Di manakah Pancasila kini berada?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Mengapa hal itu terjadi?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila?

Para hadirin yang berbahagia,

Ada sejumlah penjelasan, mengapa Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita.

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global. Situasi dan lingkungan kehidupan bangsa pada tahun 1945 — 66 tahun yang lalu — telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini, dan akan terus berubah pada masa yang akan datang. Beberapa perubahan yang kita alami antara lain:

terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya; perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbagi dengan kewajiban asasi manusia (KAM); lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan terhadap “manipulasi” informasi dengan segala dampaknya.

Ketiga perubahan tersebut telah mendorong terjadinya pergeseran nilai yang dialami bangsa Indonesia, sebagaimana terlihat dalam pola hidup masyarakat pada umumnya, termasuk dalam corak perilaku kehidupan politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan reaktualisasi nilai-nilai pancasila agar dapat dijadikan acuan bagi bangsa

Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar. Kebelum-berhasilan kita melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menyebabkan keterasingan Pancasila dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.

Kedua, terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional’ tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika saat ini.

Sebagai ilustrasi misalnya, penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru, menjadi penyebab mengapa Pancasila kini absen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, di masa lalu memang terjadi mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai “tidak Pancasilais” atau “anti Pancasila”

Pancasila diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli pemaknaan dan penafsiran Pancasila yang digunakan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Akibatnya, ketika terjadi pergantian rezim di era reformasi, muncullah demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggapnya sebagai simbol, sebagai ikon dan instrumen politik rezim sebelumnya. Pancasila ikut dipersalahkan karena dianggap menjadi ornamen sistem politik yang represif dan bersifat monolitik sehingga membekas sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

Pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan tententu, menurut saya, merupakan kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan pergi menjadi masa lalu, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan!

Para hadirin yang berbahagia,

Orde Baru dan orde manapun. etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan. Krisis ini terjadi karena luruhnya kesadaran akan keragaman dan hilangnya ruang publik sebagai ajang negosiasi dan ruang pertukaran komunikasi bersama atas dasar solidaritas warganegara. sikap intoleransi dan kecenderungan mempergunakan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara. dari waktu ke waktu. Reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya di tengah menguatnya paham radikalisme. saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi. Reformasi dan demokratisasi di segala bidang akan menemukan arah yang tepat manakala kita menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman bangsa yang majemuk ini. Fenomena fanatisme kelompok. menjadi kontraproduktif bagi perjalanan bangsa yang multikultural ini. apalagi mengatasnamakan agama. terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik. restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan. termasuk Orde Lama. fanatisme kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang kembali marak beberapa waktu terakhir ini. kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks. kita melepaskan Pancasila dari stigma lama yang penuh . Saat infrastruktur demokrasi terus dikonsolidasikan. memerlukan solusi yang tepat. penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan tersebut menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab. Demokrasi kemudian hanya menjadi jalur antara bagi hadirnya pengukuhan egoisme kelompok dan partisipasi politik atas nama pengedepanan politik komunal dan pengabaian terhadap hak-hak sipil warganegara serta pelecehan terhadap supremasi hukum.Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2011 saat ini. kita perlu menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap Pancasila dan dalam waktu yang bersamaan. maka Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang akan mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan. regional maupun global. reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan akan dibawa ke mana biduk peradaban bangsa ini berlayar di tengah lautan zaman yang penuh tantangan dan ketidakpastian? Untuk menjawab pertanyaan itu. baik dalam skala nasional. Dalam perspektif itulah. terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang.

kalau sila kelima Pancasila mengamanatkan terpenuhinya “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.mistis bahwa Pancasila itu sakti. Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumberdaya manusia dengan mengembangkan. bagaimana implementasinya pada kehidupan ekonomi yang sudah menggobal sekarang ini? Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk. neo-colonialism. yang justru membuatnya teraleinasi dari keseharian hidup warga dalam berbangsa dan bernegara. “value added” harus lebih besar dari “added cost“. yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi. atau dalam pengertian sejarah kita. Dalam forum yang terhormat ini. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru. adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain. sedemikian rupa sehingga rakyat harus “membeli jam kerja” bangsa lain. saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat. Pancasila perlu diaktualisasikan dalam tataran praksis yang lebih ‘membumi’ sehingga mudah diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi. tergantung pada pandangan dan sikap suatu Negara dalam merespon fenomena tersebut. kita juga harus mampu meningkatkan “nilai tambah” berbagai produk kita agar menjadi lebih tinggi dari “biaya tambah”. Hanya dengan cara demikian sajalah. dengan ungkapan lain. suatu “VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru”. dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sejalan dengan usaha meningkatkan “Neraca Jam Kerja” tersebut. Pancasila . menerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para hadirin yang berbahagia. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Sebagai ilustrasi misalnya. Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neocolnialism atau “VOC-baju baru” itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan “jam kerja” bagi rakyat Indonesia sendiri. khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. keramat dan sakral. misalnya. Sebagai sebuah tata nilai luhur (noble values). kemudian menjual produk-produk ke Negara asal.

sangat relevan dengan problematika bangsa saat ini. agama. semangat baru dan paradigma baru dalam dinamika perubahan sosial politik masyarakat Indonesia. Saya yakin. nilai permusyawaratan dan keadilan sosial. kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang. Sejalan dengan itu. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita. Oleh karena itu saya menyambut gembira upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhirakhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental: Pancasila. yang dapat menjadi fondasi. reaktualisasi Pancasila juga mencakup upaya yang serius dari seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah visi yang menuntun perjalanan bangsa di masa datang sehingga memposisikan Pancasila menjadi solusi atas berbagai macam persoalan bangsa. . nilai persatuan. Memang. perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Marilah kita jadikan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan itu melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai weltanschauung. maka menyegarkan kembali empat pilar tersebut. adat istiadat dan afiliasi politik. Melalui gerakan nasional reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Saya percaya. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. demokratisasi yang saat ini sedang bergulir dan proses reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. nilai kemanusiaan. meskipun kita berbeda suku. Akan tetapi.sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan’ lagi dalam kehidupan kita. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. Melalui reaktualisasi Pancasila. dasar negara itu akan ditempatkan dalam kesadaran baru. upaya penyegaran kembali juga perlu dilengkapi dengan upaya mengaktualisasikan kembali nilainilai yang terkandung dalam keempat pilar kebangsaan tersebut. UUD 1945. bukan saja akan menghidupkan kembali memori publik tentang dasar negaranya tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi para penyelenggara negara di tingkat pusat sampai di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanahkan rakyat melalui proses pemilihan langsung yang demokratis. karena jaman terus berubah yang kadang berdampak pada terjadinya diskotinuitas memori sejarah. seperti nilai ketuhanan. Para hadirin yang saya hormati. Keempat pilar itu sebenarnya telah lama dipancangkan ke dalam bumi pertiwi oleh para founding fathers kita di masa lalu. Nilainilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara. saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan.

Itu lah yang menjadi kunci utama agar nilai-nilai Pancasila dapat diserap. Pancasila sebagai ideologi harus diyakini dan mampu menjawab seluruh tantangan zaman. Bisa karena Biasa Bisa karena biasa. Melalui dunia pendidikan mampu menciptakan generasigenerasi penerus bangsa yang memiliki jiwa-jiwa Pancasilais. Pancasila harus lah ditanamkan sejak dini. Pancasila sebagai pondasi kita untuk bernegara. Saat ini meskipun sudah berganti kurikulum berulang kali namun metode pengajarannya pun tak ada beda. Tak hanya sekedar mata pelajaran belaka. Pengajar harus mampu menyalurkan arti Pancasila sesungguhnya kepada seluruh murid agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Termasuk para pengajar mata pelajaran itu sendiri. Pancasila harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan baik itu di lingkup terkecil yaitu keluarga. kelas hingga dunia luar sehingga menjadikannya sebagai budaya. Mohammad Nuh menjanjikan Pancasila kembali diterapkan menjadi mata pelajaran tersendiri. Caranya melalui dunia pendidikan tadi. Sehingga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di segala sendi-sendi kehidupan dalam bernegara. Hanya menjadikan manusia penghafal. Pengajar mempunyai peran penting di sini. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu ‘alaikum wr wb. Saya pikir kita sudah meyakini Pancasila sebagai jati diri negara ini. Gencar pemberitaan di media massa akhir-akhir ini mengenai reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila dalam dunia pendidikan.Demikian yang bisa saya sampaikan. Semua perilaku kehidupan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus lah berada di dalam kurikulum dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. . Namun sasarannya tak hanya sampai pada titik itu saja. Masalah utama agar Pancasila berhasil menjadi nilai-nilai dalam budaya di sekolah adalah reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila itu sendiri. Menteri Pendidikan Nasional. Reaktualisasi Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri memang penting. Dunia pendidikan merupakan media yang paling efektif dalam menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan. Mata pelajaran Pancasila yang telah lama hilang di dunia pendidikan akan diterapkan kembali sebagai mata pelajaran tersendiri. Penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam segala sendi kehidupan perlu menjadi pemikiran utama seluruh elemen bangsa.

Untuk itu pancasila merupakan ideology terbuka yang bisa menampung perkembangan sesuai tuntutan zaman. BAB I PENADAHULUAN LATAR BELAKANG Globalisasi adalah sebuah keniscayaan waktu yang mau tidak mau dihadapi oleh negara manapun di dunia. Hampir tiap negara mengalami hal serupa dalam era globalisasi yang serba terbuka ini. kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan sejak dini. Sudah sejauh mana kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. Dan seseorang ataupun sekelompok masyarkat tidak menginginkan ketertinggalan dari masyarakat lain apalagi Negara – Negara yang lebih maju. Ia mampu memberikan paksaan kepada tiap negara untuk membuka diri terhadap pasar bebas. Contoh kecil saat ujian. . kritik dari orang lain? Perjalanan bangsa ini masih panjang. Banyaknya terjadi kasus itu hal pada dasarnya merupakan tuntutan sebuah zaman yang terus berkembang. bermusyawarah. Pihak yang diuntungkan dalam perkembangan situasi ini tak lain adalah negara maju yang memiliki tingkat kemapanan jauh di atas negara berkembang. Seharusnya bisa menjadi otokritik terhadap diri kita masingmasing.menjadikan perkembangan demi perkembangan terkadang jauh dari sebuah keteraturan. Hari itu tidak hanya sebagai peringatan seremoni belaka. apakah kita sudah jujur mengerjakan soal-soal tersebut? Sudah sejauh mana kita mendengar pendapat. Bila pemerintah dan elite politik tak lagi menjadi teladan dengan menerapkan kebijakan yang tak memihak pada rakyatnya sebagai generasi penerus harus lah kita paham dan biasakan nilai-nilai luhur Pancasila dala kehidupan sehari-hari.Sekolah harus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai kejujuran. Baru lah 1 Juni lalu kita memperingati hari lahirnya Pancasila. Banyak waktu bagi kita minimal untuk mengerti nilainilai agung Pancasila. Era globalisasi yang menuntut kita untuk selalu lebih maju pada setiap zaman. Sifat-sifat tersebut akan tertanam jika dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi karakter bangsa bukan dihafal semata melalui buku paket. etika.

Didalam bidang politik yang paling jelas diterapkan pengalaman pancasila tersebut. 3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup untuk penerapan aktualisasi pancasila dan UUD 45 ini adalah : Dalam bidang politik Dalam bidang ekonomi Dalam bidang social budaya Dalam bidang hukum Ruang lingkup yang berhubungan dengan aktualisasi ini adalah untuk seluruh warga Negara Indonesia.bidang politik kalau tidak menggunakan pengalaman pancasila maka kurang berjalan dengan lancar. Dan tetap bertahan pancasila akan selalu dipakai dalam setiap pengambilan keputusan.bidang tertentu maupun dalam bidang apapun . BAB II AKTUALISASI PENGALAMAN PANCASILA & . Maksud dan tujuan Maksud dan tujuan mempelajari aktualisasi pancasila adalah menerapkan pengalaman tersebut dikehidupan sehari – hari.perkembangan era globalisasi bukan merupakan penghalang untuk tetap memakai pancasila sebagai dasar Negara.karena dibidang politik sangat memerlukan pancasila karena pancasila adalah pedoman untuk bangsa ini. karena pancasila menganut ideology terbuka yang bisa menerima perkembangna zaman.baik yang berada dibidang. 2. Aktualisasi pancasila dan undang – undang tersebut berarti memakai pancasila dan pengalaman undang – undang untuk diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan. Dan kita akan terus menjadikan pancasila sebagai pedoman untuk bangsa Indonesia.

Dan dengan demikian bangsa kita ini akan maju. Pendidikan politik kepada masyarakat untuk mengembangkan budaya politik yang demokratis . karena mempengaruhi perkembangan Negara Indonesia. organisasi politik merupakan tempat dimana para pemimpin bangsa dengan berbagai bidang yang mereka miliki akan menentukan perkembangan bangsa ini.maka dari itu jangan pernah abaikan sebuah tanggung jawab apalagi terhadap sebuah bangsa. Segala unsur politik. baik dibidang wakil rakyat. mauapun hanya seorang walikota .demokratis dan terbuka Kemandirian partai politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Bila dikaitkan dengan kebijakan negara. Negara atau pemerintah sebagai organisasi yang paling berkompeten dan bertanggung jawab dalam mengurusi kepentingan umum.UUD 45 DALAM ERA GLOBALISASI BIDANG POLITIK Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa system pemerintahan berasal dari rakyat untuk rakyat.haruslah mengikuti pedoman pengalaman pancasila. Sehingga dapat mewujudkan cita – cita bangsa. Akan lebih jelas lagi apabila aktualisasi pancasila dan undang – undang 1945 itu dapat diwujudkan pada semua aspek bidang terutama dibidang politik. peran dan tanggung jawab seluruh pemimpin akan menentukan masa depan suatu bangsa. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pancasila merupakan pedoman dari bangsa Indonesia. politik sebagai serangkaian tindakan yang ditetapkan dan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh masyarakat. memperoleh pemimpin yang dapat membawa nama bangsa Indonesia bangga dimata bangsa lain. dimana cita – cita bangsa Indonesia akan terwujud apabila rakyatnya ikut bekerjasama dalam bidang politik.dalam membangun kehidupan politik haruslah dilihat dari aspek berikut : System politik nasional yang berkedaulatan rakyat. Urusan Politik selalu berhubungan dengan kepentingan umum. Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia.

baik antara sesama pengusaha ataupun dengan rakyat biasa. Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintah yang ikut dalam proses ekonomi melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. 3. Dibidang ekonomi Kurang terwujudnya perkembangan ekonomi di Indonesia dikarenakan kurang adanya mekanisme perjuangan pemerintah untuk menyamaratakan derajat pendidikan yang menjadi kendala utama yaitu masalah ekonomi. kekeluargaan artinya walaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama untuk memajukan bangsa Indonesia.2. dapat dirasa upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa akan tercapai dan kesejahteraan tersebut akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat. Dibidang sosial budaya . Jadi walaupun kita menjalankan persaingan bebas dibidang pemasaran dengan menerapkan aktualisasi pancasila tersebut kita dapat mengatur sendiri bagaimana arti sebenarnya persaingan yang bebas itu tapi tetap dapat mewujudkan bersama cita – cita bangsa. sehingga interaksi antar pelaku ekonomi sama-sama menguntungkan dan tidak saling menjatuhkan. Transformasi struktur: Yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan dari ekonomi tradisional menjadi ekonomi modern. Dan banyaknya terjadi kesenjangan social. Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dapat diwujudkan dengan : Memiliki kemampuan dasar untuk berkembang Mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengolah sumber daya alam secara efektif dan berguna untuk bangsa Memiliki rasa profesionalisme yang tinggi dan pertanggung jawaban terhadap pekerjaannya. Biaya yang mahal dan sebagainya. dengan begitu akan mengurangi kesenjangan ekonomi. dengan kembali mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dan UUD 1945. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan. Pengalaman ekonomi haruslah didasarkan dengan azas kekeluargan dan gotong royong.

Adanya keinginan dari pelayan masyarakat untuk bertindak mendahulukan golongan/ kelompoknya 3.Adanya fakta bahwa masyarakat tidak diberdayakan secara maksimal 5.Salah satu aktualisasi pancasila yang paling jelas dilihat adalah dibidang sosial budaya.Buntunya komunikasi anatara masyarakat dan pemerintah. Budaya Politik dan Budaya Pers mempunyai kendala atau faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaannya. Setiap upaya aktualisasi Budaya Demokrasi. .Kebutuhan akan cepatnya pelayanan yang maksimal belum terealisasi dengan baik 2. Semua perbedaan dijadikan kekayaan dari bangsa Indonesia.disini sangatlah di perlukan pengaktualisasi pancasila dan UUD 45 sebagai dasar pedoman pemersatu bangsa.Adanya Instruksi-instruksi dari pimpinan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena disanalah akan terwujud persatuan dari banyaknya perbedaan dibangsa ini. Karena kekukuhan bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika. 4. Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan dan jangan malah dijadikan salah satu perbedaan.dan pengalaman pancasila dapat diwujudkan dibidang ini.Partisipasi aktif Masih banyaknya rakyat Indonesia yang primitive dan kurangnya rasa toleransi terhadap satu unsur budaya denagn budaya lain adalah salah satu pemicu terjadinya kekacauan antara satu suku dengan suku lain. bukan sebagai suatu warisan dari generasi ke generasi.kita janganlah hanya melihat dari sebelah sisi saja terhadap suku budaya lain. Salah satu terjadinya kesenjangan antara social budaya adalah: 1. Karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap pemersatu bangsa. 6.oleh sebab itu pengendalian social budaya di Indonesia hendaklah dikondisikan dengan tepat dan diseimbangkan dalam tatanan kehidupan. serta penguatkan kembali proses integrasi nasional baik secara vertical maupun horizontal.Politik dan Pers yang baik masih sebatas pada teori. hal ini sangat terasa yang mana penggunaan Sistem Demokrasi. Dapat dilihat juga dengan keanekaragaman budaya ynag ada di Indonesia kita harus dapat menciptakan aktualisasi pancasila tersebut dibidang ini.kurang adanya kesepakatan bersama dalam pengambilan tindakan 7.

karena sangat dapat merugikan bangsa ini. Pembahasan dibidang hukum akan banyak. Maka dari itu pemakaian pedoman pengalaman pancasila sangatlah dibutuhkan dalam segelumit kasus – kasus tadi. Kenapa pajak masih bisa dikorupsi? Padahal itu uang rakyat untuk rakyat dengan pengembangan bangsa Indonesia. Kemana hokum di Indonesia pergi. Seharusnya kalau dilihat secara nyata korupsi tidak harus terjadi apabila seseorang itu merasa bersyukur terhadap apa yang telah didapatinya.sekarang salah satu pembahasan tentang kasus korupsi. Kurang tanggap cepatnya terhadap kasus seperti ini akan menjadikan kasus ini semakin melarut – larut.Pengembanagan sosial budaya harus dapat mengangkat nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai berikut : Masyarakat harus menghormati martabatnya sebagai manusia Masyarakat diperlakukan secara manusiawi dan adil sebagaimana tertuang dalam pancasila. Dibidang hukum Dibidang hukum pengembangan aktualisasi pancasila sangat diperlukan. sila ke 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.benar Negara meletakan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu . Lamanya penyelesaian akan menjadikan mundurnya bangsa ini dari bangsa lain.tetapi kenapa banyak para koruptor yang tidak tertangkap? Sedangkan orang yang hanya maling ayam atau maling kecil bisa dihukum bertahun – tahun bahkan sampai belasan tahun. Tetapi usut punya usut kasus ini masi belum menemui titik terang. Agar benar.dimana keadilan bangsa ini? Satu contoh lagi sekarang maraknya terjadi kasus mafia makelar pajak. dan tindakan main hakim sendiri diberbagai daerah. Karena banyaknya terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi manusia Masyarakat mempunyai jiwa solidaritas terhadap sesama 4.korupsi adalah satu diantara banyak kasus yang terjadi dibidang hukum. Hayati dengan UUD 45 yang sejatinya merupakan hasil pemikiran rakyat Indonesia dan merupakan cita – cita bangsa. Pegembangan hukum haruslah diperuntukan demi terwujudnya keadilan dalam hidup bermasyarakat.

akan lebihh serius dalam menyingkapi semua perkembangan. Karena kerjasama yang baik antar sesame warga akan menciptakan suasana yang lebih kompak dan harmonis. Dan semoga dapat mewujudkan cita – cita bangsa Indonesia biar tetap maju dan tidak ketinggalan dari Negara lain.hukum menjadi tanggung jawab semua masyarakat Indonesia.bukan hanya orang – orang tertentu.Negara hukumdan bukannya suatu Negara yang berdasarkan kekuasaan. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dibidang politik : Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia Dibidang ekonomi : Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata . Nilai – nilai fundamental yang menyangkut interaksi antara pribadi – pribadi warga Negara dan struktur kehiduapan bermasyarakat Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Untuk itu pertahanan dan keamanan harus dikembangkan sesuai dengan nilai – nilai pancasila yang terjabar sebagai berikut : Nilai – nilai fundamental yang menyangkut pribadi warga Negara Nilai – nilai fundamental yang menyangkut struktur kehidupan masyarakat.dan peradilan hukum di Indonesia tetap akan mengadili dan menyamaratakan tuntutan dan hak – hak asasi manusia agar tidak terabaikan. Tidak hanya itu.

” katanya.Dibidang sosial budaya : Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan. Karena bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika Dibidang hukum : Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi 2 . sehingga mudah dimasuki kepentingan sesaat yang bertentangan dengan cita hukum tersebut. sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila selalu bersemayam dalam praktik hukum. kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).” katanya dalam pidato ilmiah Dies Natalis Ke-65 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. “Oleh karena itu. . mulai dari pembentukan hukum hingga pelaksanaan dan penegakan hukum. SARAN Diharapkan bagi para pembaca agar dapat menerapkan yang dibahas dikehidupan sehari – hari agar menciptakan bangsa yang lebih baik lagi dan mewujudkan cita – cita bangsa ini. Mahfud MD. tetapi juga harus dijalankan. ia mengatakan. “Revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum sehingga dapat memperkecil jarak antara `das sollen` dan `das sein`. gagasan revitalisasi Pancasila sebagai cita hukum mendesak untuk tidak hanya diwacanakan. Kamis. Yogyakarta – Pembentukan dan penegakan hukum saat ini terkesan telah meminggirkan Pancasila. Dalam pidato berjudul Revitalisasi Pancasila sebagai Cita Negara Hukum. tujuan dari gagasan itu adalah untuk mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai cita hukum.

  BERANDA BERITA o Haluan Padang o Sumatera Barat o Rantau o Riau & Kepri o Wanita & Keluarga o Pokok & Tokoh o Sentral Kota o Satelit Kota o Rubrik Daerah o Olahraga o Ekonomi & Bisnis o Nasional o Luar Negeri o o o o  ARTIKEL Haluan Kita Refleksi Opini Feature MINGGUAN Aksen Anak & Keluarga Inspirasi Kampus Kultur Lancong Limpapeh Panggung Rumah Seni Wawas ARSIP  o o o o o o o o o o o    E-PAPER TENTANG KAMI Revitalisasi Pancasila Rabu. 01 Juni 2011 03:00 .

Mengapa Pancasila terkesan “dibuang ke laut” saat ini? Jawabannya terletak pada kenyataan bahwa masyarakat masih traumatis dengan pengalaman penguasa zaman Orde Baru yang memanipulasinya sebagai alat untuk menindas dan melestarikan ketidakadilan sosial atas nama stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. dari 1000 anak-anak kelompok usia 18-23 yang disurvei. negara ikut ambil bagian dalam melumpuhkan Pancasila ke tepi jurang yang lebih rendah.2% responden mengatakan mereka tidak melihat lagi Pancasila sebagai ideologi yang mampu mengatasi beragam masalah bangsa. Segenap upaya untuk merevitalisasi Pancasila makin ditinggalkan. Sebagai misal. Dalam dinamika politik kontemporer. semuanya menjadi puing-puing politik ketika 13 tahun reformasi berlalu menjadi saksi betapa Pancasila kian memudar seiring dengan lengsernya Soeharto sebagai penopang dasar negara tersebut. Sebuah penelitian tentang ideologi pada tahun 2009 memberikan hasil yang mengejutkan. Pemerintahan pasca Orde Baru telah lebih menjadikan Pancasila sebagai mitos eksistensi konstitusional. Pancasila seharusnya tidak dianggap sebagai mitos dari suatu ideologi kebenaran mutlak. kini semakin kalah bersaing dengan ideologi transnasional yang diadopsi kebanyakan masyarakat. Kelompok-kelompok anti-Pancasila tumbuh dengan subur dan terang-terangan menyatakan diri untuk mengubah ideologi negara dan mengacaukan Indonesia. 61. kini saatnya untuk melakukan lompatan kuantum (quantum leap) untuk merevitalisasi Pancasila secara proporsial. Sekarang. Kebutuhan untuk revitalisasi atau menghidupkan kembali Pancasila dapat dilakukan sebagai berikut.2% gagal atau tidak mampu menghapal butir-butir Pancasila. Sayangnya. Sebagai ideologi negara. Pertama. dan lepas dari sinkretisme. benar. Pancasila harus menjadi subjek diskusi dan wacana publik lewat kekuatan pembebasan yang dimilikinya. yaitu teokrasi. Pancasila sebagai ideologi negara menjadi sasaran kritikan empuk. yang menjadi alat penindas kebebasan ideologi di bawah era Soeharto. Ini jelas menghajatkan kerja keras di tengah sinisme publik terhadap pemerintah Orde Baru sebelumnya dan gencarnya pengaruh Barat atas bahasa dan budaya Indonesia. Sementara kaum radikal transnationalis menuduh Pancasila gagal mengikat keragaman dan menganggapnya sebagai diakronis pikiran. Berbagai serangan terhadap Pancasila melalui gerakan sosial jelas-jelas berupaya membongkar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 59. Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai mata pelajaran dengan kurikulum khusus dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi.Di tengah kontroversi sejarah dan politik yang ada. Pancasila seharusnya menjadi sumber tatanan politik dan hukum untuk kehidupan pemerintah dan masyarakat. Pancasila. tanggal 1 Juni kerap dianggap sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Bagi mereka. Dilihat dari aspek kognitif. sementara 45% menganggap Pancasila tidak lebih berharga dan bermakna daripada agama. Pancasila adalah tidak sejalan dengan ideologi kebenaran mutlak mereka percaya. Masyarakat perlu terlibat dalam proses reinterpretasi Pancasila . Karenanya.

Merek lama nasionalisme yang bernada xenofobia tak lagi mendapat tempat dalam ranah Indonesia modern. Kedua. Pancasila masih merupakan denominator yang sahih untuk menjembatani kesenjangan yang menganga lebar bagi pelbagai kekuasaan politik. adalah penting menjadikan Pancasila untuk keluar dari sekadar batas-batas upacara seremonial. Kesuriteladanan para pemimpin bangsa ini dapat menggerakkan merealisasikan nilai-nilai Pancasila. Tak seorangpun yang menghendaki Indonesia mengikuti langkah-langkah Myanmar dan Korea Utara. tapi tak sedikit para politisi kita yang menutupi jubah nasionalisme dengan sentiment xenofobia guna memajukan kepentingan politik mereka. Untuk itu.seiring dengan perjalanan ruang dan waktu. Mereka menjadikan nasionalisme yang mengakui persaudaraan dunia dari sebuah keluarga bangsa-bangsa. Pada saat ini. tulisan dan pidato pejabat publik untuk kemudian dikhianati dalam kehidupan sehari-hari. pemerintah harus mengurangi aturanaturan yang terbang jauh dari prinsip-prinsip inti Pancasila. Hukum negara harus berdiri tegak sama adil untuk si kaya maupun miskin. Di tengah eskalasi radikalisasi keagamaan. revitalisasi Pancasila membutuhkan keteladanan para pemimpin dalam mengimplementasikan keadilan sosial. bukan pembelah kesatuan. Dengan demikian. Reformasi hukum yang pas dengan jiwa Pancasila menjadi sebuah keniscayaan. atau bergaya chauvinistik sempit. adaptif dan responsif. hukum yang tidak adil ternyata masih memegang tali kendali dan terus menyebarkan virusnya. menjadikan perbedaan latar belakang etnis dan agama sebagai faktor pemersatu. Karenanya. menjadi sebuah negara yang terisolasi dalam percaturan internasional. sebuah ideologi kerja yang antisipatif. dan kemanusiaan. Pancasila harus memainkan peran dalam membangun egalitarianisme yang menghormati prinsip-prinsip keadaban. Revitalisasi Pancasila juga bergerak pada penguatan semangat nasionalisme. Di tengah kekurangannya. misalnya. karena lewat merekalah masyarakat mengaca dan mengambil petunjuk. Kegagalan melakukan ini semua hanya bakal menempatkan Pancasila sebagai slogan klise di dalam buku. Perubahan yang lebih baik harus dimulai dengan keteladanan seorang negarawan. Xenofobia tak akan membawa Indonesia lebih jauh dalam dunia yang global dan saling tergantung saat ini. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup. spiritualitas. masyarakat perlu kembali ke nilai-nilai asli bangsa berupa sikap toleransi dan saling menghormati dengan Pancasila sebagai latar. . Isolasi bukanlah jalan terbaik. Ketiga. Revitalisasi Pancasila memerlukan komitmen dan kerja keras. semangat nasionalisme Indonesia tidak boleh menjadi pelopor xenofobia. Bapak pendiri bangsa (founding fathers) meletakkan nasionalisme yang terlepas dari hubungan luar. Pancasila bukanlah dogma ketat karena ini bakal mencegahnya menjadi responsif terhadap tantangan zaman saat ini dan masa depan.

pagi tadi (1 /6). 1 June 2011 17:13 Perlunya Reaktualisasi.Ketua DPD RI Irman Gusman (kanan) dan para Pimpinan Lembaga Negara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. lanjutnya. Restorasi dan Revitalisasi Pancasila JAKARTA. 1 Juni 2011. Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. tegasnya. Berita. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”. Komplek Parlemen RI. Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). “Pertama. Sedangkan menurut Megawati. Padahal. Senayan. Tidak hanya dikalangan masyarakat. Komplek Parlemen RI. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. Dalam konteks tersebut. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman. Pagi (1/6) tadi. terutama dalam lingkungan lembaga negara. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. papar Irman “Kedua. ujar Irman. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. “Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia.J. Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. paparnya. sumber motivasi. tambah Irman. karakter. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. Jakarta. menurut Irman. yang mencerminkan cara pandang. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. sumber inspirasi. DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. . Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. Jakarta. namun juga dikalangan elite”. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”.

“Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia. Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. Padahal. Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. yang mencerminkan cara pandang. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”. semangat rekonsiliasi dan patriotism”. DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. tegasnya. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. ujar Irman. namun juga dikalangan elite”. Sedangkan menurut Megawati. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. menurut Irman. sumber motivasi. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Pagi (1/6) tadi. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. Senayan. Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. Tidak hanya dikalangan masyarakat. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman. paparnya. Dalam konteks tersebut.J. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. 1 Juni 2011.“Ketiga. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. karakter. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. sumber inspirasi. . Komplek Parlemen RI. Jakarta. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. tambah Irman. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). JAKARTA. pungkasnya.

“Mereka harus merasa terpanggil untuk berjuang agar demokrasi kita sejalan dengan prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan ini. “Ketiga. Tohari mencontohkan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang jelas tak ada unsur keberpihakan kepada rakyat. “Mahasiswa kini hanya terasah secara intelektual. semangat rekonsiliasi dan patriotisme”. Berangkat dari kesadaran inilah.” tutur Sayyid Nur Nikmat. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. selaku ketua panitia. Taufiq Kiemas.” Dari total APBN 2011 sebesar 1300 triliun. intelektual dan ilmuwan. Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar kehidupan bangsa yang terdiri atas Pancasila.” jelasnya. papar Irman “Kedua. Pernyataan Taufik tersebut diamini oleh Hajriyanto Tohari.” jelasnya. dan sisanya digunakan untuk perbaikan infrastruktur rakyat. khususnya mahasiswa. Dewan Perwakilan Mahasiswa UGM menggelar Stadium General bertajuk “Membedah dan Sosialisasi Pilar-Pilar NKRI dalam Membangun Kehidupan Bangsa” pada Sabtu (2/7) siang. kenyataan yang dijumpai sekarang ini sangat paradoks dengan harapan masyarakat. tetapi tidak cukup menjalani tempaan moralitas dan leadership.” tutur H. 20% untuk membayar cicilan hutang. Hajriyanto menanggapi. Ketua MPR RI. tetapi juga beraksi dengan menggugat APBN ke Mahkamah Konstitusi. Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”. seharusnya masyarakat luas menggugat APBN.” ujar Wakil Ketua MPR tersebut. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). lanjutnya. terutama dalam lingkungan lembaga negara. sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Acara yang diadakan di Auditorium Magister Manajemen UGM ini merupakan rangkaian Silaturahmi Nasional Lembaga Legislatif Mahasiswa yang diikuti utusan dari 50 Universitas se-Indonesia. ”Rakyat jelas merindukan buah yang manis dari aplikasi empat pilar kebangsaan di atas. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berdemo terus-terusan. Hajriyanto mengutarakan. agamawan. Untuk menuju proses demokrasi yang ideal. “Kami sengaja mendesain acara untuk mencetak kader-kader pemimpin yang berjiwa visioner dan berwawasan pancasilais. Terkait isu penolakan Pancasila di beberapa komunitas. serta kaum muda terdidik. pungkasnya. harus menjadi penopang proses pendalaman tersebut. dan UUD ’45. “Sebenarnya APBN terbuka luas untuk diuji oleh rakyat. dibutuhkan pula sinergi yang harmonis dari civil society.” ungkap Taufik. wartawan. ”Kelompok yang menolak Pancasila itu kecil dan tidak signifikan. para ulama. Menurut Taufik Kiemas. Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. Indonesia butuh pendalaman demokrasi. 60% digunakan untuk anggaran rutin. Akan tetapi.“Pertama.” Hajriyanto menganalogikan .

dua orang mantan Presiden RI. Pemerintah mengganti nama mata pelajaran PMP-KN (Pendidikan Moral PancasilaKewarganegaraan) dengan PP-KN (Pendidikan Pancasila-Kewarganegaraan). Selain mengganti nama mata pelajaran. Kementerian Pendidikan Nasional mulai sibuk mencari konsep yang tepat untuk memasukkan kembali pendidikan Pancasila dalam kurikulum. Masyarakat dianggap sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila. lalu berubah lagi menajdi PKN dan IPS. Sekolah sebagai salah satu tempat yang paling tepat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Sebagai seorang guru tentu penulis . pejabat dan mantan pejabat merasa perlu untuk menghidupkan dan mengaplikasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. tidak reformis.” tutup Taufik. di masyarakat muncul berbagai paham dan ideologi. ulama pemroklamir Negara Islam Indonesia (NII) 1949 ini. terutama dalam pendidikan dasar. tawuran antar masyarakat. Purnama Ayu Rizky] anggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. muncul “terorisme” . Penulis sebagai seorang guru PKN. karena pada tanggal 1 Juni tahun 1945 Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara dalam sidang BPUPKI dengan nama “Pancasila”. kejahatan. bahkan pada harian kompas. dan lain-lain. Pancasila tetap menjadi landasan utama negara. dan untuk – untuk yang lain.kelompok tersebut sebagai orang-orang yang “sekrupnya sedikit kendor”. Saat ini. Isu penafian Pancasila yang notabene ada di komunitas Islam tersebut ditanggapi oleh Sarjono Kartosuwiryo. “Semua orang berhak menggugat. tawuran pelajar. Pengawalan ideologi dasar juga harus ada dalam UU pelaksana. tanggal 4 Juni 2011 Mendiknas mengemukakan sedang merumuskan kembali konsep Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonsia. sampai – sampai nama mata pelajaran dan isinya pun diganti bahkan dilebur dengan pelajaran IPS (untuk SMK). mafia peradilan. Menurut putra Sekarmadji Kartosuwiryo. Akhirnya pada masa orde reformasi tanggal tersebut secara resmi diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pengenalan Empat Pilar Kebangsaan akan menjadi batu loncatan dipahaminya kembali Pancasila sebagai ideologi dasar. “Ideologi dasar tersebut sudah seharusnya dipahami dan dijiwai oleh generasi muda. kekeliruan yang dilakukan pertama kali justru oleh pemerintah sendiri setelah runtuhnya rezin orde baru. NII KW9 telah keluar dari pakem. memiliki dilema sendiri dalam mendidik dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila pada para peserta didik. Muncul “NII”.BJ. selaku moderator. Pada 1 Juni 2011. untuk bermusyawarah mufakat. [Fransiska Mutiara Damarratri.” tambahnya. Bagi penulis yang berstatus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan (PKN). mengganti apa yang harus diajarkan oleh guru. untuk mematuhi hukum dan peradilan.Habibie (Presiden RI ke-3) dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5) serta Presiden SBY (Presiden ke 6 dan 7) mengemukakan tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan saat ini. Pemerintah. Namun pemerintah lupa bagaimana cara memberikan teladan. Bahkan “revitalisasi” Pancasila. dan terakhir menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). korupsi merajalela. Pemerintah. berbau “Soeharto”. Contoh dari para pejabat di negeri ini untuk tidak korupsi. untuk saling bertoleransi. Demokrasi juga membuka ruang bagi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membentuk kebijakan dan mengritik UU yang tidak sejalan dengan UUD’45. Walaupun menuai pro-kontra. Nama Pancasiala saat itu (1998 – 2004) dianggap berbau orde baru. yaitu Prof. yang merupakan aplikasi dari nilai-nilai Pancasila. “Jangan sampai UUD’45 terabaikan dan teramputasi oleh UU yang tidak memihak keadilan sosial.” ujar Sigit Pamungkas. pemerintah juga mengganti isi dari mata pelajaran tersebut. contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

sesuai perintah pendiri SOKSI yang meminta agar organisasi ini melakukan konsolidasi internal maupun eksternal.com--Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) Ade Komarudin menyatakan. Menurut Ade komarudin. peserta didik melihat perbuatan dan tingkahlaku yang menyimpang dari Pancasila. musyawarah mufakat. bersedia menerima kekalahan.sebab kalo itu yang terjadi. 23 Juli 2011 | 11:07 WIB AKARTA. Sarasehan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila ini. Keluar dari pagar / halaman sekolah. toleransi. menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku." katanya." katanya. Jumat. terjadi politik intrik yang tidak sehat dan saling menyandera. "Termasuk revitalisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. mencatat bahwa SOKSI lahir dari ibu kandungnya Angkatan Darat yang bertujuan mengganyang PKI yang merongrong Pancasila dan NKRI. Bukan sekedar kata-kata manis di bibir semata…. mantan pejabat dalam kehidupan sehari. SOKSI bangkit kembali untuk menyelamatkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa. Ade menjelaskan. sejumlah tokoh nasional. saat ini di kalangan generasi muda Pancasila sudah ditinggalkan bahkan seluruh elemen bangsa dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. Garda Terdepan . Rakyat perlu contoh perbuatan saling menghormati. Sejarah. para peserta didik disuguhi oleh perilaku dari para pejabat. aparat yang jauh dari nilai Pancasila.artinya “bisa ngajar gak bisa nglakoni”. bisa mengajarkan tapi tidak bisa menerapkannya REVITALISASI PANCASILA SARASEHAN REVITALISASI PANCASILA DIGELAR Jodhi Yudono | Sabtu. keluarga besar SOKSI dan lintas generasi akan dihadirkan dalam sarasehan tersebut untuk membahas kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah ditinggalkan. ujarnya. maka anak-anak sekolah bilang “jarkoni”…. dan lain sebagainya. para purnawirawan TNI. "Untuk itu. KOMPAS." kata Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam diskusi Mencari Solusi Krisis Kepemimpinan Nasional di Jakarta. kesederhanaan. Mereka harus bisa memberikan contoh / keteladanan bagi masyarakat (rakyat).akan memberikan nilai-nilai idealisme dalam Pancasila. Revitalisasi Pancasila harus dimulai dari para pejabat. SOKSI akan menyelenggarakan saresehan nasional antar generasi guna membahas berbagai persoalan bangsa. namun dalam kehidupan sehari-hari. "SOKSI akan melakukan konsolidasi untuk berperan aktif membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

SOKSI harus menjadi garda terdepan bagi masyarakat. . bukan tidak mungkin akan menjadi persoalan bangsa.com >ras Menurut dia. “Nilai-nilai dasar tersebut kemudian melahirkan empat kaidah penuntun hukum yang harus dipedomani dalam pembangunan hukum.Pendiri SOKSI Prof DR Suhardiman menyatakan prihatin terhadap krisis bangsa yang saling menyandera yang tidak menguntungkan. Jika krisis pangan ini tidak diatasi segera.” katanya. "Krisis paangan dan minyak dunia yang terjadi di beberapa negara yang membawa kebangkrutan ekonomi harus tetap diantisipasi agar Indonesia tidak mengalami nasib yang sama. melakukan karya nyata dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara." ujarnya. Paling tidak. SOKSI harus berperan dan terlibat aktif membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa. kebijakan ekonomi harus tetap berpegang pada jalur konstitusi dan tidak terjebak menjadi negara kapitalis. hukum nasional harus dibangun secara demokratis dan nomokratis dalam arti harus mengundang partisipasi dan menyerap aspirasi masyarakat luas melalui mekanisme yang adil. yang terpenting untuk merevitalisasi Pancasila sebagai cita hukum negara ini adalah internalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai rambu-rambu pembangunan hukum nasional. Menurut Suhardiman." katanya. Ketiga. "Untuk itu. Sumber kompas. dalam menghadapi krisis multidimensi sekarang ini. hukum nasional harus dapat menjaga integrasi baik ideologi maupun teritori sesuai dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua. dan akuntabel. Pertama. hukum nasional harus mampu menciptakan keadilan sosial dalam arti harus mampu memperpendek jurang antara yang kuat dan yang lemah serta memberi proteksi khusus terhadap golongan yang lemah dalam berhadapan dengan golongan yang kuat baik dari luar maupun dalam negeri. transparan.

tetapi harus terinternalisasi dan menyatu dengan system dan kultur hukum. terutama pendidikan tinggi hukum sebagai kawah candradimuka pemikiran-pemikiran hukum dan institusi yang bertanggung jawab atas kualitas dan integritas para ahli dan praktisi hukum Indonesia.” katanya. tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. “Dalam proses itu diperlukan peran semua pihak. revitalisasi bukan hal yang mudah.Keempat. (ant) . Ia mengatakan. hukum harus menjamin toleransi beragama yang berkeadaban antarpemeluknya dan tidak boleh ada pengistimewaan perlakuan terhadap agama hanya karena didasarkan pada besar dan kecilnya jumlah pemeluk. Proses revitalisasi tidak dapat dilakukan dengan sekadar sistem pendidikan aparat penegak hukum yang menekankan pada aspek pengetahuan seperti pola penataran P4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful