TEKNIK MEMBUAT AWETAN BASAH DAN AWETAN KERING

BAB I LATAR BELAKANG Herbarium (Lat.: herba = rumput, tumbuhan, semak). Kumpulan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikeringkan, untuk kepentingan penelitian tumbuh-tumbuhan; juga nama gedung untuk menyimpan kumpulan tersebut di atas. Di Indonesia dikenal Herbarium Bogoriense (Lat.), di Bogor. Dibangun tahun 1844; kini menyimpan ± 1 juta jenis tumbuh-tumbuhan yang dikeringkan. (Ensiklopedi Indonesia, 1992). Material herbarium sangat penting artinya sebagai kelengkapan koleksi untuk kepentingan penelitian dan identifikasi, hal ini dimungkinkan karena pendokumentasian tanaman dengan cara diawetkan dapat bertahan lebih lama, kegunaan herbarium lainnya yaitu sebagai berikut : 1. material peraga pelajaran botani 2. Material penelitian 3. Alat pembantu identifikasi tanaman 4. Material pertukaran antar herbarium di seluruh dunia 5. Bukti keanekaragaman 6. Spesimen acuan untuk publikasi spesies baru Herbarium basah merupakan awetan dari suatu hasil eksplorasi yang sudah diidentifikasi dan ditanam bukan lagi di habitat aslinya. Spesiesmen tumbuhan yang telah diawetkan disimpan dalam suatu larutan yang di buat dari komponen macam zat dengan komposisi yang berbeda-beda. (Tjitoseopomo,2005). Herbarium kering adalah awetan yang dibuat dengan cara pengeringan, namun tetap terlihat ciri-ciri morfologinya sehingga masih bisa diamati dan dijadikan perbandingan pada saat determinasi selanjutnya. (Ardiawan,1990).

1

2 . Cara Pembuatan Awetan Kering Awetan pada tumbuhan a. baik untuk hewan maupun tumbuhan biasanya dibuat dengan merendam seluruh spesimen dalam larutan formalin 4%. batang. daun. Sediakan beberapa kertas Koran ukuran misalnya 32× 48 cm. Tubuhan berukuran kecil dapat diambil seluruhnya secara lengkap. kumpulkan tumbuhan secara lengkap. tanaman diawetkan dalam bentuk herbarium.BAB II PEMBAHASAN Pembuatan awetan spesimen diperlukan untuk tujuan pengamatan spesimen secara praktis tanpa harus mencari bahan segar yang baru. yaitu akar. Membuat Herbarium Awetan kering tumbuhan disebut herbarium. untuk awetan kering. 2) 3) Semprotlah dengan alcohol 70% untuk mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. A. daun dan bunga. bunganya. Awetan spesimen dapat berupa awetan basah atau kering. terutama ranting. dan jika ada. Terutama untuk spesimen-spesimen yang sulit di temukan di alam. Awetan basah. alat dan bahan yang digunakan yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) karton/duplek kertas Koran sasak dari bambu/tripleks sampel tanaman alat tulis Cara pembuat herbarium yaitu sebagai berikut: 1) Jika memungkinkan. 1. sedangkan untuk mengawetkan hewan dengan sebelumnya mengeluarkan organ-organ dalamnya. Tumbuhan beukuran besar cukup diambil sebagian saja.

c) Jangan menjemur dengan membuka kertas Koran yang menutupinya. 3 . d) Jika telah kering. 6) Terakhir tutup lagi dengan Koran. sedangkan pada herbarium. nama suku/famili dan catatan khusus tentang bunga. b) Secara periodic gantilah kertas Koran yang lembab/basah dengan yang kering beberapa kali.4) Atur dan letakkan bagian tumbuhan diatas Koran. Daun hendaknya menghadap ke atas dan sebagian menghadap ke bawah terhadap kertas Koran tersebut. tanggal. 7) Simpan selama 1-2 minggu ditempat kering dan tidak lembab. specimen dijemur dibawah terik matahari atau didekat api. nomor koleksi (jika banyak). e) Buatlah tabel yang memuat: nama kolektor. lalu jepit kuat-kuat dengan kayu/bamboo. Catatan: a) Di udara lembab. daerah). ikat dengan tali. g) Jika disimpan. Pencatatan dilakukan kedalam field book/collector book. Caranya harus pelan-pelan dan hati-hati. 5) Tutup lagi dengan Koran. Bagian-bagian tertentu dapat diisolasi agar dapat melekat pada kertas herbarium. ambil specimen tumbuhan dan tempelkan di atas kertas karton ukuran32 × 48 cm. Deikian seterusnya hingga kalian dapat membuat beberapa lembar. Agar posisinya baik. Hasil ini disebut specimen. tumpukan herbarium harus diberi kapur barus (kamfer) Awetan yang telah dibuat kemudian dimasukkan dalam daftar inventaris koleksi. Menjemur specimen tidak boleh terlalu lama sebab proses pengeringan yang terlalu cepat hasilnya kurang baik. buah atau ciri lainnya.nama specimen (ilmiah. f) Tutup herbarium dengan plastic. Kertas yang lembab dapat dijemur untuk digunakan beberapa kali.dapat dibantu dengan mengikat tangkai/ranting dengan benang yang dijahitkan ke kertas membentuk ikatan.

inisial nama kolektor. c. Buatkan label berupa nama spesies lumut tanpa mengganggu pengamatan. d. tanggal pengambilan spesimen dan daerah tingkat II tempat pengambilan (untuk bagian depan) dan nama ilmian spesimen (untuk bagian belakang). (2) formalin sebanyak 10 ml. Dalam herbarium ada dua macam etiket. atur posisinya sehingga mudah diamati. dapat pula ditambahkan ke dalam larutan fiksatif tadi larutan tembaga sulfat dengan komposisi: (1) tembaga sulfat 0. Siapkan spesimen yang akan diawetkan. 1. Biasanya diperlukan 48 jam perendaman. B. misalnya larutan menjadi keruh atau berkurang. 4 . kemudian isi dengan alkohol 70% sebagai pengawetnya. Masukkan lumut yang telah siap tadi dalam botol penyimpanan. Siapkan larutan fiksatif dengan komposisi: (1) asam asetat glasial sebanyak 5 ml. a. yaitu etiket gantung yang berisi tentang. Berikut ini langkah-langkah membuat awetan basah. b. Matikan lumut dengan merendamnya ke dalam larutan fiksatif yang telah ditambahkan larutan tembaga sulfat tadi. e. Siapkan tempat berupa botol penyimpanan yang bersih. Secara berkala atau bila perlu. g. f. dan (2) aquades sebanyak 35 ml.2 gram. Cara Pembuatan Awetan Basah Awetan pada tumbuhan Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat media pembelajaran berupa awetan basah tumbuhan lumut. nomer koleksi. Bersihkan kotoran dan tanah dari tumbuhan lumut yang ingin diawetkan. Awetan basah tumbuhan lumut siap digunakan. (3) etil alkohol sebanyak 50 ml. a.keterangan tentang tumbuhan dicantumkan dalam etiket. Selanjutnya untuk mempertahankan warna hijau lumut. gantilah dengan larutan pengawet yang baru secara hati-hati.

5 .b. Tutup rapat botol dan kemudian diberi label yang berisi nama spesimen tersebut dan familinya. d. Sediakan formalin yang telah diencerkan sesuai dengan keinginan. c. Masukkan spesimen pada larutan formalin yang telah ada dalam botol jam dan telah diencerkan.

Herbarium terutama mempunyai kegunaan sebagai kelengkapan koleksi untuk kepentingan penelitian. 2. biasanya disusun berdasarkan sistem klasifikasi. Herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan. dokumentasi dan identifikasi 6 . Ada dua jenis herbarium.BAB IV KESIMPULAN 1. yaitu herbarium basah dan herbarium kering. 3.

DAFTAR PUSTAKA Anonimous. 2010. 2010. 1992. PT Intermasa. Pada Tanggal 7 Mei 2012.html. http://suhadinet.cc/2010/10/pembuatanherbarium.com/2009/08/27/cara-membuat-awetan-basah-tumbuhanlumut/ Diakses pada tanggal 7 Mei 2012 Ardiawan. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta Tjtrosoepomo.riobelajar. Taksonomi Tumbuhan. G. Gadjah Mada University Press.Pembuatan Herbarium.blogspot. Cara Membuat Awetan Basah Tumbuhan Lumut.http://www. Penerbit PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 2005.co.html.wordpress. 2009. Diakses dari http://ardiawan-1990. 7 . (Online) Diakses pada tanggal 7 Mei 2012 Anonimous. Yogyakarta.com/2010/10/ koleksimembuat-herbarium.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful