ASUHAN PADA BBL

KEBIDANAN KEHAMILAN, DAN BERSALIN,

KOMPREHENSIF NIFAS, KB

OLEH

MARGIE 07241024 Tingkat

AYU

MELIA

NOVITA

III

Regular

KEMENTRIAN POLITEKNIK PROGRAM 2010

KESEHATAN KESEHATAN STUDI KEMENKES KEBIDANAN

REPUBLIK TANJUNG TANJUNG

INDONESIA KARANG KARANG

KATA

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini dengan tepat waktu. Laporan ini dibuat sebagi hasil pelaporan dari kegiatan PKK III dan guna memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir program di Poltekkes Depkes Tanjung Karang Prodi Kebidanan Tanjung Karang. Dalam penulisan laporan studi kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, saran, bantuan baik material maupun spiritual dari pihak dosen, pembimbing dan keluarga. Untuk itu pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Hj. Diana Metty, Amd. Keb, S.Pd, MM.KM selaku Ketua Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Tanjung Karang dan selaku pembimbing lahan praktek.

2. Ibu Rosmadewi, S.Pd, S.S.T selaku Ketua Jurusan Prodi Kebidanan Tanjung Karang. 3. 4. 5. Ibu Nelly Ibu Ibu Indrasari, Novita Sulistyani, S.SiT, SKM selaku S.ST penanggung selaku selaku jawab praktek lapangan kasus klinik.

Rudiyanti, Amd.Keb

pembimbing pembimbing

6. Orang tua, teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penulisan laporan ini Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam kumpulan kasus ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat mambangun demi perbaikan penyusunan laporan yang akan datang.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa Poltekkes Depkes Tanjung Karang pada khususnya.

Bandar

Lampung,

Mei

2010

Penulis BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG

Institusi pendidikan Poltekkes Depkes Tnjung Karang Prodi Kebidanan bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan fungsi dan kompetensi yang ada, beiman berperi rasa, berperilaku kreatif dinamis memiliki integritas dan berkepribadian yang tinggi dan terbuka terhadap pembaharuan ilmu dan teknologi ( IPTEK ) serta tanggap terhadap seni dan berbagai maalah di masyarakat khususnya masalah kesehatan ibu dan anak. Kegiatan praktek klinik adalah salah satu upaya untuk mewujudkan bidan yang berkualitas setelah melalui masa pendidikan, dimana sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada diharapkan pengalaman belajar praktek dilapangan dapat menghasilkan keterampilan yang maksimal bagi peserta didik.

1.2 1.2.1 Tujuan

TUJUAN Umum

Setelah mengikuti kegiatan praktek kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan KB dengan tepat dan benar.

1.2.2

Tujuan

Khusus

Pada akhir praktek lapangan mahasiswa terampil dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada: Kehamilan Persalinan Ibu nifas

bayi baru lahir dan balita sehat Melaksanakan Mengisi Membuat laporan tindakan buku egiatan sesuai pencapaian harian secara dengan protap target individual . nifas.3 Diskusi Bed Observasi Praktek ( Pre conference side dan Post METODE conference) teaching langsung 1. 1. Mengikuti pengarahan yang dan pengarahan pada pada tentang asuhan STRATEGI Pembimbing mahasiswa mahasiswa kebidanan Mahasiswa diberikan Membuat asuhan kebidanan pada kehamilan.4 WAKTU Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 April -10 April 2010 dan 26 April .22 Mei 2010.6 a. persalinan.Bayi KB baru lahir 1.5 BPS Suratmi Marnoto TEMPAT Pringsewu 1. Pengarahan Bimbingan Bimbingan b.

Jenis-jenis 1. 2. Bebebrapa teori yang dikemukakan adalah : . Persalinan buatan : Yaitu : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar seperti : forseps. vakum. SC. Mungkin banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. pemberian pitosin. Yaitu : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir. 3.7 Evaluasi dilakukan setiap awal dan akhir EVALUASI praktek.1. LANDASAN PERSALINAN TEORI Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan. Persalinan anjuran : Yaitu : persalinan yang berlangsung setelah dilakukan tindakan misalnya : pemecahan ketuban. persalinan Persalinan : spontan.  Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. disusul dengan pengeluaran plasenta dan slaput janin dari tubuh ibu.

 Tekanan pada ganglion servikol dari fleksus frankenhauser. Oleh karena itu. tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan. Teori prostaglandin Prostaglandin uyang dihasilkan oleh desidua.yang menghasilkan kontraksi uterus. menyebabkan nyerri di perut bagian bawah dan paha. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Sifat dari his persalinan berkebalikan dari his pendahuluan. tidak menyebabkan nyeri yang memencar dari pinggang ke perut seperti di persalinan. tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron Teori menurun sehingga timbul his. sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu. yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. – POWER faktor : yang His mempengaruhi dan persalinan tenaga : mengedan HIS His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. oksitosin Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. timbul kontraksi otot-otot rahim Nutrisi janin menurun. Kontraksi rahim bersifat berkala • dan Lamanya yang kontraksi : harus kontraksi diperhatikan berlangsng adalah 45-75 : detik • Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intra utrerin sampai 35 mmHg . His pendahluan ini tidak teratur. tidak bertambah kat bila dibawa berjalan malahan sering berkurang. A. Faktor 1. lama kontraksi pendek. Progesterone menimbulkan relaksasi otot-otot rahim.Turunnya hormon estrogen dan progesteron. Selama kehamilan terdapat eseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah.

• Interval antara dua kontraksi : pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit. biasanya disertai kekiatan mengejan. timbul suatu refleks yang menyebabkan pasien menutup glotisnya. Perubahan A. Keadaan pada segmen uterus atas dan dan jalan lahir bawah rahim pada pada PASSAGE persalinan. • His pelepasan uri : yang melepaskan uri B. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan sewaktu kita BAB tetapi jauh lebih kuat lagi. Taanpa tenaga mengejan ini anak tidak dapat lahir. 2. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis . Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. TENAGA MENGEJAN Setelah pembukanan lengkap dan setelahn ketuban pecah. tenaga yang mendorong anak keluar selain his terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. persalinan.uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh korp[us dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri. Tenaga mengejan ini juga melahirkan plasenta setelah plasenta lepas dari dinding rahim. Tenaga mengejan ini hanya dapat berehasil kalau pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. Rupanya sewaktu kepala sampai di dasar panggul. dalam Menurut • His kala faalnya pembukaan : pengeluaran his his persalnan yang sekali dapat dalam dibagi pembukaan 2 dalam dari menit : serviks menimbulkan • His pengeluaran : his yang mendorong ana keluar. segmen Sejak kehamilan yang lanjut. mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah.

Pembukaan E. • Dengan adanya kontraksi dari tiap ligamen rotundum fundus uteri terhambat. • Karena rahim bertambah panjang. Faal bawah ligamen rotundum dan dalam serviks. • Kotraksi tidak sama kuatnya. fundus yang tadinya tersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut bagian depan ke depan. sedangkan bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul. serviks Pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupasatu lubang dengan diameter beberapa . maka lemgkungan tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus. sehingga waktu kontraksi D. serviks serviks serviks Pendataran Pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa saluran yang panjangnya 1-2 cm menjadi suatu F. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : • Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali kekeadaan sebelum kontraksi tetapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya tidak seperti sebelum kontraksi. persalinan • Pada tiap kontraksi. tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim B. Pengaruh Perubahan perubahan bentuk bentuk ini adalah rahim : • Karena ukuran melntang berkurang. lubang dengan Pembukaan pinggir dari yang tipis.dengan amjunya persalnan karena diregang. maka otot-otot memenjang diregang dan menarik pada segmen C. ini fundus tak Perubahan servks ini biasanya dapat naik pada didahului dari pendataran dari ke atas.

dan leku Yang dimaksud Sikap adalah anak anak dagu letak bagian-bagian yang anak satu terhadap ialah yang Habitus Sikap. lain : kyphose pada dada dada rapat pada badan. dalam berat ilmu badan. • Letak memanjang ada 2 macam presentasi. sedangkan kalau bokong disebut presentasi bokong • Jika ukuran panjang anak melintang terhadap sunbu panjang Ibu maka anak dikatakan dalam letak lintang • Jika sumbu panjang anak serong terhadap sumbu panjang Ibu maka anak dalam letak serong B. panggul Setelah ketuban pecah segala perubahan terutama pada dasar panggul di timbulkan oleh bagian depan anak. 3. ialah kalau kepala bayi menjadi bagian terbawah disebut presentasi kepala. Dari luar. letak presentasi mengandumg dan 4 posisi janin. fisiologis dalam dekat didepan lutuit .milimeter menjadi lubang yang dapat G. • Yang dimaksud adalah letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang Ibu. • • • Badan Kepala Lengan Tungkai terlipat pada menekur. Oleh bagian depan yang maju itu dasar panggul diregang menjadi salurabn dengan dinding-dinding yang tipis. bersilang lipatan paha. peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka. PASSENGER letak : anak janin. : Istilah A. • kebidanan pengertian Situs Letak. Perubahan pada dilalui vagina anak kira-kira diameternya 10 dan dasar cm.

C. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow.tetapi sebaliknya ia berjalan terasa lebih sukar. kuat. ia merasakan kandungan atau keadaannya menjadi lebih enteng(lightening).dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah. Posisio Yang dimaksud adalah letak salah sartu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan D.juga terdapat beser kencing (poliuria). serviks. Makin Jika melingkar punggung lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada .secara singkat gejala ini di sebabkan oleh turunnya rahim karena kepala janin sudah masuk PAP.intervalnya dan bertambah makin kuat. 1. Timbulnya his kontraksi Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar braxton persalinan dengan keperut sifat sebagai bagian Hicks. Posisi. : berikut depan. Tanda-tanda persalinan persalinan secara sudah klinis. Yang dimaksud adalah apa yang menjadi bagian yang terendah lahir Presentasio Perjalanan a. Presentasi. Ia meras kurang sesak. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks . Nyeri Teratur. His palsu : ini terjadi 3 atau 4 miggu sebelum persalinan karena terjadi peningkatan dan b. dekat Beberapa minggu sebelum ibu bersalin. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2.

Lamanya kala 1 untuk primigravida 12 jam. Fase akselerasi : dalam waktu Fase 2 jam pembukaan 3 – 4 Aktif. (Pembukaan) Di mulai dari timbulnya his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kala 1.sehingga beberapa kapiler terputus. dalam Kala I persalinan . b. sedangkan untuk multigravida lamanya 8 jam. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap.proses ini terbagi dalam 2 fase yaitu : a. 2. 3. intervalnya menjadi pendek. .lendir bertambah banyak bercampur darah. dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. dari 4-9 cm Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi. Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir) Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. cm. yaitu 10 – 15 menit. kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih lama.disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina. Lambat laun his bertambah kuat. Berlangsung selama 8 jam. Fase servik membuka sampai 3 Laten cm. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. Pada kala I his belum begitu kuat. Fase dilatasi maksimal : selama waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat.

 Penyaluran DJJ tidak O2 pada plasenta akan berkurang. Fetus.Perubahan Kontraksi Lebih Lebih lebih yang terjadi pada kala II: uterus kuat. Otot Karena ibu mengedan. menit. sehingga timbul refleks mengedan. penyokong maka otot-otot pada dinding kala perut akan II berkontraksi. his. lebih amplitudo 50-60 dari 40 detik 3 kali – untuk dalam 60 satu 10 mmhg.Kepala masuk rongga panggul. sering. dasar panggul tertekan. lama. Mengedan Dasar - optimal Paha dilakukan ditarik Badan dengan dekat cara : lutut fleksi Dagu Gigi Tidak panggul Vagina Otot-otot Kandung kemih / menjadi dasar terdorong Uretra Rectum menyentuh bertemu mengeluarkan organ panggul lebih panggul ke arah dada gigi suara : luas meregang pupis teregang tertekan . dapat menyebabkan : Hipoksia teratur .

 Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. uteri. 2. 3.pengeluaran plasenta di sertai dengan pengeluaran Tanda-tanda 1. Kala III berlangsung dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus. plasenta. maka akan timbul rasa ingin BAB. Duncan). di pakai beberapa prasat yaitu : Kustner. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1. patologis. reflek mengedan. tangan kiri menekan simfisis. Kala III ( mulai dari bayi lahir sampai plasenta lahir). uteri. Pelepasan Dari Serentak Umumnya Melepasnya kelahiran plasenta dari tempat plasenta implantasi dari tengah ( atau tidak (sentral. 2. 4. Pada kala II tanda-tandaq vital perlu di perhatikan dan DJJ harus selalu di opservasi. : dinding cavum menurut uterus. di Pengeluaaran dapat pinggir dari di mulai plasenta dari plasenta tengah Marginal. Tingkat 1. bila tali .menurut dari melebihi pinggir 400 pendarahan Untuk Prasat mengetahui pelepasan plasenta.5 jam dan pada multivara rata-rata berlangsung selama 0. bila lebih bagian tali pelepasan menjadi pusat fundus dari 500 cc adalah yang darah. dan kesakitan pada ibu.Setiap his datang. Schultz). plasenta: bundar lain.5 jam. 3. ml. Biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah kelahiran bayi dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. Sedikit pendarahan Uterus Memanjangnya Naiknya (250 cc).

Kala IV ( sampai dengan 2 jam setelah plasenta lahir) Pemantauan melekat terhadap tanda-tanda vital dan jumlah pendarahan harus di lakukan pada 1-2 jam setelah plasenta lahir lengkap. bila tali pusat tampak turun ke bawah saat meneran di hentikan maka plasenta Prasat telah lepas dari tempat implantasi. Sebelum meninggalkan wanita postpartum.pusat ini masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat terpantau dan bahaya akibat pendarahan dapat dihindari. baik. keadaan 7. berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. harus Kontraksi di perhatikan uterus 7 pokok antara harus lain : baik. Prasat ini hanya di gunakan dalam keadaan terpaksa. kosong. Grede. Ibu dalam keadan baik. Perasat Strassman. Ibu disuruh meneran. Luka pada Plasenta dan Kandung perineum Bayi telah slaput ketuban kemih terawat dalam baik dan harus sudah harus tidak ada lahir lengkap. 3. 6. 5. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus. Bila terasa getaran pada tali pusat. nadi. Prasat Klein. Bila tidak terasa getaran. berarti tali pusat telah lepas dari tempat implantasi. Tidak ada pendarahan dari vagina atau pendarahan-pendarahan dalam alat genitalia lainnya. 1. 2. dan TD normal dan tidak ada keluhan sakit kepala. Sebelum seorang bidan melakukan pertolongan persalinan sebaiknya terlebih dahulu melakukan . 4. 4. Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Persiapan dalam pertolongan persalinan. hematoma. tangan kiri mengetuk-ngetuk fundus uteri.

11. 5. 4. Menanyakan Mengambil Menanyakan tentang pemeriksaan. Menggantikan pakaian pasien dengan pakaian yang sudah disiapkan di tempat bersalin. Tensimeter. detik. rektum. steril. lengkap. persiapan tempat. 6. badan. 9. 8. pasien. pasien.persiapan Persiapan 1. 3. tangan. monoaural. 2. nyaman. persalinan. Mempersiapkan Menyiapkan Menyiapkan tempat persalinan status duduk untuk Mengosongkan kandung Mengosongkan Membersihkan tubuh pasien. alat. 10. • • • • • • • • • • • • Kapas Air desinfektan cebok Kom Lembar dengan Sarung Jam tangan Timbangan status larutan Steoskop dengan jarum Tempat Menyiapkan alat-alat Alat-alat tidur pertolongan persalinan : pemeriksaan. 7. pasien. dan persiapan penolong. . rasakan. Bengkok. desinpektan. meliputi: tersebut pasien dengan keluarga dengan kartu dan tanda-tanda tempat menganalisa persalinan dan yang dan observasi di keluhan aman kartu yang dan alat sebelah kemih kanan ibu sopan dan Menerima ramah. tulis. 12. desinfektan. ibu.

steril. episiotomi. % darah. steril. • • • • • • 14. Ember.• • • 13. tangan steril. bayi. • • • • • • • • • • • • 15. buah. lidokain. • • Spuit Alat-alat Benang Betadine Gelas Bengkok Klem Gunting Satu Alat pasang Kapas Sarung Pispot Alat-alat Kateter Perlak . pusat. lendir. darah. set. kateterisasi. . Kapas Pinset pertolongan sarung lembab Setengah Duk Penghisap 2 tali pengikat /alkohol pengukur penampung Pembungkus episiotomi Gunting dan dan heating tali 70 tangan persalinan. desinfektan. khusus untuk nelaton wanita. steril. pusat. Bengkok. kocher. steril. Pispot. steril.

heating. Mempertahankan 3. janin. pasien. Melakukan periksa dalam untuk menentukan ramalan persalinan dengan tetap menjaga teknik septik dan aseptik. septik. Benang Naal Naal Pinset dalam pada tanda-tanda vital kala dan moril I pemeriksaan catgut. efektif. III: ibu. 3. 6. D. steril. : luar. II. Mencari tanda-tanda pelepasan plasenta dan kalau sudah lepas segera di lahirkan. Memperhatikan keadaan kandung kencing karena bila penuh dapat mengganggu persalinan dan 5. Mengawasi Dalam kala Anjurkan Memantau Mempersiapkan Membantu Tindakan keadaan Perhatikan Mengajarkan Observasi nutrisi cara ibu mengedan pada di perhatikan keadsaan keadaan keadaan yang yang baik kala septik jika sesering partus proses set kelahiran kala pendarahan dan anti mau dan rektum. bayi. 1. 5. 1.• • • • Penatalaksanaan A. B. 4. pooder. . 2. his. Tindakan Mengawasi kala pendarahan post IV : partum. C. 7. 1. mungkin. 2. Tindakan ini perlu klien mengejan DJJ ada 2. bersalin. anatomis persalinan. 1. 4. Tindakan Memeriksa pasien.

Jika sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan “ asynclitismus anterior “ dan Jika sutura sagitalis mendekati promontorium dan os parietal depanlebih rendah dari os parietal belakang “ asynclitismus posterior “ Majunya Kepala Pada primigravida majunya kepala terjadi pada kala II. Mekanisme 1. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promontorium. Masuknya kepala kedalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah – tengah jalan lahir. 3. : uterin bokong mengejan rahim. sedangkan pada multigravida majunya kepala Yang Tekanan Tekanan Kekuatan Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk langsung dan menyebabkan cairan oleh fundus masuknya majunya kepala terjadi kepala intra pada ialah bersamaan. tetapi pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan. Memantau Menjahit dan robekan memeriksa keadaan perineum. maka “ asynclitismus “. bayi. Turunnya Masuknya kapala kepala Turunnya dapat dalam dibagi pintu atas dalam Persalinan Kepala : panggul Masuknya kepala pada pintu atas pangul pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan. maka dikatakan kepala dalam “ synclitismus “. ialah tepat di antara symphysis dan promontorium.2. .

Putaran paksi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge 4. cerviks. maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Fleksi disebabkan karena anak disorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu 3. yang satu mendesak kebawah dan yang lainnya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan . hidung. Ekstensi Kepala harus melakukan ekstensi karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas untuk melaluinya. dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. dinding panggul Paksi atau dasar panggul Dalam Putaran Pemutaran dari bagian depan sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphysis. dahi.2. Expulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. III.5 cm) menggantikan suboccipito frontalis (11 cm). Putaran paksi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. terkadang sampai kepala didasar panggul. maka lahirlah berturut – turut pada pinggir atas perineum UUB. Subocciput yang menjadi pusat pemutaran disebut “ hypomochlion “. Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan 6. Fleksi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga UUK lebih randah dari UUB. Keuntungan dari bertambahnya fleksi adalah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melewati jalan lahir : diameter suboccipito bregmatica (9. Putaran Paksi Luar Setelah kepala lahir. tuber ischiadicum sepihak. 5. atas panggul. mulut. Pada kepala bekerja dua kekuatan.

TBJ 2.anak lahir searah dengan paksi jalan lahir. dan Air ½ di untuk catat dalam jantung jam pada fase partograf dirujuk. Bidang Hodge Untuk menentukan berapa jauhnya anak tersebut telah turun ke rongga panggul maka Hodge telah • • • • menentukan Hodge Hodge Hodge Hodge II III IV : : : I : sejajar bidang sama dengan khayal dengan hodge I dalam pintu melalui I I pinggir melalui melalui panggul atas bawah spina os : panggul simfisis ischiadika coccygis sejajar sejajar dengan dengan hodge hodge ujung Penaksiran 1.2 (TFU – 7. Catat 2. ketuban . TBJ = 150 = Rumus berat badan Johnson – Rumus 12) x janin Tausak 155 Niswander (TFU gr1. : janin aktif.7) x 100 gr PARTOGRAF. Partograf memberi peringatan pada petugas kesehatan apakah persalinan berlangsung lama. adanya gawat ibu dan janin ataukah ibu perlu Hal-hal 1. Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan dalam penatalaksanaan. setiap yang perlu Denyut jam.

3. terima. Dinilai 5.air ketuban ketuban kepala tengkorak tetapi dan tidak rahim dan ketuban bercampur bernoda janin yang tepat jernih. 20 dari masing-masing dari – 40 kontraksi dalam 20 40 hitungan detik. Catat 8. Catat setiap ½ jam. jam Jam. Kontraksi. servik. pertemuan tumpang tumpang Sutura Sutura dapat dapat / diberi Pembukaan pada setiap pervaginam tanda Penurunan Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian ) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas 6.Catat U J M D 3. 7.catat dengan tanda lingkaran (0). detik. 2. . 4. warna air ketuban : setiap kali melakukan Selaput pemeriksaan vagina utuh. Menyatakan berapa jam waktu yang telah dijalani sesudah pasien di simfisis pubis. Waktu. silang (x). (molding/molage) / di di bersesuaian) perbaiki. lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya Kurang Antara Lebih 9. mekonium. perbaiki. : : : Perubahan Sutura ( Slaput Air Air bentuk dua tulang tindih tindih mulut pemeriksaan pecah. darah. Oksitosin. 1. sesungguhnya. detik detik.

dan segera mencari rujukan yang tepat. Catat 12. catatlah banyaknya oksitosin pervolume cairan infuse dan dalam tetesan permenit. Nadi (.aseton setiap dan kali setiap 4 jam setiap 30 – 60 menit dan tandai dengan sebuah titik besar Obat semua obat yang yang di di berikan berikan. petugas kesehatan harus melakukan penilaian terhadap kondisi ibu dan janin . Catat 13.) Tekanan dan Suhu 2 volume ibu tandai dengan anak darah panah. Bila temuan-temuan melintas kearah kanan garis waspada. Catat setiap Protein.Bila memakai oksitosin. berkemih. badan jam. . Catat 11. Catat 14. urine. 10.

Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas. Tujuan Umum dalam Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Mempertahankan pernafasan Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak B. bayi Mempertahankan haruslah bersih suhu Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. 1. Mencegah infeksi Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat 3. 2.LANDASAN BAYI BARU TEORI LAHIR A. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis. Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi Definisi : • Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu – 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa • Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya. Mengenal tanda – tanda sakit .

1. kenaikan atau penurunan suhu badan.Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. Perubahan Fisiologis Sistem pada Bayi Baru Lahir pernafasan Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama. • • • • • • • • Alat Tanda Alat – alat Penghisap untuk Perawatan Bayi lendir Tabung oksigen Alat beserta alatnya resusitasi untuk membantu untuk – pernafasan bayi pernafasan obatan Obat penolong. kejang – kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama. setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke2 atau hari ke-3 Kulit . muntah. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama 3. Eliminasi BAB yang pertama keluar berwarna kehitam – hitam dan lengket yang disebut mekonium. kesukaran bernafas. perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat – alat pernafasan lainnya 2. Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan. Oleh karena itu perlu dipehatikan. pengenal bayi tdur pengikat atau dan identifikasi bayi watch antiseptik yang dan dan sama tali dengan pusat ibu bayi termometer Tempat Stop inkubator D. perut kembung dan minum kurang. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan. badan biru atau pucat. BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak C.

maka penjepit tali Berat pusat harus dikeringkan badan Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6. hidung • dan mata Jam dengan kapas lahir dan kasa steril dicatat • Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki . Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus Bayi • menunjukkan beberapa refleks Morrow sejak lahir yaitu : refleks Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan • akan terbuka dan kemudian Walking diakhiri diabduksi lengan reflaeks Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan • Rangsangan pada ujung mulut Rooting mengakibatkan kepala menoleh kearah refleks rangsangan E. Suhu Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan 5.Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Pertolongan pada Waktu Bayi Baru Lahir • Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut. semakin lembek dan Tali tampak lebih transparan pusat Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Makin muda usia kelahiran bayi 4.

bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya. yaitu Menilai usaha : nafas Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung  Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk – nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok – gosok punggung bayi sambil diberi oxigen Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan Menilai positif frekuensi denyut ) jantung . kemudian mata diberikan obat untuk bayi mencegah : blenorhoe . mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat – hangat • kuku. air ketuban. warna kulit kemerahan • Bayi dibersihkan dari darah. atau genitalia gramicin eksterna. Penilaian Bayi • Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi. bayi yang sehat akan menangis keras.Metode crede : dengan tetesan nitras 1 – 2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata • Penisilin Diperiksa juga salep anus. Nilai bisa juga dibersihkan dengan bayi minyak kelapa atau minyak zaitun score keadaan dengan apgar • Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya. dicatat dalam satus bayi • Mata bayi Perawatan dibersihkan.dalam posisi sedikt ekstensi supaya lendir mudah keluar • Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik. bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat • Segera setelah lahir. dan salep jenis mata kelamin F.

dan bayi bernafas spontan. bersin A Acvtivity tonus otot Lumpuh ekstremeitas dalam fleksi sedikit lemah gerakan aktif R respiration tidak ada tidak teratur menangis aktif (heart rate)/frekuensi jantung tidak ada dibawah 100 diatas 100 Catatan : .oksigen • Score A Penilaian 0 dengan 1 metode 2 apgar score keterangan Appearance color Pucat badan merah. batuk. oksigen sianosis tetap menit diberikan perifer. Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit. ekstremeitas biru seluruh tubuh kemerah – merahan P Pulse G Grimace (reaksi terhadap rangsangan) tidak ada sedikit gerakan mimik menangis. walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk Menilai dilakukan warna VTP kulit Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / Apabila Apabila terdapat sianosis terdapat sentral. dilanjutkan dengan menilai warna kulit Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit.

Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya . gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis 4. Pemeriksaan bola mata . selanjutnya 5. Pemeriksaan Apakah mulut ada konsultasi Untuk mengetahui yang bagian apakah terdapat mungkin syaraf palatoskisis dijumpai kelainan . Pemeriksaan leher bayi Pemeriksaan bola mata .Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid 3.Nilai Nilai Nilai 4 7 0 6 – : – 10 Bayi 3 : asfiksia : Bayi ringan Asfiksia – normal sedang berat G.Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas.Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa.Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala Gerak Warna simetris kulit pink artiny artinya atidak dijumpai darah kelainan kesegala aktivitas lapisan arah ekstremitas kulit normal sirkulasi . Pemeriksaan Frontalitas Meraba tulang lingkaran normal kepala anak kepala dengan apakah dijumpai Menentukan lingkaran depresi lingkaran 32 dalam oksipito cm persalinan . No Pemerksaan Data Fisik Pemeriksaan pada Keteranagn Bayi Hasil Baru Lahir Pemeriksaan 1. tetapi masih dianggap normal 2.Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin.

periksa tulang belakangnya apakah ditemui Memeriksa skoliosis anus atau tidak bayi 12. Penmeriksaan persendian tulang paha . Pemeriksaan genitalia eksterna .Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung 8. dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya Jika Posisi tangannya Reaksi dipegang dalam maka satu bayi traksi akan bidang menarik dengan bayi lengannnya lengannya kepalanya 11.Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap jka Apakah terdapat suara. jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya. Pemeriksaan Refleks Morro . persendian terdapat lakukan suara pemeriksaan USG tulang dalam untuk menentukan pahanya pergerakannya lebih lanjut .Untuk menentukan kekeuatan otot.Refleks morro adalah. Apakah Palpasi terdapat abdomen Mungkinkah murmur Untuk sehingga mencari perlu dilakukan terdapat asal pemeriksaan tumor lanjut apakah abdomen tumor menentukan Seberapa pembesarannya 9.6. Pemeriksaan auskultasi . Pemeriksaan miring bayi .Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus Apakah testesnya sudah turun . - Pemeriksaan Jumlahnya dada harus - Apakah kurang terdapat dari 60 pernafasan dada denyut/menit 7.Raba arteria fomoralis. untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah 10.

oleh karena verniks kaseosa ini merupakan • media yng apling Tali baik untuk kuman stafilokokus pusat Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 – 7 hari. Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. belakang telinga. kemudian diobati dengan salep yang . Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang • dibasahi dengan zat antiseptik Kain ( betadine ataupun alkohol 70 % ) popok Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja. Bagian – bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. bidan • . • Perawatan Sehari – hari Bayi Baru Lahir Mata Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks. boto dan dot ) Kulit Terutama lipatan – lipatan ( paha belakang leher.H. ketiak ) harus selalu bersih dan kering. mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar harus dibuka setiap kali bayi minum susu. perawat. Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu. Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata • Mulut Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ).

tinja lembek. menangis terus – menerus J. bengkak. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB. bengkak. bayi Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda – beda. • • • • • Tanda – Tanda Bahaya sulit yang atau ( pada > Harus lebih 38 24 º jam Diwaspadai dari C atau pada 60 terlalu biru Bayi x dingin atau Baru / < Lahir menit 36º C Pernafasan Kehangatan Warna terlalu panas kuning terutama – pertama. erlebihan. tidak bisa tenang. merawat yaitu tali : pusat Kebersihan memandikan . lunglai. dalam hari – hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. keluarnya cairan. Hal-hal yang harus • diperhatikan diri pada dengan cara bayi usia 2 bayi dan minggu. Perawatan Bayi 2 Minggu Pertama Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik – baiknya. sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. merah. keluarnya • Infeksi. suhu meningkat.mengandung • obat antibiotik Minuman an anti jamur. terlalu mengantuk. ada lendir atau darah pada tinjau • Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa. bau busuk. pucat banyak dan memar muntah berdarah Pemberian Tali pusat makan merah hisap lemah. lemas. kejang halus. pernafasan sulit • Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam. mengantuk cairan. sering. hijau tua. berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya I. bau busuk. pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 – 30 cc setiap 3 jam sekali. Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah. Oleh karena itu.

• Pada • BAK Pakain dan BAB dan harus popok dijaga bayi dan ganti selalu jika dibersihkan basa bayi Menyusui 12 jam pertama bayi Makanan PASI jika ASI yang diberikan puasa kemudian baru disusui tambahan kurang Diberikan LANDASAN TEORI .

Jadi. 3. diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. 2. yaitu : ovum. dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ketujuh sampai lahirnya janin. 2. Melihat. dan nidasi. Tanda Tanda-Tanda objektif perubahan Hegar Perubahan Kontraksi yang bentuk (segmen dan bawah pada Brakton diperoleh konsistensi rahim Mungkin pemeriksa rahim melunak) Serviks Hicks . proses kehamilan ini akan terjadi bila 4 (empat) aspek penting terpenuhi. B. konsepsi. 4. 3. Mendengar meraba atau dan Tanda-Tanda bunyi mendengar rangka gejala kehamilan Pasti jantung anak oleh si anak pemeriksa ultrasound pergerakan janin Melihat dengan Jika hanya satu dari tanda-tanda ini diketemukan. spermatozoa. I.KEHAMILAN Pengertian Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan ovum (sel telur) yang menghasilkan zygote. Tanda-tanda A. Tanda-tanda Pembesaran. 1. triwulan kedua dimulai dari bulan keempat sampai bulan keenam. Tanda-tanda pasti kehamilan ini adalh tanda-tanda objektif yang semuanya itu didapatkan oleh pemeriksa. 1. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampi 3 bulan.

seperti pada Adanya muka yang disebut chloasma gravidarum Amenorhea Mual Tidak Tidak ada Konstipasi Ibu merasakan tahan nafsu dan suatu makan / pergerakan muntah bau-bauan (anoreksia) Obstipasi anak 9. Tanda Piscaseck (segmen bawah rahim melunak serta pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi) II.5. Hiperpigmentasi kulit. Sering buang air kecil kerena rahim yang membesar menekan pada kandung kemih Perubahan-perubahan fisik pada kehamilan A. 2. seperti pada muka (chloasma gravidarum). Tanda-tanda Presumtif Payudara (yang dirasakan pasien) membesar Hyperpigmentasi kulit. . 3. 6. 6. 7. hal ini karena adanya peningkatan hormon estrogen progesteron. areola dan papilla mamae 11. 5. Uterus Terjadi pembesaran Uterus. 1. Teraba Pemeriksaan Pembesaran Keluarnya bagian Baliottement anak biologis perut Kolostrum 10. 9. 7. Tanda Chadwick (warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu) 12. 8. 8. 4.

yang tadinya hanya 30 gr dan ukuran panjangnya menjadi 32 cm.Estrogen mempengaruhi hipertrofi dari otot-otot rahim. Serviks Uteri .000gr. ukuran uterus menjadi 1. : ayam bebek luar Hamil Hamil TFU TFU symphisis pusat sepusat pusat px px px dibawah – Tingginya (dalam 20 23 26 30 33 Fundus cm) uteri Umur (dalam kehamilan bulan) 5 6 7 8 9 B. lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm sedangkan volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 Besar Hamil Hamil Hamil Hamil Hamil Uterus Hamil 12 minggu 16 20 Hamil 28 32 36 40 tidak 8 sebesar minggu minggu 24 minggu minggu minggu minggu liter pada uterus hamil minggu telur angsa sebesar sebesar sehingga 1-2 3 minggu TFU TFU TFU 3 setengah 3 setengah jari pusat jari jari jari TFU diatas pusat – dapat telur telur diraba diatas dibawah dari kehamilan aterm. sedangkan progesteron mempersiapkan tempat impalantasi dan menghalangi kontraktilitismyometrium. Pada akhir kehamilan.

Tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini mengisut.5 – 5. pembuluh darahnya terpotong dan cairan kental dikeluarkan sebagai Blood Slym. sehingga timbul tanda chadwick. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui.0) D. Sering terdapat peningkatan sekresi yang lebih putih kental dan asam. Sumbatan mukosa di saluran servicks dapat berfungsi untuk pencegahan terhadap janin dari invasi mekanik atau bakteri.Perubahan yang penting pada servicks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya servicks. . Pada persiapan sering terjadi hipervaskularisasi. Sebab-sebab pelunakan servick adalah karena pembuluh darah dalam servicks bertambah dan karena timbulnya oedema dari servicks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar servicks. Dibawah estrogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebal berlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi. C. Vagina dan VulVa Vaskularisasi terjadi pada vagina sehingga vagina menjadi menjadi lebih padat. Estrogenlah yang bertanggung jawab terhadap perubahan servicks. Pada awal persalinan sumbatan ini terpisah/teregang dan kencang. Servicks yang demikian disebut serviks yang matang dan merupakan syarat untuk persalinan anjuran. Pada akhir kehamilan servicks menjadi sangat lunak dan porsio menjadi pendek (lebih dari setengahnya mendatar) dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari. Fungsi ovarium ini diambil alih oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu. Keasaman dari vagina dipertahankan oleh asam laktat yang diproduksi oleh laktobasil untuk menurunkan daya sperma juga berguna untuk mengontrol kuman patogen dalam vagina (ph 3. Ovarium Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan korpus loteum.

Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan. sekresi asam garam (HCL) dan gerakan lambung berkurang. 3. Buah dada 1. Traktus Digestivus Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas traktus digestivus menurun. 6. akibatnya feses akan keringdan terjadi konstipasi. tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol sehingga biasanya kadar Hb turun.E. Makanan lebih lama ada di dalam lambung sehungga penyerapan air lebih lama. Batas-batas Hb Erythrocyt Leucocyt 8. 4. kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing(pollakisuri). 5. Ureterpun jelas membesar dalam kehamilan . Papilla Glandula Estrogen Progesteron Mammae mammae Montgomery akan lebih 12 meyebabkan memyebabkan hipertrofi sel acini sistem pada untuk lebih tegang dan areola saluran mammae laktasi hitam mammae colostrum Darah dipersiapkan membesar menonjol minggu Sirkulasi dipermukaan keluar Kehamilan Volume darah bertambah. baik plasmanya maupun erythrocytnya. 7.000 fisiologis : 3.000 ialah gr per per : % mm mm G. Mammae membesar dan tegang. F. Selain itu. H.5 – 10 juta 10. hal ini bisa menyebabkan muntah dan kembung dalam kehamilan. Hal ini disebabkan rangsangan estrogen dan progesteron 2.

terutama dibagian kanan.5 Penimbunan Retensi telur . gejala hyperpigmentasi ini hilang. + 5 kg pada berat janin (3 rahim lemak seperti zat kg).5 dan + 5. Kulit Selain striae gravidarum. Selain itu. putih air (0. Kebutuhan akan kalsiun dan fosfor akan bertambah untuk pembuatan tulang-tulang janin . mungkin ada hubungan dengan hipertrofi dan hiperfungsi dari korteks gandula suprarenalis atau dari hipofisis. walaupun mungkin ada juga faktor tekanan pada yreter oleh rahim yang membesar.5 (1 ketiga. biasanya terjadi penambahan BB + 1 Kgpada triwulan pertama. terjadi penimbunan protein sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan pada ketosis. J. pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areola mammae. : kg) kg) kg) kg) kg) Penambahan Berat Berat Penimbunan disebabkan kg).5 kg pada triwulan oleh ketuban 1 (1. Linea alba yang tampak hitam disebut linea higra. gr pantat air menjadi dan lain-lain (2 (1. begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin. Pada umumnya setelah partus selesai. kegiatan ginjal bertambah karena harus juga mengeluarkan racun-racun pada janin. Sebab terjadinya hyperpigmentasi ini belum jelas. Pertukaran Zat Metabolisme basal naik pada kehamilan. Pada wanita hamil. Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka yang disebut chloasma pravidarum. triwulan kedua ini plasenta (dari di buah 30 dada. Dilatasi ini mungkin menimbulkan bendungan yang memudahkan terjadinya infeksi dari pyelum (pyelitis). I. Dilatasi ureter ini terutama disebabkan oleh pengaruh progesteron. papilla mammae dan linea alba.

c. b. serta menghasilkan bayi yang sehat. g. dan sosial ibu dan janin. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. beberapa teknik Tanya pemeriksaan yang dapat digunakan. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. d. yaitu : jawab Pemeriksaan (anamnesa) umum Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan pandang raba dengar (inspeksi) (palpasi) (auskultasi) dalam panggul . Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. kebidanan dan pembedahan. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. melahirkan dengan selamat. Selain itu Pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil bertujuan pula untuk : Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal. e. termasuk riwayat penyakit secara umum. hal ini bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan. mental.ANTENATAL CARE (ANC) Pemeriksaan pada ibu hamil selama kehamilan sengat penting. Ada a. f. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

Data Kebidanan : perkawinan terdahulu (bila ada). agama. kehamilan yang sekarang. tinggi kemungkinan keadaan Pemeriksaan dan adanya umum Mengukur refleks Memeriksa lutut kelainan dan berat pada keadaan mencakup badan organ-organ emosional : ibu tubuh ibu TTU (patella) Oedem . umur. Data Haid 5. adalah : 1. Pemeriksaan Umum Pemeriksaan umum biasanya menggunakan berbagai alat pemeriksaan baik alat ukur timbang. kehamilan yang lalu. perkawinan sekarang. Data Keluarga 3. 3. pekerjaan. kebangsaan. Data Medik : penyakit jantung. Data Sosial : nama. pendidikan terakhir 2. Pemeriksaan laboraturium A. jumlah dan keadaan anak yang hidup. keluhan yang dialami sekarang B. Memeriksa yang Mengukur Memeriksakan Memeriksakan lainnya. pemyakit paru-paru. atau 1. nama suami. 5.h. persalinan dan nifas yang lalu. penyakit kelamin dan penyakit lainnya 4. 4. 2. 6. Tanya Jawab ( Anamnesa) Anamnesa dapat dilakukan terhadap ibu hamil itu sendiri (auto anamnesa)dan bisa juga dilakukan Hal yang terhadap dapat keluarganya ditanyakan dalam (alloa anamnesa anamnesa).

varises. adanya oedem pada muka 3. 6. polip ada ada / : bengkak pucat hiperemis kelainan sariawan karies lain atau atau atau atau atau atau tidak tidak tidak normal tidak tidak 9. 7. umur Nigra. sama panjang atau tidak. kelainan 2. kondiloma. 8. : : Perut sesuai Alba / gerakan (melintang. Membesar Linea Tampak Bentuk Areola Puting susu Kolostrum Buah : menonjol. flour albus 13. keadaan punggung dan cara berjalannya. Kelopak Konjungtiva Sklera Hidung Mulut Gigi : : ada : : mata : kuning. Rambut dilakukan dan kulit berurutan rambut : bersih dari atau rambut kotor / hingga terdapat kaki. Leher : apakah vena terbendung di leher.C. 4. Ekstremitas : odema atau tidak. 5. tanda Chadwick. Setelah itu pasien diminta berbaring ditempat yang telah disiapkan. Pemeriksaan 1. janin dada mendalam + hiprpigmen atau / atau : masuk tidak : atau Striae atau atau tidak Gravidarum tidak asimetris) mammae pembesaran menunjang 12. apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening 10. Pemeriksaan Pandang (Inspeksi) Dimulai sejak bertemu dengan pasien. varises atau tidak . Diperhatikan bagaimana sikap tubuh. 11. Vagina dan Amus : perineum. Muka : terdapat klausma gravidarum atau tidak.

Dengan alat ini DJJ baru dapat terdengar pada kehamilan sekitar 20 minggu. Yang 1. Palpasi dapat Periksa dilaksanakan dengan Raba cara leopold. 2. Alat yang paling sering digunakan adalah stetoskop monokuler atau leanex. Frekuensi DJJ nor. Dari tempat bunyi jantung Dari dapat adanya diketahui bunyi dari jantung anak bunyi : jantung Tanda pasti anak : kehamilan Hidup Anak anak terdengar : Presentasi anak .D. periksa raba juga untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul disebut Perasat Osborn. (Palpasi) yaitu : Leopold I : dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di Fundus Uteri Leopold II : dilakukan untuk menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil janin (pada letak membujur)serta kepala janin (pada letak melintang) Leopold III : dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang berada dibagian bawah Leopold IV : dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum Selain cara leopold.al adalah 120 – 140 kali/permenit. Periksa dengar (Auskultasi) Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya DJJ. frekuensi dan keteraturannya. sehingga periksa dengar lebih cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan janin. E.

lunak atau keras dan lokasi uterus 2. Periksa raba : . F.3.Primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih. Periksa pandang : dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan atau kelainan panggul 2. posisi. Keadaan Servicks : apakah membuka. tebal. Panggul : apakah luas atau sempit 3. Dari sifat Adanya bunyi jantung Posisi Sikap anak anak dapat diketahui keadaan anak anak kembar anak. menutup. panggul : 1. Keadaan Jalan Lahir Pemeriksaan dalam dapat dilakukan pada kehamilan muda dan ketika hamil tua terutama mendekati saat persalinan untuk memastikan apakah persalinan sudah mulai atau belum. tipis. G. posisi depan atau belakang 4. bentuk. kepala belum masuk PAP . Pemeriksaan Panggul Pada ibu hamil terutama primigravida perlo dilakukan pemeriksaan panggul untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulitan Ada 4 cara melakukan pemeriksaan persalinan. lunak. Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi secara langsung guna mendapatkan data tentang : 1 Uterus : ukuran uterus dalam minggu. keras.

pada Perasat Pengukuran yang paling luat sering kehamilan aterm ada Osborn kelainan letak positif ukuran-ukuran digunakan yang : : : (Boudelaque) Lingkar adalah jangka luar panggul digunakan – – – : 18 – dari panggul Martin. : cm cm cm 20 cm Panggul Ukuran-ukuran Distansia Distansia Distansia Kon panggul Spinarum Kristarum Tuberum Eksterna sering 23 26 10. sedangkan pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan kadar protein dan gula dalam urine. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan yang diketemukan pada jalan lahir. H. Pemeriksaan laboraturium sederhana meliputi pemeriksaan darah dan urin.3. Memerikasa keadaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam. Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum PENJABARAN Kesadaran KETERANGAN penderita . keadaan panggul. Alat Primigravida. termasuk sacrum/coccygis. Pemeriksaan Laboraturium Pemeriksaan laboraturium disini maksudnya adalah pemeriksaan sederhana yang umum dan dapat dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil.5 adalah 26 29 11 jugota 4. Pemeriksaan darah yang utama adalah pemeriksaan Hb.

Anemia dengan dapat akan diartikan gizi dapat pemeriksaan badan Barat dikurangi badan sesuai 100.Berat badan ideal adalah tinggi terus kehamilan cukup.dengan melakukan anamnesis baik menjawab pertanyaan tidak Penderita ada sadar kelainan akan Kesadaran jika penting dinilai dapat semua menunjukkan psikologis Keadaan gizi Hubungan antara tinggi badan / berat badan seimbang . dibuktikan laboratorium Kulit/mukosa Jantung/paru Ikterus Menunjukkan adanya kemungkinan kelainan fugsi liver Tidak anemia. bumil sebagai perhitungan akan kasar bertambah tumbuh-kembang Dispnoe uterus - Sianosis yang Kemungkinan terlalu paru dan terdapat desakan besar Kemungkinan penyakit atau jantung .sangat dinilai.

Kekurangan Penyakit albumin Kekurangan dalam eklampsia jantung darah vit.- Warna biru dibagian akral.Dapat merupakan gejala dari preeklampsia. intoksikasi Tekanan tekanan 140/90 merupakan sistolik kemungkinan preeklampsia Berat badan ukuran kenaikan sukar. menunjukkan kekurangan konsumsi O2. yang dapat disebabkan oleh penyakit jantung/paru Edema Dapat terjadi pada muka. masa gravidarum Berat badan diperbolehkan Trimester BB karena badan Bertambahnya Lebih tanda-tanda atau dari mm preeklampsia 15 batasan mulai Kenaikan Hg tidak boleh lebih dari darah magnesium Batas Umumnya sulfat normal terendah darahadalah yang 30 pada tersebut diastolik ada terdapat ringan berat merupakan penting pertama.B1/kompleks Refleks Refleks lutut paling penting Berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau penyakit saraf. kaki dan tangan . masih dalam emesis naik .

Kemungkinan glukosaria yang terjadi segera setelah makan. berlebih : badan rata 0. disebabkan intoleransi insulin.5 tidak kenaikan selama harus dalam urin Hanya melebihi BB 16-20 sekitar ka/minggu kg 12 hamil dievaluasi terdapat pada Glukosa akhir kehamilan terdapat laktosa .Untuk memastikan adanya DM. perlu dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa .sekitar -Kenaikan 16 -Kenaikan Pemeriksaan DM -Pada mungkin laboratorium Rata berat – kg. tetapi keadaan Persiapan Tes reduksi ibu cepat untuk menjadi gula mungkin normal ASI positif Protein urin Normal tetap ada protein tetapi jumlahnya kecil Jumlah yang makin meningkat terdapat Penyakit pada : Preeklampsia jantung Nefritis Sistitis Sedimen dengan bakteri positif Terdapat pada nefritis asimtomatik Jika ditemukan bakteri perlu dilakukan Pemeriksaan evaluasi untuk menghindari darah adanya infeksi dalam kehamilan Rutin TORCH .

- HIV - Hepatitis B - Faktor Rhesus seksual tentang memberikan • • • Kumpulan gejala Kelainan Retardasi Abortus Feses rutin Memberikan keadaan penyakit yang yang sama gambaran Infeksi VDRL menular umum gizi dapat : kongenital mental berulang -Kemungkinan terjadi infeksi vertikal (ibu-janin) dan bahaya infeksi Horizontal (ibu-penolong) .

dapat Infeksi sifilis yang dapat kelainan Kemungkinan infeksi akibat seksual Kemunkinan infeksi cacing Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut TATALAKSANA Inspeksi muka PENJABARAN Kloasma KETERANGAN gravidarum - Konjungtiva . janin berbahaya menimbulkan hubungan - Makin Pada pada banyak wanita kehamilan perkawinan Rh kedua antar negatif.harus hepatoma Adanya infeksi vertikal maka bayi diimunisasi Kemungkinan pada dapat usia menimbulkan muda bangsa.

Hipoalbuminemia Tanda preeklampsia berat Anemia gangguan gigi dan lidah \ akibat mual-muntah atau Lidah kotor . (MSH) dan gambaran (kadar • • • -Gambaran hipersalivasi • pigmentosum - Pigmentasi seperti pipi yang hampir kuku Melanocyte yang hormaon Pucat atau Stimulating dihasilkan Hormone hipofisis seks merah sebagai anemianya cukup tentang Hb) Kemungkinan secara menderita kasar :.- Edema kelopak mata - Gigi dan lidah -Neovus simetris.

Kemungkinan atau evaluasi gangguan aneurisma tentang aliran vena hipertiroid infeksi Sedikit perlu Kemungkinan Metastasis keganasan Dapat (jarang) memberikan khususnya kehamilan petunjuk pada pertama mamae mamae -Kelenjar tampak tampak Pembuluh darah Pigmentasi dan areola papila montgomery vena jelas - Kolostrum - MSH dan hormonal seks .• hormon Leher Makin jelas Gusi oleh karena MSH epulis dan seks Bendungan vena - Kelenjar tiroid darah Mamae Pembengkakan akibat membesar limfe penyakit saat jantung hamil.

menyebabkan mamae vasodilatasi dan dan kelenjar makin tampak ke pigmentasiareola permukaan menimbulkan darah yang lambat Progesteron aliran menyebabkan kolostrum antara oksitosin mengakibatkan kolostrum Perut Pertanda - Produksi prolaktin tinggi. pembentukan lebih Terjadi estrogen dan perubahan awal keseimbangan progesteron. prolaktin dikeluarkannya bahwa Pembesaran ASI kan ke banyak atas .

- Perut pendulum abdomen Pigmentasi dinding - Bekas luka operasi - Primigravida masih akibat otot dinding tegang abdomen dipergunakan • • sehingga masuk sehingga dan bekas Bekas seksio Linea Strie strie Kepala uterus alba gravidarum Umur kehamilan Berat Tingginya untuk menurut janin Kemungkinan kepala Mc fundus uteri mengukur dapat : Bartho-lomew JOHNSON sempit Donald. berdasarkan Hukum empat rumus panggul janin tidak dapat PAP janin jauh karena livid alba saat besar/hidroseflus kedepan pigmentasi hamil sebagai sebelumnya gravidarum kehamilan atau opersai lainnya .

yang resistensi Vulva dapat menjadi lokus minoris - Pengeluaran fluor -Kondiloma akuminata - Tanda Chadwick - Luka perineum vaginalis Infeksi - Infeksi atau dengan diagnosis kandida banding albikan baterialis virus trikhomonas persalinan phodophilin Perubahan 50% warna Tanda Jika vaginosis Infeksi ukurannya melalui besar sebaiknya SC Pengobatan berbahaya biru pada karena vagina hamil dengan dapat akibat menyebabkan terjadi tidak tinktura abortus hipervaskularisasi pasti .

- Bekas episiotomi Tungkai - Varises - Edema tungkai - Sikatriks pada paha - Sering terjadi karena kehamilan berulang preeklampsia masuk venereum kecuali merangkul Tidak agak kaki Tekanan Bekas atau pada luka vena limfe infeksi mengganggu sulit atau pada cafa Bendungan akibat kepala telah PAP inferior granulosa lainnya persalinan saat paha Tanda Bersifat kemungkinan herediter terjadinya Pemeriksaan kehamilan hendaknya sedini mungkin pada umumnya pemeriksaan dilakukan .

minimal    Aturan 1 I 2

4

kali kali kali kali ini

selama pada pada pada berlaku bila

hamil trimester trimester trimester

yaitu

: pertama kedua ketiga. normal.

pemeriksaan

kehamilannya

Pada saat pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan pemeriksaan dengan 7 T yaitu : 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. Tablet .Tetanus Tes Temu Timbang Tekanan berat darah Tinggi tambah toksoid darah (TT) di badan ( kenaikan bila fundus diberikan lebih normal dari selama 140/90 uteri minimal 90 tablet 2 kali hamil mmhg 6 – 12 kg )

diperiksa,

adalah di

hipertensi. ukur.

selama selama

hamil. hamil. (PMS). rujukan

imunisasikan penyakit dalam

sebanyak menular rangka

terhadap wicara

seksual persiapan

Keluhan-keluhan

yang

Sering

Terjadi

Keluhan – keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan antara lain : 1. Sakit Mual Rasa Sering 2. Mual, Sulit Agak sulit bernafas terutama pada sakit/rasa tidak buang Pada muntah kadang enak dan pada perut air Trimester masih bagiaqn Pada Trimester I : kepala. muntah. bawah. kecil. II: ada. tidur. primigravida.

Pegal Rasa Bengkak 3. Pegal Lebih Mulas

pada tegang di kaki, yang yang Pada di

daerah timbul hilang

panggul sewaktu-waktu pada pagi hari di

atau perut bangun

bokong. bawah. tidur. III terasa. BAK. beraturan.

setelah

Trimester punggung/bokong makin miksi/ timbul tidak

sering yang

Bila hal-hal tersebut di temukan, perlu di jelaskan bahwa keadaan itu biasa dan normal di temukan pada ibu hamil.

Penyakit 1.

pada Penyakit

Kehamilan Jantung

Prognosis kombinasi ibu hamil dengan penyakit jantung tergantung dari faktor berikut ini : • • • • • • Apakah Kemampuan Hipertensi sudah untuk pernah dapat disertai mengalami memberikan dekompensasio pertolongan Apakah Diabetes disertai Umur Apakah Keparahan dan mungkin disertai penyakit paritas penyakit jantung penderita lain Hipertensi mellitus infeksi Anemia arithmia kordis adekuat

Prinsipnya adalah mempersiapkan ibu hamil untuk mencapai keadaan optimal pada saat inpartu

sehingga dapat berlangsung proses persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam merupakan pilihan utama karena traumanya tidak terlalu besar.

Tidak terdapat perbedaan sikap dalam melakuakn ANC kecuali harus memperhatikan dua hal penting: Gejala terjadinya permulaan Terjadi dekompensasio kordis infeksi

2.

Hipertensi

Dalam melakukan evaluasi hipertensi pada kehamilan,. Pengobatan sebelum hamil merupakan tindakan yang paling tepat sehingga saat hamil tercapai kesehatan yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang ajnin dalam uterus sehingga tercapai well born baby dan well health Antisipasi terjadinya preeklampsi maupun mothe. eklampsi.

3.

Penyakit

Paru

Dalam keadaan hamil, fungsi paru yang dapat mempertahankan PO2 diatas 60 mmHg sangatlah penting sehingga tumbuh kembang janin intrauteri berlangsung sebagaimana mestinya. PO2 di bawah 60 mmHg sudah merupakan keadaan yang kritis khususnya bagi janin yang sangat sensitigf Berikan terapi akan yang aman kebutuhan bagi wanita O2. hamil

4.

Penyakit

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal yang paling bnayak berkaitan dengan kehamilan adalah : • Perubahan hormonal saat hamil yang dapat menimbulkan penyulit terhadap proses dan fungsi gastrointestinal, dengan berbagai manifestasi klinis

• Gangguan resorpsi nutrisi melalui usus halus, sebagai tempat utama resorpsi nutrisi, untuk

Kesehatan darah ibu hamil sangat menetukan keberhasilan tumbuh kembang janin dalam uterus. Penyakit dan Kelainan Darah Kehamilan dapat menimbulkan perubahan fisiologis darah sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menegakkan diagnosa penyakit dan kelainan darah pada ibu hamil.tumbuh kembang janin • Penyakit liver yang mengatur kualitas dan kuantitas elemen nutrisi dalam darah sehingga dapat dikendaliakn • Kegemukan sesuai yang pada dapat dengan menimbulkan kebutuhan berbagai dapat komplikasi menimbulkan kehamilan kehamilan : Dampak Abortus Persalinan Gangguan Hipoglikemia Gangguan kehamilan prematuritas jalan yang berakibat fatal bagi janin dan lahir maternal darah pembekuan 5. Kekurangan tiroid pada kehamialn ini dapat menyebabkan pertiroidisme dan hipotiroidisme yang berpengaruh • pada tumbuh kembang janin dan terhadap kestabilan kehamilan paratiroid Endrokrin . Adapun bentuk penyakit dan kelaina darah ynag umum ditemui pada ibu hamil adalah : • • • Kelaianan hemoglobin darah Anemia Trombositopenia (hemoglobinopati) 6. Sistem • hormonal yang paling Penyakit banyak berpengaruh pada kehamilan Endokrin adalah : Endrokin tiroid.

• Kelenjar adrenal mempunyai Endrokrin dua bentuk kelainan adrenal utama : 1. Gangguan pad asistem ini bisa menyebabkan perdarahan post partum yang berpotensi syok 7. Hiperplasia yang mengeluarkan hormon lebih tinggi dan menimbulkan manifestasi klinis kelebihan hormon 2. Dugaan • • • • • • • Sering Persaliann ibu Penyakit hamil menderita Riwayat mengalami yang Kematian Intrauteri abortus sulit Diabetes diabetes mellitus Mellitus melalui : keluarga tanpa dengan janin growth sebab janin yang jelas besar-makrosomia intrauteri retardation Prematuritas Terdapat kelainan kongenital bayi Pengelolaan ibu hamil dengan diabetes mellitus bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah . Hipoplasia yang menyebabkan produksi hormon berkurang dan menimbulkan manifestasi klinis Pada • kehamilan kekeurangan dapat Preeklampsi/ Solusio Retardasi Persalinan Endrokrin menyebabkan hormon : eklampsi plasenta IUG prematur pituitari Kelenjar pituitari dianggap mother of gland karena diduga merupakan kelenjar induk yang mengatur produksi hormon pada sistem kelenjar lainnya.

ini Kelainan penyakit Gangguan dan dan kelainan ginjal Penyakit jaringan yang ikat Jaringan berkaitan dapat dengan Ikat : menimbulkan Hipertensi Proteinuria Terjadi akan menyebabkan terjadi eksaserbasi gangguan kehamilan dalam mendadak bentuk : Preeklampsi Gagal Terdapat ginjal antibodi pada kehamilan antifosfolipid Keberadaanya dapat menimbulkan ganggauan pembuluh darah menuju plasenta sehingga sekunder • • • 9. sebagian dapat mempebgaruhi kehamilan atau sebaliknya kehamilan dapat memperparah penyakit sarafnya. Yang paling banyak dijumpai adalah migrain dan kejang 10. Keguguran Retardasi Kematian Penyakit berulang. terjadi persalinan pertumbuhan : prematuritas intrauteri intrauteri saraf Dijumpai beberapa kelainan saraf yang terjadi bersamaan dengan kehamilan. Kebanyakan a. Faktor • • – Penyakit faktor Infertilitas yang (1 dan menimbulkan tahun Terminasi stress kelainan pada setelah kehamilan Jiwa : menikah) kehamilan . • • • Faktor • • b.sehingga tercapai keadaan euglukosa. 8.

ilan keluarga genetik klinis Kehamilan dalam kebidanan medis dari takut keluarga berlebihan penuh keragu-raguan Komplikasi mengatasi yang • - Aspek Merasa Orang sosial ibu tidak tua hamil : mampu tunggal tergantung Sangat Kurang Konflik Masalah Kecanduan sosial dukungan keluarga interpersonal ekonomi obat 11. Penyakit kulit Kelainan dan penyakit kulit yang sering berhubungan dengan kehamilan dapat digolongkan sebagai • • • Perubahan/ Perubahan kulit saat tata dermatologi yang berikut kehamilan berupa istribusi berkaitan dengan : hiperpigmentasi rambut kehamilan Perubahan keadaan .• • • • Kemampuan Terpisah Rasa untuk Komplikasi Penyulit Riwayat Gangguan Masalah keham.

• Kelainan / penyakit kulit yang disebabkan kehamilan Sebagian besar kelainan atau penyakit kulit yang bersamaan dengan kehamilan tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin intrauteri secara murni. Bentuk Penyakit Infeksi infeksi Komplikasi Fetalis Infeksi kandida vagina albikans . Rubella Sitomegalovirus . kematian.HIV Menimbulkan morbiditas atau mortilitas ibu hamil dan janin serta neonatus yang tinggi Menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan janin nyatinggi serta neonatusnya 13. No Maternal 1.kelainan kongenital ganguan mental Korioamnionitis Gonnorhea Sifilis Rubeola B-streptokokus .Merusak tumbuh kembang janin -Menimbulkan 3. Penyakit hubungan seksual . Namun bila diikuti dengan infeksi sekunder yang dapat memberatkan keadaan ibu hamil sampai terjadi sepsis.trikomonas Hanya menimbulan komplikasi pada maternal Komplikasi janin praktis tidak dijumpai 2.Parvovirus Komplikasi minima pada maternal . 12. morbiditas dan mortalitas maternal atau perinatal akan dapat meningkat.

toxemia gravidarum. pertumbuhan rahim. mengadakan cadangan makanan dalam masa laktasi. 1. pertumbuhan kelenjar buah dada dan penambahan volume darah. . Protein Kebutuhan protein dalam kehamilan bertambah yang disebabkan oleh bertambahnya metabolisme. Kekurangan protein mungkin menimbulkan anemia. untuk pertumbuhan janin. janin.Yang • • • • • • • • • termasuk dalam penyakit hubungan seksual pada kehamilan adalah : Sifilis Gonorhea Penyakit yang disebabkan Limfogranuloma Herper Penyakit human Ulkus Trikomonas HIV dan papilloma chlamydia trachomatis venereum simpleks virus molle vaginalis AIDS Nutrisi pada Ibu Hamil Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan daripada di luar kehamilan karena dipergunakan : Untuk Pertumbuhan Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. oedema atau prematuritas.

. 3. Vitamin Pada binatang percobaan kekurangan vitamin dapat menimbulkan kelainan bawaan dan abortus. Garam Kebutuhan bertambah terutama akan Ca. Vitamin C : berguna untuk membantu penyerapan Fe dalam tubuh. Pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti. Vitamin D : untuk berguna untuk pertumbuhan pertumbuhan tulang dan bersipat anti janin. dan Fe. P. 4. Vitamin A : berguna untuk menjaga kesehatan mata serta menambah daya tahan terhadap infeksi.B1 ( thiamin ). d. serta penting f. tetapi vitamin sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal. Ada kemungkinan bahwa kekurangan vitamin B complex dapat menyebabkan perdarahan pada bayi. menambah kemungkinan perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. Fe berfungsi sebagai katalisator pembentukan Hb dalam darah sedangkan Ca dan P berguna untuk pembentukan tulang – tulang janin. Air Wanita hamil harus minum banyak air kira – kira 6 – 8 gelas sehari. Vitamin B complek : terdiri dari Vit.2. as.nicotin. dan Vit B6 atau pyridoxin. mencegah scorbut. riboflavin. c. rachitis. e. Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal.

Lama masa nifas ini yaitu : 6 – 8 minggu.LANDASAN NIFAS TEORI NORMAL Pueperium (nifas) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandunagn kembali seperti keadaan sebelum hamil.berian imunisasi 4. 2002 : 122) Tujuan 1. KB. pe. nutrisi. janin. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. Melaksanakan yang komprehensif maupun 3. KB 122) . 2. Menjaga asuan kesehatan skrining ibu dan masa janin baik fisik pada nifas maupun ibu : psikologis. 2002 : bayi sehat. (Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. (Buku acuan kepada bayinya Memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal dan perawatan pelayanan dan Neonatal.

Involusi Bayi Uri 1 2 6 8 2 Pertengahan Tidak Bertambah Sebesar 750 500 350 50 30 TFU Berat Uterus Lahir Lahir Minggu Minggu Minggu Minggu jari pusat teraba Setinggi bawah pusat pusat simfifis diatas simfifis kecil normal 1000 gr gr gr gr gr gr . psikologis Involusi pada masa nifas : Uterus Uterus berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.Perubahan-perubahan 1.

tetapi karena setelah plasenta tidak dibutuhkan lagi peredaran darah yang banyak. . Involusi tempat plasenta Proses involusin uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran sebagai berikut : . dinding perut longgar karena direnggang begitu lama. . Dinding Peritonitis Setelah persalinan.Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh kerena pembuluh endometrium yang berasal dari tepi 3. pada minggu ke 2 sebesar 6 – 8 cm dan akhirnya pveperium sebesar 2 cm.Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil. Perubahan lagi pada pada serviks masa dan nifas. luka Perubahan dan lapisan pembuluh basalis darah endometrium. vagina Setelah persalinan. sehingga kandung kemih penuh atau BAK masih ada urine resiolual.2. . kandung kemih dalam masa puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah. bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. rahim Dalam kehamilan. maka arteri harus mengecil 4. kencing Dinding saluran kencing memperlihatkan odema dan hiperamia. Konsistensi lunak dan setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim. permukaan kasar dimana pembuluh darah bermuara.Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama lochea . dilalui 2 3 jari dan setelah perut 7 hari hanya dan dapat dilalui 2 jari. Sisa urine ini dan trauma pada dinding kantung kencing waktu . dalam waktu Saluran 6 minggu. uterus banyak mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar. tetapi biasanya pulih kembali 6. Setelah 2 jam dapat 5.Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm.Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontaksi rahim.

Dalam beberapa hari post partum seorang wanita akan kehilangan 2 – 3 pon cairan tubuh. dan buah-buahan. Diet Makanan harus bergizi dan cukup kalori. d. Colostrum adalah cairan kuning prtama yang keluar pada saat ibu menyusui dan biasanya (Obstetri berlangsung Fisiologi pada UNPAD. Melancarkan untuk pasca persalinan (konseling) : Mobilisasi mobilisasi mobilisasi pengeluaran dini setelah mempunyai 2 jam post partum. Laktasi Keadaan buah dada pada hari pertama nifas sama saja dengan keadaan kehamilan pada waktu dada belum mengandung susu. Makanan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein. . diperbolehkan bangun dari tempat tidur 24 – 48 jam post partum. sayur-sayuran. : Pverperium. kandungan. kebutuhan Mengkonsumsi dan tambahan 500 cairan kalori adalah per : hari b.persalinan memudahkan terjadinya infeksi. banyak cairan. Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran metabolisme. keuntungan infeksi Lochea. Penderita 2. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein. mineral dan vitamin yang cukup. melainkan colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat oreola mamae. 2 minggu. 318) Perawatan 1. involusi mengurangi alat intestinal dan Mempercepat Melancarkan fungsi alat gastro alat perkemihan. hari ke hal tiga 315 post – partum. b. c. Dilatasi ureter dan pylium normal kembali dalam waktu 7. Dianjurkan Perawatan a. Indakan asuhan yang baik pada masa nifas tentang a.

Salah satu cara untuk meningkatkan ASI dan memudahkan menyusui adalah dengan rooming 6. 3. in atau perawatan satu tempat (satu kamar) Senggama Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja. Sedangkan ada pula wanita yang tidak dapat menahan BAK sehingga 4. Produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positiv adalah involusi uterus akan lebih sempurna. tetapi yang paling ditekankan adalah kenyamanan ibu dalam melakukan hubungan. Bila masih sulit BAB dan terjadi opstipasi apabila terjadi BAB dapat diberikan 5. obat laksans Perawatan per oral payudara atau perektal. Minum kurang lebih 3 liter per hari. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri. Defekasi Harus dilakukan 3 – 4 hari. Minum kapsul vitamin A agar bisa memberi bayinya vitamin A melalui ASI. Pada beberapa wanita dalam 24 jam pertama post partum merasa susah BAK karena robekan pada saat persalinan pada jaringan vagina dan jaringan sekeliling kandung kemih. Ibu siap. d. isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise.c. tidak keras sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Suhu Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu adalah . (Mammae) Perawatan payudara harus dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas. Sete.ah itu pembentukan urine oleh ginjal meningkat. Miksi Segera setelah persalinan kandung kemih harus kosong. e. Anjurkan untuk BAK setiap 6 jam. selalu basah pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama. 7. Bila bayi mulai disusui. Dil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya 40 hari post partum.

Berencana Keluarga Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi. c. Biasanya ibu bersalin dirawat selama 3 – 10. segera diobati. biasanya ditawarkan IUD. ini. Datangnya Haid Kembali Ibu yang tidak menyusui anaknya. injektable atau sterilisasi. b. tensi. ialah keadaan sosial. Kapan metode ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui. 9. 8. samping. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu ada baiknya untuk bertemu . oleh karena pada saat ini motivasi masih saat tinggi. Up Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali. keadaan didinding perut dan buah dada diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan 11. air kencing. hal-hal berikut perlu dijelaskan terlebih dahilu pada ibu : a. dalam yang teliti. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38 derajat celcius 2 hari berturut-turut dalam 10 hari yang pertama post partum. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang setelah 8 minggu setelah persalinan. Kelebihan e. kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4 kali sehari. pil dapat mempengaruhi sekresi air susu. Lamanya perawatan Lamamnya perawatan bagi ibu yang sedang bersalinditentukan oleh keadaan. 5 Follow hari. Kalau ada kelainan. d. Oleh karena. Keadaan umum. haid datang lebih cepat dari ibu yang menyusui anaknya. Bagaimana Bagaimana metode ini dapat mencegah atau Efek menggunakan metode kehamilan dan efektivitasnya.tanda pertama infeksi. keuntungannya. ekonomi dan keadaan tempat ibu tersebut bersalin. Sebelum menggunakan metode KB.

3. ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain. Post partum blues merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh wanita yang terpisah dari bayi dan keluarganya. Pengawasan keadaan umum ibu : tekanan darah. 4. minta diperhatikan. Adaptasi psiklogis ibu terbagi menjadi 3 : 1. 3. 328) Adaptasi psikologis Ibu adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar biasa. Pengawasan kala IV yang sebetulnya pada jam pertama dari nifas meliputi : 1. Hari kedua Taking Hold : Ibu menjadi mandiri. Pengawasan Pengawasan pendarahan kontraksi keadaan Pengawasan maupun uterus sekret yang keluar ada dari vagina yang emosional. keadaan putting susu. dll. 2. nadi. punya keinginan merawat bayinya sendiri. keadaan umum. Hari pertama Taking In : Ibu berfokus terhadap diri sendiri. dan apakah plasenta 5. TFU (lochea). jumlah pengeluaran (Obstetri Fisiologi. apakah ASI sudah keluar atau belum. beri dukungan baik dari petugas maupun keluarga. hal ASI. suhu. Minggu pertama Letting Go : Masa mendapat peran baru. Pengawasan payudara. 322 – dll. respirasi. tertinggal. Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali dan setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. kesadaran.dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk mengetahui apakah metode tersebut berjaln dengan baik. Post partum blues biasanya terjadi sekitar hari ke . 2.

3 Tanda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

hingga dan

hari gejala post

ke partum

5

post blues adalah

partum. :

Sangat

emosional Sedih

Khawatir

jika

tidak Mudah

ada

yang

merawat

bayinya. tersinggung Cemas

Merasa Mudah Sedih Menangis tanpa

hilang

semangat marah ada sebabnya kali.

berulang

Beberapa

faktor

yang

dapat

mendorong

terjadinya

post

partum

blues

adalah

:

1. Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa kecewa dan sedih. 2. 3. Pengalaman Rasa sakit melahirkan atau letih yang sulit dapat menyebabkan hingga ibu ibu merasa merasa letih. down.

setelah

melahirkan

4. Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran sebagai orang tua dirasakan sebagai beban oleh ibu.

5. Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.

6. Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu merasa kecewa atau sedih. 7. Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumah sakit dapat menambah permasalahan.

Tanda-tanda

bahaya

pada

masa

nifas

:

1. Pendarahan pervaginan yang luar biasa ataua tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari

pendarahan haid biasa atau bila memerlukan pergantian pembalut 2 x dalam setengah jam). 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengeluaran Rasa Sakit kepala sakit yang pervaginam bagian terus menerus, di waktu BAK yang bawah nyeri mata atau warna jika baunya abdomen epigastrik atau kurang atau masalah di tidak dan enak terasa yang di sedap. punggung. penglihatan. tangan. badan. sakit. lama. kaki.

Pembengkakan Demam, Payudara rasa yang sakit

atau merasa panas waktu

berubah nafsu gerah,

menjadi makan

merah,

Kehilangan Rasa sakit,

dalam dan

lunak

pembengkakan

10. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau mengasuh bayinya. 11. 12. 13. Nyeri panggul Merasa sangat Lemas atau abdomen yang lebih letih atau luar dari keram hal uterus nafas terengah-tengah. biasa. biasa .

(Asuhan

Persalinan

Normal,

140)

Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Infeksi

masa Puerperal Trauma

nifas

: Morbili Genetalia Endometritis Mastitis

Abses Tromboplebitis

Dada Berat Dll

LANDASAN KELUARGA

TEORI BERENCANA

Pelayanan 1.

kontrasepsi Tujuan

mempunyai

2 Umum

tujuan

: :

Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

1) a. Tujuan pokok : Penurunan angka kelahiran yang bermakna.guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan • • • mengkategorikan Fase Fase Fase 3 fase menunda menjarangkan menghentikan/mengakhiri untuk mencapai sasaran yaitu: perkawinan/kesuburan kehamilan kesuburan Macam-Macam I.2. 2) a) • • Diafragma Metode Metode Metode Metode suhu Natural Fertility Metode Metode Tanpa KB Family Awarreness Periodic Metode Pantang Kalender badan lender Sympto Coitus Dengan basal Serviks Kontrasepsi Sederhana Alat Alamiah Planning Methods Abstinens Rhythm berkala (Ogino-Knauss) (Thermal) (Billing) Thermal Interuptus Alat Mekanis Kondom Barier pria intravaginal . • • • • • • • • • b.

1) a) Pil Mini Morning Oral Metode Kontrasepsi Modern Hormonal Per-Oral Kombinasi (POK) Pil After pil b) DMPA NET_EN Microsphere Microcapsules Injeksi/ suntikan c) Sub-Kutis/ Implant .Kap Spons Kondom b) Spermisid Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal soluble ( serviks sponge) wanita Kimiawi : cream foam jelly suppositoria tablet film II.

spring-loaded clip.Implant Implant 2) 3) a) Penyinaran Radiasi Sinar Operatif.falope ring.Pellets) Device (IUD)/ AKDR Mantap: Wanita Intra Uterine Kontrasepsi Pada sinar X.tubal band.yoon band.filshie clip) Solid plugs (solid silastic intra tubal device.ceramik dan proplast plugs. Ligasi Elektro Fimbriektomi Salpingektomi Ovarektomi Histerektomi Fimbriotexy ovaroitexy Penyumbatan non biodegradable biodegradable (Norplant.Implanon) (Capronor.ST-1435.polyethylene plug.radium cobalt dan lain-lain Laser Medis tuba koagulasi Operatif Wanita falopii tuba falopii bilateral (fimbrial cap) tuba falopii secara mekanis: Penjepitan tuba falopii (hemoclip.Dacron dan Penyumbatan Phenol Quinacrine tuba (carbolic Teflon falopii acid) secara plugs) kimiawi: compounds) .Norplant-2.

KONTRASEPSI SUNTIK Kontrasepsi hormonal jnis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif. tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan. harganya relative murah.Methyl-2 AgGelatin-resorcinol-formaldehide Ovabloc b) Medis Vasektomi/ vasektomi cyanoacrylate (MCA) Nitrat (GRF) Pada Operatif tanpa pisau Pria Pria (VTP) Penyumbatan Penjepitan Plugs Intra Vas Penyumbatan Vas-Deferens secara mekanis : Vas-deferens Vas Device Values vas-deferens secara kimiawi (Quinacrine.Ag-Nitrat) Semua jenis kontrasepsi diatas mempunyai keuntungan kerugian dan cara pakai yang berbedabeda. Di bawah ini akan dikelaskan secara rinci mengenai kontrasepsi Suntik.Ethand. Profil . pemakaiannya yang praktis.

cukup aman.• • • • • Dapat dipakai oleh kesuburan masa laktasi Sangat efektif Aman semua lebih perempuan lambat. yang diberikan setiap 3 blank dengan cara disuntik IM Cara Mencegah Kerja ovulasi Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan Menghambat selaput lendir rahim gamet tipis oleh dan atrofi tuba transportasi Efektifitas Bila menyuntikkan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan makakedua jenis kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. dengan 0. tidak dalam masa 4 reproduksi bulan ASI Kembalinya Cocok untuk rata-rata menekan karena produksi Jenis Kontrasepsi Suntikan o Cyclofem mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali o Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) mengandung 150 mg DMPA.3 kehamilan per 100 perempuan / tahun DMPA memiliki efektifitas tinggi. sederhana cara pemberiannya. kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui .

 amenorea lebih jarang dan efektifitas lebih cepat kembali setelah berhenti menjadi akseptor Keuntungan Sangat Pencegahan Tidak berpengaruh kehamilan pada jangka hubungan suami efektif panjang istri Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung.Depo Noristerat menyebabkan siklus haid lebih stabil. dan gangguan Tidak Sedikit Klien Dapat tidak digunakan oleh perlu perempuan kanker memiliki pembekuan pengaruh efek menyimpan > 35 tahun dan obat sampai terhadap darah ASI samping suntik perimenopause ektopik payudara panggul cell ) Membantu Menurunkan Mencegah Menurunkan mencegah endometrium penyakit kehamilan jinak radang kejadian beberapa krisis penyebab anemia penyakit sabit ( blank sickle Keterbatasan o Siklus Perdarahan Perdarahan Tidak Sering haidyang ditemukan gangguan memendek banyak atau perdarahn sama atau haid seperti: memanjang sedikit (spotting) sekali yang tidak teratur haid atau bercak .

kontrasepsi tidak atau belum melahirkan setelah telah banyak tetapi menghendaki Perempuan dengan tekanan darah < 180/110 mmHg. dengan masalah pembekuan darah atau . atau o Terlambatnya infeksi kembali kesuburan setelah virus penghentian HIV pemakaian o Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadi kerusakan/ kelainan pada organ genitalia. hepatitis B virus. menurunkan libido. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya( tempat suntikannya) o Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang o Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang ( densitas) o Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina. sakit kepala. nervositas. gangguan emosional (jarang). dan jerawat.o Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik ulang) o o Tidak dapat dihentikan berat sewaktu-waktu badan merupakan sebelum efek suntikan samping berikutnya tersering Permasalahan o Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin Usia Nulipara Menghendaki Menyusui Setelah Perempuan Perempuan Perempuan yang dan kontrasepsi dan jangka telah panjang dan yang memiliki memiliki reproduksi anak efektifitas yang tinggi sesuai menyusui keguguran tubektomi perokok membutuhkan dan abortus anak.

 Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin o Perempuan hamil atau dicurigai hamil ( resiko cacat 7% per 100. terutama amenorea o o Waktu Perempuanang Perempuan dengan menderita diabetes Mulai mellitus kanker disertai payudara komplikasi Penggunaan • • Mulai Setiap dari hari saat pertama selama sampai hari siklus ke-7 siklus haid haid • Pada perempuan yang tidak haid. asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum pernah melakukan • Pasca koitus keguguran . injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan tidak hamil.000 kelahiran) o Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya o Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid. selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual Cara Pemberian • pada sesudah ASI hari berproduksi atau Pasca ke sebelum ibu 3-5 pulang dari persalinan postpartum rumah sakit 6-8 minggu pasca persalinan.anemia blank sabit Perempuan mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

klien perlu diobati dan dirujuk 8. Pilih kontrasepsi lain. 3.Setelah 30 • Waktu haid hari pasca abortus. Obati penyebab tersebut dengan cara sesuai 5. tetapi tidak Amenorea Perdarahan berbahaya 4. Bila terus berlanjut atau setelah tidak haid. suntikan jangan dilanjutkan lagi. Untuk mencegah anemia diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi. Bila gangguan tersebut menetap. namun penyebab perdarahan perlu dicari penyebabnya. 2. perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologi. Bila ditemui penyakit radang panggul atau penyakit akibat huungan seksual. . klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan 6. Perdarahan banyak atau memanjang ( lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari biasanya). Jelaskan hal tersebut biasa ditemukan pada blank pertama penyuntikan 7. Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai. Bila perdarahan yang terjadi mengancam klien. Penanganan Gangguan Haid 1. selesai sala Masa pada hari ke ibu tidak hamil kuretase lagi interval 3-5.

32 SUBJEKTIF Identitas Suami E tahun Jawa/Indonesia . 1 17.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU HAMIL SULISTYANI LAMPUNG Hari/Tanggal Pukul Anamnesa Oleh : : : Kamis.00 April 2010 wib Margie Ayu Melia Novita I. A. Istri Nama Umur Suku/Bangsa : : : 26 Ny. S tahun Jawa/Indonesia Tn.

: : : Perwira No. 2.6 Islam SMP IRT Terminal Inud Islam D3 Wiraswasta Rajabasa B. Alasan Kunjungan : Pemeriksaan kehamilan rutin dan ingin mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janinnya.3 Gerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan dalam 10 menit .1 • • • • • • • Riwayat Kehamilan Riwayat saat ini Menstruasi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : : 14 30 tahun hari 6 hari setiap hari ada 2009 2010 5 kali : : 15 24 ganti – pembalut tidak Juli April Dismenorhea HPHT TP : 2. ANAMNESA 1. – tanda : pada positif usia kehamilan 29 8 – kehamilan ya 16 minggu 2009 terutama hasil (+). ya. 2.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Jln. Agustus 2.2 • • • Mual PP ddan test Tanda Amenorhea muntah : : ya.

5 Sebelum • • Jenis Pola Makanan : Pola Pemenuhan Nutrisi Hamil Makan 1 prg nasi.6 Sebelum • Warna BAK Pola Eliminasi Sehari – hari Hamil : Frekuensi : : 3 – Kuning 4 kali sehari Jernih • Warna Konsistensi BAB : Frekuensi : : : 1 kali sehari Kuning Lembek . : ½ 2-3 mangkuk sayur.terakhir 4 – 5 kali 2.4 • • • • • Mual Gangguan Sakit Nyeri Pengeluaran Keluhan dan muntah Penglihatan kepala saat BAK pervaginam : yang : : tidak tidak tidak : : tidak tidak dirasakan ada ada ada ada ada 2. 1 x ptg sehari ikan/ayam Setelah • • Jenis Pola Makanan Makan : 1 1½ : prg 3 nasi. 1 – mangkuk 4 sayur. 1 kali ptg Hamil sehari ikan/ayam 2.

dan jarang tidur siang • • Seksualitas Pekerjaan : : ibu ibu mengatakan pekerjaan tidak ringan ada rumah keluhan tangga mengerjakan 2. BB PB 2.7 Pola aktivitas sehari – hari • Istirahat dan Pola tidur : Ibu tidur 7-8 jam sehari.Setelah • Warna BAK : Frekuensi : : 4 – 5 kali Hamil sehari Kuning • Warna BAB : Frekuensi : : : 1 – 2 kali sehari Kuning Lembek Konsistensi 2. pada saat umur kehamilan 4 dan 5 bulan.9 Kontrasepsi yang pernah digunakan : KB Suntik 3 Riwayat Kehamilan. Persalinan. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. 2. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat .8 Imunisasi : TT lengkap.

jamu. hepar. merokok atau melakukan pencucian vagina 5. diabetes mellitus. dll 4.3 Susunan Keluarga yang tinggal dirumah .2 Jumlah Lama : apakah kehamilan ini Riwayat direncanakan/ : tidak : Ya. 5.1 5.4. hipertensi. 4.2 Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak terdapat penyakit menurun seperti jantung. Sosial direncanakan : Ya kali tahun Status Perkawinan : Menikah 1 4 5.3 Riwayat Kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol / obat – obatan sejenisnya. campak.1 • • • • • • Riwayat Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria Riwayat yang : : : Melitus : : : tidak tidak pernah atau tidak tidak tidak tidak sedang Kesehatan diderita ada ada ada ada ada ada 4.

4.5 44 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC Kg Kg cm cm B. 3. 2. A.No 1. Jenis Kelamin Umur Hubungan Pendidikan Pekerjaan Keterangan Laki 32 th - Laki th Suami D3 Wirasawasta Sehat Perempuan 3 Anak Sehat 5. 3.4 Kepercayann yang pernah dianut keluarga : tidak ada II. N 5 BB 6. TTV : BB setelah Tinggi LILA : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 sebelum hami Badan : : 24 : : Emosional 100/60 X/menit hamil : mmhg T : 53 155 R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36. 2. 1. Pemeriksaan Fisik . 7.

Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Sklera Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) d. : : : Menonjol kanan Pembesaran dan dan Tidak Belum : Ada bersih kiri ada ada Pengeluaran h.1. Putting Simetris Benjolan Dada susu : : Payudara : Ya. Bersih. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. tidak tidak ada Inspeksi ketombe rontok Rambut b. Abdomen : Pembesaran : Sesuai usia kehamilan . Kepala : : Kulit kepala : Hitam. a. Pengeluaran Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada e. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g.

. Leher getah : Kel. Tumor Abdomen : Pembesaran : Lien dan Tidak Limpa: Tidak ada ada d. bening Thyroid : :Tidak Tidak ada ada pembengkakan pembengkakan c. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. keluar gatal Anogenital cairan : Tidak putih dan dilakukan (namun Ibu tetapi mengatakan tidak berbau) berlendir tidak 2.Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Varises Ekstremitas : : Kemerahan : Tidak Tidak ada ada k. Punggung dan Pinggang : Posisi punggung : Lordosis j. Kel. dan tidak melenting. Muka : Edema :Tidak Palpasi ada b. Donald : 29 cm). Uterus . a. agak lunak.Bekas Striae Linea luka : operasi : Tidak : Tidak ada ada Nigra i.

Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat.2 (29 2406 : – 1. b. Frekuensi Punctum maximum : 3 Jantung Paru-paru : Uterus : jari dibawah : Normal. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. ASSESMENT . Glukosa 2. keras. c.. Darah : Urine : : PEMERIKSAAN Protein : Tidak Hb : 10. : Normal. tidak ada DJJ 140 pusat sebelah kiri bunyi ronchi lup dan : Auskultasi dup wheezing (+) X/menit perut ibu 4. a. 2 Tidak LABORATORIUM dilakukan dilakukan gr % III. a.2 (TFU 7. rata. 1.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar.7) gr IV – x 7. b. Nyeri Refleks ketuk Patella punggung : dan (+) pinggang . memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin . kanan : Tidak dan Perkusi ada kiri C.7) 100 – x : 100 gr gr ± 2706 ± Konvergen 150 150 gr gr gr 3.

Sehingga bila terjadi salah satu hal diatas ibu dapat segera mendatangi tenaga kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu diatas 3. maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan . yaitu: Bengkak Keluar darah Pusing atau sakit kepala yang tidak hilang dengan istirahat kabur kaki – tiba dari dan jalan wajah lahir Penglihatan pada tiba .Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air Apabila ada tanda – tanda diatas muncul. yaitu : .• • • Diagnosa Diagnosa Janin : Ibu Janin : tunggal. PLANNING 1. Memberi tahu ibu mengenai tanda – tanda bahaya dalam kehamilan. Tidak P1 presentasi A0 kepala ada Masalah IV. : Ibu hidup G2 intrauterine. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi • Ibu janin mengerti juga tentang dalam penjelasan keadaan yang sehat diberikan 2. Menjelaskan pada ibu tanda – tanda persalinan.

lakukan masing – masing 4 kali . lemaskan seluruh tubuh lakukan pernafasan secara teratur dan berirama. Lakukan sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit .gerakan kaki kanan dan kiri sama – sama ke arah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakan kaki kerah luar. lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan dan kaki gerakan kaki kanan kiri jauh kebelakang. lakukan masing – masing 8 kali Latihan Inti ( 3 gerakan ) . kedua lengan disamping badan dan bahu. kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit seluruh tubuh lemas dan rileks .duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan. lakukan masing dan kiri sama – sama ke – masing 8 dan ke kali kiri kanan .4.gerakan kaki kiri jauh kedepan. kaki kanan jauh ke belakang. letakkan dagu diats dada melihatlah kerah vulva. kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menghempaskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubuur beberapa saat kemudian istirahat .ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri diatas tungkai kanan.Latihan Pembentukan Sikap Tubuh : berbaring terlentang.Latihan Kontraksi dan Relaksasi : berbaring terlentang dengan kedua lengan disamping badan kedua kaki lurus. .letakkan tungkai kanan diatas tungkai kiri. Mengajarkan pada ibu senam hamil untuk usia kehamilan > 35 minggu yaitu : Latihan Latihan Pendahuluan ( 1 6 gerakan ) : .putar kedua kaki bersama – sama ke kanan dan ke kiri masing – masing 4 kali Latihan duduk tegak kedua 2 tungkai lurus dan : rapat .

Misalnya pada irama nafas. lalu tutup mulut. buka mulut sedikit dan bernafas nya sedalam – dalamnya. kerutkan dahi. lemaskan otot – otot badan termasuk muka.Latihan Penegangan : berbaring miring ke arah punggung janin misalnya kekiri. lemaskan seluruh badan. dan Licokalk 500 mg 1x1/hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu dan janin 6. Lutut kanan diletakkan kedepan lutut kiri dan keduanya ditekuk. dirumah mengerti 5.Tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang. Tangan kanan ditekuk kedepan badan dan tangan kiri dibelakang badan. vitamin C 50mg 1x1/hari untuk membantu penyerapan Fe. Setelah beberapa saat. • Ibu kedua dan lutut mengikuti ditekuk gerakan senam atau dan berbaring akan mencoba miring. Memberikan obat – obatan yaitu tablet Fe dengan dosis 200mg 1x1/hari untuk membantu pertumbuhan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia. Lakukan selama 5 – 10 menit . kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. pilihlah tempat yang paling tenang atau tutuplah mata dan telinga pusatkan fikiran anda pada satu titik.Latihan Pernafasan : tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua lengan ( posisi lititomi ) dan rileks. kerutkan anus. Tenang. Setelah mengedan kembali ke posisi semula. dan segera datang . Posisi relaksasi adalah berbaring terlentang. Lakukan sebanyak 4 kali dengan interval 2 menit Latihan Penegangan dan Relaksasi ( 2 gerakan ) . kepalkan kedua tangan. tegangkan bahu. tegakkan otot leher. tegangkan otot – otot perut. mata dipicingkan. tegangkan kaki dan tahan nafas. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian. hilangkan semua suara yang mengganggu.Latihan Relaksasi : tutup mata dan lemaskan seluruh persendian. Latihan mengedang seperti buang air besar kerah bawah depan. Lakukan sebanyak 8 kali . atasi tekanan.

jika ada keluhan. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36. A. 3. 1. • Pemeriksaan Khusus Kebidanan Palpasi . 4. Ayu April 00 Melia Novita 2010 wib I. 2.5 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC B. Ibu Ibu mengatakan mengatakn badannya gearakan pegal bayinya – SUBJEKTIF pegal aktif II. agar kehamilan ibu dapat dipantau sehingga jika terjadi komplikasi/masalah dapat segera diatas • Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan segera datang jika ada keluhan KUNJUNGAN II Anamnesa Tanggal Pukul Oleh : : : Margie 6 08.

agak lunak. tidak ada dan nyeri ketuk Pinggang pinggang • Tidak ada oedema.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar.2 (TFU 7. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu. keras. kemerahan dan kekakuan otot Ekstremitas dan sendi . frekuensi 132 x/menit • Refleks Patella Positif ( + ) kanan dan Perkusi Kiri • Posisi punggung Punggung lordosis.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. rata. varises. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. . Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. dan tidak melenting.7) 100 x : 100 gr gr ± ± Divergen 150 150 gr gr GRAM 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ).Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin .7) IV – x 7. Donald : 29 cm).2 (32 : – 1..

presentasi kepla IV.letakkan tangan pada awal pemijatan dengan menutup payudara dibagian pinggir . menekan dengan kuatpada seluruh payudara . Menjelaskan kepada ibu bahwa pegal – pegal di pinggang yang dialaminya adalah normal karena posisi badan ibu yang lebih condong kedepan karena perut yang mengalami pembesaran hingga • Ibu otot – mengerti otot penjelasan pinggang yang tertarik diberikan 3. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2. Hidup intrauterine. yaitu : . Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 Hamil 37 Minggu ASSESMENT 4 Hari Diagnosa Janin : Janin tunggal.beri kompres minyak pada puting susu selama 2 menit dengan kapas yang diberi minyak oleskan minyak / baby oil pada kedua telapak tangan .gerakkan tangan kedepan menuju aerola. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obat dan multivitamin yang telah diberikan • Ibu mengatakan akan tetap memakan obat – obat yang telah diberikan 4. Mengajarkan ibu cara melakukan perawatan payudara.III. Menganjurkan kepada ibu untuk memeriksakan diri kembali jika ada keluhan • Ibu mengatakan akan memeriksakan diri jika ada keluhan 5. PLANNING 1.

-

gerakan

ini

diulang

selama

5

10

menit

- pegang payudara dengan satu tangan dan kelenjar susu ditekan dengan tangan lain, ibu jari dan jari diakhir bersihkan – pemijatan, puting puting susu dan jari susu ditarik yang keluar dengan dengan lain jari handuk selama dan 2 air dibawah menit hangat

seluruh

payudara

6.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

:

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air

Apabila ada tanda – tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

BERSALIN SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

:

Margie 06

Ayu April 17.30

Melia

Novita 2010 wib

KALA

I

I.

SUBJEKTIF

• Ibu mengatakan mulas- mulas yang semakin lama semakin sering dan semakin kuat sejak pukul 15.00 • Ibu mengtakan keluar lendir sejak pukul 16.00 wib wib

• Ibu mengatakan dalam 10 menit merasakan mules yang lamanya kira-kira 35 detik, banyaknya 3 kali • Ibu mengatakan belum berasa ingin mengedan, dan gerakan janinnya aktif

II.

OBJEKTIF

A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 :

Pemeriksaan Umum : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Compos : : 20 36,5 :

Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B. •

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

30 inpartu atau Dalam belum wib Bidan rektokel lahir Lunak 60% cm Positif Kepala UUK Konsistensi Pendataran Pembukaan - .7) 100 x 100 gr gr ± ± 150 150 gr gr gram 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ). Lamanya 30-40 HIS detik • Atas Pukul Oleh Dinding Portio Vagina : : indikasi : untuk Pemeriksaan mengetahui : : tidak Arah : : : : Ketuban Presentasi Penunjuk : : : 6 ada sistokel searah dan jalan apakah ibu sudah 17. frekuensi 142 x/menit • Frekuensi 3x/10 menit. melenting - Leopold IV : Divergen TBJ : : (Niswander) 1.7) – x 7.2 (TFU 7. keras..2 (32 : – 1. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat.

• Memantau Persalinan kemajuan persalinan terpantau menggunakan dengan partograf baik 3. PLANNING 1. • Menghadirkan Ibu orang terdekat untuk menemani oleh ibu saat bersalin suaminya ditemani 4. Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2. Namun jika tidak. anjurkan ibu untuk tidur dengan miring kekiri agar .III. hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada IV. Menganjurkan ibu untuk cukup makan dan minum agar ibu mempunyai tenaga yang cukup untuk • Ibu sudah minum secangkir teh mengedan manis 5. Diagnosa Ibu : Penurunan : H III ASSESMENT Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala I Fase Aktif Diagnosa Janin : Janin tunggal. Anjurkan ibu untuk berjalan ataupun jongkok jika ibu masih kuat.

heating set.asupan • Ibu O2 memilih ke posisi janin tidur tetap miring lancar kekiri 6.Adanya dorongan ingin meneran. peralatan resusitasi. seperti partus set. perineum menonjol.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC .15 kemajuan dalam persalinan wib .15-20.Ibu mengatakan rasa mulas dan sakit pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah yang semakin Ibu mengatakan ingin sering mengedan OBJEKTIF N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : Umum Compos : : 20 36. perlengkapan bayi. Menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat persalinan. anus mengembang Atas Pukul indikasi : : Periksa untuk menilai 20. pakaian ibu. cairan dekontaminasi dan alat perlindungan diri • Segala peralatan telah siap pakai KALA II ( Pukul 20.40 wib ) SUBJEKTIF . vulva membuka.

x/10 frekuensi menit. + frekuensi 4 ). hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Dukungan dan Motivasi PLANNING 1.- Dinding Portio Vagina : : Arah tidak : : ada sistokel searah dan jalan rektokel lahir Lunak Konsistensi Pendataran Pembukaan Posisi Penurunan Ketuban : : Presentasi Penunjuk : : > Lengkap Negatif : : UUK : ( 80 (10 - % cm) ) Kepala UUK Depan H IV HIS DJJ ( + ( ). Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya dan janinnya dalam keadaan baik. lamanya 140 > 40 x/menit detik ASSESMENT Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala II Diagnosa Janin : Janin tunggal. pembukaan sudah lengkap maka ibu sudah siap untuk melahirkan .

Melakukan pertolongan Melahirkan persalinan dengan Kepala prosedur APN : Bayi Memimpin ibu mengejan saat kepala sudah tampak 5 – 6 cm didepan vulva.Dagu ibu menyentuh dada.Setiap ada his. Lahir Penanganan Meletakkan bayi diatas perut ibu dan segera membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi . penolong menempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi ( secara biparietal ). gigi beradu dan tidak bersuara selama mengedan • Ibu Ibu beristirahat mengerti dan diantara akan kontraksi melaksanakannya 3.• Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2. Melahirkan Bahu dan Seluruh tubuh bayi Setelah bayi melakukan putaran paksi luar. a. satu tangan lain menahan perineum agar tidak terjadi robekan. Setelah kepala bayi lahir. Bayi dan lahirlah seluruh Baru tubuh bayi. tangan laiin menyusuri badan bayi. • Memberikan Ibu ibu minum minum saat secangkir tidak teh ada his manis 4. Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar sewaktu ada his. penolong meletakkan satu tangan dikepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal. kedua tangan ibu merangkul paha dengan mata membuka melihat perut . Kemudian penolong mengarahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan dan mengarhkan keatas untuk melahirkan bahu belakang. b. Lalu memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher bayi. penolong mengusap muka bayi dengan kasa/kain bersih. yaitu : . Lalu menyelipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi untuk menyangga kepala dan satu c.

bayi menangis spontan.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik vulva ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 .kecuali pada bagian tangan. Menilai bayi yaitu. Lalu menjepit dan memotong tali pusat. dan warna kulit bayi kemerahan. KALA SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu merasa III ( pukul 20.50 wib ) mengatakan mengatakan bahagia kaarena perutnya lemas bayinya telah terasa setelah lahir selamat mulas melahirkan dan sehat OBJEKTIF N Tali TFU Kontraksi Pusat : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus Berada : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : di Umum Compos : : 20 36.40-20. bayi bergerak aktif. Kemudian segera mengganti handuk/kain yang basah dengan yang kering dan melakukan inisiasi menyusu dini ( IMD ) yaitu meletakkan bayi secara tengkurap didada ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibunya.

50 wib.Memindahkan klem sekitar 5 – 10 cm didepan vulva.Meletakkan kain diatas perut ibu lalu lakukan masase fundus sebanyak 15 kali dalam 15 detik Lalu periksa kelengkapan plasenta .50 wib ) SUBJEKTIF Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas . lalu memeriksa vulva dan vagina dan tidak terdapat luka laserasi KALA IV ( pukul 21. Memberikan suntik Oxytocin 10 unit ( 1 ampul ) IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar 3. Melakukan Palpasi abdomen dan tidak ditemukan adanya janin kedua 2.50-22. tali pusat memanjang dan uterus membulat maka itu tanda lepasnya plasenta .Saat plasenta nampak didepan vulva. sambut dengan kedua tangan lalu keluarkan dengan diputar searah jarum jam secara perlahan . Melakukan Perengangan Tali Pusat Terkendali .Saat adanya semburan darah tiba – tiba. saat ada his letakkan satu tangan di supra simfisis dan melakukan gerakan dorso kranial dan tangan lainnya menegangkan tali pusat searah jalan lahir .Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1. lengkap dengan selaput kotiledonnya. dan periksa luka laserasi • Plasenta lahir spontan pukul 20.

Menganjurkan ibu untuk makan dan minum untuk memulihkan kondisinya .OBJEKTIF N TFU Kontraksi Perdarahan : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus ± : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : 100 Umum Compos : : 20 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik cc ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1. • Membersihkan Ibu sudah dan pakai Merapikan baju Ibu bersih setelah dan bersalin rapi 3. Penjelasan pada ibu bahwa rasa mulas yang ia alami adalah normal dikarenakan proses involusi uteri • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2.

• Ibu sudah makan 1 prg nasi. kandung kemih kosong. Mengajarkan ibu untuk sering menyusui bayinya agar nutrisi bayi terpenuhi dan menimbulkan ikatan bathin antara ibu dan bayi selain itu untuk membantu kontraksi uterus • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 5. • Dekontaminasi Alat – alat alat – sedang alat dalam dan tempat proses bersalin dekontaminasi 6. Mengobservasi kondisi ibu setiap 15 menit pada satu jam pertama dan 30 menit pada 1 jam kedua • Tanda – tanda vital ibu dalam batas normal. kontraksi uterus baik. 1 ptg ayam dan secangkir teh manis 4. TFU 3 jari dibawah pusat . ½ mangkuk sayur.

Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan lelah nyeri bahwa takut asi untuk mulas setelah pada nya BAK pada m luka sudah dan SUBJEKTIF perutnya elahirkan jahitan keluar BAB II.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny.30 Melia Novita 2010 wib I. A. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU NIFAS SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07. Pemeriksaan OBJEKTIF Umum .

Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g.1. Putting Dada susu : Payudara : : Menonjol Pembesaran dan : Ada bersih . 2. Kepala : : Kulit Pemeriksaan Fisik Inspeksi kepala : Hitam. Sklera d. 4.5 Stabil X/menit oC B. 3. Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada Pengeluaran e. Bersih. a. tidak tidak ada ketombe rontok Rambut b. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. 5. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 : : Umum Compos : Baik Mentis Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : : : 20 36.

kanan Tidak : dan kiri ada Kolostrum : Bekas luka : operasi : Tidak ada Keras Konsistensi Kandung Pembesaran Pembesaran Benjolan Kemih Lien Liver : : : : Tidak Tidak Tidak Kosong ada ada ada i. Abdomen : : Ya.Simetris Benjolan Pengeluaran h. TFU Kontraksi : 3 Pemeriksaan Kebidanan Uterus jari : dibawah pusat Baik Vulva Perineum Anus Pengeluaran : pervaginam : : Ada Tidak : Warna luka ada Lochea Anogenital kemerahan laserasi haemoroid Rubra III. Ekstremitas : Tidak ada oedema dan kekakuan sendi 3. ASSESMENT . tidak ada nyeri ketuk pinggang j. Punggung dan Pinggang : Normal.

Mengajarkan ibu senam nifas hari ke – 1. lakukan sebanyak 15 kali gerakan .Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling mengenai keadaannya saat ini IV. ikan. tempe. usahakan rongga dada dan rongga perut tetap. Keluarkan udara perlahan – lahan dengan menggunakan otot perut tahan 3 – 5 detik. dan buah – buahan • Ibu mengatakan akan makan makanan yang dianjurkan 4.Gerakan Pergelangan Kaki dengan Gerakan : Kaki diputar kerah luar dan kearah dalam sebanyak 5 kali gerakan . yaitu : . • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas PLANNING memeriksa TTV normal 2. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. Memberikan ibu makanan diit TKTP ( Tinggi kalori Tinggi Protein ) yang terdiri dari menu makanan seimbang seperti nasi.Pernafasan Iga dengan gerakan : tarik nafas dalam dari hidung.Latihan kontraksi otot perut dan otot bokong dengan gerakan : tundukan kepala kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur. lepaskan perut sehingga punggungm menekan kasur . telur. ikan . sayur – sayuran. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. 1.

Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat untuk membantu mengurangi rasa pegal dan lelah di badannya • sehingga Ibu diharapkan kondisinya dapat akan segera membaik istirahat mengatakan .kemudian • Ibu lepaskan mengerti perlahan dan – lahan mengatakan sebanyak akan 15 kali gerakan mempraktekannya 5.

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kolostrum Baik pusat .NIFAS HARI Ke – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 8 Ayu April 07.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatkan mengatakn mengatakn mulas nyeri sudah sudah siang jalan ini bisa ke akan nya pada BAB kamar pulang semakin luka dan mandi ke berkurang jahitan BAK sendiri rumah OBJEKTIF N TFU TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : 3 : : Emosional 110/70 X/menit Payudara Uterus jari mmhg T R : : : dibawah Umum Compos : : 20 36.

menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3.Latihan Otot Perut dengan gerakan : angkat kepala hingga dagu menyentuh dada. yaitu pertama : ) melakukan . ( Mengajarkan Sebelumnya pada telah ibu senam Nifas gerakan hari hari Ke-2.- Anogenital : : : : Perineum : ada Lochea luka jahit Rubra Pengeluaran BAB Eliminasi BAK ( : + ( + ) ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penjelasan tentang kondisinya saat ini PLANNING 1. lakukan sebanyak 5 kali gerakan . Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas memeriksa TTV normal 2.

Melakukan penijatan payudara dengan gerakan spiral. - Mengajarkan Mengompres ibu cara putting perawatab susu payudara.Kompres payudara ibu dengan kompres hangat dan dingin sevara bergantian sebanyak 5 kali diakhiri • Ibu mengerti dengan dan mengikuti kompres apa yang telah hangat dijelaskan . memutar dari dalam keluar atau sebaliknya . Menjelaskan ibu tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan menganjurkan ibu untuk rutin mengimunisasi • Ibu mengerti penjelasan yang bayinya diberikan 5.Latihan untuk menguatkan otot dada dengan gerakan : kedua tangan mendorong lengan kearah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan.Latihan Kaki dengan Gerakan : kedua lutut dibawah atau direbahkan kesamping kiri setengah rendah lalu ke tengah dan dibawa kembali kekanan. diberikan mengerti gerakan 4. bahu tetap dikasur.Memijat putting susu kearah luar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk jika putting susu belum keluar . lakukan • sebanyak Ibu 45 kali gerakan dan dan mengikuti istirahat setiap 15 yang kali gerakan. selama 2 yaitu : menit .Latihan untuk mengembalikan rahim pada posisi semula dengan gerakan : Tidur tengkurap dengan bantal menyangga perut bagian bawah dan satu bantal kecil menyangga punggung kaki. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali. tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit dibengkokkan. . kepala menoleh kekiri atau kekanan. Pertahankan selama 5 menit sebanyak 4 kali gerakan. ..

Menganjurkan Ibu ibu untuk cukup istirahat agar kondisinya akan cepay pulih mengatakan istirahat 8. yaitu : Pernafasan Terlalu hangat > bayi pusat x/menit < 36 oC 37 terlalu atau Hisapan Tali banyak atau bau muntah busuk merah.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF .6. Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri. mengganti pembalut minimal 3 x sehari. mengganti pakaian jika basah dan kotor. berdarah Apabila terjadi hal – hal demikian agar segera menuju ke pelayanan kesehatan terdekat • Ibu mengerti dan akan segera datang ke tenaga kesehatan bila terjadi hal tersebut 7 • . dan menjaga kebersihan alat genitalia • Ibu mengatakan mengerti apa yang telah diajarkan KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. - Menjelaskan tanda – tanda sulit bahaya atau oC lemah atau pada bayi > baru 60 dingin lahir. yaitu : mandi 2 x sehari.

Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI semakin membaik lancar mengatakan mengatakan mengatakn sehat telah dan dapat tak beraktivitas ada keluhan kembali lagi OBJEKTIF N TFU Anogenital : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : : : Emosional 120/70 X/menit mmhg T Payudara Uterus Pertengahan Perineum : : : BAK ( : + : luka Pusat jahitan Lochea ( + ) ) : mulai R : : Umum Compos : : 24 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC ASI Baik sympisis mengering Sangiluenta sudah sudah Pengeluaran BAB Eliminasi ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 7 Masalah : tidak ada Kebutuhan : Konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif .

Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Kompres payudara dengan air hangat agar sirkulasi darah pada payudara lancar dan mencegah bendungan ASI. lakukan pemijatan payudara ( dari luar kearah puting susu ) terutama pada saat mandi 4. TFU dan lochea 2. kontraksi uterus. Menjelaskan pada ibu tentang ASI Eksklusif. meningkatkan kecerdasan dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi 3.PLANNING 1. yaitu pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai 6 bulan tanpa diberikan makanan apapun. rambut dan kuku. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi karena dalam masa menyusui dan dalam posrsi yang lebih banyak dari pada biasanya serta menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan air untuk mencegah sembelit 5. Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara yang baik. terutama rutin untuk mengganti pembalutnya. yaitu : payudara selalu dijaga kebersihannya dengan cara rajin mengganti BRA minimal 2 x sehari atau jika basah dan kotor. Dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat anti body. menjaga kebersihan diri terutama kulit. memeriksa payudara. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara ibu tidur/istirahat ketika bayinya sedang tidur 6. rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan . rutin untuk mandi.

2. dan 3 ( usia 3.4. DPT 1. Hep B 3 ( usia 6 bulan ). BCG ( usia 0 2 bulan ). Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) .30 Prameswari 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI luka jahitan telah semakin membaik lancar kering mengatakn bekas OBJEKTIF Keadaan TTV : Kesadaran Keadaan TD : Umum : Emosional 120/80 mmhg R : Compos : : 20 Baik Mentis Stabil X/menit .bayi 6. dan 5 bulan ). dan campak ( usia 9 bulan ) KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : 20 Ayu April 16. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya.

Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan menu makanan seimbang yang meliputi karbohidrat. protein. kontraksi uterus. memeriksa payudara. lemak.N - : 80 Pengeluaran Kontraksi TFU X/menit T Payudara Uterus : : : Tidak 36.5 oC ASI Baik teraba : : Perineum : : BAK ( : + : Anogenital bekas Lochea ( + ) jahitan kering serosa Pengeluaran BAB Eliminasi : ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 14 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling KB PLANNING 1. TFU dan lochea 2. vitamin dan mineral serta anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu karena ibu membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada biasanya untuk dirinya dan bayinya . Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital.

3. Menganjurkan ibu untuk tetap memperhatikan istirahatnya agar stamina ibu tetap terjaga

4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan bayi

5. Memberikan Konseling pada ibu tentang penjarangan kehamilan melalui KB, macam – macam KB dan membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat baginya

6. menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan keadaan kesehatn dirinya dan bayinya di pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN BAYI

KOMPREHENSIF Ny. S

PADA DI

BAYI BPS

BARU

LAHIR SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal

oleh :

:

Margie 6

Ayu April

Melia

Novita 2010

SUBJEKTIF Nama Tanggal Jenis Anak Alamat : Lahir : : 6 : : Jln. Perwira Dua no.6 Biodata Bayi April 2010, Laki ( Terminal Induk Ny. pkl – 2 20.40 Bayi S wib laki ) Rajabasa

Kelamin Ke

OBJEKTIF • Kala Kala Kala Lama Lama Persalinan II III IV : : : : : 7 Kala Riwayat P2 I jam jam 2 jam : 5 jam 25 10 jam 50 15 Persalinan A0 menit menit menit menit menit

-

Waktu Keadaan

pecahnya air Penolong

ketuban ketuban :

: :

20.10

wib Jernih Bidan

Lilitan

Tali

Pusat

:

ada

Penilaian

awal

: langsung Jernih menangis Kemerahan Aktif 40 minggu • Nadi Respirasi Suhu : : : Keadaan 124 40 37 Umum x/menit x/menit oC • PB BB LK LD : : : : Ukuran 50 2800 32 30 Antropometri cm gram cm cm Pemeriksaan 1. • • • • • • Caput Cephal Sutura Ubun-ubun Ubun-ubun Moulage succedaneum hematoma : : Ada. Ya.Keadaan Menangis Warna Tonus Bayi cukup atau air bernafas kulit otot bulan ketuban spontan : : : : Ya. : : besar kecil : : Tidak Tidak Tidak Fisik Kepala Rata Rata ada ada ada teraba .

: kanan Ada. : hidung : : Tidak kiri Belum Tidak dan Hidung kanan terlihat ada ada 4. • • • • • • • Simetris Conjungtiva Sklera Bulu Kotoran Strabismus Pupil mata : mata : : : mata : Ya. Tidak dan Telinga kiri bersih ada . • • • • • Simetris Palatum Bibir Reflek : : : Normal.2. • • • • Lubang Bulu Pernafasan Pengeluaran hidung hidung cuping : Ada. Merah kanan muda Putih : Tida Tidak : dan Mata kiri (ananemis) (anikterik) Normal ada ada Normal 3. tidak tidak Ada. • • • Simetris Lubang Pengeluaran : telinga : Ya. : Ya. Normal. rooting kanan ada ada tetapi : dan palato labio masih Mulut kiri schisis schisis lemah Ada menghisap Refleks 5.

kel. menelan jugularis Tyrhoid Getah : bening Ada : : ( berputar : : Tidak Tidak Tidak + Leher Ya ada teraba ada ) 7. punggung punggung bokong : : & : Tidak : bokong Baik ada Ada Normal 10. • • • Tali Bentuk : Bising pusat Bulat.6. • • • • Suiara Bunyi Gerakan nafas jantung : Tidak : Simetris dada ada Teratur. • • • • Punggung. • • • • • Kepala Bendungan Pembesaran Pembesaran Reflek bebas vena kel. ronchi bunyi : : dan lup Dada Ya Teratur wheezing dup 8. Genitalia . Fleksibilitas Tonjolan Lipatan Anus tulang tulang panggul. tidak usus : ada benjolan : Masih atau Perut acites Ada basah 9.

• • • • • • BAK BAB Testis Lubang Skrotum : anus : : : Tanggal Tanggal Ya : : 2 ( ( 28 28 April April + 2010.00 ) ada turun Ada Ada wib wib Uretra Pertama Pertama 11. Ya.00 05. buah. sudah + ) pkl pkl 05. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan berjalan Babinski : kiri : : : Kaki Aktif Lengkap Ada Ada ASSESMENT Diagnosa : Bayi Baru Lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan . • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan : kiri : : : Ekstrimitas Tangan Aktif Lengkap Ada Ada menggenggam Morro b. a. 2010.

yaitu : Bayi Bernafas spontan. Pelaksanaan IMD. serta menghangatkan bayi • Badan bayi dalam keadaan kering dan terbungkus dengan kain bersih dan kering dan bayi dihangatkan dalam pelukan ibunya 3. Melakukan penilaian pada bayi. meletakkan bayi didada ibu ( Posisi tengkurap tanpa baju ) dengan badan ditutupi kain bersih dan penutup kepala. biarkan bayi mencari sendiri putting ibunya • Bayi melakukan IMD 4.1 mg Im pada paha kiri untuk mencegah perdarahan pada bayi baru lahir akibat defisiensi Vit K dan diberi salep mata erotromisin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata bayi • Bayi telah diberi Vit K dan salep Mata .Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penanganan Bayi Baru Lahir PLANNING 1. Memberi Vit K 0. warna kulit kemerahan dan bergerak aktif aktif 2. lalu ganti handuk yang basah dengan kain bersih dan kering. warna kulit kemerahan. Pencegahan Hipotermi yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan handuk. dan bayi bergerak • Bayi bernafas spontan.

5 Masih : : : Baik x/menit x/menit oC basah Bersih Aktif Kuat Kuat .30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu mengatakan Ibu bayinya sudah menyusu dan menghisap bayi dengan kuat aktif mengatakan gerakan OBJEKTIF Daya Tali Keadaan Gerakan Tangisan menghisap Keadaan N R T pusat tubuh ekstrimitas : : : : : : umum 126 40 36. • Melakukan Bayi Pemeriksaan telah Antropometri diperiksa dan pemberian dan Identitas diberi pada Bayi identitas NEONATUS HARI KE – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07. • Merawat Tali tali Pusat pusat dengan cara membungkus dengan dengan kasa kasa steril steril terbungkus 6.5.

yaitu : .- Refleks : Baik ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan hari ke – 2 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling Nutrisi Bayi PLANNING 1. punggung menyandar jika dalam posisi duduk. Merawat tali pusat dengan metode kering terbuka dengan cara tali pusat dibersihkan dan .Seluruh putting dan sebagian besar aerola harus masuk kedalam mulut bayi .Posisi Ibu dalam keadaan yang nyaman. Menganjurkan ibu untuk rajin menyusui bayi agar kebutuhan Nutrisi Bayi terpenuhi • Ibu mengerti dan akan rajin menyusui bayinya 2. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar. dan kaki tidak • Ibu Sendawakan mengerti dan bayi akan setelah menerapkan apa selesai yang telah menggantung menyusui diajarkan 3.Posisi bayi menghadap ke ibu dengan telinga dan bahu terletak pada satu garis lurus Hidung bayi menempel pada payudara ibu .

• Ibu pengisian KMS.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatkan bayi telah imunisasi bahwa BAK tali bayinya dan bayi Hb 0 pada pusat menyusu BAB tidur tanggal 11 sudah dengan bayi lepas kuat lancar nyenyak april 2010 OBJEKTIF Keadaan N R : : umum 126 40 : Baik x/menit x/menit .dikeringkan • Tali sampai benar pusat – benar sudah kering agar tidak terjadi infeksi baik dirawat dengan 4. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. ikut dan imunisasi Posyandu mengatakan KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. untuk melakukan penimbangan. pemantauan akan keadaan rutin bayi.

9 – – warna ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan Hari ke – 7 Masalah : Tidak ada Kebutuhan PLANNING : Konseling pemenuhan Nutrisi Bayi 1. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal . dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. x/hari.BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Tali T BB pusat Keadaan Gerakan Tangisan Daya : : ASI.5 3000 : tubuh puput/ : : : oC gram lepas Bersih Aktif Kuat : Kuat 10 20 x/hari jam/hari Baik warna kuning kuning jernih ekstrimitas menghisap frekuensi tidur 18 : – 8 4 x/hari. Melakukan Pemeriksaan pada bayi. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – : : 36.

untuk melakukan penimbangan. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . dan Pemberian Imunisasi KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 20 Ayu April 16. KMS.3. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. ataupun jika kotor dan basah 5. Menjelaskan kembali pada ibu tentang tanda dan bahaya pada bayi dan segera datang ke petugas kesehatan bila terjadi hal demikian 4. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak.

5 lepas : : dan Baik x/menit x/menit oC kering Bersih Aktif Kuat Kuat x/hari jam/hari Baik kuning jernih ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – – 8 4 x/hari. warna warna kuning 9 – – : umum : : : sudah tubuh ekstrimitas : : 10 20 : 126 40 36. Tali N R T pusat Keadaan Gerakan Tangisan menghisap frekuensi tidur 18 : x/hari. hari ke – 14 Kebutuhan : Konseling Imunisasi .Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan bayi nya bayi bayi sehat menetek tidak betah lagi dan bergerak dengan aktif kuat sehat lama rewel dibedong dan terlalu bayinya tidak OBJEKTIF Keadaan BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Daya : : ASI.

dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal 5. dan 5 bulan ).4. Melakukan Pemeriksaan pada bayi.PLANNING 1. untuk melakukan penimbangan. ataupun jika kotor dan basah . mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. BCG ( usia 0 2 bulan ). Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. dan campak ( usia 9 bulan ) 4. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya.2. dan Pemberian Imunisasi 3. KMS. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. Hep B 3 ( usia 6 bulan ). DPT 1. dan 3 ( usia 3. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) . Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif.

00 Melia Novita 2010 wib I.ASUHAN PADA DI BANDAR IBUCALON KEBIDANAN AKSEPTOR BPS KOMPREHENSIF KB SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 9 Ayu mei 17.Ibu mengatakan ingin mengetahui alat kontrasepsi yang tepat baginya dan sesuai keadaannya saat ini .Ibu mengatakan sebelum ia hamil anak keduanya ini ia menggunakan KB suntik Riwayat • • • • • Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : 5 kali : ganti – pembalut tidak : 14 30 6 Menstruasi tahun hari hari setiap hari ada Dismenorhea . SUBJEKTIF .

5. 1. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1.Riwayat Kehamilan. A. Persalinan.5 / : OBJEKTIF UMUM Baik mentis menit 0C cm kg kg . 2. N 4. BB PB 2. 3. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat Riwayat • • • • • • Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria yang pernah : : : Melitus : : : atau tidak sedang diderita ada ada ada tidak tidak tidak tidak tidak ada ada ada II. BB BB TTV : : Keadaan Kesadaran TD 80 Tinggi sebelum sekarang : 110 x / / badan hamil : 70 : mm menit : : 50 Hg T PEMERIKSAAN umum Compos R : : 155 45 20 x 36.

B. Rambut Kulit kepala : : PEMERIKSAAN FISIK Kepala Hitam bersih dan (tidak tidak ada rontok ketombe) b. a. Jantung Paru-paru Payudara Simetris Pembesaran : ya. : kanan dan : : tidak normal. Kelopak Konjungtiva Sklera c. ada bunyi ronchi lup dan Dada dup wheezing kiri normal . Lidah Gigi Gusi dan : geraham tidak : ada Mata : : Mulut : bersih. tidak tanda-tanda ada : merah putih dan tidak muda ada Mata oedema (ananemis) (anikterik) gigi bersih caries peradangan d. Kelenjar Kelenjar Vena tiroid getah jungularis : bening : tidak : tidak ada ada ada Leher pembesaran pembesaran bendungan e.

pada : ada. tidak tidak daerah menonjol ASI ada ada areola f. PEMERIKSAAN LABORATORIUM . Oedema Kekakuan Varises Kemerahan h. Vulva Perineum Varices Rasa Anus Periksa nyeri : dalam : : sekitar tidak : vagina vagina ada tidak : ada tidak tidak : luka otot : : : dan sendi tidak : tidak tidak tidak Ekstremitas ada ada ada ada Anogenital normal jahitan ada ada haemorhoid dilakukan C.Putting Pengeluaran Rasa Benjolan Hiperpigmentasi : nyeri susu : : : ada. Bekas Konsistensi Acites Benjolan : : luka operasi : tidak tidak : tidak Abdomen ada normal ada ada g.

Diagnosa : Ibu P2 Ao calon ASSESMENT akseptor KB Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan oleh ibu beserta efek sampingnya PLANNING 1. Membantu ibu memilih salah satu alat kontrasepsi yang ibu dan suami anggap cocok dengan keadaan • Ibu dan suami setuju memiih alat kontrasepsi suntik 3 ibu. .1. Glukosa 2. Urin : : Protein : Tidak Tidak dilakukan dilakukan Darah : Hb : Tidak dilakukan III. Memberikan penjelasan / konseling pada ibu tentangalat kontrasepsi secara umum untuk kemudian Waktu Efek yang tepat memilih salah satu Jenis Keuntungan Kerugian samping ntuk penggunaan alat kontrasepsi yang meliputi : kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi 3. • Melakukan TTV ibu pemeriksaan dalam umum batas ibu normal 2. bulan.

yaiitu disuntikkan secara IM di • 1/3 Ibu bokong mengerti bagian penjelasan atas cara setiap penggunaan 3 KB bulan suntik 3 sekali. Menjelaskan pada ibu tentang cara penggunaan KB suntik 3 bulan. dapat dipakai oleh perempuan berusia >35 tahun sampai premenopause. keuntungan dan efek samping penggunaan KB suntik : . menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi.Keuntungan : sangat efektef.S berusia 26 . tidak berpengaruh pada produksi ASI. Ny.4. dan tetap memutuskan akan memakai alat kontrasepsi suntik 3 bulan 7. menghambat transportasi gamet oleh tuba. dan akan kembali lagi tanggal 2 agustus 2010 PEMBAHASAN Asuhan kebidanan komprehensif ini dilaksanakan di BPS Sulistyani Amd. • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. . perdarahan banyak atau sedikit. Menjelaskan kepada ibu untuk kembali lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.Cara kerja Depo Progestin adalah menekan ovulasi.Efek samping : sering ditemukan gangguan haid.Keb. dan permasalahan pada berat badan merupakan efek samping yang paling sering. Memberikan konseling pada ibu tentangcara kerja. tidak haid sama sekali. yaitu siklus haid memendek. perdarahan tidak teratur (spotting). mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Menjelaskan pada ibu kapan waktu yang tepat untuk Ber-KB yaitu sebelum hari ke – 40 masa nifas • Ibu atau segera mengerti setelah penjelasan mendapat yang haid diberikan 5. . terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian. bulan 6.

DJJ (+). anamnesa. Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. keras. Tafsiran berat janin 2406 gr – 2706 gr. Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. dan tidak melenting. dan pemeriksaan kehamilan. umum. R : 20 X/menit. E kira. N : 78 X/menit. pemeriksaan fisik. ( Acuan Nasional dan Pelayanan Kesehatan pemeriksaan Maternal dan Neonatal : obstetric. rata.5 oC. anak hidup Pembahasan 1 orang. menurut hukum naegel dengan siklus 30 hari ( Obstetri Fisiologi : 127 ) Dilakukan pemeriksaan ANC. Pada hasil pemeriksaan abdomen didapatkan TFU 3 jari di bawah PX (Mc. serta jumlah 1. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu Tindakan - pelayanan yang dilakukan Ukur dengan standar 7 T yaitu TD Timbang Imunisasi Beri Temu berat badan TT tablet Fe wicara .tahun menikah dengan Tn.E berusia 32 tahun bekerja sebagai wiraswasta.S dating ke BPS Sulistyani untuk pemeriksaan kehamilan rutin. Ny. kehamilan Pada tanggal 1 april 2010. Hal tersebut dilakukan dalam menentukan kondisi obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak harus dilakukan pemeriksaan secara sistematik meliputi anamnesis. agak lunak.kira 4 tahun yang lalu. Kemudian dilakukan pengkajian. dengan Frekuensi 140 X/menit. T : 36. Donald : 29 cm). Tn. Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin. Ini merupakan kehamilan ke duanya dan tidak pernah mengalami keguguran. memanjang dari atas kebawah. 61 ) Didapatkan hasil dengan HPHT 15 juli 2009 dan TP 24 April 2010. melenting. didapatkan hasil TD : 100/60 mmhg.

mineral. fosfor.( Acuan Nasional Pelayanan Tes Kesehatan Maternal dan Neonatal : PMS 90 ) Semua sudah sesuai teori. karena berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. hal ini merupakan sesuatu yang wajar pada kehamilan lanjut. dan vitamin. zat.zat seperti karbohidrat. klasium.nsayuran dan buah yang berwarna meah karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Sinopsis Obstetri : 59 ) Pada tanggal 6 April 2010. diagnosa A0 kepala Ibu mengeluh pegal pada daerah pinggang. lemak. P1 presentasi tertentu. atau zat besi yang dibutuhkan untuk kesehtan ibu dan janin. hanya saja pemeriksaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak ada indikasi Hasil • • Diagnosa Diagnosa Janin : pemeriksaan Ibu Janin : tunggal. penjelasan mengenai tanda bahaya pada kehamilan his kalau keluar keluar dan yang dibawa lendir tandateratur jalan dan makan tanda semakin nyeri darah banyak persalinan sering akan dari dari sperti timbulnya timbul kemaluan aluan bercampur cairan . dilakukan pemeriksaan yang kedua. Hal ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap ini dapat menimblkan spasmus dari otot pinggang ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Hal yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan mengajarkan senam hamil serta anjuran istirahat yang cukup Selain itu anjuran pemenuhan nutrisi pada ibu hamil juga harus diberikan. Ibu hamil memerlukan perhatian mengenai susunan dietnya. pada pemeriksaan iin tetap disarankan seperti pada pemeriksaan pertama. protein. ndidapatkan Ibu hidup G2 intrauterine. Selalu mengkonsumsi sayur.

menganjurkan ibu untuk kembali 1 minggu berikutnya. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek.intervalnya dan bertambah makin kuat. Dilakukan pengkajian pada ibu dengan hasil TD : 100/70 mmhg. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks sehingga beberapa kapiler terputus. pengkaian awal perlu dilakukn untuk menentukan apakah persalinan sudah waktunya. Timbulnya his Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar persalinan dengan keperut sifat sebagai ) : berikut depan. 2. dan TBJ 2406-2706 gram.waktu jika ada keluhan. dan kepala sudah masuk PAP. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. serviks. kuat.00 wib. Keluar lendir sejak 16. TFU 29 cm. dan menangani penyulit yang mungkin dijumpai dalam persalinan nanti. punggung janin berada disebelah kiri perut ibu dengan presentasi kepala. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan hasil TFU 3 jari dibawah px. S datang tanggal 6 april 2010 pukul 17. 1. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow. T : 36. Makin Jika melingkar punggung bagian lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada .00 wib. R : 20 X/menit.selain itu. pemeriksaan kebidanan. ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Persalinan Pembahasan Ny.5 oC. Apakah kondisi ibu dan bayinya normal. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir . atau sewaktu.30 dengan keluhan mulas yang semaikn sering sejak pukul 15. N : 78 X/menit. melakukan pemeriksaan umum. ( Asuhan Persalinan Normal 2007 c. Nyeri Teratur. Pengkajian ini sesuai dengan teori. pengkajian fisik. 3. apabila seorang ibu hamil hendak melahirkan. dan belum keluar airair.

penunjuk UUK. Menganjurkan ibu untuk makan makanan ringan yang cukup selama persalinan akan memberi banyak energi dan mencegah dehidrasi.tanda persalinan yaitu dorongan untuk mengedan. Hal ini sesuai dengan teori kala II pada multipara berlangsdung 0. bayi dalam keadaan sehat. Hasil tidak leawat garis waspada ( ibu dalam keadaan normal ). penurunan hodge III+. DJJ baik. pembukaan 10 cm. presentasi kepala. diagnosa • Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil 37 minggu 4 harui inpartu kal 1 fase aktif • Diagnosa Janin : Janin tunggal. perineum menonjol. ketuban belum pech. tekanan dari anus. Adanya tanda. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan. posisi UUK depan. kekuatan his ibu 3x/ 10 menit. Serviks tidak teraba. frekuensi 4x/ 10 menit. posisi UUK depan. penunjuk UUK.15 wib. presentasi belakang kepala. ingin mengedan. Kala ini dimulai dari pembukaan lengkap hingga keluarnya bayi. his semakin sering dan kuat. punctum maksimum 2 jari bawah pusat sebelah kiri perut ibu. His +.air dari kemaluannya pada pukul 20. HIII. tidak ada molase. DJJ + dengan frekuensi 140x/menit.5-1 jam dan pada nulipara 1.52jam. presentasi kepala Penjelasan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan.( APN Revisi 2007 ) Memantau kemajuan dengan patograf. posisi tidur miring. hidup intrauterine. Mengajarkan kepada keluarga teknik relaksasi seperti massase punggung. bersandar pada suami. vulva membuka. KALA I Pada pemeriksaan didapatkan hasil pembukaan 6 cm. keluar air. lamanya 30-40 Berdasarkan hal tersebut didapatkan detik.lengkap. ( Pelayanan Kesehatan . Dehidrasi bisa memperlambat kontraksi dan atau membuat kontraksi tidak teratur.dll ( APN Revisi 2007 : 52 ) KALA II Ibu mengatakan ingin BAB. Memebrikan semangat serta dorongan emosional. lamanya > 40 detik.

otot uterus berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. nadi 78 x/menit. TD 100/70 mmhg. kesadaran compos mentis. uterus teraba keras. BB 2800 gram.Maternal • • Diagnosa Diagnosa Ibu : dan Ibu : G2 P1 Neonatal A0 hamil 37 hidup : minggu 4 harui 100 inpartu kala ) II Janin Janin tunggal. pernafasan 20 x/ menit. Bayi lahir spontan pukul 20. Kemudian menolong persalinan dengan APN. Karena tempat perlekatan menjadi . intrauterine. dan keadaan emosional stabil. presentasi kepala Hal ini sesuai dengan ( diagnosa masalah tiga pedoman dalam mencatat sama sesuai dengan dengan data diagnosis kebidanan yaitu diagnosa subjektif dan saat : 100 medis objektif ini ) kebidanan masalah diidentifikasi kebutuhan Pelayanan disesuaikan Kesehatan dengan Maternal dan kebutuhan Neonatal Memberikan dukungan dan anjuran kepada suami serta anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan. Jenis kelamin laki. Hal ini sesuai dengan APN Revisi 2007 KALA melahirkan memotong dan posisi ibu pencegahan melahirkan melahirkan seluruh menjeppit tubuh tali saat melahirkan laserasi kepala bahu bayi pusat III Ibu mengatakan perutnya terasa mulas. ibu mengatakan lemas. dan lelah setelah melahirkan. Kontraksi uterus baik. Hal ini sesuai dengan teori kala III persalinan. panjang badan 50 cm. Anjuran mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu ( APN Revisi 2007 : 52 ).40 wib. Keadaan umum baik. TFU sepusat.laki.5 c. suhu 36.

Melakukan masase uterus dan melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta. Perut mulas pada post partum akibat kontraksi uterus ( 2-3 hari post partum ). kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. suhu 36. Setelah plasenta tampak di depan vulva. TTV. Perasaan mules ini terutama aka tersa ketika wanita sedang menyusui. tangkap plasenta dan pilin swearah jarum jam. Dan melakukan pemeriksaan perineum apakah ada robekan atau KALA tidak. III Kemudian menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar. 139 ) . Menjelaskan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya sedini mungkin. mengajarkan ibu cara masase uterus untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik dan mencegah perdarahan. sedangkan ukukran plasenta tidak berubah. melakukan peregangan tali pusat. maka plasenta akan terlipat. TD 100/70 mmhg. dan melakukan dorso kranial. atau gumpalan darah dalam cavum uteri. TFU 2 jari dibawah pusat. dan mendekontaminasi alat.5 c. nadi 78 x/menit. dan senang perasaannya karena bayi lahir normal. Keadaan umum baik. perasaan sakit itupun timbul bila masih terdapat sissa plasenta. Perdarahan normal 150 cc. mengajarkan ibu mobilisasi sedini mungkin. dan Tanda• semburan Diagnosa Ibu perubahan tali darah : Ibu kemudian lepas dari tanda tinggi dinding uterus. ( Ilmu Kebidanan : 240 ) Hal yang dilakukan mengobservasi keadaan umum.alat dan tempat habis bersalin agar steril sehingga pasien dan Selama 2 penolong jam pasca trerxegah persalinan ( APN Revisi dari 2007 : infeksi. kesadaran compos mentis. ( APN lepasnya dan pusat mendadak P2 dan A0 kala bentuk Revisi 2007 : 123 ) plasenta uterus memanjang singkat. kandung kemih kosong.semakin kecil. menebal. dan keadaan emosional stabil. IV Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas. pernafasan 20 x/ menit.

kandung kemih kosong. kandung kemih. perdarahan. Pembahasan Nifas Ibu P2A0 mengatakan perutnya mules. Pantau dan setiap suhu 30 menit 2 pada Jam 1 pertama jam setelah berikutnya. TFU.Massase uterus untuk membuat kontraksi menjadi lebih baik setiap 15 menit pada 1 jam pertama. temperatur. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg.. persalinan. 3. TFU 2 jari dibawah pusat. . anogenital didapatkan hasil vulva merah kebiruan. perdarahan yang keluar setiap 15 menit pada 1 jam pertama. pengeluaran Pemeriksaan Diagnosa apakah keadaan ibu : Ibu ada serviks P2A0 post flour dan partum hari kandung kemih keadaan pervaginam postnatal keadan payudara keadaan apakah ada sistokel dan dan lochea rubra. dekontaminasikan dengan larutan klorin 0.. meiputi umum puting perineum rektokel rectum albus perineum pertama Tindakan yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk beristirahat apabila bayinya sedang tidur. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. cuci dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. dan 30 menit pada 1 jam berikutnya.5%. perdarahan dalam batsa normal. selama Nilai Setelah persalinan. . pernafasan 20 x/ menit.5 c. ASI sudah keluar. nadi 78 x/menit. dan masih nyeri pada luka bekas jahitan.pantau TTV. suhu 36.

pertahankan suhu tubuh bayi. meletakkan bayi ditempat yang hangat. memnberikan penjelasan kepada ibu bahwa nyeri yang dialami adalah wajar diakrenakan ada luka jahitan. dimana bayi dan ibu berada dala satu ruangan.4 c. membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya dengan posisi setengah duduk. Proses persalinan berlangsung 7 jam 50 menit. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melelui kolostrum dan merangsang kontraksi uterus. skrotum. Pembahasan KB Ibu P2A0 datang ke BPS Sulistyani pada tanggal 9 Mei 2010.40 wib bayi lahir spontan dengan jenis kelamin laki. respirasi 42 x/menit. panjang badan 50 cm. dan dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI kepada bayi. Pemberian ASI sedini mungkin dan eksklusif. Tindakan yang dilakukan yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membedong bayi. Melakukan perawatan tali pusat dengan metode kering terbuka. keamilan. paracetamol 4. Mengajarkan ibu personal hygine yang baik. Kemudian lakukan pentalaksanaan bayi baru lahir yaitu keringkan tubuh bayi. baru lahir dan cukup ikat bulan sesuai tali masa pusat. ibu memiliki riwayat persalinan yang . suhu 36. melakukan rooming in. dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. serta mengganti popok bayi bila basah.memberikan ibu makan dan minum dengan gizi seimbang.laki. Serta memberikan obat amoxilin 500 mg 3x1. Bayi dan Baru Fe 1x1 Lahir Pada tanggal 6 April 2010 pukul 20.upaya profilasksis ini tidak efektif jika diberikan lebih dari 1 jam setelah kelahiran. dan testis. terdapat penis. Salep mata tetrasiklin berfungsi mencegah infeksi. 500 Pembahasan mg 3x1. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. bersihkan Diagnosa bayi jalan : bayi nafas. perawatan payudara. mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan heating. 5. berat badan 2800 gram. Nadi 120 x/menit.

Kemudian menjelaskan kepada ibu macam. dan konseling KB meliputi jenis kontrasepsi. siklus 30 hari. Memberitahu ibu untuk suntik ulang pada tanggal 2 agustus 2010 BAB PENUTUP V 5. pernafasan 20 x/ menit. nifas. bersalin. sifat darah cair. DM< hipertensi. keuntungan.1 KESIMPULAN Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada Ibu hamil. jadi baik digunakan oleh ibu yang masih menyusui.5 c. 5. Pada pemeriksaan anogenital vulva vagina berwarna kebiruan. asma. Ibu mengatakan tidak perbah menderita penyakit seperti jntung. tidak dismenorhes. nadi 78 x/menit. Hal Ibu Diagnosa ini sesuai mengatakan Ibu : Ibu P2A0 dengan langkah ingin post konseling berKB partum hari KB suntik ke 35 calon yaitu 3 SATU TUJU bulan. pengeluaran pervaginam lochea alba. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. bayi baru lahir. akseptor KB Setelah itu memberikan penjelasan ulang tentang KB yang akan dipilih.pertama pada tahun 2007. dan yang kedua pada tahun 2010. kanker/ tumor. serta efek samping yang mungkin terjadi. kerugian. suhu 36. Namun ada sedikit yang perbedaan yang bisa dijadikan bahan perbandingan baik buruknya untuk diterapkan di kemudian hari. KB suntik 3 bulan tidak akan mempengaruhhi produksi ASI. dan KB yang dilakukan telah baik.2 SARAN .macam alat kontrasepsi. banyaknya 2-3 kali ganti pembalut. lamanya 5-6 hari. riwayat menstruasi ibu yaitu menrache 14 tahun.

mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang akan diterapkan di masyarakat nanti. . Oleh karena itu.Diharapkan masalah yan timbul dapat diatasi denganm baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang berat di kemudian hari dan para Ibu dapat merasakan manfaat dari asuhan-asuhan yang dilakukan terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa Kebidanan Tamjug Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful