PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dibantu oleh: a. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. (2) Dalam menjalankan tugas. Provinsi. pangkat Penata Muda. b. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4 . golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina. Ketentuan Pasal 15. b. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina Tikat I. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a.1. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. c. Golongan ruang III/a Pembina. d. pangkat Penata Tingkat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. dan Kabupaten/Kota. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. 2. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. Ketentuan Pasal 16. c. Seorang Ketua merangkap Anggota. Adalah : a. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. 5 . c. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. d. b. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. b. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. d. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi.c.

maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 6 . Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. c. pangkat Pembina. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina Tingkat I. dan Kabupaten/Kota. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Ketentuan Pasal 19. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 3.b. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Provinsi. c. pangkat Penata Muda. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja.

pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. d. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. NE G S I ARA RA E. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. NOMOR 130/KEP/M. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Mengingat : 1.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. b. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 9 .PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas.

Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. P e m i n d a h a n . 3. 5.2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. 6. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. 10 . Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). 4.

Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 3. 11 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. golongan ruang II/b. Memperhatikan :1. 2. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 4. Tugas. 10. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan.587/II.9. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. dan Tata Kerja Kementerian Negara. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. Fungsi Susunan Organisasi.

2. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. b. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1.5. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. penyuluhan kehutanan. Pangkat paling rendah Penata Muda. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . 5. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 6. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 7. 7." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 6. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. Paling tinggi usia 50 tahun. 4. Paling tinggi usia 50 tahun. golongan ruang III/a. pengembangan profesi. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir.

dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Mengingat : 2. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 1.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). 13 . Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.

Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tugas Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). 4. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara.3. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 5. 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). 10. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 8. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). P e m i n d a h a n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 14 . Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198.

Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. Fungsi. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Kewenangan. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tugas. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar.11. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 .

.

Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 17 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Mengingat : 2.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.

Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 18 . 8.3. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 7. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 5. 6. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).

dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Fungsi Kewenangan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 11. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. 19 . Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.10. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Tugas.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 . Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.

tanggung jawab. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Struktural. Jabatan Fungsional. 21 . Jabatan Fungsional Tertentu. Jabatan Karier. 2. UMUM 1. 3.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. 5. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. tanggung jawab. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. PENDAHULUAN A. 4. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. tanggung jawab.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I.

5. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Pendidikan Formal. 2. 3. Pengangkatan Pertama. pendididkan menengah. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Instansi Pembina jabatan fungsional. B. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. 6. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. C. 4. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara.6. dan pendidikan tinggi. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. Angka Kredit. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. 22 . adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil.

adalah Bupati/Walikota. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. 8.Ijazah dokter. Jaksa Agung. 9. adalah Menteri. II. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. 7. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. adalah golongan ruang III/b. adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. Propinsi. dan Ijazah lain yang setara. Kepala Kepolisian Negara.

SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. f. : : Roby : 260004600 : Jakarta. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. e. c. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. A. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . d. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20.III. h. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. b.

05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.02 Pembinaan Kepegawaian : 75.05.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.00 Jumlah : 245. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. 25 . III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.

Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45. B. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.02 Pembinaan Kepegawaian : 53.17 Saudara Drs. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. 3 April 1978 26 . c.17. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. 1.00 Jumlah : 255. golongan ruang II/a. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.

c.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. 2. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. b. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.55. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 .

Sudarja : 260004809 : Kebumen.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. d.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.05. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya. C. b. c.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . pengembangan profesi.

d. Golongan Ruang III/a. b. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. c.00 Jumlah : 155.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.05 D. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli.05 Saudara Drs.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. 1. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. golongan ruang III/a ke atas. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. 29 . Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

43 . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 4. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 12. Tugas. 44 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 5. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 7. 6. Fungsi. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 11.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 9.

Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. 5. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh kehutanan. 7. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Angka Kredit. adalah Pejabat 2. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Pejabat yang berwenang mengangkat. 3. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. 45 . 6. 4. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. adalah proses pengembangan pengetahuan. mau dan mampu memahami. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

(2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. dilakukan 46 . adalah Gubernur. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. f. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. c. 11. adalah Bupati/Walikota. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. 9. b. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. 10. e. g. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. adalah Departemen Kehutanan. d. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. 8. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Menteri Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat.

PAN/12/2002. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I.PAN/12/2002. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. b. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 47 . (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode April.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. dengan ketentuan : a.

PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. b. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. c. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. dan Dapat aktif melakukan penilaian. b. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. y a i t u : a. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.

Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. 49 . Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan.

Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. Tim Penilai Pusat. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan.PAN/12/2002. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. 50 . Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.

golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. b. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. dapat dipertimbangkan apabila : a. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. c. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. 51 . Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. b. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). c.

golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. 52 . golongan ruang III/d. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan b. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. b.

Setiap unsur penilaian dalam DP. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. Pangkat Pembina.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 53 . yang berasal dari kegiatan unsur utama.

golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya.BAB V PENGANGKATAN. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. 2. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 3. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. 54 .

Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. d. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. c. e. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. atau Cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. b.

selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. b. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. 3. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1).melaksanakan tugas pokok. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. 56 . atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. atau 2.

Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 57 . jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

58 .3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.PAN/12/2002.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. b. c. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. d. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.

Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. 59 . Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. e. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. b. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. d.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. f. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. c. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan.

(2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.PAN/12/2002.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 60 .PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

.. Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu........ I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan........... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL. . 2...... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit...... 5....... / PANGKAT .CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ...... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3.. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.... s/d .... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...... / TMT. 4..................... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan...... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1..........

........................... 2......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.......... 7.... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........ 8..................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........... ........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........... tanggal .. 3.../.. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.... 4. b............. dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara .. Mengingat : 1......../................................................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 9.............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002............ TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... NOMOR : .......................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994....................... .................................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................................................. 6............... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....................... 63 ... 5...........

.. (diisi dengan angka dan huruf) ......... b............ 2..... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........... c................. Pangkat/Gol............... 3..................................... dengan angka kredit sebesar ................................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu........... Unit kerja : ............................................. 5........................................................ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............................................... d......... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a................... NIP : ..... ... dalam jabatan ....... ruang/TMT : ....................... N a m a : ........... 4...... *) coret yang tidak perlu.............................................. 64 .....................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............................

.. NIP.......................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................. 7............. 3............../..................... Pegawai Negeri Sipil : b........................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.......................................................................... NOMOR : .................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... ........ 5......................... karena .. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999................................. ............................... 6........ dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............. jabatan ..................... 4........................................ 2......... 65 . pangkat/golongan ruang ......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001........ membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan................... ........ Bahwa saudara .. Mengingat : 1................................. berdasarkan .CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................./..

....a......................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.............................. 4.. NIP : .............................. dari jabatan .... 3..... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................................ 5.. Pangkat/Gol.... ruang/TMT : ....... N a m a : .......................................................................................................... c............. KEDUA KETIGA : : ............... 2.............. d.... b........... *) coret yang tidak perlu............................ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......................... Unit kerja : ............. Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........................ 66 ........... ............

......./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)... ................................................. 8....................... terhitung mulai tanggal ................... ....................................... 2............................. NOMOR : .. 4....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001...../..CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .............................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002... 67 ....... jabatan ..... 5.............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... 3........ pangkat/golongan ruang .. TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................... Mengingat : 1......../. 7......... b........................ NIP................................................... Bahwa saudara ......................................... tanggal . ............... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999................................ 6.......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ..........

................................... ruang/TMT : ................. *) coret yang tidak perlu................. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............. c........ 3........... ............................................. d.... Unit kerja : .................. dari jabatan .MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .............................. b....... 68 .............. N a m a : ............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu..... Pangkat/Gol.................................................... 5............. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................. ............ NIP : .............................. 2... Pegawai Negeri Sipil : a............................................... 4.....

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . 3. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. b. 69 . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Mengingat : 1.

26 Tahun 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.26-30/V.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. 6. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Kewenangan. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan.4. 10. 11. Tugas. 5. 8. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Susunan Organisasi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. Memperhatikan : 1. 70 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 9. Kewenangan.

dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3. 2. 4. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. wewenang. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 71 . kawasan hutan. Penyuluh Kehutanan. Kehutanan.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. tanggung jawab.

adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Angka kredit. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. adalah proses pengembangan pengetahuan. 6. mau dan mampu memahami. Penyuluhan Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit.5. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 7. 72 . sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.

BAB II RUMPUN JABATAN. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. mengembangkan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. 73 . melaksanakan. adalah menyiapkan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

2. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Pendidikan. f. b. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 4.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. c. meliputi : 1. 3. 3. 3. d. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 2. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. 2. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. e. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 74 . Pengembangan profesi : 1. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 2. metodologi. terdiri dari : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Pemantauan. materi. meliputi : 1. Pengembangan aspek teknik. 4. 2.

2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 7. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 3. 6. Memperoleh piagam kehormatan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 75 . Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan.g. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan.

(2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. c. terdiri dari : 1. 76 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. b. adalah : a. Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/d. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Muda. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penata Tingkat I. 3. terdiri dari : 1. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehuttanan Madya. terdiri dari : 1. golongan ruang II/c. c. b. golongan ruang II/b. 2. c. Penata Muda.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 2. 2. adalah : a. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penata. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Penyelia. terdiri dari : 1. Pengatur Tingkat I. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang III/c. golongan ruang III/a. Pengatur. golongan ruang III/a. adalah : a. adalah : a. golongan ruang III/b. Penata Muda.

golongan ruang IV/b. 77 . golongan ruang III/b. Penyuluh Kehutanan Madya. 2. c. golongan ruang IV/c. Pembina. terdiri dari : 1. 2. b. Penyuluh Kehutanan Muda. Penata Muda Tingkat I.2. Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d. Penata. Penata Tingkat I. 3. golongan ruang IV/a. Pembina Utama Muda. terdiri dari : 1. golongan ruang III/c.

Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 6. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 5. 3. 8. 11. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 2. 9. sebagai berikut : a. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 7. 10. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. yaitu : 1. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 4. 78 .

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan bulanan. Melaksanakan temu lapang. 19. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 26. 21. yaitu : 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. 16. 17. 14. Menyusun laporan Triwulan. 18. 79 . Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Menyusun laporan Tahunan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 23. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 15. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 27. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 22.13. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 2. b. 25. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 24. 20.

16. 11. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 10. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 7. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 13.3. 17. 80 . 14. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 5. 12. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 9. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 6. 4.

19. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. 81 . kehutanan (demontrasi farm). Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 21.18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 27. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 23. 28. 30. 22. 20. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 29. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 33. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. 26. 25. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu usaha. 24. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 32. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 31.

Penyuluh Kehutanan Penyelia. Menyusun laporan triwulan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. c. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. 37. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 4. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 35. yaitu : 1. 38. 82 . Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. 40. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Menyusun laporan bulanan. 39. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 6. 36. Menyusun laporan tahunan. 3. 2. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 8. 41. 7.34.

21. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 15. 19. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area).9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 12. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 13. 17. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 10. 23. 83 . Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 16. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 20.

36. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 39. 28. 84 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Mengolah. 35. Menyusun laporan triwulan. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 30. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 32. 33. 34. 31. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran.24. 26. 38. 29. 27. 25. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. 37. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan tahunan. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan.

6. yaitu : 1.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 2. 85 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 5. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 12. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 8. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pertama. 7. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). 4. 13. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. adalah sebagai berikut : a. Menyusun rencana kerja tahunan.

25. 15. 19. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 26. 16. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 27. 24. 21. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 28. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 30. Menyusun laporan triwulan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Menyusun laporan bulanan.14. 29. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 86 . 18. 17. LSM. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 23. Melakukan temu karya kepada Pemda. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 22. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 20. LSM.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. dan pemerintah pusat. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun rencana kerja tahunan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. cendekiawan. 4. 12. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 14. 13. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 10. 87 . Penyuluh Kehutanan Muda : 1. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 7. materi. 5.31. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 9. 11. 2. 3. cendekiawan. dan pemerintah pusat. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.

Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 29. 23. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan bulanan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 20. 27. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 26. 24. 18. Menyusun laporan tahunan. 28. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 30. 88 . 16. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan triwulan.15. 25. 19. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 22. 21. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 31. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 17.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 35. 34. 6. 4. 89 . 7. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 10. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. 33. materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 9. 2. 5. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 3. c.32.

Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. 20. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan bulanan. 18. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 15. 19. 16. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. materi. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 12. 13. 14. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 21. 17. Menyusun laporan triwulan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan.11. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 22. metodologi.

Pengembangan profesi. b. d. dan f. (2) Unsur utama. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. terdiri dari : a. adalah sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Unsur penunjang. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Pendidikan.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). b. Pemantauan. (3) Unsur penunjang. Pengembangan penyuluhan kehutanan. 91 . Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. ditetapkan sebagai berikut : a. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). e. Unsur utama. b. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. c. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. b.

Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. pangkat Pembina Utama Muda. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. golongan ruang IV/c. golongan ruang III/d. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. golongan ruang IV/c. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 92 . (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. pangkat Penata Tingkat I. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. dengan ketentuan : a. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda.

b. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 93 .Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

b. c. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. d. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. 94 .BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing.

c. b. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Seorang Ketua merangkap Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. 95 . dibantu oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. d. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Dalam menjalankan tugas. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. b. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. d. adalah : a. d. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Kehutanan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. c.

(4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. c. Dapat aktif melakukan penilaian. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. adalah 3 (tiga) tahun. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan.b. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. b.

97 .Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. d. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.m a s i n g . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g .

c. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). golongan ruang III/a. d. b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. b. c. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah : a. d. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. adalah : a. 98 . Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3).

b. b. dan c. apabila: a. 99 .Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan b. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki.

100 . golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. dan ayat (3). pangkat Penata Tingkat I. dibebaska sementara dari jabatannya. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. e. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/b. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. pangkat Pembina Tingkat I. d. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. apabila : a. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. ayat (2). pangkat Penata. pangkat Penata Muda. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b. Menjalani cuti di luar tanggungan negara.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. pangkat Pembina Utama Muda. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. c.

atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). 101 . Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. b. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. c.

dinyatakan tetap berlaku. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. memindahkan.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. 102 . Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan.

Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. 103 . maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. dan pengembangan karier. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. pengalaman. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G .

07 0. 2.03 NO.02 PK Pelaksana . 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Desa dan Kecamatan b. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 6. 5.16 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. 1.32 0.31 0.16 0. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. 6.09 0. 2.480 jam Lamanya 81. Primer b.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. 3. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. 4.160 jam Lamanya 30. 5.03 0. 7. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 4. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. Kabupaten/Kota c.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3.

08 0.40 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.Mengumpulkan data b. Foto 2). Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Melaksanakan kajian identifikasi c.19 0.04 0. Mengolah data c.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.10 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.08 0. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.14 0.07 0.02 0.04 0. Menyusun rencana identfikasi b. Media papan 1). Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Sebagai pembahas c.32 0. Seri foto (min 5 lbr) 3). Media terproyeksi/audiovisual 1). Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.10 0. Sebagai penyaji 2). Flip chart (min 5 lbr) 4).10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a.106 1 B.03 0.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D. Kelompok sasaran lain 1.17 0.05 0. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. penyuluh kehutanan penyelia 2. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. Kelompok wanatani b. Slide . Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.09 0. Chart/gambar b. Menganalisis data 2.01 0.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0.07 0.

28 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.01 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. oleh . Leaflet/folder. Brosur / booklet (min 1000 kata). Realita 1).04 0.08 0.75 0.16 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.04 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Demontrasi cara b.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.56 0. oleh .03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). Maket 2). 4. Model 4).30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.56 0. Siaran sandiwara di radio /TV c.Penyuluh kehutanan penyelia 4).60 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Poster.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Demontrasi hasil . 3.Penyuluh kehutanan penyelia d. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet. Diorama 3).15 0.38 0. Media cetak 1).80 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). oleh . oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.16 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.28 0.03 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0.16 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.30 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Spesimen 5).81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.

16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.03 0.08 0. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Tingkat propinsi 12. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).18 0.04 0.02 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a.02 0.08 0. Tingkat propinsi 8. Tingkat BPP/kecamatan b.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 . Melakukan temu usaha 10. Tokoh masyarakat/agama 9.09 0.02 0. Sebagai moderator b. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).22 0. Melakukan temu karya kepada: a. Kelompok tani binaan b. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Kelompok tani binaan b. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a. Tingkat kabupaten c. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Sebagai narasumber 7.05 0.08 0.Sebagai pembuat karya/desain .18 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Tingkat kabupaten/kotamadya c. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0. Tokoh masyarakat/agama 11. Tingkat desa dan kecamatan b.03 0.05 0.06 0.07 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Ceramah umum 1).27 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Melaksanakan temu lapang 6. Tingkat Propinsi b. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.Sebagai pramu wicara 2).06 0.04 0.

Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.madya c.1 Setiap kali 0.Sebagai pembuat karya/desain 13. Perorangan oleh : 1).54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Menyusun kurikulum kursus b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Madya .20 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Penyuluh kehutanan penyelia 15. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .48 0.03 0. Penyuluh kehutanan penyelia b. Mengolah. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Lanjut .09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C.02 0.Melaksanakan penilaian lomba 1.lanjut b.03 0.01 0. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.01 0.05 0. Pemula .05 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: . Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.01 0.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.04 0. Bulanan 1. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.06 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Menumbuhkan kelompok 2.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Penyuluh kehutanan pelaksana 2).32 0.30 PK Penyelia PK Penyelia 0.08 0.utama 3. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14.04 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).06 0.

Tahunan 1.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk makalah 4.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .00 3. Penyuluh kehutanan penyelia b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7.nilai pembaharuan 2. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .06 0. Dalam bentuk buku b. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.15 0.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.50 5.50 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.30 0.12 0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Penyuluh kehutanan penyelia c.50 6.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.50 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Triwulan 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Penyuluh kehutanan penyelia 1. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.50 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12.06 0. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.00 4. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.00 0.02 0.

35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. Diploma II 2.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.00 4. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.sebagai : a. Anggota aktif 1.50 0.00 1. Sarjana muda/diploma III 3. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Tingkat nasional/internasional. Pemasaran b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Gelar kehormatan akademis 3.00 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.50 Semua jenjang 7. Anggota aktif 2.00 5. FEISAL TAMIM 111 .sebagai: a. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Tingkat propinsi. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.50 3.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Moderator c. Dalam bentuk makalah 3.00 0. Narasumber e.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Pembahas d.00 0. Memperoleh piagam kehormatan 1.00 2.50 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 1. 10 (sepuluh) tahun 2. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Dalam bentuk buku b.00 2. 30 (tiga puluh) tahun b.00 2.50 0.00 15. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Pengurus aktif b. Sarjana/diploma IV 1.00 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Pengurus aktif b.00 1. 20 (dua puluh) tahun c.

Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.16 0. Sebagai penyaji 2. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a.36 0. Menyusun instrumen identifikasi 2. pasca sarjana 3. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Lamanya lebih dari 950 jam 2.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Dokter 2. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Sebagai narasumber 3. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Lamanya antara 81-160 jam 6. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A.80 0. Lamanya antara 30-80 jam 1.12 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.07 0. Sarjana / Diploma IV 1. Lamanya antara 641-960 jam 3. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b.04 PK Pertama . Sebagai pembahas c. Lamanya antara 161-480 jam 5. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Sebagai nara sumber 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.12 0. Lamanya antara 481-640 jam 4. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0.

Media cetak 1).84 0. Poster. Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Sound slide (min 10 lbr) 4).30 0. Penyuluh kehutanan pertama b.Penyuluh kehutanan pertama .39 0.60 0.penyuluh kehutanan madya 113 .Penyuluh kehutanan madya 2).60 0.oleh . Media papan 1). Menyusun instrumen 2.19 0.oleh . Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Siaran radio TV c.Penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan madya 3).40 0.oleh . Brosur/booklet.Penyuluh kehutanan muda . Seri slide (min 10 lbr) 3).30 0.8 0.Penyuluh kehutanan pertama . OHP transparan 2). Penyuluh kehutanan muda c. Bulletin boart (papan bulletin) b. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.penyuluh kehutanan muda . Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.oleh . Leaflet/folder.45 0.60 D.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.15 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.56 0.08 0.Penyuluh kehutanan pertama .16 0.2 0.Penyuluh kehutanan muda .28 0.5 0.1 a.06 0.Penyuluh kehutanan madya 4). Selebaran/pamflet.32 0.Penyuluh kehutanan pertama . Media terproyeksi/audiovisual 1). Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.

Sebagai pramuwicara 8. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Sebagai sutradara b. Tingkat propinsi .06 0. Tingkat nasional 2. Tingkat nasional b.Pemda.59 0.114 2 B. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .08 0.64 0.09 0. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.10 0.08 0.18 0. Sebagai pembicara / penyaji 3.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. LSM. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2.Sebagai pramuwicara 2. Tingkat internasional b. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Tingkat internasional 7. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Tingkat nasional .03 PK Pertama 1 . Melakukan temu karya kepada : .08 0.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0.16 1.Sebagai pembuat karya/desain . Ceramah umum 1. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. cendikiawan.Perguruan tinggi.perguruan tinggi.Pemuda. Perorangan oleh : 1. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a. pemerintah pusat 5. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. LSM. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. Tingkat nasional 4.06 0.24 0. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. cendikiawan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. pemerintah pusat 6.

Penyuluh kehutanan muda c. Sebagai penyaji b. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Penyuluh kehutanan madya b.12 0.08 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Sebagai pembahas 2. Penyuluh kehutanan pertama b.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Penyuluh kehutanan muda c.06 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. A. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Menyusun materi kursus 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Triwulan a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan madya b. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Penyuluh kehutanan madya 10.04 0.60 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1.44 0.21 0.08 0. Penyuluh kehutanan pertama 2.12 0.08 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Penyuluh kehutanan muda 3.12 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.06 0. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.09 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.04 0. Bulanan a.08 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV. Penyuluh kehutanan pertama b.

30 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.69 0.45 0.15 0.46 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.20 1. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B. materi.37 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.36 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.90 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.42 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Tahunan a.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. penyuluh kehutanan madya 1.50 0.80 1. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.40 0.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. penyuluh kehutanan muda c.95 1. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.

Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 3.50 2. Dalam bentuk buku b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a.00 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 1. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi.50 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1.50 6.00 2.00 0. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.1 Setiap naskah rumusan 0.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.50 2.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.50 Semua jenjang Semua jenjang .50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam bentuk makalah 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. materi .04 7.50 5. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.00 4. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1.

Pengurus aktif b. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Sarjana/D IV 2. Peserta 3 4 5 6 7 D. Tingkat propinsi. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.35 3. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 2.50 0. Pembahas d.00 2. Anggota aktif 1.00 15. Narasumber e. sebagai : a.00 1.00 1. 20(dua puluh) c. Doktor 1.00 2.50 3.00 1.00 15. Tingkat nasional/internasional. 10(sepuluh) tahun 2. Pasca sarjana 3.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.50 C.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5.00 1. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. anggota aktif 2. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Moderator c.00 0. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 2.00 1. Pengurus aktif b. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . 30(tiga puluh) b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Pemasaran b. sebagai : a.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.

Pendidikan B. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. P e m a n ta u a n . PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM 119 .

Persiapan penyuluhan kehutanan C. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. P e m a n ta u a n .120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Pendidikan B. FEISAL TAMIM . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 5. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. Mengingat : 1. 2.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 121 . dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. 3. 4.

12. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. 14. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Tugas. Fungsi. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 9. 13. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 11. 7. Pemindahan. 10.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan.6. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 122 . Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 15. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Dengan ditetapkannya keputusan ini. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.

2. 8. 4. Menteri Kehakiman dan HAM. 6. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 12. 3. 9. Menteri Pertanian. 5. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 14. 123 . Menteri Dalam Negeri. Para Walikota seluruh Indonesia. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Para Gubernur seluruh Indonesia. 13. 10. 11. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Menteri Kelautan dan Perikanan. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 7. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Para Bupati seluruh Indonesia.: 1.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. B. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. Latar Belakang 1. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. 2. 3. tim penilai.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. pengelola kepegawaian. Maksud dan Tujuan 1.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. 4. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. 124 . Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut.

Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. unsur.2. rincian dan tolok ukur kegiatan. metodologi dan teknik analisis tertentu. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. kenaikan jabatan dan pangkat. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. D. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. pembebasan sementara. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pengangkatan kembali. 125 . tim penilai. 3. penilaian dan penetapan angka kredit. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2. pengangkatan dalam jabatan. pengusulan. tanggung jawab. pengelola kepegawaian. C. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 6. pemberhentian. sub unsur dan butir kegiatan. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. 4. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 5. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan.

Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 11. 12. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . 10. 8. 9. 15. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. mau dan mampu memahami. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 13. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 14.7. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Pusat.

yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. 21. yang menggambarkan keadaan sekarang. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. 19. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 17. 24. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. sistematis dan tertulis setiap tahun. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. 22. padat. 20. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. tujuan yang ingin dicapai. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 127 . kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 18. 23.16. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

mengembangkan. c. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. 2. c. b. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. b. c. Persiapan penyuluhan kehutanan. 134 .BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. b. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. melaksanakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. d. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pemantauan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 3. 5. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. meliputi: a. meliputi: a. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. 4. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat.

c. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi. 135 . d. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Memperoleh piagam kehormatan. e. meliputi: a. b. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. 7. f. materi. c. 6. b. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. C. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan a. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan.b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Institut. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Institut. meliputi: a. Sekolah Tinggi. metodelogi. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. Penunjang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. d. g. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas.

tanaman. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. peternakan. geografi. 4) Sarjana Muda/D-III. kehutanan. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. 3) Sarjana/D-IV. agribisnis. 2) Pasca Sarjana (S2). Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 5) Diploma II. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. pangan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. biologi. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. apabila merupakan 136 . pertamanan. b. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya.

II/d). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. Pelaksanaan. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. Evaluasi. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. nilai 2 6) Lamanya antara 30.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . nilai 1 2. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Persiapan. tanggal. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. Pemantauan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. Penyuluh Kehutanan Terampil a. han atau jumlah jam pelatihan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V.80 jam. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. 137 . nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam.1.

03. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n . yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder.03. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. 138 . b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana.

BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaltu 0. 139 .Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani.01. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan.08. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.04. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 .02. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data.03. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.

yaitu : 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart.09. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 .10. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. yaitu 0.

yaitu 0. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. yaitu 0.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. 142 .02.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I.03. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Melaksanakan temu lapang. yaitu 0.

143 . Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.03.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0.04. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.06. 144 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.02.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.03. 145 .01. yaitu 0. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.01. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.02.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b.06. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.Ill/b). Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu: 146 . yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.07. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. 147 .1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.16. yaitu 0. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun.

000.09.000 atau 1: 10. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. yaitu 0. 148 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. yaitu 0.000 sesuai dengan lampiran V.32. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan.000 atau skala 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.

Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat.12. yaitu 0. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan.05. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.31. 149 .Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.

RDKK. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 150 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.19. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. RDKK.04. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V.08. kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. yaitu 0. yaitu 0. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.

foto copy.15. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. dsb. tulisan tangan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. yaitu 0.07. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. gambar. 151 .Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu : 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet.

yaitu 0.28.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder.3. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. 152 .28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.

153 . 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0.04. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V.04. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0.16. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket.

22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. 154 . Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0.38. yaitu 0. yaitu 0.08.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.04. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.05. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 155 .05. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.07. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II.09. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. yaitu 0.06. sebagai pramuwicara. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. 157 . yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.

16. yaitu 0. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.03. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. 158 . 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .05. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.06.04. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan.

kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.c. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti kredit yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman.06. 160 161 . yang disusun. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.04. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.16. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V.14. c) Ketepatan materi yang disusun. masyarakat sasaran. format yang ditentukan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan.05. yaitu 0. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. 0.Ill/d). yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . kehutanan.15. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan.

10. 5) 162 .17. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0.10. yaitu 0. yaitu 0. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun.

yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang.39. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun.40. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 163 . yaitu 0. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.

yaitu: 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV.32.08. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide.12. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . yaitu : 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

3. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.6. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. yaitu 1. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V.81. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 165 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun.

000 kata.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 166 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. b) Bukti hasil berupa naskah diorama.8. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V.56. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun.56. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.16. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up.07. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 167 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model.75. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. yaitu 0. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.

16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 168 .kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka . Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area).22.27. yaitu 0.

Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. 169 . 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.18. yaitu 0. 170 . Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.12. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi.48. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan.

yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.30.05. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. 171 .

Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran.08. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.48. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali .09. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. 172 . 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.

keterampilan. dan sikap masyarakat sasaran. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. 173 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I.2. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 36) Mengolah. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. d) Pelaksanaan penyuluhan. yaitu 0. c) Ketepatan materi penyuluhan.

12. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. 174 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.08. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.54. yaitu 0.3. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat.

16. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan.04. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I. yaitu 0. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a .III/b). yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 175 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I.2. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun.07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2.

32. 176 . Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. yaitu 0.19. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. yaitu 0.

16. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. yaitu 0. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V.08. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide.06. 177 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. yaitu 0.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). yaitu 0.

11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun.28. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.15. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 178 .

b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. sebagai pembicara / penyaji. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. 179 . yaitu 0. yaitu 0.06. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.28. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional.3.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0.08. LSM.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. 180 . LSM. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.09. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 181 . Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill.08. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.03. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0.1.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.

21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. 182 .38. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah.04.09. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I.

25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.15. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 183 . yaitu 0.04. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional.

28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 184 .Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.46. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.4. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.5.

yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. b. materi. materi. sarana. sarana. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. metode. sarana. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .36.III/d). b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 185 .36. metodologi.37. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik.

4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV.8.39. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.4. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. 187 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.6. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 188 . 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. yaltu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.56.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 189 . yaitu 0. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. yaitu 0.6. pemerintah pusat. yaitu 0. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. cendekiawan.64. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. dan pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. cendekiawan. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi.16.

yaitu 0. yaltu 0. cendekiawan. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.16. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. minimal dihadiri 50 orang. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. 190 . 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. yaitu 0.

yaitu 0. yaitu 0.24.59. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.44. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. yaitu 0. yaitu 0.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. yaitu 0.08. 192 . 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan.06. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. yaitu 0. 193 . 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.27.6. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V.21. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. 194 .08. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.14. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.08. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.30.42. yaitu 0. 195 . Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0.

33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.46.80. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 196 . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.96.

Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. materi. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik.IV/c). sarana. materi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. 197 . c. sarana.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. yaitu 0.12.84. metodologi. metodologi. materi. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.58. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.45. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.36. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 198 .

b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.84. 199 .84. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.

9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. cendekiawan. yaitu 0. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional.18. cendekiawan. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. yaitu 1. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. cendekiawan dan pemerintah pusat. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional.80. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.9.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.18. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara.09.18. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. 201 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.12.12. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 202 . 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.12. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat.

20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. yaitu 0. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0.45. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.69. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.

metodologi. yaitu 0.9. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. materi. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 204 . 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.08. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. yaitu 1. materi sarana.2. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. sarana. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.

Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. sarana. yaitu 12. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. materi. yaitu 0. 1.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. metodologi.5. 3. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi.72. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. b. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 .dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. yaitu 6. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya.

Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. 207 . 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan.dihasilkan. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 3. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 4. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 8. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan.

b. 4. Dalam bentuk makalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. 208 . Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 3. Bukti Fisik : a. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. b. Tolok Ukur : a. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. yaitu 7.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 209 . yaitu 5. 5. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.5. 6. Bukti Fisik : a. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan.0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. b. yaitu 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

.

Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi.04.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. 2. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. 211 . b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 0. yaitu 3. yaitu 7. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.0. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. a.5. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1).

b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. yaitu 3. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. kabupaten/kota. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.5. 212 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kecamatan. 2). Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk makalah. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi.b. propinsi. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. yaitu 1.

2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. yaitu 3. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 213 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.c. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah.0.5.

c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.2.0. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 214 . b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 3. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.

0. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. yaitu 2.0. 5. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 4.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . yaitu 2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.

Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.5. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. 216 . yaitu 1. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a).0.

b) Koordinator perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri.0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. 217 . apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. 2. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. yaitu 10. yaitu 5. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.

sebagai: 1.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Tingkat Propinsi. b).0 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 1. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 0. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Tingkat nasional/intemasional.5. sebagai : 1. yaitu 0. yaitu 15.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 218 . Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.

Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3.0. 2. 3.0. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. 219 . 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah.35. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi.2. yaitu 0. yaltu 2. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. yaitu 1. 220 . b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis.0. yaitu 15.0. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.

dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. c. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. memeriksa kelengkapan persyaratannya. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. b. b) Bagi yang bekerja di Pusat. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. 221 . d. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. Tatacara Pengajuan DUPAK a.BAB III PENGAJUAN DUPAK. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan.

Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. 222 . dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya.e. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. atau paling lama satu tahun sekali. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. dan/atau c) Pemantauan. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. B. 2. 223 . b.4. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai a. yaitu : a. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. c. Penilaian Angka Kredit 1. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a.

Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. dan 224 . dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan.b. d. 3. Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. b. c. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . 4. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. d. Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 .

Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. 6.b. d. 5. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. b. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. dibentuk 226 . Sekretariat Tim Penilai a. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.

7. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. c. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. d.b. e. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. b. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. c. f.

Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. i. 228 . Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. m. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. j. l. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. k. h.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. g.

c. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. C. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. d. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. b. 229 . adalah: a. Penetapan Angka Kredit 1. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan.8. b. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan.

maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . PAK yang telah ditetapkan. Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.b. 230 . 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. c.

BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 231 . Pengangkatan Pertama Kali 1. Persyaratan a. 2. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. b. c. golongan ruang Il/b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. d. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a.l. Menteri Kehutanan.

pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Saudara lr. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . b. 3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV.Joko. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. golongan ruang Ill/a.4) b. pangkat Penata Muda golongan II/a. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.

c. Perpindahan Jabatan 1. Persyaratan a. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Dengan demikian. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. b. b. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. B. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. 4. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. 233 .

4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 3. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Il/b.I.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. b. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 234 . Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. golongan ruang Ill/a. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.

4. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan 1. 3. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. b. 4. 2. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. c. 235 . 5. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. C. 6.

c. 3.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 236 . Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Kenaikan Jabatan 1. 2. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. c. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. b. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. 4. 3) PAK terakhir asli. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya.c. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 237 . kehutanan atau yang serumpun. d. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. yaitu bidang penyuluhan. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

c. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. dan b.b. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. B. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. adalah: a. 238 . Kenaikan Pangkat 1. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. d. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi.

golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina.b. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. d. 239 . golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 240 .2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. b. c. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . golongan ruang Ill/a. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

241 . 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.4. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) PAK (asli) terakhir. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan).

pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 242 . Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina Tingkat I. b. pangkat Penata. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. pangkat Pembina Utama Muda. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/d. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. 2. golongan ruang IV/c. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan.

Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. atau Cuti di luar tanggungan negara. d. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. 4. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 3. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. h. b. 243 . atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. f. e. g. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. Ketentuan lain a. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. b. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. c.d.

Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. b. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. B. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. d.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. c. 244 . Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pengangkatan Kembali 1. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan.

Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. f. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pensyaratan pengangkatan kembali a. c. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. 245 . atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. b. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.2. e. 3) Copy PAK terakhir. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. d. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya.

Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus. Agus. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Ir. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. sehingga PAK terakhir Sdr. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Ir. Dalam hal yang demikian.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. 246 . Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. lr. 4. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata.

247 . Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. lr. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. sehingga PAK terakhir Sdri. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Anita. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama.Sdri. atau 2. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. pangkat yang digunakan adalah Penata. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Dalam hal yang demikian. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Anita. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. Ir. d. C. dilakukan apabila yang bersangkutan: a.

b. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a.b. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 3.

bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. c. d. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII.perundangan yang berlaku. 249 .

angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.PAN/12/2002. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 . 2.

2. c. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau c. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. b. d. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). MUHAMMAD PRAKOSA 251 . dan f. b. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. antara lain melakukan: a. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Cuti diluar tanggungan negara.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. e.

..... : ……………………….. tanggal …………..….... Penyuluh Kehutanan a.........……….…...……………. / ……... : ………………………......……………. ....……………..…………….…..... Pangkat / Golongan c.. / ……...……………...……. ………………………..…... : ……………………….. .. ………………………... . .. : ……………………….…..…..... : ………….. .. .. : ………………………......…... ......….. 6....... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a... .. : ………………………... 2.…………......…... .. ....... Jabatan d........……………...…. .. Nama dan NIP b........…………...... Waktu Pelaksanaan b.…..……………........……………......…... ………………………..............……………. 4..…. ………………………........ Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya... 3. : ……………………….…. …………. 252 .……............... : ………………………... ....……………...... : ………………………........……………......……….…………….... 5.…...……………...... Peserta Hasil Kegiatan : …………......……………..CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1....... ... Tempat/ Lokasi c.. . : ………………………......….......

.……..di………. : ……………….......…………………… 253 .....…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ........... pada tanggal ………….. Telah melakukan kegiatan…………………………………..... : ……………………..... …………………………………...……/ …………..……………......……...……………………..…….................................…………...…..……............ : ……………………...……/ …….... …………… tanggal……….CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….sebagai…….. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………................. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya... …………………………………………………………....……………………………………………....…………………………………………….....……………….......…………….....………….....................

......... pameran.........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………. membimbing penyuluh kehutanan) selama……....... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya................…………………………......…………………….....…………………………. (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan... Telah melakukan kegiatan…………………………...... …………… tanggal……….…...... pramuwicara.…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus... : ……………………..………….......…….....…….………………/ ………….......……………......... ……………………………………………………. 254 .. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya......................…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .......... : ……. jam pada tanggal …………...... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………….....………/ …………... : ……………………...… di……………......…….

...CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS....... : …………………....... : …………………….......…………/ ……..……………………..………....……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..……………………..... di ……………... ………………………………………....………...…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ........………………………………………...…………………… 255 ..... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………….........………………..…………........ pada tanggal …………………..... Dengan judul ……………………………………. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………..………..............………………………………………................. MODERATOR..........…/ ……….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………. …………… tanggal………................... : …………………….

......………….... : …………………….......... yang dilaksanakan pada tanggal ...................... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.............…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ...CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..............……….............…/ ………..... …………… tanggal……….…………...........………..…………/ …….......... di .......... : …………………….………....................………...............……………….. : …………………........………... : ……………………....…………/ ……..... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….....………………....……….............................…/ ………..................................... : …………………. : ……………………............ Telah melakukan kegiatan ..........................

.... Lamanya antara 641 . D II B. 7... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1..... s/d . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 30 .. 3. 2... Lamanya lebih dari 960 jam 2.80 jam JUMLAH I 257 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161 .960 jam 3. 5.480 jam 5......640 jam 4........ Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... 6.... Sarjana Muda/ D III 2. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.... 8. 4. Lamanya antara 81 .. tanggal ...... 9.......160 jam 6. Lamanya antara 481 . Unit Kerja : 1...

Anggota kelompok sasaran b. 6. 3. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 4.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. B. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Flipchart c. 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Kelompok sasaran 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. Chart/Gambar B. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 7. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Kelompok sasaran lain C. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 9. Melaksanakan temu lapang. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 10. Foto b. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Perorangan b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 8. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.

b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 2. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. JUMLAH IV V. Dalam bentuk majalah. JUMLAH V 259 . PEMANTAUAN. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. B. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. b. D. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. C. 3. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan.

1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. 4. Memperoleh piagam kehormatan 1. Peserta. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. b. 2. Anggota aktif. Anggota aktif. 3. b. C. 2. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana/Diploma IV F. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. sebagai : a. D. 5. Dalam bentuk makalah. Gelar kehormatan akademis. G. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Narasumber. b. B. E. Pembahas. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 20 (dua puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pemrasaran. Diploma II 2. 2. JUMLAH VI 260 . Pengurus aktif. 1. Moderator. 3. sebagai: 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. c. Pengurus aktif. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Dalam bentuk buku. Tingkat Propinsi. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. 30 (tiga puluh) tahun. 10 (sepuluh) tahun. 2.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

.................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... Dst ....................................... 4........ 262 .............................. ) NIP........... Catatan Pejabat Penilai ........................ Ketua Tim Penilai ( ..... ... 2....... ) NIP.... 3........... Pejabat Penilai ( ........ Pejabat Pengusul ( ..... Tanggal ............... Tanggal . Tanggal . Catatan Tim Penilai ................................ ) NIP...........

480 jam 5... Unit Kerja : 1. Lamanya antara 641 .....640 jam 4.... 9.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. s/d ... D II B. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.160 jam 6... 5... 7.. Lamanya antara 30 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. tanggal .. Lamanya antara 81 . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... 3..... 4........960 jam 3. Lamanya antara 161 .. 8... Lamanya lebih dari 960 jam 2... Lamanya antara 481 ..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian.... Sarjana Muda/ D III 2.. 2..80 jam JUMLAH 263 .... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... 6...

Specimen B. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. 4. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Poster e. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 9. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Seri foto b. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. 3. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 2. Anggota kelompok sasaran b. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Melakukan temu usaha. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 3 4 5 6 7 8 III 264 . B. 6. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 6. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Leaflet/folder d. Sebagai narasumber 5. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Selebaran/ pamflet c. Maket g. 8. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. 4. 2. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 7. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. C. Sebagai moderator b. Kelompok sasaran 2.

Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. V. b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. D. Perorangan b. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. b. 12. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 11. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.1 2 10. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam bentuk majalah. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 6. 265 . Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. B. 4. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Kelompok sasaran lain 13.

....... Pejabat Penilai ( ............ ) NIP.......... .. Pejabat Pengusul ( ........................... Dst ...... 266 . Tanggal .1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... Tanggal ................... Catatan Tim Penilai .................................. ) NIP. Catatan Pejabat Penilai ................ 4..... ) NIP........................................... Ketua Tim Penilai ( .... Tanggal .................. 3.............. 2............

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

..... ) NIP....... Dst .... .... Catatan Tim Penilai .......... Tanggal ..... 4.................... ) NIP.................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......... ) NIP.. Tanggal .. Pejabat Penilai ( . Catatan Pejabat Penilai .. 2........... Ketua Tim Penilai ( .................... 3.................................................................... 268 ............... Pejabat Pengusul ( ....... Tanggal ...........

.... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Lamanya antara 30 ........ 7..80 jam JUMLAH I 269 ..... 5..960 jam 3... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.160 jam 6.. 8. Unit Kerja : 1...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian...... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2..640 jam 4.480 jam 5.. Lamanya antara 481 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Lamanya antara 641 .. 3.. 2... D II B.. tanggal . Lamanya antara 161 ..... s/d .. 9. Lamanya antara 81 ... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.... 6.... 4.. Sarjana Muda/ D III 2..

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. 5. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Diorama h. Brosur/booklet g. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 3. B. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Poster f. Leaflet/folder e. 2. 8.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. 7. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. 4. 3. Selebaran/pamflet d. 1. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran 2. C. 2. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Anggota kelompok sasaran b. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. 3 4 5 6 7 8 III 270 . 2. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. D. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Slide b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 6. Siaran sandiwara di radio/TV c. Mock up B. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Model i.

C. 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 2. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. b. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. D. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.1 2 9. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Mengolah. 4. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. V. JUMLAH III PEMANTAUAN. 2. 271 . Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 2. Dalam bentuk buku. b. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 1. Dalam bentuk majalah. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. C. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1.

2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Pengurus aktif. Tingkat Propinsi. 30 (tiga puluh) tahun. b. Pembahas. 5. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 20 (dua puluh) tahun. 2. Peserta. G. 3. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 1. 3. b. sebagai : a. Dalam bentuk buku. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Pemrasaran. 10 (sepuluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Gelar kehormatan akademis. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. sebagai: 1. Narasumber. 4. 2. Sarjana/Diploma IV F. Anggota aktif. Dalam bentuk makalah. D. Anggota aktif. Pengurus aktif. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. C. JUMLAH VI 272 . Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Diploma II 2.1 2 3 4 5 6 7 8 B. c. E. Moderator. Sarjana Muda/Diploma III 3.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

........... ) NIP.. 4.. Ketua Tim Penilai ( ....... Dst .. ) NIP..........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. 274 ..... Tanggal .............. Tanggal .. Pejabat Penilai ( ................. 3. Pejabat Pengusul ( ......................... 2. Catatan Tim Penilai .............................................................. Catatan Pejabat Penilai ........................ ) NIP... Tanggal ........................... ...

7... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...160 jam 6... 4......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. 2.... Lamanya antara 30 .640 jam 4........ 3. Unit Kerja : 1.. Lamanya antara 641 .....80 jam JUMLAH I 275 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. s/d . Sarjana / D IV B.. 6.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... Doktor 2. 5. 8. Pasca Sarjana 3. Lamanya antara 161 .. 9...... tanggal .... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10........ Lamanya antara 481 .480 jam 5..... Lamanya antara 81 .960 jam 3. Lamanya lebih dari 960 jam 2.

1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Tingkat propinsi. Kelompok sasaran lain C. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. LSM. B. Tingkat nasional. Brosur/booklet B. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 5. Perorangan b. 4. Poster g. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. 2. 2. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. 3. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Bulletin board (papan buletin) b. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada Pemda. C. OHP transparan c. Selebaran/pamflet e. 6. Leaflet/folder f. Seri slide d. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. materi. JUMLAH V VI. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk buku. 4. b. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. PENGEMBANGAN PROFESI A. C. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. 277 . Dalam bentuk majalah. PEMANTAUAN. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. b. 2. 1. 4. 3. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Materi. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. B. 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Metodologi. Sarana. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV V. 1. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik.

b. b. 20 (dua puluh) tahun. Pengurus aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1. Sarjana Muda/Diploma III 3. 10 (sepuluh) tahun. JUMLAH VII 278 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 2. Narasumber. 4. Pembahas. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. c. Anggota aktif. 30 (tiga puluh) tahun. Tingkat Propinsi. Pemrasaran. 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Moderator. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam bentuk buku. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. D. B. C. G. Diploma II 2. Gelar kehormatan akademis. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. E. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Anggota aktif. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. sebagai : a. b. 2. Dalam bentuk makalah. Sarjana/Diploma IV F. 1. 5. Peserta. Pengurus aktif. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

. Pejabat Penilai ( ..................... ) NIP... Catatan Pejabat Penilai .............. ............ 2................................ 3....... Tanggal .... Dst ....................... Tanggal .... Tanggal .......... 4.................... 280 .............. ) NIP................. ) NIP.................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1..... Catatan Tim Penilai ............ Pejabat Pengusul ( .................. Ketua Tim Penilai ( ..

8. Lamanya antara 81 . 9.... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1........ Doktor 2.160 jam 6.. Unit Kerja : 1... Lamanya antara 481 ....... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... tanggal ..... s/d .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian. 5... 6. Sarjana / D IV B...960 jam 3. Pasca Sarjana 3....480 jam 5. 7... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya antara 30 .640 jam 4.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... 2.. 4.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161 ..... Lamanya antara 641 . 3... Lamanya lebih dari 960 jam 2...80 jam JUMLAH I 281 ...

Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Kelompok sasaran lain 9. Video c. Poster g. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Leaflet/ folder f. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. 3. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Brosur/ Booklet B. 6. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 5. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Sound slide b. Siaran radio/ TV d. Perorangan b. B. 4. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. 8. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Selebaran/ pamflet e. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . 3. cendekiawan. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. pemerintah pusat. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. 7. C. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.

Dalam bentuk buku. 1. Metodologi. 283 . EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam bentuk majalah. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Materi. VI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. 6. 5. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. materi. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 1. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 4. B. 2.1 IV. 4. b. 4. 3 4 5 6 7 8 V. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarana. B. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 2 PEMANTAUAN. b. 3.

5. Moderator. b. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. sebagai: 1. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pengurus aktif. 20 (dua puluh) tahun. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. b. Pengurus aktif. sebagai : a. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Peserta. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 2. 3. Pemrasaran. Dalam bentuk makalah. b. Anggota aktif. E. D. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. G. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. C. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Anggota aktif.1 2 3 4 5 6 7 8 C. 10 (sepuluh) tahun. 30 (tiga puluh) tahun. Pembahas. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Narasumber. Gelar kehormatan akademis. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. c. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 3. B. Memperoleh piagam kehormatan 1. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Tingkat Propinsi. Sarjana/Diploma IV F. D. b. Diploma II 2. JUMLAH VII 284 .

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

Tanggal .....................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........... Tanggal ...................... Catatan Pejabat Penilai ......................... Catatan Tim Penilai ...................... Pejabat Penilai ( ........ Ketua Tim Penilai ( ............... ) NIP..... 4............................... 2. 3............. 286 . ) NIP... Pejabat Pengusul ( .................. Dst .. .. Tanggal ... ) NIP.................

9... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian....80 jam JUMLAH I 287 .480 jam 5... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Lamanya antara 81 . s/d .640 jam 4...160 jam 6.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... 8....960 jam 3. Doktor 2. Lamanya antara 161 . 6.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1...... Lamanya lebih dari 960 jam 2. Unit Kerja : 1... Lamanya antara 641 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 5. 4. Sarjana / D IV B. 7.. tanggal .......... 3. Lamanya antara 481 ... Pasca Sarjana 3.... Lamanya antara 30 ........ 2..

JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 4. IV. 2. 3. 4. 4. cendikiawan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 2. Leaflet/ folder c. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Poster d. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemerintah Pusat. 2. B. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Perorangan b. 3. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 5. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Selebaran/ pamflet b. 3. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Brosur/ Booklet B. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional.1 II. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 288 .

Sarana. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. D. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Materi. VI. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. B. b. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Metodologi. 3. 2. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk majalah. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan.1 2 3 4 5 6 7 8 V. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 4. JUMLAH VI 289 . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 1. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. 1.

Memperoleh piagam kehormatan 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. G. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 20 (dua puluh) tahun. Pengurus aktif. Anggota aktif. 2. 3. 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Narasumber. Dalam bentuk makalah. Peserta. Diploma II 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 5. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pemrasaran. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. 3. Anggota aktif. b. B. sebagai: 1. E. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 30 (tiga puluh) tahun. 10 (sepuluh) tahun. sebagai : a. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. D. Tingkat Propinsi. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 4. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. 2. Pengurus aktif. b. b. Pembahas. Gelar kehormatan akademis. C. Sarjana/Diploma IV F. Dalam bentuk buku. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. c. JUMLAH VII 290 . Moderator.

...... Catatan Tim Penilai .............. ................................. ) NIP.............. Catatan Pejabat Penilai .................................. 291 ............. Dst .. Pejabat Pengusul ( ...... 2.... Tanggal ......................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1. Pejabat Penilai ( .. Tanggal ................ 4.................................. ) NIP....... ) NIP......... Tanggal ...... Ketua Tim Penilai ( ......... 3....

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

........................................................................................................................... : ...... : .................................................. : ...... : ....................................................................... : ........................................................................................... : ........................................................................................................ : .................................................. 298 ........................................ : ........................................... : : ................. : ...............................................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................................................................................................................................................................ : .....................

. sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst..... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.....K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .. ......... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A. 299 ....Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan........... Atasan langsung...........

........................................... : ............................................................................................................ : .............................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ....................................................................................................... : ................................. : ........................................................................................................................... : ............................ : ..................................................................................................................................................... : ...... : ..................................................................... : . 300 ............... : : ................................................................................................................................................................................................................................... : ...................................

. Atasan langsung............ ...........Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... 301 ....K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A....... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

............ Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.......................... Mengingat : 1..................... dipandang perlu mengangkat saudara ........ tanggal ... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.................................... . dalam jabatan Penyuluh Kehutanan............................ 9...... 10................. 2.................. .............................. 8... 7.. 5.............. Keputusan Menteri Kehutanan nomor ..................... 3... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.. / ... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ 308 .. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .. TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.............CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... b............... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001...... 4.. NOMOR : ........... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...... / ... 6........................

.............. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3....................................... Ruang/TMT d............. *) coret yang tidak perlu... 4............. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....... 309 ...................... Nama : .. dengan angka kredit sebesar ....................... NIP : ........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......................................................... (diisi dengan angka dan huruf) ... Unit Kerja : ....... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. : ... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a.... dari jabatan ............... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit....... b............... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............................ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5................................ Pangkat/Gol........................... c...... Pejabat lain yang dipandang perlu...........

< 80 80 .< 550 550 . III/d Pembina IV/a Pembina Tk. 1 2 3 4 5 6 7 B. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.< 200 200 . II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda. I. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.< 300 300 . I. I. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A.< 150 150 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. II/c Pengatur Tk. III/b Penata III/c Penata Tk. III/c Penata Tk.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. 1 2 3 4 5 6 7 . I. III/a Penata Muda Tk.< 200 200 .< 400 400 . II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . I. I.< 150 150 . I.< 100 100 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 .< 60 60 .

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60..PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002..... 1.... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11. 4..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.....CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : . Mengingat : 2... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.... 311 .. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) ..... 3.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) .. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)..

312 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).. 11.. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.. Tugas.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan... 7.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor .5. Fungsi.. 12. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 10... 6...... sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.... 8.. 9. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193...... Kewenangan... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198...

... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ...n.. Ditetapkan di Pada tanggal : : a........ Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya..MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ...... Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini...... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku... akan diadakan perbaikan seperlunya....

............... 6.................................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003... Bahwa saudara ............................................ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M............. 2....................... pangkat/golongan ruang .................................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999..... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.........................................................PAN/12/2002..... ............. NOMOR : ........... karena ................................................ / .......... .... . 4........CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002..................... 8.................................................................. TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................. NIP........... b.. jabatan .. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.... ................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002. / .................. Keputusan Menteri Kehutanan nomor ................. ........... 314 ........ 5............................................ Mengingat : 1............... 9.................................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................................. 3.... ...................... .............................................................................. 7......... berdasarkan ................

... Pejabat lain yang dipandang perlu........................ Unit Kerja : ........ 315 ... 4................ : ...................... dengan angka kredit sebesar ...... b............ c... Pangkat/Gol.... *) coret yang tidak perlu.................. NIP : .......... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. (diisi dengan angka dan huruf) .................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............. Ruang/TMT d.................................. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.... Nama : ....................................................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a......... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.......................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. dari jabatan ......................

. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.... 5... 6.. TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....................................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan...... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................... 10........ 3.... / ............................... b... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... 4................ 2.................. . Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002....... tanggal . 9......... ..... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ......................................... / ......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............................. 316 ....... NOMOR : . Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............................ dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............................. 8........... 7...... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........ Mengingat : 1.CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..............

.................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............................................................ Pangkat/Gol. Unit Kerja : ............................................................ 4............................. Ruang/TMT d..... 317 .. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...................................... (diisi dengan angka dan huruf) ............. Pejabat lain yang dipandang perlu. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........ dari jabatan ... b. c..................... *) coret yang tidak perlu..... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. NIP : . Nama : ........................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..................................... dengan angka kredit sebesar .... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya..... : ....

........................................ Bahwa saudara ................................................................ 9..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.PAN/12/2002....... b..................... 6. / .... / ............... jabatan ................ 318 ... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ................ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994........ NOMOR : ... ................ 5............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002........................................ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .... NIP......./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)...................................................... 7.... 3........... .................. 8.... terhitung mulai tanggal .......................... 4... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999. TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.....CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ Mengingat : 1................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............. .... pangkat/golongan ruang ..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.......................... tanggal ......... 2................................

............................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit............. Pejabat lain yang dipandang perlu......................................... Pangkat/Gol..... 4........................... c............................ Ruang/TMT d.... 319 ......................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya....... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a... Nama : ....... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.. dari jabatan ................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5... : ...................................................... dengan angka kredit sebesar ................. *) coret yang tidak perlu.......MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... NIP : .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................. Unit Kerja : ... b..................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful