ETOS KERJA

A. Pengertian etos kerja Etos berasal dari bahasa Yunani yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok. Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian berbeda yaitu:    Suatu aturan umum atau cara hidup. Suatu tatanan aturan perilaku. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku. Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita cita yang positif. Dari keterangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi, guna mewujudkan sesuatu cita-cita. Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden. B. Fungsi dan tujuan etos kerja Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetep perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah :

  

Pendorong timbulnya perbuatan. Penggairah dalam aktivitas. Penggerak.

Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. Nilai kerja dalam Islam dapat diketahui dari tujuan hidup manusia yang kebahagiaan hidup di dunia untuk akhirat, kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati, kekal untuk lebih dari kehidupan dunia, sementara kehidupan di dunia dinyatakan sebagai permainan, perhiasan lading yang dapat membuat lalai terhadap kehidupan di akhirat. Manusia sebelum mencapai akhirat harus melewati dunia sebagai tempat hidup manusia untuk sebagai tempat untuk mancari kebahagiaan di akhirat. Ahli-ahli Tasawuf mengatakan: Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, manusia harus

mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan, ada yang mengukur banyaknya harta, kedudukan, jabatan, wanita, pengetahuan dan lain-lain. Yang kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia, bahkan justru dapat menyengsarakannya. Jadi dianjurkan di dunia tapi tidak melupakan kehidupan akhirat. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan

kepemimpinan Jepang dikenal memiliki etos kerja yang sangat baik dalam memajukan negara atau organisasi yang berada di dalamnya.belum lagi semangat dan semboyan serta falsafah yang lain yang dapat memacu kerja dan membentuk etos kerja para pekerja diluar negara jepang. jika tujuannya tinggi (mencari keridhaan Allah) maka ia pun akan mendapatkan nilai kerja yang tinggi. Semangat dan pantang menyerah merupakan ciri orang jepang.bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara jepang itu sendiri. Etos kerja bangsa Jepang Jepang selama ini kita kenal sebagai salah satu negara didunia yang memiliki etos kerja yang hebat. Sedangkan bila dilihat dari segi kebudayaannya. dan jika tujuannya rendah (seperti misalnya hanya bertujuan memperoleh simpati sesama manusia belaka) maka setingkat pula nilai kerjanya. (Q. Etos kerja yang baik ini menimbulkan suatu dampat kemajuan teknologi dan penguasaan teknologi. di mulai dari usaha mengangkap sedalam-dalamnya sabda nabi yang mengatakan bahwa niali setiap bentuk kerja itu tergantung pada niat-niat yang dipunyai pelakunya.S.jujur serta ketulusan. Diambil dari sumber yang ditulis oleh Ahmad Kurnia dari buku karya ANN . dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. dari semboyan samurai yang menyatakan “Lebih baik mati dari pada berkalang malu”. C. AlQashash: 77) Pandangan Islam mengenai etos kerja. ada juga istilah MAKOTO yang artinya bekerja dengan giat semangat.

911 jam/tahun). rata-rata jam kerja pekerja Jepang adalah 2.017 jam/tahun. orang yang pulang kerja .450 jam/tahun. dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun. Apalagi di bidang perteknologian. hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan. semua pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan.957 jam/tahun). Inggris (1.70). secara otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. dan selalu terancam bencana alam rupanya tidak menghalangi mereka menjadi bangsa yang dihormati dunia. Mereka merasa lebih dihargai jika diberikan tugas pekerjaan yang berat dan menantang. Bagi mereka. Jerman (1. dan Prancis (1.870 jam/tahun). Namun. Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharap bayaran. misalnya Amerika (1.WAN SENG. Namun. jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar. Pada tahun 1960. Terbukti. Di Jepang.680 jam/tahun). jam kerja itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata jam kerja di negara lain. Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian tahunan negara negara yang Jepang menyerangnya. Jepang menjelma menjadi raksasa di atas negaranegara besar dan berkuasa lainnya. Pada tahun 1992 jumlah itu menurun menjadi 2. pendapatan bersaing ketat di belakang Amerika Serikat. tidak fasih berbahasa Inggris. “RAHASIA BISNIS ORANG JEPANG (Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia)” diceritakan setelah bom atom Amerika menghunjam Hiroshima dan Nagasaki yang merupakan jantung kota Jepang tahun 1945. Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja (hlm. Dalam pikiran dan jiwa mereka. kekurangan sumber tenaga kerja. Keadaan ini tentu sangat berbeda dengan budaya kerja orang Indonesia yang biasanya selalu ingin pulang lebih cepat. Dengan segala kekurangan secara fisik.

Bahkan istri-istri orang Jepang lebih bangga bila suami mereka ”gila kerja” bukan ”kerja gila”. perusahaan Jepang yang besar membentuk 3 sistem. Namun bangsa Jepang melibatkan aspek emosi dan intuisi untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan selera pasar. Sistem kenaikan gaji sejajar umur. yakni perusahaan menaikan gaji pekerjanya tergantung umur mereka. dianggap sebagai pekerja yang tidak penting. Bangsa Jepang bangga dengan produk buatan negeri sendiri. Mereka juga menjadi pengguna utama produk lokal dan pada saat yang sama juga mencoba mempromosikan produk made in Japan ke seluruh dunia dari makanan.Minat dan kecintaan bangsa Jepang terhadap ilmu membuat mereka merendahkan diri untuk belajar dan memanfaatkan apa yang telah mereka pelajari. Pihak Barat memakai proses logika. Mereka menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan produk Barat demi memenuhi kepentingan pasar dan konsumen. . Tetapi. teknologi sampai tradisi dan budaya. orang Jepang tidak mengorbankan sendiri tanpa syarat demi komunitas. Dimana saja mereka berada bangsa Jepang selalu mempertahankan identitas dan jatidiri mereka.lebih cepat selalu diberi berbagai stigma negatif. Bangsa Jepang memang pintar meniru tetapi mereka memiliki daya inovasi yang tinggi. Sesudah perang dunia kedua. Sebab hal itu juga menjadi pertanda suatu status sosial yang tinggi. Sikap patriotisme bangsa Jepang juga menjadi salah satu faktor yang membantu keberhasilan ekonomi negaranya. yaitu:   Sistem ketenagakerjaan sepanjang hidup. yakni perusahaan biasanya tidak putus hubungan kerja. malas dan tidak produktif. rasional dan kajian empiris untuk menghasilkan sebuah inovasi. Hal ini jelas terutama di dalam etos kerja orang Jepang.

Ciri-ciri etos kerja dan budaya kerja orang Jepang adalah. Jika ditanya “Seandainya anda menjadi milyuner dan tidak usah bekerja. kebanyakan orang Jepang menjawab. Oleh ketiga sistem ini. anda berhenti bekerja ?”. diorganisasi satu serikat pekerja. Tentu saja orang Jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau dengan gaji yang rendah. berbeda dengan pekerja yang diorganisasi menurut jenis kerja.) Kata itu dikenal semua orang . Karena permainan terlalu menarik. “Okyaku sama ha kamisama desu. ketiga sistem ini dibentuk hanya di perusahaan besar. “Saya tidak berhenti. dia kadang-kadang lupa pulang ke rumah. Kenyataannya. semua pekerja sebuah perusahaan. Tetapi ketiga sistem ini menjadi teladan bagi perusahaan kecil juga. Dia ingin berhasil dalam permainan ini.  Bekerja untuk kesenangan.” (Langganan adalah Tuhan. yakni. orang Jepang bekerja untuk kesenangan. pekerja menganggap dan kuat diri sendiri anggota kepada perusahaannya merasa kesetiaan perusahaannya. tidak ada di perusahaan kecil. Dan bagi dia kawankawan yang saling mempercayai sangat penting. Memang melanggar ajaran Islam. dan ingin menaikkan kemampuan diri sendiri. Di atas ketiga sistem ini. jenis kerja apapun. Serikat pekerja yang diorganisasi menurut perusahaan. Biasanya di Jepang kerja dilakukan oleh satu tim. etos kerja dan budaya kerja orang Jepang berkembang. Fenomena ini disebut “work holic” oleh orang asing. etos kerja orang Jepang mendewakan client/langganan sebagai Tuhan. terus bekerja. Tetapi kalau gajinya lumayan.  Mendewakan langganan.” Bagi orang Jepang kerja itu seperti permainan yang bermain bersama dengan kawan yang akrab. bukan untuk gaji saja.

Supaya menang perang seharusnya diadakan persiapan lengkap untuk bertempur setenaga kuat. khususnya dalam sektor perindustrian dan perdagangan.  Bisnis adalah perang. orang Jepang memegang teguh prinsip tepat waktu dengan tertib dan disiplin. rakyatnya. Untuk itu. Budaya bisinis Jepang lebih mementingkan keuntungan jangka panjang. Kedua elemen itu menjadi dasar kemakmuran ekonomi yang dicapai Jepang sampai saat ini. Perusahaan Jepang berusaha mewujudkan permintaan dari langganan sedapat mungkin.” (Kalau lapar tidak bisa bertempur.) Oleh karena itu orang Jepang tidak akan pernah menerima kebiasaan puasa. Seperti pahlawan dalam cerita rakyat Jepang. Karena ia tidak bergerak dan hanya dalam keadaan statis. Orang Jepang yang di dunia bisnis menganggap bisnis sebagai perang yang melawan dengan perusahaan lain. Untuk menang perang. Untuk melancarkan urusan pekerjaanya.Jepang. Kata ini sudah motto bisinis Jepang. tidak ada alasan bagi Indonesia tidak bisa menjadi seperti Jepang. perlu strategis dan pandangan jangka panjang. Semua orang Jepang tahu pribahasa “Hara ga hette ha ikusa ha dekinu. untuk bekerja harus makan dan mempersiapkan kondisi lengkap. Indonesia memiliki sumber alam melimpah dari pada . si samurai buta Zatoichi. Bagi orang Jepang. maka ekonomi Jepang akan runtuh seperti Zatoichi yang luka dan mati karena gagal mempertahankan diri dari serangan musuh. Jepang harus memastikan cepat segala-galanya. menghadapi termasuk perubahan senantiasa bergerak disekelilingnya. Jika semuanya berhenti bergerak. dan berusaha berkembangkan hubungan erat dan panjang dengan langganan.

Jepang. Dalam pasal 20 tertulis bahwa semua lembaga agama tidak boleh diberi hak istimewa dari negara dan tidak boleh melaksanakan kekuatan politik. infrastruktur yang baik. Orang Jepang tidak peduli orang lain agamanya apa. sekitar 70% orang Jepang menjawab tidak memeluk agama. pemuda Jepang sangat tidak peduli agama. mereka tidak peduli pada agama. tidak ada sekolah agama negara (seperti IAIN di Indonesia). biasanya dia tidak suka memamerkan agamanya sendiri. pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan agama. (Pada tahun 1996.6%). Ini merupakan ciri-ciri khusus masyarakat Jepang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia. Menurut beberapa penelitian. negara dan instansinya tidak boleh melakukan kegiatan agama dan pendidikan agama tertentu. komitmen dan langkah pasti pemerintah serta masyarakatnya dalam mengaplikasikan formula ekonomi yang ampuh tersebut. maka tidak ada alasan untuk kita gagal melaksanakannya. Perbedaan yang paling besar antara masyarakat Jepang dengan Indonesia adalah masyarakat Jepang tidak peduli pada agama. dan kedudukan geografis yang strategis. Tergantung kemauan. Terutama. Jika bangsa Jepang bisa melakukannya. tenaga manusia murah. Kekuasaan ada ditangan kita dan bukan terletak pada negara. Orang Jepang tidak ikut campur urusan pribadi . Maka di Jepang tidak ada ruangan untuk sembahyang seperti mushala di instansi negara (termasuk sekolah). mahasiswa yang mempercayai agama tertentu hanya 7. Bangsa Jepang merupakan bangsa yang kuat dan memiliki harga diri yang tinggi. Dalam undang-undang dasar Jepang. dan kalau dia mempercayai agama tertentu. Tetapi dibalik etos kerja dan budaya kerja bangsa Jepang. Dilarang keras memakai anggaran negara untuk hal-hal agama. tidak ada Departmen Agama. Dan dalam pasal 89 tertulis bahwa uang negara tidak boleh dipakai untuk lembaga agama.

efisien. Negara. Maka misalnya minum minuman keras juga tidak dimasalahkan. sekolah. tetapi ajaran sisi seperti itu ditindas. Jepang dipenuhi dengan porno. Sedangkan Semitic monoteisme (agama Yahudi. kantor. Sesudah perang dunia kedua. perusahaan. masyarakat Jepang sedikit korupsi. desa. Sementara Konfusianisme sengat cocok dengan etika demi komunitas ini. dan masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi. . Kebanyakan orang Jepang tidak sampai adiksi/kecanduan. dilimpah dengan tempat judi. bentuknya apapun. pemerintah Meiji sangat menekankan kesetiaan pada negara. judi.orang lain. kelompok agama. bahkan minum bersama diwajibkan untuk mendorong rukun komunitas. dan memisahkan seorang sebagai diri sendiri dari komunitas. Bagi orang Jepang. lebih makmur. objek kesetiaan orang Jepang beralih pada perusahaan. Tentu saja agama Buddha juga mengutamakan Kebenaran Darma daripada komunitas. pabrik. Ajaran agama juga digunakan untuk memperkuat etika komunitas ini. Etika orang Jepang tidak berdasar atas agamaDi Jepang tidak ada agama yang mendorong proses kapitalisme. Etika orang Jepang adalah etika demi komunitas. tim sepak bola dll. partai. bekerja keras. minuman keras. Kristen dan Islam) mengutamakan Allah daripada komunitas. porno. Tetapi pada umumnya orang Jepang masih berdisiplin. Sesudah Restorasi Meiji. tertib. tujuan utamanya membentuk hubungan baik di dalam komunitas. Tindakan pribadi dinilai oleh mendorong atau merusak rukun komunitas. bersih dan aman (setidaktidaknya tidak terjadi konflik antar agama) daripada Indonesia. orang Jepang suka sekali minum minuman keras. keluarga. Etika orang Jepang itu. Kebesaran komunitas bergantung pada situasi dan zaman. orang Jepang mementingkan komunitas termasuk diri sendiri. semua hanya sarana hiburan saja untuk menghilangkan stres.

memberitakan bahwa pada tahun 2005. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Etos kerja bangsa Indonesia Insititute for Management of Development. Malaysia (28). Business Efficiency (59). Atau semakin turun ketimbang tahun 2001 yang mencapai urutan 46. Juga mungkin karena faktor budaya kerja yang juga masih lemah dan tidak merata. Bisa dibayangkan dengan kondisi krisis finansial global belakangan ini bisa-bisa posisi Indonesia akan bertahan kalau tidak ada remedi yang tepat. World Competitiveness Book (2007). Urutan peringkat ini berkaitan juga dengan kinerja pada dimensi lainnya yakni pada Economic Performance pada tahun 2005 berada pada urutan buncit yakni ke 60. Sementara itu negara-negara Asia lainnya berada di atas Indonesia seperti Singapura (peringkat 1). Dengan kata lain sikap tersebut sudah terinternalisasi. Dalam pemahaman tentang produktifitas dan produktif disitu terkandung aspek sistem nilai. Swiss. India (39). hari esok harus lebih baik dari hari ini. Jadi kalau seseorang bekerja. dan Filipina (49). Manusia produktif menilai produktivitas dan produktif adalah sikap mental. dan Government Efficiency (55). . Produktivitas kerja jangan dipandang dari ukuran fisik saja.D. dia akan selalu berorientasi pada produktivitas kerja di atas atau minimal sama dengan standar kerja dari waktu ke waktu. Itulah yang disebut budaya kerja positif (produktif). Sementara itu budaya bekerja produktif mengandung komponen-komponen: (1) pemahaman substansi dasar tentang bekerja. Korea (29). (2) sikap terhadap karyawanan. Bekerja produktif sudah sebagai panggilan jiwa dan kental dengan amanah. peringkat produktivitas kerja Indonesia berada pada posisi 59 dari 60 negara yang disurvei. Cina (31). Tanpa diinstruksikan dia akan bertindak produktif. Thailand (27). Lagi-lagi diduga kuat bahwa semuanya itu karena mutu sumberdaya manusia Indonesia yang tidak mampu bersaing.

Pertanyaannya apakah semua kita sudah berbudaya kerja produktif? Budaya kerja produktif di Indonesia. Sementara input berupa jumlah waktu kerja. etos kerja. Perusahaan belum mengganggap sikap produktif sebagai suatu sistem nilai. Karena itu tidak heran produktivitas kerja di Indonesia termasuk terendah dibanding dengan negara-negara lain di Asia. Seolah-olah karyawan tidak memiliki sistem nilai apa yang harus dipegang dan dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan pula oleh angka indeks pembangunan manusia di Indonesia (gizi. Produktivitas kerja merupakan rasio dari keluaran/output dengan inputnya. Pemahaman karyawan tentang budaya kerja positif masih lemah. teknologi yang dipakai dsb. Ditambah dengan rata-rata pendidikan karyawan yang relatif masih rendah maka produktivitas pun rendah. Budaya organisasi atau budaya perusahaan masih belum banyak dijumpai. tingkat upah dan gaji. kondisi mutu dan fisik karyawan. tingkat pendidikan. (5) sikap terhadap waktu.(3) perilaku ketika bekerja. (4) etos kerja. pendidikan. Bahkan di sebagian karyawan. dan tingkat upah dari karyawan. Mengapa bisa seperti itu? Hal demikian bisa dijelaskan lewat formula matematika sederhana. bisa jadi bekerja dianggap sebagai beban dan paksaan terutama bagi orang yang malas. Karena itu tidak jarang prusahaan yang mengabaikan kesejahteraan karyawan termasuk upah minimunya. Hal ini pulalah juga agaknya yang kurang mendukung terciptanya budaya produktif. belum merata. . Jadi output yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh faktor input yang digunakan. Bentuk output dapat berupa barang dan jasa. Bekerja masih dianggap sebagai sesuatu yang rutin. Dengan demikian produktivitas kerja di Indonesia relatif rendah karena memang rendahnya faktor-faktor kualitas fisik.

kesehatan) yang relatif lebih rendah dibanding di negara-negara tetangga. Dengan melihat keadaan saat ini. Kita harapkan etos kerja yang diterapkan tersebut bisa diimplementasikan dalam kerja nyata dan akan lebih baik lagi jika hal . ini merupakan kenyataan pahit. plinplan. dan gampang terintimidasi. dekat dengan alam. yaitu  Artistik. suka dihormati daripada menghormati dan lebih mementingkan status daripada prestasi. Gemar upacara. Namun lanjutnya. Etos kerja orang Indonesia adalah :    Munafik atau hipokrit. Dengan kata lain suasana proses pembelajaran plus dukungan kesejahteraan karyawan perlu terus dikembangkan. Pendidikan dan pelatihan perlu terus dikembangkan disamping penyediaan akses teknologi. tidak semua memiliki etos kerja buruk seperti disebutkan diatas. mistis dan gaib. sikap dan ketrampilan) karyawan menjadi tuntutan pasar kerja yang semakin mendesak. Berjiwa feodal. dari 220 juta jiwa rakyat Indonesia. yang memang tidak bisa kita pungkiri. Masih ada organisasi yang peduli dan mau mengubah etos kerja yang disematkan ke bangsa Indonesia saat ini. Suka mencari kambing hitam. Gemar hal keramat. Seharusnya faktor-faktor tersebut perlu dikuasai secara seimbang agar para karyawan mampu mencapai produktivitas yang standar.   Percaya takhyul. Kompetensi (pengetahuan. Enggan bertanggung jawab. Berwatak lemah. Dari kesemuanya. hanya ada satu yang positif. lain di mulut lain di hati. Kurang kuat mempertahankan keyakinan. dan memang begitu adanya. Suka berpura-pura.

Lebih lanjut lagi beliau mengatakan. Indonesia dikarunia sumber daya alam yang melimpah ruah dan jumlah penduduk yang besar. setiap manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja seseorang akan menghasilkan uang. Namun pada Kenyataannya rakyat miskin bertambah banyak. dengan uang tersebut seseorang dapat membelanjakan segala kebutuhan sehari-hari hingga akhirnya ia dapat bertahan hidup. motivasi dan niat. pengangguran semakin meningkat. E. perlu adanya peningkatan. Oleh karena itu seleksi memililih pekerjaan menumbuhkan etos kerja yang islami menjadi suatu . dan banyak anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. Hasil yang diperoleh dari pekerjaannya juga dapat digunakan untuk kepentingan ibadah. harus dapat menumbuhkan etos kerja secara Islami. Salah satu faktor rendahnya etos kerja yang dimiliki oleh Indonesia yaitu negatifnya keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin. karena pekerjaan yang ditekuni bernilai ibadah.positif tersebut menyebar kepada semua Organisasi kerja diseluruh Indonesia. Dan itu merupakan modal untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. bangsa Indonesia adalah negara yang kaya dan merupakan bangsa yang besar. Setiap pekerja. Akan tetapi dengan bekerja saja tidak cukup. terutama yang beragama islam. Data Penduduk miskin sampai pada tahun 2009. termasuk didalamnya menghidupi ekonomi keluarga. Etos kerja Islami Dalam kehidupan pada saat sekarang. Mereka merupakan model bagi masyarakat yang bukan hanya memiliki kekuasaan formal. namun juga kekuasaan nonformal yang justru sering disalahgunakan.

Adapun etos kerja yang islami tersebut adalah: niat ikhlas karena Allah semata.” (HR Muslim). akan tetapi bekerja merupakan media untuk membuktikan bahwa manusia itu adalah khalifatullah yang patuh mengikuti perintah Allah SWT. baik diberi atau pun ditolak. Ciri-ciri orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tingkah laku yang dilandaskan pada satu keyakinan yang mendalam bahwa bekerja itu ibadah dan berprestasi itu indah. Islam mewajibkan manusia untuk bekerja. yang artinya “Seseorang yang keluar mencari kayu bakar (lalu hasilnya dijual) untuk bersedekah dan menghindari ketergantungan kepada manusia. Dengan demikian etos kerja Islami adalah akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam sehingga dalam melaksanakannya tidak perlu lagi dipikir-pikir karena jiwanya sudah meyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. . Bekerja bukanlah bertujuan untuk mendapatkan uang semata sehingga mampu belanja apa saja atau memaksimalkan konsumsi. kerja keras dan memiliki cita-cita yang tinggi. Bekerja sebagai kewajiban. itu lebih baik dari seseorang yang meminta-minta kepada orang lain. Adapun karakter etos kerja muslim tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.keharusan bagi semua pekerjaan. Karena sesungguhnya tangan yang di atas (memberi) itu lebih baik daripada tangan di bawah (meminta). mencari prestasi dan tampil sebagai bagian dari umat yang terbaik.Adasemacam panggilan dari hatinya untuk terus nenerus memperbaiki diri. Dalam hadis disebutkan.

Dia tidak ingin ada waktu yang hilang dan terbuang tanpa makna. Menghargai waktu Salah satu esensi dan hakikat dari etos kerja islami adalah menghayati. memahami dan merasakan betapa berharganya waktu. Dan Waktu adalah asset ilahiyah yang sangat berharga.2. Baginya. mengabaikannya akan diperbudak kelemahan namun jika memanfaatkannya dengan baik maka berada di atas jalan keberuntungan. Motovasi unggul yang ada hanyalah pamrih pada hati nuraninya sendiri. . Sehingga ia memandang tugasnya sebagai pengabdian. Hal ini sebagaimana firman Allah swt: “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Jiwanya merintih bila ada satu detik berlalu tanpa makna. Al-„ashr). sebuah keterpanggilan untuk menunaikan tugas-tugas sebagai salah satu bentuk amanah yang seharusnya ia lakukan. Memiliki niat yang ikhlas Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seorang yang berbudaya kerja islami itu adalah nilai keikhlasan. dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas. 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan dan nasehat nasihat menasehati menasihati supaya supaya mentaati menetapi kebenaran kesabaran.Adasemacam bisikan dalam jiwanya agar jangan melewatkan barang seditik pun kehidupan ini tanpa memberi arti. Pengertian terhadap makna waktu merupakan rasa tanggung jawab yang sangat besar atas kemuliaan hidupnya. Berdasar pada firman Allah di atas. seorang muslim bagaikan kecanduan waktu. waktu adalah rahmat yang tidak terhitung.” (QS. Sebagai konsekwensinya.

optimis. Memiliki sifat jujur Shadiq (orang yang jujur) berasal dari kata shidq (kejujuran). Itulah sebabnya Allah swt berfirman. Kata shiddiq adalah bentuk penekanan dari shadiq dan berarti orang yang didominasi kejujuran. keberanian. dan mutma‟innah. Orang yang berada di sekitarnya merasa tercerahkan. makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya adalah bersih. Orang yang percaya diri. melainkan juga input yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih. Dengan demikian. Prilaku yang jujur adalah prilaku yang diikuti oleh sikap tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya (integritas). Tidak mungkin di dalam tubuh orang yang ikhlas terdapat makanan dan minuman yang haram. memancarkan raut wajah yang cerah dan berkharisma. Memiliki sifat percaya diri Pribadi muslim yang percaya diri tampil bagaikan lampu yang benderang.”wa rujza fahjur” dan tinggalkanlah segala bentuk yang kotor. Kejujuran dan integritas dapat mendorong sikap untuk siap menghadapi resiko dan bertanggung jawab.” (Al Muddatstsir: 5) 4. tentram. Dengan demikian. Percaya diri melahirkan kekuatan. tangkas mengambil .kalaupun ada imbalan itu bukanlah tujuan utama melainkan sekedar akibat sampingan dari pengabdiannya tersebut. dan tegas dalam bersikap. cara dirinya mencari rezeki.ikhlas merupakan energy batin yang akan membentengi diri dari segala yang kotor. Sikap ikhlas bukan hanya output dari cara dirinya melayani. Bahkan. 5. di dalam jiwa seorang yang jujur itu terdapat komponen nilai ruhani yang berpihak kepada kebenaran dan sikap moral yang terpuji.

Tanggung jawab mengandung makna menanggung dan memberi jawaban. ia ingin melakukannya dalam bentuk pilihan-pilihan yang melahirkan amal prestatif. . seorang individu akan dihadapkan pada tiga bentuk tanggung jawab. dengan demikian pengertian taqwa yang kita tafsirkan sebagai tindakan bertanggung jawab dapat didefinisikan sebagai sikap dan tindakan seorang di dalam menerima sesuatu sebagai amanah. yaitu. kapal telah hangus terbakar dan hanya hamparan samudra yang akan menerkam para pengecut. Emiliki sikap bertanggung jawab Takwa merupakan bentuk rasa bertanggung jawab yang dilaksanakan dengan penuh rasa cinta dengan menunjukan amal prestatif di bawah semangat pengharapan ridha Allah. Maju berarti kemenangan telah ditangan dan kematian dalam sebuah perjuangan suci merupakan kerinduan para syuhada. Mundur. Dalam bekerja. 6. sehingga sadarlah bahwa dengan bertaqwa berarti ada semacam nyala api di dalam hati yang mendorong pembuktian atau menunaikan amanah sebagai rasa tanggung jawab yang mendalam atas kewajiban-kewajiban sebagai hamba Allah.keputusan tanpa tanpak arogan atau defensive dan mereka tangguh mempertahankan pendiriannya. dengan penuh rasa cinta. dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kita menyaksikan sebuah sejarah perjuangan yang sangat monumental ketika Thariq Bin Ziyad membakar seluruh armadanya untuk kemudian hanya menyodorkan dua pilihan. tanggung jawab terhadap Tuhannya (Allah SWT).

namun Allah juga menetapkan takaran dan ukuran. Iman sebagai landasan bekerja Landasan keimanan menghindarkan manusia untuk mengeksploitasi terhadap sumber-sumber alam dengan cara yang melampaui batas. Sabar Sabar merupakan sifat terpuji yang sangat sering disebut dalam al-Quran. (QS al-Baqarah: 156). tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. Sebagaimana firman Allah yang artinya. manusia harus bisa mengendalikan dirinya. manusia diminta bersabar. kelaparan. sehingga manusia tidak bisa seenaknya saja melakukan eksploitasi melampaui batas. Oleh sebab itu. Dalam menghadapi peristiwaperistiwa yang menyedihkan. Sesungguhnya rezeki Allah itu melimpah tak terbatas. 8. baik peristiwa yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Padahal Allah mengatur apa yang dikehendakinya dengan ukuran-ukuran”. Hal ini bisa terjadi karena sifat manusia yang loba dan cenderung melampaui batas. bencana. Allah memerintahkan mereka untuk menunaikan shalat. antara lain dengan cara bersyukur yang berarti menyadari karunia Allah yang murah itu sehingga ia mampu bertindak rasional. Allah: hendaknya mengucapkan menghayati firman ”Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jua kami kembali”. Jika manusia berduka cita menghadapi kesusahan-kesusahan. Di antara peristiwa yang menyedihkan seperti kesempitan rezeki. dan lain-lain. manusia tentu akan menghadapi berbagai macam peristiwa. berdoa kepada Allah dan bersabar. Dalam menjalani kehidupannya. dan Apabila ditimpa musibah. “Jika Allah melapangkan rezeki-rezeki kepada hamba-hamba-Nya.7. .

Seungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Al ba1qarah:148) dan Seorang mujahid dan ciri pribadi muslim yang mempunyai etoskerja islami tidak pernah menyerah pada kegagalan. Dari pada ia bertarung tanpa mengetahui potensi diri. karena boros adalah sikapnya setan. 10. Dia menjauhkan sikap boros. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. is that he corrects his defects and makes up his failings” (Keberuntungan yang baik akan datang kepada seseorang ketika dia dapat mengoreksi kekurangannya dan bangkit dari kegagalannya . Dan sebagai orang yang ingin menjadi winner dalam setiap pertandingan exercise atau latihan untuk menjaga seluruh kondisinya. dihayatinya dengan rasa penuh tanggung jawab sebagai pembuktian firman Allah swt. Karena hal itu sama dengan orang yang bertindak nekat.” (QS. Terukir sebuah motto dalam dirinya: “The best fortune that can come to a man. “Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Memiliki insting bertanding (Fastabiqul Khoirat) Semangat bertanding merupakansisi laindari citra seorang muslimyang memiliki semanagat jihad. Hemat dan sederhana Seseorang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Panggilan untuk bertanding dalam segala lapangan kebajikan dan meraih prestasi.9. laksana seorang pelari marathon lintas alam yang harus berlari jauh maka akan tampak dari cara hidupnya yang sangat efesien dalam mengelola setiap hasil yang diperolehnya. menghitung asset atau kemampuan diri karena dia lebih baik mengetahui dan mengakui kelemahan sebagai persiapan untuk bangkit. . Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat).

Senantiasa bersyukur Manusia diperintahkan untuk senantiasa bersyukur atas rezeki yang diperolehnya. Kesimpulan A. manusia diperintahkan untuk menunaikan shalat dan berkorban. karena semua itu hanya titipan dari Allah yang diberikan kepadanya. Manusia tidak boleh menyombongkan diri atas kelebihan-kelebihan yang telah diperolehnya. selanjutnya akan menghilangkan rasa resah jika memperoleh sesuatu yang dicita-citakan.11. apa karena budaya atau karena tidak beragama ? . perasaan bersyukur akan memberi kepuasan pada diri sendiri. Dari perspektif psikologis. Pengaruh kejiwaan terbesar yang muncul dari rasa bersyukur adalah ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli atau dinilai dengan uang. bersyukur karena terlepas dari mara bahaya dan dianugerahkan nikmat kehidupan. Islam juga mengajarkan agar manusia melihat ke bawah yaitu mereka yang kurang bernasib baik supaya jiwa mereka tenang. Bagaimana dan mengapa bangsa Jepang memiliki etos kerja tinggi. Untuk mewujudkan rasa syukur itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful