ASUHAN PADA BBL

KEBIDANAN KEHAMILAN, DAN BERSALIN,

KOMPREHENSIF NIFAS, KB

OLEH

MARGIE 07241024 Tingkat

AYU

MELIA

NOVITA

III

Regular

KEMENTRIAN POLITEKNIK PROGRAM 2010

KESEHATAN KESEHATAN STUDI KEMENKES KEBIDANAN

REPUBLIK TANJUNG TANJUNG

INDONESIA KARANG KARANG

KATA

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini dengan tepat waktu. Laporan ini dibuat sebagi hasil pelaporan dari kegiatan PKK III dan guna memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir program di Poltekkes Depkes Tanjung Karang Prodi Kebidanan Tanjung Karang. Dalam penulisan laporan studi kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, saran, bantuan baik material maupun spiritual dari pihak dosen, pembimbing dan keluarga. Untuk itu pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Hj. Diana Metty, Amd. Keb, S.Pd, MM.KM selaku Ketua Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Tanjung Karang dan selaku pembimbing lahan praktek.

2. Ibu Rosmadewi, S.Pd, S.S.T selaku Ketua Jurusan Prodi Kebidanan Tanjung Karang. 3. 4. 5. Ibu Nelly Ibu Ibu Indrasari, Novita Sulistyani, S.SiT, SKM selaku S.ST penanggung selaku selaku jawab praktek lapangan kasus klinik.

Rudiyanti, Amd.Keb

pembimbing pembimbing

6. Orang tua, teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penulisan laporan ini Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam kumpulan kasus ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat mambangun demi perbaikan penyusunan laporan yang akan datang.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa Poltekkes Depkes Tanjung Karang pada khususnya.

Bandar

Lampung,

Mei

2010

Penulis BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG

Institusi pendidikan Poltekkes Depkes Tnjung Karang Prodi Kebidanan bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan fungsi dan kompetensi yang ada, beiman berperi rasa, berperilaku kreatif dinamis memiliki integritas dan berkepribadian yang tinggi dan terbuka terhadap pembaharuan ilmu dan teknologi ( IPTEK ) serta tanggap terhadap seni dan berbagai maalah di masyarakat khususnya masalah kesehatan ibu dan anak. Kegiatan praktek klinik adalah salah satu upaya untuk mewujudkan bidan yang berkualitas setelah melalui masa pendidikan, dimana sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada diharapkan pengalaman belajar praktek dilapangan dapat menghasilkan keterampilan yang maksimal bagi peserta didik.

1.2 1.2.1 Tujuan

TUJUAN Umum

Setelah mengikuti kegiatan praktek kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan KB dengan tepat dan benar.

1.2.2

Tujuan

Khusus

Pada akhir praktek lapangan mahasiswa terampil dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada: Kehamilan Persalinan Ibu nifas

bayi baru lahir dan balita sehat Melaksanakan Mengisi Membuat laporan tindakan buku egiatan sesuai pencapaian harian secara dengan protap target individual . Pengarahan Bimbingan Bimbingan b.3 Diskusi Bed Observasi Praktek ( Pre conference side dan Post METODE conference) teaching langsung 1.22 Mei 2010. persalinan.5 BPS Suratmi Marnoto TEMPAT Pringsewu 1. nifas. 1.4 WAKTU Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 April -10 April 2010 dan 26 April .6 a. Mengikuti pengarahan yang dan pengarahan pada pada tentang asuhan STRATEGI Pembimbing mahasiswa mahasiswa kebidanan Mahasiswa diberikan Membuat asuhan kebidanan pada kehamilan.Bayi KB baru lahir 1.

Yaitu : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir. LANDASAN PERSALINAN TEORI Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan. disusul dengan pengeluaran plasenta dan slaput janin dari tubuh ibu. 2. Mungkin banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. vakum. Persalinan anjuran : Yaitu : persalinan yang berlangsung setelah dilakukan tindakan misalnya : pemecahan ketuban. pemberian pitosin. persalinan Persalinan : spontan. Bebebrapa teori yang dikemukakan adalah : . 3.7 Evaluasi dilakukan setiap awal dan akhir EVALUASI praktek.  Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas.1. Persalinan buatan : Yaitu : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar seperti : forseps. Jenis-jenis 1. SC.

sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu.yang menghasilkan kontraksi uterus. Teori prostaglandin Prostaglandin uyang dihasilkan oleh desidua. Faktor 1. oksitosin Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Selama kehamilan terdapat eseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah. tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Tekanan pada ganglion servikol dari fleksus frankenhauser. tidak bertambah kat bila dibawa berjalan malahan sering berkurang. tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron Teori menurun sehingga timbul his. tidak menyebabkan nyeri yang memencar dari pinggang ke perut seperti di persalinan. yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan. menyebabkan nyerri di perut bagian bawah dan paha. timbul kontraksi otot-otot rahim Nutrisi janin menurun. Oleh karena itu.Turunnya hormon estrogen dan progesteron. Progesterone menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. – POWER faktor : yang His mempengaruhi dan persalinan tenaga : mengedan HIS His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. lama kontraksi pendek. Sifat dari his persalinan berkebalikan dari his pendahuluan. A. His pendahluan ini tidak teratur. Kontraksi rahim bersifat berkala • dan Lamanya yang kontraksi : harus kontraksi diperhatikan berlangsng adalah 45-75 : detik • Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intra utrerin sampai 35 mmHg .

biasanya disertai kekiatan mengejan. Keadaan pada segmen uterus atas dan dan jalan lahir bawah rahim pada pada PASSAGE persalinan. dalam Menurut • His kala faalnya pembukaan : pengeluaran his his persalnan yang sekali dapat dalam dibagi pembukaan 2 dalam dari menit : serviks menimbulkan • His pengeluaran : his yang mendorong ana keluar.uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh korp[us dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri.• Interval antara dua kontraksi : pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit. Perubahan A. Taanpa tenaga mengejan ini anak tidak dapat lahir. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis . mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah. Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. timbul suatu refleks yang menyebabkan pasien menutup glotisnya. Tenaga mengejan ini juga melahirkan plasenta setelah plasenta lepas dari dinding rahim. Rupanya sewaktu kepala sampai di dasar panggul. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan sewaktu kita BAB tetapi jauh lebih kuat lagi. • His pelepasan uri : yang melepaskan uri B. Tenaga mengejan ini hanya dapat berehasil kalau pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. segmen Sejak kehamilan yang lanjut. TENAGA MENGEJAN Setelah pembukanan lengkap dan setelahn ketuban pecah. persalinan. tenaga yang mendorong anak keluar selain his terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. 2.

Pembukaan E. ini fundus tak Perubahan servks ini biasanya dapat naik pada didahului dari pendataran dari ke atas. tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim B. maka lemgkungan tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : • Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali kekeadaan sebelum kontraksi tetapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya tidak seperti sebelum kontraksi. Pengaruh Perubahan perubahan bentuk bentuk ini adalah rahim : • Karena ukuran melntang berkurang. sehingga waktu kontraksi D. lubang dengan Pembukaan pinggir dari yang tipis. maka otot-otot memenjang diregang dan menarik pada segmen C. sedangkan bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul. Faal bawah ligamen rotundum dan dalam serviks. serviks Pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupasatu lubang dengan diameter beberapa .dengan amjunya persalnan karena diregang. • Karena rahim bertambah panjang. • Kotraksi tidak sama kuatnya. serviks serviks serviks Pendataran Pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa saluran yang panjangnya 1-2 cm menjadi suatu F. • Dengan adanya kontraksi dari tiap ligamen rotundum fundus uteri terhambat. fundus yang tadinya tersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut bagian depan ke depan. persalinan • Pada tiap kontraksi.

• kebidanan pengertian Situs Letak. : Istilah A. • Letak memanjang ada 2 macam presentasi. fisiologis dalam dekat didepan lutuit . ialah kalau kepala bayi menjadi bagian terbawah disebut presentasi kepala. letak presentasi mengandumg dan 4 posisi janin. dan leku Yang dimaksud Sikap adalah anak anak dagu letak bagian-bagian yang anak satu terhadap ialah yang Habitus Sikap. 3. Dari luar. lain : kyphose pada dada dada rapat pada badan. dalam berat ilmu badan.milimeter menjadi lubang yang dapat G. • Yang dimaksud adalah letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang Ibu. panggul Setelah ketuban pecah segala perubahan terutama pada dasar panggul di timbulkan oleh bagian depan anak. • • • Badan Kepala Lengan Tungkai terlipat pada menekur. PASSENGER letak : anak janin. Oleh bagian depan yang maju itu dasar panggul diregang menjadi salurabn dengan dinding-dinding yang tipis. Perubahan pada dilalui vagina anak kira-kira diameternya 10 dan dasar cm. sedangkan kalau bokong disebut presentasi bokong • Jika ukuran panjang anak melintang terhadap sunbu panjang Ibu maka anak dikatakan dalam letak lintang • Jika sumbu panjang anak serong terhadap sumbu panjang Ibu maka anak dalam letak serong B. bersilang lipatan paha. peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka.

Yang dimaksud adalah apa yang menjadi bagian yang terendah lahir Presentasio Perjalanan a.C. Nyeri Teratur. dekat Beberapa minggu sebelum ibu bersalin. 1.intervalnya dan bertambah makin kuat.secara singkat gejala ini di sebabkan oleh turunnya rahim karena kepala janin sudah masuk PAP. Makin Jika melingkar punggung lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada . kuat. ia merasakan kandungan atau keadaannya menjadi lebih enteng(lightening). Presentasi. serviks. Tanda-tanda persalinan persalinan secara sudah klinis. Timbulnya his kontraksi Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar braxton persalinan dengan keperut sifat sebagai bagian Hicks. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow. Posisio Yang dimaksud adalah letak salah sartu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan D.tetapi sebaliknya ia berjalan terasa lebih sukar.dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah. Posisi. Ia meras kurang sesak. : berikut depan.juga terdapat beser kencing (poliuria). Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. His palsu : ini terjadi 3 atau 4 miggu sebelum persalinan karena terjadi peningkatan dan b. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks .

ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap.disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina. Fase akselerasi : dalam waktu Fase 2 jam pembukaan 3 – 4 Aktif. Kala 1. . Lambat laun his bertambah kuat. 3. kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih lama. dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. dalam Kala I persalinan . intervalnya menjadi pendek. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek.lendir bertambah banyak bercampur darah. dari 4-9 cm Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi. Lamanya kala 1 untuk primigravida 12 jam.sehingga beberapa kapiler terputus. 2. Berlangsung selama 8 jam. (Pembukaan) Di mulai dari timbulnya his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). yaitu 10 – 15 menit. b. Fase dilatasi maksimal : selama waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat. Pada kala I his belum begitu kuat. Fase servik membuka sampai 3 Laten cm. sedangkan untuk multigravida lamanya 8 jam.proses ini terbagi dalam 2 fase yaitu : a. Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir) Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. cm.

Fetus. his. lama. dasar panggul tertekan. lebih amplitudo 50-60 dari 40 detik 3 kali – untuk dalam 60 satu 10 mmhg. penyokong maka otot-otot pada dinding kala perut akan II berkontraksi. Penyaluran DJJ tidak O2 pada plasenta akan berkurang. Mengedan Dasar - optimal Paha dilakukan ditarik Badan dengan dekat cara : lutut fleksi Dagu Gigi Tidak panggul Vagina Otot-otot Kandung kemih / menjadi dasar terdorong Uretra Rectum menyentuh bertemu mengeluarkan organ panggul lebih panggul ke arah dada gigi suara : luas meregang pupis teregang tertekan . sehingga timbul refleks mengedan. dapat menyebabkan : Hipoksia teratur .Perubahan Kontraksi Lebih Lebih lebih yang terjadi pada kala II: uterus kuat. menit. sering. Otot Karena ibu mengedan.Kepala masuk rongga panggul.

2. uteri. Sedikit pendarahan Uterus Memanjangnya Naiknya (250 cc). 4. di pakai beberapa prasat yaitu : Kustner. tangan kiri menekan simfisis. di Pengeluaaran dapat pinggir dari di mulai plasenta dari plasenta tengah Marginal. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. dan kesakitan pada ibu. uteri. Biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah kelahiran bayi dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. maka akan timbul rasa ingin BAB.Setiap his datang.pengeluaran plasenta di sertai dengan pengeluaran Tanda-tanda 1. reflek mengedan. Pada kala II tanda-tandaq vital perlu di perhatikan dan DJJ harus selalu di opservasi.5 jam dan pada multivara rata-rata berlangsung selama 0. Duncan). Kala III ( mulai dari bayi lahir sampai plasenta lahir). patologis.menurut dari melebihi pinggir 400 pendarahan Untuk Prasat mengetahui pelepasan plasenta. plasenta: bundar lain. bila tali . Schultz). Tingkat 1. Pelepasan Dari Serentak Umumnya Melepasnya kelahiran plasenta dari tempat plasenta implantasi dari tengah ( atau tidak (sentral. 3. : dinding cavum menurut uterus. ml. bila lebih bagian tali pelepasan menjadi pusat fundus dari 500 cc adalah yang darah. 2. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1. 3. plasenta. Kala III berlangsung dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus.5 jam.

6. Prasat Klein. 4. Grede. baik. 3. 2. Tidak ada pendarahan dari vagina atau pendarahan-pendarahan dalam alat genitalia lainnya. berarti tali pusat telah lepas dari tempat implantasi. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat terpantau dan bahaya akibat pendarahan dapat dihindari. Sebelum seorang bidan melakukan pertolongan persalinan sebaiknya terlebih dahulu melakukan . Ibu disuruh meneran. 1. berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. 4. Persiapan dalam pertolongan persalinan. Luka pada Plasenta dan Kandung perineum Bayi telah slaput ketuban kemih terawat dalam baik dan harus sudah harus tidak ada lahir lengkap. kosong. Prasat ini hanya di gunakan dalam keadaan terpaksa. Ibu dalam keadan baik. bila tali pusat tampak turun ke bawah saat meneran di hentikan maka plasenta Prasat telah lepas dari tempat implantasi. nadi. harus Kontraksi di perhatikan uterus 7 pokok antara harus lain : baik. 5.pusat ini masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus. dan TD normal dan tidak ada keluhan sakit kepala. Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Kala IV ( sampai dengan 2 jam setelah plasenta lahir) Pemantauan melekat terhadap tanda-tanda vital dan jumlah pendarahan harus di lakukan pada 1-2 jam setelah plasenta lahir lengkap. Sebelum meninggalkan wanita postpartum. Perasat Strassman. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus. hematoma. Bila tidak terasa getaran. tangan kiri mengetuk-ngetuk fundus uteri. keadaan 7. Bila terasa getaran pada tali pusat.

10. nyaman.persiapan Persiapan 1. pasien. 3. alat. 6. pasien. Menggantikan pakaian pasien dengan pakaian yang sudah disiapkan di tempat bersalin. desinpektan. 11. lengkap. persiapan tempat. badan. Menanyakan Mengambil Menanyakan tentang pemeriksaan. 2. 7. desinfektan. pasien. . 8. Bengkok. tulis. dan persiapan penolong. monoaural. detik. meliputi: tersebut pasien dengan keluarga dengan kartu dan tanda-tanda tempat menganalisa persalinan dan yang dan observasi di keluhan aman kartu yang dan alat sebelah kemih kanan ibu sopan dan Menerima ramah. Mempersiapkan Menyiapkan Menyiapkan tempat persalinan status duduk untuk Mengosongkan kandung Mengosongkan Membersihkan tubuh pasien. persalinan. 12. 9. ibu. rektum. 5. 4. steril. Tensimeter. • • • • • • • • • • • • Kapas Air desinfektan cebok Kom Lembar dengan Sarung Jam tangan Timbangan status larutan Steoskop dengan jarum Tempat Menyiapkan alat-alat Alat-alat tidur pertolongan persalinan : pemeriksaan. tangan. rasakan.

pusat.• • • 13. buah. khusus untuk nelaton wanita. Pispot. Ember. kocher. lendir. lidokain. • • • • • • 14. • • Spuit Alat-alat Benang Betadine Gelas Bengkok Klem Gunting Satu Alat pasang Kapas Sarung Pispot Alat-alat Kateter Perlak . desinfektan. pusat. steril. tangan steril. steril. • • • • • • • • • • • • 15. set. episiotomi. Kapas Pinset pertolongan sarung lembab Setengah Duk Penghisap 2 tali pengikat /alkohol pengukur penampung Pembungkus episiotomi Gunting dan dan heating tali 70 tangan persalinan. bayi. Bengkok. steril. % darah. kateterisasi. darah. steril. steril. .

Benang Naal Naal Pinset dalam pada tanda-tanda vital kala dan moril I pemeriksaan catgut. his. Mempertahankan 3. B. Tindakan Memeriksa pasien. septik. Mengawasi Dalam kala Anjurkan Memantau Mempersiapkan Membantu Tindakan keadaan Perhatikan Mengajarkan Observasi nutrisi cara ibu mengedan pada di perhatikan keadsaan keadaan keadaan yang yang baik kala septik jika sesering partus proses set kelahiran kala pendarahan dan anti mau dan rektum. Melakukan periksa dalam untuk menentukan ramalan persalinan dengan tetap menjaga teknik septik dan aseptik. efektif. Memperhatikan keadaan kandung kencing karena bila penuh dapat mengganggu persalinan dan 5. 6. 2. 2. C. 1. 4. 1.• • • • Penatalaksanaan A. pooder. Tindakan Mengawasi kala pendarahan post IV : partum. pasien. bersalin. mungkin. : luar. II. steril. 3. heating. Tindakan ini perlu klien mengejan DJJ ada 2. . 7. bayi. 5. D. 4. 1. III: ibu. Mencari tanda-tanda pelepasan plasenta dan kalau sudah lepas segera di lahirkan. anatomis persalinan. janin. 1.

sedangkan pada multigravida majunya kepala Yang Tekanan Tekanan Kekuatan Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk langsung dan menyebabkan cairan oleh fundus masuknya majunya kepala terjadi kepala intra pada ialah bersamaan. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah – tengah jalan lahir. Mekanisme 1.2. maka “ asynclitismus “. Jika sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan “ asynclitismus anterior “ dan Jika sutura sagitalis mendekati promontorium dan os parietal depanlebih rendah dari os parietal belakang “ asynclitismus posterior “ Majunya Kepala Pada primigravida majunya kepala terjadi pada kala II. Masuknya kepala kedalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. Turunnya Masuknya kapala kepala Turunnya dapat dalam dibagi pintu atas dalam Persalinan Kepala : panggul Masuknya kepala pada pintu atas pangul pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan. : uterin bokong mengejan rahim. ialah tepat di antara symphysis dan promontorium. tetapi pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan. bayi. . Memantau Menjahit dan robekan memeriksa keadaan perineum. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promontorium. 3. maka dikatakan kepala dalam “ synclitismus “.

maka lahirlah berturut – turut pada pinggir atas perineum UUB. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan . yang satu mendesak kebawah dan yang lainnya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas. Putaran paksi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. dinding panggul Paksi atau dasar panggul Dalam Putaran Pemutaran dari bagian depan sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphysis. Fleksi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga UUK lebih randah dari UUB. maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. 5. Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan 6. dahi. hidung. Pada kepala bekerja dua kekuatan. Expulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. Subocciput yang menjadi pusat pemutaran disebut “ hypomochlion “. mulut. Ekstensi Kepala harus melakukan ekstensi karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas untuk melaluinya. III. cerviks. Putaran Paksi Luar Setelah kepala lahir. Keuntungan dari bertambahnya fleksi adalah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melewati jalan lahir : diameter suboccipito bregmatica (9. Fleksi disebabkan karena anak disorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu 3. Putaran paksi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge 4.2. tuber ischiadicum sepihak. atas panggul. terkadang sampai kepala didasar panggul.5 cm) menggantikan suboccipito frontalis (11 cm).

Partograf memberi peringatan pada petugas kesehatan apakah persalinan berlangsung lama. TBJ = 150 = Rumus berat badan Johnson – Rumus 12) x janin Tausak 155 Niswander (TFU gr1.anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.7) x 100 gr PARTOGRAF. dan Air ½ di untuk catat dalam jantung jam pada fase partograf dirujuk. Catat 2. Bidang Hodge Untuk menentukan berapa jauhnya anak tersebut telah turun ke rongga panggul maka Hodge telah • • • • menentukan Hodge Hodge Hodge Hodge II III IV : : : I : sejajar bidang sama dengan khayal dengan hodge I dalam pintu melalui I I pinggir melalui melalui panggul atas bawah spina os : panggul simfisis ischiadika coccygis sejajar sejajar dengan dengan hodge hodge ujung Penaksiran 1. TBJ 2.2 (TFU – 7. ketuban . : janin aktif. Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan dalam penatalaksanaan. adanya gawat ibu dan janin ataukah ibu perlu Hal-hal 1. setiap yang perlu Denyut jam.

Dinilai 5. . (molding/molage) / di di bersesuaian) perbaiki.air ketuban ketuban kepala tengkorak tetapi dan tidak rahim dan ketuban bercampur bernoda janin yang tepat jernih. Catat 8. 1. sesungguhnya. Menyatakan berapa jam waktu yang telah dijalani sesudah pasien di simfisis pubis. 4. Oksitosin. Waktu.Catat U J M D 3. 7. terima. silang (x). pertemuan tumpang tumpang Sutura Sutura dapat dapat / diberi Pembukaan pada setiap pervaginam tanda Penurunan Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian ) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas 6. 20 dari masing-masing dari – 40 kontraksi dalam 20 40 hitungan detik. lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya Kurang Antara Lebih 9. Catat setiap ½ jam. warna air ketuban : setiap kali melakukan Selaput pemeriksaan vagina utuh. jam Jam. 2. servik. Kontraksi. : : : Perubahan Sutura ( Slaput Air Air bentuk dua tulang tindih tindih mulut pemeriksaan pecah. detik detik. darah. perbaiki. detik. mekonium. 3.catat dengan tanda lingkaran (0).

. Catat 14. Nadi (. Bila temuan-temuan melintas kearah kanan garis waspada.) Tekanan dan Suhu 2 volume ibu tandai dengan anak darah panah. Catat setiap Protein. 10.aseton setiap dan kali setiap 4 jam setiap 30 – 60 menit dan tandai dengan sebuah titik besar Obat semua obat yang yang di di berikan berikan. catatlah banyaknya oksitosin pervolume cairan infuse dan dalam tetesan permenit. urine. berkemih. Catat 11. Catat 12.Bila memakai oksitosin. dan segera mencari rujukan yang tepat. Catat 13. petugas kesehatan harus melakukan penilaian terhadap kondisi ibu dan janin . badan jam.

kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. bayi Mempertahankan haruslah bersih suhu Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. Mengenal tanda – tanda sakit . Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi Definisi : • Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu – 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa • Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya.LANDASAN BAYI BARU TEORI LAHIR A. Tujuan Umum dalam Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Mempertahankan pernafasan Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. Mencegah infeksi Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat 3. 2. 1. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis. Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas. bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak B.

Oleh karena itu perlu dipehatikan. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama. 1. pengenal bayi tdur pengikat atau dan identifikasi bayi watch antiseptik yang dan dan sama tali dengan pusat ibu bayi termometer Tempat Stop inkubator D.Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. • • • • • • • • Alat Tanda Alat – alat Penghisap untuk Perawatan Bayi lendir Tabung oksigen Alat beserta alatnya resusitasi untuk membantu untuk – pernafasan bayi pernafasan obatan Obat penolong. Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan. Perubahan Fisiologis Sistem pada Bayi Baru Lahir pernafasan Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat – alat pernafasan lainnya 2. setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke2 atau hari ke-3 Kulit . kejang – kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama. badan biru atau pucat. muntah. Eliminasi BAB yang pertama keluar berwarna kehitam – hitam dan lengket yang disebut mekonium. BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak C. perut kembung dan minum kurang. kenaikan atau penurunan suhu badan. kesukaran bernafas. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama 3. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan.

Suhu Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. semakin lembek dan Tali tampak lebih transparan pusat Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus Bayi • menunjukkan beberapa refleks Morrow sejak lahir yaitu : refleks Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan • akan terbuka dan kemudian Walking diakhiri diabduksi lengan reflaeks Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan • Rangsangan pada ujung mulut Rooting mengakibatkan kepala menoleh kearah refleks rangsangan E. Makin muda usia kelahiran bayi 4. maka penjepit tali Berat pusat harus dikeringkan badan Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan 5. Pertolongan pada Waktu Bayi Baru Lahir • Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut.Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6. hidung • dan mata Jam dengan kapas lahir dan kasa steril dicatat • Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki .

Metode crede : dengan tetesan nitras 1 – 2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata • Penisilin Diperiksa juga salep anus. warna kulit kemerahan • Bayi dibersihkan dari darah. mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat – hangat • kuku. dicatat dalam satus bayi • Mata bayi Perawatan dibersihkan. Penilaian Bayi • Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi.dalam posisi sedikt ekstensi supaya lendir mudah keluar • Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik. air ketuban. bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya. yaitu Menilai usaha : nafas Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung  Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk – nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok – gosok punggung bayi sambil diberi oxigen Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan Menilai positif frekuensi denyut ) jantung . dan salep jenis mata kelamin F. bayi yang sehat akan menangis keras. kemudian mata diberikan obat untuk bayi mencegah : blenorhoe . bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat • Segera setelah lahir. Nilai bisa juga dibersihkan dengan bayi minyak kelapa atau minyak zaitun score keadaan dengan apgar • Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya. atau genitalia gramicin eksterna.

dilanjutkan dengan menilai warna kulit Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit. walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk Menilai dilakukan warna VTP kulit Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / Apabila Apabila terdapat sianosis terdapat sentral. ekstremeitas biru seluruh tubuh kemerah – merahan P Pulse G Grimace (reaksi terhadap rangsangan) tidak ada sedikit gerakan mimik menangis. oksigen sianosis tetap menit diberikan perifer. batuk.oksigen • Score A Penilaian 0 dengan 1 metode 2 apgar score keterangan Appearance color Pucat badan merah. bersin A Acvtivity tonus otot Lumpuh ekstremeitas dalam fleksi sedikit lemah gerakan aktif R respiration tidak ada tidak teratur menangis aktif (heart rate)/frekuensi jantung tidak ada dibawah 100 diatas 100 Catatan : . dan bayi bernafas spontan. Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit.

Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas. selanjutnya 5. Pemeriksaan Apakah mulut ada konsultasi Untuk mengetahui yang bagian apakah terdapat mungkin syaraf palatoskisis dijumpai kelainan . Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya . gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis 4.Nilai Nilai Nilai 4 7 0 6 – : – 10 Bayi 3 : asfiksia : Bayi ringan Asfiksia – normal sedang berat G.Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin. Pemeriksaan bola mata .Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa.Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid 3. tetapi masih dianggap normal 2. Pemeriksaan leher bayi Pemeriksaan bola mata .Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala Gerak Warna simetris kulit pink artiny artinya atidak dijumpai darah kelainan kesegala aktivitas lapisan arah ekstremitas kulit normal sirkulasi . Pemeriksaan Frontalitas Meraba tulang lingkaran normal kepala anak kepala dengan apakah dijumpai Menentukan lingkaran depresi lingkaran 32 dalam oksipito cm persalinan . No Pemerksaan Data Fisik Pemeriksaan pada Keteranagn Bayi Hasil Baru Lahir Pemeriksaan 1.

Raba arteria fomoralis. persendian terdapat lakukan suara pemeriksaan USG tulang dalam untuk menentukan pahanya pergerakannya lebih lanjut .Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung 8. jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya. untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah 10. Pemeriksaan Refleks Morro .Refleks morro adalah.Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap jka Apakah terdapat suara.6. - Pemeriksaan Jumlahnya dada harus - Apakah kurang terdapat dari 60 pernafasan dada denyut/menit 7. periksa tulang belakangnya apakah ditemui Memeriksa skoliosis anus atau tidak bayi 12. Penmeriksaan persendian tulang paha . Pemeriksaan miring bayi . Pemeriksaan genitalia eksterna . dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya Jika Posisi tangannya Reaksi dipegang dalam maka satu bayi traksi akan bidang menarik dengan bayi lengannnya lengannya kepalanya 11. Apakah Palpasi terdapat abdomen Mungkinkah murmur Untuk sehingga mencari perlu dilakukan terdapat asal pemeriksaan tumor lanjut apakah abdomen tumor menentukan Seberapa pembesarannya 9.Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus Apakah testesnya sudah turun . Pemeriksaan auskultasi .Untuk menentukan kekeuatan otot.

Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar harus dibuka setiap kali bayi minum susu. Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. oleh karena verniks kaseosa ini merupakan • media yng apling Tali baik untuk kuman stafilokokus pusat Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 – 7 hari. boto dan dot ) Kulit Terutama lipatan – lipatan ( paha belakang leher. Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu. perawat. Bagian – bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang • dibasahi dengan zat antiseptik Kain ( betadine ataupun alkohol 70 % ) popok Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja.H. bidan • . • Perawatan Sehari – hari Bayi Baru Lahir Mata Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks. Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. belakang telinga. ketiak ) harus selalu bersih dan kering. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata • Mulut Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ). Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata. kemudian diobati dengan salep yang .

merah. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB. dalam hari – hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. ada lendir atau darah pada tinjau • Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa. pucat banyak dan memar muntah berdarah Pemberian Tali pusat makan merah hisap lemah. lemas. pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 – 30 cc setiap 3 jam sekali. keluarnya • Infeksi. bengkak. suhu meningkat. • • • • • Tanda – Tanda Bahaya sulit yang atau ( pada > Harus lebih 38 24 º jam Diwaspadai dari C atau pada 60 terlalu biru Bayi x dingin atau Baru / < Lahir menit 36º C Pernafasan Kehangatan Warna terlalu panas kuning terutama – pertama. erlebihan. Perawatan Bayi 2 Minggu Pertama Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik – baiknya. bau busuk. lunglai. bau busuk. merawat yaitu tali : pusat Kebersihan memandikan . bengkak. kejang halus.mengandung • obat antibiotik Minuman an anti jamur. pernafasan sulit • Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam. mengantuk cairan. menangis terus – menerus J. Hal-hal yang harus • diperhatikan diri pada dengan cara bayi usia 2 bayi dan minggu. keluarnya cairan. hijau tua. berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya I. Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah. sering. sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. terlalu mengantuk. tinja lembek. bayi Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda – beda. tidak bisa tenang. Oleh karena itu.

• Pada • BAK Pakain dan BAB dan harus popok dijaga bayi dan ganti selalu jika dibersihkan basa bayi Menyusui 12 jam pertama bayi Makanan PASI jika ASI yang diberikan puasa kemudian baru disusui tambahan kurang Diberikan LANDASAN TEORI .

1. I. spermatozoa. 2. dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ketujuh sampai lahirnya janin. konsepsi. proses kehamilan ini akan terjadi bila 4 (empat) aspek penting terpenuhi. Tanda-tanda Pembesaran.KEHAMILAN Pengertian Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan ovum (sel telur) yang menghasilkan zygote. triwulan kedua dimulai dari bulan keempat sampai bulan keenam. B. Tanda-tanda A. 4. diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. 3. Tanda Tanda-Tanda objektif perubahan Hegar Perubahan Kontraksi yang bentuk (segmen dan bawah pada Brakton diperoleh konsistensi rahim Mungkin pemeriksa rahim melunak) Serviks Hicks . 2. dan nidasi. Jadi. yaitu : ovum. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampi 3 bulan. 3. 1. Mendengar meraba atau dan Tanda-Tanda bunyi mendengar rangka gejala kehamilan Pasti jantung anak oleh si anak pemeriksa ultrasound pergerakan janin Melihat dengan Jika hanya satu dari tanda-tanda ini diketemukan. Tanda-tanda pasti kehamilan ini adalh tanda-tanda objektif yang semuanya itu didapatkan oleh pemeriksa. Melihat. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan.

Tanda-tanda Presumtif Payudara (yang dirasakan pasien) membesar Hyperpigmentasi kulit. 7.5. 2. Hiperpigmentasi kulit. 5. Tanda Chadwick (warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu) 12. hal ini karena adanya peningkatan hormon estrogen progesteron. 1. seperti pada Adanya muka yang disebut chloasma gravidarum Amenorhea Mual Tidak Tidak ada Konstipasi Ibu merasakan tahan nafsu dan suatu makan / pergerakan muntah bau-bauan (anoreksia) Obstipasi anak 9. 3. 4. Uterus Terjadi pembesaran Uterus. . Teraba Pemeriksaan Pembesaran Keluarnya bagian Baliottement anak biologis perut Kolostrum 10. 6. Sering buang air kecil kerena rahim yang membesar menekan pada kandung kemih Perubahan-perubahan fisik pada kehamilan A. 7. 9. 8. 8. Tanda Piscaseck (segmen bawah rahim melunak serta pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi) II. seperti pada muka (chloasma gravidarum). areola dan papilla mamae 11. 6.

yang tadinya hanya 30 gr dan ukuran panjangnya menjadi 32 cm. sedangkan progesteron mempersiapkan tempat impalantasi dan menghalangi kontraktilitismyometrium. Serviks Uteri .000gr. : ayam bebek luar Hamil Hamil TFU TFU symphisis pusat sepusat pusat px px px dibawah – Tingginya (dalam 20 23 26 30 33 Fundus cm) uteri Umur (dalam kehamilan bulan) 5 6 7 8 9 B. Pada akhir kehamilan.Estrogen mempengaruhi hipertrofi dari otot-otot rahim. ukuran uterus menjadi 1. lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm sedangkan volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 Besar Hamil Hamil Hamil Hamil Hamil Uterus Hamil 12 minggu 16 20 Hamil 28 32 36 40 tidak 8 sebesar minggu minggu 24 minggu minggu minggu minggu liter pada uterus hamil minggu telur angsa sebesar sebesar sehingga 1-2 3 minggu TFU TFU TFU 3 setengah 3 setengah jari pusat jari jari jari TFU diatas pusat – dapat telur telur diraba diatas dibawah dari kehamilan aterm.

Dibawah estrogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebal berlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi.0) D. Pada akhir kehamilan servicks menjadi sangat lunak dan porsio menjadi pendek (lebih dari setengahnya mendatar) dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari.Perubahan yang penting pada servicks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya servicks. Estrogenlah yang bertanggung jawab terhadap perubahan servicks. Servicks yang demikian disebut serviks yang matang dan merupakan syarat untuk persalinan anjuran. sehingga timbul tanda chadwick. C. . Tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini mengisut. Fungsi ovarium ini diambil alih oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu.5 – 5. Keasaman dari vagina dipertahankan oleh asam laktat yang diproduksi oleh laktobasil untuk menurunkan daya sperma juga berguna untuk mengontrol kuman patogen dalam vagina (ph 3. Vagina dan VulVa Vaskularisasi terjadi pada vagina sehingga vagina menjadi menjadi lebih padat. Ovarium Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan korpus loteum. Sering terdapat peningkatan sekresi yang lebih putih kental dan asam. pembuluh darahnya terpotong dan cairan kental dikeluarkan sebagai Blood Slym. Sumbatan mukosa di saluran servicks dapat berfungsi untuk pencegahan terhadap janin dari invasi mekanik atau bakteri. Pada persiapan sering terjadi hipervaskularisasi. Sebab-sebab pelunakan servick adalah karena pembuluh darah dalam servicks bertambah dan karena timbulnya oedema dari servicks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar servicks. Pada awal persalinan sumbatan ini terpisah/teregang dan kencang. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui.

kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing(pollakisuri). 6. 3. 7. F. 4. H. Ureterpun jelas membesar dalam kehamilan . tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol sehingga biasanya kadar Hb turun. Traktus Digestivus Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas traktus digestivus menurun.000 ialah gr per per : % mm mm G. Papilla Glandula Estrogen Progesteron Mammae mammae Montgomery akan lebih 12 meyebabkan memyebabkan hipertrofi sel acini sistem pada untuk lebih tegang dan areola saluran mammae laktasi hitam mammae colostrum Darah dipersiapkan membesar menonjol minggu Sirkulasi dipermukaan keluar Kehamilan Volume darah bertambah. baik plasmanya maupun erythrocytnya. Makanan lebih lama ada di dalam lambung sehungga penyerapan air lebih lama.E. Selain itu. akibatnya feses akan keringdan terjadi konstipasi. hal ini bisa menyebabkan muntah dan kembung dalam kehamilan. Hal ini disebabkan rangsangan estrogen dan progesteron 2. Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan. sekresi asam garam (HCL) dan gerakan lambung berkurang. Batas-batas Hb Erythrocyt Leucocyt 8. Buah dada 1. 5.000 fisiologis : 3. Mammae membesar dan tegang.5 – 10 juta 10.

I.5 (1 ketiga. begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin. terjadi penimbunan protein sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan pada ketosis. + 5 kg pada berat janin (3 rahim lemak seperti zat kg). J. : kg) kg) kg) kg) kg) Penambahan Berat Berat Penimbunan disebabkan kg). walaupun mungkin ada juga faktor tekanan pada yreter oleh rahim yang membesar. Kebutuhan akan kalsiun dan fosfor akan bertambah untuk pembuatan tulang-tulang janin . triwulan kedua ini plasenta (dari di buah 30 dada. Linea alba yang tampak hitam disebut linea higra.5 kg pada triwulan oleh ketuban 1 (1.5 Penimbunan Retensi telur . gejala hyperpigmentasi ini hilang. papilla mammae dan linea alba. pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areola mammae. Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka yang disebut chloasma pravidarum. Pada umumnya setelah partus selesai. Sebab terjadinya hyperpigmentasi ini belum jelas. Dilatasi ini mungkin menimbulkan bendungan yang memudahkan terjadinya infeksi dari pyelum (pyelitis). putih air (0. biasanya terjadi penambahan BB + 1 Kgpada triwulan pertama. Kulit Selain striae gravidarum. kegiatan ginjal bertambah karena harus juga mengeluarkan racun-racun pada janin.terutama dibagian kanan. Pada wanita hamil.5 dan + 5. gr pantat air menjadi dan lain-lain (2 (1. Pertukaran Zat Metabolisme basal naik pada kehamilan. Dilatasi ureter ini terutama disebabkan oleh pengaruh progesteron. Selain itu. mungkin ada hubungan dengan hipertrofi dan hiperfungsi dari korteks gandula suprarenalis atau dari hipofisis.

beberapa teknik Tanya pemeriksaan yang dapat digunakan. mental.  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil.ANTENATAL CARE (ANC) Pemeriksaan pada ibu hamil selama kehamilan sengat penting. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal. Ada a. dan sosial ibu dan janin. Selain itu Pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil bertujuan pula untuk : Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. kebidanan dan pembedahan. termasuk riwayat penyakit secara umum. g. melahirkan dengan selamat. yaitu : jawab Pemeriksaan (anamnesa) umum Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan pandang raba dengar (inspeksi) (palpasi) (auskultasi) dalam panggul . f. e. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. serta menghasilkan bayi yang sehat. d. b. c. hal ini bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan.

Data Sosial : nama. kehamilan yang lalu. 6. Pemeriksaan laboraturium A. pekerjaan. Data Kebidanan : perkawinan terdahulu (bila ada). 3. agama.h. Pemeriksaan Umum Pemeriksaan umum biasanya menggunakan berbagai alat pemeriksaan baik alat ukur timbang. persalinan dan nifas yang lalu. Data Haid 5. kebangsaan. Tanya Jawab ( Anamnesa) Anamnesa dapat dilakukan terhadap ibu hamil itu sendiri (auto anamnesa)dan bisa juga dilakukan Hal yang terhadap dapat keluarganya ditanyakan dalam (alloa anamnesa anamnesa). 5. keluhan yang dialami sekarang B. umur. atau 1. adalah : 1. 2. Data Medik : penyakit jantung. nama suami. perkawinan sekarang. Data Keluarga 3. pendidikan terakhir 2. 4. tinggi kemungkinan keadaan Pemeriksaan dan adanya umum Mengukur refleks Memeriksa lutut kelainan dan berat pada keadaan mencakup badan organ-organ emosional : ibu tubuh ibu TTU (patella) Oedem . penyakit kelamin dan penyakit lainnya 4. jumlah dan keadaan anak yang hidup. kehamilan yang sekarang. pemyakit paru-paru. Memeriksa yang Mengukur Memeriksakan Memeriksakan lainnya.

C. 6. Pemeriksaan 1. Muka : terdapat klausma gravidarum atau tidak. umur Nigra. varises. adanya oedem pada muka 3. Leher : apakah vena terbendung di leher. janin dada mendalam + hiprpigmen atau / atau : masuk tidak : atau Striae atau atau tidak Gravidarum tidak asimetris) mammae pembesaran menunjang 12. 8. Membesar Linea Tampak Bentuk Areola Puting susu Kolostrum Buah : menonjol. flour albus 13. 4. apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening 10. varises atau tidak . polip ada ada / : bengkak pucat hiperemis kelainan sariawan karies lain atau atau atau atau atau atau tidak tidak tidak normal tidak tidak 9. tanda Chadwick. : : Perut sesuai Alba / gerakan (melintang. Diperhatikan bagaimana sikap tubuh. Setelah itu pasien diminta berbaring ditempat yang telah disiapkan. 7. keadaan punggung dan cara berjalannya. sama panjang atau tidak. kondiloma. 5. 11. Pemeriksaan Pandang (Inspeksi) Dimulai sejak bertemu dengan pasien. Vagina dan Amus : perineum. Rambut dilakukan dan kulit berurutan rambut : bersih dari atau rambut kotor / hingga terdapat kaki. Ekstremitas : odema atau tidak. Kelopak Konjungtiva Sklera Hidung Mulut Gigi : : ada : : mata : kuning. kelainan 2.

E. Yang 1. sehingga periksa dengar lebih cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan janin. Alat yang paling sering digunakan adalah stetoskop monokuler atau leanex. periksa raba juga untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul disebut Perasat Osborn. Palpasi dapat Periksa dilaksanakan dengan Raba cara leopold.D. (Palpasi) yaitu : Leopold I : dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di Fundus Uteri Leopold II : dilakukan untuk menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil janin (pada letak membujur)serta kepala janin (pada letak melintang) Leopold III : dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang berada dibagian bawah Leopold IV : dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum Selain cara leopold. frekuensi dan keteraturannya. Frekuensi DJJ nor. Dengan alat ini DJJ baru dapat terdengar pada kehamilan sekitar 20 minggu. Dari tempat bunyi jantung Dari dapat adanya diketahui bunyi dari jantung anak bunyi : jantung Tanda pasti anak : kehamilan Hidup Anak anak terdengar : Presentasi anak . Periksa dengar (Auskultasi) Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya DJJ. 2.al adalah 120 – 140 kali/permenit.

Pemeriksaan Panggul Pada ibu hamil terutama primigravida perlo dilakukan pemeriksaan panggul untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulitan Ada 4 cara melakukan pemeriksaan persalinan. Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi secara langsung guna mendapatkan data tentang : 1 Uterus : ukuran uterus dalam minggu. posisi. menutup. F. Dari sifat Adanya bunyi jantung Posisi Sikap anak anak dapat diketahui keadaan anak anak kembar anak.Primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih. kepala belum masuk PAP . lunak. posisi depan atau belakang 4. Panggul : apakah luas atau sempit 3. G.3. Keadaan Jalan Lahir Pemeriksaan dalam dapat dilakukan pada kehamilan muda dan ketika hamil tua terutama mendekati saat persalinan untuk memastikan apakah persalinan sudah mulai atau belum. Periksa pandang : dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan atau kelainan panggul 2. keras. lunak atau keras dan lokasi uterus 2. bentuk. panggul : 1. Keadaan Servicks : apakah membuka. tebal. Periksa raba : . tipis.

Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum PENJABARAN Kesadaran KETERANGAN penderita . sedangkan pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan kadar protein dan gula dalam urine. termasuk sacrum/coccygis.3. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan yang diketemukan pada jalan lahir. Memerikasa keadaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam. Pemeriksaan Laboraturium Pemeriksaan laboraturium disini maksudnya adalah pemeriksaan sederhana yang umum dan dapat dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil. keadaan panggul. Alat Primigravida. Pemeriksaan laboraturium sederhana meliputi pemeriksaan darah dan urin.pada Perasat Pengukuran yang paling luat sering kehamilan aterm ada Osborn kelainan letak positif ukuran-ukuran digunakan yang : : : (Boudelaque) Lingkar adalah jangka luar panggul digunakan – – – : 18 – dari panggul Martin. : cm cm cm 20 cm Panggul Ukuran-ukuran Distansia Distansia Distansia Kon panggul Spinarum Kristarum Tuberum Eksterna sering 23 26 10.5 adalah 26 29 11 jugota 4. H. Pemeriksaan darah yang utama adalah pemeriksaan Hb.

bumil sebagai perhitungan akan kasar bertambah tumbuh-kembang Dispnoe uterus - Sianosis yang Kemungkinan terlalu paru dan terdapat desakan besar Kemungkinan penyakit atau jantung .sangat dinilai.Berat badan ideal adalah tinggi terus kehamilan cukup. Anemia dengan dapat akan diartikan gizi dapat pemeriksaan badan Barat dikurangi badan sesuai 100. dibuktikan laboratorium Kulit/mukosa Jantung/paru Ikterus Menunjukkan adanya kemungkinan kelainan fugsi liver Tidak anemia.dengan melakukan anamnesis baik menjawab pertanyaan tidak Penderita ada sadar kelainan akan Kesadaran jika penting dinilai dapat semua menunjukkan psikologis Keadaan gizi Hubungan antara tinggi badan / berat badan seimbang .

- Warna biru dibagian akral. intoksikasi Tekanan tekanan 140/90 merupakan sistolik kemungkinan preeklampsia Berat badan ukuran kenaikan sukar. masa gravidarum Berat badan diperbolehkan Trimester BB karena badan Bertambahnya Lebih tanda-tanda atau dari mm preeklampsia 15 batasan mulai Kenaikan Hg tidak boleh lebih dari darah magnesium Batas Umumnya sulfat normal terendah darahadalah yang 30 pada tersebut diastolik ada terdapat ringan berat merupakan penting pertama. menunjukkan kekurangan konsumsi O2. Kekurangan Penyakit albumin Kekurangan dalam eklampsia jantung darah vit.Dapat merupakan gejala dari preeklampsia. yang dapat disebabkan oleh penyakit jantung/paru Edema Dapat terjadi pada muka.B1/kompleks Refleks Refleks lutut paling penting Berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau penyakit saraf. masih dalam emesis naik . kaki dan tangan .

sekitar -Kenaikan 16 -Kenaikan Pemeriksaan DM -Pada mungkin laboratorium Rata berat – kg.Kemungkinan glukosaria yang terjadi segera setelah makan. perlu dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa . tetapi keadaan Persiapan Tes reduksi ibu cepat untuk menjadi gula mungkin normal ASI positif Protein urin Normal tetap ada protein tetapi jumlahnya kecil Jumlah yang makin meningkat terdapat Penyakit pada : Preeklampsia jantung Nefritis Sistitis Sedimen dengan bakteri positif Terdapat pada nefritis asimtomatik Jika ditemukan bakteri perlu dilakukan Pemeriksaan evaluasi untuk menghindari darah adanya infeksi dalam kehamilan Rutin TORCH . disebabkan intoleransi insulin.5 tidak kenaikan selama harus dalam urin Hanya melebihi BB 16-20 sekitar ka/minggu kg 12 hamil dievaluasi terdapat pada Glukosa akhir kehamilan terdapat laktosa . berlebih : badan rata 0.Untuk memastikan adanya DM.

- HIV - Hepatitis B - Faktor Rhesus seksual tentang memberikan • • • Kumpulan gejala Kelainan Retardasi Abortus Feses rutin Memberikan keadaan penyakit yang yang sama gambaran Infeksi VDRL menular umum gizi dapat : kongenital mental berulang -Kemungkinan terjadi infeksi vertikal (ibu-janin) dan bahaya infeksi Horizontal (ibu-penolong) .

janin berbahaya menimbulkan hubungan - Makin Pada pada banyak wanita kehamilan perkawinan Rh kedua antar negatif. dapat Infeksi sifilis yang dapat kelainan Kemungkinan infeksi akibat seksual Kemunkinan infeksi cacing Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut TATALAKSANA Inspeksi muka PENJABARAN Kloasma KETERANGAN gravidarum - Konjungtiva .harus hepatoma Adanya infeksi vertikal maka bayi diimunisasi Kemungkinan pada dapat usia menimbulkan muda bangsa.

Hipoalbuminemia Tanda preeklampsia berat Anemia gangguan gigi dan lidah \ akibat mual-muntah atau Lidah kotor . (MSH) dan gambaran (kadar • • • -Gambaran hipersalivasi • pigmentosum - Pigmentasi seperti pipi yang hampir kuku Melanocyte yang hormaon Pucat atau Stimulating dihasilkan Hormone hipofisis seks merah sebagai anemianya cukup tentang Hb) Kemungkinan secara menderita kasar :.- Edema kelopak mata - Gigi dan lidah -Neovus simetris.

• hormon Leher Makin jelas Gusi oleh karena MSH epulis dan seks Bendungan vena - Kelenjar tiroid darah Mamae Pembengkakan akibat membesar limfe penyakit saat jantung hamil. Kemungkinan atau evaluasi gangguan aneurisma tentang aliran vena hipertiroid infeksi Sedikit perlu Kemungkinan Metastasis keganasan Dapat (jarang) memberikan khususnya kehamilan petunjuk pada pertama mamae mamae -Kelenjar tampak tampak Pembuluh darah Pigmentasi dan areola papila montgomery vena jelas - Kolostrum - MSH dan hormonal seks .

pembentukan lebih Terjadi estrogen dan perubahan awal keseimbangan progesteron.menyebabkan mamae vasodilatasi dan dan kelenjar makin tampak ke pigmentasiareola permukaan menimbulkan darah yang lambat Progesteron aliran menyebabkan kolostrum antara oksitosin mengakibatkan kolostrum Perut Pertanda - Produksi prolaktin tinggi. prolaktin dikeluarkannya bahwa Pembesaran ASI kan ke banyak atas .

berdasarkan Hukum empat rumus panggul janin tidak dapat PAP janin jauh karena livid alba saat besar/hidroseflus kedepan pigmentasi hamil sebagai sebelumnya gravidarum kehamilan atau opersai lainnya .- Perut pendulum abdomen Pigmentasi dinding - Bekas luka operasi - Primigravida masih akibat otot dinding tegang abdomen dipergunakan • • sehingga masuk sehingga dan bekas Bekas seksio Linea Strie strie Kepala uterus alba gravidarum Umur kehamilan Berat Tingginya untuk menurut janin Kemungkinan kepala Mc fundus uteri mengukur dapat : Bartho-lomew JOHNSON sempit Donald.

yang resistensi Vulva dapat menjadi lokus minoris - Pengeluaran fluor -Kondiloma akuminata - Tanda Chadwick - Luka perineum vaginalis Infeksi - Infeksi atau dengan diagnosis kandida banding albikan baterialis virus trikhomonas persalinan phodophilin Perubahan 50% warna Tanda Jika vaginosis Infeksi ukurannya melalui besar sebaiknya SC Pengobatan berbahaya biru pada karena vagina hamil dengan dapat akibat menyebabkan terjadi tidak tinktura abortus hipervaskularisasi pasti .

- Bekas episiotomi Tungkai - Varises - Edema tungkai - Sikatriks pada paha - Sering terjadi karena kehamilan berulang preeklampsia masuk venereum kecuali merangkul Tidak agak kaki Tekanan Bekas atau pada luka vena limfe infeksi mengganggu sulit atau pada cafa Bendungan akibat kepala telah PAP inferior granulosa lainnya persalinan saat paha Tanda Bersifat kemungkinan herediter terjadinya Pemeriksaan kehamilan hendaknya sedini mungkin pada umumnya pemeriksaan dilakukan .

minimal    Aturan 1 I 2

4

kali kali kali kali ini

selama pada pada pada berlaku bila

hamil trimester trimester trimester

yaitu

: pertama kedua ketiga. normal.

pemeriksaan

kehamilannya

Pada saat pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan pemeriksaan dengan 7 T yaitu : 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. Tablet .Tetanus Tes Temu Timbang Tekanan berat darah Tinggi tambah toksoid darah (TT) di badan ( kenaikan bila fundus diberikan lebih normal dari selama 140/90 uteri minimal 90 tablet 2 kali hamil mmhg 6 – 12 kg )

diperiksa,

adalah di

hipertensi. ukur.

selama selama

hamil. hamil. (PMS). rujukan

imunisasikan penyakit dalam

sebanyak menular rangka

terhadap wicara

seksual persiapan

Keluhan-keluhan

yang

Sering

Terjadi

Keluhan – keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan antara lain : 1. Sakit Mual Rasa Sering 2. Mual, Sulit Agak sulit bernafas terutama pada sakit/rasa tidak buang Pada muntah kadang enak dan pada perut air Trimester masih bagiaqn Pada Trimester I : kepala. muntah. bawah. kecil. II: ada. tidur. primigravida.

Pegal Rasa Bengkak 3. Pegal Lebih Mulas

pada tegang di kaki, yang yang Pada di

daerah timbul hilang

panggul sewaktu-waktu pada pagi hari di

atau perut bangun

bokong. bawah. tidur. III terasa. BAK. beraturan.

setelah

Trimester punggung/bokong makin miksi/ timbul tidak

sering yang

Bila hal-hal tersebut di temukan, perlu di jelaskan bahwa keadaan itu biasa dan normal di temukan pada ibu hamil.

Penyakit 1.

pada Penyakit

Kehamilan Jantung

Prognosis kombinasi ibu hamil dengan penyakit jantung tergantung dari faktor berikut ini : • • • • • • Apakah Kemampuan Hipertensi sudah untuk pernah dapat disertai mengalami memberikan dekompensasio pertolongan Apakah Diabetes disertai Umur Apakah Keparahan dan mungkin disertai penyakit paritas penyakit jantung penderita lain Hipertensi mellitus infeksi Anemia arithmia kordis adekuat

Prinsipnya adalah mempersiapkan ibu hamil untuk mencapai keadaan optimal pada saat inpartu

sehingga dapat berlangsung proses persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam merupakan pilihan utama karena traumanya tidak terlalu besar.

Tidak terdapat perbedaan sikap dalam melakuakn ANC kecuali harus memperhatikan dua hal penting: Gejala terjadinya permulaan Terjadi dekompensasio kordis infeksi

2.

Hipertensi

Dalam melakukan evaluasi hipertensi pada kehamilan,. Pengobatan sebelum hamil merupakan tindakan yang paling tepat sehingga saat hamil tercapai kesehatan yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang ajnin dalam uterus sehingga tercapai well born baby dan well health Antisipasi terjadinya preeklampsi maupun mothe. eklampsi.

3.

Penyakit

Paru

Dalam keadaan hamil, fungsi paru yang dapat mempertahankan PO2 diatas 60 mmHg sangatlah penting sehingga tumbuh kembang janin intrauteri berlangsung sebagaimana mestinya. PO2 di bawah 60 mmHg sudah merupakan keadaan yang kritis khususnya bagi janin yang sangat sensitigf Berikan terapi akan yang aman kebutuhan bagi wanita O2. hamil

4.

Penyakit

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal yang paling bnayak berkaitan dengan kehamilan adalah : • Perubahan hormonal saat hamil yang dapat menimbulkan penyulit terhadap proses dan fungsi gastrointestinal, dengan berbagai manifestasi klinis

• Gangguan resorpsi nutrisi melalui usus halus, sebagai tempat utama resorpsi nutrisi, untuk

Kesehatan darah ibu hamil sangat menetukan keberhasilan tumbuh kembang janin dalam uterus. Adapun bentuk penyakit dan kelaina darah ynag umum ditemui pada ibu hamil adalah : • • • Kelaianan hemoglobin darah Anemia Trombositopenia (hemoglobinopati) 6. Sistem • hormonal yang paling Penyakit banyak berpengaruh pada kehamilan Endokrin adalah : Endrokin tiroid. Kekurangan tiroid pada kehamialn ini dapat menyebabkan pertiroidisme dan hipotiroidisme yang berpengaruh • pada tumbuh kembang janin dan terhadap kestabilan kehamilan paratiroid Endrokrin . Penyakit dan Kelainan Darah Kehamilan dapat menimbulkan perubahan fisiologis darah sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menegakkan diagnosa penyakit dan kelainan darah pada ibu hamil.tumbuh kembang janin • Penyakit liver yang mengatur kualitas dan kuantitas elemen nutrisi dalam darah sehingga dapat dikendaliakn • Kegemukan sesuai yang pada dapat dengan menimbulkan kebutuhan berbagai dapat komplikasi menimbulkan kehamilan kehamilan : Dampak Abortus Persalinan Gangguan Hipoglikemia Gangguan kehamilan prematuritas jalan yang berakibat fatal bagi janin dan lahir maternal darah pembekuan 5.

• Kelenjar adrenal mempunyai Endrokrin dua bentuk kelainan adrenal utama : 1. Gangguan pad asistem ini bisa menyebabkan perdarahan post partum yang berpotensi syok 7. Hiperplasia yang mengeluarkan hormon lebih tinggi dan menimbulkan manifestasi klinis kelebihan hormon 2. Dugaan • • • • • • • Sering Persaliann ibu Penyakit hamil menderita Riwayat mengalami yang Kematian Intrauteri abortus sulit Diabetes diabetes mellitus Mellitus melalui : keluarga tanpa dengan janin growth sebab janin yang jelas besar-makrosomia intrauteri retardation Prematuritas Terdapat kelainan kongenital bayi Pengelolaan ibu hamil dengan diabetes mellitus bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah . Hipoplasia yang menyebabkan produksi hormon berkurang dan menimbulkan manifestasi klinis Pada • kehamilan kekeurangan dapat Preeklampsi/ Solusio Retardasi Persalinan Endrokrin menyebabkan hormon : eklampsi plasenta IUG prematur pituitari Kelenjar pituitari dianggap mother of gland karena diduga merupakan kelenjar induk yang mengatur produksi hormon pada sistem kelenjar lainnya.

ini Kelainan penyakit Gangguan dan dan kelainan ginjal Penyakit jaringan yang ikat Jaringan berkaitan dapat dengan Ikat : menimbulkan Hipertensi Proteinuria Terjadi akan menyebabkan terjadi eksaserbasi gangguan kehamilan dalam mendadak bentuk : Preeklampsi Gagal Terdapat ginjal antibodi pada kehamilan antifosfolipid Keberadaanya dapat menimbulkan ganggauan pembuluh darah menuju plasenta sehingga sekunder • • • 9. 8. • • • Faktor • • b. sebagian dapat mempebgaruhi kehamilan atau sebaliknya kehamilan dapat memperparah penyakit sarafnya. terjadi persalinan pertumbuhan : prematuritas intrauteri intrauteri saraf Dijumpai beberapa kelainan saraf yang terjadi bersamaan dengan kehamilan.sehingga tercapai keadaan euglukosa. Faktor • • – Penyakit faktor Infertilitas yang (1 dan menimbulkan tahun Terminasi stress kelainan pada setelah kehamilan Jiwa : menikah) kehamilan . Keguguran Retardasi Kematian Penyakit berulang. Kebanyakan a. Yang paling banyak dijumpai adalah migrain dan kejang 10.

Penyakit kulit Kelainan dan penyakit kulit yang sering berhubungan dengan kehamilan dapat digolongkan sebagai • • • Perubahan/ Perubahan kulit saat tata dermatologi yang berikut kehamilan berupa istribusi berkaitan dengan : hiperpigmentasi rambut kehamilan Perubahan keadaan .• • • • Kemampuan Terpisah Rasa untuk Komplikasi Penyulit Riwayat Gangguan Masalah keham.ilan keluarga genetik klinis Kehamilan dalam kebidanan medis dari takut keluarga berlebihan penuh keragu-raguan Komplikasi mengatasi yang • - Aspek Merasa Orang sosial ibu tidak tua hamil : mampu tunggal tergantung Sangat Kurang Konflik Masalah Kecanduan sosial dukungan keluarga interpersonal ekonomi obat 11.

HIV Menimbulkan morbiditas atau mortilitas ibu hamil dan janin serta neonatus yang tinggi Menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan janin nyatinggi serta neonatusnya 13. morbiditas dan mortalitas maternal atau perinatal akan dapat meningkat. 12.trikomonas Hanya menimbulan komplikasi pada maternal Komplikasi janin praktis tidak dijumpai 2. Penyakit hubungan seksual . Namun bila diikuti dengan infeksi sekunder yang dapat memberatkan keadaan ibu hamil sampai terjadi sepsis.kelainan kongenital ganguan mental Korioamnionitis Gonnorhea Sifilis Rubeola B-streptokokus .• Kelainan / penyakit kulit yang disebabkan kehamilan Sebagian besar kelainan atau penyakit kulit yang bersamaan dengan kehamilan tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin intrauteri secara murni.Parvovirus Komplikasi minima pada maternal . Bentuk Penyakit Infeksi infeksi Komplikasi Fetalis Infeksi kandida vagina albikans . Rubella Sitomegalovirus . No Maternal 1.Merusak tumbuh kembang janin -Menimbulkan 3. kematian.

Protein Kebutuhan protein dalam kehamilan bertambah yang disebabkan oleh bertambahnya metabolisme.Yang • • • • • • • • • termasuk dalam penyakit hubungan seksual pada kehamilan adalah : Sifilis Gonorhea Penyakit yang disebabkan Limfogranuloma Herper Penyakit human Ulkus Trikomonas HIV dan papilloma chlamydia trachomatis venereum simpleks virus molle vaginalis AIDS Nutrisi pada Ibu Hamil Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan daripada di luar kehamilan karena dipergunakan : Untuk Pertumbuhan Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. 1. . pertumbuhan kelenjar buah dada dan penambahan volume darah. janin. oedema atau prematuritas. toxemia gravidarum. pertumbuhan rahim. mengadakan cadangan makanan dalam masa laktasi. untuk pertumbuhan janin. Kekurangan protein mungkin menimbulkan anemia.

P. Air Wanita hamil harus minum banyak air kira – kira 6 – 8 gelas sehari.B1 ( thiamin ). Vitamin B complek : terdiri dari Vit. Vitamin D : untuk berguna untuk pertumbuhan pertumbuhan tulang dan bersipat anti janin.nicotin. menambah kemungkinan perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. Ada kemungkinan bahwa kekurangan vitamin B complex dapat menyebabkan perdarahan pada bayi. as.2. e. Vitamin A : berguna untuk menjaga kesehatan mata serta menambah daya tahan terhadap infeksi. d. tetapi vitamin sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal. riboflavin. dan Fe. serta penting f. Garam Kebutuhan bertambah terutama akan Ca. Vitamin Pada binatang percobaan kekurangan vitamin dapat menimbulkan kelainan bawaan dan abortus. dan Vit B6 atau pyridoxin. Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal. 4. Vitamin C : berguna untuk membantu penyerapan Fe dalam tubuh. . mencegah scorbut. c. rachitis. Pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti. Fe berfungsi sebagai katalisator pembentukan Hb dalam darah sedangkan Ca dan P berguna untuk pembentukan tulang – tulang janin. 3.

2002 : bayi sehat. Menjaga asuan kesehatan skrining ibu dan masa janin baik fisik pada nifas maupun ibu : psikologis. Melaksanakan yang komprehensif maupun 3.berian imunisasi 4. Lama masa nifas ini yaitu : 6 – 8 minggu. pe. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. nutrisi. 2. 2002 : 122) Tujuan 1. (Buku acuan kepada bayinya Memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal dan perawatan pelayanan dan Neonatal. (Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. janin. KB 122) . KB.LANDASAN NIFAS TEORI NORMAL Pueperium (nifas) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandunagn kembali seperti keadaan sebelum hamil.

psikologis Involusi pada masa nifas : Uterus Uterus berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.Perubahan-perubahan 1. Involusi Bayi Uri 1 2 6 8 2 Pertengahan Tidak Bertambah Sebesar 750 500 350 50 30 TFU Berat Uterus Lahir Lahir Minggu Minggu Minggu Minggu jari pusat teraba Setinggi bawah pusat pusat simfifis diatas simfifis kecil normal 1000 gr gr gr gr gr gr .

kencing Dinding saluran kencing memperlihatkan odema dan hiperamia. permukaan kasar dimana pembuluh darah bermuara. . vagina Setelah persalinan. tetapi karena setelah plasenta tidak dibutuhkan lagi peredaran darah yang banyak.Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh kerena pembuluh endometrium yang berasal dari tepi 3. tetapi biasanya pulih kembali 6. Konsistensi lunak dan setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim.2.Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama lochea .Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil. dilalui 2 3 jari dan setelah perut 7 hari hanya dan dapat dilalui 2 jari. uterus banyak mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar. bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Perubahan lagi pada pada serviks masa dan nifas. sehingga kandung kemih penuh atau BAK masih ada urine resiolual.Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontaksi rahim. pada minggu ke 2 sebesar 6 – 8 cm dan akhirnya pveperium sebesar 2 cm. Dinding Peritonitis Setelah persalinan. . rahim Dalam kehamilan.Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm. maka arteri harus mengecil 4. Setelah 2 jam dapat 5. dinding perut longgar karena direnggang begitu lama. Involusi tempat plasenta Proses involusin uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran sebagai berikut : . kandung kemih dalam masa puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah. Sisa urine ini dan trauma pada dinding kantung kencing waktu . luka Perubahan dan lapisan pembuluh basalis darah endometrium. . dalam waktu Saluran 6 minggu.

kebutuhan Mengkonsumsi dan tambahan 500 cairan kalori adalah per : hari b. Dianjurkan Perawatan a. hari ke hal tiga 315 post – partum. : Pverperium. 2 minggu. c. Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran metabolisme. Penderita 2.persalinan memudahkan terjadinya infeksi. banyak cairan. mineral dan vitamin yang cukup. Colostrum adalah cairan kuning prtama yang keluar pada saat ibu menyusui dan biasanya (Obstetri berlangsung Fisiologi pada UNPAD. . d. sayur-sayuran. 318) Perawatan 1. dan buah-buahan. Dilatasi ureter dan pylium normal kembali dalam waktu 7. Dalam beberapa hari post partum seorang wanita akan kehilangan 2 – 3 pon cairan tubuh. Laktasi Keadaan buah dada pada hari pertama nifas sama saja dengan keadaan kehamilan pada waktu dada belum mengandung susu. Indakan asuhan yang baik pada masa nifas tentang a. kandungan. b. Diet Makanan harus bergizi dan cukup kalori. Melancarkan untuk pasca persalinan (konseling) : Mobilisasi mobilisasi mobilisasi pengeluaran dini setelah mempunyai 2 jam post partum. involusi mengurangi alat intestinal dan Mempercepat Melancarkan fungsi alat gastro alat perkemihan. diperbolehkan bangun dari tempat tidur 24 – 48 jam post partum. melainkan colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat oreola mamae. keuntungan infeksi Lochea. Makanan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein.

Minum kurang lebih 3 liter per hari. Suhu Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu adalah . Sedangkan ada pula wanita yang tidak dapat menahan BAK sehingga 4. Pada beberapa wanita dalam 24 jam pertama post partum merasa susah BAK karena robekan pada saat persalinan pada jaringan vagina dan jaringan sekeliling kandung kemih. Bila masih sulit BAB dan terjadi opstipasi apabila terjadi BAB dapat diberikan 5.ah itu pembentukan urine oleh ginjal meningkat. selalu basah pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama. obat laksans Perawatan per oral payudara atau perektal.c. isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. 3. Minum kapsul vitamin A agar bisa memberi bayinya vitamin A melalui ASI. Salah satu cara untuk meningkatkan ASI dan memudahkan menyusui adalah dengan rooming 6. 7. tetapi yang paling ditekankan adalah kenyamanan ibu dalam melakukan hubungan. (Mammae) Perawatan payudara harus dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas. tidak keras sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Anjurkan untuk BAK setiap 6 jam. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri. Ibu siap. Produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positiv adalah involusi uterus akan lebih sempurna. Defekasi Harus dilakukan 3 – 4 hari. aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja. d. e. Bila bayi mulai disusui. in atau perawatan satu tempat (satu kamar) Senggama Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Miksi Segera setelah persalinan kandung kemih harus kosong. Sete. Dil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya 40 hari post partum.

Kapan metode ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang setelah 8 minggu setelah persalinan. Lamanya perawatan Lamamnya perawatan bagi ibu yang sedang bersalinditentukan oleh keadaan. ialah keadaan sosial. ini. haid datang lebih cepat dari ibu yang menyusui anaknya. keuntungannya. keadaan didinding perut dan buah dada diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan 11. dalam yang teliti. samping. segera diobati. Datangnya Haid Kembali Ibu yang tidak menyusui anaknya. kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4 kali sehari. ekonomi dan keadaan tempat ibu tersebut bersalin. hal-hal berikut perlu dijelaskan terlebih dahilu pada ibu : a. Berencana Keluarga Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi. air kencing. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38 derajat celcius 2 hari berturut-turut dalam 10 hari yang pertama post partum. 9. 8. Oleh karena. Kelebihan e. Kalau ada kelainan. Keadaan umum. Biasanya ibu bersalin dirawat selama 3 – 10. pil dapat mempengaruhi sekresi air susu. Bagaimana Bagaimana metode ini dapat mencegah atau Efek menggunakan metode kehamilan dan efektivitasnya. biasanya ditawarkan IUD. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu ada baiknya untuk bertemu . d. b. Up Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali. oleh karena pada saat ini motivasi masih saat tinggi.tanda pertama infeksi. 5 Follow hari. tensi. injektable atau sterilisasi. Sebelum menggunakan metode KB. c.

Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali dan setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. 3. suhu. punya keinginan merawat bayinya sendiri. keadaan putting susu. 2. beri dukungan baik dari petugas maupun keluarga. respirasi. tertinggal. Post partum blues biasanya terjadi sekitar hari ke . 322 – dll. 3. Pengawasan keadaan umum ibu : tekanan darah. Adaptasi psiklogis ibu terbagi menjadi 3 : 1. Post partum blues merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh wanita yang terpisah dari bayi dan keluarganya. jumlah pengeluaran (Obstetri Fisiologi. Hari pertama Taking In : Ibu berfokus terhadap diri sendiri. minta diperhatikan. Pengawasan kala IV yang sebetulnya pada jam pertama dari nifas meliputi : 1. hal ASI. Pengawasan payudara. 2. Hari kedua Taking Hold : Ibu menjadi mandiri. TFU (lochea). ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain. dan apakah plasenta 5. apakah ASI sudah keluar atau belum. keadaan umum. Pengawasan Pengawasan pendarahan kontraksi keadaan Pengawasan maupun uterus sekret yang keluar ada dari vagina yang emosional. Minggu pertama Letting Go : Masa mendapat peran baru. nadi.dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk mengetahui apakah metode tersebut berjaln dengan baik. 4. kesadaran. dll. 328) Adaptasi psikologis Ibu adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar biasa.

3 Tanda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

hingga dan

hari gejala post

ke partum

5

post blues adalah

partum. :

Sangat

emosional Sedih

Khawatir

jika

tidak Mudah

ada

yang

merawat

bayinya. tersinggung Cemas

Merasa Mudah Sedih Menangis tanpa

hilang

semangat marah ada sebabnya kali.

berulang

Beberapa

faktor

yang

dapat

mendorong

terjadinya

post

partum

blues

adalah

:

1. Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa kecewa dan sedih. 2. 3. Pengalaman Rasa sakit melahirkan atau letih yang sulit dapat menyebabkan hingga ibu ibu merasa merasa letih. down.

setelah

melahirkan

4. Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran sebagai orang tua dirasakan sebagai beban oleh ibu.

5. Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.

6. Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu merasa kecewa atau sedih. 7. Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumah sakit dapat menambah permasalahan.

Tanda-tanda

bahaya

pada

masa

nifas

:

1. Pendarahan pervaginan yang luar biasa ataua tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari

pendarahan haid biasa atau bila memerlukan pergantian pembalut 2 x dalam setengah jam). 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengeluaran Rasa Sakit kepala sakit yang pervaginam bagian terus menerus, di waktu BAK yang bawah nyeri mata atau warna jika baunya abdomen epigastrik atau kurang atau masalah di tidak dan enak terasa yang di sedap. punggung. penglihatan. tangan. badan. sakit. lama. kaki.

Pembengkakan Demam, Payudara rasa yang sakit

atau merasa panas waktu

berubah nafsu gerah,

menjadi makan

merah,

Kehilangan Rasa sakit,

dalam dan

lunak

pembengkakan

10. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau mengasuh bayinya. 11. 12. 13. Nyeri panggul Merasa sangat Lemas atau abdomen yang lebih letih atau luar dari keram hal uterus nafas terengah-tengah. biasa. biasa .

(Asuhan

Persalinan

Normal,

140)

Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Infeksi

masa Puerperal Trauma

nifas

: Morbili Genetalia Endometritis Mastitis

Abses Tromboplebitis

Dada Berat Dll

LANDASAN KELUARGA

TEORI BERENCANA

Pelayanan 1.

kontrasepsi Tujuan

mempunyai

2 Umum

tujuan

: :

Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

2. • • • • • • • • • b. 2) a) • • Diafragma Metode Metode Metode Metode suhu Natural Fertility Metode Metode Tanpa KB Family Awarreness Periodic Metode Pantang Kalender badan lender Sympto Coitus Dengan basal Serviks Kontrasepsi Sederhana Alat Alamiah Planning Methods Abstinens Rhythm berkala (Ogino-Knauss) (Thermal) (Billing) Thermal Interuptus Alat Mekanis Kondom Barier pria intravaginal . 1) a. Tujuan pokok : Penurunan angka kelahiran yang bermakna.guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan • • • mengkategorikan Fase Fase Fase 3 fase menunda menjarangkan menghentikan/mengakhiri untuk mencapai sasaran yaitu: perkawinan/kesuburan kehamilan kesuburan Macam-Macam I.

Kap Spons Kondom b) Spermisid Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal soluble ( serviks sponge) wanita Kimiawi : cream foam jelly suppositoria tablet film II. 1) a) Pil Mini Morning Oral Metode Kontrasepsi Modern Hormonal Per-Oral Kombinasi (POK) Pil After pil b) DMPA NET_EN Microsphere Microcapsules Injeksi/ suntikan c) Sub-Kutis/ Implant .

tubal band.yoon band.Dacron dan Penyumbatan Phenol Quinacrine tuba (carbolic Teflon falopii acid) secara plugs) kimiawi: compounds) .filshie clip) Solid plugs (solid silastic intra tubal device.spring-loaded clip.Implanon) (Capronor.radium cobalt dan lain-lain Laser Medis tuba koagulasi Operatif Wanita falopii tuba falopii bilateral (fimbrial cap) tuba falopii secara mekanis: Penjepitan tuba falopii (hemoclip.ceramik dan proplast plugs. Ligasi Elektro Fimbriektomi Salpingektomi Ovarektomi Histerektomi Fimbriotexy ovaroitexy Penyumbatan non biodegradable biodegradable (Norplant.ST-1435.Implant Implant 2) 3) a) Penyinaran Radiasi Sinar Operatif.Pellets) Device (IUD)/ AKDR Mantap: Wanita Intra Uterine Kontrasepsi Pada sinar X.Norplant-2.polyethylene plug.falope ring.

Ag-Nitrat) Semua jenis kontrasepsi diatas mempunyai keuntungan kerugian dan cara pakai yang berbedabeda.Ethand. Di bawah ini akan dikelaskan secara rinci mengenai kontrasepsi Suntik. KONTRASEPSI SUNTIK Kontrasepsi hormonal jnis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif. harganya relative murah. tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan. Profil .Methyl-2 AgGelatin-resorcinol-formaldehide Ovabloc b) Medis Vasektomi/ vasektomi cyanoacrylate (MCA) Nitrat (GRF) Pada Operatif tanpa pisau Pria Pria (VTP) Penyumbatan Penjepitan Plugs Intra Vas Penyumbatan Vas-Deferens secara mekanis : Vas-deferens Vas Device Values vas-deferens secara kimiawi (Quinacrine. pemakaiannya yang praktis.

• • • • • Dapat dipakai oleh kesuburan masa laktasi Sangat efektif Aman semua lebih perempuan lambat. kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui . sederhana cara pemberiannya. dengan 0. tidak dalam masa 4 reproduksi bulan ASI Kembalinya Cocok untuk rata-rata menekan karena produksi Jenis Kontrasepsi Suntikan o Cyclofem mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali o Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) mengandung 150 mg DMPA. cukup aman. yang diberikan setiap 3 blank dengan cara disuntik IM Cara Mencegah Kerja ovulasi Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan Menghambat selaput lendir rahim gamet tipis oleh dan atrofi tuba transportasi Efektifitas Bila menyuntikkan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan makakedua jenis kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi.3 kehamilan per 100 perempuan / tahun DMPA memiliki efektifitas tinggi.

dan gangguan Tidak Sedikit Klien Dapat tidak digunakan oleh perlu perempuan kanker memiliki pembekuan pengaruh efek menyimpan > 35 tahun dan obat sampai terhadap darah ASI samping suntik perimenopause ektopik payudara panggul cell ) Membantu Menurunkan Mencegah Menurunkan mencegah endometrium penyakit kehamilan jinak radang kejadian beberapa krisis penyebab anemia penyakit sabit ( blank sickle Keterbatasan o Siklus Perdarahan Perdarahan Tidak Sering haidyang ditemukan gangguan memendek banyak atau perdarahn sama atau haid seperti: memanjang sedikit (spotting) sekali yang tidak teratur haid atau bercak . amenorea lebih jarang dan efektifitas lebih cepat kembali setelah berhenti menjadi akseptor Keuntungan Sangat Pencegahan Tidak berpengaruh kehamilan pada jangka hubungan suami efektif panjang istri Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung.Depo Noristerat menyebabkan siklus haid lebih stabil.

dengan masalah pembekuan darah atau . menurunkan libido. nervositas. sakit kepala.o Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik ulang) o o Tidak dapat dihentikan berat sewaktu-waktu badan merupakan sebelum efek suntikan samping berikutnya tersering Permasalahan o Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual. dan jerawat. atau o Terlambatnya infeksi kembali kesuburan setelah virus penghentian HIV pemakaian o Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadi kerusakan/ kelainan pada organ genitalia. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya( tempat suntikannya) o Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang o Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang ( densitas) o Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina. hepatitis B virus. gangguan emosional (jarang). kontrasepsi tidak atau belum melahirkan setelah telah banyak tetapi menghendaki Perempuan dengan tekanan darah < 180/110 mmHg. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin Usia Nulipara Menghendaki Menyusui Setelah Perempuan Perempuan Perempuan yang dan kontrasepsi dan jangka telah panjang dan yang memiliki memiliki reproduksi anak efektifitas yang tinggi sesuai menyusui keguguran tubektomi perokok membutuhkan dan abortus anak.

injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan tidak hamil. Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin o Perempuan hamil atau dicurigai hamil ( resiko cacat 7% per 100. terutama amenorea o o Waktu Perempuanang Perempuan dengan menderita diabetes Mulai mellitus kanker disertai payudara komplikasi Penggunaan • • Mulai Setiap dari hari saat pertama selama sampai hari siklus ke-7 siklus haid haid • Pada perempuan yang tidak haid. asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum pernah melakukan • Pasca koitus keguguran .anemia blank sabit Perempuan mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi. selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual Cara Pemberian • pada sesudah ASI hari berproduksi atau Pasca ke sebelum ibu 3-5 pulang dari persalinan postpartum rumah sakit 6-8 minggu pasca persalinan.000 kelahiran) o Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya o Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid.

Bila terus berlanjut atau setelah tidak haid. suntikan jangan dilanjutkan lagi. Penanganan Gangguan Haid 1. klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan 6. tetapi tidak Amenorea Perdarahan berbahaya 4. 2. 3. Bila perdarahan yang terjadi mengancam klien. Pilih kontrasepsi lain. Bila gangguan tersebut menetap. perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologi. . Jelaskan hal tersebut biasa ditemukan pada blank pertama penyuntikan 7. namun penyebab perdarahan perlu dicari penyebabnya.Setelah 30 • Waktu haid hari pasca abortus. Bila ditemui penyakit radang panggul atau penyakit akibat huungan seksual. Untuk mencegah anemia diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi. selesai sala Masa pada hari ke ibu tidak hamil kuretase lagi interval 3-5. klien perlu diobati dan dirujuk 8. Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai. Obati penyebab tersebut dengan cara sesuai 5. Perdarahan banyak atau memanjang ( lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari biasanya).

00 April 2010 wib Margie Ayu Melia Novita I. A. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU HAMIL SULISTYANI LAMPUNG Hari/Tanggal Pukul Anamnesa Oleh : : : Kamis. 32 SUBJEKTIF Identitas Suami E tahun Jawa/Indonesia . Istri Nama Umur Suku/Bangsa : : : 26 Ny.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. 1 17. S tahun Jawa/Indonesia Tn.

2 • • • Mual PP ddan test Tanda Amenorhea muntah : : ya. ya. 2. ANAMNESA 1. : : : Perwira No.1 • • • • • • • Riwayat Kehamilan Riwayat saat ini Menstruasi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : : 14 30 tahun hari 6 hari setiap hari ada 2009 2010 5 kali : : 15 24 ganti – pembalut tidak Juli April Dismenorhea HPHT TP : 2.6 Islam SMP IRT Terminal Inud Islam D3 Wiraswasta Rajabasa B.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Jln. Alasan Kunjungan : Pemeriksaan kehamilan rutin dan ingin mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janinnya. – tanda : pada positif usia kehamilan 29 8 – kehamilan ya 16 minggu 2009 terutama hasil (+). Agustus 2.3 Gerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan dalam 10 menit . 2.

1 – mangkuk 4 sayur. 1 x ptg sehari ikan/ayam Setelah • • Jenis Pola Makanan Makan : 1 1½ : prg 3 nasi.terakhir 4 – 5 kali 2. : ½ 2-3 mangkuk sayur.4 • • • • • Mual Gangguan Sakit Nyeri Pengeluaran Keluhan dan muntah Penglihatan kepala saat BAK pervaginam : yang : : tidak tidak tidak : : tidak tidak dirasakan ada ada ada ada ada 2.6 Sebelum • Warna BAK Pola Eliminasi Sehari – hari Hamil : Frekuensi : : 3 – Kuning 4 kali sehari Jernih • Warna Konsistensi BAB : Frekuensi : : : 1 kali sehari Kuning Lembek .5 Sebelum • • Jenis Pola Makanan : Pola Pemenuhan Nutrisi Hamil Makan 1 prg nasi. 1 kali ptg Hamil sehari ikan/ayam 2.

2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat . dan jarang tidur siang • • Seksualitas Pekerjaan : : ibu ibu mengatakan pekerjaan tidak ringan ada rumah keluhan tangga mengerjakan 2.9 Kontrasepsi yang pernah digunakan : KB Suntik 3 Riwayat Kehamilan. pada saat umur kehamilan 4 dan 5 bulan. 2. Persalinan.7 Pola aktivitas sehari – hari • Istirahat dan Pola tidur : Ibu tidur 7-8 jam sehari. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1.Setelah • Warna BAK : Frekuensi : : 4 – 5 kali Hamil sehari Kuning • Warna BAB : Frekuensi : : : 1 – 2 kali sehari Kuning Lembek Konsistensi 2.8 Imunisasi : TT lengkap. BB PB 2.

jamu.3 Susunan Keluarga yang tinggal dirumah . hipertensi.4. merokok atau melakukan pencucian vagina 5. Sosial direncanakan : Ya kali tahun Status Perkawinan : Menikah 1 4 5.3 Riwayat Kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol / obat – obatan sejenisnya. dll 4. 4.1 • • • • • • Riwayat Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria Riwayat yang : : : Melitus : : : tidak tidak pernah atau tidak tidak tidak tidak sedang Kesehatan diderita ada ada ada ada ada ada 4. 5.2 Jumlah Lama : apakah kehamilan ini Riwayat direncanakan/ : tidak : Ya.1 5.2 Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak terdapat penyakit menurun seperti jantung. diabetes mellitus. campak. hepar.

Jenis Kelamin Umur Hubungan Pendidikan Pekerjaan Keterangan Laki 32 th - Laki th Suami D3 Wirasawasta Sehat Perempuan 3 Anak Sehat 5. A. 7. Pemeriksaan Fisik .4 Kepercayann yang pernah dianut keluarga : tidak ada II. 4.No 1. 2. 3. 2. N 5 BB 6. 3. 1.5 44 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC Kg Kg cm cm B. TTV : BB setelah Tinggi LILA : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 sebelum hami Badan : : 24 : : Emosional 100/60 X/menit hamil : mmhg T : 53 155 R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36.

Pengeluaran Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada e. Kepala : : Kulit kepala : Hitam. Abdomen : Pembesaran : Sesuai usia kehamilan . a. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Sklera Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) d.1. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g. tidak tidak ada Inspeksi ketombe rontok Rambut b. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. : : : Menonjol kanan Pembesaran dan dan Tidak Belum : Ada bersih kiri ada ada Pengeluaran h. Putting Simetris Benjolan Dada susu : : Payudara : Ya. Bersih.

Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. bening Thyroid : :Tidak Tidak ada ada pembengkakan pembengkakan c. . Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. Tumor Abdomen : Pembesaran : Lien dan Tidak Limpa: Tidak ada ada d. Punggung dan Pinggang : Posisi punggung : Lordosis j.Bekas Striae Linea luka : operasi : Tidak : Tidak ada ada Nigra i. keluar gatal Anogenital cairan : Tidak putih dan dilakukan (namun Ibu tetapi mengatakan tidak berbau) berlendir tidak 2. Leher getah : Kel. Varises Ekstremitas : : Kemerahan : Tidak Tidak ada ada k. Uterus . dan tidak melenting. Muka : Edema :Tidak Palpasi ada b. Kel. a. agak lunak.

Darah : Urine : : PEMERIKSAAN Protein : Tidak Hb : 10. Frekuensi Punctum maximum : 3 Jantung Paru-paru : Uterus : jari dibawah : Normal.7) gr IV – x 7. 1. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. a. kanan : Tidak dan Perkusi ada kiri C.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. ASSESMENT .Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat.2 (29 2406 : – 1. tidak ada DJJ 140 pusat sebelah kiri bunyi ronchi lup dan : Auskultasi dup wheezing (+) X/menit perut ibu 4. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin . Glukosa 2.7) 100 – x : 100 gr gr ± 2706 ± Konvergen 150 150 gr gr gr 3.2 (TFU 7. : Normal.. c. 2 Tidak LABORATORIUM dilakukan dilakukan gr % III. keras. b. rata. a. b. Nyeri Refleks ketuk Patella punggung : dan (+) pinggang .

• • • Diagnosa Diagnosa Janin : Ibu Janin : tunggal. yaitu: Bengkak Keluar darah Pusing atau sakit kepala yang tidak hilang dengan istirahat kabur kaki – tiba dari dan jalan wajah lahir Penglihatan pada tiba .Sehingga bila terjadi salah satu hal diatas ibu dapat segera mendatangi tenaga kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu diatas 3.Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air Apabila ada tanda – tanda diatas muncul. Tidak P1 presentasi A0 kepala ada Masalah IV. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi • Ibu janin mengerti juga tentang dalam penjelasan keadaan yang sehat diberikan 2. maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan . Menjelaskan pada ibu tanda – tanda persalinan. Memberi tahu ibu mengenai tanda – tanda bahaya dalam kehamilan. : Ibu hidup G2 intrauterine. PLANNING 1. yaitu : .

gerakan kaki kanan dan kiri sama – sama ke arah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakan kaki kerah luar.letakkan tungkai kanan diatas tungkai kiri. kaki kanan jauh ke belakang.Latihan Pembentukan Sikap Tubuh : berbaring terlentang.gerakan kaki kiri jauh kedepan.putar kedua kaki bersama – sama ke kanan dan ke kiri masing – masing 4 kali Latihan duduk tegak kedua 2 tungkai lurus dan : rapat . Lakukan sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit .Latihan Kontraksi dan Relaksasi : berbaring terlentang dengan kedua lengan disamping badan kedua kaki lurus. Mengajarkan pada ibu senam hamil untuk usia kehamilan > 35 minggu yaitu : Latihan Latihan Pendahuluan ( 1 6 gerakan ) : . kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit seluruh tubuh lemas dan rileks . lakukan masing – masing 8 kali Latihan Inti ( 3 gerakan ) .duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan. kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menghempaskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubuur beberapa saat kemudian istirahat . lemaskan seluruh tubuh lakukan pernafasan secara teratur dan berirama. lakukan masing dan kiri sama – sama ke – masing 8 dan ke kali kiri kanan .4. lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan dan kaki gerakan kaki kanan kiri jauh kebelakang. lakukan masing – masing 4 kali .ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri diatas tungkai kanan. letakkan dagu diats dada melihatlah kerah vulva. kedua lengan disamping badan dan bahu. .

lemaskan seluruh badan. tegangkan otot – otot perut. vitamin C 50mg 1x1/hari untuk membantu penyerapan Fe. Tenang. lemaskan otot – otot badan termasuk muka.Tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang.Latihan Relaksasi : tutup mata dan lemaskan seluruh persendian. hilangkan semua suara yang mengganggu. Misalnya pada irama nafas. dan segera datang . mata dipicingkan. Lakukan sebanyak 4 kali dengan interval 2 menit Latihan Penegangan dan Relaksasi ( 2 gerakan ) . Lakukan selama 5 – 10 menit . tegangkan kaki dan tahan nafas. tegangkan bahu. kerutkan dahi. Tangan kanan ditekuk kedepan badan dan tangan kiri dibelakang badan. Latihan mengedang seperti buang air besar kerah bawah depan. tegakkan otot leher. dirumah mengerti 5. Posisi relaksasi adalah berbaring terlentang. dan Licokalk 500 mg 1x1/hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu dan janin 6. atasi tekanan.Latihan Pernafasan : tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua lengan ( posisi lititomi ) dan rileks. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian. Lakukan sebanyak 8 kali . Setelah beberapa saat. kerutkan anus. kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. pilihlah tempat yang paling tenang atau tutuplah mata dan telinga pusatkan fikiran anda pada satu titik. Memberikan obat – obatan yaitu tablet Fe dengan dosis 200mg 1x1/hari untuk membantu pertumbuhan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia. Lutut kanan diletakkan kedepan lutut kiri dan keduanya ditekuk.Latihan Penegangan : berbaring miring ke arah punggung janin misalnya kekiri. • Ibu kedua dan lutut mengikuti ditekuk gerakan senam atau dan berbaring akan mencoba miring. Setelah mengedan kembali ke posisi semula. lalu tutup mulut. buka mulut sedikit dan bernafas nya sedalam – dalamnya. kepalkan kedua tangan.

2. agar kehamilan ibu dapat dipantau sehingga jika terjadi komplikasi/masalah dapat segera diatas • Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan segera datang jika ada keluhan KUNJUNGAN II Anamnesa Tanggal Pukul Oleh : : : Margie 6 08.5 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC B. 1. 4. 3. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36.jika ada keluhan. Ibu Ibu mengatakan mengatakn badannya gearakan pegal bayinya – SUBJEKTIF pegal aktif II. Ayu April 00 Melia Novita 2010 wib I. A. • Pemeriksaan Khusus Kebidanan Palpasi .

keras.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. kemerahan dan kekakuan otot Ekstremitas dan sendi . agak lunak. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. .. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu.2 (32 : – 1.2 (TFU 7. frekuensi 132 x/menit • Refleks Patella Positif ( + ) kanan dan Perkusi Kiri • Posisi punggung Punggung lordosis. varises.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin .Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. tidak ada dan nyeri ketuk Pinggang pinggang • Tidak ada oedema.7) IV – x 7. rata. Donald : 29 cm). dan tidak melenting.7) 100 x : 100 gr gr ± ± Divergen 150 150 gr gr GRAM 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ).

Mengajarkan ibu cara melakukan perawatan payudara.gerakkan tangan kedepan menuju aerola. PLANNING 1. Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 Hamil 37 Minggu ASSESMENT 4 Hari Diagnosa Janin : Janin tunggal. presentasi kepla IV. menekan dengan kuatpada seluruh payudara . Menjelaskan kepada ibu bahwa pegal – pegal di pinggang yang dialaminya adalah normal karena posisi badan ibu yang lebih condong kedepan karena perut yang mengalami pembesaran hingga • Ibu otot – mengerti otot penjelasan pinggang yang tertarik diberikan 3. yaitu : .III.beri kompres minyak pada puting susu selama 2 menit dengan kapas yang diberi minyak oleskan minyak / baby oil pada kedua telapak tangan . Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2.letakkan tangan pada awal pemijatan dengan menutup payudara dibagian pinggir . Hidup intrauterine. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obat dan multivitamin yang telah diberikan • Ibu mengatakan akan tetap memakan obat – obat yang telah diberikan 4. Menganjurkan kepada ibu untuk memeriksakan diri kembali jika ada keluhan • Ibu mengatakan akan memeriksakan diri jika ada keluhan 5.

-

gerakan

ini

diulang

selama

5

10

menit

- pegang payudara dengan satu tangan dan kelenjar susu ditekan dengan tangan lain, ibu jari dan jari diakhir bersihkan – pemijatan, puting puting susu dan jari susu ditarik yang keluar dengan dengan lain jari handuk selama dan 2 air dibawah menit hangat

seluruh

payudara

6.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

:

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air

Apabila ada tanda – tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

BERSALIN SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

:

Margie 06

Ayu April 17.30

Melia

Novita 2010 wib

KALA

I

I.

SUBJEKTIF

• Ibu mengatakan mulas- mulas yang semakin lama semakin sering dan semakin kuat sejak pukul 15.00 • Ibu mengtakan keluar lendir sejak pukul 16.00 wib wib

• Ibu mengatakan dalam 10 menit merasakan mules yang lamanya kira-kira 35 detik, banyaknya 3 kali • Ibu mengatakan belum berasa ingin mengedan, dan gerakan janinnya aktif

II.

OBJEKTIF

A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 :

Pemeriksaan Umum : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Compos : : 20 36,5 :

Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B. •

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

melenting - Leopold IV : Divergen TBJ : : (Niswander) 1.2 (32 : – 1. keras.. Lamanya 30-40 HIS detik • Atas Pukul Oleh Dinding Portio Vagina : : indikasi : untuk Pemeriksaan mengetahui : : tidak Arah : : : : Ketuban Presentasi Penunjuk : : : 6 ada sistokel searah dan jalan apakah ibu sudah 17. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu. frekuensi 142 x/menit • Frekuensi 3x/10 menit.7) – x 7.30 inpartu atau Dalam belum wib Bidan rektokel lahir Lunak 60% cm Positif Kepala UUK Konsistensi Pendataran Pembukaan - .Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat.2 (TFU 7.7) 100 x 100 gr gr ± ± 150 150 gr gr gram 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ).

• Memantau Persalinan kemajuan persalinan terpantau menggunakan dengan partograf baik 3. Anjurkan ibu untuk berjalan ataupun jongkok jika ibu masih kuat. Namun jika tidak. anjurkan ibu untuk tidur dengan miring kekiri agar . Diagnosa Ibu : Penurunan : H III ASSESMENT Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala I Fase Aktif Diagnosa Janin : Janin tunggal. • Menghadirkan Ibu orang terdekat untuk menemani oleh ibu saat bersalin suaminya ditemani 4. Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. PLANNING 1.III. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2. hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada IV. Menganjurkan ibu untuk cukup makan dan minum agar ibu mempunyai tenaga yang cukup untuk • Ibu sudah minum secangkir teh mengedan manis 5.

pakaian ibu. heating set. cairan dekontaminasi dan alat perlindungan diri • Segala peralatan telah siap pakai KALA II ( Pukul 20.15-20. anus mengembang Atas Pukul indikasi : : Periksa untuk menilai 20.15 kemajuan dalam persalinan wib .40 wib ) SUBJEKTIF . vulva membuka.Adanya dorongan ingin meneran. Menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat persalinan.Ibu mengatakan rasa mulas dan sakit pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah yang semakin Ibu mengatakan ingin sering mengedan OBJEKTIF N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : Umum Compos : : 20 36. peralatan resusitasi. seperti partus set.asupan • Ibu O2 memilih ke posisi janin tidur tetap miring lancar kekiri 6.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC . perlengkapan bayi. perineum menonjol.

lamanya 140 > 40 x/menit detik ASSESMENT Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala II Diagnosa Janin : Janin tunggal. hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Dukungan dan Motivasi PLANNING 1. pembukaan sudah lengkap maka ibu sudah siap untuk melahirkan . x/10 frekuensi menit. + frekuensi 4 ). Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya dan janinnya dalam keadaan baik.- Dinding Portio Vagina : : Arah tidak : : ada sistokel searah dan jalan rektokel lahir Lunak Konsistensi Pendataran Pembukaan Posisi Penurunan Ketuban : : Presentasi Penunjuk : : > Lengkap Negatif : : UUK : ( 80 (10 - % cm) ) Kepala UUK Depan H IV HIS DJJ ( + ( ).

• Memberikan Ibu ibu minum minum saat secangkir tidak teh ada his manis 4. a. penolong mengusap muka bayi dengan kasa/kain bersih. Lalu memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher bayi. penolong meletakkan satu tangan dikepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal.Setiap ada his. Kemudian penolong mengarahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan dan mengarhkan keatas untuk melahirkan bahu belakang. kedua tangan ibu merangkul paha dengan mata membuka melihat perut . yaitu : . Bayi dan lahirlah seluruh Baru tubuh bayi. tangan laiin menyusuri badan bayi. satu tangan lain menahan perineum agar tidak terjadi robekan.• Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2. gigi beradu dan tidak bersuara selama mengedan • Ibu Ibu beristirahat mengerti dan diantara akan kontraksi melaksanakannya 3. penolong menempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi ( secara biparietal ). Lalu menyelipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi untuk menyangga kepala dan satu c. Lahir Penanganan Meletakkan bayi diatas perut ibu dan segera membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi . Setelah kepala bayi lahir.Dagu ibu menyentuh dada. Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar sewaktu ada his. Melakukan pertolongan Melahirkan persalinan dengan Kepala prosedur APN : Bayi Memimpin ibu mengejan saat kepala sudah tampak 5 – 6 cm didepan vulva. Melahirkan Bahu dan Seluruh tubuh bayi Setelah bayi melakukan putaran paksi luar. b.

bayi bergerak aktif.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik vulva ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 .50 wib ) mengatakan mengatakan bahagia kaarena perutnya lemas bayinya telah terasa setelah lahir selamat mulas melahirkan dan sehat OBJEKTIF N Tali TFU Kontraksi Pusat : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus Berada : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : di Umum Compos : : 20 36. bayi menangis spontan.kecuali pada bagian tangan. Lalu menjepit dan memotong tali pusat. Kemudian segera mengganti handuk/kain yang basah dengan yang kering dan melakukan inisiasi menyusu dini ( IMD ) yaitu meletakkan bayi secara tengkurap didada ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibunya. dan warna kulit bayi kemerahan. Menilai bayi yaitu.40-20. KALA SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu merasa III ( pukul 20.

Saat adanya semburan darah tiba – tiba. Memberikan suntik Oxytocin 10 unit ( 1 ampul ) IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar 3. Melakukan Palpasi abdomen dan tidak ditemukan adanya janin kedua 2.Saat plasenta nampak didepan vulva. saat ada his letakkan satu tangan di supra simfisis dan melakukan gerakan dorso kranial dan tangan lainnya menegangkan tali pusat searah jalan lahir .Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1.Memindahkan klem sekitar 5 – 10 cm didepan vulva.50 wib. Melakukan Perengangan Tali Pusat Terkendali . tali pusat memanjang dan uterus membulat maka itu tanda lepasnya plasenta . dan periksa luka laserasi • Plasenta lahir spontan pukul 20.50 wib ) SUBJEKTIF Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas . sambut dengan kedua tangan lalu keluarkan dengan diputar searah jarum jam secara perlahan . lengkap dengan selaput kotiledonnya.Meletakkan kain diatas perut ibu lalu lakukan masase fundus sebanyak 15 kali dalam 15 detik Lalu periksa kelengkapan plasenta .50-22. lalu memeriksa vulva dan vagina dan tidak terdapat luka laserasi KALA IV ( pukul 21.

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik cc ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum untuk memulihkan kondisinya . • Membersihkan Ibu sudah dan pakai Merapikan baju Ibu bersih setelah dan bersalin rapi 3. Penjelasan pada ibu bahwa rasa mulas yang ia alami adalah normal dikarenakan proses involusi uteri • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2.OBJEKTIF N TFU Kontraksi Perdarahan : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus ± : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : 100 Umum Compos : : 20 36.

TFU 3 jari dibawah pusat . • Dekontaminasi Alat – alat alat – sedang alat dalam dan tempat proses bersalin dekontaminasi 6. kandung kemih kosong. Mengajarkan ibu untuk sering menyusui bayinya agar nutrisi bayi terpenuhi dan menimbulkan ikatan bathin antara ibu dan bayi selain itu untuk membantu kontraksi uterus • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 5. kontraksi uterus baik. ½ mangkuk sayur. Mengobservasi kondisi ibu setiap 15 menit pada satu jam pertama dan 30 menit pada 1 jam kedua • Tanda – tanda vital ibu dalam batas normal. 1 ptg ayam dan secangkir teh manis 4.• Ibu sudah makan 1 prg nasi.

30 Melia Novita 2010 wib I. A. Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan lelah nyeri bahwa takut asi untuk mulas setelah pada nya BAK pada m luka sudah dan SUBJEKTIF perutnya elahirkan jahitan keluar BAB II. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU NIFAS SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07. Pemeriksaan OBJEKTIF Umum .ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny.

5. 2. Bersih. Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada Pengeluaran e. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 : : Umum Compos : Baik Mentis Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : : : 20 36.5 Stabil X/menit oC B. a. Sklera d. 3. 4. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g. tidak tidak ada ketombe rontok Rambut b.1. Putting Dada susu : Payudara : : Menonjol Pembesaran dan : Ada bersih . Kepala : : Kulit Pemeriksaan Fisik Inspeksi kepala : Hitam. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f.

tidak ada nyeri ketuk pinggang j. Punggung dan Pinggang : Normal. kanan Tidak : dan kiri ada Kolostrum : Bekas luka : operasi : Tidak ada Keras Konsistensi Kandung Pembesaran Pembesaran Benjolan Kemih Lien Liver : : : : Tidak Tidak Tidak Kosong ada ada ada i. Abdomen : : Ya. TFU Kontraksi : 3 Pemeriksaan Kebidanan Uterus jari : dibawah pusat Baik Vulva Perineum Anus Pengeluaran : pervaginam : : Ada Tidak : Warna luka ada Lochea Anogenital kemerahan laserasi haemoroid Rubra III. Ekstremitas : Tidak ada oedema dan kekakuan sendi 3.Simetris Benjolan Pengeluaran h. ASSESMENT .

usahakan rongga dada dan rongga perut tetap. tempe. yaitu : .Latihan kontraksi otot perut dan otot bokong dengan gerakan : tundukan kepala kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur. 1. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. Keluarkan udara perlahan – lahan dengan menggunakan otot perut tahan 3 – 5 detik. dan buah – buahan • Ibu mengatakan akan makan makanan yang dianjurkan 4. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas PLANNING memeriksa TTV normal 2.Gerakan Pergelangan Kaki dengan Gerakan : Kaki diputar kerah luar dan kearah dalam sebanyak 5 kali gerakan . ikan . Mengajarkan ibu senam nifas hari ke – 1. sayur – sayuran.Pernafasan Iga dengan gerakan : tarik nafas dalam dari hidung. telur. lepaskan perut sehingga punggungm menekan kasur .Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling mengenai keadaannya saat ini IV. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. Memberikan ibu makanan diit TKTP ( Tinggi kalori Tinggi Protein ) yang terdiri dari menu makanan seimbang seperti nasi. ikan. lakukan sebanyak 15 kali gerakan .

kemudian • Ibu lepaskan mengerti perlahan dan – lahan mengatakan sebanyak akan 15 kali gerakan mempraktekannya 5. Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat untuk membantu mengurangi rasa pegal dan lelah di badannya • sehingga Ibu diharapkan kondisinya dapat akan segera membaik istirahat mengatakan .

NIFAS HARI Ke – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 8 Ayu April 07.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatkan mengatakn mengatakn mulas nyeri sudah sudah siang jalan ini bisa ke akan nya pada BAB kamar pulang semakin luka dan mandi ke berkurang jahitan BAK sendiri rumah OBJEKTIF N TFU TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : 3 : : Emosional 110/70 X/menit Payudara Uterus jari mmhg T R : : : dibawah Umum Compos : : 20 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kolostrum Baik pusat .

lakukan sebanyak 5 kali gerakan . Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal.- Anogenital : : : : Perineum : ada Lochea luka jahit Rubra Pengeluaran BAB Eliminasi BAK ( : + ( + ) ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penjelasan tentang kondisinya saat ini PLANNING 1. yaitu pertama : ) melakukan . ( Mengajarkan Sebelumnya pada telah ibu senam Nifas gerakan hari hari Ke-2.Latihan Otot Perut dengan gerakan : angkat kepala hingga dagu menyentuh dada. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas memeriksa TTV normal 2.

.Latihan Kaki dengan Gerakan : kedua lutut dibawah atau direbahkan kesamping kiri setengah rendah lalu ke tengah dan dibawa kembali kekanan.Latihan untuk mengembalikan rahim pada posisi semula dengan gerakan : Tidur tengkurap dengan bantal menyangga perut bagian bawah dan satu bantal kecil menyangga punggung kaki.Kompres payudara ibu dengan kompres hangat dan dingin sevara bergantian sebanyak 5 kali diakhiri • Ibu mengerti dengan dan mengikuti kompres apa yang telah hangat dijelaskan .Latihan untuk menguatkan otot dada dengan gerakan : kedua tangan mendorong lengan kearah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali. Pertahankan selama 5 menit sebanyak 4 kali gerakan. bahu tetap dikasur. diberikan mengerti gerakan 4. .Melakukan penijatan payudara dengan gerakan spiral.Memijat putting susu kearah luar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk jika putting susu belum keluar . Menjelaskan ibu tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan menganjurkan ibu untuk rutin mengimunisasi • Ibu mengerti penjelasan yang bayinya diberikan 5. . lakukan • sebanyak Ibu 45 kali gerakan dan dan mengikuti istirahat setiap 15 yang kali gerakan. selama 2 yaitu : menit . - Mengajarkan Mengompres ibu cara putting perawatab susu payudara. memutar dari dalam keluar atau sebaliknya . kepala menoleh kekiri atau kekanan. tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit dibengkokkan.

yaitu : Pernafasan Terlalu hangat > bayi pusat x/menit < 36 oC 37 terlalu atau Hisapan Tali banyak atau bau muntah busuk merah.6. Menganjurkan Ibu ibu untuk cukup istirahat agar kondisinya akan cepay pulih mengatakan istirahat 8. mengganti pakaian jika basah dan kotor. berdarah Apabila terjadi hal – hal demikian agar segera menuju ke pelayanan kesehatan terdekat • Ibu mengerti dan akan segera datang ke tenaga kesehatan bila terjadi hal tersebut 7 • . Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri. mengganti pembalut minimal 3 x sehari. - Menjelaskan tanda – tanda sulit bahaya atau oC lemah atau pada bayi > baru 60 dingin lahir. yaitu : mandi 2 x sehari.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . dan menjaga kebersihan alat genitalia • Ibu mengatakan mengerti apa yang telah diajarkan KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16.

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC ASI Baik sympisis mengering Sangiluenta sudah sudah Pengeluaran BAB Eliminasi ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 7 Masalah : tidak ada Kebutuhan : Konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif .Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI semakin membaik lancar mengatakan mengatakan mengatakn sehat telah dan dapat tak beraktivitas ada keluhan kembali lagi OBJEKTIF N TFU Anogenital : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : : : Emosional 120/70 X/menit mmhg T Payudara Uterus Pertengahan Perineum : : : BAK ( : + : luka Pusat jahitan Lochea ( + ) ) : mulai R : : Umum Compos : : 24 36.

menjaga kebersihan diri terutama kulit. rambut dan kuku. rutin untuk mandi. Menjelaskan pada ibu tentang ASI Eksklusif. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital. kontraksi uterus. TFU dan lochea 2.PLANNING 1. meningkatkan kecerdasan dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi 3. rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan . yaitu : payudara selalu dijaga kebersihannya dengan cara rajin mengganti BRA minimal 2 x sehari atau jika basah dan kotor. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara ibu tidur/istirahat ketika bayinya sedang tidur 6. memeriksa payudara. Dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat anti body. Kompres payudara dengan air hangat agar sirkulasi darah pada payudara lancar dan mencegah bendungan ASI. lakukan pemijatan payudara ( dari luar kearah puting susu ) terutama pada saat mandi 4. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi karena dalam masa menyusui dan dalam posrsi yang lebih banyak dari pada biasanya serta menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan air untuk mencegah sembelit 5. Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara yang baik. terutama rutin untuk mengganti pembalutnya. yaitu pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai 6 bulan tanpa diberikan makanan apapun.

30 Prameswari 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI luka jahitan telah semakin membaik lancar kering mengatakn bekas OBJEKTIF Keadaan TTV : Kesadaran Keadaan TD : Umum : Emosional 120/80 mmhg R : Compos : : 20 Baik Mentis Stabil X/menit .bayi 6. DPT 1.4. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. dan campak ( usia 9 bulan ) KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : 20 Ayu April 16. Hep B 3 ( usia 6 bulan ).2. BCG ( usia 0 2 bulan ). dan 3 ( usia 3. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) . dan 5 bulan ).

lemak. TFU dan lochea 2. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan menu makanan seimbang yang meliputi karbohidrat.5 oC ASI Baik teraba : : Perineum : : BAK ( : + : Anogenital bekas Lochea ( + ) jahitan kering serosa Pengeluaran BAB Eliminasi : ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 14 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling KB PLANNING 1. protein.N - : 80 Pengeluaran Kontraksi TFU X/menit T Payudara Uterus : : : Tidak 36. kontraksi uterus. vitamin dan mineral serta anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu karena ibu membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada biasanya untuk dirinya dan bayinya . Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital. memeriksa payudara.

3. Menganjurkan ibu untuk tetap memperhatikan istirahatnya agar stamina ibu tetap terjaga

4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan bayi

5. Memberikan Konseling pada ibu tentang penjarangan kehamilan melalui KB, macam – macam KB dan membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat baginya

6. menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan keadaan kesehatn dirinya dan bayinya di pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN BAYI

KOMPREHENSIF Ny. S

PADA DI

BAYI BPS

BARU

LAHIR SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal

oleh :

:

Margie 6

Ayu April

Melia

Novita 2010

SUBJEKTIF Nama Tanggal Jenis Anak Alamat : Lahir : : 6 : : Jln. Perwira Dua no.6 Biodata Bayi April 2010, Laki ( Terminal Induk Ny. pkl – 2 20.40 Bayi S wib laki ) Rajabasa

Kelamin Ke

OBJEKTIF • Kala Kala Kala Lama Lama Persalinan II III IV : : : : : 7 Kala Riwayat P2 I jam jam 2 jam : 5 jam 25 10 jam 50 15 Persalinan A0 menit menit menit menit menit

-

Waktu Keadaan

pecahnya air Penolong

ketuban ketuban :

: :

20.10

wib Jernih Bidan

Lilitan

Tali

Pusat

:

ada

Penilaian

awal

Ya. : : besar kecil : : Tidak Tidak Tidak Fisik Kepala Rata Rata ada ada ada teraba . : langsung Jernih menangis Kemerahan Aktif 40 minggu • Nadi Respirasi Suhu : : : Keadaan 124 40 37 Umum x/menit x/menit oC • PB BB LK LD : : : : Ukuran 50 2800 32 30 Antropometri cm gram cm cm Pemeriksaan 1. • • • • • • Caput Cephal Sutura Ubun-ubun Ubun-ubun Moulage succedaneum hematoma : : Ada.Keadaan Menangis Warna Tonus Bayi cukup atau air bernafas kulit otot bulan ketuban spontan : : : : Ya.

Normal. • • • • Lubang Bulu Pernafasan Pengeluaran hidung hidung cuping : Ada. : kanan Ada. : hidung : : Tidak kiri Belum Tidak dan Hidung kanan terlihat ada ada 4. Tidak dan Telinga kiri bersih ada . • • • • • Simetris Palatum Bibir Reflek : : : Normal. tidak tidak Ada.2. • • • Simetris Lubang Pengeluaran : telinga : Ya. rooting kanan ada ada tetapi : dan palato labio masih Mulut kiri schisis schisis lemah Ada menghisap Refleks 5. : Ya. Merah kanan muda Putih : Tida Tidak : dan Mata kiri (ananemis) (anikterik) Normal ada ada Normal 3. • • • • • • • Simetris Conjungtiva Sklera Bulu Kotoran Strabismus Pupil mata : mata : : : mata : Ya.

Genitalia . • • • Tali Bentuk : Bising pusat Bulat. kel. tidak usus : ada benjolan : Masih atau Perut acites Ada basah 9. Fleksibilitas Tonjolan Lipatan Anus tulang tulang panggul. • • • • Punggung. ronchi bunyi : : dan lup Dada Ya Teratur wheezing dup 8. • • • • Suiara Bunyi Gerakan nafas jantung : Tidak : Simetris dada ada Teratur. punggung punggung bokong : : & : Tidak : bokong Baik ada Ada Normal 10. • • • • • Kepala Bendungan Pembesaran Pembesaran Reflek bebas vena kel. menelan jugularis Tyrhoid Getah : bening Ada : : ( berputar : : Tidak Tidak Tidak + Leher Ya ada teraba ada ) 7.6.

2010. Ya.• • • • • • BAK BAB Testis Lubang Skrotum : anus : : : Tanggal Tanggal Ya : : 2 ( ( 28 28 April April + 2010. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan berjalan Babinski : kiri : : : Kaki Aktif Lengkap Ada Ada ASSESMENT Diagnosa : Bayi Baru Lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan . sudah + ) pkl pkl 05. a.00 05. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan : kiri : : : Ekstrimitas Tangan Aktif Lengkap Ada Ada menggenggam Morro b. buah.00 ) ada turun Ada Ada wib wib Uretra Pertama Pertama 11.

serta menghangatkan bayi • Badan bayi dalam keadaan kering dan terbungkus dengan kain bersih dan kering dan bayi dihangatkan dalam pelukan ibunya 3.1 mg Im pada paha kiri untuk mencegah perdarahan pada bayi baru lahir akibat defisiensi Vit K dan diberi salep mata erotromisin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata bayi • Bayi telah diberi Vit K dan salep Mata . lalu ganti handuk yang basah dengan kain bersih dan kering. warna kulit kemerahan dan bergerak aktif aktif 2. meletakkan bayi didada ibu ( Posisi tengkurap tanpa baju ) dengan badan ditutupi kain bersih dan penutup kepala. Pencegahan Hipotermi yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan handuk.Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penanganan Bayi Baru Lahir PLANNING 1. dan bayi bergerak • Bayi bernafas spontan. Melakukan penilaian pada bayi. Pelaksanaan IMD. Memberi Vit K 0. yaitu : Bayi Bernafas spontan. warna kulit kemerahan. biarkan bayi mencari sendiri putting ibunya • Bayi melakukan IMD 4.

• Melakukan Bayi Pemeriksaan telah Antropometri diperiksa dan pemberian dan Identitas diberi pada Bayi identitas NEONATUS HARI KE – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07.5. • Merawat Tali tali Pusat pusat dengan cara membungkus dengan dengan kasa kasa steril steril terbungkus 6.5 Masih : : : Baik x/menit x/menit oC basah Bersih Aktif Kuat Kuat .30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu mengatakan Ibu bayinya sudah menyusu dan menghisap bayi dengan kuat aktif mengatakan gerakan OBJEKTIF Daya Tali Keadaan Gerakan Tangisan menghisap Keadaan N R T pusat tubuh ekstrimitas : : : : : : umum 126 40 36.

Seluruh putting dan sebagian besar aerola harus masuk kedalam mulut bayi . dan kaki tidak • Ibu Sendawakan mengerti dan bayi akan setelah menerapkan apa selesai yang telah menggantung menyusui diajarkan 3.Posisi bayi menghadap ke ibu dengan telinga dan bahu terletak pada satu garis lurus Hidung bayi menempel pada payudara ibu .- Refleks : Baik ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan hari ke – 2 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling Nutrisi Bayi PLANNING 1. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.Posisi Ibu dalam keadaan yang nyaman. Merawat tali pusat dengan metode kering terbuka dengan cara tali pusat dibersihkan dan . punggung menyandar jika dalam posisi duduk. Menganjurkan ibu untuk rajin menyusui bayi agar kebutuhan Nutrisi Bayi terpenuhi • Ibu mengerti dan akan rajin menyusui bayinya 2. yaitu : .

dikeringkan • Tali sampai benar pusat – benar sudah kering agar tidak terjadi infeksi baik dirawat dengan 4. • Ibu pengisian KMS. untuk melakukan penimbangan. ikut dan imunisasi Posyandu mengatakan KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatkan bayi telah imunisasi bahwa BAK tali bayinya dan bayi Hb 0 pada pusat menyusu BAB tidur tanggal 11 sudah dengan bayi lepas kuat lancar nyenyak april 2010 OBJEKTIF Keadaan N R : : umum 126 40 : Baik x/menit x/menit . pemantauan akan keadaan rutin bayi. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Melakukan Pemeriksaan pada bayi. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – : : 36. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif.5 3000 : tubuh puput/ : : : oC gram lepas Bersih Aktif Kuat : Kuat 10 20 x/hari jam/hari Baik warna kuning kuning jernih ekstrimitas menghisap frekuensi tidur 18 : – 8 4 x/hari. 9 – – warna ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan Hari ke – 7 Masalah : Tidak ada Kebutuhan PLANNING : Konseling pemenuhan Nutrisi Bayi 1. x/hari. dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal .BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Tali T BB pusat Keadaan Gerakan Tangisan Daya : : ASI.

3. ataupun jika kotor dan basah 5. dan Pemberian Imunisasi KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 20 Ayu April 16.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menjelaskan kembali pada ibu tentang tanda dan bahaya pada bayi dan segera datang ke petugas kesehatan bila terjadi hal demikian 4. KMS. untuk melakukan penimbangan.

hari ke – 14 Kebutuhan : Konseling Imunisasi .Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan bayi nya bayi bayi sehat menetek tidak betah lagi dan bergerak dengan aktif kuat sehat lama rewel dibedong dan terlalu bayinya tidak OBJEKTIF Keadaan BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Daya : : ASI. warna warna kuning 9 – – : umum : : : sudah tubuh ekstrimitas : : 10 20 : 126 40 36. Tali N R T pusat Keadaan Gerakan Tangisan menghisap frekuensi tidur 18 : x/hari.5 lepas : : dan Baik x/menit x/menit oC kering Bersih Aktif Kuat Kuat x/hari jam/hari Baik kuning jernih ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – – 8 4 x/hari.

Hep B 3 ( usia 6 bulan ). dan 3 ( usia 3. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) . ataupun jika kotor dan basah . dan 5 bulan ). KMS. dan campak ( usia 9 bulan ) 4. dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal 5.PLANNING 1. BCG ( usia 0 2 bulan ). Melakukan Pemeriksaan pada bayi. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. DPT 1.2.4. untuk melakukan penimbangan. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. dan Pemberian Imunisasi 3. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2.

00 Melia Novita 2010 wib I.Ibu mengatakan sebelum ia hamil anak keduanya ini ia menggunakan KB suntik Riwayat • • • • • Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : 5 kali : ganti – pembalut tidak : 14 30 6 Menstruasi tahun hari hari setiap hari ada Dismenorhea .Ibu mengatakan ingin mengetahui alat kontrasepsi yang tepat baginya dan sesuai keadaannya saat ini . SUBJEKTIF .ASUHAN PADA DI BANDAR IBUCALON KEBIDANAN AKSEPTOR BPS KOMPREHENSIF KB SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 9 Ayu mei 17.

2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat Riwayat • • • • • • Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria yang pernah : : : Melitus : : : atau tidak sedang diderita ada ada ada tidak tidak tidak tidak tidak ada ada ada II. 1. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. Persalinan. A. 3. 5. 2. BB BB TTV : : Keadaan Kesadaran TD 80 Tinggi sebelum sekarang : 110 x / / badan hamil : 70 : mm menit : : 50 Hg T PEMERIKSAAN umum Compos R : : 155 45 20 x 36. BB PB 2. N 4.Riwayat Kehamilan.5 / : OBJEKTIF UMUM Baik mentis menit 0C cm kg kg .

a. tidak tanda-tanda ada : merah putih dan tidak muda ada Mata oedema (ananemis) (anikterik) gigi bersih caries peradangan d. Kelenjar Kelenjar Vena tiroid getah jungularis : bening : tidak : tidak ada ada ada Leher pembesaran pembesaran bendungan e. Rambut Kulit kepala : : PEMERIKSAAN FISIK Kepala Hitam bersih dan (tidak tidak ada rontok ketombe) b. : kanan dan : : tidak normal. Lidah Gigi Gusi dan : geraham tidak : ada Mata : : Mulut : bersih. ada bunyi ronchi lup dan Dada dup wheezing kiri normal .B. Kelopak Konjungtiva Sklera c. Jantung Paru-paru Payudara Simetris Pembesaran : ya.

Putting Pengeluaran Rasa Benjolan Hiperpigmentasi : nyeri susu : : : ada. Vulva Perineum Varices Rasa Anus Periksa nyeri : dalam : : sekitar tidak : vagina vagina ada tidak : ada tidak tidak : luka otot : : : dan sendi tidak : tidak tidak tidak Ekstremitas ada ada ada ada Anogenital normal jahitan ada ada haemorhoid dilakukan C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM . tidak tidak daerah menonjol ASI ada ada areola f. Oedema Kekakuan Varises Kemerahan h. pada : ada. Bekas Konsistensi Acites Benjolan : : luka operasi : tidak tidak : tidak Abdomen ada normal ada ada g.

Diagnosa : Ibu P2 Ao calon ASSESMENT akseptor KB Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan oleh ibu beserta efek sampingnya PLANNING 1. Urin : : Protein : Tidak Tidak dilakukan dilakukan Darah : Hb : Tidak dilakukan III. bulan. Glukosa 2. • Melakukan TTV ibu pemeriksaan dalam umum batas ibu normal 2. .1. Memberikan penjelasan / konseling pada ibu tentangalat kontrasepsi secara umum untuk kemudian Waktu Efek yang tepat memilih salah satu Jenis Keuntungan Kerugian samping ntuk penggunaan alat kontrasepsi yang meliputi : kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi 3. Membantu ibu memilih salah satu alat kontrasepsi yang ibu dan suami anggap cocok dengan keadaan • Ibu dan suami setuju memiih alat kontrasepsi suntik 3 ibu.

4. tidak haid sama sekali. Menjelaskan kepada ibu untuk kembali lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. bulan 6. dapat dipakai oleh perempuan berusia >35 tahun sampai premenopause. perdarahan banyak atau sedikit. . mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. dan akan kembali lagi tanggal 2 agustus 2010 PEMBAHASAN Asuhan kebidanan komprehensif ini dilaksanakan di BPS Sulistyani Amd. tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.Keb. perdarahan tidak teratur (spotting). yaitu siklus haid memendek. terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.Keuntungan : sangat efektef. dan permasalahan pada berat badan merupakan efek samping yang paling sering. Menjelaskan pada ibu kapan waktu yang tepat untuk Ber-KB yaitu sebelum hari ke – 40 masa nifas • Ibu atau segera mengerti setelah penjelasan mendapat yang haid diberikan 5. menghambat transportasi gamet oleh tuba.Cara kerja Depo Progestin adalah menekan ovulasi. Memberikan konseling pada ibu tentangcara kerja.S berusia 26 . Ny. tidak berpengaruh pada produksi ASI. tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. yaiitu disuntikkan secara IM di • 1/3 Ibu bokong mengerti bagian penjelasan atas cara setiap penggunaan 3 KB bulan suntik 3 sekali. . menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi. keuntungan dan efek samping penggunaan KB suntik : . dan tetap memutuskan akan memakai alat kontrasepsi suntik 3 bulan 7. • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. Menjelaskan pada ibu tentang cara penggunaan KB suntik 3 bulan.Efek samping : sering ditemukan gangguan haid.

anamnesa. Tn. Tafsiran berat janin 2406 gr – 2706 gr.5 oC. melenting. ( Acuan Nasional dan Pelayanan Kesehatan pemeriksaan Maternal dan Neonatal : obstetric. Ini merupakan kehamilan ke duanya dan tidak pernah mengalami keguguran. dan pemeriksaan kehamilan. Kemudian dilakukan pengkajian. Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin. Ny. dan tidak melenting.kira 4 tahun yang lalu. N : 78 X/menit. keras. E kira. Donald : 29 cm).E berusia 32 tahun bekerja sebagai wiraswasta. T : 36. Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. kehamilan Pada tanggal 1 april 2010. 61 ) Didapatkan hasil dengan HPHT 15 juli 2009 dan TP 24 April 2010. serta jumlah 1. 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu Tindakan - pelayanan yang dilakukan Ukur dengan standar 7 T yaitu TD Timbang Imunisasi Beri Temu berat badan TT tablet Fe wicara . agak lunak. DJJ (+). memanjang dari atas kebawah. rata. dengan Frekuensi 140 X/menit.tahun menikah dengan Tn. menurut hukum naegel dengan siklus 30 hari ( Obstetri Fisiologi : 127 ) Dilakukan pemeriksaan ANC. R : 20 X/menit.S dating ke BPS Sulistyani untuk pemeriksaan kehamilan rutin. Pada hasil pemeriksaan abdomen didapatkan TFU 3 jari di bawah PX (Mc. anak hidup Pembahasan 1 orang. pemeriksaan fisik. umum. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. Hal tersebut dilakukan dalam menentukan kondisi obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak harus dilakukan pemeriksaan secara sistematik meliputi anamnesis. Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. didapatkan hasil TD : 100/60 mmhg.

dan vitamin. diagnosa A0 kepala Ibu mengeluh pegal pada daerah pinggang. zat. hanya saja pemeriksaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak ada indikasi Hasil • • Diagnosa Diagnosa Janin : pemeriksaan Ibu Janin : tunggal. mineral. karena berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. lemak. Ibu hamil memerlukan perhatian mengenai susunan dietnya. ndidapatkan Ibu hidup G2 intrauterine. klasium. hal ini merupakan sesuatu yang wajar pada kehamilan lanjut. P1 presentasi tertentu.( Acuan Nasional Pelayanan Tes Kesehatan Maternal dan Neonatal : PMS 90 ) Semua sudah sesuai teori. pada pemeriksaan iin tetap disarankan seperti pada pemeriksaan pertama. protein. penjelasan mengenai tanda bahaya pada kehamilan his kalau keluar keluar dan yang dibawa lendir tandateratur jalan dan makan tanda semakin nyeri darah banyak persalinan sering akan dari dari sperti timbulnya timbul kemaluan aluan bercampur cairan . atau zat besi yang dibutuhkan untuk kesehtan ibu dan janin. fosfor. Hal ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap ini dapat menimblkan spasmus dari otot pinggang ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Hal yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan mengajarkan senam hamil serta anjuran istirahat yang cukup Selain itu anjuran pemenuhan nutrisi pada ibu hamil juga harus diberikan.zat seperti karbohidrat. dilakukan pemeriksaan yang kedua. Selalu mengkonsumsi sayur.nsayuran dan buah yang berwarna meah karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Sinopsis Obstetri : 59 ) Pada tanggal 6 April 2010.

Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. ( Asuhan Persalinan Normal 2007 c. Nyeri Teratur. pengkaian awal perlu dilakukn untuk menentukan apakah persalinan sudah waktunya. punggung janin berada disebelah kiri perut ibu dengan presentasi kepala.5 oC. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan hasil TFU 3 jari dibawah px.selain itu. apabila seorang ibu hamil hendak melahirkan. Timbulnya his Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar persalinan dengan keperut sifat sebagai ) : berikut depan.30 dengan keluhan mulas yang semaikn sering sejak pukul 15. menganjurkan ibu untuk kembali 1 minggu berikutnya. R : 20 X/menit. 3. Pengkajian ini sesuai dengan teori.00 wib. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow. atau sewaktu. Dilakukan pengkajian pada ibu dengan hasil TD : 100/70 mmhg. 2. serviks. T : 36. N : 78 X/menit.00 wib. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. dan belum keluar airair. pemeriksaan kebidanan. Apakah kondisi ibu dan bayinya normal. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks sehingga beberapa kapiler terputus. dan TBJ 2406-2706 gram. ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Persalinan Pembahasan Ny. Keluar lendir sejak 16. kuat. TFU 29 cm. Makin Jika melingkar punggung bagian lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada . S datang tanggal 6 april 2010 pukul 17. dan kepala sudah masuk PAP. 1. pengkajian fisik.waktu jika ada keluhan. melakukan pemeriksaan umum.intervalnya dan bertambah makin kuat. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir . dan menangani penyulit yang mungkin dijumpai dalam persalinan nanti.

tekanan dari anus.tanda persalinan yaitu dorongan untuk mengedan. ( Pelayanan Kesehatan . hidup intrauterine. penunjuk UUK. tidak ada molase. his semakin sering dan kuat.dll ( APN Revisi 2007 : 52 ) KALA II Ibu mengatakan ingin BAB. posisi UUK depan.15 wib.5-1 jam dan pada nulipara 1. lamanya > 40 detik. diagnosa • Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil 37 minggu 4 harui inpartu kal 1 fase aktif • Diagnosa Janin : Janin tunggal. His +. punctum maksimum 2 jari bawah pusat sebelah kiri perut ibu.lengkap. perineum menonjol. bersandar pada suami. posisi tidur miring. Mengajarkan kepada keluarga teknik relaksasi seperti massase punggung. Kala ini dimulai dari pembukaan lengkap hingga keluarnya bayi. presentasi belakang kepala. kekuatan his ibu 3x/ 10 menit. lamanya 30-40 Berdasarkan hal tersebut didapatkan detik. penurunan hodge III+. Adanya tanda. KALA I Pada pemeriksaan didapatkan hasil pembukaan 6 cm. ketuban belum pech. Serviks tidak teraba. bayi dalam keadaan sehat.52jam. DJJ + dengan frekuensi 140x/menit. Dehidrasi bisa memperlambat kontraksi dan atau membuat kontraksi tidak teratur. Memebrikan semangat serta dorongan emosional.( APN Revisi 2007 ) Memantau kemajuan dengan patograf. posisi UUK depan. frekuensi 4x/ 10 menit. HIII. ingin mengedan.air dari kemaluannya pada pukul 20. pembukaan 10 cm. penunjuk UUK. keluar air. Hal ini sesuai dengan teori kala II pada multipara berlangsdung 0. presentasi kepala Penjelasan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan. DJJ baik. presentasi kepala. vulva membuka. Hasil tidak leawat garis waspada ( ibu dalam keadaan normal ). Menganjurkan ibu untuk makan makanan ringan yang cukup selama persalinan akan memberi banyak energi dan mencegah dehidrasi.

dan keadaan emosional stabil. panjang badan 50 cm. Jenis kelamin laki. ibu mengatakan lemas.40 wib. presentasi kepala Hal ini sesuai dengan ( diagnosa masalah tiga pedoman dalam mencatat sama sesuai dengan dengan data diagnosis kebidanan yaitu diagnosa subjektif dan saat : 100 medis objektif ini ) kebidanan masalah diidentifikasi kebutuhan Pelayanan disesuaikan Kesehatan dengan Maternal dan kebutuhan Neonatal Memberikan dukungan dan anjuran kepada suami serta anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan.Maternal • • Diagnosa Diagnosa Ibu : dan Ibu : G2 P1 Neonatal A0 hamil 37 hidup : minggu 4 harui 100 inpartu kala ) II Janin Janin tunggal. intrauterine. Hal ini sesuai dengan APN Revisi 2007 KALA melahirkan memotong dan posisi ibu pencegahan melahirkan melahirkan seluruh menjeppit tubuh tali saat melahirkan laserasi kepala bahu bayi pusat III Ibu mengatakan perutnya terasa mulas. dan lelah setelah melahirkan. uterus teraba keras. Karena tempat perlekatan menjadi . Kemudian menolong persalinan dengan APN. Bayi lahir spontan pukul 20.laki. kesadaran compos mentis. pernafasan 20 x/ menit. Keadaan umum baik. nadi 78 x/menit. BB 2800 gram. Kontraksi uterus baik. TD 100/70 mmhg. otot uterus berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi.5 c. suhu 36. Anjuran mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu ( APN Revisi 2007 : 52 ). TFU sepusat. Hal ini sesuai dengan teori kala III persalinan.

dan senang perasaannya karena bayi lahir normal. sedangkan ukukran plasenta tidak berubah. Melakukan masase uterus dan melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta. tangkap plasenta dan pilin swearah jarum jam. mengajarkan ibu cara masase uterus untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik dan mencegah perdarahan. TD 100/70 mmhg. mengajarkan ibu mobilisasi sedini mungkin. ( APN lepasnya dan pusat mendadak P2 dan A0 kala bentuk Revisi 2007 : 123 ) plasenta uterus memanjang singkat. perasaan sakit itupun timbul bila masih terdapat sissa plasenta. kesadaran compos mentis. Perasaan mules ini terutama aka tersa ketika wanita sedang menyusui. III Kemudian menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar. menebal. dan mendekontaminasi alat. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya sedini mungkin. pernafasan 20 x/ menit. Perut mulas pada post partum akibat kontraksi uterus ( 2-3 hari post partum ). Dan melakukan pemeriksaan perineum apakah ada robekan atau KALA tidak. IV Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas. Setelah plasenta tampak di depan vulva. atau gumpalan darah dalam cavum uteri.alat dan tempat habis bersalin agar steril sehingga pasien dan Selama 2 penolong jam pasca trerxegah persalinan ( APN Revisi dari 2007 : infeksi. TTV. Perdarahan normal 150 cc. kandung kemih kosong. melakukan peregangan tali pusat. ( Ilmu Kebidanan : 240 ) Hal yang dilakukan mengobservasi keadaan umum. 139 ) . kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. dan Tanda• semburan Diagnosa Ibu perubahan tali darah : Ibu kemudian lepas dari tanda tinggi dinding uterus.5 c. TFU 2 jari dibawah pusat. suhu 36. nadi 78 x/menit. dan melakukan dorso kranial.semakin kecil. Keadaan umum baik. maka plasenta akan terlipat. dan keadaan emosional stabil.

TFU 2 jari dibawah pusat. dan masih nyeri pada luka bekas jahitan. nadi 78 x/menit.5%. dan 30 menit pada 1 jam berikutnya.. meiputi umum puting perineum rektokel rectum albus perineum pertama Tindakan yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk beristirahat apabila bayinya sedang tidur. anogenital didapatkan hasil vulva merah kebiruan. pernafasan 20 x/ menit. pengeluaran Pemeriksaan Diagnosa apakah keadaan ibu : Ibu ada serviks P2A0 post flour dan partum hari kandung kemih keadaan pervaginam postnatal keadan payudara keadaan apakah ada sistokel dan dan lochea rubra. kandung kemih kosong. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg.5 c. suhu 36. perdarahan yang keluar setiap 15 menit pada 1 jam pertama.Massase uterus untuk membuat kontraksi menjadi lebih baik setiap 15 menit pada 1 jam pertama. perdarahan. kandung kemih. selama Nilai Setelah persalinan. Pantau dan setiap suhu 30 menit 2 pada Jam 1 pertama jam setelah berikutnya. . TFU. dekontaminasikan dengan larutan klorin 0. perdarahan dalam batsa normal. ASI sudah keluar. cuci dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. Pembahasan Nifas Ibu P2A0 mengatakan perutnya mules. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat.. . 3.pantau TTV. persalinan. temperatur.

meletakkan bayi ditempat yang hangat.upaya profilasksis ini tidak efektif jika diberikan lebih dari 1 jam setelah kelahiran.4 c. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir. Salep mata tetrasiklin berfungsi mencegah infeksi.laki. mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan heating. panjang badan 50 cm. suhu 36. bersihkan Diagnosa bayi jalan : bayi nafas. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melelui kolostrum dan merangsang kontraksi uterus. Melakukan perawatan tali pusat dengan metode kering terbuka. paracetamol 4. Bayi dan Baru Fe 1x1 Lahir Pada tanggal 6 April 2010 pukul 20. dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. dan dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI kepada bayi. Proses persalinan berlangsung 7 jam 50 menit. skrotum. Kemudian lakukan pentalaksanaan bayi baru lahir yaitu keringkan tubuh bayi. membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya dengan posisi setengah duduk. ibu memiliki riwayat persalinan yang . 500 Pembahasan mg 3x1. memnberikan penjelasan kepada ibu bahwa nyeri yang dialami adalah wajar diakrenakan ada luka jahitan. perawatan payudara. respirasi 42 x/menit. berat badan 2800 gram. keamilan. Tindakan yang dilakukan yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membedong bayi. serta mengganti popok bayi bila basah. Serta memberikan obat amoxilin 500 mg 3x1. baru lahir dan cukup ikat bulan sesuai tali masa pusat.memberikan ibu makan dan minum dengan gizi seimbang.40 wib bayi lahir spontan dengan jenis kelamin laki. terdapat penis. Pembahasan KB Ibu P2A0 datang ke BPS Sulistyani pada tanggal 9 Mei 2010. Nadi 120 x/menit. dan testis. Mengajarkan ibu personal hygine yang baik. pertahankan suhu tubuh bayi. dimana bayi dan ibu berada dala satu ruangan. 5. melakukan rooming in. Pemberian ASI sedini mungkin dan eksklusif.

riwayat menstruasi ibu yaitu menrache 14 tahun. asma. nadi 78 x/menit. DM< hipertensi. KB suntik 3 bulan tidak akan mempengaruhhi produksi ASI. Memberitahu ibu untuk suntik ulang pada tanggal 2 agustus 2010 BAB PENUTUP V 5. dan KB yang dilakukan telah baik. jadi baik digunakan oleh ibu yang masih menyusui. banyaknya 2-3 kali ganti pembalut. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. kerugian. serta efek samping yang mungkin terjadi. bayi baru lahir.2 SARAN . kanker/ tumor. Ibu mengatakan tidak perbah menderita penyakit seperti jntung. siklus 30 hari. keuntungan. Hal Ibu Diagnosa ini sesuai mengatakan Ibu : Ibu P2A0 dengan langkah ingin post konseling berKB partum hari KB suntik ke 35 calon yaitu 3 SATU TUJU bulan. Namun ada sedikit yang perbedaan yang bisa dijadikan bahan perbandingan baik buruknya untuk diterapkan di kemudian hari.1 KESIMPULAN Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada Ibu hamil. 5. pernafasan 20 x/ menit. sifat darah cair.macam alat kontrasepsi.5 c. Pada pemeriksaan anogenital vulva vagina berwarna kebiruan. pengeluaran pervaginam lochea alba. dan yang kedua pada tahun 2010. akseptor KB Setelah itu memberikan penjelasan ulang tentang KB yang akan dipilih. dan konseling KB meliputi jenis kontrasepsi. lamanya 5-6 hari. tidak dismenorhes. suhu 36. Kemudian menjelaskan kepada ibu macam. nifas. bersalin.pertama pada tahun 2007.

. Oleh karena itu. mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang akan diterapkan di masyarakat nanti.Diharapkan masalah yan timbul dapat diatasi denganm baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang berat di kemudian hari dan para Ibu dapat merasakan manfaat dari asuhan-asuhan yang dilakukan terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa Kebidanan Tamjug Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful