P. 1
teknik bimbingan dan konseling

teknik bimbingan dan konseling

|Views: 1,222|Likes:
Published by Dita Juwita

More info:

Published by: Dita Juwita on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

Sections

Karyawisata
A. Latar Belakang

Bimbingan konseling adalah suatu proses pemberian layanan atau bantuan kpd
konseli/peserta didik. Dalam proses bimbingan diperlukan adanya suatu cara dlm
berinteraksi dengan konseli dengan tujuan supaya konseli bs memahami n mendptkan
solui tntg mslh yg dihadapiny. Bnyk skali teknik yg bs dihgunakan dlm proses bmbingan.
Namun, srgkali metode2 itu krg efektif dikarenakan adanya kekurangan dlm
penyapaiannya.

Oleh karena itu, kryawsata sbg slh 1 metode yg srg digunakan utk proses bmbingan
d sklh krn siswa dpt trjun lgsg d lpgn u/ mmbuktikan kebenaran teori yg d smpaikan o/
guru.
B. Pengertian
a. Metode

Metode dapat diartikan sebagai satu cara yang sistematis yang digunakan untuk
mencapai tujuan. Sedangkan bimbingan adalah bimbingan adalah proses pemberian
bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang
individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat
mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan
kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-
norma yang berlaku. Sehingga dapat disimpukan bahwa metode bimbingan adaah suatu
cara yang sistematis yang digunakan guru pembimbing untuk memberikan bantuan
kepada seorang atau beberapa individu agar dapat mengembangkan dan
memanfaatkan kemampuan diri dan sarana yang ada dengan berdasarkan norma-
norma yang beraku. Metode bimbingan terbagi atas dua macam, yaitu metode Metode
langsung (metode komunikasi langsung) di mana pembimbing melakukan komunikasi
langsung (bertatap muka) dengan orang yang dibimbingnya, dan metode tidak langsung
yaitu metode bimbingan / konseling yang dilakukan melalui media komunikasi massa.

b. Karyawisata

Karyawisata atau sering disebut study tour, yaitu melakukan studi kunjungan,
kesuatu tempat atau obyek tertentu. Dengan kata lain metode karya wisata yaitu suatu
cara mengajar dengan jalan guru mengajar atau membawa siswa ke suatu tempat/obyek
tertentu yang ada hubungannya dengan pendidikan atau memiliki nilai sejarah dan
sebagainya. Misalnya guru membawa siswa-siswa untuk mengunjungi tempat-tempat,
seperti : pabrik-pabrik (pabrik mobil, pabrik tenun, pabrik tapioka), mengunjungi tempat
percetakan-percetakan, tempat kebun binatang, atau museum perjuangan. Karyawisata
juga merupakan salah satu metode bimbingan kelompok yang dilakukan secara
langsung. Dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada objek-objek yang
menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu, mereka akan mendapatkan informasi
yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas penyesuaian diri, kerjasama,
tanggung jawab, kepercayaan diri serta mengembangkan bakat dan cita-cita. karya
wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya
dengan melihat kenyataannya (roestiyah: 2001)
Adapun tujuan metode karyawisata adalah sebagai berikut:
1) Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh
pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. Sehingga siswa dapat
membuktikan kebenaran teori yang dipeajarinya di sekolah.

2) Dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab
mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang
dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum.
3) Mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar
nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia
bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
4) Siswa dapat memperluas pengetahuan dan mengasah kreatifitas.
5) Siswa dapat mengembangkan nilai sosial, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan

diri

C. Macam-Macam Karyawisata
1. Karyawisata Alam

Karyawisata alam adalah karyawisata yang dilaksanakan dengan tujuan
mengenalkan siswa kepada alam. Karyawisata alam bertempat di alam terbuka,
contoh: kebun teh, hutan, tempat wisata alam, kebun binatang, cagar alam, dan lain
sebagainya. Biasanya, siswa diajak melakukan kegiatan seperti outbond, sehingga
siswa dapat mengasah kekompakan dan rasa saling percaya kepada teman-
temannya. Karyawisata alam juga dilakukan untuk menambah pengetahuan
terutama dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA).
2. Karyawisata Karir

Karyawisata karir adalah karyawisata yang bertujuan untuk menambah wawasan
siswa terhadap masa depan karirnya. Sebagai contoh, siswa diajak ke salah satu
universitas atau ke suatu perusahaan. Disana siswa dapat mengetahui gambaran
bagaimana suasana di suatu perusahaan atau di universitas. Sehingga siswa dapat
menentukan pilihan untuk masa depannya. Pada karyawisata karir ini, siswa
biasanya diperbolehkan mencoba pekerjaan disana, contoh: siswa mencoba
menggunakan beberapa peralatan dokter.
3. Karyawisata Budaya

Pada karyawisata ini, siswa diajak ke suatu tempat yang memiliki nilai budaya,
sehingga siswa dapat menambah wawasan tentang budaya di indonesia atau negara
lain. Contoh: siswa diajak ke museum budaya, dimana di museum itu terdapat
patung-patung yang mengenakan baju daerah-daerah di indonesia.
4. Karyawisata Religi

Karyawisata religi bertujuan untuk menambah wawasan siswa tentang agama-
agama di dunia. Contoh: siswa diajak ke suatu masjid atau pura yang mengandung
nilai sejarah, sehingga siswa dapat mengetahui macam-macam tempat peribadatan
sekaligus mengerti tentang sejarah agama itu.

Masih banyak lagi macam-macam karyawisata lainnya. Karyawisata bersifat
kondisional, tergantung kebutuhan siswa akan pelajaran yang dipelajari di sekolah, jika
siswa membutuhkan pendalaman tentang pelajaran sejarah, maka sebaiknya guru
mengajak siswa ke museum atau monumen yang memiliki nilai sejarah.

D. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu
memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Persiapan

Dalam merencanakan tujuan karyawisata, guru perlu menetapkan tujuan
pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi
pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya,
penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana,
pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusanUntuk menetapkan tujuan ini
ditunjuk suatu panitia dibawah bimbingan guru, untuk mengadakan survei ke obyek
yang dituju.

Dalam kunjungan pendahuluan ini sudah harus diperoleh data tentang objek
antara lain tentang lokasi, aspek-aspek yang dipelajari, jalan yang ditempuh,
penginapan, makan dan biaya transportasi
2) Perencanaan

Hasil kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka
menyusun perencanaan yang meliputi: tujuan karyawisata, pembagian objek sesuai
dengan tujuan,jenis objek sesuai dengan tujuan, jenis objek serta jumlah siswa.
a) Dibentuk panitia secara lengkap, termasuk ketua tiap kelompok/seksi.
b) Menentukan metode mengumpulkan data, mungkin berwujud wawancara,
pengamatan langsung, dokumentasi.
c) Penyusunan acara selama karyawisata berlangsung.
d) Mengurus perizinan.
e) Menentukan biaya, penginapan, konsumsi serta peralatan yang diperlukan.

3) Pelaksanaan

Siswa melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan
dalam rencana kunjungan, sedangkan guru mengawasi, membimbing, bila perlu
menegur sekiranya ada siswa yang kurang mentaati tata tertib sesuai acara.
Pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya,
memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas
pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggung
jawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu.
4) Pembuatan Laporan

Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala
hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang
diperoleh, menindak.

Lanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-
model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dan kegiatan
karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama.

E. KELEBIHAN KARYAWISATA
Metode karyawisata memiliki beberapa kelebihan di dalam pelaksanaanya yaitu:
a) Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan
lingkungan nyata dalam pengajaran.
b) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para
petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung
apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga
kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan
mereka.

c) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara
kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas
pengalaman mereka.

d) Dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi
yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mereka
menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.
e) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam
pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan
terpadu.

f) Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan
dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
g) Dapat merangsang kreativitas siswa.

F. KEKURANGAN KARYAWISATA

Walaupun banyak memiliki kelebihan tetapi di dalam metode karyawisata juga
memiliki beberapa kekurangan seperti:
a) Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b) Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c) Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama,
sedangkan unsur studinya terabaikan.
d) Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di

lapangan.
e) Biayanya cukup mahal.
f) Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan
keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
g) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan.
h) Sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi.

G. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode
pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar.
b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah.
c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis.
d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar
dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya
wisata dapat dilaksanakan.
e) Membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis.
f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dengan
memperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta
iklim yang kondusif.
g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat
kesulitan kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima
kasih kepada mereka yang telah membantu, membuat laporan karyawisata dan
catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang.

H. KESIMPULAN

Setiap metode dalam teknik bimbingan , memiliki kekurangan dan kelebihan
masing-masing. Penggunaan metode hendaknya disesuaikan dengan konteksnya.
Seperti halnya karyawisata, karyawisata akan lebih efektif jika ada kesesuaian antara

tujuan pembelajaran dengan objek wisata. Selain itu, partisipasi aktif dari peserta sangat
dibutuhkan demi tercapainya tujuan dari karyawisata tersebut.

Teknik atau Metode Bimbingan dengan Menggunakan Media Jejaring Sosial

1. Pengertian Teknik atau Metode
Metode berasal dari Bahasa Yunani ―Methodos‘‘ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh.
Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk
dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode
berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
1. Pengertian Bimbingan
Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat
memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam

jabatan yang dipilihnya‖ (Frank Parson ,1951).

Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang
dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan
agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara

optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat‖

1. Pengertian Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau
organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan
sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini
diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang
umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi
spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
1. Hubungan jejaring sosial dengan teknik bimbingan dalam layanan bimbingan dan konseling
Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para
konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan
Bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi layanan Bimbingan dan Konseling yang
dapat dilakukan dengan teknologi informasi juga sudah dilakukan. Menurut Handarini
(2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan
bimbingan konseling,
yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan
konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
1. Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang berupa
pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang
berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi
yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan
internet.

2. Layanan informasi yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan
untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa
bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat
diterakan yaituself-initiated information searching dengan menggunakan internet.
3. Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi
self-understanding dan self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic
relationship” atausmall group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development
dan decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.

4. Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator
sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan
yaitu cyber consultation.
5. Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan Bimbingan dan
Konseling yang bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan kesempatan
pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized
self informationdan internet.
6. Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk
mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized-
data collection, computerized assessment, dan internet.
Dunia bimbingan dan konseling adalah dunia yang dinamis mengikuti kemajuan zaman,
penting sekali adanya kolaborasi antara dunia konseling dengan dunia teknologi dalam
menghadapi dan mempertahankan keberadaan bimbingan dan konseling. Agar bisa
bertahan dan diterima masyarakat, maka pelayanan bimbingan dan konseling harus dapat
disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yaitu dengan menggunakan ICT (Information
Comunication and Technology) dan salah satunya adalah dengan media Jejaring Sosial
atau social networking

Potensi teknologi komputer berbasis jejaring sosial yang dapat digunakan untuk Bimbingan
dan Konseling yaitu :
1. a. Website / Homepages
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pemasaran, periklanan, diseminasi
informasi, dan publikasi apa itu layanan Bimbingan dan Konseling.
1. b. Chat Rooms / Electronic Discussion Groups
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk terapi kelompok, membantu diri sendiri
dan asesment / pengukuran
1. Blog / web log

Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk mengulas sebuah masalah secara
umum dan membebaskan setiap responden atau pembaca untuk berkomentar, memberi
saran atau menanggapi.

1. Facebook dan Twitter

Potensi penggunaan oleh konselor antar lain adalah untuk berkomunikasi secara lebih intim
bermedia internet dengan konseli-konselinya.

1. Kelebihan dan kekurangan menggunakan metode jejaring social
1. Kelebihan:
Mempermudah dalam penyampaian informasi
Alat bantu dalam group information
Tidak terikat ruang dan waktu
Hemat tenaga, biaya dan waktu
Menyamarkan identitas

1. Kekurangan
Tidak dapat bertatap muka secara langsung
Kerahasiaannya kurang terjamin
Aksesnya terbatas

akselerasi
A. Pendahuluan

Secara konseptual pengertian acceleration suatu kemajuan yang diperoleh dalam
program pengajaran, pada waktu yang lebih cepat atau usia yang lebih muda daripada yang
konvensional.

Dalam program percepatan belajar untuk SD, SMP, dan SMA yang dicanangkan
oleh pemerintah pada tahun 2000, akselerasi didefinisikan sebagai salah satu bentuk
pelayanan pendidikan yang diberikan bagi siswa dengan kecerdasan dan kemampuan luar
biasa untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih awal dari waktu yang telah ditentukan.
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa: "warga
negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh
pendidikan khusus" (Pasal 5; ayat 4). Di samping itu juga dikatakan bahwa "setiap peserta
didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuannya" (pasal 12; ayat 1b). Hal ini merupakan berita
yang menggembirakan bagi warga negara yang memiliki bakat khusus dan tingkat
kecerdasan yang istimewa untuk mendapat pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Anak
berbakat adalah anak yang memiliki kecerdasan atau kelebihan yang luar biasa jika
dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Dengan adanya akselerasi ini anak-anak berbakat dapat memperoleh pendidikan
yang sesuai dengan bakat,minat dan kemampuanya secara optimal.

B. Program Akselarasi

Definsi Akselerasi

Colangelo (1991) menyebutkan bahwa istilah akselerasi menunjuk pada pelayanan
yang diberikan (service delivery), dan kurikulum yang disampaikan.
1. Pengertian akselerasi:
Sebagai model pelayanan, siswa meloncat kelas dan mengikuti pelajaran tertentu
pada kelas di atasnya.
Sebagai model kurikulum, akselerasi berarti mempercepat bahan ajar dari yang
seharusnya dikuasai oleh siswa saat itu. Dalam hal ini, akselerasi dapat dilakukan
dalam kelas reguler, ruang sumber, ataupun kelas khusus dan bentuk kelas
reguler, ruang sumber, ataupun kelas khusus dan bentuk akselerasi yang diambil
bisa telescoping dan siswa dapat menyelesaikan dua tahun atau lebih kegiatan
belajarnya menjadi satu tahun atau dengan cara self-paced studies, yaitu siswa
mengatur kecepatan belajarnya sendiri. Calanglo mengingatkan bahwa: akselerasi
sebagai model pelayanan, gagal dalam memenuhi kurikulum deferensiasi bagi
anak berbakat. Sebagai model kurikulum, akselerasi akan membuat anak berbakat
menguasai banyak isi pelajaran dalam waktu yang sedikit. Anak-anak ini dapat
menguasai bahan ajar secara cepat dan merasa bahagia atas prestasi yang
dicapainya, di samping segi ekonomis. Secara umum, bentuk akselerasi
telescoping menimbulkan masalah pada pihak sekolah sebagai penyelenggara dan
guru, terutama dari sisi keterampilan dan manajemen waktu.

2. Tujuan Penyelenggaraan Program Akselerasi (Percepatan)

a. Tujuan Umum

1) Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi
perkembangan kognitif dan afektif.

2) Memenuhi Hak Azasi manusia peserta didik yag sesuai dengan kebutuhan
pendidikan bagi dirinya sendiri.
3) Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.
4) Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik.
5) Menimbang peran serta peserta didik sebagai aset masyarakat dan kebutuhan
masyarakat untuk pengisian peran.
6) Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.

b. Tujuan Khusus

1) Memberikan penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara
lebih cepat.
2) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran peserta didik.
3) Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung
berkembangnya potensi keunggulan peserta didik secara optimal.
4) Memacu mutu siswa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, intelektual, dan
emosionalnya secara seimbang.

3. Panduan Penyelenggaraan

Menurut Felhusen, Proctor, dan Black (1986), akselerasi diberikan untuk memelihara
minat siswa terhadap sekolah mendorong siswa agar mencapai prestasi akademis yang
baik dan untuk menyelesaikan pendidikan dalam tingkat yang lebih tinggi bagi keuntungan
dirinya ataupun masyarakat.

Beberapa panduan agar program akselerasi tercapai secara memadai adalah

sebagai berikut:

a) Dilakukan evaluasi psikologi yang komprehensif untuk mengetahui berfungsinya
kemampuan intelektual dan kepribadian siswa, di samping tingkat penguasaan
akademiknya.
b) Dibutuhkan IQ di atas 125 bagi siswa yang kurang menunjukkan prestasi
akademiknya.
c) Bebas dari problem emosional dan sosial, yang ditunjukkan dengan adanya
persistensi dan motivasi dalam derajat yang tinggi.
d) Memiliki fisik sehat.
e) Tidak ada tekanan dari orang tua, tetapi atas kemauan anak sendiri.
f) Guru memiliki sikap positif terhadap siswa akseleran
g) Guru comcern terhadap kematangan sosial emosional siswa, yang dibuktikan dari
masukan orang tua dan psikolog
h) Sebaiknya dilakukan pada awal tahun ajaran dan didukung pada pertengahan tahun

ajaran

i) Ada masa percobaan selama enam minggu yang diikuti dengan pelayanan konseling

4. Manfaat Akselerasi

Southerm dan Jones (1991) keuntungan program akselerasi bagi anak berbakat:
a. Meningkatkan efesiensi
Siswa yang telah siap dengan bahan-bahan pengajaran dan menguasai kurikulum pada
tingkat
sebelumnya akan belajar lebih baik dan lebih efisien.
b. Meningkatkan efektivitas

Siswa yang terkait belajar pada tingkat kelas yang dipersiapkan dan menguasai
keterampilan-keterampilan sebelumnya merupakan siswa yang paling efektif.
c. Penghargaan
Siswa yang telah mampu mencapai tingkat tertentu sepantasnya memperoleh penghargaan
atas prestasi yang dicapainya.
d. Meningkatkan waktu untuk karier
Adanya pengurangan waktu belajar akan meningkatkan produktivitas siswa, penghasilan,
dan
kehidupan pribadinya pada waktu yang lain.
e. Membuka siswa pada kelompok barunya
Dengan program akselerasi, siswa dimungkinkan untuk bergabung dengan siswa lain yang
memiliki kemampuan intelektial dan akademis yang sama.
f. Ekonomis
Keuntungan bagi sekolah ialah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendidik guru
khusus anak berbakat.

5. Kelemahan Akselerasi

A. Segi akademik
1) Bahan ajar terlalu tinggi bagi siswa akselerasi.
2) Kemampuan siswa melebihi teman sebayanya bersifat sementara
3) Siswa akseleran kemungkinan imatur secara sosial, fisik dan emosional dalam
tingkatan kelas tertentu
4) Siswa akseleran terikat pada keputusan karier lebih dini tidak efisien sehingga

mahal.

5) Siswa ekseleran mengembangkan kedewasaan yang luar biasa tanpa adanya
pengalaman yang dimiliki sebelumnya
6) Pengalaman-pengalaman yang sesuai untuk anak seusianya tidak dialami karena
tidak merupakan bagian dari kurikulum
7) Tuntutan sebagai siswa sebagian besar pada produk akademik konvergen sehingga
siswa akseleran akan kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir
kreatif dan divergen.

B. Segi penyesuaian sosial
1) Kekurangan waktu beraktivitas dengan teman sebayanya
2) Siswa akan kehilangan aktivitas sosial yang penting dalam usia sebenarnya dan
kehilangan waktu bermain.
3) Berkurangnya kesempatan kegiatan ekstrakurikuler.
C. Penyesuaian emosional
1) Siswa akseleran pada akhirnya akan mengalami burn out di bawah rekanan yang
ada dan kemungkinan menjadi underachiever.
2) Siswa akseleran akan mudah frsutasi dengan adanya tekanan dan tuntutan
berprestasi.
3) Adanya tekanan untuk berprestasi membuat siswa akseleran kehilangan
kesempatan untuk memgembangkan hobi.

C. Anak Berbakat Intelektual Dalam Perspektif MasaDepan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->