P. 1
Makalah motivasi

Makalah motivasi

|Views: 202|Likes:

More info:

Published by: Eka Putri Dharmayanti on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2015

pdf

text

original

MAKALAH PSIKOLOGI SOSIAL MOTIVASI

Disusun oleh : Neddy Miharwansyah (11974) Eka Putri Dharmayanti (12006) Tirta Perwitasari (12167)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

yang menyebabkan timbulnya. Beberapa pengertian motivasi : Menurut Wexley & Yukl Motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif. Motivasi berkaitan erat dengan kebutuhan seseorang. Motivasi membahas mengenai bagaimana cara untuk mengarahkan daya dan potensi bawahan. Keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states) 2. agar mau bekerjasama secara produktif. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi. Menurut Morgan Motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya.Definisi Motivasi Motivasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menentukan perilaku seseorang. termasuk perilaku kerja. Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. seorang pemimpin dituntut harus mengetahui kebutuhan para bawahannya. Jadi motivasi dapat difenisikan sebagai suatu dorongan psikologi dari dalam diri seseorang yang menyebabkan ia berperilaku secara tertentu. terutama di dalam lingkungan pekerjaan. Tujuan dari tingkah laku tersebut (goals of ends of such behavior) Dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sejumlah proses-proses psikologikal. Oleh karena itu. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi. dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela . Ketiga hal tersebut adalah : 1. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Motivasi berasal dari kata movere yang berarti mendorong atau menggerakkan.. diarahkannya. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Untuk dapat memotivasi seseorang diperlukan pemahaman tentang bagaimana proses terbentuknya motivasi. dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior) 3.

Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. Meningkatkan loyalitas. . Teori Motivasi Maslow Abraham Maslow (1943. atau eksternal bagi seorang individu. dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks. Mempertahankan kestabilan kerja. yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi. Meningkatkan tingkat kesejahteraan pegawai.yang diarahkan ke tujuan tertentu. Meningkatkan produktivitas kerja. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid. kreativitas dan partisipasi. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat dan bahan. orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting. baik yang bersifat internal. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow. yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Tujuan Motivasi          Meningkatkan moral dan kepuasan kerja. Mempertinggi rasa tanggung jawab terhadap tugasnya. Meningkatkan disiplin kerja.1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok.

rasa berguna dan lain-lain. air. Kebutuhan Perwujudan diri seseorang merupakan kebutuhan tertinggi. Kebutuhan fisiologi merupakan kebutuhan mendasar seperti makanan.Menurut Maslow. 3. peluang untuk berkembang lebih lanjut dari pernyataan diri. rasa kebersamaan dan membantu orang lain. Kebutuhan akan keamanan adalah kebutuhan akan suasana lingkungan yang aman dan bebas dari gangguan. Kebutuhan ini adalah perwujudan diri seseorang akan suatu prestasi. tidur dan lain-lain. rumah. 5. persahabatan. kebutuhan manusia diklasifikasikan ke dalam 5 tingkat kebutuhan yaitu sebagai berikut : Perwujudan diri Ego Sosial Keamanan Fisiologi Keterangan : 1. Kebutuhan akan ego adalah kebutuhan akan penghargaan atau rasa hormat dari orang lain. Kebutuhan pada lingkungan sosial. pengakuan status. 4. misalnya : agar dirinya diterima oleh kelompoknya. 2. . pemenuhan diri. cinta.

Frederick I Herzberg dilahirkan di Massachusetts pada 18 April 1923. 1999 : 13). faktor kesehatan (hygienes) yang juga disebut disatisfier atau ekstrinsic motivation. bekerja dengan tingkat otonomi yang tinggi dan tidak perlu diawasi dengan ketat. Teori Herzberg ini melihat ada dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi yaitu: 1. 1995 : 138). faktor intrinsik yaitu daya dorong yang timbul dari dalam diri masing-masing orang. adalah seorang ahli psikolog klinis dan dianggap sebagai salah satu pemikir besar dalam bidang manajemen dan teori motivasi. Jadi karyawan yang terdorong secara intrinsik akan menyenangi pekerjaan yang memungkinnya menggunakan kreaktivitas dan inovasinya. Hezberg meninggal di Salt Lake City. Berdasarkan hasil penelitian terhadap akuntan dan ahli teknik Amerika Serikat dari berbagai Industri. Sebaliknya. menjadi Profesor Manajemen di Universitas Utah College of Business. Sejak sarjana telah bekerja di City College of New York. akan tetapi jika faktor-faktor ini dianggap tidak dapat memuaskan dalam berbagai hal seperti gaji tidak memadai. Herzberg mengembangkan teori motivasi dua faktor (Cushway and Lodge. Menurut teori ini ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi pekerjaan seseorang. tanggung jawab (responsible). 1995 : 139). Adapun yang merupakan faktor motivasi menurut Herzberg adalah: pekerjaan itu sendiri (the work it self). dan 2. faktor pemuas (motivation factor) yang disebut juga dengan satisfier atau intrinsic motivation merupakan faktor yang mendorong semangat guna mencapai kinerja yang lebih tinggi. Jadi pemuasan terhadap kebutuhan tingkat tinggi (faktor motivasi) lebih memungkinkan seseorang untuk berforma tinggi daripada pemuasan kebutuhan lebih rendah (hygienis) (Leidecker & Hall dalam Timpe. mereka yang lebih terdorong oleh . Kepuasan disini tidak terutama dikaitkan dengan perolehan hal-hal yang bersifat materi. prestasi yang diraih (achievement). kondisi kerja tidak menyenangkan. 2. Lalu tahun 1972.Teori Motivasi Heezberg (1966) Frederick Herzberg (1923-2000). Menurut Herzberg faktor hygienis/extrinsic factor tidak akan mendorong minat para pegawai untuk berforma baik. terutama dari organisasi tempatnya bekerja. faktor ekstrinsik yaitu daya dorong yang datang dari luar diri seseorang. yaitu 1. pengakuan orang lain (ricognition). peluang untuk maju (advancement). faktor-faktor itu dapat menjadi sumber ketidakpuasan potensial (Cushway & Lodge. 18 Januari 2000.

namun motivasi juga dirasakan sebagai sesuatu yang sulit. b. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan. Disamping itu juga disebabkan adanya teori motivasi yang berbeda satu sama lain.2001:170). Menurut Hezberg. Dan untuk mengamati dan mengukur motivasi berarti harus mengkaji lebih jauh perilaku bawahan. Setiap pemimpin tidak boleh tidak harus bekerja bersamasama dan melalui orang lain atau bawahan. karena motivasi sendiri tidak bisa diamati dan diukur secara pasti. . teori yang dikembangkan oleh Herzberg berlaku mikro yaitu untuk karyawan atau pegawai pemerintahan di tempat ia bekerja saja. peraturan pekerjaan. Hal ini dikemukakan oleh Wahjosumidjo (1994 : 173) sebagai berikut : a.faktor-faktor ekstrinsik cenderung melihat kepada apa yang diberikan oleh organisasi kepada mereka dan kinerjanya diarahkan kepada perolehan hal-hal yang diinginkannya dari organisasi (dalam Sondang. Sementara teori motivasi Maslow misalnya berlaku makro yaitu untuk manusia pada umumnya. Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embelembel saja dalam pekerjaan. penerangan. faktor-faktor seperti kebijakan. Motivasi sebagai suatu yang sulit (puzzling subject). untuk itu diperlukan kemampuan memberikan motivasi kepada bawahan. Menurut hasil penelitian Herzberg ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan (Hasibuan. istirahat dan lain-lain sejenisnya. b. administrasi perusahaan. Untuk memahami motivasi karyawan digunakan teori motivasi dua arah yang dikemukakan oleh Herzberg: Pertama. dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan adanya pengakuan atas semua itu. Karyawan akan kecewa bila peluang untuk berprestasi terbatas. Bila faktor-faktor ini tidak memadai maka orang-orang tidak akan terpuaskan (Robbins. Motivasi sebagai suatu yang penting (important subject) karena peran pemimpin itu sendiri kaitannya dengan bawahan. Penerapan Teori Dua Faktor Herzberg Dalam Organisasi Dalam kehidupan organisasi. bertanggung jawab. 2002 : 107). c. Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi. dan gaji yang memadai dalam suatu pekerjaan akan menentramkan karyawan. pemahaman terhadap motivasi bagi setiap pemimpin sangat penting artinya. 1990 : 176) yaitu : a. kemajuan.

mengembangkan pencapaian berbasis teori dan model motivasi. 2001 : 173) dalam teorinya Mc. Dalam teorinya McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial. David McClelland memelopori motivasi kerja berpikir. teori ini lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow. Teori Mc Clelland (1961). teori Herzberg lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow. David McClelland dikenal menjelaskan tiga jenis motivasi. David Clarence McClelland (1917-1998) mendapat gelar doktor dalam psikologi di Yale pada 1941 dan menjadi profesor di Universitas Wesleyan. pemerkayaan pekerjaan (Leidecker and Hall dalam Timpe. 1999 : 13).Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland juga digunakan untuk mendukung hipotesa yang akan dikemukakan dalam penelitian ini. Ide nya telah diadopsi secara luas di berbagai organisasi. .Kedua. Motivasi untuk berkuasa (n-pow) yaitu need for power 3. Teori Herzberg memberikan dua kontribusi penting bagi pimpinan organisasi dalam memotivasi karyawan. Pertama. dan dipromosikan dalam perbaikan metode penilaian karyawan. khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dengan performa pekerjaan. Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg tahun 1966 yang merupakan pengembangan dari teori hirarki kebutuhan menurut Maslow. dan berkaitan erat dengan teori Frederick Herzberg. yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society”: 1. serta advokasi berbasis kompetensi penilaian dan tes. khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dalam performa pekerjaan. McClelland dikenal untuk karyanya pada pencapaian motivasi. Kedua. bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia. Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil) yaitu need for afiliation Model Kebutuhan Berbasis Motivasi McClelland David McClelland (Robbins. Motivasi untuk berprestasi (n-ACH) yaitu need for achievement 2. kerangka ini membangkitkan model aplikasi.

Kebutuhan akan prestasi (n-ACH) Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli.Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment). Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. C. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya. B. pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. dan kebutuhan afiliasi. dan kemajuan dalam pekerjaan. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. A. bergulat untuk sukses. Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. McClelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut. akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi. Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala Mcclelland: . kebutuhan kekuasaan (power). Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah. keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka. kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat. n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi . Kebutuhan akan kekuasaan (n-pow) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya. berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar.

Bukan lama waktu yang penting. b). serta pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan. c). Wirausaha mengambil risiko yang moderat. Kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar. kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang sukses (Suryana. Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana.dibanding pekerjaan lain. 1961 dalam Suyanto. uang sebagai ukuran atas hasil. Mereka bisa bekerja dalam waktu yang panjang. Seorang wirausaha adalah risk taker. 2006). kuantitatif dan faktual). tidak terlalu tinggi (seperti penjudi). 2003). akan tetapi mereka benar-benar memerlukan suatu cara untuk mengukur seberapa baik yang telah dilakukan. kinerja wirausaha akan lebih tergantung pada keahlian. Seorang wirausaha untuk melakukan inovasi atau pembaharuan perlu semangat dan aktif. 2006).atau pada prestasi . tanggung jawab pribadi. Pencapaian adalah lebih penting daripada materi. Dari hasil penelitiannya. 2006). Inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana. kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta.Umpan balik sangat penting. yang mencakup memikul risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. Risk taker dimaksudkan bahwa seorang wirausaha dalam membuat keputusan perlu menghitung risiko yang akan ditanggungnya. minat terhadap pekerjaan kewirausahaan sebagai suatu akibat dari martabat dan ‘sikap berisiko’ mereka. Peranan ini dijalankan karena dia membuat keputusan dalam keadaan tidak pasti. Ciri-ciri pokok peranan kewirausahaan (McClelland. McClelland (1961) menyatakan bahwa dalam keadaan yang mengandung risiko yang tak terlalu besar.Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan. juga tidak terlalu rendah seperti orang yang pasif (Hanafi. namun karena semangatnya mereka tahan bekerja dalam waktu yang panjang. . Artinya para usahawan mempunyai n-ach yang lebih tinggi dibanding dari profesi lain. karena merupakan ukuran sukses(umpan balik yang diandalkan. misal 70 jam hingga 80 jam per minggu.a). Penelitian David Mcclelland Penelitian McClelland terhadap para usahawan menunjukkan bukti yang lebih bermakna mengenai motivasi berprestasi dibanding kelompok yang berasal dari pekerjaan lain. Ciri lainnya. Bagi individu yang memiliki n-ach tinggi tidak begitu tertarik pada pengakuan masyarakat atas sukses mereka. 1987) meliputi Perilaku kewirausahaan.

Dari penelitiannya. . mereka tertarik pada prestasi. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu. besarnya pangsa pasar atau laju pertumbuhan penjualan. 2. Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. misal laba. dan pertumbuhan (growth). Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut. 3. maka akan terlihat bahwa : 1. McClelland menyimpulkan bahwa kepuasan prestasi berasal dari pengambilan prakarsa untuk bertindak sehingga sukses. makin besar pula keinginan untuk memuaskannya. Selain itu juga diperoleh kesimpulan bahwa orang yang memiliki nach tinggi tidak begitu terpengaruh oleh imbalan uang. semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi. Sebaliknya. Di sini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi. apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan. semakin besar keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang lebih mendasar. hubungan (relatedness). Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi semakin besar. Standar untuk mengukur sukses bagi wirausaha adalah jelas. dan bukannya dari pengakuan umum terhadap prestasi pribadi. Teori Motivasi Clayton Alderfer ERG Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence).

forumotion. Nurjanah.D. http://alumnifatek.com.DAFTAR PUSTAKA Dimpe. Y. Motivasi. 2010. Jakarta. A. Seni Ilmu dan Seni Manajemen Bisnis Memotivasi Pegawai. Penerbit Gramedia. . Diakses tanggal 22 April 2012. 1991.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->