P. 1
RPP BK KLS 7, 8, 9

RPP BK KLS 7, 8, 9

|Views: 2,659|Likes:
Published by ShomadieBiomotivasi

More info:

Published by: ShomadieBiomotivasi on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2013

pdf

text

original

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Remaja beriman dan bertaqwa : - Konsep Remaja beriamn dan bertaqwa - Mengenal Ibadah - Manfaat Do’a dalam aktifitas belajar dan bekerja - Kegiatan keagamaan di sekolah dan masyarakat : Informasi dan Pengetahuan Konten : Pemahaman dan pengembangan : Belajar : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. : Siswa kelas VII : Ganjil / 4x40 menit : Guru menjelaskan pengertian Konsep remaja beriman dan bertaqwa, Mengenal Ibadah, Manfaat do’a dalam aktivitas belajar dan bekerja dan kegiatan keagamaan di sekolah dan di masyarakat. : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami pengertian Konsep remaja beriman dan bertaqwa, Mengenal Ibadah, Manfaat do’a dalam aktivitas belajar dan bekerja dan kegiatan keagamaan di sekolah dan di masyarakat.

3. 4. 5. 6.

Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan

7. Sasaran Layanan 8. Senester/Waktu 9. Uraian Kegiatan 10. Pengalaman Bimbingan

11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa - Memahami konsep remaj beriman dan bertaqwa - Memahami arti, tujuan, macam-macam dan bentuk ibadah - Mengetahui macam-macam kegiatan keagamaan di sekolah dan di masyarakat. 12. Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain 13. Metode : Ceramah dan tugas 14. Tempat : Ruang kelas VII 15. Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor 16. Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra 17. Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian 18. Tindak Lanjut : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkankebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa – akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok :

19. Catatan Khusus

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 1 Februari 2010 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron ,M.Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H, S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Perubahan Fisik dan Psikis : - Perubahan fisik dan psikis - Perubahan fisik dan psikis dalam kegiatan sosial - Perubahan fisik dan psikis dalam kegiatan belajar - Perubahan fisik dan psikis dalam perencanaan karier. : Informasi dan Pengetahuan Konten : Pemahaman dan pengembangan : Pribadi : Mmpersiapkan diri , menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. : Siswa kelas VII : Ganjil / 4x40 menit : Guru menjelaskan Perubahan fisik dan psikis, Perubahan fisik dan psikis terhadap hubungan sosial,Perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar, Perubahan fisik dan psikis terhadap perencanaan karier. : Melalui penjelasan Guru , siswa dapat memahami Perubahan fisik dan psikis, Perubahan fisik dan psikis terhadap hubungan sosial,Perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar, Perubahan fisik dan psikis terhadap perencanaan karier.

3. 4. 5. 6.

Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan

7. Sasaran Layanan 8. Senester/Waktu 9. Uraian Kegiatan

10. Pengalaman Bimbingan

11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpengetahuan - Memahami Perubahan fisik dan psikis - Memahami fisik dan psikis dalam kegiatan sosial - Memahami Perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar - Memahami Perubahan fisik dan psikis terhadap perencanaan karir 12. Sumber Belajar 13. Metode 14.Tempat 15.Penyelenggara 16.Pihak yang diikutkan 17.Penilaian - Unsur yang dinilai - Teknik penilaian - Media penilaian 18. Tindak Lanjut : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain : Ceramah dan tugas : Ruang kelas IX : Guru Pembimbing/konselor : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra : : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok :

19. Catatan Khusus

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron,M.Pd NIP. 131847230

L.Ahmadah As. H, S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Pola hubungan yang baik : - Pola hubungan yang baik - Peranan dalam kelompok sebaya - Membentuk kelompok belajar - Kerjasama dengankelompok sebaya Jenis Layanan : Informasi dan Pengetahuan Konten Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan Bidang Bimbingan : Sosial Tugas Perkembangan : Mempesiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. Sasaran Layanan : Siswa kelas VII Senester/Waktu : Ganjil / 4x40 menit Uraian Kegiatan : Guru menjelaskan pola hubungan yang baik, peran dalam kelompok sebaya, membentuk kelompok belajar, kerjasama dalam kelompok teman sebaya. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari pola hubungan yang baik, peran dalam kelompok sebaya, membentuk kelompok belajar, kerjasama dalam kelompok teman sebaya. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpengetahuan - memahami pola hubungan yang baik - Memahami peran dalam kelompokm sebaya - Membentuk kelompok sebaya Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VIII, LKS dan Sumber lain Metode : Ceramah dan tugas Tempat : Ruang kelas VII Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasa an positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok Catatan Khusus :

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

12. 13. 14. 15. 16. 17.

18.

19.

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M.Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As.H., S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Nilai dan cara bertingkah laku : - Nilai dan cara bertingkah laku pribadi - Nilai dan cara bertingkah laku sosial - Nilai dan cara bertingkah laku belajar - Nilai dan cara bertingkah laku karier Jenis Layanan : Informasi dan Pengetahuan Konten Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan Bidang Bimbingan : Sosial Tugas Perkembangan 4 : Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang di terima dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Sasaran Layanan : Siswa kelas VII Senester/Waktu : Ganjil / 4x40 menit Uraian Kegiatan : Guru menjelaskan pengertian nilai dan cara bertingkah laku pribadi ,nilai dan cara bertingkah laku sosial, nilai dan cara bertingkah laku belajar, nilai dan cara bertingkah laku karier. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari pengertian nilai dan cara bertingkah laku pribadi ,nilai dan cara bertingkah laku sosial, nilai dan cara bertingkah laku belajar, nilai dan cara bertingkah laku karier. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpendidikan - Memahami arti nilai dan cara bertingkah laku pribadi - Memahami arti nilai dan cara bertingkah laku sosial - Memahami arti nila dan cara bertingkah laku belajar - Memahami arti nilai dan cara beretingkah laku karier Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VIII, LKS dan Sumber lain Metode : Ceramah dan tugas Tempat : Ruang kelas VII Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok Catatan Khusus :

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

12. 13. 14. 15. 16. 17.

18.

19.

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan,13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M.Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Kemampuan Bakat dan Minat : - Kemampuan bakat dan minat - Hubungan - Membiasakan Belajar didasari niat Ibadah - Berkarier sesuai dengan ajaran agama 3. Jenis Layanan : Informasi dan Pengetahuan Konten 4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan 5. Bidang Bimbingan : Belajar 6. Tugas Perkembangan : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 7. Sasaran Layanan : Siswa kelas VII 8. Senester/Waktu : Ganjil / 4x40 menit 9. Uraian Kegiatan : Guru menjelaskan pengertian belajar,Membiasakan diri ikhlas beribadah, Membiasakan Belajar didasari niat Ibadah. 10. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari ibadah, Membiasakan diri ikhlas beribadah, Membiasakan belajar didasari niat Ibadah, Bekerja (Berkarier) sesuai dengan ajaran Agama. 11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa - Memulai untuk memotivasi diri dalam menguasai pengetahuan beribadah - Memotivasi diri untukikhlas beribadah - Membiasakan diri untuk belajar didasari niat Ibadah 12. Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain 13. Metode : Ceramah dan tugas 14. Tempat : Ruang kelas VII 15. Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor 16. Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra 17. Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua 18.Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok 19. Catatan Khusus :

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron,M.Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H.,S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Pengetahuan dan Ketrampilan : - Pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah - Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari masyarakat - Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah - Sekolah lanjutan setelah SMP 3. Jenis Layanan : Informasi dan Pengetahuan Konten 4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan 5. Bidang Bimbingan : Belajar 6. Tugas Perkembangan 6 : Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran atau mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat. 7. Sasaran Layanan : Siswa kelas VII 8. Senester/Waktu : Ganjil / 4x40 menit 9. Uraian Kegiatan : Guru menjelaskan pengertian pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah,pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh dari masyarakat, kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, sekolah lanjutan setelah SMP. 10. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah,pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh dari masyarakat, kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, sekolah lanjutan setelah SMP. 11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpendidikan - Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah - Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh dari masyarakat - Mengetahui sekolah lanjutan setelah SMP 12. Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain 13. Metode : Ceramah dan tugas 14. Tempat : Ruang kelas VII 15. Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor 16. Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra 17. Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua 18.Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok 19. Catatan Khusus :

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 200 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M.Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As.H., S.Pd NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Sikap dalam kehidupan mandiri : - Gambaran sikap pribadi dalam kehidupan - Sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya - Tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri - Hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier : Informasi dan Pengetahuan Konten : Pemahaman dan pengembangan : Sosial : Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomis

3. 4. 5. 6.

Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan 7

7. Sasaran Layanan 8. Senester/Waktu 9. Uraian Kegiatan

: Siswa kelas VII : Ganjil / 4x40 menit : Guru menjelaskan pengertian sikap pribadi dalam kehidupan mandiri, sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya, tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri, hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier. 10. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari sikap pribadi dalam kehidupan mandiri, sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya, tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri, hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier. 11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpendidikan - Mengenal sikap pribadi dalam kehidupan mandiri - Memperoleh informasi tentang pembentukan sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya - Membiasakan diri dalam mengerjakan berbagai tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya baik disekolah maupun dirumah 12. Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain 13. Metode : Ceramah dan tugas 14. Tempat : Ruang kelas VII 15. Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor 16. Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra 17. Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua 18.Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok 19. Catatan Khusus :

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M. Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H.,S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Sikap dalam kehidupan mandiri : - Gambaran sikap pribadi dalam kehidupan - Sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya - Tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri - Hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier : Informasi dan Pengetahuan Konten : Pemahaman dan pengembangan : Sosial : Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomis

3. 4. 5. 6.

Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan 7

7. Sasaran Layanan 8. Senester/Waktu 9. Uraian Kegiatan

: Siswa kelas VII : Ganjil / 4x40 menit : Guru menjelaskan pengertian sikap pribadi dalam kehidupan mandiri, sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya, tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri, hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier. 10. Pengalaman Bimbingan : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari sikap pribadi dalam kehidupan mandiri, sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya, tingkat dan ciri-ciri kehidupan mandiri, hubungan antara kehidupan mandiri dengan karier. 11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpendidikan - Mengenal sikap pribadi dalam kehidupan mandiri - Memperoleh informasi tentang pembentukan sikap mandiri dalam lingkungan sosialnya - Membiasakan diri dalam mengerjakan berbagai tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya baik disekolah maupun dirumah 12. Sumber Belajar : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain 13. Metode : Ceramah dan tugas 14. Tempat : Ruang kelas VII 15. Penyelenggara : Guru Pembimbing/konselor 16. Pihak yang diikutkan : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra 17. Penilaian : - Unsur yang dinilai : 1. Pemahaman materi . 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap - Teknik penilaian : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait - Media penilaian : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua 18.Tindak Lanjut : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok 19. Catatan Khusus :

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M. Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Materi Layanan 2. Sub Materi Layanan : Etika dan nilai – nilai dalam kehidupan : - Mengenal macam – macam etika danilai dalam kehidupan - Tata cara dalam kehidupan berkomunikasi - Ketrampilan berbicara didepan umum - Etika dan nilai yang diterapkan dalam karier : Informasi dan Pengetahuan Konten : Pemahaman dan pengembangan : Karir : Mengenal Sistim etika dan Nilai – Nilai bagi pedoman Hidup sebagai pribadi, Anggota Masyarakat dan Warga Negara : Siswa kelas VII : Ganjil / 4x40 menit : Guru menjelaskan pengertian etika dan nilai dalam kehidupan, Tata cara dalam komunikasi, Ketrampilan berbicara didepan umum, Etika dan nilai yang diterapkan dalam karier : Melalui penjelasan Guru siswa dapat memahami arti dari etika dan nilai dalam kehidupan, Tata cara dalam komunikasi, Ketrampilan berbicara didepan umum, Etika dan nilai yang diterapkan dalam karier

3. 4. 5. 6.

Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan 8

7. Sasaran Layanan 8. Senester/Waktu 9. Uraian Kegiatan 10. Pengalaman Bimbingan

11. Nilai-nilai yang harus dibangun / dikembangkan / dibiasakan : Sebagai remaja yang berpendidikan - Mengenal macam – macam etika dan nilai dalam hidup - Memahami tata cara dalam berkomunikasi - Memahami ketrampilan berbicara didepan umum 12. 13. 14. 15. 16. 17. Sumber Belajar Metode Tempat Penyelenggara Pihak yang diikutkan Penilaian - Unsur yang dinilai - Teknik penilaian - Media penilaian 18.Tindak Lanjut : Buku materi BK kelas VII, LKS dan Sumber lain : Ceramah dan tugas : Ruang kelas VII : Guru Pembimbing/konselor : Guru mata pelajaran dan pembimbing kegiatan ekstra : : 1. Pemahaman materi 2. Aktifitas dalam mengikuti layanan 3. Perubahan prilaku/sikap : Hasil LKS pengamatan/observasi Laporan pihak terkait : Ruang kelas Kerjasama guru, wali kelas dan orang tua : - Setelah mengadakan penilaian terhadap siswa berdasarkan hasil LKS dan kerjasama dengan pihak terkait adalah memotivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan positif yang dilakukan siswa - Jika ada siswa yang masih tidak dapat memahami materi melalui LKS maka siswa akan diberi layanan lanjutan seperti layanan Bimbingan Kelompok :

19. Catatan Khusus

Mengetahui, Kepala SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing

Drs. H. Imron, M. Pd NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 1

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan G. Materi layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria dan wanita : Memahami peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita : Mengidentifikasi peran pribadi sebagai pria atau wanita : Pribadi : Pemahaman : 1. Siswa direspon dengan pertanyaan untuk memberikan contoh peran 2. Memahami peran pribadi sebagai pria atau wanita :

„Peran pribadi sebagai pria atau wanita” Peranan adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu berdasrkan situasi tertentu berdasarkan status dan fungsi sosialnya. Peran pribadi adalah pengharapan – pengharapan tingkah laku di dalam status tertentu yang berhubungan erat dengan sifat- sifat khusus dari individu itu sendiri. Dalam kehidupan sehari – hari antara laki-laki dan perempuan memiliki peran masing-masing yang tidak dapat dihindari, karena merupakan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Wanita dewasa adalah seorang ibu, seorang ratu rumah tangga yang memiliki kewajiban mengatur rumah tangga, mendidik anak, mengelola keuangan rumah tangga, menyiapkan semua keperluan keluarga dan sebagainya. Sementara anak perempuan (gadis) adalah calon ibu yang harus mempersiapkan diri menghadapi dunia keibuan. Anak perempuan harus banyak belajar tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kewanitaan dan pengaturan rumah tangga. Ada kata mutiara tentang wanita, yakni wanita adalah tiang negara, Jika baik seorng wanita maka baiklah negara itu dan jika rusak wanita maka rusak pula negara. Hal ini menunjukkkan bahwa demikian mulia peran seorang wanita dalam mendidik anak, maka bila seorang ibu memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik / positif, ia akan berhasil dalam mendidik anak-anaknya dan sebaliknya apabila seorang ibu memiliki nilai-nilai kehidupan yang tidak baik maka ia kan gagal dalam mendidik anaknya, sehingga rusaklah generasi penerus. Walaupun peran bapak juga ada dalam hal mendidik anak tetapi kewajiban utama mendidik anak adalah tugas ibu. ini merupakan kodrat peranan wanita yang harus diterima. Sehingga setinggi apapun kedudukan seorang ibu dalam karir atau jabatannya, kewajiban utama memperhatikan keluarga tetap harus dilaksanakan. Untuk itulah ibu mendapat predikat mulia dalam keluarga, sebagai seorang ratu, bahkan surga seorang anak terletak ditelapak kaki ibu. Maka anak wajib menghormati ibunya, baik semasa ibunya masih hidup atau setelah meninggal dunia. Ibu adalah cahaya dalam rumah tangga. Tanpa ibu, dunia serasa gelap gulita. Laki-laki dewasa adalah seorang bapak, pemimpin dalam rumah tangga, bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga, wajib melindungi, mengayomi dan memenuhi kebutuhan keluarag, baik kebutuhan jasmani maupun rohaninya. Laki-laki muda adalah calon bapak yang juga harus mempersiapkan diri memasuki dunia kebapakan, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab pada semua yang menjadi bawahannnya (yang dipimpin). Pada hakikatnya semua orang adah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri. Wanita juga berhak menjadi pemimpin sesuai dengan kemampuaanya. Tetapi tidak semua wanita bisa menjadi

pemimpin, bahkan ada beberapa wanita yang suka dipimpin daripada menjadi pemimpin. Walaupun kesempatan itu terbuka lebar dengan adanya emansipasi wanita dan kesetaraan gender. Berbeda dengan laki-laki, semua laki-laki adalah pemimpin, dan harus bisa menjadi pemimpin. Sebab selain memimpin diri sendiri, lelaki dewasa juga harus memimpin keluarganya, anak dan istrinya. Peranan ini tidak bisa dihindari dan harus diterima sebagai kodrat manusia. Begitu pula peran seorang wanita sebagai ibu yang harus melahirkan, mengasuh, mendidik anak serta mengatur rumah tangga harus diterima. Walaupun wanita tersebut adalah pemimpin dunia, tetapi kodrat sebagai wanita dan sebagai ibu harus diterima, tidak boleh dihindari atau di tolak karena hal itu merupaka kodrat wanita. Untuk dapat melakukan peran masing-masing sebagai pria atau wanita, kita perlu memahami diri. Siapa kita? apa kebutuhan kita? bagaimana cara kita berprilaku? dan sebagainya. Mari kita pelajari satu persatu. Wanita : bersifat lembut, penuh kasih, penuh perhatian, teliti, rapi, disukai dan menyukai lakilaki. Karena disukai banyak laki-laki, maka wanita harus bisa menjaga diri. Mulai dari cara berbicara, berpakaian, duduk, berdiri, berjalan, berdandan, makan, minum, berperilaku dan lain-lain haruslah diatur. Memang tampaknya terlalu banyak atauran, tetapi jika ingin menjadi wanita sejati dan berpribadi sebagai wanita anggun dan bijaksana, maka hal tersebut harus dilaksanakan. Wanita sering diibaratkan sebagai bunga mawar, jika mekar akan di sukai banyak orang. Namun jika telah layu, tidak indah akan dibuang disembarang tempat, tidak ada harganya lagi. Wanita juga diibaratkan seperti gelas kristal, jika utuh, indah akan bernilai tinggi atau berharga sangat mahal. Tetapi jika retak sedikit saja atau bahkan pecah, serupiah pun tidak akan laku dijual. Tidak berharga, karena itu berhati-hatilah para gadis. Jagalah keindahanmu. Laki-laki : bersifat keras, kuat, memiliki prinsip hidup yang kuat, egois, cenderung kurang perhatian kepada orang lain dan kurang sabar. Umumnya laki-laki lebih suka menjadi pemimpin daripada dipimpin, apalagi oleh wanita. Disinilah letak keegoisan laki-laki sebagai pemimpin, lelaki haruslah melengkapi diri dengan sifat-sifat dan sikap serta perilaku yang dituntut oleh jabatan tersebut. Pemimpin haruslah bijaksana, adil, mau memperhatikan orang lain, memperhitungkan setiap langkah terhadap manfaat dan kerugiannnya, tegas tetapi tidak kasar dan memberi teladan kepada yang dipimpin. Jika anda ingin menjadi pemimpin yang berhasil dalam segala hal, maka perhatikanlah yang anda pimpin, jangan egois. Belajarlah dari keberhasilan pemimpin yang anda kenal atau yang anda idolakan menjadi pemimpin bukan berarti bebas dari aturan. Justru sebaliknya harus memberi contoh yang baik tentang kedisiplinan dan ketaatan terhadap peraturan yang telah disepakati. Mau memimpin harus mau dipimpin. H. Evaluasi Siswa diberi pertanyaan atau tugas : 1. Siswa mengidentifikasi sifat-sifat laki-laki dan wanita. 2. Siswa mengidentifikasi peran pribadi sebagai seorang laki-laki dewasa atau wanita dewasa. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 2

A. Tugas Perkembangan 4 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Peran pribadi sebagai pria atau wanita dan bersifat positif terhadap diri sendiri : Menerima peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita. : Melatih diri untuk berperan sebagai pria tau wanita Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri. : Pribadi : Pengembangan : 1. Siswa direspon untuk dapat menyebutkan sifat laki-laki sesuai dengan kodratnya; 2. Siswa direspon untuk dapat memberikan contoh peran perempuan sebagai perempuan dan bersikap sesuai dengan kodratnya; 4. Siswa diberi penjelasan tentang cara memerankan pribadi sesuai dengan kodratnya; 5. Siswa diberi penjelasan sebab-sebab seseorang harus berperan sesuai dengan kodratnya 6. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“Peran pribadi sebagai pria atau wanita dan bersikap positif terhadap diri sendiri” Kesetaraan gender dan emansipasi wanita telah lama diperjuangkan oleh para pahlawan wanita dunia. Pahlawan wanita di indonesia yang pertama kali mendobrak ketidak-adilan terhadap perempuan adalah ibu Raden Ajeng Kartini. Karena itu setiap tahun hari kelahiran R.A. Kartini diperingati sebagai hari besar nasional sebagai wujud rasa terima kasih dan syukur atas diakuinya kesetaraan gender di indonesia. Tidak ada lagi pengekangan terhadap kaum perempuan. Laki-laki dan perempuan mendapat hak perlakuan yang sama dalam pendidikan, karir, jabatan dan kehidupan sosial lainnya. Namun demikian harus diingat bahwa kodrat wanita berbeda dengan pria, sehingga dalam menerima peran pribadi kita tidak boleh melupakannya. Laki-laki harus berperan sebagai laki-laki dan perempuan harus berperan sebagai perempuan. Tidak boleh terbalik atau dibalik. Laki-laki tidak berhak memerankan diri sebagai perempuan, sebaliknya perempuan tidak boleh memerankan diri sebagai laki-laki sebab hal itu membahayakan kondisi kejiiwaan pribadi. Kita harus bisa menerima keadaan kita sebagaiman kodrat yang diberikan oleh yang Maha Kuasa. Laki-laki atau perempuan, apapun dan bagaimanapun kondisi kita adalah hal terbaik bagi kita dari sang pencipta. Merubah kodrat pribadi sama halnya dengan tidak mensyukuri nikmat Tuhan. Penerimaan terhadap kodrat sebagai pria atau wanita dan bersikap serta berperan dengan tepat merupakan sikap positif terhadap diri sendiri. Laki-laki dan perempuan akan dipersatukan Melaluipernikahan,suatu babak baru Dalam kehidupan untuk mewujudkan Peran pribadi dalam keluarga

Laki-laki berperan sebagai laki-laki dan bersikap sesuai dengan kodratnya, yaitu gentlemen, gagah, pemberani, melindungi, tidak cengeng, tegas, berwibawa, tidak “ kemayu ” (bersikap seperti perempuan), maskulin dan lain-lain. Perempuan bersikap sebagai perempuan sesuai dengan kodratnya, yaitu lembut, feminin/ anggun tapi tegas dan berwibawa, menyejukkan hati, penuh kasih sayang, merawat dan merias diri dengan baik sesuai kondisi yang menuntut, tetapi harus juga menjaga diri dan mempertahankan harga diri. H. Evaluasi 1. Siswa diberi beri tugas secara kelompok untuk memberikan contoh sikap laki-laki sesuai dengan kodratnya; 2. Siswa memberikan alasan manfaat dari sikap pribadi yang positif. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Menjalankan peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan peran pribadi sebagai pria atau wanita : Pribadi : Pemahaman : 1. Penjelasan tentang cara mewujudkan peran pribadi; 2. Penjelasan tentangkelompok sebaya; 3. Memberikan contoh menentukan peran pribadi 4. Penjelasan tentang beberapa peran pribadi dalam kelompok; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Mewujudkan peran pribadi” Kelompok sebaya adalah sekelompok anak / kumpulan dua anak atau lebih yang berusia sama atau hampir sama. Peran dalam kelompok sebaya pada umumnya sebagai teman, sahabat, pimpinan kelompok atau anggota kelompok. Dalam menentukan peran hendaknya tidak membedakan jenis kelamin (misalnya pemimpin tidak harus laki-laki). Sebaiknya menjaga keadilan gender dengan mementukan peran dalam kelompok sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Tetapi tidak ada paksaan atau tekanan apapun. sebagai anggota kelompok sebaya, bila anda terpilih menjadi pemimipin (laki-laki atau perempuan) sebaiknya tidak menolak, jika keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama. Jika tidak terpilih, anda harus berjiwa besar dan tetap bersikap positif kepada pimpinan terpilih dan kepada anggota lainnya. Tidak terpilih bukan tidak mampu namun mungkin belum saatnya terpilih, atau kepemimpinan anda belum tampak. Karena itu anda perlu tetap berusaha, berupaya untuk mengaktualisasikan diri dan mempromosikan diri. Tunjukkan anda bisa !. Keberhasilan kelompok tergantung pada kerja sama dan hubungan kekeluaargaan kelompok tersebut. Saling menghargai dan menghormati adalah kunci dalam setiap menyelesaikan tugas secara kelompok. H. Evaluasi 1. Berikanlah contoh peran dalam kelompok sebaya. 2. Berikanlah contoh peran dalam masing-masing kelompok.. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami pola hubungan sosial dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Melatih diri untuk mengatur pola hubungan yang sehat dengan teman sebaya : Sosial : Pemahaman : 1. Penjelasan tentang cara membentuk pola hubungan yang sehat; 2. Penjelasan tentang bentuk-bentuk pola hubungan teman sebaya; 3. Memberikan contoh model pertemanan yang ada di masyarakat sebaya; 4. Penjelasan tentang beberapa bentuk pola hubungan sebaya yang berbentuk kelompok; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Pola hubungan yang sehat” Semua anak harus berteman, baik laki-laki maupun perempuan. Berteman adalah salah satu bentuk pola hubungan sosial sebaya. Banyak model pertemanan yang ada di masyarakat sebaya, antara lain teman kecil, teman sekolah, teman pena, teman dekat, teman karib atau sahabat, teman curahan hati, teman belajar, teman bekerja dan lain-lain. Selain dari berteman, bentuk pola hubungan sosial sebaya bisa berupa kelompok atau organosasi misalnya OSIS (organisasi siswa intra sekolah), remaja masjid, group musik sebaya, study club atau kelompok belajar, club olah raga dan lain-lain. Peran pribadi pria dan wanita dalam kelompok ini tidak dibedakan, hanya dibatasi oleh etika pergaulan. Pergaulan antara pria dan wanita, baik dalam berteman maupun organisasi, harus ada batas etika pergaulan atau tata-krama yang menjaga hubungan tersebut tetap pada garis yang diperbolehkan, sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebab tanpa batas etika pergaulan, remaja akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif terhadap masa depan mereka. Pria, karena sudah kodratnya harus melindungi wanita. Bukan malah menyakiti atau mencelakakannya. Apalagi sampai melecehkan, menggaanggu tanpa etiket, sangat tidak sopan. Sebaliknya wanita harus menghormati pria. Bagaimanapun bentuknya, tidak boleh mengolok-olok, menghina atau merendahkan, walaupun mungkin tubuh si wanita lebih besar dan tinggi daripada teman prianya. Sebab pertumbuhan dan perkembangan anak satu dengan yang lain tidak sama. Yang paling penting dalam hal ini adalah kita harus bisa menerima kodrat, sebagai laki-laki atau perempuan dan bersikap sesuai dengan peran yang menunutut kita. Menjadi wanita sejati atau pria sejati, dengan kriteria di atas. Saling menghormati dan saling menjaga hubungan antar teman sangat diperlukan dalam membentuk pola hubungan sebaya ini. Perlu diingat, beberapa ciri psychis remaja adalah emosional, belum bisa mengendalikan diri, mudah terpengaruh, hanya tahu kesenangan tanpa memikirkan akibat buruk dari perilakunya. Karena itu kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berteman sangat dibutuhkan.

Pola hubungan soisial dengan teman sebaya terbentuk karena interaksi individu dan pemenuhan kebutuhan berkelompok. Semakin dewasa usia seseorang, hubungan sosialnya akan semakin luas. Di sekolah siswa wajib mengikuti atau wajib menjadi anggota OSIS. Dalam organisasi inilah semua aspirasi dan kreativitas siswa di tampung dan dikembangkan. OSIS adalah wadah seluruh kegiatan siswa di lingkungan sekolah. Di sini siswa dapat melatih diri dalam berbagai hal, antara lain tentang keorganisasian, membentuk pola hubungan dengan teman sebaya. Bekerja sama dengan orang lain sampai berkompetisi melalui berbagai lomba yang diadakan di sekolah ataupun di luar sekolah. Kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan terbuka lebar, dengan bimbingan dan arahan dari para pembina OSIS. Pola hubungan sosial dengan teman sebaya di dalam siswa intra sekolah akan tergambar melalui kerja sama dalam pelaksanaan program OSIS di sekolah. Melalui beberapa bidang garapan yang ada dalam struktur organisasi. H. Evaluasi 1. Berikanlah contoh bentuk pola hubungan teman sebaya; 2. Berikanlah contoh bentuk pola hubungan teman sebaya yang berupa kelompok. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 5

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria atau wanita : Menjalin pola hubungan sosial dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria atau wanita. : Menjalin pola hubunga sosial dengan teman sebaya sesuai perannya sebagai pria atau wanita dan bersikap positif terhadap teman. : Sosial : Pengembangan : 1. Memberi tugas kelompok untuk menerapkan dan membentuk kelompok dengan jumlah genap; 2. Memberi tugas kelompok untuk membahas dampak tidak memperhatikan tips agar jalinan hubungan sosial tahan lama ; 3. Siswa mengerjakan LKS. : Menjalin hubungan sosial dan bersikappositiof terhadap teman

G. Materi layanan a. saling percaya

1. Dasar-dasar menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya. b. saling menghormati c. saling membutuhkan d. saling mendukung e. saling menjaga kerahasiaan antar teman f. tidak mengganggu hak pribadinya g. tidak berburuk sangka Untuk membentuk suatu kelompok, hendaknya berjumlah genap. Hal ini untuk menjaga perasaan anggota, agar tidak ada yang merasa terisolir atau tidak diperhatikan teman lain yang bisa diajak bicara. Jumlah anggota tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit antara 4 sampai 6 orang cukup untuk membentuk kelompok. Terlalu banyak anggota tidak akan efektif dalam melaksanakan tugas, sementara terlalu sedikit juga akan kesulitan menyelasaikan tugas, informasi yang dimiliki dan didapat kurang banyak dan wawasan kurang luas. Pembentukan kelompok ini bukan sekedar untuk kumpul-kumpul saja, melainkan dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan berbagai informasi demi perkembangan diri daaaan kelompok di masa depan. Dan untuk pelaksanaan sehari-hari diperlukan pembagian tugas yang jelas, dibawah koordinasi salah satu anggota, supaya tidak terjadi kesalahpahaman antar teman. Yang terpenting adalah keterbukaan dan kepercayaan yang kuat diantara anggota. Bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi dalam kelompok. 2. Beberapa tips agar jalinan hubungan sosial dapat bertahan lama dan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat: a. Menjaga komunikasi antar anggota;

b. c. d.

Menjaga keterbukaan antar anggota, tetapi harus tetap menghormati hal-hal yang bersifat rahasia atau pribadi; Tidak saling mencurigai; Hilangkan pikiran negatif terhadap teman, dengan cara mengkonfirmasikan terlebih dahulu semua informasi yang diterima;

e. Menjaga perasaan teman dengan tidak menyinggungnya, baik melalui kata-kata atau sikap. Panggil dengan nama baiknya, jangan mengolok-olok kekurangannya atau menyebut nama orang tuanya. f. Menghormati anggota keluarga teman, bila berkunjung harus tetap menjaga kesopanan bertamu; h. Menaggapi sikap dan pembicaraan teman dengan pikiran positif, tidak dengan kemarahan atau ketersinggungan. H. Evaluasi 1. Tiap anggota kelompok memerankan contoh komunikasi yang sehat dalam kelompoknya; 2. Tiap anggota kelompok dapat menjelaskan dampak tidak memperhatikan tips menjalin hubungan sosial. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 6

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami pengaruh hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar : Mengetahui pengaruh positif dan pengaruh negatif hubungan teman sebaya terhadap kegiata belajar. : Belajar : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang pengaruh hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar; 2. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruh positif dalam hubungan sosial; 3. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruh negatif dalam hubungan sosial 4. Siswa mengerjakan LKS. : Pengaruh hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar.

G. Materi layanan

1. Pengaruh Positif Adalah pengaruh baik dari hasil pertemanan yang bisa dikembangkan dan bermanfaat untuk kehidupan mendatang, dan pengaruh ini bisa diterima dan dikembangkan. Pengaruh positif biasanya dapat dilihat dari perubahan perilaku seseorang setelah menjalin hubungan sosial atau pertemanan, dari yang tidak baik atau kurang baik menjadi lebih baik lagi. Contoh, biasanya seseorang kurang bersemangat belajar, sejak menjalin pola hubungan sosial atau pertemanan ini menjadi lebih bersemangat dan rajin belajar sehingga prestasinya meningkat. 2. Pengaruh Negatif Adalah pengaruh buruk dari hasil pertemanan yang dapat merusak kehidupan dan masa depan seseorang. Pengaruh negatif biasanya ditunjukkan oleh perubahan perilaku seseorang dari baik menjadi tidak baik, atau dari tidak baik menjadi semakin tidak baik. Contohnya, seorang siswa biasanya rajin masuk sekolah, tidak pernah terlambat. Tetapi sejak menjalin pertemanan dengan seseorang, justru sering terlambat datang kesekolah, bahkan mulai belajar membolos. Pengaruh seperti ini harus dihindari sebab pengaruh seperti ini bisa merusak masa depan anda. Tetapi harus diingat, bahwa menghindari pengaruh negatif bukan berarti menghindari teman atau terlalu pilih-pilih teman. Demi keselamatan diri sendiri dan berlangsungnya hubungan pertemanan, maka menghindari pengaruh negatif harus diupayakan sebijaksana mungkin, sehingga tidak akan menimbulkan korban baik secara psychis atau fisik. 3. Dampak pengaruh teman sebaya dalam kegiatan belajar Bagi sebagian siswa, belajar merupakan kegiatan yang membosankan. Karena itu kegiatan ini rawan sekali terhadap pengaruh negatif. Sebagai seorang siswa, yang hakikatnya adalah seorang terpelajar dan calon pemimpin bangsa, harus mampu mempengaruhi teman lainnya untuk melakukan hal-hal yang baik, yang bermanfaat bagi masyarakat dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik. Memberi contoh yang dapat dijadikan teladan bagi teman sebaya,

seperti sikap patuh terhadap peraturan sekolah, berpenampilan rapi, ramah kepada teman dan guru serta semua personil yang ada di sekolah, rajin, ringan-tangan dalam membantu semua yang membutuhkan bantuan. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa contoh pengaruh positif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar; 2. Sebutkan beberapa contoh pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi di beri Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan di beri Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 7

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubunganyang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar : Membentuk kelompok belajar : Belajar : Pengembangan dan pencegahan : 1. Menjelaskan pengaruh positif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 2. Menjelaskan pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 3. Memberikan motivasi untuk mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 4. Menjelaskan beberapa sebab penyimpangan prilaku termasuk penyimpangan proses belajar; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar “ 1. Mewujudkan Pengaruh positif bukan berarti memaksakan pendapat atau kehendak kepada orang lain, melainkan berusaha mengajak teman berbuat baik, tanpa mereka merasa bahwa kita telah mempengaruhinya. Sehingga terkesan mereka berbuat baik, karena memang mereka sudah baik, bukan karena pengaruh kita. Pengaruh baik dalam kegiatan belajar akan terwujud dalam bentuk motivasi belajar semakin tinggi, kerajinan dalam melaksanakan tugas dan kehadiran dalam kegiatan belajar serta berpartisipasi dalam kelompok belajar atau dalam melaksanakan tugas kelompok. Bila dalam kelompok belajar ternyata ada anggota yang tidak mau melakukan kegiatan yang telah disepakati, maka sebaiknya kita mengadakan pendekatan dan musyawarah. Dicari apa sebabnya, setelah menemukan permasalahan, maka berusahalah mencari alternatif pemecahannya. Apabila ternyata mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah ini, maka jalan terbaik adalah konsultasi dengan guru pembimbing. Demikianlah cara mewujudkan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar, tanpa ada pemaksaan kehendak kepada sesama teman. Dalam hubungan sosial ini pun kita tetap harus menghormati teman. 2. Langkah-langkah mewujudkan pengaruh positif : 1. Diawali dengan ajakan untuk belajar bersama/membentuk kelompok belajar; 2. Menyelesaikan masalah-masalah belajar bersama; 3. Berdiskusi tentang perkembangan belajar di sekolah. 3. Wujud pengaruh negatif dari teman sebaya Umumnya muncul berupa tekanan-tekanan dari teman sebaya, seperti adanya ancaman bila tidak mengikuti kemauan seseorang atau sekelompok teman, paksaan untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai dan lain-lain. Mengahadapi hal-hal seperti ini, kita harus

bijaksana. Usahakan kita bisa menghindari pengaruh ini tanpa harus menyinggung perasaan teman lain. Jangan sampai ada korban, baik secara fisik atau psychis dalam menghadapi teman semacam ini. Bila kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan guru pembimbing untuk mengatasi masalah ini, sebab resiko dari pengambilan keputusan anda akan berat. Bahkan mungkin akan membawa korban. Jadi hindarilah teman-teman yang kiranya akan membawa pengaruh negatif dan merugikan anda, khususnya dalam hal peningkatan prestasi belajar. Bila tidak mampu menghindari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan guru pembimbing. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Semakin lama anda menyimpan masalah akan semakin sulit mengatasinya. H. Evaluasi 1. Sebutkan pengaruh positif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar!; 2. Sebutkan pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar!; 3. Bagaimana cara mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar?; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 8

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan karir. : membentuk kelompok diskusi tentang karir : Karir : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kaitan antara teman sebaya dengan pengembangan karir ; 2. Siswa diberi penjelasan tentang mempersiapkan diri menghadapi dunia karir; 3. Siswa diberi penjelasan tentang prinsip-prinsip menggali informasi tentang pengembangan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan karir“. Telah disebutkan bahwa teman sebaya adalah kelompok sosial yang berpengaruh bagi remaja, termasuk dalam pandangan, pilihan bahkan upaya pengembangan karir seseorang. Ketika mash kecil ibu guru / bapak guru sering bertanya apa cita-cita kamu jika sudah besar? Atau kamu ingin jadi apa? Hal ini berbeda lagi dengan masa ketika anda menginjak masa remaja, ketika anda sudah mampu mengamati beberapa karir yang ada di dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat atau anda telah melihat acara televisi yang menampilkan berbagai macam karir, mungkin juga anda telah membaca majalah dan koran yang ada lowongan pekerjaan. Pada gilirannya siapa yang sering anda ajak untuk berdiskusi, bertanya atau bertukar fikiran mengenai pekerjaaan yang menjadi gambaran cita-cita di masa depan..mereka adalah kelompok sebaya, kelompok yang sering mencari pembenaran terhadap pilihan karir yang mereka senagi. Tujuan akhir dari proses pembelajaran adalah untuk mencapai karir atau bekerja. Setiap orang mendambahkan pekerjaan yang baik, nyaman, sesuai dengan keinginannya, dapat menjamin kehidupan diri dan keluarganya serta dapat dinikmati dalam waktu lama, bahkan mungkin selamanya. Tetapi sedikit orang yang mampu mewujudkan cita-cita tersebut, karena tidak mempersiapkan sejak dini. Banyak orang yang tidak mengetahui tujuan dia belajar atau sekolah. Banyak orang yang tidak memiliki persiapan akan jadi apa dia kelak. Hidup hanya dijalani, tanpa program. Sehingga pada akhirnya banyak orang kecewa karena tidakmendapat pekerjaan yang layak baginya atau hanya sekedar bekerja, menghasilkan uang, tanpa kenyamanan dan kesejahteraan. Bimbingan karier mengajak para siswa belajar mempersiapakan diri menghadapi dunia karier, menyongsong masa depan yang gemilang, mendapat kehidupan yang layak, sejahtera dan bahagia. Untuk itu diperlukan banyak informasi tentang dunia kerja atau dunia karier, agar para siswa memiliki wawasan yang luas dan banyak alternatif karier atau pekerjaan yang dapat di jalani. Untuk mendapatkan informasi karier yang sebanyak-banyaknya, diperlukan sumber informasi yang akurat dan dapat di percaya. Sumber informasi dapat berupa media cetak, elektronik, orang-orang yang sudah bekerja, tokoh masyarakat, teman yang memiliki pengetahuan atau pengalaman di

bidang karier dan sebagainya. Salah satu sumber informasi yang dapat kita manfaatkan adalah kehadiran teman di sekitar kita. Teman adalah sumber informasi yang tak ternilai harganya. Dari teman, kita dapat mendapatkan banyak informasi tentang berbagai hal termasuk masalah karier. Semakin banyak teman, akan semakin banyak pula informasi yang dapat kita manfaatkan untuk mempersiapakan karier. Bahkan sampai dewasa pun kita bisa mengajak teman untuk bekerjasama dalam dunia karier. Menggali informasi tentang pengembangan persiapan karier dapat dilakukan bersama teman melalui : 1. Diskusi kelompok, atau sekedar ngobrol masalah karier yang diketahui. 2. Menggambarkan karier masing-masing orang tua siswa, atau karier saudara; 3. Menceritakan perkembangan karier yang diketahui oleh masing-masing siswa; 4. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui media cetak; 5. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui media elektronik; 6. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui kunjungan kerja / belajar ke perusahaan-perusahaan atau instansi terdekat; 7. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui wawancara dengan tokoh masyarakat. H. Evaluasi 1. Jelaskan kaitan antara teman dengan dunia bekerja!; 2. Jelaskan bagaimana cara menggali informasi karier!; 3. Sebutkan sumber informasi yang dapat di pakai untuk pengembangan karier!; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 13 Juli 2009 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 9

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami bahwa baik pria atau wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan pengembangan karier. : Melatih diri menghargai pekerjaan orang lain : Karir : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Pria atau wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan mengembangkan karier “ Pria dan wanita jelas berbeda jika di tinjau dari jenis kelamin, namun dalam berkarir pria dan wanita memiliki persamaan hak dan tanggung-jawab tangan yang sama. Persamaan hak dan kewajiban masih tetap mempertimbangkan bahwa kodrat seorang wanita adalah seorang ibu bagi anak-anak yang dilahirkan. pria juga demikian memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menghadapi keluarga. Di jaman sekarang anda sudah mengetahui bermacam-macam karir bahkan di lingkungan keluarga sendiri anda telah bertanya tentang karier ayah misalnya sebagai pengusaha, ibu menjadi seorang guru, kakak menjadi karyawan sebuah perusahaan sampai pada kakek yang telah pensiun menjadi tentara atau PNS yang lain. Dikatakan antara pria dan wanita tidak ada perbedaan dalam karir, contoh pria berkarir sebagai perancang busana, wanita menjadi tentara, pria menjadi koki profesional, wanita menjadi tehnisi mobil dan sebagainya, yang terpenting dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan adalah kemampuan, keterampilan, kreativitas, wawasan dan pengalaman dalam karier. Karena itu kesempatan bagi pria atau wanita untuk mengembangkan karier tetap sama.yang menjadikan mereka bisa berhasil atau sukses adalah : a. Mampu memanfaatkan kesempatan/peluang dalam karier; b. Lincah dan terus belajar agar lebih profesional; c. Mampu menjadikan hambatan sebagai peluang; d. Mampu dan tidak putus asa; e. Disiplin dalam menjalankan tugas serta aktif dan kreatif untuk mengikuti (menyelesaikan) tantangannya. R.A.Kartini telah berhasil memperjuangkan hak-hak kaum wanita indonesia dalam kesetaraan gender. Namun R.A.Kartini tidak pernah mendapat kesempatan untuk menikmati hasil perjuangannya sampai akhir hayatnya. Bahkan untuk menyaksikannya pun tidak sempat. Kini wanita indonesia sudah bisa berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan kaum pria di dalam berbagai hal, di lingkungan sosial masyarakat.

Sebenarnya, emansipasi wanita atau kesetaraan gender sudah mulai sejak zaman dahulu kala. Hal ini terbukti melalui sejarah panjang dunia sejak dahulu sampai sekarang yang mencatat banyak pemimpin-pemimpin wanita yang mengalami masa kejayaan dan tidak kalah dengan pria, seperti zaman Ratu Balqis, Ratu Tri Buana Tungga Dewi, Ratu Juliana, Margareth Teacher, Indira Gandhi, Megawati Soekarno Putri, dan lain-lain. Di dalam dunia karierpun, sebenarnya wanita sudah menunujukkan keberhasilan sejak jaman Nabi Muhammad S.A.W. Hal ini membuktikan dengan keberhasilan istri Nabi Muhammad di dunia perdagangan, yaitu Siti Khadijah. Beliau adalah figur wanita karier yang dapat di teladani oleh para wanita sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya wanita telah mendapat kesempatan untuk berkarier sejak lama, sampai sekarang tinggal kemauan para wanita itu sendiri untuk berdiri tegak menyamakan prestasi dengan kaum pria. Tetapi sekarang banyak wanita yang mengembangkan hobi fotografi menjadi sebuah karier yang menjanjikan berpenghasilan cukup. Bersaing dengan kaum pria. Karier ini memiliki prospek yang sangat bagus di masa depan karena semakin maju dan berkembangnya media komunikasi di dunia ini. Banyak TV bermunculan yang membutuhkan banyak tenaga fotografer, juga media cetak seperti surat kabar, majalah, buletin, media entertainment dan lain-lain. Fotografer, karier ini pada jaman dahulu hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki, kini juga diminati banyak wanita. Karier sebagai guru olah-raga, dulu juga hanya diminati dan dikerjakan oleh para lelaki saja. Sekarang karier ini pun banyak di minati oleh kaum wanita. Sudah banyak ibu guru olahraga yang mengukur prestasi di tingkat dunia. Karier ini pun memiliki prospek masa depan yang bagus pula. . H. Evaluasi 1. Jelaskan cara mengembangkan karier agar sukses!; 2. Jelaskan bahwa sejak dahulu kala emansipasi wanita sudah di mulai !. 3. Berilah contoh bahwa antara pria dan wanita tidak ada perbedaan dalam berkarier! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 10

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai, anggota masyarakat dan warga negara : Memiliki kesadaran perlunya sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup pribadi dan anggota masyarakat. : Siswa memiliki konsep sistem etika dan nilai pedoman hidup sebagai pribadi dan anggota masyrakat : Pribadi : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang prinsip kehidupan; 2. Menjelaskan macam-macam etika dan nilai-nilai kehidupan;; 3. Faktor yang dapat mewujudkan nilai-nilai kehidupan; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Konsep etika dan nilai pedoman hidup sebagai pribadi dan anggota masyarakat“ A. Etika dan Nilai Pedoman Hidup sebagai Pribadi Dalam sikap prilaku sehari-hari seseorang selalu berpedoman kepada “etika“ dan ”Nilai sebagai pedoman hidup”. Hal ini merupakan kebiasaan serta tata cara dalam kehidupan etika serta nilai-nilai tersebut akhirnya menjadi pedoman hidup dalam diri setiap individu dan mengakar kuat dalam kepribadian, sehingga akan menjadi pedoman hidup, demikian inilah yang disebut “prinsip kehidupan”. Etika dan nilai-nilai pada setiap individu tidaklah sama, yakni berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, hal tersebut tergantung pada etika dan nila-nilai hidup yang mampu berpengaruh pada pribadi seseorang, ini sebabkan setiap individu mempunyai lingkungan yang sangat berbeda, baik pada lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat luas, seringkali etika serta nilai-nilai kehidupan yang diberikan keluarga sangat berbeda dengan etika yang diterima anak di sekolah, bahkan terkadang bertolak belakang dengan apa yang diterima di masyarakat secara luas. Itu semua dikarenakan masing-masing memiliki fungsi serta kebudayaan yang tidak searah, akan tetapi jika anak dapat memahami intisari dari hal tersebut, maka tentu terdapat kesamaan dalam tujuan yang diperolah. Dibawah ini tertulis daftar pernyataan tentang etika dan nilai-nilai kehidupan atau aspek-aspek kehidupan yang mengambarkan beberapa sikap pribadi seseorang yang antara lain : 1. Etika dalam keagamaan Yaitu mengakui adanya kekuasaan Tuhan Allah yang mutlak terhadap seluruh alam sehingga kita percaya bahwa segala perbuatan kita diketahui olah Tuhan Yang Maha Kuasa 2. Etika dalam kekuasaan Yaitu berusaha menguasai, memiliki mempengaruhi terhadap orang lain 3. Etika dalam moral

Diantaranya adalah keyakinan, pemikiran dan tindakan etika sebagai tolak ukur dan segala tindakan. 4. Etika dalam kasih sayang Yaitu rasa kasih sayang kuat dalam ikatan batin yang kuat dan hubungan yang saling menghargai, setia, tolong menolong, menghormati dan memikirkan kepentingan serta kebaikan orang lain. 5. Etika dalam kesenangan Yaitu sesuatu yang memberikan rasa senang atau gembira. 6. Etika dalam kebijaksanaan Yaitu kebiasaaan dalam nmengambil keputusan berdasarkan pertimbangan. 7. Etika dalam kejujuran Yaitu suatu pernyataan yang datang dari hati nurani. 8. Etika dalam kebebasan Yaitu melakukan sesuatu yang diinginkan tanpa perasaan terpaksa dan terikat serta tanpa mengganggu ketentraman orang lain. 9. Etika dalam keadilan Yaitu sesuatu sikap yang menunujukkan cara memandang segala sesuatu pada tempat dan keadaan sebagaimana adanya tanpa membedakan cantik{rupa}, materi{harta benda}, pangkat {kedudukan}dan sejenisnya. Oleh karena itu seberapa jauh mengetahui bermacam-macam nilai kehidupan. Hal itu menjadi sangat penting dalam membantu menetapkan pilihan yang tepat untuk melanjutkan sekolah serta penetapan dalam pemilihan pekerjaan dimasa yang akan datang benar-benar sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan nilai-nilai kehidupan sehingga akan terjadi kepuasan dan kebahagian hidup. B. Etika dan Nilai Pedoman Hidup sebagai Anggota Masyarakat Etika dan nilai-nilai kehidupan sebagai norma untuk masyarakat maka senantiasa menyangkut baik dan buruk, antara sopan dan santun. Maka dengan etika dan norma tersebut diharapkan agar seseorang dalam kehidupannya ditengah masyarakat dapat saling membantu, saling menyayangi, dan saling percaya serta saling mencintai. Sedangkan yang dimaksud nilai pedoman hidup adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, seperti adat atau kebiasaan dan sopan santun dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang di tuntut untuk bersikap sopan, sedangkan etika dan kesopanan seseorang merupakan tuntutan masyarakat di mana dan kapan saja. Etika sebagai ilmu yang memberikan tuntutan sebagaimana lewat cara berfikir rasionalnya, oleh karena itu manusia mengkaji berbagai perilaku moral yang terdapat beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral. C. Beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral adalah : 1. Etika Diskriptif yaitu menggambarkan perilaku moral atau tentang perilaku. Contoh : Adat istiadat yang boleh atau tiadak boleh dilakukan. 2. Etika Normatif yaitu etika yang bertumpuh pada prinsip-prinsip etis atau norma-norma yang kebenarannya tidak bisa di tawar lagi. 3. Meta Etika yaitu mempelajari dan mengkaji secara khusus tentang ucapan-ucapan yang etis. Secara sadar atau tidak orang tua maupun bapak atau ibu guru juga mengajarkan pula tentang tata cara beretika seperti : keluar dan masuk rumah, menyapa, memberi hormat, berbicara dan sebagainya, hal seperti ini dimaksudkan anak dapat berperilaku seperti yang diajarkan, hal ini merupakan awal dari proses pengenalan diri terhadap nilai-nilai etika yang berlaku pada masyarakat. D. Nilai-nilai pedoman hidup antara lain : a. Apabila hendak menerima sesuatu hendaknya dengan tangan kanan; b. Sehabis menerima sesuatu hendaknya mengucapakan rasa terima kasih;

c. Tata cara memberi hormat, berbicara, berpakaian serta menyapa. E. Langkah-langkah yang mudah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan nilai-nilai pedoman hidup dilingkungan masyarakat luas adalah : 1. Senyum Adalah ekspresi jiwa yang menggambarkan kebaikan, bersahabat, dan menunujukkan adanya perhatian terhadap orang lain serta dapat menyejukkan hati yang sedang susah. Senyum juga tidak memerlukan modal dan tidak menurunkan derajat seseorang. 2. Salam Adalah suatu ucapan yang di berikan pada saat bertemu dengan orang lain, yang dapat bermakna memberikan hormat serta memberika do’a agar selamat dan sejahtera. 3. Sapa / tegur Artinya memberikan isyarat bahasa yang bernuansa keakraban dan tali-kasih terhadap seseorang yang dijumpai. Sapa juga menunujukkan bahwa seseorang tersebut memperhatikan dan peduli terhadap seseorang. 4. Sopan Artinya memberi hormat atau menghargai seseorang sesuai dngan norma agama dan norma yang berlaku, ini berarti sikap perilakunya dalam sehari-hari baik. 5. Santun Berarti membantu mengasihi dan menyayangi, kita selalu diharapkan dapat bersikap santun terhadap orang yang dekat dengan kita, orang yang di anggap lemah terutama teman-teman kita yang perlu di bantu. Nilai pedoman hidup tersebut di atas sering digunakan dalam hubungan sosial yang di sebut “silaturrohim” yang berarti menyambungkan kasih sayang antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Demikian juga dalam agama, silaturrohim merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap manusia. Oleh karenanya maka apabila kita melaksanakan sitarurrahim, berarti kita telah melaksanakan perintah agama yang mempunyai nilai ibadah. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral !; 2. Jelaskan langkah-langkah untuk mewujudkan nilai-nilai pedoman hidup di lingkungan masyarakat luas !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 11

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia. : Memiliki dorongan yang kuat untuk berperilaku sesuai dengan sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai peribadi dan anggota masyarakat. : Memiliki etika dalam bergaul, bertemu, menelpon dan berpakaian. : Sosial : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan cara menumbuhkan motivasi seseorang dalam berperilaku; 2. Menjelaskan penerapan etika berbicara; 3. Menjelaskan beberapa kebutuhan manusia yang bersifat negatif; 4. Siswa mengerjakan LKS.

C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Motivasi yang mendorong berperilaku sesuai etika dan nilai pedoman hidup “ Tokoh dari pandangan humanistik yang bernama “Roger” telah memberikan pendapatnya yaitu : “ Manusia itu memiliki dorongan untuk mengarahkan perilakunya ketujuan yang positif sebagai penentu nasibnya sendiri dan perilaku manusia itu selalu berkembang dan berubah untuk menjadi pribadi yang maju dan sempurna, sehingga perilakunya dapat memuaskan masyarakat secara luas ”. Motivasi perilaku manusia itu semata-mata tidak hanya digerakkan oleh dorongan yang dapat memuaskan diri sendiri, akan tetapi juga digerakkan oleh rasa tanggung-jawab sosial dalam rangka untuk mewujudkan penemuan jati diri yang sangat besar pengaruhnya terhadap situasi dalam menentukan perilaku diri sendiri. Dalam situasi seperti ini seringkali anak di tuntut supaya mampu berperilaku sesuai dengan etika yang berlaku, misalnya di lingkungan rumah anak selalu diajarkan perilaku yang disertai tanggung-jawab, seperti halnya hormat kepada orang tua, melaksanakan ibadah sesuai dengan ajarannya dan saling menyayangi sesama anggota keluarga serta dapat memberikan contoh yang baik terhadap adik-adiknya. Sedangkan di lingkungan sekolah juga diajarkan untk dapat mentaati peraturan-peraturan sekolah dengan disiplin dan penuh semangat yang tinggi, yang kesemuanya sudah tertulis dalam tata tertib sekolah. Akan tetapi berbeda dalam lingkungan masyarakat yang senantiasa di ajarkan berbagai cara untuk dapat bermasyarakat secara luas melalui berbagai macam kegiatan, baik kegiatan yang dilaksanakan di kampung maupun kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat secara luas seperti kerja bakti di masjid atau mushollah, hal yang demikian itu dilaksanakan secara bergotong-royong, selain itu diajarkan pula cara bergaul dan serta tenggang-rasa antar warga. Dari berbagai uraian dan contoh di atas tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa dalam sikap dan perilaku sehari-hari harus selalu berpedoman pada etika dan nilai-nilai yang berlaku, sehingga apa yang di perbuat akan menjadi suatu kebiasaan, yang selanjutnya akan menjadi nilai-nilai diri sendiri. Dan apabila hal itu dapat mengakar kuat terhadap kehidupan, aamaka akan terbentuklah suatu prinsip yang kuat dalam diri.

Pada dasarnya manusia itu di tuntut untuk saling mengenal, membantu dan berhubungan /bergaul, akan tetapi dalam bergaul ada nilai-nilai yang harus dijadikan pedoman supaya tingkah-laku dapat di terima oleh masyarakat secara luas, tingkah-laku itu juga merupakan cermin pribadi terhadap diri sendiri. Dibawah ini ada beberapa contoh dalam penerapan etika dalam pergaulan antar lain : 1. Etika dalam memberi hormat a. Memberikan ucapan salam penghormat; b. Menghargai keberadaan pada pribadinya; c. Menjunjung nilai-nilai kemanusian. 2. Etika dalam berbicara a. Berbicara seperlunya dan jelas agar tidak membosankan; b. berbicara dengan jujur dan berterus-terang; c. Jangan berbicara yang bermakna mencela; d. Jangan berbicara yang dapat menyinggung perasanya; e. Meskipun berbeda pendapat dengan kita, namun tetap kita hargai; f. Harus menyesuaikan waktu dan keadaan untuk berbicara. 3. Etika dalam berkenalan a. Mulailah dalam berkenalan dengan senyum; b. Jika berjabat tangan jangan terlalu keras ; c. Bertanyalah untuk tujuan saling mengenal; 4. Etika dalam menelpon a. Mengucapkan salam dan menyebutkan identitas diri; b. Mengunakan bahasa yang sopan dan tidak keras; c. Berbicara yang di anggap penting; d. Untuk mengakhiri pembicaraan mengucapkan salam. 5. Etika dalam berpakaian a. Berpakaianlah yang sopan ,rapi,bersih dan pantas tidak perlu mahal; b. Serasikan warna pakaian dengan warna kulit; c. Jangan berpakaian yang sempit/ketat maupun longgar; 6. Etika dalam memelihara kebersihan badan dan mental a. Bagi lelaki, rambut dan kumis sebaiknya rapi; b. Kuku dan gigi harus bersih; c. Pakaian harus ganti 2 kali; d. Jangan berperasangkah; e. Jangan menjelek-jelekan. Menurut “Morgan” yang di tulis kembali oleh “Nasution” maka di katakan bahwa manusia hidup ini memiliki berbagai kebutuhan yang bersifat negtif hal itu antara lain : 1. Kebutuhan untuk berbuat sesuatu dalam beraktivitas; 2. Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain; 3. Kebutuhan untuk mencapai hasil; 4. Kebutuhan untuk mngatasi kesulitan. H. Evaluasi 1. Jelaskan kebutuhan manusia yang bersifat negatif menurut morgan!; 2. Bagaiman etika berbicara dan berkenalan?. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling. Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 12

A. Tugas Perkembangan 5 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami aspek sosial dalam sistem etika dan nilai pedoman : Sosial : Pemahaman : 1. Siswa direspon untuk menyebutkan tatacara dalam pergaulan antar warga di sekoalah; 2. Siswa diberi penjelasan tentang etika dan nilai kehidupan sebagai unsur sifat kepribadian; 3. Siswa diberi penjelasan tentang hambatan dalam mengadakan hubungan sosial; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“Aspek-aspek sosial dalam etika dan nilai pedoman hidup “ Etika dan nilai hidup adalah sebagai unsur sifat kepribadian yang dapat terwujud melalui perilaku seseorang. Sedangkan sifat-sifat tersebut adalah : 1. Dalam beretika seseorang cenderung untuk mengutamakan kebijakan sesuai hati nuraninya; 2. Etika seseorang selalu berkembang; 3. Etika yaang terbentuk cenderung mewujudkan kesejajaran antara pikiran, ucapan serta perilaku; 4. Etika yang ditampilkan atas dorongan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri; 5. Etika dapat diajarkan secara langsung sebagai pengiring mata pelajaran; 6. Pembelajaran etika di sekolah merupakan latihan yang di laksanakan secara terus menerus. A. Tatacara dalam pergaulan antar warga di sekolah : 1. Mengucapakan salam kepada kepala sekolah, bapak/ibu guru beserta staf karyawan maupun antar sesama teman; 2. Saling menghormati antar sesama teman; 3. Menghargai perbedaan agama, latar-belakang budaya; 4. Menghormati ide-ide, pikiran serta pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman serta warga sekolah; 5. Berani menyatakan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar; 6. Menyampaikan pendapat secara sopan; 7. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih apabila mendapat bantuan dari orang lain; 8. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf; 9. Menggunakan bahasa yang sopan dan beradab.

Meskipun demikian akan tetapi dalam melaksanakan pergaulan tidaklah selalu dapt terlaksana secara mulus, hal yang demikian itu di karenakan adanya hambatan-hambatan yang muncul, baik hambatan yang muncul dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa. B. Bentuk-bentuk hambatan dalam mengadakan hubungan sosial yaitu : 1. Kurang memahami tentang cara-cara bergaul dengan baik; 2. Kurang mengerti bagaimana caranya dalam mencari, mempertahankan, memupuk dalam persahabatan; 3. Tidak memiliki prinsip yang kuat,sehingga mudah terpengaruh dalam pergaulan. 4. Mempunyai pandangan yang salah tentang pergaulan. Pelanggaran terhadap etika sangat merugikan bagi siapapun, bukan saja rugi pada diri sendiri, tetapi keluarga, sekolah, masa depan bahkan orang-orang yang tidak bermasalah ikut menjadi korban. Oleh karena itu pergaulan selalu membawa dampak baik yang positif maupun yang negatif bagi keberhasilan seseorang dalam mencapai serta mewujudkan karier pada masa depan hal seperti ini tata cara dalam bergaul memiliki peranan yang sangat penting dan bahkan dapat mempengaruhi cita-cita diri sendiri. H. Evaluasi 1. Cobalah jelaskan bahwa etika dan nilai pedoman hidup adala sebagai unsur sifat kepribadian yang dapat terwujud melalui perilaku seseorang !; 2. Bagaimana usaha Anda agar terjalin hubungan sosial yang baik!. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 13

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mewujudkan aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mentaati dan melaksanakan aturan dirumah, di sekolah dan lingkungan. : Sosial : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang penerapan etika dalam keluaraga; 2. Siswa diberi contoh tentang memerapakanetika dalam lingkungan masyarakat ; 3. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Mewujudkan aspek sosial dalam etika dan nilai pedoman hidup “ Pada prinsipnya manusia di tuntut untuk menjalin hubungan, agar dapat saling mengenal dan membantu, namun dalam menjalani hubungan sosilal tersebut terdapat nilai yang harus dijadikan sebagai pedoman dan juga harus diterapakan dalam kehidupan seharihari, sehingga perilaku tersebut dapat di terima di masyarakat. A. Penerapan etika dalam lingkungan keluarga : 1. Patuh dan taat dalam menjalankan perintah agama; 2. Berbakti kepada kedua orang tua; 3. Menghargai kepada semua anggota keluarga; 4. Turut menjaga nama baik keluaraga; 5. Saling membantu dan tolong menolong; 6. Berkata jujur dan bertanggung jawab; 7. Peduli terhadap kebersihan di lingkungan dan sekitarnya. B. Penerapan Etika dalam lingkungan sekolah 1. Tata tertib yang berhubungan dengan kelakuan antara lain a. Hormat dan patuh terhadap Bapak/Ibu Guru/karyawan sekolah; b. Tidak terlibat perkelahian antar pelajar; c. Mau menghormati dan menghargai pendapat teman; d. Tidak mengotori serta merusak sarana maupun prasarana. 2. Tata tertib yang berhubungan dengan kerajinan a. Hadir di sekolah tepat waktu; b. Mengikuti proses belajar dengan baik; c. Selalu mengerjakan tugas; d. Mengikuti upacara bendera. e. Aktif piket dan kegiatan ekstarkurukuler. 3. Tata Tertib yang berhubungan dengan kerapian a. Memakai seragam lengkap dengan atribut; b. Berpakain bersih, rapi dan sopan; c. Rambut pendek rapi; d. Selalu membuang sampah pada tempatnya.

C. Penerapan etika dalam lingkungan masyarakat 1. Bersikap menghargai orang lain; 2. Bersikap ramah dan santun dalam berbicara; 3. Berpenampilan yang luwes dan bijaksana; 4. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda; 5. Tidak mengganggu tetangga; 6. Suka menolong; 7. Ikut dalamkegiatan sosial; 8. Suka menjenguk kerabat dan tetangga yang sakit. Dengan demikian maka masalah etika dalam realitanya ada yang di katakan norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hukum. Sedangkan norma kesopanan merupakan peraturan yang timbul dari pergaulan segolongan manusia. Peraturan peraturan itu diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap manusia yang ada di sekitarnya. H. Evaluasi 1. Cobalah beri contoh penerapan etika dalam lingkungan sekolah!; 2. Apakah Anda pernah melakukan kegiatan dalam masyarakat yang berkaitan penerapan etika dalam masyarakat ? Coba berikan contohnya!. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 14

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar

: Mencapai pola hubunganyang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan pengaruh sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara dalam kegiatan belajar. : Menerapkan etika dalam belajar; Menumbuhkan semangat belajar dari orang –orang yang memiliki etika. : Belajar : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang pengaruh menerapkan etika dalam belajar di sekolah agar sukses; 2. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruhmemberi semangat belajar; 3. Siswa diberi penjelasan tentang penilaian hasil belajar : 4. Siswa mengerjakan LKS. : Pengaruh sistem etika dan nilai pedoman hidup daklam kegiatan belajar

C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

1. Pengertian Etika dalam belajar adalah tatacara yang harus di lakukan selama proses pembelajaran itu berlangsung yang sesuai dengan situasi dan kondisi, situasi dan kondisi tersebut memiliki makna tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku baik yang berupa tata-tertib maupum kebudayaan tertentu. Keberhasilan belajar seseorang banyak di pengaruhi oleh bagaimana cara serta etika belajar yang di lakukan. Oleh karean maka seseorang harus memahami tentang etika dalam belajar yang efektif dan efisien. 2. Cara beretika dalam belajar di sekolah supaya memperoleh hasil yang optimal antara lain: 1. Niat belajar yang tertanam dalam hati; 2. Banyak membaca bahan-bahan pelajaran; 3. Banyak latihan so’al; 4. Mengatur waktu belajar; 5. Tempat belajar yang nyaman; 6. Bertanya kepada guru atau teman jika mengalami kesulitan; 7. Membuat rangkuman; 8. Senantiasa berdo’a sebelum dan sesudah belajar. 3. Hal-hal yang dapat menumbuhkan semangat belajar antara lain : 1. Menumbhkan berfikir positif; 2. Berusaha belajar tekun; 3. Belajar sendiri maupun kelompok; 4. Belajar dari pengalaman orang lain; 5. Belajar dari berbagai sumber belajar; 6. Selalu mensyukuri atas kemudahan serta keberhasilan dalam aktivitas belajar itu adalah rahmat dari Tuhan. 4. Perubaha sikap merupakan tanda dari hasil kegiatan belajar

1. Kognitif (Perubahan secara pengetahuan) Yaitu suatu perubahan dalm hal pengetahuannya yang telah di dapat oleh anak setelah adanya proses belajar, misalnya dari tidak mengerti menjadi mengerti. 2. Afektif (perubahan secara sikap) Yaitu perubahan tentang perilaku yang telah di dapat oleh anak setelah adanya proses belajar, misalnya perilaku yang semula negatif menjadi positif. 3. Psikomotorik (Perubahan secara ketrampilan) Yaitu perubahan tentang ketrampilan yang dihasilkan dari proses belajar, misalnya dari yang tidak terampil menjadi terampil. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa contoh hal-hal yang dapat menumbuhkan semangat belajar; 2. Sebutkan beberapa cara beretika dalam belajar di sekolah supaya memperoleh hasil yang optimal. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan di beri Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 15

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator

: Mengenal sitem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mewujudkan pengaruh sistem etika dan nilai bgi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Menerapakan cara belajar di kelas Melatih diri belajar secara mandiri dan kelompok Mengikuti kegiatan sesuai usia di lingkungan masyarakat : Belajar : Pengembangan dan pencegahan : 1. Menjelaskan cara-cara belajar yang efektif dan efisien; 2. Siswa mengerjakan LKS. :

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan G. Materi layanan

“ Mewujudkan pengaruh etika dan nilai pedoman hidup dalam kegiatan belajar “ Pengaruh etika dan nilai-nilai dalam kegiatan belajar antara lain dapat menentukan keberhasilan belajar itu sendiri, setiap siswa memiliki cara beretika dalam belajarnya, baik etika yang di peroleh dari keluarga maupun yang di peroleh dari sekolah. Cara- Cara belajar yang efektif dan efisien antara lain : 1. Cara belajar di sekolah a. Dalam proses pembelajaran didalam kelas yaitu : 1. Menyiapkan diri sebelum guru masuk, seperti alat-alat tulis, buku mata pelajaran; 2. Berdo’a sebelum pelajaran di mulai; 3. Memperhatikan penjelasan guru; 4. Bertanya kepada guru jika kurang memahami; 5. Mendiskusikan dengan teman tentang materi yang di bahas guru tadi; 6. Mencatat dan membuat kesimpulan. b. Belajar mandiri/sendiri; c. Belajar dengan kelompok. 2. Cara belajar di rumah a. Mengatur waktu belajar; b. Mengulang atau menghafal pelajaran; c. Membuat ringkasan; d. Membaca dengan baik; e. Mengerjakan tugas dan latihan yang diberikan oleh guru di sekolah. 3. Cara belajar di lingkungan masyarakat. a. Belajar berorganisasi; b. Belajar mengendalikan diri, disiplin, berkomunikasi bergaul dan belajar memotivasi diri dan prang lain; c. Belajar mempunyai kepercayaan diri sendiri dan bertanggung jawab; d. Belajar dengan memberikan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya dan menghargai orang lain.

Secara umum dapat di tegaskan bahwa terdapat cara-cara yang lebih tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran pada lingkungan masyarakat tentang etika dan nilai hidup bagi diri seseorang yang antara lain : 1. Harus tekun menjalankan perintah agama; 2. Membiasakan berbuat baik kepada siapapun; 3. Dapat mengatasi pergaulan yang tidak baik; 4. Menghindari hal-hal yang mungkin dapat menghancurkan diri sendiri; 5. Mampu menghindari hal-hal yang berbau porno. H. Evaluasi 1. Sebutkan cara belajar di sekolah yang efektif dan efisien!; 2. Sebutkan cara belajar di rumah yang efektif!; 3. Bagaimana cara mewujudkan proses pembelajaran di lingkungan masyarakat.?; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 16

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami penerapan sistem etika dan nilai dalam pekerjaan dan pengembangan karier. : Memahami penerapan sistem etika dan nilai dalam pekerjaan dan pengembangan karir. : Karir : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan karir; 2. Siswa diberi penjelasan tentang tiga hal yang menjadi kepuasan dalam mengembangkan karir.; 3. Siswa diberi penjelasan tentang hambata-hambatan dalam pemilihan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Penerapan sistem etika dan niali dalam pekerjaan dan pengembangan karir “. Kesalahan dalam menentukan atau memilih studi lanjutan maka akan menyebabkan kemungkinan tertutupnya lapangan pekerjaan di masa mendatang serta juga dapat menyebabkan kegagalan dalam belajar di sekolah, sehingga akan menimbulkan dampak yang negatif dalam perkembangan psikologi anak. Hal-hal yang dapat di lakukan dalam menyesuaian antara karir dengan jabatan yang di harapkan di masa mendatang adalah : 1. Memahami potensi, kemampuan, bakat dan minat serta sifat-sifat pribadi yang berhubungan dengan pelajaran; 2. Siswa mengetahui berbagai kemungkinan pendidikan yang ada padanya; 3. Mampu dalam memilih sekolah sesuai dengan pilihannya; 4. Memahami kelemahannya dan kekuatanya untuk keberhasilan pendidikannya; 5. Dapat menyesuaikan diri dengan suasana sekolah, sehingga dapat mengarahkan semua potensi, kemampuan, bakat dan minat untuk keberhasilannya. Hal- hal yang harus di perhatikan dalam pengembangan karier anatara lain : 1. Kemampuan diri; 2. Faktor biaya; 3. Faktor-faktor dala memilih jurusan meliputi bakat, minat dan kepribadian. Terdapat 3 hal kepuasan dalam mengembangkan karir yaitu : 1. Pekerjaan yang dapat memuaskan bagi diri sendiri maupun keluarga; 2. Pekerjaan yang dapat memuaskan bagi perusahaan dan instansinya; 3. Pekerjaan yang dapat memuasakan bagi negara dan bangsanya. Manfaat etika dan nilai-nilai dalam pemilihan pekerjaan yang antara lain : 1. Dapat menilai dan memahami dirinya sendiri mengenai potensi dasar, minat dan bakat, sikap dan kecakapan yang dimiliki;

2. 3. 4. 5. 6.

Mempelajari dan mengetahui tingkat kepuasan yang di capai dari suatu pekerjaan; Mengetahui jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan potensi; Dapat menemukan dan mengatasi hambatan yang terjadi; Memiliki kesadaran tentang kebutuhan yang selau berkembang; Dapat merencanakan masa depannya, sehingga dapat menemukan karir dan kehidupan yang sesuai dengan dirinya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengingkatkan usaha pekerjaanya antara lain : 1. Menanamkan perasaan senang terhadap yang di kerjakan; 2. Disiplin waktu; 3. Selalu berkembang melaui ide-ide yang mengarah pada kemajuan kerja; 4. Pandai menjalin hubungan antar relasi; 5. Bersifat ulet. Adapun hambatan-hambatan dalam pemilihan pekerjaan yaitu : 1. Tidak bisa mengambil keputusan; 2. Tidak adanya pemilihan penempatan pekerjaan; 3. Pemilihan pekerjaan yang tidak sesuai; 4. Kurangnya informasi dan pemahaman terhadap diri sendiri terhadap suatu pekerjaan yang menjadi cita-citanya; 5. Pendidikan yang diperoleh tidak sesuai dengan pekerjaan. H. Evaluasi 1. Jelaskan hambatan-hambatan dalam pemilihan pekerjaan!; 2. Jelaskan manfaat etika dan nilai-nilai dalam pemilihan pekerjaan !; 3. Sebutkan hal-hal yang dapat di lakukan dalam penyesuaian antara karir dan jabatan yang di harapkan di masa depan !; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 /Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 1

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat. : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah. : Memahami arti pengetahuan dan ketrampilan Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Mengetahui manfaat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Sosial : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Aspek-aspek sosial dari upaya melanjutkan pendidikan tinggi” 1. Pengertian Aspek-aspek sosial Aspek-aspek sosial adalah bagian-bagian yang terkait dengan masyarakat. Sedangkan sekolah adalah lingkungan sosial yang lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat. Pendidikan tinggi adalah suatu jenjang pendidikan yang akan ditempuh secara formal mulai dari tingkat menengah atas(SMA),tingkat menengah kejuruan (SMK) sampai tingkat/ jenjang perguruan tinggi.. 2. Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) 3. Bentuk Perguruan Tinggi di Indonesia : a. Akademik Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan kejuruan, ditekankan pada pengetahuan praktis lewat kuliah dan praktek lapangan dengan program non gelar. Contph : AKABRI,AKADEMI BANK, ABA,AKAMIGAS. b. Politeknik Perguruan tinggi yang menyelanggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus praktikum dan kuliah lapangan lebih banyak diberikan pada kuliah teori. Bertujuan mencetak tenaga profesional program diploma non gelar. Contoh : POLITEKNIK di ITS, UNIBRAW, UNAIR POLI GIGI Dan KESEHATAN MASYARAKAT. c. Sekolah Tinggi Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan satu bidang ilmu kejuruan yang terdiri atas satu fakultas dan terdiri dan terbagi menjadi banyak jurusan program seperti diploma dan S-1

Contoh : STAN, STPDN DI jakarta,STIE,STIKOM,STELKOM. d. Institut Perguruan tinggi yang melaksanakan program pendidikan keilmuan dan kejuruan dalam bidang ilmu pengetahuan (Kependidikan, Teknologi,Pertanian dan seni dan sebagainya). Institut terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan dengan jenjang pendidikan S0 (Sarjana muda), S1 (Sarjan Strata satu),S2,S3. Contoh : ITB,ITS,IPB,IAIN dan IKIP. e. Universitas Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dan keilmuan dan kejuruan dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda terdiri dari beb erapa fakultas dengan berbagai jurusan. Jenjang pendidikannya bermacam-macam dari S0 sampai S3 terganmtung kemampuan masing-masing fakultas. Contoh : UNAIR, UI,UGM, UNESA, UBAYA,UNTAG,UNMUH. H. Evaluasi 1. Jelaskan Bentuk Perguruan Tinggi di Indonesia !; 2. Jelaskan pendidikan tionggi !. 3. Berilah contoh bentuk perguruan tinggi di indonesia ! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Pebruari 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 2

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarkat. : Memahami dan mewujudkan aspek-aspek sosial dalam persiapan karier dan kehidupan bermasyarakat.. : Mengetahui cara memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah Mengetahui cara memotivasi dirinya untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Sosial : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang cara memitivasi diri untuk betah dan senag di sekolah; 2. Menjelaskan cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Aspek –aspek sosial persiapan karieri“ A. Cara memotivasi diri untk betah dan senag di sekolah : 1. Mencari teman akrab yang dapat diajak bertukar pikiran; 2. Memilih beberapa pelajaran yang anda senangi; 3. Memilih beberapa guru yang menjadi favorit anda; 4. Mengenal beberapa karyawan sekolah untuk mempermudah administrasi sekolah; 5. Mencari kantin sekolah yang menyediakan makanan kesukaan; 6. Mengetahui berbagai laboratorium beserta isi dan kegunaannya; 7. Memilih program ekstra yang menjadi bakat anda. B. Cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi : 1. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa pelajaran sesulit apapun pasti bisa saya selesaikan; 2. Menumbuhkan keyakinan bahwa kalau teman saya bisa pasti saya juga busa; 3. Mempunyai impian dan cita-cita, jika saya dapat memimpikan masa depan, saya pasti bisa melakukannya. H. Evaluasi 1. sebutkan beberapa cara untuk memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah !; 2. jelaskan cara- cara memotivasi diri untuk pelajaran yang lebih tinggi !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling;

3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Pebruari 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk mempersiapkan arah karir yang cocock pada dirinya. : Mengetahui syarat pekerjaan baik fisik dan psikis. Mengetahu langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan arah karir “ 1. Pengertian karir Karir adalah perkembangan atau kemajuan dalam kehidupan pekerjaan atau jabatan . Persiapan karir adalah satu upaya untuk mempersiapkan diri dalam dalam pekerjaan yang di inginkan dengan mengetahui kemampuan, bakat, minat, ketrampilan khusus, keadaan fisik/ psikis dan motivasi dari orang tua atau orang lain di sekitar kita. 2. Syarat pekerjaan di zaman ini adalah : a. Mengutamakan keterampilan khusus seperti B.Asing, komputer; b. Modali diri dengan keterampilan; c. Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis; d. Memiliki kreatifitas tinggi, tidak putus asa. 3. Jenis-jenis karir a. Pegawai Negeri; b. Wiraswasta; c. Swasta; d. Jasa. 4. Langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : a. Mendata atau menelaah keadaan diri; b. Memilih karir yang sesuai dengan kemampuan diri; c. Mengembangkan keterampilan; d. Mengupayakan agar keadaan fisisk dan psikis dapat memenuhi syarat; e. Melanjutkan pendidikan formal. 5. Faktor fisik antara lain :

a. Kesehatan; b. Kekuatan dan daya tubuh; c. Besar dan tinggi badan; d. Ketrampilan; e. Kekurangan fisik yang di perbolehkan. 6. Faktor psikis antara lain : a. Kemampuan atau kecerdasan baik secara IQ/kecerdsan, ESQ/ kecerdasan Emosi, SQ/ Kecerdasan spiritual; b. Bakat dan Minat H. Evaluasi 1. Jelaskan faktor fisik dan psikis yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan karir.! 2. Bagaimana yang harus di penuhi untuk mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang ini I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Pebruari 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. : Memahami pengertian peran aktif. Mengetahui motivasi dan semangat untuk berperan dalam masyarakat. Memberi contph peran aktif dalam m asyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Metivasi untuk berperan aktif dalam masyarakat “ 1. Pengertian peran aktif Peran aktif adalah tingkah laku yang di harapkan dari seseorang sesuai dengan status yang di milikinya secara langsung. Peran aktif yang diterapkan oleh siswa di sesuaikan dengan usia dan statusnya sebagai pelajar, berarti peran pelajar seusia siswa SMP tidak sama dengan peran orang dewasa/ orang yang lebih tua dari mereka. 2. Motivasi dan semamgat untuk berperan dalam masyarakat, karena : a. Masyarakat adalah tempat saya bersosialisasi untuk meningkatkan kemampuan saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih baik agar saya lebih berperan sesuai dengan status dan usia saya ; b. Masyarakat adalah tempat yang dapat memberi bekal ketrampilan dan pelatihan mawas diri agar mampu mengendalikan diri; c. Masyarakat adalah tempat sekaligus guru dalam membentuk kepribadian saya dengan membiasakan diri berprilaku sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai, adat istiadat dan kepercayaan yang berlaku dalam masyarakat.

3. Peran aktif dalam masyarakat a. mulailah dari kegiatan yang ringan yaitu dengan ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah; b. ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan yaitu dengan tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan jmasyarakat. c. ikut serta dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat berkaitan dengan harihari besar atau acara-acar penting yang melibatkan anda seperti kegiatan lombah di hari ulang tahun kemeerdekaan RI,merayakan hari raya idul qurban dengan membantu menyembelih dan membagi-bagikan binatang qurban; d. Jadilah contoh bagi siswa seusia anda, di bawah usia anda bahkan usia diatas anada seperti sebagai ketua kelompok belajar di lingkungan sekitar anda yang anggotanya terdiri dari siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda, mengadakan acara untuk menggalai dana sumbangan teman anada yang sakit kewras dan sebagainaya. e. Terapkan materi pelajaran dan ketrampilan yang anda peroleh dari sekolah seperti ikut sholat jum’at di masjid kampung anda, mengadakan olahraga jalan sehat tiap hari minggu, dan sebagainya. f. Terapkan materi budi pekerti yang di ajarkan di sekolah atau dari keluarga seperti tersenyum dan memberi salam jika bertemu dengan seseorang, mengucap terima kasih jika telah diberi sesuatu atau bantuan oleh orang lain, dan kebiasaan kecil lain yang berkaitan dengan tata krama.

H. Evaluasi 1. Jelaskan motivasi apa saja yang memebuat seseorang untuk berperan dalam masyarakat! 2. Bagaimana cara berperan aktif dalam masyarakat. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Pebruari 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 /Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 1

A. Tugas Perkembangan 6

:

Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

: Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah. : Memahami arti pengetahuan dan ketrampilan Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Mengetahui manfaat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrapilan” 1. Pengertian pengetahuan dan ketrampilan Pengetahuan adalah suatu ilmu / wawasan yang di peroleh dari proses belajar dengan membaca, mengamati, menirukan dan gerakan. Keterampilan adalah suatu proses belajar yang di barengi dengan teknik / cara menghasilkan suatu karya atau kecakpan sehingga terbentuklah suatu keahlian dalam suatu bidang keahlian tertentu. 2. Pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Materi pelajaran di sertai ketrampilan Materi pelajaran a. P.A.I b. B.Indonesia/B.Inggris c. Pendidikan Seni Jenis keterampilan Membaca Al-Qur’an dengan benar, sholat Berkomunikasi dengan bebagai bahasa, membuat karya ilmiah Melukis, menyanyi, bermain peran, menari, memainkan alat musik

d. P. Jasmani e. IPA f. IPS g. MTK h. Keterampilan teknologi

Sepak bola, bola volly dan bola basket Penelitian, bertanam, berternak Mengolah usaha kecil, membaca peta, menceritakan sejarah Cepat dan tepat dalam berhitung, terampil menggambar dengan sekala Mahir dalam komputer, bongkar pasang alat elektronik.

3. Kegiatan ekstrakurikuler Adalah satu atu lebih kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tetapi masih merupakan program sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler mengarah pada bakat, minat, dan kemampuan yang lebih khusus sehingga siswa di harapkan lebih terlatih dan terampil dalam bidang atau kegiatan yang di pilih. Kegitan ekstrakurikuler a. Drum Band b. Karate c. Grup Band d. Grup Qosidah e. f. g. h. i. j. k. KIR Komputer Bola Basket Seni Baca Al-Qur’an Seni Musik B. Inggris Conversation Pramuka Jenis Ketrampilan Memainkan salah satu jenis musik menjadi mayoret. Memperagakan berbagai teknik karate Lebih mahir dalam memainkan alat musik, menyanyi, menari Lebih mahir dalam memainkan alat musik, menyanyi Membuat karya ilmiah Mengoperasikan komputer Mahir berbasket Qiro’ah Biola, gitar, piano, bas Percakapan B. Inggris Mahir dalam kepemimpinan

4. Syarat untuk menumbuhkan kesadaran diri dan dorongan untuk meguasai pengetahuan dan ketrampilan sesuai program sekolah. 1. Anda mengtahui tujuan dari setiap mata pelajaran atau kegiatan ekstra; 2. Anda mengetahui tujuan dalam menerima pelajaran atau ketrampilan; 3. Anda dapat merasakan secara positif manfaat dari kegiatan; 4. Anda memulai kegiatan sekolah dengan perasaan senang; 5. Anda dapat menerapakan hasil kegiatan sekolah di rumah atau di masyarakat. H. Evaluasi 1. Jelaskan caramenumbuhkan kesadaran diri dan dorongan untuk menguasai pengetahuan dan kertampilan!; 2. Jelaskan pengetahuan dan ketrampilan !. 3. Berilah contoh pengetahuan dan ketrampilan! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Duduksampeyan, 16 Pebruari 2007

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

Drs.H.Arifin NIP. 131782027

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 2

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarkat. : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi. : Mengetahui cara memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah Mengetahui cara memotivasi dirinya untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang cara memitivasi diri untuk betah dan senag di sekolah; 2. Menjelaskan cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pelajaran yang lebih tinggi“ A. Cara memotivasi diri untk betah dan senag di sekolah : 1. Mencari teman akrab yang dapat diajak bertukar pikiran; 2. Memilih beberapa pelajaran yang anda senangi; 3. Memilih beberapa guru yang menjadi favorit anda; 4. Mengenal beberapa karyawan sekolah untuk mempermudah administrasi sekolah; 5. Mencari kantin sekolah yang menyediakan makanan kesukaan; 6. Mengetahui berbagai laboratorium beserta isi dan kegunaannya; 7. Memilih program ekstra yang menjadi bakat anda. B. Cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi : 1. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa pelajaran sesulit apapun pasti bisa saya selesaikan; 2. Menumbuhkan keyakinan bahwa kalau teman saya bisa pasti saya juga busa; 3. Mempunyai impian dan cita-cita, jika saya dapat memimpikan masa depan, saya pasti bisa melakukannya. H. Evaluasi 1. sebutkan beberapa cara untuk memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah !; 2. jelaskan cara- cara memotivasi diri untuk pelajaran yang lebih tinggi !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling;

3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk mempersiapkan arah karir yang cocock pada dirinya. : Mengetahui syarat pekerjaan baik fisik dan psikis. Mengetahu langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan arah karir “ 1. Pengertian karir Karir adalah perkembangan atau kemajuan dalam kehidupan pekerjaan atau jabatan . Persiapan karir adalah satu upaya untuk mempersiapkan diri dalam dalam pekerjaan yang di inginkan dengan mengetahui kemampuan, bakat, minat, ketrampilan khusus, keadaan fisik/ psikis dan motivasi dari orang tua atau orang lain di sekitar kita. 2. Syarat pekerjaan di zaman ini adalah : a. Mengutamakan keterampilan khusus seperti B.Asing, komputer; b. Modali diri dengan keterampilan; c. Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis; d. Memiliki kreatifitas tinggi, tidak putus asa. 3. Jenis-jenis karir a. Pegawai Negeri; b. Wiraswasta; c. Swasta; d. Jasa. 4. Langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : a. Mendata atau menelaah keadaan diri; b. Memilih karir yang sesuai dengan kemampuan diri; c. Mengembangkan keterampilan; d. Mengupayakan agar keadaan fisisk dan psikis dapat memenuhi syarat; e. Melanjutkan pendidikan formal. 5. Faktor fisik antara lain :

a. Kesehatan; b. Kekuatan dan daya tubuh; c. Besar dan tinggi badan; d. Ketrampilan; e. Kekurangan fisik yang di perbolehkan. 6. Faktor psikis antara lain : a. Kemampuan atau kecerdasan baik secara IQ/kecerdsan, ESQ/ kecerdasan Emosi, SQ/ Kecerdasan spiritual; b. Bakat dan Minat H. Evaluasi 1. Jelaskan faktor fisik dan psikis yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan karir.! 2. Bagaimana yang harus di penuhi untuk mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang ini I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. : Memahami pengertian peran aktif. Mengetahui motivasi dan semangat untuk berperan dalam masyarakat. Memberi contph peran aktif dalam m asyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Metivasi untuk berperan aktif dalam masyarakat “ 1. Pengertian peran aktif Peran aktif adalah tingkah laku yang di harapkan dari seseorang sesuai dengan status yang di milikinya secara langsung. Peran aktif yang diterapkan oleh siswa di sesuaikan dengan usia dan statusnya sebagai pelajar, berarti peran pelajar seusia siswa SMP tidak sama dengan peran orang dewasa/ orang yang lebih tua dari mereka. 2. Motivasi dan semamgat untuk berperan dalam masyarakat, karena : a. Masyarakat adalah tempat saya bersosialisasi untuk meningkatkan kemampuan saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih baik agar saya lebih berperan sesuai dengan status dan usia saya ; b. Masyarakat adalah tempat yang dapat memberi bekal ketrampilan dan pelatihan mawas diri agar mampu mengendalikan diri; c. Masyarakat adalah tempat sekaligus guru dalam membentuk kepribadian saya dengan membiasakan diri berprilaku sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai, adat istiadat dan kepercayaan yang berlaku dalam masyarakat.

3. Peran aktif dalam masyarakat a. mulailah dari kegiatan yang ringan yaitu dengan ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah; b. ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan yaitu dengan tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan jmasyarakat. c. ikut serta dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat berkaitan dengan harihari besar atau acara-acar penting yang melibatkan anda seperti kegiatan lombah di hari ulang tahun kemeerdekaan RI,merayakan hari raya idul qurban dengan membantu menyembelih dan membagi-bagikan binatang qurban; d. Jadilah contoh bagi siswa seusia anda, di bawah usia anda bahkan usia diatas anada seperti sebagai ketua kelompok belajar di lingkungan sekitar anda yang anggotanya terdiri dari siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda, mengadakan acara untuk menggalai dana sumbangan teman anada yang sakit kewras dan sebagainaya. e. Terapkan materi pelajaran dan ketrampilan yang anda peroleh dari sekolah seperti ikut sholat jum’at di masjid kampung anda, mengadakan olahraga jalan sehat tiap hari minggu, dan sebagainya. f. Terapkan materi budi pekerti yang di ajarkan di sekolah atau dari keluarga seperti tersenyum dan memberi salam jika bertemu dengan seseorang, mengucap terima kasih jika telah diberi sesuatu atau bantuan oleh orang lain, dan kebiasaan kecil lain yang berkaitan dengan tata krama.

H. Evaluasi 1. Jelaskan motivasi apa saja yang memebuat seseorang untuk berperan dalam masyarakat! 2. Bagaimana cara berperan aktif dalam masyarakat. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 9 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 1

A. Tugas Perkembangan 1 B. Kompetensi Dasar

: Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa : 1.Meyaqini kaidah-kaidah ajaran agama yang dianutnya 2. Memahami pentingnya hubungan sosial dengan kaidah ajaran Agama 3. Menjalankan Hubungan sosial berdasarkan dengan kaidah Agama

C. Indikator

:

1.Mampu menerapkan perilaku bermakna ibadah, baik yang berhubungan dengan manusia, maupun berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa 2. Mampu mengamalkan serta melaksanakan berbagai macam do’a dalam belajar maupun dalam bekerja

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan G. Materi layanan „Penerapanberibadah ”

: Pribadi : Pemahaman : 1. Siswa direspon dengan pertanyaan untuk memberikan contoh ibadah 2. Siswa direspon dengan pertanyaan Etika berdo’a :

Ibadah adalah sebuah kata yang mencakup segala sesuatu yang di cintai dan diridloi Allah dari perkataan dan perbuatannnya lahir maupun bathin.menurut Fatiah (2005). Peran pribadi adalah pengharapan – pengharapan tingkah laku di dalam status tertentu yang berhubungan erat dengan sifat- sifat khusus dari individu itu sendiri. Dalam kehidupan sehari – hari antara laki-laki dan perempuan memiliki peran masing-masing yang tidak dapat dihindari, karena merupakan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Wanita dewasa adalah seorang ibu, seorang ratu rumah tangga yang memiliki kewajiban mengatur rumah tangga, mendidik anak, mengelola keuangan rumah tangga, menyiapkan semua keperluan keluarga dan sebagainya. Sementara anak perempuan (gadis) adalah calon ibu yang harus mempersiapkan diri menghadapi dunia keibuan. Anak perempuan harus banyak belajar tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kewanitaan dan pengaturan rumah tangga. Ada kata mutiara tentang wanita, yakni wanita adalah tiang negara, Jika baik seorng wanita maka baiklah negara itu dan jika rusak wanita maka rusak pula negara. Hal ini menunjukkkan bahwa demikian mulia peran seorang wanita dalam mendidik anak, maka bila seorang ibu memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik / positif, ia akan berhasil dalam mendidik anak-anaknya dan sebaliknya apabila seorang ibu memiliki nilai-nilai kehidupan yang tidak baik maka ia kan gagal dalam mendidik anaknya, sehingga rusaklah generasi penerus. Walaupun peran bapak juga ada dalam hal mendidik anak tetapi kewajiban utama mendidik anak adalah tugas ibu. ini merupakan kodrat peranan wanita yang harus diterima. Sehingga setinggi apapun kedudukan seorang ibu dalam karir atau jabatannya, kewajiban utama memperhatikan keluarga tetap harus dilaksanakan. Untuk itulah ibu mendapat predikat mulia dalam keluarga, sebagai seorang ratu, bahkan surga seorang anak terletak ditelapak kaki ibu. Maka anak wajib menghormati ibunya, baik semasa ibunya masih hidup atau setelah meninggal dunia. Ibu adalah cahaya dalam rumah tangga. Tanpa ibu, dunia serasa gelap gulita.

Laki-laki dewasa adalah seorang bapak, pemimpin dalam rumah tangga, bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga, wajib melindungi, mengayomi dan memenuhi kebutuhan keluarag, baik kebutuhan jasmani maupun rohaninya. Laki-laki muda adalah calon bapak yang juga harus mempersiapkan diri memasuki dunia kebapakan, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab pada semua yang menjadi bawahannnya (yang dipimpin). Pada hakikatnya semua orang adah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri. Wanita juga berhak menjadi pemimpin sesuai dengan kemampuaanya. Tetapi tidak semua wanita bisa menjadi pemimpin, bahkan ada beberapa wanita yang suka dipimpin daripada menjadi pemimpin. Walaupun kesempatan itu terbuka lebar dengan adanya emansipasi wanita dan kesetaraan gender. Berbeda dengan laki-laki, semua laki-laki adalah pemimpin, dan harus bisa menjadi pemimpin. Sebab selain memimpin diri sendiri, lelaki dewasa juga harus memimpin keluarganya, anak dan istrinya. Peranan ini tidak bisa dihindari dan harus diterima sebagai kodrat manusia. Begitu pula peran seorang wanita sebagai ibu yang harus melahirkan, mengasuh, mendidik anak serta mengatur rumah tangga harus diterima. Walaupun wanita tersebut adalah pemimpin dunia, tetapi kodrat sebagai wanita dan sebagai ibu harus diterima, tidak boleh dihindari atau di tolak karena hal itu merupaka kodrat wanita. Untuk dapat melakukan peran masing-masing sebagai pria atau wanita, kita perlu memahami diri. Siapa kita? apa kebutuhan kita? bagaimana cara kita berprilaku? dan sebagainya. Mari kita pelajari satu persatu. Wanita : bersifat lembut, penuh kasih, penuh perhatian, teliti, rapi, disukai dan menyukai lakilaki. Karena disukai banyak laki-laki, maka wanita harus bisa menjaga diri. Mulai dari cara berbicara, berpakaian, duduk, berdiri, berjalan, berdandan, makan, minum, berperilaku dan lain-lain haruslah diatur. Memang tampaknya terlalu banyak atauran, tetapi jika ingin menjadi wanita sejati dan berpribadi sebagai wanita anggun dan bijaksana, maka hal tersebut harus dilaksanakan. Wanita sering diibaratkan sebagai bunga mawar, jika mekar akan di sukai banyak orang. Namun jika telah layu, tidak indah akan dibuang disembarang tempat, tidak ada harganya lagi. Wanita juga diibaratkan seperti gelas kristal, jika utuh, indah akan bernilai tinggi atau berharga sangat mahal. Tetapi jika retak sedikit saja atau bahkan pecah, serupiah pun tidak akan laku dijual. Tidak berharga, karena itu berhati-hatilah para gadis. Jagalah keindahanmu. Laki-laki : bersifat keras, kuat, memiliki prinsip hidup yang kuat, egois, cenderung kurang perhatian kepada orang lain dan kurang sabar. Umumnya laki-laki lebih suka menjadi pemimpin daripada dipimpin, apalagi oleh wanita. Disinilah letak keegoisan laki-laki sebagai pemimpin, lelaki haruslah melengkapi diri dengan sifat-sifat dan sikap serta perilaku yang dituntut oleh jabatan tersebut. Pemimpin haruslah bijaksana, adil, mau memperhatikan orang lain, memperhitungkan setiap langkah terhadap manfaat dan kerugiannnya, tegas tetapi tidak kasar dan memberi teladan kepada yang dipimpin. Jika anda ingin menjadi pemimpin yang berhasil dalam segala hal, maka perhatikanlah yang anda pimpin, jangan egois. Belajarlah dari keberhasilan pemimpin yang anda kenal atau yang anda idolakan menjadi pemimpin bukan berarti bebas dari aturan. Justru sebaliknya harus memberi contoh yang baik tentang kedisiplinan dan ketaatan terhadap peraturan yang telah disepakati. Mau memimpin harus mau dipimpin. H. Evaluasi Siswa diberi pertanyaan atau tugas : 3. Siswa mengidentifikasi sifat-sifat laki-laki dan wanita. 4. Siswa mengidentifikasi peran pribadi sebagai seorang laki-laki dewasa atau wanita dewasa. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui :

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 2

A. Tugas Perkembangan 4 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Peran pribadi sebagai pria atau wanita dan bersifat positif terhadap diri sendiri : Menerima peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita. : Melatih diri untuk berperan sebagai pria tau wanita Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri. : Pribadi : Pengembangan : 1. Siswa direspon untuk dapat menyebutkan sifat laki-laki sesuai dengan kodratnya; 2. Siswa direspon untuk dapat memberikan contoh peran perempuan sebagai perempuan dan bersikap sesuai dengan kodratnya; 4. Siswa diberi penjelasan tentang cara memerankan pribadi sesuai dengan kodratnya; 5. Siswa diberi penjelasan sebab-sebab seseorang harus berperan sesuai dengan kodratnya 6. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“Peran pribadi sebagai pria atau wanita dan bersikap positif terhadap diri sendiri” Kesetaraan gender dan emansipasi wanita telah lama diperjuangkan oleh para pahlawan wanita dunia. Pahlawan wanita di indonesia yang pertama kali mendobrak ketidak-adilan terhadap perempuan adalah ibu Raden Ajeng Kartini. Karena itu setiap tahun hari kelahiran R.A. Kartini diperingati sebagai hari besar nasional sebagai wujud rasa terima kasih dan syukur atas diakuinya kesetaraan gender di indonesia. Tidak ada lagi pengekangan terhadap kaum perempuan. Laki-laki dan perempuan mendapat hak perlakuan yang sama dalam pendidikan, karir, jabatan dan kehidupan sosial lainnya. Namun demikian harus diingat bahwa kodrat wanita berbeda dengan pria, sehingga dalam menerima peran pribadi kita tidak boleh melupakannya. Laki-laki harus berperan sebagai laki-laki dan perempuan harus berperan sebagai perempuan. Tidak boleh terbalik atau dibalik. Laki-laki tidak berhak memerankan diri sebagai perempuan, sebaliknya perempuan tidak boleh memerankan diri sebagai laki-laki sebab hal itu membahayakan kondisi kejiiwaan pribadi. Kita harus bisa menerima keadaan kita sebagaiman kodrat yang diberikan oleh yang Maha Kuasa. Laki-laki atau perempuan, apapun dan bagaimanapun kondisi kita adalah hal terbaik bagi kita dari sang pencipta. Merubah kodrat pribadi sama halnya dengan tidak mensyukuri nikmat Tuhan. Penerimaan terhadap kodrat sebagai pria atau wanita dan bersikap serta berperan dengan tepat merupakan sikap positif terhadap diri sendiri. Laki-laki dan perempuan akan dipersatukan Melaluipernikahan,suatu babak baru Dalam kehidupan untuk mewujudkan Peran pribadi dalam keluarga

Laki-laki berperan sebagai laki-laki dan bersikap sesuai dengan kodratnya, yaitu gentlemen, gagah, pemberani, melindungi, tidak cengeng, tegas, berwibawa, tidak “ kemayu ” (bersikap seperti perempuan), maskulin dan lain-lain. Perempuan bersikap sebagai perempuan sesuai dengan kodratnya, yaitu lembut, feminin/ anggun tapi tegas dan berwibawa, menyejukkan hati, penuh kasih sayang, merawat dan merias diri dengan baik sesuai kondisi yang menuntut, tetapi harus juga menjaga diri dan mempertahankan harga diri. H. Evaluasi 1. Siswa diberi beri tugas secara kelompok untuk memberikan contoh sikap laki-laki sesuai dengan kodratnya; 2. Siswa memberikan alasan manfaat dari sikap pribadi yang positif. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Menjalankan peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan peran pribadi sebagai pria atau wanita : Pribadi : Pemahaman : 1. Penjelasan tentang cara mewujudkan peran pribadi; 2. Penjelasan tentangkelompok sebaya; 3. Memberikan contoh menentukan peran pribadi 4. Penjelasan tentang beberapa peran pribadi dalam kelompok; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Mewujudkan peran pribadi” Kelompok sebaya adalah sekelompok anak / kumpulan dua anak atau lebih yang berusia sama atau hampir sama. Peran dalam kelompok sebaya pada umumnya sebagai teman, sahabat, pimpinan kelompok atau anggota kelompok. Dalam menentukan peran hendaknya tidak membedakan jenis kelamin (misalnya pemimpin tidak harus laki-laki). Sebaiknya menjaga keadilan gender dengan mementukan peran dalam kelompok sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Tetapi tidak ada paksaan atau tekanan apapun. sebagai anggota kelompok sebaya, bila anda terpilih menjadi pemimipin (laki-laki atau perempuan) sebaiknya tidak menolak, jika keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama. Jika tidak terpilih, anda harus berjiwa besar dan tetap bersikap positif kepada pimpinan terpilih dan kepada anggota lainnya. Tidak terpilih bukan tidak mampu namun mungkin belum saatnya terpilih, atau kepemimpinan anda belum tampak. Karena itu anda perlu tetap berusaha, berupaya untuk mengaktualisasikan diri dan mempromosikan diri. Tunjukkan anda bisa !. Keberhasilan kelompok tergantung pada kerja sama dan hubungan kekeluaargaan kelompok tersebut. Saling menghargai dan menghormati adalah kunci dalam setiap menyelesaikan tugas secara kelompok. H. Evaluasi 1. Berikanlah contoh peran dalam kelompok sebaya. 2. Berikanlah contoh peran dalam masing-masing kelompok.. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami pola hubungan sosial dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Melatih diri untuk mengatur pola hubungan yang sehat dengan teman sebaya : Sosial : Pemahaman : 1. Penjelasan tentang cara membentuk pola hubungan yang sehat; 2. Penjelasan tentang bentuk-bentuk pola hubungan teman sebaya; 3. Memberikan contoh model pertemanan yang ada di masyarakat sebaya; 4. Penjelasan tentang beberapa bentuk pola hubungan sebaya yang berbentuk kelompok; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Pola hubungan yang sehat” Semua anak harus berteman, baik laki-laki maupun perempuan. Berteman adalah salah satu bentuk pola hubungan sosial sebaya. Banyak model pertemanan yang ada di masyarakat sebaya, antara lain teman kecil, teman sekolah, teman pena, teman dekat, teman karib atau sahabat, teman curahan hati, teman belajar, teman bekerja dan lain-lain. Selain dari berteman, bentuk pola hubungan sosial sebaya bisa berupa kelompok atau organosasi misalnya OSIS (organisasi siswa intra sekolah), remaja masjid, group musik sebaya, study club atau kelompok belajar, club olah raga dan lain-lain. Peran pribadi pria dan wanita dalam kelompok ini tidak dibedakan, hanya dibatasi oleh etika pergaulan. Pergaulan antara pria dan wanita, baik dalam berteman maupun organisasi, harus ada batas etika pergaulan atau tata-krama yang menjaga hubungan tersebut tetap pada garis yang diperbolehkan, sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebab tanpa batas etika pergaulan, remaja akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif terhadap masa depan mereka. Pria, karena sudah kodratnya harus melindungi wanita. Bukan malah menyakiti atau mencelakakannya. Apalagi sampai melecehkan, menggaanggu tanpa etiket, sangat tidak sopan. Sebaliknya wanita harus menghormati pria. Bagaimanapun bentuknya, tidak boleh mengolok-olok, menghina atau merendahkan, walaupun mungkin tubuh si wanita lebih besar dan tinggi daripada teman prianya. Sebab pertumbuhan dan perkembangan anak satu dengan yang lain tidak sama. Yang paling penting dalam hal ini adalah kita harus bisa menerima kodrat, sebagai laki-laki atau perempuan dan bersikap sesuai dengan peran yang menunutut kita. Menjadi wanita sejati atau pria sejati, dengan kriteria di atas. Saling menghormati dan saling menjaga hubungan antar teman sangat diperlukan dalam membentuk pola hubungan sebaya ini. Perlu diingat, beberapa ciri psychis remaja adalah emosional, belum bisa mengendalikan diri, mudah terpengaruh, hanya tahu kesenangan tanpa memikirkan akibat buruk dari perilakunya. Karena itu kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berteman sangat dibutuhkan.

Pola hubungan soisial dengan teman sebaya terbentuk karena interaksi individu dan pemenuhan kebutuhan berkelompok. Semakin dewasa usia seseorang, hubungan sosialnya akan semakin luas. Di sekolah siswa wajib mengikuti atau wajib menjadi anggota OSIS. Dalam organisasi inilah semua aspirasi dan kreativitas siswa di tampung dan dikembangkan. OSIS adalah wadah seluruh kegiatan siswa di lingkungan sekolah. Di sini siswa dapat melatih diri dalam berbagai hal, antara lain tentang keorganisasian, membentuk pola hubungan dengan teman sebaya. Bekerja sama dengan orang lain sampai berkompetisi melalui berbagai lomba yang diadakan di sekolah ataupun di luar sekolah. Kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan terbuka lebar, dengan bimbingan dan arahan dari para pembina OSIS. Pola hubungan sosial dengan teman sebaya di dalam siswa intra sekolah akan tergambar melalui kerja sama dalam pelaksanaan program OSIS di sekolah. Melalui beberapa bidang garapan yang ada dalam struktur organisasi. H. Evaluasi 1. Berikanlah contoh bentuk pola hubungan teman sebaya; 2. Berikanlah contoh bentuk pola hubungan teman sebaya yang berupa kelompok. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 5

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria atau wanita : Menjalin pola hubungan sosial dengan teman sebaya dalam perannya sebagai pria atau wanita. : Menjalin pola hubunga sosial dengan teman sebaya sesuai perannya sebagai pria atau wanita dan bersikap positif terhadap teman. : Sosial : Pengembangan : 1. Memberi tugas kelompok untuk menerapkan dan membentuk kelompok dengan jumlah genap; 2. Memberi tugas kelompok untuk membahas dampak tidak memperhatikan tips agar jalinan hubungan sosial tahan lama ; 3. Siswa mengerjakan LKS. : Menjalin hubungan sosial dan bersikappositiof terhadap teman

G. Materi layanan a. saling percaya

1. Dasar-dasar menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya. b. saling menghormati c. saling membutuhkan d. saling mendukung e. saling menjaga kerahasiaan antar teman f. tidak mengganggu hak pribadinya g. tidak berburuk sangka Untuk membentuk suatu kelompok, hendaknya berjumlah genap. Hal ini untuk menjaga perasaan anggota, agar tidak ada yang merasa terisolir atau tidak diperhatikan teman lain yang bisa diajak bicara. Jumlah anggota tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit antara 4 sampai 6 orang cukup untuk membentuk kelompok. Terlalu banyak anggota tidak akan efektif dalam melaksanakan tugas, sementara terlalu sedikit juga akan kesulitan menyelasaikan tugas, informasi yang dimiliki dan didapat kurang banyak dan wawasan kurang luas. Pembentukan kelompok ini bukan sekedar untuk kumpul-kumpul saja, melainkan dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan berbagai informasi demi perkembangan diri daaaan kelompok di masa depan. Dan untuk pelaksanaan sehari-hari diperlukan pembagian tugas yang jelas, dibawah koordinasi salah satu anggota, supaya tidak terjadi kesalahpahaman antar teman. Yang terpenting adalah keterbukaan dan kepercayaan yang kuat diantara anggota. Bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi dalam kelompok. 2. Beberapa tips agar jalinan hubungan sosial dapat bertahan lama dan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat: a. Menjaga komunikasi antar anggota;

b. c. d.

Menjaga keterbukaan antar anggota, tetapi harus tetap menghormati hal-hal yang bersifat rahasia atau pribadi; Tidak saling mencurigai; Hilangkan pikiran negatif terhadap teman, dengan cara mengkonfirmasikan terlebih dahulu semua informasi yang diterima;

e. Menjaga perasaan teman dengan tidak menyinggungnya, baik melalui kata-kata atau sikap. Panggil dengan nama baiknya, jangan mengolok-olok kekurangannya atau menyebut nama orang tuanya. f. Menghormati anggota keluarga teman, bila berkunjung harus tetap menjaga kesopanan bertamu; h. Menaggapi sikap dan pembicaraan teman dengan pikiran positif, tidak dengan kemarahan atau ketersinggungan. H. Evaluasi 3. Tiap anggota kelompok memerankan contoh komunikasi yang sehat dalam kelompoknya; 4. Tiap anggota kelompok dapat menjelaskan dampak tidak memperhatikan tips menjalin hubungan sosial. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 6

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami pengaruh hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar : Mengetahui pengaruh positif dan pengaruh negatif hubungan teman sebaya terhadap kegiata belajar. : Belajar : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang pengaruh hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar; 2. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruh positif dalam hubungan sosial; 3. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruh negatif dalam hubungan sosial 4. Siswa mengerjakan LKS. : Pengaruh hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar.

G. Materi layanan

4. Pengaruh Positif Adalah pengaruh baik dari hasil pertemanan yang bisa dikembangkan dan bermanfaat untuk kehidupan mendatang, dan pengaruh ini bisa diterima dan dikembangkan. Pengaruh positif biasanya dapat dilihat dari perubahan perilaku seseorang setelah menjalin hubungan sosial atau pertemanan, dari yang tidak baik atau kurang baik menjadi lebih baik lagi. Contoh, biasanya seseorang kurang bersemangat belajar, sejak menjalin pola hubungan sosial atau pertemanan ini menjadi lebih bersemangat dan rajin belajar sehingga prestasinya meningkat. 5. Pengaruh Negatif Adalah pengaruh buruk dari hasil pertemanan yang dapat merusak kehidupan dan masa depan seseorang. Pengaruh negatif biasanya ditunjukkan oleh perubahan perilaku seseorang dari baik menjadi tidak baik, atau dari tidak baik menjadi semakin tidak baik. Contohnya, seorang siswa biasanya rajin masuk sekolah, tidak pernah terlambat. Tetapi sejak menjalin pertemanan dengan seseorang, justru sering terlambat datang kesekolah, bahkan mulai belajar membolos. Pengaruh seperti ini harus dihindari sebab pengaruh seperti ini bisa merusak masa depan anda. Tetapi harus diingat, bahwa menghindari pengaruh negatif bukan berarti menghindari teman atau terlalu pilih-pilih teman. Demi keselamatan diri sendiri dan berlangsungnya hubungan pertemanan, maka menghindari pengaruh negatif harus diupayakan sebijaksana mungkin, sehingga tidak akan menimbulkan korban baik secara psychis atau fisik. 6. Dampak pengaruh teman sebaya dalam kegiatan belajar Bagi sebagian siswa, belajar merupakan kegiatan yang membosankan. Karena itu kegiatan ini rawan sekali terhadap pengaruh negatif. Sebagai seorang siswa, yang hakikatnya adalah seorang terpelajar dan calon pemimpin bangsa, harus mampu mempengaruhi teman lainnya untuk melakukan hal-hal yang baik, yang bermanfaat bagi masyarakat dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik. Memberi contoh yang dapat dijadikan teladan bagi teman sebaya,

seperti sikap patuh terhadap peraturan sekolah, berpenampilan rapi, ramah kepada teman dan guru serta semua personil yang ada di sekolah, rajin, ringan-tangan dalam membantu semua yang membutuhkan bantuan. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa contoh pengaruh positif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar; 2. Sebutkan beberapa contoh pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi di beri Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan di beri Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 7

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubunganyang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar : Membentuk kelompok belajar : Belajar : Pengembangan dan pencegahan : 1. Menjelaskan pengaruh positif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 2. Menjelaskan pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 3. Memberikan motivasi untuk mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar; 4. Menjelaskan beberapa sebab penyimpangan prilaku termasuk penyimpangan proses belajar; 5. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar “ 6. Mewujudkan Pengaruh positif bukan berarti memaksakan pendapat atau kehendak kepada orang lain, melainkan berusaha mengajak teman berbuat baik, tanpa mereka merasa bahwa kita telah mempengaruhinya. Sehingga terkesan mereka berbuat baik, karena memang mereka sudah baik, bukan karena pengaruh kita. Pengaruh baik dalam kegiatan belajar akan terwujud dalam bentuk motivasi belajar semakin tinggi, kerajinan dalam melaksanakan tugas dan kehadiran dalam kegiatan belajar serta berpartisipasi dalam kelompok belajar atau dalam melaksanakan tugas kelompok. Bila dalam kelompok belajar ternyata ada anggota yang tidak mau melakukan kegiatan yang telah disepakati, maka sebaiknya kita mengadakan pendekatan dan musyawarah. Dicari apa sebabnya, setelah menemukan permasalahan, maka berusahalah mencari alternatif pemecahannya. Apabila ternyata mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah ini, maka jalan terbaik adalah konsultasi dengan guru pembimbing. Demikianlah cara mewujudkan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar, tanpa ada pemaksaan kehendak kepada sesama teman. Dalam hubungan sosial ini pun kita tetap harus menghormati teman. 7. Langkah-langkah mewujudkan pengaruh positif : 1. Diawali dengan ajakan untuk belajar bersama/membentuk kelompok belajar; 2. Menyelesaikan masalah-masalah belajar bersama; 3. Berdiskusi tentang perkembangan belajar di sekolah. 3. Wujud pengaruh negatif dari teman sebaya Umumnya muncul berupa tekanan-tekanan dari teman sebaya, seperti adanya ancaman bila tidak mengikuti kemauan seseorang atau sekelompok teman, paksaan untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai dan lain-lain. Mengahadapi hal-hal seperti ini, kita harus

bijaksana. Usahakan kita bisa menghindari pengaruh ini tanpa harus menyinggung perasaan teman lain. Jangan sampai ada korban, baik secara fisik atau psychis dalam menghadapi teman semacam ini. Bila kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan guru pembimbing untuk mengatasi masalah ini, sebab resiko dari pengambilan keputusan anda akan berat. Bahkan mungkin akan membawa korban. Jadi hindarilah teman-teman yang kiranya akan membawa pengaruh negatif dan merugikan anda, khususnya dalam hal peningkatan prestasi belajar. Bila tidak mampu menghindari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan guru pembimbing. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Semakin lama anda menyimpan masalah akan semakin sulit mengatasinya. H. Evaluasi 1. Sebutkan pengaruh positif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar!; 2. Sebutkan pengaruh negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar!; 3. Bagaimana cara mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari kehidupan sosial terhadap kegiatan belajar?; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 8

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan karir. : membentuk kelompok diskusi tentang karir : Karir : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kaitan antara teman sebaya dengan pengembangan karir ; 2. Siswa diberi penjelasan tentang mempersiapkan diri menghadapi dunia karir; 3. Siswa diberi penjelasan tentang prinsip-prinsip menggali informasi tentang pengembangan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan karir“. Telah disebutkan bahwa teman sebaya adalah kelompok sosial yang berpengaruh bagi remaja, termasuk dalam pandangan, pilihan bahkan upaya pengembangan karir seseorang. Ketika mash kecil ibu guru / bapak guru sering bertanya apa cita-cita kamu jika sudah besar? Atau kamu ingin jadi apa? Hal ini berbeda lagi dengan masa ketika anda menginjak masa remaja, ketika anda sudah mampu mengamati beberapa karir yang ada di dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat atau anda telah melihat acara televisi yang menampilkan berbagai macam karir, mungkin juga anda telah membaca majalah dan koran yang ada lowongan pekerjaan. Pada gilirannya siapa yang sering anda ajak untuk berdiskusi, bertanya atau bertukar fikiran mengenai pekerjaaan yang menjadi gambaran cita-cita di masa depan..mereka adalah kelompok sebaya, kelompok yang sering mencari pembenaran terhadap pilihan karir yang mereka senagi. Tujuan akhir dari proses pembelajaran adalah untuk mencapai karir atau bekerja. Setiap orang mendambahkan pekerjaan yang baik, nyaman, sesuai dengan keinginannya, dapat menjamin kehidupan diri dan keluarganya serta dapat dinikmati dalam waktu lama, bahkan mungkin selamanya. Tetapi sedikit orang yang mampu mewujudkan cita-cita tersebut, karena tidak mempersiapkan sejak dini. Banyak orang yang tidak mengetahui tujuan dia belajar atau sekolah. Banyak orang yang tidak memiliki persiapan akan jadi apa dia kelak. Hidup hanya dijalani, tanpa program. Sehingga pada akhirnya banyak orang kecewa karena tidakmendapat pekerjaan yang layak baginya atau hanya sekedar bekerja, menghasilkan uang, tanpa kenyamanan dan kesejahteraan. Bimbingan karier mengajak para siswa belajar mempersiapakan diri menghadapi dunia karier, menyongsong masa depan yang gemilang, mendapat kehidupan yang layak, sejahtera dan bahagia. Untuk itu diperlukan banyak informasi tentang dunia kerja atau dunia karier, agar para siswa memiliki wawasan yang luas dan banyak alternatif karier atau pekerjaan yang dapat di jalani. Untuk mendapatkan informasi karier yang sebanyak-banyaknya, diperlukan sumber informasi yang akurat dan dapat di percaya. Sumber informasi dapat berupa media cetak, elektronik, orang-orang yang sudah bekerja, tokoh masyarakat, teman yang memiliki pengetahuan atau pengalaman di

bidang karier dan sebagainya. Salah satu sumber informasi yang dapat kita manfaatkan adalah kehadiran teman di sekitar kita. Teman adalah sumber informasi yang tak ternilai harganya. Dari teman, kita dapat mendapatkan banyak informasi tentang berbagai hal termasuk masalah karier. Semakin banyak teman, akan semakin banyak pula informasi yang dapat kita manfaatkan untuk mempersiapakan karier. Bahkan sampai dewasa pun kita bisa mengajak teman untuk bekerjasama dalam dunia karier. Menggali informasi tentang pengembangan persiapan karier dapat dilakukan bersama teman melalui : 1. Diskusi kelompok, atau sekedar ngobrol masalah karier yang diketahui. 2. Menggambarkan karier masing-masing orang tua siswa, atau karier saudara; 3. Menceritakan perkembangan karier yang diketahui oleh masing-masing siswa; 4. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui media cetak; 5. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui media elektronik; 6. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui kunjungan kerja / belajar ke perusahaan-perusahaan atau instansi terdekat; 7. Membagi tugas untuk mencari informasi karier melalui wawancara dengan tokoh masyarakat. H. Evaluasi 1. Jelaskan kaitan antara teman dengan dunia bekerja!; 2. Jelaskan bagaimana cara menggali informasi karier!; 3. Sebutkan sumber informasi yang dapat di pakai untuk pengembangan karier!; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 9

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami bahwa baik pria atau wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan pengembangan karier. : Melatih diri menghargai pekerjaan orang lain : Karir : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Pria atau wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan mengembangkan karier “ Pria dan wanita jelas berbeda jika di tinjau dari jenis kelamin, namun dalam berkarir pria dan wanita memiliki persamaan hak dan tanggung-jawab tangan yang sama. Persamaan hak dan kewajiban masih tetap mempertimbangkan bahwa kodrat seorang wanita adalah seorang ibu bagi anak-anak yang dilahirkan. pria juga demikian memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menghadapi keluarga. Di jaman sekarang anda sudah mengetahui bermacam-macam karir bahkan di lingkungan keluarga sendiri anda telah bertanya tentang karier ayah misalnya sebagai pengusaha, ibu menjadi seorang guru, kakak menjadi karyawan sebuah perusahaan sampai pada kakek yang telah pensiun menjadi tentara atau PNS yang lain. Dikatakan antara pria dan wanita tidak ada perbedaan dalam karir, contoh pria berkarir sebagai perancang busana, wanita menjadi tentara, pria menjadi koki profesional, wanita menjadi tehnisi mobil dan sebagainya, yang terpenting dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan adalah kemampuan, keterampilan, kreativitas, wawasan dan pengalaman dalam karier. Karena itu kesempatan bagi pria atau wanita untuk mengembangkan karier tetap sama.yang menjadikan mereka bisa berhasil atau sukses adalah : a. Mampu memanfaatkan kesempatan/peluang dalam karier; b. Lincah dan terus belajar agar lebih profesional; c. Mampu menjadikan hambatan sebagai peluang; d. Mampu dan tidak putus asa; e. Disiplin dalam menjalankan tugas serta aktif dan kreatif untuk mengikuti (menyelesaikan) tantangannya. R.A.Kartini telah berhasil memperjuangkan hak-hak kaum wanita indonesia dalam kesetaraan gender. Namun R.A.Kartini tidak pernah mendapat kesempatan untuk menikmati hasil perjuangannya sampai akhir hayatnya. Bahkan untuk menyaksikannya pun tidak sempat. Kini wanita indonesia sudah bisa berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan kaum pria di dalam berbagai hal, di lingkungan sosial masyarakat.

Sebenarnya, emansipasi wanita atau kesetaraan gender sudah mulai sejak zaman dahulu kala. Hal ini terbukti melalui sejarah panjang dunia sejak dahulu sampai sekarang yang mencatat banyak pemimpin-pemimpin wanita yang mengalami masa kejayaan dan tidak kalah dengan pria, seperti zaman Ratu Balqis, Ratu Tri Buana Tungga Dewi, Ratu Juliana, Margareth Teacher, Indira Gandhi, Megawati Soekarno Putri, dan lain-lain. Di dalam dunia karierpun, sebenarnya wanita sudah menunujukkan keberhasilan sejak jaman Nabi Muhammad S.A.W. Hal ini membuktikan dengan keberhasilan istri Nabi Muhammad di dunia perdagangan, yaitu Siti Khadijah. Beliau adalah figur wanita karier yang dapat di teladani oleh para wanita sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya wanita telah mendapat kesempatan untuk berkarier sejak lama, sampai sekarang tinggal kemauan para wanita itu sendiri untuk berdiri tegak menyamakan prestasi dengan kaum pria. Tetapi sekarang banyak wanita yang mengembangkan hobi fotografi menjadi sebuah karier yang menjanjikan berpenghasilan cukup. Bersaing dengan kaum pria. Karier ini memiliki prospek yang sangat bagus di masa depan karena semakin maju dan berkembangnya media komunikasi di dunia ini. Banyak TV bermunculan yang membutuhkan banyak tenaga fotografer, juga media cetak seperti surat kabar, majalah, buletin, media entertainment dan lain-lain. Fotografer, karier ini pada jaman dahulu hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki, kini juga diminati banyak wanita. Karier sebagai guru olah-raga, dulu juga hanya diminati dan dikerjakan oleh para lelaki saja. Sekarang karier ini pun banyak di minati oleh kaum wanita. Sudah banyak ibu guru olahraga yang mengukur prestasi di tingkat dunia. Karier ini pun memiliki prospek masa depan yang bagus pula. . H. Evaluasi 1. Jelaskan cara mengembangkan karier agar sukses!; 2. Jelaskan bahwa sejak dahulu kala emansipasi wanita sudah di mulai !. 3. Berilah contoh bahwa antara pria dan wanita tidak ada perbedaan dalam berkarier! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 10

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai, anggota masyarakat dan warga negara : Memiliki kesadaran perlunya sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup pribadi dan anggota masyarakat. : Siswa memiliki konsep sistem etika dan nilai pedoman hidup sebagai pribadi dan anggota masyrakat : Pribadi : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang prinsip kehidupan; 2. Menjelaskan macam-macam etika dan nilai-nilai kehidupan;; 3. Faktor yang dapat mewujudkan nilai-nilai kehidupan; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Konsep etika dan nilai pedoman hidup sebagai pribadi dan anggota masyarakat“ A. Etika dan Nilai Pedoman Hidup sebagai Pribadi Dalam sikap prilaku sehari-hari seseorang selalu berpedoman kepada “etika“ dan ”Nilai sebagai pedoman hidup”. Hal ini merupakan kebiasaan serta tata cara dalam kehidupan etika serta nilai-nilai tersebut akhirnya menjadi pedoman hidup dalam diri setiap individu dan mengakar kuat dalam kepribadian, sehingga akan menjadi pedoman hidup, demikian inilah yang disebut “prinsip kehidupan”. Etika dan nilai-nilai pada setiap individu tidaklah sama, yakni berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, hal tersebut tergantung pada etika dan nila-nilai hidup yang mampu berpengaruh pada pribadi seseorang, ini sebabkan setiap individu mempunyai lingkungan yang sangat berbeda, baik pada lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat luas, seringkali etika serta nilai-nilai kehidupan yang diberikan keluarga sangat berbeda dengan etika yang diterima anak di sekolah, bahkan terkadang bertolak belakang dengan apa yang diterima di masyarakat secara luas. Itu semua dikarenakan masing-masing memiliki fungsi serta kebudayaan yang tidak searah, akan tetapi jika anak dapat memahami intisari dari hal tersebut, maka tentu terdapat kesamaan dalam tujuan yang diperolah. Dibawah ini tertulis daftar pernyataan tentang etika dan nilai-nilai kehidupan atau aspek-aspek kehidupan yang mengambarkan beberapa sikap pribadi seseorang yang antara lain : 1. Etika dalam keagamaan Yaitu mengakui adanya kekuasaan Tuhan Allah yang mutlak terhadap seluruh alam sehingga kita percaya bahwa segala perbuatan kita diketahui olah Tuhan Yang Maha Kuasa 2. Etika dalam kekuasaan Yaitu berusaha menguasai, memiliki mempengaruhi terhadap orang lain 3. Etika dalam moral

Diantaranya adalah keyakinan, pemikiran dan tindakan etika sebagai tolak ukur dan segala tindakan. 4. Etika dalam kasih sayang Yaitu rasa kasih sayang kuat dalam ikatan batin yang kuat dan hubungan yang saling menghargai, setia, tolong menolong, menghormati dan memikirkan kepentingan serta kebaikan orang lain. 5. Etika dalam kesenangan Yaitu sesuatu yang memberikan rasa senang atau gembira. 6. Etika dalam kebijaksanaan Yaitu kebiasaaan dalam nmengambil keputusan berdasarkan pertimbangan. 7. Etika dalam kejujuran Yaitu suatu pernyataan yang datang dari hati nurani. 8. Etika dalam kebebasan Yaitu melakukan sesuatu yang diinginkan tanpa perasaan terpaksa dan terikat serta tanpa mengganggu ketentraman orang lain. 9. Etika dalam keadilan Yaitu sesuatu sikap yang menunujukkan cara memandang segala sesuatu pada tempat dan keadaan sebagaimana adanya tanpa membedakan cantik{rupa}, materi{harta benda}, pangkat {kedudukan}dan sejenisnya. Oleh karena itu seberapa jauh mengetahui bermacam-macam nilai kehidupan. Hal itu menjadi sangat penting dalam membantu menetapkan pilihan yang tepat untuk melanjutkan sekolah serta penetapan dalam pemilihan pekerjaan dimasa yang akan datang benar-benar sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan nilai-nilai kehidupan sehingga akan terjadi kepuasan dan kebahagian hidup. B. Etika dan Nilai Pedoman Hidup sebagai Anggota Masyarakat Etika dan nilai-nilai kehidupan sebagai norma untuk masyarakat maka senantiasa menyangkut baik dan buruk, antara sopan dan santun. Maka dengan etika dan norma tersebut diharapkan agar seseorang dalam kehidupannya ditengah masyarakat dapat saling membantu, saling menyayangi, dan saling percaya serta saling mencintai. Sedangkan yang dimaksud nilai pedoman hidup adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, seperti adat atau kebiasaan dan sopan santun dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang di tuntut untuk bersikap sopan, sedangkan etika dan kesopanan seseorang merupakan tuntutan masyarakat di mana dan kapan saja. Etika sebagai ilmu yang memberikan tuntutan sebagaimana lewat cara berfikir rasionalnya, oleh karena itu manusia mengkaji berbagai perilaku moral yang terdapat beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral. C. Beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral adalah : 1. Etika Diskriptif yaitu menggambarkan perilaku moral atau tentang perilaku. Contoh : Adat istiadat yang boleh atau tiadak boleh dilakukan. 2. Etika Normatif yaitu etika yang bertumpuh pada prinsip-prinsip etis atau norma-norma yang kebenarannya tidak bisa di tawar lagi. 3. Meta Etika yaitu mempelajari dan mengkaji secara khusus tentang ucapan-ucapan yang etis. Secara sadar atau tidak orang tua maupun bapak atau ibu guru juga mengajarkan pula tentang tata cara beretika seperti : keluar dan masuk rumah, menyapa, memberi hormat, berbicara dan sebagainya, hal seperti ini dimaksudkan anak dapat berperilaku seperti yang diajarkan, hal ini merupakan awal dari proses pengenalan diri terhadap nilai-nilai etika yang berlaku pada masyarakat. D. Nilai-nilai pedoman hidup antara lain : a. Apabila hendak menerima sesuatu hendaknya dengan tangan kanan; b. Sehabis menerima sesuatu hendaknya mengucapakan rasa terima kasih;

c. Tata cara memberi hormat, berbicara, berpakaian serta menyapa. E. Langkah-langkah yang mudah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan nilai-nilai pedoman hidup dilingkungan masyarakat luas adalah : 1. Senyum Adalah ekspresi jiwa yang menggambarkan kebaikan, bersahabat, dan menunujukkan adanya perhatian terhadap orang lain serta dapat menyejukkan hati yang sedang susah. Senyum juga tidak memerlukan modal dan tidak menurunkan derajat seseorang. 2. Salam Adalah suatu ucapan yang di berikan pada saat bertemu dengan orang lain, yang dapat bermakna memberikan hormat serta memberika do’a agar selamat dan sejahtera. 8. Sapa / tegur Artinya memberikan isyarat bahasa yang bernuansa keakraban dan tali-kasih terhadap seseorang yang dijumpai. Sapa juga menunujukkan bahwa seseorang tersebut memperhatikan dan peduli terhadap seseorang. 9. Sopan Artinya memberi hormat atau menghargai seseorang sesuai dngan norma agama dan norma yang berlaku, ini berarti sikap perilakunya dalam sehari-hari baik. 10. Santun Berarti membantu mengasihi dan menyayangi, kita selalu diharapkan dapat bersikap santun terhadap orang yang dekat dengan kita, orang yang di anggap lemah terutama teman-teman kita yang perlu di bantu. Nilai pedoman hidup tersebut di atas sering digunakan dalam hubungan sosial yang di sebut “silaturrohim” yang berarti menyambungkan kasih sayang antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Demikian juga dalam agama, silaturrohim merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap manusia. Oleh karenanya maka apabila kita melaksanakan sitarurrahim, berarti kita telah melaksanakan perintah agama yang mempunyai nilai ibadah. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa pendekatan untuk mempelajari tingkah laku moral !; 2. Jelaskan langkah-langkah untuk mewujudkan nilai-nilai pedoman hidup di lingkungan masyarakat luas !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 11

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia. : Memiliki dorongan yang kuat untuk berperilaku sesuai dengan sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai peribadi dan anggota masyarakat. : Memiliki etika dalam bergaul, bertemu, menelpon dan berpakaian. : Sosial : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan cara menumbuhkan motivasi seseorang dalam berperilaku; 2. Menjelaskan penerapan etika berbicara; 3. Menjelaskan beberapa kebutuhan manusia yang bersifat negatif; 4. Siswa mengerjakan LKS.

C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Motivasi yang mendorong berperilaku sesuai etika dan nilai pedoman hidup “ Tokoh dari pandangan humanistik yang bernama “Roger” telah memberikan pendapatnya yaitu : “ Manusia itu memiliki dorongan untuk mengarahkan perilakunya ketujuan yang positif sebagai penentu nasibnya sendiri dan perilaku manusia itu selalu berkembang dan berubah untuk menjadi pribadi yang maju dan sempurna, sehingga perilakunya dapat memuaskan masyarakat secara luas ”. Motivasi perilaku manusia itu semata-mata tidak hanya digerakkan oleh dorongan yang dapat memuaskan diri sendiri, akan tetapi juga digerakkan oleh rasa tanggung-jawab sosial dalam rangka untuk mewujudkan penemuan jati diri yang sangat besar pengaruhnya terhadap situasi dalam menentukan perilaku diri sendiri. Dalam situasi seperti ini seringkali anak di tuntut supaya mampu berperilaku sesuai dengan etika yang berlaku, misalnya di lingkungan rumah anak selalu diajarkan perilaku yang disertai tanggung-jawab, seperti halnya hormat kepada orang tua, melaksanakan ibadah sesuai dengan ajarannya dan saling menyayangi sesama anggota keluarga serta dapat memberikan contoh yang baik terhadap adik-adiknya. Sedangkan di lingkungan sekolah juga diajarkan untk dapat mentaati peraturan-peraturan sekolah dengan disiplin dan penuh semangat yang tinggi, yang kesemuanya sudah tertulis dalam tata tertib sekolah. Akan tetapi berbeda dalam lingkungan masyarakat yang senantiasa di ajarkan berbagai cara untuk dapat bermasyarakat secara luas melalui berbagai macam kegiatan, baik kegiatan yang dilaksanakan di kampung maupun kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat secara luas seperti kerja bakti di masjid atau mushollah, hal yang demikian itu dilaksanakan secara bergotong-royong, selain itu diajarkan pula cara bergaul dan serta tenggang-rasa antar warga. Dari berbagai uraian dan contoh di atas tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa dalam sikap dan perilaku sehari-hari harus selalu berpedoman pada etika dan nilai-nilai yang berlaku, sehingga apa yang di perbuat akan menjadi suatu kebiasaan, yang selanjutnya akan menjadi nilai-nilai diri sendiri. Dan apabila hal itu dapat mengakar kuat terhadap kehidupan, aamaka akan terbentuklah suatu prinsip yang kuat dalam diri.

Pada dasarnya manusia itu di tuntut untuk saling mengenal, membantu dan berhubungan /bergaul, akan tetapi dalam bergaul ada nilai-nilai yang harus dijadikan pedoman supaya tingkah-laku dapat di terima oleh masyarakat secara luas, tingkah-laku itu juga merupakan cermin pribadi terhadap diri sendiri. Dibawah ini ada beberapa contoh dalam penerapan etika dalam pergaulan antar lain : 1. Etika dalam memberi hormat a. Memberikan ucapan salam penghormat; b. Menghargai keberadaan pada pribadinya; c. Menjunjung nilai-nilai kemanusian. 2. Etika dalam berbicara a. Berbicara seperlunya dan jelas agar tidak membosankan; b. berbicara dengan jujur dan berterus-terang; c. Jangan berbicara yang bermakna mencela; d. Jangan berbicara yang dapat menyinggung perasanya; e. Meskipun berbeda pendapat dengan kita, namun tetap kita hargai; f. Harus menyesuaikan waktu dan keadaan untuk berbicara. 3. Etika dalam berkenalan a. Mulailah dalam berkenalan dengan senyum; b. Jika berjabat tangan jangan terlalu keras ; c. Bertanyalah untuk tujuan saling mengenal; 4. Etika dalam menelpon a. Mengucapkan salam dan menyebutkan identitas diri; b. Mengunakan bahasa yang sopan dan tidak keras; c. Berbicara yang di anggap penting; d. Untuk mengakhiri pembicaraan mengucapkan salam. 5. Etika dalam berpakaian a. Berpakaianlah yang sopan ,rapi,bersih dan pantas tidak perlu mahal; b. Serasikan warna pakaian dengan warna kulit; c. Jangan berpakaian yang sempit/ketat maupun longgar; 6. Etika dalam memelihara kebersihan badan dan mental a. Bagi lelaki, rambut dan kumis sebaiknya rapi; b. Kuku dan gigi harus bersih; c. Pakaian harus ganti 2 kali; d. Jangan berperasangkah; e. Jangan menjelek-jelekan. Menurut “Morgan” yang di tulis kembali oleh “Nasution” maka di katakan bahwa manusia hidup ini memiliki berbagai kebutuhan yang bersifat negtif hal itu antara lain : 1. Kebutuhan untuk berbuat sesuatu dalam beraktivitas; 2. Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain; 3. Kebutuhan untuk mencapai hasil; 4. Kebutuhan untuk mngatasi kesulitan. H. Evaluasi 1. Jelaskan kebutuhan manusia yang bersifat negatif menurut morgan!; 2. Bagaiman etika berbicara dan berkenalan?. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling. Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 12

A. Tugas Perkembangan 5 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami aspek sosial dalam sistem etika dan nilai pedoman : Sosial : Pemahaman : 1. Siswa direspon untuk menyebutkan tatacara dalam pergaulan antar warga di sekoalah; 2. Siswa diberi penjelasan tentang etika dan nilai kehidupan sebagai unsur sifat kepribadian; 3. Siswa diberi penjelasan tentang hambatan dalam mengadakan hubungan sosial; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“Aspek-aspek sosial dalam etika dan nilai pedoman hidup “ Etika dan nilai hidup adalah sebagai unsur sifat kepribadian yang dapat terwujud melalui perilaku seseorang. Sedangkan sifat-sifat tersebut adalah : 1. Dalam beretika seseorang cenderung untuk mengutamakan kebijakan sesuai hati nuraninya; 2. Etika seseorang selalu berkembang; 3. Etika yaang terbentuk cenderung mewujudkan kesejajaran antara pikiran, ucapan serta perilaku; 4. Etika yang ditampilkan atas dorongan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri; 5. Etika dapat diajarkan secara langsung sebagai pengiring mata pelajaran; 6. Pembelajaran etika di sekolah merupakan latihan yang di laksanakan secara terus menerus. A. Tatacara dalam pergaulan antar warga di sekolah : 1. Mengucapakan salam kepada kepala sekolah, bapak/ibu guru beserta staf karyawan maupun antar sesama teman; 2. Saling menghormati antar sesama teman; 3. Menghargai perbedaan agama, latar-belakang budaya; 4. Menghormati ide-ide, pikiran serta pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman serta warga sekolah; 5. Berani menyatakan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar; 6. Menyampaikan pendapat secara sopan; 7. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih apabila mendapat bantuan dari orang lain; 8. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf; 9. Menggunakan bahasa yang sopan dan beradab.

Meskipun demikian akan tetapi dalam melaksanakan pergaulan tidaklah selalu dapt terlaksana secara mulus, hal yang demikian itu di karenakan adanya hambatan-hambatan yang muncul, baik hambatan yang muncul dari dalam diri siswa maupun dari luar siswa. B. Bentuk-bentuk hambatan dalam mengadakan hubungan sosial yaitu : 1. Kurang memahami tentang cara-cara bergaul dengan baik; 2. Kurang mengerti bagaimana caranya dalam mencari, mempertahankan, memupuk dalam persahabatan; 3. Tidak memiliki prinsip yang kuat,sehingga mudah terpengaruh dalam pergaulan. 4. Mempunyai pandangan yang salah tentang pergaulan. Pelanggaran terhadap etika sangat merugikan bagi siapapun, bukan saja rugi pada diri sendiri, tetapi keluarga, sekolah, masa depan bahkan orang-orang yang tidak bermasalah ikut menjadi korban. Oleh karena itu pergaulan selalu membawa dampak baik yang positif maupun yang negatif bagi keberhasilan seseorang dalam mencapai serta mewujudkan karier pada masa depan hal seperti ini tata cara dalam bergaul memiliki peranan yang sangat penting dan bahkan dapat mempengaruhi cita-cita diri sendiri. H. Evaluasi 3. Cobalah jelaskan bahwa etika dan nilai pedoman hidup adala sebagai unsur sifat kepribadian yang dapat terwujud melalui perilaku seseorang !; 4. Bagaimana usaha Anda agar terjalin hubungan sosial yang baik!. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 13

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mewujudkan aspek-aspek sosial dalam sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mentaati dan melaksanakan aturan dirumah, di sekolah dan lingkungan. : Sosial : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang penerapan etika dalam keluaraga; 2. Siswa diberi contoh tentang memerapakanetika dalam lingkungan masyarakat ; 3. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Mewujudkan aspek sosial dalam etika dan nilai pedoman hidup “ Pada prinsipnya manusia di tuntut untuk menjalin hubungan, agar dapat saling mengenal dan membantu, namun dalam menjalani hubungan sosilal tersebut terdapat nilai yang harus dijadikan sebagai pedoman dan juga harus diterapakan dalam kehidupan seharihari, sehingga perilaku tersebut dapat di terima di masyarakat. A. Penerapan etika dalam lingkungan keluarga : 1. Patuh dan taat dalam menjalankan perintah agama; 2. Berbakti kepada kedua orang tua; 3. Menghargai kepada semua anggota keluarga; 4. Turut menjaga nama baik keluaraga; 5. Saling membantu dan tolong menolong; 6. Berkata jujur dan bertanggung jawab; 7. Peduli terhadap kebersihan di lingkungan dan sekitarnya. B. Penerapan Etika dalam lingkungan sekolah 1. Tata tertib yang berhubungan dengan kelakuan antara lain a. Hormat dan patuh terhadap Bapak/Ibu Guru/karyawan sekolah; b. Tidak terlibat perkelahian antar pelajar; c. Mau menghormati dan menghargai pendapat teman; d. Tidak mengotori serta merusak sarana maupun prasarana. 2. Tata tertib yang berhubungan dengan kerajinan a. Hadir di sekolah tepat waktu; b. Mengikuti proses belajar dengan baik; c. Selalu mengerjakan tugas; d. Mengikuti upacara bendera. e. Aktif piket dan kegiatan ekstarkurukuler. 3. Tata Tertib yang berhubungan dengan kerapian a. Memakai seragam lengkap dengan atribut; b. Berpakain bersih, rapi dan sopan; c. Rambut pendek rapi; d. Selalu membuang sampah pada tempatnya.

C. Penerapan etika dalam lingkungan masyarakat 1. Bersikap menghargai orang lain; 2. Bersikap ramah dan santun dalam berbicara; 3. Berpenampilan yang luwes dan bijaksana; 4. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda; 5. Tidak mengganggu tetangga; 6. Suka menolong; 7. Ikut dalamkegiatan sosial; 8. Suka menjenguk kerabat dan tetangga yang sakit. Dengan demikian maka masalah etika dalam realitanya ada yang di katakan norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hukum. Sedangkan norma kesopanan merupakan peraturan yang timbul dari pergaulan segolongan manusia. Peraturan peraturan itu diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap manusia yang ada di sekitarnya. H. Evaluasi 3. Cobalah beri contoh penerapan etika dalam lingkungan sekolah!; 4. Apakah Anda pernah melakukan kegiatan dalam masyarakat yang berkaitan penerapan etika dalam masyarakat ? Coba berikan contohnya!. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 14

A. Tugas Perkembangan 3 B. Kompetensi Dasar

: Mencapai pola hubunganyang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Mewujudkan pengaruh sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara dalam kegiatan belajar. : Menerapkan etika dalam belajar; Menumbuhkan semangat belajar dari orang –orang yang memiliki etika. : Belajar : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang pengaruh menerapkan etika dalam belajar di sekolah agar sukses; 2. Siswa diberi penjelasan tentang Pengaruhmemberi semangat belajar; 3. Siswa diberi penjelasan tentang penilaian hasil belajar : 4. Siswa mengerjakan LKS. : Pengaruh sistem etika dan nilai pedoman hidup daklam kegiatan belajar

C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

1. Pengertian Etika dalam belajar adalah tatacara yang harus di lakukan selama proses pembelajaran itu berlangsung yang sesuai dengan situasi dan kondisi, situasi dan kondisi tersebut memiliki makna tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku baik yang berupa tata-tertib maupum kebudayaan tertentu. Keberhasilan belajar seseorang banyak di pengaruhi oleh bagaimana cara serta etika belajar yang di lakukan. Oleh karean maka seseorang harus memahami tentang etika dalam belajar yang efektif dan efisien. 2. Cara beretika dalam belajar di sekolah supaya memperoleh hasil yang optimal antara lain: 1. Niat belajar yang tertanam dalam hati; 2. Banyak membaca bahan-bahan pelajaran; 3. Banyak latihan so’al; 4. Mengatur waktu belajar; 5. Tempat belajar yang nyaman; 6. Bertanya kepada guru atau teman jika mengalami kesulitan; 7. Membuat rangkuman; 8. Senantiasa berdo’a sebelum dan sesudah belajar. 3. Hal-hal yang dapat menumbuhkan semangat belajar antara lain : 1. Menumbhkan berfikir positif; 2. Berusaha belajar tekun; 3. Belajar sendiri maupun kelompok; 4. Belajar dari pengalaman orang lain; 5. Belajar dari berbagai sumber belajar; 6. Selalu mensyukuri atas kemudahan serta keberhasilan dalam aktivitas belajar itu adalah rahmat dari Tuhan. 4. Perubaha sikap merupakan tanda dari hasil kegiatan belajar

1. Kognitif (Perubahan secara pengetahuan) Yaitu suatu perubahan dalm hal pengetahuannya yang telah di dapat oleh anak setelah adanya proses belajar, misalnya dari tidak mengerti menjadi mengerti. 2. Afektif (perubahan secara sikap) Yaitu perubahan tentang perilaku yang telah di dapat oleh anak setelah adanya proses belajar, misalnya perilaku yang semula negatif menjadi positif. 3. Psikomotorik (Perubahan secara ketrampilan) Yaitu perubahan tentang ketrampilan yang dihasilkan dari proses belajar, misalnya dari yang tidak terampil menjadi terampil. H. Evaluasi 1. Sebutkan beberapa contoh hal-hal yang dapat menumbuhkan semangat belajar; 2. Sebutkan beberapa cara beretika dalam belajar di sekolah supaya memperoleh hasil yang optimal. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan di beri Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 15

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator

: Mengenal sitem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Mewujudkan pengaruh sistem etika dan nilai bgi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Menerapakan cara belajar di kelas Melatih diri belajar secara mandiri dan kelompok Mengikuti kegiatan sesuai usia di lingkungan masyarakat : Belajar : Pengembangan dan pencegahan : 1. Menjelaskan cara-cara belajar yang efektif dan efisien; 2. Siswa mengerjakan LKS. :

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan G. Materi layanan

“ Mewujudkan pengaruh etika dan nilai pedoman hidup dalam kegiatan belajar “ Pengaruh etika dan nilai-nilai dalam kegiatan belajar antara lain dapat menentukan keberhasilan belajar itu sendiri, setiap siswa memiliki cara beretika dalam belajarnya, baik etika yang di peroleh dari keluarga maupun yang di peroleh dari sekolah. Cara- Cara belajar yang efektif dan efisien antara lain : 1. Cara belajar di sekolah a. Dalam proses pembelajaran didalam kelas yaitu : 1. Menyiapkan diri sebelum guru masuk, seperti alat-alat tulis, buku mata pelajaran; 2. Berdo’a sebelum pelajaran di mulai; 3. Memperhatikan penjelasan guru; 4. Bertanya kepada guru jika kurang memahami; 5. Mendiskusikan dengan teman tentang materi yang di bahas guru tadi; 6. Mencatat dan membuat kesimpulan. b. Belajar mandiri/sendiri; c. Belajar dengan kelompok. 2. Cara belajar di rumah a. Mengatur waktu belajar; b. Mengulang atau menghafal pelajaran; c. Membuat ringkasan; d. Membaca dengan baik; e. Mengerjakan tugas dan latihan yang diberikan oleh guru di sekolah. 3. Cara belajar di lingkungan masyarakat. a. Belajar berorganisasi; b. Belajar mengendalikan diri, disiplin, berkomunikasi bergaul dan belajar memotivasi diri dan prang lain; c. Belajar mempunyai kepercayaan diri sendiri dan bertanggung jawab; d. Belajar dengan memberikan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya dan menghargai orang lain.

Secara umum dapat di tegaskan bahwa terdapat cara-cara yang lebih tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran pada lingkungan masyarakat tentang etika dan nilai hidup bagi diri seseorang yang antara lain : 1. Harus tekun menjalankan perintah agama; 2. Membiasakan berbuat baik kepada siapapun; 3. Dapat mengatasi pergaulan yang tidak baik; 4. Menghindari hal-hal yang mungkin dapat menghancurkan diri sendiri; 5. Mampu menghindari hal-hal yang berbau porno. H. Evaluasi 1. Sebutkan cara belajar di sekolah yang efektif dan efisien!; 2. Sebutkan cara belajar di rumah yang efektif!; 3. Bagaimana cara mewujudkan proses pembelajaran di lingkungan masyarakat.?; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Ganjil Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 16

A. Tugas Perkembangan 8 B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. : Memahami penerapan sistem etika dan nilai dalam pekerjaan dan pengembangan karier. : Memahami penerapan sistem etika dan nilai dalam pekerjaan dan pengembangan karir. : Karir : Pemahaman : 1. Siswa diberi penjelasan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan karir; 2. Siswa diberi penjelasan tentang tiga hal yang menjadi kepuasan dalam mengembangkan karir.; 3. Siswa diberi penjelasan tentang hambata-hambatan dalam pemilihan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Penerapan sistem etika dan niali dalam pekerjaan dan pengembangan karir “. Kesalahan dalam menentukan atau memilih studi lanjutan maka akan menyebabkan kemungkinan tertutupnya lapangan pekerjaan di masa mendatang serta juga dapat menyebabkan kegagalan dalam belajar di sekolah, sehingga akan menimbulkan dampak yang negatif dalam perkembangan psikologi anak. Hal-hal yang dapat di lakukan dalam menyesuaian antara karir dengan jabatan yang di harapkan di masa mendatang adalah : 1. Memahami potensi, kemampuan, bakat dan minat serta sifat-sifat pribadi yang berhubungan dengan pelajaran; 2. Siswa mengetahui berbagai kemungkinan pendidikan yang ada padanya; 3. Mampu dalam memilih sekolah sesuai dengan pilihannya; 4. Memahami kelemahannya dan kekuatanya untuk keberhasilan pendidikannya; 5. Dapat menyesuaikan diri dengan suasana sekolah, sehingga dapat mengarahkan semua potensi, kemampuan, bakat dan minat untuk keberhasilannya. Hal- hal yang harus di perhatikan dalam pengembangan karier anatara lain : 1. Kemampuan diri; 2. Faktor biaya; 3. Faktor-faktor dala memilih jurusan meliputi bakat, minat dan kepribadian. Terdapat 3 hal kepuasan dalam mengembangkan karir yaitu : 1. Pekerjaan yang dapat memuaskan bagi diri sendiri maupun keluarga; 2. Pekerjaan yang dapat memuaskan bagi perusahaan dan instansinya; 3. Pekerjaan yang dapat memuasakan bagi negara dan bangsanya. Manfaat etika dan nilai-nilai dalam pemilihan pekerjaan yang antara lain : 1. Dapat menilai dan memahami dirinya sendiri mengenai potensi dasar, minat dan bakat, sikap dan kecakapan yang dimiliki;

2. 3. 4. 5. 6.

Mempelajari dan mengetahui tingkat kepuasan yang di capai dari suatu pekerjaan; Mengetahui jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan potensi; Dapat menemukan dan mengatasi hambatan yang terjadi; Memiliki kesadaran tentang kebutuhan yang selau berkembang; Dapat merencanakan masa depannya, sehingga dapat menemukan karir dan kehidupan yang sesuai dengan dirinya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengingkatkan usaha pekerjaanya antara lain : 1. Menanamkan perasaan senang terhadap yang di kerjakan; 2. Disiplin waktu; 3. Selalu berkembang melaui ide-ide yang mengarah pada kemajuan kerja; 4. Pandai menjalin hubungan antar relasi; 5. Bersifat ulet. Adapun hambatan-hambatan dalam pemilihan pekerjaan yaitu : 1. Tidak bisa mengambil keputusan; 2. Tidak adanya pemilihan penempatan pekerjaan; 3. Pemilihan pekerjaan yang tidak sesuai; 4. Kurangnya informasi dan pemahaman terhadap diri sendiri terhadap suatu pekerjaan yang menjadi cita-citanya; 5. Pendidikan yang diperoleh tidak sesuai dengan pekerjaan. H. Evaluasi 1. Jelaskan hambatan-hambatan dalam pemilihan pekerjaan!; 2. Jelaskan manfaat etika dan nilai-nilai dalam pemilihan pekerjaan !; 3. Sebutkan hal-hal yang dapat di lakukan dalam penyesuaian antara karir dan jabatan yang di harapkan di masa depan !; I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 /Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat. : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah. : Memahami arti pengetahuan dan ketrampilan Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Mengetahui manfaat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Sosial : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Aspek-aspek sosial dari upaya melanjutkan pendidikan tinggi” 1. Pengertian Aspek-aspek sosial Aspek-aspek sosial adalah bagian-bagian yang terkait dengan masyarakat. Sedangkan sekolah adalah lingkungan sosial yang lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat. Pendidikan tinggi adalah suatu jenjang pendidikan yang akan ditempuh secara formal mulai dari tingkat menengah atas(SMA),tingkat menengah kejuruan (SMK) sampai tingkat/ jenjang perguruan tinggi.. 2. Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) 3. Bentuk Perguruan Tinggi di Indonesia : a. Akademik Perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan kejuruan, ditekankan pada pengetahuan praktis lewat kuliah dan praktek lapangan dengan program non gelar. Contph : AKABRI,AKADEMI BANK, ABA,AKAMIGAS. b. Politeknik Perguruan tinggi yang menyelanggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus praktikum dan kuliah lapangan lebih banyak diberikan pada kuliah teori. Bertujuan mencetak tenaga profesional program diploma non gelar. Contoh : POLITEKNIK di ITS, UNIBRAW, UNAIR POLI GIGI Dan KESEHATAN MASYARAKAT. c. Sekolah Tinggi Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan satu bidang ilmu kejuruan yang terdiri atas satu fakultas dan terdiri dan terbagi menjadi banyak jurusan program seperti diploma dan S-1

Contoh : STAN, STPDN DI jakarta,STIE,STIKOM,STELKOM. d. Institut Perguruan tinggi yang melaksanakan program pendidikan keilmuan dan kejuruan dalam bidang ilmu pengetahuan (Kependidikan, Teknologi,Pertanian dan seni dan sebagainya). Institut terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan dengan jenjang pendidikan S0 (Sarjana muda), S1 (Sarjan Strata satu),S2,S3. Contoh : ITB,ITS,IPB,IAIN dan IKIP. e. Universitas Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dan keilmuan dan kejuruan dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda terdiri dari beb erapa fakultas dengan berbagai jurusan. Jenjang pendidikannya bermacam-macam dari S0 sampai S3 terganmtung kemampuan masing-masing fakultas. Contoh : UNAIR, UI,UGM, UNESA, UBAYA,UNTAG,UNMUH. H. Evaluasi 1. Jelaskan Bentuk Perguruan Tinggi di Indonesia !; 2. Jelaskan pendidikan tionggi !. 3. Berilah contoh bentuk perguruan tinggi di indonesia ! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarkat. : Memahami dan mewujudkan aspek-aspek sosial dalam persiapan karier dan kehidupan bermasyarakat.. : Mengetahui cara memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah Mengetahui cara memotivasi dirinya untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Sosial : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang cara memitivasi diri untuk betah dan senag di sekolah; 2. Menjelaskan cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Aspek –aspek sosial persiapan karieri“ A. Cara memotivasi diri untk betah dan senag di sekolah : 1. Mencari teman akrab yang dapat diajak bertukar pikiran; 2. Memilih beberapa pelajaran yang anda senangi; 3. Memilih beberapa guru yang menjadi favorit anda; 4. Mengenal beberapa karyawan sekolah untuk mempermudah administrasi sekolah; 5. Mencari kantin sekolah yang menyediakan makanan kesukaan; 6. Mengetahui berbagai laboratorium beserta isi dan kegunaannya; 7. Memilih program ekstra yang menjadi bakat anda. B. Cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi : 1. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa pelajaran sesulit apapun pasti bisa saya selesaikan; 2. Menumbuhkan keyakinan bahwa kalau teman saya bisa pasti saya juga busa; 3. Mempunyai impian dan cita-cita, jika saya dapat memimpikan masa depan, saya pasti bisa melakukannya. H. Evaluasi 1. sebutkan beberapa cara untuk memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah !; 2. jelaskan cara- cara memotivasi diri untuk pelajaran yang lebih tinggi !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling;

3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk mempersiapkan arah karir yang cocock pada dirinya. : Mengetahui syarat pekerjaan baik fisik dan psikis. Mengetahu langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan arah karir “ 1. Pengertian karir Karir adalah perkembangan atau kemajuan dalam kehidupan pekerjaan atau jabatan . Persiapan karir adalah satu upaya untuk mempersiapkan diri dalam dalam pekerjaan yang di inginkan dengan mengetahui kemampuan, bakat, minat, ketrampilan khusus, keadaan fisik/ psikis dan motivasi dari orang tua atau orang lain di sekitar kita. 2. Syarat pekerjaan di zaman ini adalah : a. Mengutamakan keterampilan khusus seperti B.Asing, komputer; b. Modali diri dengan keterampilan; c. Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis; d. Memiliki kreatifitas tinggi, tidak putus asa. 3. Jenis-jenis karir a. Pegawai Negeri; b. Wiraswasta; c. Swasta; d. Jasa. 4. Langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : a. Mendata atau menelaah keadaan diri; b. Memilih karir yang sesuai dengan kemampuan diri; c. Mengembangkan keterampilan; d. Mengupayakan agar keadaan fisisk dan psikis dapat memenuhi syarat; e. Melanjutkan pendidikan formal. 5. Faktor fisik antara lain :

a. Kesehatan; b. Kekuatan dan daya tubuh; c. Besar dan tinggi badan; d. Ketrampilan; e. Kekurangan fisik yang di perbolehkan. 6. Faktor psikis antara lain : a. Kemampuan atau kecerdasan baik secara IQ/kecerdsan, ESQ/ kecerdasan Emosi, SQ/ Kecerdasan spiritual; b. Bakat dan Minat H. Evaluasi 1. Jelaskan faktor fisik dan psikis yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan karir.! 2. Bagaimana yang harus di penuhi untuk mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang ini I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. : Memahami pengertian peran aktif. Mengetahui motivasi dan semangat untuk berperan dalam masyarakat. Memberi contph peran aktif dalam m asyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Metivasi untuk berperan aktif dalam masyarakat “ 1. Pengertian peran aktif Peran aktif adalah tingkah laku yang di harapkan dari seseorang sesuai dengan status yang di milikinya secara langsung. Peran aktif yang diterapkan oleh siswa di sesuaikan dengan usia dan statusnya sebagai pelajar, berarti peran pelajar seusia siswa SMP tidak sama dengan peran orang dewasa/ orang yang lebih tua dari mereka. 2. Motivasi dan semamgat untuk berperan dalam masyarakat, karena : a. Masyarakat adalah tempat saya bersosialisasi untuk meningkatkan kemampuan saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih baik agar saya lebih berperan sesuai dengan status dan usia saya ; b. Masyarakat adalah tempat yang dapat memberi bekal ketrampilan dan pelatihan mawas diri agar mampu mengendalikan diri; c. Masyarakat adalah tempat sekaligus guru dalam membentuk kepribadian saya dengan membiasakan diri berprilaku sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai, adat istiadat dan kepercayaan yang berlaku dalam masyarakat.

3. Peran aktif dalam masyarakat a. mulailah dari kegiatan yang ringan yaitu dengan ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah; b. ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan yaitu dengan tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan jmasyarakat. c. ikut serta dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat berkaitan dengan harihari besar atau acara-acar penting yang melibatkan anda seperti kegiatan lombah di hari ulang tahun kemeerdekaan RI,merayakan hari raya idul qurban dengan membantu menyembelih dan membagi-bagikan binatang qurban; d. Jadilah contoh bagi siswa seusia anda, di bawah usia anda bahkan usia diatas anada seperti sebagai ketua kelompok belajar di lingkungan sekitar anda yang anggotanya terdiri dari siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda, mengadakan acara untuk menggalai dana sumbangan teman anada yang sakit kewras dan sebagainaya. e. Terapkan materi pelajaran dan ketrampilan yang anda peroleh dari sekolah seperti ikut sholat jum’at di masjid kampung anda, mengadakan olahraga jalan sehat tiap hari minggu, dan sebagainya. f. Terapkan materi budi pekerti yang di ajarkan di sekolah atau dari keluarga seperti tersenyum dan memberi salam jika bertemu dengan seseorang, mengucap terima kasih jika telah diberi sesuatu atau bantuan oleh orang lain, dan kebiasaan kecil lain yang berkaitan dengan tata krama.

H. Evaluasi 1. Jelaskan motivasi apa saja yang memebuat seseorang untuk berperan dalam masyarakat! 2. Bagaimana cara berperan aktif dalam masyarakat. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 /Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 1

A. Tugas Perkembangan 6

:

Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

: Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah. : Memahami arti pengetahuan dan ketrampilan Mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Mengetahui manfaat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Pengembangan : 1. Siswa diberi penjelasan tentang kesempatan bagi pria dan wanita untuk mengembangkan karir; 2. Siswa diberi penjelasan bahwa emansipasi wanita sejak jaman dahulu sudah di mulia ; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pengetahuan dan ketrapilan” 1. Pengertian pengetahuan dan ketrampilan Pengetahuan adalah suatu ilmu / wawasan yang di peroleh dari proses belajar dengan membaca, mengamati, menirukan dan gerakan. Keterampilan adalah suatu proses belajar yang di barengi dengan teknik / cara menghasilkan suatu karya atau kecakpan sehingga terbentuklah suatu keahlian dalam suatu bidang keahlian tertentu. 2. Pengetahuan dan ketrampilan yang menjadi program sekolah Materi pelajaran di sertai ketrampilan Materi pelajaran a. P.A.I b. B.Indonesia/B.Inggris c. Pendidikan Seni Jenis keterampilan Membaca Al-Qur’an dengan benar, sholat Berkomunikasi dengan bebagai bahasa, membuat karya ilmiah Melukis, menyanyi, bermain peran, menari, memainkan alat musik

d. P. Jasmani e. IPA f. IPS g. MTK h. Keterampilan teknologi

Sepak bola, bola volly dan bola basket Penelitian, bertanam, berternak Mengolah usaha kecil, membaca peta, menceritakan sejarah Cepat dan tepat dalam berhitung, terampil menggambar dengan sekala Mahir dalam komputer, bongkar pasang alat elektronik.

3. Kegiatan ekstrakurikuler Adalah satu atu lebih kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tetapi masih merupakan program sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler mengarah pada bakat, minat, dan kemampuan yang lebih khusus sehingga siswa di harapkan lebih terlatih dan terampil dalam bidang atau kegiatan yang di pilih. Kegitan ekstrakurikuler a. Drum Band b. Karate c. Grup Band d. Grup Qosidah e. f. g. h. i. j. k. KIR Komputer Bola Basket Seni Baca Al-Qur’an Seni Musik B. Inggris Conversation Pramuka Jenis Ketrampilan Memainkan salah satu jenis musik menjadi mayoret. Memperagakan berbagai teknik karate Lebih mahir dalam memainkan alat musik, menyanyi, menari Lebih mahir dalam memainkan alat musik, menyanyi Membuat karya ilmiah Mengoperasikan komputer Mahir berbasket Qiro’ah Biola, gitar, piano, bas Percakapan B. Inggris Mahir dalam kepemimpinan

4. Syarat untuk menumbuhkan kesadaran diri dan dorongan untuk meguasai pengetahuan dan ketrampilan sesuai program sekolah. 1. Anda mengtahui tujuan dari setiap mata pelajaran atau kegiatan ekstra; 2. Anda mengetahui tujuan dalam menerima pelajaran atau ketrampilan; 3. Anda dapat merasakan secara positif manfaat dari kegiatan; 4. Anda memulai kegiatan sekolah dengan perasaan senang; 5. Anda dapat menerapakan hasil kegiatan sekolah di rumah atau di masyarakat. H. Evaluasi 1. Jelaskan caramenumbuhkan kesadaran diri dan dorongan untuk menguasai pengetahuan dan kertampilan!; 2. Jelaskan pengetahuan dan ketrampilan !. 3. Berilah contoh pengetahuan dan ketrampilan! I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling; 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Duduksampeyan, 16 Juli 2007

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 2

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarkat. : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi. : Mengetahui cara memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah Mengetahui cara memotivasi dirinya untuk melanjutkan pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Pemahaman : 1. Menjelaskan tentang cara memitivasi diri untuk betah dan senag di sekolah; 2. Menjelaskan cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi; 3. Siswa mengerjakan LKS. :

G. Materi layanan

“ Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk menguasai pelajaran yang lebih tinggi“ A. Cara memotivasi diri untk betah dan senag di sekolah : 1. Mencari teman akrab yang dapat diajak bertukar pikiran; 2. Memilih beberapa pelajaran yang anda senangi; 3. Memilih beberapa guru yang menjadi favorit anda; 4. Mengenal beberapa karyawan sekolah untuk mempermudah administrasi sekolah; 5. Mencari kantin sekolah yang menyediakan makanan kesukaan; 6. Mengetahui berbagai laboratorium beserta isi dan kegunaannya; 7. Memilih program ekstra yang menjadi bakat anda. B. Cara memotivasi diri untuk pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi : 1. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa pelajaran sesulit apapun pasti bisa saya selesaikan; 2. Menumbuhkan keyakinan bahwa kalau teman saya bisa pasti saya juga busa; 3. Mempunyai impian dan cita-cita, jika saya dapat memimpikan masa depan, saya pasti bisa melakukannya. H. Evaluasi 1. sebutkan beberapa cara untuk memotivasi diri untuk betah dan senang di sekolah !; 2. jelaskan cara- cara memotivasi diri untuk pelajaran yang lebih tinggi !. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi layanan bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah, sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi layanan konseling;

3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi layanan konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 3

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk mempersiapkan arah karir yang cocock pada dirinya. : Mengetahui syarat pekerjaan baik fisik dan psikis. Mengetahu langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

G. Materi layanan

:

“ Memiliki kesadaran dan dorongan untuk mempersiapkan arah karir “ 1. Pengertian karir Karir adalah perkembangan atau kemajuan dalam kehidupan pekerjaan atau jabatan . Persiapan karir adalah satu upaya untuk mempersiapkan diri dalam dalam pekerjaan yang di inginkan dengan mengetahui kemampuan, bakat, minat, ketrampilan khusus, keadaan fisik/ psikis dan motivasi dari orang tua atau orang lain di sekitar kita. 2. Syarat pekerjaan di zaman ini adalah : a. Mengutamakan keterampilan khusus seperti B.Asing, komputer; b. Modali diri dengan keterampilan; c. Mempersiapkan diri secara fisik dan psikis; d. Memiliki kreatifitas tinggi, tidak putus asa. 3. Jenis-jenis karir a. Pegawai Negeri; b. Wiraswasta; c. Swasta; d. Jasa. 4. Langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir : a. Mendata atau menelaah keadaan diri; b. Memilih karir yang sesuai dengan kemampuan diri; c. Mengembangkan keterampilan; d. Mengupayakan agar keadaan fisisk dan psikis dapat memenuhi syarat; e. Melanjutkan pendidikan formal. 5. Faktor fisik antara lain :

a. Kesehatan; b. Kekuatan dan daya tubuh; c. Besar dan tinggi badan; d. Ketrampilan; e. Kekurangan fisik yang di perbolehkan. 6. Faktor psikis antara lain : a. Kemampuan atau kecerdasan baik secara IQ/kecerdsan, ESQ/ kecerdasan Emosi, SQ/ Kecerdasan spiritual; b. Bakat dan Minat H. Evaluasi 1. Jelaskan faktor fisik dan psikis yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan karir.! 2. Bagaimana yang harus di penuhi untuk mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang ini I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Satuan Pendidikan Kelas/Semester Jenis Layanan Alokasi waktu Pertemuan : : : : : SMPN 1 DUDUKSAMPEYAN GRESIK 8 / Genap Informasi, Pembelajaran dan Bimb. Kelp. 1 X 40 menit 4

A. Tugas Perkembangan 6

: Mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat . : Memiliki kesadaran dan dorongan yang kuat untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. : Memahami pengertian peran aktif. Mengetahui motivasi dan semangat untuk berperan dalam masyarakat. Memberi contph peran aktif dalam m asyarakat.

B. Kompetensi Dasar C. Indikator

D. Bidang Bimbingan E. Fungsi Bimbingan F. Pengalaman Layanan

: Pribadi : Informasi pembelajaran. : 1. Merespon siswa untuk menyebutkan Jenis-jenis karir pada hasil tes IQ masing-masing; 2. Menjelaskan syarat yang harus di penuhi untuk mencari pekerjaan di zaman sekarang ini; 3. Menjelaskan beberapa langkah-langkah dalam mewujudkan persiapan karir; 4. Siswa mengerjakan LKS.

G. Materi layanan

:

“ Metivasi untuk berperan aktif dalam masyarakat “ 1. Pengertian peran aktif Peran aktif adalah tingkah laku yang di harapkan dari seseorang sesuai dengan status yang di milikinya secara langsung. Peran aktif yang diterapkan oleh siswa di sesuaikan dengan usia dan statusnya sebagai pelajar, berarti peran pelajar seusia siswa SMP tidak sama dengan peran orang dewasa/ orang yang lebih tua dari mereka. 2. Motivasi dan semamgat untuk berperan dalam masyarakat, karena : a. Masyarakat adalah tempat saya bersosialisasi untuk meningkatkan kemampuan saya dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih baik agar saya lebih berperan sesuai dengan status dan usia saya ; b. Masyarakat adalah tempat yang dapat memberi bekal ketrampilan dan pelatihan mawas diri agar mampu mengendalikan diri; c. Masyarakat adalah tempat sekaligus guru dalam membentuk kepribadian saya dengan membiasakan diri berprilaku sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai, adat istiadat dan kepercayaan yang berlaku dalam masyarakat.

3. Peran aktif dalam masyarakat a. mulailah dari kegiatan yang ringan yaitu dengan ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah; b. ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan yaitu dengan tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan jmasyarakat. c. ikut serta dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat berkaitan dengan harihari besar atau acara-acar penting yang melibatkan anda seperti kegiatan lombah di hari ulang tahun kemeerdekaan RI,merayakan hari raya idul qurban dengan membantu menyembelih dan membagi-bagikan binatang qurban; d. Jadilah contoh bagi siswa seusia anda, di bawah usia anda bahkan usia diatas anada seperti sebagai ketua kelompok belajar di lingkungan sekitar anda yang anggotanya terdiri dari siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda, mengadakan acara untuk menggalai dana sumbangan teman anada yang sakit kewras dan sebagainaya. e. Terapkan materi pelajaran dan ketrampilan yang anda peroleh dari sekolah seperti ikut sholat jum’at di masjid kampung anda, mengadakan olahraga jalan sehat tiap hari minggu, dan sebagainya. f. Terapkan materi budi pekerti yang di ajarkan di sekolah atau dari keluarga seperti tersenyum dan memberi salam jika bertemu dengan seseorang, mengucap terima kasih jika telah diberi sesuatu atau bantuan oleh orang lain, dan kebiasaan kecil lain yang berkaitan dengan tata krama.

H. Evaluasi 1. Jelaskan motivasi apa saja yang memebuat seseorang untuk berperan dalam masyarakat! 2. Bagaimana cara berperan aktif dalam masyarakat. I. Tindak lanjut 1. Siswa yang belum memahami materi diberi Layanan Bimbingan kelompok kecil; 2. Siswa yang memiliki masalah,sehingga tidak aktif dalam layanan di kelas akan diberi Layanan Konseling. 3. Siswa yang memiliki masalah setelah layanan materi di kelas akan diberi Layanan Konseling.

Mengetahui : Kepala SMPN 1 Duduksampeyan,

Duduksampeyan, 16 Juli 2007 Konselor/Guru Pembimbing,

Drs. H. Imron, M.Pd. NIP. 131847230

L. Ahmadah As. H., S.Pd. NIP. 510148966

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->