisa timbul secara berulang. nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Kalazion Kalazion adalah sebuah massa kecil di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak yang kecil di dalam kelopak mata. 23. GEJALA :  Kelopak mata membengkak  Nyeri dan mengalami iritasi. Kelenjar Meibom adalah kelenjar sebasea. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar.  Di bawah kelopak mata terbentuk daerah kemerahan atau abu-abu. Entropion & Ektropion Entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.  Pembengkakan bundar tanpa rasa nyeri pada kelopak mata dan tumbuh secara perlahan.

24. Beberapa kasus terjadi karena adanya jaringan parut pada kelopak mata akibat luka bakar kimia maupun panas. Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara sempurna.  kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar. kanker kulit atau pembedahan kelopak mata. pseudomonas atau pneumokokus). merah dan mengalami iritasi serta mengeluarkan kotoran (konjungtivitis). Masa inkubasi berlangsung selama 5-12 hari dan berawal sebagai kemerahan pada mata. Gangguan penglihatan Mata merah Mata terasa gatal Kotoran mata. Oftalmia Bangsa Mesir) adalah suatu infeksi konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyebab :  Infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus. truma. Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas.  Faktor resiko terbentuknya ulkus:  Cedera mata  Ada benda asing di mata  Iritasi akibat lensa kontak. virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba  Kekurangan vitamin A atau protein  Mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea). peradangan atau reaksi alergi. Trakoma Trakoma (Konjungtivitis granuler. GEJALA :         Nyeri Peka terhadap cahaya (fotofobia) Peningkatan pembentukan air mata Pada kornea akan tampak bintik nanah yang berwarna kuning keputihan.Kebanyakan kasus entropion terjadi karena pengenduran jaringan kelopak mata sebagai akibat proses penuaan. . Ulkus Kornea Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar. jamur. Gejala  Konjungtiva tampak meradang. GEJALA :  Kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. yang jika tidak diobati bisa menjadi penyakti kronis dan menyebabkan pembentukan jaringan parut. Kebanyakan kasus ektropion terjadi akibat pengenduran jaringan kelopak mata akibat penuaan. Penyebab Trakoma terjadi akibat infeksi oleh bakteri Chlamydia trachomatis. 25.

merah dan nyeri bila ditekan.  Kelopak matanya membengkak.  Dari mata keluar kotoran encer dan berdarah (serosanguinosa) atau kotoran kental seperti nanah (purulen). sedangkan konjungtiva lainnya tampak berwarna putih susu. Keratokonjungtivitis Vernalis Keratokonjungtivitis Vernalis adalah peradangan konjungtiva yang berulang (musiman). Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum) Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum) adalah suatu infeksi mata pada bayi baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir. biasanya dimulai sebelum masa pubertas dan berhenti sebelum usia 20. Penyebab Berbagai organisme bisa menyebabkan infeksi mata pada bayi baru lahir. Keratokonjungtivitis Sikka Keratokonjungtivitis Sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata. seperti:  Artritis rematoid . Keratokonjungtivitis vernal sering terjadi pada anak-anak. 27. Gejala  Bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah dia lahir. tetapi infeksi bakteri yang berhubungan dengan proses persalinan. 28. 26. yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea. Konjungtiva yang melapisi bola mata tampak menebal dan keabuan.  Konjungtiva di bawah kelopak mata membengkak dan berwarna pink pucat sampai keabuan.  Kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri dan fotofobia hebat.  Gonore bisa menyebabkan perforasi kornea dan kerusakan yang sangat berarti pada struktur mata yang lebih dalam. Gejala :  Gatal hebat  Mata merah dan berair  Peka terhadap cahaya (fotofobia)  Kotoran mata yang kental dan lengket.    Konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu mata melipat ke dalam dan terjadi gangguan penglihatan. yang paling banyak ditemukan dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata adalah gonore (Neisseria gonorrhea) dan klamidia (Chlamydia trachomatis). Pembengkakan kelopak mata Pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak tepat di depan mata Kornea tampak keruh. Penyebab Konjungtivitis vernal terjadi akibat alergi dan cenderung kambuh pada musim panas. Penyebab : Mata yang kering bisa merupakan gejala dari beberapa penyakit.

permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut serta ulkus (luka terbuka). tetapi beberapa penyakit berikut telah dihubungkan dengan terjadinya episkleritis:  Artritis rematoid  Sindroma Sj?gren  Sifilis  Herpes zoster  Tuberkulosis. Kadang penyebabnya tidak diketahui. Episkleritis Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera. 29. Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat. Nyeri mata Peka terahadap cahaya (fotofobia) Nyeri mata bila ditekan Mata berair.  Gejala        Lupus eritematosus sistemik Sindroma Berkurangnya pembentukan air mata Penguapan air mata bisa menyebabkan iritasi mata Menimbulkan perasaan mata seperti terbakar. Gejala      Biasanya peradangan hanya mengenai sebagian kecil bola mata tampak sebagai daerah yang agak menonjol. Penyebab : Penyebabnya tidak diketahui. Skleritis (Radang Bagian Putih Mata) Skleritis adalah suatu peradangan pada sklera (bagian putih mata). berwarna kuning. Paling sering terjadi pada usia antara 30-60 tahun dan jarang ditemukan pada anak-anak. Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman Kepekaan terhadap cahaya (fotofobia). lupus eritematosus). Pada stadium lanjut. 30. Jika jaringan parut terbentuk di kornea maka bisa terjadi gangguan penglihatan. Penyebab Peradangan pada sklera biasanya dihubungkan dengan penyakit autoimun (misalnya arthritis rematoid. Gejala  Nyeri mata yang hebat  Bercak merah pada sklera  Penglihatan kabur  Fotofobia (peka terhadap cahaya) . infeksi atau cedera kimia.

Toksokariasis. Uvea (disebut juga saluran uvea) terdiri dari 3 struktur: 1. 31. Sinar ultraviolet (sinar matahari. Sarkoma atau limfoma. Iris : cincin berwarna yang melingkari pupil yang berwarna hitam 2. Penyebab Penyebabnya bisa berupa: Infeksi virus. Koroid : lapisan mata bagian dalam yang membentang dari ujung otot silier ke saraf optikus di bagian belakang mata. Sifilis. Toksoplasmosis. Infeksi bakteri. Sindroma Behcet. Peradangan yang terbatas pada iris disebut iritis. sinar dari las listrik). Iritasi akibat pemakaian lensa kontak jangka panjang. 32. Sindroma Reiter. Tuberkulosis. Mata kering. Sindroma Vogt-Konayagi-Harada. Iritasi atau alergi terhadap obat tetes mata. sinar lampu. Mata berair. Badan silier : otot-otot yang membuat lensa menjadi lebih tebal sehingga mata bisa fokus pada objek dekat dan lensa menjadi lebih tipis sehingga mata bisa fokus pada objek jauh 3. Keratitis Pungtata Superfisialis Keratitis Pungtata Superfisialis adalah suatu keadaan dimana sel-sel pada permukaan kornea mati. Artritis rematoid juvenile. Oftalmia simpatetik. Penyebab Penyebab uveitis: Spondilitis ankilosis.  Mata terasa perih  Mata gatal  Mengeluarkan kotoran. Sebagian atau seluruh uvea bisa mengalami peradangan. Sarkoidosis. . Histoplasmosis. Efek samping obat tertentu (misalnya vidarabin). Gejala     Penglihatan menjadi kabur Melihat bintik-bintik hitam yang melayang-layang. Infeksi sitomegalovirus. jika terbatas pada koroid disebut koroiditis. Nekrosis retinal akut. Gejala  Mata terasa Nyeri  Mata Berair  Mata Merah  Peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penglihatan menjadi sedikit kabur. Uveitis (Radang Uvea) Uveitis adalah peradangan pada uvea. Pada iritis biasanya timbul nyeri hebat Kemerahan pada sklera (bagian putih mata) dan fotofobia (peka terhadap cahaya). Pars planitis.

34. maka kerusakan di sepanjang jalur saraf optikus menyebabkan pola gangguan penglihatan yang khas: 1. Papiledema Papiledema adalah suatu keadaan dimana terjadi pembengkakan saraf optikus pada tempat masuknya ke mata akibat peningkatan tekanan di sekitar otak. kemungkinan penyebabnya adalah arteritis temporalis. Kelainan Saraf Optikus Saraf optikus memiliki rute yang tidak biasa. 3. Biasanya kelainan ini hanya menyerang satu mata. Papilitis juga bisa terjadi karena virus dan penyakit kekebalan. metanol. 2. Trombosis sinus kavernosus. digitalis. Melanoma Koroi Melanoma Koroid adalah tumor pada lapisan koroid mata. seperti yang terkandung dalam rokok. Kadang penyebabnya tidak diketahui. etambutol dan lain-lain. Penyakit paru-paru yang berat. Penyebab tersering adalah sklerosis multipel. Gejala :  Sakit kepala tanpa disertai gangguan penglihatan. Papiledema hampir selalu menyerang kedua mata dan biasanya disebabkan oleh: tumor atau abses otak. Penyebab terjadinya penyakit ini adalah malnutrisi. Gejala :  Penurunan fungsi penglihatan pada daerah yang kecil di pusat lapang pandang. Melanoma bisa disebabkan oleh pemaparan sinar matahari yang berlebihan. tetapi biasanya menyerang kedua mata. Perdarahan otak. yaitu setiap saraf membelah dan sebagian menyilang pada kiasma optikum ke sisi yang berlawanan. Palpitis bisa terjadi akibat berbagai keadaan. meskipun penyebabnya yang pasti tidak dapat ditentukan.33. Infeksi selaput otak (meningitis). Dengan susunan anatomi tersebut. Cedera kepala. . Ambliopia Toksika Ambliopia Toksika adalah suatu keadaan yang menyerupai neuritis retrobulber. yang secara perlahan meluas dan bisa berkembang menjadi kebutaan total.  Penglihatan kabur di pusat lapang pandang 4. Pada penderita yang berusia diatas 60 tahun. timah hitam. Melanoma maligna pada koroid merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan. Gejala :  Penurunan fungsi penglihatan  Jika mata digerakkan akan timbul nyeri. kloramfenikol. bahan-bahan kimia. Gejalan :  Penurunan fungsi penglihatan  Nyeri atau tidak sama sekali. Neuritis Retrobulber Neuritis Retrobulber adalah peradangan pada bagian dari saraf optikus yang terletak tepat di belakang mata. Pseudotumor otak. Papilitis Papilitis (Neuritis Optikus) adalah peradangan pada ujung saraf optik yang masuk ke dalam mata. Tekanan darah tinggi yang berat.

38. A. Gejala :  Gangguan penglihatan  Peka terhadap cahaya (fotofobia)  Merasa ada benda asing di matanya. cairan dalam bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera). Bakteri yang sampai ke mata melalui aliran darah.  Mata berair  Peradangan konjungtiva dan episklera. Gejala :  rabun senja (penglihatan berkurang pada keadaan gelap)  Mata yang kering (disebut xeroftalmia)  Pembentukan kerutan  Kekeruhan Kornea . Gejala  Nyeri mata  Kemerahan pada sklera  fotofobia (peka terhadap cahaya)  Gangguan penglihatan. Endoftalmitis Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian dalam.  Mata merah  Nyeri  luka kecil pada iris atau konjungtiva  perubahan warna iris  gangguan penglihatan pada salah satu mata  mata menonjol. 35. Gejala :  Penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada malam hari menurun.GEJALA :  Gangguan penglihatan. Penyebab terjadinya infeksi adalah: Luka yang menusuk mata. Retinitis Pigmentosa Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. Keratitis Ulserativa Perifer Keratitis Ulserativa Perifer adalah suatu peradangan dan ulserasi (pembentukan ulkus) pada kornea yang seringkali terjadi pada penderita penyakit jaringan ikat. Retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Pembedahan.  Kehilangan fungsi penglihatan tepi yang progresif  Penurunan fungsi penglihatan sentral. protein dan kalori. Keratitis Xerotik) adalah suatu keadaan dimana kornea menjadi kering dan keruh akibat kekurangan vitamin. Penyebab Keratomalasia biasanya terjadi akibat kekurangan vitamin A yang berat. 37. Keratomalasia Keratomalasia (Xeroftalmia. 36.

Gejala :  Gangguan penglihatan pada salah satu mata  Kehilangan fungsi penglihatan. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks. Ablasio Retina Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya.  Pembengkakan dan pembentukan jaringan parut yang menghalangi penglihatan. Proses penuaan. Dengenerasi makula terjadi pada usia lanjut. yang paling buruk dirasakan pada pagi hari tetapi akan membaik pada siang hari. 41. Keratokonus Keratokonus adalah perubahan bentuk (penipisan) kornea yang terjadi secara bertahap. Trauma. cenderung diturunkan.  Hilangnya fungsi penglihatan . 42.  Terbentuk lepuhan berisi cairan (bula) pada permukaan kornea. Hal tersebut bisa terjadi akibat. Gejala . Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.  Kerusakan penglihatan yang berat (misalnya kehilangan kemampuan untuk membaca atau mengemudi). 39. Penyakit peradangan. Kemunduran/Degenerasi Makula Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral. Degenerasi terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada epitel pigmen retina. Perlunakan kornea (disebut keratomalasia). Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea) Keratopati Bulosa adalah pembengkakan kornea yang paling sering terjadi pada usia lanjut. Gejala :  Menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya  Penglihatan menjadi kabur. 43. Gejala :  Penglihatan menjadi kabur. Diabetes berat. lebih banyak ditemukan pada orang kulit putih dan tampaknya lebih sering ditemukan pada perokok. Gejala  Bagian tengah kornea menipis dan secara bertahap menonjol ke arah luar sehingga bentuknya menyerupai kerucut. sehingga bentuknya menyerupai kerucut. 40.

Gejala :  Kemerahan pada kelopak mata  Penebalan pada kelopak mata  Terbentuk sisik dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata. Pembentukan luka terbuka Pembentukan jaringan parut yang bersifat menetap Hilang rasa ketika mata disentuh. Infeksi bakteri. Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh herpes zoster.         Mata terasa nyeri Mata Berair Mta merah Peka terhadap cahaya Pembengkakan kornea Penglihatan kabur. panas dan menjadi merah. Gejala  Nyeri pada kelopak mata  Kemerahan pada kelopak mata .  Mata dan kelopak mata terasa gatal.  Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok. Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit. Dakriostenosis Dakriostenosis adalah penyumbatan duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).  Mata menjadi merah  Berair  Peka terhadap cahaya terang. Gejala :  Kelopak mata tampak membengkak. virus atau jamur. 47. 44. Pembengkakan Kelopak Mata Apapun yang mengiritasi mata juga dapat mengiritasi kelopak mata dan menyebabkan pembengkakan (edema).  Merasa ada sesuatu di matanya. Pembengkakan kelopak mata bisa terjadi akibat: Sengatan atau gigitan serangga.  Terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata 45. Blefaritis Blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata. Gejala :  Pengaliran air mata yang berlebihan ke pipi (epifora) dari salah satu ataupun kedua mata 46.

pada seseorang yang tidak mengalami entropion. . Keratokonjungtivitis Sikka Keratokonjungtivitis Sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata. Gejala :  Rasa sakit  Kemerahan pada putih mata  Sangat peka terhadap sinar terang  Kehilangan penglihatan sebagian atau total. yang bergesekan dengan bola mata.  Permukaan mata menebal  Membentuk jaringan parut serta ulkus (luka terbuka). Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis) Endophthalmitis adalah infeksi dalam mata. Gejala :  Mata merah  Pedih  Terasa ada benda asing  Terasa sakit ketika terkena sinar matahari langsung. Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis) Infeksi pada orbit disebut orbital cellulitis. Penyebab trichiasis biasanya tidak diketahui. 51. Gejala :  Rasa sakit  Mata menonjol  Gerakan mata berkurang  Kelopak mata bengkak  Demam  Bola mata bengkak  Penglihatan kemungkinan terhalang. yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea. 48. Gejala :  Iritasi mata  Merasa mata seperti terbakar. Trichiasis Trichiasis adalah kelainan tumbuh pada bulu mata. 49. Infeksi mata bisa terjadi setelah luka.  Rasa tidak nyaman  Pekaan terhadap cahaya (fotofobia). Berkurangnya rasa jika kornea disentuh Glaukoma permanen.  Gangguan penglihatan.  Pertumbuhan pembuluh darah meningkat. 50. Endophthalmitis disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam mata atau telah memasuki mata melalui luka bedah atau luka.   Pembengkakan kelopak mata.

Gejala :  Mata seringkali benar-benar menyimpang  Pupil kemungkinan tajam seperti tetesan air mata. sifilis. Gejala :  Kehilangan penglihatan  Terasa sakit dengan gerakan mata. vaksinasi. penyakit autoimmun tertentu seperti multiple sclerosis. Meskipun begitu. atau peradangan bisa terjadi untuk penyebab yang tidak nyata. 54. Peradangan tersebut bisa menjadi bagian pada proses penyakit lainnya. Luka yang mengenai bola mata. Gejala :  Bisa termasuk sobekan  Mata merah  Sakit sekali pada mata. Cedera Bola Mata Kebanyakan luka (pencabikan) di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. penyebab optic neuritis seringkali tidak diketahui. iris. meningitis. atau keduanya. kebanyakan dangkal dan kecil. Mereka juga cenderung mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis). dan peradangan intraocular (uveitis).  Darah bocor ke dalam retina. Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy) Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) adalah kerusakan pada retina sebagai akibat tekanan darah tinggi. 55. Optic Neuritis Optic neuritis adalah peradangan pada saraf optik dimanapun sepanjang lintasannya. Optic neuritis kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus (khususnya pada anak). 56.  Kadangkala cairan keluar dari mata. Gejala :  Nyeri pada bola mata/kelopak mata  Kemerahan pada bola mata atau kelopak mata . dimana peradangan mempengaruhi pembuluh darah (disebut vasculitis) terjadi. Gejala :  Ketika tekanan darah menjadi tinggi  Retina menjadi rusak.  Kehilangan penglihatan secara bertahap 53.  Penglihatan buram atau rasa sakit ketika terkena sinar yang terang (photophobia).52. Pembengkakan Rongga Mata Setiap atau seluruh bagian di dalam orbit bisa menjadi meradang. penglihatan. seperti Wegener’s granulomatosis. Iritis Trauma dan Iritis Kimia Iritis (juga dikenal sebagai iridocyclitis atau uveitis) adalah peradangan pada lapisan dalam mata berpigmen (uvea).

 Hilangnya penglihatan di pinggir  Hilangnya penglihatan menyerupai tirai atau kerudung yang jatuh melintangi garis penglihatan. 58.57. Gejala :  Pandangan kabur atau kehilangan pandangan secara menyeluruh 2.  Pelepasan Retinal  Kehilangan pandangan hebat mungkin terjadi.  Penglihatan memburuk  Segala sesuatu menjadi buram. Gejala :  Berkurang pandangan  Adanya kilasan cahaya. Choroidal melanoma adalah kanker yang paling sering berasal dari mata. Gejala :  Mengalami kehilangan pandangan mendadak tetapi tanpa rasa sakit  Kehilangan jarak pandang dari yang ringan hingga hebat  Pendarahan ke dalam mata dan glaucoma 60. 1. . Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis ) Mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi. saluran utama yang menyuplai darah untuk retina. bisa menjadi betul betul mampet karena penyakit atherosclerosis atau partikel. yang masuk peredaran darah dan menghalangi saluran (emboli). 59. Gejala :  Tidak terasa sakit. Choroidal Metastases Choroidal metastases adalah kanker yang sudah menjalar ke mata dari bagian badan lain. Gejala  Gatal pada kedua mata  Rasa terbakar pada kedua mata  Konjungtiva menjadi merah  Konjungtiva bengkak  Permukaan bola mata tampak tembam  Sangat banyak kotoran berair yang tipis. seperti gumpalan darah.  Pandangan jarang terpengaruh. Pelepasan Retina Pelepasan retina adalah pemisahan retina dari lapisan dasar pada pembuluh darah. Choroidal Melanoma Choroidal melanoma adalah kanker yang berasal dari sel yang menghasilkan zat warna (melanocytes) choroid. Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat Arteri retinal pusat. lapisan padat pembuluh darah yang menyuplai retina. Kanker yang Mempengaruhi Retina Kanker yang mempengaruhi retina secara umum mulai pada choroid.

M. Yessica Yolanda (G1A009038) Dosen : Rusdi Efendi.Kom PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BENGKULU 2012 .M.SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN PENYAKIT MATA DAN GEJALANYA OLEH : 1.Ariansyah Yutama (G1A009021) 3.ST. Apni Nomansa (G1A009052) 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful