PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Disampaikan untuk memenuhi salah satu tugas Mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) IDIK 4008 Semester VI Program Studi S-1 PGSD

Oleh : LUCKI SUANTI 818588541

UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH BOGOR KELOMPOK BELAJAR CIAWI 2011.2

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. JUDUL “UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SD NEGERI BANJARSARI 02, UPTK CIAWI, KECAMATAN CIAWI, KABUPATEN BOGOR“ B. BIDANG KAJIAN Bidang kajian pada proposal ini tentang perbaikan pembaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam hal penerapan model. C. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Negara Indonesia dengan sumber daya manusia yang besar membutuhkan penanganan yang serius untuk meningkatkan mutu hidup bangsanya. Salah satu cara yang harus ditempuh adalah melalui pendidikan yang bermutu. Apalagi pada era globalisasi sekarang ini kesiapan untuk bersaing setiap bangsa sangat diperlukan. Pendidikan memegang peranan sangat penting dalam meningkatkan mutu hidup. Sudah semestinya pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas utama yang harus dilakukan pemerintah. Indikator pendidikan bermutu adalah dengan perolehan hasil belajar yang maksimal, hal tersebut dapat terlaksana apabila pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien didukung sarana dan prasarana yang memadai, peran serta masyarakat dan guru yang berkualitas. Salah satu usaha guru agar berkualitas adalah dengan cara meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui Pemantapan Kemampuan

2. Minat dan motivasi belajar siswa kurang c. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika dalam proses pembelajaran tersebut memenuhi target penelitian yang maksimal yaitu dengan hasil penelitian yang baik sehingga nantinya dapat mendukung siswa dalam mencapai prestasi yang baik. Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar ( SD ) dan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan mengingat standarisasi Ujian Akhir Sekolah (UAS) sering dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa karena khawatir tidak dapat lulus.Profesional dan dapat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Identifikasi Masalah. diharapkan dapat memperjelas pemahaman siswa tentang materi sehingga hasil prestasi siswa dapat meningkat. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dipandang perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa salah melalui satunya alat melalui serta penerapan diskusi model pembelajaran Examples Non Examples. Siswa banyak yang pasif . Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. yaitu menganalisa materi pembelajaran peraga kelompok. Rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pelajaran PKn b. pada siswa kelas IV SDN Banjarsari 02 Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor prestasinya kurang memuaskan. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : a. Pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan kompetensi dasar pengaruh globalisasi di lingkungannya. Siswa tidak mau bertanya d.

atau kecenderungankecenderungan anak didik. harapan. pendirian. prasangka rasa takut. sebab tidak sesuai dengan harapan. perasaan. Hasil Analisis Masalah Kurangnya keberhasilan Kelas IV Siswa terhadap Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Masalah 1) Penjelasan guru kurang dipahami 2) Tidak menggunakan alat peraga yang sesuai.3. besar kemungkinan proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan lancar. pendirian. jika seorang pendidik tidak menghiraukan minat anak didiknya. atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. 3) Metode yang digunakan tidak bervariasi 4) Kurang pemberian latihan soal penguasaan materi PKN yang diajarkan. Analisa Masalah a) Proses analisis Tabel I. . b) Teori dan Pengalaman yang mendukung Andi Mappiare (1982:62) mengemukakan“Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan.” Dengan demikian.

net/buku_tua_pakguru_dasar semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajarmengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper. setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi.html) Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.html). terdiri atas http://pakguruonline. Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan.pendidikan.Jones.pendidikan. dalam Strategi dan Metode Mengajar. dalam Strategi _kpdd_b11. http://pakguruonline. dalam Djumhur dan M. (Kemp dalam Wina Senjaya. dan Strategi Metode belajar-mengajar Mengajar. dalam Prayitno dan E. Amti (1994 Bimbingan keseluruhan juga : dapat diartikan yang pribadi pendidikan 94) sebagai dan bagian staf dari ahli membantu menyediakan kesempatan-kesempatan layanan dengan cara mana. melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey. 2008) D. RUMUSAN MASALAH .net/ buku_tua_pakguru_dasar _kpdd_b11. Surya (1975 : 10 ) menyatakan bahwa : Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu-individu dalam menentukan pilihan-pilihan dan mengadakan berbagai penyesuaian dengan Mortensen & Scmuller.

b. Dengan mengadakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Manfaat tersebut sebagai berikut : 1. siswa maupun sekolah. Mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Examples Non Examples untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PKn kompetensi dasar pengaruh globalisasi di lingkungannya c. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas adalah : a. Mendiskripsikan penggunaan alat bantu gambar berbagai dampak globalisasi untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PKn kompetensi dasar pengaruh globalisasi di lingkungannya F.Berdasarkan analisa masalah dan solusi pemecahannya maka kami merencanakan perbaikan pembelajaran dengan rumusan masalah sebagai berikut : ”Apakah Examples dapat melalui penerapan pada model pembelajaran PKn Non Examples pembelajaran prestasi kompetensi dasar pengaruh globalisasi dilingkungannya meningkatkan aktivitas dan belajar siswa ?” E. baik untuk guru. Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PKn kompetensi dasar pengaruh globalisasi di lingkungannya di kelas IV semester II. Manfaat bagi guru a. Perbaikan ini menimbulkan rasa puas bagi . MANFAAT PENELITIAN Perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas sangat besar manfaatnya.

prasangka rasa takut. Perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dapat membuat guru lebih percaya diri. guru dapat berkembang secara profesional. sehingga kesalahan tidak akan berlanjut. Manfaat bagi siswa Penelitian tindakan kelas sangat besar manfaatnya bagi siswa. harapan. Sekolah yang para gurunya sudah mampu melaksanakan perubahan atau perbaikan mempunyai kesempatan yang besar untuk berkembang pesat. Karena tujuan adalah akhir agar kelas dari pelaksanaan belajar perbaikan dapat proses pembelajaran penelitian prestasi ini siswa dalam meningkat. mampu memperbaiki pembelajaran dikelolanya. Manfaat bagi sekolah Sekolah yang berhasil mendorong inovasi para guru maka telah berhasil pula meningkatkan kualitas pendidikan . 2.guru karena ia sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran b. G. berbagai strategi atau teknik pembelajaran dapat dihasilkan dari sekolah. seperti penanggulangan berbagai kesulitan mengajar yang dialami oleh guru. KAJIAN PUSTAKA Andi Mappiare (1982:62) mengemukakan bahwa “Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan. atau . 3. Ia dapat menemukan kelemahan dan kekuatan dalam pembelajaran. Berbagai perbaikan akan dapat diwujudkan. pendirian. c. Dengan demikian perbaikan pembelajaran melalui tindakan kesalahan pembelajaran akan cepat dianalisis dan diperbaiki. Dengan terbiasanya para guru melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Melakukan karena perbaikan pembelajaran melalui penelitian yang tindakan kelas.

” Dengan demikian. 1. Jones. perasaan. anak mengembangkan kebudayaan dengan menciptakan kebudayaan yang selaras dengan tuntutan 36 . sebab tidak sesuai dengan harapan. atau kecenderungan-kecenderungan anak didik. Amti (1994 pendidikan yang : membantu 94) menyediakan kesempatanBimbingan juga dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara mana. Surya (1975 : 10 ) menyatakan bahwa : Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu-individu dalam menentukan pilihan-pilihan dan mengadakan berbagai penyesuaian dengan Mortensen & Scmuller. Hanya disini ditekankan penyampaian pewarisan pengetahuan (kebudayaan) pada hal diharapkan dari zaman. Guru berperanan. lagi bahan pelajaran bersifat intelektualitas. dalam Djumhur dan M. Kalau pengertian dianut maka tujuannya adalah penguasaan pengetahuan oleh anak. Kalau ini yang dianut maka masalahnya hampir sama seperti hal tersebut. jika seorang pendidik tidak menghiraukan minat anak didiknya. pendirian. Hakekat Mengajar Hakekat mengajar menurut Pasaribu dan Simanjutak (1982): Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada anak. dalam Prayitno dan E. besar kemungkinan proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan lancar. Hal ini berarti anak pasif guru centered.  Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada anak. setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi.kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.

baik dilihat secara mikro maupun secara makro. kemudian dalam arti sempit. Belajar juga akan lebih baik. pengantar pesan dari 36 . Alat Bantu Pelajaran Pengertian alat bantu pelajaran : Suatu alat bantu pelajaran adalah sebagai perantara. 1990: 22-23). Disamping difinisi tersebut. 2. dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan mendengarkan. Mengajar adalah suatu kegiatan mengorganisasi (mengatur) lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar. ada pengertian lain yang cukup banyak. Guru hanya membimbing (mengatur lingkungan) anak belajar untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. atau perubahan tingkah laku atau dan penampilan. belajar dapat diartikan sebagi kegiatan psikofisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya. materi kegiatan belajar ilmu menuju dimaksudkan sebagai usaha penguasaan sebagian pengetahuan yang merupakan kepribadian terbentuknya seutuhnya. nilai dan sikap untuk membentuk kepribadian seutuhnya. Hakekat Belajar Belajar membaca. Kalau pengertian ini yang dianut maka pengertiannya sama dengan pengertian mendidik. dilihat dalm arti luas atau pun terbatas. 3. Dalam pengertian luas. Difinisi atau konsep ini adalah praktek banyak dianut di sekolah-sekolah bahwa belajar adalah proses mentransfer pengetahuan. bersifat verbalistik. kalau subyek belajar mengalami melakukannya. Relevan dengan ini maka ada pengertian bahwa belajar adalah ” penambahan pengetahuan” (Sardiman. itu merupakan mengamati. jadi meniru tidak sebagainya. keterampilan.

Menurut Gerlach dan Ely (dalam Arsyad. Fiksatif (fixative property) Media pembelajaran mempunyai kemampuan untuk merekam. perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar.2002:11) ciri media pendidikan yang layak digunakan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : a. 36 . perasaan . Dengan penggunaan alat bantu pelajaran yang tepat dapat menambah belajar seorang siswa dalam satu periode pengajaran dan mempercepat seluruh proses pelatihan. sebaliknya penggunaan alat bantunpelajaran yang tidak tepat akan menyebabkan siswa-siswa salah paham terhadap pokok yang diberikan dan sangat merintangi mereka mencapai hasil belajar seperti yang diinginkan dari pelajaran tersebut. b. Manipulatif (manipulatif property) Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording. melestarikan.pengirim pesan. Distributif (distributive property) Memungkinkan berbagai objek ditransportasikan melalui suatu tampilan yang terintegrasi dan secara bersamaan objek dapat menggambarkan kondisi yang sama pada siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama tentang kejadian itu. Dalam kaitannya dengan pembelajaran. c. dan merekonstruksi suatu peristiwa/objek. menyimpan. Rustaman (2003). mengemukakan alat bantu pelajaran berdasarkan jenisnya dapat dikelompokkan sebagai berikut. alat bantu pelajaran adalah suatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran.

insektarium berupa kotak kaca yang berisi serangga. waktu dan daya indra. Media asli tiruan atau model contoh: Model irisan bagian dalam bumi. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). b. pesawat terbang. lukisan. e. model torso tubuh manusia yang dapat dilepas dan dipasang kembali. grafis. charta.taksidermi. kaset. model globe model atum. 36 . bio plastik dan diorama. foto. d. koran. b. g. Media dengar misalnya program radio. kkereta api. Mediagrafis misalnya bagan. Mengatasi keterbatasan ruang. tape recorder.a. h. kebun binatang dengan hewan yang ada. poster. model DNA dan lain-lain. gambar. CD. Media proyeksi terdiri dari proyeksi diam misalnya slide. plakat. awetan dalam botol. c. c. penampang daun. tumbuhannya. diagram. transparan. model penampang melintang batang dikotil. piringan hitam. kebun percobaan. mobil. program MP3. Media cetak misalnya buku cetak. gedung dan papan temple. Media asli mati misalnya herbarium. Secara umum alat bantu pelajaran mempunyai manfaat antara lain: a. Media asli hidup seperti Terrarium Akuarium dengan ikan dan dengan hewan darat dan tumbuhannya. f. Proyeksi gerak misalnya film atau gambar bergerak i. Memudahkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran yang disajikan dengan ABP. Media aasli benda tak hidup contohnya: berbagai contoh batuan mineral.

d. f. Metode Mengajar a.  Guru memiliki keterampilan berbicara yang dapat menarik perhatian siswa. • Keunggulan metode ceramah Ekonomis waktu dan biaya. merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterampilan atau informasi. Mempertinggi daya ingat siswa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya. atau uraian tenteng suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan (Strategi Belajar Mengajar. yang dapat dikatakan juga sebagai teknis kuliah.  Jumlah siswa yang terlau banyak. NIC 1991 H. aktivitas siswa dalam proses belajar 4. e. Dra. Meningkatkan mengajar. guru dapat mengulang dengan mudah • Kelemahan metode ceramah kemungkinan menimbulkan verbalisme . sasaran siswa relatif banyak. Roestidjah. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung. Metode ceramah adalah cara mengajar dengan ceramah. 136) • Alasan Penggunaan Metode Ceramah Alasan menggunakan metode ceramah adalah:  Sekolah tidak memiliki bahan bacaan tentang masalah yang akan dibicarakan atau yang diajarkan. tidak sesuai dengan alat bantu pelajaran yang tersedia.  Guru yang sedang mengajar bermaksud membuat kesimpulan pelajaran yang baru diberikan. Metode Ceramah • Pengertian Metode Ceramah.

c. Tujuan menggunakan Metode Tanya jawab adalah:  Siswa dapat mengerti atau memahami tentang fakta yang dipelajari.  Menyimpulkan 36 atau siswa akan tersusun mengikhtisarkan jalan pikirannya pelajaran sehingga atau apa yang dibaca. dan sifat partisipasi yang diharapkan dari siswa. Metode Tanya Jawab • Pengertian Metode Tanya jawab. langkah-langkah dalam proses ditimbulkan memecahkan masalah. Metode Tanya jawab adalah suatu tehnik untuk memberikan motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya. atau guru yang mengajukan pertanyaanpertanyaan itu. siswa menjawab. Metode Diskusi • Pengetian Metode Diskusi Pengertian Simanjutak diskusi adalah 36 menurut proses Pasaribu bertukar dan pikiran (1982) . guru pada umumnya berusaha menanyakan apa siswa telah mengetahui fakta tertentu yang sudah diajarkan atau proses pemikiran yang dipakai oleh siswa. • Tujuan Menggunakan Metode Tanya Jawab. selama mendengarkan pelajaran.- sangat kurang memberikan kesempatan pada siswa ada dalam otoritas guru b. jenis pertanyaan yang dikemukakan guru. Dalam metode tanya jawab. Metode ini hampir mirip dengan metode diskusi hanya berbeda dalam cara. Dengan dibantu tanya jawab mencapai perumusan yang lebih baik dan cepat. didengar atau dibaca sehingga mereka  Siswa berpikir memiliki mampu atau pengetahuan menjalaskan yang yang mendalam tentang fakta tersebut.

Model Pembelajaran Example Non Example atau juga biasa di sebut example and non-example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Model Pembelajaran Examples Non Examples.  Mempertinggi partisipasi kelas sebagai keseluruhan dalam proses belajar mengajar. Metode Pengamatan Metode pengamatan merupakan suatu cara penyajian bahan dengan mengamati obyek secara langsung dan siswa diberi tugas untuk melaporkan hasil pengamatan. Penggunaan media gambar ini disusun dan . Melakukan sesuatu sangat berguna bila mengetahui terlebih dahulu masalahnya dan turut membahasnya. pertanyaan tidak menyatakan manakah jawaban yang benar. pertanyaan mempunyai kemungkinan jawaban yang lebih dari satu. Metode ini sangat tepat situasi dimana: pertanyaan menarik minat siswa. • Tujuan Penggunaan Metode Diskusi Tujuan menggunakan metode diskusi adalah:  Mempertinggi partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar secara individu. d.mengenai suatu top[ik tertentu sehingga mendapat beberapa konklusi pendapat yang dapat diterima. • Keunggulannya : • siswa dapat melihat langsung obyek/bahan pengajaran yang akan dibahas siswa tidak verbalistik Kelemahannya : memerlukan waktu yang lama agak sulit untuk mengorganisasikan siswa 5.

kemampuan berbahasa tulis dan lisan. ataupun yang paling sederhana adalah poster. Gambar yang kita gunakan haruslah jelas dan kelihatan dari jarak jauh. sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Paling banyak konsep yang kita pelajari di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan nonexample dari suatu definisi konsep yang ada. sehingga anak yang berada di belakang dapat juga melihat dengan jelas. Proyektor. Penggunaan Model Pembelajaran Example Non Example ini lebih menekankan pada konteks analisis siswa. Biasa yang lebih dominan digunakan di kelas tinggi. dan Model kemampuan Pembelajaran berinteraksi Example Non Example menggunakan gambar dapat melalui OHP. Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Example Non Example dianggap perlu dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. kemampuan dengan analisis siswa ringan. dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap .dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas. namun dapat juga digunakan di kelas rendah dengan menenkankan aspek psikoligis dan tingkat perkembangan siswa kelas rendah seperti . lainnya.

Tennyson dan Pork (1980. b. Pilih contoh – contoh yang berbeda satu sama lain. Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode example and non-example antara lain: a.example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada. hal 59) dalam Slavin (1994) menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan. Joyce and Weil (1986) dalam Buehl (1996) telah memberikan kerangka konsep terkait strategi tindakan. yaitu: a. Siswa diberi sesuatu bagian karakter yang non dari berlawanan example yang untuk yang telah mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan merupakan suatu dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang konsep dipaparkan pada bagian example. Siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memper. yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari example dan non example c.luas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek b. c. yang menggunakan model inkuiri untuk memperkenalkan konsep yang baru dengan . Bandingkan dan bedakan contoh – contoh dan bukan contoh Menyiapkan pengalaman dengan contoh dan non-contoh akan membantu siswa untuk membangun makna yang kaya dan lebih mendalam dari sebuah konsep penting. Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan). Urutkan contoh dari yang gampang ke yang sulit.

b.metode Example and Nonexample. Menggeneralisasikan pasangan antara contoh dan noncontoh yang menjelas kan beberapa dari sebagian besar karakter atau atribut dari konsep baru. guru menempelkan gambar di papan tulis. mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. tanyakanlah pada mereka apa yang membuat kedua daftar itu berbeda. Menya. mengenai konsep yang lebih spesifik untuk mendorong siswa mengecek hipotesis yang telah dibuatnya sehingga mampu memahami konsep yang baru.jikan itu dalam satu waktu dan meminta siswa untuk memikirkan perbedaan apa yang terdapat pada dua daftar tersebut. adalah meminta siswa untuk mendeskripsikan konsep yang telah diperoleh dengan menggunakan karakter yang telah didapat dari examples dan non-examples. siswa Setelah untuk itu di bekerja berpasangan tiap pasangan untuk untuk menggeneralisasikan konsep examples dan non-examples meminta kelas menginformasikan umpan balik. memberi petunjuk dan memberi kesempatan siswa untuk memperhatikan dan menganalisa untuk mendiskusikannya secara klasikal sehingga tiap siswa dapat memberikan . guru b. c. Kerangka konsep tersebut antara lain: a. Adapun langkah-langkah dalam Model Examples Non Examples adalah sebagai berikut: a. guru pada gambar. c. d. Meminta mereka. Menyiapkan examples dan non examples tambahan. Selama siswa memikirkan tentang tiap examples dan nonexamples tersebut. Sebagai bagian penutup.

Rencana Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Banjarsari 02 Kecamatan Ciawi. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : a. ulangan harian. kegiatan pokok dan penutup. f. 2. persiapan alat peraga. melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. g. Tindakan ( Action )/ Kegiatan. 2) Siklus II ( sama dengan I ) 3) Siklus III ( sama dengan I dan II ) 3. Refleksi. tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. pembagian kelompok. e. kesimpulan. mulai dari komentar/diskusi siswa. Penelitian akan berkolaborasi dengan Guru senior dan teman sejawat. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. mencakup 1) Siklus I. Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran. H. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat dalam kertas. Mata pelajaran yang menjadi subjek penelitian adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). pembahasan materi. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN 1. Kabupaten Bogor. diskusi kelompok (kegiatan penelitian utama). b. .d. meliputi : Pendahuluan.

I. N o 1 2 3 4 5 6 JADWAL PENELITIAN KEGIATAN Identifikasi Masalah Merencanakan Tindakan Menyusun Proposal Menyeminarkan Proposal Merevisi Proposal Pelaksanaan Penelitian MINGGU KE……. PERSONALIA PENELITI No Uraian ATK Pengadaan Instrumen Pengetikan Pembuatan Dokumentasi Penggandaan Penjilidan Transportasi Jumlah Biaya Penelitian ini melibatkan beberapa pihak. Guru-guru SDN Banjarsari 02 : Muhtar .Pd.. Tutor Mata Kuliah PTK 3.S. Kepala SDN Banjarsari 02 4. S. PGSD. DAFTAR PUSTAKA : Drs. 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah K. 11 – 12 Oktober 2011 13 – 16 Oktober 2011 16 – 20 Oktober 2011 21 -23 Oktober 2011 24 – 26 Oktober 2011 1 – 18 Nopember 2011 19 – 22 Nopember 2011 23 – 27 Nopember 2011 28 – 30 Nopember 2011 (tindakan) 7 Membuat draf laporan 8 Menyeminarkan draf PTK 9 Membuat laporan PTK J. Sulaeman : Lina Herlina T. Teman Sejawat 5. Staf Pokjar Ciawi L. . : 2. 1 2 BIAYA PENELITIAN Uraian Bantuan Sekolah Biaya Sendiri Biaya No . antara lain : 1. Gijono : Drs..

http://www. IGAK Wardhani. 2011.Buku : Gijono (2011). Zulkifri. Dan Metode. UPBJJ-UT Pokjar Ciawi.net/buku_tua_ .pendidikan.com/2010/01/modelStrategi pakguru_dasar_kpdd_b11. Kelas. Penelitian Tindakan pembelajaran-examples-non. Model Pembelajaran Examples Non Examples. Diktat : Panduan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Internet : Hary Kurniadi. Universitas Terbuka. Kuswaya Wihardit.html .html. 24 Nopember 2011 http://pakguruonline.papantulisku. Bogor. 2010.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.