BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Secara geografis, Desa Keboan termasuk wilayah kecamatan Bareng Kabupaten Jombang dengan luas wilayah 1.737.946 Ha, terletak di

ketinggian 35 m di atas permukaan laut, banyak curah hujan 200 mm/thn, dengan suhu udara sekitar 250C– 320C, Desa ini merupakan Desa paling selatan dari kecamatan ngusikan dan dataran rendah. Jarak desa Keboan ke pusat pemerintah kecamatan 3 km, dan 23 km dari wilayah Kabupaten Jombang, 61 km dari Ibukota Propinsi Jawa Timur, dan 800 km dari ibukota negara. Desa ini terdiri 2 dusun yaitu Keboan Lor dan Keboan Kidul, terdiri dari 25 RT dan 6 RW dengan jumlah penduduk 3.527 jiwa terdiri dari 1.764 perempuan dan 1.763 laki-laki dari 1057 KK yang ada. Batas wilayah Desa keboan adalah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : Ketapang Kuning. : Sungai Brantas : Menturus : Wates Projo

4.1.2

Data Umum Data umum terdiri dari karakteristik responden, karakteristik ini terdiri dari umur, pendidikan dan pekerjaan.

1.

Karakteristik responden berdasarkan umur

2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram prie 4. Karakteristik respoden berdasarkan Tingkat Pendidikan Sumber: Data primer. Gambar 4.Sumber: Data primer.5%).1 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa . 2. 2010. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. 2010.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie 4.5%).

dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.hampir setengahnya (37. 4.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden dan sebagian kecil yaitu 4 responden (10. Karakteristik respoden berdasarkan Pekerjaan Sumber: Data primer. Gambar 4.5%).0%) adalah pegawai negeri sipil.3 Data Khusus . Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37. 3.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu menyusui di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi.1.5%). 2010.

Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Sumber: Data primer.5 dapat diketahui bahwa . 2010.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik. Gambar 4. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27. Gambar 4.5 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. 2010. 2.4 Distribusi frekuensi Pengetahuan Responden tentang ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. Pemberian ASI Ekslusif Sumber: Data primer.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.1. Berdasarkan gambar diagram pie 4.

dan sebanyak 1 responden (2. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90.1%) dan 9 responden (42.0 0 0.0 Jumlah 19 47. 3.5%) memberikan ASI Ekssklusif.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif.4 Analisis Data Penelitian . Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusid di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57.5 40 100.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.0 0 0.1 11 100.00 Sumber: Data primer.1.9 1 9.0 Cukup 10 90.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. 2010.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif. 4.1 29 100.5 21 52.9 20 57. Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 4. dan hampir setengahnya yaitu 19 responden (48. Pemberian ASI Eksklusif Jumlah Tidak memberi Memberi Prosentase Prosentase Prosentase Frekuensi Frekuensi Frekuensi (%) (%) (%) Baik 9 42.0 Kurang 0 0.sebagian besar yaitu 21 responden (52.1 Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.

[2*(1-tailed Sig. Dari hasil output statistik dengan uji Mann-Whitney test di atas. Hipotesis : .2. meliputi: (1) baik. b. Sig.)] a. yaitu uji jenjang untuk menentukan apakah dua sampel independent berasal dari populasi yang mempunyai mean sama. Grouping Variable: Pemberian ASI Eksklusif Sumber: Output SPSS. dan (3) kurang. maka perlu dilakukan uji terhadap hipotesis. selengkapnya penulis sajikan pada tabel berikut: Tabel 4. U test merupakan alternatif dari uji t” untuk dua sampel (Two Sample t test). Untuk variabel pengetahuan tentang ASI Eksklusid dibagi menjadi tiga kategori.000 294.009 a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsb Pengetahun Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif 104. (2) cukup.000 -3. sedangkan untuk variabel pemberian ASI eksklusif dikelompokkan dalam 2 kategori. (1) memberikan ASI secara eksklusif. Data pengelompokan ini kemudian diuji dengan MannWhitney Test.001 . (2-tailed) Exact Sig. Data ini kemudian dikelompokkan kedalam katagori-kategori. (2) memberikan ASI secara tidak eksklusif. maka dapat dilakukan pengujian apakah ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. 1.343 . Hasil U test (Mann-Whitney Test). Not corrected for ties.Data penelitian yang diperoleh melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner variabel pengetahun ibu menyusui tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI Eksklusif.

5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik.1 Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan Hasil penelitian mengenai pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan berdasarkan diagaram pie 4. Kesimpulan: Dari hasil uji U test di atas. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan. . kesimpulannya.96 H0 ditolak jika : Zh > + 1. Ketentuan : Dengan α 0.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72.96 ≤ Zh ≤ 1.H1 : Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. dengan Asymp.2.1. H0 : Tidak ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. didapat harga Zh = -3. Dengan demikian H0 ditolak. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.2 Pembahasan 4.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.96 3. 2.009. Pengetahuan adalah hasil dan tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.343.96 atau Zh < -1.. 4.sig =0.05 (pengujian dua sisi) maka : H0 diterima jika : .

Berdasarkan diagram pie 4.1 menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. Faktor pendidikan juga mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37.5%). Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa muda yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi.5%). Jika . 2003: 127). Hasil penelitian pada diagram pie 4. usia dan pekerjaan (Nursalam.5%).0%) lulusan SD. hampir setengahnya tingkat pendidikannya adalah tingkat dasar yang terdiri dari 11 responden (27. penciuman. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi. Jika pengetahuan tentang suatu hal itu baik.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. maka seseorang akan melakukan tindakan terhadap sesuatu itu baik pula (Notoatmodjo. sebagian kecil yaitu 4 responden (10. 2003:39).2 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya (37. Hasil penelitian dan teori di atas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pengetahuan ibu menyusui dipengaruhi oleh faktor pendidikan.5%) lulusan SMP dan 10 responden (25. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan.pendengaran.

Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. 2003:38). Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam.2. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. 4. Berdasarkan diagram pie 4.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.2 Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan.5 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 21 responden (52.5%). dan hampir setengahnya yaitu 19 .kebanyakan ibu menyusui berpendidikan SMA maka kemampuan ibu menyusui dalam menyerap informasi lebih mudah dan mempunyai tanggapan lebih rasional tentang ASI Eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang pendidikannya lebih rendah. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih mempunyai waktu dan kesempatan dalam memperoleh informasi secara langsung tentang ASI Eksklusif baik dari tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu atau kegiatan PKK dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja. Hasil penelitian tentang Pemberian sebagaimana diagram pie 4. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri. Hal ini dikarenakan ibu menyusui yang bekerja tidak mempunyai waktu untuk mendapatkan informasi serta pengetahuan tentang ASI Eksklusif secara langsung dikarenakan ibu dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya.0%) adalah pegawai negeri sipil. Faktor yang ketiga adalah pekerjaan.

jeruk. pepaya. Salah satu dari faktor internal adalah faktor keamatangan jiwa atau pikiran. madu. Berdasarkan diagram pie 4. Setelah bayi berusia 6 bulan ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat.5%).5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. bubur nasi. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. dan tim (Utami Roesli 2005:3). biskuit. bubur susu. air teh.responden (48. sebagaimana hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. hal ini bisa didasarkan pada faktor usia. tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 . dan pemberian ASI dapat diteruskan sampai ia berusia 2 tahun (Utami Roesli. dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. Faktor eksternal yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif adalah faktor pekerjaan. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat. Berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal.5%). ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja. 2001:1). air putih. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi sehingga lebih cenderung memberikan yang terbaik dalam hal ini pentingnya memberikan ASI-nya secara ekslusif pada bayinya. Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan.

5%) .9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman.1.responden (72. sebanyak 1 responden (2.1%) dan 9 responden (42. 4.5%). 2003:38). Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih memiliki waktu dan kesempatan dalam membreikan ASI secara eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja yang cenderung waktunya sudah tersita untuk menyelesaikan pekerjaannya. dan memberikan ASI Ekssklusif Secara analitik dibuktikan melalui uji Mann Whitney hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.2. Untuk responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri. yaitu tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan pemberian ASI ekslusif di Desa Keboan.0%) adalah pegawai negeri sipil.3 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Hasil tabel 4. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90.

dengan Asymp. Dengan demikian H0 ditolak. kesimpulannya. Jika pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif masih kurang maka perlu dilakukan pengkajian tentang ASI Ekslusif dengan cara pennyuluhan.343. Selain itu pemberian ASI Ekslusif harus dilandasi pentingnya kebutuhan bayi akan ASI secara Eksklusif.Dari hasil uji U test di atas. Pengetahuan tentang ASI Esklusif merupakan aspek penting bagi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi secara ekslusif. Pengetahuan yang baik dan memadai tentang ASI Eksklusif akan membantu ibu untuk bertanggung jawab terhadap anaknya yakni tetap berupaya .sig =0. maka sebagai tenaga medis haruslah melakukan pengkajian pengetahuan serta pemberian informasi tentang ASI Eksklusif. Ibu menyusui yang berpengetahuan baik akan cenderung berperilaku baik. penyampaian materi ASI Eksklusif oleh tenaga kesehatan ketika kegiatan posyandu dan PKK. didapat harga Zh = -3. dengan pengkajian pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam secara eksklufi kepada bayinya. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.009. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. Hasil penelitian dan teori yang mendukung tentang keterkaitan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat peneliti simpulkan bahwa pengetahuan yang baik akan mendorong seseorang untuk berupaya semaksimal mungkin untuk berperilaku secara baik sesuai dengan pengetahuannya. sehingga ibu menyusui cenmderung memberikan ASI Eksklusif sesuai dengan pengetahuannya bahwa ASI eksklusif sangat penting bagi bayi. Jika ibu menyusui belum atau kurang berperilaku baik dikarenakan ketidaktahuan. benar dan tepat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian .semaksimal mungkin memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya demi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara normal.

perumusan masalah hingga evaluasi. 2. 3. Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dalam penerapan tentang teori penelitian yang telah diterima agar lebih mendalam penyelesaian studi kasus mulai dari pencarian data.ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat disimpulkan bahwa : 1. Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif sebagian besar (72. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mampu mengembangkan penelitian yang dilakukan dengan memperluas dan memperbesar sample . Hasil studi ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para peneliti untuk memberikan informasi yang mendalam tentang pentingnya ASI Eksklusif. Adanya hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang 5. 3. Sebagian besar ibu menyusui (52.5%) adalah baik sebanyak 29 responden dari 40 responden.2 Saran 1. 2. Bagi Ibu Menyusui Diharapkan ibu menyusui selalu termotivasi untuk tetap memberikan yang terbaik bagi bayinya dengan cara memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baik ibu menyusui itu sedang bekerja atau tidak.5%) memberikan ASI secara ekslusif sebanyak 21 responden.

4.dan menggunakan instrumen yang yang telah teruji serta pengolahan data menggunakan analisa yang lebih selektif agar dapat diperoleh hasil yang lebih representatif. Bagi Institusi Pendidikan Menambah buku – buku dan literature tentang pengetahuan ASI Ekslufi yang terkait dengan Pemberian ASI Eksklusif. .

ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG KB IUD DENGAN PEMILIHAN PEMAKAIAN KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010 Oleh: SONYA R. Pemilihan Pemakaian KB IUD . Ibu Menyusui. Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square. Dan hasil uji chi square didapatkan bahwa χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 8. majalah. IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus dan lentur. Variabel independent adalah pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dan variabel dependent adalah pemilihan pemakaian KB IUD. mendengarkan radio. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kabupaten Jombang sebanyak 32 orang. dengan pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam memilih dan memutuskan memilih KB IUD secara benar dan tepat. Berdasarkan hasil penelitian Diharapkan ibu menyusui akan termotivasi untuk berpartisipasi dalam memilih alat kontrasepsi yang berjangka panjang salah satunya KB IUD dengan cara mencari informasi tentang alat kontrasepsi melalui membaca koran. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional. dengan demikian dapat mengurangi kesempatan ovum dan sperma bertemu dan menghambat terjadinya pembuahan. menonton televisi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 8 ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan cukup dan memilih memakai KB IUD. SABHATINNI KB IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus. tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Bareng.293 > 5. bertanya kepada tenaga kesehatan tentang KB IUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.991 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Dalam pemilihan KB IUD faktor pengetahuan merupakan aspek penting. Kecamatan Bareng. Kata kunci: Pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful