BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Secara geografis, Desa Keboan termasuk wilayah kecamatan Bareng Kabupaten Jombang dengan luas wilayah 1.737.946 Ha, terletak di

ketinggian 35 m di atas permukaan laut, banyak curah hujan 200 mm/thn, dengan suhu udara sekitar 250C– 320C, Desa ini merupakan Desa paling selatan dari kecamatan ngusikan dan dataran rendah. Jarak desa Keboan ke pusat pemerintah kecamatan 3 km, dan 23 km dari wilayah Kabupaten Jombang, 61 km dari Ibukota Propinsi Jawa Timur, dan 800 km dari ibukota negara. Desa ini terdiri 2 dusun yaitu Keboan Lor dan Keboan Kidul, terdiri dari 25 RT dan 6 RW dengan jumlah penduduk 3.527 jiwa terdiri dari 1.764 perempuan dan 1.763 laki-laki dari 1057 KK yang ada. Batas wilayah Desa keboan adalah sebagai berikut : Utara Selatan Timur Barat : Ketapang Kuning. : Sungai Brantas : Menturus : Wates Projo

4.1.2

Data Umum Data umum terdiri dari karakteristik responden, karakteristik ini terdiri dari umur, pendidikan dan pekerjaan.

1.

Karakteristik responden berdasarkan umur

2010.5%).2 dapat diketahui bahwa . Gambar 4. Gambar 4. 2010.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram prie 4.Sumber: Data primer.5%). dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2.1 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie 4. 2. Karakteristik respoden berdasarkan Tingkat Pendidikan Sumber: Data primer.

3.hampir setengahnya (37. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5. Karakteristik respoden berdasarkan Pekerjaan Sumber: Data primer. 2010.0%) adalah pegawai negeri sipil. 4.3 Data Khusus . Gambar 4.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden dan sebagian kecil yaitu 4 responden (10.1.5%). Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu menyusui di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.5%).

1. Gambar 4.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik. Berdasarkan gambar diagram pie 4. 2010.4 Distribusi frekuensi Pengetahuan Responden tentang ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang Berdasarkan gambar diagram pie di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Sumber: Data primer. 2010. Pemberian ASI Ekslusif Sumber: Data primer. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27.5 dapat diketahui bahwa . Gambar 4. 2.5 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.

1 Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif.9 1 9.0 0 0.9 20 57.0 Cukup 10 90. Tabulasi silang Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 4.4 Analisis Data Penelitian .1%) dan 9 responden (42.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90. 4. dan sebanyak 1 responden (2. dan hampir setengahnya yaitu 19 responden (48. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif Tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusid di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57.0 0 0.1.0 Jumlah 19 47.5 21 52.1 11 100.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif. 3.00 Sumber: Data primer. 2010.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif.5%) memberikan ASI Ekssklusif.sebagian besar yaitu 21 responden (52.0 Kurang 0 0.1 29 100.5 40 100. Pemberian ASI Eksklusif Jumlah Tidak memberi Memberi Prosentase Prosentase Prosentase Frekuensi Frekuensi Frekuensi (%) (%) (%) Baik 9 42.

Untuk variabel pengetahuan tentang ASI Eksklusid dibagi menjadi tiga kategori.343 . U test merupakan alternatif dari uji t” untuk dua sampel (Two Sample t test). Sig.009 a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Hasil U test (Mann-Whitney Test). Grouping Variable: Pemberian ASI Eksklusif Sumber: Output SPSS. meliputi: (1) baik.Data penelitian yang diperoleh melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner variabel pengetahun ibu menyusui tentang ASI eksklusif dan pemberian ASI Eksklusif. Data pengelompokan ini kemudian diuji dengan MannWhitney Test.000 -3. Not corrected for ties. Hipotesis : . selengkapnya penulis sajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Data ini kemudian dikelompokkan kedalam katagori-kategori. 1. [2*(1-tailed Sig. b. (1) memberikan ASI secara eksklusif. maka perlu dilakukan uji terhadap hipotesis.001 . (2) memberikan ASI secara tidak eksklusif. sedangkan untuk variabel pemberian ASI eksklusif dikelompokkan dalam 2 kategori. yaitu uji jenjang untuk menentukan apakah dua sampel independent berasal dari populasi yang mempunyai mean sama. Dari hasil output statistik dengan uji Mann-Whitney test di atas.)] a. dan (3) kurang.2.000 294. (2-tailed) Exact Sig. (2) cukup. Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsb Pengetahun Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif 104. maka dapat dilakukan pengujian apakah ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif.

kesimpulannya.1.2 Pembahasan 4.1 Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan Hasil penelitian mengenai pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif di Desa Keboan berdasarkan diagaram pie 4.343. .96 atau Zh < -1.96 3. dengan Asymp. 4. Kesimpulan: Dari hasil uji U test di atas. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan. dan hampir setengahnya yaitu 11 responden (27.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori baik.96 H0 ditolak jika : Zh > + 1. Pengetahuan adalah hasil dan tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Dengan demikian H0 ditolak.H1 : Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 29 responden (72. 2..96 ≤ Zh ≤ 1. didapat harga Zh = -3.009.5%) pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif pada kategori cukup. Ketentuan : Dengan α 0.05 (pengujian dua sisi) maka : H0 diterima jika : . Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. H0 : Tidak ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.2.sig =0.

5%) lulusan SMP dan 10 responden (25.1 menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. 2003: 127). Hal ini menunjukkan respoden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA sejumlah 15 responden(37.0%) tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. Hasil penelitian dan teori di atas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pengetahuan ibu menyusui dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Jika . Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan. Jika pengetahuan tentang suatu hal itu baik.5%).5%). Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. Faktor pendidikan juga mempengaruhi pengetahuan seseorang. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. usia dan pekerjaan (Nursalam. hampir setengahnya tingkat pendidikannya adalah tingkat dasar yang terdiri dari 11 responden (27. Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. penciuman.5%) responden dengan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 15 responden. maka seseorang akan melakukan tindakan terhadap sesuatu itu baik pula (Notoatmodjo.0%) lulusan SD. Berdasarkan diagram pie 4. 2003:39). Hasil penelitian pada diagram pie 4. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa muda yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.5%).2 dapat diketahui bahwa hampir setengahnya (37. sebagian kecil yaitu 4 responden (10.pendengaran.

Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Berdasarkan diagram pie 4. Hasil penelitian tentang Pemberian sebagaimana diagram pie 4.2. 4. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. dan hampir setengahnya yaitu 19 .kebanyakan ibu menyusui berpendidikan SMA maka kemampuan ibu menyusui dalam menyerap informasi lebih mudah dan mempunyai tanggapan lebih rasional tentang ASI Eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang pendidikannya lebih rendah.3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 responden (72.5%). Hal ini dikarenakan ibu menyusui yang bekerja tidak mempunyai waktu untuk mendapatkan informasi serta pengetahuan tentang ASI Eksklusif secara langsung dikarenakan ibu dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya.5 dapat diketahui bahwa sebagian besar yaitu 21 responden (52.5%) adalah memberikan ASI Ekslusif. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih mempunyai waktu dan kesempatan dalam memperoleh informasi secara langsung tentang ASI Eksklusif baik dari tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu atau kegiatan PKK dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja. Faktor yang ketiga adalah pekerjaan. 2003:38).0%) adalah pegawai negeri sipil.2 Pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan. Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri.

madu. Berdasarkan diagram pie 4. Menurut Notoatmojo (2005: 13) menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia maka tingkat pengetahuan akan berkembang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang pernah didapatkannya. dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. bubur nasi. dan pemberian ASI dapat diteruskan sampai ia berusia 2 tahun (Utami Roesli. pepaya. bubur susu. Setelah bayi berusia 6 bulan ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat.5%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. biskuit. Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. sebagaimana hasil penelitian yang menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berumur 31 – 35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (42. Salah satu dari faktor internal adalah faktor keamatangan jiwa atau pikiran. ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja. Sehingga dalam cara berpikir serta pengembangan pengetahuannya cukup matang. Faktor eksternal yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif adalah faktor pekerjaan. dan tim (Utami Roesli 2005:3). Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian karena sebagian besar responden merupakan dewasa yang cukup tinggi tingkat kedewasaannya dan cukup banyak pengalaman yang didapat.5%).5%). Karena semakin matang usia ibu maka semakin banyak pengalaman yang didapat berdasarkan fakta yang telah dihadapi sehingga lebih cenderung memberikan yang terbaik dalam hal ini pentingnya memberikan ASI-nya secara ekslusif pada bayinya. dan sebagian kecil berumur <= 20 tahun yaitu 1 responden (2. air putih. jeruk. tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula. 2001:1).3 sebagian besar responden adalah ibu rumah tangga (tidak bekerja) yaitu sebanyak 38 . Berbagai faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal.responden (48. air teh. hal ini bisa didasarkan pada faktor usia.

3 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Hasil tabel 4.1%) dan 9 responden (42.2. yaitu tabel tabulasi silang pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang pada 30 Juni – 20 Juli 2010 menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan pemberian ASI ekslusif di Desa Keboan. Pekerjaan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.9%) yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil penelitian dan teori diatas menunjukkan adanya kesesuaian bahwa ibu menyusui yang tidak bekerja akan lebih memiliki waktu dan kesempatan dalam membreikan ASI secara eksklusif dibandingkan dengan ibu menyusui yang bekerja yang cenderung waktunya sudah tersita untuk menyelesaikan pekerjaannya.responden (72. Untuk responden dengan pengetahuan baik sebanyak 29 responden terdiri dari yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 20 responden (57. 2003:38). dan memberikan ASI Ekssklusif Secara analitik dibuktikan melalui uji Mann Whitney hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Ekslusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. bagi anggota keluarga dan diperoleh pengalaman. sebanyak 1 responden (2.9%) tidak memberikan ASI Eksklusif. melalui pekerjaan seseorang dapat berbuat sesuatu yang bernilai bermanfaat kita sendiri. dan sebagian kecil yaitu 2 responden (5.1.5%).0%) adalah pegawai negeri sipil. Sedangkan menyusui dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 responden terdiri dari 10 responden (90.5%) . Faktor pekerjaan seringkali menyebabkan seseorang sibuk akan pekerjaanya (Nursalam. 4.

dengan Asymp. Selain itu pemberian ASI Ekslusif harus dilandasi pentingnya kebutuhan bayi akan ASI secara Eksklusif.Dari hasil uji U test di atas.009. Pengetahuan tentang ASI Esklusif merupakan aspek penting bagi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi secara ekslusif. kesimpulannya. benar dan tepat. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Kardinan (2009: 28 ) tentang pengetahuan yang perlu dimiliki dalam pemberian ASI Ekslusif. Jika ibu menyusui belum atau kurang berperilaku baik dikarenakan ketidaktahuan. Pengetahuan yang baik dan memadai tentang ASI Eksklusif akan membantu ibu untuk bertanggung jawab terhadap anaknya yakni tetap berupaya . Hasil penelitian dan teori yang mendukung tentang keterkaitan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif dengan Pemberian ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat peneliti simpulkan bahwa pengetahuan yang baik akan mendorong seseorang untuk berupaya semaksimal mungkin untuk berperilaku secara baik sesuai dengan pengetahuannya. penyampaian materi ASI Eksklusif oleh tenaga kesehatan ketika kegiatan posyandu dan PKK. didapat harga Zh = -3.343. Jika pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif masih kurang maka perlu dilakukan pengkajian tentang ASI Ekslusif dengan cara pennyuluhan. Dengan demikian H0 ditolak. Ibu menyusui yang berpengetahuan baik akan cenderung berperilaku baik. sehingga ibu menyusui cenmderung memberikan ASI Eksklusif sesuai dengan pengetahuannya bahwa ASI eksklusif sangat penting bagi bayi. dengan pengkajian pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam secara eksklufi kepada bayinya.sig =0. maka sebagai tenaga medis haruslah melakukan pengkajian pengetahuan serta pemberian informasi tentang ASI Eksklusif. Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang.

1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian .semaksimal mungkin memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya demi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara normal. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

5%) adalah baik sebanyak 29 responden dari 40 responden. Sebagian besar ibu menyusui (52. Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dalam penerapan tentang teori penelitian yang telah diterima agar lebih mendalam penyelesaian studi kasus mulai dari pencarian data. 3. Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif sebagian besar (72. 3. Bagi Ibu Menyusui Diharapkan ibu menyusui selalu termotivasi untuk tetap memberikan yang terbaik bagi bayinya dengan cara memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baik ibu menyusui itu sedang bekerja atau tidak.2 Saran 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mampu mengembangkan penelitian yang dilakukan dengan memperluas dan memperbesar sample . Adanya hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang 5.ASI eksklusif di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang dapat disimpulkan bahwa : 1. 2.5%) memberikan ASI secara ekslusif sebanyak 21 responden. Hasil studi ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para peneliti untuk memberikan informasi yang mendalam tentang pentingnya ASI Eksklusif. perumusan masalah hingga evaluasi. 2.

.dan menggunakan instrumen yang yang telah teruji serta pengolahan data menggunakan analisa yang lebih selektif agar dapat diperoleh hasil yang lebih representatif. Bagi Institusi Pendidikan Menambah buku – buku dan literature tentang pengetahuan ASI Ekslufi yang terkait dengan Pemberian ASI Eksklusif. 4.

Hasil penelitian didapatkan bahwa 8 ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan cukup dan memilih memakai KB IUD. Kabupaten Jombang sebanyak 32 orang. SABHATINNI KB IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus. menonton televisi. majalah.293 > 5. Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square. dengan pengetahuan berarti dapat membantu ibu menyusui dalam memilih dan memutuskan memilih KB IUD secara benar dan tepat. Pemilihan Pemakaian KB IUD . Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Bareng. Kecamatan Bareng.ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG KB IUD DENGAN PEMILIHAN PEMAKAIAN KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010 Oleh: SONYA R. dengan demikian dapat mengurangi kesempatan ovum dan sperma bertemu dan menghambat terjadinya pembuahan. bertanya kepada tenaga kesehatan tentang KB IUD. IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik halus dan lentur.991 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Ibu Menyusui. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional. Variabel independent adalah pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dan variabel dependent adalah pemilihan pemakaian KB IUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang KB IUD dengan pemilihan pemakaian KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Dan hasil uji chi square didapatkan bahwa χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 8. Kata kunci: Pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian Diharapkan ibu menyusui akan termotivasi untuk berpartisipasi dalam memilih alat kontrasepsi yang berjangka panjang salah satunya KB IUD dengan cara mencari informasi tentang alat kontrasepsi melalui membaca koran. Dalam pemilihan KB IUD faktor pengetahuan merupakan aspek penting. mendengarkan radio. tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful