Salah satu aspek pembahasan akhlakul karimah adalah menjaga lisan dan memperhatikan adab dalam berbicara.

Para ulama telah menulis tentang pentingnya menjaga lisan sekaligus memperingatkan bahwa ni’mat Allah ini bisa berubah menjadi bala bencana bagi pemiliknya. Berikut ini kami berikan satu contoh yang diberikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A dalam makalah Berdakwah dengan Akhlak Mulia di Majalah As Sunnah edisi 09/Thn XIV/Shafar 1432/ Januari 2011, beliau menulis “Penulis pernah mendapatkan cerita dari saksi mata obrolan antara seorang ikhwan yang sudah ngaji dengan seorang awam yang sebelumnya tidak pernah saling bertemu. Orang awam tadi membuka obrolannya dengan kekagumannya akan perkembangan pembangunan fisik kota tempat mereka berdua tinggal yang begitu cepat dan maju. Namun ikhwan tadi langsung menangkis, “Ya itukan cuma lahiriahnya saja. Tapi kalau kita lihat jiwa-jiwa penduduknya, ternyata kosong dan rapuh!” Begitu mendengar balasan lawan bicaranya, muka orang awam tadi langsung berubah dan terdiam. Kita bukan sedang meragukan niat baik ikhwan tadi, namun tidakkah ada kata-kata yang lebih santun…..” selesai penjelasan ustadz Abdullah Zaen. Dari kisah tersebut kita diingatkan tentang pelajaran yang sering kita lupakan bahwa tujuan tidaklah menghalalkan segala cara...dan kita salafiyyun tidaklah melegitimasi perbuatan tercela dengan alasan niat baik…semoga Allah menunjukkan kita jalan yang lurus dan mengampuni dosa-dosa kita. Amin Demikian pula Ustadz Firanda M.A dalam sebuah buku yang menjelaskan akhlak seorang pewaris Nabi yakni Prof. Abdurrozzaq al Abbad menjelaskan keterkaitan kemuliaan akhlak dengan kesantunan berbicara dan memilih kata-kata yang baik. Ustadz Firanda menulis, “Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ‫من كا ن يؤمن با ال و اليوم ال خر فل يؤ ذ جا ر ه و من كا ن يؤمن با ال واليوم ال خر فليكرم ضيفه من كا ن يؤمن با ال‬ ‫و اليوم ال خر فليقل خيرا أو ليصمت‬ “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berkata baik atau diam ( Bukhari dan Muslim) ‫ل إ يما ن لمن ل أ ما نة له‬ “Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak amanah” ( HR Ahmad 19/376 no 12383 dengan sanad yang hasan) Karena memang tidaklah seseorang menjaga lisannya kecuali karena keyakinanannya akan adanya malaikat Allah yang mencatat seluruh amalannya dan akan dihisab oleh Allah pada hari kiamat kelak. Demikian juga tidaklah seseorang memuliakan tamunya kecuali karena imannya yang kuat bahwa allah akan membalas kebaikannya. Demikian pula tidaklah seseorang menjaga amanah kecuali karena imannya yang kuat dan keyakinannya bahwa Allah akan meminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat kelak. Sebaliknya jika ada orang yang berbicara tidak terkontrol, tidak dia pikirkan dampak buruk ucapannya, bisa jadi akan menyebabkan banyak keburukan atau menyakiti hati orang lain, ini menunjukkan bahwa imannya kurang… meskipun ia menghapal matan hadits ini…ilmunya itu hanya sekedar hiasan bibir tanpa ada penerapan… selesai penjelasan Ustadz Firanda Penjelasan diatas adalah pelajaran berharga terutama bagi saya dan para pelaku dakwah agar senantiasa memperhatikan adab ketika berbicara. Hendaknya kita senantiasa menanamkan taqwa kepada Allah dalam setiap aktivitas termasuk dalam berbicara. Kesantunan dalam berbicara bagi seorang pelaku dakwah termasuk kita semua yang berkecimpung dalam Yayasan Al Hanif adalah modal yang wajib dimiliki. Semoga Allah menganugerahkan kita kekuatan untuk mengendalikan lisan kita. Kita tidak menginginkan menjadi syaithon yang bisu ketika ada kekufuran…kesyirikan atau bahkan ada ketidakteraturan di lembaga dakwah kita..kita dituntut untuk berbicara…namun perhatikanlah adab dalam berbicara…tegas terhadap keburukan dan ketidakteraturan namun santun dan memperhatikan adab ketika berbicara… tentu saja hal ini memerlukan ijtihad kita dalam meraih kemuliaan akhlak.

” [Qs. al Ahzab : 58] Dalam Shahih Muslim. bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar. Penjelasan beliau merupakan sebuah tafsir dari surat al ahzab ayat 70-71 yang sering dikutip oleh para ulama serta duat salafiyyin dalam ceramah dan kitab mereka.” [Qs. Hendaklah kita memahami ayat ini sebagai ijtihad kita memperbaiki akhlak. Wallahu a’lam Berkata Al Allamah Al Muhaddits Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafzhahullah: MENJAGA LISAN AGAR SELALU BERBICARA BAIK Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan). dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: ً ْ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ َْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ّ ِ ٌ ْ ِ ِ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫ولتقف ماليس لك به علم ، إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئول‬ “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya.Berikut ini kami kutip penjelasan Al Allamah Al Muhaddits Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafzhahullah tentang perintah menjaga lisan di dalam kitab beliau Rifqan Ahlassunnah bi Ahlissunnah. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya. Qaaf : 16-18] Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala lagi: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. hadits no. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. maka sesungguhnya engkau telah mengghibahinya (menggunjingnya). (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. dan bertakwalah kepada Allah.” [Qs. dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau menyebut perihal saudaramu sesuatu yang tidak disukainya. sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati. Maka Sesungguhnya mereka Telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. dan jikalau tidak terdapat padanya maka sesungguhnya engkau telah berbuat kebohongan terhadapnya (memfitnahnya). Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa . Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” Lalu beliau ditanya: “Bagaimana jika apa yang aku ceritakan tersebut terbukti ada padanya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Jika terbukti apa yang engkau sebutkan ada padanya. al Israa’ : 36] Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu. (2589) dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ْ َ ْ َِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ ُ ْ ٌ َ َ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ِ ُ َ ْ َ َ ِ َ َ َ َ ُ ْ ِ َ َ ُ َْ َ ُ ُْ ُ َ َ ‫أتدرون ما الغيبة ؟ قالوا : ال ورسوله أعلم ، قال: ذكرك أخاك بمايكره ، قيل: أفر أيت إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته ، وإن لم‬ ْ ُ َ ُ َْ ِ َ َ ْ ُ ْ ََ ُ َّ َ ْ َ َ ِ ْ ِ ْ ُ َ ‫يكن فيه فقد بهته‬ “Apakah kalian tahu apa itu ghibah (menggunjing)?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. al Ahzab : 70-71] Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman.” [Qs. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. masing-masing itu akan diminta pertanggung jawabannya.” [Qs. al Hujurat : 12] Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya.

Muslim. Diriwayatkan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ُ َْ ِ ُ َ ّ َ ُ َ ِْ ‫كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا، مدرك ذلك لمحالة، فالعينان زينا ُما النظر، والذنان زيناهما الستماع، واللسان زيناه‬ َ ُ َ ْ ِ ِ َ ُ ُْ َ ُ َ ّ َ ‫ُ ِ َ ََ ْ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ِ َ ّ َ ُ ْ ِ ُ َِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ه‬ ُ ُ ّ َ ُ َ ُ ْ َ ْ َ َِ ُ ّ َ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ّ َ َ ُ َ َ ْ ‫الكلم، واليد زيناها البطش، والرجل زيناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج ويكذبه‬ “Telah ditentukan atas setiap anak Adam bagiannya dari zina. 10. 6612 dan Muslim. Jika tulisan itu baik. dan menyia-nyiakan harta.” Senada dengan makna ini perkataan seorang penya’ir. lidah zinannya adalah berucap. Dan jika tulisan itu jelek.” Imam Muslim meriwayatkan pula dari Jabir .” [HR. Dan yang membenarkan atau yang mendustakannya adalah kemaluan. telinga zinannya adalah mendengar. boleh jadi ia bisa ikut serta membantu lisan dalam hal yang demikian dengan tulisan. dan ia membenci untuk kalian suka membicarakan orang lain. tangan zinanya adalah meraba. 2657. sesungguhnya aku yakin pada hari penulisanku. sehingga ia mempunyai andil yang cukup besar dalam hal tersebut. kaki zinanya adalah melangkah. Mata zinanya adalah melihat. 6474 dari sahl bin Sa’ad dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ِ ِ َ َ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ َِ ْ ِ ُ ِْ ُ ْ َ ‫المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده‬ “Orang muslim adalah orang yang selamat Muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya. berbeda dengan tangan. Aku tulis. hadits no. al Bukhari. dan ini adalah lafazh Muslim] Imam al Bukhari telah meriwayatkan dalam shahihnya.” [HR. 65 dengan lafazh yang sama dengan hadits ‘Abdullah bin ‘Umar yang disebutkan oleh Imam al Bukhari. hadits no. lisan lebih bersifat umum bila dibandingkan dengan tangan.sallam bersabda: ،‫إن ال يرض لكم ثلثا ويكره لكم ثلثا، يرض لكم أن تعبدوه ولتشركوا به شيئا، وأن تعتصموا بحبل ال جميعا ول تتفرقوا‬ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ِ ِ ْ َ ِ ْ ُ ِ َ ْ َ ْ ََ ً ْ َ ِ ِ ْ ُ ِ ْ ُ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ً َ َ ْ ُ َ ُ َ ْ َ َ ً َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ ْ ّ ‫َ َ ْ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َة‬ ‫ويكره لكم قيل وقال، وكثر َ السؤال، وإضاعة المال‬ “Sesungguhnya Allah meridhai bagi kalian tiga perkara dan membenci untuk kalian tiga perkara. Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan: “Dalam hadits ini. 64 dengan lafazh: ‫ إن رجل سأل رسول ال‬s : ِ ‫أي المسلمين خير؟ قال : من سلم المسلمون من لسانه ويد‬ َ ْ ُ َ َ ََ ً ُ َ ّ ِ ‫َ ّ ْ ُ ِْ ِ ْ َ َ ْ ٌ َ َ َ ْ َِ َ ُ ِْ ُ ْ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ َ َ ِه‬ “Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullahu Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Siapa orang muslim yang terbaik? ‘Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Orang yang selamat muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya. sekarang. Beliau bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي مابين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ . dan bahwa kalian berpegang teguh dengan tali (agama) Allah. ia meridhai bagi kalian bahwa kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. aku akan menanggung akibatnya. dan yang akan datang. no. dan hati yang berkehendak dan yang menginginkan. ia akan mendapati hal yang demikian tanpa bisa dielakkannya. dan jangan kalian berpecahbelah.” Dalam riwayat Imam Muslim hadits no. (2408) dan Imam Muslim. dan banyak bertanya. hadits no.1715] Dan diriwayatkan juga tentang tiga perkara yang dibenci tersebut dalam shahih al Bukhari. hadits no. Bahwa tangan akan sirna sementara goresannya akan kekal. maka akan dibalas dengan semisalnya. karena lisan bisa membicarakan kejadian yang sudah berlaku. Imam al Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya hadits no. hadits no.

makalah penjelasan hadits muslim selamat lisan dan tangannya.salafy-q s al ahzab ayat 71.kultum pentingnya ahlak terpuji. aku jamin untuknya surga.perkataan ulama salaf tentang himah.khutbah jumat tentang iman dan ihsan.kisah nyata rasulullah tentang menjaga lisan.menjaga lisan dari kekufuran.teks khutbah jumat assunnah.macam-macam perilaku terpuji dan perilaku tercela beserta dalilnya.contoh pidato tentang menjaga amanah.sabda nabi tentang mejaga lisan.” Imam an-Nawawi mensyarah hadits di atas sebagai berikut: Imam Asy-Syafi’i berkata: “Makna hadits tersebut adalah apabila ia ingin berbicara maka hendaklah ia pikir terlebih dulu.kisah salaf menjaga lisan.kumpulan tauziah.hadits no.kumpulan pidato islam tema syirik.cari tek khutbah jumat tentang ikhsanul yakin.kisah tentang lisan rasulullah.khotbah jumat ttg taqwa.khutbah menjaga akhlaq.tausiah menjaga lisan .kultum tentang birul walidain.kumpulan hadits tentangnya pentingnya menjaga lisan.Kata mutiara tentan menJaga lisan.kisah-kisah nabi mengenai jaga lisan. maka lebih baik ia diam.kumpulan buletin ttg adab akhlak.sifat ahlaktul karimah imam bukhari. Apabila ia melihat tidak akan membawa mudharat baru ia bicara.” Bersambung Insya Allah Abu Maryam As Salafy Incoming search terms for the article: menjaga lisan.tulisan al-quran aklakul kariamh.KUMPULAN NASKAH KULTUM. Imam al Bukhari meriwayatkan lagi dalam shahihnya hadits no.“Barangsiapa yang mampu menjamin bagiku apa yang ada diantara dua jenggot dan dua kakinya.kumpulan hadis tentang ahlakul karimah. Dan apabila ia melihat bisa membawa mudharat atau ia ragu-ragu apakah membawa mudharat atau tidak.hadis menjaga lisan.KULTUM TENTANG MENJAGA LISAN.contoh tauziah.makna lisan jadi bencana.hadist menjaga lisan dan tangan. 6475 dan Imam Muslim .makalah penjelasan hadist tentang menjaga lisan dan tangannya.naskah pidato untuk SD dengan judul keimanan.kata kata hikmah jaga lisan ulama.menjaga lisan dalam berbuat.khotbah tema amanah.teks pidatoanak.majalah cerita tentang akhlakul karimah.kiat menjaga lisan.kumpulan ayat hadist qur`an tentang ahlakul karimah.kotbah jumat tentang ahklak mulia beserta dalilnya.kotbah jumat tentang ahklak tercela.Naskah Khutbah Jumat.berbuat ihsan. 74 dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫من كان يؤ من بال واليوم الخر فليقل خيرا اوليصمت‬ ْ ُ ْ َ ِْ َ ً ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‘Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat hendaklah ia mengucapkan perkataan yang baik atau hendaklah ia diam.khotbah jumat birul walidain.ceramah tentang menjaga perkataan.” Yang dimaksud dengan “apa yang ada diantara dua jenggot dan dua kaki” adalah lidah dan kemaluan.menjaga ucapan lidah dalam al quran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful