P. 1
Demokrasi Pancasila Pertama Kali Digunakan Pada Tahun 1968 Oleh M

Demokrasi Pancasila Pertama Kali Digunakan Pada Tahun 1968 Oleh M

|Views: 58|Likes:

More info:

Published by: Sayyid Syafiq Ashalaibiyyah on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2012

pdf

text

original

Demokrasi Pancasila pertama kali digunakan pada tahun 1968 oleh M.P.R.

S sebagaimana telah dipraktekan oleh para pendiri Bangsa Indonesia. Ciri-ciri perbedaan Demokrasi Indonesia dengan Demokrasi Barat ialah: 1. Demokrai Barat memberikan kekuasaan kepada si kuat dan si kaya sehingga perbedaan antara yang berkuasa dan yag dikuasai terlihat menonjol kedepan berupa memecah kesatuan hidup dalam masyarakat menjadi hidup berpartai partai dan pertandingan adu tenaga antara partai-partai itu Sedangkan Demokrasi Indonesia bertujuan memelihara kesatuan masyarakat,anti hidup berpartaipartai,pro hidup rukun dan damai,berpendirian sama tinggi dan rendah,tenggang rasabergotong royong Sederhananya ialah demokrasi barat bersifat liberal individualistis sedangkan Indonesia bersifat kommunal (Hal 22 buku demokrasi pancasila Prof. Dr. Hazairin S.H penerbit Tintamas Indonesia cetakan kedua 1973)

Demokrasi sebagai suatu istilah lahir dalam kebudayaan eropa yakni pengertian emokrasi barat saat ini terpaut denga perkembangan masyarakat dan kebudayaan eropa yang mengenal system feodalisme yang melahirkan pembagian manusia dalam golongan2 yg bersifat diskriminatif yaotu: 1. bangsawan yg berkuasa sebagai tuan tanah dan beraulat atas lngkungan domeinnya 2. pendeta yg berkuasa dlam bidang keagamaan dan kemungkinan menguasai pula kekayaan dalam bentuk lain yani hasil dari zakat sebesar 10 % dari pengikut di gereja 3. hartwan yg menuasai peredaran uang,barang konsumsi dan alat transport 4. pekerja tani dan pekerja lainnya yg modalnya hanya tenaga dan badannya untuk dapat hidup menumpang sebagai setengah budak diatas pihak bangsawan

(hal 24-25 buku demokrasi pancasila Prof. Dr. Hazairin S.H penerbit Tintamas Indonesia cetakan kedua 1973)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->