Surat Al Lahab

tabbat yadaa abii lahabin watabba maa aghnaa ‘anhu maaluhu wamaa kasaba sayashlaa naaran dzaata lahabin wamra-atuhu hammaalata lhathabi fii jiidihaa hablun min masadin Artinya :
• • • • •

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar Yang di lehernya ada tali dari sabut

Surat Al Lahab (nama lainnya: surat Al Masad) mengisahkan paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang betul-betul memusuhi beliau yaitu Abu Lahab. Nama asli beliau adalah Abdul ‘Uzza bin ‘Abdil Mutholib. Nama kunyahnya adalah Abu ‘Utaibah. Namun beliau lebih dikenal dengan Abu Lahab, karena wajahnya yang memerah (makna lahab: api yang bergejolak). Beliau lah yang paling banyak menentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga Allah Ta’ala membicarakan Abu Lahab dalam satu surat. Berikut beberapa pelajaran tafsir yang kami gali dari Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim (karya Ibnu Katsir) dan kami tambahkan faedah dari kitab tafsir lainnya. Semoga manfaat. Allah Ta’ala berfirman, ْ ِ ٌ َْ َ ِ ِ ِ ‫تبت يدا أبي لهب وتب )1( ما أغنى عنه ماله وما كسب )2( سيصلى نارا ذات لهب )3( وامرأته حمالة الحطب )4( في جيدها حبل من‬ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ُ ُ ََ ْ َ ٍ َ َ َ َ ً َ َْ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ ُ ْ َ َْ َ َ ّ َ َ ٍ َ َ ِ َ َ َ ْ َّ (5) ‫مسد‬ ٍَ َ “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5) Sebab Turunnya Ayat Mengenai asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat ini diterangkan dalam riwayat berikut: ْ ِ ْ ُْ ََ َ َ َ َ ٌ ْ َ ُ ِ ْ َِ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ْ َِ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ َِ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ّ َّ ّ ِ ّ ّ َ ٍ ّ َ ِ ْ ْ َ ‫عن ابن عباس أن النبي صلى ال عليه وسلم خرج إلى البطحاء فصعد إلى الجبل فنادى يا صباحاه فاجتمعت إليه قريش فقال أرأيتم إن‬ ُ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ َ َ َِ ٍ َ َ ُ َ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ ُ َ ٌ ِ َ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ َ ِ ُ ّ َ ُ ْ ُ ْ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ُ ُ ّ َ ُ ّ ُ َ ْ ّ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ ‫حدثتكم أن العدو مصبحكم أو ممسيكم أكنتم تصدقوني قالوا نعم قال فإني نذير لكم بين يدي عذاب شديد فقال أبو لهب ألهذا جمعتنا تبا لك‬ ‫فأنزل ال عز وجل تبت يدا أبي لهب إلى آخرها‬ َ ِ ِ َِ ٍ َ َ ِ َ َ َ ْ َّ ّ َ َ ّ َ ّ َ َ ْ ََ ُ “Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, "Wahai sekalian manusia." Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, "Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?" Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih." Akhirnya Abu Lahab pun berkata, "Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu." Maka Allah menurunkan firman-Nya: "TABBAT YADAA ABII LAHAB.." Hingga akhir ayat.” (HR. Bukhari no. 4972 dan Muslim no. 208) Tafsir Ayat

Ayat (‫ ,)تبت يدا أبي لهب‬yaitu binasalah kedua tangan Abu Lahab, menunjukkan do’a ٍ َ َ َِ َ َ ْ َّ kejelekan padanya. Sedangkan ayat (‫ ,)وتب‬yaitu sungguh dia akan binasa, ّ ََ menunjukkan kalimat berita. Firman Allah Ta’ala (‫ ,)تبت يدا أبي لهب‬maksudnya adalah sungguh Abu Lahab merugi, ٍ َ َ َِ َ َ ْ َّ putus harapan, amalan dan usahanya sia-sia. Sedangkan makna (‫ ,)وتب‬maksudnya ّ ََ adalah kerugian dan kebinasaan akan terlaksana. Firman Allah Ta’ala (‫ ,)ما أغنى عنه ماله وما كسب‬yang dimaksud (‫ )وما كسب‬yaitu apa yang ia َ َ َ َ َ ُ ُ َ ُ ْ َ َْ َ َ َ َ َ ََ usahakan adalah anaknya. Firman Allah Ta’ala (‫ ,) َيصلى نارا ذات لهب‬yaitu kelak Abu Lahab akan mendapat balasan ٍ َ َ َ َ ً َ َْ َ ‫س‬ yang jelek dan akan disiksa dengan api yang bergejolak, sehingga ia akan terbakar dengan api yang amat panas. Firman Allah Ta’ala (‫ ,)وامرأته حمالة الحطب‬istri Abu Lahab biasa memikul kayu bakar. Istri ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ُ ُ ََ ْ َ Abu Lahab bernama Ummu Jamil, salah seorang pembesar wanita Quraisy. Nama asli beliau adalah Arwa binti Harb bin Umayyah. Ummu Jamil ini adalah saudara Abu Sufyan. Ummu Jamil punya kelakuan biasa membantu suaminya dalam kekufuran, penentangan dan pembakangan pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, pada hari kiamat, Ummu Jamil akan membantu menambah siksa Abu Lahab di neraka Jahannam. Oleh karena itu, Allah Ta’ala katakan dalam ayat selanjutnya, (5) ‫وامرأته حمالة الحطب )4( في جيدها حبل من مسد‬ ٍ َ َ ْ ِ ٌ َْ َ ِ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ُ ُ ََ ْ َ “Dan (begitu pula) istri Abu Lahab, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” Yaitu istri Abu Lahab akan membawa kayu bakar, lalu ia akan bertemu suaminya Abu Lahab. Lalu ia menambah siksaan Abu Lahab. Dan memang istri Abu Lahab dipersiapkan untuk melakukan hal ini. Yang dimaksud firman Allah Ta’ala (‫ ,)في جيدها حبل من مسد‬yaitu maksudnya di leher Ummu ٍ َ َ ْ ِ ٌ َْ َ ِ ِ ِ Jamil ada tali sabut dari api neraka. Sebagian ulama memaknakan masad dengan sabut. Ada pula yang mengatakan masad adalah rantai yang panjangnya 70 hasta. Ats Tsauri mengatakan bahwa masad adalah kalung dari api yang panjangnya 70 hasta. Tafsiran Istri Abu Lahab Pembawa Kayu Bakar Di sini ada beberapa tafsiran ulama:

Pertama: Mengenai ayat (‫ ,)حمالة الحطب‬pembawa kayu bakar maksudnya adalah Ummu ِ َ َ ْ ََ َّ Jamil adalah wanita sering menyebarnamimah, yaitu si A mendengar pembicaraan B tentang C, lantas si A menyampaikan berita si B pada si C dalam rangka adu domba. Ini pendapat sebagian ulama. Kedua: Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud Ummu Jamil pembawa kayu bakar adalah karena kerjaannya sering meletakkan duri di jalan yang biasa dilewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir Ath Thobari. Ketiga: Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud (‫ )حمالة الحطب‬adalah ِ َ َ ْ ََ َّ Ummu Jamil biasa mengenakan kalung dengan penuh kesombongan. Lantas ia katakan, “Aku aku menginfakkan kalung ini dan hasilnya digunakan untuk memusuhi Muhammad.” Akibatnya, Allah Ta’ala memasangkan tali di lehernya dengan sabut dari api neraka. Surat Al Lahab adalah Bukti Nubuwwah Surat ini merupakan mukjizat yang jelas-jelas nampak yang membuktikan benarnya nubuwwah (kenabian), bahwasanya betul-betul beliau adalah seorang Nabi. Karena sejak turun firman Allah Ta’ala, 5) ‫)سيصلى نارا ذات لهب )3( وامرأته حمالة الحطب )4( في جيدها حبل من مسد‬ ٍ َ َ ْ ِ ٌ َْ َ ِ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ُ ُ ََ ْ َ ٍ َ َ َ َ ً َ َْ َ َ “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut”, Abu Lahab dan Ummu Jamil tidaklah beriman sama sekali baik secara zhahir atau batin, dinampakkan atau secara sembunyi-sembunyi. Maka inilah bukti benarnya nubuwwah beliau. Apa yang dikabarkan pada beliau, maka itu benar adanya. Faedah berharga dari Surat Al Lahab: 1. 2. Allah telah menetapkan akan kebinasaan Abu Lahab dan membatalkan Hubungan kekeluargaan dapat bermanfaat jika itu dibangun di atas tipu daya yang ia perbuat pada Rasulnya. keimanan. Lihatlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Lahab punya kedekatan dalam kekerabatan, namun hal itu tidak bermanfaat bagi Abu Lahab karena ia tidak beriman. 3. Anak merupakan hasil usaha orang tua sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya anak adalah hasil jerih payah orang tua.” (HR. An Nasai no. 4452, Ibnu Majah no. 2137, Ahmad 6/31. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini shahih). Jadi apa pun amalan yang dilakukan

namun sebenarnya harta dan keturunan dapat membawa manfaat jika seseorang itu beriman. 4.. (Ahkamul Quran. Padahal Al Qur’an biasa jika menyebut nama orang akan disebut nama aslinya. 9..). 12. ia tidak disebut dengan nama aslinya namun dengan nama kunyahnya. Alasannya karena dalam ayat ini demi menghinakan Abu Lahab. Inilah sunnatullah yang mesti dijalani dan butuh kesabaran. yaitu menyulut api permusuhan sehingga Siksaan pedih akibat menyakiti seorang Nabi. 11. 10. Setiap Nabi dan orang yang mengajak pada kebaikan pasti akan diancam akan disiksa dengan dikalungkan tali sabut dari api neraka. Api neraka yang bergejolak.oleh anak baik shalat. 8/145) Akibat jelek karena infaq dalam kejelekan dan permusuhan.. Akibat dosa namimah. 15. Al Jashshosh. Mendengar berita neraka dan siksaan di dalamnya seharusnya membuat seseorang takut pada Allah dan takut mendurhakai-Nya sehingga ia pun takut akan maksiat. Bahaya saling tolong menolong dalam kejelekan sebagaimana dapat dilihat dari kisah Ummu Jamil yang membantu suaminya untuk menyakiti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Benarnya nubuwwah (kenabian) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa . mereka akan kekal dalam neraka. 6. puasa dan amalan lainnya. 13. orang tua pun akan memperoleh hasilnya. karena Abu Lahab disebut dalam ayat ini tidak menggunakan nama aslinya yaitu Abdul Uzza (hamba Uzza). dan Ummu . mendapat cobaan dari orang yang tidak suka pada dakwahnya. sallam. 14. Allah. 9/175) 16. Terlarang menyakiti seorang mukmin secara mutlak. Tidak bermanfaatnya harta dan keturunan bagi orang yang tidak beriman. Ibnul ‘Arobi. 7. Nama asli (seperti Muhammad) itu lebih mulia daripada nama kunyah (nama dengan Abu .. Maka ini menunjukkan terlarangnya model nama semacam ini karena mengandung penghambaan kepada selain Allah. Sedangkan para Nabi dalam Al Quran selalu disebut dengan nama aslinya (seperti Muhammad) dan tidak pernah mereka dipanggil dengan nama kunyahnya. 8. (Ahkamul Quran. 5. Ummu Jamil dan Abu Lahab mati dalam keadaan kafir secara lahir dan Tidak boleh memakai nama dengan bentuk penghambaan kepada selain batin.

BIOGRAFI SINGKAT NABI MUHAMMAD SAW Nasab-nya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (namanya Syaibatul Hamd) bin Hisyam bin Abdi Manaf (namanya al-Mughirah) bin Qushayyi (namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin an- . 18.17. Ini berarti kedudukan mulia tidak bermanfaat bagi seseorang di akhirat kelak kecuali jika ia memiliki keimanan yang benar. Imam Asy Syafi’i menyebutkan bahwa pernikahan sesama orang musyrik itu sah. karena dalam ayat ini Ummu Jamil dipanggil dengan “imro-ah” (artinya: istrinya). Berarti pernikahan antara Ummu Jamil dan Abu Lahab yang sama-sama musyrik itu sah. Kedudukan mulia yang dimiliki Abu Lahab dan istrinya tidak bermanfaat di akhirat. METODE DAKWAH RASULULLAH SAW A.

Kemudian berada dalam asuahan kakeknya. Nabi Allah. Bapaknya Abdullah. Abdul Muththalib. B. Lalu ia diasuh oleh kakeknya. bernama Halimah binti Abu Dzu’aib. ibunya. Abu Thalib. dan disusukannya-sebagaiman tradisi Arab pada waktu itu-kepada seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakar.Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Mu’iddu bin Adnan. SEKILAS KONDISI OBJEKTIF MASYARAKAT ARAB PRA-RISALAH . Abdul-Muththalib. Aminah. 12 Rabi’ul Awwal. Setelah itu ia diasuh oleh pamannya. yakni tahun dimana Abraham alAsyram berusaha menyerang Mekah dan menghancurkan Ka’bah. hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi ialah. Tetapi setelah genap berusia delapan tahun. meninggal dunia. Menurut riwayat yang paling kuat jatuh pada hari Senin malam. bin Ibrahim. kekasih Allah. Itulah batas nasab Rasulullah saw yang telah disepakati. bahwa Adnan termasuk anak Ismail. keturunan yang paling utama dan suci. Selebihnya dari yang telah disebutkan masih diperselisihkan. sebagaimana diceritakan dalam al-Qur’an. Tak sedikit pun dari karat-karat jahiliyah menyusup ke dalam nasabnya. Ketika sudah berumur enam tahun. Tetapi. Dan bahwa Allah telah memilihnya (Nabi saw) dari kabilah yang paling bersih. Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tahun gajah. ia ditinggal mati oleh kakeknya. meninggal ketika ibunya mengandungnya dua bulan. Ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Lalu Allah menggagalkannya dengan mu’jizat yang mengagumkan.

ideology agama. Dekandesi moral masyarakat tampak dalam aktifias tercelanya seperti minum-minuman keras. wilayah Arab merupakan daerah gersang dan mata pencaharian sebagai besar penduduknya adalah beternak. riba dan mengubur anak perempuan hidup. dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral. tidak memiliki nabi. dan kehidupan spiritualnya. yang dalam waktu cukup lama. dan tokoh besar yang membimbingnya. Sebelum risalah Nabi Muhammad saw. Disebut demikian. Hukum yang berlaku bagaikan hukum rimba. sebagai akibat dari kesenjangan sosial ekonomi yang melahirkan ketidakadilan dan penindasan. politik. Secara geografis dan demografis. Masyarakat pada umumnya miskin dan menderita. kitab suci.. berzina. Sistim perekonomian didominasi oleh kaum aristokrat yang konglomerat. karena kondisi sosial. Kelompok bangsawan menguasai hubungan perdagangan domestik dan luar negeri. Sebagian mereka belum mengenal sistim hukum. kondisi kehidupan masyarakat Arab secara umum dikenal sebagai masyarakat Jahiliyah. Mereka tidak memiliki sistim pemerintahan dan hukum yang ideal. zaman kebodohan. Tingkat keberagamannya hampir kembali pada masyarakat primitif yang jauh dari nur Ilahi.Untuk mengenal metode pengembangan dakwah yang dilakukan Rasulullah. Mereka terpecah belah menjadi berbagai suku yang saling bermusuhan sehingga secara politis tidak mengenal sistim pemerintahan pusat yang dapat mengendalikan perpecahan dan permusuhan. yang kuat menindas yang lemah. . terlebih dahulu mengenal situasi dan kondisi masyarakat Arab pra-Islam (sebelum risalah Muhammad saw) sebagai kondisi objektif mad`u yang dihadapi Rasulullah. atau dalam istilah AlQur`an diisyaratkan sebagai kehidupan adz-dzulumat. berjudi.

Selain penyembah berhala. Setiap tahun masyarakat Arab datang ke kabah untuk melakukan penyembahan massal terhadap berhala tersebut. dan Hubbal. bintang. dan tidak mempercayai keabadian jiwa manusia. pola kehidupannya sederhana. Hal tersebut merupakan kontribusi yang cukup penting dalam pengembangan dan penyebaran Islam. kemajuan kebudayaan mereka dalam bidang sya`ir khususnya. khususnya yang berkaitan dengan martabat kaum wanita. ramah tamah. dan angin. Al-Latta. kecuali sebagian kecil menganut agama Yahudi dan Nasrani. keberhasilan penyebaran Islam di antaranya didukung oleh keleluasaan bahasa Arab. masyarakat Arab pra-Islam memandang bahwa wanita ibarat barang mainan. Adapun faktor positif dari sifat dan karakter masyarakat Arab. bersamaan dengan diselenggarakannya pekan raya yang dikenal dengan Pekan Raya Ukaz. Di antara berhala yang paling dipuja merka adalah Al-Uzza. Di antara mereka ada yang atheis. Namun. Derajat wanita pada waktu itu menempati kedudukan yang terendah sepanjang sejarah umat manusia. khususnya bahasa Al-Qur`an. antara lain adalah: mempunyai ketahanan fisik yang perima. Manah. dan mahir dalam bersyair. mayoritas masyarakat bangsa Arab merupakan penyembahan berhala. Dalam kondisi sosial dan moral. Hitti. tidak mempercayai Tuhan YME.. Namun. pemberani. Bahasanya sangat kaya sebanding dengan bahasa bangsa Eropa dewasa ini. atau lebih hina. kesadaran akan harga diri dan martabat. binatang piaraan. sifat-sifat dan karakter yang baik tersebut seakan tidak ada artinya . cinta kebebasan. adanya hari pembalasan. Wanita sama sekali tidak mendapatkan penghormatan sosial dan tidak memiliki hak apa pun. masyarakat Arab terkenal mahir dalam bidang bahasa dan syair (sastra).Dari segi kebudayaan. Adapun dari sisi keagamaan. Setiap daerah dan suku mempunyai dewa dewi (berhala). daya ingat yang kuat. diwarnai semangat kesukuan. setia terhadap suku dan pemimpinnya. Tidak kurang dari 360 berhala yang ditata disekeliling kabah untuk disembah. Menurut Pilihip K. ada juga yang menyembah matahari.

Zubair bin Awwan. TAHAPAN DA’WAH RASULULLAH SAW 1. C. Rasulullah memilih rumah salah seseorang dari mereka. sebagai tempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Da’wah pada tahap ini menghasilkan sekitar empat puluh lelaki dan wanita telah . dan tidak melakukan da’wah kecuali kepada orang-orang yang memiliki hubungan kerabat atau kenal baik sebelumnya. Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah saw dan anak angkatnya. Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia. ia pergi ke lorong-lorong Mekah seraya bersembunyi dari pandangan orang Quraisy. Ali bin Abi Thalib. Da’wah Secara Rahasia (Sirriyatud Da’wah) Nabi mulai menyambut perintah Allah dengan mengajak manusia untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan berhala. Abu bakar bin Abi Quhafah.karena diselimuti kondisi ketidak adilan. Ketika orang-orang yang menganut Islam lebih dari tiga puluh lelaki dan wanita. kekejaman. dan keyakinan terhadap khurafat. Apabila diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah. Abdur-Rahman bin Auf. Sa’ad bin Abi Waqqash dan lainnya. Nabi saw tidak menampakan da’wah di majelis-majelis umum orang-orang Quraisy. Utsaman bin Affan. Orang-orang pertama kali masuk Islam ialah Khadijah binti Khuwailid ra. Tetapi da’wah Nabi ini dilakukannya secara rahasia untuk menghindari tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatik terhadap kemusyrikan dan paganismenya. yaitu rumah al-Arqam bin Abil Arqam.

Kebanyakan mereka adalah orang-orang fakir. Lalu Allah memerintahkan Rasul-Nya menyampaikan Islam dan mengajak kepadanya secara terang-terangan.” (AsySyu’ara: 214-215) Dan katakanlah. “sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan. Dan Ibnu Ishaq menyebutkan. kemudian Allah berfirman kepadanya: “Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepdamu dan janganlah kamu pedulikan orang musyrik. 2.menganut Islam. sehingga berita Islam telah tersiar di Mekah dan menjadi bahan pembicaraan orang.”(al-Hijr : 94) “Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Da’wah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Da’wah) Ibnu Hisyam berkata: kemudian secara berturut-turut manusia. kaum budak dan orang-orang Quraisy yang tidak memiliki kedudukan. setelah selama tiga tahun Rasulullah saw melakukan da’wah secara tersembunyi. yaitu orang-orang yang beriman. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu.” (al-Hijr: 89) . wanita dan lelaki. dakwah dengan cara ini berjalan selama tiga tahun. memeluk Islam. Demikian pula dengan Abu Naim: ia mengatakan dakwah tertutup ini berjalan selama tiga tahun. Dakwah Islam dimulai di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi.

“Bagaimanakah pendapatmu jika aku kabarkan bahwa di belakang gunung ini ada sepasukan kuda musuh yang datang akan menyerangmu. sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan kepada kalian dari sisksa pedih. “Ya. “Wahai Bani Ka’b bin Lu’ai.” Kemudian Rasulullah saw turun dan melaksanakan firman Allah. hanya untuk inikah kamu mengumpulkan kami. kami belum pernah melihat kamu berdusta. selamatkanlah dirimu dari api neraka! Sesungguhnya aku tidak bisa dapat membela kalian di hadapan Allah. selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani Abdi Syams. dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka.” Da’wah Nabi saw secara terang-terangan ini ditentang dan ditolak oleh bangsa Quarisy. wahai Bani ‘Adi. ”Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat” dengan mengumpulkan semua keluarga dan kerabatnya. selain bahwa kalian mempunyai tali kekeluargaan yang akan aku sambung dengan hubungannya. Maka Nabi saw berkata.” Kemudian Abu lahab memprotes. selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani Abdul Muthalib.Pada waktu itu pula Rasulullah saw segera melaksanakan perintah Allah. apakah kamu mempercayaiku?”Jawab mereka. dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan agama yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka. Pada saat itulah Rasullulah mengingatkan mereka akan perlunya membebaskan pikiran dan akal mereka dari belenggu taqlid.“ sehingga mereka berkumpul dan orang yang tidak bisa hadir mengirimkan orang untuk melihat apa yang terjadi. “Sungguh celaka kamu sepanjang hari. selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka’b. “Lalu turunlah firman Allah: ”Binasalah kedua belah tangan Abu Lahab. bahwa turun-temurunya nenek moyang mereka . dan sesungguhnya dia akan binasa. “ kata Nabi. selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Fatimah. “Wahai Bani Fihir. Selanjutnya di jelaskan oleh Nabi saw bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak dapat memberi faidah atau bahaya sama sekali. lalu berkata kepada mereka. Dan. “Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan janganlah kamu pedulikan orang-orang musyrik” dengan pergi ke atas bukit Shafa lalu memanggil. “Ketahuilah. kemudian menyambut perintah Allah.

fase kedua Muhammad saw sebagai nabi dan rasul. “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. yakni fase pertamaMuhammad saw sebagai pedagang. mereka menentang dan sepakat untuk memusuhinya.”mereka menjawab. Kedua fase ini berlangsung dalam periode Mekah. yang membelanya. D. Banyak ahli yang merumuskan kehidupan Rasulullah dalam beberapa fase. mengalami perkembangan dan peningkatan yang cukup penting.) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu pun.” (Apakah mereka akan mengikuti juga.”(Tidak). Fase ketiga dan keempat berlangsung dalam periode Madinah. dan mengecam tindakan taqlid buta kepada nenek moyang mereka dalam menyembah berhala. menuju keberhasilan dan kemenangan yang gemilang. terutama dengan terbentuknya masyarakat muslim di Madinah dan . Dari keempat fase tersebut. kecuali pamannya. Abu Thalib. PRINSIP-PRINSIP DA’WAH RASULULLAH Prinsip dakwah Rasulullah saw dapat diturunkan dari fase atau pembabakan kehidupan Muhammad saw. dan sistimatis. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. terlihat bahwa perjuangan Rasululllah saw dalam menegakan amanat risalahnya.dalam menyembah tuhan-tuhan itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengikuti mereka secara taqlid buta. dan tidak mendapat petunjuk? (al-Baqarah: 170) Ketika Nabi saw mencela tuhan mereka. danfase keempat Muhammad saw sebagai pembebas. membodohkan mimpi mereka. strategis. Fase ketiga Muhammad saw sebagai politisi dan negarawan. Firman Allah menggambarkan mereka: Dan apabila dikatakan kepada mereka.

yaitu Yahudi. dan kadang-kadang berkhalwat. Rasulullah saw sebagai peneliti masyarakat. dengan bermacam watak dan sifatnya. suku. strategi. agama. bersemedi (tahannus) di suatu tempat sunyi yang terkenal dengan Gua Hira.ketiga Rasulullah saw sebagai negarawan dan pembangun masyarakat. Dalam perjalannya. Rasulullah saw berhubungan dengan berbagai ragam orang dari berbagai bangsa. kedua. religius. bahasa. langkah. antropologis. Dilihat dari langkah-langkah dan sudut pandang pengembangan dan pembangunan masyarakat. yakni: Pertama. dan mengambil kesimpulan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam sikap. Rasulullah saw sebagai peneliti masyarakat. Beliau berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai agama dan kepercayaan yang dianut. Rasulullah saw sering mengadakan tafakur (merenung). Hal ini menjadi pengalaman dan pengetahuan beliau tentang geografis. Rasulullah saw sebagai pendidik masyarakat. dan kebudayaan. mengklarifikasi. dan orang-orang Romawi. beliau mengadakan fact-finding. psikologis. (menghimpun data dan fakta) mengenai berbagai aspek hidup dan kehidupan berbagai bangsa. menganalisis. dan .terjadinya futuh Mekah. tradisi. Nasrani. terdapat tiga posisi penting fungsi Rasulullah saw sebagai figur pemimpin umat. berlangsung ketika beliau menjadi pedagang. Pengeahuan tentang situasi dan kondisi ini sangat bermanfaat dalam menentukan taktik. etnografis. Majusi. sosiologis. Dalam perjalannya ini. Juga sebagai dasar bagi perkembangan dan perjuangan untuk menegakan dan menyebarkan ajaran Islam ke segala penjuru dunia. Di tempat inilah beliau mengolah. karakter dan watak dari berbagai bangsa. dan metode perjuangannya. Ketika itu beliau sering kali melakukan perjalanan ribuan mil ke sebelah utara jazirah Arab. Dari data dan fakta yang menjadi pengetahuan dan pengalamannya itu.

Kemudian para sahabat ini mengembangkan Islam ke berbagai penjuru dunia. Pembinaan dan pendidikan di Mekah lebih dioerientasikan pada pembinaan ketauhidan sehingga ayat Al-Qur’an yang turun dalam periode ini lebih ditekankan pada pembinaan akidah dan ibadah. Ayat-ayat dan surat yang turun biasanya pendek-pendek dan diawalii ungkapan “Ya ayyuha an-nasa”. kemudian dikembangkan di Madinah dengan membentuk komunitas muslim di tengah-tengah masyrakat Madinah yang cukup heterogen. Adapun sistim pembinaan dan pendidikan yang dikembangkan Rasulullah saw adalah sistim kaderisasi dengan membina beberapa orang sahabat. lima ayat surat al-alaq. Dengan demikian. Kesimpulan utama dari hasil penelitian dan perenungan adalah masyarakat Arab harus diselamatkan dari jurang kehancuran serta membangun landasan yang baru.pendekatan strategi perjuangan hidup dan kehidupannya. Upaya kerja keras Rasulullah saw dalam mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapinya itu. kemudian dijemput oleh hidayah ilahi dengan turunnya wahyu pertama. Dengan ayat Al-Qur’an yang mulia inilah. melalui pembinaan dan pendidikan yang berdasarkan la ilaha illa alllah (nilai dasar ketahuidan). Dimulai dari Khulafa ArRasyidin. akurasi. Objektivitas. . dan validitas hasil penelitian dan perenungan itu tidak diragukan lagi karena beliau termasyhur sebagai orang jujur (al-amin). Rasulullah saw mulai berfungsi sebagai pendidik dan pembimbing masyrakat (social educator). kemudian generasi berikutnya. dimulai kegiatan dakwah dan risalah Islamiyah yang ditugaskan kepada Muhammad Ibn Abdillah untuk disampaikan kepada segenap manusia. dari turunnya wahyu pertama ini. menuju sikap mental yang mengangkat derajat kemanusiaan yang penuh percaya diri dan hanya menyembah dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dimulai dari pembinaan dan kaderisasi di Mekah yang agak terbatas. tidak memiliki peri kemanusiaan dan menghinakan kaum wanita dan sebagainya. melalui perombakan dan revolusi mental masyarakat Arab dari kebiasaan menyembah berhala yang merendahkan derajat kemanusiaan dan tidak menggunakan akal pikiran yan sehat.

sadar hukum. Pada peride Madinah ini. penuh toleran. Ayat-ayat yang turun pada periode ini biasanya panjang-panjang dan diawali ungkapan “Ya ayyuha alladzina amanu”. pembinaan yang dilakukan Rasulullah saw lebih banyak ditekankan pada pembentukan masyarakat muslim di tengah-tengah masyarakat nonmuslim. hubungan sosial. Fungsi Rasulullah saw meningkat dari fungsi pendidik menjadi negarawan pembangun masyarakat (community builder) atau pembangun Negara (state builder).Adapun di Madinah. masyarakat Islam menampilkan diri sebagai masyarakat alternative. . bersikap saling tolong menolong. yakni terumuskannya suatu naskah perjanjian dan kerja sama antara kaum muslimin dan masyarakat Madinah (nonmuslim). dihiasi persaudaraan dan semangat kerja sama antara warga masyarakat. kemudian dikenal dengan sebutan masyarakat madani. lahirlah suatu peristiwa yang monumental dan sangat penting sebagai cermin bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat di masa mendatang. ta’awun. tatanan masyarakat. hubungan antaragama (toleransi). dan sebagainya. Pada masa awal-awal perkembangan Islam. kenegaran. dan kenegaraan. Di bawah pembinaan dan kepemimpinan Rasulullah saw. sistim kemasyarakatan. ukhuwah. Gambaran masyarakat seperti itu. kota Madinah menjadi sebuah kota masyarakat yang beradab. yang kemudian terkenal dengan sebutan Piagam Madinah Di Madinah itulah Rasulullah saw mulai membangun sistim hukum. Ayat-ayat Al-Qur’an yang turun di periode ini lebih ditekankan pada masalah muamalah. Karakter yang paling penting yang ditampilkan oleh masyarakat Islam ketika itu adalah kedamaian dan kasih sayang. yang memberi warna tertentu pada kehidupan manusia.

adzan. 2. 10. yang banyak disebut sejarawan sebagai model masyarakat ideal dalam level masyarakat Arab yang masih sangat sederhana. Sebagaimana yang telah dikirim ke raja-raja berpengaruh pada waktu itu. Mengetahui medan (mad’u) melalui penelitian dan perenungan.Melalui surat. dapat disimpulkan beberapa prinsip dakwah Rasulullah saw. 3. Melalui perncanaan pembinaan. dan sebagainya. Semua itu dipandu oleh kepemimpinan yang penuh wibawa. 5. Diawali dari keluarga dan teman terdekat. baik di Mekah atau Madinah.Masyarakat model seperti ini tampil di tengah kehadiran Rasulullah saw. perjanjian dengan masyarakat sekitar. kemudian masyarakat secara umum. dan demokratis. melalui kadar kemampuan pemikiran masyarakat (ala qadri uqulihim). dan shalat berjamaah. Dari uraian di atas.Melalui uswah hasanah dan syuhada ala an-nas. pendidikan. zakat. iqamah. Bertahap. ta’awun. seperti dengan Bani Nadhir. seperti pada Heraklius. kemudian cara terbuka (marhalah alaniyyah). 6. 4. 8. toleran. dan pengembangan serta pembangunan masyarakat. antara lain melalui khotbah. dan Bani Qainuqa. diantaranya adalah: memiliki akidah yang kuat dan konsisten dalam beramal (berkarya). Melalui nilai-nilai kemanusiaan. 9. Melalui cara dan tindakan yang akomodatif. yaitu sebagai berikut: 1. dorongan dan motivasi (tarhib wa targhib). Melalui musyawarah dan kerja sama. Melalui syiar dan pranata Islam. 7. kebebasan. Sejumlah karakteristik penting yang diperlihatkan masyarakat Islam pada masa Rasulullah saw ini. Melalui cara dan strategi hijrah. 11. Bani Quraidzah. dan saling menghargai. diawali dengan cara diam-diam (marhalah sirriyah). Menggunakan bahasa kaumnya. Seperti pada peristiwa Fathul Mekah disaksikan para pemimpin kafir Quraisy sambil memendam kemarahan dan . dan melalui peringatan.Melalui Kelembutan dan pengampunan. yakni menghindari siutasi yang negative untuk menguasai suasana yang lebih positif. 12.

tujuan hidup dan kehidupan dari Allah dan dalam ajaran Allah menuju mardhatillah (min al-Lah. Tumbuh simpatinya dan kebenciannya mulai surut. Sentuhan fisik refleksi dari kasih sayang Rasulullah ini benar-benar mengharubiru perasaan Fadhalah. menuju satu landasan. pegangan hidup. dan peradaban sehingga terjalinlah kesatuan hati dan jiwa yang melahirkan persaudaraan yang erat dan mesra. Hatinya benar-benar berbalik ketika Rasulullah meletakan tangan kanan tepat di dadanya.kebencian. yang begitu dalam kebenciaanya kepada Rasulullah sehingga ingin membunuhnya. Tetapi Rasulullah tidak marah. Sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. yakni sikap mengesakan Allah dengan sepenuh hati. pandangan hidup. ketika ditegur dengan lembut. serta . fadhalah menjadi ketakutan dan mencoba berbohong untuk membela diri. dan terjalin pula kasih sayang. Kaidah ini bertujuan untuk membersihkan akidah (tathir al-i’tiqad) masyrakat dari berbagai macam khurajat dan kepercayaan yang keliru. KAIDAH-KAIDAH DA’WAH RASULULLAH Dari prinsip dan langkah-langkah perjuangan Rasulullah saw di atas. dan ila Allah). yakni sikap persaudaraan antarsesama muslim karena adanya kesatuan akidah. Kedengkian dan kebenciaan berubah menjadi kecintaan yang mendalam. motivasi. dapat diturunkan kaidah-kaidah dakwah Rasulullah saw sebagai berikut: 1) Tauhidullah. tidak menyekutukan-Nya. 2) Ukhuwah Islamiah. Seketika Fadhalah terpesona dengan reaksi orang yang hendak dibunuhnyatersebut. Tanpa ia duga. Begitu pula isi hati Fadhalah. perasaan senasib sepenanggungan. dan meminta pertolongan kepada Allah SWT. E. memohon. hanya mengabdi. Ia yang berada dalam puncak ketakutan merasakan kelegaan luar biasa. bahkan melempar dengan senyumnya. fi al-Allah. Rasulullah mengetahui suara hatinya tersebut. sistim sosial.

yakni sikap dan semangat kesungguh-sungguhan. Dengan demikian. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. tidak menonjolkan kepentingan kelompok. saling membantu. AlBaqarah:195. 3) Muswah. 4) Musyawarah. tidak saling mengaku paling tinggi. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw. tidak saling merendahkan dan meremehkan orang lain.memperhatikan kepentingan orang lain. inovatif dalam penyelesaian yang . fanatisme golongan. memperhatikan kepentingan bersama untuk meraih kemaslahatan dan kebaikan bersama. seperti mementingkan kepentingan diri sendiri. yakni sikap gotong-royong. Al-Anfal: 46. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. antara lain: Q.S.S. Ali-Imran: 159. tidak arogan. serius menunjukan etos kerja yang tinggi. Q. fir’aunisme. yaitu dengan munculnya Piagam Madinah. antara lain: Q. Ini karena perbedaan dan penghargaan di sisi Allah adalah dilihat prestasi pengabdian dan ketakwaannya. Al-Maidah: 2. 6) Takaful al-ijtima.S.S. kreatif. materialisme. yakni sikap kompromis dan menghargai pendapat orang lain. yakni sikap persamaan antar sesama manusia.S. 5) Ta’awun. At-Tahrim: 6. yakni sikap pertanggungjawaban bersama senasib sepenanggungan. At-Taubah: 71. dan dari segala penyakit jiwa lainnya. kebersamaan dan sikap solidaritas sosial. kebersamaan dalam menghadapi persoalan dan tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. antara lain: Q. Q. antara lain di Madinh. q. Q.S. Asu’ara: 38. 7) Jihad dan Ijtihad.s. terhindar dari sikap individualisme.

Al-Hadid: 21. tenggang rasa.S.S. antara lain Q. 10-13. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. mengikuti dan melaksanakan sesuatu dengan landasan ilmu. Q. 9) Tasamuh. antara lain: Q.S. sepatutnya kita memberikan perhatian sekilas terhadap aktivitas agung yang menjadi inti kehidupan beliau dan yang membedakan beliau dari seluruh Nabi dan Rasul. berjalan terus di atas ajaran yang benar dengan penuh kesabaran. Q. Al-Baqarah: 256.S. yakni sikap dan semangat berdisiplin. yakni sikap dan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. KEBERHASILAN DAN PENGARUH DA’WAH ISLAM Sebelum kita melangkah untuk melihat masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah saw. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. 1-6. Al-Ankabut: 46. Ali-Imran: 114.S. Q. tidak goyah. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini. Q. sehingga Allah mengangkat beliau sebagai pemimpin orang-orang terdahulu maupun orang-orang di kemudian hari. 8) Fastahiq al-khayrat. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini.dihadapi. Asy-Syu’ara: 13-15. pada berbagai lapangan hidup dan kehidupan.S. 30. saling menghargai perbedaan pandangan.S. Q.S.S. 109. antara lain: Q. 32.S. Az-Zumar: 18. Al-Ahqaff: 1314. antara lain: Q. yakni silap toleransi. tidak memaksakan kehendak. Q. Ash-Shaff: 4. 10) Istiqamah. Q. F.S. Al-Mu’minun: 57.61. . AnNahl: 125. Fushshilat: 6.

dan melakukan peperangan yang tiada henti-hentinya di berbagai medan. bangunlah (untuk shalat). Semua itu beliau lakukan dengan semangat yang tak . kecuali sedikit (daripadanya). mulailah peperangan lain di medan yang lain pula.Dikatakan kepada Rasulullah saw: “Wahai orang yang berselimut. lalu berilah peringatan!” (al-Muddatstsir: 1-2) Maka. karena peperangan ini bersifat abadi. Muhammad saw bangkit menyerukan da’wah Allah. di malam hari. peperangan pertama yaitu peperangan perasaan tidaklah berhenti. bangunlah. Beliau berjuang menghadapi kesulitan hidup. seluruh beban aqidah.” (al-Muzzamil: 1-2) “Wahai orang yang berselimut. bahkan peperangan ini tiada putus-putusnya. beliau pun bangkit dan terus bangkit lebih dari dua puluh tahun. Beliau berjuang keras tidak kenal lelah. Ketika perasaan manusia berhasil dibersihkan dari noda-noda jahiliyah dan kehidupan dunia. padahal dunia berada di hadapannya. ketika orang-orang mu’min beristirahat menikmati ketenangan dan ketentraman. peperangan melawan syaithan. Di sanalah. Beliau memikul beban perjuangan dan jihad di medan perasaan manusia yang tenggelam dalam angan-angan dan konsepsi jahiliyah serta terbelenggu oleh kehidupan dunia dan syahwat. Sesaat pun syaithan tidak akan pernah meninggalkan aktivitasnya di dalam hati manusia. peperangan melawan musuh-musuh da’wah Islam yang bersekongkol untuk menghancurkan da’wah ini sampai ke akarnya sebelum berkembang dan kokoh akarnya. memikul beban amanat besar di bumi ini. Romawi sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi umat yang baru ini serta menghadangnya di perbatasan bagian utara. Ketika semua ini berlangsung. beban perjuangan dan jihad di berbagai medan. Peperangan di jazirah Arab hampir saja berakhir. Yaitu.

Di sana. penguasa dan rakyat. Beliau berjuang dalam melakukan qiyamul lail dan beribadah kepada Rab-Nya. dan bermunajat kepada-Nya sebagaimana yang diperintah-Nya. Sehingga. bahkan dihancurkan. Manusia pun keluar dari penyembahan terhadap hamba menuju peribadatan kepada Allah. membaca Al-Qur’an. Jazirah Arab tunduk kepada da’wah Islam. . tidak pernah melalaikan suatu urusan karena sibuk dengan urusan yang lain. da’wah meraih suatu keberhasilan yang gemilang. sulit dicerna oleh akal manusia. tidaka ada kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berkulit merah atas orang berkulit hitam. beliau hidup dalam perjuangan dan peperangan yang tiada hentihentinya lebih dari dua puluh tahun.pernah kendor dan kesabaran tinggi. Di sana. debu-debu jahiliyah tidak berhamburan lagi di kawasan jazirah Arab. Semuanya adalah hamba Allah. keadilan sosial. Seluruh manusia adalah anak keturunan Adam. terwujudlah kesatuan Arab. Allah telah menyingkirkan penyaki-penyakit jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang dari diri mereka. demikian garis sejarah dan pola pikir. dan akal yang menyimpang telah lurus kembali. dan melaksanakan hukum-hukum Allah. Udarapun dipenuhi oleh gema suara tauhid. Suara adzan terdengar membelah angkasa di celah-celah padang pasir yang telah dihidupkan oleh iman yang baru. Para da’i bertolak ke arah utara dan selatan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan menegakkan hukum-hukum Allah. Berbagai bangsa dan kabilah bertebaran di mana-mana bersatu padu. kecuali ketaqwaannya. bersaudara dan saling mmencintai. tidak ada tuan dan hamba. orang yang zhalim dan terzhalimi. Selama itu. tidak ada pihak yang memaksa dan dipaksa. dan adam tercipta dari tanah. Berkat da’wah Islam. Perjalanan hari dan wajah bumi pun berubah. Sehingga. berhala-berhala ditinggalkan. kebahagiaan manusia dalam segala urusan dunia dan akhirat. Demikianlah.

kerusakan dan kebusukan. diliputi oleh kekufuran. dipenuhi kezhaliman dan perbudakan. at-Tanzhim). Berkat perkembangan-perkembangan ini. kebebasan dan pembaruan. sehingga perasaannya memburuk. G. . Setelah da’wah Islam tampil dan memainkan perannya dalam kehidupan manusia. terj. kekotoran dan kemerosotan. hal-hal yang bersifat positip dan membangun. perpecahan dan kehancuran. at-Tarbiyah. sehingga menjadi lumpuh. agama itu telah jauh diselewengkan oleh manusia. serta kinerja yang berkesinambungan untuk meningkatkan taraf kehidupan dan menjamin setiap orang untuk memperoleh hak-hak dalam kehidupan. yang belum pernah dialaminya sejak adanya bangunan di atas jazirah tersebut. Namun. nilai-niali moral dan norma-norma sosialnya jadi kacau. pengetahuan dan keyakinan. dirongrong oleh gelombang kemewahan dan kemiskinan. dan pelecehan para dukun. jazirah Arab mengalami suatu kebangkitan yang penuh berkah. tidak berdaya menguasai manusia dan berubah menjadi beku. kesesatan dan kegelapan. perbedaan kelas. keadilan. tidak hidup dan tidak memiliki ruh. kediktatoran penguasa. kehormatan.Sebelum ada da’wah Islam. jiwa manusia menjadi bersih dari khayalan dan khurafat. ath-Thakhthith. meskipun pada saat itu sudah terdapat agama-agama langit. dunia di kuasai oleh semangat kejahiliyahan. perbudakan. DAFTAR PUSTAKA Amahzun. jiwanya membusuk. 2004. Manhaj Dakwah Rasulullah (Manhajun Nabiyy fid Da’wah min Khilalis Sirah ash-Shahihah: al-Ma’rifah. Masyarakat pun menjadi bersih dari kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Muhammad. Jakarta: Qisthi Press. Da’wah ini tampil membangun dunia di atas kesucian dan kebersihan. kepercayaan. Anis Maftukhin dan Nandang Burhanuddin.

Jakarta: Robbani Press. seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menterjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Rahmat. Sejarah Hidup Muhammad. Ahmad. Mubarakfuri. Meneladani Kecerdasan Emosi Nabi (Wallahu Ya’shimuka Minannas) terj. terj. Metode Pengembangan Dakwah. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan . Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. 2002. Jada.Buthy. Sirah Nabawiyah (ar-Rahiq al-Makhutum Bahtsun fi as-Sirah an-Nabawiyah ‘ala Shahibiha afdhal as-Shalat was-Salam). Makalah Kelompok I di Presentasikan pada mata kuliah Sejarah Filsafat Pendidikan Islam KI-MP III-B. Pemeluk-Pemeluk Islam Pertama Khadijah ra kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman). Abdurrahim Ahmad. Bandung: Pustaka Setia. Al-. Agus. Waraqa b. Muhyiddin. Sirah Nabawiyah (Fiqhus Sirah). Al-. terj. Jakarta: Pustaka Inti. 2002. Muhammad Sa’id Ramadhan. Asep dan Syafei. Jakarta: Robbani Press. 2004. 2002. UIN Jakarta. Al-. Syaikh Shafiyur Rahman. Ahmad. 2006.Kondisi pendidikan masyarakat Arab pada saat kedatangan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Naufal.

Naufal menjumpainya. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup. Sungguhpun begitu. Khadijah pulang. Waraqa memastikan bahwa Muhammad Saw adalah Nabi umat ini. Ia terbangun. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira’. Ia ingin membubung tinggi dengan seluruh jiwanya. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas. Tiba-tiba Rasulullah Saw menggigil. Setelah mendapat keterangan demikian. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya. Waraqa berkata: “Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. wahyu itu tidak turun. Pastilah kau akan didustakan orang. Malaikat Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. bercampur harap dan cemas. karena ingin menerima lebih banyak. tabahkan hatimu. bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman. Jangan kau memberi. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat. Dan agungkan Tuhanmu. Ia masih dalam ketakutan. akan diusir dan akan diperangi. dan menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. Khadijah kemudian menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. menghadapkan diri .” (Qur’an 74: 17) Khadijah menenteramkan hatinya. pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka’bah. Ia menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Dan demi Tuhanmu. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa.Muhammad kepadanya. Sesudah peristiwa itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula. padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Pakaianmupun bersihkan. Engkau adalah Nabi atas umat ini. ketika itu malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: “O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan.” Rasulullah Saw memikirkan. Ssampai di rumah. dilihatnya Muhammad masih tidur. tetapi mereka dalam kesesatan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Di tempat itu Waraqa b. akan disiksa. Tetapi ternyata.

Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. bekas budak Nabi. isterinya.kepada Tuhan. hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu. Talha b. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri. Sa’d b. Masih juga ia berpikir-pikir. Dan tentang kurnia Tuhanmu. akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu – sesudah sekian lama terhenti – tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: “Demi pagi cerah yang gemilang. Abi Waqqash dan Zubair bin’l-’Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Abi Quhafa dari kabilah Taim. 93: 1-11) Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad Saw hilang setelah wahyu turun kembali. ‘Auf. ‘Ubaidillah. lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan. lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu. ‘Affan. kemenakannya dan bekas budaknya. Kemudian menyusul pula Abu ‘Ubaida bin’l-Djarrah. Kemudian Zaid b. Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam. juga tidak merasa benci. Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Dan sungguh. teman akrab Muhammad. begitu juga Khadijah ikut pula sembahyang. Maka engkaupun akan bersenang hati. Usman b. Tahu benar ia. Abu Bakr tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu. Lalu Rasulullah Saw mengajak sepupunya itu beribadat kepada Allah semata tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa nabi utusanNya. Tuhanmu tidak meninggalkan kau. dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. betapa kerasnya mereka itu dan betapa pula kuatnya mereka berpegang pada berhala yang disembah-sembah nenek moyang mereka itu. Ketika Allah Swt telah mengajarkan Nabi bersembahyang. hendaklah kau sebarkan. jangan kau bersikap bengis.”(Qur’an. Haritha. Pada waktu itu Abu Bakr b. maka iapun bersembahyang. Selain puteri-puterinya. Abdurrahman b. Dan tentang orang yang meminta. jangan kau tolak. terhadap anak piatu. adalah orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala. Dan demi malam bila senyap kelam. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada . tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum balig. bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu.

‘Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu. dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam. belum lagi balig.” katanya.” Banu Hasyim tersenyum. dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. Ia mengajak orang-orang pergi meninggalkan tempat. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah. sementara Islam tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. pria dan wanita. katakanlah. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?” Mereka semua menolak. perintah Allah supaya disampaikan. katanya kepada mereka: “Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada kamu sekalian ini. Apabila mereka akan melakukan salat. dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka.’” (Qur’an 26: 214-216) “Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu. mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. “Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang. yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri. maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. Ketika itu wahyu datang: “Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat. “Rasulullah. Syiar Secara Terang-Terangan Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau. perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu. Selesai makan. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun.Nabi menyatakan Islamnya. Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma. lalu menyetop pembicaraan itu. saya akan membantumu.”(Qur’an 15: 94) Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya. Tetapi Abu Talib. . Tetapi tiba-tiba Ali bangkit – ketika itu ia masih anak-anak. pamannya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan.

” katanya. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: “Hai masyarakat Quraisy. Dilihatnya pamannya itu. selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah.” jawab mereka. . hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang. dan celakalah ia. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu. mulai merasakan. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam – menyerahkan diri kepada Allah. sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat. Akan tetapi bagi Abu Lahab. Belum pernah kami melihat engkau berdusta. Banu Abd Manaf. ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah ibn’z-Ziba’ra. Banu Taim. dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu.” “Aku mengingatkan kamu sekalian. “Ada apa?” “Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyair-penyair mereka: Abu Sufyan bin’l-Harith. Untuk ini kau kumpulkan kami?” Muhammad tak dapat bicara.” Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: “Muhammad bicara dari atas Shafa. Jadi yang mulamula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya. supaya mengejek dan menyerangnya. Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya.” Tetapi kemudian Abu Lahab berdiri sambil meneriakkan: “Celaka kau hari ini. Percayakah kamu?” “Ya. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya” (Qur’an 102:1-8) Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu.Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluarga-keluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah. bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Dalam pada itu penyair-penyair Muslimin juga tampil membalas serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: “ Celakalah kedua tangan Abu Lahab.” Mereka lalu datang berduyun-duyun sambil bertanya-tanya. “Engkau tidak pernah disangsikan. Banu Zuhra. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. “Banu Abd’l-Muttalib.

maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia. padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air? Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman. kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Soalnya sekarang. “Abu Talib. .Sementara itu. Harb – pergi menemui Abu Talib. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan. dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati. harus kauhentikan dia. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya. kalau tidak dengan kehendak Allah. “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita. malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi. mencela agama kita.” Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali.” kata mereka. menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam. selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka “Katakanlah: ‘Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri.” (Qur’an 7: 188) Perlindungan Abu Talib Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? Debat mereka itu berkepanjangan. niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan bahayapun tidak menyentuhku. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas.

tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan. Mereka semua menerima usul ini. Muhammad terus juga berdakwah. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!” Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Lalu katanya: “Jagalah aku. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu. punya persiapan dan jumlah rmanusia. yang lalu katanya: “Anakku. Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy.” Pamannya ini seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. terpandang di kalangan kami. dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa. tidak menghargai harapanharapan kita dan mencela berhala-berhala kita – sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa. tapi tidak juga kaulakukan.” Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya.” Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad Saw. biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu ditanganku. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul. katakanlah sekehendakmu. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. ia berkata kepada pamannya: “Paman. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. demi Allah. punya harta. begitu juga dirimu. . dan Quraisypun terus juga berkomplot. Kemudian dimintanya Muhammad datang lagi. Sedang kaum Muslimin masih lemah. seorang pemuda yang montok dan rupawan. atau aku binasa karenanya. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. sungguh tidak akan kutinggalkan. mereka tak berdaya akan berperang. yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita. “Abu Talib’” kata mereka.Perlindungan Banu Hasyim dan Banu Muttalib Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak. Tetapi jiwa Rasulullah Saw tetap teguh. kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Sekali ini disertai ‘Umara bin’l-Walid bin’l-Mughira. “Engkau sebagai orang yang terhormat. Tetapi inipun ditolak. dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. Untuk ketiga kalinya mereka mendatangi lagi Abu Talib. Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. kecuali Abu Lahab.

Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan – meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. puterinya. Islamnya Hamzah ra Islamnya Hamzah ra terjadi kira-kira pada tahun ke enam kerasulan beliau. Rumahnya dilempari batu. isteri Abu Jahl. Hingga suatu hari Abu Bakr melihat Bilal mengalami siksaan begitu rupa. Kaum Muslimin di luar budak-budak itu. Cukup lama hal serupa itu berjalan. Ketika itu ia baru kembali dari berburu.Sikap permusuhan Quraisy terhadap kaum muslimin pun semakin menjadi-jadi. Di samping semua itu. Penyair-penyair memakinya. Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli – diantaranya budak perempuan Umar bin’l-Khattab. disiksa ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad. Dan pada waktu sembayang. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah. Umm Jamil. Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. memakimakinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. keluarga dan pengikut-pengikutnya diancam. Ahad. dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. dan terlebih dulu mengelilingi Ka’bah sebelum langsung pulang ke rumahnya. ia mengganggunya. dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad Saw ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Bilal. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy. Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. melemparkan najis ke depan rumahnya. pamannya dan saudaranya sesusu. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: “Ahad.Ketika ia mengetahui . Setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya. dibelinya dari Umar [sebelum masuk Islam]. Hanya Yang Tunggal!” Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. supaya mencucikan dan membersihkannya kembali. Dikisahkan seorang budak yang telah muslim. orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka’bah. ia dibelinya lalu dibebaskan. Hamzah.

kami angkat engkau diatas kami semua. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya. seorang bangsawan Arab terkemuka.” Selesai ia bicara. tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya. kami takkan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu. Setelah dijumpainya. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya. kami nobatkan kau sebagai raja kami. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik. diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl.” katanya. dengarkanlah. Sekarang. Ketika itulah ‘Utba bicara dengan Muhammad. Kalau kedudukan raja yang kauinginkan. ingin kedudukan atau kerajaan. engkau mempunyai tempat di kalangan kami. Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. Rabi’a. “seperti kau ketahui. kamipun siap mengumpulkan harta kami. akan kami usahakan pengobatannya dengan harta-benda kami sampai kau sembuh. sehingga mereka ceraiberai karenanya. kalau-kalau sebagian dapat kauterima Kalau dalam hal ini yang kauinginkan adalah harta. Kalau kau menghendaki pangkat. asal ia dapat dibungkam.bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad. Muhammad membacakan Surah as-Sajda (41 = Ha Mim). juga bukan orang yang sakit. Ia pergi ke Ka’bah. “Anakku. Tapi tidak jadi. memberikan segala keinginannya. Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawan-kawannya makin hari makin kuat. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali. sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. ‘Utba diam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. kami akan menawarkan beberapa masalah. ia meluap marah. . Engkau telah membawa soal besar ketengah-tengah masyarakatmu. dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Jika engkau dihinggapi penyakit saraf yang tak dapat kautolak sendiri. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta. dengan kata-kata penuh mujizat. Utba b. dari segi keturunan. melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran. dengan cara seperti yang mereka bayangkan. mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya. mengajak orang kepada kebaikan.

“Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Kaum Quraisy tahu akan hal ini. Abi b. Ja’far membacakan Surah Mariam sampai ayat 29-33. Mereka membawa hadiah-hadiah berharga guna meyakinkan raja supaya dapat mengembalikan kaum Muslimin itu ke tanah air mereka. Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja’far b. Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana kerajaan. Maka kembali lagilah mereka memusuhi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dengan menimpakan bermacam-macam bencana. Persoalannya ‘Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy. Ketika diminta untuk membacakan ajaran islam. Lalu dimintanya mereka itu datang menghadap “Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri. tidak menggembirakan mereka. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya. bahwa mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy. Talib.” Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. Kedua orang utusan itu ialah ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’a. tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku. Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Penjelasannya sangat menarik sekali. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. yang selama ini dalam kedudukannya itu ia berada dalam perlindungan golongannya dan dalam penjagaan Abu Talib. Itu bumi jujur. juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja. setelah mereka menerima hadiah-hadiah dari penduduk Mekah. sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua. sebaliknya kalau mengikutinya. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. Setelah mendengar bahwa . disiksa dan semacamnya. sampai-sampai ada yang dibunuh. kemudian mengutus dua orang menemui Najasyi. Ia menjelaskan kepada Raja mengenai prinsip-prinsip islam. Pembicaraan mereka ini tidak sampai diketahui raja.Selesai Muhammad membacakan itu ‘Utba pergi kembali kepada Quraisy. Rasulullah Saw menyarankan supaya mereka pergi ke Abisinia (Ethiopia) yang rakyatnya menganut agama Kristen. maka kebanggaannya buat mereka. Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. atau agama lain?” tanya Najasyi setelah mereka datang. Hijrahnya Muslimin ke Abisinia Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi.

Kemudian mereka menolak untuk menyerahkan kaum muslimin.Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya. Dengan sembunyi-sembunyi mereka keluar dari Mekah mencari perlindungan. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Setelah mengetahui maksudnya. RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam.keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil. Pertemuan mereka ini diketahui ‘Umar. Iapun pergi ketempat mereka. Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy. Sekali ini terdiri dari delapanpuluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. akan membiarkan kau merajalela begini sesudah engkau membunuh . Abdullah. berusia antara tigapuluh dan tigapuluh lima tahun. Kaukira keluarga ‘Abd Manaf. Islamnya ‘Umar ibn’l-Khattab ra Hal ini terjadi masih di tahun yang sama. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi. bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa. Tetapi ‘Amr bin’l-’Ash tidak berputus asa. kembali lagi mereka ke Abisinia. dalam sebuah rumah di Shafa. merekapun lalu kembali pulang. mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. ternyatalah oleh Najasyi. pemuka-pemuka istana itu terkejut. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Abi Quhafa dan Muslimin yang lain. Ali bin Abi Talib sepupunya. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. Maka dipanggillah mereka dan ditanyakan apa yang mereka katakan itu. Ja’far menerangkan bahwa : ‘Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya. Abu Bakr b. engkau menipu diri sendiri. Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. tahun ke enam. Nuiaim berkata: “Umar. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah. ia mau membunuh Muhammad. Tatkala itu Muhammad sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya yang tidak ikut hijrah. Di antara mereka ada Hamzah pamannya. ‘Umar ibn’l-Khattab adalah pemuda yang gagah perkasa. bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luarbiasa terhadap Isa anak Mariam. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nu’aim b. ‘Amr bin’l-’Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan.

juga mendapat pukulan keras. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi. Kedua suami isteri itu jadi panas hati. Setelah mereka merasa ada orang yang sedang mendekati. Umar cepat-cepat pulang dan langsung menemui mereka.Muhammad? Tidak lebih baik kau pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri?!” Pada waktu itu Fatimah. “Aku mendengar suara bisik-bisik apa itu?!” tanya Umar. yang tadinya hanya . Maka tersiarlah dakwah itu ke tengah-tengah masyarakat Arab dan kabilah-kabilah. Zaid suami Fatimah sudah masuk Islam. Akan tetapi ternyata Muhammad sendiri malah makin teguh berpegang pada tuntunan Allah. kami sudah Islam! Sekarang lakukan apa saja. Di tempat itu ia mendengar ada orang membaca Qur’an. Tetapi setelah mengetahui hal ini dari Nu’aim. lalu menyatakan dirinya masuk Islam. tidak saling berjual-beli apapun. malah terang-terangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Islamnya Umar ra ini telah memperkuat kedudukan kaum Muslimin. dan mereka yang sudah berimanpun makin gigih mempertahankannya. Menyebarkan seruan Islam sampai keluar perbatasan Mekah itu pun tak dapat pula dihalang-halangi. Menggetar rasanya ia setelah membaca isi kitab itu.” kata meteka. Umar membentak lagi dengan suara lantang: “Aku sudah mengetahui. wajahnya tibatiba berubah. Ia minta ijin akan masuk. kamu menjadi pengikut Muhammad dan menganut agamanya!” katanya sambil menghantam Sa’id keras-keras. Pemboikotan dan Propaganda Dengan Islamnya Umar ra ini. Dengan adanya Umar dan Hamzah dalam Islam. Dimintanya kepada saudaranya supaya kitab yang mereka baca itu diberikan kepadanya. Karena mereka tidak mengakui. saudaranya. Quraisy lalu membuat rencana lagi mengatur langkah berikutnya. sehingga membuat agama yang baru ini. Ketika itu juga lalu timbul rasa iba dalam hatinya. maka kaum Muslimin telah mendapat benteng dan perisai yang lebih kuat. Setelah dibacanya. yang berusaha hendak melindungi suaminya. juga keluarganya. Ia langsung menuju ke tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu sedang berkumpul di Shafa. Mereka sepakat bahkan secara tertulis untuk memboikot total terhadap Banu Hasyim dan Banu Abd’l-Muttalib: untuk tidak saling kawin-mengawinkan. Fatimah. Tetapi Umar jadi gelisah sendiri setelah melihat darah di muka saudaranya itu. beserta Sa’id b. orang yang membaca itu sembunyi dan Fatimah menyembunyikan kitabnya. Piagam persetujuan ini kemudian digantungkan di dalam Ka’bah sebagai suatu pengukuhan dan registrasi bagi Ka’bah. “Ya.

Dalam pada itu Muhammad dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Mekah. sebab penduduk Mekah sudah ditimpa perpecahan dan permusuhan. kini berkumandang gemanya ke seluruh jazirah. Untuk itulah datang Firman Tuhan: “Kami sungguh mengetahui bahwa mereka berkata. dengan saudaranya. Beberapa orang dari kalangan Quraisy berunding dan mengadakan pertemuan di rumah Walid bin’l-Mughira. Lebih gigih lagi mereka memikirkan hal ini sesudah orang-orang yang berziarah itu diajak juga oleh Rasul Saw supaya beribadat hanya kepada Allah yang Esa. Bahasa orang yang mereka tuduhkan itu bahasa asing. bahwa sebagian besar apa yang dibawa Muhammad berasal dari seorang budak Nasrani yang bernama Jabr. peraturan-peraturan agamanya. ajaran-ajarannya tentang kebaikan dan kejahatan serta tentang asal-usul alam semesta. Untuk propaganda itu Quraisy akan mengandalkan pada Nadzr b. Orang ini pernah pergi ke Hira dan mempelajari cerita raja-raja Persia. Maka berceritalah ia kepada Quraisy tentang sejarah dan agamanya. kaum Quraisy itu. sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa laparpun tidak . sedang ini adalah bahasa Arab yang jelas sekali. yang mengajarkan itu adalah seorang manusia. ia lalu datang menggantikan tempat Muhammad dalam pertemuan itu. dengan isteri dan keluarganya. Setiap dalam suatu pertemuan Muhammad mengajak orang kepada Allah. lalu katanya: Dengan cara apa Muhammad membawakan ceritanya lebih baik daripada aku? Bukankah Muhammad membacakan cerita-cerita orang dahulu seperti yang kubacakan juga? Orang-orang Quraisy menuduh. apa yang dikatakannya merupakan pesona yang akan memecahbelah orang dengan orangtuanya. juga menyusun suatu alat propaganda anti Muhammad. Di samping propaganda itu Quraisy harus punya propaganda lain lagi. Dan apa yang dituduhkan itu pada orang-orang Arab pendatang itu merupakan bukti. Mereka. dengan mengalami pelbagai macam penderitaan.terkurung ditengah-tengah lingkaran gunung-gunung Mekah.” (Qur’an: 16: 103) SELAMA tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung Muslimin itu tetap berlaku. Harith. Walid mengusulkan supaya kepada peziarah-peziarah orang-orang Arab itu dikatakan bahwa dia (Muhammad) seorang juru penerang yang mempesonakan.

bahwa diantara mereka yang bertindak menghapuskan piagam itu terdapat orang-orang yang masih menyembah berhala. Pada bulan-bulan suci itu orang-orang Arab berdatangan ke Mekah berziarah. Muhammad dan pengikut-pengikutnyapun keluar dari lembah bukit-bukit itu. diberitahukannya kepada mereka arti pahala dan arti siksa. Pada bulan-bulan itu Muhammad turun. Tengah malam ia datang membawa unta yang sudah dimuati makanan atau gandum. tak ada permusuhan. penderitaan yang begitu lama. Hisyam ibn ‘Amr adalah salah orang yang termasuk paling simpati kepada Muslimin. segala permusuhan dihentikan – tak ada pembunuhan. Gagalnya Pemboikotan Akan tetapi. walaupun beberapa tokoh Quraisy seperti Abu Jahl menentangnya. kesabaran dan ketabahan hatinya memikul semua itu demi risalahnya. Sesudah piagam disobek. Merasa kesal melihat Muhammad dan sahabat-sahabatnya dianiaya demikian rupa. tak ada penganiayaan. Bilamana ia sudah sampai di depan celah gunung itu. tak ada balas dendam. mengajak orang-orang Arab itu kepada agama Allah. Mereka yang telah mendengar tentang itu lebih bersimpati kepadanya. Demikianlah piagam itu batal dengan sendirinya. telah dapat memikat hati orang banyak. ia mengajak beberapa orang untuk membatalkan piagam pemboikotan itu. Meskipun ajakan Muhammad sudah tersiar kepada seluruh kabilah Arab di samping banyaknya mereka yang sudah .ada. Dan sekiranya tidak ada dari penduduk yang merasa simpati kepada kaum Muslimin. begitu banyak dialami kaum Muslimin karena kekerasan pihak Quraisy – padahal mereka masih sekeluarga: saudara. lebih suka mereka menerima ajakannya. ipar. dilepaskannya tali untanya lalu dipacunya supaya terus masuk ke tempat mereka dalam celah itu. membawakan makanan ke celah-celah gunung1 tempat mereka mengungsi itu. niscaya mereka akan mati kelaparan. sepupu – banyak diantara mereka itu yang merasakan betapa beratnya kekerasan dan kekejaman yang mereka lakukan itu. Segala penderitaan yang dialami Muhammad demi dakwah itu justru telah menjadi penolongnya dari kalangan orang banyak. Blokade yang dilakukan Quraisy kepadanya. Seruannya dikumandangkan lagi kepada penduduk Mekah dan kepada kabilah-kabilah yang pada bulan-bulan suci itu datang berziarah ke Mekah. Baik kepada Muhammad atau kaum Muslimin tidak diberikan kesempatan bergaul dan bercakap-cakap dengan orang. kecuali dalam bulan-bulan suci. Beberapa penulis biografi dalam hal ini berpendapat.

Ia adalah bidadari yang penuh kasih sayang. juga dia tidak dapat mencegahnya. Tetapi permintaannya itupun tidak didengar. dengan kekuatan iman yang ada padanya. Ketika Abu Talib meninggal hubungan Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. Pada kedua mata dan bibirnya Muhammad melihat arti yang penuh percaya kepadanya. mendapat tekanan dan yang menghilangkan rasa takut dalam hatinya. Yang paling ringan diantaranya ialah ketika seorang pandir Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke atas kepalanya. tapi sahabat-sahabat itu tidak selamat dari siksaan Quraisy. Khadijah. Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah dari pada mendengar tangis anaknya. Waktu itu Abu Talib sudah berusia delapanpuluh tahun lebih. Ia membersihkannya sambil menangis. Ta’if Terasing seorang diri. Bahkan mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak- . dengan tiada orang yang mengetahuinya. secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja Muhammad mengalami dukacita yang sangat menekan perasaan. lebihlebih anak perempuan. Tetapi ternyata mereka juga menolaknya secara kejam sekali. ia masih mengharapkan mereka jangan memberitahukan kedatangannya minta pertolongan itu. Dan sesudah Abu Talib. dengan hati yang bersih. sehingga ia sendiripun tambah percaya kepada dirinya. Kalaupun sudah begitu. Meninggalnya Abu Talib dan Khadijah ra Pada tahun ke sepuluh kerasulan Nabi Saw. ia pergi ke Ta’if. dengan harapan merekapun akan dapat menerima Islam. Ia pergi ingin mendapatkan dukungan dan suaka dari Thaqif terhadap masyarakatnya sendiri. yakni kematian Abu Talib dan Khadijah secara berturut-turut. Fatimah puterinya lalu datang mencucikan tanah yang di kepala itu. yang dulu menghiburnya bila ia mendapat kesedihan. Tahukah orang apa yang dilakukan Muhammad? Ia pulang ke rumah dengan tanah yang masih diatas kepala. dengan perasaan yang lemahlembut. Khadijah yang telah mencurahkan segala rasa cinta dan kesetiaannya. supaya jangan ia disoraki oleh masyarakatnya sendiri. Sesudah kehilangan dua orang yang selalu membelanya itu Muhammad melihat Quraisy makin keras mengganggunya.menjadi pengikutnya. yaitu beberapa bulan kemudian sesudah penghapusan piagam itu. disusul pula dengan kematian Khadijah. Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad.

Do tempat ini Nabi Saw sudah ditunggu oleh nabi-nabi. mengajak mereka mengenal arti kebenaran. ‘Addas memandangnya keheranan. datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi untuk berisra’ dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) di Palestina. Muhammad Saw sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah di Mekah saja. bahkan ia mendatangi kabilah-kabilah dan rumah-rumah mereka. Saat itu ‘Addas lalu membungkuk mencium kepala. itu ia memperkenalkan diri. Mereka bersembahyang bersama-sama dengan Rasulullah Saw sebagai imam. dan Nabi Isa as. Malam itu Muhammad sedang berada di rumah saudara sepupunya. berlindung pada sebuah kebun kepunyaan ‘Utba dan Syaiba anak-anak Rabi’a. Kemudian Nabi Saw menerangkan itu adalah ajaran islam. Peristiwa Nabi Saw ke Ta’if itu kemudian diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad makin menjadi-jadi. kemudian dibawakan tangga yang disebut Sulam Jannah. tangan dan kaki Muhammad. Mereka merasa iba dan kasihan melihat nasib buruk yang dialaminya itu. Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. seorang beragama Nasrani bernama ‘Addas. Kemudian berhenti lagi di Bethlehem tempat Isa dilahirkan. Nabi sulaiman sa. Tetapi hal ini tidak mengurangi kemauan Muhammad menyampaikan dakwah Islam. Tapi tak seorangpun dari mereka yang mau mendengarkan. Kepada kabilahkabilah Arab pada musim ziarah. Budak mereka. Setelah sambutan-sambutan oleh mereka dan diakhiri oleh Rasulullah Saw. . Seterusnya mereka sampai ke Bait’l-Maqdis. tahun ke sepuluh kerasulan Nabi saw. Ia pergi lagi dari sana. Lalu berhenti di gunung Sinai di tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Swt. pada masa itulah Isra’ dan Mi’raj terjadi. Nabi Musa as. antara lain Nabi Ibrahim as. Isra’ Mi’raj Pada tahun yang sama. Nabi Saw berisra’ dengan mengendarai seekor hewan ajaib. yang dipancangkan diatas batu Ya’qub. Pada tengah malam yang sunyi dan hening. diutus kepadanya membawakan buah anggur dari kebun itu. Sambil meletakkan tangan di atas buahbuahan itu Muhammad berkata: “Bismillah!” Lalu buah itu dimakannya. Hindun puteri Abu Talib yang mendapat nama panggilan Umm Hani’. Ketika itu keluarga Rabi’a sedang memperhatikannya dan melihat pula kemalangan yang dideritanya. yaitu buraq.sorai dan memakinya.

Jibril menyatakan bahwa ia tidak sanggup untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah selesai Mi’raj. Nabi Saw kembali ke bumi dengan tangga Sulam Jannah. Di sini Nabi Musa as berpesan agar Nabi Saw singgah sebentar pada perjalanan pulang nanti. juga mereka yang sudah Islam banyak yang tidak memahami artinya seperti sudah disebutkan tadi. Kemudian Muhammad Saw kembali turun dari langit. ia singgah di tempat Nabi Musa as sesuai pesan sebelumnya. Demikianlah. Setelah itu Nabi Saw naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi tanpa malaikat Jibril. . Di langit ke empat bertemu dengan Nabi Idris as. Pada langit kedua Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Yahya as dan Nabi Isa as. Rasul Saw sampai berkali-kali menghadap Allah Swt untuk meminta keringanan atas usul Nabi Musa as. ORANG-ORANG Quraisy tidak dapat memahami arti isra’. Di langit inilah Muhammad memberi hormat kepada Adam. Kemudian di langit ke tiga bertemu dengan Nabi Yusuf as. Kemudian Nabi Saw naik lagi ke langit ke tujuh. Kemudian Rasulullah naik lagi bersama-sama malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha. Itu sebabnya. hingga berakhir dengan ketentuan yang lima kali. Kemudian sampailah Rasulullah Saw ke tingkat yang dinamakan ‘Arasy. Selanjutnya malaikat Jibril mengajak Rasul Saw untuk menyaksikan surga dan juga neraka. Setelah itu beliau pulang ke Mekah dengan Buraq. Langit pertama terbuat dari perak murni dengan bintang-bintang yang digantungkan dengan rantai-rantai emas. Nabi Ibrahim as menasehatkan agar umat Muhammad Saw banyakbanyak membaca “Lahaula wala quata illaa billahil’aliyil’adziim” sebagai tanaman surga. Tiap langit itu dijaga oleh malaikat. Dilangit ke lima bertemu dengan Nabi Harun as. ada kelompok yang lalu meninggalkan Muhammad yang tadinya sudah sekian lama menjadi pengikutnya. Di langit ke enam Rasulullah Saw bertemu dengan Nabi Musa as. supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan mendengarkan rahasia-rahasia langit. Di sini Rasulullah Saw berjumpa dengan Nabi Ibrahim as. Di tempat ini pula semua makhluk memuja dan memuji Tuhan. Beliau berjumpa dengan Allah Swt dan menerima perintah sholat sebanyak 50 kali setiap hari bagi umatnya.Dengan tangga itu Muhammad naik ke langit bersama-sama dengan malaikat Jibril. Nabi Musa as menyarankan agar Rasulullah Saw meminta keringanan karena dianggapnya perintah itu terlalu berat bagi umat Rasul Saw.

Setelah Nabi bicara dengan mereka dan diajaknya mereka bertauhid kepada Allah. Baik yang menang maupun yang kalah dari kalangan Aus dan Khazraj sama-sama berpendapat tentang akibat buruk yang telah mereka lakukan itu. Hubungan tetangga dan hubungan dagang Yahudi membuat Arab -Aus dan Khazraj -lebih banyak mengetahui cerita-cerita kerohanian dan masalah-masalah agama lainnya di banding dengan golongan Arab yang lain. Barangsiapa mematuhi semua itu ia mendapat pahala surga. iapun mulai menemui kabilah-kabilah itu. walaupun Quraisy tambah keras menentangnya. Mereka ini bertemu dengan Nabi di ‘Aqaba. Dengan demikian penduduk Yathrib ini relatif lebih mudah menerima dakwah Rasul Saw. Orang-orang itu lalu kembali ke Medinah. maka soalnya kembali kepada Tuhan. Ketika itu musim ziarah tiba setelah isra’ mi’raj Nabi Saw.Setelah Isra’ Mi’raj itu Rasulullah masih tetap tinggal di Mekah beberapa tahun. Kemudian Muhammad Saw menugaskan kepada Mush’ab bin ‘Umair supaya mengajarkan Islam serta seluk-beluk hukum agama. Di sana terdapat juga orang-orang Yahudi. beberapa orang dari Yathrib pergi ke Mekah . Setelah adanya ikrar ini Islam . yang saling bermusuhan. mereka menyambut dengan baik dan menyatakan diri masuk Islam. bulan-bulan sucipun datang lagi bersama datangnya musim ziarah ke Mekah. Dua orang diantara mereka itu dari Banu’n-Najjar. tidak mengumpat dan memfitnah. juga berkuasa mengampuni segala dosa. Apabila musim ziarah sudah tiba. dan kalau ada yang mengecoh. orang-orang dari segenap jazirah Arab sudah berkumpul lagi di Mekah. dan ke tempat itu datang pula duabelas orang penduduk Yathrib. tidak mencuri. karena sejak itu orang-orang Yahudi dapat mengembalikan kedudukannya di Yathrib. tidak membunuh anak-anak. keluarga Abd’l-Muttalib dari pihak ibu Ternyata merekapun menyambut pula dengan senang hati agama ini. Di tempat inilah mereka menyatakan ikrar atau berjanji kepada Nabi (yang kemudian dikenal dengan nama) Ikrar ‘Aqaba pertama. Mereka berikrar kepadanya untuk tidak menyekutukan Tuhan. Pada waktu itu telah terjadi pertempuran sengit antara Aus dan Khazraj. Tiba tahun berikutnya. tidak berzina. Aus dan Khazraj. ada dua kabilah di Yathrib. Tuhan berkuasa menyiksa. Diajaknya mereka memahami kebenaran agama yang dibawanya itu. Jangan menolak berbuat kebaikan. Ikrar ‘Aqaba Pertama Sementara itu.

Akan tetapi. Jadi kalau memang tuan-tuan merasa dapat menepati janji seperti yang tuan-tuan berikan kepadanya itu dan dapat melindunginya dari mereka yang menentangnya. maka silakanlah tuan-tuan laksanakan.” Tetapi sebelum Al-Bara’ selesai bicara. terdiri dari tujuhpuluh lima orang. Tetapi apa jadinya kalau kami lakukan ini lalu kelak Tuhan memberikan kemenangan kepada . “Saudara-saudara dari Khazraj!” kata ‘Abbas. Abd’l-Muttalib – yang pada waktu itu masih menganut kepercayaan golongannya sendiri. kami sudah berikrar. tujuhpuluh tiga pria dan dua wanita. Ikrar ‘Aqaba Kedua Pada musim haji tahun berikutnya mereka datang lagi ke Mekah dalam jumlah yang lebih besar dengan iman kepada Tuhan yang sudah lebih kuat. yang sudah akan kami putuskan. Mush’ab bertugas memberikan pelajaran agama di kalangan Muslimin Aus dan Khazraj. yang tertua di antara mereka. yang berupa ikrar pakta persekutuan. Kami adalah orang peperangan dan ahli bertempur yang sudah kami warisi dari leluhur kami. Ma’rur. Inilah kata-kata ‘Abbas yang pertama kali bicara.” Di antara mereka adalah Al-Bara’ b. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu di ‘Aqaba pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq. Rasulullah Saw mengusulkan untuk mengadakan suatu ikrar. Sesampai mereka di gunung ‘Aqaba. Kami dan mereka yang sepaham dengan kami telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. Ia segera mengulurkan tangan menyatakan ikrarnya seraya berkata: “Rasulullah. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri.makin tersebar di Yathrib. kami dengan orang-orang itu – yakni orangorang Yahudi – terikat oleh perjanjian. Tetapi dia ingin bergabung dengan tuan-tuan juga. maka dari sekarang lebih baik tinggalkan sajalah. Abu’l-Haitham ibn’t-Tayyihan. mereka semua memanjati lereng-lereng gunung tersebut. “Posisi Muhammad di tengah-tengah kami sudah sama-sama tuan-tuan ketahui. kalau tuan-tuan akan menyerahkan dia dan membiarkannya terlantar sesudah berada di tempat tuan-tuan. seorang di antara mereka menyela: “Rasulullah. Tahun itu – 622 M – jemaah haji dari Yathrib praktis jumlahnya banyak sekali.” Kemudian giliran Rasulullah Saw : “Saya minta ikrar tuan-tuan akan membela saya seperti membela isteri-isteri dan anak-anak tuan-tuan sendiri. Peristiwa ini oleh Muslimin Yathrib tetap dirahasiakan dari kaum musyrik yang datang bersama-sama mereka. Rasulullah Saw bersama pamannya ‘Abbas b.

” Demikianlah. Yang tidak menurut. tuan akan kembali kepada masyarakat tuan dan meninggalkan kami?” Muhammad tersenyum. Mereka terkejut sekali.tuan. Mereka segera bertindak. dimintanya sahabat-sahabatnya supaya menyusul kaum Anshar ke Yathrib. Pagi itu pemukapemuka Quraisy mendatangi Khazraj di tempatnya masing-masing. Quraisy mengadakan pertemuan di Dar’nNadwa membahas semua persoalan itu serta cara-cara pencegahannya. Mereka memutuskan. Setelah banyak orang yang berhijrah. Dengan demikian Banu ‘Abd Manaf takkan dapat memerangi mereka semua. supaya jangan sampai menimbulkan kepanikan pihak Quraisy terhadap mereka. dan darahnya dapat dipencarkan antar-kabilah. dan katanya: “Tidak. dan saya akan berdamai dengan siapa saja yang tuan-tuan ajak berdamai. berusaha mengembalikan yang masih dapat dikembalikan itu ke Mekah untuk kemudian dibujuk supaya kembali kepada kepercayaan mereka. kalau si isteri dari pihak Quraisy ia tidak dibolehkan pergi ikut suami. Berturut-turut kaum Muslimin hijrah ke Yathrib. Saya akan memerangi siapa saja yang tuan-tuan perangi. Sedang Muslimin malah diam saja setelah dilihatnya Quraisy lagaknya akan mempercayai keterangan orang-orang yang seagama dengan mereka itu. isterinya yang masih dapat mereka kurung. Tetapi mereka sudah pulang ke Yathrib. yang secara bersama-sama sekaligus mereka akan menghantamnya. dikurung. mereka lalu menyatakan ikrar kepadanya. Tuan-tuan adalah saya dan saya adalah tuan-tuan. Keesokan harinya pagi-pagi baru mereka bangun. saya sehidup semati dengan tuan-tuan. Hanya saja dalam meninggalkan Mekah hendaknya mereka terpencar-pencar. dari setiap kabilah akan diambil seorang pemuda yang dipersenjatai dengan sebilah pedang yang tajam. Akan tetapi hal itu rupanya sudah diketahui oleh pihak Quraisy. Sementara itu Muhammad Saw tetap tinggal. Ketika Quraisy akhirnya mengetahui. Sampai-sampai tindakan itu ialah dengan cara memisahkan suami dari isteri. Mereka kuatir akan pecah perang saudara antar-kabilah jika mereka mencoba membunuh salah seorang dari kabilah itu. Mulailah kaum Muslimin melakukan hijrah secara sendiri-sendiri atau kelompok-kelompok kecil. Mereka . Akan tetapi pagi itu juga Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar itu. bahwa berita itu memang benar. Ketika itu juga orang-orang musyrik dari kalangan Khazraj bersumpah-sumpah bahwa hal semacam itu tidak ada sama sekali. Hijrahnya Muslimin ke Yathrib Setelah ikrar Aqaba ke dua itu. kalau tidak akan disiksa dan dianiaya. Akan tetapi mereka takkan dapat berbuat lebih dari itu.

. Mereka mengadakan seleksi di kalangan pemuda-pemuda mereka.menyetujui pendapat ini dan merasa cukup puas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful