Sosialisasi Budaya Organisasi

Proses pembelajaran terhadap budaya organisasi ini disebut dengan proses sosialisasi budaya organisasi. Proses sosialisasi oleh Schein (2004) dijelaskan Studying what new members of groups are taught is, in fact, a good way to discover some of element of culture; however, by this means one only learns about surface aspects of one culture will not be revealed in the rules of behavior taught to new comers. It will only be revealed to members as they gain permanent status and are allowed into the inner circles of group secrets are shared. Mekanisme pengenalan budaya organisasi ini tentunya tidaklah terjadi secara tibatiba, melainkan perlu adanya proses komunikasi melalui interaksi-interaksi yang terjadi dalam setiap bagian organisasi. Sosialisasi merupakan proses melalui saluran-saluran formal seperti program-program introduksi dan latihan maupun cara informal seperti interaksi sehari-hari dengan teman-teman sekerja, para karyawan baru secara disadari atau tidak mengabsorsi informasi tentang apa saja yang diharapkan dan bagaimana sesuatu dikerjakan dalam organisasi. Tanpa adanya proses interaksi maka tidak akan ada pertukaran konsepkonsep budaya organisasi, maka di dalamnya terdapat proses pembelajaran. Sosialisasi merupakan sarana seorang anggota baru untuk mempelajari dan memasuki budaya yang ada di dalam organisasi. Sosialisasi dapat dikatakan sebagai sarana seorang anggota baru untuk dapat memasuki budaya organisasi yang baru sehingga orang baru tersebut dapat diterima sebagai bagian dari organisasi dan budaya organisasi menjadi bagian dirinya dalam setiap tindakannya selama berada di dalam organisasi tersebut. Secara fakta proses sosialisasi terhadap budaya organisasi ini bukan proses yang tidak begitu mudah dilakukan, begitu banyak anggota baru memiliki kesulitan dan bersosialisasi dengan budaya organisasi. Terdapat tiga tahapan dalam proses sosialisasi yang meliputi: 1. Sosialisasi antisipasi (Anticipatory Socialization) yaitu suatu tahapan yang dimulai dengan seorang individu bergabung dengan organisasi. Proses ini disebut juga proses pembelajaran yang dilakukan sebelum bergabung dengan organisasi. Dalam tahapan ini ini seorang pegawai baru berusaha mencari informasi tentang seluk beluk organisasi yang akan dimasuki dan berandai-andai dengan lingkungan barunya.

sehingga anggota tidak merasa asing dengan situasi dan budaya yang telah dimiliki organisasi. Salah satu tujuan sosialisasi adalah memperkenalkan nilai-nilai budaya organisasi secara total sehingga diharapkan karyawan akan berperilaku sesuai dengan budaya organisasi. . diperlukan keterlibatan karyawan. Tahapan kedua dari proses sosialisasi adalah tahapan pertemuan (encounter). Seorang pegawai baru bertindak sebagai anggota organisasi dan posisinya sudah mulai diperhitungkan oleh pegawai yang lebih senior. pekerjaan. keterampilan dan tingkah laku baru yang harus disesuaikan dengan perilaku organisasi. Untuk menciptakan proses sosialisasi yang benar. Pegawai baru mulai dapat bekerja secara maksimal dan tingkat stress mulai menurun bila dibandingkan dengan tahapan encounter. Tahapan ini dinamakan tahap pertemuan karena individu mulai bertemu dengan nilai-nilai. 3. merupakan tahapan yang dimulai saat kontrak pekerjaan ditandatangani. organisasi itu sendiri. Dengan bahasa yang berbeda yaitu metamorphosis yang mana tahapan ini membawa pegawai baru dapat diterima oleh karyawan senior sebagai bagian dari organisasi. Program sosialisasi pada akhirnya diharapkan mampu memberikan gambaran yang tepat kepada karyawan tentang lingkungan pekerjaan dan budaya organisasi tempatnya bekerja. Proses sosialisasi diperlukan anggota untuk menjadikan mereka sebagai anggota organisasi yang baik. Proses sosialisasi budaya membutuhkan waktu lama di samping juga memerlukan perhatian serius. Tahapan yang terakhir adalah tahapan perubahan dan pemahaman bertambah (Acquisition). karyawan yang untuk pertama kalinya bergabung dengan perusahaan akan merasa asing dan diliputi ketidakmengertian yang mendalam tentang prosedur-prosedur ataupun kebijakan-kebijakan serta nilai-nilai yang terdapat dalam organisasi. pegawai senior maupun pihak manajemen. Biasanya. Dalam tahapan ini individu mulai menguasai keterampilan.2. peran dan menyesuaikan diri dengan nilai dan norma kelompok. Tahapan yang kedua ini menimbulkan situasi yang sulit bagi pegawai baru yang cukup meresahkan karena pegawai baru harus beradaptasi dengan lingkungan organisasi. dan pemimpin yang dapat memberikan dukungan serta melakukan koordinasi yang tepat selama proses sosialisasi.

5. adalah ungkapan yang menangkap dan mengkomunikasikan aspek penting dari budaya organisasi baik kepada masyarakat maupun anggota organisasi. disampaikan secara formal maupun informal dan menggambarkan aspek kunci budaya organisasi dengan member tahu mereka secara efektif tentang nilai-nilai kepada pekerja. Upacara. 6. bahasa khusus yang digunakan sehari-hari dan membantu melanjutkan budaya yang ada.Sementara Jerald Grrenberg (2003) menunjukkan beberapa cara penyebaran atau sosialisasi budaya organisasi. dan sebaliknya. anggota dapat memberikan kepuasan kepada organisasi melalui kreativitas dan kegiatan inovatif yang berdampak pada tingginya kinerja organisasi secara keseluruhan. yaitu : 1. ketepatan metode sosialisasi yang dipilih dan dipakai. 4. artinya organisasi dapat memberikan kepuasan kepada anggotanya. upacara dapat dilihat sebagai peringatan atau perayaan nilai-nilai dasar asumsi organisasi. . Proses sosialisasi yang dilakukan perusahaan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja serta meningkatkan komitmen anggota. Simbol. Namun hal yang tidak boleh dilupakan adalah keberhasilan proses sosialisasi budaya sangat bergantung pada derajat keberhasilan dalam mencapai kesesuaian dengan budaya organisasi. adalah suatu obyek yang dapat mengatakan lebih banyak dari pada apa yang terlihat oleh mata. serta peran pemimpin dalam mengarahkan dan mendorong pemahaman. Pernyataan tentang dasar. proses sosialisasi diharapkan memberikan kepuasan yang resiprokal organisasi-anggota. Cerita. 3. pengakuan. dan pencapaian kesesuaian budaya organisasi dengan individu (anggota) baru. Ketika tingkat komitmen karyawan tinggi secara otomatis tingkat turn over karyawan rendah. yaitu mendefinisikan budaya dalam bentuk tertulis. Slogan. 2. Akhirnya. Jargon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful