P. 1
PD-PRTIPNUIPPNU2009

PD-PRTIPNUIPPNU2009

|Views: 10|Likes:
Published by Abde Firmansyah

More info:

Published by: Abde Firmansyah on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • PERATURAN DASAR IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
  • PERATURAN DASAR
  • MUQADDIMAH
  • BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN
  • Nama
  • Kedudukan
  • BAB II AQIDAH dan ASAS
  • Aqidah / Asas
  • BAB III SIFAT DAN FUNGSI
  • Sifat
  • BAB IV TUJUAN DAN USAHA
  • Tujuan
  • Usaha
  • BAB V LAMBANG
  • BAB VI KEANGGOTAAN
  • BAB VII STRUKTUR DAN PERANGKAT ORGANISASI
  • Struktur Organisasi
  • Cabang Istimewa
  • BAB VIII KEPENGURUSAN
  • Pengurus
  • Masa Khidmat
  • BAB IX PELINDUNG DAN DEWAN PEMBINA
  • BAB X PERMUSYAWARATAN
  • BAB XI KEUANGAN
  • BAB XII PERUBAHAN DAN PEMBUBARAN
  • BAB XIII PENUTUP
  • PERATURAN RUMAH TANGGA IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
  • PERATURAN RUMAH TANGGA
  • BAB I HARI LAHIR ORGANISASI
  • Hari Lahir Organisasi
  • BAB II KEANGGOTAAN
  • Jenis Keanggotaan
  • Tata Cara Keanggotaan
  • Kewajiban Anggota
  • Hak Anggota
  • Disiplin Organisasi
  • Gugurnya Keanggotaan
  • BAB III PERANGKAT ORGANISASI
  • Perangkat Organisasi
  • BAB IV STRUKTUR ORGANISASI
  • Pimpinan Pusat
  • Pimpinan Wilayah
  • Pimpinan Cabang
  • Pimpinan Cabang Istimewa
  • Pimpinan Anak Cabang
  • Pimpinan Komisariat
  • Pimpinan Ranting
  • BAB V PELINDUNG DAN DEWAN PEMBINA
  • Pelindung
  • Dewan Pembina
  • BAB VI KEPENGURUSAN
  • Susunan Pengurus
  • Kriteria Pengurus
  • Pemilihan dan Penetapan Pengurus
  • BAB VII RANGKAP JABATAN
  • Rangkap Jabatan
  • Kekosongan Kepengurusan
  • Kekosongan Jabatan
  • BAB IX PERMUSYAWARATAN
  • Kongres
  • Kongres Luar Biasa
  • Rapat Kerja Nasional
  • Rapat Pimpinan Nasional
  • Konferensi Wilayah
  • Konferensi Wilayah Luar Biasa
  • Rapat Kerja Wilayah
  • Rapat Pimpinan Wilayah
  • Konferensi Cabang
  • Konferensi Cabang Luar Biasa
  • Rapat Kerja Cabang
  • Rapat Pimpinan Cabang
  • Konferensi Anak Cabang
  • Konferensi Anak Cabang Luar Biasa
  • Rapat Kerja Anak Cabang
  • Rapat Pimpinan Anak Cabang
  • Rapat Anggota
  • Rapat Anggota Luar Biasa
  • Rapat Kerja Anggota
  • Legitimasi Permusyawaratan
  • BAB X RAPAT-RAPAT
  • Pengambilan keputusan
  • Iuran
  • Pengelolaan keuangan
  • BAB XII PENUTUP
  • Ketentuan Penutup
  • PERATURAN DASAR IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
  • MUKADDIMAH
  • Waktu
  • BAB II AQIDAH DAN ASAS
  • Aqidah
  • Asas
  • BAB III KEDAULATAN
  • Kedaulatan
  • BAB IV SIFAT DAN FUNGSI
  • Fungsi
  • BAB V TUJUAN DAN USAHA
  • BAB VI KEANGGOTAN
  • Keanggotaan
  • BAB VII STRUKTUR ORGANISASI
  • BAB III PERMUSYAWARATAN
  • Permusyawaratan
  • BAB IX KEUANGAN
  • Keuangan
  • BAB X PERATURAN
  • Peraturan
  • BAB XI PERUBAAHAN DAN PEMBUBARAN
  • Perubahan
  • Pembubaran
  • BAB XI PERUBAHAN DAN PEMBUBARAN
  • PERATURAN RUMAH TANGGA IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
  • BAB I ATRIBUT
  • Lambang
  • Lagu
  • Atribut lainnya
  • Jenis keanggotaan
  • Syarat keanggotaan
  • Proses keanggotaan
  • Kewajiban anggota
  • Pemberhentian anggota
  • BAB III STRUKTUR ORGANISASI
  • Pimpinan Anak Ranting
  • Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi
  • BAB IV PEMBENTUKAN ORGANISASI
  • Pembentukan Organisasi
  • BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN PIMPINAN
  • Pimpinan wilayah
  • BAB VIII PERMUSYAWARATAN
  • RAPIMNAS
  • Rapimwil
  • RAPIMCAB
  • Rapim Ancab
  • Konferensi Komisariat PKPT
  • Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi
  • Konferensi, Konferensi Luar Biasa dan Rapat Kerja Cabang Istimewa
  • BAB IX RESHUFFLE
  • BAB X KEUANGAN
  • Kepemilikan
  • BAB XI KETENTUAN PENUTUP
  • Penutup

PERATURAN DASAR IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA

HASIL KONGRES XVI IPNU Ponpes Al-Hikmah Brebes, 19-24 Juni 2009

1

PERATURAN DASAR MUQADDIMAH Bismillahirrahmanirrahim Asyhadu alla ilaha illallah Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah Bahwasanya keyakinan umat Islam yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah sebagai prinsip hidup merupakan i’tikad dalam menegakkan nilai-nilai Islam, dasar berpijak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila. Bahwasanya perjuangan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan melalui tahapan pembangunan nasional untuk mewujudkan keadilan, kemaslahatan, kesejahteraan dan kecerdasan bangsa adalah kewajiban bagi setiap warga negara, baik secara perorangan maupun bersama-sama. Bahwasanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama sebagai bagian yang tak terpisahkan dari potensi generasi muda Indonesia, senantiasa berpedoman pada garis perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menegakkan nilai-nilai Islam dan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwasanya atas dasar keinsyafan dan kesadaran akan tanggungjawab masa depan bangsa, kejayaan Islam, kemajuan Nahdlatul Ulama dan suksesnya pembangunan nasional, maka berkat rahmat Allah SWT, kami generasi muda Islam Indonesia menyatakan dengan Peraturan Dasar sebagai berikut: BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU yang didirikan pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H bertepatan dengan tanggal 24 Februari 1954 M di Semarang, untuk waktu yang tidak terbatas. Pasal 2 Kedudukan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berkedudukan di Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. BAB II AQIDAH dan ASAS Pasal 3 Aqidah / Asas

1.
2.

Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama beraqidah Islam dengan menganut paham ahlussunnah wal jamaah. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/ kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. BAB III SIFAT DAN FUNGSI Pasal 4 Sifat

IPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagama an. Pasal 5 Fungsi

2

IPNU berfungsi sebagai: 1. Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran. 2. Wadah kaderisasi pelajar untuk mempersiapkan kader-kader penerus Nahdlatul Ulama dan pemimpin bangsa. 3. Wadah penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah 4. Wadah komunikasi pelajar untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah. BAB IV TUJUAN DAN USAHA Pasal 6 Tujuan Tujuan IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 7 Usaha Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana pasal 6, maka IPNU melaksanakan usahausaha: 1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi. 2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa. 3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah 4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi. BAB V LAMBANG Pasal 8 1. Lambang organisasi berbentuk bulat. 2. Warna dasar hijau, berlingkar kuning di tepinya, dengan diapit dua lingkaran putih. 3. Di bagian atas tercantum akronim “IPNU”, dengan tiga titik di antaranya dan diapit oleh tiga garis lurus pendek, yang satu di antaranya lebih panjang pada bagian kanan dan kirinya semua berwarna putih. 4. Di bawahnya terdapat bintang sembilan. Lima terletak sejajar, yang satu di antaranya lebih besar terletak di tengah dan empat bintang lainnya terletak mengapit membentuk sudut segitiga. Semua berwarna kuning. 5. Di antara bintang yang mengapit, terdapat dua kitab dan dua bulu angsa bersilang berwarna putih. BAB VI KEANGGOTAAN Pasal 9 1. 2. Setiap pelajar Islam yang menyatakan keinginanya dan sanggup menaati Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga IPNU, dapat diterima menjadi anggota. Ketentuan-ketentuan tentang keanggotaan diatur dalam Peraturan Rumah Tangga. BAB VII STRUKTUR DAN PERANGKAT ORGANISASI Pasal 10 Struktur Organisasi Struktur Organisasi IPNU terdiri dari : Pimpinan Pusat untuk tingkat nasional, disingkat PP. 2. Pimpinan Wilayah untuk tingkat propinsi, disingkat PW.

1.

3

3. 4. 5.

Pimpinan Cabang untuk tingkat kabupaten/kota atau daerah yang disamakan dengan kabupaten/kota, disingkat PC. Pimpinan Cabang Istimewa untuk luar negeri, disingkat PCI. Pimpinan Anak Cabang untuk tingkat kecamatan, disingkat PAC. 6. Pimpinan Komisariat untuk tingkat lembaga pendidikan, disingkat PK. 7. Pimpinan Ranting untuk tingkat desa atau kelurahan dan sejenisnya, disingkat PR. Pasal 11 Cabang Istimewa 1. Untuk mencapai tujuan dan usaha-usaha sebagaimana Pasal 6 dan 7, IPNU membentuk departemen, lembaga dan badan yang merupakan bagian dari kesatuan organisatoris IPNU. 2. Kepengurusan IPNU di semua tingkatan dapat membentuk departemen, lembaga dan badan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 12 Pengurus 1. Pengurus IPNU di semua tingkatan sesuai dengan struktur organisasi yang ada dipilih dan ditetapkan dalam permusyawaratan sesuai dengan tingkat kepengurusanya. 2. Ketentuan mengenai komposisi, kriteria, pemilihan dan penetapan pengurus IPNU, diatur dalam Peraturan Rumah Tangga. Pasal 13 Masa Khidmat Kepengurusan dibatasi dengan periodisasi masa khidmat berikut: 1. Masa khidmat untuk Pimpinan Pusat adalah 3 (tiga) tahun 2. Masa khidmat untuk Pimpinan Wilayah adalah 3 (dua) tahun 3. Masa khidmat untuk Pimpinan Cabang adalah 2 (dua) tahun 4. Masa khidmat untuk Pimpinan Anak Cabang adalah 2 (dua) tahun 5. Masa khidmat untuk Pimpinan Komisariat adalah 1 (satu) tahun 6. Masa khidmat untuk Pimpinan Ranting adalah 2 (dua) tahun Pasal 14 Ketentuan tentang kekosongan kepengurusan dan kekosongan jabatan pengurus di semua tingkatan, diatur dalam Peraturan Rumah Tangga. BAB IX PELINDUNG DAN DEWAN PEMBINA Pasal 15 Di setiap tingkat kepengurusan sesuai dengan struktur organisasi yang ada, terdapat pelindung dan dewan pembina. Hal-hal berkaitan dengan pelindung dan dewan pembina lebih lanjut diatur dalam Peraturan Rumah Tangga. BAB X PERMUSYAWARATAN Pasal 16 I. Permusyawaratan untuk tingkat nasional, terdiri dari: 1. Kongres 2. Kongres Luar Biasa 3. Rapat Kerja Nasional 4. Rapat Pimpinan Nasional Permusyawaratan untuk tingkat propinsi, terdiri dari: 1. Konferensi Wilayah 2. Konferensi Wilayah Luar Biasa 3. Rapat Kerja Wilayah 4. Rapat Pimpinan Wilayah

II.

4

terdiri dari: 1. Apabila IPNU dibubarkan. Rapat Pimpinan Cabang Permusyawaratan IPNU untuk tingkat Kecamatan. Rapat Anggota 2. maupun sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat. 1. II. IPNU hanya dapat dibubarkan dengan keputusan Kongres atau referendum yang dilakukan khusus untuk maksud tersebut. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Dasar. IPNU. Rapat Kerja Anak Cabang 4. Keuangan IPNU diperoleh dari sumber-sumber dana di lingkungan Nahdlatul Ulama. Rapat Pimpinan Anak Cabang Permusyawaratan IPNU untuk tingkat lembaga pendidikan dan desa/kelurahan atau sejenisnya terdiri dari: 1. c. umat Islam. Konferensi Anak Cabang 2. Rapat Kerja Anggota BAB XI KEUANGAN Pasal 17 a. Sumber dana di lingkungan IPNU bersumber dari: Iuran anggota Usaha yang sah dan halal Bantuan yang tidak mengikat 3. 2. 5 . 2.III. Peraturan Dasar ini berlaku sejak waktu ditetapkan. Rapat Anggota Luar Biasa 3. Pasal 19 1. BAB XIII PENUTUP Pasal 20 1. Permusyawaratan untuk tingkat kabupaten/kota atau daerah yang disamakan dengan kabupaten/kota. Konferensi Cabang Luar Biasa 3. I. Rapat Kerja Cabang 4. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa 3. b. BAB XII PERUBAHAN DAN PEMBUBARAN Pasal 18 Peraturan Dasar IPNU hanya dapat diubah oleh Kongres dengan dukungan minimal 2/3 suara dari jumlah Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang sah. maka segala hak milik organisasi diserahkan kepada organisasi yang sehaluan dan/atau badan wakaf. terdiri dari: 1. Konferensi Cabang 2. Pemanfaatan iuran anggota lebih lanjut diatur dalam Peraturan Rumah Tangga. akan diatur dalam Peraturan Rumah Tangga 2.

PERATURAN RUMAH TANGGA IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA HASIL KONGRES XVI IPNU Ponpes Al-Hikmah Brebes. 19-24 Juni 2009 6 .

Menjaga reputasi dan kemuliaan Nahdlatul Ulama. Setiap anggota istimewa berhak: a. c. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota b. Pasal 3 Tata Cara Keanggotaan 1. Menjaga dan membela keluhuran agama Islam. d. yaitu setiap pelajar Indonesia yang menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga IPNU. Memperoleh perlakuan yang sama dari/untuk organisasi. b. selanjutnya disebut anggota. 2. c. Memilih dan dipilih menjadi pengurus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Anggota biasa. atau Pimpinan Anak Cabang. 2. serta organisasi lainnya. Menaati Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga. Sudah mengikuti dan lulus jenjang pendidikan kader Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA). pengelolaan administrasinya diserahkan pada Pimpinan Ranting/Komisariat terdekat. Menyatakan kesediaanya secara tertulis kepada pimpinan IPNU setempat. Anggota Istimewa adalah alumni pengurus IPNU yang terwadahi dalam Majelis Alumni IPNU. Setiap anggota berhak: a. atau 24 Februari menurut kalender Masehi. e. 4. saran dan pendapat. Pasal 5 Kewajiban Anggota Setiap anggota berkewajiban: 1. 3. 2. Pasal 6 Hak Anggota 1. Memberikan usul. 3. Anggota kehormatan adalah orang yang berjasa kepada organisasi. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan organisasi. Membayar iuran anggota. Mengeluarkan usul. 2. 3. Dalam keadaan khusus. anggota yang tidak diterima melalui Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat. peraturan-peraturan 7 . atau Pimpinan Cabang di daerah yang bersangkutan. saran dan pendapat. BAB II KEANGGOTAAN Pasal 2 Jenis Keanggotaan Anggota IPNU terdiri dari: 1. Pasal 4 Persyaratan menjadi anggota adalah: 1. Memberikan bimbingan dan bantuan kepada anggota dan pengurus. Memberikan usul. saran dan pendapat. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan organisasi. Setiap anggota kehormatan berhak: a. Berusia antara 12 sampai dengan 29 tahun.PERATURAN RUMAH TANGGA BAB I HARI LAHIR ORGANISASI Pasal 1 Hari Lahir Organisasi Hari lahir organisasi adalah 20 Jumadil Akhir menurut kalender Hijriyah. 2. 3. Anggota biasa pada dasarnya diterima melalui Pimpinan Ranting/Komisariat di tempat tinggalnya.

lembaga dan badan. BAB III PERANGKAT ORGANISASI Pasal 9 Perangkat Organisasi 1. 5. Pimpinan Wilayah berfungsi sebagai koordinator Pimpinan Cabang di daerahnya. 3. Perangkat organisasi IPNU sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Peraturan Dasar adalah departemen. Pimpinan Cabang merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai 8 . 2. Pimpinan Pusat sebagai tingkat kepengurusan tertinggi dalam IPNU merupakan penanggungjawab kebijakan dalam pengendalian organisasi dan pelaksanaan keputusankeputusan Kongres. Pimpinan Wilayah merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan organisasi di tingkat propinsi. yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat propinsi. BAB IV STRUKTUR ORGANISASI Pasal 10 Pimpinan Pusat 1. Pimpinan Wilayah berkedudukan di ibukota propinsi. 4. Mundur atas permintaan sendiri yang diajukan kepada pimpinan IPNU secara tertulis. 2. Pimpinan Pusat berkedudukan di ibukota negara Republik Indonesia. 2. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan organisasi. 3. Pasal 11 Pimpinan Wilayah 1. tujuan. Pimpinan Pusat merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi organisasi di tingkat nasional. Pasal 8 Gugurnya Keanggotaan Seseorang dinyatakan gugur keanggotaannya karena: 1. untuk selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Wilayah yang lain dalam propinsi tersebut. azas. 2. 5. 4. Diberhentikan karena melanggar Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga atau sebab-sebab lainnya. Pasal 12 Pimpinan Cabang 1. Pimpinan Pusat bertanggungjawab kepada Kongres. Badan adalah perangkat taktis organisas dalam menangani bidang-bidang tertentu. dan/atau usaha yang bertentangan dengan akidah. tujuan dan/atau usaha IPNU atau yang dapat merugikan IPNU. Departemen adalah perangkat organisasi yang melaksanakan kebijakan IPNU pada bidangbidang tertentu. Lembaga dan badan sebagai perangkat organisasi IPNU bersifat semi otonom. yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat nasional. Pimpinan Wilayah bertanggungjawab kepada Konferensi Wilayah. azas. Lembaga adalah perangkat organisasi yang melaksanakan kebijakan IPNU pada bidangbidang yang membutuhkan penanganan khusus. Dalam satu propinsi yang mempunyai sedikitnya 3 (tiga) Pimpinan Cabang dapat didirikan Pimpinan Wilayah. 3. Pasal 7 Disiplin Organisasi Anggota IPNU tidak diperkenankan menjadi anggota organisasi lain yang mempunyai akidah. dan sebagai pelaksana Pimpinan Pusat untuk daerah yang bersangkutan. c. Memberikan bantuan kepada organisasi.b. 4.

2. Dalam satu daerah kecamatan yang mempunyai sedikitnya 3 (tiga) Pimpinan Ranting atau 15 (lima belas) anggota. 3. Pimpinan Cabang Istimewa berkedudukan di luar negeri. serta melaksanakan kebijakan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Cabang untuk daerahnya. untuk selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Ranting yang lain. yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat kabupaten/kota. Dalam satu lembaga pendidikan yang telah mempunyai sedikitnya 10 (sepuluh) anggota dapat didirikan Pimpinan Komisariat. 2. untuk selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Anak Cabang yang lain. Pimpinan Komisariat merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan organisasi di tingkat sekolah. 6. 9 . 5. 4. 5. Pimpinan Komisariat bertanggungjawab kepada Rapat Anggota. serta melaksanakan kebijakan Pimpinan Cabang untuk daerahnya. 3. serta melaksanakan kebijakan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Cabang untuk daerahnya. Pasal 16 Pimpinan Ranting 1. 4. 5. Pimpinan Komisariat memimpin dan mengkoordinir anggota di daerah kewenangannya. Pimpinan Cabang memimpin dan mengkoordinir Pimpinan Anak Cabang di daerah kewenangannya. Dalam satu desa/kelurahan atau sejenisnya yang telah mempunyai sedikitnya 10 (sepuluh) anggota dapat didirikan Pimpinan Ranting. Pimpinan Cabang Istimewa bertanggung jawab kepada Konferensi Cabang Istimewa. Pimpinan Ranting bertanggungjawab kepada Rapat Anggota. Pimpinan Anak Cabang berkedudukan di ibukota kecamatan. Pimpinan Anak Cabang merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan organisasi di tingkat kecamatan. Pasal 14 Pimpinan Anak Cabang 1. 4. dapat didirikan Pimpinan Cabang dan selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Cabang yang lain. 3. 2. 3. Pasal 15 Pimpinan Komisariat 1. Dalam satu kabupaten/kota yang mempunyai sedikitnya 3 (tiga) Pimpinan Anak Cabang atau 45 (empat puluh lima) anggota. atau lembaga pendidikan lainnya. 3.pemegang kepemimpinan organisasi di tingkat kabupaten/kotamadya/kota administratif. Pimpinan Anak Cabang memimpin dan mengkoordinir Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat di daerah kewenangannya. Pimpinan Cabang beranggungjawab kepada Konferensi Cabang. perguruan tinggi. 2. 5. yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat kecamatan. 2. Pimpinan Ranting merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat desa/kelurahan atau sejenisnya. Pimpinan Cabang berkedudukan di ibukota kabupaten/kota. Pimpinan Cabang Istimewa Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat PCI IPNU) merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan organisasi IPNU di sebuah negara di luar negeri. Hal-hal yang berkaitan dengan syarat dan tata cara pembentukan Pimpinan Cabang Istimewa serta pengaturannya lebih lanjut diatur dalam Peraturan Organisasi. untuk selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Komisariat yang lain. Pimpinan Ranting merupakan suatu kesatuan organik yang memiliki kedudukan sebagai pemegang kepemimpinan organisasi di tingkat desa atau kelurahan. Pimpinan Anak Cabang bertanggungjawab kepada Konferensi Anak Cabang. serta melaksanakan kebijakan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat untuk daerahnya. Pimpinan Komisariat berkedudukan di lembaga pendidikan yang merupakan pimpinan tertinggi IPNU di tingkat lembaga pendidikan. pesantren. Dalam keadaan khusus (bila terdapat kepengurusan Cabang Nahdlatul Ulama) diperbolehkan mendirikan Pimpinan Cabang. dapat didirikan Pimpinan Anak Cabang. 4. Pasal 13 Pimpinan Cabang Istimewa 1. Pimpinan Ranting memimpin dan mengkoordinir anggota di daerah kewenangannya.

2. 10 . Pengurus Pimpinan Pusat terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Departemen dan atau Pengurus Badan dan Lembaga. beberapa ketua. BAB VI KEPENGURUSAN Pasal 19 Susunan Pengurus 1. beberapa wakil ketua. Memberikan dorongan. beberapa wakil sekretaris. b. b. Dewan Pembina IPNU di semua tingkat kepengurusan terdiri dari: a. beberapa wakil sekretaris. b. beberapa wakil sekretaris. Orang-orang yang mempunyai hubungan moril dan berjasa terhadap pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama. sekretaris. bendahara. serta beberapa wakil bendahara. beberapa wakil sekretaris. Pengurus Pimpinan Komisariat/Ranting terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Pengurus Departemen dan atau Pengurus Badan dan Lembaga b. sekretaris jenderal. 5. bendahara. Alumni pengurus IPNU sesuai dengan tingkatan masing-masing. Dewan Pembina berfungsi: a. wakil ketua umum. b. b. Pengurus Harian terdiri dari: ketua umum. Pimpinan Pusat a. saran-saran dan bantuan moril maupun materil. Pelindung adalah Pengurus Nahdlatul Ulama sesuai dengan tingkat kepengurusan yang bersangkutan. 4. Pengurus Pimpinan Cabang terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Pengurus Departemen dan atau Pengurus Badan dan Lembaga. beberapa wakil sekretaris jenderal. Struktur Dewan Pembina terdiri dari seorang koordinator dan beberapa anggota. Khusus untuk kepengurusan komisariat. Memberikan pembinaan secara berkesinambungan dan memberikan nasehat baik diminta ataupun tidak diminta. Pimpinan Cabang a. Pengurus Harian terdiri dari: ketua. bendahara umum. Pimpinan Anak Cabang a. Memberikan perlindungan dan pengayoman kepada organisasi sesuai dengan tingkatannya masing-masing. beberapa wakil ketua. Pengurus Pimpinan Anak Cabang terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Pengurus Departemen dan atau Pengurus Badan dan Lembaga. serta beberapa wakil bendahara. Pengurus Harian terdiri dari: ketua. Pengurus Harian terdiri dari: ketua. beberapa wakil ketua. serta beberapa wakil bendahara. b. 2. Pengurus Pimpinan Wilayah terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Pengurus Departemen dan atau Pengurus Badan dan Lembaga. 2. beberapa wakil ketua. sekretaris.BAB V PELINDUNG DAN DEWAN PEMBINA Pasal 17 Pelindung 1. Pimpinan Komisariat/Pimpinan Ranting a. serta beberapa wakil bendahara. Pimpinan Wilayah a. bendahara. Pengurus b. Pengurus Harian terdiri dari: ketua. 3. serta beberapa wakil bendahara. bendahara. 3. 3. pelindung dapat merupakan pimpinan lembaga pendidikan. sekretaris. sekretaris. Pasal 18 Dewan Pembina 1. Fungsi pelindung: a. Memberikan dorongan moril maupun materiil kepada organisasi.

b. 3.1 atau yang sederajat. Pendidikan serendah-rendahnya SLTA atau yang sederajat. Kriteria pengurus Pimpinan Cabang adalah: a. b. b. dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. Kriteria pengurus Pimpinan Ranting/Komisariat adalah: a. c. c. Ketua Umum dipilih oleh Kongres atau Kongres Luar Biasa. Pendidikan serendah-rendahnya S. b. Umur setinggi-tingginya 25 tahun. Pendidikan serendah-rendahnya SLTP atau yang sederajat. Kriteria pengurus Pimpinan Pusat adalah: a. dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. Ketua Pimpinan Wilayah bertanggungjawab kepada Konferensi Wilayah. Umur setinggi-tingginya 23 tahun.  Sudah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) dan Latihan Kader Muda (LAKMUD). Pengalaman organisasi:  Sekurang-kurangnya 2 tahun aktif sebagai anggota. c. Ketua dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Konferensi Wilayah menyusun kepengurusan Pimpinan Wilayah.  Sudah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA). Latihan Kader Muda (LAKMUD). c. Umur setinggi-tingginya 27 tahun.Pasal 20 Kriteria Pengurus 1.  Pernah menjadi pengurus Pimpinan Cabang atau Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Pusat. 5. Umur setinggi-tingginya 23 tahun.  Pernah menjadi pengurus Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Cabang. 3. Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Pusat ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pimpinan Wilayah disahkan oleh Pimpinan Pusat dengan rekomendasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama. Kriteria pengurus Pimpinan Anak Cabang adalah: a. 4. Pengalaman organisasi:  Sekurang-kurangnya 3 tahun aktif sebagai anggota. Pernah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA). dan Latihan Kader Utama(LAKUT). Ketua dipilih oleh Konferensi Cabang atau Konferensi Cabang Luar Biasa. Pendidikan serendah-rendahnya SLTP atau yang sederajat. Pimpinan Pusat dikukuhkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. b.  Pernah menjadi pengurus Pimpinan Cabang atau Pimpinan Wilayah. c. Ketua dipilih oleh Konferensi Wilayah atau Konferensi Wilayah Luar Biasa. Ketua Umum dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Kongres menyusun kepengurusan Pimpinan Pusat. dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. Pengalaman organisasi:  Sekurang-kurangnya 3 tahun aktif sebagai anggota. 2. c. d. b. 2. Pengalaman organisasi:  Sekurang-kurangnya 2 tahun aktif sebagai anggota. Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Wilayah ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a.  Sudah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA). Ketua Umum bertanggungjawab kepada Kongres. Pasal 21 Pemilihan dan Penetapan Pengurus 1.  Sudah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) dan Latihan Kader Muda (LAKMUD). b. Umur setinggi-tingginya 29 tahun. Pendidikan serendah-rendahnya SLTA atau yang sederajat.  Pernah menjadi pengurus Pimpinan Ranting atau Pimpinan Komisariat atau Pimpinan Anak Cabang. Kriteria pengurus Pimpinan Wilayah adalah: a. 11 . Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Cabang ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. d. c.

Ketua Pimpinan Ranting bertanggung jawab kepada Rapat Anggota 6. Bagi pengurus yang merangkap jabatan sebagaimana ayat (1). Pimpinan Ranting disahkan oleh Pimpinan Cabang dengan rekomendasi Pimpinan Anak Cabang dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama. maka pengurus tersebut dapat diberhentikan oleh pengurus yang bersangkutan atau tingkat kepengurusan di atasnya. b. c. Bagi pengurus yang merangkap jabatan sebagaimana ayat (1). Rangkap jabatan organisasi adalah merangkap dua atau lebih jabatan kepengurusan harian di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ketua dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Konferensi Cabang menyusun kepengurusan Pimpinan Cabang. Ketua Pimpinan Komisariat bertanggung jawab kepada Rapat Anggota BAB VII RANGKAP JABATAN Pasal 22 Rangkap Jabatan 1. d. Ketua dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Rapat Anggota menyusun kepengurusan Pimpinan Ranting. 4. b. dan atau jabatan politik lainnya. Pasal 24 1. dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Komisariat ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pasal 23 1. diharuskan memilih salah satu jabatan dalam kurun waktu selambat-lambatnya 2 (dua) bulan. d. 3. Bagi pengurus yang mengikuti kegiatan politik atau mencalonkan diri untuk menduduki jabatan politik. Ketua dipilih oleh Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. b. Ketua dipilih oleh Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa dan tidak dapat dipilih kembali untuk masa khidmat berikutnya. Pengurus dilarang melibatkan diri dan/atau melibatkan organisasi dalam kegiatan politik praktis. 5. diwajibkan untuk non-aktif. 2. Ketua dipilih oleh Konferensi Anak Cabang atau Konferensi Anak Cabang Luar Biasa. Ketua dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Konferensi Anak Cabang menyusun kepengurusan Pimpinan Anak Cabang. c. 2. Jika ayat (2) tidak terpenuhi. organisasi underbow partai politik. Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Ranting ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. d. Pimpinan Cabang disahkan oleh Pimpinan Pusat dengan rekomendasi Pimpinan Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama.b. atau kepengurusan IPNU di daerah atau tingkat yang berbeda. Ketua Pimpinan Cabang bertanggungjawab kepada Konferensi Cabang 4. 2. diharuskan memilih salah satu jabatan dalam kurun waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan. Ketua Pimpian Anak Cabang bertanggung jawab kepada Konferensi Anak Cabang. BAB VIII KEKOSONGAN KEPENGURUSAN DAN KEKOSONGAN JABATAN 12 . Pimpinan Anak Cabang disahkan oleh Pimpinan Cabang dengan rekomendasi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Rangkap jabatan politik adalah merangkap jabatan pada kepengurusan harian partai politik. c. Pimpinan Komisariat disahkan oleh Pimpinan Cabang dengan rekomendasi Pimpinan Anak Cabang dan pimpinan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengisian kekosangan jabatan akibat pemberlakukan ayat (3) dilakukan dengan mekanisme yang berlaku. c. Pemilihan dan penetapan pengurus Pimpinan Anak Cabang ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. d. Ketua dibantu oleh formatur yang dipilih oleh Rapat Anggota menyusun kepengurusan Pimpinan Komisariat.

menunaikan ibadah haji. PR/PK) terjadi karena yang bersangkutan berhalangan tetap atau berhalangan tidak tetap. Kekosongan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak terjadi karena yang bersangkutan berhalangan tidak tetap. Menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan Pusat. Kekosongan kepengurusan terjadi karena sebab-sebab berikut: a. d. Demisionerisasi otomatis. Mekanisme pengisian kekosongan jabatan pengurus sebagaimana ayat (1) diatur dalam Peraturan Organisasi. 2. atau didesak untuk mundur oleh separoh lebih satu dari pimpinan setingkat di bawahnya karena yang bersangkutan tidak melaksanakan tugasnya. Pembekuan kepengurusan. Berhalangan tidak tetap terjadi karena sakit tidak permanen. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat nasional adalah Kongres. 4. Berhalangan tetap terjadi karena yang bersangkutan meninggal dunia. Pasal 28 1. Untuk kelancaran penyelenggaraan Kongres. Pengisian kekosongan jabatan sebagaimana ayat (1). 3. Pimpinan Wilayah. atau permintaan ijin cuti karena sesuatu hal yang dikabulkan. 3. Membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan IPNU secara nasional. atau diberhentikan secara tetap karena melanggar PD-PRT dan/atau peraturan organisasi lainnnya. f. PAC. Dalam hal yang bersangkutan terpilih menjadi ketua umum/ketua pada masa khidmat yang ketiga. 2. seorang tidak diperbolehkan menjadi pengurus lebih dari 2 (dua) masa khidmat berturut-turut pada tingkat kepengurusan yang sama. BAB IX PERMUSYAWARATAN Pasal 29 Kongres 1. d. Demisionerisasi resmi. e. Kekosongan jabatan pengurus non-Ketua Umum/Ketua terjadi karena pengurus yang bersangkutan meninggal dunia. PC.Pasal 25 Kekosongan Kepengurusan 1. Pasal 30 13 . Memilih dan menetapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat dan Tim Formatur. Membahas dan menetapkan Prinsip Perjuangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. c. Kekosongan jabatan ketua umum (untuk PP) atau ketua (untuk PW. Pimpinan Pusat membentuk panitia yang bertanggungjawab kepada Pimpinan Pusat. 2. Kongres diadakan setiap 3 tahun sekali oleh Pimpinan Pusat dan dihadiri oleh Pimpinan Pusat. mengundurkan diri secara suka rela dan beralasan. c. maka hal tersebut diperbolehkan. Membahas dan menetapkan Garis-Garis Besar Program Perjuangan dan Pengembangan (GBP3). dan undangan. mengundurkan diri secara suka rela dan beralasan. Kekosongan kepengurusan sebagaimana ayat (1) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi Pasal 26 Kekosongan Jabatan 1. dan (3) diatur dalam Peraturan Organisasi. b. atau diberhentikan secara tetap karena melanggar PD-PRT dan/atau peraturan organisasi lainnnya. Kongres adalah forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang diselenggarakan untuk: a. 2. Pasal 27 1. (2). b. menjalankan tugas belajar atau tugas lainnya ke luar negeri atau luar daerah kerjanya. Membahas dan menetapkan perubahan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga. Pimpinan Cabang. Di semua tingkat kepengurusan IPNU. 3.

evaluasi. c. Rapat Kerja Nasional diadakan minimal 1 (satu) kali dalam masa kepengurusan Pimpinan Pusat. Pasal 32 Rapat Pimpinan Nasional 1. Konferensi Wilayah diselenggarakan untuk: a. Memilih dan menetapkan Ketua Pimpinan Wilayah dan Tim Formatur Pasal 34 Konferensi Wilayah Luar Biasa Dalam hal-hal khusus dapat diselenggarakan Konferensi Wilayah Luar Biasa. 2. 3. serta penjabaran hasil Konferensi Wilayah. b. 3.Kongres Luar Biasa Dalam hal-hal khusus dapat diselenggarakan Kongres Luar Biasa 1. Rapat Kerja Nasional merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalahmasalah organisasi yang bersifat khusus. Rapat Kerja Wilayah diadakan oleh Pimpinan Wilayah dan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang. Pasal 31 Rapat Kerja Nasional 1. 3. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat propinsi adalah Konferensi Wilayah. dan dihadiri oleh Pimpinan Pusat serta Pimpinan Wilayah. Rapat Pimpinan Nasional diadakan oleh Pimpinan Pusat. Pasal 33 Konferensi Wilayah 1. 3. 2. 1. 2. Konferensi Wilayah diadakan setiap 3 tahun sekali oleh Pimpinan Wilayah dan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang. Kongres Luar Biasa diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah-masalah organisasi yang mendesak dan penting yang tidak dapat diselesaikan dalam forum/permusyawaratan lain. Rapat Kerja Nasional diadakan oleh Pimpinan Pusat. Konferensi Wilayah Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah Pimpinan Cabang yang sah. Membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan organisasi di tingkat propinsi. Membahas dan menetapkan pokok-pokok program kerja Pimpinan Wilayah. 14 . Konferensi Wilayah Luar Biasa dapat dilaksanakan atas usul separoh lebih satu dari jumlah Pimpinan Cabang yang sah. koordinasi dan evaluasi program. Rapat Pimpinan Nasional merupakan forum permusyawaratan untuk membahas isu-isu aktual dan strategis. Pasal 35 Rapat Kerja Wilayah 1. Rapat Kerja Wilayah merupakan forum permusyawaratan untuk membahas perencanaan. 3. Kongres Luar Biasa dapat dilaksanakan atas usul separoh lebih satu jumlah Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang sah. dan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah. 3. Rapat Pimpinan Nasional diadakan sesuai kebutuhan pada suatu masa khidmat tertentu. Kongres Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang sah. serta membahas masalah-masalah khusus organisasi di tingkat propinsi. Konferensi Wilayah Luar Bisa diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah-masalah organisasi yang mendesak dan penting yang tidak dapat diselesaikan dalam forum/permusyawaratan lain. menyusun jadwal/program kerja. Rapat Kerja Wilayah diadakan minimal 1 (satu) kali dalam masa kepengurusan Pimpinan Wilayah. 2. 2. 2. serta hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan. koordinasi dan sinkronisasi program kerja. Menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan Wilayah d. khususnya yang berkaitan dengan kepentingan pelajar dan organisasi di tingkat nasional.

3. khususnya yang berkaitan dengan kepentingan pelajar dan organisasi di tingkat kabupaten. 2. Konferensi Cabang Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah Pimpinan Anak Cabang. 3. 3. Rapat Kerja Cabang diadakan minimal 1 (satu) kali dalam masa kepengurusan Pimpinan Cabang. Pasal 39 Rapat Kerja Cabang 1. c. 2. Pasal 41 Konferensi Anak Cabang 1. Pasal 37 Konferensi Cabang 1. Pasal 38 Konferensi Cabang Luar Biasa Dalam hal-hal khusus dapat diselenggarakan Konferensi Cabang Luar Bisa. koordinasi dan evaluasi program. Rapat Pimpinan Cabang dapat diadakan untuk membahas masalah-masalah yang akan dibawa pada Kongres. Membahas dan menetapkan pokok-pokok program kerja Pimpinan Cabang. Rapat Pimpinan Cabang diadakan sesuai kebutuhan pada suatu masa khidmat tertentu. dan dihadiri oleh Pimpinan Cabang. serta membahas masalah-masalah khusus organisasi di tingkat kabupaten/kota. Rapat Pimpinan Wilayah diadakan oleh Pimpinan Wilayah. Rapat Pimpinan Cabang diadakan oleh Pimpinan Cabang. Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang sah. 4. 3. 2. khususnya yang berkaitan dengan kepentingan pelajar dan organisasi di tingkat propinsi.Pasal 36 Rapat Pimpinan Wilayah 1. Membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan organisasi di tingkat kabupaten/kota. 3. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat kecamatan adalah Konferensi Anak Cabang. Pasal 40 Rapat Pimpinan Cabang 1. 2. atau Rapat Kerja Wilayah. Rapat Pimpinan Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas isu-isu aktual dan strategis. menyusun jadwal/program kerja. Konferensi Cabang Luar Biasa dapat dilaksanakan atas usul separoh lebih satu jumlah Pimpinan Anak Cabang. 1. Rapat Pimpinan Wilayah dapat diadakan untuk membahas masalah-masalah yang akan dibawa pada Kongres atau Rapat Kerja Nasional. Menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan Cabang d. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten/kota adalah Konferensi Cabang. Konferensi Cabang diselenggarakan untuk: a. Pimpinan Anak Cabang. Rapat Kerja Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas perencanaan. dan dihadiri oleh Pimpinan Anak Cabang. serta penjabaran hasil Konferensi Cabang. Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang sah. b. Konferensi Anak Cabang diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali oleh Pimpinan Anak Cabang 15 . Memilih dan menetapkan Ketua Pimpinan Cabang dan Tim Formatur. Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat. Konferensi Cabang Luar Bisa diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah-masalah organisasi yang mendesak dan penting yang tidak dapat diselesaikan dalam forum/permusyawaratan lain. 2. Rapat Kerja Cabang diadakan oleh Pimpinan Cabang dan dihadiri oleh Pimpinan Anak Cabang. Konferensi Cabang diadakan setiap 2 tahun sekali oleh Pimpinan Cabang yang dihadiri oleh Pimpinan Cabang. 2. Rapat Pimpinan Wilayah merupakan forum permusyawaratan untuk membahas isu-isu aktual dan strategis. Konferensi Wilayah. 4. Rapat Pimpinan Wilayah diadakan sesuai kebutuhan pada suatu masa khidmat tertentu.

2. Memilih dan menetapkan Ketua Pimpinan Anak Cabang dan Tim Formatur Pasal 42 Konferensi Anak Cabang Luar Biasa Dalam hal-hal khusus dapat diselenggarakan Konferensi Anak Cabang Luar Bisa. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang sah. 3. Membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan organisasi di tingkat kecamatan. 1. Rapat Pimpinan Anak Cabang diadakan sesuai kebutuhan pada suatu masa khidmat tertentu. Memilih dan menetapkan Ketua Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat dan Tim Formatur Pasal 46 Rapat Anggota Luar Biasa Dalam hal-hal khusus dapat diselenggarakan Rapat Anggota Luar Bisa. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa diselenggarakan untuk menyelesaikan masalahmasalah organisasi yang mendesak dan penting yang tidak dapat diselesaikan dalam forum/permusyawaratan lain. b. Pasal 43 Rapat Kerja Anak Cabang 1. Pasal 44 Rapat Pimpinan Anak Cabang 1. Membahas dan menetapkan pokok-pokok program kerja Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat. 2. 2. Rapat Kerja Anak Cabang diadakan minimal 1 (satu) kali dalam masa kepengurusan Pimpinan Anak Cabang. 3. 4.yang dihadiri oleh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat. d. Konferensi Anak Cabang diselenggarakan untuk: a. Rapat Pimpinan Anak Cabang dapat diadakan untuk membahas masalah-masalah yang akan dibawa pada Konferensi Cabang dan Rapat Kerja Cabang. Rapat Kerja Anak Cabang dapat diadakan guna membahas masalah-masalah yang akan dibawa pada Konferensi Cabang dan Rapat Kerja Cabang. Membahas dan menetapkan kebijakan-kebijakan organisasi di tingkat desa/kelurahan atau lembaga pendidikan. Rapat Pimpinan Anak Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas isuisu aktual dan strategis. 3. serta penjabaran hasil Konferensi Anak Cabang. Rapat Kerja Anak Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas perencanaan. Menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan Anak Cabang d. Menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat. 4. Rapat Kerja Anak Cabang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang dan dihadiri oleh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat. 2. Pasal 45 Rapat Anggota 1. Membahas dan menetapkan pokok-pokok program kerja Pimpinan Anak Cabang. menyusun jadwal/program kerja. Rapat Anggota diadakan setiap 2 tahun sekali oleh Pimpinan Ranting/dan 1 tahun sekali oleh Pimpinan Komisariat yang dihadiri oleh anggota. dan dihadiri oleh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat. 1. Rapat Anggota Luar Biasa diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah-masalah 16 . b. khususnya yang berkaitan dengan kepentingan pelajar dan organisasi di tingkat kecamatan. koordinasi dan evaluasi program. 3. 3. Rapat Pimpinan Anak Cabang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang. c. c. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat desa/kelurahan atau lembaga pendidikan adalah Rapat Anggota. Rapat Anggota diselenggarakan untuk: a. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa dapat dilaksanakan atas usul separoh lebih satu jumlah Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang sah. serta membahas masalah-masalah khusus organisasi.

Pimpinan Anak Cabang. dan penjabaran hasil Rapat Anggota. 2. Rapat Anggota Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah anggota. Rapat Kerja Anggota diadakan oleh Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat dan dihadiri oleh anggota. Hasil pendapatan iuran anggota dibagi untuk kepentingan: a. f. Pasal 48 Legitimasi Permusyawaratan 1. Rapat Kerja Anggota juga dapat diadakan guna membahas masalah-masalah yang akan dibawa pada Konferensi Cabang. e. Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat atau anggota yang sah sesuai dengan tingkat permusyawaratan. Pimpinan Anak Cabang : 30 % 17 . Besaran iuran anggota ditetapkan dalam Peraturan Pimpinan Pusat. Rapat Kerja Anggota merupakan forum permusyawaratan untuk membahas perencanaan. maka keputusan diambil dengan suara terbanyak. Ketentuan selanjutnya mengenai rapat-rapat diatur dalam Peraturan Organisasi. Konferensi Anak Cabang atau Rapat Kerja Anak Cabang. Pimpinan Cabang : 25 % d. BAB XI KEUANGAN Pasal 51 Iuran 1. 2. Segala keputusan yang diambil dalam setiap permusyawaratan diupayakan dengan cara musyawarah dan mufakat. Pasal 50 Pengambilan keputusan 1. maka rapat dapat ditunda sampai batas yang tidak ditentukan. d. 3. Rapat Kerja Anggota diadakan minimal 1 (satu) kali dalam masa kepengurusan Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat. 2. Rapat Pimpinan. Rapat Panitia. Jika ketentuan pada ayat (2) tidak dapat terpenuhi. Rapat Pleno Gabungan. BAB X RAPAT-RAPAT Pasal 49 1. Segala jenis permusyawaratan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh separoh lebih satu dari jumlah Pimpinan Wilayah. c. 2. b. Rapat Anggota Luar Biasa dapat dilaksanakan atas usul separoh lebih satu jumlah anggota. Pimpinan Pusat : 05 % b. 3. 4. koordinasi dan evaluasi program. Rapat-rapat IPNU terdiri dari: a.organisasi yang mendesak dan penting yang tidak dapat diselesaikan dalam forum/permusyawaratan lain. Pasal 47 Rapat Kerja Anggota 1. 3. Pimpinan Cabang Istimewa. g. Rapat Harian. Pimpinan Cabang. 2. menyusun jadwal/program kerja. 2. serta membahas masalah-masalah khusus organisasi di tingkat desa/kelurahan atau lembaga pendidikan. Pimpina Wilayah : 10 % c. Rapat Pleno. Rapat Pleno Paripurna. Apabila tidak memenuhi ketentuan ayat (1) di atas. Pengambilan keputusan dalam seluruh rapat dinyatakan sah apabila dihadiri sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah peserta pada tingkat kepengurusan yang bersangkutan. Rapat Koordinasi Bidang.

akan diatur dalam Peraturan Organisasi dan Peraturan Pimpinan Pusat. Peraturan Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 2. BAB XII PENUTUP Pasal 53 Ketentuan Penutup 1. transparan dan akuntabel. 18 . Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Rumah Tangga ini. Pimpinan Ranting/Komisariat : 30% Pasal 52 Pengelolaan keuangan Pengelolaan keuangan IPNU dilakukan secara jujur.e.

19 .

PERATURAN DASAR IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA HASIL KONGRES XV IPPNU Ponpes Al-Hikmah Brebes. 19-24 Juni 2009 20 .

Bahwasanya keyakinan umat Islam yang berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah sebagai prinsip hidup merupakan I’tikad dalam menegakkan syari’at Islam. BAB II AQIDAH DAN ASAS Pasal 4 Aqidah IPPNU beraqidah Islam Menurut faham ahlussunah waljama’ah dan mengikuti salah satu madzhab : Hanafi. Pasal 5 Asas IPPNU berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai – nilai Pancasila. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap. 3. Hambali. Pasal 3 Kedudukan Organisasi ini berkadudukan di ibukota Negara Republik Indonesia yang merupakan tempat kedudukan Pimpinan Pusat. bertepatan dengan 29 Robi’ul Akhir 1424 H. kejayaan Islam. Syafi’i. 21 . Bahwasanya perjuangan mempertahankan. dasar berpijak dalam kehidupan bermasyarakat. kemajuan Nahdlatul Ulama dan sukses pembangunan Indonesia. maka berkat rahmat Allah SWT. Bahwasanya pelajar putri Nahdlatul Ulama sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari generasi Indonesia. Persatuan Indonesia. kami generasi penerus Nahdlatul Ulama menyatukan diri dalam wadah organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dengan Peraturan Dasar sebagai berikut : BAB I NAMA. Pasal 2 Waktu Organisasi ini merupakan kelanjutan dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (1955-1988) dan Ikatan Putri – Putri Nahdlatul Ulama (1988-2003) yang didirikan pada 2 maret 1955 M bertepatan dengan 8 rojab 1374 H di Malang. untuk waktu yang tidak terbatas. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan. WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU. Maliki. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. mengisi kemerdekaan melalui tahapan pembangunan nasional untuk mewujudkan keadilan. senantiasa berpedoman pada garis perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menegakkan syariat Islam dan bertanggung jawab terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan bernegara. 2. dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwasanya atas dasar keinsyafan generasi muda akan tanggung jawab masa depan bangsa. BAB III KEDAULATAN Pasal 6 Kedaulatan Kedaulatan IPPNU berada ditangan anggota dan dilaksanakan oleh Kongres. kemaslahatan dan kecerdasan bangsa adalah kewajiban bagi setiap negara baik secara perorangan maupun bersamasama. 4. dan kembali menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama pada tanggal 23 Juni 2003.PERATURAN DASAR MUKADDIMAH Bismillahirrahmanirrahim Asyhadu an laa ilaaha illallah Wa asyhadu anna muhammadan rosulullah 1.

disebut Pimpinan Anak Cabang disingkat PAC IPPNU. Pimpinan IPPNU Desa atau Kelurahan. disebut Pimpinan Pusat disingkat PP IPPNU. 3. 6. 3. Membina persahabatan dan kerjasama dengan organisasi putri Islam pada khususnya dan organisasi lain pada umumnya selama tidak merugikan organisasi IPPNU baik dalam maupun luar negeri. Mempersiapkan kader – kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa. Wadah berhimpun pelajar putri Nahdlatul Ulama untuk melanjutkan nilai – nlai dan cita– cita perjuangan NU. disebut Pimpinan Cabang disingkat PC IPPNU. Pimpinan IPPNU di Kecamatan.BAB IV SIFAT DAN FUNGSI Pasal 7 Sifat IPPNU adalah organisasi kepelajaran. berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam Menurut faham Ahlussunah Waljamaah dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun garis besar kebijakan organisasi dan landasan program sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pimpinan IPPNU tingkat dusun (jika diperlukan) maka disebut pimpinan anak ranting atau disingkat PPART. kemasyarakatan dan keagamaan yang bersifat nirlaba. Pasal 8 Fungsi IPPNU berfungsi sebagai : 1. BAB VI KEANGGOTAN Pasal 11 Keanggotaan 1. Wadah kaderisasi dan keilmuan pelajar putri Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader – kader bangsa BAB V TUJUAN DAN USAHA Pasal 9 Tujuan Tujuan organisasi ini adalah kesempurnaan kepribadian bagi pelajar putri Indonesia sehingga akan terbentuk pelajar putri Indonesia yang bertaqwa kepada allah SWT. Pimpinan IPPNU untuk Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi disebut Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi disingkat PKPT IPPNU. disebut Pimpinan Ranting disingkat PR IPPNU. 4. 2. Pimpinan IPPNU Tingkat Pusat. Pimpinan IPPNU untuk Lembaga Pendidikan Ditingkat Pondok Pesantren. disebut Pimpinan Wilayah disingkat PW IPPNU. 5. SLTP. berilmu. 2. Anggota IPPNU terdiri dari : Anggota Biasa dan Anggota Istimewa. Mengembangkan sumber daya pelajar diberbagai sektor kehidupan. Pasal 10 Usaha Menghimpun dan membina pelajar putri Islam dalam wadah organisasi IPPNU. Wadah komunikasi. SLTA dan 1. interaksi dan integrasi pelajar putri Nahdlatul Ulama untuk menggalang Ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syi’ar Islam ahlussunah waljama’ah. 7. 8. 4. 3. Anggota IPPNU adalah pelajar putri Islam yang berusia 12-30 tahun berjalan. 2. 22 . 2. 5. BAB VII STRUKTUR ORGANISASI Pasal 12 Struktur Organisasi Struktur organisasi IPPNU terdiri dari : 1. Pimpinan IIPPNU di Kabupaten atau Kota. Pimpinan IPPNU di Propinsi.

Pimpinan IPPNU Luar Negeri : disebut Pimpinan Cabang Istimewa disingkat PCI IPPNU. Konferensi Anak Cabang 15. Usaha yang sah dan halal 3. Rapat Pimpinan Cabang 14. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa 16. Rapat Pimpinan Anak Cabang 18. Kongres 2. Rapat Kerja Nasional 5. Peraturan Dasar 2. Rapat Kerja Anak Cabang 17. Rapat Kerja Komisariat 25. Kongres Luar Biasa 3. Bantuan yang tidak mengikat BAB X PERATURAN Pasal 15 Peraturan Peraturan IPPNU terdiri dari : 1. Konferensi Wilayah 7. Ronferensi Cabang Istimewa 26. Rapat Anggota Komisariat 24. Peraturan Rumah Tangga 3. Konferensi Cabang 11. Konferensi Komisariat Perguruan Tinggi 22. Konferensi Wilayah Luar Biasa 8. Konferensi Cabang Luar Biasa 12. Rapat Pimpinan Cabang Istimewa BAB IX KEUANGAN Pasal 14 Keuangan Keuangan IPPNU bersumber dari : 1. Rapat Pimpinan Nasional 6. Rapat Pimpinan Wilayah 10. BAB III PERMUSYAWARATAN Pasal 13 Permusyawaratan Permusyawaratan IPPNU terdiri dari : 1. Rapat Kerja Komisariat Perguruan Tinggi 23.sederajat disebut Pimpinan Komisariat disingkat PK IPPNU. Peraturan Organisasi 4. Konferensi Besar 4. Rapat Kerja Ranting 20. Rapat Anggota Ranting 19. Peraturan Administrasi BAB XI PERUBAAHAN DAN PEMBUBARAN Pasal 16 Perubahan Peraturan Dasar IPPNU hanya dapat diubah oleh Kongres dengan dukungan 2/3 (dua per 23 . Rapat Kerja Cabang 13. Iuran Anggota 2. Rapat anggota anak ranting 21. Ronferensi Cabang Istimewa Luar Biasa 27. 9. Rapat Kerja Wilayah 9. Rapat Kerja Cabang Istimewa 28.

Pasal 17 Pembubaran 1. Peraturan Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan 24 . IPPNU hanya dapat dibubarkan dengan keputusan Kongres atau Referandum yang dilakukan khusus untuk maksud tersebut. mka segala hak milik organisasi diserahkan kepada organisasi yang sehaluan dan atau badan wakaf. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam peraturan Dasar. Apabila IPPNU dibubarkan. lebih lanjut akan diataur dalam Peraturan Rumah Tangga. 2. 2.tiga) suara dari jumlah utusan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang sah. BAB XI PERUBAHAN DAN PEMBUBARAN Pasal 18 Ketentuan Penutup 1.

25 .

PERATURAN RUMAH TANGGA IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA HASIL KONGRES XV IPPNU Ponpes Al-Hikmah Brebes. 19-24 Juni 2009 26 .

Warna dasar hijau. Pasal 2 Lagu Lagu – lagu wajib IPPNU terdiri dari mars dan hymne pelajar NU. Pengesahan anggota ditetapkan setelah mengikuti KKP(Diklatama Korps Kepanduan Putri) Masa Kesetiaan Anggota ( Makesta). Syarat menjadi anggota istimewa : a. bintang sembilan. Alumni pengurus IPPNU dan orang yang diangap berjasa terhadap organisasi. aqidah. empat buah lainnya menurun disisi kiri. 3. c. Anggota istimewa IPPNU adalah alumni pengurus IPPNU dan orang yang dianggap pernah berjasa terhadap organisasi. 2. pondok pesantren atau sederajat dan menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga IPPNU. Anggota yang telah disahkan diberikan Kartu Tanda Anggota ( KTA ) oleh PC atas 27 . dua kitab dan dua bulu angsa bersilang untuk ujung mata pena berwarna putih serta dua bunga melati putih di kedua sudut bawah lambang. satu terletak diatas. Tulisan IPPNU dengan lima titik dibelakang huruf berwarna putih berada dibawah bulu angsa dan diantara dua bunga melati. penggunaan lagu dan atribut lainnya ditetapkan dengan Peraturan Organisasi dan Administrasi IPPNU. Pasal 3 Atribut lainnya Ketentuan tentang arti lambang. tujuan dan usaha yang bertentangan dengan asas . Menyetujui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga IPPNU. Dalam keadaan khusus. c. 4. anggota yang tidak diterima melalui ranting/anak ranting/komisariat. b. Anggota biasa IPPNU adalah putri Islam berusia 12 – 30 tahun berjalan yang pernah atau sedang studi ditingkat sekolah menengah atau perguruan tinggi. Pasal 6 Proses keanggotaan 1. 2. d. Isi lambang. aqidah. 2. Proses keanggotaan anggota biasa : a. Anggota IPPNU tidak diperkenankan menjadi anggota organisasi lain yang mempunyai asas. dikelilingi garis warna kuning yang kedua tepinya diapit oleh warna putih.PERATURAN RUMAH TANGGA BAB I ATRIBUT Pasal 1 Lambang 1. Menyatakan kesediannya menjadi anggota kepada Pimpinan IPPNU setempat. Pasal 5 Syarat keanggotaan 1. dengan tidak terikat batasan usia. Menyatakan kesediaaan menjadi anggota secara tertulis kepada Pimpinan IPPNU setempat. b.berwarna kuning. BAB II KEANGGOTAAN Pasal 4 Jenis keanggotaan 1. Anggota biasa diterima melalui ranting/anak ranting/komisariat. Putri Islam berusia 12 – 30 tahun berjalan b. Syarat menjadi anggota biasa IPPNU : a. empat buah menurun disisi kanan. Lambang organisasi berbentuk segi tiga sama sisi.pengelolaan administrasinya diserahkan pada Pimpinan Anak Cabang dan struktur yang diatasnya. d. tujuan serta usaha IPPNU.

Peraturan Organisasi.permintaan PR/PK dengan rekomendasi PAC. Peraturan Administrasi dan Keputusan Organisasi. Bendahara umum h. Pimpinan pusat terdiri dari : a. Setiap Anggota biasa berkewajiban : a. Memperoleh mandat atau rekomendasi untuk mengikuti kegiatan diluar organisasi. 2. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. 8 orang sekretaris (sesuai dengan jumlah ketua) g. Sekretaris umum f. Mentaati Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga. Ketua umum dipilih oleh Kongres untuk masa bakti 3 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Menjunjung tinggi nama baik. Setiap Anggota istimewa berhak : a. 3 ketua lembaga (semi otonom) j. Format KTA dan tata cara pengisian KTA diatur dalam Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi 2. Setiap Anggota biasa berhak : a. Pimpinan pusat disahkan oleh PBNU dan bertanggung jawab kepada Kongres. Pelindung b. 8 orang ketua (sesuai dengan jumlah departemen ) e. Pengaturan tentang pemberhentian anggota diatur dalam Peraturan Organisasi BAB III STRUKTUR ORGANISASI Pasal 10 Pimpinan Pusat 1. Memperoleh perlakuan yang sama dari / untuk organisasi. Mengadakan pembelaan terhadap keputusan organisasi tentang dirinya. Mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan organisasi. 8 orang bendahara (sesuai dengan jumlah ketua) i. c. b. saran dan pendapat. c. Tata cara keanggotaan anggota istimewa sepenuhnya menjadi kebijakan kepengurusan IPPNU disetiap tingkatan. d. Memilih dan dipilih menjadi pengurus dan atau memegang jabatan lain yang diamanatkan kepadanya. Pasal 11 28 . f. Mengeluarkan usul. saran dan pendapat. c. Atas permintaan sendiri d. Meninggal dunia b. Memberikan usul. b. e. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan organisasi. b. Ketua Umum d. Mendukung dan mensukseskan program organisasi. Dewan Pembina c. Pimpinan pusat berkedudukan di ibu kota Negara Replubik Indonesia. Pasal 7 Hak Anggota 1. Pasal 9 Pemberhentian anggota 1. 4. tujuan dan kehormatan organisasi. 2. Memberikan bimbingan dan bantuan terhadap anggota dan pengurus. yang merupakan Pimpinan tertinggi IPPNU ditingkat Nasional. Pasal 8 Kewajiban anggota 1. Setiap anggota istimewa berkewajiban melaksanakan hal – hal yang menjadi keputusan dan kebijakan kepengurusan IPPNU disetiap tingkatan. Telah habis masa keanggotaannya c. 2. e. Anggota biasa dan anggota istimewa berhenti karena : a. Diberhentikan karena melanggar disiplin oranisasi 2.

Dewan Pembina c. Ketua Umum d. 3 ketua lembaga (semi otonom) j. 4 wakil ketua : ketua 1. Pimpinan Wilayah disahkan oleh Pimpinan Pusat atas rekomendasi Pengurus NU setempat dan bertanggung jawab kepada Konperensi Wilayah. Pasal 14 Pimpinan Ranting 1. Pimpinan Anak Cabang berkedudukan di ibu kota Kecamatan yang merupakan Pimpinan tertinggi IPPNU ditingkat Kecamatan. Ketua d. 4. ketua 3. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. Dewan Pembina 29 . Pimpinan Cabang disahkan oleh Pimpinan Pusat atas rekomendasi Pimpinan Wilayah dan atau Pengurus NU setempat dan bertanggung jawab kepada Konperensi Cabang. Ketua d. 3 ketua lembaga (semi otonom) j.Pimpinan Wilayah 1. Sekretaris dan 1 wakil sekretaris f. 4. Bendahara h. Pelindung b. 2. Pimpinan Anak Cabang terdiri dari : a. Pelindung b. Dewan Pembina c. Pimpinan Anak Cabang disahkan oleh Pimpinan Cabang atas rekomendasi Pengurus NU setempat dan bertanggung jawab terhadap Konperensi Anak Cabang. Ketua Wilayah dipilih oleh Konperensi Wilayah untuk masa bakti 3 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Pelindung b. Pimpinan Wilayah berkedudukan di ibu kota Propinsi dan daerah istimewa. 2 ketua lembaga (semi otonom) h. Pengurus pleno ( sesuai kebutuhan) 3. 2 wakil bendahara i. 4. 2. 2 wakil sekretaris g. Pasal 13 Pimpinan Anak Cabang 1. 2 wakil ketua (sesuai dengan jumlah departemen) e. Pimpinan Ranting terdiri dari : a. Pasal 12 Pimpinan Cabang 1. Bendahara dan 1 wakil bendahara g. yang merupakan Pimpinan tetinggi IPPNU ditingkat Propinsi. Dewan Pembina c. Pimpinan Wilayah terdiri dari : a.dan ketua 4 e. Bendahara h. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. 2 wakil bendahara i. 2. 2 wakil sekretaris g. Sekretaris f. 2. Pimpinan Ranting berkedudukan di Desa/Kelurahan yang merupakan Pimpinan IPPNU tertinggi ditingkat Desa/Kelurahan. Pimpinan Cabang berkedudukan di ibu kota Kabupaten/Kotamadya/Kota Administratif yang merupakan Pimpinan IPPNU ditingkat Kabupaten/Kotamadya/Kota Administratif. Sekretaris f. Pelindung b. 4 wakil ketua (sesuai dengan jumlah departemen) e. Pimpinan Cabang terdiri dari : a. Ketua dipilih oleh Konperensi Cabang untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. ketua 2. Ketua dipilih oleh Konperensi Anak Cabang untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.

Ketua dipilih oleh Rapat Anggota Komisariat Perguruan Tinggi untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Pimpinan Komisariat terdiri dari : a. Ketua dipilih oleh Rapat Anggota untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya 4. Dewan Pembina c. 2 ketua lembaga (semi otonom) g. Sekretaris dan 1 wakil sekretaris e. 2 ketua Lembaga ( semi otonom) g. Pimpinan Komisariat disahkan oleh PC atas rekomendasi Lembaga Pendidikan/Pondok Pesantren setempat dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Bendahara dan wakil bendahara f. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. Bendahara dan 1 wakil bendahara f. Ketua dan wakil ketua d. yang merupakan Pimpinan tertinggi IPPNU ditingkat Desa/kelurahan. Pelindung b. 4. Dewan Pembina c. Pimpinan Ranting disahkan oleh PC atas rekomendasi PAC dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. yang merupakan Pimpinan tertinggi IPPNU di tingkat Lembaga Pendidikan / Pondok Pesantren. Sekretaris dan 2 wakil sekretaris e. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. Pasal 17 Pimpinan Komisariat 1. Sekretaris dan 1 wakil sekretaris e. 2. 2 ketua lembaga (semi otonom) g. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. Ketua dan 2 wakil ketua d. Pimpinan Komisariat berkedudukan di Lembaga Pendidikan / Pondok Pesantren. Ketua dan 1 wakil ketua d. Bendahara dan 1 wakil bendahara f. Sekretaris dan wakil sekretaris e. Pelindung b. 2. Ketua dipilih oleh Rapat Anggota Anak Ranting untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Pimpinan Anak Ranting berkedudukan di Desa/Kelurahan. Bendahara dan 1 wakil bendahara f. Pimpinan Anak Ranting terdiri dari : a. Ketua dan 1 wakil ketua d. 4. Dewan Pembina c. 4. Pasal 15 Pimpinan Anak Ranting 1. 2. Pelindung b.c. Pimpinan Anak Ranting disahkan oleh PC atas rekomendasi Pimpinan Ranting setempat dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota Anak Ranting. 2 ketua Lembaga ( semi otonom) g. Pasal 18 Pimpinan Cabang Istimewa 30 . Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi terdiri dari : a. Pengurus pleno ( sesuai kebutuhan) 3. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi berkedudukan di Lembaga Perguruan Tinggi. yang merupakan Pimpinan tertinggi IPPNU ditingkat Lembaga Perguruan Tinggi. Pasal 16 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 1. Ketua dipilih oleh Rapat Anggota masa bakti 1 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi disahkan oleh PC atas rekomendasi Perguruan Tinggi setempat dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota Komisariat Perguruan Tinggi.

2. Sekretaris dan wakil sekretaris e. Pasal 21 Dewan Pembina 1. 2. Dalam satu Kabupaten / Kota yang telah mempunyai 3 Anak Cabang dan atau 6 Komisariat dan atau 45 anggota dapat dibentuk Pimpinan Cabang. 5. Memberikan perlindungan. 5. Bendahara dan wakil bendahara f. b.1. 4. 2. Alumni Pimpinan IPPNU sesuai tingkatan masing – masing. saran – saran dan bantuan moril maupun materiil. BAB IV PEMBENTUKAN ORGANISASI Pasal 19 Pembentukan Organisasi 1. Dalam satu daerah Kecamatan yang telah mempunyai 3 ranting dan atau 3 komisariat dan atau 30 anggota dapat didirikan Pimpinan Anak Cabang dan selanjutnya tidak diperbolehkan mendirikan Pimpinan Anak Cabang yang lain. Pimpinan Cabang Istimewa berkedudukan di Luar Negeri. Dalam satu daerah Tingkat 1 yang sekurang – kurangnya mempunyai 3 Cabang dapat didirikan Pimpian Wilayah dan selanjutnya tidak diperbolehkan dibentuk Pimpinan Wilayah yang lain dalam satu Propinsi. 3. b. 3. Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi yang telah mempunyai anggota sekurang – kurangnya 10 orang dapat dibentuk Pimpinan Ranting atau Pimpinan Komisariat. Lembaga Pendidikan. Memberikan dorongan. Pengurus pleno (sesuai kebutuhan) 3. Dalam satu Desa / Kelurahan. 4. Pimpinan Cabang Istimewa terdiri dari : a. Pada tiap – tiap tingkatan kepengurusaan IPPNU terdapat pelindung. pengayoman pada organisasi dengan tingkatan masing – masing. Dewan Pembina c. Pada tiap – tiap tingkatan kepengurusan IPPNU terdapat dewan pembina. Pembina terdiri dari: a. Fungsi Dewan Pembina : a. 3 ketua lembaga (semi otonom) g. Ketua Cabang dipilih oleh Konperensi Cabang Istimewa untuk masa bakti 2 tahun dan tidak dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya. 3. b. Pelindung adalah pengurus NU pada masing – masing tingkatan kepengurusan. Memberikan pembinaam secara kontineu dan memberikan nasihat baik di minta ataupun tidak. Pelindung untuk Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi dari unsur pengurus Lembaga Perguruan tinggi setempat berdasar pertimbangan Pengurus Cabang NU setempat. BAB V PELINDUNG DAN DEWAN PEMBINA Pasal 20 Pelindung 1. 4. 2. Pimpinan Cabang Istimewa disahkan oleh Pimpinan Pusat atas rekomendasi Pengurus NU setempat dan bertanggung jawab kepada Konperensi Cabang Istimewa. Fungsi Pelindung: a. Pelindung b. Pelindung untuk Pimpinan Komisariat Lembaga Pendidikan/Popndok Pesantren dari unsur pengurus Lembaga Pendidikan/Pondok Pesantren setempat berdasar pertimbangan Pengurus Cabang NU setempat. Memberikan bantuan moril maupun materil kepada orgnisasi. BAB VI KRITERIA PENGURUS 31 . Orang yang di anggap berjasa terhadap IPPNU. Ketua dan wakil ketua d. Dalam satu desa/beberapa dusun yang letak geografisnya tidak tidak terletak pada 1 ranting maka bisa dibentuk anak ranting yang memiliki anggota sekurang-kurangnya 10 orang.

Berakhlak baik. bendahara umum harus bersedia tinggal di Jakarta. Khusus untuk pengurus harian disyaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah. sekretaris umum. khusus untuk ketua umum disyaratkan pernah menjadi pengurus pengurus pimpinan pusat. Pernah menjadi pengurus Pimpinan Anak Cabang dan atau Pimpinan Ranting dan atau Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi c. Berakhlak baik. d. Khusus untuk pengurus harian di syaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Wilayah dan atau Pimpinan Cabang 5. bendahara umum harus bersedia tinggal di wilayah ibukota propinsi setempat. Pernah mengikuti latihan Kader Muda d. a. 3. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. b. Usia setinggi – tingginya belum31 tahun 2. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU 7. Pengalaman Orgnisasi : a. Pengurus harian khususnya ketua umum. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. Pernah menjadi pengurus Pimpinan Cabang dan atau Pimpinan Anak Cabang c. Berakhlak baik. Pernah menjadi pengurus Pimpinan Anak Cabang dan atau Pimpinan Ranting dan atau Pimpinan Komisariat. pimpinan wilayah.Pasal 22 Pimpinan Pusat 1. Pendidikan serendah – rendahnya SLTA atau sederajat 3. Usia setinggi – tingginya 27 tahun 2. Status bebas 6. Pimpinan Wilayah dan atau Pimpinan Cabang c. Pengalaman organisasi : Sekurang – kurangnya 2 tahun aktif sebagai anggota dan berprestasi. Sekurang – kurangnya 3 tahun aktif sebagai anggota dan berprestasi b. Pernah mengikuti latihan kader muda dan latihan kader utama d. Sekurang – kurangnya 3 tahun aktif sebagai anggota dan berprestasi b. c. 2. 4. dan mendapat rekomendasi dari PW 5. Berakhlak baik. Status bebas 32 . Pasal 24 Pimpinan Cabang 1. Pengalaman Organisasi : a. Pernah menjadi pengurus Pimpinan Pusat. Pendidikan serendah – rendahnya SLTA atau sederajat 3. Pendidikan serendah – rendahnya S-1 3. berdedikasi tinggi dan loyal pada organisasi. Status bebas 6. Pernah mengikuti Latihan Kader Muda d. Usia setinggi – tingginya 25 tahun 2. Pengalaman Organisasi : a. Usia setinggi – tinginya 23 tahun. 7. sekretaris umum. Status bebas 6. Pasal 23 Pimpinan Wilayah 1. Sekurang – kurangnya 3 tahun aktif sebagai anggota dan berprestasi b. Pendidikan seendah – rendahnya SLTP atau sederajat. Pernah mengikuti Makesta. Pasal 25 Pimpinan Anak Cabang 1. berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi 4. berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi 4. Khusus untuk pengurus harian di syaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Cabang dan atau Pimpinan Anak Cabang 5. Pengurus harian khususnya ketua umum. berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi 4.

Sekurang – kurangnya 1 tahun aktif sebagai anggota. Pernah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota. Pernah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota. Berakhlak baik. 2. 3. berdedikasi tinggi dan loyal pada organisasi 4. Status bebas 6. 3. Pengalaman organisasi : a. Usia setinggi – tingginya 21 tahun. 3. Pendidikan serendah – rendahnya SLTP / sederajat. Pengalaman organisasi : a. berdedikasi tinggi dan loyal pada organisasi 4. Usia setinggi – tingginya 21 tahun. Pernah mengikuti Masa Kesetiaan Anggota. 3. 2. Berstatus bebas 6. c. c. b.rendahnya SLTP atau yang sederajat. Berstatus bebas. berdedikasi tinggi dan loyal pada organisasi 4. Pendidikan serendah. c. Khusus untuk ketua disyaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Komisariat. Pengalaman organisasi : a. Khusus ketua disyaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Ranting 5.rendahnya SLTP atau yang sederajat. Berakhla baik. Pasal 29 Pimpinan Komisariat 1. Pasal 27 Pimpinan Anak Ranting 1. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. Sekurang-kurangnya 1 tahun aktif sebagaia anggota dan berprestasi. Berakhlak baik. Pendidikan serendah. Pernah mengikuti Makesta. 5. Sekurang –kurangnya 1 tahun aktif sebagai anggota. 2. b. Khusus ketua disyaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 5. Usia setinggi – tingginya 18 tahun . BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN PIMPINAN Pasal 31 Pimpinan Pusat 33 . Khusus ketua disyaratkan pernah menjadi pengurus Pimpinan Ranting 5. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. Status bebas 6. 2. Pengurus harian tidak boleh rangkap jabatan dengan Parpol dan OKP yang tidak sehaluan dengan PD-PRT dan Citra Diri IPPNU. b. b.5. berdedikasi tinggi dan loyal pada organisasi. 6. Berakhlak baik. Pimpinan Komisariat Masih Aktif Sebagai Siswa/Santri Di Lembaga Tersebut Pasal 30 Pimpinan Cabang Istimewa Kriteri pengurus Pimpinan Cabang Istimewa di atur berdasarkan kebijakan Pimpinan Pusat. Pendidikan serendah – rendahnya mahasiswa untuk Komisariat Perguruan Tinggi. 4. Sekurang-kurangnya 1 tahun aktif sebagaia anggota dan berprestasi. Pengalaman organisasi : a. Usia setinggi – tingginya 22 tahun untuk Komisariat Perguruan Tinggi. Pasal 26 Pimpinan Ranting 1. Pasal 28 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 1. c.

Rakercab.Rapimcab dan kebijakan PC. Melakukan konsolidasi antar tingkat secara intensif. apabila keduanya tidak dapat mengambil keputusan. Konbes. b. Membatalkan keputusan dan kebijaksanan PAC/PR/PAR/PK. yang bertentangan dengan PD/PRT. Menjalankan amanat Kongres. Mengadiri setiap undangan atas nama PP. d. apabila ketiganya tidak dapat mengambil keputusan. Rapimwil sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Memberikan tandapenghargaan kepada pihak – pihak yang dianggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. d. h. Pimpinan Pusat berhak : a. Pimpinan Cabang behak : a. f. c. Memberikan rekomendasi kepada PP bagi pengesahan PC. Mengusulkan kepada PP untuk membatalkan keputusan atau kebijaksanaan PC. b. Rakerwil. Mengambil kebijaksanaan untuk PW dan PC. yang melanggar peraturan organisasi melalui mekanisme Peratuaran Organisasi dan Peraturan Administrasi 2.Rapimnas sesuai dengan ketentuan yang berlaku h. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Membatalkan keputusan atau kebijaksanaan PW atau PC. Konbes. Mengambil kebijaksanaan organisasi untuk PAC/PR/PAR/PK. Mengaktifkan Korda Pasal 33 Pimpinan Cabang 1. i.Rapimnas. e. c. yang bertentangan dengan PD dan PRT. Melaksanakan Kongres. Mengesahkan PKPT/PK dengan tembusan PAC IPPNU dan Pengurus Ranting NU dan 34 . Mengusulkan kepada PP mengenai pengesahan terbentuknya PC dengan persetujuan PW. b. Mengusulkan kepada PW untuk memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi 2. Mengusulkan berdirinya PC kepada PP. Konbes. Rakerwil. c. d. Rakernas. Mengesahkan PW dengan tembusan kepada Pengurus Wilayah NU setempat. e. b.1. Konferwil. Melaksanakan Konferwil. Pimpinan Pusat berkewajiban : a. Pimpinan Wilayah berkewajiban : a. Memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang telah dianggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat wilayah.Rapimwil dan kebijakan PW. b. Mengesahkan PAC dengan tembusan Pengurus Anak cabang NU setempat d. Mengesahkan PR/PK dengan tembusan PAC IPPNU dan Pengurus Ranting NU/Pengurus Lembaga Pendidikan/Pondok Pesantren setempat. e. Rakerwil. baik intern maupun ekstern. Mengusulkan kepada PP untuk memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. Menentukan kebijaksanaan umum sesuai dengan tingkat kepengurusan PW. Menjalankan amanat Kongres. Konfercab. Konferwil. c. Pimpinan Cabang berkewajiban : a. Memberiakan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat cabang. c. Mengaktifkan Korwil Pasal 32 Pimpinan wilayah 1. g. Menentukan kebijaksanaan umum sesuai PD/PRT untuk menjalankan roda organisasi. Rakernas. i. Bertanggung jawab kepada Kongres. Pimpinan Wilayah berhak : a. e. Mengesahkan PC dengan tembusan kepada Pimpinan Wilayah IPPNU dan Pengurus Wilayah NU setempat.Rapimnas. Mengajukan rekomendasi kepada PW untuk mendapatkan Surat Pengesahan PC dari PP c. Rakernas. Menjalankan amanat Kongres. yang bertentangan dengan PD/PRT. Membekukan PW atau PC. Rakernas . b. d. Konbes. f. Rapimwil. Bertanggung jawab kepada Konferwil. 2. g. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan.Rapimnas dan kebijaksanaan PP.

Memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat kelurahan/desa. Mengusulkan kepada PW dan PC untuk memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. Konfercab. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Konbes. Konferwil. Rapimwil. b. Rakernas.Rapimnas.Rapimcab sesuai dengan ketentuan yang berlaku Bertanggung jawab kepada Konfercab. Menjalankan amanat Kongres. i. b. Pimpinan Anak Cabang berhak : a. Rakerancab kebijakan PAC dan Rapat Anggota b. Pimpinan Anak Ranting berhak : a. Melaksanakan Konferancab dan Rakerancab sesuai dengan ketentuan yang belaku. b. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Mengusulkan kepada PC untuk memberiakn tanda penghrgaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. Bertanggung jawab kepada Konferancab. Pimpinan Ranting berhak : a. Melaksanakan Rapat Anggota dan Rapat Kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengusulkan kepada PC untuk memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang dianggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi.Rapimnas. Konfercab. h. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Rapimwil. b. Memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat Lembaga Pendidikan/Pondok Pesantren/Perguruan Tinggi. Rakernas. Rapimwil. Pimpinan Komisariat berhak : a. Rakercab. Rakercab. f. Pimpinan Ranting berkewajiban : a. d. b. Rakercab. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Pimpinan Ranting berkewajiban : a. Konfercab. Konferwil. Melaksanakan Konfercab. Menjalankan amanat Kongres.Rapimcab. Pasal 34 Pimpinan Anak Cabang 1. d. Rakernas. Menjalankan amanat Kongres. lembaga Perguruan Tinggi setempat. Pimpinan Anak Cabang berkewajiban : a. Menentukan kebijaksanaan umum sesuai dengan tingkat kepengurusan PC. Mengusulkan kepada PC untuk membatalkan keputusan atau kebijaksanaan PR/PK yang bertentangan dengan PD dan PRT. Rakercab. Rakerancab kebijakan PAC dan Rapat Anggota b. Konferancab. Memberikan rekomendasi kepada PC bagi pengesahan PR/PK. d. Rakerwil. Konferancab. Rakerwil. Konferwil.f.Rapimnas. Melaksanakan Rapat Anggota dan Rapat Kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Rakerwil. Konbes. 35 . Memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat kelurahan/desa. Bertanggung jawab kepada Rapat Anggota pasal 37 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 1. 2.Rapimcab. e. c. Memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat kecamatan. 2. c. Bertanggung jawab kepada Rapat Anggota Pasal 36 Pimpinan Anak Ranting 1. c. Menentukan kebijaksanaan umum sesuai dengan tingkat kepengurusan PAC. Konferancab. e. e. g. Rakerancab dan kebijakan PAC. Menentukan kabijaksanaan umum sesuai dengan tingkat kepengurusan PR. Menentukan kabijaksanaan umum sesuai dengan tingkat kepengurusan PR. c. Konbes.Rapimcab. Mengusulkan kepada PC untuk memberiakn tanda penghrgaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. Pasal 35 Pimpinan Ranting 1.

f. b. Pimpinan wilayah c. Memberiakn tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi di tingkat Lembaga Pendidikan/Pondok Pesantren/Perguruan Tinggi. Bertanggung jawab kepada Rapat Anggota Pasal 38 Pimpinan Komisariat 1. Memilih dan menetapkan Ketua Umum PP. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. Konferancab. Mengusulkan kepada PC untuk memberikan tanda penghargaan kepada pihak – pihak yang di anggap telah berjasa bagi kemajuan organisasi. 2. Konferwil. menetapkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga.Rapimcab. Melaksanakan Rapat Anggota sesuai ketentuan yang berlaku e. Rapimwil. Kongres Luar Biasa dapat dilaksanakan sewaktu – waktu atas usul setengah lebih satu jumlah Pimpinan Wilayah dan atau Pimpinan Cabang yang sah. Rapimcab. Pimpinan Komisariat berhak : a. Rakerwil. Rakernas. Pimpinan Komisariat berkewajiban : a. Kongres di adakan setiap 3 tahun sekali oleh PP IPPNU dan di hadiri : a. antara lain: a. Menjalankan amanat Kongres. Rakerancab dan Rapat Anggota c. b. Pimpinan Cabang d. Pimpinan Komisariat berkewajiban : a. Pasal 42 Konferensi Besar 36 . d. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. d. Kongres merupakan forum permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU di tingkat Nasional/Pusat. Menjalankan amanat Kongres. Pimpinan Pusat b. Kevakuman pengurus maupun organisasi secara berturut-turut maksimal 1 tahun b. Rakercab.2.Rapimnas. Hak suara PW dan PC masing – masing 1 (satu) suara. Merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan kemasyarakatan dan keagamaan. Rakerwil. Konferancab. Menetapkan program umum organisasi tingkat nasional. Kongres di selenggarakan untuk : a. Rakernas. 2. Bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan. c. d. Kekosongan pimpinan 3. Kongres Luar Biasa di anggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu jumlah Pimpinan Wilayah dan atau Pimpinan Cabang yang sah.Rapimnas. Konfercab. Pasal 41 Kongres Luar Biasa 1. Undangan yang di tetapkan panitia 3. Menyempurnakan. Konferwil. Menilai dan menolak/menerima pertanggungjawaban PP IPPNU. Kongres Luar Biasa dilaksanakan karena sebab tertentu. Rakerancab dan Rapat Anggota c. 2. Rapimwil. e. Konfercab. Melaksanakan Rapat Anggota PKPT sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Konbes. Pasal 39 Pimpinan Cabang Istimewa Hak dan kewajiban Pimpinan Cabang Istimewa diatur berdasarkan kebijaksanaan Pimpinan Pusat. 4. e. Konbes. BAB VIII PERMUSYAWARATAN Pasal 40 Kongres 1. Rakercab.

Hak suara PC dan PW masing – masing satu suara. Konferensi Wilayah Luar Biasa di anggap sah apabila di hadiri oleh setengah lebih satu jumlah Pimpinan Cabang dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi yang sah. b. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program tahunan. Konferensi Wilayah diselenggarakan untuk : a. b. d. Menetapkan Citra Diri. Pimpinan Pusat. Rapat Kerja Nasional merupakan forum permusyawaratan untuk menilai perjalanan tahunan PP dan merumuskan perjalanan tahunan berikutnya. Pimpinan Cabang c. 3. Membahas Citra Diri . Pasal 43 Rapat Kerja Nasional 1. Pimpinan Pusat b. Menilai dan menerima/menolak pertangungjawaban Pimpinan Wilayah. b. 3. Pimpinan Wilayah. Ketua Pimpinan Wilayah. 2. Merumuskan kebjaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan. 4. Rapimnas dihadiri oleh : a. Pimpinan Pusat. Pasal 46 Konferensi Wilayah Luar Biasa 1. 3. b. Konferensi Besar diadakan untuk : a. Undangan yang ditetapkan panitia. Pasal 45 Konferensi Wilayah 1. Konferensi Wilayah merupakan permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU di tingkat regional/propinsi 2. e. Konferensi Besar di adakan sewaktu . Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan Kongres. Kevakuman pengurus maupun organisasi secara berturut-turut maksimal 1 tahun b. Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi serta Pedoman Pengkaderan b. Menetapkan program umum organisasi ditingkat regional.1. 4. 2. 2. Merumuskan penjabaran program kerja ( umum ) IPPNU b. antara lain: a. Rapat Kerja Nasional diadakan oleh PP dan dihadiri : a. Memilih dan menetapkan Ketua Umum Pimpinan Wilayah.waktu oleh PP dan dihadiri : a. Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi serta Pedoman Pengkaderan c. Konferensi Wilayah Luar Biasa dapat dilaksanakan karena sebab tertentu. sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Kekosongan pimpinan 3. c. Pasal 44 RAPIMNAS 1. Rapimnas merupakan forum konsolidasi dan silaturrohim PW dan PP. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. Pasal 47 Rapat Kerja Wilayah 37 . Pimpinan Wilayah 3. Konferensi Wilayah ( Konferwil) diadakan 3 ahun sekali oleh PW dan dihadiri: a. Rapat Kerja Nasional diadakan untuk : a. 2. Rapimnas diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah – masalah organisasi yang dianggap mendesak dan penting. Pimpinan Wilayah. Konferensi Wilayah Luar Biasa dapat dilaksanakan sewaktu – waktu atas usul setengah lebih satu jumlah Pimpinan Cabang yang sah. Konferensi Besar dianggap sah apabila dihadiri oleh separuh lebih satu dari jumlah PW yang sah dan setiap keputusan dianggap sah apabila telah disetujui oleh separuh lebih satu dari jumlah peserta yang sah. Konferensi Besar merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalah – masalah organisasi yang bersifat khusus di tingkat nasional/pusat.

Kevakuman pengurus maupun organisasi secara berturut-turut maksimal 1 tahun b. Konferensi Wilayah Luar Biasa dapat dilaksanakan karena sebab tertentu. Pimpinan Ranting dan pengurus anak ranting d. Rapat Kerja Wilayah merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalah – masalah organisasi yang bersifat khusus. Menilai dan menerima atau menolak pertanggungjawaban Pimpinan Cabang. Pimpinan Wilayah.PK. Undangan yang di tetapkan oleh panitia. Hak suara PAC . Rapat Kerja Wilayah ( Rakerwil ) di adakan oleh PW dan dihadiri oleh : a. Ketua Pimpinan Cabang. e. b. Konferensi Cabang diselenggrakan untuk : a. b. c. Membicarakan masalah – masalah penting yang timbul d. Rapat Kerja Wilayah dianggap sah apabila dihadiri setengah lebih satu jumlah PC yang sah 4. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. PR. Pasal 51 Rapat Kerja Cabang 1. b. Memilih dan menetapkan ketua Pimpinan Cabang. PKPT. d. 2. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 3. Pimpinan Wilayah.Pondok Pesantren ). menilai perjalanan PW dan merumuskan kembali perjalanan tahunan berikutnya. Konferensi Cabang Luar Biasa di anggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu jumlah PAC dan PKPT yang sah. Pasal 50 Konferensi Cabang Luar Biasa 1. Rapimwil diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah – masalah organissasi yang dianggap mendesak dan penting. antara lain: a. PAR Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren masing – masing 1 ( satu ) suara. Rapat Kerja Wilayah di adakan untuk : a. 2. Konferensi Cabang Luar Biasa dapat dilakukan sewaktu – waktu atas usul setengah lebih satu jumlah Pimpinan PAC dan PKPT yang sah. 3. Pimpinan Anak Cabang. Pasal 49 Konferensi Cabang 1. Merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan.SLTA. c. Pimpinan Cabang. kemasyarakatan dan keagamaan. Rapimwil dihadiri oleh : a. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program tahunan. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan Konferwil maupun Kongres atau Konbes.1. Merumuskan penjabaran program kerja PW b. 3. Kekosongan pimpinan 3. c. Pimpinan Cabang b. Pimpinan cabang. mulai perjalanan PC dan merumuskan kembali perjalanan tahun berikutnya. 2. Menetapkan pgoram umum organisasi ditingkat Cabang. Pimpinan Komisariat (PKPT. b. 2. Rapat Kerja Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalah – masalah organisasi yang bersifat khusus. Pimpinan Anak Cabang c. 4. 38 . Rapat Kerja Cabang ( Rakercab ) di adakan oleh PC dan dihadiri : a. 3. Rapimwil merupakan forum konsolidasi dan silaturrohim PC dan PW. Konferensi Cabang ( Konfercab ) diadakan 2 tahun sekali oleh PC dan dihadiri: a.SMU. Pasal 48 Rapimwil 1. 2. Rapat Kerja Cabang di anggap sah apabila di hadiri separuh lebih satu dari jumlah PAC. e. Konferensi Cabang merupakan forum permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU ditingkat Cabang.

Pimpinan Ranting c. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program tahunan. Hak suara PR da PK masing – masing 1 (satu) suara. c. SLTP. Merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan. 2. Ketua Pimpinan Anak Cabang. Rapimcab merupakan forum konsolidasi dan silaturrohim PAC dan PC. Pimpinan Komisariat setingkat ranting ( PK SMU. Pimpinan Anak Cabang b. Rapimcab dihadiri oleh : a. Rapimcab diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah – masalah organissasi yang dianggap mendesak dan penting. Merumuskan penjabaran program kerja PAC b. Pimpinan Anak Cabang b. Pasal 55 Rapat Kerja Anak Cabang 1. Undangan yang di tetapkan oleh panitia 3. Pasal 54 Konferensi Anak Cabang Luar Biasa 1. Pimpinan Ranting. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan Konferwil maupun Kongres atau Konbes. Merumuskan penjabaran kerja PC b. Memilih dan menetapkan ketua Pimpinan Anak Cabang. Membicarakan masalah – masalah penting yang timbul d. Merumuskan materi yang di persiapkan sebagai bahan Konferwil maupun Kongres atau Konbes. Konferensi Anak Cabang merupakan forum permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU di tingkat Kecamatan.PKPT. 2. b. e. dll ) 3. kemasyarakatan dan keagamaan. Pimpinan Cabang b. Rapat Kerja Anak Cabang di anggap sah apabila dihadiri separuh lebih satu dari jumlah PR yang sah dan setiap keputusan di anggap sah apabila telah di setujui oleh separuh lebih satu dari jumlah separuh lebih satu yang sah. PK Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren yang sah dan setiap keputusan di anggap sah apabila telah disetujui oleh separuh lebih satu dari jumlah suara yang sah. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program tahunan. 4. 4. Rapat Kerja Anak Cabang ( Rakerancab ) di adakan oleh PAC dan dihadiri : a. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa dapat di laksanakan sewaktu – waktu atas usul setengah lebih satu jumlah Pimpinan Ranting yang sah. Pasal 52 RAPIMCAB 1. 39 . Ketua PKPT Pasal 53 Konferensi Anak Cabang 1. Konferensi Anak Cabang Luar Biasa di anggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu jumlah PR yang sah. c. 5. menilai perjalanan tahunan PAC dan merumuskan perjalanan tahunan berikutnya. Rapat Kerja Cabang di adakan untuk : a. Rapat Kerja Anak Cabang merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalah – masalah organisasi yang bersifat khusus. Rapat Kerja Anak Cabang di adakan untuk : a. c. Menilai dan menerima / menolak pertanggung jawaban Pimpinan Anak Cabang. Menetapkan program umum organisasi ditingkat Kecamatan. c. Acara tata tertib dan pemilihan ketua dan atau pengurus PAC dengan pengesahan peserta Konferensi Anak Cabang. Ponpes. Konferensi Anak Cabang diselenggarakan untuk : a. 4. Membicarakan masalah – masalah yang timbul d. Konferensi Anak Cabang ( Konferancab ) di adakan 2 tahun sekali oleh PAC dan dihadiri: a. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. 3. 2. d. 2. c.

Pimpinan Anak Cabang b. Merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan. 5. c.Pasal 56 Rapim Ancab 1. 3. Menetapkan progran umum organisasi di tingkat desa / kelurahan maupun lembaga pendidikan / pondok pesantren/perguruan tinggi f. Pasal 59 Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi 1. Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi merupakan forum permusyawaratan untuk membahas masalah – masalah organisasi yang bersifat khusus. Pimpinan Ranting / Pimpinan Komisariat/PKPT b. Menetapkan progran umum organisasi di tingkat desa / kelurahan maupun lembaga pendidikan / pondok pesantren/perguruan tinggi f. Pasal 58 Rapat Anggota 1. Komisariat SLTA. Rapat anggota di adakan 2 tahun sekali oleh PKPT dan 1 tahun sekali untuk PR/PK lembaga pendidikan /pondok pesantren dan dihadiri oleh : a. 2. Undangan yang ditetapkan oleh Panitia 3. Memilih dan menetapkan ketua PR/PK/PKPT h. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. Merumuskan kebijaksanaan organisasi berkaitan dengan kehidupan kebangsaan. Menetapkan keputusan – keputusan lainnya. Rapat anggota diselenggarakan untuk : d. Rapat anggota di adakan 2 tahun sekali oleh PKPT dan 1 tahun sekali untuk PR/PK lembaga pendidikan /pondok pesantren dan dihadiri oleh : a. kemasyarakatan dan keagamaan. Ponpes. Pimpinan PKPT 40 . Sederajat Pasal 57 Konferensi Komisariat PKPT 1. Masing – masing anggota mempunyai 1 ( satu ) hak suara. Rapat anggota merupakan forum permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU di tingkat desa / kelurahan maupun lembaga pendidikan/pondok pesantren/perguruan tinggi 2. Rapim ancab merupakan forum konsolidasi dan silaturrohim PR dan PAC. Anggota c. Ketua PAR d. Ketua Pimpinan Ranting. Rapim ancab dihadiri oleh : a. menilai perjalanan tahunan PKPT dan merumuskan perjalanan tahunan berikutnya. Acara tata tertib dan pemilihan ketua dan atau pengurus PR/PK di tetapkan oleh PR/PK dengan pengesahan peserta rapat anggota. 2. 5. Acara tata tertib dan pemilihan ketua dan atau pengurus PR/PK/PKPT di tetapkan oleh PR/PK dengan pengesahan peserta rapat anggota. Rapim ancab diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah – masalah organissasi yang dianggap mendesak dan penting. 4. Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi ( RakerPKPT ) di adakan oleh PKPT dan dihadiri : a. Memilih dan menetapkan ketua PR/PK/PKPT h. g. Pimpinan Ranting / Pimpinan Komisariat/PKPT b. Undangan yang ditetapkan oleh Panitia 3. 4. Menilai dan menerima/menolak pertanggungjawaban PR/PK/PKPT e. Rapat anggota merupakan forum permusyawaratan yang mempunyai pemegang kekuasaan tertinggi organisasi IPPNU di tingkat desa / kelurahan maupun lembaga pendidikan/pondok pesantren/perguruan tinggi 2. kemasyarakatan dan keagamaan. Masing – masing anggota mempunyai 1 ( satu ) hak suara. Rapat anggota diselenggarakan untuk : d. Anggota c. Menilai dan menerima/menolak pertanggungjawaban PR/PK/PKPT e. g.

c. 2. BAB IX RESHUFFLE Pasal 62 Apabila terjadi kevakuman/kekosongan kepengurusan disebabkan oleh satu dan lain hal. Pimpinan Ranting 3. Pasal 61 Legitimasi Permusyawaratan 1. Segala keputusan yang diambil dalam permusyawaratan di upayakan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Peraturan Rumah Tangga ini hanya dapat diubah oleh kongres. wakaf. Pembagian pendapatan iuran anggota diatur oleh : a. 4. Pimpinan Komisariat dan Perguruan Tinggi Pasal 64 Kepemilikan 1. Pengelolaan keuangan dan hak milik bukan uang dilakukan oleh Ketua Umum PP bertindak umtuk dan atas nama PP. lebih lanjut diatur dalam Peraturan Organisasi dan atau Peraturan Administrasi. Konferensi Luar Biasa dan Rapat Kerja Cabang Istimewa Konferensi. maka keputusan diambil dengan suara terbanyak. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program tahunan. Pasal 60 Konferensi. Besarnya iuran anggota akan ditetapkan kemudian dalam peraturan Organisasi dan/atau peraturan administrasi. 2. 41 . Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi di adakan untuk : a. Membicarakan masalah – masalah penting yang timbul d. 2. 2. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 65 Penutup 1. Harta milik organisasi diperoleh dari jual beli. Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi di anggap sah apabila dihadiri separuh lebih satu dari jumlah PKPT yang sah dan setiap keputusan di anggap sah apabila telah di setujui oleh separuh lebih satu dari jumlah separuh lebih satu yang sah. Ketua PC bertindak atas nama PW. sumbangan dan peralihan hak lainnya. Merumuskan penjabaran program kerja PKPT b.b. Pimpinan Anak Cabang c. BAB X KEUANGAN Pasal 63 Iuran 1. hibah. Ketua PW bertindak untuk dan atas nama PW. maka penggantiannya diatur dalam peraturan Organisasi. Jika point 2 tidak terpenuhi. Peraturan Rumah Tangga ini ditetapkan oleh kongres dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pimpinan Ranting d. 3. konferensi luar biasa dan rapat kerja cabang istimewa di atur berdasarkan kebijakan pimpinan pusat. 3. Pimpinan Cabang b. Segala jenis permusyawaratan dinyatakan sah apabila dihadiri separuh lebih satu dari jumlah struktur satu tingkat dibawahnya. Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan Rumah Tangga ini. Merumuskan materi yang di persiapkan sebagai bahan Konferwil maupun Kongres atau Konbes.

42 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->