BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Secara geografis, Desa Keboan termasuk wilayah kecamatan Bareng Kabupaten Jombang dengan luas wilayah 1.737.946 Ha, terletak di

ketinggian 35 m di atas permukaan laut, banyak curah hujan 200 mm/thn, dengan suhu udara sekitar 250C– 320C, Desa ini merupakan Desa paling selatan dari kecamatan ngusikan dan dataran rendah. Jarak desa Keboan ke pusat pemerintah kecamatan 3 km, dan 23 km dari wilayah Kabupaten Jombang, 61 km dari Ibukota Propinsi Jawa Timur, dan 800 km dari ibukota negara. Desa ini terdiri 2 dusun yaitu Keboan Lor dan Keboan Kidul, terdiri dari 25 RT dan 6 RW dengan jumlah penduduk 3.527 jiwa terdiri dari 1.764 perempuan dan 1.763 laki-laki dari 1057 KK yang ada. Batas wilayah Desa keboan adalah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : Ketapang Kuning. : Sungai Brantas : Menturus : Wates Projo

4.1.2

Data Umum Data umum terdiri dari karakteristik responden, karakteristik ini terdiri dari umur, pendidikan dan pekerjaan.

1.

Karakteristik responden berdasarkan umur

Gambar 4.5%). 2010.1 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram prie 4. 2010. Karakteristik respoden berdasarkan Tingkat Pendidikan Sumber: Data primer. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2.2 dapat diketahui bahwa . 2.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie 4.5%).Sumber: Data primer. Gambar 4.

5%).3 Data Khusus .hampir setengahnya (37.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu menyusui di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72. 3. Karakteristik respoden berdasarkan Pekerjaan Sumber: Data primer.1.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi.0%) adalah pegawai negeri sipil.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden dan sebagian kecil yaitu 4 responden (10.5%). dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5. Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37. 4. 2010. Gambar 4.

Gambar 4. Berdasarkan gambar diagram pie 4. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27. Pemberian ASI Ekslusif Sumber: Data primer. Gambar 4.5 dapat diketahui bahwa . 2.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik.1.5 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. 2010.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.4 Distribusi frekuensi Pengetahuan Responden tentang ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. 2010. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Sumber: Data primer.

1 Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. dan hampir setengahnya yaitu 19 responden (48. 3. Pemberian ASI Eksklusif Jumlah Tidak memberi Memberi Prosentase Prosentase Prosentase Frekuensi Frekuensi Frekuensi (%) (%) (%) Baik 9 42.0 0 0.9 1 9.1 11 100.0 0 0.sebagian besar yaitu 21 responden (52.5 21 52. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusid di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57.9 20 57.1 29 100. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90. 2010.5 40 100.0 Cukup 10 90.00 Sumber: Data primer.1.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.4 Analisis Data Penelitian .1%) dan 9 responden (42. Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 4.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif.0 Kurang 0 0. dan sebanyak 1 responden (2.0 Jumlah 19 47.5%) memberikan ASI Ekssklusif.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. 4.

selengkapnya penulis sajikan pada tabel berikut: Tabel 4. (2) cukup. dan (3) kurang. maka dapat dilakukan pengujian apakah ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Not corrected for ties. b. (1) memberikan ASI secara eksklusif. Sig.001 . maka perlu dilakukan uji terhadap hipotesis. (2) memberikan ASI secara tidak eksklusif. Hasil U test (Mann-Whitney Test). (2-tailed) Exact Sig. Hipotesis : . U test merupakan alternatif dari uji t” untuk dua sampel (Two Sample t test). 1.Data penelitian yang diperoleh melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner variabel pengetahun ibu menyusui tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI Eksklusif. Untuk variabel pengetahuan tentang ASI Eksklusid dibagi menjadi tiga kategori.009 a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. meliputi: (1) baik. Grouping Variable: Pemberian ASI Eksklusif Sumber: Output SPSS. Dari hasil output statistik dengan uji Mann-Whitney test di atas. Data ini kemudian dikelompokkan kedalam katagori-kategori. Data pengelompokan ini kemudian diuji dengan MannWhitney Test. yaitu uji jenjang untuk menentukan apakah dua sampel independent berasal dari populasi yang mempunyai mean sama.2. Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsb Pengetahun Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif 104.343 .000 -3. [2*(1-tailed Sig. sedangkan untuk variabel pemberian ASI eksklusif dikelompokkan dalam 2 kategori.)] a.000 294.

4.2.96 atau Zh < -1. didapat harga Zh = -3. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. 2.sig =0.. dengan Asymp.1 Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan Hasil penelitian mengenai pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan berdasarkan diagaram pie 4.96 ≤ Zh ≤ 1.05 (pengujian dua sisi) maka : H0 diterima jika : . Ketentuan : Dengan α 0.1.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.H1 : Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. H0 : Tidak ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Dengan demikian H0 ditolak.343.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. Kesimpulan: Dari hasil uji U test di atas.2 Pembahasan 4.96 3.96 H0 ditolak jika : Zh > + 1.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. Pengetahuan adalah hasil dan tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.009. . kesimpulannya.

5%). maka seseorang akan melakukan tindakan terhadap sesuatu itu baik pula (Notoatmodjo.0%) lulusan SD. usia dan pekerjaan (Nursalam. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden. Jika . 2003:39).1 menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.5%).5%) lulusan SMP dan 10 responden (25. Faktor pendidikan juga mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa muda yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. Hasil penelitian pada diagram pie 4.pendengaran.5%). Hasil penelitian dan teori di atas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pengetahuan ibu menyusui dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. 2003: 127). Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37. penciuman. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2.2 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya (37. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan. Jika pengetahuan tentang suatu hal itu baik. Berdasarkan diagram pie 4. sebagian kecil yaitu 4 responden (10. hampir setengahnya tingkat pendidikannya adalah tingkat dasar yang terdiri dari 11 responden (27.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi.

2003:38).kebanyakan ibu menyusui berpendidikan SMA maka kemampuan ibu menyusui dalam menyerap informasi lebih mudah dan mempunyai tanggapan lebih rasional tentang ASI Eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang pendidikannya lebih rendah. Hal ini dikarenakan ibu menyusui yang bekerja tidak mempunyai waktu untuk mendapatkan informasi serta pengetahuan tentang ASI Eksklusif secara langsung dikarenakan ibu dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya. 4. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif. Hasil penelitian tentang Pemberian sebagaimana diagram pie 4. dan hampir setengahnya yaitu 19 . Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih mempunyai waktu dan kesempatan dalam memperoleh informasi secara langsung tentang ASI Eksklusif baik dari tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu atau kegiatan PKK dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja. Faktor yang ketiga adalah pekerjaan. Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.0%) adalah pegawai negeri sipil.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.5%).5 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 21 responden (52. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman.2 Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan. Berdasarkan diagram pie 4.2.

biskuit. bubur susu. tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula. hal ini bisa didasarkan pada faktor usia. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. bubur nasi. Salah satu dari faktor internal adalah faktor keamatangan jiwa atau pikiran. jeruk. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. Berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan diagram pie 4. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi sehingga lebih cenderung memberikan yang terbaik dalam hal ini pentingnya memberikan ASI-nya secara ekslusif pada bayinya. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang.5%). dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. Faktor eksternal yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif adalah faktor pekerjaan. sebagaimana hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. Setelah bayi berusia 6 bulan ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat.5%). 2001:1). air teh. dan tim (Utami Roesli 2005:3). Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat. dan pemberian ASI dapat diteruskan sampai ia berusia 2 tahun (Utami Roesli. Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 .responden (48. ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. pepaya. madu. air putih.

Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. sebanyak 1 responden (2. dan memberikan ASI Ekssklusif Secara analitik dibuktikan melalui uji Mann Whitney hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90.1.0%) adalah pegawai negeri sipil.responden (72. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.1%) dan 9 responden (42. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam.5%).2. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. Untuk responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57.5%) . yaitu tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan pemberian ASI ekslusif di Desa Keboan. 2003:38).9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif. 4.3 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Hasil tabel 4. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih memiliki waktu dan kesempatan dalam membreikan ASI secara eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja yang cenderung waktunya sudah tersita untuk menyelesaikan pekerjaannya.

dengan pengkajian pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam secara eksklufi kepada bayinya. Pengetahuan yang baik dan memadai tentang ASI Eksklusif akan membantu ibu untuk bertanggung jawab terhadap anaknya yakni tetap berupaya .009. kesimpulannya.Dari hasil uji U test di atas. dengan Asymp. Hasil penelitian dan teori yang mendukung tentang keterkaitan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat peneliti simpulkan bahwa pengetahuan yang baik akan mendorong seseorang untuk berupaya semaksimal mungkin untuk berperilaku secara baik sesuai dengan pengetahuannya. penyampaian materi ASI Eksklusif oleh tenaga kesehatan ketika kegiatan posyandu dan PKK. Jika pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif masih kurang maka perlu dilakukan pengkajian tentang ASI Ekslusif dengan cara pennyuluhan. sehingga ibu menyusui cenmderung memberikan ASI Eksklusif sesuai dengan pengetahuannya bahwa ASI eksklusif sangat penting bagi bayi.sig =0. didapat harga Zh = -3. Pengetahuan tentang ASI Esklusif merupakan aspek penting bagi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi secara ekslusif. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. benar dan tepat. Ibu menyusui yang berpengetahuan baik akan cenderung berperilaku baik. Dengan demikian H0 ditolak. maka sebagai tenaga medis haruslah melakukan pengkajian pengetahuan serta pemberian informasi tentang ASI Eksklusif. Selain itu pemberian ASI Ekslusif harus dilandasi pentingnya kebutuhan bayi akan ASI secara Eksklusif.343. Jika ibu menyusui belum atau kurang berperilaku baik dikarenakan ketidaktahuan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif.

semaksimal mungkin memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya demi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara normal. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian .

2.5%) memberikan ASI secara ekslusif sebanyak 21 responden. Sebagian besar ibu menyusui (52. perumusan masalah hingga evaluasi. Adanya hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang 5.ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. 3.5%) adalah baik sebanyak 29 responden dari 40 responden. Bagi Ibu Menyusui Diharapkan ibu menyusui selalu termotivasi untuk tetap memberikan yang terbaik bagi bayinya dengan cara memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baik ibu menyusui itu sedang bekerja atau tidak.2 Saran 1. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mampu mengembangkan penelitian yang dilakukan dengan memperluas dan memperbesar sample . Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif sebagian besar (72. Hasil studi ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para peneliti untuk memberikan informasi yang mendalam tentang pentingnya ASI Eksklusif. Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dalam penerapan tentang teori penelitian yang telah diterima agar lebih mendalam penyelesaian studi kasus mulai dari pencarian data.

4. . Bagi Institusi Pendidikan Menambah buku – buku dan literature tentang pengetahuan ASI Ekslufi yang terkait dengan Pemberian ASI Eksklusif.dan menggunakan instrumen yang yang telah teruji serta pengolahan data menggunakan analisa yang lebih selektif agar dapat diperoleh hasil yang lebih representatif.

Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square. Variabel independent adalah pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dan variabel dependent adalah pemilihan pemakaian KB IUD. Kabupaten Jombang sebanyak 32 orang. Pemilihan Pemakaian KB IUD . Kecamatan Bareng.ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG KB IUD DENGAN PEMILIHAN PEMAKAIAN KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010 Oleh: SONYA R. Ibu Menyusui.991 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. dengan pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam memilih dan memutuskan memilih KB IUD secara benar dan tepat. tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Kata kunci: Pengetahuan. Dalam pemilihan KB IUD faktor pengetahuan merupakan aspek penting. Berdasarkan hasil penelitian Diharapkan ibu menyusui akan termotivasi untuk berpartisipasi dalam memilih alat kontrasepsi yang berjangka panjang salah satunya KB IUD dengan cara mencari informasi tentang alat kontrasepsi melalui membaca koran.293 > 5. Dan hasil uji chi square didapatkan bahwa χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 8. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional. bertanya kepada tenaga kesehatan tentang KB IUD. menonton televisi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Bareng. majalah. IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus dan lentur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. SABHATINNI KB IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus. dengan demikian dapat mengurangi kesempatan ovum dan sperma bertemu dan menghambat terjadinya pembuahan. mendengarkan radio. Hasil penelitian didapatkan bahwa 8 ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan cukup dan memilih memakai KB IUD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful