Nama : Bahtiar Ferdiyanto NIM : 201010170311140

Kelas : 4C

BALANCED SCORECARD

Definisi Balanced Scorecard Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1992 melaporkan hasil-hasil proyek penelitian pada multiperusahaan dan memeperkenalkan suatu metodologi penilaian kinerja yang berorientasi pada pandangan strategis ke masa depan, yang disebut Balanced Scorecard. Pada dasarnya, setiap profesi memiliki alat-alat komunikasi yang jelas dengan pengguna akhir, misalnya akuntan berkomunikasi menggunakan pernyataan-pernyataan (laporanlaporan) finansial. Berdasarkan kenyataan tersebut, kita membutuhkan suatu cara baru untuk mengkomunikasikan rencana-rencana bisnis strategis kepada pengguna akhir, dalam hal ini adalah karyawan yang melaksanakan rencana-rencana bisnis strategis itu. Alat komunikasi antara manajemen organisasi dan karyawan itu adalah Balance Scorecard. Dengan menggunakan Balanced Scorecard, rencana – rencana bisnis strategis akan mencapai setiap orang dalam organisasi, karena semua orang dalam organisasi telah memiliki alat komunikasi (bahasa) yang sama. Apabila rencana-rencana strategis bisnis itu dinyatakan dalam bentuk pengukuran dan target, karyawan dapat mengerti dan mengaitkan dengan apa yang akan terjadi. Hal ini akan mengarah pada pelaksanaan rencana-rencana strategis yang lebih baik. Pada dasarnya Balanced Scorecard merupakan sistem manajemen bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam jangka panjang – untuk penggan, pembelajaran dan pertumbuhan karyawan, proses bisnis internal (sistem) – demi memperoleh hasil – hasil finansial yang memungkinkan perkembangan organisasi bisnis daripada sekadar memacu hasil-hasil jangka pendek. Mula-mula BSC digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif. Awal penggunaannya kinerja eksekutif diukur hanya dari segi keuangan. Kemudian berkembang menjadi luas yaitu empat perspektif, yang kemudian digunakan untuk mengukur kinerja organisasi secara utuh. Empat perspektif tersebut yaitu keuangan (pemegang saham), pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard memberi manajemen organisasi suatu pengetahuan, keterampilan, dan sistem yang memungkinkan karyawan dan manajemen belajar dan berkembang terusmenerus dalam berinovasi untuk membangun kapabilitas strategis yang tepat serta efisiensi

Balanced Scorecard menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer. 2001. p. .18) adalah mampu menghasilkan rencana strategis. Keunggulan pendekatan BSC dalam sistem perencanaan strategis (Mulyadi. Strategi manajemen tradisional hanya mengukur kinerja organisasi dari sisi keuangan saja dan lebih menitik beratkan pengukuran pada hal-hal yang bersifat tangible. proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. namun perkembangan bisnis menuntut untuk mengubah pandangan bahwa hal-hal intangible juga berperan dalam kemajuan organisasi. pelanggan. Perspetif Finansial Tingkat Pengembalian Investasi (return on investment ROE) Perspektif Pelanggan Loyalitas Pelanggan Penyerahan Produk Berkualitas Tepat Waktu Perspektif Proses Bisnis Internal Kualitas Proses Waktu Siklus Proses Perspektif Pembelajaran Dan Pertumbuhan Kompetensi Karyawan Motivasi Karyawan Keunggulan Balanced Scorecard Dalam perkembangannya Balanced Scorecard telah banyak membantu perusahaan untuk sukses mencapai tujuannya. Balanced Scorecard memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki sistem strategi manajemen tradisional.agar mampu menyerahkan nilai spesifik ke pasar dan selanjutnya akan mengarah pada nilai saham yang terus-menerus meningkat. yang terdiri dari empat perspetif yaitu: finansial/keuangan.

Perspektif Financial / Keuangan Balanced Scorecard memakai tolak ukur kinerja keuangan sperti laba bersih dan ROI. 2000). Peningkatan customer yang puas sehingga meningkatkan laba (melalui peningkatan revenue) b. Peningkatan produktivitas dan komitmen karyawan sehingga meningkatkan laba (melalui peningkatan cost effetiveness) c. (2) koheren. membangun serta . yaitu: bertumbuh (growth). dan menuai (harvest). Untuk itu. (3)seimbang dan (4) terukur Perspektif dalam Balanced Scorecard 1. 2000) sebagai berikut: a. karena tolak ukur tersebut secara umum digunakan dalam perusahaan untuk mengetahui laba. pengukuran financial mempunyai dua peranan penting. Di dalam Balanced Scorecard. BSC dapat menjelaskan lebih lanjut tentang pencapaian visi yang berperan di dalam mewujudkan pertambahan kekayaan tersebut (Mulyadi dan Johny Setyawan. Growth merupakan tahap awal dalam siklus suatu bisnis. Pada tahap ini diharapkan suatu bisnis memiliki produk baru yang dirasa sangat potensial bagi bisnis tersebut. Peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan financial returns dengan mengurangi modal yang digunakan atau melakukan investasi dalam proyek yang menghasilkan return yang tinggi. Tolak ukur keungan saja tidak dapat menggambarkan penyebab yang menjadikan perubahan kekayaan yang diciptakan perusahaan atau organisasi (Mulyadi dan Johny Setyawan. di mana yang pertama adalah semua perspektif tergantung pada pengukuran finansial yang menunjukkan implementasi dari strategi yang sudah direncanakan dan yang kedua adalah akan memberi dorongan kepada 3 perspektif yang lainnya tentang target yang harus dicapai dalam mencapai tujuan organisasi. Menurut Kaplan dan Norton. Balanced Scorecard adalah suatu metode pengukuran kinerja yang di dalamnya ada keseimbangan antara keuangan dan non-keuangan untuk mengarahkan kinerja perusahaan terhadap keberhasilan. siklus bisnis terbagi 3 tahap. bertahan (sustain). di mana setiap tahap dalam siklus tersebut mempunyai tujuan fmansial yang berbeda.yang memiliki karakteristik sebagai berikut (1) komprehensif. maka pada tahap growth perlu dipertimbangkan mengenai sumber daya untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan layanan.

Contoh sasaran strategis dalam perspektif keuangan: a. Meningkatkan pertumbuhan pendapatan d. 1996). Pada tahap ini tujuan fmansial yang hendak dicapai adalah untuk memperoleh keuntungan. Meningkatkan laba bersih b. Tujuan finansial dari tahap ini adalah untuk untuk meningkatkan aliran kas dan mengurangi aliran dana. Perusahaan terbatas untuk memuaskan potential customer sehingga perlu melakukan segmentasi pasar untuk melayani dengan cara terbaik berdasarkan kemampuan dan sumber daya yang ada. mereka harus menciptakan dan menyajikan suatu produk baru/jasa yang bernilai lebih baik kepada pelanggan mereka (Kaplan. Menurunkan piutang ragu-ragu (non performing loan) 2. Meningkatkan jumlah pendapatan c. infrastruktur dan jaringan distribusi yang akan mendukung terbentuknya hubungan kerja secara menyeluruh dalam mengembangkan hubungan yang baik dengan pelanggan. Selanjutnya. Selanjutnya apabila suatu unit bisnis ingin mencapai kinerja keuangan yang superior dalam jangka panjang. di mana suatu organisasi atau badan usaha akan berusaha untuk mempertahankan bisnisnya. investasi pada sistem. Kelompok pengukuran ini (core measuremen group) . Ada 2 kelompok pengukuran dalam perspektif pelanggan. dan Norton. Tahap selanjutnya adalah sustain (bertahan). di mana pada tahap ini timbul pertanyaan mengenai akan ditariknya investasi atau melakukan investasi kembali dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian yang mereka investasikan. Produk dikatakan bernilai apabila manfaat yang diterima produk lebih tinggi daripada biaya perolehan (bila kinerja produk semakin mendekati atau bahkan melebihi dari apa yang diharapkan dan dipersepsikan pelanggan). Meningkatkan produktivitas biaya (efisiensi biaya) e. Perspektif Pelanggan Dalam perspektif pelanggan.mengembangkan fasilitas yang menunjang produksi. yaitu I. Secara keseluruhan tujuan fmansial pada tahap ini adalah mengukur persentase tingkat pertumbuhan pendapatan. Berikutnya suatu usaha akan mengalami suatu tahap yang dinamakan harvest (menuai). perusahaan perlu terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target bagi organisasi atau badan usaha. dan tingkat pertumbuhan penjualan di pasar sasaran. manajer harus menentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari tiap unit opetasi dalam upaya mencapai target finansialnya.

Citra dan reputasi. 1999). b. c. loyalitas. yang meliputi: distribusi produk kepada pelanggan. memperoleh. Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan harapan para pemegang saham melalui flnancial retums (Simon. harga. dan merebut pangsa pasar yang telah ditargetkan. Contoh sasaran strategis perspektif pelanggan : 1) Meningkatkan profitabilitas per pelanggan 2) Meningkatkan market share 3) Mengembangkan brand image 4) Meningkatkan kepuasan pelanggan 5) Meningkatkan jumlah pelanggan loyal 3. II. akuisisi pelanggan (perolehan pelanggan). kepuasan pelanggan. atau membeli produk. waktu pengiriman. yaitu: pangsa pasar. retensi. Tiap-tiap perasahaan mempunyai . serta bagaimana perasaan pelanggan setelah membeli produk/jasa dari perusahaan yang bersangkutan. retensi pelanggan (pelanggan yang dipertahankan). Kelompok pengukuran nilai pelanggan terdiri dari: a. Dalam kelompok pengukuran inti. Kelompok pengukuran nilai pelanggan (customer value proposition) Kelompok pengukuran ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengukur nilai pasar yang mereka kuasai dan pasar yang potensial yang mungkin bisa mereka masuki. dan akuisisi pelanggan yang tinggi. kita mengenal lima tolak ukur. Kelompok pengukuran ini juga dapat menggambarkan pemacu kinerja yang menyangkut apa yang harus disajikan perusahaan untuk mencapai tingkat kepuasan. mempertahankan. Hubungan dengan pelanggan.Kelompok pengukuran ini digunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mencapai kepuasan. Atribut produk/jasa. yang meliputi: fungsi. termasuk respon dari perusahaan. dan profitabilitas pelanggan. Value proposition menggambarkan atribut yang disajikan perusahaan dalam produk/jasa yang dijual untuk menciptakan loyalitas dan kepuasan pelanggan. yang menggambarkan faktor intangible bagi perusahaan untuk menarik pelanggan untuk berhubungan dengan perusahaan. dan kualitas produk.

dan prosedur. Proses operasi adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan.seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya. berdasarkan fakta menjadi fokus utama dari sistem pengukuran kinerja sebagian besar organisasi. yaitu: identifikasi keinginan pelanggan. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Perspektif ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya. dan untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang. Tolak ukur kinerja keuangan. dan tepat waktu. yaitu: sumber daya manusia. maka suatu badan usaha harus melakukan investasi dalam bentuk reskilling karyawan. Secara umum. dll. Proses inovasi. Penting bagi suatu badan usaha saat melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk/jasa. sistem. Adapun pelayanan purna jual yang dimaksud di sini. sistem dan prosedur. Contoh sasaran strategis prespektif proses bisnis internal : 1) Meningkatkan mutu dan keandalan produk 2) Menurunkan jumlah produk yang gagal 3) Meningkatkan kecepatan pelayanan 4) Mengembangkan inovasi proses 5) Mengembangkan kapasitas produksi 4. tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur. sehingga tidak memberi tambahan pendapatan bagi perasahaan bahkan perasahaan haras mengeluarkan biaya investasi pada proses penelitian dan pengembangan. dan proses bisnis internal dapat mengungkapkan kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari manusia. Proses ini. Bila hasil inovasi dari perusahaan tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Pelayanan puma jual. Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi. Proses operasi menekankan kepada penyampaian produk kepada pelanggan secara efisien. dapat berupa garansi. . mulai dari saat penerimaan order dari pelanggan sampai produk dikirim ke pelanggan. Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam 3 prinsip dasar. penggantian untuk produk yang rusak. yaitu: meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi. Proses operasi. pelanggan. Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi. yaitu: a. serta menata ulang prosedur yang ada. Untuk memperkecil kesenjangan itu. Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atas dua komponen. c. dan melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan. b. maka produk tidak akan mendapat tanggapan positif dari pelanggan.

Retensi pekerja diukur dengan persentase turnover di perusahaan. Tujuannya adalah untuk menghubungkan output yang dihasilkan oleh pekerja dengan jumlah pekerja yang seharusnya untuk menghasilkan output tersebut. dan pelayanan kepada konsumen. Contoh sasaran strategis dalam perspektif pembelajaran : 1) Mengembangkan kompetensi karyawan 2) Membangun kultur perusahaan yang unggul 3) Menciptakan pola kepemimpinan yang efektif 4) Meningkatkan produktivitas karyawan . akses untuk mendapatkan informasi. ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh manajemen: 1. Jadi. Adapun yang menjadi tolak ukur hal tersebut di atas adalah jumlah saran yang diberikan pekerja. Produktivitas pekerja merupakan hasil dari pengaruh keseluruhan dari peningkatan keahlian dan moral. dan menggunakan inisiatif. Iklim organisasi yang mendorong timbulnya motivasi. Retensi pekerja. Kepuasan pekerja. dan kepuasan pelanggan. dorongan untuk bekerja kreatif. keluamya seorang pekerja yang bukan karena keinginan perusahaan merupakan loss pada intellectual capital dari perusahaan. yaitu: a. Sehubungan dengan kapabilitas pekerja. proses internal. c. Adapun yang menjadi tolak ukur untuk kapabilitas sistem inforaiasi adalah tingkat ketersediaan informasi. b. 3. Unsur yang dapat diukur dalam kepuasan pekerja adalah keterlibatan pekerja dalam mengambil keputusan. kualitas. Kepuasan pekerja merupakan prakondisi untuk meningkatkan produktivitas. Di mana kita mengetahui pekerja merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Kapabilitas pekerja. 2. KapabiLitas pekerja adalah merupakan bagian kontribusi pekerja pada perusahaan. dan pemberdayaan adalah penting untuk menciptakan pekerja yang berinisiatif. Produktivitas pekerja. inovasi.Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencakup 3 prinsip kapabilitas yang terkait dengan kondisi intemal perusahaan. Kapabilitas sistem informasi. tanggungjawab. pengakuan. serta dukungan dari atasan. tingkat ketepatan informasi yang tersedia. serta jangka waktu untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Retensi pekerja adalah kemampuan imtuk mempertahankan pekerja terbaik dalam perusahaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful