P. 1
Sekolah Terbaik Bagi Anak Tuna Rungu

Sekolah Terbaik Bagi Anak Tuna Rungu

|Views: 36|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Rizqi Story on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

Sekolah Terbaik Bagi Anak Tuna Rungu

Oct 1, '08 1:48 AM untuk semuanya

(sebuah sudut pandang orang tua yang mempunyai anak dengan gangguan pendengaran) Salah satu hak hidup yang dimiliki oleh setiap manusia tidak terkecuali oleh anak yang mempunyai kebutuhan khusus adalah hak untuk mendapatkan pengajaran. Hak untuk mendapatkan pengajaran dapat diperoleh di sekolah. Selain itu sekolah juga merupakan tempat pembentukan karakter serta sarana bersosialisasi untuk mempersiapkan diri menuju jenjang yang lebih tinggi. Sekolah bagi anak berkebutuhan khusus Untuk memfasilitasi sekolah bagi anak berkebutuhan khusus termasuk tuna rungu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, maka pemerintah dibantu oleh pihak swasta membentuk sekolah luar biasa yang biasa disingkat SLB. Sekolah ini mempunyai cara serta kurikulum yang disesuaikan bagi anak berkebutuhan khusus agar dapat mandiri serta mensejajarkan diri dengan anak normal. SLB dikategorikan berdasarkan jenis dari kebutuhan khusus yaitu, antara lain: 1. 2. 3. SLB A sekolah untuk bagi anak yang mempunyai gangguan penglihatan atau tuna netra. SLB B sekolah untuk anak yang mempunyai gangguan pendengaran atau tuna rungu. SLB C sekolah untuk anak yang mempunyai masalah mental atau tuna daksa

Sekolah bagi anak tuna rungu Pada awalnya bagi orang tua yang mempunyai anak dengan masalah gangguan pendengaran pilihan pertama untuk menyekolahkan anak adalah di SLB, hal ini disebabkan minimnya pengetahuan orang tua dalam membesarkan anak dengan gangguan pendengaran, termasuk memberikan pendidikan. Tapi pada perkembangan selanjutnya banyak kasus yang membuktikan bahwa anak dengan gangguan pendengaran dapat bersekolah di sekolah umum hal ini tak lepas dari beberapa faktor yang mendukung meningkatnya kualitas komunikasi 2 arah, yaitu: 1. Kemajuan teknologi alat bantu dengar yang dapat menjangkau semua tingkat gangguan pendengaran dengan hadirnya teknologi digital, FM system dll. 2. Kemajuan dunia medis dengan operasi kohlea. 3. Beragamnya metode terapi yang dapat dipilih dan yang dapat disesuaikan bagi kebutuhan anak seperti speech therapy (terapi wicara), audio verbal therapy (terapi mendengar) dan Natural Auditory Oral (NAO) dll. Banyak pula orang tua yang berpendapat bahwa SLB adalah sarana pendidikan yang paling baik bagi anak hal ini disebabkan oleh beratnya tingkat gangguan pendengaran yang mempengaruhi kemampuan komunikasi hingga belum dapat berkomunikasi verbal 2 arah yang dengan baik. Berikut ini adalah beberapa kasus jenjang pendidikan yang diambil oleh orang tua dalam menyekolahkan anak dengan gangguan pendengaran : 1. Bersekolah di SLB, dari awal pra sekolah, TK hingga pendidikan menengah atas (SMA) bersekolah di SLB. 2. Bersekolah di SLB kemudian pindah ke sekolah umum, dengan melihat perkembangan kemampuan komunikasi 2 arah yang makin baik banyak orang tua berkeyakinan bahwa anak dapat bersekolah di sekolah umum, biasanya hal ini dimulai selepas dari TK atau SD. 3. Bersekolah di sekolah umum, beberapa kasus menunjukkan bahwa anak dengan gangguan pendengaran dapat bersekolah di sekolah umum sejak TK hingga SMA, dengan dibantu dengan terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak secara intensif sejak balita. Terdapat perbedaan yang yang mendasar antara bersekolah di SLB atau umum yaitu: 1. Kurikulum a. SLB sudah mempunyai kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dengan gangguan pendengaran. b. Sekolah umum tidak mempunyai kurikulum khusus bagi anak dengan gangguan

Penggunaan bahasa isyarat merupakan hal wajar untuk berkomunikasi di antara sesama. 4. karena perkembangan intelektual. Dan tugas kita sebagai orang tua untuk terus membimbing. menemukan bakat serta potensi agar anak siap di kehidupan yang akan datang. Akan tetapi belakangan ini pemerintah melalui SD Negeri mempunyai program inklusi bagi anak dengan kebutuhan khusus dengan menyediakan guru pendamping kelas. Guru a. SLB mempunyai guru dengan latar belakang pendidikan bagi anak yang mempunyai gangguan pendengaran. termasuk di dalamnya memperoleh pendidikan dan kesempatan kerja. b.pendengaran. Begitu juga sebaliknya banyak pula anak dengan gangguan pendengaran yang bersekolah di sekolah umum yang berhasil pula menjadi seorang profesional. Peningkatan kualitas komunikasi diperlihatkan karena anak dengan gangguan pendengaran dipaksa oleh keadaan untuk berusaha dengan keras berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak dan lingkungan yang mendengar.temannya yang mendengar normal. karena banyak juga anakanak jebolan SLB yang berhasil menjadi seorang profesional bekerja secara formal. Kualitas komunikasi verbal anak dengan gangguan pendengaran yang bersekolah di SLB biasanya tidak sebaik anak dengan gangguan pendengaran yang bersekolah di sekolah umum. Jumlah murid a. Mungkin hal yang perlu didengungkan adalah semangat 'everybody is equal' atau semua mempunyai kesempatan yang sama di dalam hidup. b. Semoga bermanfaat dan tetap semangat. ada baiknya bahwa orang tua harus berpandangan realistis dan meredam keinginan yang didasari oleh emosi di dalam menentukan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak. anak dituntut untuk banyak bertanya apabila tidak memahami. Jadi sekolah dimanapun baik di sekolah umum atau SLB bukan hal yang perlu dipermasalahkan asal pilihan orang tua sesuai dengan kemampuan anak. Bukan berarti anak yang mempunyai gangguan pendengaran yang bersekolah di sekolah umum lebih baik kualitas hidupnya dari pada anak yang bersekolah di SLB. hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang normal. emosi serta perilaku setiap anak berbeda. Banyak Sekolah umum tidak mempunyai guru dengan latar belakang pendidikan bagi anak yang mempunyai gangguan pendengaran. Perlu penilaian. Jumlah murid di SLB cenderung sedikit karena di dalam sistem pengajaran menitikberatkan sistem individual. Dari uraian tersebut diatas. . Jumlah murid cenderung banyak dan bersifat klasikal. Kualitas komunikasi a. 2. evaluasi serta observasi yang objektif oleh orang tua terhadap anak sebelum menentukan pilihan yang tepat untuk anak di dalam mendapatkan pendidikan. 3. anak harus berusaha lebih agar dapat mengikuti tahapan pembelajaran (kurikulum) di sekolah serta berkompetisi dengan teman. b.

rasa percaya diri para murid tuna netra juga dibangun di sebuah sekolah di Lille. Salah satu solusinya. artinya keluarga sebagai awal proses pembentukan pribadi bagi anak. Hal itu dilakuan agar mereka dapat berkreasi menemukan celah dalam berkomunikasi. Sekolah-sekolah luar biasa itu berharap para lulusannya dapat memperoleh pendidikan dan mata pencaharian yang layak. mengadakan berbagai kegiatan untuk anak tuna rungu agar bisa berbaur dengan anak-anak normal baik di dalam kelas maupun pada saat istirahat. pasalnya kehidupan ini akan terus bejalan dan berputar. Prancis. membaurkan murid-murid yang tuna rungu dengan murid-murid yang normal. sudah pasti tidak akan terelakan. Apa yang di maksud dengan keluarga merupakan pendidikan primer dan utama? kata kunci: pendidikan Keluarga merupakan pendidikan primer dan utama. baru-baru ini. Bahkan di negara maju pun perlu perjuangan khusus agar murid-murid yang tuna netra dan tuna rungu diterima di masyarakat. dekat Kota Toulouse. dengan tidak mengabaikan faktor nilai. Yang di didik dan pendidik. rumah juga sebagai pembentuk pengalaman dan proses belajar dini pada anak. Prancis bagian utara. seseorang akan dan pasti tidak terlepaskan dalam hal pendidikan. karena di samping faktor gen (penurunan sifat).com. Cara ini dilakukan untuk membangun kemampuan mereka berkomunikasi sekaligus mendorong murid tuna netra dan tuna rungu untuk menonjolkan kemampuannya. Toulouse: Hak asasi manusia untuk hidup bermasyarakat dan memperoleh mata pencaharian yang layak pada praktiknya terbatas bagi orang-orang yang kurang mampu termasuk yang memiliki keterbatasan fisik. Anak tuna rungu yang sejak lahir tidak dapat secara langsung mengaitkan kata-kata yang dituturkannya dengan bentuk tulisan telah membuat mereka mengalami buta huruf. norma dan juga tingkah laku yang diharapkan baik dalam lingkungan keluarga ataupun lingkungan yang lebih luas (masyarakat). pemikiran pun semakin berkembang.  Liputan6. Sehingga keluarga merupakan pendidikan primer dan utama bagi semua subjek yang terlibat di dalamnya. Sekolah itu mengajarkan opera dan dansa modern kepada murid-muridnya yang tuna netra. Sebuah sekolah luar biasa di Ramonville. Selain itu keluarga memiliki tanggung jawab untuk menumbuh kembangkan anggota keluargannya. hal semacam pendidikan juga dapat sangat mengena dan sangat cepat di tanggap oleh khususnya untuk si anak. Sementara itu. daya hayal dan nalar sudah mulai mengalami pembiasaan dalam hal mengatasi berbagai masalah. Seseorang mendapatkkan pendidikan ada yang berasal dari luar sistem lingkungan keluarga dan dari dalam lingkungan keluarga. Dalam menjalani kehidupan. Yang ditekankan dalam hal ini adalah lingkungan keluarga. Interaksi pertama pada anak terjadi di dalam keluarga.(ZIZ/Yus) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->