P. 1
Pendekatan Dalam Pengajaran Matematika

Pendekatan Dalam Pengajaran Matematika

|Views: 345|Likes:

More info:

Published by: Ayai Caem Blacksweety on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2014

pdf

text

original

138

PENDEKATAN DALAM PENGAJARAN MATEMATIKA
Utu Rahim
Jurusan PMIPA/Matematika FKIP Unhalu, Kampus Bumi Tridharma, Kambu, Kendari 93232

Abstrak: Proses belajar mengajar adalah proses yang dilakukan oleh guru, siswa, dan seluruh komponen yang, dapat digunakan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan ini tidak mungkin dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Kegiatan tersebut memerlukan berbagai pendekatan mengajar antara lain, pendekatan spiral, induktif, deduktif, formal, dan pendekatan kontekstual. Pendekatan-pendekatan tersebut bertujuan untuk mencapai proses belajar mengajar secara optimal.

Kata kunci: Pendekatan spiral, deduktif, induktif, formal dan pendekatan kontekstual. A. Pendahuluan Dalam melaksanakan suatu proses belajar mengajar, sebaiknya setiap guru melakukannya dengan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran. Kegiatan mengajar yang dilakukan guru dengan pendekatan tertentu akan bermakna, apabila materi yang disajikan kepada siswa dapat dimengerti oleh sebagian besar siswa atau seluruh siswa. Harus dipahami, bahwa kadang-kadang guru dalam mengajar, melakukan pendekatan dengan cara lain sedangkan siswa juga melakukannya dengan pendekatan yang tidak diberikan oleh gurunya. Misalnya, guru menyampaikan operasi penjumlahan dengan pendekatan garis bilangan, tetapi siswa dapat melakukannya dengan pendekatan himpunan. Pendekatan pembelajaran yang digunakan sebaiknya dipahami setiap guru dengan benar, sehingga pada saat mengajar guru mengetahui pendekatan mana yang cocok dengan materi yang hendak diajarkan. Jika hal ini disadari oleh semua guru, maka pendekatan mengajar itu menjadi sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya guru menguasai pendekatan pembelajaran yang sedang digunakannya. Pada tulisan ini dikemukakan berbagai pendekatan pembelajaran matematika di kelas yang biasa digunakan guru. Dengan mengetahui berbagai informasi tentang pendekatan Penguasaan pelaksanaan suatu pendekatan pembelajaran dapat diketahui jika guru diberikan informasi tentang berbagai pendekatan npembelajaran yang digunakan. Pada tulisan ini dibahas beberapa pendekatan yang sering digunakan guru dalam proses pembelajaran matematika.

B. Pendekatan Mengajar

MIPMIPA, Vol. 5, No. 2, Juli 2006: 138-145

Berikut ini dikemukakan beberapa pendekatan yang digunakan dalam mengajarkan matematikia. merupakan suatu konsep atau prosedur yang digunakan dalam membahas suatu bahan pelajaran untuk mencapai tujuan belajar mengajar. Pendekatan Spiral Pendekatan dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian metode mengajar adalah cara mengajar yang berlaku umum untuk semua mata pelajaran. hanya materinya saja yang disesuaikan dengan metode yang hendak digunakan.. Secara singkat dapat dikatakan pendekatan spiral merupakan suatu prosedur yang dimulai Pendekatan dalam Pengajaran Matematika (Utu Rahim) . tetapi mungkin guru lain dengan pendekatan yang lain pula. Selanjutnya dikatakan bahwa pendekatan spiral materi tidak diajarkan dari awal sampai selesai dalam sebuah selang waktu. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pendekatan mengajar adalah suatu konsep atau prosedur yang digunakan dalam membahas suatu bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. yaitu agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan dan maksimal. Pada selang waktu pertama konsep diajarkan secara sederhana. 1. Dalam suatu pembelajaran perlu diketahui bahwa pada materi yang sama. tetapi diberikan dalam beberapa selang waktu yang terpisah-pisah. Pada tahap berikutnya konsep yang diajarkan secara sederhana dapat diperluas lagi. Soedjana (1986) mengatakan bahwa pendekatan spiral adalah pendekatan yang dipakai untuk mengajarkan konsep. dan teknik mengajar mempunyai satu tujuan yang sama. Teknik mengajar merupakan penyampaian materi yang dilakukan oleh guru dengan membutuhkan keahlian tertentu. Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam pelajaran matematika adalah pendekatan spiral. misalnya dengan pendekatan himpunan. Selanjutnya dikatakan bahwa bila makin tinggi kekuatannya untuk menghasilkan sesuatu makin efektif metode tersebut. seorang guru menerangkannya dengan pendekatan lain misalnya garis bilangan. sehingga murid dalam belajar matematika dapat dilakukannya secara sistematik.139 Perlu dipahami bahwa pengertian metode. misalnya dengan cara intuitif melalui benda-benda konkret atau gambar-gambar sesuai dengan kemampuan murid. Simanjuntak dkk (1992) mengatakan bahwa metode pengajaran dikatakan efektif apabila menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan atau dengan kata lain tujuan tercapai. pendekatan. Soedjana (1986) mengatakan bahwa teknik mengajar adalah cara mengajar yang memerlukan keahlian atau bakat khusus.

Uraian di atas dapat diperjelas dengan contoh berikut. Soedjana (1986) mengatakan bahwa pendekatan deduktif merupakan cara berpikir untuk menarik kesimpulan dari hal yang umum menjadi kasus yang khusus. Dari kedua premis inilah dapat diperoleh sebuah kesimpulan. sehingga mengajarkannya juga harus menggunakan pendekatan deduktif. Juli 2006: 138-145 . Dalam silogisme ini biasanya terdiri dari dua pernyataan yang benar dan sebuah kesimpulan (konklusi). bahwa matematika itu adalah ilmu yang deduktif. Kedua pernyataan pendukung silogisme itu disebut premis (hipotesis) yang dibedakan menjadi dua bagian. Pada hakikatnya matematika merupakan suatu ilmu yang diadakan atas akal (rasio) yang berhubungan dengan benda-benda yang membutuhkan pemikiran abstrak. Fungsi pada mulanya diperkenalkan kepada siswa SD dengan bentuk =4 + 7. Vol. Uraian di atas dapat diperjelas dengan materi fungsi berikut ini. dari cara intuitif ke analisa dari eksplorasi (penyelidikan) kepenguasaan dalam jangka watu yang cukup lama. 2. sebab pendekatan itu merupakan ciri khas dari pengajaran matematika. Pernyataan di atas dapat dibuat silogismenya sebagai berikut : Premis mayor : Jumlah ketiga sudut segitiga adalah 180o. Pendekatan Deduktif Pendekatan deduktif berdasarkan pada penalaran deduktif. yaitu premis mayor dan premis minor. 2. maka pasangan sudutnya yang ketiga sama pula”. Ruseffendi (1988) mengatakan bahwa pendekatan deduktif tidak asing lagi bagi kita. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir yang disebut silogisme.140 dengan cara sederhana dari konkret ke abstrak. kemudian diperluas lagi pada waktu siswa berada di SMP dengan menggunakan notasi y = 4x + 7 dan selanjutnya pada waktu siswa berada di SMA mungkin dapat diperluas lagi menjadi y = f(x). Premis minor : Dua pasang sudut dua segitiga sama besar Kesimpulan : Pasangan sudut yang ketiga dari dua segitiga itu sama Contoh di atas menunjukkan kepada kita bahwa penarikan kesimpulan pada kedua premis itu merupakan bukti bahwa matematika itu adalah ilmu yang dipelajari dengan MIPMIPA. jika dua pasang sudut dari dua segitiga sama besar. No. Di samping itu dapat dipahami pula. 5. dalam waktu yang terpisah-pisah mulai dari tahap yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

salah satu contoh di antaranya adalah sebagai berikut : y = x5 maka y’ = 5x4 y = x4 maka y’ = 4x3 y = x3 maka y’ = 3x2 y = x2 maka y’ = 2x y = x1 maka y’ = 1x0 maka y’ = 1 y = x0 maka y’ = 0x-1 = 0 dan seterusnya. Pengajarannya mirip dengan apa yang diajarkan oleh Euclid dua ribu tahun yang lalu di Yunani. baik bagi guru maupun siswa. Dengan demikian pendekatan deduktif juga harus ditunjang dengan pendekatan lain seperti pendekatan induktif. Dengan kata lain pendekatan induktif dimulai dari contoh-contoh. Sekalipun pelajaran matematika harus diajarkan dengan pendekatan deduktif. pangkatnya dimisalkan dengan n maka fungsi itu menjadi y = x n sehingga y’ = nx n . karena ketidak berhasilan siswa sekaligus juga merupakan ketidak berhasilan guru. pendekatan formal. Cara deduktif itu sesuai dengan sistemnya. 4. Pendekatan dalam Pengajaran Matematika (Utu Rahim) . Soedjana (1986) mengatakan bahwa pendekatan induktif adalah pendekatan yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. diperlukan percobaan secara empiris. Proses berpikir demikian disebut penalaran induktif. Banyak hal dalam matematika yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam pendekatan induktif. baik diperoleh dengan akal maupun dengan percobaan. Suatu sistem formal dengan unsur-unsur atau istilah-istilah yang tidak didefinisikan. geometri diajarkan di SMP dan SMA deduktif formal.141 pendekatan deduktif. Untuk mendapatkan suatu pengetahuan yang dilakukan dengan pendekatan ini. karena cara berpikir untuk menarik kesimpulan membutuhkan penalaran yang serius dari orang yang mempelajarinya. tetapi pendekatan tersebut tidak selalu membawa hasil yang diinginkan. Pendekatan Induktif Pendekatan induktif merupakan suatu proses berpikir yang dilakukan dengan cara tertentu untuk menarik kesimpulan. kemudian membuat suatu kesimpulan. 3. Pendekatan Formal Sebelum adanya program pengajaran matematika modern. pendekatan kontekstual dan lain-lain.1 . Jika fungsi tersebut di atas.

titik. kemudian dilanjutkan dengan postulat seperti : jika sebuah bidang memuat dua titik dari sebuah garis. MIPMIPA. Vol. maka marilah kita perhatikan contoh berikut ini. g1 ∩ g2 memuat titik di T. 2. maka bidang itu memuat memuat semua titik garis itu. yaitu memuat sebuah titik Q yang berlainan dari T. Selanjutnya dibuat sebuah definisi seperti : dua garis berpotongan memiliki satu titik sekutu. titik ini disebut titik potong. maka bidang itu memuat semua titik garis itu. P dan Q. kemudian dilanjutkan dengan aksioma seperti kesamaan ditambah dengan suatu kesamaan pasti menghasilkan kesamaan. Diketahui dua garis g1 dan g2 berlainan saling berpotongan. No. yaitu dimulai dari unsur yang tidak diketahui seperti garis. 5. Juli 2006: 138-145 . Uraian di atas agar lebih jelas.142 kemudian dibuat definisi-definisi mengenai unsur-unsur atau istilah-istlah itu dan ditetapkan sejumlah anggapan dasar atau aksioma yang merupakan pernyataanpernyataan mengenai unsur-unsur itu. Hal ini α memuat garis g1 dan g2 . Bukti: karena g1 dan g2 berpotongan. Sesuai dengan postulat yang mengatakan bahwa jika sebuah bidang memuat dua titik dari sebuah garis. Postulat menjamin garis g2 . dan bidang. maka dalil atau sifat itu berlaku secara umum dalam sistemnya. Fakta-fakta atau dalil-dalil dalam sistem ini menyusul sebagai konsekuensi logis dengan penalaran deduktif. Dalam sistem ini tidak akan ada kontradiksi. sehingga matematika biasa disebut ilmu deduktif. berdasarkan postulat yang mengatakan bahwa tiap tiga titik yang non kolinier (tidak segaris) dimuat tepat oleh sebuah bidang. Dengan demikian terbukti bahwa dua garis g1 dan g2 yang berlainan yang berpotongan adalah sebidang. misalnya g1 memuat titik P ≠ T. Jika sudah terbukti benar. Hubungan dalam sistem itu dapat digambarkan sebagai berikut: Unsur/istilah yang didefinisikan Unsur/istilah yang tidak didefinisikan Unsur/istilah yang tidak didefinisikan Sifat/dalil/teori Banyak sifat dalil yang diturunkan. Buktikan bahwa semua titik dari g1 ∩ g2 dimuat oleh sebuah bidang. karena g1 dan g2 berlainan. Berikut ini adalah salah satu contoh dari sistem geometri yang dibuktikan / diselesaikan dengan pendekatan formal. Jadi ada tepat sebuah bidang α yang memuat T. hal ini harus dibuktikan kebenarannya.

Pendekatan Kontekstual Ruseffendi dalam Ismail (2002) mengatakan bahwa. Uraian di atas akan lebih jelas. kalau begitu 4 + 4 apakah artinya ? Pendekatan dalam Pengajaran Matematika (Utu Rahim) . arti dari ialah “ dua kali tiga” ditulis 2 x 3 Berapakah 3 + 3 ? Siswa Guru Siswa :6 : Betul. Apabila melihatnya dari sudut proses pembelajaran atau materi pembelajaran itu dikelola. sebab apa yang dilakukan dalam pendekatan CBSA adalah sama dengan apa yang ada di dalam pendekatan kontekstual. melalui metode tanya jawab dikombinasikan dengan metode ceramah sebagai berikut. Pendekatan kontekstual ini sebagai salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang terdapat dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Guru menerangkan arti perkalian kepada siswa. Guru : Apakah artinya ∪ ? Siswa :3+3 ∪ Guru : Betul. dengan memperhatikan contoh di bawah ini. karena 3 + 3 = 6 berapakah 2 x 3 : 6 juga ∪ Guru : Betul. Dengan kata lain. pendekatan adalah suatu jalan. Pada prinsipnya kurikulum tersebut adalah mengisyaratkan kepada kita. Contoh pendekatan dalam pembelajaran matematika antara lain adalah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). proses pembelajaran selalu digunakan dengan benda-benda konkrit yang ada di lingkungan siswa. agar dalam pembelajaran matematika di sekolah. Pendekatan kontekstual adalah istilah lain dari pendekatan cara belajar siswa aktif. Selain 3 + 3.143 5. guru membawa siswa ke dalam dunia nyata. cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Kesimpulan Proses belajar mengajar adalah proses yang dilakukan oleh guru. 5. maka : ∪ ∪ artinya 3 x 2 bukan 2 x 3 C. formal dan pendekatan kontekstual. MIPMIPA. No. deduktif. Juli 2006: 138-145 . ∪ ∪ Siswa Guru :2+2+2 : Betul. Coba siapa yang dapat. tolong maju ke depan dan tulis di papan tulis soal di atas dengan menggunakan perkalian. dapat digunakan. Jadi ingat. siswa. Bapak ingin menggunakan perkalian. induktif. Siswa C : 2 x 3 Guru : Coba perhatikan apakah jawaban C itu benar? Siswa A : salah Guru : semestinya apa jawababnnya? Siswa A : 3 x 2 Guru : Mengapa ? Siswa A : Sebab ada tiga himpunan yang banyaknya anggota dua-dua Guru : Betul sekali. Kegiatan tersebut memerlukan berbagai pendekatan mengajar antara lain. 2. Terutama. Vol. sekarang siapa yang dapat menjawab apa artinya. pendekatan spiral. sekarang kamu Udin selain 6 + 6 apa arti dan berapa hasilnya? ∪ Udin Guru : 2 x 6 = 12 : Bagus sekali. guru sambil melihat ke siswa C bahwa karena ada tiga buah himpunan.144 Siswa Guru Siswa Guru :2x4 : Bagus. setiap himpunan mempunyai dua anggota. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. berapakah 2 x 4 :8 : Betul. dan seluruh komponen yang. keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan ini tidak mungkin dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Artinya. Jakarta: Rineka Cipta. Antara satu pendekatan dengan pendekatan lain saling menunjang dalam proses belajar mengajar matematika. Buku materi Pokok Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Karunika. Pendekatan dalam Pengajaran Matematika (Utu Rahim) . Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Matematika. Soedjana. 2002. Jakarta. Daftar Pustaka Ismail. 1988. Direktorat Sekolah Lanjutan Pertama Direktorat Jenderal Pendidika Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Lisnawaty dkk. Pengantar Kepada Pembentu Guru Mengembangkan Komptensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. W. Metode Mengajar Matematika. Simanjuntak.T. Ruseffendi. Bandung: Tarsito. Model-model Pembelajaran. maka dapat dibantu dengan pendekatan lainnya. Universitas Terbuka. 1992. PMAT 2272/2SKS/Modul 1-6. jika pendekatan yang satu sulit menyelesaikan masalah yang dihadapi.145 Pendekatan-pendekatan tersebut bertujuan untuk mencapai proses belajar mengajar secara optimal. 1986. E.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->