BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Secara geografis, Desa Keboan termasuk wilayah kecamatan Bareng Kabupaten Jombang dengan luas wilayah 1.737.946 Ha, terletak di

ketinggian 35 m di atas permukaan laut, banyak curah hujan 200 mm/thn, dengan suhu udara sekitar 250C– 320C, Desa ini merupakan Desa paling selatan dari kecamatan ngusikan dan dataran rendah. Jarak desa Keboan ke pusat pemerintah kecamatan 3 km, dan 23 km dari wilayah Kabupaten Jombang, 61 km dari Ibukota Propinsi Jawa Timur, dan 800 km dari ibukota negara. Desa ini terdiri 2 dusun yaitu Keboan Lor dan Keboan Kidul, terdiri dari 25 RT dan 6 RW dengan jumlah penduduk 3.527 jiwa terdiri dari 1.764 perempuan dan 1.763 laki-laki dari 1057 KK yang ada. Batas wilayah Desa keboan adalah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : Ketapang Kuning. : Sungai Brantas : Menturus : Wates Projo

4.1.2

Data Umum Data umum terdiri dari karakteristik responden, karakteristik ini terdiri dari umur, pendidikan dan pekerjaan.

1.

Karakteristik responden berdasarkan umur

1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie 4. Gambar 4. 2010. Karakteristik respoden berdasarkan Tingkat Pendidikan Sumber: Data primer.5%). 2. 2010.5%).2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram prie 4.Sumber: Data primer.2 dapat diketahui bahwa . Gambar 4. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2.1 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.

3 Data Khusus . 4. Karakteristik respoden berdasarkan Pekerjaan Sumber: Data primer.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden dan sebagian kecil yaitu 4 responden (10.hampir setengahnya (37.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37.1.5%). 2010.5%).3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu menyusui di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72. Gambar 4.0%) adalah pegawai negeri sipil. 3. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.

1.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik. Berdasarkan gambar diagram pie 4. Gambar 4. 2010.5 dapat diketahui bahwa . Pemberian ASI Ekslusif Sumber: Data primer. 2010.4 Distribusi frekuensi Pengetahuan Responden tentang ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. Gambar 4.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Sumber: Data primer. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27. 2.5 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.

0 Cukup 10 90.9 1 9.0 Kurang 0 0.1 Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pemberian ASI Eksklusif Jumlah Tidak memberi Memberi Prosentase Prosentase Prosentase Frekuensi Frekuensi Frekuensi (%) (%) (%) Baik 9 42.sebagian besar yaitu 21 responden (52.4 Analisis Data Penelitian . Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 4. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusid di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90.5 21 52. dan hampir setengahnya yaitu 19 responden (48.5 40 100.1 11 100.1%) dan 9 responden (42.5%) memberikan ASI Ekssklusif.1.9 20 57.0 Jumlah 19 47. 2010.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif.00 Sumber: Data primer. 4.0 0 0. 3.1 29 100.0 0 0.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. dan sebanyak 1 responden (2.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif.

001 . yaitu uji jenjang untuk menentukan apakah dua sampel independent berasal dari populasi yang mempunyai mean sama. maka perlu dilakukan uji terhadap hipotesis.343 .Data penelitian yang diperoleh melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner variabel pengetahun ibu menyusui tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI Eksklusif. [2*(1-tailed Sig. Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsb Pengetahun Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif 104. U test merupakan alternatif dari uji t” untuk dua sampel (Two Sample t test). Data ini kemudian dikelompokkan kedalam katagori-kategori. Dari hasil output statistik dengan uji Mann-Whitney test di atas.2. (2) cukup. (2-tailed) Exact Sig. selengkapnya penulis sajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Sig.)] a. Untuk variabel pengetahuan tentang ASI Eksklusid dibagi menjadi tiga kategori. Hasil U test (Mann-Whitney Test).009 a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Hipotesis : . dan (3) kurang. b. Not corrected for ties. (1) memberikan ASI secara eksklusif. sedangkan untuk variabel pemberian ASI eksklusif dikelompokkan dalam 2 kategori. Grouping Variable: Pemberian ASI Eksklusif Sumber: Output SPSS. 1. meliputi: (1) baik.000 -3. Data pengelompokan ini kemudian diuji dengan MannWhitney Test. maka dapat dilakukan pengujian apakah ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif.000 294. (2) memberikan ASI secara tidak eksklusif.

didapat harga Zh = -3.05 (pengujian dua sisi) maka : H0 diterima jika : .96 3.1 Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan Hasil penelitian mengenai pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan berdasarkan diagaram pie 4. Ketentuan : Dengan α 0. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27.343.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.sig =0. Dengan demikian H0 ditolak.2.H1 : Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.96 H0 ditolak jika : Zh > + 1.1.96 ≤ Zh ≤ 1. dengan Asymp. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan. Pengetahuan adalah hasil dan tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. 2.2 Pembahasan 4. . Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif.96 atau Zh < -1.. kesimpulannya.009. 4. H0 : Tidak ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik. Kesimpulan: Dari hasil uji U test di atas.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.

Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. Faktor pendidikan juga mempengaruhi pengetahuan seseorang. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. maka seseorang akan melakukan tindakan terhadap sesuatu itu baik pula (Notoatmodjo. Hasil penelitian pada diagram pie 4. Jika pengetahuan tentang suatu hal itu baik.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. hampir setengahnya tingkat pendidikannya adalah tingkat dasar yang terdiri dari 11 responden (27. Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37. Jika .2 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya (37. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya.pendengaran.5%) lulusan SMP dan 10 responden (25. usia dan pekerjaan (Nursalam. penciuman. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan.5%).5%).5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi. 2003:39). dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. sebagian kecil yaitu 4 responden (10. Hasil penelitian dan teori di atas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pengetahuan ibu menyusui dipengaruhi oleh faktor pendidikan.1 menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.0%) lulusan SD. Berdasarkan diagram pie 4. 2003: 127). Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa muda yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat.5%).

5 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 21 responden (52. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam. Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.5%). Faktor yang ketiga adalah pekerjaan. dan hampir setengahnya yaitu 19 . Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih mempunyai waktu dan kesempatan dalam memperoleh informasi secara langsung tentang ASI Eksklusif baik dari tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu atau kegiatan PKK dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. Hasil penelitian tentang Pemberian sebagaimana diagram pie 4. 4. 2003:38). Berdasarkan diagram pie 4. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.2 Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan.0%) adalah pegawai negeri sipil. Hal ini dikarenakan ibu menyusui yang bekerja tidak mempunyai waktu untuk mendapatkan informasi serta pengetahuan tentang ASI Eksklusif secara langsung dikarenakan ibu dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya.2. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.kebanyakan ibu menyusui berpendidikan SMA maka kemampuan ibu menyusui dalam menyerap informasi lebih mudah dan mempunyai tanggapan lebih rasional tentang ASI Eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang pendidikannya lebih rendah.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif.

dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Berdasarkan diagram pie 4. Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. biskuit. bubur nasi. 2001:1). hal ini bisa didasarkan pada faktor usia. pepaya. madu.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 . dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. dan pemberian ASI dapat diteruskan sampai ia berusia 2 tahun (Utami Roesli. tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula.5%). air teh. Faktor eksternal yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif adalah faktor pekerjaan. Salah satu dari faktor internal adalah faktor keamatangan jiwa atau pikiran.5%). Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. dan tim (Utami Roesli 2005:3). Setelah bayi berusia 6 bulan ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat. ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja.responden (48. air putih. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi sehingga lebih cenderung memberikan yang terbaik dalam hal ini pentingnya memberikan ASI-nya secara ekslusif pada bayinya. jeruk. Berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. bubur susu. sebagaimana hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.

1. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih memiliki waktu dan kesempatan dalam membreikan ASI secara eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja yang cenderung waktunya sudah tersita untuk menyelesaikan pekerjaannya.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.5%).1%) dan 9 responden (42. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam. dan memberikan ASI Ekssklusif Secara analitik dibuktikan melalui uji Mann Whitney hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. 2003:38).5%) .2.responden (72. Untuk responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57.3 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Hasil tabel 4. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri. 4. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90. sebanyak 1 responden (2.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. yaitu tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan pemberian ASI ekslusif di Desa Keboan. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.0%) adalah pegawai negeri sipil.

009. dengan pengkajian pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam secara eksklufi kepada bayinya. Pengetahuan tentang ASI Esklusif merupakan aspek penting bagi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi secara ekslusif. kesimpulannya. benar dan tepat. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. dengan Asymp.sig =0. Ibu menyusui yang berpengetahuan baik akan cenderung berperilaku baik. Selain itu pemberian ASI Ekslusif harus dilandasi pentingnya kebutuhan bayi akan ASI secara Eksklusif. Hasil penelitian dan teori yang mendukung tentang keterkaitan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat peneliti simpulkan bahwa pengetahuan yang baik akan mendorong seseorang untuk berupaya semaksimal mungkin untuk berperilaku secara baik sesuai dengan pengetahuannya. Jika pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif masih kurang maka perlu dilakukan pengkajian tentang ASI Ekslusif dengan cara pennyuluhan. Pengetahuan yang baik dan memadai tentang ASI Eksklusif akan membantu ibu untuk bertanggung jawab terhadap anaknya yakni tetap berupaya . maka sebagai tenaga medis haruslah melakukan pengkajian pengetahuan serta pemberian informasi tentang ASI Eksklusif. sehingga ibu menyusui cenmderung memberikan ASI Eksklusif sesuai dengan pengetahuannya bahwa ASI eksklusif sangat penting bagi bayi. penyampaian materi ASI Eksklusif oleh tenaga kesehatan ketika kegiatan posyandu dan PKK. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Jika ibu menyusui belum atau kurang berperilaku baik dikarenakan ketidaktahuan.343. Dengan demikian H0 ditolak. didapat harga Zh = -3.Dari hasil uji U test di atas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian .semaksimal mungkin memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya demi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara normal.

5%) memberikan ASI secara ekslusif sebanyak 21 responden. Bagi Ibu Menyusui Diharapkan ibu menyusui selalu termotivasi untuk tetap memberikan yang terbaik bagi bayinya dengan cara memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baik ibu menyusui itu sedang bekerja atau tidak. Adanya hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang 5. 2.2 Saran 1. Sebagian besar ibu menyusui (52. 3. perumusan masalah hingga evaluasi.5%) adalah baik sebanyak 29 responden dari 40 responden. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mampu mengembangkan penelitian yang dilakukan dengan memperluas dan memperbesar sample . Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif sebagian besar (72. 2. Hasil studi ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para peneliti untuk memberikan informasi yang mendalam tentang pentingnya ASI Eksklusif.ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat disimpulkan bahwa : 1. 3. Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dalam penerapan tentang teori penelitian yang telah diterima agar lebih mendalam penyelesaian studi kasus mulai dari pencarian data.

Bagi Institusi Pendidikan Menambah buku – buku dan literature tentang pengetahuan ASI Ekslufi yang terkait dengan Pemberian ASI Eksklusif. 4. .dan menggunakan instrumen yang yang telah teruji serta pengolahan data menggunakan analisa yang lebih selektif agar dapat diperoleh hasil yang lebih representatif.

dengan demikian dapat mengurangi kesempatan ovum dan sperma bertemu dan menghambat terjadinya pembuahan.991 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. dengan pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam memilih dan memutuskan memilih KB IUD secara benar dan tepat. Kabupaten Jombang sebanyak 32 orang. SABHATINNI KB IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. majalah. Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square. mendengarkan radio. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Bareng. Dan hasil uji chi square didapatkan bahwa χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 8. tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Variabel independent adalah pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dan variabel dependent adalah pemilihan pemakaian KB IUD. Kata kunci: Pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian Diharapkan ibu menyusui akan termotivasi untuk berpartisipasi dalam memilih alat kontrasepsi yang berjangka panjang salah satunya KB IUD dengan cara mencari informasi tentang alat kontrasepsi melalui membaca koran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional. Pemilihan Pemakaian KB IUD . menonton televisi. bertanya kepada tenaga kesehatan tentang KB IUD.ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG KB IUD DENGAN PEMILIHAN PEMAKAIAN KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010 Oleh: SONYA R. Kecamatan Bareng. Ibu Menyusui.293 > 5. Dalam pemilihan KB IUD faktor pengetahuan merupakan aspek penting. Hasil penelitian didapatkan bahwa 8 ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan cukup dan memilih memakai KB IUD. IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus dan lentur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful