PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. pangkat Pembina. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Muda. b. pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. dibantu oleh: a. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Pembina Tikat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. Ketentuan Pasal 15. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Provinsi. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. 4 . c.1. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. (2) Dalam menjalankan tugas. pangkat Penata Tingkat I. b. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. Golongan ruang III/a Pembina.

d. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. b. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . 5 . (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. 2. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. b. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. Ketentuan Pasal 16. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. d. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. Seorang Ketua merangkap Anggota. Adalah : a. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota.c. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. c. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi.

Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. pangkat Pembina. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. 6 . Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. Ketentuan Pasal 19.b. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. pangkat Penata Muda. Provinsi. dan Kabupaten/Kota. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. 3. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. pangkat Pembina Tingkat I. c. c.

Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. NE G S I ARA RA E. pangkat Penata Tingkat I. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. pangkat Pembina.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. d. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. b. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041).PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Menimbang : a. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. Mengingat : 1.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. 9 . NOMOR 130/KEP/M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). 7. 6. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. 3. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. 4.2. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). 10 . 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . P e m i n d a h a n .

587/II. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. 4.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. 2. Fungsi Susunan Organisasi.9. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. 11 . MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 3. 10.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. Memperhatikan :1. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. Tugas. dan Tata Kerja Kementerian Negara. golongan ruang II/b. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a.

b. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. pengembangan profesi. 6." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. 7. Pangkat paling rendah Penata Muda. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. penyuluhan kehutanan. 2. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 3. golongan ruang III/a. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 7. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. Paling tinggi usia 50 tahun. 6. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 4. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1.5. 5. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Paling tinggi usia 50 tahun.

Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Mengingat : 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 1.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 9. 4. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Tugas Fungsi. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 10. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 8. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 14 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332).3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).

Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.11.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Fungsi. Susunan Organisasi. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Kewenangan.

.

dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. 1. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Mengingat : 2.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 17 .

8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.3. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 5. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 7. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). P e m i n d a h a n . 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). 18 . 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263).

PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Fungsi Kewenangan. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Tugas. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. 11. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. 19 .10. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 . Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.

wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. PENDAHULUAN A. 4. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Jabatan Fungsional. UMUM 1. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. Jabatan Struktural. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Jabatan Karier. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. 5. 2. 21 . tanggung jawab. adalah kedudukan yang menunjukan tugas.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. tanggung jawab. Jabatan Fungsional Tertentu. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. 3. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. tanggung jawab.

adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. 4. pendididkan menengah.6. Instansi Pembina jabatan fungsional. 22 . dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. 2. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. 5. Angka Kredit. B. Pengangkatan Pertama. Pendidikan Formal. C. 3. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 6. dan pendidikan tinggi. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker.

Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. dan Ijazah lain yang setara. Kepala Kepolisian Negara. adalah golongan ruang III/b. Propinsi. 9. 7. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. adalah Menteri. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. adalah Bupati/Walikota. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah Gubernur. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . Jaksa Agung. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 8. II. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan.Ijazah dokter.

: : Roby : 260004600 : Jakarta. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. b. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20.III. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. c. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. A. e. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. h. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. f. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. d.

: Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara.00 Jumlah : 245. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105. 25 .

B. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. 1. b. golongan ruang II/a. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.17. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.00 Jumlah : 255.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya.02 Pembinaan Kepegawaian : 53.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda.17 Saudara Drs. 3 April 1978 26 . c. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs.

Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. c.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. 2. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. b.02 Pembinaan Kepegawaian : 2.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian.

C.Sudarja : 260004809 : Kebumen. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 .05. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. c. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut.02 Pembinaan Kepegawaian : 3.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. d. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. pengembangan profesi. b. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.

Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. golongan ruang III/a ke atas. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. 29 . c. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.00 Jumlah : 155.05 Saudara Drs.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. b. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. d. 1. Golongan Ruang III/a.05 D.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. Mengingat : 1. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2. 3. 4. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 43 .

10. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Kewenangan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. 13. 9. 44 . Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 12. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 5. 7. 6. 8.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 7. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. metodologi dan teknik analisis tertentu. 4. 45 . Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 5. Penyuluh kehutanan. Pejabat yang berwenang mengangkat. 6. Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. mau dan mampu memahami. Angka Kredit. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 3. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. Tim Penilai Angka Kredit. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. adalah Pejabat 2. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

c. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Bupati/Walikota. g. e. 11. 9. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. adalah Gubernur. d. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a .Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. adalah Menteri Kehutanan. b. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. dilakukan 46 . Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Departemen Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. 10. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. 8. f. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan.

PAN/12/2002. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a. 47 . dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. Untuk kenaikan pangkat periode April. b. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.PAN/12/2002. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.

dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. c. b. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . y a i t u : a. b. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. dan Dapat aktif melakukan penilaian.

yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. b. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. b. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. 49 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan.

(2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli.PAN/12/2002. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Pusat. 50 . Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.

(5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan apabila : a. c. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. b.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. b. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 51 . dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. b. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 52 . golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. dan b. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. b. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a.

(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian dalam DP. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. 53 . b. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. dengan ketentuan : a. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. yang berasal dari kegiatan unsur utama. Pangkat Pembina.

54 . 3. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 2. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II.BAB V PENGANGKATAN. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III.

d. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1).golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. b. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. atau Cuti di luar tanggungan negara. c. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. e. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a.

dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. 56 . atau 2. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir.melaksanakan tugas pokok. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. b. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 57 . (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. 58 . dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. b. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya.PAN/12/2002. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. c. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. d.

c.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. 59 . Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. d. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. e. f. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina.

60 .PAN/12/2002.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.

BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988.

. 4.. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.... ...............CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ... / TMT... s/d .. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...... 5..... 3..... / PANGKAT .............. Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL..... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .......... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan................ I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.. 2.....

........... 63 . Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003....... 3.CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...... 9.......... 6................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........................./........... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara .................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001...../..................................................... .. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..... tanggal .. b............ ................................ 4.................... 2..... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994....................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002........................................ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan..... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................. 5......... Mengingat : 1... NOMOR : ......... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999........... 7........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....... 8.....................

............................................................................................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... *) coret yang tidak perlu................................... dalam jabatan ........................ c.... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................... 3........ (diisi dengan angka dan huruf) .......................... N a m a : ................................ Pangkat/Gol....................................... d............ 4.......... b... dengan angka kredit sebesar .... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.... ... ruang/TMT : ............................................. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a......................... Unit kerja : ................................ 64 ................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.. 5.. 2........ NIP : ..................

. TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... NOMOR : ................................................................................ karena ........................................... pangkat/golongan ruang .......... 7........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan..... 5............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.......CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.... .... NIP......................... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999...................... 2......... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan... 4......... Bahwa saudara ............. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................... Pegawai Negeri Sipil : b....... jabatan ......................................... ...... 65 ................ 6...................................................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...././........................................ Mengingat : 1... berdasarkan ..................................................... ..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002....... 3.

..... Pangkat/Gol.. NIP : ...... 3............ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................ 5............................ KEDUA KETIGA : : .......................... Unit kerja : .....................................................a.... c........................ Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........................................................... b........ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.................. 2................. d................ ruang/TMT : .. 66 ............................................... *) coret yang tidak perlu............ dari jabatan .......................... .......... 4..................... N a m a : .............

.................... ............................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994................... 8..... tanggal . 7.............. pangkat/golongan ruang ... jabatan ...... NOMOR : ........................... 67 ..... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......... Mengingat : 1..... 4........................./....... ................ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.......... terhitung mulai tanggal ........ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...................................................................... 2.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.... b.................... Bahwa saudara ........CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........ 6................. 5. .............../....... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .... NIP.............................................................. 3................................. TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)...........

...................... *) coret yang tidak perlu............ 4.....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... Pegawai Negeri Sipil : a.. .............. d................... 5............................ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan........................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu............................ ................... 3................. c.......................... ruang/TMT : .. N a m a : . dari jabatan ................ Pangkat/Gol.. b.............................................. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1...................................................... Unit kerja : ....... NIP : .............................................. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... 68 .............................. 2............

3. 2. b. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 69 .MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. Mengingat : 1. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 .

9. 5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Memperhatikan : 1. 10.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. 26 Tahun 2001. Tugas. Fungsi. Kewenangan. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K.26-30/V. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Fungsi. 7. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 6. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.4. 11. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. 70 . Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002.

dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 3. kawasan hutan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Kehutanan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. metodologi dan teknik analisis tertentu. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. wewenang. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. 4. 2. 71 .

adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. mau dan mampu memahami. 7.5. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Penyuluhan Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit. 72 . adalah proses pengembangan pengetahuan. Angka kredit. 6. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

(2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. 73 . adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. adalah menyiapkan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. mengembangkan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. melaksanakan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan.BAB II RUMPUN JABATAN.

Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. e. 2. 2. Pemantauan. meliputi : 1. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. 3. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 3. metodologi. 2. terdiri dari : a. 2. 4. 2. Pengembangan profesi : 1. 2. 3. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. d. c. materi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 74 . 3. meliputi : 1. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Pendidikan. f. 4.

Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 5. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 75 . Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan.g. 3. Memperoleh piagam kehormatan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 6. 7. 4.

2. c. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. adalah : a. adalah : a. golongan ruang III/d. 2. Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. golongan ruang III/a. c. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/b. b. Penata Tingkat I. Pengatur Muda Tingkat I. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. adalah : a. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penata Muda. golongan ruang III/c. terdiri dari : 1. Penata. terdiri dari : 1. golongan ruang III/a. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 2.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. b. c. golongan ruang II/c. golongan ruang II/b. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. 76 . Pengatur Tingkat I. golongan ruang II/d. Penyuluh Kehutanan Pertama. adalah : a. b. terdiri dari : 1. Penata Muda Tingkat I. Penata Muda. 3. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehuttanan Madya.

c. Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d. terdiri dari : 1. golongan ruang IV/b. Pembina. 2. golongan ruang III/b. Penata Tingkat I. b. golongan ruang III/c. Penyuluh Kehutanan Muda. 3. terdiri dari : 1.2. 77 . golongan ruang IV/a. Penyuluh Kehutanan Madya. Penata. 2. Pembina Utama Muda. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/c.

78 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 4. 8. 3. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. yaitu : 1. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 5. sebagai berikut : a. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 11. 9. 10. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 6. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 12.

2. Menyusun laporan bulanan. yaitu : 1. Menyusun laporan Triwulan. 24. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 25. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 27. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). 21. 23. 26. Melaksanakan temu lapang. 79 . 20. Menyusun laporan Tahunan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 17. 14. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. b.13. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. 16. 18. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 19. 15. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.

16. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 17. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 80 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 13. 4.3. 10. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 14. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 11. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 9. 6. Menyusun rencana kerja tahunan. 7. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 8. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

24. 81 . Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 23. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Melakukan temu usaha. 20. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 22. 32. 25. 30. kehutanan (demontrasi farm). 28. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 29. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah.18. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 19. 21. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 26. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 27. 31. 33.

35. Menyusun laporan bulanan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 4. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 5. 6. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 39. 36. 8. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). Menyusun laporan triwulan. 38. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 7. 41. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 82 . Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun laporan tahunan. 3. 40. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.34. 2. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu : 1. 37. c. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 15. 10. 16. 17. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 13. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 12. 11. 18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 20.9. 23. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 83 . Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 14. 21. 22. 19.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 29. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 33. 27. Menyusun laporan triwulan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Menyusun laporan bulanan. 30. 31. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 26.24. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 28. 37. 25. 34. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 39. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. 36. 84 . menganalisis dan menyusun kepada laporan. 32. Menyusun laporan tahunan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. 38. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Mengolah. 35. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi.

(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 6. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Penyuluh Kehutanan Pertama. adalah sebagai berikut : a. 12. 10. 9. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). 85 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 3. 13. 11. 8. yaitu : 1. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). 2.

Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18. 21.14. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 22. 23. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 86 . Menyusun laporan triwulan. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun laporan bulanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 16. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. LSM. 24. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. LSM. Melakukan temu karya kepada Pemda. 27. 30. 20. 28. 29. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan tahunan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. 19. 26. 15. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. 25. 17.

5. 7. 11. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. materi. 9. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. dan pemerintah pusat. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi.31. 2. 10. 6. Menyusun rencana kerja tahunan. 3. 13. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. cendekiawan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 87 . sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. cendekiawan. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. dan pemerintah pusat. 12. 14. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan.

27. 88 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 16. 17. 22. 21. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. 25. 24. 31. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Menyusun laporan triwulan. 23. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 28. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 20. Menyusun laporan bulanan. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18.15. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 26. 30. Menyusun laporan tahunan. 19. 29. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 89 . 5. 2. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 33. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 8. 34. 4. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. 10. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. 6. sarana. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.32. 35. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. materi. 7. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 9. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 3. c.

Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . Menyusun laporan bulanan. 16. 14. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan tahunan. 21. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.11. 18. 12. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 19. metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. materi. 15. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 17. 13. 20.

Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. (2) Unsur utama. e. b. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). ditetapkan sebagai berikut : a. 91 . angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pengembangan profesi. b. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Unsur utama. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. (3) Unsur penunjang. b. c. dan f. terdiri dari : a. adalah sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. d. Persiapan penyuluhan kehutanan. Unsur penunjang. Pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. b.

setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/c. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. dengan ketentuan : a. pangkat Pembina Utama Muda. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/c. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. 92 .Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. b. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. golongan ruang III/d. pangkat Penata Tingkat I. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

(2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. 93 .

d. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. c. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. b. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. 94 .BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan.

c. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. b. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. c. d. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. d. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. d. Seorang Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. c. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. adalah : a.(2) Dalam menjalankan tugas. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. dibantu oleh : a. 95 . Kehutanan Departemen Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. b.

dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan.b. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. c. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. b. Dapat aktif melakukan penilaian.

Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g .Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 97 . digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.m a s i n g . (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. c. d.

c. 98 . Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. d. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. b. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. golongan ruang III/a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. d. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). adalah : a. b. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. c. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). adalah : a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan.

Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. 99 . Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. apabila: a. dan b. dan c. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. b. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. c. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. b.

Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. ayat (2).BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata. pangkat Penata Tingkat I. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. c. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. apabila : a. 100 . pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b. pangkat Penata Muda. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. dan ayat (3). pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. e. dibebaska sementara dari jabatannya. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. d. b. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia.

Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 101 . Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). b. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. c.

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. dinyatakan tetap berlaku. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 102 . membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. memindahkan.

Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. dan pengembangan karier. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. pengalaman. 103 .

Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. Kabupaten/Kota c. 2. 1.02 PK Pelaksana . Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.31 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. 4.16 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0.07 0. 3.09 0.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. Desa dan Kecamatan b.03 NO. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. 4. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0.32 0.480 jam Lamanya 81. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. 5. 7. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Primer b.16 0. 1.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.160 jam Lamanya 30. 6.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a.03 0. 5. 2. 6. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A.

14 0.01 0.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0.32 0.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Sebagai penyaji 2). Media papan 1). Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1).03 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.Mengumpulkan data b. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2.02 0.10 0. Melaksanakan kajian identifikasi c. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1.19 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Mengolah data c.10 0. Menyusun rencana identfikasi b. Kelompok sasaran lain 1. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Media terproyeksi/audiovisual 1).106 1 B. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.04 0. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.08 0.40 0. Seri foto (min 5 lbr) 3). Merumuskan hasil identifikasi 2.04 0.17 0. Chart/gambar b. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D. Slide . Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Foto 2). Menganalisis data 2.05 0.08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.09 0. Flip chart (min 5 lbr) 4). Sebagai pembahas c.07 0. Kelompok wanatani b.07 0. penyuluh kehutanan penyelia 2.

80 0.16 0.15 0.04 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Demontrasi hasil .08 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Media cetak 1). oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana b.60 0. Model 4). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Siaran sandiwara di radio /TV c. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.56 0. oleh . Realita 1). Maket 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. Demontrasi cara b.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Poster. Spesimen 5).16 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . 4. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .56 0.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). Diorama 3).28 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). 3. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.Penyuluh kehutanan penyelia 4). oleh . Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan penyelia 3).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .01 0.Penyuluh kehutanan penyelia d.03 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.16 0. oleh .38 0.04 0.28 0.75 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.30 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.

18 0. Melakukan temu karya kepada: a. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).02 0.05 0. Percontohan petak (demontrasi plot) 2).05 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Ceramah umum 1). Kelompok tani binaan b.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Percontohan wilayah (demontrasi area) 5.04 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Tokoh masyarakat/agama 11. Tingkat kabupaten c.03 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .02 0.03 0. Tingkat propinsi 8.Sebagai pramu wicara 2).Sebagai pembuat karya/desain . Kelompok tani binaan b. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Tingkat propinsi 12.18 0. Tingkat desa dan kecamatan b.06 0.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Tingkat Desa dan Kecamatan 2).04 0. Sebagai narasumber 7. Melaksanakan temu lapang 6. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Melakukan temu usaha 10.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1).08 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.02 0.07 0.09 0.27 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Tingkat BPP/kecamatan b.08 0.22 0. Tingkat Propinsi b. Sebagai moderator b. Tingkat kabupaten/kotamadya c.08 0.06 0.

04 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).madya c. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .32 0. Madya . Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.02 0. Menumbuhkan kelompok 2. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C.lanjut b.08 0. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.03 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Penyuluh kehutanan penyelia 15.03 0.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.01 0.1 Setiap kali 0. Menyusun kurikulum kursus b.30 PK Penyelia PK Penyelia 0.20 0.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.48 0.01 0. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.06 0.06 0.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Bulanan 1. Perorangan oleh : 1). Lanjut . Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .05 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.Melaksanakan penilaian lomba 1.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Pemula .16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.utama 3.Sebagai pembuat karya/desain 13.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).04 0. Mengolah. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Penyuluh kehutanan penyelia b. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .05 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a.

02 0. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.15 0. Dalam bentuk makalah 4.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.00 0. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .50 5.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.50 2. Penyuluh kehutanan penyelia b.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.00 3. Tahunan 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.12 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.00 4.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Dalam bentuk buku b. Triwulan 1.50 6. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.30 0. Penyuluh kehutanan penyelia 1. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .06 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan penyelia c. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.50 2.50 1.nilai pembaharuan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.06 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a.

Pengurus aktif b.00 1.50 Semua jenjang 7. Gelar kehormatan akademis 3.00 0.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3.00 15.00 0. 20 (dua puluh) tahun c. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Moderator c.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Pembahas d.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.50 0.00 1. Sarjana muda/diploma III 3. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Dalam bentuk buku b. Anggota aktif 1. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.00 2.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Sarjana/diploma IV 1. Memperoleh piagam kehormatan 1.00 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. 10 (sepuluh) tahun 2.00 2. Pemasaran b. Pengurus aktif b. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.00 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 2. Tingkat nasional/internasional. Narasumber e.00 2.50 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a.sebagai: a.50 3. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. 30 (tiga puluh) tahun b. FEISAL TAMIM 111 . Diploma II 2.50 0. Dalam bentuk makalah 3.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 5.sebagai : a. Anggota aktif 2.00 4. Tingkat propinsi.

Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Lamanya antara 81-160 jam 6. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Menyusun instrumen identifikasi 2. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Lamanya antara 641-960 jam 3. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sebagai nara sumber 1. Sebagai pembahas c.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Dokter 2. Sebagai narasumber 3. Lamanya antara 161-480 jam 5. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1.04 PK Pertama . Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a.12 0. pasca sarjana 3.07 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.80 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Lamanya lebih dari 950 jam 2.16 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A.36 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.12 0. Lamanya antara 30-80 jam 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Sarjana / Diploma IV 1.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Sebagai penyaji 2.

Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.16 0.1 a. Bulletin boart (papan bulletin) b. Siaran radio TV c.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.Penyuluh kehutanan madya 3).Penyuluh kehutanan madya 2).84 0.penyuluh kehutanan madya 113 .30 0.oleh .5 0.penyuluh kehutanan muda .06 0.Penyuluh kehutanan madya 4).oleh . OHP transparan 2).60 0. Penyuluh kehutanan pertama b.30 0.60 D. Penyuluh kehutanan muda c.Penyuluh kehutanan pertama .56 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.45 0.Penyuluh kehutanan muda .28 0.60 0.oleh . Selebaran/pamflet.40 0.39 0.32 0.2 0. Brosur/booklet.Penyuluh kehutanan pertama .19 0. Media cetak 1).58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Sound slide (min 10 lbr) 4). Seri slide (min 10 lbr) 3).Penyuluh kehutanan muda . Media terproyeksi/audiovisual 1). Media papan 1). Menyusun instrumen 2. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan pertama .8 0. Leaflet/folder.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.08 0.oleh .15 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.Penyuluh kehutanan muda . Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0. Poster. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.

08 0.114 2 B. cendikiawan. pemerintah pusat 5.24 0.08 0. pemerintah pusat 6. LSM.18 0. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Tingkat nasional 2.06 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Ceramah umum 1. Tingkat internasional 7.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.Pemuda. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.08 0. Tingkat nasional . LSM.Sebagai pramuwicara 2.09 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.06 0.59 0.Perguruan tinggi.03 PK Pertama 1 .18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Melakukan temu karya kepada : .16 1. Tingkat nasional 4. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2.64 0.Sebagai pramuwicara 8.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Perorangan oleh : 1. Tingkat internasional b. Tingkat nasional b.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .perguruan tinggi. cendikiawan. Tingkat propinsi . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .10 0.Sebagai pembuat karya/desain .Pemda. Sebagai sutradara b. Sebagai pembicara / penyaji 3. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .

Penyuluh kehutanan madya 10.21 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.04 0. Penyuluh kehutanan madya b.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. A. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.08 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya .12 0. Triwulan a.60 0. Penyuluh kehutanan pertama b.09 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Sebagai penyaji b.12 0.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Penyuluh kehutanan pertama b.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.08 0. Menyusun materi kursus 1. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Bulanan a. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.44 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Sebagai pembahas 2.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2.12 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Penyuluh kehutanan madya b. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.06 0.04 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.06 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan muda c.08 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Penyuluh kehutanan muda 3.08 0. Penyuluh kehutanan pertama 2.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.

45 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. penyuluh kehutanan muda c. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.20 1.30 0.36 0.42 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c.80 1.40 0.37 0.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.15 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.90 0.50 0. penyuluh kehutanan madya 1. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.69 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.95 1. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c. materi. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Tahunan a.46 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1.

Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.04 7.50 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1.00 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.50 1. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi.50 Semua jenjang Semua jenjang . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.1 Setiap naskah rumusan 0.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12.00 0. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.50 6.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.00 3. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a.00 3.50 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.00 4. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Dalam bentuk buku b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. materi . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Dalam bentuk makalah 4. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.00 2.50 5.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B.

anggota aktif 2. Moderator c. Pengurus aktif b.00 1. 10(sepuluh) tahun 2.00 1.50 3.00 2. Narasumber e. Tingkat nasional/internasional.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Pemasaran b.00 15. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 1. Pengurus aktif b. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. sebagai : a. Peserta 3 4 5 6 7 D.35 3.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. 30(tiga puluh) b.50 0. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Pembahas d. 20(dua puluh) c.00 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 2. sebagai : a. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 0. Pasca sarjana 3.00 15. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI .00 1. Anggota aktif 1. Tingkat propinsi.50 C. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 1. Sarjana/D IV 2.00 2. Doktor 1.

P e m a n ta u a n . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Persiapan penyuluhan kehutanan C. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. Pendidikan B. FEISAL TAMIM 119 .

Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pendidikan B. P e m a n ta u a n . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM . Persiapan penyuluhan kehutanan C.

121 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 3. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. 5. Mengingat : 1. 2. b. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999.

terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 15. Kewenangan. 8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan.6. Pemindahan. Fungsi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. 7. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Dengan ditetapkannya keputusan ini. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. 13. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 11. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 122 . 14. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 10. 12. 9. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. 5. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 123 . Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Para Bupati seluruh Indonesia. 11. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 13. 4. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 2. 6. 14. 7. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 3.: 1. 9. Menteri Pertanian.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Para Walikota seluruh Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan. Para Gubernur seluruh Indonesia. Menteri Dalam Negeri. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Menteri Kehakiman dan HAM. 12. 8. 10.

3. tim penilai. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. B. 4. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. 124 . Maksud dan Tujuan 1. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. 2. pengelola kepegawaian. Latar Belakang 1.

tim penilai. metodologi dan teknik analisis tertentu. 3. penilaian dan penetapan angka kredit. pengangkatan dalam jabatan. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. 125 . 4. kenaikan jabatan dan pangkat. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. sub unsur dan butir kegiatan. pengangkatan kembali. unsur. 5. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. C. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. pemberhentian. pembebasan sementara. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. pengusulan. 2. 6.2. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. D. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. pengelola kepegawaian. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. rincian dan tolok ukur kegiatan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. tanggung jawab.

10. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. 12. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.7. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 15. 9. 13. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 14. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. 11. 8. mau dan mampu memahami. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Pusat.

yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. 24. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan.16. 127 . 22. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. sistematis dan tertulis setiap tahun. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. yang menggambarkan keadaan sekarang. 19. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. 23. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. tujuan yang ingin dicapai. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. 17. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 18. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 20. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. padat. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 21. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. meliputi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. 4. 134 . c. melaksanakan. b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. mengembangkan. 5. c. 3. c. b. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. d. 2. Pemantauan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. b. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. meliputi: a. b. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. B.

Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. c. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. d. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Pendidikan a. g. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. c. meliputi: a. C. 135 . Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 6. Pengembangan aspek teknik. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. metodelogi. e. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Institut. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar.b. b. 7. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Pengembangan profesi. materi. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Sekolah Tinggi. Penunjang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. d. b. meliputi: a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. f. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Institut.

peternakan. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. biologi. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. agribisnis. kehutanan. 5) Diploma II. 2) Pasca Sarjana (S2). atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pangan. 4) Sarjana Muda/D-III. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. geografi. tanaman.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. b. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. pertamanan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. 3) Sarjana/D-IV. apabila merupakan 136 .

nilai 1 2.1. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . Evaluasi. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. nilai 2 6) Lamanya antara 30.II/d). nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pemantauan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. Pelaksanaan.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. Persiapan. 137 . Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang.80 jam. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. han atau jumlah jam pelatihan. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. tanggal. Penyuluh Kehutanan Terampil a. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori.

yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .03. yaitu 0. yaitu 0.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 138 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V.03. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). 139 . yaltu 0.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.08. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.01. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan.

7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. yaitu 0.04. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.03. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto.02. yaitu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan.

yaitu 0. yaitu 0.10.09. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. yaitu : 0. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.

15) Melaksanakan temu lapang. yaitu 0.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.02.03. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 142 . 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. yaitu 0. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan.

04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. 143 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.02. yaitu 0. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.03.

06. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 144 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.02.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.01. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran.01. yaitu 0. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.03. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 145 . yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

02. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.02. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. b. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Ill/b).01. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.06. yaitu: 146 . 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.07. 147 . yaitu 0.16. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. yaitu 0.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun.

148 . yaitu 0. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan.000 atau 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.000 sesuai dengan lampiran V.32.09. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.000 atau skala 1: 10. yaitu 0.000.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 149 . 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.05. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat.31. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.

150 .08.04. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. RDKK.19. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. kelompok sasaran lain. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. yaitu 0. yaitu 0. RDKK. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.07.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 151 . Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu : 0. foto copy. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. tulisan tangan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar.15. yaitu 0. dsb. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. gambar. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder.28. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata).3. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya.28.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 152 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.

04. yaitu 0. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. 153 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V.04.

154 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. yaitu 0. yaitu 0.38.08. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm).08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota.05. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan.04. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. 155 . yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.07. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan.09. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 157 . Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. sebagai pramuwicara. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.

Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16.04.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang.03. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 158 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .05. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya.04. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.06. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

yaitu 0. yang disusun. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I.15. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman.c. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. format yang ditentukan.06.16. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.05. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. c) Ketepatan materi yang disusun. Bukti kredit yaitu 0. masyarakat sasaran. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0.Ill/d). kehutanan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. 0.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V.14. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 160 161 . kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi.

Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 5) 162 .10. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan.17. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.10. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.

8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. yaitu 0.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. 163 . 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.40. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun.39. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. yaitu: 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan.12. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 .Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. yaitu 0. yaitu : 0.32. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.08.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 1. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun.3. 165 . b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.6. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder.81.

Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. yaitu 0. 166 . b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V.56.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.8.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.000 kata. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.16.75. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 167 . 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0.07. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka .16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area).22. 168 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0.27. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16. 169 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama.

170 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun.12.48. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. yaitu 0. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.

b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.05. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.06. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV.30. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 171 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV.

33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.48. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 172 . 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan.08.09. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . yaitu 0. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.

c) Ketepatan materi penyuluhan.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. keterampilan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. 36) Mengolah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. d) Pelaksanaan penyuluhan.2. yaitu 0. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. dan sikap masyarakat sasaran. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. 173 .

Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.54. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat.08. 174 . yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.3. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. yaitu 0. 175 . Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.04. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.16. yaitu 0.2.07. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2.III/b). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. yaitu 0.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0.32. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. 176 . 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.07. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan.

b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 177 .06. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.16. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun.08. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0.

178 . b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.28.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.15. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.3. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.28. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). sebagai pembicara / penyaji. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. 179 .06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. yaitu 0.

LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya.08.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. LSM. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. LSM. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0.09.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 181 . yaitu 0.03. yaitu 0.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.08. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill.1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.

38. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. yaitu 0.09.04. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. 182 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.15.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 183 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.04. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

184 .Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.4. yaitu 0. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan.46. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.5.

sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. 185 . metodologi. sarana.III/d). b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. materi. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.36. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. metode. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. sarana. materi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik.36. yaitu 0. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. b. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.37. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun.

3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK).39. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 .8. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 187 . 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.

56. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 188 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0. yaltu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. yaitu 0. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. dan pemerintah pusat. pemerintah pusat. 189 . yaitu 0.6. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. cendekiawan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.64. cendekiawan.16.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.

190 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaltu 0. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.16.16. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. minimal dihadiri 50 orang.06. yaitu 0.

24. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.59. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV.

44. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.06. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. yaitu 0. 192 .08. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum).

6. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun.21. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. yaitu 0. yaitu 0. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.27. 193 .

Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.14. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 194 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.42. yaitu 0.30. yaitu 0. yaitu 0. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

46.96. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 196 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.80. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

sarana.12.12. yaitu 0. metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.84. materi. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. materi. materi.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. c. yaitu 0.IV/c). dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. metodologi. 197 . sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK).58. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 198 .36.45. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. 199 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.84.

80. cendekiawan. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 1.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. cendekiawan dan pemerintah pusat.18. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. yaitu 0. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.9. yaitu 0.

kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV.09. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 201 . yaitu 0. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.18. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV.

16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 202 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.12. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat.12. yaitu 0.

yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.18.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.45.69. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.2. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. metodologi. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. materi sarana. 204 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.9. yaitu 1. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.08. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. sarana. materi.

sarana. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. b. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . yaitu 12. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. 3. materi.5. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan.72. metodologi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. yaitu 0.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. 1.

yaitu 6. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan.

penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.dihasilkan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. yaitu 8. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 4. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. 3. 207 . Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan.

Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Bukti Fisik : a. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. yaitu 3. 208 .5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. yaitu 7. Dalam bentuk makalah. b. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 4. b. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Tolok Ukur : a.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. 6. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 209 .0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. Bukti Fisik : a. b. 5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. b.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.5. yaitu 2. yaitu 5. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.5. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.0. yaitu 3. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2.04. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. yaitu 0. a. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. 211 . yaitu 7.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. yaitu 3. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 1. kecamatan. propinsi. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.0. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. 2). Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. 212 .5. Dalam bentuk makalah.b. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. kabupaten/kota.

Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. yaitu 3. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 213 .c. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.5. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.

0. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. yaitu 2. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 3. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 214 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.

4. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 5. yaitu 2. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0. yaitu 2.0. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan.

0. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. yaitu 1. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. yaitu 0. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. 216 .5.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.

yaitu 10.0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri.0. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. 217 . Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 2. yaitu 5. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

Tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.0 2. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. 218 . Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.5. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. yaitu 15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 1. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. sebagai: 1. Tingkat nasional/intemasional. yaitu 0. b).5. yaitu 0. sebagai : 1.

2. 3. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh).0. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. 219 . Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. yaltu 2. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 2. yaitu 0.35. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh).0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.0. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. 220 . yaitu 15. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.0.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. yaitu 1.

Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota.BAB III PENGAJUAN DUPAK. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. memeriksa kelengkapan persyaratannya. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. 221 . Tatacara Pengajuan DUPAK a. b. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. d. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. c. b) Bagi yang bekerja di Pusat. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.

3. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. atau paling lama satu tahun sekali. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.e. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. 222 . dan/atau c) Pemantauan. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. 2. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

Penilaian Angka Kredit 1. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. B. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. b. c. Tim Penilai a. b. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. 223 . dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. yaitu : a. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 2.4. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan.

dan 224 . b. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).b. d. 3. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Tim Penilai a. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.

m a s i n g . Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 4.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . c. d.

maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. Sekretariat Tim Penilai a. b. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan.b. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. d. 6. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. dibentuk 226 . Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. 5. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai.

Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. 7. f. b. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. e. c. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. d. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK).b. c. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan.

k. l. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. g. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. i. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. j. m. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. h. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. 228 .

adalah: a. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a.8. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. d. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. c. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. b. b. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. C. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Penetapan Angka Kredit 1. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. 229 . Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya.

2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 230 . 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). PAK yang telah ditetapkan. Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.b. 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). c. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli).

2. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Menteri Kehutanan. Persyaratan a.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Pengangkatan Pertama Kali 1.l. b. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. golongan ruang Il/b. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. d. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 231 .

3. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). pangkat Penata Muda golongan II/a.Joko. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang Ill/a. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. Saudara lr.4) b. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. b. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Perpindahan Jabatan 1. Dengan demikian. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). 4. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. B. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. b. 233 . Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan a. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a.

Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.I. golongan ruang Ill/a.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. b. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang Il/b. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 234 . 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 3. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.

6. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan 1. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. 235 . c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. 5. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX.4. C. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. 4. 3. b. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. 2.

b. b. 236 . 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . 3. Kenaikan Jabatan 1.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 2. b. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.

4. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. d. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) PAK terakhir asli. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya.c. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 237 . Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. kehutanan atau yang serumpun. yaitu bidang penyuluhan. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan.

B.b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. c. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. 2. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. d. Kenaikan Pangkat 1. adalah: a. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 238 . Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. dan b.

b. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 239 . golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. d. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I.

golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a. b. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 240 . Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 3. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I.

4. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). 241 . 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 2) PAK (asli) terakhir. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 242 . a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. b. pangkat Penata. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. golongan ruang IV/b.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 2. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. golongan ruang IV/c. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. c. golongan ruang III/d. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Pembina Utama Muda.

4. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. 5) Copy SK hukuman disiplin atau.d. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. 243 . pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. g. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. 3. Ketentuan lain a. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. f. d. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. b. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. h. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. b. atau Cuti di luar tanggungan negara. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. e. c. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas.

B. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. d. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. b. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pengangkatan Kembali 1. 244 . Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan.

apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan.2. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. 3) Copy PAK terakhir. b. Pensyaratan pengangkatan kembali a. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 245 . Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. f. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. c. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. d. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. e. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara.

2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Agus. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. 4. sehingga PAK terakhir Sdr. Agus. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Ir. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Dalam hal yang demikian. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. 246 . Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Ir. lr. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata.

Dalam hal yang demikian. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. c. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. lr. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. atau 2. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr.Sdri. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. sehingga PAK terakhir Sdri. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). Ir. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. b. d. C. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Anita. pangkat yang digunakan adalah Penata. 247 . goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Ir. Anita. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap.

4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . 3. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan.b. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. d. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. 249 . c.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.PAN/12/2002.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. 250 . 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.

pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. b. b. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. antara lain melakukan: a. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. e. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). dan f. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Cuti diluar tanggungan negara. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. c. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. 2. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. d.

.……....……………..…. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a. : ………………………............ .....…………......……………........... : ………………………... : ……………………….…..... ………….. : ………………………..... Nama dan NIP b.... 3...……………..………...……………....……………....... : ………………………......…..... .. ………………………...….... . Penyuluh Kehutanan a.... ......…........ : ………………………....……….. 4...…......…..........…………….……………... Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.. ...….……..... : ………………………. .……………...... .……………....…............ Waktu Pelaksanaan b.. 5.........…. 6.…. 252 ...……………. .. : ………………………....... ... / ……....... .. ....…....……………. Pangkat / Golongan c..……………..…....…. ……………………….………….... Tempat/ Lokasi c. ………………………. : ………….......….. ..…..... ………………………... tanggal …………... : ………………………. : ……………………….....……………...... / ……... Jabatan d... 2. . ....CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1....... Peserta Hasil Kegiatan : …………......……………..

.............…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ...…………..................CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….......……………….......……..…….....…………….. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………….....…………………… 253 ......…………….. : ………………...... Telah melakukan kegiatan…………………………………........ …………………………………………………………..……/ ………….... pada tanggal ………….. ………………………………….…………......sebagai…….........................….di………. : …………………….……................. …………… tanggal………....……………………………………………....…………………….........……......... : …………………….... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya....……/ ……...…………………………………………….

.... : ……………………..……………..CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………. pramuwicara...…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus.......……..... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya........… di…………….......…….........………/ …………. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………....... : ……...........………………/ ………….......... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..........…………………………......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .……………………............ ……………………………………………………......... pameran. jam pada tanggal ………….. 254 .... membimbing penyuluh kehutanan) selama…….. …………… tanggal……….............……...…………...... : ……………………...... Telah melakukan kegiatan………………………….... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan...………………………….….....

...............…/ ………......... …………… tanggal……….... MODERATOR. di ……………... Dengan judul …………………………………….......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara . : ……………………..……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya....................... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………......………. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………....……………………............ : ……………………....……………………..………………………………………..…………............ dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….………………………………………...........………. pada tanggal ………………….…………………… 255 ..…………/ ……...........………...CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS.. ………………………………………..... : …………………..………………...........

..................... : …………………. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya...... : …………………….................................................................…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ........... yang dilaksanakan pada tanggal .. : …………………….………………......……….....…/ ………... : …………………….………......……………….........................…/ ………..... Telah melakukan kegiatan .........………........ : …………………….......CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...............………..............…………/ …….... …………… tanggal………...........…………...................... di ............………...…………/ …….....…………..………. Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………............. : …………………............

s/d . 5. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1......... 6... Lamanya lebih dari 960 jam 2..640 jam 4. 9.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1..480 jam 5. Sarjana Muda/ D III 2.. Lamanya antara 30 .... 4. Unit Kerja : 1........... 3....... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya antara 641 ....80 jam JUMLAH I 257 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A....... 8. tanggal .. Lamanya antara 161 .. Lamanya antara 81 . 2....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.160 jam 6... D II B.. Lamanya antara 481 .960 jam 3.. 7.

JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Kelompok sasaran 2. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 2. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Chart/Gambar B. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 3. Foto b. 10. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan temu lapang. 9. 7. 5. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. 4. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. 2. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Flipchart c. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 6. 8. Kelompok sasaran lain C. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota kelompok sasaran b. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Perorangan b. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. B.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. JUMLAH V 259 . b. PENGEMBANGAN PROFESI A. PEMANTAUAN. JUMLAH IV V. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. D. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk buku. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 2. 2. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. C. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 4.

sebagai : a. 4. 2. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pemrasaran. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. D. Diploma II 2. 30 (tiga puluh) tahun. 2. 20 (dua puluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 2. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. b. JUMLAH VI 260 . G. Narasumber. b. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Pengurus aktif. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Dalam bentuk makalah. Peserta. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. E. b. b. Sarjana/Diploma IV F. Pengurus aktif. 3. Anggota aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1. C. Pembahas. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Gelar kehormatan akademis. 10 (sepuluh) tahun. 1. Moderator. Tingkat Propinsi. B. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. c. Anggota aktif. sebagai: 1. 5.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

....................... Pejabat Penilai ( .. Pejabat Pengusul ( ..... Catatan Tim Penilai ...................... 262 ..................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1..... Tanggal ............ ) NIP.................... Tanggal ................. Ketua Tim Penilai ( . 4..... ) NIP................... 2................ ........... Catatan Pejabat Penilai ................................. Dst ....... 3... Tanggal ............... ) NIP..

. 8. 2.. Lamanya antara 30 . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. 5. Unit Kerja : 1. Lamanya antara 641 . 6... Lamanya antara 161 . Lamanya antara 81 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1....480 jam 5.... Lamanya antara 481 ..... 7.. D II B. 3.. s/d ... tanggal .... 9. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10........... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Sarjana Muda/ D III 2.80 jam JUMLAH 263 ......... Lamanya lebih dari 960 jam 2. 4. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian..960 jam 3.640 jam 4..160 jam 6..

Poster e. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Leaflet/folder d. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran 2. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Selebaran/ pamflet c.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota kelompok sasaran b. 6. B. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Maket g. C. 2. Specimen B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 4. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 6. Sebagai narasumber 5. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. 7. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Seri foto b. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 8. 9. 3. Melakukan temu usaha. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Sebagai moderator b. 4. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 2.

1 2 10. 4. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. 11. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. 12. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk majalah. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. b. 265 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. C. Kelompok sasaran lain 13. 6. JUMLAH III PEMANTAUAN. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. D. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Perorangan b. Dalam bentuk buku. V. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. 4. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A.

.... 3........................... Catatan Pejabat Penilai .. Pejabat Penilai ( . Ketua Tim Penilai ( .. Tanggal .............................. 4................. Dst ........................... ) NIP... Tanggal ...... Tanggal ............ ... Catatan Tim Penilai ...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......................... ) NIP. Pejabat Pengusul ( ...... 2..... ) NIP....................................................... 266 .......

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.... ) NIP.......... 268 .................. Tanggal ............ ) NIP. ) NIP........................ .............. Pejabat Penilai ( .................... Catatan Pejabat Penilai ... Tanggal .... Tanggal .......... Catatan Tim Penilai ..... Pejabat Pengusul ( ............ 3.............. Dst ... 2...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.......................... 4................................................... Ketua Tim Penilai ( ..

6. Lamanya antara 161 ....... Lamanya antara 30 ....... Lamanya antara 641 ... tanggal ... 7. 9... 8.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. Lamanya antara 81 .......480 jam 5. 2. 5....960 jam 3.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..... D II B. 3. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. s/d .. Lamanya antara 481 ...160 jam 6....640 jam 4. 4. Unit Kerja : 1.. Sarjana Muda/ D III 2...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian......80 jam JUMLAH I 269 . Lamanya lebih dari 960 jam 2.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1..

D. 7. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. 5. C. B. 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Siaran sandiwara di radio/TV c. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Slide b. 4. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Mock up B. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 4. 8. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 1. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Kelompok sasaran 2. Brosur/booklet g. Diorama h. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Model i. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 3. 3. Selebaran/pamflet d. 2. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Leaflet/folder e. Anggota kelompok sasaran b. Poster f.

Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 3. Mengolah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 5. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk majalah. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan.1 2 9. 2. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. D. Dalam bentuk buku. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. JUMLAH III PEMANTAUAN. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 271 . B. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 1. b. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. b. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. V. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. c. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Dalam bentuk buku. 3. sebagai : a. C. 4. Pengurus aktif. G. 30 (tiga puluh) tahun. b. Pemrasaran. b. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarjana Muda/Diploma III 3. D. 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Anggota aktif. E. 2. 3. Memperoleh piagam kehormatan 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 5. Narasumber. 1. JUMLAH VI 272 . b. Peserta. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Diploma II 2. Sarjana/Diploma IV F. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pembahas. 20 (dua puluh) tahun. 10 (sepuluh) tahun. Anggota aktif. Gelar kehormatan akademis. 2. b. Dalam bentuk makalah.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. sebagai: 1. Tingkat Propinsi.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

........................... ) NIP.............. ) NIP. Pejabat Pengusul ( ................................. Tanggal .......... Tanggal ............ Dst ...................... .. 4.............. Ketua Tim Penilai ( .............. Tanggal ....... 3...... ) NIP.. 274 .......................... 2.........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Catatan Pejabat Penilai .............. Catatan Tim Penilai .... Pejabat Penilai ( .

.. 8. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Lamanya antara 81 .. Lamanya lebih dari 960 jam 2..... 5.... 6..160 jam 6..480 jam 5.. Lamanya antara 161 .. Doktor 2. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya antara 641 ........ 3...960 jam 3. 7.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 481 .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian...... s/d . Sarjana / D IV B.... Pasca Sarjana 3.80 jam JUMLAH I 275 .. 9. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 30 ......640 jam 4.. 4.. tanggal .. Unit Kerja : 1.... 2.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1....

Brosur/booklet B. Melakukan temu karya kepada Pemda. b. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Leaflet/folder f. Kelompok sasaran lain C.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. 2. 6. C. 4. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. OHP transparan c. 3. Perorangan b. Poster g. Selebaran/pamflet e. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Tingkat propinsi. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Tingkat nasional. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. LSM. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Bulletin board (papan buletin) b. B. 5. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Seri slide d. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).

Metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. 4.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Materi. b. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. PENGEMBANGAN PROFESI A. 1. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarana. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. 1. 2. 277 . 3. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. materi. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. C. JUMLAH V VI. 3. b. B. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam bentuk majalah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. PEMANTAUAN. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. JUMLAH IV V. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam bentuk buku. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik.

G. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. b. C. Pengurus aktif. Narasumber. Anggota aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sarjana/Diploma IV F. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. sebagai : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Diploma II 2. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. 5. sebagai: 1. 2. Pembahas.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 3. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 20 (dua puluh) tahun. b. Sarjana Muda/Diploma III 3. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Pengurus aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Peserta. E. c. 10 (sepuluh) tahun. Pemrasaran. Moderator. 2. 4. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. Anggota aktif. 2. JUMLAH VII 278 . 3. 1. 30 (tiga puluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. D. Tingkat Propinsi. Gelar kehormatan akademis.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .

............... ) NIP......................... Dst ..1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1. Tanggal ....... Pejabat Pengusul ( .......................... 3....... Tanggal ................ ) NIP.... Pejabat Penilai ( ................................................ 2... ........... Catatan Tim Penilai .. Ketua Tim Penilai ( ........ ) NIP.............. 280 ...... 4.................. Catatan Pejabat Penilai ............. Tanggal ..........

.480 jam 5. Lamanya antara 641 .640 jam 4...... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1......960 jam 3. 2.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. s/d . 9... Pasca Sarjana 3.....160 jam 6...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian..80 jam JUMLAH I 281 ... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. 7... Unit Kerja : 1. tanggal .. Sarjana / D IV B.. 3...... Lamanya antara 481 . Doktor 2... 5.. Lamanya antara 30 . Lamanya antara 161 .... 4...... Lamanya lebih dari 960 jam 2. 8.. Lamanya antara 81 .. 6..... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.

JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. B. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. 8. 3. Perorangan b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 5. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Video c.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. pemerintah pusat. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. C. 7. Brosur/ Booklet B. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 3. 4. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Selebaran/ pamflet e. cendekiawan. Leaflet/ folder f. 2. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Kelompok sasaran lain 9. Sound slide b. Poster g. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 6. Siaran radio/ TV d. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran.

Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. B. 3 4 5 6 7 8 V. b. 4. 1. 283 . B. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 6. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengembangan Aspek Teknik. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 2. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Sarana. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. VI. 2 PEMANTAUAN. Dalam bentuk buku. b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 4. Metodologi.1 IV. materi. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk majalah. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 4. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 5. 1. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Materi. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.

Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 10 (sepuluh) tahun. B. 30 (tiga puluh) tahun. Tingkat Propinsi. 2. 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. D. sebagai : a. E. Peserta. 3. Pengurus aktif. C. G. b.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Narasumber. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Sarjana/Diploma IV F. Dalam bentuk makalah. 4. Pemrasaran. Pembahas. sebagai: 1. Moderator. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. 2. b. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 5. Memperoleh piagam kehormatan 1. Pengurus aktif. c. Anggota aktif. 20 (dua puluh) tahun. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Anggota aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Diploma II 2. Gelar kehormatan akademis. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VII 284 . PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 2.

1 2 3 4 5 6 7 8 VIII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .

) NIP............ ) NIP....................... .. 4..... Pejabat Pengusul ( ............................................ 3......... Ketua Tim Penilai ( . ) NIP. Catatan Pejabat Penilai ...........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Catatan Tim Penilai ..... Tanggal ........ Dst ..... 286 ............. Pejabat Penilai ( ........... Tanggal ................................... Tanggal ........ 2.........................................

. Lamanya antara 481 . 3. Sarjana / D IV B. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. Doktor 2..... 9... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 4...80 jam JUMLAH I 287 ... Lamanya lebih dari 960 jam 2... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... Lamanya antara 81 . Pasca Sarjana 3.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian... s/d ... Lamanya antara 30 .....480 jam 5... 5..... tanggal .. Lamanya antara 161 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 7..........640 jam 4... 2.. Unit Kerja : 1..960 jam 3.. 6.... Lamanya antara 641 .. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1...160 jam 6.. 8.

IV. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Leaflet/ folder c. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. 2. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Selebaran/ pamflet b. Poster d. cendikiawan. 288 . 3. 4. 3. 2. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. B. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Perorangan b. 4. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 3. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan.1 II. Brosur/ Booklet B. 4. 2. Pemerintah Pusat. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 4. Sarana. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. 2. materi. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk buku. b. B. Metodologi. Pengembangan Aspek Teknik. Materi. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan.1 2 3 4 5 6 7 8 V. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 2. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. b. VI. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 4. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 3. 1. D. JUMLAH VI 289 . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. B. Dalam bentuk majalah. C. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.

Pengurus aktif. b. Anggota aktif. Gelar kehormatan akademis. 3. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. 2. E. sebagai : a. 30 (tiga puluh) tahun. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. 10 (sepuluh) tahun. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Pembahas. Anggota aktif. 5. Pemrasaran. Pengurus aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. JUMLAH VII 290 . Sarjana/Diploma IV F. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. C. 4. Dalam bentuk buku. 1. b. Narasumber. 20 (dua puluh) tahun. Moderator. Dalam bentuk makalah. Peserta. G. 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. D. Diploma II 2. 2. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. c. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Tingkat Propinsi.

Tanggal ................ 2.............. 3. 4.. Catatan Tim Penilai ...... Tanggal ........................... ) NIP............... Tanggal .... Pejabat Pengusul ( .. .............................................. Dst . ) NIP.................... 291 ........ Catatan Pejabat Penilai ....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................ ) NIP...... Pejabat Penilai ( ..................................... Ketua Tim Penilai ( ...........

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... : ............................. : .......................................................................................................................................... : ................................... : ............. : : ................................................................... : ... : .............. : ............. : ....................................................................................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ........................................................................ : ...... : ............................................................. 298 .........................................................

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya... Atasan langsung..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.......... ....... 299 ....................K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.

........ : : .... : ...............CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ..................... : ..................................................... : ........ : .............................................................................................................................................................................. : ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. : ......................................................................... : .......................... : .............................. : ...................................................................................................... : ........................................................................................................................ 300 ..

... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ................ 301 ....Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan...... ...... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.... Atasan langsung....... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

.. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............... 3.... 8............ / ..... 308 ..... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........... 2............... 10.... Mengingat : 1.... 6.......... 5..CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002................................................................................... tanggal ... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... 4....... b................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002........ 7......... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.. / ........... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... 9............... dipandang perlu mengangkat saudara ......... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ...................... .... NOMOR : ..... ...... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999...................

..................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a......... b............... dengan angka kredit sebesar .... c.... *) coret yang tidak perlu... Pejabat lain yang dipandang perlu...................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal . ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......... (diisi dengan angka dan huruf) ....................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3....................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.............. 309 ........................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..................... Nama : . dari jabatan ........... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...................................... Ruang/TMT d............. Unit Kerja : ............................ Pangkat/Gol................ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................... : ... 4.................... NIP : .. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.........

I. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata.< 150 150 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. I. III/b Penata III/c Penata Tk. II/c Pengatur Tk.< 400 400 .< 60 60 . I. I. III/c Penata Tk. 1 2 3 4 5 6 7 B. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda. IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . III/d Pembina IV/a Pembina Tk.< 80 80 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A.< 550 550 .< 200 200 . 1 2 3 4 5 6 7 . PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. III/a Penata Muda Tk. I. I.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 100 100 .< 300 300 . I. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .< 150 150 .< 200 200 .

. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) ....CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11...PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002.. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) ....... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 311 . 4...... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.. 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60. 3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890)... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M....... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.... Mengingat : 2....

10.......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil..... Kewenangan. 6.... 12. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor .. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. Fungsi... sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198. 11.5.. 8..PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.... 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).. 312 ... Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194... Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan...

Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA.... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .............. akan diadakan perbaikan seperlunya. Ditetapkan di Pada tanggal : : a.... KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya......MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal . Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini. kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku....n....

.. .. jabatan .............CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............. b.................... berdasarkan .................................... 9....................... / ............... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.......................................... 5.......................................... pangkat/golongan ruang ...... 314 ................................................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.. NOMOR : ..... 2......... 4.... ................................................ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............................................................. 3..................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001...... ............................. / ........... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ............ ................................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........................ NIP................PAN/12/2002................................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003....................... 7....................................... 6........ 8............................. .......... Mengingat : 1. Bahwa saudara ....... karena ........................... ....... ............................................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.............

................ dari jabatan ............. c.......... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3................................ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit..................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.... b.. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Nama : ................ 4... Pangkat/Gol.................. Unit Kerja : ..... NIP : ............................................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............... Ruang/TMT d.... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a..... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................................ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5....................... *) coret yang tidak perlu..... : .. 315 .............. (diisi dengan angka dan huruf) ....MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... dengan angka kredit sebesar ...................................... Pejabat lain yang dipandang perlu.............

.. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... b................. tanggal ... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... / .. 10......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. 9.............................. 5.... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002........... 3... 4...... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............ dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ........ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....... 7................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............... ......... 8... . 2..................... 316 ...................................... NOMOR : ....................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999..................... / ....... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......................... 6..... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ......................... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.... Mengingat : 1....................

Ruang/TMT d....... NIP : ................. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. dari jabatan ........... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.............. c......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............. (diisi dengan angka dan huruf) ........ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..... Nama : ........... 4............... Pejabat lain yang dipandang perlu............................ dengan angka kredit sebesar ..... *) coret yang tidak perlu..................................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........... Unit Kerja : ........................ b............................................... Pangkat/Gol.............................. : .............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2..MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................... 317 ...............................

................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........ ............... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994................ ................... 6.................. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ......../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)......... 4............................ b............................ terhitung mulai tanggal ..... 5................ / ......... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............................. NIP....................... / ......PAN/12/2002............... jabatan .. 318 ... 2.... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002........... pangkat/golongan ruang .......................................... 3............................................ 8.............. 9..................... tanggal ........................................ Mengingat : 1.....CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ....... NOMOR : ... Bahwa saudara ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........................... 7............ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... .. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M...

. Pejabat lain yang dipandang perlu. 4............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......... b...................... 319 .................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit........ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.............. (diisi dengan angka dan huruf) ............................. Nama : ...... dengan angka kredit sebesar ........ Unit Kerja : ........ KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............. *) coret yang tidak perlu.......... Ruang/TMT d...... NIP : .................. c............................................................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......................... : ......................................................... dari jabatan ............ mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.. Pangkat/Gol.... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful