Makalah Seminar Administrasi Implementasi Kebijakan e-KTP di Kecamatan Bukit Kecil

Mata Kuliah Dosen Pengasuh Nama Kelas

: Seminar Administrasi : Rohmial SE. M. Si : Wiwin Handayani : Semester 8 Reguler Sore (B)

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI SATYA NEGARA PALEMBANG TAHUN AJARAN 2011/2012

Seminar selesaikan Administrasi. Tujuan ditulisnya makalah ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Pengasuh Mata Kuliah. Dan akhir kata semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua. Atas izin-Nya pulalah kegiatan membuat makalah Teori Implementasi Kebijakan eKTP di Kecamatan Bukit Kecil dapat penulis dengan baik.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil alamin kami panjatkan puji dan syukur Kepada Allah SWT yang tidak hentinya melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua makhluknya. Untuk itu kami dengan ikhlas dan dengan hati lapang dada akan menerima saran maupun kritik demi kesempurnaan makalah ini. Penulis juga menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kesempurnaan. makalah ini penulis buat berdasarkan informasi yang kami dapat dari berbagai literur buku dan internet.Amin Penulis Wiwin Handayani . .

Penerapan Implementasi kebijakan e-KTP di kecamatan bukit kecil ini akan penulis bahas pembahasan dalam makalah ini.I. akurat dan terpadu di Indonesia sehingga semua warga Negara dapat menerima hak dan kewajibannya secara adil dan merata. . KTP elektronik atau e-KTP sangat sering terdengar dalam topik pembicaraan masyarakat akhir-akhir ini. karena penulis bekerja di kantor lurah 24 ilir oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas penerapan Implementasi Kebijakan e-KTP di kecamatan Bukit Kecil Palembang kecamatan yang menaungi tempat penulis bekerja apakah telah berjalan dengan baik atau belum. Latar belakang. KTP elektronik ini adalah kebijakan dari Kementrian Dalam Negeri yang bertujuan untuk meregister atau mencatat semua warga Negara Indonesia secara tepat dan akurat dalam satu database yang baik. Kota Palembang terpilih sebagai salah satu kota yang menjadi pilot Project atau kota percontohan dari penerapan eKTP di Indonesia. tujuan utama kebijakan ini adalah terciptanya tata administrasi kependudukan yang baik.

Sebagai syarat dalam mempelajari mata kuliah Seminar Administrasi.II. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang didapatkan adalah sebagai berikut : 1. 2. Apakah penerapan Implementasi Kebijaan e-KTP telah berjalan dengan baik di Kecamatan Bukit Kecil? III. tugas dalam mata kuliah Seminar . Pemenuhan Administrasi. Tujuan Penulisan 1.

Implementasi kebijakan Publik adalah proses pelaksanaan dan penerapan kebijkan public bagi masyarakat umum. sekelompok masyarakat yg hendak dipengaruhi dan diubah. Landasan Teori 1. Pengertian Implementasi kebijakan Publik implementasi adalah proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tersebut. . prosedur dan rencana yang bertujuan untuk dilaksankan dan diterapkan oleh pihak yang berwenang dan berlaku unuk semua orang dengan satu tujuan adalah kepentingan bersama. • Kebijakan yang diinginkan (idealized policy).III. pola interaksi yang dikehendaki dan apa yang hendak diubah oleh suatu kebijakan. implementasi juga di gambarkan sebagai wujud dari pelaksanaan kebijakan yang telah di tentukan. sistem. Kebijakan Publik. • Kelompok sasaran (target group). Kebijakan Publik adalah suatu konsep.

Dalam tataran praktis. 2. • Faktor lingkungan (environmental factors). implementasi adalah proses pelaksanaan keputusan dasar. unsur-unsur lingkungan kebijakan yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. sebuah satuan birokrasi pemerintah yang bertanggungjawab atas kebijakan tertentu. namun juga menyangkut jaringan kekuatan politik. . 2. tindakan ini berusaha untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut menjadi pola-pola operasional serta berusaha mencapai perubahan-perubahan besar atau kecil sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya.• Organisasi pelaksana (implementing organisation). Proses Implementasi Kebijakan Publik Implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai tujuantujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan. pelaksanaan keputusan oleh instansi pelaksana. dan sosial. tahapan pengesahan peraturan perundangan. Proses tersebut terdiri atas beberapa tahapan yakni: 1. ekonomi. Implementasi pada hakikatnya juga upaya pemahaman apa yang seharusnya terjadi setelah sebuah program dilaksanakan. Implementasi kebijakan tidak hanya melibatkan instansi yang bertanggungjawab untuk pelaksanaan kebijakan tersebut.

pokok persoalan adalah perumusan kebijakan publik. implikasi sebuah kebijakan merupakan tindakan sistematis dari pengorganisasian. 5. penyediaan layanan. Formulasi Masalah Kebijakan Publik Dalam proses perumusan kebijakan publik. pencarian masalah. penerjemahan kebijakan menjadi rencana dan arahan yang dapat diterima 3. Oleh karena itu. Proses persiapan implementasi setidaknya menyangkut beberapa hal penting yakni: 1. 3. 2. . penyiapan sumber daya. pembayaran dan hal lain secara rutin. unit dan metode 2. dan dijalankan 4. 6. pengenalan masalah. kesediaan kelompok sasaran untuk menjalankan keputusan. penerjemahan dan aplikasi. upaya perbaikan atas kebijakan atau peraturan perundangan. dampak keputusan sebagaimana yang diharapkan instansi pelaksana. 4. Proses perumusan kebijakan publik dibagi ke dalam empat tahap yakni: 1.3. dampak nyata keputusan baik yang dikehendaki atau tidak.

Kegiatan pengenalan masalah yang dilakukan dengan cara temukenal (scanning) masalah publik akan menghasilkan situasi masalah. 4. 4. Kegiatan pencarian masalah yang dilakukan dengan cara menemukan masalah-masalah yang saling terkait dalam situasi masalah akan menghasilkan meta masalah (masalah yang saling terkait namun belum terstruktur). Masalah formal inilah yang menjadi item khusus yang harus ditanggulangi atau ditindaklanjuti oleh pembuat keputusan untuk kemudian menjadi kebijakan publik. pendefinisian masalah. 3. spesifikasi masalah. Penjabaran Operasional Proses dan penerapan Implementasi Kebijakan. 2. dan 4.3. Kegiatan pendefinisian masalah yang dilakukan dengan cara menyaring meta masalah menjadi masalah publik menghasilkan masalah subtantif. Secara singkat tahap-tahap tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1. . Kegiatan spesifikasi masalah dengan cara mencari akar masalah subtantif menghasilkan masalah formal.

Berikut ini merupakan tahapan-tahapan operasional implementasi sebuah kebijakan: 1. Tahapan intepretasi. Kegiatan pertama tahap ini adalah penentuan pelaksana kebijakan (policy implementor) – yang setidaknya dapat diidentifikasikan sebagai berikut: . Kebijakan abstrak biasanya tertuang dalam bentuk peraturan perundangan yang dibuat oleh lembaga eksekutif dan legislatif. bisa berbentuk perda ataupun undang-undang. 2. Kebijakan manajerial biasanya tertuang dalam bentuk keputusan eksekutif yang bisa berupa peraturan presiden maupun keputusan kepala daerah. Tahapan ini merupakan tahapan penjabaran sebuah kebijakan yang bersifat abstrak dan sangat umum ke dalam kebijakan atau tindakan yang lebih bersifat manajerial dan operasional. Tahapan pengorganisasian. sedangkan kebijakan operasional berupa keputusan pejabat pemerintahan bisa berupa keputusan/peraturan menteri ataupun keputusan kepala dinas terkait. Kegiatan dalam tahap ini tidak hanya berupa proses penjabaran dari kebijakan abstrak ke petunjuk pelaksanaan/teknis namun juga berupa proses komunikasi dan sosialisasi kebijakan tersebut – baik yang berbentuk abstrak maupun operasional – kepada para pemangku kepentingan.

instansi pemerintah (baik pusat maupun daerah). maka dilakukan penentuan prosedur tetap kebijakan yang berfungsi sebagai pedoman. petunjuk dan referensi bagi pelaksana dan sebagai pencegah terjadinya kesalahpahaman saat para pelaksana tersebut menghadapi masalah. Selain itu juga diperlukan penentuan peralatan dan fasilitas yang diperlukan. Langkah selanjutnya – penetapan manajemen pelaksana kebijakan – diwujudkan dalam penentuan pola kepemimpinan dan koordinasi pelaksanaan. Setelah pelaksana kebijakan ditetapkan. Prosedur tetap tersebut terdiri atas prosedur operasi standar (SOP) atau standar pelayanan minimal (SPM). jadwal pelaksanaan implementasi kebijakan segera disusun untuk memperjelas hitungan waktu . Setelah itu. Sumber pembiayaan bisa diperoleh dari sektor pemerintah (APBN/APBD) maupun sektor lain (swasta atau masyarakat). Langkah berikutnya adalah penentuan besaran anggaran biaya dan sumber pembiayaan. sektor swasta. LSM maupun komponen masyarakat. dalam hal ini penentuan focal point pelaksana kebijakan. sebab peralatan tersebut akan berperan penting dalam menentukan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kebijakan.

dimanapun berada KTP nya tetap sama dan bisa dipakai dan berlaku diseluruh wilayah Indonesia Pada tahun 2008 kemendagri meluncurkan Program e-KTP atau KTP elektronik yaitu Kartu Tanda Penduduk elektronik atau Kartu Tanda Penduduk Negara Republik Indonesia yang memiliki chip . KTP ganda atau kesalahan dalam pencatatan kependudukan di Indonesia. Kebijakan KTP elektronik atau e-KTP Kementrian Dalam Negeri sejak tahun 2006 telah mendengungkan akan membuat kebijakan mensamakan seluruh bentuk KTP (Kartu Tanda Penduduk) di setiap wilayah Indonesia. Hingga penyimpangan-penyimpangan administrasi kependudukan seperti adanya data yang tidak valid. Tahapan implikasi.dan sebagai salah satu alat penentu efisiensi implementasi sebuah kebijakan. hal ini bertujuan agar tidak lagi terjadi permasalah dalam pencatatan kependudukan indonesia yang valid dan akurat. Tindakan dalam tahap ini adalah perwujudan masing-masing tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya. IV. 3. Pembahasan A.

B. kecamatan ini terbagi dalam enam kelurahan meliputi . tanda tangan hingga rekam bentuk Iris Mata manusia yang unik dan berbeda sehingga akan sangat sulit untuk dipalsukan dan terhubung kedalam pusat data. Kecamatan Bukit Kecil adalah salah satu kecamatan yang berada di wilayah administratif kota Palembang Provinsi Sumatra Selatan. Hal ini dapat mencegah adanya KTP ganda dan kesalahan pencatatan kependudukan kemudian dengan ktp elektronik ini dapat mengidentifikasi warga negara indonesia secara tepat dan akurat sehingga terciptanya data kependudukan yang valid dan lengkap.atau penyimpanan data ter enkripsi (rahasia) yang tercatat secara digital dan terpadu (Terkoneksi/terhubung ke database pemerintah) Secara singkat KTP elektronik adalah kartu tanda penduduk yang memiliki pencatatan data secara digital dan memiliki data yang akurat mulai dari identitas diri. Penerapan Implementasi e-KTP di kecamatan Bukit Kecil. Dengan jumlah penduduk mencapai 18.281 jiwa bahkan lebih. KTP elektronik ini berlaku di semua wilayah negara kesatuan republik indonesia sehingga didapatkan satu bentuk KTP yang sama di semua wilayah Indonesia. sidik jari.

Sehingga saat dijalankan nya kebijakan itu kecamatan bukit kecil telah siap dan mampu menjalankan tugasnya dalam mendukung keberhasilan kebijakan ini. 23. Semua proses itu dapat dicapai dengan baik dan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah kota palembang. 24. Tentunya kecamatan ini juga menjadi bagian dari kebijakan e-KTP di kota Palembang. Dengan berkoordinasi dengan semua kelurahan dibawahnya kecamatan bukit kecil telah berhasil melaksanakan proses-proses mulai dari pendaftaran peserta e-KTP. Serta tidak terjadinya kesulitan berarti saat penerapan kebijakan ini. Kecamatan bukit kecil telah melakukan proses pembuatan e-ktp mulai dari pendataan wajib ktp hingga proses pembuatan melelahkan. undangan hingga perekaman data penduduk dengan tingkat pencapaian 97% dari warga yang terdaftar. 26 ilir dan talang semut. 22. Maka dengan ini penulis menyimpulkan bahwa Implementasi kebijakan e-KTP di kecamatan Bukit Kecil telah berjalan dengan baik ini dapat dilihat dari : . / perekaman data penduduk dari yang sangat Kecamatan Bukit Kecil awal sosialisasi penerapan e-KTP telah menyiapkan Sumberdaya manusia hingga melakukan perekrutan tenaga operator serta pelatihannya.kelurahan 19.

Terpenuhinya tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah dalam pembuatan e-KTP di kecamatan Bukit Kecil. Kesimpulan Pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan yang menjadi poin utama dari permasalahan yang terdapat dari pembahasan diatas adalah: Penerapan kebijakan e-KTP di kecamatan Bukit Kecil telah berjalan dengan baik. Tingkat pendaftar e-KTP mencapai ± 97% dari warga yang terdaftar. Persiapan yang matang baik secara teknis dan non teknis dalam menjalankan kebijakan e-KTP 2. 4.1. Ini dapat dilihat dari pencapaian prestasi yang diraih kecamatan bukit kecil kota palembang yaitu : . VI. Kesimpulan & Saran 1. Mampu menSosialisasi kebijakan e-KTP di wilayahnya 3.

Saran Penulis belum merasa pantas untuk memberikan saran namun untuk kepentingan bersama penulis harus memberikan saran.com . Tingkat pendaftar e-KTP mencapai ± 97% dari warga yang terdaftar. 2. Persiapan yang matang baik secara teknis dan non teknis dalam menjalankan kebijakan e-KTP 2. Terpenuhinya tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah dalam pembuatan e-KTP di kecamatan Bukit Kecil. Menurut penulis dari permasalahan yang dibahas diatas penulis berpendapat penerapan implementasi kebijakan akan lebih efektif bila melibatkan Ketua Rukun tetangga karena ia lah yang menjadi wakil pemerintah di wilayahnya masing-masing serta ketua RT lebih mampu dalam menggerakan warganya agar mensukseskan implemetasi kebijakan KTP Elektronik Daftar Pustaka www.blogspot.Catatan-fushie.1.com yudhistirra@gmail. Mampu menSosialisasi kebijakan e-KTP di wilayahnya 3. 4.

usu.org.com/Kebijakan.id http://Organisasi.Ndut_ozy@yahoo.ac. .wikipedia.1. http://www.id/download/proposal.co. http://www.id/elearning_fe/dosen/ernie/pengantar_/2 0manajemen/b ersepuluh.id/courses/penempatan_tenaga_kerja/te xt..pd f http://elearning.ac.fe.unej.ac.ppt http://upb.pdf. http://ecourse.ac.unpad..id/content/Implementasi/manajemen0/textbook.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful