PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

dan Kabupaten/Kota. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.1. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. dibantu oleh: a. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. pangkat Pembina Tikat I. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. Golongan ruang III/a Pembina. Ketentuan Pasal 15. d. Provinsi. c. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I. (2) Dalam menjalankan tugas. 4 . pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina.

(4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. c. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. d. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. b. Adalah : a. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. c. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a.c. Seorang Ketua merangkap Anggota. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. d. 5 . selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. b. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. Ketentuan Pasal 16. 2. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi.

golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. pangkat Pembina. Ketentuan Pasal 19. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. c. 6 . Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. c. Provinsi. pangkat Pembina Tingkat I. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. pangkat Penata Muda. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi.b. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. dan Kabupaten/Kota. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. 3.

pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. d.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. NE G S I ARA RA E. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). NOMOR 130/KEP/M. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. Mengingat : 1. Menimbang : a. b. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 9 . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). 10 . P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. 3. 8. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 4. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. 7. 6. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015).2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017).

PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 11 . menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. 10. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. 2. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. Memperhatikan :1. dan Tata Kerja Kementerian Negara. 4. 2. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan.587/II. Tugas. golongan ruang II/b.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Fungsi Susunan Organisasi. 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.9.

5. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 2. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. 6. 7. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4. Pangkat paling rendah Penata Muda. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. pengembangan profesi. Paling tinggi usia 50 tahun. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. penyuluhan kehutanan. 6." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. 3. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 7. 5. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Paling tinggi usia 50 tahun. b. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. golongan ruang III/a.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Mengingat : 2.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 1. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.

7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 5. 9. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tugas Fungsi. 14 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 8. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. 4. 10. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 6.

Fungsi.11. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Susunan Organisasi.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Kewenangan. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.

.

17 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Mengingat : 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 1. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332).3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 18 . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 8. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 6. 4. 9. 7.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. 19 . dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 11.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.10. Fungsi Kewenangan. Tugas. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

Jabatan Fungsional Tertentu. 21 . 4. 5. PENDAHULUAN A. Jabatan Karier.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Jabatan Fungsional. tanggung jawab. 3. tanggung jawab. tanggung jawab. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. 2. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Jabatan Struktural. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. UMUM 1. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas.

6. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. 22 . PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. 6. dan pendidikan tinggi. 4. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. B. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. Pendidikan Formal. 5. Angka Kredit. Pengangkatan Pertama. C. 3. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Instansi Pembina jabatan fungsional. pendididkan menengah. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. 2. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku.

Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen.Ijazah dokter. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. 7. adalah golongan ruang III/b. Jaksa Agung. Kepala Kepolisian Negara. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. adalah Menteri. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. adalah Bupati/Walikota. adalah Gubernur. dan Ijazah lain yang setara. Propinsi. 9. II. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 8.

d. b. f. e.III. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. h. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. : : Roby : 260004600 : Jakarta. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. A. c. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a.

05.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. 25 .03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.00 Jumlah : 245. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.

17 Saudara Drs. golongan ruang II/a.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. B. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.00 Jumlah : 255.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. b.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. 3 April 1978 26 . 1.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. c. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.17. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda.

b. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. c. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2.

05. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. C. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.Sudarja : 260004809 : Kebumen. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. pengembangan profesi.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. d. b. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. c. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli.

Golongan Ruang III/a.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5.05 D. golongan ruang III/a ke atas. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. c. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. d. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. b. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25.00 Jumlah : 155.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. 1.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. 29 .05 Saudara Drs.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 4. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. 43 .PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. Mengingat : 1. 3.

Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 6. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 44 . 7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 13. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tugas. 8. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 11.

4. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. Penyuluh Kehutanan. mau dan mampu memahami. metodologi dan teknik analisis tertentu. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh kehutanan. 5. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Pejabat yang berwenang mengangkat. Tim Penilai Angka Kredit. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 3. 7. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 6. Angka Kredit. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 45 . adalah Pejabat 2.

Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. g. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. f. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. 8. adalah Menteri Kehutanan. dilakukan 46 . (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. adalah Bupati/Walikota. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Gubernur. 11. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. e. c. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. d. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. adalah Departemen Kehutanan. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. 10. 9. b.

Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. 47 . Untuk kenaikan pangkat periode April. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. b.PAN/12/2002. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. dengan ketentuan : a. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b.PAN/12/2002. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3).

Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . b. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. dan Dapat aktif melakukan penilaian. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. y a i t u : a. c. b. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.

a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. b. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. 49 . b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.

(7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. 50 . atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.PAN/12/2002. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Tim Penilai Pusat. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.

c. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 51 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. dapat dipertimbangkan apabila : a. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. c. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan.

Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. b. golongan ruang III/d. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. 52 . golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan b. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I.

(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. Setiap unsur penilaian dalam DP. yang berasal dari kegiatan unsur utama. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). Pangkat Pembina. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. 53 . maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. dengan ketentuan : a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan.

BAB V PENGANGKATAN. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. 54 . ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. 3.

selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . b. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. e. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. c. atau Cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. d. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a.

Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1.melaksanakan tugas pokok. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. b. atau 2. 56 . kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. 3. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.

dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 57 . apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5).

3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.PAN/12/2002. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. b. c. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. d. 58 .

(2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. antara lain melakukan : a. d. b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. 59 . pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. f. c. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. e. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi.

(2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. 60 . Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002.PAN/12/2002. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988.

.......... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.. 2......... 5... I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan.. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan....... . Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan........ 3. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.... / TMT.......... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. s/d ........ evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL...... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 . Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu.......... 4............CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : .... / PANGKAT .

......... 2...... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara .................../.......... 6. 63 ..... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994........................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........... 3.................. tanggal ........................................................ ..... 7.. b............................................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.... 8.......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............. Mengingat : 1.... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........... NOMOR : ..... 9.. TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999..................... 5......... 4....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002................................CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999....../................................ .... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..........

.......................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a... 64 ..... 5....... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu......................... *) coret yang tidak perlu... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya....... dalam jabatan ....................... (diisi dengan angka dan huruf) ..................... Unit kerja : ...............................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .......... b.. ............... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1... 3............................................................... NIP : ....... 4....... d....................... N a m a : ....................................................................... c............. 2........................................................... Pangkat/Gol.......... dengan angka kredit sebesar ........ ruang/TMT : ............. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........

................. Pegawai Negeri Sipil : b............................. Bahwa saudara ......................................... Mengingat : 1......... ........ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001....................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.. pangkat/golongan ruang ..... 2.......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002....... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................................. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ ............................. dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan......... NOMOR : .... 4............................./. 3.................. 5.................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......................................./... 7... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................................ karena .................. .............................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........ NIP...... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999..................... berdasarkan ............ 65 .........................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .................... jabatan ........... 6.. membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan...

..................... Pangkat/Gol................................ N a m a : ................................ b................................ dari jabatan .......................... 2...... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................................................................a...................... Unit kerja : ........... *) coret yang tidak perlu.................... ................................................... d.... 4.. NIP : ........ 5..... c.... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu............... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.............................. 3. 66 .... ruang/TMT : ........ KEDUA KETIGA : : ............................ Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........

... b....... tanggal ........... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.................... Bahwa saudara ..... 4.... Mengingat : 1............ .................. 5.................................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002............................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994../.................... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............. ........ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ 3... 6.................... NIP.................... jabatan ../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)............................. 8................. pangkat/golongan ruang ................................ 67 ... .................... terhitung mulai tanggal ........... 7..../................................................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..............CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002........................................ NOMOR : ............... 2.............

.................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... Pangkat/Gol.. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya...................................... ruang/TMT : ............ memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan.MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................. dari jabatan ................... .................... b.......................... *) coret yang tidak perlu. NIP : .......... d......... N a m a : ............. Pegawai Negeri Sipil : a.............................................. 68 ................................................................... c.............................. 4. ......... 5... 3...................... Unit kerja : ...................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.... 2........................ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..............

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 69 . b. Mengingat : 1. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 .PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 3. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2.

9.4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 7.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Susunan Organisasi. 8. 26 Tahun 2001.26-30/V. Kewenangan. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Memperhatikan : 1. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Fungsi. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 10. 6. 11. 70 . Fungsi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 5.

adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. tanggung jawab. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 71 . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. kawasan hutan. Penyuluh Kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. 2. 3. 4.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. wewenang. Kehutanan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas.

melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. mau dan mampu memahami. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Angka Kredit. Penyuluhan Kehutanan. 72 . Angka kredit.5. 7. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 6. adalah proses pengembangan pengetahuan.

melaksanakan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. mengembangkan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. adalah menyiapkan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.BAB II RUMPUN JABATAN. 73 . Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

3. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. 74 .BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. 2. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. 4. meliputi : 1. 3. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi. Pendidikan. Pengembangan aspek teknik. 2. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c. d. b. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. e. meliputi : 1. Pengembangan profesi : 1. 4. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. materi. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. 3. 2. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. 2. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. terdiri dari : a. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. f. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemantauan. 3.

Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 75 . Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan.g. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 3. 7. 5. 6. 4. 2. Memperoleh piagam kehormatan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya.

3. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. adalah : a. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penata. 76 . Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 2. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. golongan ruang III/a. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. adalah : a. c. 2. golongan ruang III/b. Pengatur Muda Tingkat I. 2. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. Penyuluh Kehuttanan Madya. Penata Muda. Penata Muda Tingkat I. Pengatur Tingkat I. b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Muda. terdiri dari : 1. golongan ruang II/c. Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/d. adalah : a. Penata Tingkat I. golongan ruang III/a. c. Penata Muda. c. Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. adalah : a. golongan ruang II/b. terdiri dari : 1. golongan ruang III/c.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. terdiri dari : 1. golongan ruang III/d.

Pembina Tingkat I. Penata Tingkat I. Penata. terdiri dari : 1. golongan ruang IV/a. 2. b. 77 . c. golongan ruang IV/c. Penyuluh Kehutanan Madya. Penyuluh Kehutanan Muda. terdiri dari : 1. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang III/c.2. Pembina Utama Muda. Pembina. golongan ruang IV/b. 3. golongan ruang III/b. 2.

11. 3. 6. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu : 1. 9. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 12. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 78 . 2. 5. 7. 10. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 4. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. sebagai berikut : a. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar.

13. 79 . 26. 27. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 22. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Menyusun laporan Tahunan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 18. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. b. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Menyusun laporan Triwulan. 15. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 23. 17. Melaksanakan temu lapang. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 2. 20. 19. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 21. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 14. Menyusun laporan bulanan. 24. yaitu : 1. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 25. 16. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan.

14. 80 . 17. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 15.3. 13. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 7. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 11. 5. 4. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 10. 9. 12. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 16.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 21. kehutanan (demontrasi farm). 31. 30. 25. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 28. 32. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 20. 24. 23. 33. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba.18. 27. 22. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 26. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 19. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melakukan temu usaha. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. 29. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 81 .

Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun laporan triwulan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 40. 37. 7. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang).34. 5. Menyusun laporan tahunan. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 41. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 38. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. c. 8. 4. 35. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 82 . Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. yaitu : 1. 3. 36. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. 39.

14. 20. 18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 16. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 83 . 17. 21. 23. 12. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 13. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 22.9. 10. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 19.

Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 39. Menyusun laporan bulanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 26. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 33. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 35. 25. 31. 37. 32.24. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 36. 30. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Mengolah. menganalisis dan menyusun kepada laporan. 34. 84 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 29. 38. 27. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. Menyusun laporan triwulan. 28. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota.

10. 12. 2. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 8. yaitu : 1. 6. 9. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 5. Penyuluh Kehutanan Pertama. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). 85 . adalah sebagai berikut : a. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. 11. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 13. 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet.

Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 26. LSM. 21. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 18. 25. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 15. 28. LSM. 29. 17. 23. 19. Menyusun laporan bulanan. 27. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 16. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 20. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 30. 86 . Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 24. 22.14. Menyusun laporan triwulan. Melakukan temu karya kepada Pemda. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Menyusun laporan tahunan.

Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. 11. 5. dan pemerintah pusat. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 13. 8. 9. cendekiawan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 87 . 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. cendekiawan. 4. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. b. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). dan pemerintah pusat. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 10.31. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 2. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. Menyusun rencana kerja tahunan. 12. 7. materi. 14.

16. 28. 25. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan.15. 24. 17. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 29. Menyusun laporan tahunan. 26. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. 31. Menyusun laporan triwulan. 88 . 18. 30. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 22. 21. 20. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 23. 19. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 27. Menyusun laporan bulanan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan.

9. 6. 7. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 34. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 5. 33. materi. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.32. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 8. 2. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 35. c. sarana. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 89 . 4. 3. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.

metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan bulanan. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Menyusun laporan tahunan. 14. 12. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 21. 18. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.11. 22. 19. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 16. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 20. 13. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 15. 17. materi.

Unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. Pemantauan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. b. terdiri dari : a. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. adalah sebagai berikut : a. ditetapkan sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. (2) Unsur utama. b. (3) Unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. Pengembangan profesi. b. e. c. dan f. b. Unsur utama. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 91 . Persiapan penyuluhan kehutanan.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pendidikan. d. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g.

b. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang IV/c. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. pangkat Penata Tingkat I. 92 . (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. dengan ketentuan : a. pangkat Pembina Utama Muda. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. golongan ruang IV/c. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. golongan ruang III/d. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.

sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 93 .

Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. d. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. b. c. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 94 . secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit.

b. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. d. c. 95 . Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. adalah : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. d. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a.(2) Dalam menjalankan tugas. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. c. Seorang Ketua merangkap Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. c. b. d. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Kehutanan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. dibantu oleh : a. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota.

Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. adalah 3 (tiga) tahun. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. c. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan.b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi.

(2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. d. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. c. 97 . Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g .m a s i n g .

d. b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. adalah : a. golongan ruang III/a. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. golongan ruang II/b. 98 . Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. d. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. b. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah : a. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. c.

Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. c. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. apabila: a. dan c. b. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. b. 99 . dan b. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23.

golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. ayat (2). pangkat Penata. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. pangkat Pembina Tingkat I. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. d. dibebaska sementara dari jabatannya. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. e. apabila : a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. golongan ruang IV/b. 100 . golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. b. dan ayat (3). c. pangkat Pembina Utama Muda.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA.

kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. c. 101 . dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1).Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. b. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan.

102 .BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. memindahkan. dinyatakan tetap berlaku.

maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 103 . Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. dan pengembangan karier. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. pengalaman.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain.

Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G .

1.480 jam Lamanya 81. Primer b. Kabupaten/Kota c. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0.32 0.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 1.02 PK Pelaksana . Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. 4.160 jam Lamanya 30. 2.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.16 0.03 0.31 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 5. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.03 NO.16 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 3. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 7. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. 5. 2.09 0.07 0. 6.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. 4. Desa dan Kecamatan b. 6.

Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1).40 0.10 0.10 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.02 0.Mengumpulkan data b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.09 0.04 0.17 0.07 0. Kelompok wanatani b. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Media terproyeksi/audiovisual 1).10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Penyuluh kehutanan pelaksana b.14 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Seri foto (min 5 lbr) 3).01 0. Sebagai penyaji 2). Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a.07 0. Media papan 1). Melaksanakan kajian identifikasi c.04 0. Mengolah data c. Sebagai pembahas c.106 1 B.32 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. Flip chart (min 5 lbr) 4).08 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.05 0. Menyusun rencana identfikasi b. penyuluh kehutanan penyelia 2. Foto 2). Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.08 0. Kelompok sasaran lain 1.03 0.19 0. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Menganalisis data 2.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Chart/gambar b. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Slide . Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.

56 0. Demontrasi hasil . 4. Siaran sandiwara di radio /TV c.38 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.03 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Maket 2). Media cetak 1).08 0. Brosur / booklet (min 1000 kata).Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Diorama 3).1 Setiap naskah PK Penyelia 0. oleh .75 0.30 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Realita 1).60 0.16 0.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). oleh . oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Model 4).80 0. Demontrasi cara b. Poster.56 0.16 0.28 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3). Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. oleh .15 0.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.01 0. Spesimen 5).28 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . 3. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.16 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Leaflet/folder.04 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.Penyuluh kehutanan penyelia d.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.04 0.

Tokoh masyarakat/agama 11.07 0. Tingkat kabupaten c. Sebagai narasumber 7. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.18 0.02 0. Tingkat propinsi 12.04 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Melakukan temu karya kepada: a.02 0.06 0. Kelompok tani binaan b. Percontohan petak (demontrasi plot) 2).08 0.05 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat propinsi 8.Sebagai pramu wicara 2).18 0. Tingkat desa dan kecamatan b. Tingkat Propinsi b.03 0.22 0. Sebagai moderator b. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3).108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Melakukan temu usaha 10.04 0.05 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .27 0.06 0.08 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c.02 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.09 0.Sebagai pembuat karya/desain .16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Kelompok tani binaan b. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Tingkat BPP/kecamatan b.03 0. Melaksanakan temu lapang 6.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Ceramah umum 1).08 0. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya .

01 0.1 Setiap kali 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Bulanan 1.04 0.30 PK Penyelia PK Penyelia 0.01 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .utama 3. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.Melaksanakan penilaian lomba 1.06 0. Penyuluh kehutanan penyelia b. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).03 0. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Menumbuhkan kelompok 2. Menyusun kurikulum kursus b. Mengolah.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .05 0.48 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Penyuluh kehutanan penyelia 15. Madya .54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut . Kelompok Sasaran lain oleh : 1).04 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.20 0. Lanjut .03 0.madya c.lanjut b.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C.02 0. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.32 0.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a.08 0.05 0.Sebagai pembuat karya/desain 13. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .06 0.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Pemula . Perorangan oleh : 1). Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2.

Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.12 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.50 2.15 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Tahunan 1.nilai pembaharuan 2. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.06 0.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.30 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Triwulan 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .50 1.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A.00 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a.02 0. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.50 5.50 6.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Penyuluh kehutanan penyelia b.00 0.06 0.00 4. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.50 2. Dalam bentuk buku b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Dalam bentuk makalah 4. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Penyuluh kehutanan penyelia c.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Penyuluh kehutanan penyelia 1.

30 (tiga puluh) tahun b.00 1. Anggota aktif 2.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. Anggota aktif 1.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.00 0.sebagai : a.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Sarjana muda/diploma III 3. Pengurus aktif b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Tingkat nasional/internasional. Pemasaran b. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.00 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. 10 (sepuluh) tahun 2. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.00 2.00 4.00 1.00 5. Dalam bentuk makalah 3.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B. FEISAL TAMIM 111 .00 2. 20 (dua puluh) tahun c.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Dalam bentuk buku b.00 1. Sarjana/diploma IV 1.00 0. Moderator c. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.50 0. Gelar kehormatan akademis 3.50 1.50 0. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Diploma II 2.50 Semua jenjang 7. Tingkat propinsi. Pembahas d. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 2. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.50 3. Narasumber e.00 15.sebagai: a.00 2. Pengurus aktif b.

36 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Sebagai pembahas c. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.12 0.07 0. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Sebagai penyaji 2.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161-480 jam 5. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Lamanya antara 30-80 jam 1.80 0. Sebagai narasumber 3. Sebagai nara sumber 1. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.04 PK Pertama . Lamanya antara 641-960 jam 3. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.12 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sarjana / Diploma IV 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Menyusun instrumen identifikasi 2. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. pasca sarjana 3. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Dokter 2.16 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Lamanya antara 81-160 jam 6.

Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan pertama .60 0.15 0. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).oleh . Penyuluh kehutanan pertama b. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.Penyuluh kehutanan pertama .28 0.56 0.8 0.penyuluh kehutanan madya 113 .Penyuluh kehutanan muda .1 a. Menyusun instrumen 2.16 0. OHP transparan 2).penyuluh kehutanan muda .39 0.Penyuluh kehutanan madya 2).2 0.40 0. Media papan 1). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.08 0.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.Penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan muda . Brosur/booklet. Siaran radio TV c. Media terproyeksi/audiovisual 1).60 D. Penyuluh kehutanan muda c.oleh .32 0.Penyuluh kehutanan pertama .5 0. Media cetak 1). Sound slide (min 10 lbr) 4).oleh .07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.30 0.oleh . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Seri slide (min 10 lbr) 3).Penyuluh kehutanan madya 3).Penyuluh kehutanan madya 4). Selebaran/pamflet.60 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a. Bulletin boart (papan bulletin) b.30 0.84 0.06 0.Penyuluh kehutanan pertama .45 0.19 0. Poster.

Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.64 0. pemerintah pusat 5.16 1.06 0. cendikiawan.08 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.24 0. Tingkat propinsi . Sebagai pembicara / penyaji 3.08 0.09 0.114 2 B.Pemda. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Perorangan oleh : 1.08 0.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Membuat desain kaji terap/uji coba b.Sebagai pramuwicara 8. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . cendikiawan.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.Pemuda. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. LSM.18 0. Tingkat nasional 2.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.03 PK Pertama 1 . Tingkat nasional 4. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Tingkat internasional b.perguruan tinggi. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. Sebagai sutradara b.Sebagai pramuwicara 2.06 0.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. LSM. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.10 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. pemerintah pusat 6. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Tingkat nasional . Tingkat nasional b. Melakukan temu karya kepada : .Perguruan tinggi. Ceramah umum 1.59 0. Tingkat internasional 7. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0.Sebagai pembuat karya/desain .

09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.04 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c.12 0. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.60 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya .08 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Triwulan a. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.08 0.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Sebagai penyaji b.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. A. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Penyuluh kehutanan madya 10. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1. Bulanan a.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Menyusun materi kursus 1. Penyuluh kehutanan madya b. Penyuluh kehutanan pertama b.08 0.06 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Penyuluh kehutanan pertama 2.06 0.21 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.08 0. Sebagai pembahas 2. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.12 0.44 0.12 0. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a.04 0. Penyuluh kehutanan madya b.09 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.

116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.69 0.42 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.30 0.80 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.20 1. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. penyuluh kehutanan muda c.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.36 0.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.40 0.45 0.15 0. penyuluh kehutanan madya 1.90 0. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.46 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c. Tahunan a. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a.50 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b.37 0. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.95 1. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.

00 4.00 0. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.50 Semua jenjang Semua jenjang . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a.50 2.50 1.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.04 7. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Dalam bentuk buku b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. materi .1 Setiap naskah rumusan 0.00 3.50 5. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 1. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.50 2.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D.50 6. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Dalam bentuk buku b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam bentuk makalah 4.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 3. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.

Peserta 3 4 5 6 7 D. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Pembahas d.00 2. sebagai : a.00 15.50 0.00 1. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 1.00 2. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. 20(dua puluh) c. anggota aktif 2.00 1.00 2. Pengurus aktif b. Tingkat propinsi.00 2.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 15.50 C. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . 30(tiga puluh) b. Pasca sarjana 3. 10(sepuluh) tahun 2. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Doktor 1.00 1.35 3. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.00 1. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. sebagai : a. Tingkat nasional/internasional. Anggota aktif 1. Pemasaran b. Sarjana/D IV 2. Pengurus aktif b.00 0.50 3. Moderator c.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. Narasumber e.

PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e m a n ta u a n . Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. Pendidikan B. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. FEISAL TAMIM 119 .

Persiapan penyuluhan kehutanan C. P e m a n ta u a n . PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Pendidikan B. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. FEISAL TAMIM .120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

2.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. 3. Mengingat : 1.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. 121 . Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan.

8. 122 . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 10. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah.6. 9. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Pemindahan. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Tugas.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 11. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. 13. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Dengan ditetapkannya keputusan ini. 14. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 15. Fungsi. 12. Kewenangan. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.

Menteri Pertanian. Para Walikota seluruh Indonesia. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 123 . Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Menteri Kehakiman dan HAM. 7. Menteri Negara Lingkungan Hidup. 10. 9. Menteri Kelautan dan Perikanan. Para Gubernur seluruh Indonesia. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 2. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 6. 11. 12. 13. 3. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Dalam Negeri. Para Bupati seluruh Indonesia. 8.: 1. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 5. 4. 14. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan.

disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. B. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. Maksud dan Tujuan 1. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. tim penilai. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. pengelola kepegawaian. 3.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 124 . Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. Latar Belakang 1. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4.

pembebasan sementara. pemberhentian. tanggung jawab. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. 3. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. penilaian dan penetapan angka kredit. kenaikan jabatan dan pangkat. unsur. 5. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. pengangkatan dalam jabatan. metodologi dan teknik analisis tertentu. pengusulan. 4. 2.2. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. 6. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. pengangkatan kembali. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. pengelola kepegawaian. tim penilai. 125 . Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. D. sub unsur dan butir kegiatan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. rincian dan tolok ukur kegiatan. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. C.

Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 11. Tim Penilai Pusat. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 14. mau dan mampu memahami. 12. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan.7. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. 8. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 13. 10. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . 15. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 9.

yang menggambarkan keadaan sekarang. 20. 19. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 21. 23. 127 . disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 22. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. tujuan yang ingin dicapai. padat. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. 18. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 24. 17. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. sistematis dan tertulis setiap tahun.16.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. c. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Pengembangan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. meliputi: a. meliputi: a. b. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. c. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. B. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. 134 . c. Pemantauan. melaksanakan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. mengembangkan. 3. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. b. b. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. meliputi: a. d. Pendidikan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. b. 2. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 5. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Pendidikan dan pelatihan kedinasan.

b. Institut. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. d. C. Sekolah Tinggi. e. 6. Memperoleh piagam kehormatan. Penunjang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Pendidikan a. 7. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. c. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan.b. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. f. Pengembangan aspek teknik. g. d. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. c. meliputi: a. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. meliputi: a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Institut. metodelogi. 135 . Pengembangan profesi. materi.

maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. pertamanan.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. 4) Sarjana Muda/D-III. pangan. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. apabila merupakan 136 . yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. tanaman. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. kehutanan. peternakan. 2) Pasca Sarjana (S2). 5) Diploma II. b. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. geografi. biologi. 3) Sarjana/D-IV. agribisnis. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan.

maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Pelaksanaan. 137 . Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan.1.80 jam. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. nilai 2 6) Lamanya antara 30. tanggal. han atau jumlah jam pelatihan. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Pemantauan. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. Persiapan. nilai 1 2. Evaluasi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan.II/d). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman.

yaitu 0.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.03. 138 . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V.03.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .

BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 139 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. yaltu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V.08.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.02. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V.04.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. yaitu 0. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.03. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.09. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. yaitu 0. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu : 0.10. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.02. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I.03. yaitu 0.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. 142 . yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. 15) Melaksanakan temu lapang. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.03.

19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan.02.03. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.04. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 143 . Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. yaitu 0. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan.

yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. yaitu 0.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 144 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.

01. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 145 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.03.01.

02. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0.Ill/b).06. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu: 146 . yaitu 0.02. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

16. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. 147 . Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.07. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

000. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.32. yaitu 0. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan.000 sesuai dengan lampiran V.000 atau skala 1: 10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 148 .09.000 atau 1: 10.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V.31. yaitu 0. yaitu 0. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0.12. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.05. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. 149 . Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V.08. 150 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. yaitu 0. kelompok sasaran lain. RDKK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK.19. RDKK. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun.04.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.

07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. gambar.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak.07. 151 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.15. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. foto copy. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. dsb. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. tulisan tangan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya.28. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder.28.3. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). 152 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.

04. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 153 . yaitu 0. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.04. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08.38. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 154 . yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0.

yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0.04. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV.05. 155 . 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali.

29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.08. yaitu 0. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.07.09. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.

31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. sebagai pramuwicara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota.06. yaitu 0. 157 . yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06. yaitu 0.08. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.

158 .03. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. yaitu 0.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. yaitu 0. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

06. yaitu 0. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.05. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. yaitu 0. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. c) Ketepatan materi yang disusun. 160 161 . 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan.16. masyarakat sasaran. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi.04. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan.05.15. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan.06. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. format yang ditentukan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.c. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Ill/d). Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . Bukti kredit yaitu 0. yaitu 0.14. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. yang disusun. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 0. kehutanan.

4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.10.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. yaitu 0.17. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. 5) 162 . Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. 163 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.40. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK).39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

32.12. yaitu: 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 0.08. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.6.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 1. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 165 .3. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.81. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. yaitu 0. 166 .56. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.8. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet.56.000 kata. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V.

167 . 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. yaitu 0. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. yaitu 0.16.75.07.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka . yaitu 0.22. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 168 .16. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.27. yaitu 0. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.18. 169 . Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi.16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. yaitu 0.

Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.48. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 170 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.12. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.

yaitu 0.06.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. yaitu 0. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.30. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV.05. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. 171 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V.09. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.08. 172 . Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.48. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan.

keterampilan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. d) Pelaksanaan penyuluhan. 173 . c) Ketepatan materi penyuluhan. 36) Mengolah. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. dan sikap masyarakat sasaran. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. yaitu 0.2. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 174 .54. yaitu 0.3. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12. yaitu 0.08. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat.

yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 175 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber.2. yaitu 0. yaitu 0. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. yaitu 0.04.2. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.16.07.III/b). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan.

Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan.32. yaitu 0. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.07. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. 176 .4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1.

06.08. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. 177 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.16. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun.

11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. yaitu 0.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. yaitu 0.28. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 178 .15. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II.28. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun.06. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. 179 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). sebagai pembicara / penyaji. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.3. yaitu 0. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. LSM. LSM. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda.09. LSM. 180 . Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda.08. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. yaitu 0.

1. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill.03.08. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 181 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan.

yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.04.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.38. 182 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.09. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional.04. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 183 . yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.15. yaitu 0. yaitu 0.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.4. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.46.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 184 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.5. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. materi. yaitu 0. metode. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun.37. materi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. sarana.36. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .III/d).36. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. sarana. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b. sarana. 185 . yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. metodologi.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V.39. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.4. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. yaitu 0. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 .8. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV.

187 . 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit.6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun.6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaltu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0.56. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet.56. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 188 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.

Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.16. yaitu 0. yaitu 0. cendekiawan. cendekiawan. 189 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi.64. pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat.6. dan pemerintah pusat.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.16. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V.16. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. yaltu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. cendekiawan. 190 . minimal dihadiri 50 orang. yaitu 0.06. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill.

Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. yaitu 0.59. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional.24. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. 192 . yaitu 0. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.08.06. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.44. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I.

Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun.21. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.6. yaitu 0. 193 .Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.27. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

08. yaitu 0. yaitu 0.14. 194 .08.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

195 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.42.30.

96. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 196 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 0.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0.80.46.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.84.12.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . yaitu 0. c. yaitu 0. materi. sarana. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.12. metodologi. sarana. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.IV/c). 197 . Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodologi. metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.

yaitu 0. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.36.58. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.45. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. 198 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet.

b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.84. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 199 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. yaitu 0.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . yaitu 1. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.9. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. pemerintah pusat. cendekiawan dan pemerintah pusat. cendekiawan. yaitu 0. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. cendekiawan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.80.18. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.

14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. 201 . yaitu 0.18. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.09. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0.12. yaitu 0.12. 202 .Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.69. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.18.45. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 204 .08.2. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. materi sarana.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. yaitu 1.9. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. yaitu 0.

2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. materi.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. 3. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b.5. sarana. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. yaitu 0. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.72. yaitu 12. metodologi. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok).

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. yaitu 6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Apabila ditulis oleh tim (kelompok).

penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.dihasilkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. 207 . 3. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 8. b. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. yaitu 4.

Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. yaitu 7. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 4. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Dalam bentuk makalah. b. Bukti Fisik : a. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. b. 208 . yaitu 3.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.

yaitu 2.0. b. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. 5.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. yaitu 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. b. yaitu 5. Bukti Fisik : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya.5. 209 . Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 6. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

.

Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. 2. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 0. yaitu 3. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan.0. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. a.04. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. yaitu 7. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. 211 .Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. yaitu 3. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.b.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. kabupaten/kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. 212 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.5. Dalam bentuk makalah. propinsi. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. kecamatan. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. 2). yaitu 1. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.

2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. 213 .0. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. yaitu 3. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.5.c.

yaitu 2. 3. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 214 . atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.0.2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.

b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 4. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 2. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . 5.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.

4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. yaitu 1. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.5. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.0. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 216 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.

Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.0. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 5.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. yaitu 10.0. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 2. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 217 . c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.

Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 15. b).5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Tingkat Propinsi.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.5. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. sebagai: 1. Tingkat nasional/intemasional.0 2. 218 . yaitu 1.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. sebagai : 1.

35. 219 . Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.2. yaltu 2. 2.0. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3.0. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. yaitu 0.

0.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. yaitu 1.0. 220 . yaitu 15. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.

221 . DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. c. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan.BAB III PENGAJUAN DUPAK. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Tatacara Pengajuan DUPAK a. b. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. d. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. memeriksa kelengkapan persyaratannya. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. b) Bagi yang bekerja di Pusat.

akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau c) Pemantauan. 2. 3. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. atau paling lama satu tahun sekali. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3.e. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. 222 .

/ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.4. Tim Penilai a. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 223 . Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. b. yaitu : a. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. c. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Penilaian Angka Kredit 1. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. b. B. 2. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. dan 224 . Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Tugas Tim Penilai a. 3. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. c. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan.b. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.

c. 4. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. d.

maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. b. Sekretariat Tim Penilai a. d. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. dibentuk 226 . 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 6. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. c. 5. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.b. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.

Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. e. d. f.b. c. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. 7. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. c. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). b. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima.

Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 228 . Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. h. j. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. l. k. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. g. m. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. i.

d. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan.8. 229 . c. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. b. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. adalah: a. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Penetapan Angka Kredit 1. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. C. Tatacara Penetapan Angka Kredit a.

c. 230 . PAK yang telah ditetapkan. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n .b. 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.

Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Menteri Kehutanan.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. Pengangkatan Pertama Kali 1. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 231 . Persyaratan a. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. d. 2. golongan ruang Il/b. b.l. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.

diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). golongan ruang Ill/a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan.4) b. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. 3. b. pangkat Penata Muda golongan II/a. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Saudara lr. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya.Joko. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60).

Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. c. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. 233 .bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Persyaratan a. Perpindahan Jabatan 1. b. B. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. b. 4.

Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a.I. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 234 . Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. golongan ruang Il/b. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. b. golongan ruang Ill/a. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 3. b. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya.

2. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. C.4. b. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. 5. 3. 6. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. c. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan 1. 235 . 4. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a.

Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 2.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. c. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . c. b. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Kenaikan Jabatan 1. 3. b. 236 . b. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A.

Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. 4. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. d. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 237 . 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. kehutanan atau yang serumpun. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan.c. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 3) PAK terakhir asli. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. yaitu bidang penyuluhan. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan.

kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. adalah: a. B.b. d. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. 238 . 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 2. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. c. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Kenaikan Pangkat 1. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. dan b.

dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. d. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.b. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 239 . golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan.

3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. c. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. b. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 240 . PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. 3. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang Ill/a.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 2) PAK (asli) terakhir. 241 .4. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan.

golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 2. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Penata. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. b. c. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata Muda. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. 242 . Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan.

atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. f. 243 . 5) Copy SK hukuman disiplin atau. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. b. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. d. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. atau Cuti di luar tanggungan negara. g.d. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Ketentuan lain a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. b. h. 4. c. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. 3. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. e. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan.

Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. b. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. c. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. 244 . selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pengangkatan Kembali 1. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. d. B. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c.

diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. f. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. e. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. d. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. 3) Copy PAK terakhir. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. 245 . apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. c.2. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. b. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Pensyaratan pengangkatan kembali a. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya.

Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. Agus. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Dalam hal yang demikian. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. 4. Agus. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. 246 . Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. lr. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. sehingga PAK terakhir Sdr. Ir. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Ir. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda.

kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Anita. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap.Sdri. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Dalam hal yang demikian. Ir. b. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. C. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. 247 . sehingga PAK terakhir Sdri. atau 2. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. lr. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. d. c. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat yang digunakan adalah Penata. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Anita. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I.

dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. b. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.b. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 3. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan.

perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. d. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. 249 . c.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 . angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002.

b. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. d. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Cuti diluar tanggungan negara. b. antara lain melakukan: a. 2.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. e. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan f. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. atau c. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. c. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a.

........CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1..…………….....…....….... . Nama dan NIP b. : ………………………...…. tanggal ………….....…. Peserta Hasil Kegiatan : …………. : ………………………... ............………......……………...... ……………………….... : ……………………….............. Jabatan d.….….. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.. : ……………………….. : ………………………..……………..... .……………...…. 2.....……………...…. Pangkat / Golongan c.. .. ...........….... ……………………….... Penyuluh Kehutanan a........….. ... . / …….... ………………………. / …….. : ………………………....…....….........…………...........…………….. : ………………………...……………...……………... 3. 252 . .. ........….…….…………….... ..….….. Waktu Pelaksanaan b... : ……………………….... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a........... ......…….. ……………………….................. ..……….....……………..……………..…………….....…………….. Tempat/ Lokasi c..……………. 4.... : …………..... . : ……………………….…..………….. 6. : ………………………...... ..... 5. …………..

CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….......…………………………………………….... …………………………………......... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.……………..............…………..........di……….............. Telah melakukan kegiatan…………………………………... : …………………….….....……......……...…………………… 253 .......... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………..…………................. : ………………...sebagai…….......……/ …………..……....... …………… tanggal……….................……......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .........……………….…………………………………………….. ………………………………………………………….....……………………..... : ……………………...…………….. pada tanggal …………......……/ …….

.....…………………………......... : ……………………....... ……………………………………………………...……... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan........……………...... …………… tanggal……….. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………....... pameran....………/ …………...... : ……………………..…….....…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus......... : ……...… di…………….... Telah melakukan kegiatan………………………….... membimbing penyuluh kehutanan) selama……...…………………………..…………………….... jam pada tanggal ………….. 254 .....…….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ............….....………….......... pramuwicara...............………………/ …………........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………...... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..

... di …………….…………/ ……............ Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………........ Dengan judul ……………………………………......……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya................……………….. …………… tanggal………....………..... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….......…………………… 255 .…………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ................ : ……………………............…/ ………........………………………………………...... pada tanggal …………………..……….... MODERATOR...……………………………………….....CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS.. PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………….....………. ……………………………………….....…………………….......……………………... : …………………........... : …………………….

....................…/ ……….... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.. yang dilaksanakan pada tanggal ........ : ………………….....………………........... : ……………………...................................………. …………… tanggal……….…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 .... : …………………….……….......... : ……………………............………....…………/ …….................................. Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..........................………....…………......................................…………..............……….. : …………………. : ……………………...............…/ ……….........CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….………………. di ................ Telah melakukan kegiatan .......…………/ …….........……….

960 jam 3... Lamanya antara 481 ... 9... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... 6...480 jam 5.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...160 jam 6....80 jam JUMLAH I 257 .... tanggal . 2...... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian... Lamanya antara 81 ... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... 5.. 7.. Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 161 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... 3..... Sarjana Muda/ D III 2..... D II B. 4.. Unit Kerja : 1... 8.. s/d ... Lamanya antara 30 .. Lamanya lebih dari 960 jam 2.640 jam 4.

Melaksanakan temu lapang. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 4. 2. 8. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 7. 2. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Kelompok sasaran lain C. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. 10. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 3. Anggota kelompok sasaran b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Foto b. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. 6. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Flipchart c. Chart/Gambar B. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 9. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Kelompok sasaran 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 5. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Perorangan b.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. B.

C. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. B. Dalam bentuk buku. D. 2. PEMANTAUAN. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. JUMLAH V 259 . Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. b. JUMLAH IV V.

Anggota aktif. Gelar kehormatan akademis. 4. b. Peserta. 1. Pembahas. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Memperoleh piagam kehormatan 1. B. Pengurus aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 20 (dua puluh) tahun. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. sebagai: 1. sebagai : a. 3. 30 (tiga puluh) tahun. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. 3. E. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. D. b. b. Tingkat Propinsi. Anggota aktif. G. 10 (sepuluh) tahun. Diploma II 2. b. 5. Pemrasaran. Moderator. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengurus aktif. Dalam bentuk makalah. Narasumber. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Sarjana/Diploma IV F. C. Sarjana Muda/Diploma III 3. c. JUMLAH VI 260 . Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

Dst .....................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1... Pejabat Penilai ( ...... ) NIP... Ketua Tim Penilai ( ............ 3........ Tanggal ......................... Tanggal ......... Pejabat Pengusul ( .................... 262 ............. ) NIP........ .................. 2.......... 4.................... ) NIP..... Tanggal .................. Catatan Pejabat Penilai ..... Catatan Tim Penilai ................

480 jam 5..... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Sarjana Muda/ D III 2... Lamanya antara 481 ..... Lamanya antara 30 . D II B. 6..160 jam 6.. 7.. 2...... 9.. Lamanya antara 641 .... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 3... tanggal .. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.... 4.960 jam 3.... Lamanya antara 81 . Unit Kerja : 1... 8.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10....640 jam 4.... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya antara 161 ..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian..80 jam JUMLAH 263 .... s/d ... 5..

1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 8. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 2. 4. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. 3 4 5 6 7 8 III 264 . B. C. 9. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 6. Anggota kelompok sasaran b. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 2. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Sebagai narasumber 5. 3. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 4. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Specimen B. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Kelompok sasaran 2. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 7. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Poster e. Melakukan temu usaha. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Seri foto b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Leaflet/folder d. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 2. Maket g. Selebaran/ pamflet c. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Sebagai moderator b. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. 6. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.

Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 1. 6. V. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 12. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Perorangan b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.1 2 10. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. C. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Dalam bentuk majalah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. 11. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. D. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 4. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Kelompok sasaran lain 13. 4. JUMLAH III PEMANTAUAN. 2. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. b. 5. 265 .

.............................................................................. 4........................................ Catatan Pejabat Penilai . Pejabat Pengusul ( ....................... Tanggal ... Dst ................... Tanggal ................... 3. ) NIP. ..... ) NIP...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Ketua Tim Penilai ( ... Catatan Tim Penilai .... 266 .............. ) NIP........ Tanggal . Pejabat Penilai ( ........ 2...

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

............... Catatan Pejabat Penilai .... 2................. Pejabat Penilai ( ... Pejabat Pengusul ( .................. ) NIP......... 3.......................... Tanggal . ) NIP........................................ Ketua Tim Penilai ( ... ) NIP................. ............ Tanggal ........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ 4.... Catatan Tim Penilai .. Dst .................................. Tanggal .... 268 ...........

Sarjana Muda/ D III 2.160 jam 6.... s/d .480 jam 5. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 8..960 jam 3... Lamanya antara 30 ....80 jam JUMLAH I 269 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian.....640 jam 4. 2. Lamanya antara 641 . tanggal ... Unit Kerja : 1.... 6.. Lamanya antara 81 .... Lamanya antara 481 . Lamanya lebih dari 960 jam 2...... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... 7. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1....... 3.. 5... Lamanya antara 161 .... 4.. 9.... D II B...

B. 3. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Anggota kelompok sasaran b. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Mock up B. Brosur/booklet g. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 7. 8. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Model i. Diorama h. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Kelompok sasaran 2. Poster f. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 4. 5. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 3. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. 4. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Slide b. D. 2. Leaflet/folder e. Selebaran/pamflet d. C. Siaran sandiwara di radio/TV c. 2.

EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. V. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. b. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk majalah. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. 2. C.1 2 9. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. b. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. b. 3. Mengolah. JUMLAH III PEMANTAUAN. 271 . 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. C. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. D. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan.

sebagai: 1. Peserta. 3. Memperoleh piagam kehormatan 1. Pengurus aktif. 5. Sarjana Muda/Diploma III 3. sebagai : a. Dalam bentuk buku. Pemrasaran. D. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 3. 1. b. Tingkat Propinsi. Pembahas. 4. Diploma II 2. 2. 30 (tiga puluh) tahun. Anggota aktif. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. JUMLAH VI 272 . 2. G.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 2. b. c. Gelar kehormatan akademis. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Sarjana/Diploma IV F. Anggota aktif. Narasumber. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk makalah. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Moderator. 10 (sepuluh) tahun. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 20 (dua puluh) tahun. C. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Pengurus aktif. E. b.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .

........................... Pejabat Pengusul ( ........................... Catatan Tim Penilai . ... ) NIP.... Dst ......... Tanggal .. 4............. 3..... Tanggal .... ) NIP........................ 2......................................... Tanggal ............ 274 ........................... ) NIP................. Catatan Pejabat Penilai .............1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Ketua Tim Penilai ( . Pejabat Penilai ( ....

Doktor 2.. 3. Lamanya lebih dari 960 jam 2. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. 6..80 jam JUMLAH I 275 . 9............. s/d . 2..... 7... Lamanya antara 30 .... Pasca Sarjana 3. Lamanya antara 161 . 5... Lamanya antara 81 ..... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya antara 481 ..960 jam 3... 8..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. 4. Sarjana / D IV B....... tanggal . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.... Lamanya antara 641 ..640 jam 4. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.480 jam 5... Unit Kerja : 1... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...160 jam 6..

JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. 2. b. 5. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. B. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. OHP transparan c. 3. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 6. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Tingkat propinsi. Seri slide d. LSM. Selebaran/pamflet e. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Kelompok sasaran lain C. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Poster g. C. Melakukan temu karya kepada Pemda. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Leaflet/folder f. 4. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Bulletin board (papan buletin) b. Brosur/booklet B. Perorangan b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Tingkat nasional.

Dalam bentuk majalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 4. Materi. materi. JUMLAH IV V. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. PEMANTAUAN. 2. C. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 1. JUMLAH V VI. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. 4. B. 3. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 277 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarana. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 3. 2. b. 4. b. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengembangan Aspek Teknik. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Metodologi. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. 2. Dalam bentuk buku. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.

Anggota aktif. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pemrasaran. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VII 278 . Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. B. sebagai: 1. Moderator. D. 20 (dua puluh) tahun. 2. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 D. b. Memperoleh piagam kehormatan 1. Sarjana Muda/Diploma III 3. C. Dalam bentuk buku. Diploma II 2. b. 1. b. 30 (tiga puluh) tahun. b. 4. Gelar kehormatan akademis. Peserta. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 10 (sepuluh) tahun. E. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Narasumber. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Tingkat Propinsi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pembahas. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. c. b. Dalam bentuk makalah. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengurus aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. Pengurus aktif. 2. Anggota aktif. 3. sebagai : a. G. 2. Sarjana/Diploma IV F. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .

.... 3.......... Catatan Tim Penilai ... ......... ) NIP.... Pejabat Penilai ( ... Dst ............................... 4...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......... Tanggal ............. ) NIP..... ) NIP................................. Tanggal ............................ 2.................. Pejabat Pengusul ( .................... Catatan Pejabat Penilai ................ Tanggal . Ketua Tim Penilai ( ................... 280 .......

.960 jam 3.. Lamanya antara 481 . Lamanya antara 81 . s/d .....80 jam JUMLAH I 281 .. 2. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 3...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian......... Lamanya antara 641 . 9... Pasca Sarjana 3.640 jam 4. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.....160 jam 6.......... Lamanya antara 30 .. 5.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... 4.. Doktor 2.. 8. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana / D IV B. Unit Kerja : 1... tanggal . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1...... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Lamanya antara 161 ... 6..480 jam 5... 7.

Perorangan b. Kelompok sasaran lain 9. Selebaran/ pamflet e. pemerintah pusat. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 3. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. C. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Leaflet/ folder f. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. 2. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 5. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. cendekiawan. Poster g. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 7. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Sound slide b. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. B. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 8. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Brosur/ Booklet B. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Siaran radio/ TV d. Video c. 6. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. 3. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.

Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 283 . gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Sarana. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 3 4 5 6 7 8 V. 4. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 1. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 6. 2. Dalam bentuk majalah.1 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Metodologi. B. Dalam bentuk buku. Pengembangan Aspek Teknik. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 3. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. 3. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 2 PEMANTAUAN. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Materi. materi. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 5. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. 4. VI. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 2. b.

Sarjana/Diploma IV F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 30 (tiga puluh) tahun. 3. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. E. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 C. D. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. c. Anggota aktif. 10 (sepuluh) tahun. sebagai : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Anggota aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 3. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Gelar kehormatan akademis. Diploma II 2. Pembahas. 20 (dua puluh) tahun. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. D. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. C. b. Peserta. 4. Narasumber. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. Pengurus aktif. 2. Sarjana Muda/Diploma III 3. 5. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Moderator. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Pemrasaran. b. 1. Tingkat Propinsi. G. sebagai: 1. JUMLAH VII 284 . b. Dalam bentuk makalah. b. Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

......................... Pejabat Penilai ( .. Ketua Tim Penilai ( .......... ) NIP..... 286 ............... 2... Catatan Tim Penilai .... ) NIP.... Tanggal ................................. Tanggal ...... Tanggal ................... 4........ 3......... Pejabat Pengusul ( .........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1... Catatan Pejabat Penilai ............................................... ) NIP.. ...... Dst ..........................

.80 jam JUMLAH I 287 .... Lamanya antara 81 . tanggal . 2... 3.... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... Sarjana / D IV B. Lamanya antara 161 .. 6...640 jam 4. Pasca Sarjana 3.. Lamanya antara 481 .. Lamanya antara 641 .... s/d ..160 jam 6.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian...960 jam 3.. Unit Kerja : 1. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... 9..... 7... 5... 8.. 4... Lamanya antara 30 ... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Doktor 2.480 jam 5.. Lamanya lebih dari 960 jam 2..........

Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemerintah Pusat. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 288 . Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. 3. Leaflet/ folder c. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Selebaran/ pamflet b. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. 2. 3. 2. 2. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. cendikiawan. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. IV. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional.1 II. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Perorangan b. Poster d. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. B. 4. 4. Brosur/ Booklet B. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 3.

Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Pengembangan Aspek Teknik. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. B. 3. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. C. 1. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.1 2 3 4 5 6 7 8 V. 2. D. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 2. Dalam bentuk buku. JUMLAH VI 289 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. b. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Sarana. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. VI. 4. b. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Materi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

C. sebagai: 1. b. 2. Dalam bentuk makalah. Anggota aktif. b. Pengurus aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Anggota aktif. b. Pengurus aktif. B. sebagai : a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Dalam bentuk buku. 4. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. c. 10 (sepuluh) tahun. Sarjana Muda/Diploma III 3. 30 (tiga puluh) tahun. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Narasumber.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. b. G. 3. JUMLAH VII 290 . 2. D. Memperoleh piagam kehormatan 1. Tingkat Propinsi. Diploma II 2. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Moderator. Pembahas. E. Pemrasaran. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Sarjana/Diploma IV F. 20 (dua puluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Peserta. Gelar kehormatan akademis. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a.

......... Catatan Pejabat Penilai .. ) NIP..... Pejabat Pengusul ( ............... Tanggal . 3..1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....... 2. Catatan Tim Penilai ........ 4........ ) NIP.......................... Tanggal ............................ 291 ....... Ketua Tim Penilai ( ............................ Tanggal ................... ) NIP.... Pejabat Penilai ( ....... Dst ........................ ...................................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

.......................... : .......... : ......................................................................................... : : ..................... : .....................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ........................................................................... : ............................................................................................................................................................................ : ....................... 298 ................................................................................................................................................................................................................................... : ..... : ............................................ : .................................... : .......................................................................................................................................................................................... : ..................................................

... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A. sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.....K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .... 299 ...... ............Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.... Atasan langsung......... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.....

................... : ............................................... : .............................................................................. : ..................................................................................................................................... 300 ....... : .........CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... : ................... : ................................................... : .......................................... : : ........................................................... : ........ : ................................................................................................................. : ............................

... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst...... Atasan langsung.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ... .... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.......... 301 .................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... 8......... tanggal .............................. 10..CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002....... 6... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001..... 2....... / .............. 7........................ 308 .. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.. ............. NOMOR : ............... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. dipandang perlu mengangkat saudara . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.......... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ....... 9.. ................................................ b.............. TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............. 3.. / ................ Mengingat : 1.... 4.. 5....................................................................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002..

........................ Unit Kerja : . Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............................... (diisi dengan angka dan huruf) ..................................... Pangkat/Gol........ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1...... Pejabat lain yang dipandang perlu.................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... Nama : ......... dengan angka kredit sebesar ... 309 ............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............................... c....... dari jabatan . b.... NIP : . Ruang/TMT d............................... 4.................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a......... : .....................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................... *) coret yang tidak perlu.......................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3...

< 100 100 . III/c Penata Tk. IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 80 80 . I. III/b Penata III/c Penata Tk.< 150 150 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.< 550 550 . I. I.< 60 60 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. III/d Pembina IV/a Pembina Tk.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. 1 2 3 4 5 6 7 B. I. I. I.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .< 200 200 . 1 2 3 4 5 6 7 . III/a Penata Muda Tk.< 200 200 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. II/c Pengatur Tk. I.< 300 300 . PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.< 150 150 .< 400 400 .

..... Mengingat : 2. 1. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.. TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M..CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 311 ..... Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) .....PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002.......... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60.. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11.. 3.....

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor . 7......... Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.5. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. 12..... Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 8.... 10..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017).. Fungsi.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 9.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196... 312 . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Kewenangan. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). 11....... 6.. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.

. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......n...... akan diadakan perbaikan seperlunya... Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini..... Ditetapkan di Pada tanggal : : a......... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.....

......... b.......................................... 6.... pangkat/golongan ruang ... Mengingat : 1...... 4.. / ............... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................................. . 5................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................................................... NIP.... 314 ...... ......................................................................... 9....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.....CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..........................PAN/12/2002................................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...... .............................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........ NOMOR : .............. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.............. ........ 8........ .......... 2.............. jabatan ................................... . Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.................................. berdasarkan ......... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.................... karena ..................... Bahwa saudara ................................................... 7........................................................................ ............................................................................................ 3. / .. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .............

.............. dari jabatan ...................... 4...................................................... 315 ..............MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ dengan angka kredit sebesar .................. Nama : ......................................................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....... (diisi dengan angka dan huruf) ........... NIP : ............ : ...... Ruang/TMT d.......... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a.......... c.......... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Pangkat/Gol.. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit........... *) coret yang tidak perlu........... b..... Pejabat lain yang dipandang perlu.... Unit Kerja : .....

... 4.... 5.. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........ / ............... 316 ............... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.. / ........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................ ........................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ 10........... 2.........................CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......................... tanggal . 8....... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... 6.......... 9............................. dipandang perlu mengangkat kembali Saudara . Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................ 7.. NOMOR : .......... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ....................................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999...... b................... 3............ .. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............... Mengingat : 1............

....................... 317 ......................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....... c... (diisi dengan angka dan huruf) . Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3... b..... : ..... 4..MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit...................................... Unit Kerja : ............................ *) coret yang tidak perlu................... Pejabat lain yang dipandang perlu.......................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a........................... Nama : .................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya......... dengan angka kredit sebesar ........ NIP : ...... dari jabatan ..................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.... Ruang/TMT d.................................... Pangkat/Gol...............

.. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001... NIP............................................. 5.........................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......... ......... 2................................................ b............... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999..... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... terhitung mulai tanggal .. telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor . Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.......... Mengingat : 1../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)................. Bahwa saudara ... 318 ....... 7.......................... / ........ / ............................................ 4..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....................... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.... pangkat/golongan ruang .............................................................. ..................... .......................... jabatan ................ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .. NOMOR : ................................. 9...........PAN/12/2002.................. 6.... tanggal ...... 3... 8..........

.................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.......... dari jabatan ............................... 319 .MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .. NIP : ............ dengan angka kredit sebesar ...... Pangkat/Gol........... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.............. Unit Kerja : ......................... *) coret yang tidak perlu............ Pejabat lain yang dipandang perlu..... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2................... 4.... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............................................. b..... Nama : .... Ruang/TMT d.... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... (diisi dengan angka dan huruf) ......................................................... c............. : ......... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..........................