Pengertian Diare

• Pengertian Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedangkan menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996) diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus. Menurut Suradi & Rita (2001), diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair. Jadi diare dapat diartikan suatu kondisi, buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus. • Penyebab Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O Asnil (1998), ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu: • Diare sekresi (secretory diarrhoe), disebabkan oleh: • Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam), gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya. • Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imonol bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canalida. Diare osmotik (osmotik diarrhoea) disebabkan oleh: • malabsorpsi makanan: karbohidrat, lemak (LCT), protein, vitamin dan mineral. • Kurang kalori protein. • Bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir. • Patofisiologi Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Ketiga gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. Selain itu diare juga dapat terjadi, akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare. Sedangkan akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikut: 1. Kehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare. Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis) Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler. 2. Hipoglikemia Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa.Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak. Gangguan gizi 3. Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh: • Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat. • Walaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama. • Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik. 4. Gangguan sirkulasi Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal. • Manifestasi Klinis Diare

hipotonik. nadi dan respirasi cepat tekan darah turun. Introleransi laktosa sekunder. denyut jantung cepat. sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa. karena selain diare dan muntah. sopora komatus) sebagai akibat hipovokanik. berat. bradikardi. usus halus. Renjatan hipovolemik. jumlah pemberiannya. Kecepatan : 4 jam pertama : 25 ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit (1 ml = 15 tts) 8 tts/kg/BB/mt (1mt=20 tts). • 16 jam berikut : 105 ml/kgBB oralit per oral. • Dehidrasi berat bila terjadi penurunan berat badan 5-10% • Pentalaksanaan Medis Dasar pengobatan diare adalah: • Pemberian cairan. • 7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infusset berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes). • Komplikasi Dehidrasi (ringan. dengan rincian sebagai berikut: • Untuk anak umur 1 bl-2 tahun berat badan 3-10 kg • 1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infus set berukuran 1 ml=15 tts atau 13 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes). Terdapat tanda dan gejala dehidrasi. bila terjadi penurunan berat badan 2. derajat dehidrasi dapat dibagi berdasarkan: • Kehilangan berat badan • Tidak ada dehidrasi. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. • Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan tinja • Makroskopis dan mikroskopis • PH dan kadar gula dalam tinja • Bila perlu diadakan uji bakteri Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah.Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah. Pada anak dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60 mEg/l. nafsu makan berkurang. turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun). Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na. Untuk diare akut dan kolera pada anak diatas 6 bulan kadar Natrium 90 mEg/l. sedang. • Cairan per oral Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO 3 dan glukosa. • Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg • Kebutuhan cairan: 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml/kg/BB/24 jam. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer. pasien sangat lemas. jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO 3 1½ %. protein. Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat. Kalsium dan Posfat. Malnutrisi energi. isotonik atau hipertonik).5%. penderita juga mengalami kelaparan. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria). • Cairan parentral Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik. Perubahan tanda-tanda vital. • Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg • 1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes). hiptoni otot. perubahan pada elektro kardiagram). samnolen. • Derajat dehidrasi Menurut banyaknya cairan yang hilang. jenis cairan. dengan menentukan PH dan cadangan alkali dan analisa gas darah. sedangkan larutan gula garam dan tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl dan sukrosa. cara memberikan cairan. suhu tubuh mungkin meningkat. lemah. K.5-5%. Bila terjadi asidosis metabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan dalam.5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes). ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan. Hipokalemia (dengan gejala mekorismus. Hipoglikemia. kadang disertai wial dan wiata. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu. . (Kusmaul). • Dehidrasi ringan bila terjadi penurunan berat badan 2. • 7 jam berikut : 10 ml/kgBB/jam atau 2. • 16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/ oralit • Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg • 1 jam pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau 10 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes). Formula lengkap disebut oralit. kesadaran menurun (apatis.

susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh • Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim) • Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak jenuh. kebutuhan nutrisi. • Ikuti tindakan pencegahan umum atau enterik untuk mencegah penularan infeksi (merujuk pada kebijakan dan prosedur institusi). • Basuh perineum dengan sabun ringan dan air dan paparkan terhadap udara. • Ajarkan orang tua dan anak tentang higiene personal dan lingkungan. • Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kontaminasi usus dengan mikroorganisme. • Dorong untuk mengekspresikan kekhawatirannya. kemudian meningkat ke makanan biasa yang mudah dicerna seperti: pisang. • Rujuk layanan sosial bila perlu. frekuensi dan karakteristik • Feses-jumlah. • Data fokus • Hidrasi • Turgor kulit • Membran mukosa • Asupan dan haluaran • Abdomen • Nyeri • Kekauan • Bising usus • Muntah-jumlah. tidak mengenal lingkungan. • Intervensi • Tingkatkan dan pantau keseimbangan cairan dan elektrolit • Pantau cairan IV • Kaji asupan dan keluaran • Kaji status hidrasi • Pantau berat badan harian • Pantau kemampuan anak untuk rehidrasi • Melalui mulut • Cegah iritabilitas saluran gastro intestinal lebih lanjut • Kaji kemampuan anak untuk mengkonsumsi melalui mulut (misalnya: pertama diberi cairan rehidrasi oral. Keperawatan Masalah klien diare yang perlu diperhatikan ialah resiko terjadinya gangguan sirkulasi darah. • Ajarkan orang tua tentang perjanjian pemeriksaan ulang. jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 10% + 1 bagian NaHCO 3 1½ %). maka perlu dilakukan penataan lingkungan sehingga tidak terjadi penularan pada klien lain. • Beri kenyamanan fisik dan psikologis.• Untuk bayi berat badan lahir rendah Kebutuhan cairan: 250 ml/kg/BB/24 jam. . • Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi yang disebabkan oleh peningkatan frekuensi BAB. nasi. • Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. resiko komplikasi. • Cegah iritasi dan kerusakan kulit • Ganti popok dengan sering. gangguan rasa aman dan nyaman. • Hindari memberikan susu produk. • Obat-obatan Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain. • Kecemasan keluarga berhubungan dengan krisis situasi atau kurangnya pengetahuan. • Dorong pengungkapan perasaan dengan cara-cara yang sesuai usia. • Masukan rutinitas di rumah selama hospitalisasi. prosedur yang dilaksanakan. frekuensi. kaji kondisi kulit setiap saat. • Beri informasi tentang tanda-tanda dehidrasi pada orang tua. • Berikan salep pelumas pada rektum dan perineum (feses yang bersifat asam akan mengiritasi kulit). • Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg. dan karakteristik • Kram • Tenesmus • Diagnosa keperawatan • Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan ketidakseimbangan antara intake dan out put. • Kuatkan informasi tentang diet. • Penuhi kebutuhan perkembangan anak selama hospitalisasi. • Sediakan mainan sesuai usia. jenis makanan: • Susu (ASI. • Berikan dukungan emosional keluarga. kurangnya pengetahuan orang tua mengenai proses penyakit. • Rencana pemulangan. Mengingat diare sebagian besar menular. roti atau asi. • Konsultasikan dengan ahli gizi tentang pemilihan makanan.

Alergi terhadap susu5. bila ada berikan oralit)Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstrasesudah diare.DAFTAR PUSTAKA 1. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangantercemar dipergunakan untuk menyuap makanan. air tajin. protozoa)2. tidak dapat minum atau makan5. virus. Keadaan Gawat yang mengancam jiwa. 1996. 2001. 2002. Betz Cecily L. Masa neoratus : usia 0 – 28 hari • Masa neonatal dini : 0 – 7 hari • Masa neonatal lanjut : 8 – 20 hari • Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun b.Istilah diare :Diare akut = kurang dari 2 mingguDiare Persisten = lebih dari 2 mingguDisentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lendir Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri CholeraTatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :Tatalaksana penderita diare di rumahMeningkatkan pemberian cairan rumah tangga (kuah sayur. Sowden Linda A. larutan gula garam. EGC 4. Bakteri . demam tinggi6. rasa haus yang nyata4. Prinsip Keperawatan Pediatik. Masa bayi : usia 0 – 1 tahun • Masa bayi dini : 0 – 1 tahun • Masa bayi akhir : 1 – 2 tahun . Immuno defesiensiCara penularan :Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasitinja / muntahan penderita diare. Alih bahasa : Manulang R. Arjatmo T. Jakarta. Sachasin Rosa M. Kurang gizi4.Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :1. ada darah dalam tinja TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Diare Pada Balita 1. Buku Saku Keperawatan Pediatik. cacing . Defenisi Balita Balita adalah bayi yang berumur dibawah 5 tahun atau masih kecil yang perlu tempat bergantung pada seorang dewasa yang mempunyai kekutan untuk mandiri dengan usaha anak balita yang tumbuh. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia3. muntah terus menerus3. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan a. parasit ( jamur. 2. Jakarta. EGC 2. buang air besar makin sering dan banyak sekali2.F. Jakarta gaya baru Faktor yang mempengaruhi diare :Lingkungan Gizi KependudukanPendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku MasyarakatPenyebab terjadinya diare :Peradangan usus oleh agen penyebab :1.

3. Diare merupakan salah satu gejala dari penyakit pada sistem gastrointestinal atau penyakit lain diluar saluran pencernaan. (Soetjeningsih. selama 10 hari pertama biasanya terdapat penurunan berat badan sekitar 10 % dari berat badan lahir. Diare 1. Masa neonatal Pada masa ini terjadi adaptasi pada lingkungan perubahan sirkulasi darah serta mulai berfungsi organ-organ tubuh. Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Gangguan motilitis usus Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonatus lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir darah. (Aziz. ditandai dengan peningkatan volume.c. c. b. selanjutnya timbul diare pula. 2006). (Ngastiyah. 2003) B. 2003). . tinggi badan sekitar 350 gr. Masa pra sekolah (usia 2 – 6 tahun) • Pra sekolah awal (masa balita) : mulai 2 – 3 tahun • Pra sekolah akhir : mulai 4 – 6 tahun d. 2. (Ramaiah. Patogenesis Mekanisme dasar yang menyebabkab timbulnya diare ialah : 1. Gangguan osmotik Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolik ke dalam rongga usus. Saat lahir berat badan normal dari bayi yang sehat berkisar antara 3000-3500 gr. atau tinja cair dikeluarkan tiga kali atau lebih perhari. Diare dapat juga didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi perubahan dalam kepadatan dan karakter tinja. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan.Pengertian Diare a. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolik ke dalam rongga usus dan selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus. 1. 2002). kemudian berat badan bayi akan berangsur-angsur mengalami kenaikan.

2002) Kehilangan Derajat Ringan Sedang Berat Kehilangan Derajat Ringan Sedang Berat cairan menurut Dehidrasi 50 75 125 cairan menurut Dehidrasi 13 50 80 derajat dehidrasi PWL 100 100 200 derajat dehidrasi PWL 80 80 80 pada anak MWL di berat lembab lemas minum sepenuhnya mata pada mulut adanya air seni dan atau bawah CWL 25 25 25 dua tahun Jumlah 175 200 350 tahun Jumlah 135 155 185 pada MWL anak berumur CWL 25 25 25 2-5 . hipokalemia) 2. suhu tubuh biasanya meningkat. • • • • • • Gejala-Gejala Dehidrasi Meningkatnya rasa Kegelisahan atau Menurunnya elastisitas Mulut dan lidah yang yang kering karena tidak adanya Mata yang Dehidrasi ringan haus rewel kulit kering mata cekung Mata air 2. Warna tinja makin lama berubah berubah kehijauan karena bercampur dengan empedu. kemudian timbul diare. Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik. 2003) C. nafsu makan berkurang atau tak ada. 2003). tidak sadar. Anus dan daerah sekitarnya timbul lecet karenna sering defeksi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyak asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak diabsorsi oleh usus selama diare.2. Patofisiologi Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi : 1. • Ketidakmampuan untuk • Hilagnnya elastisitas kulit secara • Tidak ada air • Lapisan lendir yang sangat kering • Pengurangan volume air seni yang parah atau tidak (Ramaiah. Gangguan sirkulasi darah (Ngastiyah. mungkin disertai lendir atau lendir dan darah. pengeluaran bertambah) 3. (Ngastiyah. 1. tinja cair. Dehidrasi • Tangan dan kaki yang dingin • Anak yang terlihat lemah. gelisah. Gangguan gizi akibat kelaparan (masukan kurang. Hipoglikemia 4. 3. Tanda dan Gejala (gambaran klinis) Mula-mula pasien cengeng.

muntah : muntah pernapasan hebat 3. Oxyuris. cedera pada dinding perut. Kelumpuhan ileus (Paralytic ileus) Ini adalah suatu kondisi dimana terjadi pengurangan atau tidak adanya gerakan usus. Coli. darah cenderung membentuk suatu massa semi padat atau gumpalan darah didalam pembuluh darah.Kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien dan umur Berat Badan Umur PWL MWL CWL Jumlah 0-3 Kg 0-1 bulan 150 125 25 300 3-10 1 bln – 2 thn 125 100 25 250 10-15 2-5 thn 100 80 25 205 15-25 5-10 thn 80 25 25 130 (Ngastiyah 2003) Keterangan PWL : NWL : CWL : Cairan Cairan hilang Cairan yang melalui hilang hilang urine. sakit ginjal yang parah. rasa takut dan cemas (Jarang. Faktor lingkungan • Pasokan air tidak memadai . tonsilitis / tonsilofaringis. beracun. Salmonella. E. Faktor-Faktor yang Meningkatkan Resiko Diare 1. 4. Infeksi Virus : Entrovirus (Virus Echo. Coxsackie. bronkopneumonia. Komplikasi darah seperti koagulasi intra vaskuler terdiseminasi Jika ada penyakit atau cidera parah apapun. Trichuris. Infeksi enteral : infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak meliputi infeksi enternal sebagai berikut : . Aeromonas dan sebagainya. alergi terhadap makanan 4. Infeksi parental ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti : otitis media akut (OMA). Faktor makanan. Septi semia Ini adalah suatu kondisi dimana terdapat infeksi pada seluruh bagian tubuh. karena karena kulit. tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar) (Ngastiyah. Faktor infeksi a. (Ramaiah. Faktro Penyebab Diare 1. makanan basi. Gangguan pada keseimbangan elektrolit normal dalam tubuh Elektrolit adalah zat-zat kimia yang ketika mencair atau larut dalam air atau cairan lainnya memecah menjadi partikel-partikel (ion) dan mampu membawa aliran listrik. Campilobacter. 2003) 5. Komplikasi Diare Komplikasi lain yang kadang kala timbul mencakup : 1. atau penyakit parah lainnya 3. yang dari sana bakteri pergi ke berbagai bagian tubuh lain melalui darah. Faktor psikologis. Faktor Malabsorsi Malabsorsi karbohidrat disakarida 3. Kondisi ini biasanya menyusul adanya infeksi disalah satu bagian tubuh. Yersinia. 2002) 4. Strongyloides) b. ensefalitis dan sebagainya 2. Poliomielitis) Infeksi parasit : cacing (Ascaris.Infeksi bakteri : vibrio. 2. Stigella. Kondisi ini dapat terjadi akibat pembedahan.

Cara Pemberian Cairan dalam Terapi Dehidrasi a. 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB / menit (Set infus 1 ml = 20 tetes). 7. rebuslah selama 10 menit dan tutuplah serta simpanlah dalam wadah yang sama. Produksi asam lambung berkurang 5. • Buanglah tinja yang dikeluarkan anak dalam WC segera mungkin. Belum ada dehidrasi Peroal sebanyak anak mau minum (ad libitum) atau 1 gelas tiap defekasi. Misalnya. . Dehidrasi berat Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun berat badan 3 – 10 kg. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25-50 ml / kg BB peroral (intragastrik). • Segeralah cuci baju yang terkena tinja anak dengan air hangat. Gerakan pada usus berkurang yang memengaruhi aliran makanan yang normal (Savitri. • Bersihkan wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air minum setiap hari. bersih dan aman untuk mulai menyapih. Misalnya makanan dimasak tanpa dicuci terlebih dahulu atau tidak menutup makanan yang telah dimasak. memasak. misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air • Kebersihan rumah buruk. • Berikan imunisasi campak kepada akan pada usia sembilan bulan karena resiko diare parah dan malnutrisi yang mengikutinya lebih tinggi. baik yang mengidap campak atau yang mengalami campak. • Gunakan makanan matang yang baru dimasak untuk memberi makan anak-anak. Cucilah mainan yang anak mainkan secara teratur. Praktik penyapihan yang buruk • Pemberian susu eksklusif dihentikan sebelum bayi berusia 4-6 bulan dan melalui pemberian susu melalui botol • Berhenti menyusui sebelum anak berusia setahun 3. 2002) 6. selanjutnya : 125 ml / Kg BB / hari ad libitum.• Air terkontaminasi tinja • Fasilitas kebersihan kurang • Kebersihan pribadi buruk. Misalnya tidak membuang tinja anaak di WC • Metode penyiapan dan penyimpanan makanan tidak higienes . • Pastikan bahwa daerah dimana anak bermain atau merangkak tetap bersih. • Hindari pemberian susu botol. • Hindari kontak antara tangan dan air minum ketika menyajikannya • Cucilah tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir sebelum memberi makan anak. setelah pergi ke WC atau membersihkan anak. 4. 2. b. Pencegahan Diare • Beri ASI eksklusif sampai empat atau enam bulan dan teruskan menyusui sampai setidaknya setahun. c. diare lebih lajim terjadi pada anak-anak. Faktor individu • Kurang gizi • Buruk atau kurangnya mekanisme pertahanan alami tubuh. berikan makanan yang bergizi. Setelah infeksi campak. • Jika anda tidak yakin tentang kualitas air minum. 7 Jam berikutnya : 12 ml / kg BB / Jam = 3 tetes / kg / BB / menit (Set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 4 tetes / kg / BB / menit (set infus 1 ml = 20 tetes).Setelah usia 4-6 bulan.

ekstrak beladora. Obat spasmolitik Umumnya obat spasmolitik seperti papverim. 3. (1 ml = 20 tetes). p eran P erawat Komunitas 1. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG 11 intravena 2 tetes / kg / BB / menit (1 ml = 15 tetes) atau 3 tetes / Kg / BB / menit. 4. Dosis 0. P emberi P elayanan Kesehatan :memberikanasuhan keperawatan kepada masyarakat yang terkena diare mulai dari dampak yang sederhana sampai yang kompleks.Sebagai pendidik :memberikan pendidikankesehatan kepada masyarakat agar masyarakatmelakukan program asuhan kesehatan terkaitdengan kebutuhan dan dapat merubahperilakunya. Antibiotik Umumnya antibiotik tidak diberikan bila tidak ada penyebab yang jelas.16 jam berikutnya : 125 ml / kg BB oralit peroral atau intragastrik. Misalkandal a m m e n g a t a s i d e h i d r a s i y a n g benar. 2003). Bila penyebab kolera. c. bronkitis atau bronkopneumonia. . diberikan tetrasiklin 25-50 mg / KG / BB / hari. 2003). (Ngastiyah. 5.5 – 1 mg / kg BB / hari b.melaporkan hasil penemuan pada pihak terkait.S e b a g a i p e m b a h a r u : membantumasyarakatbagaimanan a n t i n y a s e t e l a h d i a r e m e w a b a h d id a e ra h t e rse b u t diharapkanmunculperilakubaruya ng dikemudianhari tidakla gi terjadi wabah diare. Pengobatan untuk diare a. 8. Misalnyadenganm e n ja ga sa n it a sil in g ku n g a n d e n g a n t i d a k m e m b u a n g s a m p a h s e m b a r a n g a n . (Ngastiyah.S e b a g a i k o n s ultan: m e m b e r i k a n s a r a n d a n a n j u r a n y a n g b i s a d i l a k u k a n k o r b a n u n t u k m e n g a t a s i m a s a l a h kesehatannya.2. Model pemodifikasilingkungan: memberikancontohy a n g b a i k k e p a d a m a sya ra ka t p a d a sa a t me wa b a h n ya penyakitdiareda nsesudahnya. opium loperamid tidak digunakan untuk mengatasi diare akut lagi. P enemu kasus :melakukan pemuan kasus ataumasalah-masalah kesehatan pada korban diare. faringitis. Obat anti sekresi Asetosal dosis 25 mg / tahun dengan dosis minimun 30 mg klorpromazin.6. Antibiotik juga diberikan bila terdapat penyakit penyerta seperti : OMA.

4. Faktor Makanan:mengkonsumsi makanan basi. memberikanp e r l a k u a n y a n g p r o p o r s i o n a l s e s u a i d e n g a n k e b u t u h a n k l i e n . m e m b a n t u m e m b uat t e m p a t s a m p a h y a n g d u l u n y a j u g a t i d a k a d a .beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu. E. memberikanperlindungandanrasa aman.2.10.Melakukan kolaborasi: perawatharus bekerja sama denganlintas program maupun secara lintas sektoral dalampemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat untukmencapai kesehatan yang optimal. sanitarian atau pemerintah P enyebab 1.M i s a l n y a m e m b a n t u bergotongroyongmembersihkanlingkunga n. membuats a l u r a n y a n g d u l u n y a t i d a k a d a . 9. memberikaninfor masiyang dibutuhkantentangpelayanank e s e h a t a n s a a t k e j a d i a n m a u p u n p a s c a k e j a d i a n d i a r e . coli. Adenovirusdsb)b. Salmonella. Faktor infeksia.S e b a g a i p e n e l i t i : m e l a k u k a nsurveilanepidemiologiterhadapp e n y a k i t a t a u a d a n y a k e m u n gkinantejadinyakejadianluarbiasapenyakitdiaresehin g g a t i n d a k a n y a n g a k a n d i l a k u k a n tepat. Infeksi parenteral. 7. tonsilitis. Infeksi enteral. infeksi virus (Enterovirus. infeksi di luar sistempencernaan yang dapat menimbulkan diare seperti:otitis media akut. Misalnya dalampenanganan masalah diare. Manajerkasus: membuatasuhankeperawatansesuaikasu sataumasalahkesehatanyang d it e m u ka n p a da sa a t ke ja d ia n maupunsetelahnyadengansi s t e m a t i s d a r i p e n g k a j i a n s a m p a i e v a l u a s i . dsb. 8.meliputi infeksibakteri (Vibrio. perawat dapat bekerja samadengan petugas gizi. Faktor Malabsorbsiintoleransi laktosa:merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. 3. Faktor P sikologis: rasa takut dan cemas . infeksi saluran pencernaan. dsb). P e r a n s e b a g a i a d v o k a t : m e n g h o r m a t i h a k k o r b a n s e l a k u klien. Shigella.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful