BAB I ILMU GIZI

I. Pengertian Ilmu Gizi Pengertian ilmu gizi mula-mula atau awalnya adalah ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi atau diekskresikan sebagai zat sisa. Dasar dari ilmu gizi adalah biokimia dan fisiologi tubuh manusia. Tujuan akhirnya adalah mencapai, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan. Pengertian ilmu gizi dewasa ini adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal makanan dikaitkan dengan kesehatan tubuh. Fungsi tubuh adalah sebagai penghasil kalori dan mendapatkan sumber-sumber yang dapat menghasilkan jaringan baru. Unsur-unsur gizi yang perlu ada dalam makanan, tercermin pada komposisi tubuh yaitu air, zat putih telur (protein), lemak, zat hidrat arang (karbohidrat), mineral dan berbagai komponen-komponen minor lainnya. Komponen tubuh secara garis besar dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu : 1) Komponen yang diperlukan untuk struktur tubuh (memberi bentuk tubuh) 2) Komponen yang menjalankan reaksi kimia tubuh 3) Komponen sumber bahan bakar atau tenaga untuk aktivitas tubuh Pembangunan pangan adalah upaya mengembangkan sistem pangan yang andal mencakup rangkaian kegiatan yang saling terkait mulai dari kegiatan produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran pangan sampai ditingkat rumah tangga untuk mencapai ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat baik dalam jumlah, mutu maupun keragamannya. Upaya perbaikan gizi dengan menekankan pentingnya perbaikan konsumsi pangan rakyat dalam jumah dan mutu yang cukup dan seimbang sehingga berdampak pada peningkatan keadaan gizi masyarakat.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010

1

II. Gangguan-Gangguan Gizi Penyakit gangguan gizi sering disebut protein kalori malnutrisi (PKM) yang sebagian besar penderitanya adalah anak-anak diantara 1-4 tahun dan sebagian besar penderitanya mengalami diare atau infeksi. Telah diketahui bahwa penyakit kurang gizi cukup hebat ini masih ada di hampir semua negara Asia Tenggara dengan tingkat kerawanan rendah sampai sedang. Penghambatan pertumbuhan. Kondisi ini terutama berhubungan dengan tinggi dan berat badan yang disebabkan karena kekurangan protein pada tahuntahun pertama masa pertumbuhan. 1) Kekurangan Vitamin (defisiensi vitamin). Kekurangan vitamin A banyak terlihat di Thailand, Malaysia, Indonesia dan Filifina. 2) Kekurangan Vitamin B kompleks. Kasus beri-beri pada orang dewasa dan anak-anak masih ditemukan di Negara Asia Tenggara. Gejala-gejala kekurangan riboflavin juga sering dijumpai diantara anak-anak sekolah di daerah pedesaan. 3) Anemia karena gizi. Anemia karena kekurangan zat besi banyak dijumpai pada wanita hamil dan anak-anak di pedesaan. Defisiensi asam folat atau B12 juga merupakan gangguan yang umum 4) Penyakit gondok. Penyakit kekurangan garam yodium ini banyak dijumpai juga di Asia Tenggara. Penyakit-penyakit ini dapat mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi diantara kelompok balita (bawah lima tahun).

III. Kebutuhan Gizi Tubuh manusia terdiri dari sel, jaringan, darah, otot dan organ-organ lain yang mengandung air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk mempertahankan hidup manusia membutuhkan zat-zat tersebut yang sesuai kebutuhannya yang disebut dengan kebutuhan gizi. Kekurangan dan kelebihan zat gizi akan membahayakan apabila berlangsung lama.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010

2

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah suatu kecukupan rata-rata zat gizi perhari bagi hampir semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh dan aktivitas sampai mencapai derajat kesehatan optimal. Kegunaannya adalah : • • • • • Menilai kecukupan gizi yang dipakai melalui konsumsi makanan bagi penduduk Perencanaan makanan tambahan, baita, institusi Perencanaan penyediaan pangan tingkat regional, internasional Patokan label gizi makanan dikemas Bahan pendidikan gizi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi : 1) Tahap-tahan perkembangan kehidupan manusia : a. Masa bayi (0-1 tahun) ditandai dengan pertumbuhan fisiologis dan otak (masa tumbuh kembang yang tinggi) makanan dan zat gizi yang kurang baik akan mengganggu pertumbuhan fisik dan mental. b. Masa kanak-kanan (1-10 tahun) pertumbuhan lebih lambat dari masa bayi, akan terjadi masa kesulitan makan karena kegiatan fisik yang tinggi, proses adaptasi makanan dan volume perut yang terbatas. Makanan perlu mengandung fosfor, proten dan zat kapur. c. Masa remaja (10-20 tahun) masa pesat pertumbuhan ke dua, pertumbuhan fisik dan emosional merupakan periode pubertas, pada masa ini kebutuhan gizi besar. Remaja yang cukup mendapatkan gizi tubuh akan berkembang baik, tulang lurus, otot kuat, simpanan lemak cukup d. Masa dewasa Dewasa dini (20-40 tahun) usia puncak masa produktif, aktivitas tinggi memerlukan pangan dan zat gizi yang cukup baik untuk menyeimbangkan energi yang dibutuhkan dengan aktivitas yang dilakukan, bila tidak maka protein tubuh dan lemak yang tersimpan digunakan untuk kecukupan energi. Dewasa madya (40-60 tahun) aktivitas muai menurun maka kebutuhan gizi pun menurun.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010

3

e. Masa lanjut usia, timbul kerentaan, kondisi fisik menurun, pada masa ini gigi mulai rusak/copot akan mengalami kesulitan mengunyah sehingga tekstur makanan harus lunak dan dapat diterima, fungsi alat pencernaan dan kelenjar sudah menurun sehingga makanan sebaiknya mudah dicerna, makanan tidak banyak lemak tetapi kandungan kalori dan protein harus cukup, makanan harus cukup mengandung kadar serat, pada masa in I zat gizi sangat diperlukan untuk mengganti jaringan yang rusak agar tidak terjadi penyakit degeneratif. II. Keadaan Fisiologi Tubuh : a. Masa kehamilan, makanan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin, pada masa ini terjadi perubahan fisik dan kimia. Bila kekurangan gizi akan mengakibatkan malnutrisi, kelainan bawaan dan berat bayi lahir rendah / prematur. b. Masa menyusui, kebutuhan zat gizi sangat tinggi untuk memproduksi ASI dan mengganti sel yang rusak, tambahan kebutuhan energi 800 kal/hari dan protein 25 gr/hari. III. Keadaan Sakit dan Penyembuhan Diperlukan makanan yang baik, pada penyakit infeksi kehilangan banyak nitrogen maka perlu mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi. Pada kondisi sakit selera makan akan menurun sehingga konsumsi makanan menurun hal ini akan menyebabkan kehilangan zat gizi. IV.Jenis Kegiatan Fisik dan Ukuran Tubuh Pada aktivitas yang sama maka organ-organ tubuh besar memerlukan energi yang lebih besar dibandingkan dengan organ-organ tubuh yang kecil.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010

4

BAB II AIR

I. Pendahuluan Molekul air merupakan tetrahedron tak-beraturan (irregular) dengan oksigen pada pusatnya. Dua ikatan dengan Hidrogen diarahkan kepada 2 sudut dari tetrahedron, sementara electron yang tidak tergabung pada orbital hibrida 2 sp3 menduduki 2 sudut yang tersisa. Sudut antara 2 atom hydrogen (105 derajat) sedikit lebih kecil dari pada sudut tetrahedral (109,5 derajat) sehingga membentuk tetrahedron yang sedikit miring. Berbeda dengan metana, muatan listrik tidak tersebar rata dalam molekul air. Sisi oksigen yang berhadapan dengan 2 hidrogen relative kaya akan electron, sedangkan pada sisi lainnya inti hydrogen yang relative tidak ditutupi membentuk daerah dengan muatan positif setempat. Istilah dwikutub (dipole) menyatakan molekul seperti air yang mempunyai muatan listrik (electron) yang tidak tersebar rata sekitar strukturnya. Ammonia merupakan suatu dwikutub dan seperti air, mempunyai struktur tetrahedral. Pada ammonia sudut ikatan antar hydrogen (107 derajat) mendekati sudut tetrahedral, bahkan lebih mendekati ketimbang dalam air. Banyak senyawa biokimia yang dwikutub. Contohnya anara lain alcohol, fosfolipid, asam amino dan asam nukleat.

II. Struktur Makromolekul Air Susunan molekul air dapat dianggap bertingkat, akan tetapi susunan molecular dari molekul air tidak terbatas pada es. Air yang cair menunjukkan struktur makromolekul yang sangat mirip dengan susunan geometrik dari molekul-molekul air dalam es. Kemampuan moleku-molekul air untuk berhubungan satu sama lain dalam keadaan padat dan cair disebabkan karena sifat dwikutub dari air. Air tetap terbentuk cair karena sifat yang tidak abadi (transient) dari kompleks makromolekul ini (waktu paruh untuk asosiasi-disosiasi molekul air sekitar 1 mikrodetik). Dalam keadaan padat, masing-masing molekul air dihubungkan dengan 4 molekul air lainnya. Dalam keadaan cair, jumlahnya sedikit berkurang (sekitar 3,5). Dengan kekecualian dari sifat tak abadi dari

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010

5

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 6 . Karena 1 gram air mengandung 3.76 x 1022 molekul. Disosiasi Air Molekul-molekul air mempunyai kecenderungan yang terbatas untuk berdisosiasi (berionisasi) menjadi ion H+ dan OH-. H2O……….5 kkal energi per mol. dan protein. Ikatan Hodrogen Sifat dwikutub molekul air menyokong hubungan mereka satu sama lain dalam deret bertingkat dengan geometri yang tepat yang ditentukan oleh geometri internal molekul air. IV. Banyak ikatan hydrogen memberi struktur yang bermakna tidak hanya pada air tetapi juga pada molekul-molekul dwikutub lainnya seperti alcohol. Untuk memecah ikatan hydrogen dalam air diperlukan sekitar 4. Untungnya ionion atau molekul-molekul tidak perlu ditinjau secara individual.interaksi antar molekul dalam air yang cair.. ikatan hydrogen sangat lemah. III. maka tidak dapat dinyatakan apakah suatu hydrogen atau oksigen terdapat sebagai ion atau sebagai bagian molekul air. ikatan hydrogen memegang peranan yang penting dalam biokimia sebab mereka dapat dibentuk dalam jumah besar. pada saat lain berupa bagian molekul. DNA. Pada suatu ketika ia adalah suatu ion. H+ + OH-. ionisasi dari air digambarkan secara statistic. Dibandingkan dengan ikatan kovalen. sekitar 4% dari energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan O-H pada air (110 kkal/mol). Sementara secara individual ikatan hydrogen lemah. Interaksi elektrostatik antara inti hydrogen dari satu molekul air dan pasangan electron yang tidak bergabung dari molekul lainnya dinamakan ikatan hydrogen. ini sangat menyerupai es dalam struktur makromoekulnya daripada yang mungkin dibayangkan semula. Karena ion-ion secara terus-menerus bergabung kembali membentuk molekulmolekul air dan sebaliknya.

Kecenderungan air untuk berdisosiasi dinyatakan sebagai berikut : K= [H ][OH ] + - [H 2 O ] Yang diberi kurung menyatakan konsentrasi molar dari ion hydrogen.01 berarti bahwa atom hydrogen mempunyai kesempatan satu dalam 100 menjadi ion dan 99 kesempatan dari 100 menjadi molekul air.56 mol.. dan molekul air yang tidak berdisosiasi.8 x 10 -16 molar Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 7 .56 molar. Karena kemungkinan bahwa hydrogen dalam air murni akan terdapat sebagai ion H+ adalah 1.56 molar. ion hidroksil. diingatkan bahwa berat 1 mol air adalah 18 g. Kemungkinan sebenarnya dari atom hydrogen sebagai ion dalam air murni adalah kira-kira 1.8 x 10-9. dan K disebut konstante disosiasi.8 X 10-9 maka konsentrasi molar dari ion H+ (atau ion OH-) dalam air murni dihitung dengan mengalikan kemungkinan-kemungkinan.018 x 10 -14 = 1. akibatnya kemungkinan dari hydrogen sebagai bagian dari molekul hamper merupakan kesatuan.8 X 10-9 dengan konsentrasi molar air 55.56 ] = 0.8 x 109 molekul air.8 bulyun atau 1. untuk setiap ion hydrogen dan ion hidroksil dalam air murni. Bila dikatakan bahwa kemungkinan hydrogen yang terdapat sebagai ion adalah 0. Walaupun terdapat perbedaan dalam jumlah ion hydrogen dan ion hidroksil membantu secara jelas sifat-sifat air.Cukup untuk mengetahui probability (kemungkinan) bahwa hydrogen akan terdapat sebagai suatu ion atau sebagai bagian dari molekul air. Air murni dengan demikian adalah 55. 1. Untuk menghitung konstante disosiasi untuk air. hasilnya adalah 10 x 10-7 molar Sekarang kita dapat menghitung K untuk air : K= [H ][OH ] + - [H 2 O ] = [10 ][10 ] -7 -7 [55. oleh karena itu 1 liter (100 g) air mengandung 1000/18 = 55. Walaupun demikian. terdapat 1.

konsentrasi H+ dalam air murni sedikit ebih banyak daripada 10-7 molar.00 x 10-14 molar2 Perhatikan bahwa ukuran K adalah mol per liter dan Kw mol2 per liter2. Kw = (10 -7)2 = 10-14 molar2. Kw = [H+] [OH-] Pada 25oC.Konsentrasi molekul air yang tinggi (55. Kw = 10-14 molar2 untuk semua larutan air.8 X 10-16 molar) (55. Kw adalah menurut angka sama dengan hasil dari konsentrasi molar H+ dan OH-. seperti telah diduga dari namanya. Dalam batas-batas pengaruh suhu yang ditetapkan. Kw kurang dari 10-14.8 x 10-16 molar = [H+] [OH. untuk memperoleh konstante baru. misalnya pada tubuh manusia (37 oC). produk ion. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 8 . pada suhu dibawah 25 oC. Kw disebut produksi ion untuk air. Kita akan memakai konstante ini dalam perhitungan nilai pH dari larutan asam dan basa.56) = 1. Oleh karena itu dianggap bahwa pada hakekatnya adalah konstan. Konstante ini kemudian dapat dimasukkan ke dalam konstante disosiasi K.56 M) tidak dipengaruhi secara jelas oleh disosiasi.] Kw = (K) [H2O] = (1. meskipun larutan tersebut mengandung asam atau basa. Hubungan antara Kw dan K diperhitungkan dibawah ini : [H ][OH ] K= + - [H 2 O ] = 1.

Diantaranya adalah pembongkaran molekul protein untuk mendapatkan energi atau unsur senyawa seperti nitrogen atau sulfur untuk reaksi metabolisme lainnya. Protein hewani atau protein yang berasal dari hewan. Protein nabati yaitu protein yang berasal dari tanaman. Fungsi Protein Dalam Tubuh 1) 2) Membentuk jaringan baru dalam masa pertumbuhan. termasuk protein lengkap atau cukup mengandung asam amino esensial. Penelitian Osborn & Mendel tentang kebutuhan protein yang dicobakan pada tikus yang diberi makan dengan ransum yang berbeda-beda: 1 kelompok : + campuran makanan mengandung protein casein / protein susu Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 9 .BAB III PROTEIN I. termasuk protein tidak lengkap atau tidak mengandung asam amino esensial. 3) Menyediakan asam amino yang diperlukan untuk membentuk energi. 4) Mengatur metabolisme tubuh Nilai gizi Protein tergantung dari jenisnya dan kandungan asam amino esensial atau non esensial. Memelihara jaringan tubuh selama hidup dan memperbaiki serta mengganti jaringan yang aus / rusak / mati. Protein merupakan : § § § Komponen kimia yang besar dan kompleks sebagai unit pembangun (building unit) yang saling berikatan dengan adanya ikatan peptida Bisa menghasilkan energi. antibody dan hormon. Pendahuluan Protein mempunyai kegunaan yang amat banyak dalam tubuh. Protein juga penting untuk keperluan fungsional maupun struktural dan untuk keperluan tersebut komposisi asam-asam amino pembentuk protein sangat penting fungsinya. faktor utama sebagai pembangun Mengandung gugus karboksil dan gugus amino II.

metionin.3 Protein jagung (zein) (%) 0. Spare action adalah aksi mengganti yang lain.0 25. 1 Kelompok : + protein jagung Tikus akan tumbuh dengan baik sekali dan dalam keadaan sehat.0 Lysine Phenilalanin Tirosin Lysin Valin Serin Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 10 .7 6. sedangkan glyadine mengandung sedikit asam amino lysine sehingga tikus yang ransumnya ditambah lysine pertumbuhannya normal.0 1. Pada table 1 dapat dilihat perbandingan asam amino antara casein/protein pada susu dan protein jagung. Protein Komplementer § § § Padi-padian : kurang akan lysine.9 2. phamitat Kacang-kacangan : kaya akan lysine dan phenilalanin dan mengandung metionin dua kali lebih banyak Buah keras : sumber metionin biji-bijian Ketiga produk tadi bisa saling melengkapi.3 3. Perbandingan protein susu dan protein jagung Protein susu (casein) (%) 6. Tikus + protein jagung berat badan berkurang dan akhirnya mati Ternyata caseine menyediakan asam amino yang diperlukan pertumbuhan badan. tirosin mengganti phenilalanin. sistein dapat mengganti metionin.6 0. mengandung semua asam amino dalam jumlah cukup (protein lengkap). Tikus yang mendapat glyadine dapat memelihara berat badannya dalam keadaan tetap. tetapi pertumbuhannya kurang.7 0.1 Kelompok : + protein glyadine (protein gandum). Protein hewani mempunyai nilai biologi yang tinggi mempunyai struktur fisik dan kimia yang sama dengan tubuh manusia.2 9. sedangkan glyadine protein yang kurang lengkap. dikatakan caseine itu adalah protein lengkap.0 7.9 1. Tabel 1.

5 gr protein/kg berat badan maka tambahan 100% adalah sebagai factor of safety Bagi orang sedang hamil.4 gr (menyusui).6 gr (ibu hamil) Bila protein yang masuk lebih besar dari yang keluar maka Nitrogen Positif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein : 1) Umur 2) Ukuran / besarnya badan 3) Sifat-sifat protein yang dimakan 4) Dan lain-lain (pencernaan dan absorbsi) Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 11 .5 gr protein Kebutuhan dasar orang dewasa : 1 gr protein per berat badan. Keseimbangan ini ditujukan untuk proses metabolisme terutama ibu hamil dan anak-anak. + 0. + 0. Sebaliknya protein yang kekurangan satu atau lebih asam amino esensial mempunyai mutu yang rendah. menyusui dan anak-anak : Membutuhkan + 0. terjadi Katabolisme (perubahan sel) terjadi pada orang sakit / demam dan habis oprasi III.Sebagai sumber energi 1 gr protein ~ 4 kilo kalori Berdasarkan in take energi/angka kecukupan gizi (AKG) 10 % dari total energi Misal 2100 kal/hari = 2100/10 x ¼ gr kaori = 52. Jumah asam amino yang tidak esensial tidak dapat digunakan sebagai pedoman karena asam-asam amino tersebut dapat disintesis dalam tubuh. Bila protein yang masuk lebih kecil dari yang keluar maka Nitrogen Negatif. Mutu Protein Mutu protein dinilai dari perbandingan asam-asam amino yang terkandung dalam protein tersebut. mempunyai mutu yang tinggi. Pada prinsipnya suatu protein yang dapat menyediakan asam amino esensial dalam suatu perbandingan yang menyamai kebutuhan manusia. bila kebutuhan minimum 0.20 gr (anak-anak).

usus dan ginjal. Simpanan protein ini disebut dengan labil protein.Metabolic Pathways Asam Amino Baik yang exogenous dan endogenous akan mengalami pathway sebagai berikut : 1) Akan disintesa menjadi protein jaringan baru termasuk enzim dan hormone. reaksi ini penting daam pembentukan asam amino non esensial. Energi yang ikut dalam proses ini adalah transminase dengan piridoksalfosfat sebagai koenzim. usus dan ginjal pada saat mengkonsumsi makanan yang tinggi proteinnya. Meskipun protein tak dapat disimpan seperti harbohidrat dan emak tetapi sejumah kecil dari protein disimpan pada hati. Labil protein ini siap untuk digunakan pada saat tubuh kekurangan protein misalnya pada keaparan dan adanya perdarahan. Dekarboksilasi Yaitu memisahkan gugus karboksil dengan gugus asam amino sehingga terjadi ikatan baru yang merupakan zat antara yang masih mengandung H. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 12 . Menyebabkan tekanan di dalam kapiler akan meninggi sehingga akan memaksa cairan keluar dari kapiler dan masuk dalam jaringan. 3) Deaminasi Yaitu memisahkan gugus asam amino dari asam amino yang segera mengalami pembentukan α-keto-acid dimana α-keto-acid ini dapat dioksidasi sempurna menjadi CO2 + H2O atau dapat diubah jadi lemak atau karbohidrat Transaminasi Menghasilkan pemindahan gugus NH2 sehingga terjadipembentukan asam amino baru yang berbeda dengan asam amino asa. Proses ini dibantu oleh dekarboksilase § Pada malprotein. disintesa menjadi komponen non protein misalnya glutation. Tekanan osmosa dari jaringan yang menarik aliran dan berakumulasi atau penumpukan cairan di dalam jaringan sehingga terjadi oedema. keratin. menurunnya jumlah plasma protein yang menyebabkan kekurangan protein. porphyrin 2) Ada juga yang merupakan labil protein yang terdapat dalam hati.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 13 .§ Terjadi kenaikan permeabilitas didalam kapiler misalnya pada luka bakar atau reaksi dari alergi adanya racun dari bakteri juga akan memaksa cairan akan keuar ke dalam jaringan.

5 – 2.35 % : 0.2 % : 0. Fungsi Mineral 1) Memelihara keseimbangan asam basa dalam tubuh. F. Ca.2 % : 0. P Pembentuk basa : Fe.00015 % : 0. Ni. Si adalah termasuk Trace element II. Misalnya : Pembentuk asam : Cl.8 – 1.BAB IV MINERAL I.005 % BB Yang Termasuk Makro Mineral : 1) Calsium 2) Phosfor 3) Kalium 4) Sulfur 5) Natrium 6) Clorida 7) Magnesium : 1.005 % BB Mikro mineral = kurang dari 0.15 % : 0.15 % : 0.004 % : 0.25 % : 0. yang non kalori (tidak mengandung kalori) dan akan berupa abu bila dibakar dengan sempurna. Pendahuluan Merupakan unsur yang penting dalam tubuh manusia.0002 % 5) Co.0003 % : 0.05 % Yang Termasuk Mikro Mineral : 1) Besi 2) Selenium 3) Kromium 4) Mangan : 0. K 2) Bagian dari hormone dan enzim Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 14 . Kasifikasi makro dan mikro mineral : Makro mineral = lebih dari 0.

Menurut Jelliffe Fungsi Utama yaitu : A. Bagian dari hormone dan enzim Misalnya : Zn.3) Non katalis reaksi yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat dan protein. Mo. Zn. bersama-sama dengan P akan membentuk Ca Phosfat pada gigi. Regulator : a. Menjaga asam basa b. Ca. Deposisi Hydroxy apatite Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 15 . mendekati ½ nya jumah mineral dalam tubuh adalah Ca. 4) Membantu keseimbangan air 5) Membantu pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh dalam tulang : Ca. 1% terdapat pada cairan tubuh dalam jaringan lemak. Dewasa Ca : P = 1 : 1. S. Fe. Pada anak ratio Ca : P dianjurkan 1. K mineral ini merupakan mineral yang cukup besar. 99% pembentuk tulang dan gigi.5 : 2. Pembentukan jaringan tubuh tertentu jaringan tulang dan gigi b. Reaksi biologis c. Cu. Co III. Transmisi impuls syaraf d. Kontraksi otot B. Cl. Fe. 6) bagian dari cairan usus. Makro mineral : CALSIUM Reaksi katabolisme (perombakan) membutuhkan Mg. Fe. Ca juga dalam bentuk Hydroxy apatite yang menyebabkan pengerasan dari protein matrix dari tulang atau jaringan kolagen. Struktural : a. Fungsi : 1) Pembentuk tulang dan gigi.

K Mg membantu dalam proses relaksasi. Pada gigi mineral ini terdapat dalam bentuk Hydroxy apatite terutama dalam mineral dan dentine tetapi kristalal yang terbentuk lebih banyak sehingga agak sulit sehingga lebih cepat terjadinya kropos yaitu penarikan minera dari tulang dan gigi (tuang dulu baru gigi) 2) Dalam kontraksi Otot Ca akan berpartisipasi dalam ion yaitu proses kontraksi dan relaksasi. Bila Ca dan P di daam darah menurun maka akan terjadi proses decalsifikasi terutama pada bagian pelvis dan spina scapula. asam lemak dan giserol tergantung adanya Ca. Pada serabut-serabut otot terdapat unit-unit kontraksi yaitu Myofibril yang bias menyebabkan adanya kontraksi. Bila Ca berkurang dalam darah maka akan terjadi intermitten spastic contraction (terjadi kontraksi dam relaksasi yang tidak seimbang salah satu lebih lama) 3) Ca juga berperan dalam koagulasi darah. jumlah Ca yang diserap dalam tubuh Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 16 . Proses relaksasi dan kontraksi ini sangat penting dalam jantung. Bila sel rusak : maka ion Ca (Ca++) akan menstimulus pelepasan suatu factor dimana Ca++ + trombokinase akan membantu perubahan protombin menjadi trombin dimana nantinya trombin akan membantu perubahan fibrinogen menjadi fibrin (benang-benang pembeku darah / blood cloth) 4) Transmisi Impuls Syaraf Pembentuk dan pemecahan acetyl cholin yang penting dalam transmisi impuls syaraf tergantung dari ion Ca ini. juga adanya peran lipotikase. 5) Mengaktifkan (sebagai katalisator) dalam Reaksi Biologis Peranan ATP-ase tergantung adanya Ca. terdiri dari myosin dan actin.bertanggung jawab dalam proses ossifikasi dan calsifikasi dalam tubuh. Ca ini akan berkumpul pada bagian reticulum sepanjang myofibril dan bila Ca ini kembai kedalam sel tertjadi relaksasi. Proses ini akan berlangsung dengan adanya ratio yang baik antara P dan Ca baik dan jaringan ekstra selular dibantu dengan alkaline Phosphatase. Na. Pada saat Ca mengaktifkan myosin dan actin makan akan aktif dan energi akan dilepaskan dalam bentuk ATP yang menyebabkan proses kontraksi.

Ekskresi : Ca yang tidak tersbsorbsi dibuang melalui faces. Sumber makanan Ca : ikan yang dimakan dengan tulangnya 1275 mg/100 gr. susu powder. Keasaman usus membantu absorbsi Ca. b. Adanya beberapa factor yang mempengaruhi absorbsi Ca. Level Ca dijaga 9-11 mgram/100 ml dengan dibantu oleh hormone paratiroid (parathormon) dan bila level Ca ini turun maka parathormon akan mempertinggi pelepasan Ca dari tulang untuk menjaga level Ca tetap normal sebaliknya bila level ini tinggi maka hormone calsitonin yang membantu / mencegah resorbtion dari tulang dan efek prathormon ini berinterelasi dengan action Vit. biji-bijian (wijen) Defisiensi Ca : Penghambat pertumbuhan tulang (rikets) Ostcom peranan Ca dalam tulang orang dewasa Mempertinggi kepekaan pada syaraf dan kontraksi dan relaksasi tidak teratur Kelebihan Ca : Hipercalcemia / kelebihan calsium dalam darah.sebanyak 20-30% dan absorbsinya terdapat pada bagian atas (proxina) dari Tractus intestinal. Vit D mambantu absorbsi Ca yaitu mempertinggi permeabilitas membrane usus. c. B. yaitu : a. Susunan asam ebih baik dengan membantu Metabolisme Waktu Ca diabsorbsi oleh usus halus dikirim oleh cairan / darah ke jaringan dan dalam sel. pregnansi dan laktosi yaitu ± 60 % lebih tinggi dan juga pada waktu intake rendah yaitu penyerapan lebih besar : diambil dari tuang. Pada saat pertumbuhan. kelebihan Ca ini akan mempengaruhi kontraksi otot sehingga mencapai stadium tonic contraction (terlalu kuat) Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 17 .

Faktor-faktor yang mempengaruhi absorbsi : Sama dengan Ca. Berfungsi sebagai mascal relaxan Diabsorbsi di dalam usus Evel dalam darah : 16 – 20 mg/100 ml. FOSFOR : 0.2 % 85% dari ion organic ini berkombinasi dengan Ca dan sisanya terdapat pada cairan-cairan tubuh yang lainnya.35 % § § § § § Kalium terdapat pada cairan extra cellular Berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh dalam keseimbangan elektrolit dalam cairan. akan dikontrol melalui ginjal dan adanya hormone adosterone atau adreno-cortical hormone (ACTH) § Ekskresi K akan dipertinggi pada saat proses katabolisme berlangsung. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 18 . ada kelainan fungsi kelenjar tiroid / paratiroid. KALIUM : 0. Fosfor penting daam regulasi / pengatur pH darah Berperan dalam fosforilasi Fosfor yang berasal dari makanan akan diserap sebanyak 75% dan yang tidak diserap diekskresi mealui faces.- Tanda-tanda lain keebihan Ca : muntah-muntah. Fungsi : sama dengan Ca.8 – 1. komponen pembentuk tulang dan gigi dan penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). hilangnya nafsu makan. Bila level K meninggi maka koordinasi dari otot akan terganggu. amat penting bagi otot jantung. timbul kelelahan otot (cardiac – arrest) : lemah jantung biasanya terjadi pada kegagaan fungsi ginja. fosfor daam bentuk fosfat biasanya disimpan dalam tulang dan sebagian terdfapat dalam sirkulasi dalam cairan tubuh.

arteri. amino yang mengandung S ü Glikoprotein mengandung sulfuric acid terdapat pada tulang rawan ü Utilisasi : dalam bentuk sulfat diabsorbsi dalam usus. diserap dibawa melalui vena porta ke jantung. kuku. kulit. NATRIUM : 0. terjadi pada malnutrisi yang lama dan terjadi pengurangan K yang banyak akibat muntah-muntah dan diare. SULFUR : 0. ü Kelebihan S : akan mempengaruhi kerja ginjal. terjadi pada keadaan dehidratasi (terlepas banyak cairan atau darah keluar dari tubuh) Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 19 . * 10 % dalam sel * 40 % dalam sceeton (tulang-tulang rangka) * Na berpengruh besar dalam keseimbangan tubuh (dalam darah) * Na mempengaruhi keseimbangan asam basa simana Na ini memudahkan transport glukosa melaui dinding sel. terjadi cysteinoria SAA (cystein) asam berpengaruh pada pembentukan batu ginjal. S diekskresi mealui urine. kapier dan daam cairan intraseluer. misalnya pada sellular vena. § Kelebihan K dalam darah Hyperkaimea kalau ginjal mengalami kegagalan ekskresi K dalam ginjal.25 % ü Terkonsentrasi dalam cytoplasma sel daam rambut.15 % * 50 % terdapat dalam cairan ekstra selluar. Utilisasi : * 7 – 15 gr dalam Na Cl. ü Substansi yang mengandung S = Sulfur containing. diabsorbsi dalam lambung dan usus kecil * Yang mengatur utilisasi Na dikontrol dengan hormone algosterone * Kelebihan Na dikeluarkan melalui kuit dan faces * Defisiensi Na : HypoNatremia.§ Pengaruh serum K daam darah terjadi Hypokalimea.

sebagai komponen HCl. merupakan simpanan Fe dalam bentuk protein = ferritin = hemosiderin Sebagian kecil ditransport dalam serum darah yang berikatan dengan protein yaitu Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 20 .Berperan dalam transfer energi dimana enzim Co-Carboxylase dan Coenzim A akan aktif berfungsi dengan adanya Mg .004 % (3 – 5 gr) § § § 60 . berperan sebagai keasamam lambung. mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin pada metabolisme protein MANGAN o 50 % dalam tubuh terdapat dalam tulang yang berkombinasi dengan posfat dan bikarbonat o Terdapat dalam sel dan hanya 1 % dalam cairan ekstra seluler o Fungsi : . bergerak sebagai antagonistic.70 % bagian hemoglobin 26 % daam hati.Mg berkonsentrasi dengan mitogondria .Membantu mempertinggi stabilitas Ca dalam email gigi Penting dalam konduksi impuls syaraf dan kontraksi impuls syaraf.CHLOR Ø Range : 340 370 mg/100 ml Ø Chlor diabsorbsi dalam usus. sumsum tulang. Ca sebagai stimulator. dikeuarkan melalui ginjal Ø Adanya Aldosterone juga berpengaruh dalam keseimbangan Cl Ø Fungsi Chlor .Dalam fotosintesis Mg merupakan bagian dari molekul Chlorophyl . limpa. Mg sebagai relaksator IV. Mikro Mineral : BESI (Fe) : 0.menjaga / mambantu keseimbangan cairan eektrolit asam basa .

dan Hb ini merupakan bagian RBC dibentuk dalam susunan tulang yang disebut Hemopoiesis sebagai bagian myogobin maka kecil sekali untuk kontraksi otot. Untuk pembentukan Hb.18 mg/100 ml) § 5 % terdapat dalam semua sel-sel tubuh yaitu sebagai komponen yang utama pada oksidatif enzim didaam sistim yang memproduksi energi. tetapi kecepatan pemasukan Fe yang lambat yang menyebabkan defisiensi Fe Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 21 .ß-globin dan plasmo protein ini disebut Transferin = transport iron (0. pengeluaran Fe = 1 mgr sehari dan biasanya makin menurunnya Fe dari tubuh karena hilangnya darah. Pada orang dewasa biasanya sebanyak 20 – 25 mgr Fe ini dibutuhkan untuk pembentukan Haemoglobin berasal dari sel darah merah yang usang akan dipergunakan kembali (± 90%). Fungsi Fe : 1. Sebenarnya tubuh sangat menghemat penggunaan Fe. pada saat terjadi destruksi RBC yaitu pada pasien yang menderita “Haemolytic-anemia” yaitu terjadi Hemolyse. Sebagai bagian Hb + myoglobin yang berperan dalam pembentukan oksigen untuk cellular respiration yaitu bertindak sebagai pembawa O2 yang diperlukan oleh sel dan membawa CO2 dari sel. peroxidase dan katalase Utilisasi Fe : Yang didapat dari makanan diterima tubuh dalam bentuk Fe3+ kemudian akan diabsorbsi di dalam lambung dengan suasana asam akan diubah menjadi Fe2+ dan absorbsi akan dilanjutkan pada bagian atas (duodenum) dan hanya 10 – 30 % yang bias diserap dengan baik dan disimpan di dalam hati. 2.05 – 0. limpa dan dumdum tuang dalam bentuk Ferritin dan Hemosiderin. merupakan komponen yang penting dari enzim cytochrome oksidase. 3. Pembentuk Haemosiderin ini akan meningkat pada saat Fe yang berlebihan terakumulasi di dalam darah.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 22 .Factor-faktor yang mempengaruhi Absorbsi Fe : 1) Kebutuhan tubuh pada saat pertumbuhan. B12 dan asam Folat berperan dalam mematangkan butir darah merah. absorbsi Vit. maka Ferritin yang terdapat dalam simpanan akan menurun sehingga lebih banyak Fe yang diabsorbsi 2) HCl = asam lambung dibutuhkan untuk absorbsi Fe di dalam lambung Fe3+ Fe2+ 3) Asam askorbat merupakan asam yang baik untuk membantu perubahan Fe3+ menjadi Fe2+ Factor-faktor yang mengurangi absorbsi Fe : 1) Selulosa yang tinggi akan mengurangi utilisasi Fe 2) Pengaruh dari operasi pada bagian lambung. Defisiensi Fe biasanya disebabkan berkurangnya produksi reflaxsell dan anemia diklasifikasikan dengan : 1) Nutritional anemia : yaitu kurangnya suplai Fe yang berasal dari makanan 2) Hemorrhagic anemia : anemia karena perdarahan pada waktu operasi 3) Postgastrectomy anemia : berkurangnya HCl sehingga menghambat absorbsi Fe yang disebabkan operasi 4) Malabsorbsi anemia : akibat kelebihan / keracunan Fe yaitu terjadi henociderosis yaitu berakumulasinya hemosiderin dalam hati pada proses Hemolitic anemia dan Perricious anemia (karena kurang Vit. B12 dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu : Factor Iintristik : berasal dari dalam tubuh yang membantu absorbsi Vit. B12 Faktor Ekstrinsic : berasal dari luar yang banyak mengandung Vit. diare atau malabsorbsi syndrome disebut pua dengan steatorrchea ditandai dengan lemak yang banyak pada faces. B12). pregnensi. B12. Vit. menstruasi.

Gejala keracunan weakness. Akibatnya terjadi pembesaran keenjar tiroid yaitu goiter. hormone ini mengatur konsumsi oksigen yang dibutuhkan oeh sel dan berperan pada pertumbuhan. Pangan yang kaya akan I ini tergantung kepada air dan pangan yang berasal dari laut biasanya kaya akan Iodium. Headache dan insomnia Hanya sebagian kecil Fe akan hilang mealui faces sebanyak ½ mgr/hari dan sebagian lagi dikeluarkan melalui keringat dan urine sehingga 1 mgryang hilang harus segera diganti untuk wanita lebih besar dari pria ± 30 – 50 mgr Fe. Glandua tiroid tidak dapat menghasilkan thyroxine dalam jumah yang normal. § Mencegah terjadinya gondok = goiter Utilisasi / Absorbsi Iodium Iodium akan diabsorbsi terutama di dalam usus kecil dan segera setelah diabsorbsi akan masuk kedalam darah yang merupakan “Iodine pool” dan sebanyak 30% dikirim ke globula thyroid yang akan dibentuk thyroxine.00004 % BB = 20 – 30 mgr ü Terkonsentrasi dalam gelang-gelang tiroid / glandula thyroid ü Disimpan dalam Thyroglobuline (yang berikatan dengan protein) yang mengandung asam amino tyrosine. Ekskresi dikeluarkan melalui urine sebanyak 2/3 dan yang diabsorbsi (2-3 hari setelah dimakan). contohnya yang dikeluarkan oleh glanula thyroid. IODIUM : 0. Fungsi § Diperukan untuk sintesia Thyroxine. maka glandula hipophyse akan menghasilkan thyroid stimulating hormone yang akan merangsang glandula tiroid untuk lebih banyak menghasilkan sel sebagai kopensasi kebutuhan thyroxyne. Definisi Iodium : 1) Goiter : Dicirikan dengan adanya pembesaran glandula tiroid disekitar leher yaitu bila Iodium yang berasal dari makanan kurang. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 23 .

3) Myxedema = Hypothyroidsm Biasanya ditandai dengan penebalan kulit. rontoknya rambutm keterbelakangan mental dan terjadinya penurunan aktifitas reproduksi. pembesaran lidah. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 24 .2) Terjadi Kretinisme (Creatism) : Terjadinya penghambatan fisik atau mental yang biasanya berasal dari ibu yang kurang Iodium pada waktu hamil.

usus kecil dan usus besar. Pada alat pencernaan tersebut terjadi perubahan makanan baik secara kimiawi (enzimatis) dan mekanis (pengunyahan). Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 25 . Pendahuluan Makanan dan minuman yang kita konsumsi akan mengalami beberapa perubahan atau perlakuan sebelum dapat digunakan oleh tubuh. Sistem pencernaan pada manusia dapat dilihat pada gambar 1. Secara sederhana urutannya adalah makanan → pencernaan → penyerapan → metabolisme → ekskresi Pencernaan didefinisikan sebagai perubahan makanan menjadi komponenkomponen yang sederhana. II. lambung dan usus. protein menjadi asamasam amino penyusunnya. Pencernaan Sistem pencernaan pada manusia meliputi sistem pencernaan dalam mulut. Sebagian besar zat gizi ditransportasikan ke aliran darah dan sebagian kecil ke dalam sistem limfatik dan baru kemudian ke aliran darah. dan lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Dalam hal ini melalui proses pencernaan. Penyerapan adalah proses dimana produk hasil pencernaan ditransportasikan melewati dinding usus dan kemudian ke aliran darah atau limpa. lambung. Pencernaan terjadi pada alat-alat pencernaan yaitu mulut. karbohidrat diubah menjadi komponen sederhananya yaitu glukosa.BAB V PENCERNAAN DAN PENYERAPAN ZAT GIZI I.

Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 26 .8. tetap i pro ses pemecahan p ati dan gliko gen rend ah di mulut karena seb entarnya waktu kontak makanan di d alam mu lu t. Dalam mulut.0 sehingga ket ika makanan d ialirkan ke lambu ng enzim ini tidak aktif karena p H d i lamb ung yang sangat rendah. Fungsi saliva ini ad alah u ntuk melumasi makanan d idalam mulut. Nilai pH d ari saliva ini adalah mendekati netral yaitu 6. Selanjutnya dari mulut ini makanan dialirkan ke lambung melalui tenggorokan. sebagai alat pembawa untu k ekresi zat tertentu seperti alko hol d an beberapa ion anorganik sep erti K + d an Ca2+. makanan mengalami perlakuan fisik yaitu pengunyahan oleh gigi dan juga perlakuan kimiawi oleh enzim amilase dan lipase pada mulut. Kompo sisi saliva tergantung d engan faktor yang mempengaruhi sekresinya.Gamb ar 1. Sistem pencernaan p ada manusia Saliva atau air liur b erperan p enting dalam sistem pencernaan mulut. Enzim amilase ini inaktif pad a p H 4 . Selain itu saliva ju ga mengand ung enzim amilase yang sering diseb ut ptialin.

mirip saliva terutama kandungan airnya. khimotripsin. Cairan pankreas bersifat tidak kental. terdapat saluran pankreas dan empedu. Cairan dari usus disekresikan oleh kelenjar Brunner dan Lieberkuhn yang mengandung : • • Aminopeptidase enzim pemecah disakarida spesifik (sukrase. lipase.2-0. deoksribonuklease dan kolagenase. aksi lipolitik tidak begitu nyata. Enzim yang terdapat dalam cairan pankreas adalah tripsin. K+ serta yang lain dan memiliki pH sekitar 7. sangat asam (HCl 0. Tripsin dan khimotripsin memiliki aktivitas proteilitik tetapi khimotripsin mempunyai daya koagulasi lebih tinggi dibandingkan tripsin. Cairan lambung bersifat jernih. Ketika makanan masuk ke dalam lambung. karboksipeptidase. Hasil pemecahan protein oleh enzim aminopeptidase dan dipeptidase.5% dengan pH 1) dan mengandung enzim-enzim pencernaan yaitu pepsin. fosfolipase A.. lambung kemudian mensekresi cairan lambung. Dari lambung sebelum masuk ke duodenum atau usus dua belas jari. renin dan lipase. mono dan digliserida. bewarna kuning pucat. mengandung protein serta senyawa-senyawa organik dan anorganil lain terutuma Na+. maltase dan laktase). Sekresi cairan lambung dipengaruhi mekanisme saraf atau refleks. α-amilase. Aktivitas α-amilase dari pankreas mirip seperti amilase pada saliva. gliserol. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 27 .Pada tenggorokan makanan didorong oleh gerakan peritaltis yang mendorong makanan ke lambung. ribonuklease. Pada lambung. ini dilanjutkna oleh karboksipeptidase. Sementara rennin mengubah kasein menjadi para kasen mengakibatkan koagulasi susu yang selanjutnya dihidrolisis oleh pepsin. Pemutusan asam lemak oleh lipase spesifik pada posisi 1 dan 3 dari Trigliserida. kholesterol ester hidrolase.5-8 atau lebih. Lemak dihidrolisis menjadi asam-asam lemak. Fungsi utama lambung adalah untuk mencerna protein. Pankreas dan empedu mensekresi cairan yang berpH alkalis untuk menetralisir aliran makanan dari lambung yang berpH sangat asam sehingga kerja enzim-enzim lainnya dapat bekerja. Pepsin mengubah protein menjadi komponen sederhana proteosa dan pepton.

Asam empedu dapat dianggap sebagai produk akhir katabolisme kholesterol dalam tubuh atau jalur eliminasi kholesterol oleh tubuh. asam lemak. netralisasi asam dari lambung.• • • • Fosfatse (memindahkan fosfat dari fosfat organik) Polinukleotidase (memecah asam nukleat menjadi nukleotida) Nukleosidase (memecah purin dari asam nukleat). Kantung empedu yang menembpel pada saluran hati berfungsi untuk menampung cairan empedu yang diproduksi oleh hati. eksresi (menghilangkan bermacam bahan kimia berbahaya) dan eliminasi kholesterol. Karena pHnya alkalis. Fosfolipase (menyerang fosfolipid menghasilkan gliserol. Sehingga jumlah asam empedu yang dikeluarkan dapat digunakan indikator sebagai jumlah kholesterol yang hilang. asam-asam lemak. Sementara cairan empedu dihasilkan oleh hati dan berperan dalam pencernaan lemak. Sekresi pankreas dan cairan empedu bercampur di dalam doudenum. Funsi cairan empedu adalah untuk emulsifkasi membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Asam empedu mengandung asam kholat dan asam khenodeoksilkholat. Tabel 2. Komposisi penting dalam cairan empedu adalah asam empedu. asam empedu terdapat sebagai garam (bile salt). Ringkasan sistem pencernaan pada manusia Tempat Mulut Jenis Aksi Mekanis Kimia Bagaimana dilaksanakan Pengunyahan Amilase saliva Lipase lingual Lambung Mekanis Kimia Peristalsis Aksi dari asam klorida Lipase gastrik Pankreas gastrik (pepsin) Usus Kecil Mekanis Peristalsis Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 28 . asam fosfor dan basa seperti kholin). Ringkasan sistem pencernaan pada manusia dapat dilihat pada tabel 2. Hasil akhir pencernaan dalam usus menghasilkan monosakarida. monogliserida dan asam-sam amino yang nantinya siap untuk diserap.

Alkohol diserap dalam lambung.5 mm.5-1. Beberapa villi memproduksi zat immune untuk melawan racun. setiap villi terdapat microvilli (1 m) sehingga luas permukaan usus meningkat menjadi 300 kali. protein dan lemak diserap disepanjang usus kecil/halus. Gambaran peningkatan luas permukaan pada usus kecil dengan adanya tonjolan (villi) dapat dilihat pada gambar 2. Pada usus kecil terdapat lintasan-lintasan setinggi 8-10 mm dan pada permukaan ini juga terdapat tonjolan-tonjolan kecil (villi) dengan ketinggian 0. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 29 . Mineral seperti zat besi dan kalsium diserap pada bagian atas usus kecil dengan sebelumnya dinetralkan. III. dkk (1993). Sementara produk hasil pencernaan karbohidrat. Penyerepan Beberapa macam senyawa seperti obat-obatan atau gula sederhana dapat diserap langsung dalam mulut.Kimia Cairan empedu Lipase pankreas Amilase pankreas Protease pankreas (tripsin dan khimotripsin) Protease (peptidase) Sukrase usus Maltase usus Laktase usus usus/intestinal Sumber: Muchtadi.

Setelah zat-zat gizi hasil pencernaan melewati sel-sel absorpsi dan kemudian masuk ke aliran darah lalu ke vena porta dan selanjutnya ke hati. Sementara penyerapan vitamin dan mineral tergantung pada tubuh memerlukan atau tidak. 2. gliserol dan alkohol ditransportasikan secara cepat dan sempurna ke dalam darah. 3. Transfor aktif Penyerapan ini memerlukan carrier dan energi dan menyangkut pertukaran Natrium. Cara penyerapan zat-zat gizi dalam tubuh melalui tiga mekanisme : 1. Difusi fasilitas Penyerapan ini terjadi memerlukan zat pembawa atau carrier. Glukosa. Sel-sel pada microvilli mengontrol penyerapan. Dalam hati selanjutnya zat-zat gizi tersebut dialirkan melalui darah ke sel-sel yang Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 30 . Contoh zat gizi yang melalui penyerapan ini adalah Mangan dan vitamin A. asam-asam amino serta asam-asam lemak. Difusi pasif Penyerapan ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi.Gambar 2. 1993). Peningkatan luas permukaan usus dengan adanya villi dan microvilli (Sumber: Muchtadi.

Dalam darah komponen ini digabungkan ke lipoprotein yang diproduksi oleh hati. Penyereapan lemak dan vitamin larut lemak mekanisme penyerapannya adalah sama yaitu dikumpulkan dalam saluran pengumpul lemak (lacteals) yang kemudian bergabung dengan sistem sirkuler sekunder (limfatic) lalu masuk ke sistem arteriovenus (darah) umum pada daerah sebelum darah masuk ke jantung lalu ke portal vein hati. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 31 . ginjal dan tulang. Ringkasan pencernaan dan penyerapan zat gizi pada tubuh manusia dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Trigliserida dibentuk kembali dalam sel-sel absorbtif dari asam-asam lemak gliserll dan monogliserida.membutuhkan. Protein diserap setelah terlebih dahulu dipecah menjadi asam-asam amino penyusunnya yang selanjutnya diserap tubuh melalui difusi pasif dan beberap melalui difusi aktif. atau ke dalam ginjal untuk disaring dan selanjutnya diserap atau disimpan dalam hati.

Pencernaan d an p enyerapan karbo hid rat (sumber : Muchtadi dkk.Gamb ar 3. 1993) Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 32 .

Gambar 4. 1993) Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 33 . Pencernaan dan Penyerapan Lemak (Lipida) (sumber : Muchtadi dkk.

Enzyme phytase pada khamir mampu mengkatalisis dephosphorilasi asam phitat menjadi Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 34 . Kelainan genetik pada protein pembawa mineral ini mengakibatkan kekurangan mineral meskipun jumlah asupannya mencukupi. Besi dan Zincum/seng. mineral dan zat pembawanya masuk ke dalam aliran darah melalui mekanisme tranfer aktif yang melibatkan Natrium. Selanjutnya setelah melewati sel mukosa usus. Selain itu keberadaan asam phitat pada roti yang dibuat tanpa proses fermentasi oleh khamir dapat menghalangi penyerapan Mineral Kasein. Keberadaan agen pereduksi seperti vitamin C dapat meningkatkan penyerapan mineral besi oleh tubuh hal ini karena bentuk ion Fe2+ tereduksilah yang diserap oleh tubuh. Absorpsi mineral oleh tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya komponen yang terdapat dalam makanan itu sendiri. 1993) Adapun untuk penyerapan mineral umumnya melalui mekanisme difusi mediasi dengan bantuan carrier atau zat pembawa dalam hal ini adalah protein. Pencernaan dan Penyerapan Protein (sumber : Muchtadi dkk.Gambar 5.

Pustaka Muchtadi. Taylor and Francis Group. dan M. Jakarta. Astawan. 2002. D. S. Fungsi dan Kebutuhan bagi Tubuh Manusia.A.produk yang tidak mengkelat mineral tersebut sehingga mineral tersebut dapat diserap oleh tubuh. Sumber.P. Third Edition. Nurhaene. D. 1993. Metabolisme Zat Gizi.. Introduction to Nutrition and Metabolism.M. Bender. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 35 . London. Pustaka Sinar Harapan.

Pendahuluan Setelah zat gizi dari makanan diserap maka selanjutnya mengalami reaksi atau perubah-perubahan kimia (metabolisme). Istilah metabolisme mengandung dua pengertian yaitu katabolisme dan anabolisme. jika melebihi maka akan disimpan dalam bentuk lemak dalam jaringan-jaringan lemak. protein dan lemak saling berhubungan. zat lemak akan diubah menjadi zat antara yang dialirkan ke hati selanjutnya diubah menjadi glikogen dan akhirnya menjadi glukosa. Sedangkan anabolisme berarti sintesa senyawa-senyawa baru yang diperlukan tubuh dari zat-zat gizi yang diperoleh dari makanan.BAB VI METABOLISME ZAT GIZI I. Penimbunan dalam bentuk glikogen pada hati dan otot-otot terbatas. Fungsi utama metabolisme karbohidrat dan lemak adalah untuk menghasilkan energi sedangkan protein untuk pertumbuhan badan. Bila diperlukan. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 36 . Metabolisme karbohidrat. II. Metabolisme Karbohidrat Karbohidrat terdapat sebagai glukosa di dalam aliran darah. Secara sederhana katabolisme berarti pendegradasian zat-zat gizi yang fungsi utamanya menghasilkan energi. sebagian diubah menjadi glikogen dan kadar gula darah diusahakan dalam batas-batas konstan. Glukosa Lalu dialirakan ke hati. Tujuan akhir dari metabolisme adalah untuk menghasilkan energi (primer) dan untuk pertumbuhan (sekunder). Glukosa dioksidasi melalui jalur glikolisis menghasilkan asam piruvat (gambar 6) lalu asam piruvat memasuki siklus asam sitrat atau siklus krebs (Gambar 7) yang menghasilkan senyawa NADH dan FADH yang akhirnya diubah menjadi energi kimia (ATP) melalui mekanisme oksidasi phosphorilasi.

Jalur Glikolisis Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 37 .Gambar 6.

asam piruvat diubah menjadi asam laktat. Siklus Asam Sitrat atau Siklus Krebs Pada kondisi kerja yang sangat berat dimana asupan oksigen menjadi berkurang.Gambar 7. Selanjutnya asam laktat ini berdisfusi ke dalam aliran darah untuk dibawa ke hati. siklus dari glukosa – asam laktat – glukosa lagi disebut sebagi siklus Cori (gambar 8). Glukosa ini kemudian dapat digunakan kembali oleh otot. Dalam hati. asam laktat diubah kembali menjadi glukosa dengan mekanisme gluconeogenesis. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 38 .

Gambar 8. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan penimbunan asam piruvat dan asam laktat karena tidak dapat diubah menjadi asetil Co-enzim A (Gambar 9). Hormon ini mempercepat oksidasi glukosa dalam jaringan. Sementara Vitamin B1 (Thiamin) berperan pada enzim dekarboksilasi karbohidrat. dan memberikan pengaruh yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat dan lemak. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 39 . menggiatkan pengubahan glukosa menjadi glikogen di dalam hati . Siklus Cori pada metabolisme karbohidrat (glukosa) Hormon yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat (glukosa) adalah hormon insulin.

Peranan Vitamin B1 (Thiamin) dalam metabolisme karbohidrat (glukosa). Dua gugus acetil Co-enzim A ini dapat mengalami kondensasi membentuk asam acetoasetat selanjutnya masuk siklus krebs. Metabolisme Lipid/Lemak Metabolisme lemak diawali dengan hidrolisis lemak menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol selanjutnya mengalami perubahan menjadi glikogen atau mengalami oksidasi mengikuti jalur seperti glukosa.Gambar 9. Sementara oksidasi asam lemak terjadi dengan pemutusan dua karbon (β-oksidasi) melalui mekanisme pembentukan asetil Co-enzim A. III. Ringkasan metabolisme lemak/lipid dapat dilihat dibawah ini. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 40 .

Kelebihan kalori yang dimakan (baik dalam bentuk karbohidrat dan lemak) akan ditimbun sebagai jaringan lemak. Hal ini mengakibatkan darah menjadi lebih asam. Gejala ini disebut sebagai ketosis. 3.Gambar 10. Sebagai isolator panas Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 41 . Sebagai persedian energi (97% dapat dimobilisasikan kembali jika diperlukan). Simpanan lemak tubuh mempunyai tiga fungsi fisiologis: 1. 2. Menjaga dan melindungi alat-alat tubuh penting supaya tidak bergerak. Asam lemak dapat pula dibentuk di dalam badan dari asam acetoasetat atau asam pyruvat yang berasal dari pemecahan karbohidrat (Gambar 10). Ringkasan Metabolisme Lemak Pada gangguan metabolisme terjadi penimbunan zat-zat antara seperti asam asetoasetat dan asam hidroksi butirat dan keton.

Asam-asam amino berguna untuk pembentukan jaringan baru dan menggantikan jaringan yang rusak seperti epithel alat pencernaan.Gambar 11. Mekanisme sintesis Asam Lemak IV. kulit. Sehingga kenaikan kadar asam amino dalam cairan darah itu hanya sedikit sekali meskipun baru makan sejumlah besar daging misalnya. Sebagian dari asam-asam amino itu dipecah menjadi didalam sel-sel untuk disintesa kembali menjadi zat-zat lain atau menghasilkan energi. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 42 . enzimenzim dsb. Metabolisme Protein Asam-asam amino (hasil pencernaan) yang dibawa darah dapat dengan cepat diambil oleh sel-sel jaringan. Zat-zat lain yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi glikogen dan glukosa yang selanjutnya mengalami pembakaran seperti karbohidrat atau dapat pula disintesis menjadi asam lemak dan untuk selanjutnya mengikuti metabolisme lemak.

Pool asam amino berasal dari makanan atau dari jaringan-jaringan tubuh yang sudah tidak diperlukan. Metabolisme Protein Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 43 . asam amino dari pool ini yang akan digunakan untuk menghasilkan energi. Dekarboksilasi. Metabolisme protein dapat dilihat pada gambar 7. pemindahan gugus amino (NH2) dari asam amino ke asam keto sehingga menghasilkan asam amino baru. 3. Keseimbangan dinamik terjadi jika tidak terjadi penambahan atau pengurangan jaringan. Kalau bahan bakar tak tercukupi. Hal ini berlaku bagi karbohidrat. Deaminasi. Tiga proses utama pada metabolisme protein adalah : 1. Transaminasi.Zat lain yang mengandung nitrogen akan diubah menjadi urea lalu dibuang melalui air seni. pemisahan gugus amino dari protein yang akan menghasilkan urea atau garam-garam amonium yang kemudian dibuang ke luar tubuh. lemak maupun protein. 2. pemisahan gugus karboksil dari asam amino menghasilkan zat baru yang masih mengandung nitrogen. Jaringan-jaringan tubuh tidak bersifat statis tapi dinamis atau selalu diperbaharui. Gambar 12.

Sementara lemak dalam mekanisme pencernaan dan pencernaan menghasilkan gliserol dan asam lemak. Interelasi Antar Metabolisme Pertemuan dari ketiga metabolisme zat gizi terjadi pada siklus asam sitrat atau siklus Krebs.V. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 44 . asam amino yang bersifat ketogenik mengikuti jalur seperti asam lemak lalu ke siklus asam sitrat. Adapun untuk asam lemak dengan β-oksidasi menghasilkan asetil Co-enzim A yang selanjutnya masuk ke siklus asam sitrat atau siklus Krebs. Dalam hal ini karbohidrat yang dicerna menjadi glukosa selanjutnya pada jalur glikolisis diubah menjadi asam pyruvat lalu menjadi asetil Co-Enzim A yang kemudian berikatan dengan asam oksalo asetat lalu memasuki siklus asam sitrat. Metabolisme gliserol selanjutnya mengikuti jalur metabolisme glukosa. asam amino yang bersifat glukogenik mengikuti jalus seperti karbohidrat (glukosa) lalu masuk ke siklus asam sitrat sementara asam amino lain sebelum masuk ke siklus kreb akan diubah terlebih dahulu menjadi asam α-ketoglutarat. Pencernaan dan penyerapan protein menghasilkan asam-asam amino.

Pengaturan allosteric ini diakibatkan terikatnya secara reversible. Tipe penghambatan ini adalah penghambatan produk akhir. Aktivitas pengaturan oleh enzim berada pada level/tingkat sel. Aktivitas enzim dalam sel diatur keaktivannya melalui mekanisme pengaturan allosteric. Pengaturan oleh enzim ini diatur dua hal yaitu ketersedian substrat dan penghambatan atau pengaktivan enzim dengan adanya akumulasi precursor. Pendahuluan Peranan hormon dan enzim adalah sebagai pengatur proses-proses dalam tubuh.BAB VII PERANAN HORMON DAN ENZIM DALAM PROSES TUBUH I. produk akhir atau produk intermediate. mengakibatkan bila ada substrat terikat pada salah satu unit protein enzim tersebut maka akan Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 45 . Enzim allosteric yang memiliki sub unit sub unit protein. Komponen yang berfungsi sebagai penghambat enzim secara allosteric umumnya adalah produk akhirnya sendiri (dari suatu jalur reaksi dalam sel). Sedangkan pada level tubuh manusia secara keseluruhan. Pengaturan Dalam Sel Melalui Kerja Enzim Enzim dalam tubuh manusia berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Enzim yang pengaturan aktivitasnya melalui mekanisme allosterik ini umumnya memiliki sub unit sub unit protein. Sedangkan komponen yang berfungsi sebagai pendorong aktivitas enzim seringnya adalah precursor dari jalur reaksi itu sendiri. II. pengaturan metabolisme tubuh melalui hormon. non kovalen senyawa ’effector’ pada sisi pengaturan enzim yang berakibat peningkatan aktivitas katalitik (allosteric activation) atau penurunan aktivitas katalitik (allosteric inhibition). Reaksi metabolisme yang terdiri atas katabolisme (penguraian) dan anabolisme (pembentukan) tidak terjadi secara bersamaan karena adanya sistem pengaturan tubuh ini.

Mengatur laktasi Mengatur sistem reproduksi tubuh. Mengatur kerja ginjal. dalam hal ini pengaktivan enzim melalui substratnya sendiri. Hal ini mengakibatkan peningkatan pengikatan substrat pada sub unit sub unit yang lain. amine atau steroid) yang disekresikan oleh jaringan tertentu pada tubuh ke dalam aliran darah dan berfungsi sebagai pengatur aktivitas jaringan-jaringan tubuh yang lain. Mekanisme pengaturan oleh hormon terjadi secara berjenjang atau bertingkat. III. Mengatur gerakan saluran pencernaan tubuh. hormon juga memiliki fungsi-fungsi yang lain seperti : • • • • • • • • Mengatur pertumbuhan sel dan jaringan. Mengatur laju kerja jantung Mengatur tekanan darah.6bisphosphate menjadi fruktosa 6-phosphate dikatalisis oleh enzim yang berbeda yaitu fruktosa bisphosphatase. Sebagai contoh reaksi phosphorilasi fruktosa 6-phosphat menjadi fruktosa 1. hidrolisis fruktosa 1. Pengaturan Proses Dalam Tubuh Melalui Hormon Kata hormon berasal dari bahasa Yunani yaitu ”horman” yang berarti mengatur. Yang pertama rangsangan dari sistem saraf pusat yang terdapat di otak diteruskan ke kelenjar hypothalamus. Hormon adalah pesan pesan kimia (dalam bentuk peptida. Perubahan yang dikatalisis oleh enzim ini bersifat irreversible/tidak dapat balik. Selanjutnya Kelenjar hypothalamus mengeluarkan horman ke kelenjar Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 46 . Sedangkan pada jalur glukoneogenesis. Selain hormon berfungsi sebagai pengatur aktivitas-aktivitas metabolisme. Pengaturan aktivitas kedua enzim ini menentukan apakah kesuluruhan jalur metabolisme yang terjadi glikolisis atau glukoneogenesis.mengakibatkan perubahan konformasi sub unit yang lain.6-bisphosphate dikatalisis oleh enzim phosphofructokinase dalam jalur reaksi glikolisis. Mengatur sekresi enzim-enzim pencernaan dan hormon lainnya. Kelenjar ini merupakan bagian special dari otak.

Hormon ini ada yang bersifat larut air seperti hormon epinephrine dan norephinephrine dan yang sedikit larut air seperti hormon dari kelenjar thyroid. Hal ini akan mendorong kelenjar pituitary untuk mengeluarkan hormon lain yang diteruskan ke kelenjar lain seperti adrenal cortex. Hormon amine adalah hormon yang merupakan turunan dari asam amino tyrosin. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 47 . adrenal cortex. Yang termasuk hormon ini adalah insulin. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endocrin dalam tubuh. Kelenjar endocrine utama yang ada pada tubuh adalah hypothalamus. amine dan steroid. keringat dan enzim pencernaan ”di luar” tubuh. Akibatnya pada sel tersebut akan terjadi proses metabolisme tertentu. thyroid. pituitary. Kelenjar ini selanjutnya mengeluarkan hormon yang diteruskan ke penerima/receptor yang terdapat di atau dalam sel target. Hormon dalam bentuk peptida adalah termasuk semua hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hypothalamus. kelenjar thyroid. ovary dan testis.pituitary (terletak di sebelah bawah hypothalamus). glucagon dan somatostatin. pituitary dan pancreas. Hormon dalam tubuh manusia terdapat dalam tiga bentuk yaitu peptida. Klasifikasi hormon dapat dilihat pada tabel dibawah ini. pancreas. Dengan kata lain kelenjar ini mengeluarkan zat ”di dalam” tubuh (dalam aliran darah) dan untuk membedakan dengan kelenjar exocrain yang mensekresi air mata. Yang termasuk dalam hormon ini adalah hormon yang terkait dengan sistem reproduksi dalam tubuh (progesterone dan testoterone). Selain itu ada bentuk keempat yaitu senyawa eicasanoid yang sering disebut sebagai senyawa yang fungsinya seperti hormon tapi biasanya hormon ini bergerak tidak jauh dari sel yang mengeluarkannya (beraktivitas secara lokal). Kata endocrine berasal dari bahasa Yunani yaitu endon yang berarti dalam dan krinein yang berarti melepas. Sedangkan hormon steroid bersifat larut dalam lemak dan terikat dengan protein carrier/pembawa ketika dialirkan melalui pembuluh darah. ginjal dan testis (male) dan ovaries (female).

Tabel 3. mengisolasi dan mengukurnya secara akurat. Hormon juga ada dalam darah dalam waktu yang singkat. Respon yang ditimbulkan oleh kerja hormon dibedakan menjadi respon lambat dan respon yang sangat cepat. sehingga sangat susah untuk mengidentifikasi. Respon cepat yang ditimbulkan oleh hormon terkait dengan perubahan aktivitas satu atau lebih enzim melalui Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 48 . Metode analisis yang sangat sensitif seperti teknik radio immuno assay atau ELISA (Enzyme-Linked-Immuno-Sorbent-Assay) dapat digunakan untuk menganalisis hormon. Klasifikasi Hormon dan Fungsinya Sumber: Desai (2000) Hormon berada dalam darah dalam konsentrasi yang sangat kecil yaitu antara 10-6 sampai 10 -12 M dibandingkan dengan konsentrasi glukosa dalam darah yang berkisar 4 x 10-3 M.

Ikatan ini mengakibatkan dikeluarkannya senyawa dalam sel yang berperan sebagai pembawa pesan yang kedua (seperti adenosine 3’.5 mM dengan pengaturan menit per menit melalui pengaturan dengan mekanisme yang melibatkan hormon insulin. Selain itu hormon ini juga mendorong pengurangan oksidasi glukosa dengan mengoksidasi asam lemak. IV. Sedangkan glukagon bertindak berlawanan dengan insulin.cyclic monophosphate/cAMP) yang meneruskan signal ke beberapa enzim atau sistem molecular. Sedangkan respon yang lambat oleh kerja hormon terkait dengan ekspresi perubahan gen. Insulin memberikan signal kepada jaringan tubuh bahwasanya kadar glukosa dalam darah melebihi dari yang normal. Sehingga kadar glukosa dalam darah tetap konstan meskipun pada kondisi puasa atau sehabis makan. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 49 . 5’. atau mengubah glukosa menjadi glikogen (pada jaringan otot dan hati) dan lemak/triasilgliserol (pada jaringan adiposa). otot dan jaringan adiposa. Receptor atau penerima hormon ini berada dipermukaan membran sel target dan selanjutnya berikatan dengan hormon tersebut. Hormon ini memberikan signal kepada jaringan bahwa kadar glukosa darah lebih rendah dari normal sehingga mendorong jaringan untuk membentuk glukosa melalui perombakan glikogen atau pembentukan glukosa melalui glukoneogenesis.mekanisme allosteric atau modifikasi kovalen enzim tersebut. Pengaturan Glukosa Darah Dengan Mekanisme Hormon Kadar glukosa dalam darah dipertahankan konstan pada level 4. Hal ini akan mendorong pengambilan glukosa ke dalam sel untuk proses glikolisis menghasilkan energi. Hormon dalam bentuk peptida dan amine yang larut air tidak masuk ke dalam membran sel secara langsung. Sedangkan hormon larut lemak (hormon steroid dan thyroid) langsung masuk ke dalam sel untuk berikatan dengan receptornya yang terdapat didalam sel yang kemudian membawanya secara langsung dan mengubah ekspresi gen tertentu. glukagon dan epinephrine pada hampir semua jaringan tubuh tepatnya pada hati.

New York. Inc.Hormon epinephrine hampir sama dengan glukagon. Taylor and Francis Group. 2002. B. Third Edition. D. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 50 . Introduction to Nutrition and Metabolism. 2000. B. Handbook of Nutrition and Diet.A. Marcel Dekker. Bender. Hormon ini dikeluarkan pada kondisi tertentu seperti pada kondisi stress yang memicu kerja jantung lebih berat untuk mengalirkan oksigen dan juga glukosa sebagai bahan bakarnya. Hormon ini menstimulasi perombakan secara anaerobic glikogen menjadi asam laktat dan menstimulasi sekresi glukagon dan menghambat sekresi insulin. London. Pustaka Desai.

Ginjal. karbondioksida (CO2). Karbondioksida merupakan produk akhir dari proses oksidasi tepatnya pada oksidasi phosphorilasi rantai elektron. 2. Zat-zat yang hendah dibuang umumnya larut dalam air.BAB VIII SISTEM EKSRESI DALAM TUBUH I. garam-garam anonium dan asam urat. 4. II. Sementara dalam jaringan tubuh yang lain. Air (H2O) 3. Dalam paru-paru oksigen diikat oleh hemoglobin dan karbondioksida lalu dilepaskan. Komponen-komponen tersebut adalah : 1. kulit dan anus. Hemoglobin tetap ada dalam sel darah merah. oksigen dilepaskan dan karbondioksida dilepaskan. Zat-zat hasil metabolisme oleh tubuh perlu untuk dikeluarkan karena sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. III. Paru-Paru Organ ini mengeluarakan karbondioksida (CO2) dan air (H2O). sedangkan oksigen dan karbondioksida keluar atau masuk melalui sel darah merah. Zat sisa yang mengandung Nitrogen seperti ureum. Oksigen masuk kedalam darah untuk proses oksidasi sehingga nantinya akan dihasilkan energi kimia dalam bentuk ATP. Sementara zat sisa yang sukar larut akan diikat dengan senyawa lain yang mudah larut selanjutnya dibuang melalui ginjal. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 51 . ginjal. Pendahuluan. Organ ini mengeluarkan zat-zat sisa hasil metabolisme melalui air seni. Zat-zat mineral yang kelebihan atau tidak terpakai Sistem eksresi pada tubuh terdapat pada paru-paru.

Di dalam tinja terdapat zat-zat sisa cairan pencernaan. e. Adanya zat-zat yang merangsang atau menghambat pengeluaran atau pembentukan air seni. Pengeluaran air melalui jalan lain yaitu melalui paru-paru dan kulit. Fungsi utama dari pembentukan keringat adalah untuk pengaturan suhu. Bahan Ajar Ilmu Gizi – Revisi 0 – update 02 februari 2010 52 . Komponen-komponen yang tidak tercerna (bagian-bagian bakteri dan selulusa dan serat lain) dipadatkan. V. Usus Besar. Pada usus besar sudah tidak terjadi lagi proses pencernaan. Jumlah zat sisa yang harus dibuang. lendir dari kelenjar pada dinding usus dan bakteri-bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi volume pembuangan air melalui ginjal adalah : a. disimpan dan selanjutnya dibuang melalui anus (tinja). Keadaan ginjal. b. Bersama dengan air keringat dikeluarkan pula garam-garam dan zat organik tertentu.Terdapat hubungan erat antara jumlah air yang dibuang melalui ginjal. Kulit Air dibuang melalui kulit yang sering disebut sebagai air keringat. Prinsipnya adalah penambahan pembuangan air melalui organ yang satu akan mengurangi pembuangan melalui organ yang lain. sisa metabolik dan air. IV. Banyaknya air yang diminum. Sekitar hanya 4 % penyerapan cairan terjadi pada bagian ini. c. d. paru-paru dan kulit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful