Perkembangan dan Peran sosiologi

Apa itu Sosiologi:
Sosiologi pada hakikatnya bukanlah semata mata ilmu murni(pure science) namun sosiologi bisa juga menjadi ilmu terapan(applied science).beberapa ciri sosiologi yang inheren adalah pengakuannya yang rendah hati terhadap realitas dan sifatnya yang subversive.kekhususan sosiologi adalah bahwa perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitannya dengan struktur struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki,dibagi, dan ditunjang bersama sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok ,menelusuri asal usul pertumbuhannya,serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya .fokus bahasan sosiologi dalah interaksi manusia,yaitu pada pengaruh timbal balik di antara dua orang atau lebih dalam perasaan,sikapa, dan tindakan.selo soemardjan dan soeleman soemardi mendefinisikan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses proses social termasuk perubahan social.

Perkembangan Sosiologi:
Awal mula perkembangan sosiologi bisa dilacak pada saat terjadinya revolusi perancis, dan revolusi industri yang terjadi sepanjang abad 19.Tokoh yang sering dianggap “Bapak sosiologi” adalah August Comte .Auguste comte mencetuskan pertama kali nama sociology dalam bukunya ”positive philosophy(1838)”.istilah sosiologi menjadi lebih populer setengah abad kemudian berkat jasa Herbert Spencer dalam bukunya “principles of sociology(1876)” perkembangan sosiologi makin mantap terjadi tahun 1895 yakn pada Emile Durkheim menerbitkan bukunya yang berjudul Rules of Sociological Method.Menurut Durkheim wtugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta fakta sosial yakni sebuah kekuatan dan struktur yang bersifat eksternal,tetapi mampu mempengaruhi perilaku individu.Pendiri sosiologi lainnya,Max Weber berpendapat bahwa sosiologi sebagai ilmu yang mencoba memahami masyarakat dan perubahan perubahan yang terjadi di dalamya, Sosiologi tidak semestinya berkutat pada soal soal pengukuran yang sifatnya kuantitatif dan sekedar mengkaji pengaruh faktor faktor eksternal tetapi yng lebih penting sosiologi bergerak pada upaya memahami tingkat makna, dan mencoba mencari penjelasan pada faktor faktor internal yang ada di masyarakat itu sendiri.Memasuki abad ke 20 perkembangan sosiologi makin variatif dipelopori oleh Anthony Giddens focus minat sosiologi bergeser dari structures ke agency.di era tahun 2000 an ini, perkembangan sosiologi semakin mantap dan kehadirannya di akui banyak pihak memberikan sumbangan yang sangat penting bagi usaha

khususnya ikut membantu memperkirakan pengaruh kebijakan social tertentu •Sebagai teknisi atau yang populer disebut sosiolog klinis. dan ujung ujungnya memicu terjadinya perlawanan social masyarakat . proses marginalisasi. Peran Sosiolog Menurut Horton dan Hunt (1987). maka salah satu tuntutan yang dihadapi ilmuwan social di Indonesia adalah bagaimana kita mampu melakukan proses pribumisasi teori sekaligus mengembangkan peran peran yang lebih konkret bagi masyarakat.baik itu ilmiah untuk kepentingan pengembangan keilmuan atau riset yang diperlukan sector industry •Sebagai konsultan kebijaksanaan.pada masa orde baru banyak program pembangunan yang dicangkok kan begitu saja. juga kesenjangan social. khususnya di tengah situasi krisis yang belakangan ini melanda masyarakat Indonesia. sehingga menimbulkan kesenjangan.pembangunan dan kehidupan sehari hari masyarakat.Di Indonesia pada awal tahun 1980an sejumlah ilmuwan sebetulnya sudah menyadari kekurangan sosiologi yang tidak kontekstual di waktu itu.ada kesan yang kuat bahwa hasil hasil pembangunan selama ini lebih banyak dinikmati oleh lapisan tertentu saja. dewasa ini beberapa profesi yang umumnya diisi oleh para sosiolog adalah: •Sebagai ahli riset. niscaya akan bisa dilalui dan dikerjakan . sehingga yang terjadi selain perubahan social secara dramatis dan masif di berbagai wilayah. Menakar Modernisasi Dalam posisi Indonesia yang sedang membangun saat ini peran sosiologi berbeda dengan kondisi di Negara maju di mana peran sosiologi sudah relative mapan. yakn ikut terlibat di dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat •Sebagai guru atau pendidik yang terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar •Sebagai pekerja social (social worker) Diluar apa yang disebutkan Horton dan Hurt masih banyak peluang para sosiolog semua tergantung kepekaan dan semangat keilmuannya para sosiolog yang selalu berusaha membangkitkan sikap kritis.dengan berkaca dari pengalaman dan kegagalan pembangunan yang cenderung sentralistik dan pro-modernisasi. Karier dan pekerjaan apapun yang dimasuki para sosiolog .

.dengan sukses karena ilmu yang dipelajari akan sangat membantu mereka untuk memahami peran yang bermacam macam itu dengan wawasan yang lebih luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful