P. 1
Buku Kehutanan Penyuluh

Buku Kehutanan Penyuluh

|Views: 1,971|Likes:

More info:

Published by: Hilaria Verdiana Pabayo on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. pangkat Pembina. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. d. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. dan Kabupaten/Kota. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b. (2) Dalam menjalankan tugas. 4 . pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Golongan ruang III/a Pembina. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.1. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Provinsi. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. dibantu oleh: a. pangkat Penata Tingkat I. b. Ketentuan Pasal 15. pangkat Pembina Tikat I. pangkat Pembina. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. c. b.c. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. 2. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. d. 5 . Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. b. d. Ketentuan Pasal 16. Adalah : a. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. c. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. d. Seorang Ketua merangkap Anggota. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai.

golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Provinsi. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. dan Kabupaten/Kota. 6 . golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Ketentuan Pasal 19.b. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. c. c. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. pangkat Penata Muda. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. pangkat Pembina Tingkat I. 3. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun.

golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. NE G S I ARA RA E. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. d. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 .Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. b. 9 . Mengingat : 1.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). NOMOR 130/KEP/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Menimbang : a. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169.

Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). P e m i n d a h a n . 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). 10 . sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. 4. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019).2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11.

Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Fungsi Susunan Organisasi. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. 11 .587/II. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.9. 3. golongan ruang II/b.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 10. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. 2. 4. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Memperhatikan :1. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.

Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Pangkat paling rendah Penata Muda. 2. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. 3. pengembangan profesi. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. 4. Paling tinggi usia 50 tahun. golongan ruang III/a.5. 7. penyuluhan kehutanan. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Paling tinggi usia 50 tahun. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 6. b. 7. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 6.

13 .Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. 1. Mengingat : 2. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. 5. 7.3. 14 . 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. 9. P e m i n d a h a n . d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tugas Fungsi. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.

Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Kewenangan. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.11. Fungsi. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. Susunan Organisasi.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. Tugas.

.

17 .BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 1. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Mengingat : 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 6. 7. 4. 8. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 9. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263).3. 18 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122.

PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. 11. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.10. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Fungsi Kewenangan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Tugas.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 19 .

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

5. Jabatan Struktural. Jabatan Fungsional. 4. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 3. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. tanggung jawab. tanggung jawab. Jabatan Fungsional Tertentu.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Jabatan Karier. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. tanggung jawab. PENDAHULUAN A. 21 . UMUM 1. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 2.

TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu.6. 22 . adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. B. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. Angka Kredit. 2. 4. C. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. 5. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. pendididkan menengah. Instansi Pembina jabatan fungsional. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. dan pendidikan tinggi. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. Pendidikan Formal. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. 3. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 6. Pengangkatan Pertama.

7. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. adalah Bupati/Walikota. dan Ijazah lain yang setara. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 8. 9. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. II. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. adalah Menteri. adalah golongan ruang III/b. Propinsi. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No.Ijazah dokter. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. adalah Gubernur. Jaksa Agung. Kepala Kepolisian Negara. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen.

c. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. e. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. : : Roby : 260004600 : Jakarta. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl.III. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. d. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. h. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . f. A. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. b. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah.

III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. 25 . : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 75.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata.00 Jumlah : 245. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.

Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. 1. B. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda.17. c. b. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.17 Saudara Drs. 3 April 1978 26 . Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. golongan ruang II/a.00 Jumlah : 255.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.

Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. c. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 .55.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. 2.

d. b. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. c.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. pengembangan profesi. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. C. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.Sudarja : 260004809 : Kebumen.

Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. 29 . Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. 1. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut.05 Saudara Drs. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5.00 Jumlah : 155. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. Golongan Ruang III/a. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. b. golongan ruang III/a ke atas. c. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. d. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a.05 D. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 43 . bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. 3.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 4.

10.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 12. 13. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Kewenangan. 9. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 6. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 11. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. 44 .

45 . Pejabat yang berwenang mengangkat. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah proses pengembangan pengetahuan. 6. Tim Penilai Angka Kredit. adalah Pejabat 2. mau dan mampu memahami.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Penyuluh kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. tanggung jawab. 4. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. metodologi dan teknik analisis tertentu. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Angka Kredit. 5. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 7. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 3. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.

Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. g. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. 8. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. dilakukan 46 . adalah Menteri Kehutanan. adalah Gubernur. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. e. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. d. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. c. adalah Departemen Kehutanan. 10. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Bupati/Walikota. 11.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . b. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. f. 9. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan.

dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. Untuk kenaikan pangkat periode April. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. 47 . Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.PAN/12/2002. dengan ketentuan : a. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. b. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober.PAN/12/2002. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.

Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Dapat aktif melakukan penilaian. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. b. y a i t u : a. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. b. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. c.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M .

atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. 49 . b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.a. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. b. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.

(2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tim Penilai Pusat. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. 50 . dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan.PAN/12/2002.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan.

golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dapat dipertimbangkan apabila : a. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. 51 . c. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

golongan ruang III/d. b. golongan ruang III/d. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. 52 . golongan ruang IV/b. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. b. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk.

Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. dengan ketentuan : a. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. 53 .3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Setiap unsur penilaian dalam DP. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. yang berasal dari kegiatan unsur utama. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). Pangkat Pembina. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. b. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut.

Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. 2. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).BAB V PENGANGKATAN. 54 . pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. 3. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. d. e. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. atau Cuti di luar tanggungan negara. c. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. b. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a.

selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3).melaksanakan tugas pokok. atau 2. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. b. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 3. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). 56 . Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir.

(3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. 57 . diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya.PAN/12/2002. d. c. b. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. 58 . Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

d. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. c. antara lain melakukan : a. f. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. 59 . Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. e.

Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 60 .BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002.

Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. dinyatakan tidak berlaku. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 .

. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1......... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu. 3..... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 ....... 5...... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan........ Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan............ Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.. / TMT.... / PANGKAT ... s/d .... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL. I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan....... 4... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit..... ...CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ..... 2................

..... tanggal . 4............. dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara .......................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Mengingat : 1.... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........................ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...../.......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994................ 5.. 8....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........./.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .. 2... b... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....... .................... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............... 63 .............................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999........................................................... .... NOMOR : ........... 7.......... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999............................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan......... 6................... 3............................. 9...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.........

.................. dalam jabatan ........ mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................................. 2..... 3. d...................................................................... *) coret yang tidak perlu....... 4.......................................... Unit kerja : .......................................... c... (diisi dengan angka dan huruf) ............................ Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................... 5...... b..... ruang/TMT : ... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu....... Pangkat/Gol.. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................................................................................................ dengan angka kredit sebesar ............ NIP : ............. 64 ................................ . N a m a : ...........

................................. 65 ................/. 4. 5........ membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................... Pegawai Negeri Sipil : b.... 6.... ..................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001................ karena ................. jabatan .......... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ berdasarkan .......................... 2...... ...................................... pangkat/golongan ruang ........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999...........................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . 3. Mengingat : 1... NIP...... ........................................................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan....................... NOMOR : ................. Bahwa saudara .................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... 7........ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002............../..............................

................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............................... *) coret yang tidak perlu................. c............. 5.. d......... 2.................................. b................... ....... dari jabatan ............ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................ NIP : ............................... Pangkat/Gol................................. 66 ............................ Unit kerja : . Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu................. 3............ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............a............ 4..................................... ruang/TMT : ................ N a m a : .......... KEDUA KETIGA : : ......

.......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.................. 3...................... .. pangkat/golongan ruang ..... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.................... NOMOR : ................./... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*).................... Mengingat : 1.............. ...............................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ jabatan ............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002......................... ..................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......................................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... 4.... 6............. telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ................................... 8...................... Bahwa saudara .... tanggal ......... 67 .......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001....................... terhitung mulai tanggal . 5................. 7.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ......./............................................. 2..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............. b......... NIP................

........... 3....................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya..................... Unit kerja : ................................. ruang/TMT : ............................................ memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.... N a m a : ..... Pegawai Negeri Sipil : a................ NIP : .................................................. d...................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu....................... 4...... c............................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....... b............................ 68 .... 2.. ........... *) coret yang tidak perlu........................... ......................... 5................................ Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. dari jabatan ............................ Pangkat/Gol..

bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Mengingat : 1. 2.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 3. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 69 . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. b.

2. Fungsi. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. 7.26-30/V. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 10. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Memperhatikan : 1. Tugas. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Kewenangan. 5. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 11. 70 . Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 9. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 26 Tahun 2001. Susunan Organisasi. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.4.

dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. wewenang. 71 . adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Kehutanan. Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. metodologi dan teknik analisis tertentu. 4. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. kawasan hutan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. 2. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

5. Penyuluhan Kehutanan. 7. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Angka Kredit. 6. Angka kredit. 72 . adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. mau dan mampu memahami.

Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. 73 . KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah menyiapkan. melaksanakan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. mengembangkan.BAB II RUMPUN JABATAN. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. 3. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. c. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Pendidikan. e. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. meliputi : 1. meliputi : 1. Pemantauan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. materi. 3. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi : 1. metodologi. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. 2. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 2. terdiri dari : a. 4. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. 3. 2. d. 74 . Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. f. 2. 2. Pengembangan aspek teknik. 4. b.

2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. 7. 3. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 5. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 75 . 4. 6.g. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan.

76 . Penata Muda. Penata Tingkat I. golongan ruang II/d. c. Pengatur Muda Tingkat I. b. adalah : a. golongan ruang III/b. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. b. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Penyelia. terdiri dari : 1. Pengatur Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Penyelia. adalah : a. Pengatur. golongan ruang III/c. b. golongan ruang III/a. 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b. c. adalah : a. golongan ruang III/a. terdiri dari : 1. Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Muda. terdiri dari : 1.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. terdiri dari : 1. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. Penyuluh Kehuttanan Madya. Penata Muda. Penyuluh Kehutanan Pertama. 2. c. 3. adalah : a. Penata.

golongan ruang III/d.2. b. 2. 2. Penyuluh Kehutanan Madya. Penyuluh Kehutanan Muda. Pembina Utama Muda. c. terdiri dari : 1. 77 . Penata. golongan ruang III/c. terdiri dari : 1. 3. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/b. golongan ruang IV/c. Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/a. Penata Tingkat I. Pembina.

7. 12. 6. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. 10. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. sebagai berikut : a. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 8. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. yaitu : 1. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 2. 5. 78 . 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 3. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 15. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 26. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. yaitu : 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 17. Melaksanakan temu lapang. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 25. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. b. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Menyusun laporan Tahunan. 23. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). 16. 21. 18. Menyusun laporan Triwulan. 14. Menyusun laporan bulanan. 2. 22.13. 79 . 24. 20. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. 27. 19. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.

7. Menyusun rencana kerja tahunan. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 16. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 17. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 9. 13. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 80 . 6. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 5. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 11. 15.3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 14. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 4.

28. 23. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. kehutanan (demontrasi farm). Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 29. 21. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 26. 20. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Melakukan temu usaha. 25. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 32. 31. 30. 22. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 33. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran.18. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 27. 81 . 24. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 19.

Menyusun laporan tahunan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 7. 41. yaitu : 1. 8. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Menyusun laporan triwulan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 38. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 82 .34. 40. 35. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. 3. 5. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. c. 2. 36. 4. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 6. Menyusun laporan bulanan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 39.

Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 83 .9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 11. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 10. 23. 17. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 16. 22. 14. 20. 13. 15. 21. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 18.

Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 84 . 26. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 32. 38. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 28.24. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 31. 36. 39. Menyusun laporan bulanan. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 27. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun laporan triwulan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan tahunan. 34. 37. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Mengolah. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 29. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 35. 30. 25. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 33. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan.

Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 85 . 7. yaitu : 1. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 6. adalah sebagai berikut : a. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 11. Penyuluh Kehutanan Pertama. 3. 2. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 9. 4. 10. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). 8. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 13. 5.

Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. LSM. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 22. 19. 18.14. 17. 21. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. LSM. 86 . Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 16. Melakukan temu karya kepada Pemda. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 24. 23. 30. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 29. 15. 27. 26. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 25. Menyusun laporan triwulan. 20. Menyusun laporan bulanan. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 28. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan.

14. 8. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 11. 3. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 4. 13. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 2. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. cendekiawan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. b. 5. materi. 87 . 9. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. dan pemerintah pusat. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 6. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. cendekiawan. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. dan pemerintah pusat.31.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 26. 17. 21. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan triwulan. 23. 19. 24. 88 . 25. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 27. Menyusun laporan bulanan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.15. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun laporan tahunan. 28. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 20. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 30. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. 16. 29. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 18. 22. 31.

8. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. sarana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 33. 3. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. materi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 2. 9. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. c. 10. 35. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 7. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 34. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 89 . 5. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 4.32. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 19. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi. Menyusun laporan tahunan. 16. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 13. 17. 20. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 14. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik.11. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 15. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 18. Menyusun laporan bulanan. 21. 12. 22.

angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pendidikan. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Pengembangan profesi. dan f. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 91 . terdiri dari : a. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. (3) Unsur penunjang.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pemantauan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. d. adalah sebagai berikut : a. b. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Unsur utama. (2) Unsur utama. c. b. b. b. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Persiapan penyuluhan kehutanan. e. ditetapkan sebagai berikut : a. Unsur penunjang.

Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 92 . setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang IV/c. b. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina Utama Muda. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. dengan ketentuan : a. golongan ruang IV/c. golongan ruang III/d. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.

sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 93 . (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama.

c. 94 . d. b. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.

b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. 95 . d. d. b.(2) Dalam menjalankan tugas. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. b. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. Kehutanan Departemen Kehutanan. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. d. Seorang Ketua merangkap Anggota. dibantu oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. adalah : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. c. c.

adalah 3 (tiga) tahun. Dapat aktif melakukan penilaian.b. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. c. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan.

d.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 97 .m a s i n g . digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. d. adalah : a. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. golongan ruang II/b. golongan ruang III/a. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). b. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 98 . Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). b. c. d. adalah : a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan b. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. apabila: a. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. c. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. 99 . Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. b. dan c. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a.

golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. c. pangkat Penata Tingkat I. d. pangkat Pembina Tingkat I. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. pangkat Penata. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. e. dan ayat (3). Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 100 .BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. ayat (2). golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. apabila : a. dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang IV/b. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda. b.

dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. 101 . Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). b. c. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1).

Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. memindahkan.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 102 . dinyatakan tetap berlaku.

pengalaman. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. dan pengembangan karier. 103 . Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

2.03 NO.31 0. Kabupaten/Kota c. 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.03 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 4. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 2.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.32 0.02 PK Pelaksana . 5.480 jam Lamanya 81. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. Primer b. 5. 3. 6. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. Desa dan Kecamatan b. 1.16 0.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 6.09 0.160 jam Lamanya 30.07 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 4. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161.16 0. 7.

Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.14 0. Media papan 1). penyuluh kehutanan penyelia 2.05 0. Sebagai pembahas c. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.04 0. Menyusun rencana identfikasi b. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a.04 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Media terproyeksi/audiovisual 1).07 0. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.10 0.03 0.106 1 B. Slide .08 0. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Sebagai penyaji 2).17 0. Melaksanakan kajian identifikasi c.Mengumpulkan data b. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Menganalisis data 2.08 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.19 0.01 0.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C.10 0.40 0.09 0. Seri foto (min 5 lbr) 3). Foto 2). Mengolah data c. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Kelompok wanatani b. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.02 0.07 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.32 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Chart/gambar b. Flip chart (min 5 lbr) 4). Kelompok sasaran lain 1.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.

28 0. Maket 2). Leaflet/folder.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).16 0. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. oleh .28 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .04 0. 3. oleh . Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.16 0.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .38 0. Demontrasi hasil .80 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Penyuluh kehutanan pelaksana b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Poster.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.Penyuluh kehutanan penyelia 3). 4. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet. Realita 1).56 0. oleh . Media cetak 1). Siaran sandiwara di radio /TV c.Penyuluh kehutanan penyelia d.15 0.60 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.56 0.03 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. oleh .08 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Diorama 3).81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.30 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Demontrasi cara b.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Penyuluh kehutanan pelaksana b. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Model 4).01 0.04 0. Brosur / booklet (min 1000 kata).75 0.16 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Spesimen 5).

Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Sebagai moderator b.22 0. Tingkat kabupaten c.05 0.06 0.27 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Kelompok tani binaan b. Tingkat desa dan kecamatan b.04 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c. Tingkat propinsi 8. Tingkat propinsi 12.08 0. Tingkat BPP/kecamatan b. Sebagai narasumber 7.08 0. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Kelompok tani binaan b.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.07 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Percontohan petak (demontrasi plot) 2).06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 . Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.18 0. Melakukan temu usaha 10. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.03 0. Tokoh masyarakat/agama 11. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.18 0. Melaksanakan temu lapang 6.09 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.Sebagai pramu wicara 2).02 0.02 0.06 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a.08 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0.05 0. Ceramah umum 1).Sebagai pembuat karya/desain . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat Propinsi b. Tingkat Desa dan Kecamatan 2).04 0.02 0.03 0. Melakukan temu karya kepada: a.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1).

Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Penyuluh kehutanan penyelia b.Melaksanakan penilaian lomba 1.20 0.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Madya . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).03 0.madya c. Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Mengolah. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .01 0.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Pemula .05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Melakukan pemantauan/pengendalian 2.06 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .06 0. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Menumbuhkan kelompok 2.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.utama 3. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.48 0.32 0.1 Setiap kali 0. Bulanan 1.02 0. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut . Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Penyuluh kehutanan penyelia 15.Sebagai pembuat karya/desain 13.05 0.lanjut b.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.01 0. Lanjut .04 0.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Perorangan oleh : 1). Menyusun kurikulum kursus b.08 0.30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).05 0.03 0.04 0.

Triwulan 1.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan penyelia c. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Penyuluh kehutanan penyelia b.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Penyuluh kehutanan pelaksana 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7.06 0.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A.50 5.50 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.06 0. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .50 1. Penyuluh kehutanan penyelia 1.15 0.00 3. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12.nilai pembaharuan 2. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.12 0. Dalam bentuk makalah 4.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.50 6.30 0.50 2. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Tahunan 1. Dalam bentuk buku b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.00 0.00 4.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.02 0.

00 2. Moderator c.00 5. Pembahas d. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.50 0.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Tingkat nasional/internasional. FEISAL TAMIM 111 . Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.sebagai: a.00 1. Sarjana muda/diploma III 3.00 2.00 0.50 0.00 2. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. 10 (sepuluh) tahun 2.50 Semua jenjang 7.50 3. Gelar kehormatan akademis 3.sebagai : a.00 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 1. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a.00 15.50 1. Anggota aktif 2.00 1. Sarjana/diploma IV 1.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. Anggota aktif 1. Diploma II 2. Narasumber e. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Dalam bentuk makalah 3.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 0. Memperoleh piagam kehormatan 1. Pemasaran b. Tingkat propinsi. Dalam bentuk buku b. 20 (dua puluh) tahun c. Pengurus aktif b.00 4. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 2. 30 (tiga puluh) tahun b. Pengurus aktif b.

SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A.80 0. Sebagai penyaji 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Sebagai nara sumber 1.07 0.12 0. Sarjana / Diploma IV 1. Sebagai pembahas c. Lamanya antara 641-960 jam 3. Sebagai narasumber 3. Lamanya antara 481-640 jam 4. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1.36 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Menyusun instrumen identifikasi 2. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b.16 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.12 0.04 PK Pertama . Lamanya lebih dari 950 jam 2. pasca sarjana 3. Lamanya antara 30-80 jam 1. Lamanya antara 81-160 jam 6. Dokter 2. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Lamanya antara 161-480 jam 5. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B.

oleh . Sound slide (min 10 lbr) 4).Penyuluh kehutanan muda .40 0. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).19 0.60 0. Selebaran/pamflet.15 0.penyuluh kehutanan madya 113 .08 0.32 0.oleh . OHP transparan 2).2 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.30 0. Media cetak 1).Penyuluh kehutanan madya 3). Penyuluh kehutanan muda c. Seri slide (min 10 lbr) 3). Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.39 0. Bulletin boart (papan bulletin) b.Penyuluh kehutanan madya 4). Menyusun instrumen 2.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.Penyuluh kehutanan muda . Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan pertama .28 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.60 D. Brosur/booklet.45 0.84 0.Penyuluh kehutanan pertama .06 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Poster.oleh .Penyuluh kehutanan pertama . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.60 0.1 a.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Penyuluh kehutanan pertama b.8 0.oleh .Penyuluh kehutanan muda .5 0. Siaran radio TV c.56 0.penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan pertama . Media papan 1).30 0.16 0.Penyuluh kehutanan madya 2). Media terproyeksi/audiovisual 1).

10 0.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.Pemuda. LSM.08 0. Tingkat propinsi . Perorangan oleh : 1. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Tingkat nasional . Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .perguruan tinggi. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a.64 0. Tingkat nasional b. Tingkat internasional 7. Tingkat nasional 4.Sebagai pembuat karya/desain . Melakukan temu karya kepada : . pemerintah pusat 5. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. Tingkat internasional b. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Ceramah umum 1. Membuat desain kaji terap/uji coba b.59 0. Sebagai sutradara b.03 PK Pertama 1 .Perguruan tinggi. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2.08 0.06 0.16 1. Tingkat nasional 2. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0.06 0. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .24 0.Pemda.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. LSM.Sebagai pramuwicara 8.18 0.Sebagai pramuwicara 2. pemerintah pusat 6.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Sebagai pembicara / penyaji 3.08 0. cendikiawan.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.114 2 B.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. cendikiawan.09 0.

Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Bulanan a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 0.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2.12 0.06 0. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Penyuluh kehutanan pertama 2. Sebagai penyaji b.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Sebagai pembahas 2.04 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a.06 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.21 0. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan madya b.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Penyuluh kehutanan pertama b.08 0.08 0. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Penyuluh kehutanan muda c.12 0. Penyuluh kehutanan madya b. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2.12 0. Menyusun materi kursus 1.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan pertama b. A. Penyuluh kehutanan muda 3.08 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.60 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Penyuluh kehutanan madya 10.09 0. Triwulan a.08 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Kelompok sasaran lain oleh : 1.44 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV. Penyuluh kehutanan muda 3.

Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1.46 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.80 1. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.15 0. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.40 0. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.90 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.42 0. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.36 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a.95 1. penyuluh kehutanan madya 1.20 1.45 0.50 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.30 0.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B. Tahunan a.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. penyuluh kehutanan muda c. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. materi. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.69 0.37 0.

50 6. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.50 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. materi .00 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.04 7. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.00 1. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1.50 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.00 Semua jenjang Semua jenjang A.50 5. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.00 3.00 4. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 Semua jenjang Semua jenjang . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.50 1.1 Setiap naskah rumusan 0.00 0. Dalam bentuk buku b. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.00 3. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Dalam bentuk makalah 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.

Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. 30(tiga puluh) b. 10(sepuluh) tahun 2. Pengurus aktif b. Tingkat nasional/internasional.00 2.00 1. sebagai : a. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 15.00 1. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Moderator c. 20(dua puluh) c.00 1. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Anggota aktif 1.00 2. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . Narasumber e. Tingkat propinsi. Sarjana/D IV 2.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. sebagai : a. Pasca sarjana 3.35 3.00 1.00 1. Pengurus aktif b.50 0.50 C. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. Pembahas d. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.50 3. Pemasaran b. anggota aktif 2.00 2.00 15.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.00 2. Doktor 1. Peserta 3 4 5 6 7 D. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.00 0.

Persiapan penyuluhan kehutanan C.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. FEISAL TAMIM 119 . P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Pendidikan B. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.

PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Pendidikan B. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. FEISAL TAMIM . P e m a n ta u a n .

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. 2. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. b. 121 . Mengingat : 1. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. 3.

Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. 11. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 7. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 14. Kewenangan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 12. 9. 8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 122 . 15. 10.6. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Pemindahan. Dengan ditetapkannya keputusan ini. 13. Fungsi.

Para Gubernur seluruh Indonesia. Para Walikota seluruh Indonesia. 3. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 11. 9. 7. Menteri Kelautan dan Perikanan. 13. 123 . Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 2. Para Bupati seluruh Indonesia.: 1. 10. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 14. Menteri Dalam Negeri.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Pertanian. Menteri Kehakiman dan HAM. 4. 6. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 5. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 12. 8.

telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. tim penilai. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. 124 . Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. 4.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. 3. B. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. pengelola kepegawaian. Maksud dan Tujuan 1. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Latar Belakang 1. 2.

Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 4. pengangkatan kembali. 3. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. sub unsur dan butir kegiatan. rincian dan tolok ukur kegiatan. C. 125 . pengangkatan dalam jabatan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. pemberhentian. unsur. tim penilai. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. pengusulan. penilaian dan penetapan angka kredit. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. kenaikan jabatan dan pangkat. D. 5. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. 6. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas.2. tanggung jawab. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. pembebasan sementara. pengelola kepegawaian. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1.

Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. mau dan mampu memahami.7. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 9. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 14. 8. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. 11. 15. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 13. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 10. 12. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan.

18. 23. padat. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. tujuan yang ingin dicapai. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 20.16. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 21. 22. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. yang menggambarkan keadaan sekarang. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. 24. 19. sistematis dan tertulis setiap tahun. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 17. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 127 . Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. 5. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. meliputi: a. 134 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. b. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. b. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. c. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. d. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. 4. 3. mengembangkan. melaksanakan. 2. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. c. meliputi: a. c. meliputi: a.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. meliputi: a. b. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pemantauan.

g. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. C. 6. Pengembangan aspek teknik. Sekolah Tinggi. 135 . Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. c. 7. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Institut. meliputi: a. Pendidikan a. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Pengembangan profesi.b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Penunjang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. d. Institut. f. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. e. d. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. metodelogi. materi. b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. b. c. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. meliputi: a. Memperoleh piagam kehormatan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan.

4) Sarjana Muda/D-III. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 3) Sarjana/D-IV. pangan. 2) Pasca Sarjana (S2). Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pertamanan. peternakan. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. b. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. geografi. 5) Diploma II. apabila merupakan 136 . dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. kehutanan.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. biologi. tanaman. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. agribisnis. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya.

tanggal. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. Persiapan. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . Penyuluh Kehutanan Terampil a. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. 137 . Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pemantauan.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. nilai 2 6) Lamanya antara 30. nilai 1 2. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2.II/d). Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. Evaluasi.80 jam. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. han atau jumlah jam pelatihan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit).1. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Pelaksanaan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .03.03. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. 138 . yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan.01. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. 139 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.08. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. yaltu 0. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. yaitu 0.

9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan.04. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V.02.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.03. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data.

yaitu 0.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar.09.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.10. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 0. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 142 .03. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. 15) Melaksanakan temu lapang.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.03.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 143 . Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.03. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.02. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.

yaitu 0.02.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I.06. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 144 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.

yaitu 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.01. yaitu 0. 145 . 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran.01. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.

Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.01. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. yaitu 0.Ill/b). 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.02. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.02. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.06. b. yaitu 0. yaitu: 146 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan.07. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. 147 . Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan.16. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. yaitu 0.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan.000 atau skala 1: 10.000 sesuai dengan lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. yaitu 0. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan.32.000 atau 1: 10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.09. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 148 .000.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.

8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.31. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.05. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.12. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. 149 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.

150 . yaitu 0. RDKK. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun.19. yaitu 0.08.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V.04. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. kelompok sasaran lain. RDKK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.

151 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. tulisan tangan. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. yaitu : 0. foto copy. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. gambar.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet.15. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.07. dsb.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. 152 .28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya.3.

Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0.04. yaitu 0. 153 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket.16. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I.08. 154 . yaitu 0. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.38.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.04. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.05. 155 .

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.09. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.07. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. sebagai pramuwicara.06. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.08. yaitu 0. 157 . 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota.

158 . yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya.16. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

yaitu 0. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.04. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.05. yaitu 0. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.06. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. format yang ditentukan. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman.Ill/d).05. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c .14. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. masyarakat sasaran. kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi.04. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan.15. yang disusun. c) Ketepatan materi yang disusun. 160 161 .06.c. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. Bukti kredit yaitu 0.16. 0. yaitu 0.

yaitu 0. yaitu 0.17. 5) 162 . Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa.10.10. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.

Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan.40. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). yaitu 0. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. 163 .6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.39.

08. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan.12. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV.32. yaitu: 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. yaitu : 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . yaitu 0.

6. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. 165 .3. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. yaitu 1.81. yaitu 0.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. yaitu 0.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. 166 .56.8. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama.56. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1.000 kata. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.

Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. 167 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.75. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model.07. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up.

20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.22.27. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka . yaitu 0.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. 168 . 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.16.

25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 169 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. yaitu 0. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.18. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.

170 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. yaitu 0.48. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun.12. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 171 . yaitu 0. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.05. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. yaitu 0. yaitu 0.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V.48. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 172 . Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . yaitu 0. yaitu 0. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran.09. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. d) Pelaksanaan penyuluhan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0.2. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. keterampilan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. yaitu 0. 173 . c) Ketepatan materi penyuluhan. 36) Mengolah. dan sikap masyarakat sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.3.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.54. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. 174 . 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat.08.

III/b). Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0.2. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan.04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun.07. 175 . PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.16. yaitu 0. yaitu 0.

yaitu 0. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1.32. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.07. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0.19. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). 176 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 177 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun.06. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan.16. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide.

yaitu 0.15. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.28. 178 . 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. yaitu 0.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V.28. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. sebagai pembicara / penyaji. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.3. 179 . yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional.06. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi.

pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya.08.08.09. yaitu 0. LSM. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. LSM. LSM. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 180 . 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 181 .18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0.1. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional.08. yaitu 0.03.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.04. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 182 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.09. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.38.

04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 183 . yaitu 0. yaitu 0.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. yaitu 0. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.15. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat.

5. yaitu 0. 184 . 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.46. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

185 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. sarana. materi. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0.37.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. metodologi. yaitu 0. metode. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun.III/d). Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. sarana.36. yaitu 0. b. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. metodologi. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.36.

yaitu 0.4. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 .Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.39.8. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V.

b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 187 . yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit.

3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 188 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. yaltu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.56. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.

pemerintah pusat. cendekiawan. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. cendekiawan. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.6. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. dan pemerintah pusat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 189 . yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.16. yaitu 0. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi.64. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

16. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. minimal dihadiri 50 orang. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. yaitu 0.06. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. cendekiawan. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.16. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaltu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 190 . 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan.24. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V.59. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.06. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.44. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 192 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. yaitu 0.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0.

193 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.27. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.6. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. yaitu 0.21. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. 194 .Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.14. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.42. yaitu 0. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.30. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.80.46. Bukti Fisik : Laporan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 196 . yaitu 0.96. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

c. materi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.IV/c). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. metodologi. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . yaitu 0. yaitu 0. metodologi.12. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. materi. sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.84. 197 . metodologi.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.58. 198 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK).45.36. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. yaitu 0. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. yaitu 0.84. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 199 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.84. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder.

Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. cendekiawan dan pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.80. yaitu 1. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. pemerintah pusat. yaitu 0. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. cendekiawan. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional.9.18. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II.

18. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara.09. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV.18. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 201 .

12. yaitu 0. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 202 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.12. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.69.18. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.45. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

yaitu 1. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. materi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. metodologi. materi sarana. 204 . 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. yaitu 0.2. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.08. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.9. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.

5. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. yaitu 0. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . 1. yaitu 12. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. materi. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. b. Apabila ditulis oleh tim (kelompok).72. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. 3. sarana. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku.

Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. yaitu 6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 .

yaitu 4. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. 3. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. 207 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. b. yaitu 8. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya.dihasilkan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. b. yaitu 7. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 208 . Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. yaitu 3. Dalam bentuk makalah. Tolok Ukur : a. Bukti Fisik : a. b. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. 4.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. yaitu 2. 5. Bukti Fisik : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 5. 209 .0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 2.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 6. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan.5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan.

.

Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. 211 .5. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran.04. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. yaitu 3. yaitu 7. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. a. yaitu 0. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. 2.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk makalah. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. kabupaten/kota. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 3. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.b. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. propinsi. 212 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kecamatan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V.5.0. 2). b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 1. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat.

d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. 213 .5. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.0.c. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. yaitu 3. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya.

Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0. 214 . b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. yaitu 2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 3.2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.

0. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 .0. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. yaitu 2. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 4. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. 5.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan.5. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. 216 . Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). yaitu 1. yaitu 0. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.0. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri.

apabila lulusan perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 217 . yaitu 10.0. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. yaitu 5.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 2. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.

sebagai : 1. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Tingkat nasional/intemasional.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. yaitu 15. yaitu 0.5. yaitu 0. Tingkat Propinsi. b). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.0 2. yaitu 1. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. sebagai: 1. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.5. 218 .

yaitu 0. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah.0.2. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. yaltu 2. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). 7) Memperoleh piagam penghormatan a).35. 2.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. 219 . 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh).

Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). yaitu 1. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. 220 . yaitu 15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.0. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.0.

DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. c. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. memeriksa kelengkapan persyaratannya. d. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya.BAB III PENGAJUAN DUPAK. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. b. b) Bagi yang bekerja di Pusat. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. Tatacara Pengajuan DUPAK a. 221 .

Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. dan/atau c) Pemantauan. 2. atau paling lama satu tahun sekali. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3.e. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. 3. 222 .

223 . Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. c.4. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai a. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. b. 2. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. yaitu : a./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. Penilaian Angka Kredit 1. B. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. dan 224 . Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 3. c. b. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. d.

Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . c.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 4. d. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g .

c. dibentuk 226 . 6. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. d. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan.b. b. Sekretariat Tim Penilai a. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 5.

Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. b. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). e. c. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan.b. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. d. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. 7. f. c. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.

dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. i. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. h. j. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. g. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. m. l. k. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. 228 . 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit.

maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Penetapan Angka Kredit 1. C. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. b. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. b. adalah: a.8. d. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. 229 . Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). PAK yang telah ditetapkan. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). c. 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan).b. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 230 . Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.

b. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Menteri Kehutanan. Persyaratan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A.l. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 231 . c. 2. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pengangkatan Pertama Kali 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. d. golongan ruang Il/b.

pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. pangkat Penata Muda golongan II/a. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Ill/a. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. 3. b. Saudara lr. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian.4) b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60).Joko.

B. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Persyaratan a. Dengan demikian. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. b. c. 4. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Perpindahan Jabatan 1. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. 233 .

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. b.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. b.I. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Il/b. 234 . 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. golongan ruang Ill/a. 3.

Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. 5. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. C. 6. Penyesuaian Jabatan 1. 235 . 3.4. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. 4. 2. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. b. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. c. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. b.

b. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Kenaikan Jabatan 1. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u .BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 2. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 236 . c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. b. b. c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 3.

kehutanan atau yang serumpun. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 237 . 3) PAK terakhir asli. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 4. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. yaitu bidang penyuluhan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. d. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a.c. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan.

selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. B. d. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Kenaikan Pangkat 1. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. dan b. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 238 . c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi.b. adalah: a. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan.

dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. d. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.b. 239 . 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.

2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 3. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 240 . golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/a. b. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda.

5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) PAK (asli) terakhir. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 . selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.4. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan.

c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. b. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 2. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/c. pangkat Pembina Tingkat I. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/b.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 242 . c. pangkat Penata Tingkat I. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata. golongan ruang III/d.

4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. d. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. f.d. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. g. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. c. 243 . Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. e. Ketentuan lain a. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. h. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 4. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3. b. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau Cuti di luar tanggungan negara. b. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya.

2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Pengangkatan Kembali 1. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. 244 . selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. d. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. b. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. c. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. B.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil.

atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin.2. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. c. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. d. 245 . diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. e. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 3) Copy PAK terakhir. Pensyaratan pengangkatan kembali a. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. f. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. b. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat.

sehingga PAK terakhir Sdr. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Ir. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Agus. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Ir. 4. Dalam hal yang demikian. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Agus. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. lr. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. 246 . jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata.

golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.Sdri. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 247 . goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. pangkat yang digunakan adalah Penata. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam hal yang demikian. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. atau 2. Ir. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. lr. b. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. Anita. Ir. Anita. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. sehingga PAK terakhir Sdri. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. c. d. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. C.

golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.b. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. b. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. 3. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas.

c.perundangan yang berlaku. d. 249 . Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 . 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.PAN/12/2002.

BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. antara lain melakukan: a. atau c. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. b. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . d. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. Cuti diluar tanggungan negara. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). c. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. e. dan f. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3.

. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a.. / ……...…..........CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1........ Pangkat / Golongan c. / …….…………….... ……………………….…... Peserta Hasil Kegiatan : …………....... : ……………………….….……………..…………….. 6. ....….....……………...……………...... . 5.. ………….…. ..…………….…………….. ..…....……………..…. ....…………….……………..... 3. : ………………………..... . : ……………………….. ………………………...... 4.. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.…….. 2.. : …………...…... ......…........ ..……... : ………………………..…........ ... : ……………………….. ....... Nama dan NIP b............... ………………………... 252 ... : ……………………….…..... Jabatan d.………... : ………………………......….............. ..... ....……………. ……………………….. : ………………………. : ………………………. tanggal …………... Tempat/ Lokasi c.. : ………………………..…......….........……………..…………….....…………... ...........……………...........…........………...…………...…........ . Waktu Pelaksanaan b.. Penyuluh Kehutanan a...

......….... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya................. pada tanggal ………….………….........………………..……………………....…………….....……...…………... …………………………………………………………..........di……….......CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….... : ……………….....……..... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………….... …………………………………....……........……………...........…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ........ Telah melakukan kegiatan…………………………………..........…….sebagai……...... : ……………………...……/ …………....... : ……………………..……………………………………………... …………… tanggal……….…………………… 253 ................……………………………………………..........……/ ……...

……........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………………………….……..………/ ………….. …………… tanggal……….....…………………………......... : ……....……………………....…...........… di……………. : ……………………....…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.....…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus..……....... membimbing penyuluh kehutanan) selama…….......... pameran.......…………….......... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan... Telah melakukan kegiatan…………………………..............................…………………………. jam pada tanggal …………... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………. : …………………….... 254 .......…………......………………/ ………….......... …………………………………………………….. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya. pramuwicara..

..... …………… tanggal………......……….......... : ……………………........………….. ……………………………………….…………/ ……..…/ ……….………...... di ……………....... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………......………………………………………....………...…… Ketua Panitia/ Penyelenggara . pada tanggal …………………...........……………………..........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS.. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….…………………… 255 ............. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………............ Dengan judul ……………………………………...………………. : …………………..............…………………….……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya... : …………………….............………………………………………........... MODERATOR.

......... yang dilaksanakan pada tanggal ... : ……………………..................………......……….....………….. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya......................... : …………………...... : ……………………..... …………… tanggal……….... : …………………....…………/ …….................…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ........CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………......... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….....………............................................................... di .………….................................……………….……….......………………...............…/ ……….............………..... : ……………………..........…………/ ……... Telah melakukan kegiatan ..…/ ………... : ……………………............………..

... 9.480 jam 5.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... 7.. 5.960 jam 3... Lamanya antara 30 .. Lamanya antara 641 . Lamanya antara 481 . Lamanya antara 161 .. Lamanya antara 81 .. 4. 2....... s/d ..... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... 6.... Sarjana Muda/ D III 2..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. 3........ Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. D II B...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.640 jam 4.. 8... Unit Kerja : 1. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.80 jam JUMLAH I 257 . tanggal ....160 jam 6..

1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. 9. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Melaksanakan temu lapang. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Perorangan b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 5. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Kelompok sasaran 2. 2. 10. 3. 2. Anggota kelompok sasaran b. 2. Flipchart c. 6. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. 8. Kelompok sasaran lain C. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Chart/Gambar B. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. 7. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Foto b. B. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a.

Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. JUMLAH V 259 . 3. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. C. Dalam bentuk majalah. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. JUMLAH IV V. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 4. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. PEMANTAUAN. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.

Moderator. D.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. 3. Diploma II 2. 10 (sepuluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana/Diploma IV F. b. C. JUMLAH VI 260 . Pengurus aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. sebagai: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Peserta. Narasumber. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 2. Dalam bentuk buku. Memperoleh piagam kehormatan 1. G. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 30 (tiga puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 20 (dua puluh) tahun. Anggota aktif. 4. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota aktif. b. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Tingkat Propinsi. Pemrasaran. b. c. sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk makalah. 2. 3. 2. Gelar kehormatan akademis. E. B. b. Sarjana Muda/Diploma III 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. Pembahas.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.. Tanggal ..... Ketua Tim Penilai ( ....... ) NIP.................................. Pejabat Pengusul ( .............................. 3.............................. 2..... Dst ....... Catatan Pejabat Penilai .............. Pejabat Penilai ( . 262 ......................... Tanggal ........ Tanggal .. Catatan Tim Penilai ........... 4...................... ) NIP.......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............. ......... ) NIP....

. Lamanya antara 481 ... 9...... 4.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian....... Unit Kerja : 1. 2.... 3. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.960 jam 3. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 161 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. 5.640 jam 4.... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1..... 8....480 jam 5. D II B. 6..... Lamanya antara 81 . Lamanya antara 641 .... Sarjana Muda/ D III 2.. tanggal .. 7.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A......80 jam JUMLAH 263 . s/d ..160 jam 6.. Lamanya antara 30 .......

Sebagai narasumber 5. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 2. Specimen B. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Kelompok sasaran 2. Melakukan temu usaha. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Sebagai moderator b. Leaflet/folder d. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 6. 7. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. 4. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Seri foto b. Selebaran/ pamflet c. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. B. 3. C. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 2. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 9. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Anggota kelompok sasaran b. 2. Poster e. Maket g. 8. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. 3 4 5 6 7 8 III 264 . 6.

2. 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. B. 6. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. C. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 12. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. D. JUMLAH III PEMANTAUAN.1 2 10. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. 265 . Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. 2. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Perorangan b. b. 5. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk majalah. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 11. V. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. b. Kelompok sasaran lain 13.

................. Ketua Tim Penilai ( ......................... Tanggal .... Catatan Pejabat Penilai ....... Pejabat Penilai ( ...... Tanggal ............................ 266 ..... Pejabat Pengusul ( .......... ) NIP................ Tanggal ............ Catatan Tim Penilai .......... ........... ) NIP................. 3............ ) NIP.........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. 4... 2............. Dst .............................

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

............... 268 . Dst .. ) NIP............. Catatan Pejabat Penilai ................................ 4....... 2............................. Tanggal ................... ....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1. Catatan Tim Penilai . Pejabat Pengusul ( ................ 3.............................. Ketua Tim Penilai ( ...... Tanggal ...................... ) NIP........ Pejabat Penilai ( ... ) NIP.......... Tanggal .

Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5. 6. D II B... Lamanya antara 481 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Lamanya antara 161 .. 7....640 jam 4. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... Lamanya antara 641 ... 3. Lamanya lebih dari 960 jam 2.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 81 ..... Sarjana Muda/ D III 2.... 8.....80 jam JUMLAH I 269 ...960 jam 3.. tanggal . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 4...... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1..... s/d .....160 jam 6.... 2... 9. Lamanya antara 30 ... Unit Kerja : 1.480 jam 5....

Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. C. B. 8. 4. 3. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 3. 7. Mock up B. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Leaflet/folder e. Selebaran/pamflet d. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 2. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 6. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Kelompok sasaran 2. Diorama h. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Slide b. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Model i. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 1. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 2. 5. Poster f. Brosur/booklet g. Siaran sandiwara di radio/TV c. D. Anggota kelompok sasaran b.

4. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. 1. 2. Dalam bentuk buku. D. C. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. B. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Mengolah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. V. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam bentuk majalah. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.1 2 9. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. C. b. 271 . Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 4. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan.

Pengurus aktif. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 10 (sepuluh) tahun. Tingkat Propinsi. Anggota aktif. G. JUMLAH VI 272 . c. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. 4. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Moderator. sebagai : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.1 2 3 4 5 6 7 8 B. 2. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Sarjana/Diploma IV F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Anggota aktif. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. Pengurus aktif. Diploma II 2. 30 (tiga puluh) tahun. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Gelar kehormatan akademis. b. Dalam bentuk makalah. 3. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pemrasaran. Peserta. 3. sebagai: 1. 20 (dua puluh) tahun. E. Dalam bentuk buku. C. Narasumber. b. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. D. Pembahas.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

....... Tanggal .. ) NIP... Pejabat Pengusul ( ............................... 274 ...... Catatan Tim Penilai .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....................... Tanggal ............. 2..................... 4......... ) NIP...... Catatan Pejabat Penilai ................ Tanggal ..... 3............................................................... Dst .. ) NIP...... . Ketua Tim Penilai ( . Pejabat Penilai ( ..............

Lamanya lebih dari 960 jam 2. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Pasca Sarjana 3..... 3.......... Sarjana / D IV B.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. 8.. s/d ..960 jam 3. 2..... 7.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Lamanya antara 481 ..... 6. tanggal .... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1......160 jam 6.. Lamanya antara 81 ... 5.480 jam 5...... 9.. Lamanya antara 161 .80 jam JUMLAH I 275 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Doktor 2... Lamanya antara 641 . Unit Kerja : 1. 4...640 jam 4. Lamanya antara 30 ..

Menyusun rancangan sarana penyuluhan. C. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. b. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. Leaflet/folder f. Kelompok sasaran lain C. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. OHP transparan c. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Brosur/booklet B. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. LSM. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada Pemda. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Tingkat propinsi. Tingkat nasional. 6. 5. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Perorangan b. Selebaran/pamflet e. 2. 3. B. Bulletin board (papan buletin) b. Poster g. 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Seri slide d.

Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. JUMLAH V VI. Materi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. Pengembangan Aspek Teknik. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH IV V. b. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Sarana. materi. 277 . 4. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. B. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam bentuk buku. PENGEMBANGAN PROFESI A. C. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. PEMANTAUAN. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. B. 2. Metodologi. 3. 4. 4. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 1. Dalam bentuk majalah. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pemrasaran. c. 20 (dua puluh) tahun. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. b. Tingkat Propinsi. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 5. Anggota aktif. 2. sebagai : a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. G. 2. Diploma II 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. sebagai: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. B. 3. Pengurus aktif. D. b. C. Sarjana/Diploma IV F. Dalam bentuk makalah. 3. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 10 (sepuluh) tahun. Pengurus aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1. JUMLAH VII 278 . E. 2. b. Gelar kehormatan akademis. Anggota aktif. Pembahas. Moderator. 1. 2. 30 (tiga puluh) tahun. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana Muda/Diploma III 3. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. b. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. Narasumber. Peserta.1 2 3 4 5 6 7 8 D. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Dalam bentuk buku.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .

................... Tanggal .......... ......................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................... Pejabat Pengusul ( ....... Dst .......................... 280 .... Tanggal ... Catatan Pejabat Penilai ....................... 4...... 2...... ) NIP....... Tanggal ...... ) NIP............ Pejabat Penilai ( ................. 3............ ) NIP... Catatan Tim Penilai ................ Ketua Tim Penilai ( ..................

. Sarjana / D IV B... Unit Kerja : 1. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.160 jam 6..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian......... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 9.480 jam 5.......80 jam JUMLAH I 281 .. 8. 2.640 jam 4.... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... Pasca Sarjana 3.. 6.. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 4. tanggal .... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 30 . Lamanya antara 81 . 3.... Lamanya antara 481 .. 7...960 jam 3. s/d . 5....... Lamanya antara 161 .... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Doktor 2...

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 8. Perorangan b. Selebaran/ pamflet e. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. cendekiawan. Leaflet/ folder f. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. 2. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 6. Brosur/ Booklet B. 3. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Siaran radio/ TV d. 5. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 3. B. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. C. pemerintah pusat. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Video c. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Poster g. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 7. Kelompok sasaran lain 9. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Sound slide b.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 5. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3 4 5 6 7 8 V. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Pengembangan Aspek Teknik. materi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. b. b.1 IV. 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 2 PEMANTAUAN. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Materi. Dalam bentuk majalah. Sarana. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 283 . 4. B. Dalam bentuk buku. Metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. VI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 3. 2. 6. 2. b. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 3.

Dalam bentuk buku. 10 (sepuluh) tahun. Pengurus aktif. Moderator. 20 (dua puluh) tahun. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pembahas. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. Anggota aktif. Diploma II 2. 4. sebagai: 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 5. Tingkat Propinsi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. G. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. b. 1. 2. JUMLAH VII 284 . Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Peserta. Narasumber. b. D. 2. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Memperoleh piagam kehormatan 1. c. Dalam bentuk makalah. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 30 (tiga puluh) tahun. Pengurus aktif. Sarjana Muda/Diploma III 3. sebagai : a. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarjana/Diploma IV F. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. b. 2. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. b. Gelar kehormatan akademis. Pemrasaran. 2. b. C. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. D. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. E. B. Anggota aktif.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

. Tanggal ... Ketua Tim Penilai ( .... Tanggal ....................................... ) NIP. Catatan Tim Penilai ................... 3...... Tanggal ....... 2....................... Dst ........... ....... ) NIP.. ) NIP........................... Pejabat Penilai ( ......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............. Catatan Pejabat Penilai ........................... 4....................... 286 ...... Pejabat Pengusul ( ..........

... 3..80 jam JUMLAH I 287 . 2... tanggal .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. Doktor 2. Lamanya antara 81 ....960 jam 3... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... 4... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 8.... s/d ..... Lamanya antara 161 .... Lamanya antara 641 . Sarjana / D IV B....... Pasca Sarjana 3. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5.. 7....... Lamanya lebih dari 960 jam 2...... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.640 jam 4. Lamanya antara 481 . Unit Kerja : 1.480 jam 5...... 9. Lamanya antara 30 ... 6.160 jam 6.

IV. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 2. 3. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Perorangan b. 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Pemerintah Pusat. 3. Selebaran/ pamflet b. 288 . 5. 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Brosur/ Booklet B. cendikiawan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Poster d. 4. Leaflet/ folder c. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 II. 4. B. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV.

3. 4. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengembangan Aspek Teknik. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. JUMLAH VI 289 . Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Materi. 1. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 2. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 4. 2. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. C.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Dalam bentuk buku. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Metodologi. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. B. Sarana. materi. B. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. VI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota aktif. 30 (tiga puluh) tahun. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 5. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 2. 2. Pengurus aktif. Gelar kehormatan akademis. 1. b. 10 (sepuluh) tahun. Anggota aktif. Dalam bentuk makalah. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Diploma II 2. Pengurus aktif. E. 2. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. JUMLAH VII 290 . Peserta. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. sebagai : a. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Moderator. b. Narasumber. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. G. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. D. 3. Sarjana/Diploma IV F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Pembahas. sebagai: 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. Dalam bentuk buku. 3. Pemrasaran. C. c. Tingkat Propinsi. 20 (dua puluh) tahun. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. 2.

................... Pejabat Penilai ( ..................... Catatan Pejabat Penilai ............. 4...... .. 291 ........ Ketua Tim Penilai ( ......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Tanggal ...... ) NIP.......................... 3................. 2............. ) NIP..... Dst ............... ) NIP............... Catatan Tim Penilai ............................ Pejabat Pengusul ( ......... Tanggal ...... Tanggal ...................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

.............................................................................................................................................................................................................................................................. : ............................. : .............................................................................................................. : ........................................................................................ : ........................................ : ..................... : : .................... : ....................... 298 .............. : ........................................................................................................................................................................................................................................................... : . : ......................................................................................................................... : ...........CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ..

.... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.. 299 .... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.......... ....K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ................. Atasan langsung.....

.....................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................................................................................................ : ........................................................................................................................................................................ : ..................... : : ................................. : ..................................................... : ...................................................................... : ........................................................... : ....................................................................................................................................... : .. : ................................................................................................... : .............................. : .............................. 300 ............................

...... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A... 301 ........K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .. Atasan langsung.... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.... ........Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan........

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

.......... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ..................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002. 8............CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...... 5............. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994....... 4................. Mengingat : 1........ / ... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002............. 9................ .... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................... tanggal . 10............. / .. 7............ TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. dipandang perlu mengangkat saudara . 6.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............ 3.............................. b. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan......... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .......................................................... .... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999....................... 308 .... NOMOR : ........... 2................................

.............. Unit Kerja : .......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. Pejabat lain yang dipandang perlu............................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5......... c....... (diisi dengan angka dan huruf) ........................ dengan angka kredit sebesar ............................................................................................... : .. dari jabatan .... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a.... NIP : ....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... 4........ Ruang/TMT d...... 309 ................................. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit...... Nama : . *) coret yang tidak perlu........ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.......... Pangkat/Gol.......................... b....................................

III/a Penata Muda Tk.< 400 400 . I. I.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. 1 2 3 4 5 6 7 . PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.< 550 550 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. I. I. III/b Penata III/c Penata Tk.< 150 150 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. III/d Pembina IV/a Pembina Tk.< 80 80 .< 100 100 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 150 150 .< 200 200 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. II/c Pengatur Tk.< 60 60 . 1 2 3 4 5 6 7 B. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .< 300 300 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. I.< 200 200 . I. III/c Penata Tk. I.

..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) ... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 1.. 3..CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60.. 311 .. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) ...... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).. 4... Mengingat : 2.... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11.... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890)...

........ Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. 10... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).5.. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ......PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 7.. Tugas.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. 11. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.... 12. 6. 312 ..... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 8.... 9. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Kewenangan.

. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya..MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini..... Ditetapkan di Pada tanggal : : a........ akan diadakan perbaikan seperlunya..... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini..n. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA.... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ........ kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku..

........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... ... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.......... 6...................... / .............. / ................. 4.............................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.............................................. 7................... .... Mengingat : 1.............. .... 3.............................................. NIP....................................................................... ............................................................... ...................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan... 9....................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001....... 314 .................................. pangkat/golongan ruang .... Bahwa saudara ........................... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ............................ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002....CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ... 5......................... ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999..............PAN/12/2002... 8................................................. 2.......... NOMOR : ............................................ jabatan ........... karena ......................... ............ b................. berdasarkan .................................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.........

.................... (diisi dengan angka dan huruf) ................ Ruang/TMT d......................................... Unit Kerja : .. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... *) coret yang tidak perlu.................. dari jabatan ......... Pangkat/Gol................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.......... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a............. 315 ..................... dengan angka kredit sebesar ..................................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... b..................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ Nama : ............... NIP : ...... Pejabat lain yang dipandang perlu.............................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........ : ......... c...... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. 4........................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .....

...... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara . 5. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .............................. 8... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...................... 316 .... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. ...................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............................ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. 3...................................................... 7.. Mengingat : 1.. tanggal .............. NOMOR : ... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002........ TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.......... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ......... .. 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........ 2........ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 9..... / .... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................................................. b.. 10....................... / .CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............. 6.................

... Ruang/TMT d..... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. Unit Kerja : ......................... b.... : ............... Pejabat lain yang dipandang perlu.. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.................................................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.............. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ Nama : ............. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................................................. NIP : ...................... c..... *) coret yang tidak perlu.... dengan angka kredit sebesar .......... (diisi dengan angka dan huruf) ................... 317 .............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....................................... Pangkat/Gol...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... 4..................... dari jabatan . Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.....

.............. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .........PAN/12/2002.... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M......................................... Bahwa saudara ......................... Mengingat : 1............................ 6........... terhitung mulai tanggal ..... b...................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002................. .. 2............................. 3... NOMOR : ...... NIP...................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .........CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... ...... / ........ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .. 9........ pangkat/golongan ruang .... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.. / ..................................... 7....................... jabatan ........................................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001....................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........... 318 ....................................... tanggal ...... 5.... 4........ 8........./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)............... .. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.............

.......... b........... NIP : .... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... Pangkat/Gol................ Nama : ........ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.................................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..........................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit................. Ruang/TMT d............ c...... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................................ : ....................... 4......................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.......... dari jabatan ..... *) coret yang tidak perlu....................................... Unit Kerja : ............. Pejabat lain yang dipandang perlu. (diisi dengan angka dan huruf) ........... 319 .... dengan angka kredit sebesar ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->