PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

Golongan ruang III/a Pembina. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. (2) Dalam menjalankan tugas. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Ketentuan Pasal 15. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. dan Kabupaten/Kota. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda. 4 . golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. dibantu oleh: a. d. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana.1. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat Pengantur Muda Tingkat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. b. Provinsi. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina Tikat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. b. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Pembina. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

(5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Seorang Ketua merangkap Anggota. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. b. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota.c. 5 . Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. d. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . d. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. 2. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Adalah : a. c. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. d. b. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Ketentuan Pasal 16. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota.

Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. pangkat Pembina. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. c. Provinsi. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. dan Kabupaten/Kota. pangkat Penata Muda. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. 3. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b.b. 6 . golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. c. Ketentuan Pasal 19. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Pembina Tingkat I.

pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina. NE G S I ARA RA E. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. pangkat Penata Tingkat I.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 .

.

9 . bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55. b. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. NOMOR 130/KEP/M.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan.

8.2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). 3. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. 10 . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 4. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). 6.

PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dan Tata Kerja Kementerian Negara.9. 2. 3. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. 11 . Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Memperhatikan :1. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. golongan ruang II/b.587/II. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. Fungsi Susunan Organisasi. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 10. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. 2. 4.

Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. penyuluhan kehutanan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan.5. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. 3. pengembangan profesi. 6. 7. 5. Paling tinggi usia 50 tahun. Pangkat paling rendah Penata Muda. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. Paling tinggi usia 50 tahun. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. 6. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 4. golongan ruang III/a. 7. b. 2. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Mengingat : 2.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 1. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. P e m i n d a h a n . 5. 14 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 10. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 9. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. 8.3. Tugas Fungsi. 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17).

Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Susunan Organisasi. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Fungsi. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 .khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. Tugas. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit.11. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Kewenangan. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

.

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 17 .PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Mengingat : 2. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). P e m i n d a h a n . sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 18 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 8. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 7. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 9. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.

11.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Tugas. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. 19 . dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Fungsi Kewenangan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini.10. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini.

Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .

2. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. PENDAHULUAN A. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 4. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. tanggung jawab. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Fungsional. Jabatan Fungsional Tertentu. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. 5. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. Jabatan Struktural. tanggung jawab.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. UMUM 1. Jabatan Karier. tanggung jawab. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. 3. 21 . adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I.

4. Pengangkatan Pertama. 6. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 5. 3. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Angka Kredit. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. B. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. C. pendididkan menengah.6. Pendidikan Formal. 2. dan pendidikan tinggi. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. 22 . Instansi Pembina jabatan fungsional. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku.

adalah Gubernur. dan Ijazah lain yang setara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.Ijazah dokter. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. adalah golongan ruang III/b. Kepala Kepolisian Negara. Jaksa Agung. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. 9. adalah Menteri. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. 8. adalah Bupati/Walikota. Propinsi. II. 7.

Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. d. f. h. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20.III. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. c. : : Roby : 260004600 : Jakarta. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. e. A. b. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40.

02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. 25 .00 Jumlah : 245.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.05. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur.

Pangkat Paling rendah Pengatur Muda.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. 1. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. 3 April 1978 26 . golongan ruang II/a.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.17. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.17 Saudara Drs. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.00 Jumlah : 255.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. B.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. b. c.

Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55. c. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. 2. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 .55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. b.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 .02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. d. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. b. C. pengembangan profesi. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. c. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7.Sudarja : 260004809 : Kebumen. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.05.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.

golongan ruang III/a ke atas. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. 1. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. 29 . Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a.05 D. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. d. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. Golongan Ruang III/a.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata.00 Jumlah : 155. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. b. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian.05 Saudara Drs. c.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

43 . Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Mengingat : 1.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 4. 2. 3. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.

beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 12. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 44 . 6. 11. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 13. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Kewenangan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 7. 9. Fungsi. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.

adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. metodologi dan teknik analisis tertentu. 45 . 7. Penyuluh Kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 3. mau dan mampu memahami. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah proses pengembangan pengetahuan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Pejabat yang berwenang mengangkat. Tim Penilai Angka Kredit. Penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 4. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. Angka Kredit. 6. 5. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. adalah Pejabat 2.

9. e. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. adalah Bupati/Walikota. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. g. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . d. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. 11. adalah Gubernur. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. b. adalah Departemen Kehutanan. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. f. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. 8. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. dilakukan 46 . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 10. c. adalah Menteri Kehutanan.

Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.PAN/12/2002. b. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dengan ketentuan : a.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. Untuk kenaikan pangkat periode April. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. b. 47 . (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3).PAN/12/2002. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.

b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. y a i t u : a. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . b. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. dan Dapat aktif melakukan penilaian. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. c.

49 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. b. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan.a.

(7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut.PAN/12/2002. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Tim Penilai Pusat. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. 50 . (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. dapat dipertimbangkan apabila : a. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. b. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 51 . sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. b. c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. b. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/d. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/d. b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. 52 . golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. dan b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.

Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. Pangkat Pembina. dengan ketentuan : a. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). 53 . golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. b.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. yang berasal dari kegiatan unsur utama. Setiap unsur penilaian dalam DP. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan.

3. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara.BAB V PENGANGKATAN. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 54 . PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. 2. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV.

(4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. b. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. atau Cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. c.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. e. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. d. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.

selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. b. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. 3. 56 . tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. atau 2.melaksanakan tugas pokok. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1.

(2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. 57 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya.PAN/12/2002. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 58 . d. c. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. b. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.

c. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. b. f. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. 59 . e. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. d. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina.

BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 60 . maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.PAN/12/2002.

Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. dinyatakan tidak berlaku.

....... 3... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan..... / PANGKAT ....................... / TMT.......... .. I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit..... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .... Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ..... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan................... s/d ... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan..... 2. 4.. 5.. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1....

................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002...../.................. 2. tanggal .. 5.. ....................................../....... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.......................... 8..........CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............... 7....................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002. dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ..... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.................... Mengingat : 1......... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999................................................................................. 6........... b. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........ 63 . NOMOR : ................ .. 3... 4........................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.................... 9..........

......................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya...... (diisi dengan angka dan huruf) ......... Pangkat/Gol............ NIP : ...................... N a m a : ................ b................................................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a...... 3.................................. dengan angka kredit sebesar ................... 5..... Unit kerja : ............................... 64 ..... d.......... *) coret yang tidak perlu........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................. ......... c.......... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............. 4....................................... ruang/TMT : .... dalam jabatan .................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu................................. 2....... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................................................................

....... 5...... NOMOR : ................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ....................................... Bahwa saudara .............. 4............/......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................... 6........ 7......................... Mengingat : 1................................... ................. NIP.......................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................. membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........... Pegawai Negeri Sipil : b...... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............................ ........... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........................ berdasarkan ....................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................................. dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........ jabatan .... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999......./............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.. ..... 65 .. pangkat/golongan ruang .. karena .. 3..................... 2.

...................... c. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu......... NIP : ..... KEDUA KETIGA : : .... Unit kerja : ............................... b........................................ 3.................................................................a.................................... 2........... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..................... 4...... ruang/TMT : .............. d.... dari jabatan . Pangkat/Gol.............................................................................. . 5....... 66 ....................................... *) coret yang tidak perlu................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............ N a m a : .....

.................... 8................... pangkat/golongan ruang ......... NOMOR : ..................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*).................................................... tanggal ... terhitung mulai tanggal ............... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001..... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...... jabatan ........./.......... b............. 67 ..... 5.................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... .................. .......... 3................. 2............... Bahwa saudara ............... Mengingat : 1... NIP................................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. ................ 4................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002. 6................................../. telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .............................................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003....................... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... 7.........

....................................... b............................ 5.. *) coret yang tidak perlu.. NIP : ..................... dari jabatan ......... 3................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu............ . memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan................................. d.... 2............ .......... 4.................................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................................................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ 68 ...... ruang/TMT : ............................................................... c......................... Unit kerja : .... Pangkat/Gol..... Pegawai Negeri Sipil : a.......................... N a m a : ....

PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 2.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 69 . dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 3. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . Mengingat : 1. b.

5. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. 2. 10. Memperhatikan : 1.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002.4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Susunan Organisasi. 8. 11. Kewenangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 70 . Fungsi. 6. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 26 Tahun 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.26-30/V. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No.

dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. tanggung jawab. Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. kawasan hutan. 71 . adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Kehutanan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 3. 4.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 2. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. wewenang. metodologi dan teknik analisis tertentu.

6. adalah proses pengembangan pengetahuan. Angka kredit. Tim Penilai Angka Kredit. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.5. 7. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan. 72 . mau dan mampu memahami. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya.

memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).BAB II RUMPUN JABATAN. mengembangkan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah menyiapkan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. 73 . melaksanakan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah.

Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 2. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. c. 74 . Pemantauan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. metodologi. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. meliputi : 1. 3. 2. Pengembangan profesi : 1. materi. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. terdiri dari : a.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. meliputi : 1. 2. b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pendidikan. 3. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. 3. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 3. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. e. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. 4. 2. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. meliputi : 1. d. f.

Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 5. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 7. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan.g. 3. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Memperoleh piagam kehormatan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 75 . 6. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 2.

golongan ruang III/d. golongan ruang III/b. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/b. Pengatur Tingkat I. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. b. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 2. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. c. c. Penata Muda. 76 . b. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehuttanan Madya. 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Muda. 3.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. terdiri dari : 1. terdiri dari : 1. adalah : a. b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. terdiri dari : 1. Penata. adalah : a. Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a. adalah : a. golongan ruang II/d. adalah : a. golongan ruang III/c. 2. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pertama. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang III/a. Pengatur. Penata Muda. c. Penata Tingkat I. golongan ruang II/c.

golongan ruang III/d. golongan ruang IV/a.2. golongan ruang IV/b. golongan ruang IV/c. golongan ruang III/c. 77 . Pembina. c. Penata. terdiri dari : 1. Penata Muda Tingkat I. Penata Tingkat I. golongan ruang III/b. 3. terdiri dari : 1. 2. Pembina Utama Muda. Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Muda. 2. b. Penyuluh Kehutanan Madya.

BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. sebagai berikut : a. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. 78 . 11. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 9. 6. yaitu : 1. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 4. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 10. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 8. 2.

15. 26. 16. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Melaksanakan temu lapang. yaitu : 1. 2. 18. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Menyusun laporan bulanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan.13. 20. 14. Menyusun laporan Triwulan. 17. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 21. 19. 22. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 25. Menyusun laporan Tahunan. 79 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 23. 24. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. b. 27. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot).

15. 80 . Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun rencana kerja tahunan. 17. 13. 5. 14. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 11. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 16. 7. 9. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata).3. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 12. 4. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 10. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 6.

26. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani.18. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 24. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 29. Melakukan temu usaha. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 30. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 27. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. 23. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 32. 33. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. 19. 20. 81 . Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 25. 28. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. kehutanan (demontrasi farm). 31. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 22. 21.

40. 39. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 7. 4. 41. 5. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 2. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 37. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 82 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. 8. Menyusun laporan tahunan. 36. c. yaitu : 1. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 6. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 38. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 35. Menyusun laporan bulanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.34. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun laporan triwulan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 21. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. 20. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 13.9. 83 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 16. 14. 23. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 19. 15. 17. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 10. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 18.

Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. Menyusun laporan triwulan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 31. 26. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 39. 37. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 38. 32. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi.24. 33. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 25. 36. 28. Menyusun laporan bulanan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 30. 34. 35. 29. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. menganalisis dan menyusun kepada laporan. 84 . Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Mengolah. Menyusun laporan tahunan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 27.

3. yaitu : 1. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 13. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 12. 10.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 85 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 4. Penyuluh Kehutanan Pertama. 9. 11. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 6. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 8. Menyusun rencana kerja tahunan. adalah sebagai berikut : a. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin).

Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyusun laporan tahunan. 30. Menyusun laporan bulanan. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 23. LSM. 19. 15. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 27. LSM. 86 . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. 29. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 28. 22. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 17. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.14. 16. 20. 21. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 26. 18. 25. Menyusun laporan triwulan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 24. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi.

Penyuluh Kehutanan Muda : 1. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. 87 . dan pemerintah pusat. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 2. 5. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 6. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. b. 4. materi. 13. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan pemerintah pusat. 12. 7. Menyusun rencana kerja tahunan. cendekiawan. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 11. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 9. 3.31. cendekiawan.

Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 27. 18. 26.15. 17. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 88 . 20. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 22. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 31. Menyusun laporan triwulan. 19. Menyusun laporan bulanan. 29. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 24. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. 25. 16. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 28. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 30. 23. 21.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 9. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 7. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. 33. 5. 35. materi. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 2. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. c. 3. sarana. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 4. 89 . 6.32. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 8. 10. 34.

16. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 17. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 20. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 21. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 19. metodologi. 22. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 .11. Menyusun laporan bulanan. Menyusun laporan tahunan. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. 13. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 15. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 12. 14. Menyusun laporan triwulan.

ditetapkan sebagai berikut : a. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. b. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. Pengembangan profesi. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Persiapan penyuluhan kehutanan. terdiri dari : a. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2).pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). 91 . Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. b. b. Pendidikan. (2) Unsur utama. c. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. b. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. d. (3) Unsur penunjang. adalah sebagai berikut : a. dan f. Unsur utama. e. Unsur penunjang.

setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. golongan ruang IV/c. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. pangkat Pembina Utama Muda. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. 92 . setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. pangkat Penata Tingkat I. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. golongan ruang IV/c. b. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/d. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. dengan ketentuan : a. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.

sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. 93 .Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. b. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama.

b. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. 94 . d. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.

Kehutanan Departemen Kehutanan. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. c. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. c. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. 95 . Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. dibantu oleh : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. d. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. b. d. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Ketua merangkap Anggota. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. b. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. d. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. adalah : a. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat.(2) Dalam menjalankan tugas. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota.

(2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Dapat aktif melakukan penilaian. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. c. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. b. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi.b. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 .

m a s i n g . digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 97 . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. d.

adalah : a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. d. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). c. b. golongan ruang II/b. b. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3).BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 98 . d. golongan ruang III/a. adalah : a. c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda.

Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. 99 . apabila: a. b. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. dan c. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. c. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. dan b. b. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a.

d. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. b. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. e. pangkat Penata. 100 . pangkat Pembina Utama Muda. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. pangkat Penata Muda. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. apabila : a. ayat (2). c. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. dan ayat (3). Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. pangkat Penata Tingkat I. dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Pembina Tingkat I.

101 . b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. c. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26.

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. dinyatakan tetap berlaku. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. 102 . membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. memindahkan.

BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. dan pengembangan karier. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. 103 . (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. pengalaman. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

2.07 0. 6. 4. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.32 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Primer b.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3.480 jam Lamanya 81. 3.09 0.02 PK Pelaksana . 5. 4. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Desa dan Kecamatan b. 1.16 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Kabupaten/Kota c.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. 6.160 jam Lamanya 30. 5. 2. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A.31 0.16 0.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 7.03 NO. 1.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.03 0.

Melaksanakan kajian identifikasi c.09 0.08 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Flip chart (min 5 lbr) 4). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana b.17 0.32 0. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.07 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Kelompok wanatani b. Slide . Merumuskan hasil identifikasi 2.02 0.01 0.40 0. Kelompok sasaran lain 1. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.Mengumpulkan data b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.07 0. Mengolah data c. Menganalisis data 2. Media papan 1). Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1.04 0.03 0.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D. Menyusun rencana identfikasi b.10 0. Media terproyeksi/audiovisual 1).08 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1.19 0.04 0. Sebagai penyaji 2).05 0. Seri foto (min 5 lbr) 3).106 1 B.10 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Foto 2). Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Sebagai pembahas c.14 0. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Chart/gambar b. penyuluh kehutanan penyelia 2.

Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.56 0. Poster. Penyuluh kehutanan pelaksana b.08 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.28 0.28 0. Diorama 3).Penyuluh kehutanan penyelia 3). Siaran sandiwara di radio /TV c. Penyuluh kehutanan pelaksana b.30 0. 4.1 Setiap naskah PK Penyelia 0.38 0. Demontrasi cara b. oleh .81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Brosur / booklet (min 1000 kata).04 0. oleh . Leaflet/folder.03 0. Spesimen 5).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Maket 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.04 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).15 0.Penyuluh kehutanan penyelia d. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . 3.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. oleh .60 0. oleh . Media cetak 1).16 0.80 0.56 0.75 0. Realita 1).01 0.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).16 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B. Model 4). Demontrasi hasil . Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .16 0.

Tingkat desa dan kecamatan b. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.22 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1).09 0. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Sebagai moderator b. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Tingkat propinsi 12.08 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Kelompok tani binaan b. Tokoh masyarakat/agama 11.04 0.02 0. Sebagai narasumber 7. Melakukan temu usaha 10. Tingkat kabupaten/kotamadya c.08 0.06 0.03 0. Tingkat BPP/kecamatan b.Sebagai pramu wicara 2).07 0.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat propinsi 8. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a.08 0.18 0. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Tingkat kabupaten c. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Tingkat Propinsi b. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).05 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Melaksanakan temu lapang 6. Ceramah umum 1). Kelompok tani binaan b.27 0.04 0.02 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .Sebagai pembuat karya/desain .06 0. Melakukan temu karya kepada: a.03 0.02 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.18 0.05 0.

01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).madya c. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a.Sebagai pembuat karya/desain 13.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut . Perorangan oleh : 1). Penyuluh kehutanan penyelia b. Bulanan 1.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Madya . Menumbuhkan kelompok 2.03 0. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.02 0.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Mengolah. Lanjut .01 0. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.08 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .lanjut b.06 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).05 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.1 Setiap kali 0. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Menyusun kurikulum kursus b. Kelompok Sasaran lain oleh : 1).03 0.utama 3.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Pemula .48 0. Penyuluh kehutanan penyelia 15.20 0. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .04 0.Melaksanakan penilaian lomba 1.06 0.05 0.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).32 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a.04 0.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.50 5.30 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.50 6.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8.nilai pembaharuan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan penyelia 1.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk makalah 4.50 2.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.00 0. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Penyuluh kehutanan penyelia c. Penyuluh kehutanan penyelia b.50 1. Tahunan 1.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .00 3.06 0.02 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C. Dalam bentuk buku b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Triwulan 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .15 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.06 0.50 2. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.00 4.12 0. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.

50 0. 10 (sepuluh) tahun 2.00 1. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Pengurus aktif b.00 1.00 2.00 15. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam bentuk buku b.sebagai : a. Tingkat nasional/internasional.50 1. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.sebagai: a. Pembahas d. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Tingkat propinsi.00 1. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.50 3.00 5. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Moderator c. Gelar kehormatan akademis 3. Narasumber e. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.50 Semua jenjang 7. 30 (tiga puluh) tahun b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Dalam bentuk makalah 3. Pemasaran b.00 0. Anggota aktif 1.00 2.50 0. 20 (dua puluh) tahun c.00 2.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 1. Pengurus aktif b. Diploma II 2. Sarjana muda/diploma III 3. Anggota aktif 2. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. FEISAL TAMIM 111 .00 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. Sarjana/diploma IV 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3.00 0.00 4. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.

Sebagai pembahas c. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3.04 PK Pertama . Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Lamanya antara 81-160 jam 6. pasca sarjana 3. Sarjana / Diploma IV 1. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B.07 0. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161-480 jam 5.36 0. Lamanya antara 641-960 jam 3. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.80 0.12 0.12 0. Sebagai penyaji 2. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Lamanya antara 481-640 jam 4. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a.16 0. Dokter 2. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai narasumber 3. Sebagai nara sumber 1. Menyusun instrumen identifikasi 2. Lamanya lebih dari 950 jam 2. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Lamanya antara 30-80 jam 1.

16 0. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).8 0. Penyuluh kehutanan pertama b.08 0. Poster. Penyuluh kehutanan muda c.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Selebaran/pamflet.06 0.19 0.60 0. Brosur/booklet.penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan madya 2).56 0.oleh .Penyuluh kehutanan muda .30 0. Siaran radio TV c.1 a.28 0. Media cetak 1). Seri slide (min 10 lbr) 3).60 0.15 0. Bulletin boart (papan bulletin) b. Media papan 1). Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0. Leaflet/folder. Media terproyeksi/audiovisual 1).2 0.Penyuluh kehutanan muda .30 0.32 0.oleh . Sound slide (min 10 lbr) 4).40 0.oleh .Penyuluh kehutanan pertama .60 D.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.penyuluh kehutanan madya 113 .84 0.Penyuluh kehutanan pertama .39 0.oleh .Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan pertama . Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.45 0.Penyuluh kehutanan madya 4).Penyuluh kehutanan muda .07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.5 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.Penyuluh kehutanan madya 3). Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Menyusun instrumen 2. OHP transparan 2).

Sebagai pembicara / penyaji 3. LSM.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat nasional .Sebagai pramuwicara 8.64 0. cendikiawan.09 0.06 0.16 1.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1.Perguruan tinggi. pemerintah pusat 5. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .Pemda.08 0. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. Tingkat nasional b.59 0. LSM. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.Sebagai pembuat karya/desain . Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.perguruan tinggi.08 0.10 0. Tingkat internasional 7. Tingkat nasional 4. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .08 0. Tingkat nasional 2.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Tingkat internasional b.Sebagai pramuwicara 2. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. pemerintah pusat 6.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Melakukan temu karya kepada : . cendikiawan. Perorangan oleh : 1.06 0. Tingkat propinsi .80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0.114 2 B.18 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.03 PK Pertama 1 . Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .Pemuda. Sebagai sutradara b. Ceramah umum 1. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.24 0.

60 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.08 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.06 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Bulanan a.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. A. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.08 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Sebagai penyaji b. Penyuluh kehutanan muda c.08 0.09 0.04 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0.12 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyusun materi kursus 1. Triwulan a. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Penyuluh kehutanan pertama 2. Penyuluh kehutanan pertama b. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Penyuluh kehutanan muda c. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.06 0. Penyuluh kehutanan madya 10. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.04 0.12 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Penyuluh kehutanan madya b.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Penyuluh kehutanan madya b.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C.44 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Sebagai pembahas 2. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.21 0.08 0.12 0.

15 0. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.30 0. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.80 1. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. materi.69 0. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a. Penyuluh kehutanan pertama b.45 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.50 0.46 0. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.37 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. penyuluh kehutanan muda c.42 0. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.20 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. Tahunan a. penyuluh kehutanan madya 1.40 0.95 1. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.90 0.36 0.

Dalam bentuk buku b. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.1 Setiap naskah rumusan 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12.00 1. Dalam bentuk makalah 4. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.00 2.00 3. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B.50 2. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.50 6. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. materi . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.50 5. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Dalam bentuk buku b.50 1.50 2.00 4.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.04 7. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.00 3. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.00 0.50 Semua jenjang Semua jenjang . Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.

Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Anggota aktif 1.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3. Sarjana/D IV 2. Tingkat nasional/internasional. sebagai : a. Pasca sarjana 3. Peserta 3 4 5 6 7 D.00 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Pengurus aktif b. Narasumber e. Pengurus aktif b.00 1.00 15.00 2.50 0. Pembahas d. sebagai : a.00 0.00 15. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. anggota aktif 2. 20(dua puluh) c.00 2.00 1. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI .00 2. Pemasaran b.50 3. 10(sepuluh) tahun 2. 30(tiga puluh) b.00 2. Tingkat propinsi. Doktor 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Moderator c.00 1.00 1.35 3. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1.50 C.

FEISAL TAMIM 119 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. P e m a n ta u a n . Pendidikan B. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e m a n ta u a n . P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Pendidikan B.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM . Persiapan penyuluhan kehutanan C. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

3. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. 5. Mengingat : 1. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 2.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. 121 . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 4. b. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 14. 9. Fungsi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Pemindahan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 13. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 11.6. Dengan ditetapkannya keputusan ini. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. 122 . 12. Tugas. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Kewenangan. 15. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 10.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan.

8. 6. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. 13. Para Walikota seluruh Indonesia. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Para Gubernur seluruh Indonesia. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Menteri Pertanian. Menteri Kehakiman dan HAM. 123 . Kepala Badan Kepegawaian Negara. 5.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Kelautan dan Perikanan. 14. 7. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 12. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Para Bupati seluruh Indonesia. 4.: 1. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 2. 9. 3. 10. Menteri Dalam Negeri. 11.

Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. 124 .Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 3. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 4. Maksud dan Tujuan 1. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. tim penilai. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. pengelola kepegawaian. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. B. 2. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Latar Belakang 1.

pengelola kepegawaian. tim penilai. pemberhentian. tanggung jawab. pengangkatan kembali. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. pengusulan. 125 . sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan.2. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3. C. 6. metodologi dan teknik analisis tertentu. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. rincian dan tolok ukur kegiatan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. kenaikan jabatan dan pangkat. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 4. 5. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. D. pembebasan sementara. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. 2. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. sub unsur dan butir kegiatan. unsur. pengangkatan dalam jabatan. penilaian dan penetapan angka kredit.

Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. mau dan mampu memahami. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 8.7. 9. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 14. 11. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 12. 15. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 10. 13.

Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. yang menggambarkan keadaan sekarang. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. 19. 21. 20. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 24. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. sistematis dan tertulis setiap tahun. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 18. 127 . yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. 17. 22. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar.16. 23. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. padat. tujuan yang ingin dicapai.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

d. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c. Persiapan penyuluhan kehutanan. 134 . b. mengembangkan. melaksanakan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. b. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. 2. c. c. b. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Pemantauan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 5. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. 3. meliputi: a. 4. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. meliputi: a. b. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. B. meliputi: a. meliputi: a. Pengembangan penyuluhan kehutanan.

Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. C. d. Pengembangan profesi. d.b. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Pengembangan aspek teknik. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Penunjang penyuluhan kehutanan. Pendidikan a. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Institut. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Institut. g. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. meliputi: a. 7. f. materi. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. meliputi: a. 135 . Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. b. c. c. 6. Sekolah Tinggi. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. e. metodelogi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar.

3) Sarjana/D-IV. geografi. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. kehutanan. pangan. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. 4) Sarjana Muda/D-III. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. peternakan. pertamanan. b. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. biologi. agribisnis. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 5) Diploma II. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. tanaman. apabila merupakan 136 . 2) Pasca Sarjana (S2). Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun.

137 . Evaluasi. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pemantauan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam.II/d).2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. nilai 1 2. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. nilai 2 6) Lamanya antara 30. tanggal. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. Persiapan. han atau jumlah jam pelatihan. Pelaksanaan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit).80 jam. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang.1. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam.

138 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V.03. yaitu 0.03.

b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. 139 . yaltu 0. yaitu 0.08.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V.

9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.03.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. yaitu 0. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan.04. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.02. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.

11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 .01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar.09. yaitu : 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.10. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.

Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. 142 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.02. yaitu 0. 15) Melaksanakan temu lapang.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. yaitu 0.

Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.04.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 143 .03. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. yaitu 0. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 144 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.02. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.

23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.01.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.01. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 145 . Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu: 146 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.02. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.06. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.Ill/b). Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. b. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.01. yaitu 0.02.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun.07. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. 147 .16. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. 148 . b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.000 atau 1: 10. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V.000 atau skala 1: 10. yaitu 0.000.000 sesuai dengan lampiran V. yaitu 0.09.32. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V.05. yaitu 0. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.12. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. 149 . yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.31. yaitu 0.

Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. yaitu 0.19. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.08. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.04. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. kelompok sasaran lain. RDKK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 150 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. RDKK.

yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.15. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. dsb. yaitu : 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. foto copy. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 151 . gambar. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0.07. tulisan tangan.

28.3. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 152 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.28.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen.04. yaitu 0.04. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.16. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. 153 . Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I.08. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.08. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. yaitu 0. 154 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). yaitu 0. yaitu 0.38.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.04. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 155 . Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.05. yaitu 0. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota.05.

08. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.09. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 .07.

yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 157 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. sebagai pramuwicara. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota.

158 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.16.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan.06.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .05. yaitu 0.04. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I.c. c) Ketepatan materi yang disusun. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c .04. kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0.Ill/d). Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. masyarakat sasaran.16. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan.05. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yang disusun. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. format yang ditentukan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.06. 160 161 . 0. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.15. yaitu 0.14. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. Bukti kredit yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.

yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.10. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5) 162 . b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.17. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.10.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.40. yaitu 0. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang.39.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. 163 . Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.

9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV.32. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. yaitu : 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide.12. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. yaitu 0. yaitu: 0. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV.08.

81. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. yaitu 1. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 165 .3. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.6. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.

56. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. 166 . Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.56. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. b) Bukti hasil berupa naskah diorama.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.8. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama.000 kata. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V.

18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.75. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. 167 . 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.07. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.

Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 168 . Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. yaitu 0.22.16. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.27. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill.16. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 169 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.18.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.48. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. 170 .18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.12. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi.

05. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. 171 .30. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b) Copy kurikulum kursus yang disusun.08. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 172 . 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.09. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan.48. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. yaitu 0. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. d) Pelaksanaan penyuluhan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. dan sikap masyarakat sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.2. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. 36) Mengolah. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. c) Ketepatan materi penyuluhan. 173 . yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. keterampilan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun.

yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.3. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 174 .54. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat.12. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.04. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. yaitu 0.2. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. yaitu 0. 175 . Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.III/b). 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen.16. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.

19. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 176 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). yaitu 0. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun.32.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. yaitu 0.07. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.06. 177 . yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan.16. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. yaitu 0. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan.08. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 178 .Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.15. yaitu 0.28. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. sebagai pembicara / penyaji. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.28. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). yaitu 0.06. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. 179 .b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran.3. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. LSM.08. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. yaitu 0.08. LSM. LSM.09. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II.

yaitu 0.08. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.1. 181 . Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan.03. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.

38. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran.09. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. 182 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.04.

yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 183 .24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional.04. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0.15. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 184 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.5. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.46.4. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

metode.36. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0.36. metodologi. b. materi. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. 185 . yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun.III/d). b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.37. sarana.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. metodologi. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. materi. yaitu 0.

b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun.39.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . yaitu 0. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.8. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide.

yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. 187 .6. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.

b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.56. 188 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.56. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0. yaltu 0.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. dan pemerintah pusat.64. yaitu 0. 189 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. cendekiawan. pemerintah pusat.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. cendekiawan. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. yaitu 0.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan.6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

yaitu 0. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. 190 .06.16. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. yaltu 0. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. cendekiawan. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.16. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. minimal dihadiri 50 orang.

Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan.59.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. yaitu 0.24. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.

21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). 192 .06. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I.44.08. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul.

b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.6. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan.27. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 193 .21. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan.

Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.08.08. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.14. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 194 . 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0.42. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.30.

Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.80. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 196 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.96.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan.46. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. materi.12. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. sarana. metodologi. 197 . materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.84. materi.IV/c). sarana. c. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. metodologi.

yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. 198 . Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0.45.36.58.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. 199 .6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.84. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.84.

cendekiawan. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. yaitu 0.18. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . cendekiawan dan pemerintah pusat. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. cendekiawan.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional.9. pemerintah pusat. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 1. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. yaitu 0.80. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II.

09. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 201 . 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV.18. yaitu 0. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 202 .Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.12. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.12. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.18. yaitu 0.45. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.69. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

204 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. sarana. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi.9. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. materi sarana. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 1.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1.2.08.

sarana. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan.5. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. metodologi. yaitu 0. yaitu 12. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. b. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. materi. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi.72. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.

2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. yaitu 6.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2.

2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok).dihasilkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 3. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). b. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. yaitu 8. 207 . Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. yaitu 4.

Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Tolok Ukur : a. b. 208 . Bukti Fisik : a. yaitu 3. yaitu 7. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. b. b. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 4. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Dalam bentuk makalah. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.

Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. yaitu 5. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. yaitu 2. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 5. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 209 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. 6.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.5. Bukti Fisik : a.0. yaitu 2.5. b.

.

Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2.0. yaitu 0. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran.5. yaitu 7. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 3. 211 . a. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.04.

2). kecamatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. propinsi. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kabupaten/kota. yaitu 1.b. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 3.0. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi.5. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 212 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. Dalam bentuk makalah.

c. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.0. yaitu 3. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya.5. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 213 .

b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. yaitu 2. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 214 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 3. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.0. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota.

(2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.0. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 4. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. 5. yaitu 2. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. yaitu 2.

5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 1. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun.5. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. 216 .0.

yaitu 5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 217 .Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 2. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 10. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0.

Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.5.5. b). Tingkat nasional/intemasional. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 0. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. sebagai: 1. yaitu 0. sebagai : 1. yaitu 15. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 1. 218 . Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).0 2.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar.

yaltu 2.2.35. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah.0. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 7) Memperoleh piagam penghormatan a).0. 2. 219 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 3.

yaitu 1. yaitu 15. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 220 .0.

DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. d. c. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Tatacara Pengajuan DUPAK a. memeriksa kelengkapan persyaratannya. b) Bagi yang bekerja di Pusat. 221 . DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. b. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT.BAB III PENGAJUAN DUPAK.

dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya.e. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. 2. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. 3. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. 222 . Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. dan/atau c) Pemantauan. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. atau paling lama satu tahun sekali. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. yaitu : a. 2. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai a.4. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. B. c. 223 . Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. b. Penilaian Angka Kredit 1. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b.

Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.b. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. b. d. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 3. dan 224 . Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.

d. 4. c. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g .

2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. c. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. 6. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. d. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Sekretariat Tim Penilai a. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. dibentuk 226 . 5.b. b. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan.

sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. e. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. d. b. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai.b. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. c. c. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. 7. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. f. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian.

2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. h. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. m. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. i. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. g. j. 228 . k. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. l. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV.

b. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Penetapan Angka Kredit 1. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. b.8. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. adalah: a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. d. c. C. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. 229 . Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. 230 . Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan).b. Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. c. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). PAK yang telah ditetapkan.

Persyaratan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. Pengangkatan Pertama Kali 1. b. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Il/b. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 2. 231 . c. d.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A.l. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Menteri Kehutanan.

4) b. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Ill/a. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . Saudara lr. b. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian.Joko. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. pangkat Penata Muda golongan II/a. 3. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda.

b. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. b. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). 4. Dengan demikian. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. c. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Persyaratan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. 233 . Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Perpindahan Jabatan 1. B. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku.

3. 234 . 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. b. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. b. golongan ruang Ill/a. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. golongan ruang Il/b. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya.I. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan 1. C. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.4. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. 2. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. 4. 3. b. 235 . Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. 6. 5. c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b.

Kenaikan Jabatan 1.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. 2. c. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . b. b. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. b. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 3. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 236 . 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. kehutanan atau yang serumpun.c. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. yaitu bidang penyuluhan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 4. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 237 . 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. d. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) PAK terakhir asli.

b. d. adalah: a. 238 . c. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. B. Kenaikan Pangkat 1. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. dan b. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. 2. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. 239 . golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.b. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. d. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan.

3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. b. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. 240 . golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. c. 3. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/a. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.

2) PAK (asli) terakhir. 241 .4. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai.

c. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. pangkat Penata Muda. 242 . pangkat Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. 2. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c. pangkat Penata. golongan ruang IV/b. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. b. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. pangkat Pembina Utama Muda.

b. f. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. 4.d. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. h. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. atau Cuti di luar tanggungan negara. b. g. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. d. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Ketentuan lain a. 243 . Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 3. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. e. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. c. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas.

d. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. B. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. b. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Pengangkatan Kembali 1. 244 . Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX.

Pensyaratan pengangkatan kembali a. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 245 . apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. f. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. e. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. d. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. c. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.2. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 3) Copy PAK terakhir. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. b.

Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. 246 . Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). lr. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. sehingga PAK terakhir Sdr. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Dalam hal yang demikian. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Ir. Agus. Ir. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. 4.

d. Anita. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. sehingga PAK terakhir Sdri. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. lr. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Ir. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. atau 2. b. pangkat yang digunakan adalah Penata. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan.Sdri. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). c. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. Ir. C. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. 247 . Dalam hal yang demikian. Anita.

dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . b. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.b. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 3. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda.

bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. 249 .perundangan yang berlaku. d. c. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII.

250 . angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 2. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.PAN/12/2002. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.

BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. dan f. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. b. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. c. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Cuti diluar tanggungan negara. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan: a. e. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau c. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. d. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. 2. b. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan.

………... . .... .... Jabatan d...……………. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a. . .. .....…..…... : …………. 5.……………. Waktu Pelaksanaan b...... 6.... 2...... / ……... : ………………………..... .…... : ………………………............. Pangkat / Golongan c.....…………….…... : ………………………...…………….. ........…………….. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya........……………....…………….….…………….. …………. 3.……………....... ..…...…………....... Nama dan NIP b..……………... .….. : ……………………….. 4....…...……….....……. ....... / …….. 252 ....………….. : ……………………….CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1....……………...... tanggal …………. : ………………………......... ………………………. : ………………………..................... ………………………...….. ………………………......... .........….…..…………….. ....... : ………………………............... Peserta Hasil Kegiatan : ………….....….……………...…......….......…….. Penyuluh Kehutanan a.. : ……………………….. ………………………. : ……………………….....…......…………….….. . Tempat/ Lokasi c.

.......…….……/ …………........…….. : ……………………...…………........ pada tanggal ………….…………...... ………………………………….........…….............. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.............……………………..............……………………………………………...…………….. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………..…….......……/ ……......di………..........CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….…....……………………………………………. Telah melakukan kegiatan…………………………………... …………… tanggal………...…………………… 253 ..………………....…………….. : …………………….......... ………………………………………………………….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .........sebagai……............. : ……………….............

.………………/ …………...... : ……………………....…………......… di……………... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………...…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ...............…………………………......……....... membimbing penyuluh kehutanan) selama…….……………... Telah melakukan kegiatan…………………………....... pramuwicara.... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan.....……............…………………………....……..... jam pada tanggal ………….... 254 .………/ …………......…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus. pameran... : …….......…......... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya............ Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.. …………………………………………………….......... …………… tanggal………... : …………………….........……………………...CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………...

.....…/ ………............................ PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………....………………............…………/ …….......…………………… 255 . …………… tanggal………..………... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………. : …………………................……………………...........……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.…………......………....……………………………………….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .......………………………………………. : …………………….. MODERATOR.. di ……………..... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………... pada tanggal …………………..... : …………………….........………..…………………….. Dengan judul ……………………………………....CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS... ………………………………………...........

. di ....................……………….........………........... : …………………….………......…………/ ……...………....…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ....………………..……….............. : ……………………..... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya........... : …………………….. …………… tanggal………........... Telah melakukan kegiatan .....………....…/ ………...........…/ ………... : ……………………......…………............................…………/ ……............................………….................................... : …………………. : …………………................................. Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………............. yang dilaksanakan pada tanggal ......CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………........………..........

. Lamanya antara 161 .. 5.960 jam 3. Lamanya antara 641 .... Lamanya antara 81 ... Lamanya lebih dari 960 jam 2. D II B....... 2........... 8.. s/d ... Sarjana Muda/ D III 2. 9.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... tanggal ..480 jam 5.. 7..160 jam 6... 3. Lamanya antara 30 .... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 481 .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian. Unit Kerja : 1..80 jam JUMLAH I 257 ...... 4...... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.640 jam 4. 6.

3. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Perorangan b. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 9. 2. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Kelompok sasaran 2. 5. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 8. B. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 4. Anggota kelompok sasaran b. Foto b. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Kelompok sasaran lain C. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Flipchart c. 6. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Chart/Gambar B. 7. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan temu lapang. 2. 10.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Dalam bentuk majalah. 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. 2. JUMLAH IV V. Dalam bentuk buku. JUMLAH V 259 . 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. B. 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. C.

3. b. Pengurus aktif. E. 4. Memperoleh piagam kehormatan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Narasumber. 2. 30 (tiga puluh) tahun. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VI 260 . Dalam bentuk buku. 1. Anggota aktif. Tingkat Propinsi. Pengurus aktif. Gelar kehormatan akademis. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. C. D. Anggota aktif. 20 (dua puluh) tahun. sebagai: 1. 2. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Diploma II 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pembahas. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 10 (sepuluh) tahun. b. Peserta. b. c. G. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. b. sebagai : a. Pemrasaran. 2. 3. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk makalah. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Sarjana/Diploma IV F. 5. Moderator. B.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

......... 262 .... .....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ ) NIP......................................... 2. 3.......................... Dst ................. Catatan Tim Penilai ..... Pejabat Penilai ( ............ Pejabat Pengusul ( .................. Tanggal ..... ) NIP.................... Catatan Pejabat Penilai ... Tanggal ...... Ketua Tim Penilai ( ......... ) NIP......... 4..................................... Tanggal .

.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Lamanya antara 30 .640 jam 4.... Lamanya antara 481 ... Lamanya antara 161 . Sarjana Muda/ D III 2. s/d . Lamanya lebih dari 960 jam 2. D II B........ Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1....... Lamanya antara 641 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian. 6. 3........... 5. 4..160 jam 6.. Lamanya antara 81 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.....960 jam 3..480 jam 5... 8. Unit Kerja : 1..80 jam JUMLAH 263 ... 9... tanggal .. 2. 7.....

6. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Specimen B. B. Poster e. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Seri foto b. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Kelompok sasaran 2. Sebagai moderator b. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. 4. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 2. Leaflet/folder d. 7. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 9. 8. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 4. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 2. Maket g. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Melakukan temu usaha. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 6. Sebagai narasumber 5. Selebaran/ pamflet c. 3 4 5 6 7 8 III 264 . JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. C. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Anggota kelompok sasaran b. 3.

Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 4. b. 11. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk majalah. Perorangan b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 265 . D. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 6. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 4. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. JUMLAH III PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. B. b. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV.1 2 10. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Kelompok sasaran lain 13. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. 12. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. V. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. 2. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

.... Ketua Tim Penilai ( ...... ) NIP............. Pejabat Penilai ( . 2........... Dst ............................ Tanggal ................................................... Tanggal ..... 3. Catatan Pejabat Penilai .......... ) NIP....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............................ Catatan Tim Penilai .... Tanggal .. 266 ....... ........... ) NIP...... Pejabat Pengusul ( .............................. 4..............

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

........................ Catatan Pejabat Penilai .................. 4.... ............. 268 ......... 3... ) NIP....................................... Tanggal ......... Dst . Catatan Tim Penilai .......................... Pejabat Penilai ( ......... Ketua Tim Penilai ( ..... Tanggal .... 2....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1...... Tanggal ...................... Pejabat Pengusul ( ............................ ) NIP....... ) NIP.....

.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... Lamanya antara 481 ..640 jam 4. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 7.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. tanggal . 3... 8... Lamanya antara 641 .160 jam 6. 5... Sarjana Muda/ D III 2....... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... s/d . 9. Lamanya antara 30 ... 4.. Unit Kerja : 1..... D II B....... 6..80 jam JUMLAH I 269 .. Lamanya antara 81 ........960 jam 3.480 jam 5.. Lamanya antara 161 .... 2.

Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 3. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. 2. B. 2. Slide b. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Selebaran/pamflet d. Anggota kelompok sasaran b. Diorama h. Siaran sandiwara di radio/TV c. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 8. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Model i. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 2. 1. 4. 3. 7. 3 4 5 6 7 8 III 270 . D. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Leaflet/folder e. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. 5. 6. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Brosur/booklet g. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. C. Mock up B. 4. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Poster f.

Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. C. C. V. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. JUMLAH III PEMANTAUAN. b. Dalam bentuk buku. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Dalam bentuk majalah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Mengolah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 271 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. D. 2. B. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. 4. 4. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.1 2 9. 2. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 1. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 5. 3.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Pemrasaran. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 30 (tiga puluh) tahun. Pembahas. 2. 5. 3. b. Memperoleh piagam kehormatan 1. c. D. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 4. Narasumber. Moderator. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 2. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 B. G. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. E. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. b. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengurus aktif. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Sarjana/Diploma IV F. Pengurus aktif. 2. Anggota aktif. JUMLAH VI 272 . Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 2. 1. 10 (sepuluh) tahun. Diploma II 2. C. b. Gelar kehormatan akademis. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. sebagai : a. Anggota aktif. b. 20 (dua puluh) tahun. Peserta. sebagai: 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. Dalam bentuk makalah. Sarjana Muda/Diploma III 3. Tingkat Propinsi.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .

.............. Tanggal ....... ) NIP.............................................. Catatan Tim Penilai ... Catatan Pejabat Penilai ....................... 274 ........ 2........ .... Tanggal ........... 4.......................................... 3.... ) NIP... Pejabat Pengusul ( ... Pejabat Penilai ( .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ Ketua Tim Penilai ( ..... Tanggal .......... ) NIP......... Dst .....................

..... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161 . 4. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... 6..640 jam 4.... 8. Unit Kerja : 1. Pasca Sarjana 3. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.......... 9... 7...160 jam 6. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. s/d ... Lamanya antara 481 .480 jam 5.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. 3.... tanggal .....960 jam 3. Sarjana / D IV B. Lamanya antara 81 .. Lamanya antara 30 ... 2.. Lamanya antara 641 .80 jam JUMLAH I 275 ... Doktor 2.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... 5......... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.

Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Tingkat propinsi. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Perorangan b. LSM. OHP transparan c. 4. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Poster g. Brosur/booklet B. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Bulletin board (papan buletin) b. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. 2. Leaflet/folder f. C. B. Selebaran/pamflet e. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 6. 5. Kelompok sasaran lain C. Melakukan temu karya kepada Pemda. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 3. Tingkat nasional. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Seri slide d. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. b.

Pengembangan Aspek Teknik. Metodologi. b. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk majalah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 4. PEMANTAUAN. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. 3. Sarana. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. JUMLAH IV V. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. 2. 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 4. JUMLAH V VI.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. b. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 277 . Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Materi. 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 1. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. C. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. materi. B.

2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Anggota aktif. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. b. G. Pemrasaran. E. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. C. b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. b. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. sebagai : a. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. sebagai: 1. 4. 20 (dua puluh) tahun. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VII 278 . Pengurus aktif. Pembahas. 10 (sepuluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. D. 3. Memperoleh piagam kehormatan 1. Sarjana/Diploma IV F. c. Gelar kehormatan akademis. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengurus aktif. 5. 30 (tiga puluh) tahun. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 D. 1. Peserta. Narasumber. 2. b. 3. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. Anggota aktif. Tingkat Propinsi. Diploma II 2. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Sarjana Muda/Diploma III 3. Dalam bentuk buku.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

................................... Pejabat Pengusul ( ...... Ketua Tim Penilai ( . Catatan Pejabat Penilai ........... 280 ............................. Tanggal .... ................... 2. Dst .......................................... 4...... ) NIP. ) NIP... 3.....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. ) NIP.... Tanggal . Tanggal .... Pejabat Penilai ( .................. Catatan Tim Penilai ............................

. 4...160 jam 6.... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. 6. Lamanya lebih dari 960 jam 2..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian..... 7.... tanggal ............. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Lamanya antara 81 . 3. 5... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. 2... Lamanya antara 481 . Lamanya antara 30 .. Doktor 2.......80 jam JUMLAH I 281 . Sarjana / D IV B..480 jam 5..640 jam 4. 9... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. 8. Lamanya antara 641 . Lamanya antara 161 ..960 jam 3. Unit Kerja : 1... s/d ... Pasca Sarjana 3.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 7. Leaflet/ folder f. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 8. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Brosur/ Booklet B. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Siaran radio/ TV d. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. C. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. B. cendekiawan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Perorangan b. Sound slide b. Selebaran/ pamflet e. 5. 3. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Poster g. Kelompok sasaran lain 9. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 3. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. pemerintah pusat. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Video c. 4. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. 6. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 2.

3. 4. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Sarana. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk majalah. VI. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. materi. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Metodologi. Dalam bentuk buku. 283 . b. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 6. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 2. 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 3 4 5 6 7 8 V. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 4. Materi. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.1 IV. b. 4. 3. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. 2 PEMANTAUAN. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.

5. 4. b. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. sebagai: 1. b. Anggota aktif. Moderator. Sarjana Muda/Diploma III 3. Tingkat Propinsi. Peserta. Dalam bentuk makalah. Diploma II 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. b. G. 20 (dua puluh) tahun. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. C. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. 10 (sepuluh) tahun. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. c. Pembahas. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. b. Pengurus aktif. sebagai : a. Memperoleh piagam kehormatan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Narasumber. Anggota aktif. E. 2. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Pemrasaran. 2. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 30 (tiga puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengurus aktif. Gelar kehormatan akademis. JUMLAH VII 284 . D. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Dalam bentuk buku.1 2 3 4 5 6 7 8 C. D. 2. 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Sarjana/Diploma IV F.

1 2 3 4 5 6 7 8 VIII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .

.... Tanggal ..... Pejabat Penilai ( ......................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............. 2.................................. Dst ............ ............... Pejabat Pengusul ( ................. Ketua Tim Penilai ( . Tanggal ... Tanggal ................ Catatan Pejabat Penilai ............ ) NIP... 4........ Catatan Tim Penilai ..................... 286 ... ) NIP........................ ) NIP... 3...................

.. Lamanya antara 481 . 5.. Lamanya antara 161 ... Sarjana / D IV B.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Doktor 2.480 jam 5.. Lamanya antara 30 .640 jam 4.......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian....... tanggal . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 9.. Lamanya antara 641 .. s/d .. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Unit Kerja : 1. 4. Lamanya antara 81 ...... 6.... 2..80 jam JUMLAH I 287 ..... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.960 jam 3....160 jam 6.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... 7. Lamanya lebih dari 960 jam 2. 3. 8. Pasca Sarjana 3........

Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. cendikiawan. 4. 2. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Brosur/ Booklet B. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. 3. Perorangan b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. Selebaran/ pamflet b. 2. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. IV. 3. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 4. 2. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Pemerintah Pusat. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.1 II. Poster d. 3. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Leaflet/ folder c. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. B. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. 288 . JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.

Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. b. C. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku. 4. VI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. D. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 2. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. b. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 4. 3. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Materi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. materi. Sarana. 2. 1. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH VI 289 . Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Metodologi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam bentuk majalah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.1 2 3 4 5 6 7 8 V. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.

Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Pengurus aktif. b. 2. Pembahas. D. C. 4. Tingkat Propinsi. Sarjana Muda/Diploma III 3. B. Gelar kehormatan akademis. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 20 (dua puluh) tahun. 10 (sepuluh) tahun. Pemrasaran. Peserta. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Diploma II 2. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Moderator. G. 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk buku. 3. sebagai: 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. sebagai : a. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. 2. c. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. b. b.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. 3. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. E. Narasumber. Memperoleh piagam kehormatan 1. Anggota aktif. b. JUMLAH VII 290 . Pengurus aktif. 30 (tiga puluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.

...............1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. ........................... ) NIP.... 3.................................................. ) NIP................ Pejabat Penilai ( ... Ketua Tim Penilai ( ................................. 4.... Catatan Pejabat Penilai ................. Tanggal ............ Catatan Tim Penilai ............ Dst .. Tanggal ........................ Pejabat Pengusul ( ..... ) NIP..... 2. Tanggal .. 291 ..

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

........................................................ : ................... : ............CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................ : .............................................................................................................................................................................................................................................................................. : ..... : ................................................................................................... 298 ...................... : ............ : ........................................................................................................................................................... : : ....................................... : ............................... : ..................................................................................................... : ........................................................................................

.... ... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst...... 299 ..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.. Atasan langsung........................ URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.....

: ............. : ................................................. : .......................... : ............................................................................................................................ : ........................................... : ...................................................................................................................... : .......... : ............................... : ......................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : . : ...................... 300 ............................................................................................................................................................................................................................................. : : .................................................................................................................................................................................................................................................................................

...... . URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A......Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan..... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atasan langsung. 301 ................... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst......K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ....

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

....................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003......... NOMOR : .....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..................... / ... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................. b. tanggal .......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002......... 308 ... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 9...... 3... 10.................... 5.......................... 2... 8........................ 7.............................. Mengingat : 1.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............................................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999. / ......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994......... .......... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ...... 4....... 6.... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001... dipandang perlu mengangkat saudara ........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.......................

...........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................... Unit Kerja : .... b.... dengan angka kredit sebesar ....................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........ *) coret yang tidak perlu.. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................... (diisi dengan angka dan huruf) ....... 309 . Pejabat lain yang dipandang perlu.... Ruang/TMT d....................... Pangkat/Gol.................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.............................. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............................................ 4............ mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. NIP : ............ c................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2...................................... dari jabatan ........... Nama : .................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............................ : ........

PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO.< 100 100 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 400 400 . I. III/a Penata Muda Tk.< 150 150 .< 300 300 . I. I. I. 1 2 3 4 5 6 7 . I.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 60 60 . 1 2 3 4 5 6 7 B. III/c Penata Tk. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. III/d Pembina IV/a Pembina Tk. I.< 550 550 . I. II/c Pengatur Tk. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata.< 200 200 .< 150 150 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . III/b Penata III/c Penata Tk. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A.< 80 80 .< 200 200 .

.CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : ... 4.......... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) .. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Mengingat : 2... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.... Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) ... 3... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)... 311 ...PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002... 1. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).....

.... sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.. 11... 312 . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.. 12.. 6. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ...... Tugas... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).... 8.... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. 7... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198.. 9.. 10.. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.... Fungsi.5.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017).

.MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini..n...... Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA. kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .... Ditetapkan di Pada tanggal : : a. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini............. akan diadakan perbaikan seperlunya.... KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.....

Mengingat : 1................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.................. NIP................PAN/12/2002...... 6...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M............ berdasarkan .................... / ................ 8............... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................. karena .................. ................................................................... ........................................................ 5.................... ............. jabatan ........................ b................................................................ 2.......... 9............... 7...... ............. .. ................................... . 4..CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ....... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............ NOMOR : ..... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ...... 3.................... Bahwa saudara ................................................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................................................................... 314 ....... / .............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002................... pangkat/golongan ruang ........................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...................................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........................................

.................... Unit Kerja : ................ Ruang/TMT d......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........... b................. 4.. c.......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.... dari jabatan ................... Pangkat/Gol......... Pejabat lain yang dipandang perlu............................. dengan angka kredit sebesar ................ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .. NIP : ................... 315 ............... Nama : ................ mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a.................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.............................................................. *) coret yang tidak perlu.... : ...... (diisi dengan angka dan huruf) ............ KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................................

. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........................................ 3...... 6................. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999..CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......... b...... 9.. dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ......... 316 .... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ...... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002............... 10...................... 2.... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999......................... 4................................ 5... .. TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... Mengingat : 1........ / ................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. / ...... 7. NOMOR : ............................... 8............. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....... tanggal ....... .............. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan........... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............................

.. Unit Kerja : . (diisi dengan angka dan huruf) ....................... dengan angka kredit sebesar ............ c. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............. Pangkat/Gol....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............... dari jabatan ........... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................................. 317 ............. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.......... b.. Ruang/TMT d.. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.............................. *) coret yang tidak perlu........................... : ................ Nama : ........................ NIP : ............. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....................................................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..... Pejabat lain yang dipandang perlu.. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a........................ 4.................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.............

............ / ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002........................ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................... 2. b............. pangkat/golongan ruang ... ............................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...........................PAN/12/2002...................... Mengingat : 1......... 5........... 3................. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ................................. TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................. telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor . ......... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999......... 8............................................... terhitung mulai tanggal ................................ tanggal ................................................./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............... 9............... Bahwa saudara ....................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. NOMOR : . NIP........CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............. 4.......... 7. jabatan ... 318 ...... 6....... / .. ...

.. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.............................................. : ...... Pangkat/Gol........ NIP : ................. 319 ............. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.......... Pejabat lain yang dipandang perlu............... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................................................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.............. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit....... dengan angka kredit sebesar ............ 4. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya... b.... *) coret yang tidak perlu...............................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... (diisi dengan angka dan huruf) ............................ Ruang/TMT d........................ dari jabatan ..... Nama : . c... Unit Kerja : .............

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful