P. 1
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

|Views: 669|Likes:
Published by Atashi Yeni Chan

More info:

Published by: Atashi Yeni Chan on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

ASUHAN PADA BBL

KEBIDANAN KEHAMILAN, DAN BERSALIN,

KOMPREHENSIF NIFAS, KB

OLEH

MARGIE 07241024 Tingkat

AYU

MELIA

NOVITA

III

Regular

KEMENTRIAN POLITEKNIK PROGRAM 2010

KESEHATAN KESEHATAN STUDI KEMENKES KEBIDANAN

REPUBLIK TANJUNG TANJUNG

INDONESIA KARANG KARANG

KATA

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini dengan tepat waktu. Laporan ini dibuat sebagi hasil pelaporan dari kegiatan PKK III dan guna memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir program di Poltekkes Depkes Tanjung Karang Prodi Kebidanan Tanjung Karang. Dalam penulisan laporan studi kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, saran, bantuan baik material maupun spiritual dari pihak dosen, pembimbing dan keluarga. Untuk itu pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Hj. Diana Metty, Amd. Keb, S.Pd, MM.KM selaku Ketua Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Tanjung Karang dan selaku pembimbing lahan praktek.

2. Ibu Rosmadewi, S.Pd, S.S.T selaku Ketua Jurusan Prodi Kebidanan Tanjung Karang. 3. 4. 5. Ibu Nelly Ibu Ibu Indrasari, Novita Sulistyani, S.SiT, SKM selaku S.ST penanggung selaku selaku jawab praktek lapangan kasus klinik.

Rudiyanti, Amd.Keb

pembimbing pembimbing

6. Orang tua, teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penulisan laporan ini Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam kumpulan kasus ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat mambangun demi perbaikan penyusunan laporan yang akan datang.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa Poltekkes Depkes Tanjung Karang pada khususnya.

Bandar

Lampung,

Mei

2010

Penulis BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG

Institusi pendidikan Poltekkes Depkes Tnjung Karang Prodi Kebidanan bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan fungsi dan kompetensi yang ada, beiman berperi rasa, berperilaku kreatif dinamis memiliki integritas dan berkepribadian yang tinggi dan terbuka terhadap pembaharuan ilmu dan teknologi ( IPTEK ) serta tanggap terhadap seni dan berbagai maalah di masyarakat khususnya masalah kesehatan ibu dan anak. Kegiatan praktek klinik adalah salah satu upaya untuk mewujudkan bidan yang berkualitas setelah melalui masa pendidikan, dimana sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada diharapkan pengalaman belajar praktek dilapangan dapat menghasilkan keterampilan yang maksimal bagi peserta didik.

1.2 1.2.1 Tujuan

TUJUAN Umum

Setelah mengikuti kegiatan praktek kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan KB dengan tepat dan benar.

1.2.2

Tujuan

Khusus

Pada akhir praktek lapangan mahasiswa terampil dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada: Kehamilan Persalinan Ibu nifas

5 BPS Suratmi Marnoto TEMPAT Pringsewu 1. bayi baru lahir dan balita sehat Melaksanakan Mengisi Membuat laporan tindakan buku egiatan sesuai pencapaian harian secara dengan protap target individual . persalinan. Pengarahan Bimbingan Bimbingan b.4 WAKTU Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 April -10 April 2010 dan 26 April .Bayi KB baru lahir 1. nifas. Mengikuti pengarahan yang dan pengarahan pada pada tentang asuhan STRATEGI Pembimbing mahasiswa mahasiswa kebidanan Mahasiswa diberikan Membuat asuhan kebidanan pada kehamilan.3 Diskusi Bed Observasi Praktek ( Pre conference side dan Post METODE conference) teaching langsung 1.6 a.22 Mei 2010. 1.

Persalinan buatan : Yaitu : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar seperti : forseps. SC. Bebebrapa teori yang dikemukakan adalah : . LANDASAN PERSALINAN TEORI Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan. persalinan Persalinan : spontan. Jenis-jenis 1.  Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. 3.1.7 Evaluasi dilakukan setiap awal dan akhir EVALUASI praktek. Yaitu : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir. 2. Mungkin banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. vakum. disusul dengan pengeluaran plasenta dan slaput janin dari tubuh ibu. Persalinan anjuran : Yaitu : persalinan yang berlangsung setelah dilakukan tindakan misalnya : pemecahan ketuban. pemberian pitosin.

His pendahluan ini tidak teratur.Turunnya hormon estrogen dan progesteron. Sifat dari his persalinan berkebalikan dari his pendahuluan. oksitosin Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan. Kontraksi rahim bersifat berkala • dan Lamanya yang kontraksi : harus kontraksi diperhatikan berlangsng adalah 45-75 : detik • Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intra utrerin sampai 35 mmHg . tidak mempunyai pengaruh pada serviks. lama kontraksi pendek. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan.yang menghasilkan kontraksi uterus. Selama kehamilan terdapat eseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah. tidak bertambah kat bila dibawa berjalan malahan sering berkurang. timbul kontraksi otot-otot rahim Nutrisi janin menurun. tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron Teori menurun sehingga timbul his. tidak menyebabkan nyeri yang memencar dari pinggang ke perut seperti di persalinan. Oleh karena itu. A. sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu. menyebabkan nyerri di perut bagian bawah dan paha. yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. Teori prostaglandin Prostaglandin uyang dihasilkan oleh desidua. – POWER faktor : yang His mempengaruhi dan persalinan tenaga : mengedan HIS His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. Faktor 1. Progesterone menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. Tekanan pada ganglion servikol dari fleksus frankenhauser.

Keadaan pada segmen uterus atas dan dan jalan lahir bawah rahim pada pada PASSAGE persalinan. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis . Taanpa tenaga mengejan ini anak tidak dapat lahir. 2. Tenaga mengejan ini juga melahirkan plasenta setelah plasenta lepas dari dinding rahim. TENAGA MENGEJAN Setelah pembukanan lengkap dan setelahn ketuban pecah. Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. segmen Sejak kehamilan yang lanjut. persalinan. dalam Menurut • His kala faalnya pembukaan : pengeluaran his his persalnan yang sekali dapat dalam dibagi pembukaan 2 dalam dari menit : serviks menimbulkan • His pengeluaran : his yang mendorong ana keluar. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan sewaktu kita BAB tetapi jauh lebih kuat lagi. biasanya disertai kekiatan mengejan. • His pelepasan uri : yang melepaskan uri B. Perubahan A.uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh korp[us dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri. Tenaga mengejan ini hanya dapat berehasil kalau pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. tenaga yang mendorong anak keluar selain his terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. timbul suatu refleks yang menyebabkan pasien menutup glotisnya. Rupanya sewaktu kepala sampai di dasar panggul. mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah.• Interval antara dua kontraksi : pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit.

sedangkan bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul. • Kotraksi tidak sama kuatnya. Pengaruh Perubahan perubahan bentuk bentuk ini adalah rahim : • Karena ukuran melntang berkurang. persalinan • Pada tiap kontraksi. tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim B. sehingga waktu kontraksi D.dengan amjunya persalnan karena diregang. Pembukaan E. • Karena rahim bertambah panjang. fundus yang tadinya tersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut bagian depan ke depan. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : • Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali kekeadaan sebelum kontraksi tetapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya tidak seperti sebelum kontraksi. • Dengan adanya kontraksi dari tiap ligamen rotundum fundus uteri terhambat. lubang dengan Pembukaan pinggir dari yang tipis. serviks serviks serviks Pendataran Pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa saluran yang panjangnya 1-2 cm menjadi suatu F. ini fundus tak Perubahan servks ini biasanya dapat naik pada didahului dari pendataran dari ke atas. maka otot-otot memenjang diregang dan menarik pada segmen C. serviks Pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupasatu lubang dengan diameter beberapa . Faal bawah ligamen rotundum dan dalam serviks. maka lemgkungan tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus.

 fisiologis dalam dekat didepan lutuit . Dari luar. Perubahan pada dilalui vagina anak kira-kira diameternya 10 dan dasar cm. peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka. • kebidanan pengertian Situs Letak. ialah kalau kepala bayi menjadi bagian terbawah disebut presentasi kepala. • Yang dimaksud adalah letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang Ibu. letak presentasi mengandumg dan 4 posisi janin. panggul Setelah ketuban pecah segala perubahan terutama pada dasar panggul di timbulkan oleh bagian depan anak. dalam berat ilmu badan. bersilang lipatan paha. 3.milimeter menjadi lubang yang dapat G. • Letak memanjang ada 2 macam presentasi. • • • Badan Kepala Lengan Tungkai terlipat pada menekur. sedangkan kalau bokong disebut presentasi bokong • Jika ukuran panjang anak melintang terhadap sunbu panjang Ibu maka anak dikatakan dalam letak lintang • Jika sumbu panjang anak serong terhadap sumbu panjang Ibu maka anak dalam letak serong B. dan leku Yang dimaksud Sikap adalah anak anak dagu letak bagian-bagian yang anak satu terhadap ialah yang Habitus Sikap. lain : kyphose pada dada dada rapat pada badan. : Istilah A. PASSENGER letak : anak janin. Oleh bagian depan yang maju itu dasar panggul diregang menjadi salurabn dengan dinding-dinding yang tipis.

His palsu : ini terjadi 3 atau 4 miggu sebelum persalinan karena terjadi peningkatan dan b. serviks. Presentasi. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. : berikut depan.dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah. dekat Beberapa minggu sebelum ibu bersalin. Makin Jika melingkar punggung lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada . hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks .secara singkat gejala ini di sebabkan oleh turunnya rahim karena kepala janin sudah masuk PAP.juga terdapat beser kencing (poliuria). ia merasakan kandungan atau keadaannya menjadi lebih enteng(lightening). Posisio Yang dimaksud adalah letak salah sartu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan D. Timbulnya his kontraksi Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar braxton persalinan dengan keperut sifat sebagai bagian Hicks.tetapi sebaliknya ia berjalan terasa lebih sukar. Tanda-tanda persalinan persalinan secara sudah klinis. Yang dimaksud adalah apa yang menjadi bagian yang terendah lahir Presentasio Perjalanan a. Ia meras kurang sesak. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow. Posisi.C. kuat. 1. Nyeri Teratur.intervalnya dan bertambah makin kuat.

3. kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih lama. yaitu 10 – 15 menit.disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina. dalam Kala I persalinan . Kala 1. sedangkan untuk multigravida lamanya 8 jam. cm. Fase dilatasi maksimal : selama waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat. . Pada kala I his belum begitu kuat. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. Berlangsung selama 8 jam. Fase servik membuka sampai 3 Laten cm. intervalnya menjadi pendek. (Pembukaan) Di mulai dari timbulnya his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm).sehingga beberapa kapiler terputus. Lamanya kala 1 untuk primigravida 12 jam.lendir bertambah banyak bercampur darah.proses ini terbagi dalam 2 fase yaitu : a. Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir) Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. 2. Lambat laun his bertambah kuat. dari 4-9 cm Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi. Fase akselerasi : dalam waktu Fase 2 jam pembukaan 3 – 4 Aktif. b. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap. dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.

Kepala masuk rongga panggul. sering. Mengedan Dasar - optimal Paha dilakukan ditarik Badan dengan dekat cara : lutut fleksi Dagu Gigi Tidak panggul Vagina Otot-otot Kandung kemih / menjadi dasar terdorong Uretra Rectum menyentuh bertemu mengeluarkan organ panggul lebih panggul ke arah dada gigi suara : luas meregang pupis teregang tertekan . Otot Karena ibu mengedan. lama. menit. Penyaluran DJJ tidak O2 pada plasenta akan berkurang. Fetus. lebih amplitudo 50-60 dari 40 detik 3 kali – untuk dalam 60 satu 10 mmhg. penyokong maka otot-otot pada dinding kala perut akan II berkontraksi.Perubahan Kontraksi Lebih Lebih lebih yang terjadi pada kala II: uterus kuat. dasar panggul tertekan. sehingga timbul refleks mengedan. his. dapat menyebabkan : Hipoksia teratur .

uteri.5 jam dan pada multivara rata-rata berlangsung selama 0. Pelepasan Dari Serentak Umumnya Melepasnya kelahiran plasenta dari tempat plasenta implantasi dari tengah ( atau tidak (sentral.5 jam. 3. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1. tangan kiri menekan simfisis. di Pengeluaaran dapat pinggir dari di mulai plasenta dari plasenta tengah Marginal. : dinding cavum menurut uterus. 4. 3. patologis.Setiap his datang. Sedikit pendarahan Uterus Memanjangnya Naiknya (250 cc). ml. bila tali . 2. Duncan). reflek mengedan. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. maka akan timbul rasa ingin BAB. di pakai beberapa prasat yaitu : Kustner. plasenta. Tingkat 1. Kala III ( mulai dari bayi lahir sampai plasenta lahir). uteri.pengeluaran plasenta di sertai dengan pengeluaran Tanda-tanda 1. dan kesakitan pada ibu. plasenta: bundar lain. 2. Pada kala II tanda-tandaq vital perlu di perhatikan dan DJJ harus selalu di opservasi. Biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah kelahiran bayi dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. Kala III berlangsung dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus. Schultz).menurut dari melebihi pinggir 400 pendarahan Untuk Prasat mengetahui pelepasan plasenta. bila lebih bagian tali pelepasan menjadi pusat fundus dari 500 cc adalah yang darah.

Sebelum meninggalkan wanita postpartum. berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. kosong.pusat ini masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat terpantau dan bahaya akibat pendarahan dapat dihindari. 5. 6. Luka pada Plasenta dan Kandung perineum Bayi telah slaput ketuban kemih terawat dalam baik dan harus sudah harus tidak ada lahir lengkap. 3. Bila tidak terasa getaran. Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Sebelum seorang bidan melakukan pertolongan persalinan sebaiknya terlebih dahulu melakukan . Prasat Klein. 1. nadi. Kala IV ( sampai dengan 2 jam setelah plasenta lahir) Pemantauan melekat terhadap tanda-tanda vital dan jumlah pendarahan harus di lakukan pada 1-2 jam setelah plasenta lahir lengkap. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus. Tidak ada pendarahan dari vagina atau pendarahan-pendarahan dalam alat genitalia lainnya. 4. Ibu disuruh meneran. harus Kontraksi di perhatikan uterus 7 pokok antara harus lain : baik. Persiapan dalam pertolongan persalinan. bila tali pusat tampak turun ke bawah saat meneran di hentikan maka plasenta Prasat telah lepas dari tempat implantasi. Grede. tangan kiri mengetuk-ngetuk fundus uteri. Perasat Strassman. Ibu dalam keadan baik. 4. berarti tali pusat telah lepas dari tempat implantasi. Prasat ini hanya di gunakan dalam keadaan terpaksa. keadaan 7. baik. hematoma. dan TD normal dan tidak ada keluhan sakit kepala. 2. Bila terasa getaran pada tali pusat.

11. meliputi: tersebut pasien dengan keluarga dengan kartu dan tanda-tanda tempat menganalisa persalinan dan yang dan observasi di keluhan aman kartu yang dan alat sebelah kemih kanan ibu sopan dan Menerima ramah. 3. lengkap. tangan.persiapan Persiapan 1. 12. rektum. 8. Menggantikan pakaian pasien dengan pakaian yang sudah disiapkan di tempat bersalin. 7. 4. desinpektan. pasien. nyaman. • • • • • • • • • • • • Kapas Air desinfektan cebok Kom Lembar dengan Sarung Jam tangan Timbangan status larutan Steoskop dengan jarum Tempat Menyiapkan alat-alat Alat-alat tidur pertolongan persalinan : pemeriksaan. dan persiapan penolong. 6. persalinan. detik. Mempersiapkan Menyiapkan Menyiapkan tempat persalinan status duduk untuk Mengosongkan kandung Mengosongkan Membersihkan tubuh pasien. Tensimeter. tulis. . 9. 2. 10. pasien. 5. alat. pasien. Menanyakan Mengambil Menanyakan tentang pemeriksaan. persiapan tempat. ibu. monoaural. desinfektan. badan. steril. Bengkok. rasakan.

% darah. desinfektan. kocher. tangan steril. steril. • • • • • • • • • • • • 15.• • • 13. kateterisasi. steril. darah. steril. episiotomi. set. • • Spuit Alat-alat Benang Betadine Gelas Bengkok Klem Gunting Satu Alat pasang Kapas Sarung Pispot Alat-alat Kateter Perlak . • • • • • • 14. Ember. Pispot. khusus untuk nelaton wanita. steril. steril. pusat. lidokain. Kapas Pinset pertolongan sarung lembab Setengah Duk Penghisap 2 tali pengikat /alkohol pengukur penampung Pembungkus episiotomi Gunting dan dan heating tali 70 tangan persalinan. . pusat. Bengkok. buah. lendir. bayi.

anatomis persalinan. 4. Tindakan Mengawasi kala pendarahan post IV : partum. efektif. 2. mungkin. Mempertahankan 3. Tindakan Memeriksa pasien. 2. Tindakan ini perlu klien mengejan DJJ ada 2. steril. his. Mengawasi Dalam kala Anjurkan Memantau Mempersiapkan Membantu Tindakan keadaan Perhatikan Mengajarkan Observasi nutrisi cara ibu mengedan pada di perhatikan keadsaan keadaan keadaan yang yang baik kala septik jika sesering partus proses set kelahiran kala pendarahan dan anti mau dan rektum. heating. 1. 1. pasien. 1. 6. . bersalin. 3. C.• • • • Penatalaksanaan A. III: ibu. janin. bayi. : luar. II. 7. Benang Naal Naal Pinset dalam pada tanda-tanda vital kala dan moril I pemeriksaan catgut. 5. Mencari tanda-tanda pelepasan plasenta dan kalau sudah lepas segera di lahirkan. 4. pooder. septik. Melakukan periksa dalam untuk menentukan ramalan persalinan dengan tetap menjaga teknik septik dan aseptik. D. B. 1. Memperhatikan keadaan kandung kencing karena bila penuh dapat mengganggu persalinan dan 5.

ialah tepat di antara symphysis dan promontorium. Masuknya kepala kedalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. Memantau Menjahit dan robekan memeriksa keadaan perineum. maka dikatakan kepala dalam “ synclitismus “. 3. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah – tengah jalan lahir. sedangkan pada multigravida majunya kepala Yang Tekanan Tekanan Kekuatan Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk langsung dan menyebabkan cairan oleh fundus masuknya majunya kepala terjadi kepala intra pada ialah bersamaan. Mekanisme 1. Jika sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan “ asynclitismus anterior “ dan Jika sutura sagitalis mendekati promontorium dan os parietal depanlebih rendah dari os parietal belakang “ asynclitismus posterior “ Majunya Kepala Pada primigravida majunya kepala terjadi pada kala II. Turunnya Masuknya kapala kepala Turunnya dapat dalam dibagi pintu atas dalam Persalinan Kepala : panggul Masuknya kepala pada pintu atas pangul pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan.2. bayi. tetapi pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promontorium. . maka “ asynclitismus “. : uterin bokong mengejan rahim.

5 cm) menggantikan suboccipito frontalis (11 cm). Expulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. Ekstensi Kepala harus melakukan ekstensi karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas untuk melaluinya. 5. Putaran paksi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. dahi. Fleksi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga UUK lebih randah dari UUB. cerviks. terkadang sampai kepala didasar panggul. atas panggul. Fleksi disebabkan karena anak disorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu 3. III. Keuntungan dari bertambahnya fleksi adalah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melewati jalan lahir : diameter suboccipito bregmatica (9. dinding panggul Paksi atau dasar panggul Dalam Putaran Pemutaran dari bagian depan sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphysis. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan . Pada kepala bekerja dua kekuatan. dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. Putaran paksi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge 4. hidung. tuber ischiadicum sepihak. maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. maka lahirlah berturut – turut pada pinggir atas perineum UUB. Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan 6. mulut. yang satu mendesak kebawah dan yang lainnya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas. Subocciput yang menjadi pusat pemutaran disebut “ hypomochlion “. Putaran Paksi Luar Setelah kepala lahir.2.

TBJ = 150 = Rumus berat badan Johnson – Rumus 12) x janin Tausak 155 Niswander (TFU gr1. Partograf memberi peringatan pada petugas kesehatan apakah persalinan berlangsung lama. Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan dalam penatalaksanaan. adanya gawat ibu dan janin ataukah ibu perlu Hal-hal 1. : janin aktif. Catat 2. setiap yang perlu Denyut jam.anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.7) x 100 gr PARTOGRAF. ketuban . dan Air ½ di untuk catat dalam jantung jam pada fase partograf dirujuk. Bidang Hodge Untuk menentukan berapa jauhnya anak tersebut telah turun ke rongga panggul maka Hodge telah • • • • menentukan Hodge Hodge Hodge Hodge II III IV : : : I : sejajar bidang sama dengan khayal dengan hodge I dalam pintu melalui I I pinggir melalui melalui panggul atas bawah spina os : panggul simfisis ischiadika coccygis sejajar sejajar dengan dengan hodge hodge ujung Penaksiran 1.2 (TFU – 7. TBJ 2.

silang (x).catat dengan tanda lingkaran (0). pertemuan tumpang tumpang Sutura Sutura dapat dapat / diberi Pembukaan pada setiap pervaginam tanda Penurunan Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian ) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas 6. darah. Menyatakan berapa jam waktu yang telah dijalani sesudah pasien di simfisis pubis.Catat U J M D 3. perbaiki. 1. mekonium. Dinilai 5. 7. 2. (molding/molage) / di di bersesuaian) perbaiki. terima. Waktu. lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya Kurang Antara Lebih 9. detik. Catat 8. detik detik. Kontraksi. 20 dari masing-masing dari – 40 kontraksi dalam 20 40 hitungan detik. Catat setiap ½ jam. 4. 3. warna air ketuban : setiap kali melakukan Selaput pemeriksaan vagina utuh. servik. : : : Perubahan Sutura ( Slaput Air Air bentuk dua tulang tindih tindih mulut pemeriksaan pecah. Oksitosin. jam Jam. sesungguhnya.air ketuban ketuban kepala tengkorak tetapi dan tidak rahim dan ketuban bercampur bernoda janin yang tepat jernih. .

) Tekanan dan Suhu 2 volume ibu tandai dengan anak darah panah. Catat setiap Protein. petugas kesehatan harus melakukan penilaian terhadap kondisi ibu dan janin . . Catat 11. Catat 14. badan jam.Bila memakai oksitosin. 10. Catat 12. Catat 13. Bila temuan-temuan melintas kearah kanan garis waspada. catatlah banyaknya oksitosin pervolume cairan infuse dan dalam tetesan permenit. urine.aseton setiap dan kali setiap 4 jam setiap 30 – 60 menit dan tandai dengan sebuah titik besar Obat semua obat yang yang di di berikan berikan. dan segera mencari rujukan yang tepat. berkemih. Nadi (.

Mengenal tanda – tanda sakit . bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak B. Tujuan Umum dalam Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Mempertahankan pernafasan Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis. Mencegah infeksi Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat 3. Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas. 1.LANDASAN BAYI BARU TEORI LAHIR A. 2. bayi Mempertahankan haruslah bersih suhu Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi Definisi : • Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu – 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa • Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya.

setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke2 atau hari ke-3 Kulit . Eliminasi BAB yang pertama keluar berwarna kehitam – hitam dan lengket yang disebut mekonium. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama. muntah. badan biru atau pucat.Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama 3. kenaikan atau penurunan suhu badan. BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak C. perut kembung dan minum kurang. perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat – alat pernafasan lainnya 2. Oleh karena itu perlu dipehatikan. pengenal bayi tdur pengikat atau dan identifikasi bayi watch antiseptik yang dan dan sama tali dengan pusat ibu bayi termometer Tempat Stop inkubator D. Perubahan Fisiologis Sistem pada Bayi Baru Lahir pernafasan Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. kejang – kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama. • • • • • • • • Alat Tanda Alat – alat Penghisap untuk Perawatan Bayi lendir Tabung oksigen Alat beserta alatnya resusitasi untuk membantu untuk – pernafasan bayi pernafasan obatan Obat penolong. kesukaran bernafas. 1. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan. Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan.

semakin lembek dan Tali tampak lebih transparan pusat Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Suhu Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus Bayi • menunjukkan beberapa refleks Morrow sejak lahir yaitu : refleks Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan • akan terbuka dan kemudian Walking diakhiri diabduksi lengan reflaeks Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan • Rangsangan pada ujung mulut Rooting mengakibatkan kepala menoleh kearah refleks rangsangan E.Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6. maka penjepit tali Berat pusat harus dikeringkan badan Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Pertolongan pada Waktu Bayi Baru Lahir • Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut. hidung • dan mata Jam dengan kapas lahir dan kasa steril dicatat • Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki . Makin muda usia kelahiran bayi 4. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan 5.

bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya. mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat – hangat • kuku. warna kulit kemerahan • Bayi dibersihkan dari darah. dan salep jenis mata kelamin F.dalam posisi sedikt ekstensi supaya lendir mudah keluar • Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik. yaitu Menilai usaha : nafas Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung  Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk – nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok – gosok punggung bayi sambil diberi oxigen Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan Menilai positif frekuensi denyut ) jantung .Metode crede : dengan tetesan nitras 1 – 2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata • Penisilin Diperiksa juga salep anus. Nilai bisa juga dibersihkan dengan bayi minyak kelapa atau minyak zaitun score keadaan dengan apgar • Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya. dicatat dalam satus bayi • Mata bayi Perawatan dibersihkan. kemudian mata diberikan obat untuk bayi mencegah : blenorhoe . bayi yang sehat akan menangis keras. atau genitalia gramicin eksterna. air ketuban. Penilaian Bayi • Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi. bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat • Segera setelah lahir.

oksigen sianosis tetap menit diberikan perifer. batuk.oksigen • Score A Penilaian 0 dengan 1 metode 2 apgar score keterangan Appearance color Pucat badan merah. bersin A Acvtivity tonus otot Lumpuh ekstremeitas dalam fleksi sedikit lemah gerakan aktif R respiration tidak ada tidak teratur menangis aktif (heart rate)/frekuensi jantung tidak ada dibawah 100 diatas 100 Catatan : . dilanjutkan dengan menilai warna kulit Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit. ekstremeitas biru seluruh tubuh kemerah – merahan P Pulse G Grimace (reaksi terhadap rangsangan) tidak ada sedikit gerakan mimik menangis. dan bayi bernafas spontan. Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit. walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk Menilai dilakukan warna VTP kulit Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / Apabila Apabila terdapat sianosis terdapat sentral.

gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis 4.Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid 3.Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas.Nilai Nilai Nilai 4 7 0 6 – : – 10 Bayi 3 : asfiksia : Bayi ringan Asfiksia – normal sedang berat G. Pemeriksaan Frontalitas Meraba tulang lingkaran normal kepala anak kepala dengan apakah dijumpai Menentukan lingkaran depresi lingkaran 32 dalam oksipito cm persalinan .Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin. Pemeriksaan Apakah mulut ada konsultasi Untuk mengetahui yang bagian apakah terdapat mungkin syaraf palatoskisis dijumpai kelainan .Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa.Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala Gerak Warna simetris kulit pink artiny artinya atidak dijumpai darah kelainan kesegala aktivitas lapisan arah ekstremitas kulit normal sirkulasi . Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya . Pemeriksaan bola mata . Pemeriksaan leher bayi Pemeriksaan bola mata . selanjutnya 5. tetapi masih dianggap normal 2. No Pemerksaan Data Fisik Pemeriksaan pada Keteranagn Bayi Hasil Baru Lahir Pemeriksaan 1.

dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya Jika Posisi tangannya Reaksi dipegang dalam maka satu bayi traksi akan bidang menarik dengan bayi lengannnya lengannya kepalanya 11. Pemeriksaan auskultasi .Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap jka Apakah terdapat suara.Refleks morro adalah. persendian terdapat lakukan suara pemeriksaan USG tulang dalam untuk menentukan pahanya pergerakannya lebih lanjut . untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah 10.Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus Apakah testesnya sudah turun . Pemeriksaan genitalia eksterna .6. Penmeriksaan persendian tulang paha . jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya. Pemeriksaan miring bayi . periksa tulang belakangnya apakah ditemui Memeriksa skoliosis anus atau tidak bayi 12. Apakah Palpasi terdapat abdomen Mungkinkah murmur Untuk sehingga mencari perlu dilakukan terdapat asal pemeriksaan tumor lanjut apakah abdomen tumor menentukan Seberapa pembesarannya 9. Pemeriksaan Refleks Morro . - Pemeriksaan Jumlahnya dada harus - Apakah kurang terdapat dari 60 pernafasan dada denyut/menit 7.Raba arteria fomoralis.Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung 8.Untuk menentukan kekeuatan otot.

Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata.H. Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. bidan • . boto dan dot ) Kulit Terutama lipatan – lipatan ( paha belakang leher. ketiak ) harus selalu bersih dan kering. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang • dibasahi dengan zat antiseptik Kain ( betadine ataupun alkohol 70 % ) popok Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja. oleh karena verniks kaseosa ini merupakan • media yng apling Tali baik untuk kuman stafilokokus pusat Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 – 7 hari. Bagian – bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu. Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. • Perawatan Sehari – hari Bayi Baru Lahir Mata Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata • Mulut Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ). kemudian diobati dengan salep yang . mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar harus dibuka setiap kali bayi minum susu. belakang telinga. perawat.

berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya I. keluarnya • Infeksi. merah. Oleh karena itu. mengantuk cairan. Perawatan Bayi 2 Minggu Pertama Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik – baiknya. bengkak. ada lendir atau darah pada tinjau • Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa. sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. sering. menangis terus – menerus J. keluarnya cairan. erlebihan. pernafasan sulit • Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam. Hal-hal yang harus • diperhatikan diri pada dengan cara bayi usia 2 bayi dan minggu. bau busuk. hijau tua. pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 – 30 cc setiap 3 jam sekali. bayi Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda – beda. pucat banyak dan memar muntah berdarah Pemberian Tali pusat makan merah hisap lemah. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB. bau busuk. suhu meningkat. dalam hari – hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. • • • • • Tanda – Tanda Bahaya sulit yang atau ( pada > Harus lebih 38 24 º jam Diwaspadai dari C atau pada 60 terlalu biru Bayi x dingin atau Baru / < Lahir menit 36º C Pernafasan Kehangatan Warna terlalu panas kuning terutama – pertama. tinja lembek. kejang halus. terlalu mengantuk. lemas. tidak bisa tenang. Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah. bengkak. lunglai.mengandung • obat antibiotik Minuman an anti jamur. merawat yaitu tali : pusat Kebersihan memandikan .

• Pada • BAK Pakain dan BAB dan harus popok dijaga bayi dan ganti selalu jika dibersihkan basa bayi Menyusui 12 jam pertama bayi Makanan PASI jika ASI yang diberikan puasa kemudian baru disusui tambahan kurang Diberikan LANDASAN TEORI .

proses kehamilan ini akan terjadi bila 4 (empat) aspek penting terpenuhi. Melihat. 4. spermatozoa. 1. Tanda-tanda A. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampi 3 bulan. triwulan kedua dimulai dari bulan keempat sampai bulan keenam. 1. B. 2. Tanda Tanda-Tanda objektif perubahan Hegar Perubahan Kontraksi yang bentuk (segmen dan bawah pada Brakton diperoleh konsistensi rahim Mungkin pemeriksa rahim melunak) Serviks Hicks . Jadi.KEHAMILAN Pengertian Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan ovum (sel telur) yang menghasilkan zygote. diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. Mendengar meraba atau dan Tanda-Tanda bunyi mendengar rangka gejala kehamilan Pasti jantung anak oleh si anak pemeriksa ultrasound pergerakan janin Melihat dengan Jika hanya satu dari tanda-tanda ini diketemukan. dan nidasi. Tanda-tanda pasti kehamilan ini adalh tanda-tanda objektif yang semuanya itu didapatkan oleh pemeriksa. 2. 3. Tanda-tanda Pembesaran. I. konsepsi. 3. yaitu : ovum. dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ketujuh sampai lahirnya janin.

7. 6. 7. 8. Teraba Pemeriksaan Pembesaran Keluarnya bagian Baliottement anak biologis perut Kolostrum 10. 8. Tanda-tanda Presumtif Payudara (yang dirasakan pasien) membesar Hyperpigmentasi kulit. seperti pada muka (chloasma gravidarum). 4. Tanda Piscaseck (segmen bawah rahim melunak serta pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi) II. seperti pada Adanya muka yang disebut chloasma gravidarum Amenorhea Mual Tidak Tidak ada Konstipasi Ibu merasakan tahan nafsu dan suatu makan / pergerakan muntah bau-bauan (anoreksia) Obstipasi anak 9. 3. Tanda Chadwick (warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu) 12. Sering buang air kecil kerena rahim yang membesar menekan pada kandung kemih Perubahan-perubahan fisik pada kehamilan A. 1.5. Uterus Terjadi pembesaran Uterus. 5. Hiperpigmentasi kulit. areola dan papilla mamae 11. 6. . hal ini karena adanya peningkatan hormon estrogen progesteron. 9. 2.

: ayam bebek luar Hamil Hamil TFU TFU symphisis pusat sepusat pusat px px px dibawah – Tingginya (dalam 20 23 26 30 33 Fundus cm) uteri Umur (dalam kehamilan bulan) 5 6 7 8 9 B.Estrogen mempengaruhi hipertrofi dari otot-otot rahim.000gr. Serviks Uteri . lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm sedangkan volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 Besar Hamil Hamil Hamil Hamil Hamil Uterus Hamil 12 minggu 16 20 Hamil 28 32 36 40 tidak 8 sebesar minggu minggu 24 minggu minggu minggu minggu liter pada uterus hamil minggu telur angsa sebesar sebesar sehingga 1-2 3 minggu TFU TFU TFU 3 setengah 3 setengah jari pusat jari jari jari TFU diatas pusat – dapat telur telur diraba diatas dibawah dari kehamilan aterm. sedangkan progesteron mempersiapkan tempat impalantasi dan menghalangi kontraktilitismyometrium. ukuran uterus menjadi 1. yang tadinya hanya 30 gr dan ukuran panjangnya menjadi 32 cm. Pada akhir kehamilan.

Keasaman dari vagina dipertahankan oleh asam laktat yang diproduksi oleh laktobasil untuk menurunkan daya sperma juga berguna untuk mengontrol kuman patogen dalam vagina (ph 3. Vagina dan VulVa Vaskularisasi terjadi pada vagina sehingga vagina menjadi menjadi lebih padat. Fungsi ovarium ini diambil alih oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu. Sumbatan mukosa di saluran servicks dapat berfungsi untuk pencegahan terhadap janin dari invasi mekanik atau bakteri. pembuluh darahnya terpotong dan cairan kental dikeluarkan sebagai Blood Slym. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui. Pada awal persalinan sumbatan ini terpisah/teregang dan kencang. C. Ovarium Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan korpus loteum. Tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini mengisut. Servicks yang demikian disebut serviks yang matang dan merupakan syarat untuk persalinan anjuran. Sering terdapat peningkatan sekresi yang lebih putih kental dan asam. sehingga timbul tanda chadwick.Perubahan yang penting pada servicks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya servicks.5 – 5. Dibawah estrogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebal berlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi. .0) D. Estrogenlah yang bertanggung jawab terhadap perubahan servicks. Pada akhir kehamilan servicks menjadi sangat lunak dan porsio menjadi pendek (lebih dari setengahnya mendatar) dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari. Sebab-sebab pelunakan servick adalah karena pembuluh darah dalam servicks bertambah dan karena timbulnya oedema dari servicks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar servicks. Pada persiapan sering terjadi hipervaskularisasi.

Buah dada 1.000 ialah gr per per : % mm mm G. 3. akibatnya feses akan keringdan terjadi konstipasi. sekresi asam garam (HCL) dan gerakan lambung berkurang. Papilla Glandula Estrogen Progesteron Mammae mammae Montgomery akan lebih 12 meyebabkan memyebabkan hipertrofi sel acini sistem pada untuk lebih tegang dan areola saluran mammae laktasi hitam mammae colostrum Darah dipersiapkan membesar menonjol minggu Sirkulasi dipermukaan keluar Kehamilan Volume darah bertambah.000 fisiologis : 3. kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing(pollakisuri). baik plasmanya maupun erythrocytnya. Makanan lebih lama ada di dalam lambung sehungga penyerapan air lebih lama. 6. H. Mammae membesar dan tegang.E. Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan. 5. Batas-batas Hb Erythrocyt Leucocyt 8.5 – 10 juta 10. F. Hal ini disebabkan rangsangan estrogen dan progesteron 2. 7. tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol sehingga biasanya kadar Hb turun. 4. hal ini bisa menyebabkan muntah dan kembung dalam kehamilan. Ureterpun jelas membesar dalam kehamilan . Selain itu. Traktus Digestivus Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas traktus digestivus menurun.

: kg) kg) kg) kg) kg) Penambahan Berat Berat Penimbunan disebabkan kg). Selain itu. Pertukaran Zat Metabolisme basal naik pada kehamilan. walaupun mungkin ada juga faktor tekanan pada yreter oleh rahim yang membesar.5 dan + 5. I. gr pantat air menjadi dan lain-lain (2 (1.5 (1 ketiga. putih air (0. + 5 kg pada berat janin (3 rahim lemak seperti zat kg). Linea alba yang tampak hitam disebut linea higra. Sebab terjadinya hyperpigmentasi ini belum jelas.terutama dibagian kanan. terjadi penimbunan protein sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan pada ketosis. kegiatan ginjal bertambah karena harus juga mengeluarkan racun-racun pada janin.5 kg pada triwulan oleh ketuban 1 (1. biasanya terjadi penambahan BB + 1 Kgpada triwulan pertama. papilla mammae dan linea alba. pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areola mammae. Pada umumnya setelah partus selesai. gejala hyperpigmentasi ini hilang. Dilatasi ureter ini terutama disebabkan oleh pengaruh progesteron. Kulit Selain striae gravidarum. mungkin ada hubungan dengan hipertrofi dan hiperfungsi dari korteks gandula suprarenalis atau dari hipofisis.5 Penimbunan Retensi telur . Dilatasi ini mungkin menimbulkan bendungan yang memudahkan terjadinya infeksi dari pyelum (pyelitis). Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka yang disebut chloasma pravidarum. Pada wanita hamil. J. Kebutuhan akan kalsiun dan fosfor akan bertambah untuk pembuatan tulang-tulang janin . triwulan kedua ini plasenta (dari di buah 30 dada. begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin.

serta menghasilkan bayi yang sehat. melahirkan dengan selamat.  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. Selain itu Pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil bertujuan pula untuk : Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. kebidanan dan pembedahan. termasuk riwayat penyakit secara umum. b. hal ini bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal. dan sosial ibu dan janin. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. e. c. f.ANTENATAL CARE (ANC) Pemeriksaan pada ibu hamil selama kehamilan sengat penting. mental. Ada a. yaitu : jawab Pemeriksaan (anamnesa) umum Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan pandang raba dengar (inspeksi) (palpasi) (auskultasi) dalam panggul . Mempersiapkan persalinan cukup bulan. g. beberapa teknik Tanya pemeriksaan yang dapat digunakan. d.

Tanya Jawab ( Anamnesa) Anamnesa dapat dilakukan terhadap ibu hamil itu sendiri (auto anamnesa)dan bisa juga dilakukan Hal yang terhadap dapat keluarganya ditanyakan dalam (alloa anamnesa anamnesa). 6. 2. atau 1. Data Kebidanan : perkawinan terdahulu (bila ada). pekerjaan. perkawinan sekarang. Data Haid 5. kebangsaan. Pemeriksaan laboraturium A. pendidikan terakhir 2. nama suami. umur. Pemeriksaan Umum Pemeriksaan umum biasanya menggunakan berbagai alat pemeriksaan baik alat ukur timbang.h. pemyakit paru-paru. tinggi kemungkinan keadaan Pemeriksaan dan adanya umum Mengukur refleks Memeriksa lutut kelainan dan berat pada keadaan mencakup badan organ-organ emosional : ibu tubuh ibu TTU (patella) Oedem . 4. kehamilan yang lalu. 5. adalah : 1. jumlah dan keadaan anak yang hidup. agama. Data Keluarga 3. 3. Data Medik : penyakit jantung. Memeriksa yang Mengukur Memeriksakan Memeriksakan lainnya. keluhan yang dialami sekarang B. Data Sosial : nama. penyakit kelamin dan penyakit lainnya 4. kehamilan yang sekarang. persalinan dan nifas yang lalu.

kondiloma. apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening 10.C. 7. keadaan punggung dan cara berjalannya. Muka : terdapat klausma gravidarum atau tidak. varises. 6. Leher : apakah vena terbendung di leher. polip ada ada / : bengkak pucat hiperemis kelainan sariawan karies lain atau atau atau atau atau atau tidak tidak tidak normal tidak tidak 9. Diperhatikan bagaimana sikap tubuh. tanda Chadwick. Ekstremitas : odema atau tidak. 4. 8. sama panjang atau tidak. 11. Pemeriksaan 1. umur Nigra. Vagina dan Amus : perineum. Kelopak Konjungtiva Sklera Hidung Mulut Gigi : : ada : : mata : kuning. flour albus 13. Rambut dilakukan dan kulit berurutan rambut : bersih dari atau rambut kotor / hingga terdapat kaki. Setelah itu pasien diminta berbaring ditempat yang telah disiapkan. kelainan 2. : : Perut sesuai Alba / gerakan (melintang. 5. Pemeriksaan Pandang (Inspeksi) Dimulai sejak bertemu dengan pasien. Membesar Linea Tampak Bentuk Areola Puting susu Kolostrum Buah : menonjol. adanya oedem pada muka 3. varises atau tidak . janin dada mendalam + hiprpigmen atau / atau : masuk tidak : atau Striae atau atau tidak Gravidarum tidak asimetris) mammae pembesaran menunjang 12.

Palpasi dapat Periksa dilaksanakan dengan Raba cara leopold. periksa raba juga untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul disebut Perasat Osborn. Periksa dengar (Auskultasi) Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya DJJ.D. E. frekuensi dan keteraturannya. Frekuensi DJJ nor. 2. Alat yang paling sering digunakan adalah stetoskop monokuler atau leanex. Yang 1.al adalah 120 – 140 kali/permenit. Dari tempat bunyi jantung Dari dapat adanya diketahui bunyi dari jantung anak bunyi : jantung Tanda pasti anak : kehamilan Hidup Anak anak terdengar : Presentasi anak . (Palpasi) yaitu : Leopold I : dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di Fundus Uteri Leopold II : dilakukan untuk menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil janin (pada letak membujur)serta kepala janin (pada letak melintang) Leopold III : dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang berada dibagian bawah Leopold IV : dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum Selain cara leopold. sehingga periksa dengar lebih cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan janin. Dengan alat ini DJJ baru dapat terdengar pada kehamilan sekitar 20 minggu.

3. F.Primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih. Keadaan Servicks : apakah membuka. tipis. keras. posisi depan atau belakang 4. Pemeriksaan Panggul Pada ibu hamil terutama primigravida perlo dilakukan pemeriksaan panggul untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulitan Ada 4 cara melakukan pemeriksaan persalinan. lunak atau keras dan lokasi uterus 2. lunak. Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi secara langsung guna mendapatkan data tentang : 1 Uterus : ukuran uterus dalam minggu. Periksa raba : . Panggul : apakah luas atau sempit 3. G. panggul : 1. posisi. Keadaan Jalan Lahir Pemeriksaan dalam dapat dilakukan pada kehamilan muda dan ketika hamil tua terutama mendekati saat persalinan untuk memastikan apakah persalinan sudah mulai atau belum. menutup. Dari sifat Adanya bunyi jantung Posisi Sikap anak anak dapat diketahui keadaan anak anak kembar anak. Periksa pandang : dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan atau kelainan panggul 2. bentuk. kepala belum masuk PAP . tebal.

Pemeriksaan darah yang utama adalah pemeriksaan Hb. Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum PENJABARAN Kesadaran KETERANGAN penderita . H.3.pada Perasat Pengukuran yang paling luat sering kehamilan aterm ada Osborn kelainan letak positif ukuran-ukuran digunakan yang : : : (Boudelaque) Lingkar adalah jangka luar panggul digunakan – – – : 18 – dari panggul Martin. Memerikasa keadaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam. Pemeriksaan Laboraturium Pemeriksaan laboraturium disini maksudnya adalah pemeriksaan sederhana yang umum dan dapat dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil. sedangkan pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan kadar protein dan gula dalam urine. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan yang diketemukan pada jalan lahir. : cm cm cm 20 cm Panggul Ukuran-ukuran Distansia Distansia Distansia Kon panggul Spinarum Kristarum Tuberum Eksterna sering 23 26 10. termasuk sacrum/coccygis. Alat Primigravida.5 adalah 26 29 11 jugota 4. Pemeriksaan laboraturium sederhana meliputi pemeriksaan darah dan urin. keadaan panggul.

sangat dinilai. bumil sebagai perhitungan akan kasar bertambah tumbuh-kembang Dispnoe uterus - Sianosis yang Kemungkinan terlalu paru dan terdapat desakan besar Kemungkinan penyakit atau jantung . dibuktikan laboratorium Kulit/mukosa Jantung/paru Ikterus Menunjukkan adanya kemungkinan kelainan fugsi liver Tidak anemia.Berat badan ideal adalah tinggi terus kehamilan cukup.dengan melakukan anamnesis baik menjawab pertanyaan tidak Penderita ada sadar kelainan akan Kesadaran jika penting dinilai dapat semua menunjukkan psikologis Keadaan gizi Hubungan antara tinggi badan / berat badan seimbang . Anemia dengan dapat akan diartikan gizi dapat pemeriksaan badan Barat dikurangi badan sesuai 100.

B1/kompleks Refleks Refleks lutut paling penting Berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau penyakit saraf. menunjukkan kekurangan konsumsi O2.Dapat merupakan gejala dari preeklampsia. intoksikasi Tekanan tekanan 140/90 merupakan sistolik kemungkinan preeklampsia Berat badan ukuran kenaikan sukar. masih dalam emesis naik . kaki dan tangan . masa gravidarum Berat badan diperbolehkan Trimester BB karena badan Bertambahnya Lebih tanda-tanda atau dari mm preeklampsia 15 batasan mulai Kenaikan Hg tidak boleh lebih dari darah magnesium Batas Umumnya sulfat normal terendah darahadalah yang 30 pada tersebut diastolik ada terdapat ringan berat merupakan penting pertama. Kekurangan Penyakit albumin Kekurangan dalam eklampsia jantung darah vit. yang dapat disebabkan oleh penyakit jantung/paru Edema Dapat terjadi pada muka.- Warna biru dibagian akral.

Untuk memastikan adanya DM.sekitar -Kenaikan 16 -Kenaikan Pemeriksaan DM -Pada mungkin laboratorium Rata berat – kg. tetapi keadaan Persiapan Tes reduksi ibu cepat untuk menjadi gula mungkin normal ASI positif Protein urin Normal tetap ada protein tetapi jumlahnya kecil Jumlah yang makin meningkat terdapat Penyakit pada : Preeklampsia jantung Nefritis Sistitis Sedimen dengan bakteri positif Terdapat pada nefritis asimtomatik Jika ditemukan bakteri perlu dilakukan Pemeriksaan evaluasi untuk menghindari darah adanya infeksi dalam kehamilan Rutin TORCH .Kemungkinan glukosaria yang terjadi segera setelah makan. berlebih : badan rata 0. perlu dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa .5 tidak kenaikan selama harus dalam urin Hanya melebihi BB 16-20 sekitar ka/minggu kg 12 hamil dievaluasi terdapat pada Glukosa akhir kehamilan terdapat laktosa . disebabkan intoleransi insulin.

- HIV - Hepatitis B - Faktor Rhesus seksual tentang memberikan • • • Kumpulan gejala Kelainan Retardasi Abortus Feses rutin Memberikan keadaan penyakit yang yang sama gambaran Infeksi VDRL menular umum gizi dapat : kongenital mental berulang -Kemungkinan terjadi infeksi vertikal (ibu-janin) dan bahaya infeksi Horizontal (ibu-penolong) .

dapat Infeksi sifilis yang dapat kelainan Kemungkinan infeksi akibat seksual Kemunkinan infeksi cacing Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut TATALAKSANA Inspeksi muka PENJABARAN Kloasma KETERANGAN gravidarum - Konjungtiva . janin berbahaya menimbulkan hubungan - Makin Pada pada banyak wanita kehamilan perkawinan Rh kedua antar negatif.harus hepatoma Adanya infeksi vertikal maka bayi diimunisasi Kemungkinan pada dapat usia menimbulkan muda bangsa.

- Edema kelopak mata - Gigi dan lidah -Neovus simetris. Hipoalbuminemia Tanda preeklampsia berat Anemia gangguan gigi dan lidah \ akibat mual-muntah atau Lidah kotor . (MSH) dan gambaran (kadar • • • -Gambaran hipersalivasi • pigmentosum - Pigmentasi seperti pipi yang hampir kuku Melanocyte yang hormaon Pucat atau Stimulating dihasilkan Hormone hipofisis seks merah sebagai anemianya cukup tentang Hb) Kemungkinan secara menderita kasar :.

Kemungkinan atau evaluasi gangguan aneurisma tentang aliran vena hipertiroid infeksi Sedikit perlu Kemungkinan Metastasis keganasan Dapat (jarang) memberikan khususnya kehamilan petunjuk pada pertama mamae mamae -Kelenjar tampak tampak Pembuluh darah Pigmentasi dan areola papila montgomery vena jelas - Kolostrum - MSH dan hormonal seks .• hormon Leher Makin jelas Gusi oleh karena MSH epulis dan seks Bendungan vena - Kelenjar tiroid darah Mamae Pembengkakan akibat membesar limfe penyakit saat jantung hamil.

prolaktin dikeluarkannya bahwa Pembesaran ASI kan ke banyak atas . pembentukan lebih Terjadi estrogen dan perubahan awal keseimbangan progesteron.menyebabkan mamae vasodilatasi dan dan kelenjar makin tampak ke pigmentasiareola permukaan menimbulkan darah yang lambat Progesteron aliran menyebabkan kolostrum antara oksitosin mengakibatkan kolostrum Perut Pertanda - Produksi prolaktin tinggi.

- Perut pendulum abdomen Pigmentasi dinding - Bekas luka operasi - Primigravida masih akibat otot dinding tegang abdomen dipergunakan • • sehingga masuk sehingga dan bekas Bekas seksio Linea Strie strie Kepala uterus alba gravidarum Umur kehamilan Berat Tingginya untuk menurut janin Kemungkinan kepala Mc fundus uteri mengukur dapat : Bartho-lomew JOHNSON sempit Donald. berdasarkan Hukum empat rumus panggul janin tidak dapat PAP janin jauh karena livid alba saat besar/hidroseflus kedepan pigmentasi hamil sebagai sebelumnya gravidarum kehamilan atau opersai lainnya .

yang resistensi Vulva dapat menjadi lokus minoris - Pengeluaran fluor -Kondiloma akuminata - Tanda Chadwick - Luka perineum vaginalis Infeksi - Infeksi atau dengan diagnosis kandida banding albikan baterialis virus trikhomonas persalinan phodophilin Perubahan 50% warna Tanda Jika vaginosis Infeksi ukurannya melalui besar sebaiknya SC Pengobatan berbahaya biru pada karena vagina hamil dengan dapat akibat menyebabkan terjadi tidak tinktura abortus hipervaskularisasi pasti .

- Bekas episiotomi Tungkai - Varises - Edema tungkai - Sikatriks pada paha - Sering terjadi karena kehamilan berulang preeklampsia masuk venereum kecuali merangkul Tidak agak kaki Tekanan Bekas atau pada luka vena limfe infeksi mengganggu sulit atau pada cafa Bendungan akibat kepala telah PAP inferior granulosa lainnya persalinan saat paha Tanda Bersifat kemungkinan herediter terjadinya Pemeriksaan kehamilan hendaknya sedini mungkin pada umumnya pemeriksaan dilakukan .

minimal    Aturan 1 I 2

4

kali kali kali kali ini

selama pada pada pada berlaku bila

hamil trimester trimester trimester

yaitu

: pertama kedua ketiga. normal.

pemeriksaan

kehamilannya

Pada saat pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan pemeriksaan dengan 7 T yaitu : 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. Tablet .Tetanus Tes Temu Timbang Tekanan berat darah Tinggi tambah toksoid darah (TT) di badan ( kenaikan bila fundus diberikan lebih normal dari selama 140/90 uteri minimal 90 tablet 2 kali hamil mmhg 6 – 12 kg )

diperiksa,

adalah di

hipertensi. ukur.

selama selama

hamil. hamil. (PMS). rujukan

imunisasikan penyakit dalam

sebanyak menular rangka

terhadap wicara

seksual persiapan

Keluhan-keluhan

yang

Sering

Terjadi

Keluhan – keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan antara lain : 1. Sakit Mual Rasa Sering 2. Mual, Sulit Agak sulit bernafas terutama pada sakit/rasa tidak buang Pada muntah kadang enak dan pada perut air Trimester masih bagiaqn Pada Trimester I : kepala. muntah. bawah. kecil. II: ada. tidur. primigravida.

Pegal Rasa Bengkak 3. Pegal Lebih Mulas

pada tegang di kaki, yang yang Pada di

daerah timbul hilang

panggul sewaktu-waktu pada pagi hari di

atau perut bangun

bokong. bawah. tidur. III terasa. BAK. beraturan.

setelah

Trimester punggung/bokong makin miksi/ timbul tidak

sering yang

Bila hal-hal tersebut di temukan, perlu di jelaskan bahwa keadaan itu biasa dan normal di temukan pada ibu hamil.

Penyakit 1.

pada Penyakit

Kehamilan Jantung

Prognosis kombinasi ibu hamil dengan penyakit jantung tergantung dari faktor berikut ini : • • • • • • Apakah Kemampuan Hipertensi sudah untuk pernah dapat disertai mengalami memberikan dekompensasio pertolongan Apakah Diabetes disertai Umur Apakah Keparahan dan mungkin disertai penyakit paritas penyakit jantung penderita lain Hipertensi mellitus infeksi Anemia arithmia kordis adekuat

Prinsipnya adalah mempersiapkan ibu hamil untuk mencapai keadaan optimal pada saat inpartu

sehingga dapat berlangsung proses persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam merupakan pilihan utama karena traumanya tidak terlalu besar.

Tidak terdapat perbedaan sikap dalam melakuakn ANC kecuali harus memperhatikan dua hal penting: Gejala terjadinya permulaan Terjadi dekompensasio kordis infeksi

2.

Hipertensi

Dalam melakukan evaluasi hipertensi pada kehamilan,. Pengobatan sebelum hamil merupakan tindakan yang paling tepat sehingga saat hamil tercapai kesehatan yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang ajnin dalam uterus sehingga tercapai well born baby dan well health Antisipasi terjadinya preeklampsi maupun mothe. eklampsi.

3.

Penyakit

Paru

Dalam keadaan hamil, fungsi paru yang dapat mempertahankan PO2 diatas 60 mmHg sangatlah penting sehingga tumbuh kembang janin intrauteri berlangsung sebagaimana mestinya. PO2 di bawah 60 mmHg sudah merupakan keadaan yang kritis khususnya bagi janin yang sangat sensitigf Berikan terapi akan yang aman kebutuhan bagi wanita O2. hamil

4.

Penyakit

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal yang paling bnayak berkaitan dengan kehamilan adalah : • Perubahan hormonal saat hamil yang dapat menimbulkan penyulit terhadap proses dan fungsi gastrointestinal, dengan berbagai manifestasi klinis

• Gangguan resorpsi nutrisi melalui usus halus, sebagai tempat utama resorpsi nutrisi, untuk

Adapun bentuk penyakit dan kelaina darah ynag umum ditemui pada ibu hamil adalah : • • • Kelaianan hemoglobin darah Anemia Trombositopenia (hemoglobinopati) 6. Sistem • hormonal yang paling Penyakit banyak berpengaruh pada kehamilan Endokrin adalah : Endrokin tiroid. Kesehatan darah ibu hamil sangat menetukan keberhasilan tumbuh kembang janin dalam uterus. Kekurangan tiroid pada kehamialn ini dapat menyebabkan pertiroidisme dan hipotiroidisme yang berpengaruh • pada tumbuh kembang janin dan terhadap kestabilan kehamilan paratiroid Endrokrin . Penyakit dan Kelainan Darah Kehamilan dapat menimbulkan perubahan fisiologis darah sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menegakkan diagnosa penyakit dan kelainan darah pada ibu hamil.tumbuh kembang janin • Penyakit liver yang mengatur kualitas dan kuantitas elemen nutrisi dalam darah sehingga dapat dikendaliakn • Kegemukan sesuai yang pada dapat dengan menimbulkan kebutuhan berbagai dapat komplikasi menimbulkan kehamilan kehamilan : Dampak Abortus Persalinan Gangguan Hipoglikemia Gangguan kehamilan prematuritas jalan yang berakibat fatal bagi janin dan lahir maternal darah pembekuan 5.

Hiperplasia yang mengeluarkan hormon lebih tinggi dan menimbulkan manifestasi klinis kelebihan hormon 2. Dugaan • • • • • • • Sering Persaliann ibu Penyakit hamil menderita Riwayat mengalami yang Kematian Intrauteri abortus sulit Diabetes diabetes mellitus Mellitus melalui : keluarga tanpa dengan janin growth sebab janin yang jelas besar-makrosomia intrauteri retardation Prematuritas Terdapat kelainan kongenital bayi Pengelolaan ibu hamil dengan diabetes mellitus bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah .• Kelenjar adrenal mempunyai Endrokrin dua bentuk kelainan adrenal utama : 1. Gangguan pad asistem ini bisa menyebabkan perdarahan post partum yang berpotensi syok 7. Hipoplasia yang menyebabkan produksi hormon berkurang dan menimbulkan manifestasi klinis Pada • kehamilan kekeurangan dapat Preeklampsi/ Solusio Retardasi Persalinan Endrokrin menyebabkan hormon : eklampsi plasenta IUG prematur pituitari Kelenjar pituitari dianggap mother of gland karena diduga merupakan kelenjar induk yang mengatur produksi hormon pada sistem kelenjar lainnya.

Keguguran Retardasi Kematian Penyakit berulang. Faktor • • – Penyakit faktor Infertilitas yang (1 dan menimbulkan tahun Terminasi stress kelainan pada setelah kehamilan Jiwa : menikah) kehamilan . Kebanyakan a. 8.sehingga tercapai keadaan euglukosa. • • • Faktor • • b. sebagian dapat mempebgaruhi kehamilan atau sebaliknya kehamilan dapat memperparah penyakit sarafnya. Yang paling banyak dijumpai adalah migrain dan kejang 10. ini Kelainan penyakit Gangguan dan dan kelainan ginjal Penyakit jaringan yang ikat Jaringan berkaitan dapat dengan Ikat : menimbulkan Hipertensi Proteinuria Terjadi akan menyebabkan terjadi eksaserbasi gangguan kehamilan dalam mendadak bentuk : Preeklampsi Gagal Terdapat ginjal antibodi pada kehamilan antifosfolipid Keberadaanya dapat menimbulkan ganggauan pembuluh darah menuju plasenta sehingga sekunder • • • 9. terjadi persalinan pertumbuhan : prematuritas intrauteri intrauteri saraf Dijumpai beberapa kelainan saraf yang terjadi bersamaan dengan kehamilan.

Penyakit kulit Kelainan dan penyakit kulit yang sering berhubungan dengan kehamilan dapat digolongkan sebagai • • • Perubahan/ Perubahan kulit saat tata dermatologi yang berikut kehamilan berupa istribusi berkaitan dengan : hiperpigmentasi rambut kehamilan Perubahan keadaan .• • • • Kemampuan Terpisah Rasa untuk Komplikasi Penyulit Riwayat Gangguan Masalah keham.ilan keluarga genetik klinis Kehamilan dalam kebidanan medis dari takut keluarga berlebihan penuh keragu-raguan Komplikasi mengatasi yang • - Aspek Merasa Orang sosial ibu tidak tua hamil : mampu tunggal tergantung Sangat Kurang Konflik Masalah Kecanduan sosial dukungan keluarga interpersonal ekonomi obat 11.

Bentuk Penyakit Infeksi infeksi Komplikasi Fetalis Infeksi kandida vagina albikans . Penyakit hubungan seksual . kematian.• Kelainan / penyakit kulit yang disebabkan kehamilan Sebagian besar kelainan atau penyakit kulit yang bersamaan dengan kehamilan tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin intrauteri secara murni.kelainan kongenital ganguan mental Korioamnionitis Gonnorhea Sifilis Rubeola B-streptokokus .trikomonas Hanya menimbulan komplikasi pada maternal Komplikasi janin praktis tidak dijumpai 2.Merusak tumbuh kembang janin -Menimbulkan 3. Namun bila diikuti dengan infeksi sekunder yang dapat memberatkan keadaan ibu hamil sampai terjadi sepsis. No Maternal 1. Rubella Sitomegalovirus . morbiditas dan mortalitas maternal atau perinatal akan dapat meningkat. 12.Parvovirus Komplikasi minima pada maternal .HIV Menimbulkan morbiditas atau mortilitas ibu hamil dan janin serta neonatus yang tinggi Menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan janin nyatinggi serta neonatusnya 13.

oedema atau prematuritas. . pertumbuhan rahim. toxemia gravidarum. untuk pertumbuhan janin. pertumbuhan kelenjar buah dada dan penambahan volume darah. Kekurangan protein mungkin menimbulkan anemia.Yang • • • • • • • • • termasuk dalam penyakit hubungan seksual pada kehamilan adalah : Sifilis Gonorhea Penyakit yang disebabkan Limfogranuloma Herper Penyakit human Ulkus Trikomonas HIV dan papilloma chlamydia trachomatis venereum simpleks virus molle vaginalis AIDS Nutrisi pada Ibu Hamil Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan daripada di luar kehamilan karena dipergunakan : Untuk Pertumbuhan Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. 1. janin. mengadakan cadangan makanan dalam masa laktasi. Protein Kebutuhan protein dalam kehamilan bertambah yang disebabkan oleh bertambahnya metabolisme.

as. Pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti. e. . 3. Vitamin B complek : terdiri dari Vit.2. Vitamin A : berguna untuk menjaga kesehatan mata serta menambah daya tahan terhadap infeksi. menambah kemungkinan perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. tetapi vitamin sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal.B1 ( thiamin ). serta penting f. Garam Kebutuhan bertambah terutama akan Ca. Fe berfungsi sebagai katalisator pembentukan Hb dalam darah sedangkan Ca dan P berguna untuk pembentukan tulang – tulang janin. Vitamin C : berguna untuk membantu penyerapan Fe dalam tubuh. Air Wanita hamil harus minum banyak air kira – kira 6 – 8 gelas sehari. 4. dan Fe. c. Vitamin D : untuk berguna untuk pertumbuhan pertumbuhan tulang dan bersipat anti janin. P. Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal.nicotin. mencegah scorbut. riboflavin. d. Ada kemungkinan bahwa kekurangan vitamin B complex dapat menyebabkan perdarahan pada bayi. rachitis. Vitamin Pada binatang percobaan kekurangan vitamin dapat menimbulkan kelainan bawaan dan abortus. dan Vit B6 atau pyridoxin.

pe. Lama masa nifas ini yaitu : 6 – 8 minggu. KB 122) . 2. janin. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. (Buku acuan kepada bayinya Memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal dan perawatan pelayanan dan Neonatal. 2002 : 122) Tujuan 1. 2002 : bayi sehat. Melaksanakan yang komprehensif maupun 3.berian imunisasi 4.LANDASAN NIFAS TEORI NORMAL Pueperium (nifas) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandunagn kembali seperti keadaan sebelum hamil. KB. nutrisi. (Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Menjaga asuan kesehatan skrining ibu dan masa janin baik fisik pada nifas maupun ibu : psikologis.

Involusi Bayi Uri 1 2 6 8 2 Pertengahan Tidak Bertambah Sebesar 750 500 350 50 30 TFU Berat Uterus Lahir Lahir Minggu Minggu Minggu Minggu jari pusat teraba Setinggi bawah pusat pusat simfifis diatas simfifis kecil normal 1000 gr gr gr gr gr gr .Perubahan-perubahan 1. psikologis Involusi pada masa nifas : Uterus Uterus berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

Setelah 2 jam dapat 5. uterus banyak mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar.Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm. kandung kemih dalam masa puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah. maka arteri harus mengecil 4. permukaan kasar dimana pembuluh darah bermuara. . dilalui 2 3 jari dan setelah perut 7 hari hanya dan dapat dilalui 2 jari. rahim Dalam kehamilan. dinding perut longgar karena direnggang begitu lama.Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil. bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman.Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh kerena pembuluh endometrium yang berasal dari tepi 3.2. Dinding Peritonitis Setelah persalinan.Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama lochea . kencing Dinding saluran kencing memperlihatkan odema dan hiperamia. Involusi tempat plasenta Proses involusin uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran sebagai berikut : . vagina Setelah persalinan. Sisa urine ini dan trauma pada dinding kantung kencing waktu . Konsistensi lunak dan setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim. sehingga kandung kemih penuh atau BAK masih ada urine resiolual. Perubahan lagi pada pada serviks masa dan nifas.Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontaksi rahim. luka Perubahan dan lapisan pembuluh basalis darah endometrium. . . dalam waktu Saluran 6 minggu. tetapi karena setelah plasenta tidak dibutuhkan lagi peredaran darah yang banyak. tetapi biasanya pulih kembali 6. pada minggu ke 2 sebesar 6 – 8 cm dan akhirnya pveperium sebesar 2 cm.

Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein. involusi mengurangi alat intestinal dan Mempercepat Melancarkan fungsi alat gastro alat perkemihan. 318) Perawatan 1. kebutuhan Mengkonsumsi dan tambahan 500 cairan kalori adalah per : hari b.persalinan memudahkan terjadinya infeksi. Penderita 2. c. banyak cairan. keuntungan infeksi Lochea. Melancarkan untuk pasca persalinan (konseling) : Mobilisasi mobilisasi mobilisasi pengeluaran dini setelah mempunyai 2 jam post partum. Indakan asuhan yang baik pada masa nifas tentang a. diperbolehkan bangun dari tempat tidur 24 – 48 jam post partum. b. sayur-sayuran. d. Dalam beberapa hari post partum seorang wanita akan kehilangan 2 – 3 pon cairan tubuh. 2 minggu. Diet Makanan harus bergizi dan cukup kalori. Dilatasi ureter dan pylium normal kembali dalam waktu 7. . hari ke hal tiga 315 post – partum. : Pverperium. Colostrum adalah cairan kuning prtama yang keluar pada saat ibu menyusui dan biasanya (Obstetri berlangsung Fisiologi pada UNPAD. kandungan. Dianjurkan Perawatan a. Makanan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein. Laktasi Keadaan buah dada pada hari pertama nifas sama saja dengan keadaan kehamilan pada waktu dada belum mengandung susu. dan buah-buahan. mineral dan vitamin yang cukup. melainkan colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat oreola mamae. Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran metabolisme.

isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. tetapi yang paling ditekankan adalah kenyamanan ibu dalam melakukan hubungan. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri. Anjurkan untuk BAK setiap 6 jam.ah itu pembentukan urine oleh ginjal meningkat. Minum kurang lebih 3 liter per hari. in atau perawatan satu tempat (satu kamar) Senggama Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. 7. Bila bayi mulai disusui. selalu basah pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama. Minum kapsul vitamin A agar bisa memberi bayinya vitamin A melalui ASI. Ibu siap. aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja. Bila masih sulit BAB dan terjadi opstipasi apabila terjadi BAB dapat diberikan 5. Salah satu cara untuk meningkatkan ASI dan memudahkan menyusui adalah dengan rooming 6.c. tidak keras sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. e. 3. Dil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya 40 hari post partum. Suhu Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu adalah . obat laksans Perawatan per oral payudara atau perektal. Sete. (Mammae) Perawatan payudara harus dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas. d. Miksi Segera setelah persalinan kandung kemih harus kosong. Produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positiv adalah involusi uterus akan lebih sempurna. Defekasi Harus dilakukan 3 – 4 hari. Sedangkan ada pula wanita yang tidak dapat menahan BAK sehingga 4. Pada beberapa wanita dalam 24 jam pertama post partum merasa susah BAK karena robekan pada saat persalinan pada jaringan vagina dan jaringan sekeliling kandung kemih.

tanda pertama infeksi. d. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38 derajat celcius 2 hari berturut-turut dalam 10 hari yang pertama post partum. Biasanya ibu bersalin dirawat selama 3 – 10. Kapan metode ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui. 8. Bagaimana Bagaimana metode ini dapat mencegah atau Efek menggunakan metode kehamilan dan efektivitasnya. Lamanya perawatan Lamamnya perawatan bagi ibu yang sedang bersalinditentukan oleh keadaan. keuntungannya. Keadaan umum. air kencing. 9. oleh karena pada saat ini motivasi masih saat tinggi. kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4 kali sehari. ialah keadaan sosial. hal-hal berikut perlu dijelaskan terlebih dahilu pada ibu : a. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang setelah 8 minggu setelah persalinan. dalam yang teliti. ini. Kelebihan e. haid datang lebih cepat dari ibu yang menyusui anaknya. Up Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali. Sebelum menggunakan metode KB. c. pil dapat mempengaruhi sekresi air susu. Berencana Keluarga Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi. Datangnya Haid Kembali Ibu yang tidak menyusui anaknya. ekonomi dan keadaan tempat ibu tersebut bersalin. samping. tensi. Kalau ada kelainan. Oleh karena. 5 Follow hari. b. biasanya ditawarkan IUD. injektable atau sterilisasi. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu ada baiknya untuk bertemu . keadaan didinding perut dan buah dada diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan 11. segera diobati.

Pengawasan Pengawasan pendarahan kontraksi keadaan Pengawasan maupun uterus sekret yang keluar ada dari vagina yang emosional. jumlah pengeluaran (Obstetri Fisiologi. nadi. tertinggal. punya keinginan merawat bayinya sendiri. Hari pertama Taking In : Ibu berfokus terhadap diri sendiri. Pengawasan kala IV yang sebetulnya pada jam pertama dari nifas meliputi : 1. apakah ASI sudah keluar atau belum. 3. suhu. hal ASI. beri dukungan baik dari petugas maupun keluarga. respirasi. Pengawasan payudara. Minggu pertama Letting Go : Masa mendapat peran baru. 2. kesadaran. Pengawasan keadaan umum ibu : tekanan darah. Hari kedua Taking Hold : Ibu menjadi mandiri. Adaptasi psiklogis ibu terbagi menjadi 3 : 1. 322 – dll. 4. dan apakah plasenta 5. minta diperhatikan. 3. 2. keadaan putting susu. Post partum blues merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh wanita yang terpisah dari bayi dan keluarganya. 328) Adaptasi psikologis Ibu adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar biasa. ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain. Post partum blues biasanya terjadi sekitar hari ke . keadaan umum. Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali dan setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. TFU (lochea).dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk mengetahui apakah metode tersebut berjaln dengan baik. dll.

3 Tanda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

hingga dan

hari gejala post

ke partum

5

post blues adalah

partum. :

Sangat

emosional Sedih

Khawatir

jika

tidak Mudah

ada

yang

merawat

bayinya. tersinggung Cemas

Merasa Mudah Sedih Menangis tanpa

hilang

semangat marah ada sebabnya kali.

berulang

Beberapa

faktor

yang

dapat

mendorong

terjadinya

post

partum

blues

adalah

:

1. Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa kecewa dan sedih. 2. 3. Pengalaman Rasa sakit melahirkan atau letih yang sulit dapat menyebabkan hingga ibu ibu merasa merasa letih. down.

setelah

melahirkan

4. Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran sebagai orang tua dirasakan sebagai beban oleh ibu.

5. Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.

6. Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu merasa kecewa atau sedih. 7. Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumah sakit dapat menambah permasalahan.

Tanda-tanda

bahaya

pada

masa

nifas

:

1. Pendarahan pervaginan yang luar biasa ataua tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari

pendarahan haid biasa atau bila memerlukan pergantian pembalut 2 x dalam setengah jam). 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengeluaran Rasa Sakit kepala sakit yang pervaginam bagian terus menerus, di waktu BAK yang bawah nyeri mata atau warna jika baunya abdomen epigastrik atau kurang atau masalah di tidak dan enak terasa yang di sedap. punggung. penglihatan. tangan. badan. sakit. lama. kaki.

Pembengkakan Demam, Payudara rasa yang sakit

atau merasa panas waktu

berubah nafsu gerah,

menjadi makan

merah,

Kehilangan Rasa sakit,

dalam dan

lunak

pembengkakan

10. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau mengasuh bayinya. 11. 12. 13. Nyeri panggul Merasa sangat Lemas atau abdomen yang lebih letih atau luar dari keram hal uterus nafas terengah-tengah. biasa. biasa .

(Asuhan

Persalinan

Normal,

140)

Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Infeksi

masa Puerperal Trauma

nifas

: Morbili Genetalia Endometritis Mastitis

Abses Tromboplebitis

Dada Berat Dll

LANDASAN KELUARGA

TEORI BERENCANA

Pelayanan 1.

kontrasepsi Tujuan

mempunyai

2 Umum

tujuan

: :

Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan • • • mengkategorikan Fase Fase Fase 3 fase menunda menjarangkan menghentikan/mengakhiri untuk mencapai sasaran yaitu: perkawinan/kesuburan kehamilan kesuburan Macam-Macam I. 1) a.2. 2) a) • • Diafragma Metode Metode Metode Metode suhu Natural Fertility Metode Metode Tanpa KB Family Awarreness Periodic Metode Pantang Kalender badan lender Sympto Coitus Dengan basal Serviks Kontrasepsi Sederhana Alat Alamiah Planning Methods Abstinens Rhythm berkala (Ogino-Knauss) (Thermal) (Billing) Thermal Interuptus Alat Mekanis Kondom Barier pria intravaginal . Tujuan pokok : Penurunan angka kelahiran yang bermakna. • • • • • • • • • b.

1) a) Pil Mini Morning Oral Metode Kontrasepsi Modern Hormonal Per-Oral Kombinasi (POK) Pil After pil b) DMPA NET_EN Microsphere Microcapsules Injeksi/ suntikan c) Sub-Kutis/ Implant .Kap Spons Kondom b) Spermisid Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal soluble ( serviks sponge) wanita Kimiawi : cream foam jelly suppositoria tablet film II.

ceramik dan proplast plugs.Implanon) (Capronor.radium cobalt dan lain-lain Laser Medis tuba koagulasi Operatif Wanita falopii tuba falopii bilateral (fimbrial cap) tuba falopii secara mekanis: Penjepitan tuba falopii (hemoclip.ST-1435.falope ring.polyethylene plug. Ligasi Elektro Fimbriektomi Salpingektomi Ovarektomi Histerektomi Fimbriotexy ovaroitexy Penyumbatan non biodegradable biodegradable (Norplant.filshie clip) Solid plugs (solid silastic intra tubal device.Pellets) Device (IUD)/ AKDR Mantap: Wanita Intra Uterine Kontrasepsi Pada sinar X.Norplant-2.Implant Implant 2) 3) a) Penyinaran Radiasi Sinar Operatif.spring-loaded clip.yoon band.tubal band.Dacron dan Penyumbatan Phenol Quinacrine tuba (carbolic Teflon falopii acid) secara plugs) kimiawi: compounds) .

tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan. pemakaiannya yang praktis.Methyl-2 AgGelatin-resorcinol-formaldehide Ovabloc b) Medis Vasektomi/ vasektomi cyanoacrylate (MCA) Nitrat (GRF) Pada Operatif tanpa pisau Pria Pria (VTP) Penyumbatan Penjepitan Plugs Intra Vas Penyumbatan Vas-Deferens secara mekanis : Vas-deferens Vas Device Values vas-deferens secara kimiawi (Quinacrine. KONTRASEPSI SUNTIK Kontrasepsi hormonal jnis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif. Di bawah ini akan dikelaskan secara rinci mengenai kontrasepsi Suntik. Profil . harganya relative murah.Ethand.Ag-Nitrat) Semua jenis kontrasepsi diatas mempunyai keuntungan kerugian dan cara pakai yang berbedabeda.

dengan 0.• • • • • Dapat dipakai oleh kesuburan masa laktasi Sangat efektif Aman semua lebih perempuan lambat. sederhana cara pemberiannya.3 kehamilan per 100 perempuan / tahun DMPA memiliki efektifitas tinggi. yang diberikan setiap 3 blank dengan cara disuntik IM Cara Mencegah Kerja ovulasi Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan Menghambat selaput lendir rahim gamet tipis oleh dan atrofi tuba transportasi Efektifitas Bila menyuntikkan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan makakedua jenis kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. tidak dalam masa 4 reproduksi bulan ASI Kembalinya Cocok untuk rata-rata menekan karena produksi Jenis Kontrasepsi Suntikan o Cyclofem mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali o Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) mengandung 150 mg DMPA. kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui . cukup aman.

Depo Noristerat menyebabkan siklus haid lebih stabil. amenorea lebih jarang dan efektifitas lebih cepat kembali setelah berhenti menjadi akseptor Keuntungan Sangat Pencegahan Tidak berpengaruh kehamilan pada jangka hubungan suami efektif panjang istri Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung. dan gangguan Tidak Sedikit Klien Dapat tidak digunakan oleh perlu perempuan kanker memiliki pembekuan pengaruh efek menyimpan > 35 tahun dan obat sampai terhadap darah ASI samping suntik perimenopause ektopik payudara panggul cell ) Membantu Menurunkan Mencegah Menurunkan mencegah endometrium penyakit kehamilan jinak radang kejadian beberapa krisis penyebab anemia penyakit sabit ( blank sickle Keterbatasan o Siklus Perdarahan Perdarahan Tidak Sering haidyang ditemukan gangguan memendek banyak atau perdarahn sama atau haid seperti: memanjang sedikit (spotting) sekali yang tidak teratur haid atau bercak .

o Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik ulang) o o Tidak dapat dihentikan berat sewaktu-waktu badan merupakan sebelum efek suntikan samping berikutnya tersering Permasalahan o Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual. sakit kepala. nervositas. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya( tempat suntikannya) o Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang o Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang ( densitas) o Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina. dan jerawat. menurunkan libido. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin Usia Nulipara Menghendaki Menyusui Setelah Perempuan Perempuan Perempuan yang dan kontrasepsi dan jangka telah panjang dan yang memiliki memiliki reproduksi anak efektifitas yang tinggi sesuai menyusui keguguran tubektomi perokok membutuhkan dan abortus anak. atau o Terlambatnya infeksi kembali kesuburan setelah virus penghentian HIV pemakaian o Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadi kerusakan/ kelainan pada organ genitalia. dengan masalah pembekuan darah atau . gangguan emosional (jarang). hepatitis B virus. kontrasepsi tidak atau belum melahirkan setelah telah banyak tetapi menghendaki Perempuan dengan tekanan darah < 180/110 mmHg.

injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan tidak hamil.000 kelahiran) o Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya o Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid. asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum pernah melakukan • Pasca koitus keguguran . selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual Cara Pemberian • pada sesudah ASI hari berproduksi atau Pasca ke sebelum ibu 3-5 pulang dari persalinan postpartum rumah sakit 6-8 minggu pasca persalinan.anemia blank sabit Perempuan mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi. terutama amenorea o o Waktu Perempuanang Perempuan dengan menderita diabetes Mulai mellitus kanker disertai payudara komplikasi Penggunaan • • Mulai Setiap dari hari saat pertama selama sampai hari siklus ke-7 siklus haid haid • Pada perempuan yang tidak haid. Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin o Perempuan hamil atau dicurigai hamil ( resiko cacat 7% per 100.

tetapi tidak Amenorea Perdarahan berbahaya 4. klien perlu diobati dan dirujuk 8. klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan 6. perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologi. Bila perdarahan yang terjadi mengancam klien. Untuk mencegah anemia diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi. namun penyebab perdarahan perlu dicari penyebabnya. Bila gangguan tersebut menetap. Perdarahan banyak atau memanjang ( lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari biasanya). . Pilih kontrasepsi lain. selesai sala Masa pada hari ke ibu tidak hamil kuretase lagi interval 3-5. Obati penyebab tersebut dengan cara sesuai 5. Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai. Jelaskan hal tersebut biasa ditemukan pada blank pertama penyuntikan 7. Penanganan Gangguan Haid 1. 3.Setelah 30 • Waktu haid hari pasca abortus. suntikan jangan dilanjutkan lagi. Bila terus berlanjut atau setelah tidak haid. Bila ditemui penyakit radang panggul atau penyakit akibat huungan seksual. 2.

00 April 2010 wib Margie Ayu Melia Novita I. S tahun Jawa/Indonesia Tn. 32 SUBJEKTIF Identitas Suami E tahun Jawa/Indonesia . Istri Nama Umur Suku/Bangsa : : : 26 Ny. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU HAMIL SULISTYANI LAMPUNG Hari/Tanggal Pukul Anamnesa Oleh : : : Kamis. 1 17.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. A.

ANAMNESA 1. 2. – tanda : pada positif usia kehamilan 29 8 – kehamilan ya 16 minggu 2009 terutama hasil (+).Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Jln. : : : Perwira No. 2.6 Islam SMP IRT Terminal Inud Islam D3 Wiraswasta Rajabasa B.1 • • • • • • • Riwayat Kehamilan Riwayat saat ini Menstruasi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : : 14 30 tahun hari 6 hari setiap hari ada 2009 2010 5 kali : : 15 24 ganti – pembalut tidak Juli April Dismenorhea HPHT TP : 2. Agustus 2. Alasan Kunjungan : Pemeriksaan kehamilan rutin dan ingin mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janinnya. ya.2 • • • Mual PP ddan test Tanda Amenorhea muntah : : ya.3 Gerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan dalam 10 menit .

1 kali ptg Hamil sehari ikan/ayam 2. : ½ 2-3 mangkuk sayur. 1 – mangkuk 4 sayur.4 • • • • • Mual Gangguan Sakit Nyeri Pengeluaran Keluhan dan muntah Penglihatan kepala saat BAK pervaginam : yang : : tidak tidak tidak : : tidak tidak dirasakan ada ada ada ada ada 2.terakhir 4 – 5 kali 2. 1 x ptg sehari ikan/ayam Setelah • • Jenis Pola Makanan Makan : 1 1½ : prg 3 nasi.6 Sebelum • Warna BAK Pola Eliminasi Sehari – hari Hamil : Frekuensi : : 3 – Kuning 4 kali sehari Jernih • Warna Konsistensi BAB : Frekuensi : : : 1 kali sehari Kuning Lembek .5 Sebelum • • Jenis Pola Makanan : Pola Pemenuhan Nutrisi Hamil Makan 1 prg nasi.

dan jarang tidur siang • • Seksualitas Pekerjaan : : ibu ibu mengatakan pekerjaan tidak ringan ada rumah keluhan tangga mengerjakan 2.9 Kontrasepsi yang pernah digunakan : KB Suntik 3 Riwayat Kehamilan.Setelah • Warna BAK : Frekuensi : : 4 – 5 kali Hamil sehari Kuning • Warna BAB : Frekuensi : : : 1 – 2 kali sehari Kuning Lembek Konsistensi 2. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. pada saat umur kehamilan 4 dan 5 bulan. BB PB 2. 2. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat .8 Imunisasi : TT lengkap. Persalinan.7 Pola aktivitas sehari – hari • Istirahat dan Pola tidur : Ibu tidur 7-8 jam sehari.

2 Jumlah Lama : apakah kehamilan ini Riwayat direncanakan/ : tidak : Ya. jamu.1 5. 5. hepar.3 Susunan Keluarga yang tinggal dirumah . 4.3 Riwayat Kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol / obat – obatan sejenisnya. dll 4. Sosial direncanakan : Ya kali tahun Status Perkawinan : Menikah 1 4 5.2 Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak terdapat penyakit menurun seperti jantung. hipertensi. diabetes mellitus.1 • • • • • • Riwayat Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria Riwayat yang : : : Melitus : : : tidak tidak pernah atau tidak tidak tidak tidak sedang Kesehatan diderita ada ada ada ada ada ada 4. merokok atau melakukan pencucian vagina 5. campak.4.

3. N 5 BB 6. Jenis Kelamin Umur Hubungan Pendidikan Pekerjaan Keterangan Laki 32 th - Laki th Suami D3 Wirasawasta Sehat Perempuan 3 Anak Sehat 5. 3. 2.5 44 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC Kg Kg cm cm B. 7. 4. TTV : BB setelah Tinggi LILA : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 sebelum hami Badan : : 24 : : Emosional 100/60 X/menit hamil : mmhg T : 53 155 R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36.4 Kepercayann yang pernah dianut keluarga : tidak ada II. 1. 2. Pemeriksaan Fisik . A.No 1.

Putting Simetris Benjolan Dada susu : : Payudara : Ya. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. : : : Menonjol kanan Pembesaran dan dan Tidak Belum : Ada bersih kiri ada ada Pengeluaran h. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g. Pengeluaran Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada e. a.1. Sklera Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) d. Abdomen : Pembesaran : Sesuai usia kehamilan . Kepala : : Kulit kepala : Hitam. tidak tidak ada Inspeksi ketombe rontok Rambut b. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Bersih.

keluar gatal Anogenital cairan : Tidak putih dan dilakukan (namun Ibu tetapi mengatakan tidak berbau) berlendir tidak 2. agak lunak. bening Thyroid : :Tidak Tidak ada ada pembengkakan pembengkakan c. Muka : Edema :Tidak Palpasi ada b. Leher getah : Kel. dan tidak melenting. Kel. . Punggung dan Pinggang : Posisi punggung : Lordosis j. Uterus .Bekas Striae Linea luka : operasi : Tidak : Tidak ada ada Nigra i. a. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. Varises Ekstremitas : : Kemerahan : Tidak Tidak ada ada k. Tumor Abdomen : Pembesaran : Lien dan Tidak Limpa: Tidak ada ada d.Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc.

: Normal. kanan : Tidak dan Perkusi ada kiri C. rata. b.7) gr IV – x 7. Glukosa 2.. c. a.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. Frekuensi Punctum maximum : 3 Jantung Paru-paru : Uterus : jari dibawah : Normal. ASSESMENT . melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. 2 Tidak LABORATORIUM dilakukan dilakukan gr % III. 1. b.7) 100 – x : 100 gr gr ± 2706 ± Konvergen 150 150 gr gr gr 3. Nyeri Refleks ketuk Patella punggung : dan (+) pinggang . keras.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. Darah : Urine : : PEMERIKSAAN Protein : Tidak Hb : 10.2 (TFU 7. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin . tidak ada DJJ 140 pusat sebelah kiri bunyi ronchi lup dan : Auskultasi dup wheezing (+) X/menit perut ibu 4. a.2 (29 2406 : – 1.

Memberi tahu ibu mengenai tanda – tanda bahaya dalam kehamilan. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi • Ibu janin mengerti juga tentang dalam penjelasan keadaan yang sehat diberikan 2. : Ibu hidup G2 intrauterine. maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan . yaitu: Bengkak Keluar darah Pusing atau sakit kepala yang tidak hilang dengan istirahat kabur kaki – tiba dari dan jalan wajah lahir Penglihatan pada tiba . Tidak P1 presentasi A0 kepala ada Masalah IV. Menjelaskan pada ibu tanda – tanda persalinan.• • • Diagnosa Diagnosa Janin : Ibu Janin : tunggal. yaitu : .Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air Apabila ada tanda – tanda diatas muncul. PLANNING 1.Sehingga bila terjadi salah satu hal diatas ibu dapat segera mendatangi tenaga kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu diatas 3.

putar kedua kaki bersama – sama ke kanan dan ke kiri masing – masing 4 kali Latihan duduk tegak kedua 2 tungkai lurus dan : rapat . lakukan masing dan kiri sama – sama ke – masing 8 dan ke kali kiri kanan .Latihan Pembentukan Sikap Tubuh : berbaring terlentang. kaki kanan jauh ke belakang.gerakan kaki kanan dan kiri sama – sama ke arah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakan kaki kerah luar. Mengajarkan pada ibu senam hamil untuk usia kehamilan > 35 minggu yaitu : Latihan Latihan Pendahuluan ( 1 6 gerakan ) : . .duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan. kedua lengan disamping badan dan bahu.gerakan kaki kiri jauh kedepan.4. letakkan dagu diats dada melihatlah kerah vulva. lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan dan kaki gerakan kaki kanan kiri jauh kebelakang. lakukan masing – masing 4 kali . kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit seluruh tubuh lemas dan rileks .Latihan Kontraksi dan Relaksasi : berbaring terlentang dengan kedua lengan disamping badan kedua kaki lurus.letakkan tungkai kanan diatas tungkai kiri. lemaskan seluruh tubuh lakukan pernafasan secara teratur dan berirama. kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menghempaskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubuur beberapa saat kemudian istirahat . Lakukan sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit .ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri diatas tungkai kanan. lakukan masing – masing 8 kali Latihan Inti ( 3 gerakan ) .

vitamin C 50mg 1x1/hari untuk membantu penyerapan Fe. lemaskan seluruh badan. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian. tegangkan otot – otot perut. dan Licokalk 500 mg 1x1/hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu dan janin 6. Lutut kanan diletakkan kedepan lutut kiri dan keduanya ditekuk. Posisi relaksasi adalah berbaring terlentang. hilangkan semua suara yang mengganggu. Setelah mengedan kembali ke posisi semula. Setelah beberapa saat. tegakkan otot leher. Misalnya pada irama nafas. mata dipicingkan. buka mulut sedikit dan bernafas nya sedalam – dalamnya. lemaskan otot – otot badan termasuk muka.Tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang. Tenang. kerutkan anus. pilihlah tempat yang paling tenang atau tutuplah mata dan telinga pusatkan fikiran anda pada satu titik. kepalkan kedua tangan. Lakukan sebanyak 4 kali dengan interval 2 menit Latihan Penegangan dan Relaksasi ( 2 gerakan ) . dan segera datang . tegangkan kaki dan tahan nafas. dirumah mengerti 5. Latihan mengedang seperti buang air besar kerah bawah depan. lalu tutup mulut. kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. Tangan kanan ditekuk kedepan badan dan tangan kiri dibelakang badan.Latihan Relaksasi : tutup mata dan lemaskan seluruh persendian. Lakukan selama 5 – 10 menit .Latihan Penegangan : berbaring miring ke arah punggung janin misalnya kekiri.Latihan Pernafasan : tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua lengan ( posisi lititomi ) dan rileks. kerutkan dahi. Memberikan obat – obatan yaitu tablet Fe dengan dosis 200mg 1x1/hari untuk membantu pertumbuhan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia. atasi tekanan. Lakukan sebanyak 8 kali . tegangkan bahu. • Ibu kedua dan lutut mengikuti ditekuk gerakan senam atau dan berbaring akan mencoba miring.

3. agar kehamilan ibu dapat dipantau sehingga jika terjadi komplikasi/masalah dapat segera diatas • Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan segera datang jika ada keluhan KUNJUNGAN II Anamnesa Tanggal Pukul Oleh : : : Margie 6 08. Ibu Ibu mengatakan mengatakn badannya gearakan pegal bayinya – SUBJEKTIF pegal aktif II. A.5 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC B. Ayu April 00 Melia Novita 2010 wib I. 2. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36. • Pemeriksaan Khusus Kebidanan Palpasi . 4.jika ada keluhan. 1.

Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. Donald : 29 cm). frekuensi 132 x/menit • Refleks Patella Positif ( + ) kanan dan Perkusi Kiri • Posisi punggung Punggung lordosis. rata. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu.7) 100 x : 100 gr gr ± ± Divergen 150 150 gr gr GRAM 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ).. . agak lunak.7) IV – x 7. dan tidak melenting. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin . varises.2 (TFU 7.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar.2 (32 : – 1.Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. kemerahan dan kekakuan otot Ekstremitas dan sendi . keras. tidak ada dan nyeri ketuk Pinggang pinggang • Tidak ada oedema. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar.

Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obat dan multivitamin yang telah diberikan • Ibu mengatakan akan tetap memakan obat – obat yang telah diberikan 4. presentasi kepla IV. Menjelaskan kepada ibu bahwa pegal – pegal di pinggang yang dialaminya adalah normal karena posisi badan ibu yang lebih condong kedepan karena perut yang mengalami pembesaran hingga • Ibu otot – mengerti otot penjelasan pinggang yang tertarik diberikan 3.letakkan tangan pada awal pemijatan dengan menutup payudara dibagian pinggir .beri kompres minyak pada puting susu selama 2 menit dengan kapas yang diberi minyak oleskan minyak / baby oil pada kedua telapak tangan . menekan dengan kuatpada seluruh payudara . Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2. Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 Hamil 37 Minggu ASSESMENT 4 Hari Diagnosa Janin : Janin tunggal. Mengajarkan ibu cara melakukan perawatan payudara. Menganjurkan kepada ibu untuk memeriksakan diri kembali jika ada keluhan • Ibu mengatakan akan memeriksakan diri jika ada keluhan 5. yaitu : .gerakkan tangan kedepan menuju aerola. PLANNING 1. Hidup intrauterine.III.

-

gerakan

ini

diulang

selama

5

10

menit

- pegang payudara dengan satu tangan dan kelenjar susu ditekan dengan tangan lain, ibu jari dan jari diakhir bersihkan – pemijatan, puting puting susu dan jari susu ditarik yang keluar dengan dengan lain jari handuk selama dan 2 air dibawah menit hangat

seluruh

payudara

6.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

:

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air

Apabila ada tanda – tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

BERSALIN SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

:

Margie 06

Ayu April 17.30

Melia

Novita 2010 wib

KALA

I

I.

SUBJEKTIF

• Ibu mengatakan mulas- mulas yang semakin lama semakin sering dan semakin kuat sejak pukul 15.00 • Ibu mengtakan keluar lendir sejak pukul 16.00 wib wib

• Ibu mengatakan dalam 10 menit merasakan mules yang lamanya kira-kira 35 detik, banyaknya 3 kali • Ibu mengatakan belum berasa ingin mengedan, dan gerakan janinnya aktif

II.

OBJEKTIF

A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 :

Pemeriksaan Umum : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Compos : : 20 36,5 :

Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B. •

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

30 inpartu atau Dalam belum wib Bidan rektokel lahir Lunak 60% cm Positif Kepala UUK Konsistensi Pendataran Pembukaan - . keras.. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu. melenting - Leopold IV : Divergen TBJ : : (Niswander) 1.7) – x 7.2 (TFU 7.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat.2 (32 : – 1.7) 100 x 100 gr gr ± ± 150 150 gr gr gram 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ). frekuensi 142 x/menit • Frekuensi 3x/10 menit. Lamanya 30-40 HIS detik • Atas Pukul Oleh Dinding Portio Vagina : : indikasi : untuk Pemeriksaan mengetahui : : tidak Arah : : : : Ketuban Presentasi Penunjuk : : : 6 ada sistokel searah dan jalan apakah ibu sudah 17.

• Memantau Persalinan kemajuan persalinan terpantau menggunakan dengan partograf baik 3. • Menghadirkan Ibu orang terdekat untuk menemani oleh ibu saat bersalin suaminya ditemani 4. hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada IV. Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. Namun jika tidak. anjurkan ibu untuk tidur dengan miring kekiri agar . Anjurkan ibu untuk berjalan ataupun jongkok jika ibu masih kuat. PLANNING 1. Diagnosa Ibu : Penurunan : H III ASSESMENT Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala I Fase Aktif Diagnosa Janin : Janin tunggal. Menganjurkan ibu untuk cukup makan dan minum agar ibu mempunyai tenaga yang cukup untuk • Ibu sudah minum secangkir teh mengedan manis 5. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2.III.

Ibu mengatakan rasa mulas dan sakit pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah yang semakin Ibu mengatakan ingin sering mengedan OBJEKTIF N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : Umum Compos : : 20 36. heating set. perlengkapan bayi.15 kemajuan dalam persalinan wib . pakaian ibu. anus mengembang Atas Pukul indikasi : : Periksa untuk menilai 20.15-20.40 wib ) SUBJEKTIF .asupan • Ibu O2 memilih ke posisi janin tidur tetap miring lancar kekiri 6. peralatan resusitasi. Menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat persalinan.Adanya dorongan ingin meneran. seperti partus set. cairan dekontaminasi dan alat perlindungan diri • Segala peralatan telah siap pakai KALA II ( Pukul 20. perineum menonjol.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC . vulva membuka.

- Dinding Portio Vagina : : Arah tidak : : ada sistokel searah dan jalan rektokel lahir Lunak Konsistensi Pendataran Pembukaan Posisi Penurunan Ketuban : : Presentasi Penunjuk : : > Lengkap Negatif : : UUK : ( 80 (10 - % cm) ) Kepala UUK Depan H IV HIS DJJ ( + ( ). x/10 frekuensi menit. Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya dan janinnya dalam keadaan baik. + frekuensi 4 ). lamanya 140 > 40 x/menit detik ASSESMENT Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala II Diagnosa Janin : Janin tunggal. pembukaan sudah lengkap maka ibu sudah siap untuk melahirkan . hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Dukungan dan Motivasi PLANNING 1.

• Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2. gigi beradu dan tidak bersuara selama mengedan • Ibu Ibu beristirahat mengerti dan diantara akan kontraksi melaksanakannya 3. penolong menempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi ( secara biparietal ). Setelah kepala bayi lahir. Melakukan pertolongan Melahirkan persalinan dengan Kepala prosedur APN : Bayi Memimpin ibu mengejan saat kepala sudah tampak 5 – 6 cm didepan vulva. Lalu memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher bayi. Melahirkan Bahu dan Seluruh tubuh bayi Setelah bayi melakukan putaran paksi luar. Lalu menyelipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi untuk menyangga kepala dan satu c. a. b. penolong meletakkan satu tangan dikepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal. Lahir Penanganan Meletakkan bayi diatas perut ibu dan segera membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi . • Memberikan Ibu ibu minum minum saat secangkir tidak teh ada his manis 4. yaitu : .Setiap ada his. kedua tangan ibu merangkul paha dengan mata membuka melihat perut . Bayi dan lahirlah seluruh Baru tubuh bayi.Dagu ibu menyentuh dada. tangan laiin menyusuri badan bayi. Kemudian penolong mengarahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan dan mengarhkan keatas untuk melahirkan bahu belakang. Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar sewaktu ada his. penolong mengusap muka bayi dengan kasa/kain bersih. satu tangan lain menahan perineum agar tidak terjadi robekan.

Menilai bayi yaitu. bayi menangis spontan. KALA SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu merasa III ( pukul 20. Kemudian segera mengganti handuk/kain yang basah dengan yang kering dan melakukan inisiasi menyusu dini ( IMD ) yaitu meletakkan bayi secara tengkurap didada ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibunya. bayi bergerak aktif.40-20. dan warna kulit bayi kemerahan.50 wib ) mengatakan mengatakan bahagia kaarena perutnya lemas bayinya telah terasa setelah lahir selamat mulas melahirkan dan sehat OBJEKTIF N Tali TFU Kontraksi Pusat : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus Berada : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : di Umum Compos : : 20 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik vulva ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 . Lalu menjepit dan memotong tali pusat.kecuali pada bagian tangan.

dan periksa luka laserasi • Plasenta lahir spontan pukul 20.Memindahkan klem sekitar 5 – 10 cm didepan vulva. Melakukan Perengangan Tali Pusat Terkendali . Memberikan suntik Oxytocin 10 unit ( 1 ampul ) IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar 3.Meletakkan kain diatas perut ibu lalu lakukan masase fundus sebanyak 15 kali dalam 15 detik Lalu periksa kelengkapan plasenta .Saat adanya semburan darah tiba – tiba. saat ada his letakkan satu tangan di supra simfisis dan melakukan gerakan dorso kranial dan tangan lainnya menegangkan tali pusat searah jalan lahir .50 wib ) SUBJEKTIF Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas . lalu memeriksa vulva dan vagina dan tidak terdapat luka laserasi KALA IV ( pukul 21.Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1.50-22.50 wib.Saat plasenta nampak didepan vulva. lengkap dengan selaput kotiledonnya. tali pusat memanjang dan uterus membulat maka itu tanda lepasnya plasenta . Melakukan Palpasi abdomen dan tidak ditemukan adanya janin kedua 2. sambut dengan kedua tangan lalu keluarkan dengan diputar searah jarum jam secara perlahan .

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik cc ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1. Penjelasan pada ibu bahwa rasa mulas yang ia alami adalah normal dikarenakan proses involusi uteri • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum untuk memulihkan kondisinya . • Membersihkan Ibu sudah dan pakai Merapikan baju Ibu bersih setelah dan bersalin rapi 3.OBJEKTIF N TFU Kontraksi Perdarahan : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus ± : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : 100 Umum Compos : : 20 36.

TFU 3 jari dibawah pusat . 1 ptg ayam dan secangkir teh manis 4. kandung kemih kosong. ½ mangkuk sayur. Mengajarkan ibu untuk sering menyusui bayinya agar nutrisi bayi terpenuhi dan menimbulkan ikatan bathin antara ibu dan bayi selain itu untuk membantu kontraksi uterus • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 5. • Dekontaminasi Alat – alat alat – sedang alat dalam dan tempat proses bersalin dekontaminasi 6.• Ibu sudah makan 1 prg nasi. kontraksi uterus baik. Mengobservasi kondisi ibu setiap 15 menit pada satu jam pertama dan 30 menit pada 1 jam kedua • Tanda – tanda vital ibu dalam batas normal.

Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan lelah nyeri bahwa takut asi untuk mulas setelah pada nya BAK pada m luka sudah dan SUBJEKTIF perutnya elahirkan jahitan keluar BAB II.30 Melia Novita 2010 wib I. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU NIFAS SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07. Pemeriksaan OBJEKTIF Umum .ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. A.

Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g. tidak tidak ada ketombe rontok Rambut b. 3. 4. Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada Pengeluaran e.5 Stabil X/menit oC B. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c.1. 2. a. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 : : Umum Compos : Baik Mentis Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : : : 20 36. Putting Dada susu : Payudara : : Menonjol Pembesaran dan : Ada bersih . Sklera d. Bersih. Kepala : : Kulit Pemeriksaan Fisik Inspeksi kepala : Hitam. 5.

Punggung dan Pinggang : Normal. Abdomen : : Ya. ASSESMENT . Ekstremitas : Tidak ada oedema dan kekakuan sendi 3. TFU Kontraksi : 3 Pemeriksaan Kebidanan Uterus jari : dibawah pusat Baik Vulva Perineum Anus Pengeluaran : pervaginam : : Ada Tidak : Warna luka ada Lochea Anogenital kemerahan laserasi haemoroid Rubra III. kanan Tidak : dan kiri ada Kolostrum : Bekas luka : operasi : Tidak ada Keras Konsistensi Kandung Pembesaran Pembesaran Benjolan Kemih Lien Liver : : : : Tidak Tidak Tidak Kosong ada ada ada i.Simetris Benjolan Pengeluaran h. tidak ada nyeri ketuk pinggang j.

Pernafasan Iga dengan gerakan : tarik nafas dalam dari hidung. yaitu : . lakukan sebanyak 15 kali gerakan . ikan . Mengajarkan ibu senam nifas hari ke – 1. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas PLANNING memeriksa TTV normal 2. telur. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. 1. dan buah – buahan • Ibu mengatakan akan makan makanan yang dianjurkan 4. tempe. sayur – sayuran. usahakan rongga dada dan rongga perut tetap.Latihan kontraksi otot perut dan otot bokong dengan gerakan : tundukan kepala kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur. ikan.Gerakan Pergelangan Kaki dengan Gerakan : Kaki diputar kerah luar dan kearah dalam sebanyak 5 kali gerakan .Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling mengenai keadaannya saat ini IV. Memberikan ibu makanan diit TKTP ( Tinggi kalori Tinggi Protein ) yang terdiri dari menu makanan seimbang seperti nasi. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. Keluarkan udara perlahan – lahan dengan menggunakan otot perut tahan 3 – 5 detik. lepaskan perut sehingga punggungm menekan kasur .

Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat untuk membantu mengurangi rasa pegal dan lelah di badannya • sehingga Ibu diharapkan kondisinya dapat akan segera membaik istirahat mengatakan .kemudian • Ibu lepaskan mengerti perlahan dan – lahan mengatakan sebanyak akan 15 kali gerakan mempraktekannya 5.

NIFAS HARI Ke – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 8 Ayu April 07.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kolostrum Baik pusat .30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatkan mengatakn mengatakn mulas nyeri sudah sudah siang jalan ini bisa ke akan nya pada BAB kamar pulang semakin luka dan mandi ke berkurang jahitan BAK sendiri rumah OBJEKTIF N TFU TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : 3 : : Emosional 110/70 X/menit Payudara Uterus jari mmhg T R : : : dibawah Umum Compos : : 20 36.

Latihan Otot Perut dengan gerakan : angkat kepala hingga dagu menyentuh dada. yaitu pertama : ) melakukan . Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas memeriksa TTV normal 2.- Anogenital : : : : Perineum : ada Lochea luka jahit Rubra Pengeluaran BAB Eliminasi BAK ( : + ( + ) ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penjelasan tentang kondisinya saat ini PLANNING 1. ( Mengajarkan Sebelumnya pada telah ibu senam Nifas gerakan hari hari Ke-2. lakukan sebanyak 5 kali gerakan .

Latihan untuk menguatkan otot dada dengan gerakan : kedua tangan mendorong lengan kearah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan. selama 2 yaitu : menit . Pertahankan selama 5 menit sebanyak 4 kali gerakan. memutar dari dalam keluar atau sebaliknya . diberikan mengerti gerakan 4.Latihan Kaki dengan Gerakan : kedua lutut dibawah atau direbahkan kesamping kiri setengah rendah lalu ke tengah dan dibawa kembali kekanan. . Menjelaskan ibu tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan menganjurkan ibu untuk rutin mengimunisasi • Ibu mengerti penjelasan yang bayinya diberikan 5. bahu tetap dikasur. - Mengajarkan Mengompres ibu cara putting perawatab susu payudara. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali. tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit dibengkokkan.Latihan untuk mengembalikan rahim pada posisi semula dengan gerakan : Tidur tengkurap dengan bantal menyangga perut bagian bawah dan satu bantal kecil menyangga punggung kaki.Kompres payudara ibu dengan kompres hangat dan dingin sevara bergantian sebanyak 5 kali diakhiri • Ibu mengerti dengan dan mengikuti kompres apa yang telah hangat dijelaskan .. lakukan • sebanyak Ibu 45 kali gerakan dan dan mengikuti istirahat setiap 15 yang kali gerakan.Melakukan penijatan payudara dengan gerakan spiral. .Memijat putting susu kearah luar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk jika putting susu belum keluar . kepala menoleh kekiri atau kekanan.

yaitu : Pernafasan Terlalu hangat > bayi pusat x/menit < 36 oC 37 terlalu atau Hisapan Tali banyak atau bau muntah busuk merah. mengganti pakaian jika basah dan kotor. Menganjurkan Ibu ibu untuk cukup istirahat agar kondisinya akan cepay pulih mengatakan istirahat 8. yaitu : mandi 2 x sehari. dan menjaga kebersihan alat genitalia • Ibu mengatakan mengerti apa yang telah diajarkan KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri.6. mengganti pembalut minimal 3 x sehari. - Menjelaskan tanda – tanda sulit bahaya atau oC lemah atau pada bayi > baru 60 dingin lahir. berdarah Apabila terjadi hal – hal demikian agar segera menuju ke pelayanan kesehatan terdekat • Ibu mengerti dan akan segera datang ke tenaga kesehatan bila terjadi hal tersebut 7 • .30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF .

Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI semakin membaik lancar mengatakan mengatakan mengatakn sehat telah dan dapat tak beraktivitas ada keluhan kembali lagi OBJEKTIF N TFU Anogenital : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : : : Emosional 120/70 X/menit mmhg T Payudara Uterus Pertengahan Perineum : : : BAK ( : + : luka Pusat jahitan Lochea ( + ) ) : mulai R : : Umum Compos : : 24 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC ASI Baik sympisis mengering Sangiluenta sudah sudah Pengeluaran BAB Eliminasi ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 7 Masalah : tidak ada Kebutuhan : Konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif .

meningkatkan kecerdasan dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi 3. Dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat anti body.PLANNING 1. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital. yaitu pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai 6 bulan tanpa diberikan makanan apapun. terutama rutin untuk mengganti pembalutnya. Menjelaskan pada ibu tentang ASI Eksklusif. yaitu : payudara selalu dijaga kebersihannya dengan cara rajin mengganti BRA minimal 2 x sehari atau jika basah dan kotor. Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara yang baik. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara ibu tidur/istirahat ketika bayinya sedang tidur 6. lakukan pemijatan payudara ( dari luar kearah puting susu ) terutama pada saat mandi 4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan . rutin untuk mandi. menjaga kebersihan diri terutama kulit. memeriksa payudara. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi karena dalam masa menyusui dan dalam posrsi yang lebih banyak dari pada biasanya serta menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan air untuk mencegah sembelit 5. Kompres payudara dengan air hangat agar sirkulasi darah pada payudara lancar dan mencegah bendungan ASI. rambut dan kuku. TFU dan lochea 2. kontraksi uterus.

Hep B 3 ( usia 6 bulan ). dan campak ( usia 9 bulan ) KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : 20 Ayu April 16.30 Prameswari 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI luka jahitan telah semakin membaik lancar kering mengatakn bekas OBJEKTIF Keadaan TTV : Kesadaran Keadaan TD : Umum : Emosional 120/80 mmhg R : Compos : : 20 Baik Mentis Stabil X/menit . DPT 1.4.2. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya.bayi 6. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) . BCG ( usia 0 2 bulan ). dan 5 bulan ). dan 3 ( usia 3.

TFU dan lochea 2. kontraksi uterus. protein.N - : 80 Pengeluaran Kontraksi TFU X/menit T Payudara Uterus : : : Tidak 36. vitamin dan mineral serta anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu karena ibu membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada biasanya untuk dirinya dan bayinya . Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital.5 oC ASI Baik teraba : : Perineum : : BAK ( : + : Anogenital bekas Lochea ( + ) jahitan kering serosa Pengeluaran BAB Eliminasi : ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 14 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling KB PLANNING 1. memeriksa payudara. lemak. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan menu makanan seimbang yang meliputi karbohidrat.

3. Menganjurkan ibu untuk tetap memperhatikan istirahatnya agar stamina ibu tetap terjaga

4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan bayi

5. Memberikan Konseling pada ibu tentang penjarangan kehamilan melalui KB, macam – macam KB dan membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat baginya

6. menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan keadaan kesehatn dirinya dan bayinya di pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN BAYI

KOMPREHENSIF Ny. S

PADA DI

BAYI BPS

BARU

LAHIR SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal

oleh :

:

Margie 6

Ayu April

Melia

Novita 2010

SUBJEKTIF Nama Tanggal Jenis Anak Alamat : Lahir : : 6 : : Jln. Perwira Dua no.6 Biodata Bayi April 2010, Laki ( Terminal Induk Ny. pkl – 2 20.40 Bayi S wib laki ) Rajabasa

Kelamin Ke

OBJEKTIF • Kala Kala Kala Lama Lama Persalinan II III IV : : : : : 7 Kala Riwayat P2 I jam jam 2 jam : 5 jam 25 10 jam 50 15 Persalinan A0 menit menit menit menit menit

-

Waktu Keadaan

pecahnya air Penolong

ketuban ketuban :

: :

20.10

wib Jernih Bidan

Lilitan

Tali

Pusat

:

ada

Penilaian

awal

• • • • • • Caput Cephal Sutura Ubun-ubun Ubun-ubun Moulage succedaneum hematoma : : Ada. : : besar kecil : : Tidak Tidak Tidak Fisik Kepala Rata Rata ada ada ada teraba .Keadaan Menangis Warna Tonus Bayi cukup atau air bernafas kulit otot bulan ketuban spontan : : : : Ya. Ya. : langsung Jernih menangis Kemerahan Aktif 40 minggu • Nadi Respirasi Suhu : : : Keadaan 124 40 37 Umum x/menit x/menit oC • PB BB LK LD : : : : Ukuran 50 2800 32 30 Antropometri cm gram cm cm Pemeriksaan 1.

• • • • Lubang Bulu Pernafasan Pengeluaran hidung hidung cuping : Ada.2. • • • • • Simetris Palatum Bibir Reflek : : : Normal. Merah kanan muda Putih : Tida Tidak : dan Mata kiri (ananemis) (anikterik) Normal ada ada Normal 3. Tidak dan Telinga kiri bersih ada . • • • • • • • Simetris Conjungtiva Sklera Bulu Kotoran Strabismus Pupil mata : mata : : : mata : Ya. • • • Simetris Lubang Pengeluaran : telinga : Ya. : hidung : : Tidak kiri Belum Tidak dan Hidung kanan terlihat ada ada 4. : Ya. : kanan Ada. tidak tidak Ada. Normal. rooting kanan ada ada tetapi : dan palato labio masih Mulut kiri schisis schisis lemah Ada menghisap Refleks 5.

Fleksibilitas Tonjolan Lipatan Anus tulang tulang panggul.6. • • • • Suiara Bunyi Gerakan nafas jantung : Tidak : Simetris dada ada Teratur. • • • Tali Bentuk : Bising pusat Bulat. ronchi bunyi : : dan lup Dada Ya Teratur wheezing dup 8. kel. • • • • • Kepala Bendungan Pembesaran Pembesaran Reflek bebas vena kel. Genitalia . tidak usus : ada benjolan : Masih atau Perut acites Ada basah 9. • • • • Punggung. punggung punggung bokong : : & : Tidak : bokong Baik ada Ada Normal 10. menelan jugularis Tyrhoid Getah : bening Ada : : ( berputar : : Tidak Tidak Tidak + Leher Ya ada teraba ada ) 7.

sudah + ) pkl pkl 05. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan berjalan Babinski : kiri : : : Kaki Aktif Lengkap Ada Ada ASSESMENT Diagnosa : Bayi Baru Lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan .• • • • • • BAK BAB Testis Lubang Skrotum : anus : : : Tanggal Tanggal Ya : : 2 ( ( 28 28 April April + 2010. 2010. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan : kiri : : : Ekstrimitas Tangan Aktif Lengkap Ada Ada menggenggam Morro b.00 ) ada turun Ada Ada wib wib Uretra Pertama Pertama 11. Ya.00 05. buah. a.

meletakkan bayi didada ibu ( Posisi tengkurap tanpa baju ) dengan badan ditutupi kain bersih dan penutup kepala. Pelaksanaan IMD. Memberi Vit K 0. lalu ganti handuk yang basah dengan kain bersih dan kering. warna kulit kemerahan dan bergerak aktif aktif 2.1 mg Im pada paha kiri untuk mencegah perdarahan pada bayi baru lahir akibat defisiensi Vit K dan diberi salep mata erotromisin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata bayi • Bayi telah diberi Vit K dan salep Mata . biarkan bayi mencari sendiri putting ibunya • Bayi melakukan IMD 4.Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penanganan Bayi Baru Lahir PLANNING 1. warna kulit kemerahan. serta menghangatkan bayi • Badan bayi dalam keadaan kering dan terbungkus dengan kain bersih dan kering dan bayi dihangatkan dalam pelukan ibunya 3. yaitu : Bayi Bernafas spontan. dan bayi bergerak • Bayi bernafas spontan. Pencegahan Hipotermi yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan handuk. Melakukan penilaian pada bayi.

30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu mengatakan Ibu bayinya sudah menyusu dan menghisap bayi dengan kuat aktif mengatakan gerakan OBJEKTIF Daya Tali Keadaan Gerakan Tangisan menghisap Keadaan N R T pusat tubuh ekstrimitas : : : : : : umum 126 40 36. • Melakukan Bayi Pemeriksaan telah Antropometri diperiksa dan pemberian dan Identitas diberi pada Bayi identitas NEONATUS HARI KE – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07. • Merawat Tali tali Pusat pusat dengan cara membungkus dengan dengan kasa kasa steril steril terbungkus 6.5 Masih : : : Baik x/menit x/menit oC basah Bersih Aktif Kuat Kuat .5.

Menganjurkan ibu untuk rajin menyusui bayi agar kebutuhan Nutrisi Bayi terpenuhi • Ibu mengerti dan akan rajin menyusui bayinya 2. punggung menyandar jika dalam posisi duduk. yaitu : . Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar. dan kaki tidak • Ibu Sendawakan mengerti dan bayi akan setelah menerapkan apa selesai yang telah menggantung menyusui diajarkan 3.- Refleks : Baik ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan hari ke – 2 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling Nutrisi Bayi PLANNING 1.Posisi Ibu dalam keadaan yang nyaman.Seluruh putting dan sebagian besar aerola harus masuk kedalam mulut bayi . Merawat tali pusat dengan metode kering terbuka dengan cara tali pusat dibersihkan dan .Posisi bayi menghadap ke ibu dengan telinga dan bahu terletak pada satu garis lurus Hidung bayi menempel pada payudara ibu .

untuk melakukan penimbangan. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. ikut dan imunisasi Posyandu mengatakan KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. • Ibu pengisian KMS.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatkan bayi telah imunisasi bahwa BAK tali bayinya dan bayi Hb 0 pada pusat menyusu BAB tidur tanggal 11 sudah dengan bayi lepas kuat lancar nyenyak april 2010 OBJEKTIF Keadaan N R : : umum 126 40 : Baik x/menit x/menit . pemantauan akan keadaan rutin bayi.dikeringkan • Tali sampai benar pusat – benar sudah kering agar tidak terjadi infeksi baik dirawat dengan 4.

dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal . 9 – – warna ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan Hari ke – 7 Masalah : Tidak ada Kebutuhan PLANNING : Konseling pemenuhan Nutrisi Bayi 1. Melakukan Pemeriksaan pada bayi. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif.5 3000 : tubuh puput/ : : : oC gram lepas Bersih Aktif Kuat : Kuat 10 20 x/hari jam/hari Baik warna kuning kuning jernih ekstrimitas menghisap frekuensi tidur 18 : – 8 4 x/hari. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – : : 36.BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Tali T BB pusat Keadaan Gerakan Tangisan Daya : : ASI. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. x/hari.

30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . KMS. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. ataupun jika kotor dan basah 5. dan Pemberian Imunisasi KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 20 Ayu April 16. Menjelaskan kembali pada ibu tentang tanda dan bahaya pada bayi dan segera datang ke petugas kesehatan bila terjadi hal demikian 4. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak.3. untuk melakukan penimbangan. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK.

Tali N R T pusat Keadaan Gerakan Tangisan menghisap frekuensi tidur 18 : x/hari.Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan bayi nya bayi bayi sehat menetek tidak betah lagi dan bergerak dengan aktif kuat sehat lama rewel dibedong dan terlalu bayinya tidak OBJEKTIF Keadaan BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Daya : : ASI. hari ke – 14 Kebutuhan : Konseling Imunisasi . Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – – 8 4 x/hari.5 lepas : : dan Baik x/menit x/menit oC kering Bersih Aktif Kuat Kuat x/hari jam/hari Baik kuning jernih ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan. warna warna kuning 9 – – : umum : : : sudah tubuh ekstrimitas : : 10 20 : 126 40 36.

dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. KMS. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. dan 5 bulan ). ataupun jika kotor dan basah .4. DPT 1. Hep B 3 ( usia 6 bulan ). dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal 5. dan campak ( usia 9 bulan ) 4. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) .PLANNING 1. untuk melakukan penimbangan.2. dan 3 ( usia 3. BCG ( usia 0 2 bulan ). Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. Melakukan Pemeriksaan pada bayi. dan Pemberian Imunisasi 3. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari.

Ibu mengatakan sebelum ia hamil anak keduanya ini ia menggunakan KB suntik Riwayat • • • • • Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : 5 kali : ganti – pembalut tidak : 14 30 6 Menstruasi tahun hari hari setiap hari ada Dismenorhea . SUBJEKTIF .Ibu mengatakan ingin mengetahui alat kontrasepsi yang tepat baginya dan sesuai keadaannya saat ini .00 Melia Novita 2010 wib I.ASUHAN PADA DI BANDAR IBUCALON KEBIDANAN AKSEPTOR BPS KOMPREHENSIF KB SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 9 Ayu mei 17.

BB PB 2.Riwayat Kehamilan. 1. Persalinan. N 4. 3. 2. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. A. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat Riwayat • • • • • • Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria yang pernah : : : Melitus : : : atau tidak sedang diderita ada ada ada tidak tidak tidak tidak tidak ada ada ada II. BB BB TTV : : Keadaan Kesadaran TD 80 Tinggi sebelum sekarang : 110 x / / badan hamil : 70 : mm menit : : 50 Hg T PEMERIKSAAN umum Compos R : : 155 45 20 x 36.5 / : OBJEKTIF UMUM Baik mentis menit 0C cm kg kg . 5.

Kelenjar Kelenjar Vena tiroid getah jungularis : bening : tidak : tidak ada ada ada Leher pembesaran pembesaran bendungan e.B. Lidah Gigi Gusi dan : geraham tidak : ada Mata : : Mulut : bersih. a. : kanan dan : : tidak normal. Kelopak Konjungtiva Sklera c. Rambut Kulit kepala : : PEMERIKSAAN FISIK Kepala Hitam bersih dan (tidak tidak ada rontok ketombe) b. Jantung Paru-paru Payudara Simetris Pembesaran : ya. ada bunyi ronchi lup dan Dada dup wheezing kiri normal . tidak tanda-tanda ada : merah putih dan tidak muda ada Mata oedema (ananemis) (anikterik) gigi bersih caries peradangan d.

tidak tidak daerah menonjol ASI ada ada areola f. Vulva Perineum Varices Rasa Anus Periksa nyeri : dalam : : sekitar tidak : vagina vagina ada tidak : ada tidak tidak : luka otot : : : dan sendi tidak : tidak tidak tidak Ekstremitas ada ada ada ada Anogenital normal jahitan ada ada haemorhoid dilakukan C. Bekas Konsistensi Acites Benjolan : : luka operasi : tidak tidak : tidak Abdomen ada normal ada ada g.Putting Pengeluaran Rasa Benjolan Hiperpigmentasi : nyeri susu : : : ada. PEMERIKSAAN LABORATORIUM . pada : ada. Oedema Kekakuan Varises Kemerahan h.

• Melakukan TTV ibu pemeriksaan dalam umum batas ibu normal 2. Glukosa 2. Membantu ibu memilih salah satu alat kontrasepsi yang ibu dan suami anggap cocok dengan keadaan • Ibu dan suami setuju memiih alat kontrasepsi suntik 3 ibu. Urin : : Protein : Tidak Tidak dilakukan dilakukan Darah : Hb : Tidak dilakukan III. Diagnosa : Ibu P2 Ao calon ASSESMENT akseptor KB Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan oleh ibu beserta efek sampingnya PLANNING 1. .1. bulan. Memberikan penjelasan / konseling pada ibu tentangalat kontrasepsi secara umum untuk kemudian Waktu Efek yang tepat memilih salah satu Jenis Keuntungan Kerugian samping ntuk penggunaan alat kontrasepsi yang meliputi : kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi 3.

Ny. terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian. • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. . perdarahan tidak teratur (spotting). Menjelaskan kepada ibu untuk kembali lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. bulan 6.S berusia 26 .Cara kerja Depo Progestin adalah menekan ovulasi. tidak berpengaruh pada produksi ASI. yaitu siklus haid memendek. perdarahan banyak atau sedikit. tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. dan permasalahan pada berat badan merupakan efek samping yang paling sering.Efek samping : sering ditemukan gangguan haid. dan tetap memutuskan akan memakai alat kontrasepsi suntik 3 bulan 7. tidak haid sama sekali. Memberikan konseling pada ibu tentangcara kerja. Menjelaskan pada ibu tentang cara penggunaan KB suntik 3 bulan. yaiitu disuntikkan secara IM di • 1/3 Ibu bokong mengerti bagian penjelasan atas cara setiap penggunaan 3 KB bulan suntik 3 sekali. dapat dipakai oleh perempuan berusia >35 tahun sampai premenopause.Keb. dan akan kembali lagi tanggal 2 agustus 2010 PEMBAHASAN Asuhan kebidanan komprehensif ini dilaksanakan di BPS Sulistyani Amd. tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah. mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.4. menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi. . menghambat transportasi gamet oleh tuba.Keuntungan : sangat efektef. Menjelaskan pada ibu kapan waktu yang tepat untuk Ber-KB yaitu sebelum hari ke – 40 masa nifas • Ibu atau segera mengerti setelah penjelasan mendapat yang haid diberikan 5. keuntungan dan efek samping penggunaan KB suntik : .

R : 20 X/menit. T : 36. N : 78 X/menit. rata. 61 ) Didapatkan hasil dengan HPHT 15 juli 2009 dan TP 24 April 2010.E berusia 32 tahun bekerja sebagai wiraswasta. Ny. Hal tersebut dilakukan dalam menentukan kondisi obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak harus dilakukan pemeriksaan secara sistematik meliputi anamnesis. memanjang dari atas kebawah. serta jumlah 1.S dating ke BPS Sulistyani untuk pemeriksaan kehamilan rutin.tahun menikah dengan Tn. DJJ (+). kehamilan Pada tanggal 1 april 2010. Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin. anamnesa. E kira. anak hidup Pembahasan 1 orang. menurut hukum naegel dengan siklus 30 hari ( Obstetri Fisiologi : 127 ) Dilakukan pemeriksaan ANC. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. melenting. dengan Frekuensi 140 X/menit. dan tidak melenting. Tafsiran berat janin 2406 gr – 2706 gr. keras. pemeriksaan fisik.kira 4 tahun yang lalu. agak lunak. Kemudian dilakukan pengkajian. Tn. Pada hasil pemeriksaan abdomen didapatkan TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Ini merupakan kehamilan ke duanya dan tidak pernah mengalami keguguran. didapatkan hasil TD : 100/60 mmhg. dan pemeriksaan kehamilan. 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu Tindakan - pelayanan yang dilakukan Ukur dengan standar 7 T yaitu TD Timbang Imunisasi Beri Temu berat badan TT tablet Fe wicara . Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. umum.5 oC. Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. ( Acuan Nasional dan Pelayanan Kesehatan pemeriksaan Maternal dan Neonatal : obstetric. Donald : 29 cm).

( Acuan Nasional Pelayanan Tes Kesehatan Maternal dan Neonatal : PMS 90 ) Semua sudah sesuai teori. Hal ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap ini dapat menimblkan spasmus dari otot pinggang ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Hal yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan mengajarkan senam hamil serta anjuran istirahat yang cukup Selain itu anjuran pemenuhan nutrisi pada ibu hamil juga harus diberikan.zat seperti karbohidrat. atau zat besi yang dibutuhkan untuk kesehtan ibu dan janin. Ibu hamil memerlukan perhatian mengenai susunan dietnya. karena berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. pada pemeriksaan iin tetap disarankan seperti pada pemeriksaan pertama.nsayuran dan buah yang berwarna meah karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Sinopsis Obstetri : 59 ) Pada tanggal 6 April 2010. dilakukan pemeriksaan yang kedua. dan vitamin. penjelasan mengenai tanda bahaya pada kehamilan his kalau keluar keluar dan yang dibawa lendir tandateratur jalan dan makan tanda semakin nyeri darah banyak persalinan sering akan dari dari sperti timbulnya timbul kemaluan aluan bercampur cairan . zat. diagnosa A0 kepala Ibu mengeluh pegal pada daerah pinggang. Selalu mengkonsumsi sayur. mineral. lemak. ndidapatkan Ibu hidup G2 intrauterine. P1 presentasi tertentu. klasium. hanya saja pemeriksaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak ada indikasi Hasil • • Diagnosa Diagnosa Janin : pemeriksaan Ibu Janin : tunggal. fosfor. protein. hal ini merupakan sesuatu yang wajar pada kehamilan lanjut.

Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. punggung janin berada disebelah kiri perut ibu dengan presentasi kepala. dan TBJ 2406-2706 gram. Apakah kondisi ibu dan bayinya normal.selain itu. serviks. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow. S datang tanggal 6 april 2010 pukul 17. 2. ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Persalinan Pembahasan Ny. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. dan menangani penyulit yang mungkin dijumpai dalam persalinan nanti. N : 78 X/menit. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks sehingga beberapa kapiler terputus. Nyeri Teratur. R : 20 X/menit. kuat. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan hasil TFU 3 jari dibawah px. Timbulnya his Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar persalinan dengan keperut sifat sebagai ) : berikut depan.00 wib. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir . ( Asuhan Persalinan Normal 2007 c. atau sewaktu. pengkajian fisik. menganjurkan ibu untuk kembali 1 minggu berikutnya. Makin Jika melingkar punggung bagian lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada .waktu jika ada keluhan. TFU 29 cm. melakukan pemeriksaan umum. apabila seorang ibu hamil hendak melahirkan. pengkaian awal perlu dilakukn untuk menentukan apakah persalinan sudah waktunya. Pengkajian ini sesuai dengan teori. Dilakukan pengkajian pada ibu dengan hasil TD : 100/70 mmhg. dan kepala sudah masuk PAP. Keluar lendir sejak 16. pemeriksaan kebidanan. T : 36.00 wib.5 oC.intervalnya dan bertambah makin kuat. 3.30 dengan keluhan mulas yang semaikn sering sejak pukul 15. dan belum keluar airair. 1.

ingin mengedan. His +.52jam.lengkap. presentasi kepala. vulva membuka. presentasi belakang kepala. Serviks tidak teraba. Adanya tanda. Hasil tidak leawat garis waspada ( ibu dalam keadaan normal ). penunjuk UUK.dll ( APN Revisi 2007 : 52 ) KALA II Ibu mengatakan ingin BAB. Hal ini sesuai dengan teori kala II pada multipara berlangsdung 0. pembukaan 10 cm. HIII. ( Pelayanan Kesehatan .15 wib. ketuban belum pech. diagnosa • Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil 37 minggu 4 harui inpartu kal 1 fase aktif • Diagnosa Janin : Janin tunggal. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan. perineum menonjol. punctum maksimum 2 jari bawah pusat sebelah kiri perut ibu. lamanya 30-40 Berdasarkan hal tersebut didapatkan detik. posisi UUK depan.( APN Revisi 2007 ) Memantau kemajuan dengan patograf. his semakin sering dan kuat. tekanan dari anus. presentasi kepala Penjelasan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan. tidak ada molase. penunjuk UUK.5-1 jam dan pada nulipara 1. KALA I Pada pemeriksaan didapatkan hasil pembukaan 6 cm.tanda persalinan yaitu dorongan untuk mengedan. lamanya > 40 detik. Menganjurkan ibu untuk makan makanan ringan yang cukup selama persalinan akan memberi banyak energi dan mencegah dehidrasi. posisi tidur miring. keluar air. bayi dalam keadaan sehat. hidup intrauterine. Mengajarkan kepada keluarga teknik relaksasi seperti massase punggung.air dari kemaluannya pada pukul 20. frekuensi 4x/ 10 menit. kekuatan his ibu 3x/ 10 menit. Memebrikan semangat serta dorongan emosional. DJJ + dengan frekuensi 140x/menit. Kala ini dimulai dari pembukaan lengkap hingga keluarnya bayi. posisi UUK depan. penurunan hodge III+. bersandar pada suami. DJJ baik. Dehidrasi bisa memperlambat kontraksi dan atau membuat kontraksi tidak teratur.

Hal ini sesuai dengan APN Revisi 2007 KALA melahirkan memotong dan posisi ibu pencegahan melahirkan melahirkan seluruh menjeppit tubuh tali saat melahirkan laserasi kepala bahu bayi pusat III Ibu mengatakan perutnya terasa mulas. Hal ini sesuai dengan teori kala III persalinan. presentasi kepala Hal ini sesuai dengan ( diagnosa masalah tiga pedoman dalam mencatat sama sesuai dengan dengan data diagnosis kebidanan yaitu diagnosa subjektif dan saat : 100 medis objektif ini ) kebidanan masalah diidentifikasi kebutuhan Pelayanan disesuaikan Kesehatan dengan Maternal dan kebutuhan Neonatal Memberikan dukungan dan anjuran kepada suami serta anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan. intrauterine. dan keadaan emosional stabil. pernafasan 20 x/ menit. Kontraksi uterus baik. panjang badan 50 cm. Keadaan umum baik. Karena tempat perlekatan menjadi . BB 2800 gram. TFU sepusat.40 wib. uterus teraba keras. Anjuran mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu ( APN Revisi 2007 : 52 ).laki. otot uterus berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. ibu mengatakan lemas. Jenis kelamin laki. suhu 36. Bayi lahir spontan pukul 20. Kemudian menolong persalinan dengan APN.5 c. kesadaran compos mentis. dan lelah setelah melahirkan. nadi 78 x/menit.Maternal • • Diagnosa Diagnosa Ibu : dan Ibu : G2 P1 Neonatal A0 hamil 37 hidup : minggu 4 harui 100 inpartu kala ) II Janin Janin tunggal. TD 100/70 mmhg.

Perdarahan normal 150 cc. suhu 36. Dan melakukan pemeriksaan perineum apakah ada robekan atau KALA tidak. Perasaan mules ini terutama aka tersa ketika wanita sedang menyusui. dan Tanda• semburan Diagnosa Ibu perubahan tali darah : Ibu kemudian lepas dari tanda tinggi dinding uterus. menebal. mengajarkan ibu cara masase uterus untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik dan mencegah perdarahan. Perut mulas pada post partum akibat kontraksi uterus ( 2-3 hari post partum ). pernafasan 20 x/ menit.semakin kecil. nadi 78 x/menit. dan keadaan emosional stabil. kandung kemih kosong. dan melakukan dorso kranial. mengajarkan ibu mobilisasi sedini mungkin. TTV. 139 ) . dan mendekontaminasi alat. maka plasenta akan terlipat. ( APN lepasnya dan pusat mendadak P2 dan A0 kala bentuk Revisi 2007 : 123 ) plasenta uterus memanjang singkat. kesadaran compos mentis. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya sedini mungkin. melakukan peregangan tali pusat. Setelah plasenta tampak di depan vulva. IV Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas.5 c. TD 100/70 mmhg.alat dan tempat habis bersalin agar steril sehingga pasien dan Selama 2 penolong jam pasca trerxegah persalinan ( APN Revisi dari 2007 : infeksi. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. atau gumpalan darah dalam cavum uteri. ( Ilmu Kebidanan : 240 ) Hal yang dilakukan mengobservasi keadaan umum. perasaan sakit itupun timbul bila masih terdapat sissa plasenta. Melakukan masase uterus dan melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta. tangkap plasenta dan pilin swearah jarum jam. sedangkan ukukran plasenta tidak berubah. Keadaan umum baik. TFU 2 jari dibawah pusat. dan senang perasaannya karena bayi lahir normal. III Kemudian menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar.

kandung kemih kosong. suhu 36. anogenital didapatkan hasil vulva merah kebiruan. pengeluaran Pemeriksaan Diagnosa apakah keadaan ibu : Ibu ada serviks P2A0 post flour dan partum hari kandung kemih keadaan pervaginam postnatal keadan payudara keadaan apakah ada sistokel dan dan lochea rubra.. kandung kemih. perdarahan yang keluar setiap 15 menit pada 1 jam pertama.Massase uterus untuk membuat kontraksi menjadi lebih baik setiap 15 menit pada 1 jam pertama. TFU 2 jari dibawah pusat. temperatur. .pantau TTV. Pantau dan setiap suhu 30 menit 2 pada Jam 1 pertama jam setelah berikutnya. Pembahasan Nifas Ibu P2A0 mengatakan perutnya mules. dan masih nyeri pada luka bekas jahitan. ASI sudah keluar.. dan 30 menit pada 1 jam berikutnya. cuci dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. TFU. 3. dekontaminasikan dengan larutan klorin 0. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. persalinan. selama Nilai Setelah persalinan. pernafasan 20 x/ menit. nadi 78 x/menit.5 c. perdarahan dalam batsa normal. .5%. perdarahan. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. meiputi umum puting perineum rektokel rectum albus perineum pertama Tindakan yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk beristirahat apabila bayinya sedang tidur.

serta mengganti popok bayi bila basah.4 c. Pembahasan KB Ibu P2A0 datang ke BPS Sulistyani pada tanggal 9 Mei 2010. Nadi 120 x/menit. Bayi dan Baru Fe 1x1 Lahir Pada tanggal 6 April 2010 pukul 20. bersihkan Diagnosa bayi jalan : bayi nafas. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melelui kolostrum dan merangsang kontraksi uterus. skrotum. baru lahir dan cukup ikat bulan sesuai tali masa pusat. Pemberian ASI sedini mungkin dan eksklusif. terdapat penis. memnberikan penjelasan kepada ibu bahwa nyeri yang dialami adalah wajar diakrenakan ada luka jahitan. paracetamol 4. pertahankan suhu tubuh bayi. membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya dengan posisi setengah duduk. ibu memiliki riwayat persalinan yang . Proses persalinan berlangsung 7 jam 50 menit. melakukan rooming in. berat badan 2800 gram. Salep mata tetrasiklin berfungsi mencegah infeksi. Melakukan perawatan tali pusat dengan metode kering terbuka. dan dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI kepada bayi. suhu 36. respirasi 42 x/menit.laki. mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan heating.memberikan ibu makan dan minum dengan gizi seimbang. keamilan. dan testis. dimana bayi dan ibu berada dala satu ruangan. dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Mengajarkan ibu personal hygine yang baik. Serta memberikan obat amoxilin 500 mg 3x1. meletakkan bayi ditempat yang hangat.40 wib bayi lahir spontan dengan jenis kelamin laki. perawatan payudara. Kemudian lakukan pentalaksanaan bayi baru lahir yaitu keringkan tubuh bayi. panjang badan 50 cm. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir.upaya profilasksis ini tidak efektif jika diberikan lebih dari 1 jam setelah kelahiran. 500 Pembahasan mg 3x1. Tindakan yang dilakukan yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membedong bayi. 5.

Memberitahu ibu untuk suntik ulang pada tanggal 2 agustus 2010 BAB PENUTUP V 5. keuntungan. asma.5 c. bayi baru lahir. dan yang kedua pada tahun 2010.2 SARAN . Ibu mengatakan tidak perbah menderita penyakit seperti jntung. dan KB yang dilakukan telah baik. DM< hipertensi. akseptor KB Setelah itu memberikan penjelasan ulang tentang KB yang akan dipilih. bersalin. jadi baik digunakan oleh ibu yang masih menyusui. 5.pertama pada tahun 2007. KB suntik 3 bulan tidak akan mempengaruhhi produksi ASI. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. siklus 30 hari.1 KESIMPULAN Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada Ibu hamil. kanker/ tumor. pengeluaran pervaginam lochea alba. serta efek samping yang mungkin terjadi. kerugian. suhu 36. banyaknya 2-3 kali ganti pembalut. nadi 78 x/menit. riwayat menstruasi ibu yaitu menrache 14 tahun. Kemudian menjelaskan kepada ibu macam.macam alat kontrasepsi. Pada pemeriksaan anogenital vulva vagina berwarna kebiruan. lamanya 5-6 hari. nifas. Hal Ibu Diagnosa ini sesuai mengatakan Ibu : Ibu P2A0 dengan langkah ingin post konseling berKB partum hari KB suntik ke 35 calon yaitu 3 SATU TUJU bulan. Namun ada sedikit yang perbedaan yang bisa dijadikan bahan perbandingan baik buruknya untuk diterapkan di kemudian hari. dan konseling KB meliputi jenis kontrasepsi. pernafasan 20 x/ menit. sifat darah cair. tidak dismenorhes.

mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang akan diterapkan di masyarakat nanti. .Diharapkan masalah yan timbul dapat diatasi denganm baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang berat di kemudian hari dan para Ibu dapat merasakan manfaat dari asuhan-asuhan yang dilakukan terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa Kebidanan Tamjug Karang. Oleh karena itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->