ASUHAN PADA BBL

KEBIDANAN KEHAMILAN, DAN BERSALIN,

KOMPREHENSIF NIFAS, KB

OLEH

MARGIE 07241024 Tingkat

AYU

MELIA

NOVITA

III

Regular

KEMENTRIAN POLITEKNIK PROGRAM 2010

KESEHATAN KESEHATAN STUDI KEMENKES KEBIDANAN

REPUBLIK TANJUNG TANJUNG

INDONESIA KARANG KARANG

KATA

PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini dengan tepat waktu. Laporan ini dibuat sebagi hasil pelaporan dari kegiatan PKK III dan guna memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir program di Poltekkes Depkes Tanjung Karang Prodi Kebidanan Tanjung Karang. Dalam penulisan laporan studi kasus ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, saran, bantuan baik material maupun spiritual dari pihak dosen, pembimbing dan keluarga. Untuk itu pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Hj. Diana Metty, Amd. Keb, S.Pd, MM.KM selaku Ketua Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Tanjung Karang dan selaku pembimbing lahan praktek.

2. Ibu Rosmadewi, S.Pd, S.S.T selaku Ketua Jurusan Prodi Kebidanan Tanjung Karang. 3. 4. 5. Ibu Nelly Ibu Ibu Indrasari, Novita Sulistyani, S.SiT, SKM selaku S.ST penanggung selaku selaku jawab praktek lapangan kasus klinik.

Rudiyanti, Amd.Keb

pembimbing pembimbing

6. Orang tua, teman-teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penulisan laporan ini Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam kumpulan kasus ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat mambangun demi perbaikan penyusunan laporan yang akan datang.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa Poltekkes Depkes Tanjung Karang pada khususnya.

Bandar

Lampung,

Mei

2010

Penulis BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG

Institusi pendidikan Poltekkes Depkes Tnjung Karang Prodi Kebidanan bertujuan menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan fungsi dan kompetensi yang ada, beiman berperi rasa, berperilaku kreatif dinamis memiliki integritas dan berkepribadian yang tinggi dan terbuka terhadap pembaharuan ilmu dan teknologi ( IPTEK ) serta tanggap terhadap seni dan berbagai maalah di masyarakat khususnya masalah kesehatan ibu dan anak. Kegiatan praktek klinik adalah salah satu upaya untuk mewujudkan bidan yang berkualitas setelah melalui masa pendidikan, dimana sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada diharapkan pengalaman belajar praktek dilapangan dapat menghasilkan keterampilan yang maksimal bagi peserta didik.

1.2 1.2.1 Tujuan

TUJUAN Umum

Setelah mengikuti kegiatan praktek kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam lingkup komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan KB dengan tepat dan benar.

1.2.2

Tujuan

Khusus

Pada akhir praktek lapangan mahasiswa terampil dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada: Kehamilan Persalinan Ibu nifas

6 a.22 Mei 2010. Mengikuti pengarahan yang dan pengarahan pada pada tentang asuhan STRATEGI Pembimbing mahasiswa mahasiswa kebidanan Mahasiswa diberikan Membuat asuhan kebidanan pada kehamilan. nifas.4 WAKTU Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 April -10 April 2010 dan 26 April . persalinan. 1.5 BPS Suratmi Marnoto TEMPAT Pringsewu 1.3 Diskusi Bed Observasi Praktek ( Pre conference side dan Post METODE conference) teaching langsung 1. bayi baru lahir dan balita sehat Melaksanakan Mengisi Membuat laporan tindakan buku egiatan sesuai pencapaian harian secara dengan protap target individual .Bayi KB baru lahir 1. Pengarahan Bimbingan Bimbingan b.

persalinan Persalinan : spontan.  Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. 3.7 Evaluasi dilakukan setiap awal dan akhir EVALUASI praktek. 2. Jenis-jenis 1.1. Yaitu : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir. Persalinan anjuran : Yaitu : persalinan yang berlangsung setelah dilakukan tindakan misalnya : pemecahan ketuban. pemberian pitosin. disusul dengan pengeluaran plasenta dan slaput janin dari tubuh ibu. vakum. Persalinan buatan : Yaitu : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar seperti : forseps. SC. Mungkin banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. LANDASAN PERSALINAN TEORI Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan. Bebebrapa teori yang dikemukakan adalah : .

His pendahluan ini tidak teratur. Tekanan pada ganglion servikol dari fleksus frankenhauser. tidak menyebabkan nyeri yang memencar dari pinggang ke perut seperti di persalinan. Faktor 1. oksitosin Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah. Progesterone menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. Oleh karena itu.Turunnya hormon estrogen dan progesteron.yang menghasilkan kontraksi uterus. Kontraksi rahim bersifat berkala • dan Lamanya yang kontraksi : harus kontraksi diperhatikan berlangsng adalah 45-75 : detik • Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intra utrerin sampai 35 mmHg . timbul kontraksi otot-otot rahim Nutrisi janin menurun. menyebabkan nyerri di perut bagian bawah dan paha. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron Teori menurun sehingga timbul his. Sifat dari his persalinan berkebalikan dari his pendahuluan. Selama kehamilan terdapat eseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah. lama kontraksi pendek. – POWER faktor : yang His mempengaruhi dan persalinan tenaga : mengedan HIS His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. A. tidak bertambah kat bila dibawa berjalan malahan sering berkurang. sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu. Pada bulan terakhir dari kehamilan sebelum persalinan. Teori prostaglandin Prostaglandin uyang dihasilkan oleh desidua. tidak mempunyai pengaruh pada serviks. yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks.

Rupanya sewaktu kepala sampai di dasar panggul. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis . Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. Tenaga mengejan ini hanya dapat berehasil kalau pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim.• Interval antara dua kontraksi : pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit. persalinan. 2. TENAGA MENGEJAN Setelah pembukanan lengkap dan setelahn ketuban pecah. Tenaga mengejan ini juga melahirkan plasenta setelah plasenta lepas dari dinding rahim. dalam Menurut • His kala faalnya pembukaan : pengeluaran his his persalnan yang sekali dapat dalam dibagi pembukaan 2 dalam dari menit : serviks menimbulkan • His pengeluaran : his yang mendorong ana keluar. timbul suatu refleks yang menyebabkan pasien menutup glotisnya. segmen Sejak kehamilan yang lanjut. Perubahan A. biasanya disertai kekiatan mengejan. Keadaan pada segmen uterus atas dan dan jalan lahir bawah rahim pada pada PASSAGE persalinan. Taanpa tenaga mengejan ini anak tidak dapat lahir. tenaga yang mendorong anak keluar selain his terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. • His pelepasan uri : yang melepaskan uri B. mengkontraksikan otot-otot perutnya dan menekan diafragmanya ke bawah.uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh korp[us dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri. Tenaga ini serupa dengan tenaga mengejan sewaktu kita BAB tetapi jauh lebih kuat lagi.

persalinan • Pada tiap kontraksi. fundus yang tadinya tersandar pada tulang punggung berpindah ke depan mendesak dinding perut bagian depan ke depan. serviks Pembesaran dari ostium eksternum yang tadinya berupasatu lubang dengan diameter beberapa . tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim B. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : • Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali kekeadaan sebelum kontraksi tetapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya tidak seperti sebelum kontraksi. sehingga waktu kontraksi D. Faal bawah ligamen rotundum dan dalam serviks. • Kotraksi tidak sama kuatnya. lubang dengan Pembukaan pinggir dari yang tipis. sedangkan bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul. Pembukaan E. maka otot-otot memenjang diregang dan menarik pada segmen C. • Karena rahim bertambah panjang. • Dengan adanya kontraksi dari tiap ligamen rotundum fundus uteri terhambat. Pengaruh Perubahan perubahan bentuk bentuk ini adalah rahim : • Karena ukuran melntang berkurang. ini fundus tak Perubahan servks ini biasanya dapat naik pada didahului dari pendataran dari ke atas. maka lemgkungan tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus.dengan amjunya persalnan karena diregang. serviks serviks serviks Pendataran Pemendekan dari kanalis servikalis yang semula berupa saluran yang panjangnya 1-2 cm menjadi suatu F.

3. • Yang dimaksud adalah letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang Ibu. sedangkan kalau bokong disebut presentasi bokong • Jika ukuran panjang anak melintang terhadap sunbu panjang Ibu maka anak dikatakan dalam letak lintang • Jika sumbu panjang anak serong terhadap sumbu panjang Ibu maka anak dalam letak serong B. bersilang lipatan paha. letak presentasi mengandumg dan 4 posisi janin. • kebidanan pengertian Situs Letak. Oleh bagian depan yang maju itu dasar panggul diregang menjadi salurabn dengan dinding-dinding yang tipis. peregangan oleh bagian depan nampak pada perineum yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka.milimeter menjadi lubang yang dapat G. lain : kyphose pada dada dada rapat pada badan. Perubahan pada dilalui vagina anak kira-kira diameternya 10 dan dasar cm. panggul Setelah ketuban pecah segala perubahan terutama pada dasar panggul di timbulkan oleh bagian depan anak. dalam berat ilmu badan. PASSENGER letak : anak janin. fisiologis dalam dekat didepan lutuit . dan leku Yang dimaksud Sikap adalah anak anak dagu letak bagian-bagian yang anak satu terhadap ialah yang Habitus Sikap. Dari luar. • • • Badan Kepala Lengan Tungkai terlipat pada menekur. : Istilah A. • Letak memanjang ada 2 macam presentasi. ialah kalau kepala bayi menjadi bagian terbawah disebut presentasi kepala.

Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow.dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah. ia merasakan kandungan atau keadaannya menjadi lebih enteng(lightening).secara singkat gejala ini di sebabkan oleh turunnya rahim karena kepala janin sudah masuk PAP.tetapi sebaliknya ia berjalan terasa lebih sukar. Timbulnya his kontraksi Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar braxton persalinan dengan keperut sifat sebagai bagian Hicks.intervalnya dan bertambah makin kuat. Tanda-tanda persalinan persalinan secara sudah klinis. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. kuat.juga terdapat beser kencing (poliuria). serviks. Ia meras kurang sesak. dekat Beberapa minggu sebelum ibu bersalin. Nyeri Teratur.C. 1. Makin Jika melingkar punggung lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada . Posisio Yang dimaksud adalah letak salah sartu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan D. : berikut depan. Yang dimaksud adalah apa yang menjadi bagian yang terendah lahir Presentasio Perjalanan a. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks . His palsu : ini terjadi 3 atau 4 miggu sebelum persalinan karena terjadi peningkatan dan b. Presentasi. Posisi.

Fase dilatasi maksimal : selama waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat. b. dalam Kala I persalinan . kontraksi menjadi lebih kuat dan lebih lama. Kala 1.sehingga beberapa kapiler terputus. Berlangsung selama 8 jam. . 3. intervalnya menjadi pendek. Lambat laun his bertambah kuat. yaitu 10 – 15 menit.lendir bertambah banyak bercampur darah. Fase akselerasi : dalam waktu Fase 2 jam pembukaan 3 – 4 Aktif.disebut juga kala pengeluaran atau keluarnya bayi dari uterus melalui vagina. Fase servik membuka sampai 3 Laten cm. Lamanya kala 1 untuk primigravida 12 jam. cm. (Pembukaan) Di mulai dari timbulnya his dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah (blood show) sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). sedangkan untuk multigravida lamanya 8 jam. Pada kala I his belum begitu kuat. dari 4-9 cm Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat lagi. Kala II (dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir) Kala II persalinan adalah masa pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. 2. dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.proses ini terbagi dalam 2 fase yaitu : a.

menit.Kepala masuk rongga panggul. sering. Penyaluran DJJ tidak O2 pada plasenta akan berkurang. dasar panggul tertekan. lebih amplitudo 50-60 dari 40 detik 3 kali – untuk dalam 60 satu 10 mmhg. penyokong maka otot-otot pada dinding kala perut akan II berkontraksi.Perubahan Kontraksi Lebih Lebih lebih yang terjadi pada kala II: uterus kuat. dapat menyebabkan : Hipoksia teratur . Mengedan Dasar - optimal Paha dilakukan ditarik Badan dengan dekat cara : lutut fleksi Dagu Gigi Tidak panggul Vagina Otot-otot Kandung kemih / menjadi dasar terdorong Uretra Rectum menyentuh bertemu mengeluarkan organ panggul lebih panggul ke arah dada gigi suara : luas meregang pupis teregang tertekan . Fetus. sehingga timbul refleks mengedan. Otot Karena ibu mengedan. lama. his.

tangan kiri menekan simfisis. uteri.pengeluaran plasenta di sertai dengan pengeluaran Tanda-tanda 1. Kala III ( mulai dari bayi lahir sampai plasenta lahir).Setiap his datang. bila tali . bila lebih bagian tali pelepasan menjadi pusat fundus dari 500 cc adalah yang darah. Pelepasan Dari Serentak Umumnya Melepasnya kelahiran plasenta dari tempat plasenta implantasi dari tengah ( atau tidak (sentral. di pakai beberapa prasat yaitu : Kustner. Tangan kanan meregang atau menarik sedikit tali pusat. maka akan timbul rasa ingin BAB. 2. Tingkat 1.menurut dari melebihi pinggir 400 pendarahan Untuk Prasat mengetahui pelepasan plasenta. Duncan). 3. Schultz). plasenta. dan kesakitan pada ibu. Kala III berlangsung dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta secara lengkap dari dinding uterus. Pada kala II tanda-tandaq vital perlu di perhatikan dan DJJ harus selalu di opservasi. 2. patologis. Biasanya plasenta lepas dalam 6-15 menit setelah kelahiran bayi dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. : dinding cavum menurut uterus. 4. uteri. Sedikit pendarahan Uterus Memanjangnya Naiknya (250 cc).5 jam dan pada multivara rata-rata berlangsung selama 0. reflek mengedan. ml. 3. plasenta: bundar lain. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 1.5 jam. di Pengeluaaran dapat pinggir dari di mulai plasenta dari plasenta tengah Marginal.

Prasat Klein. Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Kala IV ( sampai dengan 2 jam setelah plasenta lahir) Pemantauan melekat terhadap tanda-tanda vital dan jumlah pendarahan harus di lakukan pada 1-2 jam setelah plasenta lahir lengkap. tangan kiri mengetuk-ngetuk fundus uteri. 6. 4. Luka pada Plasenta dan Kandung perineum Bayi telah slaput ketuban kemih terawat dalam baik dan harus sudah harus tidak ada lahir lengkap. Grede. Tidak ada pendarahan dari vagina atau pendarahan-pendarahan dalam alat genitalia lainnya. 3. Sebelum seorang bidan melakukan pertolongan persalinan sebaiknya terlebih dahulu melakukan . 4. Persiapan dalam pertolongan persalinan. 5. Bila terasa getaran pada tali pusat. Perasat Strassman. nadi. harus Kontraksi di perhatikan uterus 7 pokok antara harus lain : baik. Dengan cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas dari dinding uterus. berarti tali pusat belum lepas dari tempat implantasi. dan TD normal dan tidak ada keluhan sakit kepala. Ibu dalam keadan baik. bila tali pusat tampak turun ke bawah saat meneran di hentikan maka plasenta Prasat telah lepas dari tempat implantasi. Prasat ini hanya di gunakan dalam keadaan terpaksa. Sebelum meninggalkan wanita postpartum. baik. Ibu disuruh meneran. 2.pusat ini masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas dari dinding uterus. Bila tidak terasa getaran. Hal ini dimaksudkan agar keadaan ibu post partum dapat terpantau dan bahaya akibat pendarahan dapat dihindari. kosong. hematoma. berarti tali pusat telah lepas dari tempat implantasi. keadaan 7. 1.

Menanyakan Mengambil Menanyakan tentang pemeriksaan.persiapan Persiapan 1. 6. nyaman. Mempersiapkan Menyiapkan Menyiapkan tempat persalinan status duduk untuk Mengosongkan kandung Mengosongkan Membersihkan tubuh pasien. tangan. persiapan tempat. ibu. pasien. 3. meliputi: tersebut pasien dengan keluarga dengan kartu dan tanda-tanda tempat menganalisa persalinan dan yang dan observasi di keluhan aman kartu yang dan alat sebelah kemih kanan ibu sopan dan Menerima ramah. Menggantikan pakaian pasien dengan pakaian yang sudah disiapkan di tempat bersalin. rektum. Tensimeter. persalinan. dan persiapan penolong. 12. Bengkok. desinpektan. 8. badan. 4. • • • • • • • • • • • • Kapas Air desinfektan cebok Kom Lembar dengan Sarung Jam tangan Timbangan status larutan Steoskop dengan jarum Tempat Menyiapkan alat-alat Alat-alat tidur pertolongan persalinan : pemeriksaan. tulis. pasien. desinfektan. pasien. 10. alat. 7. 5. detik. rasakan. 11. lengkap. 2. 9. monoaural. . steril.

. desinfektan. Ember. steril. steril. % darah. kateterisasi. lidokain. darah. lendir. • • • • • • 14. tangan steril. set. bayi. episiotomi.• • • 13. Bengkok. steril. pusat. pusat. steril. buah. khusus untuk nelaton wanita. • • • • • • • • • • • • 15. Pispot. Kapas Pinset pertolongan sarung lembab Setengah Duk Penghisap 2 tali pengikat /alkohol pengukur penampung Pembungkus episiotomi Gunting dan dan heating tali 70 tangan persalinan. • • Spuit Alat-alat Benang Betadine Gelas Bengkok Klem Gunting Satu Alat pasang Kapas Sarung Pispot Alat-alat Kateter Perlak . steril. kocher.

3. : luar. septik. Mencari tanda-tanda pelepasan plasenta dan kalau sudah lepas segera di lahirkan. bersalin. 2. 4. 1. III: ibu. II. D.• • • • Penatalaksanaan A. 7. Tindakan ini perlu klien mengejan DJJ ada 2. heating. Memperhatikan keadaan kandung kencing karena bila penuh dapat mengganggu persalinan dan 5. 1. Mengawasi Dalam kala Anjurkan Memantau Mempersiapkan Membantu Tindakan keadaan Perhatikan Mengajarkan Observasi nutrisi cara ibu mengedan pada di perhatikan keadsaan keadaan keadaan yang yang baik kala septik jika sesering partus proses set kelahiran kala pendarahan dan anti mau dan rektum. 1. 5. anatomis persalinan. 6. efektif. Benang Naal Naal Pinset dalam pada tanda-tanda vital kala dan moril I pemeriksaan catgut. Tindakan Mengawasi kala pendarahan post IV : partum. pooder. B. janin. 2. Melakukan periksa dalam untuk menentukan ramalan persalinan dengan tetap menjaga teknik septik dan aseptik. mungkin. C. 4. his. 1. Mempertahankan 3. . bayi. steril. Tindakan Memeriksa pasien. pasien.

Turunnya Masuknya kapala kepala Turunnya dapat dalam dibagi pintu atas dalam Persalinan Kepala : panggul Masuknya kepala pada pintu atas pangul pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan. maka dikatakan kepala dalam “ synclitismus “. tetapi pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan. . : uterin bokong mengejan rahim. Jika sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan “ asynclitismus anterior “ dan Jika sutura sagitalis mendekati promontorium dan os parietal depanlebih rendah dari os parietal belakang “ asynclitismus posterior “ Majunya Kepala Pada primigravida majunya kepala terjadi pada kala II.2. Memantau Menjahit dan robekan memeriksa keadaan perineum. maka “ asynclitismus “. Kalau sutura sagitalis terdapat di tengah – tengah jalan lahir. Mekanisme 1. 3. sedangkan pada multigravida majunya kepala Yang Tekanan Tekanan Kekuatan Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk langsung dan menyebabkan cairan oleh fundus masuknya majunya kepala terjadi kepala intra pada ialah bersamaan. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promontorium. bayi. Masuknya kepala kedalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. ialah tepat di antara symphysis dan promontorium.

atas panggul. Pada kepala bekerja dua kekuatan. hidung. Expulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomochlion untuk kelahiran bahu belakang. Fleksi disebabkan karena anak disorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu 3. cerviks. tuber ischiadicum sepihak. 5.2. Ekstensi Kepala harus melakukan ekstensi karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas untuk melaluinya. terkadang sampai kepala didasar panggul. Putaran paksi adalah suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. mulut. Putaran Paksi Luar Setelah kepala lahir. dinding panggul Paksi atau dasar panggul Dalam Putaran Pemutaran dari bagian depan sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphysis. maka lahirlah berturut – turut pada pinggir atas perineum UUB. Putaran paksi dalam terjadi bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai ke Hodge 4.5 cm) menggantikan suboccipito frontalis (11 cm). Fleksi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga UUK lebih randah dari UUB. III. maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan . Subocciput yang menjadi pusat pemutaran disebut “ hypomochlion “. Keuntungan dari bertambahnya fleksi adalah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melewati jalan lahir : diameter suboccipito bregmatica (9. yang satu mendesak kebawah dan yang lainnya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas. Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan 6. dahi.

Bidang Hodge Untuk menentukan berapa jauhnya anak tersebut telah turun ke rongga panggul maka Hodge telah • • • • menentukan Hodge Hodge Hodge Hodge II III IV : : : I : sejajar bidang sama dengan khayal dengan hodge I dalam pintu melalui I I pinggir melalui melalui panggul atas bawah spina os : panggul simfisis ischiadika coccygis sejajar sejajar dengan dengan hodge hodge ujung Penaksiran 1. Partograf di pakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam menentukan keputusan dalam penatalaksanaan. TBJ 2. ketuban .7) x 100 gr PARTOGRAF. setiap yang perlu Denyut jam. dan Air ½ di untuk catat dalam jantung jam pada fase partograf dirujuk. Catat 2. Partograf memberi peringatan pada petugas kesehatan apakah persalinan berlangsung lama. : janin aktif.2 (TFU – 7. adanya gawat ibu dan janin ataukah ibu perlu Hal-hal 1. TBJ = 150 = Rumus berat badan Johnson – Rumus 12) x janin Tausak 155 Niswander (TFU gr1.anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.

Catat U J M D 3. Dinilai 5. warna air ketuban : setiap kali melakukan Selaput pemeriksaan vagina utuh. Menyatakan berapa jam waktu yang telah dijalani sesudah pasien di simfisis pubis. sesungguhnya. . Oksitosin. detik. 20 dari masing-masing dari – 40 kontraksi dalam 20 40 hitungan detik. (molding/molage) / di di bersesuaian) perbaiki. mekonium. 2. 3. 1. Catat setiap ½ jam. Waktu. servik. Kontraksi. 7. terima. darah. jam Jam. perbaiki. : : : Perubahan Sutura ( Slaput Air Air bentuk dua tulang tindih tindih mulut pemeriksaan pecah. silang (x). Catat 8. pertemuan tumpang tumpang Sutura Sutura dapat dapat / diberi Pembukaan pada setiap pervaginam tanda Penurunan Mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian ) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas 6.air ketuban ketuban kepala tengkorak tetapi dan tidak rahim dan ketuban bercampur bernoda janin yang tepat jernih.catat dengan tanda lingkaran (0). detik detik. 4. lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya Kurang Antara Lebih 9.

Bila memakai oksitosin.aseton setiap dan kali setiap 4 jam setiap 30 – 60 menit dan tandai dengan sebuah titik besar Obat semua obat yang yang di di berikan berikan. Catat setiap Protein. Catat 11. Catat 12. dan segera mencari rujukan yang tepat. urine. .) Tekanan dan Suhu 2 volume ibu tandai dengan anak darah panah. catatlah banyaknya oksitosin pervolume cairan infuse dan dalam tetesan permenit. Catat 14. Catat 13. badan jam. 10. berkemih. Bila temuan-temuan melintas kearah kanan garis waspada. Nadi (. petugas kesehatan harus melakukan penilaian terhadap kondisi ibu dan janin .

2. Tujuan Umum dalam Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Mempertahankan pernafasan Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. Mencegah infeksi Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat 3. kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. bayi Mempertahankan haruslah bersih suhu Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas. bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak B.LANDASAN BAYI BARU TEORI LAHIR A. Mengenal tanda – tanda sakit . 1. Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi Definisi : • Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu – 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa • Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis.

Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan. perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat – alat pernafasan lainnya 2. pengenal bayi tdur pengikat atau dan identifikasi bayi watch antiseptik yang dan dan sama tali dengan pusat ibu bayi termometer Tempat Stop inkubator D. perut kembung dan minum kurang. 1. BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak C. kenaikan atau penurunan suhu badan. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan. • • • • • • • • Alat Tanda Alat – alat Penghisap untuk Perawatan Bayi lendir Tabung oksigen Alat beserta alatnya resusitasi untuk membantu untuk – pernafasan bayi pernafasan obatan Obat penolong.Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama. setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke2 atau hari ke-3 Kulit . Perubahan Fisiologis Sistem pada Bayi Baru Lahir pernafasan Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. badan biru atau pucat. Eliminasi BAB yang pertama keluar berwarna kehitam – hitam dan lengket yang disebut mekonium. muntah. kesukaran bernafas. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama 3. Oleh karena itu perlu dipehatikan. kejang – kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama.

Makin muda usia kelahiran bayi 4. hidung • dan mata Jam dengan kapas lahir dan kasa steril dicatat • Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki . semakin lembek dan Tali tampak lebih transparan pusat Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan 5.Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Pertolongan pada Waktu Bayi Baru Lahir • Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut. maka penjepit tali Berat pusat harus dikeringkan badan Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus Bayi • menunjukkan beberapa refleks Morrow sejak lahir yaitu : refleks Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan • akan terbuka dan kemudian Walking diakhiri diabduksi lengan reflaeks Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan • Rangsangan pada ujung mulut Rooting mengakibatkan kepala menoleh kearah refleks rangsangan E. Suhu Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6.

dan salep jenis mata kelamin F. atau genitalia gramicin eksterna. mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat – hangat • kuku.dalam posisi sedikt ekstensi supaya lendir mudah keluar • Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik. bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya. warna kulit kemerahan • Bayi dibersihkan dari darah. air ketuban. Nilai bisa juga dibersihkan dengan bayi minyak kelapa atau minyak zaitun score keadaan dengan apgar • Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya. bayi yang sehat akan menangis keras. bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat • Segera setelah lahir. Penilaian Bayi • Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi.Metode crede : dengan tetesan nitras 1 – 2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata • Penisilin Diperiksa juga salep anus. dicatat dalam satus bayi • Mata bayi Perawatan dibersihkan. yaitu Menilai usaha : nafas Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung  Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk – nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok – gosok punggung bayi sambil diberi oxigen Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan Menilai positif frekuensi denyut ) jantung . kemudian mata diberikan obat untuk bayi mencegah : blenorhoe .

 Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit. dilanjutkan dengan menilai warna kulit Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit. ekstremeitas biru seluruh tubuh kemerah – merahan P Pulse G Grimace (reaksi terhadap rangsangan) tidak ada sedikit gerakan mimik menangis. oksigen sianosis tetap menit diberikan perifer. walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk Menilai dilakukan warna VTP kulit Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / Apabila Apabila terdapat sianosis terdapat sentral. dan bayi bernafas spontan.oksigen • Score A Penilaian 0 dengan 1 metode 2 apgar score keterangan Appearance color Pucat badan merah. batuk. bersin A Acvtivity tonus otot Lumpuh ekstremeitas dalam fleksi sedikit lemah gerakan aktif R respiration tidak ada tidak teratur menangis aktif (heart rate)/frekuensi jantung tidak ada dibawah 100 diatas 100 Catatan : .

Pemeriksaan Frontalitas Meraba tulang lingkaran normal kepala anak kepala dengan apakah dijumpai Menentukan lingkaran depresi lingkaran 32 dalam oksipito cm persalinan . Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya . Pemeriksaan bola mata . Pemeriksaan leher bayi Pemeriksaan bola mata . selanjutnya 5. Pemeriksaan Apakah mulut ada konsultasi Untuk mengetahui yang bagian apakah terdapat mungkin syaraf palatoskisis dijumpai kelainan .Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid 3.Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa. No Pemerksaan Data Fisik Pemeriksaan pada Keteranagn Bayi Hasil Baru Lahir Pemeriksaan 1.Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin.Nilai Nilai Nilai 4 7 0 6 – : – 10 Bayi 3 : asfiksia : Bayi ringan Asfiksia – normal sedang berat G.Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas. gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis 4. tetapi masih dianggap normal 2.Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala Gerak Warna simetris kulit pink artiny artinya atidak dijumpai darah kelainan kesegala aktivitas lapisan arah ekstremitas kulit normal sirkulasi .

persendian terdapat lakukan suara pemeriksaan USG tulang dalam untuk menentukan pahanya pergerakannya lebih lanjut .Refleks morro adalah. Pemeriksaan auskultasi . Pemeriksaan genitalia eksterna . Pemeriksaan Refleks Morro .Raba arteria fomoralis. - Pemeriksaan Jumlahnya dada harus - Apakah kurang terdapat dari 60 pernafasan dada denyut/menit 7. Apakah Palpasi terdapat abdomen Mungkinkah murmur Untuk sehingga mencari perlu dilakukan terdapat asal pemeriksaan tumor lanjut apakah abdomen tumor menentukan Seberapa pembesarannya 9. periksa tulang belakangnya apakah ditemui Memeriksa skoliosis anus atau tidak bayi 12. Penmeriksaan persendian tulang paha . Pemeriksaan miring bayi . dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya Jika Posisi tangannya Reaksi dipegang dalam maka satu bayi traksi akan bidang menarik dengan bayi lengannnya lengannya kepalanya 11.Untuk menentukan kekeuatan otot.6.Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap jka Apakah terdapat suara. jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya. untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah 10.Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus Apakah testesnya sudah turun .Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung 8.

• Perawatan Sehari – hari Bayi Baru Lahir Mata Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks.H. Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. Bagian – bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. perawat. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata • Mulut Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ). Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. bidan • . Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. belakang telinga. boto dan dot ) Kulit Terutama lipatan – lipatan ( paha belakang leher. ketiak ) harus selalu bersih dan kering. mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar harus dibuka setiap kali bayi minum susu. oleh karena verniks kaseosa ini merupakan • media yng apling Tali baik untuk kuman stafilokokus pusat Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 – 7 hari. Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang • dibasahi dengan zat antiseptik Kain ( betadine ataupun alkohol 70 % ) popok Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja. kemudian diobati dengan salep yang . Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu.

merawat yaitu tali : pusat Kebersihan memandikan . Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah. pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 – 30 cc setiap 3 jam sekali. lemas. erlebihan. mengantuk cairan. bengkak. pucat banyak dan memar muntah berdarah Pemberian Tali pusat makan merah hisap lemah. terlalu mengantuk. Oleh karena itu.mengandung • obat antibiotik Minuman an anti jamur. tidak bisa tenang. • • • • • Tanda – Tanda Bahaya sulit yang atau ( pada > Harus lebih 38 24 º jam Diwaspadai dari C atau pada 60 terlalu biru Bayi x dingin atau Baru / < Lahir menit 36º C Pernafasan Kehangatan Warna terlalu panas kuning terutama – pertama. tinja lembek. keluarnya • Infeksi. menangis terus – menerus J. pernafasan sulit • Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam. bengkak. sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya I. suhu meningkat. bayi Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda – beda. dalam hari – hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. Perawatan Bayi 2 Minggu Pertama Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik – baiknya. merah. sering. ada lendir atau darah pada tinjau • Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa. bau busuk. kejang halus. bau busuk. hijau tua. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB. keluarnya cairan. lunglai. Hal-hal yang harus • diperhatikan diri pada dengan cara bayi usia 2 bayi dan minggu.

• Pada • BAK Pakain dan BAB dan harus popok dijaga bayi dan ganti selalu jika dibersihkan basa bayi Menyusui 12 jam pertama bayi Makanan PASI jika ASI yang diberikan puasa kemudian baru disusui tambahan kurang Diberikan LANDASAN TEORI .

3. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan.KEHAMILAN Pengertian Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa (sel mani) dengan ovum (sel telur) yang menghasilkan zygote. I. Tanda-tanda Pembesaran. 1. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampi 3 bulan. proses kehamilan ini akan terjadi bila 4 (empat) aspek penting terpenuhi. Tanda Tanda-Tanda objektif perubahan Hegar Perubahan Kontraksi yang bentuk (segmen dan bawah pada Brakton diperoleh konsistensi rahim Mungkin pemeriksa rahim melunak) Serviks Hicks . Jadi. 3. dan triwulan ketiga dimulai dari bulan ketujuh sampai lahirnya janin. 2. 2. 4. Melihat. spermatozoa. B. Tanda-tanda A. yaitu : ovum. triwulan kedua dimulai dari bulan keempat sampai bulan keenam. Mendengar meraba atau dan Tanda-Tanda bunyi mendengar rangka gejala kehamilan Pasti jantung anak oleh si anak pemeriksa ultrasound pergerakan janin Melihat dengan Jika hanya satu dari tanda-tanda ini diketemukan. dan nidasi. 1. diagnosa kehamilan dapat dibuat dengan pasti. Tanda-tanda pasti kehamilan ini adalh tanda-tanda objektif yang semuanya itu didapatkan oleh pemeriksa. konsepsi.

6. 5. 7. hal ini karena adanya peningkatan hormon estrogen progesteron. Tanda Piscaseck (segmen bawah rahim melunak serta pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi) II. 4. 8. Sering buang air kecil kerena rahim yang membesar menekan pada kandung kemih Perubahan-perubahan fisik pada kehamilan A. 3. Tanda Chadwick (warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu) 12. 7. 9. 6. Hiperpigmentasi kulit. . seperti pada muka (chloasma gravidarum). Teraba Pemeriksaan Pembesaran Keluarnya bagian Baliottement anak biologis perut Kolostrum 10. seperti pada Adanya muka yang disebut chloasma gravidarum Amenorhea Mual Tidak Tidak ada Konstipasi Ibu merasakan tahan nafsu dan suatu makan / pergerakan muntah bau-bauan (anoreksia) Obstipasi anak 9. areola dan papilla mamae 11. 2.5. Uterus Terjadi pembesaran Uterus. 8. Tanda-tanda Presumtif Payudara (yang dirasakan pasien) membesar Hyperpigmentasi kulit. 1.

sedangkan progesteron mempersiapkan tempat impalantasi dan menghalangi kontraktilitismyometrium. yang tadinya hanya 30 gr dan ukuran panjangnya menjadi 32 cm. Serviks Uteri . lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm sedangkan volume uterus meningkat dari 10 ml menjadi 2-10 Besar Hamil Hamil Hamil Hamil Hamil Uterus Hamil 12 minggu 16 20 Hamil 28 32 36 40 tidak 8 sebesar minggu minggu 24 minggu minggu minggu minggu liter pada uterus hamil minggu telur angsa sebesar sebesar sehingga 1-2 3 minggu TFU TFU TFU 3 setengah 3 setengah jari pusat jari jari jari TFU diatas pusat – dapat telur telur diraba diatas dibawah dari kehamilan aterm.Estrogen mempengaruhi hipertrofi dari otot-otot rahim. Pada akhir kehamilan. : ayam bebek luar Hamil Hamil TFU TFU symphisis pusat sepusat pusat px px px dibawah – Tingginya (dalam 20 23 26 30 33 Fundus cm) uteri Umur (dalam kehamilan bulan) 5 6 7 8 9 B.000gr. ukuran uterus menjadi 1.

Servicks yang demikian disebut serviks yang matang dan merupakan syarat untuk persalinan anjuran. . Keasaman dari vagina dipertahankan oleh asam laktat yang diproduksi oleh laktobasil untuk menurunkan daya sperma juga berguna untuk mengontrol kuman patogen dalam vagina (ph 3. Fungsi ovarium ini diambil alih oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu. Ovarium Ovarium bertanggung jawab terhadap pembentukan korpus loteum. Sebab-sebab pelunakan servick adalah karena pembuluh darah dalam servicks bertambah dan karena timbulnya oedema dari servicks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar servicks. sehingga timbul tanda chadwick. Pada akhir kehamilan servicks menjadi sangat lunak dan porsio menjadi pendek (lebih dari setengahnya mendatar) dan dapat dimasuki dengan mudah oleh satu jari.0) D. Tetapi setelah bulan keempat corpus luteum ini mengisut. Pada awal persalinan sumbatan ini terpisah/teregang dan kencang. Pada persiapan sering terjadi hipervaskularisasi. Sumbatan mukosa di saluran servicks dapat berfungsi untuk pencegahan terhadap janin dari invasi mekanik atau bakteri. Estrogenlah yang bertanggung jawab terhadap perubahan servicks.Perubahan yang penting pada servicks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya servicks. Dibawah estrogen terdapat proliferasi dari sel-sel vagina yang menyebabkan dinding saluran vagina menjadi lebih tebal berlipat-lipat dan membesar dalam mempersiapkan lewatnya kepala bayi. Vagina dan VulVa Vaskularisasi terjadi pada vagina sehingga vagina menjadi menjadi lebih padat. Sering terdapat peningkatan sekresi yang lebih putih kental dan asam. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui. pembuluh darahnya terpotong dan cairan kental dikeluarkan sebagai Blood Slym. C.5 – 5.

Mammae membesar dan tegang. Batas-batas Hb Erythrocyt Leucocyt 8. baik plasmanya maupun erythrocytnya.5 – 10 juta 10. 7. kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing(pollakisuri). Papilla Glandula Estrogen Progesteron Mammae mammae Montgomery akan lebih 12 meyebabkan memyebabkan hipertrofi sel acini sistem pada untuk lebih tegang dan areola saluran mammae laktasi hitam mammae colostrum Darah dipersiapkan membesar menonjol minggu Sirkulasi dipermukaan keluar Kehamilan Volume darah bertambah. Selain itu. 3. sekresi asam garam (HCL) dan gerakan lambung berkurang. Hal ini disebabkan rangsangan estrogen dan progesteron 2.000 ialah gr per per : % mm mm G. Traktus Digestivus Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas traktus digestivus menurun. 4.000 fisiologis : 3. tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol sehingga biasanya kadar Hb turun. Makanan lebih lama ada di dalam lambung sehungga penyerapan air lebih lama. 6. akibatnya feses akan keringdan terjadi konstipasi. 5. Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan. Ureterpun jelas membesar dalam kehamilan . F. H. hal ini bisa menyebabkan muntah dan kembung dalam kehamilan. Buah dada 1.E.

terutama dibagian kanan. biasanya terjadi penambahan BB + 1 Kgpada triwulan pertama. Kulit Selain striae gravidarum. pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areola mammae. Kebutuhan akan kalsiun dan fosfor akan bertambah untuk pembuatan tulang-tulang janin . begitu pula akan ferrum untuk pembentukan Hb janin. Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka yang disebut chloasma pravidarum. I. Pada wanita hamil. Dilatasi ini mungkin menimbulkan bendungan yang memudahkan terjadinya infeksi dari pyelum (pyelitis). Dilatasi ureter ini terutama disebabkan oleh pengaruh progesteron. + 5 kg pada berat janin (3 rahim lemak seperti zat kg). gejala hyperpigmentasi ini hilang. kegiatan ginjal bertambah karena harus juga mengeluarkan racun-racun pada janin. Selain itu. : kg) kg) kg) kg) kg) Penambahan Berat Berat Penimbunan disebabkan kg). Pertukaran Zat Metabolisme basal naik pada kehamilan.5 (1 ketiga.5 kg pada triwulan oleh ketuban 1 (1. J. mungkin ada hubungan dengan hipertrofi dan hiperfungsi dari korteks gandula suprarenalis atau dari hipofisis.5 dan + 5. Sebab terjadinya hyperpigmentasi ini belum jelas.5 Penimbunan Retensi telur . Linea alba yang tampak hitam disebut linea higra. walaupun mungkin ada juga faktor tekanan pada yreter oleh rahim yang membesar. triwulan kedua ini plasenta (dari di buah 30 dada. gr pantat air menjadi dan lain-lain (2 (1. terjadi penimbunan protein sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan pada ketosis. papilla mammae dan linea alba. putih air (0. Pada umumnya setelah partus selesai.

melahirkan dengan selamat. Ada a. dan sosial ibu dan janin. mental.ANTENATAL CARE (ANC) Pemeriksaan pada ibu hamil selama kehamilan sengat penting. c. b. Selain itu Pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil bertujuan pula untuk : Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar tumbuh kembang secara normal. termasuk riwayat penyakit secara umum. Mempersiapkan persalinan cukup bulan. kebidanan dan pembedahan. beberapa teknik Tanya pemeriksaan yang dapat digunakan. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat. serta menghasilkan bayi yang sehat. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. yaitu : jawab Pemeriksaan (anamnesa) umum Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan pandang raba dengar (inspeksi) (palpasi) (auskultasi) dalam panggul . ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. hal ini bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan. f.  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. d. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. e. g.

2.h. kebangsaan. tinggi kemungkinan keadaan Pemeriksaan dan adanya umum Mengukur refleks Memeriksa lutut kelainan dan berat pada keadaan mencakup badan organ-organ emosional : ibu tubuh ibu TTU (patella) Oedem . atau 1. Pemeriksaan Umum Pemeriksaan umum biasanya menggunakan berbagai alat pemeriksaan baik alat ukur timbang. Tanya Jawab ( Anamnesa) Anamnesa dapat dilakukan terhadap ibu hamil itu sendiri (auto anamnesa)dan bisa juga dilakukan Hal yang terhadap dapat keluarganya ditanyakan dalam (alloa anamnesa anamnesa). jumlah dan keadaan anak yang hidup. agama. Data Sosial : nama. umur. pemyakit paru-paru. penyakit kelamin dan penyakit lainnya 4. 6. Data Haid 5. perkawinan sekarang. kehamilan yang lalu. keluhan yang dialami sekarang B. persalinan dan nifas yang lalu. kehamilan yang sekarang. Data Keluarga 3. adalah : 1. Data Kebidanan : perkawinan terdahulu (bila ada). Data Medik : penyakit jantung. Pemeriksaan laboraturium A. Memeriksa yang Mengukur Memeriksakan Memeriksakan lainnya. pendidikan terakhir 2. 5. pekerjaan. 4. nama suami. 3.

Pemeriksaan Pandang (Inspeksi) Dimulai sejak bertemu dengan pasien. tanda Chadwick. umur Nigra. 4. Setelah itu pasien diminta berbaring ditempat yang telah disiapkan. Rambut dilakukan dan kulit berurutan rambut : bersih dari atau rambut kotor / hingga terdapat kaki. polip ada ada / : bengkak pucat hiperemis kelainan sariawan karies lain atau atau atau atau atau atau tidak tidak tidak normal tidak tidak 9. apakah ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening 10. janin dada mendalam + hiprpigmen atau / atau : masuk tidak : atau Striae atau atau tidak Gravidarum tidak asimetris) mammae pembesaran menunjang 12. kondiloma. : : Perut sesuai Alba / gerakan (melintang. varises. kelainan 2. flour albus 13. Kelopak Konjungtiva Sklera Hidung Mulut Gigi : : ada : : mata : kuning.C. Pemeriksaan 1. 5. Membesar Linea Tampak Bentuk Areola Puting susu Kolostrum Buah : menonjol. adanya oedem pada muka 3. varises atau tidak . keadaan punggung dan cara berjalannya. 7. sama panjang atau tidak. Muka : terdapat klausma gravidarum atau tidak. 11. Vagina dan Amus : perineum. Ekstremitas : odema atau tidak. 8. 6. Leher : apakah vena terbendung di leher. Diperhatikan bagaimana sikap tubuh.

Periksa dengar (Auskultasi) Periksa dengar bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya DJJ. Dari tempat bunyi jantung Dari dapat adanya diketahui bunyi dari jantung anak bunyi : jantung Tanda pasti anak : kehamilan Hidup Anak anak terdengar : Presentasi anak . E.al adalah 120 – 140 kali/permenit. Palpasi dapat Periksa dilaksanakan dengan Raba cara leopold.D. Dengan alat ini DJJ baru dapat terdengar pada kehamilan sekitar 20 minggu. Alat yang paling sering digunakan adalah stetoskop monokuler atau leanex. Yang 1. 2. sehingga periksa dengar lebih cenderung digunakan untuk mengkaji kesejahteraan janin. (Palpasi) yaitu : Leopold I : dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di Fundus Uteri Leopold II : dilakukan untuk menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil janin (pada letak membujur)serta kepala janin (pada letak melintang) Leopold III : dilakukan untuk mengetahui bagian janin yang berada dibagian bawah Leopold IV : dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum Selain cara leopold. Frekuensi DJJ nor. frekuensi dan keteraturannya. periksa raba juga untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul disebut Perasat Osborn.

posisi. panggul : 1. tebal. menutup.3. Keadaan Servicks : apakah membuka. Periksa pandang : dilihat apakah terdapat dugaan kesempitan atau kelainan panggul 2. F. kepala belum masuk PAP . Keadaan Jalan Lahir Pemeriksaan dalam dapat dilakukan pada kehamilan muda dan ketika hamil tua terutama mendekati saat persalinan untuk memastikan apakah persalinan sudah mulai atau belum. G. posisi depan atau belakang 4. tipis. Pemeriksaan Panggul Pada ibu hamil terutama primigravida perlo dilakukan pemeriksaan panggul untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulitan Ada 4 cara melakukan pemeriksaan persalinan.Primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih. lunak. bentuk. Periksa raba : . lunak atau keras dan lokasi uterus 2. Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meraba organ-organ reproduksi secara langsung guna mendapatkan data tentang : 1 Uterus : ukuran uterus dalam minggu. keras. Dari sifat Adanya bunyi jantung Posisi Sikap anak anak dapat diketahui keadaan anak anak kembar anak. Panggul : apakah luas atau sempit 3.

Pemeriksaan Laboraturium Pemeriksaan laboraturium disini maksudnya adalah pemeriksaan sederhana yang umum dan dapat dikerjakan pada pemeriksaan ibu hamil. sedangkan pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan kadar protein dan gula dalam urine. Alat Primigravida. Memerikasa keadaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam. keadaan panggul. : cm cm cm 20 cm Panggul Ukuran-ukuran Distansia Distansia Distansia Kon panggul Spinarum Kristarum Tuberum Eksterna sering 23 26 10.pada Perasat Pengukuran yang paling luat sering kehamilan aterm ada Osborn kelainan letak positif ukuran-ukuran digunakan yang : : : (Boudelaque) Lingkar adalah jangka luar panggul digunakan – – – : 18 – dari panggul Martin.3. Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran umum PENJABARAN Kesadaran KETERANGAN penderita . termasuk sacrum/coccygis. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan yang diketemukan pada jalan lahir. H.5 adalah 26 29 11 jugota 4. Pemeriksaan darah yang utama adalah pemeriksaan Hb. Pemeriksaan laboraturium sederhana meliputi pemeriksaan darah dan urin.

Anemia dengan dapat akan diartikan gizi dapat pemeriksaan badan Barat dikurangi badan sesuai 100.sangat dinilai. bumil sebagai perhitungan akan kasar bertambah tumbuh-kembang Dispnoe uterus - Sianosis yang Kemungkinan terlalu paru dan terdapat desakan besar Kemungkinan penyakit atau jantung .Berat badan ideal adalah tinggi terus kehamilan cukup. dibuktikan laboratorium Kulit/mukosa Jantung/paru Ikterus Menunjukkan adanya kemungkinan kelainan fugsi liver Tidak anemia.dengan melakukan anamnesis baik menjawab pertanyaan tidak Penderita ada sadar kelainan akan Kesadaran jika penting dinilai dapat semua menunjukkan psikologis Keadaan gizi Hubungan antara tinggi badan / berat badan seimbang .

intoksikasi Tekanan tekanan 140/90 merupakan sistolik kemungkinan preeklampsia Berat badan ukuran kenaikan sukar. Kekurangan Penyakit albumin Kekurangan dalam eklampsia jantung darah vit. masih dalam emesis naik . menunjukkan kekurangan konsumsi O2. masa gravidarum Berat badan diperbolehkan Trimester BB karena badan Bertambahnya Lebih tanda-tanda atau dari mm preeklampsia 15 batasan mulai Kenaikan Hg tidak boleh lebih dari darah magnesium Batas Umumnya sulfat normal terendah darahadalah yang 30 pada tersebut diastolik ada terdapat ringan berat merupakan penting pertama.- Warna biru dibagian akral.Dapat merupakan gejala dari preeklampsia.B1/kompleks Refleks Refleks lutut paling penting Berkaitan dengan kekurangan vitamin B1 atau penyakit saraf. yang dapat disebabkan oleh penyakit jantung/paru Edema Dapat terjadi pada muka. kaki dan tangan .

5 tidak kenaikan selama harus dalam urin Hanya melebihi BB 16-20 sekitar ka/minggu kg 12 hamil dievaluasi terdapat pada Glukosa akhir kehamilan terdapat laktosa . tetapi keadaan Persiapan Tes reduksi ibu cepat untuk menjadi gula mungkin normal ASI positif Protein urin Normal tetap ada protein tetapi jumlahnya kecil Jumlah yang makin meningkat terdapat Penyakit pada : Preeklampsia jantung Nefritis Sistitis Sedimen dengan bakteri positif Terdapat pada nefritis asimtomatik Jika ditemukan bakteri perlu dilakukan Pemeriksaan evaluasi untuk menghindari darah adanya infeksi dalam kehamilan Rutin TORCH .Kemungkinan glukosaria yang terjadi segera setelah makan. perlu dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa . disebabkan intoleransi insulin. berlebih : badan rata 0.Untuk memastikan adanya DM.sekitar -Kenaikan 16 -Kenaikan Pemeriksaan DM -Pada mungkin laboratorium Rata berat – kg.

- HIV - Hepatitis B - Faktor Rhesus seksual tentang memberikan • • • Kumpulan gejala Kelainan Retardasi Abortus Feses rutin Memberikan keadaan penyakit yang yang sama gambaran Infeksi VDRL menular umum gizi dapat : kongenital mental berulang -Kemungkinan terjadi infeksi vertikal (ibu-janin) dan bahaya infeksi Horizontal (ibu-penolong) .

dapat Infeksi sifilis yang dapat kelainan Kemungkinan infeksi akibat seksual Kemunkinan infeksi cacing Pelaksanaan pemeriksaan fisik umum dapat dijabarkan sebagai berikut TATALAKSANA Inspeksi muka PENJABARAN Kloasma KETERANGAN gravidarum - Konjungtiva .harus hepatoma Adanya infeksi vertikal maka bayi diimunisasi Kemungkinan pada dapat usia menimbulkan muda bangsa. janin berbahaya menimbulkan hubungan - Makin Pada pada banyak wanita kehamilan perkawinan Rh kedua antar negatif.

- Edema kelopak mata - Gigi dan lidah -Neovus simetris. (MSH) dan gambaran (kadar • • • -Gambaran hipersalivasi • pigmentosum - Pigmentasi seperti pipi yang hampir kuku Melanocyte yang hormaon Pucat atau Stimulating dihasilkan Hormone hipofisis seks merah sebagai anemianya cukup tentang Hb) Kemungkinan secara menderita kasar :. Hipoalbuminemia Tanda preeklampsia berat Anemia gangguan gigi dan lidah \ akibat mual-muntah atau Lidah kotor .

• hormon Leher Makin jelas Gusi oleh karena MSH epulis dan seks Bendungan vena - Kelenjar tiroid darah Mamae Pembengkakan akibat membesar limfe penyakit saat jantung hamil. Kemungkinan atau evaluasi gangguan aneurisma tentang aliran vena hipertiroid infeksi Sedikit perlu Kemungkinan Metastasis keganasan Dapat (jarang) memberikan khususnya kehamilan petunjuk pada pertama mamae mamae -Kelenjar tampak tampak Pembuluh darah Pigmentasi dan areola papila montgomery vena jelas - Kolostrum - MSH dan hormonal seks .

prolaktin dikeluarkannya bahwa Pembesaran ASI kan ke banyak atas .menyebabkan mamae vasodilatasi dan dan kelenjar makin tampak ke pigmentasiareola permukaan menimbulkan darah yang lambat Progesteron aliran menyebabkan kolostrum antara oksitosin mengakibatkan kolostrum Perut Pertanda - Produksi prolaktin tinggi. pembentukan lebih Terjadi estrogen dan perubahan awal keseimbangan progesteron.

berdasarkan Hukum empat rumus panggul janin tidak dapat PAP janin jauh karena livid alba saat besar/hidroseflus kedepan pigmentasi hamil sebagai sebelumnya gravidarum kehamilan atau opersai lainnya .- Perut pendulum abdomen Pigmentasi dinding - Bekas luka operasi - Primigravida masih akibat otot dinding tegang abdomen dipergunakan • • sehingga masuk sehingga dan bekas Bekas seksio Linea Strie strie Kepala uterus alba gravidarum Umur kehamilan Berat Tingginya untuk menurut janin Kemungkinan kepala Mc fundus uteri mengukur dapat : Bartho-lomew JOHNSON sempit Donald.

yang resistensi Vulva dapat menjadi lokus minoris - Pengeluaran fluor -Kondiloma akuminata - Tanda Chadwick - Luka perineum vaginalis Infeksi - Infeksi atau dengan diagnosis kandida banding albikan baterialis virus trikhomonas persalinan phodophilin Perubahan 50% warna Tanda Jika vaginosis Infeksi ukurannya melalui besar sebaiknya SC Pengobatan berbahaya biru pada karena vagina hamil dengan dapat akibat menyebabkan terjadi tidak tinktura abortus hipervaskularisasi pasti .

- Bekas episiotomi Tungkai - Varises - Edema tungkai - Sikatriks pada paha - Sering terjadi karena kehamilan berulang preeklampsia masuk venereum kecuali merangkul Tidak agak kaki Tekanan Bekas atau pada luka vena limfe infeksi mengganggu sulit atau pada cafa Bendungan akibat kepala telah PAP inferior granulosa lainnya persalinan saat paha Tanda Bersifat kemungkinan herediter terjadinya Pemeriksaan kehamilan hendaknya sedini mungkin pada umumnya pemeriksaan dilakukan .

minimal    Aturan 1 I 2

4

kali kali kali kali ini

selama pada pada pada berlaku bila

hamil trimester trimester trimester

yaitu

: pertama kedua ketiga. normal.

pemeriksaan

kehamilannya

Pada saat pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan pemeriksaan dengan 7 T yaitu : 1. 2. 3. 4. 5 6. 7. Tablet .Tetanus Tes Temu Timbang Tekanan berat darah Tinggi tambah toksoid darah (TT) di badan ( kenaikan bila fundus diberikan lebih normal dari selama 140/90 uteri minimal 90 tablet 2 kali hamil mmhg 6 – 12 kg )

diperiksa,

adalah di

hipertensi. ukur.

selama selama

hamil. hamil. (PMS). rujukan

imunisasikan penyakit dalam

sebanyak menular rangka

terhadap wicara

seksual persiapan

Keluhan-keluhan

yang

Sering

Terjadi

Keluhan – keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan antara lain : 1. Sakit Mual Rasa Sering 2. Mual, Sulit Agak sulit bernafas terutama pada sakit/rasa tidak buang Pada muntah kadang enak dan pada perut air Trimester masih bagiaqn Pada Trimester I : kepala. muntah. bawah. kecil. II: ada. tidur. primigravida.

Pegal Rasa Bengkak 3. Pegal Lebih Mulas

pada tegang di kaki, yang yang Pada di

daerah timbul hilang

panggul sewaktu-waktu pada pagi hari di

atau perut bangun

bokong. bawah. tidur. III terasa. BAK. beraturan.

setelah

Trimester punggung/bokong makin miksi/ timbul tidak

sering yang

Bila hal-hal tersebut di temukan, perlu di jelaskan bahwa keadaan itu biasa dan normal di temukan pada ibu hamil.

Penyakit 1.

pada Penyakit

Kehamilan Jantung

Prognosis kombinasi ibu hamil dengan penyakit jantung tergantung dari faktor berikut ini : • • • • • • Apakah Kemampuan Hipertensi sudah untuk pernah dapat disertai mengalami memberikan dekompensasio pertolongan Apakah Diabetes disertai Umur Apakah Keparahan dan mungkin disertai penyakit paritas penyakit jantung penderita lain Hipertensi mellitus infeksi Anemia arithmia kordis adekuat

Prinsipnya adalah mempersiapkan ibu hamil untuk mencapai keadaan optimal pada saat inpartu

sehingga dapat berlangsung proses persalinan pervaginam. Persalinan pervaginam merupakan pilihan utama karena traumanya tidak terlalu besar.

Tidak terdapat perbedaan sikap dalam melakuakn ANC kecuali harus memperhatikan dua hal penting: Gejala terjadinya permulaan Terjadi dekompensasio kordis infeksi

2.

Hipertensi

Dalam melakukan evaluasi hipertensi pada kehamilan,. Pengobatan sebelum hamil merupakan tindakan yang paling tepat sehingga saat hamil tercapai kesehatan yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang ajnin dalam uterus sehingga tercapai well born baby dan well health Antisipasi terjadinya preeklampsi maupun mothe. eklampsi.

3.

Penyakit

Paru

Dalam keadaan hamil, fungsi paru yang dapat mempertahankan PO2 diatas 60 mmHg sangatlah penting sehingga tumbuh kembang janin intrauteri berlangsung sebagaimana mestinya. PO2 di bawah 60 mmHg sudah merupakan keadaan yang kritis khususnya bagi janin yang sangat sensitigf Berikan terapi akan yang aman kebutuhan bagi wanita O2. hamil

4.

Penyakit

Gastrointestinal

Penyakit gastrointestinal yang paling bnayak berkaitan dengan kehamilan adalah : • Perubahan hormonal saat hamil yang dapat menimbulkan penyulit terhadap proses dan fungsi gastrointestinal, dengan berbagai manifestasi klinis

• Gangguan resorpsi nutrisi melalui usus halus, sebagai tempat utama resorpsi nutrisi, untuk

Penyakit dan Kelainan Darah Kehamilan dapat menimbulkan perubahan fisiologis darah sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menegakkan diagnosa penyakit dan kelainan darah pada ibu hamil. Kekurangan tiroid pada kehamialn ini dapat menyebabkan pertiroidisme dan hipotiroidisme yang berpengaruh • pada tumbuh kembang janin dan terhadap kestabilan kehamilan paratiroid Endrokrin . Adapun bentuk penyakit dan kelaina darah ynag umum ditemui pada ibu hamil adalah : • • • Kelaianan hemoglobin darah Anemia Trombositopenia (hemoglobinopati) 6.tumbuh kembang janin • Penyakit liver yang mengatur kualitas dan kuantitas elemen nutrisi dalam darah sehingga dapat dikendaliakn • Kegemukan sesuai yang pada dapat dengan menimbulkan kebutuhan berbagai dapat komplikasi menimbulkan kehamilan kehamilan : Dampak Abortus Persalinan Gangguan Hipoglikemia Gangguan kehamilan prematuritas jalan yang berakibat fatal bagi janin dan lahir maternal darah pembekuan 5. Kesehatan darah ibu hamil sangat menetukan keberhasilan tumbuh kembang janin dalam uterus. Sistem • hormonal yang paling Penyakit banyak berpengaruh pada kehamilan Endokrin adalah : Endrokin tiroid.

Gangguan pad asistem ini bisa menyebabkan perdarahan post partum yang berpotensi syok 7. Hipoplasia yang menyebabkan produksi hormon berkurang dan menimbulkan manifestasi klinis Pada • kehamilan kekeurangan dapat Preeklampsi/ Solusio Retardasi Persalinan Endrokrin menyebabkan hormon : eklampsi plasenta IUG prematur pituitari Kelenjar pituitari dianggap mother of gland karena diduga merupakan kelenjar induk yang mengatur produksi hormon pada sistem kelenjar lainnya. Dugaan • • • • • • • Sering Persaliann ibu Penyakit hamil menderita Riwayat mengalami yang Kematian Intrauteri abortus sulit Diabetes diabetes mellitus Mellitus melalui : keluarga tanpa dengan janin growth sebab janin yang jelas besar-makrosomia intrauteri retardation Prematuritas Terdapat kelainan kongenital bayi Pengelolaan ibu hamil dengan diabetes mellitus bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah . Hiperplasia yang mengeluarkan hormon lebih tinggi dan menimbulkan manifestasi klinis kelebihan hormon 2.• Kelenjar adrenal mempunyai Endrokrin dua bentuk kelainan adrenal utama : 1.

sehingga tercapai keadaan euglukosa. sebagian dapat mempebgaruhi kehamilan atau sebaliknya kehamilan dapat memperparah penyakit sarafnya. ini Kelainan penyakit Gangguan dan dan kelainan ginjal Penyakit jaringan yang ikat Jaringan berkaitan dapat dengan Ikat : menimbulkan Hipertensi Proteinuria Terjadi akan menyebabkan terjadi eksaserbasi gangguan kehamilan dalam mendadak bentuk : Preeklampsi Gagal Terdapat ginjal antibodi pada kehamilan antifosfolipid Keberadaanya dapat menimbulkan ganggauan pembuluh darah menuju plasenta sehingga sekunder • • • 9. 8. terjadi persalinan pertumbuhan : prematuritas intrauteri intrauteri saraf Dijumpai beberapa kelainan saraf yang terjadi bersamaan dengan kehamilan. Kebanyakan a. Keguguran Retardasi Kematian Penyakit berulang. • • • Faktor • • b. Yang paling banyak dijumpai adalah migrain dan kejang 10. Faktor • • – Penyakit faktor Infertilitas yang (1 dan menimbulkan tahun Terminasi stress kelainan pada setelah kehamilan Jiwa : menikah) kehamilan .

Penyakit kulit Kelainan dan penyakit kulit yang sering berhubungan dengan kehamilan dapat digolongkan sebagai • • • Perubahan/ Perubahan kulit saat tata dermatologi yang berikut kehamilan berupa istribusi berkaitan dengan : hiperpigmentasi rambut kehamilan Perubahan keadaan .ilan keluarga genetik klinis Kehamilan dalam kebidanan medis dari takut keluarga berlebihan penuh keragu-raguan Komplikasi mengatasi yang • - Aspek Merasa Orang sosial ibu tidak tua hamil : mampu tunggal tergantung Sangat Kurang Konflik Masalah Kecanduan sosial dukungan keluarga interpersonal ekonomi obat 11.• • • • Kemampuan Terpisah Rasa untuk Komplikasi Penyulit Riwayat Gangguan Masalah keham.

trikomonas Hanya menimbulan komplikasi pada maternal Komplikasi janin praktis tidak dijumpai 2.kelainan kongenital ganguan mental Korioamnionitis Gonnorhea Sifilis Rubeola B-streptokokus . morbiditas dan mortalitas maternal atau perinatal akan dapat meningkat.• Kelainan / penyakit kulit yang disebabkan kehamilan Sebagian besar kelainan atau penyakit kulit yang bersamaan dengan kehamilan tidak mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin intrauteri secara murni.Parvovirus Komplikasi minima pada maternal . kematian. No Maternal 1.Merusak tumbuh kembang janin -Menimbulkan 3. Rubella Sitomegalovirus . 12. Penyakit hubungan seksual . Namun bila diikuti dengan infeksi sekunder yang dapat memberatkan keadaan ibu hamil sampai terjadi sepsis.HIV Menimbulkan morbiditas atau mortilitas ibu hamil dan janin serta neonatus yang tinggi Menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan janin nyatinggi serta neonatusnya 13. Bentuk Penyakit Infeksi infeksi Komplikasi Fetalis Infeksi kandida vagina albikans .

pertumbuhan rahim. Kekurangan protein mungkin menimbulkan anemia.Yang • • • • • • • • • termasuk dalam penyakit hubungan seksual pada kehamilan adalah : Sifilis Gonorhea Penyakit yang disebabkan Limfogranuloma Herper Penyakit human Ulkus Trikomonas HIV dan papilloma chlamydia trachomatis venereum simpleks virus molle vaginalis AIDS Nutrisi pada Ibu Hamil Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan daripada di luar kehamilan karena dipergunakan : Untuk Pertumbuhan Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. pertumbuhan kelenjar buah dada dan penambahan volume darah. oedema atau prematuritas. 1. Protein Kebutuhan protein dalam kehamilan bertambah yang disebabkan oleh bertambahnya metabolisme. mengadakan cadangan makanan dalam masa laktasi. toxemia gravidarum. . janin. untuk pertumbuhan janin.

3.2. Vitamin C : berguna untuk membantu penyerapan Fe dalam tubuh. Vitamin Pada binatang percobaan kekurangan vitamin dapat menimbulkan kelainan bawaan dan abortus. dan Fe. Fe berfungsi sebagai katalisator pembentukan Hb dalam darah sedangkan Ca dan P berguna untuk pembentukan tulang – tulang janin. riboflavin. mencegah scorbut. menambah kemungkinan perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. serta penting f. Ada kemungkinan bahwa kekurangan vitamin B complex dapat menyebabkan perdarahan pada bayi. P. dan Vit B6 atau pyridoxin. tetapi vitamin sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal. Vitamin B complek : terdiri dari Vit. Vitamin D : untuk berguna untuk pertumbuhan pertumbuhan tulang dan bersipat anti janin. e. Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal. Air Wanita hamil harus minum banyak air kira – kira 6 – 8 gelas sehari. . Vitamin A : berguna untuk menjaga kesehatan mata serta menambah daya tahan terhadap infeksi. rachitis. as.nicotin. Pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti. d.B1 ( thiamin ). c. Garam Kebutuhan bertambah terutama akan Ca. 4.

Melaksanakan yang komprehensif maupun 3. Menjaga asuan kesehatan skrining ibu dan masa janin baik fisik pada nifas maupun ibu : psikologis. janin. nutrisi. 2002 : 122) Tujuan 1. KB 122) . 2. (Buku acuan kepada bayinya Memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal dan perawatan pelayanan dan Neonatal.LANDASAN NIFAS TEORI NORMAL Pueperium (nifas) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandunagn kembali seperti keadaan sebelum hamil. 2002 : bayi sehat. (Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. pe. KB. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri.berian imunisasi 4. Lama masa nifas ini yaitu : 6 – 8 minggu.

psikologis Involusi pada masa nifas : Uterus Uterus berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.Perubahan-perubahan 1. Involusi Bayi Uri 1 2 6 8 2 Pertengahan Tidak Bertambah Sebesar 750 500 350 50 30 TFU Berat Uterus Lahir Lahir Minggu Minggu Minggu Minggu jari pusat teraba Setinggi bawah pusat pusat simfifis diatas simfifis kecil normal 1000 gr gr gr gr gr gr .

Involusi tempat plasenta Proses involusin uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran sebagai berikut : . tetapi biasanya pulih kembali 6. Sisa urine ini dan trauma pada dinding kantung kencing waktu . maka arteri harus mengecil 4.Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh kerena pembuluh endometrium yang berasal dari tepi 3. Perubahan lagi pada pada serviks masa dan nifas.Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm. Konsistensi lunak dan setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim. tetapi karena setelah plasenta tidak dibutuhkan lagi peredaran darah yang banyak.Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontaksi rahim. dalam waktu Saluran 6 minggu.Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama lochea . rahim Dalam kehamilan. dinding perut longgar karena direnggang begitu lama. kandung kemih dalam masa puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah. Setelah 2 jam dapat 5. sehingga kandung kemih penuh atau BAK masih ada urine resiolual.Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil. kencing Dinding saluran kencing memperlihatkan odema dan hiperamia. dilalui 2 3 jari dan setelah perut 7 hari hanya dan dapat dilalui 2 jari. permukaan kasar dimana pembuluh darah bermuara. vagina Setelah persalinan. . pada minggu ke 2 sebesar 6 – 8 cm dan akhirnya pveperium sebesar 2 cm.2. . . bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Dinding Peritonitis Setelah persalinan. luka Perubahan dan lapisan pembuluh basalis darah endometrium. uterus banyak mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar.

Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein.persalinan memudahkan terjadinya infeksi. hari ke hal tiga 315 post – partum. diperbolehkan bangun dari tempat tidur 24 – 48 jam post partum. Makanan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein. Laktasi Keadaan buah dada pada hari pertama nifas sama saja dengan keadaan kehamilan pada waktu dada belum mengandung susu. . mineral dan vitamin yang cukup. b. Melancarkan untuk pasca persalinan (konseling) : Mobilisasi mobilisasi mobilisasi pengeluaran dini setelah mempunyai 2 jam post partum. c. involusi mengurangi alat intestinal dan Mempercepat Melancarkan fungsi alat gastro alat perkemihan. kandungan. keuntungan infeksi Lochea. sayur-sayuran. : Pverperium. melainkan colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat oreola mamae. kebutuhan Mengkonsumsi dan tambahan 500 cairan kalori adalah per : hari b. Diet Makanan harus bergizi dan cukup kalori. Penderita 2. Dianjurkan Perawatan a. Dalam beberapa hari post partum seorang wanita akan kehilangan 2 – 3 pon cairan tubuh. d. dan buah-buahan. banyak cairan. Dilatasi ureter dan pylium normal kembali dalam waktu 7. Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran metabolisme. 2 minggu. Colostrum adalah cairan kuning prtama yang keluar pada saat ibu menyusui dan biasanya (Obstetri berlangsung Fisiologi pada UNPAD. Indakan asuhan yang baik pada masa nifas tentang a. 318) Perawatan 1.

e. Suhu Harus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena kenaikan suhu adalah . selalu basah pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama.ah itu pembentukan urine oleh ginjal meningkat. in atau perawatan satu tempat (satu kamar) Senggama Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Dil zat besi harus diminum untuk menambah zat besi setidaknya 40 hari post partum. aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja. Salah satu cara untuk meningkatkan ASI dan memudahkan menyusui adalah dengan rooming 6. Sedangkan ada pula wanita yang tidak dapat menahan BAK sehingga 4. 3. obat laksans Perawatan per oral payudara atau perektal. Bila masih sulit BAB dan terjadi opstipasi apabila terjadi BAB dapat diberikan 5. Minum kurang lebih 3 liter per hari. Anjurkan untuk BAK setiap 6 jam. Produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positiv adalah involusi uterus akan lebih sempurna. tidak keras sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. 7. d. Pada beberapa wanita dalam 24 jam pertama post partum merasa susah BAK karena robekan pada saat persalinan pada jaringan vagina dan jaringan sekeliling kandung kemih. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri. Bila bayi mulai disusui. Defekasi Harus dilakukan 3 – 4 hari. tetapi yang paling ditekankan adalah kenyamanan ibu dalam melakukan hubungan. Sete. (Mammae) Perawatan payudara harus dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas. isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. Minum kapsul vitamin A agar bisa memberi bayinya vitamin A melalui ASI. Miksi Segera setelah persalinan kandung kemih harus kosong. Ibu siap.c.

Kalau ada kelainan. 5 Follow hari. keadaan didinding perut dan buah dada diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan 11. ekonomi dan keadaan tempat ibu tersebut bersalin. b. Oleh karena. Biasanya ibu bersalin dirawat selama 3 – 10. injektable atau sterilisasi. keuntungannya. Kapan metode ini dapat mulai digunakan untuk wanita pasca salin yang menyusui. pil dapat mempengaruhi sekresi air susu. tensi. air kencing. Pada ibu golongan pertama biasanya haid datang setelah 8 minggu setelah persalinan. ini. 8.tanda pertama infeksi. biasanya ditawarkan IUD. oleh karena pada saat ini motivasi masih saat tinggi. ialah keadaan sosial. Lamanya perawatan Lamamnya perawatan bagi ibu yang sedang bersalinditentukan oleh keadaan. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu ada baiknya untuk bertemu . 9. haid datang lebih cepat dari ibu yang menyusui anaknya. Keadaan umum. kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4 kali sehari. Sebelum menggunakan metode KB. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38 derajat celcius 2 hari berturut-turut dalam 10 hari yang pertama post partum. samping. hal-hal berikut perlu dijelaskan terlebih dahilu pada ibu : a. Up Enam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri kembali. Kelebihan e. Berencana Keluarga Masa post partum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan kontrasepsi. Datangnya Haid Kembali Ibu yang tidak menyusui anaknya. c. d. segera diobati. Bagaimana Bagaimana metode ini dapat mencegah atau Efek menggunakan metode kehamilan dan efektivitasnya. dalam yang teliti.

kesadaran. jumlah pengeluaran (Obstetri Fisiologi. Pengawasan keadaan umum ibu : tekanan darah. 2. Hari pertama Taking In : Ibu berfokus terhadap diri sendiri. 3. 4. Pengawasan kala IV yang sebetulnya pada jam pertama dari nifas meliputi : 1. 328) Adaptasi psikologis Ibu adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar biasa. nadi. Pengawasan payudara. apakah ASI sudah keluar atau belum. punya keinginan merawat bayinya sendiri. Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali dan setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. keadaan putting susu. beri dukungan baik dari petugas maupun keluarga. Pengawasan Pengawasan pendarahan kontraksi keadaan Pengawasan maupun uterus sekret yang keluar ada dari vagina yang emosional. dll. minta diperhatikan. Hari kedua Taking Hold : Ibu menjadi mandiri. 3. 2. ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain. 322 – dll. respirasi. Post partum blues biasanya terjadi sekitar hari ke . suhu. Post partum blues merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh wanita yang terpisah dari bayi dan keluarganya. hal ASI. keadaan umum. tertinggal. Minggu pertama Letting Go : Masa mendapat peran baru. TFU (lochea). dan apakah plasenta 5. Adaptasi psiklogis ibu terbagi menjadi 3 : 1.dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk mengetahui apakah metode tersebut berjaln dengan baik.

3 Tanda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

hingga dan

hari gejala post

ke partum

5

post blues adalah

partum. :

Sangat

emosional Sedih

Khawatir

jika

tidak Mudah

ada

yang

merawat

bayinya. tersinggung Cemas

Merasa Mudah Sedih Menangis tanpa

hilang

semangat marah ada sebabnya kali.

berulang

Beberapa

faktor

yang

dapat

mendorong

terjadinya

post

partum

blues

adalah

:

1. Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa kecewa dan sedih. 2. 3. Pengalaman Rasa sakit melahirkan atau letih yang sulit dapat menyebabkan hingga ibu ibu merasa merasa letih. down.

setelah

melahirkan

4. Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran sebagai orang tua dirasakan sebagai beban oleh ibu.

5. Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.

6. Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu merasa kecewa atau sedih. 7. Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumah sakit dapat menambah permasalahan.

Tanda-tanda

bahaya

pada

masa

nifas

:

1. Pendarahan pervaginan yang luar biasa ataua tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari

pendarahan haid biasa atau bila memerlukan pergantian pembalut 2 x dalam setengah jam). 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengeluaran Rasa Sakit kepala sakit yang pervaginam bagian terus menerus, di waktu BAK yang bawah nyeri mata atau warna jika baunya abdomen epigastrik atau kurang atau masalah di tidak dan enak terasa yang di sedap. punggung. penglihatan. tangan. badan. sakit. lama. kaki.

Pembengkakan Demam, Payudara rasa yang sakit

atau merasa panas waktu

berubah nafsu gerah,

menjadi makan

merah,

Kehilangan Rasa sakit,

dalam dan

lunak

pembengkakan

10. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengurus diri sendiri atau mengasuh bayinya. 11. 12. 13. Nyeri panggul Merasa sangat Lemas atau abdomen yang lebih letih atau luar dari keram hal uterus nafas terengah-tengah. biasa. biasa .

(Asuhan

Persalinan

Normal,

140)

Komplikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Infeksi

masa Puerperal Trauma

nifas

: Morbili Genetalia Endometritis Mastitis

Abses Tromboplebitis

Dada Berat Dll

LANDASAN KELUARGA

TEORI BERENCANA

Pelayanan 1.

kontrasepsi Tujuan

mempunyai

2 Umum

tujuan

: :

Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu dihayatinya NKKBS.

1) a. 2) a) • • Diafragma Metode Metode Metode Metode suhu Natural Fertility Metode Metode Tanpa KB Family Awarreness Periodic Metode Pantang Kalender badan lender Sympto Coitus Dengan basal Serviks Kontrasepsi Sederhana Alat Alamiah Planning Methods Abstinens Rhythm berkala (Ogino-Knauss) (Thermal) (Billing) Thermal Interuptus Alat Mekanis Kondom Barier pria intravaginal . • • • • • • • • • b.guna mencapai tujuan tersebut maka ditempuh kebijaksanaan • • • mengkategorikan Fase Fase Fase 3 fase menunda menjarangkan menghentikan/mengakhiri untuk mencapai sasaran yaitu: perkawinan/kesuburan kehamilan kesuburan Macam-Macam I. Tujuan pokok : Penurunan angka kelahiran yang bermakna.2.

Kap Spons Kondom b) Spermisid Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal Vaginal soluble ( serviks sponge) wanita Kimiawi : cream foam jelly suppositoria tablet film II. 1) a) Pil Mini Morning Oral Metode Kontrasepsi Modern Hormonal Per-Oral Kombinasi (POK) Pil After pil b) DMPA NET_EN Microsphere Microcapsules Injeksi/ suntikan c) Sub-Kutis/ Implant .

tubal band.ceramik dan proplast plugs.Implanon) (Capronor.radium cobalt dan lain-lain Laser Medis tuba koagulasi Operatif Wanita falopii tuba falopii bilateral (fimbrial cap) tuba falopii secara mekanis: Penjepitan tuba falopii (hemoclip.polyethylene plug.Norplant-2. Ligasi Elektro Fimbriektomi Salpingektomi Ovarektomi Histerektomi Fimbriotexy ovaroitexy Penyumbatan non biodegradable biodegradable (Norplant.ST-1435.falope ring.yoon band.spring-loaded clip.Dacron dan Penyumbatan Phenol Quinacrine tuba (carbolic Teflon falopii acid) secara plugs) kimiawi: compounds) .filshie clip) Solid plugs (solid silastic intra tubal device.Implant Implant 2) 3) a) Penyinaran Radiasi Sinar Operatif.Pellets) Device (IUD)/ AKDR Mantap: Wanita Intra Uterine Kontrasepsi Pada sinar X.

Di bawah ini akan dikelaskan secara rinci mengenai kontrasepsi Suntik. pemakaiannya yang praktis.Ag-Nitrat) Semua jenis kontrasepsi diatas mempunyai keuntungan kerugian dan cara pakai yang berbedabeda.Methyl-2 AgGelatin-resorcinol-formaldehide Ovabloc b) Medis Vasektomi/ vasektomi cyanoacrylate (MCA) Nitrat (GRF) Pada Operatif tanpa pisau Pria Pria (VTP) Penyumbatan Penjepitan Plugs Intra Vas Penyumbatan Vas-Deferens secara mekanis : Vas-deferens Vas Device Values vas-deferens secara kimiawi (Quinacrine. tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan. harganya relative murah. KONTRASEPSI SUNTIK Kontrasepsi hormonal jnis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif. Profil .Ethand.

kesuburan dapat kembali setelah beberapa lama dan cocok untuk ibu-ibu yang sedang menyusui .3 kehamilan per 100 perempuan / tahun DMPA memiliki efektifitas tinggi. yang diberikan setiap 3 blank dengan cara disuntik IM Cara Mencegah Kerja ovulasi Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan Menghambat selaput lendir rahim gamet tipis oleh dan atrofi tuba transportasi Efektifitas Bila menyuntikkan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan makakedua jenis kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. tidak dalam masa 4 reproduksi bulan ASI Kembalinya Cocok untuk rata-rata menekan karena produksi Jenis Kontrasepsi Suntikan o Cyclofem mengandung 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali o Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) mengandung 150 mg DMPA. sederhana cara pemberiannya. dengan 0.• • • • • Dapat dipakai oleh kesuburan masa laktasi Sangat efektif Aman semua lebih perempuan lambat. cukup aman.

Depo Noristerat menyebabkan siklus haid lebih stabil. dan gangguan Tidak Sedikit Klien Dapat tidak digunakan oleh perlu perempuan kanker memiliki pembekuan pengaruh efek menyimpan > 35 tahun dan obat sampai terhadap darah ASI samping suntik perimenopause ektopik payudara panggul cell ) Membantu Menurunkan Mencegah Menurunkan mencegah endometrium penyakit kehamilan jinak radang kejadian beberapa krisis penyebab anemia penyakit sabit ( blank sickle Keterbatasan o Siklus Perdarahan Perdarahan Tidak Sering haidyang ditemukan gangguan memendek banyak atau perdarahn sama atau haid seperti: memanjang sedikit (spotting) sekali yang tidak teratur haid atau bercak . amenorea lebih jarang dan efektifitas lebih cepat kembali setelah berhenti menjadi akseptor Keuntungan Sangat Pencegahan Tidak berpengaruh kehamilan pada jangka hubungan suami efektif panjang istri Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung.

menurunkan libido. nervositas. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya( tempat suntikannya) o Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang o Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang ( densitas) o Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan vagina.o Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik ulang) o o Tidak dapat dihentikan berat sewaktu-waktu badan merupakan sebelum efek suntikan samping berikutnya tersering Permasalahan o Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual. dan jerawat. hepatitis B virus. Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin Usia Nulipara Menghendaki Menyusui Setelah Perempuan Perempuan Perempuan yang dan kontrasepsi dan jangka telah panjang dan yang memiliki memiliki reproduksi anak efektifitas yang tinggi sesuai menyusui keguguran tubektomi perokok membutuhkan dan abortus anak. dengan masalah pembekuan darah atau . kontrasepsi tidak atau belum melahirkan setelah telah banyak tetapi menghendaki Perempuan dengan tekanan darah < 180/110 mmHg. atau o Terlambatnya infeksi kembali kesuburan setelah virus penghentian HIV pemakaian o Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadi kerusakan/ kelainan pada organ genitalia. sakit kepala. gangguan emosional (jarang).

asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum pernah melakukan • Pasca koitus keguguran . selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual Cara Pemberian • pada sesudah ASI hari berproduksi atau Pasca ke sebelum ibu 3-5 pulang dari persalinan postpartum rumah sakit 6-8 minggu pasca persalinan. Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin o Perempuan hamil atau dicurigai hamil ( resiko cacat 7% per 100. injeksi pertama dapat diberikan setiap saat asalkan tidak hamil.anemia blank sabit Perempuan mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.000 kelahiran) o Perempuan dengan perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya o Perempuan yang tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid. terutama amenorea o o Waktu Perempuanang Perempuan dengan menderita diabetes Mulai mellitus kanker disertai payudara komplikasi Penggunaan • • Mulai Setiap dari hari saat pertama selama sampai hari siklus ke-7 siklus haid haid • Pada perempuan yang tidak haid.

Obati penyebab tersebut dengan cara sesuai 5. Bila perdarahan yang terjadi mengancam klien. suntikan jangan dilanjutkan lagi. Untuk mencegah anemia diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi. Jelaskan hal tersebut biasa ditemukan pada blank pertama penyuntikan 7. 3. klien perlu diberi pengobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan 6. Perdarahan banyak atau memanjang ( lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari biasanya). Bila terus berlanjut atau setelah tidak haid. . Perdarahan ringan atau spotting sering dijumpai. Bila ditemui penyakit radang panggul atau penyakit akibat huungan seksual. tetapi tidak Amenorea Perdarahan berbahaya 4. perlu dicari penyebabnya dan bila ditemukan kelainan ginekologi. namun penyebab perdarahan perlu dicari penyebabnya.Setelah 30 • Waktu haid hari pasca abortus. selesai sala Masa pada hari ke ibu tidak hamil kuretase lagi interval 3-5. 2. Pilih kontrasepsi lain. klien perlu diobati dan dirujuk 8. Penanganan Gangguan Haid 1. Bila gangguan tersebut menetap.

A. Istri Nama Umur Suku/Bangsa : : : 26 Ny. S tahun Jawa/Indonesia Tn.00 April 2010 wib Margie Ayu Melia Novita I.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU HAMIL SULISTYANI LAMPUNG Hari/Tanggal Pukul Anamnesa Oleh : : : Kamis. 32 SUBJEKTIF Identitas Suami E tahun Jawa/Indonesia . 1 17.

2 • • • Mual PP ddan test Tanda Amenorhea muntah : : ya.3 Gerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20 minggu dan dalam 10 menit . 2. : : : Perwira No. ya.Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Jln. Alasan Kunjungan : Pemeriksaan kehamilan rutin dan ingin mengetahui keadaan kesehatan ibu dan janinnya.1 • • • • • • • Riwayat Kehamilan Riwayat saat ini Menstruasi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : : 14 30 tahun hari 6 hari setiap hari ada 2009 2010 5 kali : : 15 24 ganti – pembalut tidak Juli April Dismenorhea HPHT TP : 2.6 Islam SMP IRT Terminal Inud Islam D3 Wiraswasta Rajabasa B. Agustus 2. – tanda : pada positif usia kehamilan 29 8 – kehamilan ya 16 minggu 2009 terutama hasil (+). 2. ANAMNESA 1.

terakhir 4 – 5 kali 2. 1 – mangkuk 4 sayur. 1 kali ptg Hamil sehari ikan/ayam 2. : ½ 2-3 mangkuk sayur.5 Sebelum • • Jenis Pola Makanan : Pola Pemenuhan Nutrisi Hamil Makan 1 prg nasi. 1 x ptg sehari ikan/ayam Setelah • • Jenis Pola Makanan Makan : 1 1½ : prg 3 nasi.6 Sebelum • Warna BAK Pola Eliminasi Sehari – hari Hamil : Frekuensi : : 3 – Kuning 4 kali sehari Jernih • Warna Konsistensi BAB : Frekuensi : : : 1 kali sehari Kuning Lembek .4 • • • • • Mual Gangguan Sakit Nyeri Pengeluaran Keluhan dan muntah Penglihatan kepala saat BAK pervaginam : yang : : tidak tidak tidak : : tidak tidak dirasakan ada ada ada ada ada 2.

dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1. pada saat umur kehamilan 4 dan 5 bulan.7 Pola aktivitas sehari – hari • Istirahat dan Pola tidur : Ibu tidur 7-8 jam sehari.8 Imunisasi : TT lengkap. 2. dan jarang tidur siang • • Seksualitas Pekerjaan : : ibu ibu mengatakan pekerjaan tidak ringan ada rumah keluhan tangga mengerjakan 2. Persalinan.Setelah • Warna BAK : Frekuensi : : 4 – 5 kali Hamil sehari Kuning • Warna BAB : Frekuensi : : : 1 – 2 kali sehari Kuning Lembek Konsistensi 2.9 Kontrasepsi yang pernah digunakan : KB Suntik 3 Riwayat Kehamilan. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat . BB PB 2.

5. diabetes mellitus.4. merokok atau melakukan pencucian vagina 5. Sosial direncanakan : Ya kali tahun Status Perkawinan : Menikah 1 4 5.1 5. campak.3 Susunan Keluarga yang tinggal dirumah . hipertensi.2 Jumlah Lama : apakah kehamilan ini Riwayat direncanakan/ : tidak : Ya. jamu.1 • • • • • • Riwayat Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria Riwayat yang : : : Melitus : : : tidak tidak pernah atau tidak tidak tidak tidak sedang Kesehatan diderita ada ada ada ada ada ada 4. 4.2 Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak terdapat penyakit menurun seperti jantung. dll 4. hepar.3 Riwayat Kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi alcohol / obat – obatan sejenisnya.

Jenis Kelamin Umur Hubungan Pendidikan Pekerjaan Keterangan Laki 32 th - Laki th Suami D3 Wirasawasta Sehat Perempuan 3 Anak Sehat 5. TTV : BB setelah Tinggi LILA : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 sebelum hami Badan : : 24 : : Emosional 100/60 X/menit hamil : mmhg T : 53 155 R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36. 7.5 44 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC Kg Kg cm cm B. A. N 5 BB 6.4 Kepercayann yang pernah dianut keluarga : tidak ada II. 2. 4. Pemeriksaan Fisik . 3. 2.No 1. 3. 1.

1. Pengeluaran Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada e. : : : Menonjol kanan Pembesaran dan dan Tidak Belum : Ada bersih kiri ada ada Pengeluaran h. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. Kepala : : Kulit kepala : Hitam. tidak tidak ada Inspeksi ketombe rontok Rambut b. Sklera Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) d. Abdomen : Pembesaran : Sesuai usia kehamilan . Bersih. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g. a. Putting Simetris Benjolan Dada susu : : Payudara : Ya. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f.

Punggung dan Pinggang : Posisi punggung : Lordosis j. Tumor Abdomen : Pembesaran : Lien dan Tidak Limpa: Tidak ada ada d. keluar gatal Anogenital cairan : Tidak putih dan dilakukan (namun Ibu tetapi mengatakan tidak berbau) berlendir tidak 2. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. Muka : Edema :Tidak Palpasi ada b.Bekas Striae Linea luka : operasi : Tidak : Tidak ada ada Nigra i. Kel.Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. . Varises Ekstremitas : : Kemerahan : Tidak Tidak ada ada k. Leher getah : Kel. dan tidak melenting. Uterus . agak lunak. a. bening Thyroid : :Tidak Tidak ada ada pembengkakan pembengkakan c. Donald : 29 cm).

Glukosa 2.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. 2 Tidak LABORATORIUM dilakukan dilakukan gr % III. kanan : Tidak dan Perkusi ada kiri C. b. tidak ada DJJ 140 pusat sebelah kiri bunyi ronchi lup dan : Auskultasi dup wheezing (+) X/menit perut ibu 4. 1.2 (29 2406 : – 1. Darah : Urine : : PEMERIKSAAN Protein : Tidak Hb : 10. b. c. : Normal. a.7) gr IV – x 7. rata. Frekuensi Punctum maximum : 3 Jantung Paru-paru : Uterus : jari dibawah : Normal.. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin .2 (TFU 7. a. Nyeri Refleks ketuk Patella punggung : dan (+) pinggang . keras. ASSESMENT .7) 100 – x : 100 gr gr ± 2706 ± Konvergen 150 150 gr gr gr 3.

maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan .Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air Apabila ada tanda – tanda diatas muncul.Sehingga bila terjadi salah satu hal diatas ibu dapat segera mendatangi tenaga kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu diatas 3.• • • Diagnosa Diagnosa Janin : Ibu Janin : tunggal. Memberi tahu ibu mengenai tanda – tanda bahaya dalam kehamilan. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi • Ibu janin mengerti juga tentang dalam penjelasan keadaan yang sehat diberikan 2. PLANNING 1. Tidak P1 presentasi A0 kepala ada Masalah IV. yaitu : . Menjelaskan pada ibu tanda – tanda persalinan. : Ibu hidup G2 intrauterine. yaitu: Bengkak Keluar darah Pusing atau sakit kepala yang tidak hilang dengan istirahat kabur kaki – tiba dari dan jalan wajah lahir Penglihatan pada tiba .

gerakan kaki kanan dan kiri sama – sama ke arah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakan kaki kerah luar. Lakukan sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit .Latihan Pembentukan Sikap Tubuh : berbaring terlentang. kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit seluruh tubuh lemas dan rileks . Mengajarkan pada ibu senam hamil untuk usia kehamilan > 35 minggu yaitu : Latihan Latihan Pendahuluan ( 1 6 gerakan ) : . letakkan dagu diats dada melihatlah kerah vulva.letakkan tungkai kanan diatas tungkai kiri. kedua lengan disamping badan dan bahu.ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri diatas tungkai kanan. lakukan masing – masing 8 kali Latihan Inti ( 3 gerakan ) .duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan. lemaskan seluruh tubuh lakukan pernafasan secara teratur dan berirama.putar kedua kaki bersama – sama ke kanan dan ke kiri masing – masing 4 kali Latihan duduk tegak kedua 2 tungkai lurus dan : rapat . kaki kanan jauh ke belakang. . lakukan masing – masing 4 kali . kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menghempaskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubuur beberapa saat kemudian istirahat .4.Latihan Kontraksi dan Relaksasi : berbaring terlentang dengan kedua lengan disamping badan kedua kaki lurus. lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan dan kaki gerakan kaki kanan kiri jauh kebelakang.gerakan kaki kiri jauh kedepan. lakukan masing dan kiri sama – sama ke – masing 8 dan ke kali kiri kanan .

tegangkan bahu. lemaskan seluruh badan. tegangkan kaki dan tahan nafas. buka mulut sedikit dan bernafas nya sedalam – dalamnya. Lakukan sebanyak 8 kali . tegakkan otot leher. Setelah beberapa saat. lemaskan otot – otot badan termasuk muka.Latihan Relaksasi : tutup mata dan lemaskan seluruh persendian. Latihan mengedang seperti buang air besar kerah bawah depan. Setelah mengedan kembali ke posisi semula. Tangan kanan ditekuk kedepan badan dan tangan kiri dibelakang badan. pilihlah tempat yang paling tenang atau tutuplah mata dan telinga pusatkan fikiran anda pada satu titik. Memberikan obat – obatan yaitu tablet Fe dengan dosis 200mg 1x1/hari untuk membantu pertumbuhan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia. dan Licokalk 500 mg 1x1/hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu dan janin 6. dirumah mengerti 5. kepalkan kedua tangan. hilangkan semua suara yang mengganggu. kerutkan dahi. vitamin C 50mg 1x1/hari untuk membantu penyerapan Fe. kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh. lalu tutup mulut.Tegakkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan rahang. Lakukan sebanyak 4 kali dengan interval 2 menit Latihan Penegangan dan Relaksasi ( 2 gerakan ) . Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian.Latihan Pernafasan : tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua lengan ( posisi lititomi ) dan rileks. Posisi relaksasi adalah berbaring terlentang. Tenang. atasi tekanan. tegangkan otot – otot perut. kerutkan anus. Lutut kanan diletakkan kedepan lutut kiri dan keduanya ditekuk. dan segera datang . Misalnya pada irama nafas. Lakukan selama 5 – 10 menit . • Ibu kedua dan lutut mengikuti ditekuk gerakan senam atau dan berbaring akan mencoba miring.Latihan Penegangan : berbaring miring ke arah punggung janin misalnya kekiri. mata dipicingkan.

3.jika ada keluhan. 1. agar kehamilan ibu dapat dipantau sehingga jika terjadi komplikasi/masalah dapat segera diatas • Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan segera datang jika ada keluhan KUNJUNGAN II Anamnesa Tanggal Pukul Oleh : : : Margie 6 08. Ayu April 00 Melia Novita 2010 wib I.5 : OBJEKTIF Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC B. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Pemeriksaan Umum Compos : : 20 36. • Pemeriksaan Khusus Kebidanan Palpasi . 4. Ibu Ibu mengatakan mengatakn badannya gearakan pegal bayinya – SUBJEKTIF pegal aktif II. A. 2.

keras.7) IV – x 7. dan tidak melenting. tidak ada dan nyeri ketuk Pinggang pinggang • Tidak ada oedema. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu. varises.Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. Donald : 29 cm).7) 100 x : 100 gr gr ± ± Divergen 150 150 gr gr GRAM 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ). rata. agak lunak. memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin .Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar.2 (TFU 7. melenting TBJ : : Leopold (Niswander) 1. kemerahan dan kekakuan otot Ekstremitas dan sendi ..2 (32 : – 1. frekuensi 132 x/menit • Refleks Patella Positif ( + ) kanan dan Perkusi Kiri • Posisi punggung Punggung lordosis. .Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc.

letakkan tangan pada awal pemijatan dengan menutup payudara dibagian pinggir . Menjelaskan kepada ibu bahwa pegal – pegal di pinggang yang dialaminya adalah normal karena posisi badan ibu yang lebih condong kedepan karena perut yang mengalami pembesaran hingga • Ibu otot – mengerti otot penjelasan pinggang yang tertarik diberikan 3.gerakkan tangan kedepan menuju aerola. presentasi kepla IV. Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 Hamil 37 Minggu ASSESMENT 4 Hari Diagnosa Janin : Janin tunggal. yaitu : .beri kompres minyak pada puting susu selama 2 menit dengan kapas yang diberi minyak oleskan minyak / baby oil pada kedua telapak tangan . PLANNING 1. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obat dan multivitamin yang telah diberikan • Ibu mengatakan akan tetap memakan obat – obat yang telah diberikan 4.III. Mengajarkan ibu cara melakukan perawatan payudara. Menganjurkan kepada ibu untuk memeriksakan diri kembali jika ada keluhan • Ibu mengatakan akan memeriksakan diri jika ada keluhan 5. Hidup intrauterine. menekan dengan kuatpada seluruh payudara . Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2.

-

gerakan

ini

diulang

selama

5

10

menit

- pegang payudara dengan satu tangan dan kelenjar susu ditekan dengan tangan lain, ibu jari dan jari diakhir bersihkan – pemijatan, puting puting susu dan jari susu ditarik yang keluar dengan dengan lain jari handuk selama dan 2 air dibawah menit hangat

seluruh

payudara

6.

Menjelaskan

pada

ibu

tanda

tanda

persalinan,

yaitu

:

- Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek Keluar Keluar lendir air bercampur – darah air

Apabila ada tanda – tanda diatas muncul, maka ibu dapat segera mendatangi petugas kesehatan • Ibu mengerti dan akan datang ke petugas kesehatan bila ia mengalami salah satu tanda persalinan yang dijelaskan

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN Ny.

KOMPREHENSIF S DI

PADA BPS

IBU

BERSALIN SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal Pukul

Oleh : :

:

Margie 06

Ayu April 17.30

Melia

Novita 2010 wib

KALA

I

I.

SUBJEKTIF

• Ibu mengatakan mulas- mulas yang semakin lama semakin sering dan semakin kuat sejak pukul 15.00 • Ibu mengtakan keluar lendir sejak pukul 16.00 wib wib

• Ibu mengatakan dalam 10 menit merasakan mules yang lamanya kira-kira 35 detik, banyaknya 3 kali • Ibu mengatakan belum berasa ingin mengedan, dan gerakan janinnya aktif

II.

OBJEKTIF

A. 1. 2. 3. 4. N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 :

Pemeriksaan Umum : Emosional 100/70 X/menit mmhg T R : Compos : : 20 36,5 :

Umum Baik Mentis Stabil X/menit oC

B. •

Pemeriksaan

Khusus

Kebidanan Palpasi

- Leopold I : TFU 3 jari di bawah PX (Mc. Donald : 29 cm). Pada bagian fundus teraba satu bagian besar, agak lunak, dan tidak melenting.

- Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar, rata, memanjang dari atas : Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil kebawah janin

30 inpartu atau Dalam belum wib Bidan rektokel lahir Lunak 60% cm Positif Kepala UUK Konsistensi Pendataran Pembukaan - . keras. punctum maksimum 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu.2 (TFU 7.7) – x 7.2 (32 : – 1.Leopold III : Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. frekuensi 142 x/menit • Frekuensi 3x/10 menit.7) 100 x 100 gr gr ± ± 150 150 gr gr gram 2406-2706 • Auskultasi DJJ ( + ). Lamanya 30-40 HIS detik • Atas Pukul Oleh Dinding Portio Vagina : : indikasi : untuk Pemeriksaan mengetahui : : tidak Arah : : : : Ketuban Presentasi Penunjuk : : : 6 ada sistokel searah dan jalan apakah ibu sudah 17. melenting - Leopold IV : Divergen TBJ : : (Niswander) 1..

PLANNING 1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kehamilannya bahwa keadaan ibu baik dan kondisi janin juga • Ibu dalam mengerti tentang keadaan penjelasan yang sehat diberikan 2.III. • Menghadirkan Ibu orang terdekat untuk menemani oleh ibu saat bersalin suaminya ditemani 4. Anjurkan ibu untuk berjalan ataupun jongkok jika ibu masih kuat. Diagnosa Ibu : Penurunan : H III ASSESMENT Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala I Fase Aktif Diagnosa Janin : Janin tunggal. hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada IV. • Memantau Persalinan kemajuan persalinan terpantau menggunakan dengan partograf baik 3. Menganjurkan ibu untuk cukup makan dan minum agar ibu mempunyai tenaga yang cukup untuk • Ibu sudah minum secangkir teh mengedan manis 5. Namun jika tidak. Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. anjurkan ibu untuk tidur dengan miring kekiri agar .

seperti partus set. peralatan resusitasi.asupan • Ibu O2 memilih ke posisi janin tidur tetap miring lancar kekiri 6. heating set. perineum menonjol.40 wib ) SUBJEKTIF . Menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat persalinan. pakaian ibu. vulva membuka. anus mengembang Atas Pukul indikasi : : Periksa untuk menilai 20.15-20.15 kemajuan dalam persalinan wib . perlengkapan bayi.Ibu mengatakan rasa mulas dan sakit pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah yang semakin Ibu mengatakan ingin sering mengedan OBJEKTIF N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 : : Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : Umum Compos : : 20 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC . cairan dekontaminasi dan alat perlindungan diri • Segala peralatan telah siap pakai KALA II ( Pukul 20.Adanya dorongan ingin meneran.

hidup intrauterine presentasi kepala Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Dukungan dan Motivasi PLANNING 1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaannya dan janinnya dalam keadaan baik. pembukaan sudah lengkap maka ibu sudah siap untuk melahirkan . + frekuensi 4 ). lamanya 140 > 40 x/menit detik ASSESMENT Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil aterm inpartu kala II Diagnosa Janin : Janin tunggal.- Dinding Portio Vagina : : Arah tidak : : ada sistokel searah dan jalan rektokel lahir Lunak Konsistensi Pendataran Pembukaan Posisi Penurunan Ketuban : : Presentasi Penunjuk : : > Lengkap Negatif : : UUK : ( 80 (10 - % cm) ) Kepala UUK Depan H IV HIS DJJ ( + ( ). x/10 frekuensi menit.

Lahir Penanganan Meletakkan bayi diatas perut ibu dan segera membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi . Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar sewaktu ada his. Kemudian penolong mengarahkan kebawah untuk melahirkan bahu depan dan mengarhkan keatas untuk melahirkan bahu belakang. tangan laiin menyusuri badan bayi. Melahirkan Bahu dan Seluruh tubuh bayi Setelah bayi melakukan putaran paksi luar. Lalu memeriksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher bayi. • Memberikan Ibu ibu minum minum saat secangkir tidak teh ada his manis 4. Bayi dan lahirlah seluruh Baru tubuh bayi. Lalu menyelipkan satu tangan ke bahu dan lengan bagian belakang bayi untuk menyangga kepala dan satu c.• Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2.Setiap ada his. kedua tangan ibu merangkul paha dengan mata membuka melihat perut . b. satu tangan lain menahan perineum agar tidak terjadi robekan.Dagu ibu menyentuh dada. penolong meletakkan satu tangan dikepala bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal. yaitu : . a. penolong mengusap muka bayi dengan kasa/kain bersih. gigi beradu dan tidak bersuara selama mengedan • Ibu Ibu beristirahat mengerti dan diantara akan kontraksi melaksanakannya 3. Setelah kepala bayi lahir. penolong menempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi ( secara biparietal ). Melakukan pertolongan Melahirkan persalinan dengan Kepala prosedur APN : Bayi Memimpin ibu mengejan saat kepala sudah tampak 5 – 6 cm didepan vulva.

bayi menangis spontan. Lalu menjepit dan memotong tali pusat. Menilai bayi yaitu.50 wib ) mengatakan mengatakan bahagia kaarena perutnya lemas bayinya telah terasa setelah lahir selamat mulas melahirkan dan sehat OBJEKTIF N Tali TFU Kontraksi Pusat : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus Berada : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : di Umum Compos : : 20 36.5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik vulva ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 .40-20. KALA SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu merasa III ( pukul 20. dan warna kulit bayi kemerahan. Kemudian segera mengganti handuk/kain yang basah dengan yang kering dan melakukan inisiasi menyusu dini ( IMD ) yaitu meletakkan bayi secara tengkurap didada ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibunya. bayi bergerak aktif.kecuali pada bagian tangan.

Memindahkan klem sekitar 5 – 10 cm didepan vulva. lengkap dengan selaput kotiledonnya. saat ada his letakkan satu tangan di supra simfisis dan melakukan gerakan dorso kranial dan tangan lainnya menegangkan tali pusat searah jalan lahir .Saat adanya semburan darah tiba – tiba.Meletakkan kain diatas perut ibu lalu lakukan masase fundus sebanyak 15 kali dalam 15 detik Lalu periksa kelengkapan plasenta .Saat plasenta nampak didepan vulva. dan periksa luka laserasi • Plasenta lahir spontan pukul 20.50-22.50 wib ) SUBJEKTIF Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas .50 wib. tali pusat memanjang dan uterus membulat maka itu tanda lepasnya plasenta .Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1. Melakukan Palpasi abdomen dan tidak ditemukan adanya janin kedua 2. sambut dengan kedua tangan lalu keluarkan dengan diputar searah jarum jam secara perlahan . lalu memeriksa vulva dan vagina dan tidak terdapat luka laserasi KALA IV ( pukul 21. Melakukan Perengangan Tali Pusat Terkendali . Memberikan suntik Oxytocin 10 unit ( 1 ampul ) IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar 3.

OBJEKTIF N TFU Kontraksi Perdarahan : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 78 Kandung : 2 Uterus ± : : Emosional 100/70 X/menit kemih jari mmhg T R : : dibawah : 100 Umum Compos : : 20 36. • Membersihkan Ibu sudah dan pakai Merapikan baju Ibu bersih setelah dan bersalin rapi 3. Penjelasan pada ibu bahwa rasa mulas yang ia alami adalah normal dikarenakan proses involusi uteri • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 2. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum untuk memulihkan kondisinya .5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kosong pusat Baik cc ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Kebutuhan : Penjelasan tentang rasa mulas PLANNING 1.

kandung kemih kosong. TFU 3 jari dibawah pusat . kontraksi uterus baik.• Ibu sudah makan 1 prg nasi. ½ mangkuk sayur. • Dekontaminasi Alat – alat alat – sedang alat dalam dan tempat proses bersalin dekontaminasi 6. Mengajarkan ibu untuk sering menyusui bayinya agar nutrisi bayi terpenuhi dan menimbulkan ikatan bathin antara ibu dan bayi selain itu untuk membantu kontraksi uterus • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan 5. Mengobservasi kondisi ibu setiap 15 menit pada satu jam pertama dan 30 menit pada 1 jam kedua • Tanda – tanda vital ibu dalam batas normal. 1 ptg ayam dan secangkir teh manis 4.

A. KOMPREHENSIF S DI PADA BPS IBU NIFAS SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07.30 Melia Novita 2010 wib I. Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan lelah nyeri bahwa takut asi untuk mulas setelah pada nya BAK pada m luka sudah dan SUBJEKTIF perutnya elahirkan jahitan keluar BAB II.ASUHAN TERHADAP BANDAR KEBIDANAN Ny. Pemeriksaan OBJEKTIF Umum .

a. Putting Dada susu : Payudara : : Menonjol Pembesaran dan : Ada bersih . N TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 : : Umum Compos : Baik Mentis Emosional 110/70 X/menit mmhg T R : : : 20 36. Kepala : : Kulit Pemeriksaan Fisik Inspeksi kepala : Hitam. Pengeluaran Telinga : : Simetris Tidak : Ya ada f. Muka : Kloasma Gravidarium: Tidak ada c. 3. Gigi Mulut dan dan Geraham Gigi : : Lidah Tidak ada : Bersih Caries g.5 Stabil X/menit oC B. Sklera d. tidak tidak ada ketombe rontok Rambut b. 4. 2. Mata : Konjungtiva : : Merah Putih muda (an anemis) (anikterik) Hidung : : Simetris Tidak : Ya ada Pengeluaran e. Bersih.1. 5.

tidak ada nyeri ketuk pinggang j. Abdomen : : Ya. ASSESMENT . kanan Tidak : dan kiri ada Kolostrum : Bekas luka : operasi : Tidak ada Keras Konsistensi Kandung Pembesaran Pembesaran Benjolan Kemih Lien Liver : : : : Tidak Tidak Tidak Kosong ada ada ada i. TFU Kontraksi : 3 Pemeriksaan Kebidanan Uterus jari : dibawah pusat Baik Vulva Perineum Anus Pengeluaran : pervaginam : : Ada Tidak : Warna luka ada Lochea Anogenital kemerahan laserasi haemoroid Rubra III. Ekstremitas : Tidak ada oedema dan kekakuan sendi 3. Punggung dan Pinggang : Normal.Simetris Benjolan Pengeluaran h.

Pernafasan Iga dengan gerakan : tarik nafas dalam dari hidung. usahakan rongga dada dan rongga perut tetap. tempe. telur. Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. 1. Memberikan ibu makanan diit TKTP ( Tinggi kalori Tinggi Protein ) yang terdiri dari menu makanan seimbang seperti nasi. lakukan sebanyak 15 kali gerakan . sayur – sayuran. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas PLANNING memeriksa TTV normal 2. Mengajarkan ibu senam nifas hari ke – 1. ikan. lepaskan perut sehingga punggungm menekan kasur . dan buah – buahan • Ibu mengatakan akan makan makanan yang dianjurkan 4.Latihan kontraksi otot perut dan otot bokong dengan gerakan : tundukan kepala kerutkan pantat kedalam sehingga lepas dari kasur. Keluarkan udara perlahan – lahan dengan menggunakan otot perut tahan 3 – 5 detik.Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling mengenai keadaannya saat ini IV. yaitu : .Gerakan Pergelangan Kaki dengan Gerakan : Kaki diputar kerah luar dan kearah dalam sebanyak 5 kali gerakan . ikan .

Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat untuk membantu mengurangi rasa pegal dan lelah di badannya • sehingga Ibu diharapkan kondisinya dapat akan segera membaik istirahat mengatakan .kemudian • Ibu lepaskan mengerti perlahan dan – lahan mengatakan sebanyak akan 15 kali gerakan mempraktekannya 5.

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC Kolostrum Baik pusat .NIFAS HARI Ke – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 8 Ayu April 07.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatkan mengatakn mengatakn mulas nyeri sudah sudah siang jalan ini bisa ke akan nya pada BAB kamar pulang semakin luka dan mandi ke berkurang jahitan BAK sendiri rumah OBJEKTIF N TFU TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : 3 : : Emosional 110/70 X/menit Payudara Uterus jari mmhg T R : : : dibawah Umum Compos : : 20 36.

Latihan Otot Perut dengan gerakan : angkat kepala hingga dagu menyentuh dada. menandakan bahwa kontraksi • uterus Ibu yang baik sehingga mencegah terjadinya yang perdarahan diberikan mengerti penjelasan 3. ( Mengajarkan Sebelumnya pada telah ibu senam Nifas gerakan hari hari Ke-2. • Melakukan TTV pemeriksaan ibu Peurperium pada dalam ibu dan batas memeriksa TTV normal 2.- Anogenital : : : : Perineum : ada Lochea luka jahit Rubra Pengeluaran BAB Eliminasi BAK ( : + ( + ) ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penjelasan tentang kondisinya saat ini PLANNING 1. lakukan sebanyak 5 kali gerakan . yaitu pertama : ) melakukan . Menjelaskan pada ibu tentang rasa mulas yang dialaminya adalah normal.

tangan diletakkan dibawah bantal dengan siku sedikit dibengkokkan.Latihan Kaki dengan Gerakan : kedua lutut dibawah atau direbahkan kesamping kiri setengah rendah lalu ke tengah dan dibawa kembali kekanan. kepala menoleh kekiri atau kekanan. - Mengajarkan Mengompres ibu cara putting perawatab susu payudara. Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali.. memutar dari dalam keluar atau sebaliknya . diberikan mengerti gerakan 4.Latihan untuk menguatkan otot dada dengan gerakan : kedua tangan mendorong lengan kearah siku tanpa menggeser telapak tangan sampai otot dada terasa tertarik kemudian lepaskan. Menjelaskan ibu tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan menganjurkan ibu untuk rutin mengimunisasi • Ibu mengerti penjelasan yang bayinya diberikan 5. Pertahankan selama 5 menit sebanyak 4 kali gerakan.Kompres payudara ibu dengan kompres hangat dan dingin sevara bergantian sebanyak 5 kali diakhiri • Ibu mengerti dengan dan mengikuti kompres apa yang telah hangat dijelaskan .Memijat putting susu kearah luar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk jika putting susu belum keluar . . selama 2 yaitu : menit . . lakukan • sebanyak Ibu 45 kali gerakan dan dan mengikuti istirahat setiap 15 yang kali gerakan. bahu tetap dikasur.Latihan untuk mengembalikan rahim pada posisi semula dengan gerakan : Tidur tengkurap dengan bantal menyangga perut bagian bawah dan satu bantal kecil menyangga punggung kaki.Melakukan penijatan payudara dengan gerakan spiral.

yaitu : Pernafasan Terlalu hangat > bayi pusat x/menit < 36 oC 37 terlalu atau Hisapan Tali banyak atau bau muntah busuk merah.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri. mengganti pembalut minimal 3 x sehari. mengganti pakaian jika basah dan kotor. - Menjelaskan tanda – tanda sulit bahaya atau oC lemah atau pada bayi > baru 60 dingin lahir. Menganjurkan Ibu ibu untuk cukup istirahat agar kondisinya akan cepay pulih mengatakan istirahat 8. dan menjaga kebersihan alat genitalia • Ibu mengatakan mengerti apa yang telah diajarkan KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. yaitu : mandi 2 x sehari.6. berdarah Apabila terjadi hal – hal demikian agar segera menuju ke pelayanan kesehatan terdekat • Ibu mengerti dan akan segera datang ke tenaga kesehatan bila terjadi hal tersebut 7 • .

5 : Baik Mentis Stabil X/menit oC ASI Baik sympisis mengering Sangiluenta sudah sudah Pengeluaran BAB Eliminasi ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 7 Masalah : tidak ada Kebutuhan : Konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif .Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI semakin membaik lancar mengatakan mengatakan mengatakn sehat telah dan dapat tak beraktivitas ada keluhan kembali lagi OBJEKTIF N TFU Anogenital : TTV : : Keadaan Kesadaran Keadaan TD 80 Pengeluaran Kontraksi : : : Emosional 120/70 X/menit mmhg T Payudara Uterus Pertengahan Perineum : : : BAK ( : + : luka Pusat jahitan Lochea ( + ) ) : mulai R : : Umum Compos : : 24 36.

Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital. rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan . Menjelaskan pada ibu tentang ASI Eksklusif. rambut dan kuku. Mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara yang baik. Kompres payudara dengan air hangat agar sirkulasi darah pada payudara lancar dan mencegah bendungan ASI. terutama rutin untuk mengganti pembalutnya. memeriksa payudara. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi tinggi karena dalam masa menyusui dan dalam posrsi yang lebih banyak dari pada biasanya serta menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat dan air untuk mencegah sembelit 5. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara ibu tidur/istirahat ketika bayinya sedang tidur 6. lakukan pemijatan payudara ( dari luar kearah puting susu ) terutama pada saat mandi 4. rutin untuk mandi. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri.PLANNING 1. yaitu pemberian ASI pada bayi sejak lahir sampai 6 bulan tanpa diberikan makanan apapun. menjaga kebersihan diri terutama kulit. kontraksi uterus. meningkatkan kecerdasan dan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi 3. TFU dan lochea 2. Dan ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat anti body. yaitu : payudara selalu dijaga kebersihannya dengan cara rajin mengganti BRA minimal 2 x sehari atau jika basah dan kotor.

dan 3 ( usia 3.bayi 6. dan 5 bulan ). Hep B 3 ( usia 6 bulan ).30 Prameswari 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan tidak ada keluhan dan keadaannya ASI luka jahitan telah semakin membaik lancar kering mengatakn bekas OBJEKTIF Keadaan TTV : Kesadaran Keadaan TD : Umum : Emosional 120/80 mmhg R : Compos : : 20 Baik Mentis Stabil X/menit . BCG ( usia 0 2 bulan ).4.2. dan campak ( usia 9 bulan ) KUNJUNGAN POST PARTUM HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : 20 Ayu April 16. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. DPT 1. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) .

N - : 80 Pengeluaran Kontraksi TFU X/menit T Payudara Uterus : : : Tidak 36. lemak. memeriksa payudara. protein. kontraksi uterus. TFU dan lochea 2. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan menu makanan seimbang yang meliputi karbohidrat. Melakukan pemeriksaan peurperium pada ibu dengan memeriksa tanda – tanda vital.5 oC ASI Baik teraba : : Perineum : : BAK ( : + : Anogenital bekas Lochea ( + ) jahitan kering serosa Pengeluaran BAB Eliminasi : ) sudah sudah ASSESMENT Diagnosa : Ibu P2 A0 Post Partum hari ke – 14 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling KB PLANNING 1. vitamin dan mineral serta anjurkan ibu untuk mengkonsumsi susu karena ibu membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada biasanya untuk dirinya dan bayinya .

3. Menganjurkan ibu untuk tetap memperhatikan istirahatnya agar stamina ibu tetap terjaga

4. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama rutin untuk mengganti pembalutnya, rutin untuk mandi, menjaga kebersihan diri terutama kulit, rambut dan kuku, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas terutama sebelum dan setelah kontak dengan bayi

5. Memberikan Konseling pada ibu tentang penjarangan kehamilan melalui KB, macam – macam KB dan membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat baginya

6. menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan keadaan kesehatn dirinya dan bayinya di pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN TERHADAP BANDAR

KEBIDANAN BAYI

KOMPREHENSIF Ny. S

PADA DI

BAYI BPS

BARU

LAHIR SULISTYANI LAMPUNG

Anamnesa Tanggal

oleh :

:

Margie 6

Ayu April

Melia

Novita 2010

SUBJEKTIF Nama Tanggal Jenis Anak Alamat : Lahir : : 6 : : Jln. Perwira Dua no.6 Biodata Bayi April 2010, Laki ( Terminal Induk Ny. pkl – 2 20.40 Bayi S wib laki ) Rajabasa

Kelamin Ke

OBJEKTIF • Kala Kala Kala Lama Lama Persalinan II III IV : : : : : 7 Kala Riwayat P2 I jam jam 2 jam : 5 jam 25 10 jam 50 15 Persalinan A0 menit menit menit menit menit

-

Waktu Keadaan

pecahnya air Penolong

ketuban ketuban :

: :

20.10

wib Jernih Bidan

Lilitan

Tali

Pusat

:

ada

Penilaian

awal

: langsung Jernih menangis Kemerahan Aktif 40 minggu • Nadi Respirasi Suhu : : : Keadaan 124 40 37 Umum x/menit x/menit oC • PB BB LK LD : : : : Ukuran 50 2800 32 30 Antropometri cm gram cm cm Pemeriksaan 1. Ya. • • • • • • Caput Cephal Sutura Ubun-ubun Ubun-ubun Moulage succedaneum hematoma : : Ada. : : besar kecil : : Tidak Tidak Tidak Fisik Kepala Rata Rata ada ada ada teraba .Keadaan Menangis Warna Tonus Bayi cukup atau air bernafas kulit otot bulan ketuban spontan : : : : Ya.

: hidung : : Tidak kiri Belum Tidak dan Hidung kanan terlihat ada ada 4. • • • • • Simetris Palatum Bibir Reflek : : : Normal. tidak tidak Ada. • • • • • • • Simetris Conjungtiva Sklera Bulu Kotoran Strabismus Pupil mata : mata : : : mata : Ya. rooting kanan ada ada tetapi : dan palato labio masih Mulut kiri schisis schisis lemah Ada menghisap Refleks 5. • • • • Lubang Bulu Pernafasan Pengeluaran hidung hidung cuping : Ada.2. Normal. • • • Simetris Lubang Pengeluaran : telinga : Ya. Tidak dan Telinga kiri bersih ada . : Ya. : kanan Ada. Merah kanan muda Putih : Tida Tidak : dan Mata kiri (ananemis) (anikterik) Normal ada ada Normal 3.

Fleksibilitas Tonjolan Lipatan Anus tulang tulang panggul. Genitalia . kel. menelan jugularis Tyrhoid Getah : bening Ada : : ( berputar : : Tidak Tidak Tidak + Leher Ya ada teraba ada ) 7. • • • • Suiara Bunyi Gerakan nafas jantung : Tidak : Simetris dada ada Teratur. • • • • • Kepala Bendungan Pembesaran Pembesaran Reflek bebas vena kel. • • • • Punggung.6. tidak usus : ada benjolan : Masih atau Perut acites Ada basah 9. • • • Tali Bentuk : Bising pusat Bulat. ronchi bunyi : : dan lup Dada Ya Teratur wheezing dup 8. punggung punggung bokong : : & : Tidak : bokong Baik ada Ada Normal 10.

00 05. Ya. sudah + ) pkl pkl 05. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan berjalan Babinski : kiri : : : Kaki Aktif Lengkap Ada Ada ASSESMENT Diagnosa : Bayi Baru Lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan . a.• • • • • • BAK BAB Testis Lubang Skrotum : anus : : : Tanggal Tanggal Ya : : 2 ( ( 28 28 April April + 2010. • • • • Jari Pergerakan tangan Reflek Reflek kanan dan : kiri : : : Ekstrimitas Tangan Aktif Lengkap Ada Ada menggenggam Morro b. 2010.00 ) ada turun Ada Ada wib wib Uretra Pertama Pertama 11. buah.

lalu ganti handuk yang basah dengan kain bersih dan kering. dan bayi bergerak • Bayi bernafas spontan. serta menghangatkan bayi • Badan bayi dalam keadaan kering dan terbungkus dengan kain bersih dan kering dan bayi dihangatkan dalam pelukan ibunya 3.1 mg Im pada paha kiri untuk mencegah perdarahan pada bayi baru lahir akibat defisiensi Vit K dan diberi salep mata erotromisin 1 % untuk mencegah infeksi pada mata bayi • Bayi telah diberi Vit K dan salep Mata . warna kulit kemerahan dan bergerak aktif aktif 2. Melakukan penilaian pada bayi. Pencegahan Hipotermi yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi dengan handuk. Pelaksanaan IMD. meletakkan bayi didada ibu ( Posisi tengkurap tanpa baju ) dengan badan ditutupi kain bersih dan penutup kepala.Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Penanganan Bayi Baru Lahir PLANNING 1. biarkan bayi mencari sendiri putting ibunya • Bayi melakukan IMD 4. Memberi Vit K 0. warna kulit kemerahan. yaitu : Bayi Bernafas spontan.

• Merawat Tali tali Pusat pusat dengan cara membungkus dengan dengan kasa kasa steril steril terbungkus 6.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu mengatakan Ibu bayinya sudah menyusu dan menghisap bayi dengan kuat aktif mengatakan gerakan OBJEKTIF Daya Tali Keadaan Gerakan Tangisan menghisap Keadaan N R T pusat tubuh ekstrimitas : : : : : : umum 126 40 36.5. • Melakukan Bayi Pemeriksaan telah Antropometri diperiksa dan pemberian dan Identitas diberi pada Bayi identitas NEONATUS HARI KE – 2 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 7 Ayu April 07.5 Masih : : : Baik x/menit x/menit oC basah Bersih Aktif Kuat Kuat .

Merawat tali pusat dengan metode kering terbuka dengan cara tali pusat dibersihkan dan .Seluruh putting dan sebagian besar aerola harus masuk kedalam mulut bayi . yaitu : . Menganjurkan ibu untuk rajin menyusui bayi agar kebutuhan Nutrisi Bayi terpenuhi • Ibu mengerti dan akan rajin menyusui bayinya 2. punggung menyandar jika dalam posisi duduk.Posisi bayi menghadap ke ibu dengan telinga dan bahu terletak pada satu garis lurus Hidung bayi menempel pada payudara ibu . dan kaki tidak • Ibu Sendawakan mengerti dan bayi akan setelah menerapkan apa selesai yang telah menggantung menyusui diajarkan 3.Posisi Ibu dalam keadaan yang nyaman.- Refleks : Baik ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan hari ke – 2 Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling Nutrisi Bayi PLANNING 1. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.

ikut dan imunisasi Posyandu mengatakan KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – I 7 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 13 Ayu April 16. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak. pemantauan akan keadaan rutin bayi.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF Ibu Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan mengatkan bayi telah imunisasi bahwa BAK tali bayinya dan bayi Hb 0 pada pusat menyusu BAB tidur tanggal 11 sudah dengan bayi lepas kuat lancar nyenyak april 2010 OBJEKTIF Keadaan N R : : umum 126 40 : Baik x/menit x/menit . • Ibu pengisian KMS. untuk melakukan penimbangan.dikeringkan • Tali sampai benar pusat – benar sudah kering agar tidak terjadi infeksi baik dirawat dengan 4.

9 – – warna ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai usia kehamilan Hari ke – 7 Masalah : Tidak ada Kebutuhan PLANNING : Konseling pemenuhan Nutrisi Bayi 1. x/hari. Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – : : 36. Melakukan Pemeriksaan pada bayi. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal .5 3000 : tubuh puput/ : : : oC gram lepas Bersih Aktif Kuat : Kuat 10 20 x/hari jam/hari Baik warna kuning kuning jernih ekstrimitas menghisap frekuensi tidur 18 : – 8 4 x/hari.BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Tali T BB pusat Keadaan Gerakan Tangisan Daya : : ASI. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2.

Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak.30 Melia Novita 2010 wib SUBJEKTIF . ataupun jika kotor dan basah 5. dan Pemberian Imunisasi KUNJUNGAN NEONATUS HARI KE – II 14 Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 20 Ayu April 16. untuk melakukan penimbangan.3. mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. KMS. Menjelaskan kembali pada ibu tentang tanda dan bahaya pada bayi dan segera datang ke petugas kesehatan bila terjadi hal demikian 4.

Bayi Refleks Frekuensi Frekuensi 7 3 – – 8 4 x/hari. warna warna kuning 9 – – : umum : : : sudah tubuh ekstrimitas : : 10 20 : 126 40 36. Tali N R T pusat Keadaan Gerakan Tangisan menghisap frekuensi tidur 18 : x/hari. hari ke – 14 Kebutuhan : Konseling Imunisasi .Ibu Ibu Ibu Ibu mengatakan mengatakan mengatakan mengatakan bayi nya bayi bayi sehat menetek tidak betah lagi dan bergerak dengan aktif kuat sehat lama rewel dibedong dan terlalu bayinya tidak OBJEKTIF Keadaan BAB BAK : : Nutrisi Istirahat Daya : : ASI.5 lepas : : dan Baik x/menit x/menit oC kering Bersih Aktif Kuat Kuat x/hari jam/hari Baik kuning jernih ASSESMENT Diagnosa : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan.

dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sehingga tumbuh kembang bayi menjadi optimal 5. untuk melakukan penimbangan.PLANNING 1.4. BCG ( usia 0 2 bulan ). KMS. Menjelaskan pada ibu pentingnya imunisaisi untuk mencegah berbagai penyakit pada bayinya. ataupun jika kotor dan basah . dan 3 ( usia 3. Menjelaskan kembali pada ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif. dan tanda – tanda vital bayi dalam keadaan normal 2. Menganjurkan ibu untuk rutin datang ke pelayanan kesehatan ibu dan anak.2. Hep B 3 ( usia 6 bulan ). dan 5 bulan ). mengganti pakaian bayi setiap habis BAB/BAK. DPT 1. Melakukan Pemeriksaan pada bayi. dan Pemberian Imunisasi 3. Jenis – jenis imunisasi yang wajib didapatkan oleh bayi yaitu 5 imunisasi dasar lengkap meliputi : Hep B 0 ( usia 0 – 7 hari ) . Mengajarkan Ibu untuk selalu menjaga kebersihan bayinya yaitu dengan mandi 2x sehari. dan campak ( usia 9 bulan ) 4.

ASUHAN PADA DI BANDAR IBUCALON KEBIDANAN AKSEPTOR BPS KOMPREHENSIF KB SULISTYANI LAMPUNG Anamnesa Tanggal Pukul oleh : : : Margie 9 Ayu mei 17.Ibu mengatakan ingin mengetahui alat kontrasepsi yang tepat baginya dan sesuai keadaannya saat ini .00 Melia Novita 2010 wib I.Ibu mengatakan sebelum ia hamil anak keduanya ini ia menggunakan KB suntik Riwayat • • • • • Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 2 – : 3 : 5 kali : ganti – pembalut tidak : 14 30 6 Menstruasi tahun hari hari setiap hari ada Dismenorhea . SUBJEKTIF .

3.Riwayat Kehamilan.5 / : OBJEKTIF UMUM Baik mentis menit 0C cm kg kg . BB BB TTV : : Keadaan Kesadaran TD 80 Tinggi sebelum sekarang : 110 x / / badan hamil : 70 : mm menit : : 50 Hg T PEMERIKSAAN umum Compos R : : 155 45 20 x 36. A. 5. BB PB 2. 2007 Hamil ini BPS aterm spontan bidan - P 3000 gr 50 cm sehat Riwayat • • • • • • Penyakit Jantung Hipertensi Hepar Diabetes HIV/AIDS Malaria yang pernah : : : Melitus : : : atau tidak sedang diderita ada ada ada tidak tidak tidak tidak tidak ada ada ada II. Persalinan. 1. 2. N 4. dan Nifas yang Lalu No Tgl/Thn Prslnn Tmpt Prslnn Usia Khmln Jenis Prslnn Penolong Penyulit Anak Ket JK 1.

a.B. : kanan dan : : tidak normal. Lidah Gigi Gusi dan : geraham tidak : ada Mata : : Mulut : bersih. Kelopak Konjungtiva Sklera c. Jantung Paru-paru Payudara Simetris Pembesaran : ya. Kelenjar Kelenjar Vena tiroid getah jungularis : bening : tidak : tidak ada ada ada Leher pembesaran pembesaran bendungan e. ada bunyi ronchi lup dan Dada dup wheezing kiri normal . Rambut Kulit kepala : : PEMERIKSAAN FISIK Kepala Hitam bersih dan (tidak tidak ada rontok ketombe) b. tidak tanda-tanda ada : merah putih dan tidak muda ada Mata oedema (ananemis) (anikterik) gigi bersih caries peradangan d.

pada : ada. Vulva Perineum Varices Rasa Anus Periksa nyeri : dalam : : sekitar tidak : vagina vagina ada tidak : ada tidak tidak : luka otot : : : dan sendi tidak : tidak tidak tidak Ekstremitas ada ada ada ada Anogenital normal jahitan ada ada haemorhoid dilakukan C.Putting Pengeluaran Rasa Benjolan Hiperpigmentasi : nyeri susu : : : ada. PEMERIKSAAN LABORATORIUM . tidak tidak daerah menonjol ASI ada ada areola f. Oedema Kekakuan Varises Kemerahan h. Bekas Konsistensi Acites Benjolan : : luka operasi : tidak tidak : tidak Abdomen ada normal ada ada g.

Glukosa 2. . bulan. Memberikan penjelasan / konseling pada ibu tentangalat kontrasepsi secara umum untuk kemudian Waktu Efek yang tepat memilih salah satu Jenis Keuntungan Kerugian samping ntuk penggunaan alat kontrasepsi yang meliputi : kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi kontrasepsi 3. Urin : : Protein : Tidak Tidak dilakukan dilakukan Darah : Hb : Tidak dilakukan III.1. Membantu ibu memilih salah satu alat kontrasepsi yang ibu dan suami anggap cocok dengan keadaan • Ibu dan suami setuju memiih alat kontrasepsi suntik 3 ibu. • Melakukan TTV ibu pemeriksaan dalam umum batas ibu normal 2. Diagnosa : Ibu P2 Ao calon ASSESMENT akseptor KB Masalah : Tidak ada Kebutuhan : Konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan oleh ibu beserta efek sampingnya PLANNING 1.

menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi. perdarahan banyak atau sedikit. dan tetap memutuskan akan memakai alat kontrasepsi suntik 3 bulan 7. yaitu siklus haid memendek. . .Keuntungan : sangat efektef.Efek samping : sering ditemukan gangguan haid.S berusia 26 . tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. dan permasalahan pada berat badan merupakan efek samping yang paling sering. tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah. menghambat transportasi gamet oleh tuba. • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. keuntungan dan efek samping penggunaan KB suntik : . dapat dipakai oleh perempuan berusia >35 tahun sampai premenopause.Keb. terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian. Menjelaskan pada ibu tentang cara penggunaan KB suntik 3 bulan.Cara kerja Depo Progestin adalah menekan ovulasi. bulan 6. Ny.4. yaiitu disuntikkan secara IM di • 1/3 Ibu bokong mengerti bagian penjelasan atas cara setiap penggunaan 3 KB bulan suntik 3 sekali. Menjelaskan pada ibu kapan waktu yang tepat untuk Ber-KB yaitu sebelum hari ke – 40 masa nifas • Ibu atau segera mengerti setelah penjelasan mendapat yang haid diberikan 5. tidak haid sama sekali. tidak berpengaruh pada produksi ASI. Memberikan konseling pada ibu tentangcara kerja. mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. dan akan kembali lagi tanggal 2 agustus 2010 PEMBAHASAN Asuhan kebidanan komprehensif ini dilaksanakan di BPS Sulistyani Amd. Menjelaskan kepada ibu untuk kembali lagi sesuai jadwal yang telah ditetapkan • Ibu mengerti penjelasan yang diberikan. perdarahan tidak teratur (spotting).

5 oC. Ini merupakan kehamilan ke duanya dan tidak pernah mengalami keguguran. menurut hukum naegel dengan siklus 30 hari ( Obstetri Fisiologi : 127 ) Dilakukan pemeriksaan ANC. Donald : 29 cm). agak lunak. kehamilan Pada tanggal 1 april 2010. ( Acuan Nasional dan Pelayanan Kesehatan pemeriksaan Maternal dan Neonatal : obstetric. anamnesa. serta jumlah 1. Pada bagian fundus teraba satu bagian besar. Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin. Ny. rata.kira 4 tahun yang lalu. memanjang dari atas kebawah. keras. N : 78 X/menit. T : 36. melenting. dan tidak melenting. 3 jari dibawah pusat sebelah kiri perut ibu Tindakan - pelayanan yang dilakukan Ukur dengan standar 7 T yaitu TD Timbang Imunisasi Beri Temu berat badan TT tablet Fe wicara . Bagian kiri perut ibu teraba satu tahanan besar yang datar. 61 ) Didapatkan hasil dengan HPHT 15 juli 2009 dan TP 24 April 2010. Kemudian dilakukan pengkajian. dengan Frekuensi 140 X/menit. Pada hasil pemeriksaan abdomen didapatkan TFU 3 jari di bawah PX (Mc.E berusia 32 tahun bekerja sebagai wiraswasta.S dating ke BPS Sulistyani untuk pemeriksaan kehamilan rutin. Tn. umum. Pada bagian bawah perut ibu teraba satu bagian bulat. dan pemeriksaan kehamilan.tahun menikah dengan Tn. Hal tersebut dilakukan dalam menentukan kondisi obstetric yang dihadapi apakah dalam keadaan gawat darurat atau tidak harus dilakukan pemeriksaan secara sistematik meliputi anamnesis. pemeriksaan fisik. DJJ (+). Tafsiran berat janin 2406 gr – 2706 gr. anak hidup Pembahasan 1 orang. didapatkan hasil TD : 100/60 mmhg. E kira. R : 20 X/menit.

( Acuan Nasional Pelayanan Tes Kesehatan Maternal dan Neonatal : PMS 90 ) Semua sudah sesuai teori. pada pemeriksaan iin tetap disarankan seperti pada pemeriksaan pertama. protein. dilakukan pemeriksaan yang kedua. ndidapatkan Ibu hidup G2 intrauterine. Hal ini diimbangi dengan lordose yang berlebih dan sikap ini dapat menimblkan spasmus dari otot pinggang ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Hal yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan mengajarkan senam hamil serta anjuran istirahat yang cukup Selain itu anjuran pemenuhan nutrisi pada ibu hamil juga harus diberikan. diagnosa A0 kepala Ibu mengeluh pegal pada daerah pinggang. penjelasan mengenai tanda bahaya pada kehamilan his kalau keluar keluar dan yang dibawa lendir tandateratur jalan dan makan tanda semakin nyeri darah banyak persalinan sering akan dari dari sperti timbulnya timbul kemaluan aluan bercampur cairan .zat seperti karbohidrat. lemak. Selalu mengkonsumsi sayur. hanya saja pemeriksaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak ada indikasi Hasil • • Diagnosa Diagnosa Janin : pemeriksaan Ibu Janin : tunggal. hal ini merupakan sesuatu yang wajar pada kehamilan lanjut. Ibu hamil memerlukan perhatian mengenai susunan dietnya. zat. fosfor. atau zat besi yang dibutuhkan untuk kesehtan ibu dan janin. P1 presentasi tertentu. dan vitamin. klasium. karena berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. mineral.nsayuran dan buah yang berwarna meah karena mengandung nilai gizi yang tinggi ( Sinopsis Obstetri : 59 ) Pada tanggal 6 April 2010.

00 wib. pemeriksaan kebidanan. R : 20 X/menit. N : 78 X/menit. Timbulnya his Tanda-tanda persalinan dari ialah his permulaan memancar persalinan dengan keperut sifat sebagai ) : berikut depan. apabila seorang ibu hamil hendak melahirkan.30 dengan keluhan mulas yang semaikn sering sejak pukul 15. kuat.00 wib.waktu jika ada keluhan. TFU 29 cm. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan hasil TFU 3 jari dibawah px. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir atau blood swow.5 oC. menganjurkan ibu untuk kembali 1 minggu berikutnya. Pengkajian ini sesuai dengan teori.intervalnya dan bertambah makin kuat. ( Obstetri Fisiologi : 215 ) Persalinan Pembahasan Ny. Mempunyai pendataran atau pembukaan 2. ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir . dan menangani penyulit yang mungkin dijumpai dalam persalinan nanti. serviks. Keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir hal ini terjadi kalau ketuban pecah atau selaput janin robek. ( Asuhan Persalinan Normal 2007 c. 1. hal ini terjadi karena terlepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim pada saat pendataran serviks sehingga beberapa kapiler terputus. punggung janin berada disebelah kiri perut ibu dengan presentasi kepala.selain itu. dan belum keluar airair. Keluar lendir sejak 16. atau sewaktu. Dilakukan pengkajian pada ibu dengan hasil TD : 100/70 mmhg. pengkajian fisik. melakukan pemeriksaan umum. S datang tanggal 6 april 2010 pukul 17. Makin Jika melingkar punggung bagian lama makin dibawa pengaruh pendek berjalan pada . Apakah kondisi ibu dan bayinya normal. dan TBJ 2406-2706 gram. pengkaian awal perlu dilakukn untuk menentukan apakah persalinan sudah waktunya. Nyeri Teratur. T : 36. 3. dan kepala sudah masuk PAP. 2.

Hal ini sesuai dengan teori kala II pada multipara berlangsdung 0.15 wib. his semakin sering dan kuat. punctum maksimum 2 jari bawah pusat sebelah kiri perut ibu. frekuensi 4x/ 10 menit.( APN Revisi 2007 ) Memantau kemajuan dengan patograf. DJJ + dengan frekuensi 140x/menit. lamanya 30-40 Berdasarkan hal tersebut didapatkan detik. presentasi belakang kepala. posisi UUK depan. tidak ada molase.dll ( APN Revisi 2007 : 52 ) KALA II Ibu mengatakan ingin BAB. penunjuk UUK. kekuatan his ibu 3x/ 10 menit. presentasi kepala Penjelasan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan. Serviks tidak teraba. Kala ini dimulai dari pembukaan lengkap hingga keluarnya bayi. Kemudian dilakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan. ketuban belum pech. lamanya > 40 detik. bersandar pada suami. His +. HIII. Mengajarkan kepada keluarga teknik relaksasi seperti massase punggung. diagnosa • Diagnosa Ibu : Ibu G2 P1 A0 hamil 37 minggu 4 harui inpartu kal 1 fase aktif • Diagnosa Janin : Janin tunggal. presentasi kepala. Menganjurkan ibu untuk makan makanan ringan yang cukup selama persalinan akan memberi banyak energi dan mencegah dehidrasi.lengkap. perineum menonjol. KALA I Pada pemeriksaan didapatkan hasil pembukaan 6 cm.5-1 jam dan pada nulipara 1.tanda persalinan yaitu dorongan untuk mengedan. hidup intrauterine. vulva membuka. penurunan hodge III+. Hasil tidak leawat garis waspada ( ibu dalam keadaan normal ). bayi dalam keadaan sehat. posisi UUK depan. DJJ baik. tekanan dari anus. keluar air. ( Pelayanan Kesehatan . posisi tidur miring. pembukaan 10 cm. penunjuk UUK. Dehidrasi bisa memperlambat kontraksi dan atau membuat kontraksi tidak teratur.air dari kemaluannya pada pukul 20. Memebrikan semangat serta dorongan emosional. ingin mengedan. Adanya tanda.52jam.

Kontraksi uterus baik. dan keadaan emosional stabil. otot uterus berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi.Maternal • • Diagnosa Diagnosa Ibu : dan Ibu : G2 P1 Neonatal A0 hamil 37 hidup : minggu 4 harui 100 inpartu kala ) II Janin Janin tunggal. Kemudian menolong persalinan dengan APN.laki. dan lelah setelah melahirkan. presentasi kepala Hal ini sesuai dengan ( diagnosa masalah tiga pedoman dalam mencatat sama sesuai dengan dengan data diagnosis kebidanan yaitu diagnosa subjektif dan saat : 100 medis objektif ini ) kebidanan masalah diidentifikasi kebutuhan Pelayanan disesuaikan Kesehatan dengan Maternal dan kebutuhan Neonatal Memberikan dukungan dan anjuran kepada suami serta anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan. kesadaran compos mentis. Karena tempat perlekatan menjadi . TD 100/70 mmhg. suhu 36. Bayi lahir spontan pukul 20. intrauterine.40 wib. uterus teraba keras.5 c. panjang badan 50 cm. pernafasan 20 x/ menit. nadi 78 x/menit. Anjuran mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu ( APN Revisi 2007 : 52 ). Jenis kelamin laki. TFU sepusat. Keadaan umum baik. BB 2800 gram. Hal ini sesuai dengan APN Revisi 2007 KALA melahirkan memotong dan posisi ibu pencegahan melahirkan melahirkan seluruh menjeppit tubuh tali saat melahirkan laserasi kepala bahu bayi pusat III Ibu mengatakan perutnya terasa mulas. Hal ini sesuai dengan teori kala III persalinan. ibu mengatakan lemas.

maka plasenta akan terlipat. ( APN lepasnya dan pusat mendadak P2 dan A0 kala bentuk Revisi 2007 : 123 ) plasenta uterus memanjang singkat. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. 139 ) . kandung kemih kosong. atau gumpalan darah dalam cavum uteri. dan melakukan dorso kranial. TFU 2 jari dibawah pusat.5 c. dan senang perasaannya karena bayi lahir normal. IV Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas. ( Ilmu Kebidanan : 240 ) Hal yang dilakukan mengobservasi keadaan umum. mengajarkan ibu mobilisasi sedini mungkin. Perdarahan normal 150 cc. Keadaan umum baik. kesadaran compos mentis. dan Tanda• semburan Diagnosa Ibu perubahan tali darah : Ibu kemudian lepas dari tanda tinggi dinding uterus. nadi 78 x/menit. Perut mulas pada post partum akibat kontraksi uterus ( 2-3 hari post partum ). menebal. perasaan sakit itupun timbul bila masih terdapat sissa plasenta. III Kemudian menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas bagian luar. suhu 36. Dan melakukan pemeriksaan perineum apakah ada robekan atau KALA tidak. Setelah plasenta tampak di depan vulva.alat dan tempat habis bersalin agar steril sehingga pasien dan Selama 2 penolong jam pasca trerxegah persalinan ( APN Revisi dari 2007 : infeksi. melakukan peregangan tali pusat. pernafasan 20 x/ menit.semakin kecil. sedangkan ukukran plasenta tidak berubah. mengajarkan ibu cara masase uterus untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik dan mencegah perdarahan. dan mendekontaminasi alat. dan keadaan emosional stabil. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap menyusui bayinya sedini mungkin. TTV. tangkap plasenta dan pilin swearah jarum jam. Melakukan masase uterus dan melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta. Perasaan mules ini terutama aka tersa ketika wanita sedang menyusui. TD 100/70 mmhg.

3.. Pembahasan Nifas Ibu P2A0 mengatakan perutnya mules.pantau TTV.5 c. . ASI sudah keluar. temperatur. anogenital didapatkan hasil vulva merah kebiruan. TFU. dan masih nyeri pada luka bekas jahitan. pernafasan 20 x/ menit. selama Nilai Setelah persalinan. . cuci dengan deterjen dan bilas dengan air bersih. dan 30 menit pada 1 jam berikutnya. meiputi umum puting perineum rektokel rectum albus perineum pertama Tindakan yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk beristirahat apabila bayinya sedang tidur. nadi 78 x/menit. TFU 2 jari dibawah pusat.. perdarahan dalam batsa normal. Pantau dan setiap suhu 30 menit 2 pada Jam 1 pertama jam setelah berikutnya. kontraksi uterus baik dan uterus teraba bulat. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. kandung kemih kosong. perdarahan yang keluar setiap 15 menit pada 1 jam pertama. dekontaminasikan dengan larutan klorin 0. perdarahan.5%. pengeluaran Pemeriksaan Diagnosa apakah keadaan ibu : Ibu ada serviks P2A0 post flour dan partum hari kandung kemih keadaan pervaginam postnatal keadan payudara keadaan apakah ada sistokel dan dan lochea rubra. suhu 36. kandung kemih.Massase uterus untuk membuat kontraksi menjadi lebih baik setiap 15 menit pada 1 jam pertama. persalinan.

keamilan. memnberikan penjelasan kepada ibu bahwa nyeri yang dialami adalah wajar diakrenakan ada luka jahitan. suhu 36. paracetamol 4. membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya dengan posisi setengah duduk. perawatan payudara. dimana bayi dan ibu berada dala satu ruangan. ibu memiliki riwayat persalinan yang . Salep mata tetrasiklin berfungsi mencegah infeksi. skrotum.upaya profilasksis ini tidak efektif jika diberikan lebih dari 1 jam setelah kelahiran.laki.40 wib bayi lahir spontan dengan jenis kelamin laki. Pemberian ASI sedini mungkin dan eksklusif. dan dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI kepada bayi. baru lahir dan cukup ikat bulan sesuai tali masa pusat. dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu 1 jam setelah lahir.memberikan ibu makan dan minum dengan gizi seimbang. berat badan 2800 gram. dan testis. 5. Serta memberikan obat amoxilin 500 mg 3x1. bersihkan Diagnosa bayi jalan : bayi nafas. mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan heating.4 c. meletakkan bayi ditempat yang hangat. pertahankan suhu tubuh bayi. Nadi 120 x/menit. Kemudian lakukan pentalaksanaan bayi baru lahir yaitu keringkan tubuh bayi. serta mengganti popok bayi bila basah. melakukan rooming in. Melakukan perawatan tali pusat dengan metode kering terbuka. Bayi dan Baru Fe 1x1 Lahir Pada tanggal 6 April 2010 pukul 20. respirasi 42 x/menit. Proses persalinan berlangsung 7 jam 50 menit. Mengajarkan ibu personal hygine yang baik. 500 Pembahasan mg 3x1. Tindakan yang dilakukan yaitu mempertahankan suhu tubuh bayi dengan membedong bayi. panjang badan 50 cm. terdapat penis. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan pasif yang segera kepada bayi melelui kolostrum dan merangsang kontraksi uterus. Pembahasan KB Ibu P2A0 datang ke BPS Sulistyani pada tanggal 9 Mei 2010.

dan yang kedua pada tahun 2010. Ibu mengatakan tidak perbah menderita penyakit seperti jntung. nadi 78 x/menit. tidak dismenorhes. DM< hipertensi. kanker/ tumor. riwayat menstruasi ibu yaitu menrache 14 tahun. nifas.pertama pada tahun 2007. bayi baru lahir. Pada pemeriksaan anogenital vulva vagina berwarna kebiruan.2 SARAN . siklus 30 hari. keuntungan. Namun ada sedikit yang perbedaan yang bisa dijadikan bahan perbandingan baik buruknya untuk diterapkan di kemudian hari.1 KESIMPULAN Secara umum pelayanan asuhan kebidanan pada Ibu hamil. KB suntik 3 bulan tidak akan mempengaruhhi produksi ASI. suhu 36. serta efek samping yang mungkin terjadi. bersalin.macam alat kontrasepsi. Pada pemeriksaan didapatkan hasil TD 100/70 mmhg. pernafasan 20 x/ menit. lamanya 5-6 hari. dan KB yang dilakukan telah baik. dan konseling KB meliputi jenis kontrasepsi. Hal Ibu Diagnosa ini sesuai mengatakan Ibu : Ibu P2A0 dengan langkah ingin post konseling berKB partum hari KB suntik ke 35 calon yaitu 3 SATU TUJU bulan. Memberitahu ibu untuk suntik ulang pada tanggal 2 agustus 2010 BAB PENUTUP V 5. jadi baik digunakan oleh ibu yang masih menyusui. kerugian.5 c. banyaknya 2-3 kali ganti pembalut. akseptor KB Setelah itu memberikan penjelasan ulang tentang KB yang akan dipilih. asma. Kemudian menjelaskan kepada ibu macam. 5. sifat darah cair. pengeluaran pervaginam lochea alba.

mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang akan diterapkan di masyarakat nanti. . Oleh karena itu.Diharapkan masalah yan timbul dapat diatasi denganm baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang berat di kemudian hari dan para Ibu dapat merasakan manfaat dari asuhan-asuhan yang dilakukan terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa Kebidanan Tamjug Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful