P. 1
HADIST SILATURAHMI

HADIST SILATURAHMI

|Views: 268|Likes:
Published by Afria Nita

More info:

Published by: Afria Nita on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah.

Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta dan interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya,

‫فهلْ عسيتم إن توليتم أن تفسدوا في ا َرض وتقطعوا أرحامكم أولئك الذين لعنهم ال فأصمهم وأعمى‬ َ ْ ََ ْ ُ ّ َ ََ ُ ُ ُ َ َ َ َ ِ ّ َ ِ َْ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ ّ َ ُ َ ِ ْ ‫َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َّ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْل‬ ْ ُ َ َ َْ ‫أبصارهم‬
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).

‫واتقوا ال الذي تسآ َلون به والرحام إن ال كان عليكم رقيبا‬ ً ِ َ ْ ُ ْ ََ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ُ‫َ ّ ِ َ َ ء‬ ُّ َ
Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).

‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya. bab Man Busitha Lahu Minar Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429). terdapat satu permasalahan. no. Muslim dalam Shahihnya. Kitabul Birri Wal Shilah Wal Adab. Kitabul Adab. Ibnu Majah dalam Sunannya no. yaitu bagaimana . 3. Hadist ‫من أحب أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ّ َ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya). maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim. Abu Daud dalam Sunannya. Yaitu dipanjangkan umur pelakunya dan dilapangkan rizkinya. Adapun penundaan ajal atau perpanjangan umur. kitab Az Zakat.” 2. maka sambunglah silaturahim.‫ بسط رزقه‬bermakna dilapangkan dan diperbanyak. Makna Kosa Kata Hadits . 1693. dikatakan pula bermakna berkah di ِ ِْ ِ ُ ْ َ dalamnya (yakni diberkahi rizkinya).‫ الث‬bermakna ajal. Takhrij Hadits Hadits ini di riwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya. 1865. Bab Fi Shilaturrahmi no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat. bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/330). 4. dan َ َ .BAB II PEMBAHASAN 1. Faidah Hadits Hadits yang agung ini memberikan salah satu gambaran tentang keutamaan silaturahmi.” At Tirmidzi dalam Jami’nya. dengan lafadz. karena dia ikuti kepada kehidupan dalam jejak-jejaknya.

dan Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS Al A’raf: 34). ِ ِ ُ ُ ْ ِ ُ َ ُ ‫َ َ ُ َ ّ ُ ِ ّ َ ّ ٍ َل‬ ‫. Apa yang telah ditakdirkan.mungkin ajal diakhirkan? Bukankah ajal telah ditetapkan dan tidak dapat bertambah dan berkurang sebagaimana firmanNya. Inilah makna firman Allah Ta’ala . yaitu tambahan berkah dalam umur. Yang dimaksud. Sedangkan ditinjau dari ilmu makhluk. Wallahu a’lam. Demikianlah yang diceritakan oleh Al Qadli. Bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun. Demikian ini ditinjau dari ilmu Allah. Berkaitan dengan ilmu yang ada pada malaikat yang terdapat di Lauh Mahfudz dan semisalnya. bahwa namanya tetap diingat dan dipuji. dan tidak pula dikurangi umurnya…… ” (QS Fathir:11). Di antaranya. ُ ِْ َُ ُ َ َ َ ُ ُ ْ َ ‫يمحو ال مايشآء ويثبت‬ Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki). . maka akan tergambar adanya perpanjangan (usia). Sehingga seolah-olah ia tidak pernah mati. Pertama. dan riwayat ini dha’if (lemah) atau bathil.… ومايعمر من معمر و َينقص من عمره‬ Arinya: “Dan sekali-kali tidak diperpanjang umur seorang yang berumur panjang. Yang dimaksud dengan tambahan di sini. Akan tetapi jika dia menyambung silaturahim.. Kemudahan melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat baginya di akhirat. Kedua. Jawaban para ulama tentang masalah ini sangatlah banyak. [Shahih Muslim dengan Syarah Nawawi.” (QS Ar Ra’d:39). serta terjaga dari kesia-siaan. bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/114)] Demikian pula Syaikhul Islam berkomentar tentang permasalahan ini dengan pernyataan beliau : Adapun firman Allah Ta’ala . Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzh berumur 60 tahun. Dan yang ketiga. maka tidak akan ada tambahannya.

‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya. maka akan ditambahkan pada apa yang tertulis dalam catatan malaikat tersebut.” Sebagian orang berkata. َ َ َ ٌ ْ ِ َ ُ َ ً ُ َ ْ ِ ْ ِ ََ َ ْ ُ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ َ ّ ُ ْ ِ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ َ ِ َ ِ َ ََ ّ َ ّ َ ‫أن آدم لما طلب من ال أن يريه صورة النبياء من ذريته فأراه إياهم فرأى فيهم رجل له بصيص فقال‬ ْ‫من هذا يا رب؟ فقال ابنك داود فقال فكم عمره؟ قال أربعون سنة قال وكم عمري ؟ قال ألف سنة قال فقد‬ َ َ َ َ ٍ ََ ُ َْ َ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ ً ََ َ ْ ِ َْ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ ُْ َ َ َ ّ َ َ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ ‫َ َ ْ ُ َ ُ ِ ْ ُ ْ ِ ِ ّ َ َ َ ً َ َ َ َ ََ ْ ِ ِ َ ٌ َ َ ِ َ ْ ََ ْ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ََ ّ َ َ َ ِ ْ َ َ ُ َ َ ق‬ ‫وهبت له من عمري ستين سنة فكتب عليه كتاب وشهدت عليه الملئكة فلما حضرت الوفاة قال َد بقي‬ ْ‫من عمري ستون سنة قالوا قد وهبتها لبنك داود فأنكر ذلك فأخرجوا الكتاب قال النبي : فنسي آدم فنسيت‬ َ ّ ُ َ ُ َ َ ّ ُ ّ ِ ّ َ َ َ َ ِ ْ ْ ُ َ ْ ََ َ َِ َ َ ْ ََ َ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ً َ َ َ ْ ِّ ِ ْ ُ ْ ِ ُ ُ ُ ّ ّ ُ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫ُر‬ ‫ذ ّيتهوجحد آدم فجحدت ذريته‬ ُ Artinya: “Sesungguhnya Adam ketika meminta kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya wajah-wajah para nabi dari keturunannya.” Lalu beliau bertanya lagi. Sebagaimana dalam Shahihain dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.”Umurnya 40 . sebagaimana yang dimaksud dengan tambahan adalah tambahan dari umur yang telah ditentukan. maka Allah pun memperlihatkannya. dan tidak pula akan dikurangi. bahwa barakah tadi bermakna tambahan dalam amal dan manfaat. maka akan dikurangkan dari apa yang telah tertulis tersebut. Bisa jadi makna kurang disini ialah kurang dari umur yang telah ditentukan. sebagaimana orang yang panjang umurnya berumur panjang dan yang lain berumur pendek. Adam bertanya.”Ya Rabbi. Kemudian dia melihat seorang laki-laki yang memiliki cahaya. yang dimaksud adalah barakah dalam umurnya dengan beramal dengan waktu yang singkat sesuatu yang diamalkan oleh orang lain dalam waktu yang lama. yaitu : Pertama. beliau bersabda. Padahal hal tersebut juga telah ditakdirkan. Maka pengurangan umur di sini merupakan kekurangannya dibanding yang lainnya. siapakah ini?” Allah menjawab. sedangkan lainnya berumur pendek. Apabila ia menyambung silaturahim. Jawaban yang benar ialah : Bahwa Allah telah menetapkan ajal hamba dalam catatan malaikat.”Berapa umurnya?” Dijawab. Mereka beralasan. Jika ia melakukan amalan yang menyebabkan umurnya berkurang. Daud. karena rizki dan ajal telah ditakdirkan dan ditentukan. beliau bersabda. maka sambunglah silaturahim. Pandangan ini berdasarkan apa yang ada dalam Sunan Tirmidzi dan lainnya dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam . Kedua. Adapun maksud diperpanjangan dan pengurangan disini. Bahkan ketentuan tersebut meliputi semua hal. Maka pengurangan umurnya menunjukkan dia lebih pendek dibandingkan yang pertama sebagaimana perpanjangan merupakan tambahan dibanding yang lainnya. bermakna dua hal. Maka dikatakan kepada mereka. Si fulan berumur panjang.”Anakmu.Bermakna umur manusia tidak akan diperpanjang.

”Berapa umur saya?” Dijawab.”Saya berikan enam puluh tahun umur saya kepadanya. Diriwayatkan oleh Al Hakim. bahwa penghapusan dan penetapan itu terjadi pada catatan malaikat.”Umur saya masih tersisa enam puluh tahun. beliau bertanya lagi.” ” [Riwayat Tirmidzi dalam tafsir Surat Al A’raf dan dia berkata. maka sambunglah silaturrahim. bahwa saya termasuk orang yang sengsara. karena Engkau menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan (apa yang Engkau kehendaki).” Malaikat menjawab.[Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah (14/490)] Barangkali yang benar adalah. ‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya. Inilah makna perkataan Umar. Adapun ilmu Allah. kecuali apa yang telah Allah beritahukan kepada mereka. 5209] Dan telah diriwayatkan. Sehingga tidak ada penghapusan dan penetapan.”Hadits ini hasan gharib dari jalan ini (11/196).” Maka ditulis atasnya suatu kitab yang disaksikan oleh malaikat.”Ya Allah jika Engkau telah menulis. yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. maka anak keturunannya pun (punya sifat) mengingkari. Syeikh Al Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami' No. Dengan ini maka jelaslah makna sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam .” Allah telah mengetahui apa yang sudah terjadi.“ditambah baginya” sebagai ganti dari “dijadikannya”. dan seandainya terjadi bagaimana cara terjadinya. dan apa yang akan ditambahkan kepadanya. Oleh karena itu para ulama mengatakan.”Seribu tahun”. Ajal mutlak dan ajal muqayyad. kemudian ditambah*) enam puluh tahun. “Adam telah lupa. sehingga umur Daud menjadi 100 tahun bukan 60 tahun] Berkata di tempat lain : Ajal itu ada dua. Sehingga ketika akan meninggal dia berkata. karena Adam as telah memberikan kepada Daud 60 tahun dari umurnya.” . Demikian juga umur Daud telah ditetapkan empat puluh tahun.” Lalu Adam mengingkarinya dan dikeluarkanlah kitab tadi. Sedangkan para malaikat tidak mengetahui. Dan Adam telah mengingkari.tahun” . maka tidak akan berbeda dan tidak ada yang baru yang belum diketahuinya. Adam berkata. maka anak keturunannya pun (punya sifat) lupa. Berkata Al Arnauth dalam Jami’ul Ushul (2/141). Allah mengetahui apa yang telah ditulis bagi seorang hamba. bahwa umur Adam disempurnakan. maka hapuslah dan tulis saya sebagai orang yang berbahagia.”Kamu telah memberikannya kepada anakmu Daud. Nabi Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda. dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz Dzahabi. Allah mengetahui segala sesuatu sebelum dan sesudah terjadinya.

Sehingga apabila datang waktunya. Umpamanya dikatakan kepada malaikat. Sedangkan Allah mengetahui apa yang akan terjadi. .” Dan malaikat tidak mengetahui. Kedua.[Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah (8/517)] Ibnu Hajar Rahimahullah menjawab permasalahan ini. silaturahim dapat menjadi sebab mendapatkan taufiq (kemudahan) menjalankan ketaatan dan menjaga dari kemaksiatan. dan di sisiNya-lah tedapat Ummul Kitab (Lauh Mahfudz). Sehingga namanya akan tetap dikenang. apakah akan ditambahkan ataukah tidak.“Apabila dia menyambungkan silaturahmi.Karena Allah memerintahkan malaikat untuk menulis ajal seseorang. maka hal itu berkaitan dengan ilmu Allah Ta’ala . ِ َِ ْ ّ ُ ُ َ ْ ِ َ ُ ِْ َُ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ‫يمحو ال مايشآء ويثبت وعنده أم الكتاب‬ Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki). kemudian berfirman (yang artinya). yaitu ilmu yang bermanfaat bagi orang setelahnya. tambahan itu secara hakikat atau sesungguhnya. sedangkan yang ada dalam ilmu malaikat itulah yang mungkin bisa bertambah atau berkurang. mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. maka tambah sekian dan sekian. Adapun yang ditunjukkan oleh ayat pertama di atas. Dan di antara hal yang bisa mendatangkan taufiq. karena mendapat taufiq (kemudahan) menjalankan ketaatan. dan 60 tahun jika ia memutuskannya. Pertama. umur si fulan 100 tahun jika ia menyambung silaturahmi.” (QS Al A’raf:34).” (QS Ar Ra’d:39). Untuk mancari titik temu kedua dalil tersebut dapat ditempuh melalui dua jalan. Hal itu berkaitan dengan ilmu malaikat yang diberi tugas mengenai umur manusia. Seolah-olah seseorang itu tidak pernah mati. hadits ini bertentangan dengan firman Allah. Kesimpulannya. shadaqah jariyah dan anak keturunan yang shalih. ”Berkata Ibnu Tin. menyibukkan waktunya dengan hal yang bermanfaat di akhirat. Dalam ilmu Allah telah diketahui. serta menjaga waktunya dari kesia-siaan. Tetapi kemudian Allah menganugerahi lailatul qadar (malam qadar). ‘Secara lahiriah. Demikianlah yang diisyaratkan oleh firman Allah. tambahan (umur) yang dimaksud yaitu kinayah dari usia yang diberi berkah. َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang ajal mereka. maka yang ada dalam ilmu Allah tidak akan maju atau mundur. Hal ini seperti sabda Nabi Shallallahu’Alaihi Wasallam . bahwa umur umat ini lebih pendek dibandingkan umur umat-umat yang terdahulu. maka tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan. bahwa fulan tersebut akan menyambung atau memutuskan silaturahim.

Pendapat ketiga. yaitu memperpanjang umur tersebut dengan menggunakan dan menghabiskannya untuk mendapatkan tambahan kebaikan. Sedangkan yang pertama (ilmu malaikat) disebut al qadha al mu’allaq (takdir atau putusan yang masih menggantung). ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ ‫َم‬ ‫و َن كان يؤمن بال واليوم الْخر فليصل رحمه‬ ِ Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Karena al atsar ialah sesuatu yang mengikuti yang lain. maka ia termasuk sejelek-jelek orang. َ ُ ُ ْ ُ ْ ِ َ ِ ِ ّ ُ َِ ‫صلة الرحم تزيد العمر‬ Artinya: “Silaturahim bisa menambah umur. 3776] Keutamaan silaturahmi yang lainnya. jelaslah. Adapun yang ada di Lauh Mahfuzh itu. Adapun seseorang yang panjang umurnya tetapi jelek amalannya. . Keutamaan inipun dikuatkan dengan hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. hendaklah bersilaturahmi. keharuman nama setelah meninggalnya. Silaturahmi merupakan salah satu tanda dan kewajiban iman. ”Jalan yang pertama lebih jelas…” [Fathul Bari. Ath Thibbi berkata. Itulah yang disebut dengan al qadha al mubram (takdir atau putusan yang pasti). Pendapat pertama. Apabila diakhirkan. maka menjadi baik untuk membawanya kepada keharuman nama setelah meninggalnya. perpanjangan hakiki atau sesungguhnya. inti yang wajib kita jadikan jalan keluar dari perselisihan makna memanjangkan umur baik bermakna hakikat ataupun majaz (kiasan). Pendapat kedua. Diantaranya ialah : Pertama. Akhirnya. Kitabul Adab. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Hurairh. yang berbunyi. Yang pertama tampak lebih cocok dengan lafadz hadits di atas. yang dimaksud dengan menghapuskan dan menetapkan dalam ayat itu ialah yang ada dalam ilmu malaikat. bahwa para ulama Rahimahumullah mempunyai tiga pendapat dalam menafsirkan penambahan umur. bab Man Busitha Lahu Fir Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429)] Berdasarkan nukilan ini. barakah. sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Bakrah Radhiyallahu’anhu.Jadi.” [Dikeluarkan oleh Al Qadha’i dalam Musnad Asy Syihab dan dihasankan oleh Al Munawi dalam Faidhul Qadir (4/192) dan Al Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami' no.” (Mutafaqun ‘alaihi). dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam banyak hadits. beliau bersabda. merupakan ilmu Allah yang tidak akan ada penghapusan (perubahan) selama-lamanya.

orangorang shalih dari pendahulu umat ini membiasakan diri menyambung silaturahim. Tentunya tidak seorangpun dari kita yang ingin melewatkan keutamaan ini. Ibnu Abi Jamrah berkata. beliau berkata. “Tidakkah engkau ridha.” Sedangkan Imam Nawawi menyampaikan perkataan ulama dalam uraian beliau. “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan. dengan tercukupinya sarana transportasi dan komunikasi. ketika selesai menyempurnakannya.” (QS Arra’d 13:21).“Para ulama berkata. hendaknya dipergunakan untuk silaturahim. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam. Kemudahan yang Allah Ta’ala berikan kepada kita tersebut. ْ َ ‫ََ َ ّ ْ َ ْ َ ََ ّ َ َغ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ِل‬ ‫خلق ال الخلق فلما فر َ منه قامت فقالت هذا مقام العائذ بك من القطيعة قال أل ترضين أن أص َ من‬ ُ ّ َ َ ََ ْ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ََ ِ ََ َ ‫وصلك وأقطع من قطعك قالت بلى يا رب‬ Artinya: “Allah menciptakan makhlukNya. wahai Rabb. Silaturahmi adalah ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah Ta’ala.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab. makna kata ‘Allah menyambung’ adalah ungkapan dari kasih-sayang dan rahmat Allah. walaupun sulit sarana komunikasi pada jaman mereka. akan tetapi dia merasa berat untuk mengunjungi salah seorang kerabatnya yang masih satu kota dengannya -kalau tidak saya katakan satu daerah dengannya. Mungkin salah seorang dari kita melakukan perjalanan ke negeri yang jauh untuk wisata. Mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah Ta’ala . Aku sambung orang yang menyambungmu dan memutus orang yang memutusmu?” Dia menjawab. semestinya membuat kita lebih aktif melakukan silaturahim.”” (Diriwayatkan oleh Jama’ah). Silaturahmi adalah salah satu sebab penting masuk syurga dan dijauhkan dari api neraka. dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Artinya: “Dari Abu Ayub Al Anshari.”” (Mutafaqun ‘alaihi). Karenanya.” Allah menjawab.“Kata ‘Allah menyambung’. Sehingga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya).” [Lihat syarah beliau atas Shahih Muslim 16/328-329] Ketiga. seorang berkata. menegakkan shalat. Sedangkan pada zaman sekarang ini. menunaikan zakat dan bersilaturahmi. adalah ungkapan dari besarnya karunia kebaikan dari Allah kepadanya.“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya. ‘hakikat shilah adalah kasih-sayang dan rahmat. Demikianlah sebagian keutamaan silaturahim. serta tanda takutnya seorang hamba kepada Allah.”Ini tempat orang yang berlindung kepada Engkau dari pemutus rahim. Apalagi bila melihat akibat buruk dan adzab pedih yang Allah Ta’ala siapkan bagi orang yang memutus tali silaturahim.“Ya. bangkitlah rahim dan berkata.”Wahai Rasulullah. beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam .Kedua.padahal paling tidak hubungan tersebut dapat dilakukan .

2838 Mungkin ada yang mengatakan.’Semua jalannya dha’if. Atau karena kita kurang begitu mengerti besarnya dosa memutus silaturahim. anak-anak.” Al Albani menghasankannya dalam Shahihul Jami' no. meskipun satu kali dalam sebulan. Setelah itu menyibukkan diri dengan pekerjaan lain pada sisa harinya. tetapi tidak pernah memasukkan ke dalam agenda kegiatan untuk berkunjung ke salah satu kerabat. “Berkata Al-Bukhari. Kemudian dengan kesibukan yang berlebihan dalam kehidupan dunia. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. niscaya Allah Ta’ala akan berhubungan dengannya. barangsiapa yang menyambungnya. Dan barangsiapa memutuskannya. maka Allah pun akan memutuskan hubungan dengannya. Sedangkan diri kita sering mengunjugi dan bercengkrama dengan sahabat-sahabat. akan tetapi mereka tetap memiliki waktu untuk mengunjungi kerabatnya dan membantu tetangganya. di antara penyebab terputusnya silaturahmi ialah banyaknya kesibukan manusia pada hari ini dan keluasan wilayah. Tetapi orang yang memperhatikan keadaan semisal Abu Bakar dan Umar Al Faruq Radhiyallahu’anhuma .” [Riwayat Al Bazzar. Maka sepatutnyalah engkau. Tampaknya sebab utama yang menghalangi kita bersilaturahim. karena buruknya pengaturan dan manajemen waktu. Apa beratnya mempergunakan telepon untuk menghubungi salah satu kerabat kita dan mengucapkan salam kepadanya? Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu meriwayatkan. Ath Thabrani dan Al Baihaqi. Pada masa pemerintahannya. ِ َ ّ ِ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ْ َُ ‫بلوا أرحامكم ولو بالسلم‬ Artinya: “Sambunglah keluargamu meskipun dengan salam.dengan hanya mengucapkan salam. Berkata Al Munawi dalam Faidhul Qadir. BAB III . Padahal sudah berkecukupan dalam hal rizki. Lantas. Hendaklah bersemangat memanjangkan umurmu dengan bersilaturahim. meskipun banyak beban yang harus dipikul di pundak mereka dan belum lengkapnya sarana transformasi dan komunikasi modern. Ketahuilah. mengabaikan hak-hak keluarga. wahai saudaraku muslim.. kedua orang tua dan kerabatnya. akan tetapi saling menguatkan (3/207)’. hingga kita mendapati seseorang bekerja pada pagi hari.

yaitu bagaimana mungkin ajal diakhirkan? Bukankah ajal telah ditetapkan dan tidak dapat bertambah dan berkurang sebagaimana firmanNya. Kesimpulan Hadits yang agung ini memberikan salah satu gambaran tentang keutamaan silaturahmi.” (QS Al A’raf: 34). َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Yaitu dipanjangkan umur pelakunya dan dilapangkan rizkinya. terdapat satu permasalahan.PENUTUP A. DAFTAR PUSTAKA . Adapun penundaan ajal atau perpanjangan umur.

com . oleh Syaikh Muhammad Thabl dan Ibrahim Muhammad] Penulis: Kholid Syamhudi. oleh Ibnu Muflih.Al Adab Asy Syar’iyyah Wal Minah Al Mur’iyyah. Juz 1 dan kitab Shilaturrahim Fadluha Ahkamuha Itsmu Qathi’iha. UstadzKholid. Lc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->