MAKALAH LANDASAN SOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling

Disusun Oleh:

Riza Hidayat (1000341) Indra Hendiyana (1000600) Muhammad Taufik Karim (1000617) Resha Marsalova (1000619) Muhamad Luky Ramdani (100) Teguh Prakosa Waspada (1003077)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN PRODUKSI DAN PERANCANGAN 2010

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2011
0

Bandung. 3. puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. juga tak lupa penulis menunggu kritik dan saran dari semua pihak. atas kerjasamanya. 1 Mei 2012 Penulis 1 .KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Bapak Drs. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi suatu sumbangsih pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan. selaku dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling. 2. yang telah memberi dorongan moril dan spiritual kepada penulis untuk melaksanakan kajian. M. Hanya Allah Yang Maha Membalas semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya.Pd. yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Akhir kata penulis ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. apabila terdapat kekeliruan pada makalah ini. Kedua orang tua beserta keluarga tercinta. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan paper ini. hingga penulis bisa menyelesaikan paper ini. 4. Ari Rahmat Riadi. Dalam penyusunan makalah ini. Rekan-rekan satu tim. untuk itu pada kesempatan ini ijinkan penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1. karena berkat izin dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul landasan sosial budaya pada mata kuliah bimbingan dan konseling. penulis telah banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak.

................... .................................. 13 13 14 DAFTAR PUSTAKA ...................... DAFTAR ISI .................................. Kajian Teoritis ......... ............................. Fungsi Sosial Budaya terhadap Pendidikan.......................... ............. 1 2 3 3 4 5 5 A....................... ....... .... Permasalahan-permasalahan yang Terjadi Dalam Landasan Sosial Budaya............... ............................. ......................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .... ................ ................. .... a) Pengertian Sosial Budaya ....... BAB I.................... ....................................................... 2......................................................... 5 b) Pengertian Sosial ................................. Latar Belakang Masalah ..................... Kesimpulan ............................ 11 D............. 5 c) Faktor-faktor Sosial Budaya yang Menimbulkan Kebutuhan akan Bimbingan 1...... ........................................................... ............ Rumusan Masalah ........................................................................................................................................................................... PEMBAHASAN A.................................... Bimbingan dan Konseling Antara Budaya.............. 10 C............................................... B............... BAB II.. 12 BAB III... ......................... Individu sebagai Produk Lingkungan Sosial Budaya................................... Solusi Dari Permaslaaha-permasalahan yang Terjadi Dalam Landasan Sosial Budaya...... PENUTUP ..................... ... ....... 2 ............................................ ..................... 6 8 B....................................................................................................... PENDAHULAN ............................................................................

Sedangkan pendidikan itu adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan manusia agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya. salah satunya dirasakan oleh dunia pendidikan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan bijak. budaya pun berpengaruh besar dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yaitu mengubah cara hidup. tetapi juga mampu membuat perkembangan diri yang sehat dan produktif. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berpikir dan meningkatkan kemampuan. Dilain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain. agar kehidupan masyarakat berkelanjutan. bimbingan dan konseling adalah serangkaian tahapan bantuan yang sistematis antara dua orang yaitu konseli dan konselor dalam rangka pengembangan diri. Pencapaian standar kemampuan akademis dan tugas-tugas perkembangan peserta didik. 2) adanya kecenderungan pelanggaran disiplin. berkomunikasi. dan pengambilan keputusan oleh konseli. dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosial budaya.BAB I PENDAHULAN A. Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang dimiliki manusia. tidak hanya mampu menghantarkan peserta didik pada pencapaian standar kemampuan akademis. Adapun dampak negatif dari globalisasi yaitu. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai potensi oleh Tuhan. dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara. dan korupsi. dan 4) pelarian dari masalah melalui jalan pintas. Secara sosiologi pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi kegenerasi. maju dan memperlihatkan gejala desintegratif yang meliputi berbagai sendi kehidupan dan menjadi masalah. Prayitno mengungkapkan. Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. tentunya harus ada sesuatu yang mengarahkan dan membimbingnya. 1) keresahan hidup di kalangan masyarakat karena terjadi berbagai konflik. Memasuki abad ke-21 dan menyongsong milenium ketiga tentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari era globalisasi. pengajaran. Oleh karena itu. supaya berjalan dan terarah sesuai dengan apa yang diharapkan. dan bimbingan sebab ketiganya merupakan bidang-bidang utama dalam pencapaian tujuan pendidikan. berpikir. Untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh kita sebagai manusia. pemecahan masalah. maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup sejak dini. setidaknya manusia diberikan panca indera dalam hidupnya. Dan pada kenyataannya masyarakat mengalami perubahan sosial yang begitu cepat. Situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. memerlukan kerjasama yang harmonis antara para pengelola atau manajemen pendidikan. pendidikan yang bermutu merupakan pendidikan yang seimbang. dan cara bagaimana mencapai kesejahteraan. Tak hanya perubahan sosial. tidak saja konflik psikis tapi juga fisik. Pada 3 . kolusi. makin sulit diterapkannya ukuran baik-jahat dan benar-salah secara tegas. yang bersifat sementara dan adiktif seperti penggunaan obat-obatan terlarang. 3) adanya ambisi kelompok yang dapat menimbulkan konflik. Namun tentu saja potensi yang dimilikinya harus digunakan semaksimal mungkin sebagai bekal dalam menjalani hidupnya.

Disini kelompok kami akan menjelaskan tentang landasan yang nomor 4 yaitu landasan sosial-budaya. 5) bimbingan hanya usaha pemberian nasihat. agar konselor memahami prinsip-prinsip bimbingan dan konseling yang kokoh secara profesional agar dapat menepis segala persepsi keliru tentang bimbingan dan konseling. makalah ini disusun untuk membahas landasan-landasan bimbingan dan konseling. 6) bimbingan menghendaki kepatuhan dalam tingkah laku. 4) bimbingan diperuntukkan bagi murid sekolah lanjutan. 1) bimbingan identik dengan pendidikan. 3) bimbingan berarti bimbingan jabatan/pekerjaan. proses bimbingan dan konseling sering ditafsirkan dengan makna yang berbeda. 2) bimbingan hanya untuk siswa yang salah suai.praktiknya di lapangan. B. Rumusan Masalah Oleh karena itu. 4 .

ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya.BAB II PEMBAHASAN A. dari atau bagi perilaku yang diperoleh dan ditransmisikan melalui simbol konstitusi yang berbeda yang terdapat di dalam kelompok masyarakat. c. serta kemampuan -kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”. Sejak lahirnya. a) Pengertian Sosial Budaya Kebudayaan Menurut Para Ahli a. yang meliputi bagian-bagiannya dan yang dicip-takannya. maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal. Berikut ini adalah pengertian dan definisi sosial menurut beberapa ahli:  Lewis Sosial adalah sesuatu yang dicapai. yang pada akhirnya dapat menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang besangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. moral. dan menyatakan: ”Kebudayaan adalah suatu pola. Kajian Teoritis Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Kluckhohn dalam makalahnya “Culture: a Critical Review of Concept and Definitions” tahun 1952 telah menganalisis dan mengklasifikasikan 179 definisi mengenai kebudayaan. Edward B. hukum. Tentang kebudayaan belum diperoleh rumusan tunggal yang menyatukan berbagai pandangan tentang kebudayaan. b) Pengertian Sosial Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain untuk membantu kita. dan esensi budaya asli yang terdapat pada masyarakat tradisional. seni. b. dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi seharihari antara warga negara dan pemerintahannya  Keith Jacobs 5 . keper-cayaan. Kroeber dan C. Apabila perbedaan dalam sosial-budaya ini tidak “dijembatani”. adat-istiadat. ide dan terutama berhubungan dengan nilai”. Lingkungan sosial-budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial-budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya. Taylor (1871): “Budaya atau peradaban adalah suatu keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan. baik secara eksplisit maupun implisit.

a. Semakin rumit struktur masyarakat dan keadannya. Ketidakberfungsian keluarga melahirkan dampak negatif bagi kehidupan moralitas anak.. b.Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas  RUTH AYLETT Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi  PAUL ERNEST Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama c) Faktor-faktor Sosial Budaya yang Menimbulkan Kebutuhan akan Bimbingan Kebutuhan akan bimbingan timbul karena adanya masalah-masalah yang dihadap oleh inividu yang terlibat dala kehidupan masyarakat. adat istiadat dan ekonomi. termasuk bidang pendidikan. seperti. Hal ini berarti pemberian kesempatan kepada setiap orang untuk menikmati pndidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pun oleh badan swasta. dan kecenderungan orangtua tunggal dalam keluarga. Pemecahan ini dapat diperoleh 6 . Pietrfesa dkk. 2008:119). Perubahan Konstelasi Keluarga Pada tahun 1970 keluarga di Amerika mengalami perubahan yang cukup berarti. Perkembangan Pendidikan Demokrasi dalam bidang kenegaraan menyebabkan demokratisasi dalam bidang kehidupan. dalam Syamsu dan Juntika. 1986. maka masalah yang dihadapinya akan semakin parah. dan meretaknya kedekatan hubungan antar anggota keluarga.. Jadi kebutuhan akan bimbingan itu timbul karena terdapat faktor yang menambah rumitnya keadaan masyarakat dimana individu itu hidup. Faktor-faktor itu diantaranya adalah sebagai berikut. Surya & Rochman N. Hal semacam ini menimbulkan bertumpuknya masalah yang dihadapi oleh orang yang terlibat dalam kelompok campuran itu. keadaan sosial. semakin banyak dan rumit pulalah masalah yang dihadapi oleh individu yang terdapat dalam masyrakat itu. Bagi keluarga yang mengalami kondisi disfungsional seperti di atas. yaitu semakin meningkatnya angka perceraian dari tahun 1970 sampai tahun 1980. (John J. M. meningkatnya tuntutan kesamaan hak dan kewajiban kaum perempuan. Salah satu bantuan yang dapat memfasilitasi keluarga memecahkan masalah yang dihadapinya adalah layanan bimbingan dan konseling yang berupaya membantu untuk memelihara kebutuhan atau keharmonisan keluarga. etnis. melemahnya otoritas pria (suami). seringkali dihadapkan kepada kebuntuan atau kesulitan mencari jalan keluar atau pemecahan masalah yang dihadapinya. sehingga apabila tidak segera mendapat bantuan dari luar. Kesempatan yang terbuka ini menyebabkan berkumpulnya murid-murid dari berbagai kalangan yang berbeda-beda latar belakangnya antara lain: agama. Masalah tersebut diikuti oleh permasalahan lain. 1980.

sangatlah penting bagi orangtua untuk membimbing anak dalam rangka mengembangkan kemampuannya untuk menilai setiap tayangan yang ditontonnya secara kritis.dengan melakasanakan bimbingan bagi anggota kelompok yang bersangkutan. Bimbingan dan konseling diperlukan untuk membantu menyiapkan mental para pekerja yang tangguh itu. c. Dewasa ini anak-anak dan para remaja rata-rata menghabiskan waktu setiap harinya 6 jam untuk menonton televisi. Pengaruhnya seperti virus influensa yang mudah menyebar ke tubuh manusia. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga-tenaga yang terampil dan memiliki sikap mental yang tangguh dalam bekerja. Semuanya hanya akan menimbulkan permusuhan satu sama lain. Sehubungan dengan hal tersebut. Perkembangan Komunikasi Dampak media massa (terutama televisi) terhadap kehidupan manusia sangatlah besar. program bimbingan mempunyai peranan penting dalam upaya memberikan pemahaman bahwa antara laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama dalam melakukan segala hal tanpa ada batasan-batasan gender dan memberikan pemahaman bahwa perlakuan diskriminatif terhadap ras-ras yang berbeda bukanlah suatu pemecahan masalah yang baik. Berdasarkan kondisi tersebut. Di samping itu. program-program yang ditayangkan tidak sedikit yang telah merusak nilai-nilai pendidikan. Kondisi ini akan menimbulkan dampak sosial yang buruk bagi kehidupan masyarakat di perkotaan. Kesehatan Mental 7 . Perkembangan Kota Metropolitan Kecenderungan bertumbuhnya kota-kota di abad ke-21 akan mendorong semakin meledaknya arus urbanisasi. Kondisi kehidupan di atas dapat menjadi sumber pemicu malapetaka kehdupan terutama menyangkut masalah-masalah psikologis seperti gejala ”maladjustment” dan ”Pathologic” (gangguan sakit jiwa dan sakit jiwa. Dalam hal ini layanan bimbingan yang memfasilitasi berkembangnya kemampuan ana dalam mengambil keputusan (decision-making skil) merupakan pendekatan yang angat tepat. Seksisme dan Rasisme Seksisme merupakan paham yang mengunggulkan salah satu jenis kelamin dari jenis kelamin lainnya. Bimbingan dan konseling dibutuhkan untuk membantu masyarakat mengatasi masalah-masalah psikologis sehingga meraka dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. e. Dunia Kerja Berbagai perubahan dalam dunia kerja menuntut keahlian khusus dari para pekerja. Sementara rasisme adalah paham yang mengunggulkan ras yang satu dengan ras yang lainnya. karena banyak sekali adegan kekersan. dalam hal ini kelompok murid sekolah. Propaganda atau iklan yang ditayangkan televisi telah mengembangkan sikap konsumerisme di kalangan masyarakat. d. f. mistik dan amoral yang disuguhkan. g.

Terkait dengan masalah ini. Ini merupakan pilihan yang tidak mudah untuk ditentukan segera karena menyangkut hal yang sangat mendasar dan peka. sakit jiwa (psikosis). orang-orang yang kecanduan minuman keras. maka sekolah-sekolah atau lembagalembaga perusahaan dituntut untuk menyelnggarakan program layanan bimbingan dan konseling dalam upaya mengembangkan mental yang sehat dan mencegah serta menyembuhkan mental yang tidak sehat.Masalah kesehatan mental di beberapa tempat di dunia ini semakin marak saja. tidak mustahil timbul kecmburuan sosial perasaan rendah diri atau perasaan tidak nyaman untuk bergaul dengan anak-anak dari kelompok orang-orang kaya. atau golongan ”rendahan”. Perkembangan Teknologi Dengan perkembangan teknologi yang pesat. (1) penggantian skonan besar tenaga kerja manusia dengan mesin menyebabkan jumlah pengangguran semakin meningkat. perkembangan komunikasi dll (Jonh). 1980. Oleh karena itu makin. i. seperti orang-orang yang mengalami gangguan jiwa (neurotik). Kedua masalah utama ini menyebabkan orang-orang yang bersangkutan meminta bantuan kepada orang lain atau badan yang berwenang untuk memecahkannya. Faktor-faktor tersebut seperti perubahan kontelasi keuangan. Pietrofesa dkk. menimbulkan masalah yang berat. Kondisi Sosial Ekonomi Perbedaan yang besar dalam faktor ekonomi di antara anggota kelompok campuran. M. kepribadian anti sosial. perkembagan pendidikan. orang dewasa atau remaja yang melakukan tindak kejahatan yang serius. Kondisi Moral dan Keagamaan Kebebasan untuk menganut agama sesuai dengan keyakinan masing-masing individu menyebabkan seorang individu berpikir dan menilai setiap agama yang dianutnya. Kadangkadang menilainya berdasarkan nilai moral umum yang dianggapnya paling baik. Individu sebagai Produk Lingkungan Sosial Budaya 8 . dunia-dunia kerja. timbul dua masalah penting yang menyebabkan kerumitan struktur dan keadaan masyarakat yaitu. 1987) 1.Di sinilah kebutuhan akan bimbingan dan konseling terasa sangat dibutuhkan. tidak mampu. terutama anak-anak dari sosial ekonomi lemah. (2) bertambahnya jenis-jenis pekerjaan dan jabatan baru yang menghendaki keahlian khusus dan memerlukan pendidikan khusus pula bagi orang-orang yang hendak menjabatnya. baik terhadap mereka yang datang dari golongan yang kurang mampu atau pun mereka dari golongan sebaliknya. dan Rocman N. Masalah ini terutama sangat dirasakan oleh individu yang berasal dari golongan ekonomi lemah. terasalah kebutuhan akan bimbingan yang baik untuk menanggulanginya. Untuk menanggulangi masalah ini dengan sendirinya memerlukan adanya bimbingan. Surya & Rochman N. h. j. Di kalangan mereka. 1986. kadangkadang didasarkan pada kesenangan pribadi yang nyata yang akan membawa pada perasaan tertekan oleh norma-norma agama ataupun keraguan akan kepercayaan yang telah diwarisinya dari orangtua mereka. gangguan emosional. menyalahgunakan obat-obatan terlarang dan lain-lain. Kebudayaan akan bimbingan timbul karena terdapat faktor yang menambah rumitnya keadaan masyarakat dimana individu itu hidup.

pribadi. yang semuanya itu berada dalam khasanah kebudayaan manusia. sampai peniadaan sikap menolak diri klien. stereotip. sejak lahirnya harus memenuhi tidak hanya tuntutan biologisnya. stereotip. penstrukturan suasana konseling. tuntutan Budaya itu menghendaki agar ia mengembangkan tingkah lakunya sehingga sesuai dengan pola-pola yang dapat diterima dalam budaya tersebut. dan kecemasan. Unsur-unsur subjektif itu meliputi berbagai konsep dan asosiasi. tujuantujuan dan jenis-jenis pekerjaan yang dipilihnya. kecenderungan menilai. politik dan masyarakat secara menyeluruh memberikan pengaruh yang kuat terhadap sikap. penilaian. pengetahuan. dari awal pengembangan hubungan yang akrab dan saling mempercayai (rapport) antara klien dan konselor. lembaga keagamaan. Tolbert memandang bahwa organisasi sosial. Unsur-unsur budaya yang ditawarkan oleh organisasi dan budaya lembaga-lembaga tersebut mempengaruhi apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh individu. kesempatan dan pola hidup warganya. tingkat pendidikan yang ingin dicapainya. sikap. ingatan. komunikasi terbuka. maka makin efektif konseling tersebut 9 . harapan dan keinginan. Pedersen mengemukakan bahwa perbedaan dalam latar belakang ras atau etnik. aspirasi. 2. Fullmer memandang lebih jauh individu mencapai kemanusiaannyayang unik itu berkat pengaruh nilai-nilai. kelas sosial ekonomi dan pola bahasa menimbulkan masalah dalam hubungan konseling.MC Daniel memandang setiap anak. rekreasinya dan kelompok-kelompok yang dimasukinya. (1992) konselor yang diharapkan akan berhasil dalam menyelenggarakan konseling antarbudaya adalah mereka yang telah mengembangkan tiga dimensi kemampuan. yaitu dimensi keyakianan dan sikap. tepapi juga tuntutan budaya ditempat ia hidup. dkk ada 5 macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi non verbal. dan nilai. Menurut Sue dkk. Bimbingan konseling harus mempertimbangkan aspek sosial budaya dalam pelayanannya agar menghasilkan pelayanan yang lebih efektif. kemasyarakatan. Beberapa Hipotesis yang dikemukakan Pedersen dkk (1976) tentang berbagai aspek konseling budaya antara lain:  Makin besar kesamaan harapan tentang tujuan konseling antara budaya pada diri konselor dan klien maka konseling akan berhasil  Makin besar kesamaan pemohonan tentang ketergantungan. lepercayaan. Bimbingan dan Konseling Antara Budaya Menurut Pedersen. pendapat. dan keterampilan yang sesuai dengan klien antarbudaya yang akan dilayani. Padersen memandang seluruh pengaruh unsur-unsur sosial-budaya dalam segenap tingkatannya tersebut membentuk unsur-unsur subjektif pada diri individu. ide-ide. dan keluarga. harapan dan keinginan yang ditujukan kepadanya melalui lembaga-lembaga yang sengaja dikembangkan. persepsi tentang peranan.

atau tersendat-sendat yang mengakibatkan terjadinya kekurang pengertian dan menimbulkan kesalahpahaman. bahkan sering isyarat dan tanda-tanda yang sama dalam bahasa non-verbal itu memiliki arti yang berbeda-beda atau bahkan bertentangan dalam budaya yang berbeda dalam melakukan proses konseling. yaitu : a. yaitu masih adanya konselor atau guru pembimbing dalam melakukan proses konseling kurang dapat memahami bahasa non-verbal muridnya pada saat melakukan konseling dengan muridnya yang latar belakang budayanya berbeda. tanda-tanda atau bahasa non-verbal lainnya tidak banyak menolong. Sehingga hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan dalam bimbingan konseling. dan bahkan mungkin bertolak belakang. Perbedaan bahasa Dalam perbedaan bahasa ini dapat meimbulkan permasalahan yang terjadi dalam Bimbingan Konseling yaitu.  Makin klien kurang memahami proses konseling makin perlu konselor /program konseling antara budaya memberikan pengarahan tentang proses ketrampilan berkomunikasi. ketiadaan penguasaan bahasa asing yang dipakai oleh konselor atau guru pembimbing dalam proses konseling dengan latar budaya yang berbeda akan menyebabkan komunikasi dapat berhemti sama sekali. Pederson dalam Prayitno (2003) mengemukakan lima macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuain diri antar budaya. 10 . yang mungkin antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda.  Model konsleing yang khusus dirancang untuk pola budaya tertentu akan efektif digunakan terhadap klien-klien yang berasal dari budaya tersebut daripada budaya lainnya  Konseling antarbudaya akan efektif apabila konselor memperlihatkan perhatian kepada kliennya sebagai seorang individu yang spesial .  Keefektifan konseling antara budaya tergantung pada kesensitifan konselor terhadap proses komunikasi  Keefektifan konseling akan meningkat jika ada latihan khusus serta pemahaman terhadap permasalahan hidup yang sesuai dengan budaya tersebut. penuh suasana emosional suasana konseling antar budaya makin memudahkan konselor memahami klien. Makin sederhana harapan yang diinginkan oleh klien maka makin berhasil konseling tersebut  Makin bersifat personal. Komunikasi non-verbal Dalam menggunakan Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbedabeda. b. Permasalahan-permasalahan yang Terjadi Dalam Landasan Sosial Budaya Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dengan klien. Pesan-pesan yang disampaikan melalui isyarat. B. hal ini mengakibatkan sulitnya mengetahui penanganan apa yang seharusnya diberikan kepada muridnya dalam membantu menyelesaikan permasalahannya. pengambilan keputusan dan transfer.

untuk menekankan (kepada seluruh konselor) penting dan perlunya sikap menghargai dan menjadi pertimbangan utama segenap aspek lingkungan sosial budaya yang unik yang berpengaruh terhadap tingkah laku klien. yaitu dengan adanya konseling profesional yang bersifat antarbudaya. atau bahkan multibudaya. Kecenderungan menilai ini baik yang menghasilkan penilaian positif positif maupun negatif. Kecemasan. adalah tetap dimungkinkan. Masih banyak guru-guru pembimbing disekolah yang mengahdapi siswanya yang melakukan kesalahan kemudian langsung memberikan penilaian terhadap siswanya tersebut tanpa mencari tahu apa yang menyebabkan permasalahan itu timbul. d. dimana dan kapan harus berbuat sesuatu. Agar komuniskasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis. Kecenderungan menilai Penilaian terhadap orang lain memang sering dilakukan oleh individu-individu yang berkomunikasi. 11 . dan hal ini merupakan bagian yang integral dari tugas profesional bimbingan dan konseling. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan yaitu menyebabkan seorang konselor atau guru pembimbing memandang sesuatu (khususnya orang lain) menurut kemauan orang yang memandangnya itu berdasarkan anggapan-anggapan yang sudah tertanam pada dirinya dan orang tersebut biasanya tidak mau menerima kenyataan-kenyataan yang berbeda dari anggapananggapannya. hal ini menimbulkan permasalahan sehingga proses konseling akan berjalan kaku tanpa komunikasi yang lancar. Stereotipe Stereotipe cenderung menyamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (social prejudice) yang biasanya tidak tepat. Kecemasan yang berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya dapat menuju ke culture shock. meskipun agakmya tidak mungkin mengharapkan sebagian besar konselor memiliki keakraban dan keterampilan yang tinggi terhadap spektrum sosial budaya yang luas dan berbeda-beda. seringkali didasarkan pada standar objektif. dan bahkan menjadi kewajiban kita. Sumber hambatan komunikasi dan penyesuaian yang lain ialah kecemasan yang ada pada pihak-pihak yang berinteraksi dalam suasana antarbudaya. yang merupakan kebutuhan yang amat mendesak bagi terselenggaranya pelayanan yang etis. C. sehingga hal ini akan mempersulit proses konseling berjalan dengan baik. Kecemasan muncul ketika seorang individu memasuki lingkungan budaya lain yang unsur-unsurnya dirasakan asing. Pada saat melakukan proses konseling masih ada konselor atau guru pembimbing yang mengalami kecemasan karena hambatan komunikasi dan penyesuaian dengan kliennya yang berbeda latar belakang budayanya. yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa. e. maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi. Solusi Dari Permaslaaha-permasalahan yang Terjadi Dalam Landasan Sosial Budaya Solusi utama dari permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam Landasan Sosial Budaya.c. dan sering pula merangsang timbulnya reaksi-reaksi baik positif maupun negatif dari pihak yang menilai. Selain itu.

Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan. 5. fungsi ini tidak setinggi pada tingkat pendidikan tinggi. Mewujudkan masyarakat yang cerdas Yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab. Pengendalian Sosial Pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. 4. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. bahwa bimbingan dan konseling dengan pendekatan multikultural sangat tepat untuk lingkungan berbudaya plural seperti Indonesia. D. Hal ini merupakan solusi kedua agar para Konselor dan guru pembimbing mengetahui secara mendalam tentang berbagai unsur konseling antarbudaya. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. 2. yaitu kesamaan di atas keragaman. Pada sekolah-sekolah yang lebih rendah.Tuntutaan tentang kompetensi konselor di atas membawa implikasi terhadap pribadipribadi konselor serta sekaligus lembaga pendidikan dan latihan bagi konselor untuk meghilangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam Landasan Sosial Budaya. Kurikulum dan program pendidikan serta latihan (teori dan praktek) oleh konselor perlu mencakup pengkajian dan kegiatan praktek lapangan berkenaan dengan aspek-aspek sosial budaya klien yang berbeda-beda. Terkait dengan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia. Surya (2006) mengetengahkan tentang tren bimbingan dan konseling multikultural. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan landasan semangat bhinneka tunggal ika. 12 . Transmisi budaya Sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan. Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. 3. menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya lebih berpangkal pada nilai-nilai budaya bangsa yang secara nyata mampu mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam kondisi pluralistik. Moh. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran-ajaran agama yang dipeluknya. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat. Fungsi Sosial Budaya terhadap Pendidikan Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan yaitu : 1. Fungsi semacam ini merupakan fungsi pada perguruan tinggi. Hal tersebut merupakansolusi ketiga dari permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam Landasan Sosial Budaya. kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bengsa.

Kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyrakat 13 . hukum. Dalam hal ini motif-motif atau pola-pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. moral. secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik.PENUTUP Kesimpulan Dari hasil hasil pembahasan yang telah disajikan pada bab II. Bahwa pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. seni. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. adat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat. 3. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. kepercayaan. 2.

wordpress. Nurhamzah. Pidarta. Jakarta: Yudhistira.scribd. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia .html http://maykirena.wordpress. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Bandung: CV.com/pengertian_definisi_sosial_menurut_para_ahli_info516. Rineka Cipta : Jakarta Ruswandi. Landasan Pendidikan. Landasan Pendidikan. 2008.html http://himcyoo.html www. Prof.com/2011/06/landasan-bklandasan-sosial-budaya.newyouth.DAFTAR PUSTAKA Made. M.com/2011/12/01/landasan-sosial-budaya-bimbingan-dan-konseling/ http://sarjoni. Dr.com/2011/05/20/landasan-dalam-bimbingan-dan-konseling/ 14 .blogspot. Hermawan Heris. 2007. Bandung: Prospect. Sutikno Sobry.html http://liberty-aries.com/anaganeh/d/24800435-Landasan-BK http://adiatmoko. 2003. Tim Sosiologi. A.com/archives www.wordpress.blogspot. 2008.com/2011/06/landasan-bk-landasan-sosial-budaya.blogspot. Uus.com http://www. kirena may. Insan Mandiri. Pada alamat [online] : http://maykirena.re-searchengines.com/2009/05/04/landasan-sosial-budaya-bimbingan/ http://carapedia.com/2012/02/bimbingan-konseling-pribadi-sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful