P. 1
artikel pancasila

artikel pancasila

|Views: 1,740|Likes:

More info:

Published by: Indrii Wild Blood II on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Di manakah Pancasila kini berada?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Mengapa hal itu terjadi?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila?

Para hadirin yang berbahagia,

Ada sejumlah penjelasan, mengapa Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita.

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global. Situasi dan lingkungan kehidupan bangsa pada tahun 1945 — 66 tahun yang lalu — telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini, dan akan terus berubah pada masa yang akan datang. Beberapa perubahan yang kita alami antara lain:

terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya; perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbagi dengan kewajiban asasi manusia (KAM); lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan terhadap “manipulasi” informasi dengan segala dampaknya.

Ketiga perubahan tersebut telah mendorong terjadinya pergeseran nilai yang dialami bangsa Indonesia, sebagaimana terlihat dalam pola hidup masyarakat pada umumnya, termasuk dalam corak perilaku kehidupan politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan reaktualisasi nilai-nilai pancasila agar dapat dijadikan acuan bagi bangsa

Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar. Kebelum-berhasilan kita melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menyebabkan keterasingan Pancasila dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.

Kedua, terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional’ tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika saat ini.

Sebagai ilustrasi misalnya, penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru, menjadi penyebab mengapa Pancasila kini absen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, di masa lalu memang terjadi mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai “tidak Pancasilais” atau “anti Pancasila”

Pancasila diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli pemaknaan dan penafsiran Pancasila yang digunakan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Akibatnya, ketika terjadi pergantian rezim di era reformasi, muncullah demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggapnya sebagai simbol, sebagai ikon dan instrumen politik rezim sebelumnya. Pancasila ikut dipersalahkan karena dianggap menjadi ornamen sistem politik yang represif dan bersifat monolitik sehingga membekas sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

Pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan tententu, menurut saya, merupakan kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan pergi menjadi masa lalu, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan!

Para hadirin yang berbahagia,

reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan akan dibawa ke mana biduk peradaban bangsa ini berlayar di tengah lautan zaman yang penuh tantangan dan ketidakpastian? Untuk menjawab pertanyaan itu. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks. memerlukan solusi yang tepat. kita perlu menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap Pancasila dan dalam waktu yang bersamaan. Reformasi dan demokratisasi di segala bidang akan menemukan arah yang tepat manakala kita menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman bangsa yang majemuk ini. fanatisme kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang kembali marak beberapa waktu terakhir ini. etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan. maka Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang akan mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan. dari waktu ke waktu. saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi.Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2011 saat ini. penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan tersebut menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab. Reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya di tengah menguatnya paham radikalisme. termasuk Orde Lama. Demokrasi kemudian hanya menjadi jalur antara bagi hadirnya pengukuhan egoisme kelompok dan partisipasi politik atas nama pengedepanan politik komunal dan pengabaian terhadap hak-hak sipil warganegara serta pelecehan terhadap supremasi hukum. kita melepaskan Pancasila dari stigma lama yang penuh . apalagi mengatasnamakan agama. menjadi kontraproduktif bagi perjalanan bangsa yang multikultural ini. terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Dalam perspektif itulah. Oleh karena Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan. baik dalam skala nasional. sikap intoleransi dan kecenderungan mempergunakan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan. restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. regional maupun global. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara. Saat infrastruktur demokrasi terus dikonsolidasikan. Fenomena fanatisme kelompok. Krisis ini terjadi karena luruhnya kesadaran akan keragaman dan hilangnya ruang publik sebagai ajang negosiasi dan ruang pertukaran komunikasi bersama atas dasar solidaritas warganegara. kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit. Orde Baru dan orde manapun. terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik.

saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat. Sebagai ilustrasi misalnya. kalau sila kelima Pancasila mengamanatkan terpenuhinya “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. dengan ungkapan lain. neo-colonialism. Pancasila perlu diaktualisasikan dalam tataran praksis yang lebih ‘membumi’ sehingga mudah diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan. menerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. yang justru membuatnya teraleinasi dari keseharian hidup warga dalam berbangsa dan bernegara. Dalam forum yang terhormat ini. “value added” harus lebih besar dari “added cost“. tergantung pada pandangan dan sikap suatu Negara dalam merespon fenomena tersebut. Hanya dengan cara demikian sajalah. yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi. khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. keramat dan sakral. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Para hadirin yang berbahagia. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru. kita juga harus mampu meningkatkan “nilai tambah” berbagai produk kita agar menjadi lebih tinggi dari “biaya tambah”. adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain. kemudian menjual produk-produk ke Negara asal. atau dalam pengertian sejarah kita. bagaimana implementasinya pada kehidupan ekonomi yang sudah menggobal sekarang ini? Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk. misalnya. suatu “VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru”. Sebagai sebuah tata nilai luhur (noble values). Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumberdaya manusia dengan mengembangkan. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi. Pancasila . Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neocolnialism atau “VOC-baju baru” itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan “jam kerja” bagi rakyat Indonesia sendiri.mistis bahwa Pancasila itu sakti. dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. sedemikian rupa sehingga rakyat harus “membeli jam kerja” bangsa lain. Sejalan dengan usaha meningkatkan “Neraca Jam Kerja” tersebut.

dasar negara itu akan ditempatkan dalam kesadaran baru. semangat baru dan paradigma baru dalam dinamika perubahan sosial politik masyarakat Indonesia. Marilah kita jadikan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan itu melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai weltanschauung. Memang. Oleh karena itu saya menyambut gembira upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhirakhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental: Pancasila. sangat relevan dengan problematika bangsa saat ini. maka menyegarkan kembali empat pilar tersebut. Nilainilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara. meskipun kita berbeda suku. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita. kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang. Saya yakin. Sejalan dengan itu. agama. upaya penyegaran kembali juga perlu dilengkapi dengan upaya mengaktualisasikan kembali nilainilai yang terkandung dalam keempat pilar kebangsaan tersebut. reaktualisasi Pancasila juga mencakup upaya yang serius dari seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah visi yang menuntun perjalanan bangsa di masa datang sehingga memposisikan Pancasila menjadi solusi atas berbagai macam persoalan bangsa. Melalui gerakan nasional reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan. . demokratisasi yang saat ini sedang bergulir dan proses reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. karena jaman terus berubah yang kadang berdampak pada terjadinya diskotinuitas memori sejarah. UUD 1945. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. Akan tetapi. nilai permusyawaratan dan keadilan sosial.sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan’ lagi dalam kehidupan kita. adat istiadat dan afiliasi politik. nilai persatuan. Para hadirin yang saya hormati. bukan saja akan menghidupkan kembali memori publik tentang dasar negaranya tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi para penyelenggara negara di tingkat pusat sampai di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanahkan rakyat melalui proses pemilihan langsung yang demokratis. Keempat pilar itu sebenarnya telah lama dipancangkan ke dalam bumi pertiwi oleh para founding fathers kita di masa lalu. nilai kemanusiaan. Melalui reaktualisasi Pancasila. perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya percaya. seperti nilai ketuhanan. yang dapat menjadi fondasi. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Sehingga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di segala sendi-sendi kehidupan dalam bernegara. . Pancasila sebagai ideologi harus diyakini dan mampu menjawab seluruh tantangan zaman. kelas hingga dunia luar sehingga menjadikannya sebagai budaya. Wassalamu ‘alaikum wr wb. Hanya menjadikan manusia penghafal. Itu lah yang menjadi kunci utama agar nilai-nilai Pancasila dapat diserap. Pancasila harus lah ditanamkan sejak dini. Tak hanya sekedar mata pelajaran belaka. Pengajar mempunyai peran penting di sini. Saat ini meskipun sudah berganti kurikulum berulang kali namun metode pengajarannya pun tak ada beda. Terimakasih atas perhatiannya.Demikian yang bisa saya sampaikan. Penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam segala sendi kehidupan perlu menjadi pemikiran utama seluruh elemen bangsa. Masalah utama agar Pancasila berhasil menjadi nilai-nilai dalam budaya di sekolah adalah reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila itu sendiri. Pengajar harus mampu menyalurkan arti Pancasila sesungguhnya kepada seluruh murid agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Semua perilaku kehidupan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Caranya melalui dunia pendidikan tadi. Reaktualisasi Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri memang penting. Termasuk para pengajar mata pelajaran itu sendiri. Nilai-nilai Pancasila harus lah berada di dalam kurikulum dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dunia pendidikan merupakan media yang paling efektif dalam menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan. Mohammad Nuh menjanjikan Pancasila kembali diterapkan menjadi mata pelajaran tersendiri. Mata pelajaran Pancasila yang telah lama hilang di dunia pendidikan akan diterapkan kembali sebagai mata pelajaran tersendiri. Menteri Pendidikan Nasional. Bisa karena Biasa Bisa karena biasa. Pancasila sebagai pondasi kita untuk bernegara. Gencar pemberitaan di media massa akhir-akhir ini mengenai reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila dalam dunia pendidikan. Melalui dunia pendidikan mampu menciptakan generasigenerasi penerus bangsa yang memiliki jiwa-jiwa Pancasilais. Saya pikir kita sudah meyakini Pancasila sebagai jati diri negara ini. Namun sasarannya tak hanya sampai pada titik itu saja. Pancasila harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan baik itu di lingkup terkecil yaitu keluarga.

Pihak yang diuntungkan dalam perkembangan situasi ini tak lain adalah negara maju yang memiliki tingkat kemapanan jauh di atas negara berkembang. Sudah sejauh mana kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. Ia mampu memberikan paksaan kepada tiap negara untuk membuka diri terhadap pasar bebas. Banyak waktu bagi kita minimal untuk mengerti nilainilai agung Pancasila.Sekolah harus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hari itu tidak hanya sebagai peringatan seremoni belaka. kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan sejak dini. Seharusnya bisa menjadi otokritik terhadap diri kita masingmasing. Dan seseorang ataupun sekelompok masyarkat tidak menginginkan ketertinggalan dari masyarakat lain apalagi Negara – Negara yang lebih maju. Era globalisasi yang menuntut kita untuk selalu lebih maju pada setiap zaman. bermusyawarah.menjadikan perkembangan demi perkembangan terkadang jauh dari sebuah keteraturan. apakah kita sudah jujur mengerjakan soal-soal tersebut? Sudah sejauh mana kita mendengar pendapat. Hampir tiap negara mengalami hal serupa dalam era globalisasi yang serba terbuka ini. Penanaman nilai-nilai kejujuran. Baru lah 1 Juni lalu kita memperingati hari lahirnya Pancasila. Banyaknya terjadi kasus itu hal pada dasarnya merupakan tuntutan sebuah zaman yang terus berkembang. Sifat-sifat tersebut akan tertanam jika dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi karakter bangsa bukan dihafal semata melalui buku paket. Untuk itu pancasila merupakan ideology terbuka yang bisa menampung perkembangan sesuai tuntutan zaman. etika. Bila pemerintah dan elite politik tak lagi menjadi teladan dengan menerapkan kebijakan yang tak memihak pada rakyatnya sebagai generasi penerus harus lah kita paham dan biasakan nilai-nilai luhur Pancasila dala kehidupan sehari-hari. kritik dari orang lain? Perjalanan bangsa ini masih panjang. . BAB I PENADAHULUAN LATAR BELAKANG Globalisasi adalah sebuah keniscayaan waktu yang mau tidak mau dihadapi oleh negara manapun di dunia. Contoh kecil saat ujian.

Dan kita akan terus menjadikan pancasila sebagai pedoman untuk bangsa Indonesia. 3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup untuk penerapan aktualisasi pancasila dan UUD 45 ini adalah : Dalam bidang politik Dalam bidang ekonomi Dalam bidang social budaya Dalam bidang hukum Ruang lingkup yang berhubungan dengan aktualisasi ini adalah untuk seluruh warga Negara Indonesia. Maksud dan tujuan Maksud dan tujuan mempelajari aktualisasi pancasila adalah menerapkan pengalaman tersebut dikehidupan sehari – hari. Dan tetap bertahan pancasila akan selalu dipakai dalam setiap pengambilan keputusan.karena dibidang politik sangat memerlukan pancasila karena pancasila adalah pedoman untuk bangsa ini. 2. Aktualisasi pancasila dan undang – undang tersebut berarti memakai pancasila dan pengalaman undang – undang untuk diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan.bidang tertentu maupun dalam bidang apapun .Didalam bidang politik yang paling jelas diterapkan pengalaman pancasila tersebut.bidang politik kalau tidak menggunakan pengalaman pancasila maka kurang berjalan dengan lancar. BAB II AKTUALISASI PENGALAMAN PANCASILA & .baik yang berada dibidang.perkembangan era globalisasi bukan merupakan penghalang untuk tetap memakai pancasila sebagai dasar Negara. karena pancasila menganut ideology terbuka yang bisa menerima perkembangna zaman.

mauapun hanya seorang walikota . Urusan Politik selalu berhubungan dengan kepentingan umum. Sehingga dapat mewujudkan cita – cita bangsa. dimana cita – cita bangsa Indonesia akan terwujud apabila rakyatnya ikut bekerjasama dalam bidang politik. Segala unsur politik. Akan lebih jelas lagi apabila aktualisasi pancasila dan undang – undang 1945 itu dapat diwujudkan pada semua aspek bidang terutama dibidang politik.maka dari itu jangan pernah abaikan sebuah tanggung jawab apalagi terhadap sebuah bangsa. baik dibidang wakil rakyat. peran dan tanggung jawab seluruh pemimpin akan menentukan masa depan suatu bangsa. karena mempengaruhi perkembangan Negara Indonesia. Pendidikan politik kepada masyarakat untuk mengembangkan budaya politik yang demokratis . Negara atau pemerintah sebagai organisasi yang paling berkompeten dan bertanggung jawab dalam mengurusi kepentingan umum. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pancasila merupakan pedoman dari bangsa Indonesia.UUD 45 DALAM ERA GLOBALISASI BIDANG POLITIK Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa system pemerintahan berasal dari rakyat untuk rakyat. Dan dengan demikian bangsa kita ini akan maju.haruslah mengikuti pedoman pengalaman pancasila. Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia. politik sebagai serangkaian tindakan yang ditetapkan dan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh masyarakat.demokratis dan terbuka Kemandirian partai politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. memperoleh pemimpin yang dapat membawa nama bangsa Indonesia bangga dimata bangsa lain.dalam membangun kehidupan politik haruslah dilihat dari aspek berikut : System politik nasional yang berkedaulatan rakyat. Bila dikaitkan dengan kebijakan negara. organisasi politik merupakan tempat dimana para pemimpin bangsa dengan berbagai bidang yang mereka miliki akan menentukan perkembangan bangsa ini.

Transformasi struktur: Yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan dari ekonomi tradisional menjadi ekonomi modern. Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dapat diwujudkan dengan : Memiliki kemampuan dasar untuk berkembang Mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengolah sumber daya alam secara efektif dan berguna untuk bangsa Memiliki rasa profesionalisme yang tinggi dan pertanggung jawaban terhadap pekerjaannya. Dan banyaknya terjadi kesenjangan social. sehingga interaksi antar pelaku ekonomi sama-sama menguntungkan dan tidak saling menjatuhkan. kekeluargaan artinya walaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama untuk memajukan bangsa Indonesia. Biaya yang mahal dan sebagainya. dengan kembali mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dan UUD 1945. Jadi walaupun kita menjalankan persaingan bebas dibidang pemasaran dengan menerapkan aktualisasi pancasila tersebut kita dapat mengatur sendiri bagaimana arti sebenarnya persaingan yang bebas itu tapi tetap dapat mewujudkan bersama cita – cita bangsa. 3. Dibidang ekonomi Kurang terwujudnya perkembangan ekonomi di Indonesia dikarenakan kurang adanya mekanisme perjuangan pemerintah untuk menyamaratakan derajat pendidikan yang menjadi kendala utama yaitu masalah ekonomi. dengan begitu akan mengurangi kesenjangan ekonomi. dapat dirasa upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa akan tercapai dan kesejahteraan tersebut akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat.2. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan. baik antara sesama pengusaha ataupun dengan rakyat biasa. Dibidang sosial budaya . Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintah yang ikut dalam proses ekonomi melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. Pengalaman ekonomi haruslah didasarkan dengan azas kekeluargan dan gotong royong.

Politik dan Pers yang baik masih sebatas pada teori. 6. Karena disanalah akan terwujud persatuan dari banyaknya perbedaan dibangsa ini.Adanya Instruksi-instruksi dari pimpinan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.Adanya keinginan dari pelayan masyarakat untuk bertindak mendahulukan golongan/ kelompoknya 3.Partisipasi aktif Masih banyaknya rakyat Indonesia yang primitive dan kurangnya rasa toleransi terhadap satu unsur budaya denagn budaya lain adalah salah satu pemicu terjadinya kekacauan antara satu suku dengan suku lain.disini sangatlah di perlukan pengaktualisasi pancasila dan UUD 45 sebagai dasar pedoman pemersatu bangsa. Dapat dilihat juga dengan keanekaragaman budaya ynag ada di Indonesia kita harus dapat menciptakan aktualisasi pancasila tersebut dibidang ini. Salah satu terjadinya kesenjangan antara social budaya adalah: 1. Karena kekukuhan bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika. Budaya Politik dan Budaya Pers mempunyai kendala atau faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaannya.kita janganlah hanya melihat dari sebelah sisi saja terhadap suku budaya lain. bukan sebagai suatu warisan dari generasi ke generasi. Setiap upaya aktualisasi Budaya Demokrasi. serta penguatkan kembali proses integrasi nasional baik secara vertical maupun horizontal.oleh sebab itu pengendalian social budaya di Indonesia hendaklah dikondisikan dengan tepat dan diseimbangkan dalam tatanan kehidupan.dan pengalaman pancasila dapat diwujudkan dibidang ini. Semua perbedaan dijadikan kekayaan dari bangsa Indonesia. hal ini sangat terasa yang mana penggunaan Sistem Demokrasi.Salah satu aktualisasi pancasila yang paling jelas dilihat adalah dibidang sosial budaya.Adanya fakta bahwa masyarakat tidak diberdayakan secara maksimal 5. Karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap pemersatu bangsa. 4.Buntunya komunikasi anatara masyarakat dan pemerintah.kurang adanya kesepakatan bersama dalam pengambilan tindakan 7. Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan dan jangan malah dijadikan salah satu perbedaan. .Kebutuhan akan cepatnya pelayanan yang maksimal belum terealisasi dengan baik 2.

Hayati dengan UUD 45 yang sejatinya merupakan hasil pemikiran rakyat Indonesia dan merupakan cita – cita bangsa. Kenapa pajak masih bisa dikorupsi? Padahal itu uang rakyat untuk rakyat dengan pengembangan bangsa Indonesia. Pembahasan dibidang hukum akan banyak.sekarang salah satu pembahasan tentang kasus korupsi.dimana keadilan bangsa ini? Satu contoh lagi sekarang maraknya terjadi kasus mafia makelar pajak.tetapi kenapa banyak para koruptor yang tidak tertangkap? Sedangkan orang yang hanya maling ayam atau maling kecil bisa dihukum bertahun – tahun bahkan sampai belasan tahun. Mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi manusia Masyarakat mempunyai jiwa solidaritas terhadap sesama 4. dan tindakan main hakim sendiri diberbagai daerah. Karena banyaknya terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Dibidang hukum Dibidang hukum pengembangan aktualisasi pancasila sangat diperlukan. Tetapi usut punya usut kasus ini masi belum menemui titik terang. Pegembangan hukum haruslah diperuntukan demi terwujudnya keadilan dalam hidup bermasyarakat. Kemana hokum di Indonesia pergi.korupsi adalah satu diantara banyak kasus yang terjadi dibidang hukum. Agar benar. karena sangat dapat merugikan bangsa ini. sila ke 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.benar Negara meletakan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu . Maka dari itu pemakaian pedoman pengalaman pancasila sangatlah dibutuhkan dalam segelumit kasus – kasus tadi. Seharusnya kalau dilihat secara nyata korupsi tidak harus terjadi apabila seseorang itu merasa bersyukur terhadap apa yang telah didapatinya. Kurang tanggap cepatnya terhadap kasus seperti ini akan menjadikan kasus ini semakin melarut – larut.Pengembanagan sosial budaya harus dapat mengangkat nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai berikut : Masyarakat harus menghormati martabatnya sebagai manusia Masyarakat diperlakukan secara manusiawi dan adil sebagaimana tertuang dalam pancasila. Lamanya penyelesaian akan menjadikan mundurnya bangsa ini dari bangsa lain.

Negara hukumdan bukannya suatu Negara yang berdasarkan kekuasaan. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dibidang politik : Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia Dibidang ekonomi : Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata . Dan semoga dapat mewujudkan cita – cita bangsa Indonesia biar tetap maju dan tidak ketinggalan dari Negara lain. Nilai – nilai fundamental yang menyangkut interaksi antara pribadi – pribadi warga Negara dan struktur kehiduapan bermasyarakat Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi.akan lebihh serius dalam menyingkapi semua perkembangan. Tidak hanya itu. Untuk itu pertahanan dan keamanan harus dikembangkan sesuai dengan nilai – nilai pancasila yang terjabar sebagai berikut : Nilai – nilai fundamental yang menyangkut pribadi warga Negara Nilai – nilai fundamental yang menyangkut struktur kehidupan masyarakat.bukan hanya orang – orang tertentu.hukum menjadi tanggung jawab semua masyarakat Indonesia. Karena kerjasama yang baik antar sesame warga akan menciptakan suasana yang lebih kompak dan harmonis.dan peradilan hukum di Indonesia tetap akan mengadili dan menyamaratakan tuntutan dan hak – hak asasi manusia agar tidak terabaikan.

Dalam pidato berjudul Revitalisasi Pancasila sebagai Cita Negara Hukum. sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila selalu bersemayam dalam praktik hukum. kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Yogyakarta – Pembentukan dan penegakan hukum saat ini terkesan telah meminggirkan Pancasila. Mahfud MD. sehingga mudah dimasuki kepentingan sesaat yang bertentangan dengan cita hukum tersebut. Kamis.Dibidang sosial budaya : Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan. .” katanya dalam pidato ilmiah Dies Natalis Ke-65 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. gagasan revitalisasi Pancasila sebagai cita hukum mendesak untuk tidak hanya diwacanakan. tujuan dari gagasan itu adalah untuk mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai cita hukum. tetapi juga harus dijalankan.” katanya. SARAN Diharapkan bagi para pembaca agar dapat menerapkan yang dibahas dikehidupan sehari – hari agar menciptakan bangsa yang lebih baik lagi dan mewujudkan cita – cita bangsa ini. “Oleh karena itu. ia mengatakan. mulai dari pembentukan hukum hingga pelaksanaan dan penegakan hukum. Karena bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika Dibidang hukum : Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi 2 . “Revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum sehingga dapat memperkecil jarak antara `das sollen` dan `das sein`.

  BERANDA BERITA o Haluan Padang o Sumatera Barat o Rantau o Riau & Kepri o Wanita & Keluarga o Pokok & Tokoh o Sentral Kota o Satelit Kota o Rubrik Daerah o Olahraga o Ekonomi & Bisnis o Nasional o Luar Negeri o o o o  ARTIKEL Haluan Kita Refleksi Opini Feature MINGGUAN Aksen Anak & Keluarga Inspirasi Kampus Kultur Lancong Limpapeh Panggung Rumah Seni Wawas ARSIP  o o o o o o o o o o o    E-PAPER TENTANG KAMI Revitalisasi Pancasila Rabu. 01 Juni 2011 03:00 .

61. Bagi mereka. Sementara kaum radikal transnationalis menuduh Pancasila gagal mengikat keragaman dan menganggapnya sebagai diakronis pikiran. Sayangnya. yang menjadi alat penindas kebebasan ideologi di bawah era Soeharto.2% gagal atau tidak mampu menghapal butir-butir Pancasila. tanggal 1 Juni kerap dianggap sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Pancasila. Kebutuhan untuk revitalisasi atau menghidupkan kembali Pancasila dapat dilakukan sebagai berikut. Mengapa Pancasila terkesan “dibuang ke laut” saat ini? Jawabannya terletak pada kenyataan bahwa masyarakat masih traumatis dengan pengalaman penguasa zaman Orde Baru yang memanipulasinya sebagai alat untuk menindas dan melestarikan ketidakadilan sosial atas nama stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. 59. Sebagai misal. Berbagai serangan terhadap Pancasila melalui gerakan sosial jelas-jelas berupaya membongkar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). yaitu teokrasi. Pancasila adalah tidak sejalan dengan ideologi kebenaran mutlak mereka percaya. Dalam dinamika politik kontemporer. dari 1000 anak-anak kelompok usia 18-23 yang disurvei. Ini jelas menghajatkan kerja keras di tengah sinisme publik terhadap pemerintah Orde Baru sebelumnya dan gencarnya pengaruh Barat atas bahasa dan budaya Indonesia. Sebagai ideologi negara. Pertama.2% responden mengatakan mereka tidak melihat lagi Pancasila sebagai ideologi yang mampu mengatasi beragam masalah bangsa. Sekarang. Sebuah penelitian tentang ideologi pada tahun 2009 memberikan hasil yang mengejutkan. Pancasila sebagai ideologi negara menjadi sasaran kritikan empuk. Pancasila seharusnya menjadi sumber tatanan politik dan hukum untuk kehidupan pemerintah dan masyarakat. Masyarakat perlu terlibat dalam proses reinterpretasi Pancasila . Dilihat dari aspek kognitif. kini saatnya untuk melakukan lompatan kuantum (quantum leap) untuk merevitalisasi Pancasila secara proporsial. benar. Pancasila seharusnya tidak dianggap sebagai mitos dari suatu ideologi kebenaran mutlak. Pemerintahan pasca Orde Baru telah lebih menjadikan Pancasila sebagai mitos eksistensi konstitusional. semuanya menjadi puing-puing politik ketika 13 tahun reformasi berlalu menjadi saksi betapa Pancasila kian memudar seiring dengan lengsernya Soeharto sebagai penopang dasar negara tersebut. Segenap upaya untuk merevitalisasi Pancasila makin ditinggalkan.Di tengah kontroversi sejarah dan politik yang ada. negara ikut ambil bagian dalam melumpuhkan Pancasila ke tepi jurang yang lebih rendah. dan lepas dari sinkretisme. Kelompok-kelompok anti-Pancasila tumbuh dengan subur dan terang-terangan menyatakan diri untuk mengubah ideologi negara dan mengacaukan Indonesia. Karenanya. Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai mata pelajaran dengan kurikulum khusus dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Pancasila harus menjadi subjek diskusi dan wacana publik lewat kekuatan pembebasan yang dimilikinya. sementara 45% menganggap Pancasila tidak lebih berharga dan bermakna daripada agama. kini semakin kalah bersaing dengan ideologi transnasional yang diadopsi kebanyakan masyarakat.

Kedua. tapi tak sedikit para politisi kita yang menutupi jubah nasionalisme dengan sentiment xenofobia guna memajukan kepentingan politik mereka. Pancasila bukanlah dogma ketat karena ini bakal mencegahnya menjadi responsif terhadap tantangan zaman saat ini dan masa depan. Revitalisasi Pancasila memerlukan komitmen dan kerja keras. Kesuriteladanan para pemimpin bangsa ini dapat menggerakkan merealisasikan nilai-nilai Pancasila. bukan pembelah kesatuan. Tak seorangpun yang menghendaki Indonesia mengikuti langkah-langkah Myanmar dan Korea Utara. Isolasi bukanlah jalan terbaik. Karenanya. dan kemanusiaan. Revitalisasi Pancasila juga bergerak pada penguatan semangat nasionalisme. adaptif dan responsif. Pancasila harus memainkan peran dalam membangun egalitarianisme yang menghormati prinsip-prinsip keadaban. Di tengah kekurangannya. atau bergaya chauvinistik sempit. menjadikan perbedaan latar belakang etnis dan agama sebagai faktor pemersatu. Merek lama nasionalisme yang bernada xenofobia tak lagi mendapat tempat dalam ranah Indonesia modern. misalnya. Pancasila masih merupakan denominator yang sahih untuk menjembatani kesenjangan yang menganga lebar bagi pelbagai kekuasaan politik. Dengan demikian. Ketiga. Kegagalan melakukan ini semua hanya bakal menempatkan Pancasila sebagai slogan klise di dalam buku. Untuk itu. Bapak pendiri bangsa (founding fathers) meletakkan nasionalisme yang terlepas dari hubungan luar. Reformasi hukum yang pas dengan jiwa Pancasila menjadi sebuah keniscayaan. . adalah penting menjadikan Pancasila untuk keluar dari sekadar batas-batas upacara seremonial. Mereka menjadikan nasionalisme yang mengakui persaudaraan dunia dari sebuah keluarga bangsa-bangsa. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup. Pada saat ini. pemerintah harus mengurangi aturanaturan yang terbang jauh dari prinsip-prinsip inti Pancasila. hukum yang tidak adil ternyata masih memegang tali kendali dan terus menyebarkan virusnya. menjadi sebuah negara yang terisolasi dalam percaturan internasional. Xenofobia tak akan membawa Indonesia lebih jauh dalam dunia yang global dan saling tergantung saat ini. karena lewat merekalah masyarakat mengaca dan mengambil petunjuk. spiritualitas. sebuah ideologi kerja yang antisipatif. semangat nasionalisme Indonesia tidak boleh menjadi pelopor xenofobia. revitalisasi Pancasila membutuhkan keteladanan para pemimpin dalam mengimplementasikan keadilan sosial. Hukum negara harus berdiri tegak sama adil untuk si kaya maupun miskin. Perubahan yang lebih baik harus dimulai dengan keteladanan seorang negarawan. masyarakat perlu kembali ke nilai-nilai asli bangsa berupa sikap toleransi dan saling menghormati dengan Pancasila sebagai latar.seiring dengan perjalanan ruang dan waktu. tulisan dan pidato pejabat publik untuk kemudian dikhianati dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah eskalasi radikalisasi keagamaan.

tegasnya. Berita. DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. Sedangkan menurut Megawati.J. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. Padahal.Ketua DPD RI Irman Gusman (kanan) dan para Pimpinan Lembaga Negara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. “Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia. lanjutnya. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. 1 June 2011 17:13 Perlunya Reaktualisasi. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. sumber inspirasi. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). menurut Irman. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. Restorasi dan Revitalisasi Pancasila JAKARTA. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman. Pagi (1/6) tadi. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. terutama dalam lingkungan lembaga negara. “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. . Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. 1 Juni 2011. Senayan. Tidak hanya dikalangan masyarakat. Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. Dalam konteks tersebut. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. namun juga dikalangan elite”. ujar Irman. “Pertama. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. tambah Irman. karakter. Jakarta. papar Irman “Kedua. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”. Komplek Parlemen RI. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. yang mencerminkan cara pandang. paparnya. sumber motivasi. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. pagi tadi (1 /6). Komplek Parlemen RI. Jakarta.

DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. Tidak hanya dikalangan masyarakat. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. sumber motivasi. Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. sumber inspirasi. Sedangkan menurut Megawati. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”. ujar Irman. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. Dalam konteks tersebut. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. Pagi (1/6) tadi. paparnya. Jakarta. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Padahal. tambah Irman. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. karakter. menurut Irman. Senayan. . JAKARTA. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. namun juga dikalangan elite”.“Ketiga. Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. tegasnya. Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. Komplek Parlemen RI. yang mencerminkan cara pandang. 1 Juni 2011. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. “Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. semangat rekonsiliasi dan patriotism”. pungkasnya. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman.J.

semangat rekonsiliasi dan patriotisme”. “Ketiga. dan UUD ’45. “Kami sengaja mendesain acara untuk mencetak kader-kader pemimpin yang berjiwa visioner dan berwawasan pancasilais. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”.” ungkap Taufik. Akan tetapi. seharusnya masyarakat luas menggugat APBN. para ulama. Empat pilar kehidupan bangsa yang terdiri atas Pancasila. “Mereka harus merasa terpanggil untuk berjuang agar demokrasi kita sejalan dengan prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan ini. khususnya mahasiswa. “Mahasiswa kini hanya terasah secara intelektual.” jelasnya. dibutuhkan pula sinergi yang harmonis dari civil society.” tutur H. harus menjadi penopang proses pendalaman tersebut. wartawan. intelektual dan ilmuwan. tetapi juga beraksi dengan menggugat APBN ke Mahkamah Konstitusi. pungkasnya. Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berdemo terus-terusan. Terkait isu penolakan Pancasila di beberapa komunitas. tetapi tidak cukup menjalani tempaan moralitas dan leadership.“Pertama. Bhinneka Tunggal Ika. Taufiq Kiemas. dan sisanya digunakan untuk perbaikan infrastruktur rakyat. terutama dalam lingkungan lembaga negara. sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Ketua MPR RI. kenyataan yang dijumpai sekarang ini sangat paradoks dengan harapan masyarakat. Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. ”Kelompok yang menolak Pancasila itu kecil dan tidak signifikan.” jelasnya.” Dari total APBN 2011 sebesar 1300 triliun. lanjutnya. selaku ketua panitia. 60% digunakan untuk anggaran rutin. Tohari mencontohkan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang jelas tak ada unsur keberpihakan kepada rakyat. Dewan Perwakilan Mahasiswa UGM menggelar Stadium General bertajuk “Membedah dan Sosialisasi Pilar-Pilar NKRI dalam Membangun Kehidupan Bangsa” pada Sabtu (2/7) siang. Menurut Taufik Kiemas. Acara yang diadakan di Auditorium Magister Manajemen UGM ini merupakan rangkaian Silaturahmi Nasional Lembaga Legislatif Mahasiswa yang diikuti utusan dari 50 Universitas se-Indonesia.” ujar Wakil Ketua MPR tersebut. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan Taufik tersebut diamini oleh Hajriyanto Tohari.” Hajriyanto menganalogikan .” tutur Sayyid Nur Nikmat. Indonesia butuh pendalaman demokrasi. serta kaum muda terdidik. “Sebenarnya APBN terbuka luas untuk diuji oleh rakyat. Untuk menuju proses demokrasi yang ideal. 20% untuk membayar cicilan hutang. papar Irman “Kedua. Hajriyanto mengutarakan. Hajriyanto menanggapi. ”Rakyat jelas merindukan buah yang manis dari aplikasi empat pilar kebangsaan di atas. agamawan. Berangkat dari kesadaran inilah.

BJ. dan lain-lain. ulama pemroklamir Negara Islam Indonesia (NII) 1949 ini. Pemerintah. Akhirnya pada masa orde reformasi tanggal tersebut secara resmi diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. untuk saling bertoleransi. Isu penafian Pancasila yang notabene ada di komunitas Islam tersebut ditanggapi oleh Sarjono Kartosuwiryo. NII KW9 telah keluar dari pakem. mengganti apa yang harus diajarkan oleh guru. tawuran antar masyarakat.” tutup Taufik. contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. pemerintah juga mengganti isi dari mata pelajaran tersebut.kelompok tersebut sebagai orang-orang yang “sekrupnya sedikit kendor”. tidak reformis. [Fransiska Mutiara Damarratri.Habibie (Presiden RI ke-3) dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5) serta Presiden SBY (Presiden ke 6 dan 7) mengemukakan tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan saat ini. dan terakhir menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Namun pemerintah lupa bagaimana cara memberikan teladan. Muncul “NII”. berbau “Soeharto”. mafia peradilan. Nama Pancasiala saat itu (1998 – 2004) dianggap berbau orde baru. Walaupun menuai pro-kontra. tanggal 4 Juni 2011 Mendiknas mengemukakan sedang merumuskan kembali konsep Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonsia. Kementerian Pendidikan Nasional mulai sibuk mencari konsep yang tepat untuk memasukkan kembali pendidikan Pancasila dalam kurikulum. Pengenalan Empat Pilar Kebangsaan akan menjadi batu loncatan dipahaminya kembali Pancasila sebagai ideologi dasar. Bahkan “revitalisasi” Pancasila. Pemerintah. Bagi penulis yang berstatus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan (PKN). pejabat dan mantan pejabat merasa perlu untuk menghidupkan dan mengaplikasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. Contoh dari para pejabat di negeri ini untuk tidak korupsi. Masyarakat dianggap sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila. kekeliruan yang dilakukan pertama kali justru oleh pemerintah sendiri setelah runtuhnya rezin orde baru. Pada 1 Juni 2011. Menurut putra Sekarmadji Kartosuwiryo. “Semua orang berhak menggugat. kejahatan. “Jangan sampai UUD’45 terabaikan dan teramputasi oleh UU yang tidak memihak keadilan sosial. Penulis sebagai seorang guru PKN. karena pada tanggal 1 Juni tahun 1945 Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara dalam sidang BPUPKI dengan nama “Pancasila”. Pancasila tetap menjadi landasan utama negara. memiliki dilema sendiri dalam mendidik dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila pada para peserta didik. Pemerintah mengganti nama mata pelajaran PMP-KN (Pendidikan Moral PancasilaKewarganegaraan) dengan PP-KN (Pendidikan Pancasila-Kewarganegaraan). sampai – sampai nama mata pelajaran dan isinya pun diganti bahkan dilebur dengan pelajaran IPS (untuk SMK). tawuran pelajar. selaku moderator.” tambahnya. untuk mematuhi hukum dan peradilan. Saat ini. dua orang mantan Presiden RI. lalu berubah lagi menajdi PKN dan IPS. muncul “terorisme” . terutama dalam pendidikan dasar. yang merupakan aplikasi dari nilai-nilai Pancasila. Selain mengganti nama mata pelajaran.” ujar Sigit Pamungkas. “Ideologi dasar tersebut sudah seharusnya dipahami dan dijiwai oleh generasi muda. korupsi merajalela. Sebagai seorang guru tentu penulis . Sekolah sebagai salah satu tempat yang paling tepat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Purnama Ayu Rizky] anggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. untuk bermusyawarah mufakat. Pengawalan ideologi dasar juga harus ada dalam UU pelaksana. di masyarakat muncul berbagai paham dan ideologi. bahkan pada harian kompas. dan untuk – untuk yang lain. Demokrasi juga membuka ruang bagi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membentuk kebijakan dan mengritik UU yang tidak sejalan dengan UUD’45. yaitu Prof.

KOMPAS.artinya “bisa ngajar gak bisa nglakoni”. SOKSI bangkit kembali untuk menyelamatkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa. keluarga besar SOKSI dan lintas generasi akan dihadirkan dalam sarasehan tersebut untuk membahas kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah ditinggalkan. bisa mengajarkan tapi tidak bisa menerapkannya REVITALISASI PANCASILA SARASEHAN REVITALISASI PANCASILA DIGELAR Jodhi Yudono | Sabtu. kesederhanaan. mencatat bahwa SOKSI lahir dari ibu kandungnya Angkatan Darat yang bertujuan mengganyang PKI yang merongrong Pancasila dan NKRI. Keluar dari pagar / halaman sekolah.sebab kalo itu yang terjadi." kata Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam diskusi Mencari Solusi Krisis Kepemimpinan Nasional di Jakarta. musyawarah mufakat. peserta didik melihat perbuatan dan tingkahlaku yang menyimpang dari Pancasila. menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku. toleransi. SOKSI akan menyelenggarakan saresehan nasional antar generasi guna membahas berbagai persoalan bangsa. maka anak-anak sekolah bilang “jarkoni”….akan memberikan nilai-nilai idealisme dalam Pancasila. terjadi politik intrik yang tidak sehat dan saling menyandera. Jumat." katanya. bersedia menerima kekalahan. "Untuk itu. sesuai perintah pendiri SOKSI yang meminta agar organisasi ini melakukan konsolidasi internal maupun eksternal. namun dalam kehidupan sehari-hari. dan lain sebagainya. "SOKSI akan melakukan konsolidasi untuk berperan aktif membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. ujarnya. "Termasuk revitalisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. para purnawirawan TNI. aparat yang jauh dari nilai Pancasila. Menurut Ade komarudin. Rakyat perlu contoh perbuatan saling menghormati.com--Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) Ade Komarudin menyatakan. para peserta didik disuguhi oleh perilaku dari para pejabat. saat ini di kalangan generasi muda Pancasila sudah ditinggalkan bahkan seluruh elemen bangsa dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. Garda Terdepan . sejumlah tokoh nasional. mantan pejabat dalam kehidupan sehari. Sejarah. Bukan sekedar kata-kata manis di bibir semata…. Sarasehan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila ini. Ade menjelaskan. 23 Juli 2011 | 11:07 WIB AKARTA. Revitalisasi Pancasila harus dimulai dari para pejabat. Mereka harus bisa memberikan contoh / keteladanan bagi masyarakat (rakyat)." katanya.

hukum nasional harus dapat menjaga integrasi baik ideologi maupun teritori sesuai dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. dalam menghadapi krisis multidimensi sekarang ini. SOKSI harus menjadi garda terdepan bagi masyarakat.Pendiri SOKSI Prof DR Suhardiman menyatakan prihatin terhadap krisis bangsa yang saling menyandera yang tidak menguntungkan. “Nilai-nilai dasar tersebut kemudian melahirkan empat kaidah penuntun hukum yang harus dipedomani dalam pembangunan hukum. hukum nasional harus mampu menciptakan keadilan sosial dalam arti harus mampu memperpendek jurang antara yang kuat dan yang lemah serta memberi proteksi khusus terhadap golongan yang lemah dalam berhadapan dengan golongan yang kuat baik dari luar maupun dalam negeri. Kedua. transparan. yang terpenting untuk merevitalisasi Pancasila sebagai cita hukum negara ini adalah internalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai rambu-rambu pembangunan hukum nasional. kebijakan ekonomi harus tetap berpegang pada jalur konstitusi dan tidak terjebak menjadi negara kapitalis. Sumber kompas. . dan akuntabel. hukum nasional harus dibangun secara demokratis dan nomokratis dalam arti harus mengundang partisipasi dan menyerap aspirasi masyarakat luas melalui mekanisme yang adil. melakukan karya nyata dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Paling tidak. Pertama. SOKSI harus berperan dan terlibat aktif membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa.com >ras Menurut dia. Jika krisis pangan ini tidak diatasi segera. bukan tidak mungkin akan menjadi persoalan bangsa. Menurut Suhardiman. "Untuk itu. Ketiga." ujarnya." katanya.” katanya. "Krisis paangan dan minyak dunia yang terjadi di beberapa negara yang membawa kebangkrutan ekonomi harus tetap diantisipasi agar Indonesia tidak mengalami nasib yang sama.

” katanya. (ant) . tetapi harus terinternalisasi dan menyatu dengan system dan kultur hukum. “Dalam proses itu diperlukan peran semua pihak.Keempat. terutama pendidikan tinggi hukum sebagai kawah candradimuka pemikiran-pemikiran hukum dan institusi yang bertanggung jawab atas kualitas dan integritas para ahli dan praktisi hukum Indonesia. revitalisasi bukan hal yang mudah. Proses revitalisasi tidak dapat dilakukan dengan sekadar sistem pendidikan aparat penegak hukum yang menekankan pada aspek pengetahuan seperti pola penataran P4. tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Ia mengatakan. hukum harus menjamin toleransi beragama yang berkeadaban antarpemeluknya dan tidak boleh ada pengistimewaan perlakuan terhadap agama hanya karena didasarkan pada besar dan kecilnya jumlah pemeluk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->