Firman 0910440276

KLASIFIKASI BENIH Benih Produksi dikelompokan dalam kelas-kelas sesuai dengan tahapan generasi perbanyakan dan tingkat standar mutunya, melalui suatu prosedur yang diatur dalam aturan sertifikasi benih yaitu :

1. Benih Penjenis ( Breder Seed, BS ) Benih penjenis diproduksi dan diawasi oleh pemulia tanaman dan atau oleh instansi yang menanganinya (Lembaga penelitian atau perguruan tinggi), benih ini sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar, khusus untuk penjenis tidak dilakukan sertifikasi tetapi diberikan label warna Putih

2. Benih Dasar ( Foundation Seed, FS ) Benih dasar merupakan turunan pertama ( F1 ) dari benih penjenis. Benih ini diproduksi dan diawasi secara ketat oleh pemulia tanaman sehingga kemurniaan varietasnya dapat dipertahankan. Benih dasar diproduksi oleh Balai Benih (terutama BBI) dan proses produksi diawasi dan disertifikasi oleh BPSB. Benih ini diberi label sertifikasi berwarna Kuning.

3. Benih Pokok ( Stock Seed, SS ) Benih pokok merupakan F1 dari benih dasar atau F2 dari benih penjenis, produksi benih pokok tetap mempertahankan identitas dan kemurnian varietas serta memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok diproduksi oleh Balai benih atau pihak swasta yang terdaftar dan diberi label berwana Ungu.

4. Benih Sebar ( Extension Seed, ES )

Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai Benih dengan mendapatkan bimbingan. Pengertian ini dapat mencakup generasi langsung (dekat) hasil persilangan. Hibrida merupakan generasi hasil persilangan antara dua atau lebih populasi yang berbeda. Produksinya tetap mempertahankan identitas maupun kemurnian varietas dan memenuhi standar peraturan perbenihan maupun sertifikasi oleh BPSB. Benih sebar diberi label sertifikasi berwarna biru. adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman. HIBRIDA 1. Hibrida memiliki arti berbeda di bidang biologi molekular. lihat hibridisasi (biologi molekular). baik fenotipe maupun genotipenya. . NONHIBRIDA Yang dimaksud dengan varietas bersari bebas adalah varietas yang benihnya diambil dari pertanaman sebelumnya. ataupun generasi lanjut hasil segregasi dari persilangan tersebut. pengawasan dan sertifikasi BPSB.Benih sebar merupakan F1 dari benih pokok.12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Pertanian Bab I ketentuan umum pasal 1 ayat 4 disebutkan bahwa benih tanaman yang selanjutnya disebut benih. atau dapat dipakai terus-menerus dari setiap pertanamannya dan belum tercampur atau diserbuki oleh varietas lain. 2. DEFINISI BENIH Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.