P. 1
Rugi-rugi Serat Optik

Rugi-rugi Serat Optik

|Views: 739|Likes:
Published by Raymond Aryanto

More info:

Published by: Raymond Aryanto on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

Rugi-Rugi dan Dispersi di Dalam Fiber 1. Rugi-Rugi di Dalam Fiber 1.

Rugi-Rugi Penyebaran Rayleigh Penyebaran Rayleigh terjadi sebagai akibat tidak homogennya indeks bias pada core serat optik. Bilamana pada core serat optik terjadi perubahan indeks bias yang lebih pendek daripada panjang gelombang sinar yang dirambatkan, maka akan terjadi hamburan.

Rumus yang digunakan untuk rugi-rugi penyebaran rayleigh, sebagai berikut: ( )

dengan: α S = Rugi-rugi Rayleigh (dB) βt n = Koefisien kemampatan isothermis bahan = 7.10-11 m2 /N = Indeks bias inti = 1.46

kB = konstanta Boltzman = 1.38 x 10-23 Joule/ 0K Tf 𝞴 Tf = suhu dimana fluktuasi kerapatan melebur dalam glass = 1400K = panjang gelombang (m) = temperatur (0C/0 K)

βT = isothermal coupressibility (m2 /N)

2. Rugi-rugi Pembengkokan (Bending Losses) Ada dua jenis pembengkokan yang menyebabkan rugi-rugi dalam fiber, yaitu pembengkokan-mikro (microbending) dan pembengkokan-makro (macrobending). Keduanya timbul karena alasan yang berbeda, dan menimbulkan rugi-rugi dengan dua macam mekanisme yang berbeda pula. Pembengkokan mikro adalah suatu pembengkokan mikroskopis dari inti fiber yang disebabkan oleh laju penyusutan (contraction) thermal yang

Pada saat serat optik melengkung.sedikit berbeda antara bahan inti dan bahan pelapis. medan pada sisi yang luar harus bergerak lebih cepat untuk mengimbangi kecepatan medan di inti. α adalah profil graded index. k = 2π/ . Macrobend adalah pelengkungan serat optik dengan radius yang lebih panjang jika dibandingkan dengan radius serat optik. medan pada sisi yang luar harus bergerak lebih cepat untuk mengimbangi kecepatan medan di inti. di mana M∞ adalah jumlah moda pada serat optik yang tidak melengkung. Pada saat kritis dengan jarak Xc dari pusat serat. Pembengkokan mikro dapat juga timbul bila fiber berulang kali digulung menjadi suatu kabel fiber majemuk (multifiber cable). makin banyak pula ragam ragam yang terlepas pada belokan. medan harus bergerak lebih cepat guna menghindari energi teradiasi. Pembengkokan makro adalah pelengkungan fiber optik. Banyaknya modal efektif yang masih dapat terpandu adalah Meff yang diekspresikan pada persamaan matematis berikut ini. atau bila digulung pada kelos-kelos untuk memudahkan pengangkutannya. dan a adalah radius serat optik. Δ adalah perbedaan indeks bias intiselubung. medan harus bergerak lebih cepat guna menghindari energi teradiasi. Pada saat kritis dengan jarak Xc dari pusat serat. Banyaknya modal efektif yang masih dapat terpandu adalah Meff yang diekspresikan pada persamaan matematis berikut ini. R adalah radius pelengkungan. Makin tajam belokan itu dibuat. Rugi-rugi pembengkokan sebagai berikut: Loss Pembengkokan = Loss pada kabel tidak dibengkokan – Loss pada kabel dibengkokan Pada saat serat optik melengkung. Redaman ini dapat diketahui dengan menganalisa distribusi modal pada serat optik. .

macrobend loss dapat diekspresikan sebagai berikut. Rugi-rugi Penggandengan Ragam (Mode Coupling Losses) Daya yang sudah dilepaskan dengan baik ke dalam suatu ragam yang merambat mungkin kemudian digandengkan ke dalam suatu ragam bocor atau ragam radiasi pada sebuah titik yang agak jauh pada fiber.Rugi daya pelengkungan terjadi pada saat sinar melalui serat optik yang dilengkungkan. 3. dimana sudut datang sinar lebih kecil dari pada sudut kritis sehingga sinar tidak dipantulkan sempurna tapi dibiaskan. Secara empiris. Lengkungan yang tidak tepat ini dapat dikenali selama proses instalasi. Efek penggandengan ini dapat terjadi karena rugi-rugi ini timbul pada saat serat optik dikopel/disambungkan dengan sumber cahaya atau photo detector. Rugi-rugi (Loss) penggandengan ragam secara . Rugirugi coupling dapat diperkecil dengan penambahan lensa di depan sumber cahaya atau pembentukan permukaan tertentu (misalnya spherical-surface) pada sumber cahaya atau ujung fiber.

Rugi-rugi Penyambungan Rugi-rugi penyambungan dengan fusion splice. Rugi-rugi ini ditimbulkan sebagai akibat tidak sempurnanya kegiatan penyambungan (splice) sehingga sinar dari serat optik yang satu tidak dapat dirambatkan seluruhnya ke dalam serat yang lainnya.umum sebagai berikut: µ = Pin / Pout maka L = -10 log µ dengan : Pin = Daya yang dimasukkan ke dalam serat optik (Watt) Pout = Daya yang dipancarkan oleh sumber cahaya (Watt) µ = Efisiensi penyambungan atau L = -10 log η dengan η dengan : L = Rugi-rugi (dB) d = lebar antara sambungan ( m) a = lebar kabel fiber (cm) η = effisiensi [ √( { }) ] π 4. Penyerapan Bahan . Beberapa kesalahan penyambungan yang menimbulkan rugi-rugi: Sambungan kedua serat optik membentuk sudut Sumbu kedua serat optik tidak sejajar Sumbu kedua serat optik berimpit namun masih ada celah diantaranya Ada perbedaan ukuran antara kedua serat optik yang disambung 5.

Dispersi intermodal tidak terjadi pada serat singlemode. Ini adalah berturut-turut penyerapan ultraviolet. dan mempunyai panjang total yang berbeda dari setiap sinar-sinar ragam yang lain. yaitu: 1. Dispersi bahan mempunyai persamaan sebagai berikut (Freeman. Dispersi Waveguide . bila pulsa cahaya yang dipancarkan mengandung komponen-komponen dengan beberapa panjang gelombang yang berbeda yang terpusat pada suatu panjang gelombang tengah. Indeks bias bahan serat optik berubah terhadap perubahan panjang gelombang. Berdasarkan hubungan antara kecepatan gelombang (v) dan indeks bias (n) yang dapat ditulis dengan : maka kecepatan gelombang juga berubah terhadap perubahan panjang gelombang. 1995 : 11). Dispersi Bahan Sebagai akibat dari dispersi bahan.Tiga mekanisme yang berbeda memberikan sumbangannya pada rugi-rugi penyerapan (absorption losses) dalam fiber gelas. dan penyerapan resonansi ion. Dispersi Antar Ragam Timbulnya dipersi antar ragam karena alur total yang ditempuh oleh suatu sinar pada setiap ragam adalah zigzag. penyerapan infra merah.km )) 3. 2. 1993) : dengan : = dispersi bahan (ns) = lebar spektrum sumber cahaya (nm ) D = panjang serat optik ( km ) M = koefisien dispersi bahan(ps/(nm . Pelebaran pulsa optik ini disebut dengan dispersi intermodal ( tim. Dispersi Ada tiga macam dispersi pada fiber. yang disebabkan oleh tiga mekanisme. Sifat perubahan kecepatan yang disebabkan oleh sifat bahan disebut dispersi bahan (Sri Widodo.

total dispersi adalah kombinasi rms (root mean square) dari ketiga dispersi tersebut di atas. maka mekanisme dispersi yang ketiga akan menjadi penting. Total dispersi diberikan dengan persamaan (Roddy Coolen. hal ini mencegah dicapainya keadaan tanpadispersi total. kecuali untuk kasus cahaya monokromatis yang ideal. yaitu : dispersi bahan. 1990 : 762) Dengan : = Total dispersi (ns) Atenuasi Cahaya yang merambat dalam serat optik intensitasnya akan berkurang. dispersi pandu gelombang. pengurangan intensitas ini disebut atenuasi. Atenuasi disebabkan oleh penyerapan cahaya oleh bahan . 108 m/s ) = panjang gelombang yang ditransmisikan ( nm ) DW = koefisien dispersi pandu gelombang v = frekuensi ternormalisasi = lebar spektrum sumber cahaya ( nm ) Total Dispersi Pada setiap panjang gelombang. dan dispersi intermodal. 1986) : dengan : = dispersi pandu gelombang ( ns ) D = panjang serat optik ( km ) c = cepat rambat cahaya ( 3 . Dispersi pandu gelombang terjadi akibat dari karakteristik perambatan pulsa sebagai fungsi perbandingan antara jari-jari inti serat optik dan struktur pandu gelombang. Dispersi pandu gelombang mempunyai persamaan sebagai berikut (Lee.Jika fiber dapat dioperasikan sedemikian sehingga dispersi antar-ragam dan bahan keduanya dihilangkan.

f = Frekuensi (Hz) c = Kecepatan Cahaya = 3x108 m s-1 = Panjang Gelombang (m) Konektor Konektor fiber digunakan untuk menyambungkan dua ujung fiber optik. Foton cahaya ini adalah hasil dari konversi energi potensial elektron. Karena sebuah fiber harus selalu berakhir pada sebuah pemancar di salah satu ujungnya dan pada sebuah penerima di ujung yang lain sehingga terdapat rugi pada konektor. yaitu: Ketidaksesuaian ukuran inti Kesalahan letak inti melintang Pemisahan celah memanjang Rugi-rugi celah optis Kesalahan letak sudut Persiapan ujung fiber yang tidak sempurna Kotoran . yang digunakan pada titik-titik di mana fiber berakhir pada pemancar dan penerima. Spektrum cahaya dinyatakan dalam panjang gelombang dan bukannya frekuensi. Faktor yang mempengaruhi rugi dalam konektor pada suatu panjang kabel.material serat optik serta penghamburan cahaya. Besarnya atenuasi tergantung jarak yang ditempuh dan karakteristik bahan serat optik. ketika elektron tersebut terjebak oleh atom yang mengandung lubang. karena dalam operasinya. elektron-elektron yang dipicu (excited) yang bebas untuk menghantarkan berkombinasi kembali (recombine) dengan lubang-lubang (holes) dan masing-masing melepaskan sebuah foton cahaya dalam proses tertentu. LED merupakan alat yang memancarkan cahaya pada frekuensi frekuensi tertentu. tetapi keduanya dihubungkan oleh persamaan dimana. Sumber Cahaya Untuk Fiber Optik Sumber cahaya untuk optik fiber adalah LED.

Redaman dari konektor fiber optik didefinisikan sebagai berikut A = -10 log [Pout/Pin] …(8) Dimana: A = Atenuasi (dB) Pin = daya optik sebelum titik koneksi (Watt) Pout = daya optik setelah titik koneksi (Watt) Rugi-rugi Total Penjumlahan rugi-rugi yang terjadi sepanjang link transmisi serat optik diberikan oleh (Hoss. 1990) : L = Lpt + Lpr + NcLc + NsLs + DLf dengan : Nc = jumlah konektor Lc = rugi-rugi konektor (dB) Ns = jumlah sambungan Ls = rugi-rugi sambungan (dB) D = panjang serat optik (km) Lf = rugi-rugi dalam serat optik (dB) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->