CONTOH PELANGGARAN HUKUM

Saya tertarik untuk menuliskan tema ini, bukan karena ingin latah untuk menunjukkan bahwa saya seorang aktivis HAM, karena saya bukan aktivis HAM, hanya karena tergelitik karena pemahaman banyak orang mengenai apa yang dimaksud dengan pelanggaran HAM cukup banyak yang menurut saya agak keliru. Banyak orang keliru ketika bicara tentang siapa pelaku pelanggaran HAM, saya coba kasih contoh mudah Contoh A A membunuh B yang kemudian berakibat B mati, dan keluarga B melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. Namun keluarga B orang miskin maka laporan tersebut tidak diproses Contoh B A sedang menyalakan radio untuk mendengarkan musik dengan volume suara yang cukup keras, B tetangga A, yang sedang tidur, merasa terganggu dengan suara tersebut. B kemudian protes dengan menyatakan bahwa A telah melanggar HAM B. Contoh C A adalah seorang muslim lulusan pesantren, saat ini A diduga melakukan tindak pidana terorisme. A ditahan oleh B, seorang kepala kepolisian daerah. Selama masa penahanan, A tidak dapat menemui keluarganya bahkan tidak dapat berkirim surat, selain itu untuk mendapatkan kesaksian dari A, A telah disiksa oleh B. Dalam persidangan A juga tidak didampingi oleh seorang penasihat hukum, dan hakim dan jaksa sudah mempunyai prasangka bahwa apa yang dilakukan oleh A adalah kegiatan terorisme. Contoh D A adalah seorang penyanyi dangdut perempuan, dia terkenal dengan goyangannya yang bagi sebagian besar orang dianggap erotis. B seorang penyayi dangdut laki-laki yang popular, B merasa risih dengan A dan melarang A untuk menyanyikan lagu-lagu dangdutnya. C seorang aktivis HAM menyatakan bahwa B telah melanggar HAM si A Nah dari contoh-contoh tersebut, saya berikan uraian apa yang dimaksud dengan pelanggaran HAM Contoh A Pembunuhan A terhadap B bukanlah pelanggaran HAM, tetapi suatu tindak pidana. Peritiwa pelanggaran HAM baru terjadi ketika polisi tidak menindaklanjuti tindak pidana

orang-orang yang masih berpaham primitif yang mau melakukan hal semacam ini. Akhirnya uang tak kembali dan nangis Bombay. PNS juga tidak menerimanya. hak untuk tidak disiksa. 2. lalu semua itu menjadi haram. Jadi jelas pelaku tindak pidana adalah A. karena A dalam hukum mempunyai hak-hak yang tidak dapat ditanggalkan. rumah sekalian hanya untuk menyogok agar dirinya atau keluarganya bisa lulus PNS. Ingat juga. Minumannya haram. juga kering akan nilai- . Nyogok Duit Agar Lulus PNS (Pegawai Negeri Sipil) Hal yang demikian ini merupakan contoh korupsi yang paling sering terjadi setiap tahunnya. hal-hal yang dibelikan dari hasil uang gaji si PNS yang melakukan korupsi ini. sudah begitu. Kasus penyogokan agar diterima menjadi PNS ini memang sangat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. dan berbagai hak lain yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Contoh D Ini juga bukan peristiwa pelanggaran HAM. Ongkos Bus Dilebih-lebihkan Melebihi Ongkos Tarif Standar Contoh korupsi semacam ini juga sangat mengkhawatirkan. kebun. Ingat. HALAL untuk neraka. seperti hak untuk berkomunikasi dengan keluarga.tersebut. hal ini menandakan bahwa bangsa kita masih bodoh dan miskin. ladang. haram! Tidak apa-apa kita blak-blakan saja bahwa kasus semacam ini HARAM. Ini bukan peristiwa pelanggaran HAM dan A bukanlah pelaku pelanggaran HAM Contoh C Ini adalah contoh pelanggaran HAM yang ekstrim. Makanannya haram. 1. Namun. ini perbuatan melawan hukum yang bisa digugat dengan memakai Hukum Perdata atau bisa juga memakai hukum pidana misalnya perbuatan tidak menyenangkan. Namun sayang. Tidak sadar bahwa gajinya itu adalah dari uangnya sendiri. uang haram itu bagi tubuh kita halal. Mereka itu lebih baik menjual sawah. Sungguh. hak untuk mendapatkan bantuan hukum. Yang harus dilakukan adalah B membuat gugatan ke pengadilan. sementara pelaku pelanggaran HAM adalah polisi Contoh B: Contoh ini hanyalah satu dari sekian contoh perbuatan melawan hukum yang diatur dalam UU jaman pemerintah Kolonial Hinda Belanda yaitu HO (Hinder Ordonantie/UU Gangguan). pingsan sekalian.

namun kita tidak menerima karcis hak kita. mungkin dia sedang dtress jadi tidak bisa diganggu. Saya sendiri mengalaminya di daerah Jawah Tengah. masa pemerintah transisi Indonesia. yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Ingat. Bolos Sekolah atau Bolos Mengajar Atas Alasan yang Tidak Syar'i Ternyata ada dosen atau guru yang bolos tidak mengajar dengan alasan yang dibuat-buat. Makan Uang Amanah Uang amanah contohnya adalah uang zakat. dan sebagainya yang dititipkan kepada kita. 5. Mereka seperti belum paham tentang arti disiplin. pembeli rugi. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998. Hal ini sangat merugikan kedua belah pihak.nilai ruhani. Jiwa mereka kering. sebab nanti kita bisa-bisa ditipi ketika kita dioper atau dipindakan ke bus lain di jalan atau di terminal. Namun. ingatlah Allah sudah menasihati kita dalam Al-Quran tentang orang-orang yang suka mengurangi timbangan. Namun. jangan pernah memberikan uang bus yang menggunakan karcis. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang . sebab orang cerdas adalah orang yang mengingat mati. Namun. masih ada yang belum bertaubat. Hal ini sudah dialami oleh ibu saya. Inilah beberapa contoh korupsi dalam kehidupan kita sehari-hari. 4. Kita harus menyadarinya. Kasus ini sering juga terjadi. • Daftar orang hilang di Indonesia * Insiden Dili * Marsinah * Peristiwa 27 Juli * Peristiwa Gejayan * Tim Mawar * Tragedi Lampung * Tragedi Semanggi * Tragedi Trisakti * Pasuruan Berdarah Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Begitu juga dengan para pembolos sekolah. 3. Padahal saat itu Indonesia sedang tertimpa musibah gunung merapi yang tahap awas. infak masjid. Ingat mati agar kita cerdas. ternyata masih juga ada yang menyelewengkannya. Curang terhadap Timbangan dalam Transaksi Jual Beli Kasus ini hal yang biasa juga terjadi di pasar-pasar. Entahlah. pedagang rugi sebab telah berdosa menzalimi pembeli. Alasannya diada-adakan.

diikuti Inpres No 8/2002 yang mengesahkan MSAA. Pemerintah saat itu menuduh aktivis PRD sebagai penggerak kerusuhan. . Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana. khususnya di kawasan Jalan Diponegoro. terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala. dan Hendriawan Sie. yakni 13 tahun penjara. dan Prita Dipenjara. Konsekuensi dari Inpres itu adalah dihentikannya penyidikan kasus BLBI oleh Kejagung. MRNIA. Mereka tewas tertembak di dalam kampus.luka.menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka . dan SKL. leher. tapi Kejahatan Pornografi Kasus BLBI telah berjalan lebih kurang selama 10 tahun sejak krisis moneter tahun 1997/1998. Hafidin Royan. Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Indonesia serta puluhan lainnya luka. Dilema prita mulyasari. Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta. Namun. Kramat. Keanehan yang Namanya “Hukum“. Pemerintah Orde Baru kemudian memburu dan menjebloskan para aktivis PRD ke penjara. Budiman Sudjatmiko mendapat hukuman terberat. APU. Salemba. Langkah penegakan hukum yang dilakukan mengakibatkan pengambil kebijakan pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dijatuhi hukuman. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. ketidak adilan hukum di indonesia dengan contoh kasus. Heri Hertanto. Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan. penghentian itu tidak merujuk pada ketentuan KUHAP atau UU Kejaksaan. Sementara dua direksi lain di-SP3-kan (surat perintah penghentian penyidikan) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan sejumlah penerima BLBI dihukum Pemerintah menetapkan kebijakan hukum dan menggunakan UU No 25/2000 tentang Propenas dan payung politik Tap MPR untuk penyelesaian di luar pengadilan. pada 12 Mei 1998. dan dada. terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.

Analisis kasus BLBI Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia telah menganalisis kasus BLBI. tidak ada iktikad baik dari penerima BLBI. sedangkan tersangka/terdakwa lain tidak diberi perlakuan sama dan tetap dikenakan penahanan serta dituntut secara pidana. Kasus BLBI. KPK seharusnya dapat mengambil alih kasus BLBI dari Kejagung dan memeriksa petinggi Kejagung tersebut. Kesimpulannya. Sementara pengembalian atas kerugian negara tidak mencapai 10 persen dari total dana BLBI yang telah disalurkan. Selain itu. pertama. Rencana penangkapan Art oleh Kejagung juga melanggar Pasal 50 UU KPK (2002) yang tegas melarang kejaksaan atau kepolisian melakukan langkah hukum saat KPK sudah menangani kasus korupsi itu. merupakan tindak pidana korupsi karena unsur melawan hukum. memperkaya diri atau orang lain atau korporasi. Tertangkapnya UTG dengan uang sekitar Rp 6 miliar dari Art tiga hari setelah diumumkan bahwa Kejagung tidak menemukan unsur melawan hukum dalam kasus BDNI (SYN). . dua kali keterangan Glenn Yusuf (mantan Kepala BPPN) di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengakui adanya suap dalam kasus BLBI. KyR dan Art. mengapa obligor SYN dalam kasus BDNI masih diberi kebebasan untuk ”buron” ke luar negeri dengan alasan kesehatan dan mendapat izin Jaksa Agung. Kedua. dan kerugian negara telah dipenuhi. terutama pasca-Inpres No 8/2002. bahkan tampak diskriminatif. serta rekaman percakapan UTG dan Art. kasus BLBI sarat muatan korupsi. Menimbulkan ketidakadilan Kepastian hukum dan keadilan dalam kebijakan hukum yang diambil pemerintah telah menimbulkan ketidakadilan bagi sebagian tersangka/terdakwa serta masyarakat luas. Penyelesaian di luar pengadilan juga tidak membuahkan hasil signifikan bagi kepentingan negara. Inisiatif Kejagung memeriksa keterlibatan petinggi Kejagung dalam kasus UTG tidak dapat menghapus citra negatif masyarakat.Surat keterangan lunas (SKL) terhadap obligor yang diharapkan kooperatif (melunasi kewajibannya) tidak memberi hasil maksimal bagi kepentingan negara. UUS dan Art yang dibuka dalam persidangan terdakwa Art ditambah rencana penangkapan Art oleh Kejagung dengan sepengetahuan Jaksa Agung membuktikan bahwa penegakan hukum kasus BLBI telah menciptakan miscarriage of justice. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 6 Mei 2008. Maka. Ini merupakan skandal besar kedua dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia setelah kasus dana BI. Contoh nyata. KPK dapat mengambil alih kasus BLBI dari Kejagung. merupakan bukti bahwa payung hukum itu tidak memenuhi asas kepastian hukum dan belum berpihak pada kepentingan masyarakat luas. membatalkan SP-3 Kejagung yang telah dikeluarkan atas nama kasus SYN (BDNI) bertanggal 14 Juni tahun 2004.

Contohnya adalah Keanehan KPU. Bagaimana kasus korupsi DKP yang hanya menumbalkan terpidana Rokhmin Dahuri.antara lain nilai jaminan jauh lebih rendah dari nilai kewajiban yang seharusnya diselesaikan kepada negara dan tidak kooperatif terhadap pemanggilan Kejagung. Tidak ada alasan bahwa KPK tidak dapat mengambil alih kasus BLBI karena hukum acara pidana Indonesia (Pasal 284 Ayat 1 KUHAP) tegas tidak mengakui asas nonretroaktif sepanjang terkait dengan kewenangan menyidik dan menuntut perkara sebelum KUHAP terbentuk. saya menulis unek-unek suatu kasus dan kondisi dimana saya merasa terjadi ketidakadilan dalam peristiwa tersebut. saya katakan bawah tidaklah heran jika kita melihat fenomena produk-produk hukum (UU dan turunannya) di negeri yang dibuat dengan dana miliaran rupiah hanya untuk menjerat si miskin bertambah miskin dan tidak berdaya. tapi disisi lain hanya menjerat suara rakyat kecil. Asas itu diakui dalam proses kriminalisasi suatu perbuatan menjadi tindak pidana vide Pasal 1 Ayat (1) KUHP. Buddha Bar. KPK dapat mengambil alih dalam rangka supervisi (Pasal 9 juncto Pasal dan merujuk Pasal 68 UU No 30/2002 tentang KPK. Selain tulisan saya diatas. Berikut Ketidak adilan hukum yang terjadi juga di Indonesia ini : • Keanehan yang Namanya “Hukum“ Ada begitu banyak yang masih menjadi misteri dan PR “sudahkah Indonesia menjadi negara hukum bagi seluruh rakyatnya?” Dalam berbagai kesempatan di blog. akan terjadi stagnasi pemerintahan dan kinerja penegakan hukum dari satu periode ke periode lain. Saya melihat bahwa kasus Buddha Bar merupakan salah satu konspirasi terbesar ketimpangan oleh penguasa dan pengusaha yang dengan enteng menepikan hukum perundangan kita. UU ITE dan Pornografi terhadap Situs Porno. Berbagai kasus ketidakadilan rakyat kecil terus terjadi. disisi lain para penguasa dengan seenak-enaknya dapat melanggar aturan. Wewenang KPK mengambil alih perkara korupsi yang belum selesai penanganannya tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan Perubahannya karena Pasal 28 I UUD 1945 dan Perubahannya tidak melarang wewenang retroaktif KPK. . jelas mereka tidak memahami sejarah hukum pidana Indonesia sampai KUHAP diundangkan tahun 1981. Korupsi Dana DKP pada Pilpres 2004. Makanya. bagaimana Imam Hambali (Kemat) dan David Eko Prianto yang ditangkap dan dipidana 17 dan 12 tahun penjara serta Maman Sugianto (Sugik) yang disergap dan didakwa akibat aparat kepolisian Jombang yang tidak profesional mengungkap kasus pembunuhan Asrori (dilanjutkan oleh Kejati Jombang). Bagaimana UU ITE dan Pornografi tidak digunakan untuk melindungi rakyat banyak. Jika asas nonretroaktif diterapkan pada masalah wewenang. Jika ada pendapat KPK tidak dapat mengambil alih kasus BLBI. Sedangkan para penguasa beserta kroninya memiliki akses yang seluas-luasnya dalam berbagai izin inkonstitusional dan pemanfaatan fasilitas negara.

Sugik. suara rakyat kecil dipasung! Hukum dapat siran oleh kekuasaan dan baru muncul ketika kampanye datang. Rokhmin Dahuri. hal-hal berbau SARA dan seterusnya. maka semestinya UU ITE yang disahkan pada April 2008 digunakan untuk membersihkan konten porno dari dunia internet demi melindungi generasi muda dari degradasi moralitas. Dari pengakuannya. Bila kita melihat urutannya. David. • Prita Dipenjara. Pihak manajemen RS Omni telah menggunakan kekuasaan jaringan dan keuangan untuk mendukung perbuatan yang tidak semestinya. Kemat. dan pemerasan/ancaman (4). Perbuatan yang pertama dilarang dalam UU 11/2008 adalah tindakan penyebaran konten asusila [ditegaskan dalam UU 44/2008 tentang Pornografi]. seorang ibu dari dua orang anak yang masih kecil harus mendekam dibalik jeruji karena didakwa atas pelanggaran Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. ia menjadi korban oknum perusahaan RS Omni International Alam Sutera yang memperlakukan dia bak sapi perahan. Lebih baik tidak memilih sama sekali. Sesungguhnya dimanakah hukum itu? Ditangan penguasa kah? . lalu perjudian (2). maka manajemen Omni bisa menyewa pengacara (bahkan jaksa) membuat yang benar jadi salah. daripada memilih pemimpin yang tidak tegas memperjuangkan keadilan rakyat! Utang najis saja terus dibela. salah jadi benar? Mengapa kepolisian tidak menyelidiki siapa yang menyebarluaskan email private dari Bu Prita? Dan mengapa untuk membahas masalah ini. maka secara insitusi RS Omni Internasional melindungi oknum dokter yang melakukan mal-praktik. justru menjadi obyek eksploitasi finansial dan bahkan jika apa yang diungkapkan oleh ibu Priya Mulyasari dalam email/surat pembaca itu benar .• Dilema Prita Mulyasari Prita Mulyasari. saya mengangkat isu yang terlalu lebar yakni masalah hukum secara umum? Karena saya sangat percaya. Namun. mulai dari etika-moral dalam menggunakan internet hingga transaksi bisnis internet. bahwa kasus Ibu Prita. hanyalah fenomena gunung es atas ketidakadilan hukum di negeri ini. Sengkon dan Karta. tapi Kejahatan Pornografi? UU ITE mengatur banyak aspek dalam dunia internet. pencemaran nama baik (3). Pasien yang harusnya mendapat prioritas pelayanan kesehatan yang prima. adakah perubahan berarti informasi dan industri pornografi via internet di Indonesia sejak diterbitnya UU ITE April 2008 dan UU Pornografi Oktober 2008 silam? Bukankah kasus pelanggaran Pasal 27 ayat 1 lebih banyak daripada ayat 3 UU 11/2008? Mengapa pula seorang ibu yang menyampaikan unek-unek menjadi korban mal praktik perusahaan rumah sakit harus kembali menjadi korban sementara para oknum rumah sakit berleha-leha? Apakah dengan kekuasaan jaringan dan finansial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful