Di manakah Pancasila kini berada?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Mengapa hal itu terjadi?

Mengapa seolah kita melupakan Pancasila?

Para hadirin yang berbahagia,

Ada sejumlah penjelasan, mengapa Pancasila seolah “lenyap” dari kehidupan kita.

Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global. Situasi dan lingkungan kehidupan bangsa pada tahun 1945 — 66 tahun yang lalu — telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini, dan akan terus berubah pada masa yang akan datang. Beberapa perubahan yang kita alami antara lain:

terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya; perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbagi dengan kewajiban asasi manusia (KAM); lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan terhadap “manipulasi” informasi dengan segala dampaknya.

Ketiga perubahan tersebut telah mendorong terjadinya pergeseran nilai yang dialami bangsa Indonesia, sebagaimana terlihat dalam pola hidup masyarakat pada umumnya, termasuk dalam corak perilaku kehidupan politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan reaktualisasi nilai-nilai pancasila agar dapat dijadikan acuan bagi bangsa

Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar. Kebelum-berhasilan kita melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menyebabkan keterasingan Pancasila dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.

Kedua, terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional’ tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika saat ini.

Sebagai ilustrasi misalnya, penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru, menjadi penyebab mengapa Pancasila kini absen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, di masa lalu memang terjadi mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai “tidak Pancasilais” atau “anti Pancasila”

Pancasila diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli pemaknaan dan penafsiran Pancasila yang digunakan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Akibatnya, ketika terjadi pergantian rezim di era reformasi, muncullah demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggapnya sebagai simbol, sebagai ikon dan instrumen politik rezim sebelumnya. Pancasila ikut dipersalahkan karena dianggap menjadi ornamen sistem politik yang represif dan bersifat monolitik sehingga membekas sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

Pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan tententu, menurut saya, merupakan kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan pergi menjadi masa lalu, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan!

Para hadirin yang berbahagia,

etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan. menjadi kontraproduktif bagi perjalanan bangsa yang multikultural ini.Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2011 saat ini. Saat infrastruktur demokrasi terus dikonsolidasikan. termasuk Orde Lama. memerlukan solusi yang tepat. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara. Krisis ini terjadi karena luruhnya kesadaran akan keragaman dan hilangnya ruang publik sebagai ajang negosiasi dan ruang pertukaran komunikasi bersama atas dasar solidaritas warganegara. terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik. maka Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang akan mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan. Reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya di tengah menguatnya paham radikalisme. penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan tersebut menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab. Orde Baru dan orde manapun. baik dalam skala nasional. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks. kita perlu menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap Pancasila dan dalam waktu yang bersamaan. sikap intoleransi dan kecenderungan mempergunakan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan. Demokrasi kemudian hanya menjadi jalur antara bagi hadirnya pengukuhan egoisme kelompok dan partisipasi politik atas nama pengedepanan politik komunal dan pengabaian terhadap hak-hak sipil warganegara serta pelecehan terhadap supremasi hukum. Oleh karena Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan. saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi. Fenomena fanatisme kelompok. Reformasi dan demokratisasi di segala bidang akan menemukan arah yang tepat manakala kita menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman bangsa yang majemuk ini. reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan akan dibawa ke mana biduk peradaban bangsa ini berlayar di tengah lautan zaman yang penuh tantangan dan ketidakpastian? Untuk menjawab pertanyaan itu. regional maupun global. fanatisme kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang kembali marak beberapa waktu terakhir ini. apalagi mengatasnamakan agama. restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam perspektif itulah. kita melepaskan Pancasila dari stigma lama yang penuh . kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit. dari waktu ke waktu.

atau dalam pengertian sejarah kita. khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. dengan ungkapan lain. suatu “VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru”. menerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. neo-colonialism. “value added” harus lebih besar dari “added cost“. Hanya dengan cara demikian sajalah. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumberdaya manusia dengan mengembangkan. Sebagai sebuah tata nilai luhur (noble values). Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru. adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain. tergantung pada pandangan dan sikap suatu Negara dalam merespon fenomena tersebut. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi. Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neocolnialism atau “VOC-baju baru” itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan “jam kerja” bagi rakyat Indonesia sendiri. kalau sila kelima Pancasila mengamanatkan terpenuhinya “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Pancasila perlu diaktualisasikan dalam tataran praksis yang lebih ‘membumi’ sehingga mudah diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam forum yang terhormat ini. kemudian menjual produk-produk ke Negara asal. kita juga harus mampu meningkatkan “nilai tambah” berbagai produk kita agar menjadi lebih tinggi dari “biaya tambah”. saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat. keramat dan sakral. Sejalan dengan usaha meningkatkan “Neraca Jam Kerja” tersebut. misalnya. dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi. Para hadirin yang berbahagia. Pancasila . Sebagai ilustrasi misalnya.mistis bahwa Pancasila itu sakti. sedemikian rupa sehingga rakyat harus “membeli jam kerja” bangsa lain. yang justru membuatnya teraleinasi dari keseharian hidup warga dalam berbangsa dan bernegara. bagaimana implementasinya pada kehidupan ekonomi yang sudah menggobal sekarang ini? Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk.

Marilah kita jadikan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan itu melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai weltanschauung. demokratisasi yang saat ini sedang bergulir dan proses reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. yang dapat menjadi fondasi. upaya penyegaran kembali juga perlu dilengkapi dengan upaya mengaktualisasikan kembali nilainilai yang terkandung dalam keempat pilar kebangsaan tersebut. Memang. Akan tetapi. adat istiadat dan afiliasi politik. reaktualisasi Pancasila juga mencakup upaya yang serius dari seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah visi yang menuntun perjalanan bangsa di masa datang sehingga memposisikan Pancasila menjadi solusi atas berbagai macam persoalan bangsa. meskipun kita berbeda suku. dasar negara itu akan ditempatkan dalam kesadaran baru. maka menyegarkan kembali empat pilar tersebut. sangat relevan dengan problematika bangsa saat ini. bukan saja akan menghidupkan kembali memori publik tentang dasar negaranya tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi para penyelenggara negara di tingkat pusat sampai di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanahkan rakyat melalui proses pemilihan langsung yang demokratis. Saya percaya. . Nilainilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara. Sejalan dengan itu. Oleh karena itu saya menyambut gembira upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhirakhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental: Pancasila. nilai kemanusiaan. seperti nilai ketuhanan. nilai persatuan. karena jaman terus berubah yang kadang berdampak pada terjadinya diskotinuitas memori sejarah. Saya yakin. perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan. semangat baru dan paradigma baru dalam dinamika perubahan sosial politik masyarakat Indonesia. UUD 1945. Melalui reaktualisasi Pancasila. Melalui gerakan nasional reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. agama.sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan’ lagi dalam kehidupan kita. Keempat pilar itu sebenarnya telah lama dipancangkan ke dalam bumi pertiwi oleh para founding fathers kita di masa lalu. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang. Para hadirin yang saya hormati. nilai permusyawaratan dan keadilan sosial. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Pancasila harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan baik itu di lingkup terkecil yaitu keluarga. Mohammad Nuh menjanjikan Pancasila kembali diterapkan menjadi mata pelajaran tersendiri. Pengajar mempunyai peran penting di sini. Caranya melalui dunia pendidikan tadi. Reaktualisasi Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri memang penting. Bisa karena Biasa Bisa karena biasa. Saat ini meskipun sudah berganti kurikulum berulang kali namun metode pengajarannya pun tak ada beda. Pancasila sebagai ideologi harus diyakini dan mampu menjawab seluruh tantangan zaman. Masalah utama agar Pancasila berhasil menjadi nilai-nilai dalam budaya di sekolah adalah reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila itu sendiri. . Termasuk para pengajar mata pelajaran itu sendiri. Wassalamu ‘alaikum wr wb. Tak hanya sekedar mata pelajaran belaka. Namun sasarannya tak hanya sampai pada titik itu saja. Terimakasih atas perhatiannya. Mata pelajaran Pancasila yang telah lama hilang di dunia pendidikan akan diterapkan kembali sebagai mata pelajaran tersendiri. Itu lah yang menjadi kunci utama agar nilai-nilai Pancasila dapat diserap. Penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam segala sendi kehidupan perlu menjadi pemikiran utama seluruh elemen bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus lah berada di dalam kurikulum dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Nasional. kelas hingga dunia luar sehingga menjadikannya sebagai budaya. Sehingga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di segala sendi-sendi kehidupan dalam bernegara. Pengajar harus mampu menyalurkan arti Pancasila sesungguhnya kepada seluruh murid agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Saya pikir kita sudah meyakini Pancasila sebagai jati diri negara ini. Gencar pemberitaan di media massa akhir-akhir ini mengenai reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila dalam dunia pendidikan. Pancasila sebagai pondasi kita untuk bernegara. Melalui dunia pendidikan mampu menciptakan generasigenerasi penerus bangsa yang memiliki jiwa-jiwa Pancasilais. Hanya menjadikan manusia penghafal.Demikian yang bisa saya sampaikan. Semua perilaku kehidupan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila harus lah ditanamkan sejak dini. Dunia pendidikan merupakan media yang paling efektif dalam menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan.

Banyaknya terjadi kasus itu hal pada dasarnya merupakan tuntutan sebuah zaman yang terus berkembang. Dan seseorang ataupun sekelompok masyarkat tidak menginginkan ketertinggalan dari masyarakat lain apalagi Negara – Negara yang lebih maju.Sekolah harus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Era globalisasi yang menuntut kita untuk selalu lebih maju pada setiap zaman. Sudah sejauh mana kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. Pihak yang diuntungkan dalam perkembangan situasi ini tak lain adalah negara maju yang memiliki tingkat kemapanan jauh di atas negara berkembang. Hampir tiap negara mengalami hal serupa dalam era globalisasi yang serba terbuka ini. apakah kita sudah jujur mengerjakan soal-soal tersebut? Sudah sejauh mana kita mendengar pendapat. kritik dari orang lain? Perjalanan bangsa ini masih panjang. Penanaman nilai-nilai kejujuran. Sifat-sifat tersebut akan tertanam jika dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi karakter bangsa bukan dihafal semata melalui buku paket. Untuk itu pancasila merupakan ideology terbuka yang bisa menampung perkembangan sesuai tuntutan zaman. Bila pemerintah dan elite politik tak lagi menjadi teladan dengan menerapkan kebijakan yang tak memihak pada rakyatnya sebagai generasi penerus harus lah kita paham dan biasakan nilai-nilai luhur Pancasila dala kehidupan sehari-hari. etika. Banyak waktu bagi kita minimal untuk mengerti nilainilai agung Pancasila. Contoh kecil saat ujian. Seharusnya bisa menjadi otokritik terhadap diri kita masingmasing.menjadikan perkembangan demi perkembangan terkadang jauh dari sebuah keteraturan. kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan sejak dini. Baru lah 1 Juni lalu kita memperingati hari lahirnya Pancasila. bermusyawarah. Hari itu tidak hanya sebagai peringatan seremoni belaka. BAB I PENADAHULUAN LATAR BELAKANG Globalisasi adalah sebuah keniscayaan waktu yang mau tidak mau dihadapi oleh negara manapun di dunia. . Ia mampu memberikan paksaan kepada tiap negara untuk membuka diri terhadap pasar bebas.

karena pancasila menganut ideology terbuka yang bisa menerima perkembangna zaman.perkembangan era globalisasi bukan merupakan penghalang untuk tetap memakai pancasila sebagai dasar Negara. 3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup untuk penerapan aktualisasi pancasila dan UUD 45 ini adalah : Dalam bidang politik Dalam bidang ekonomi Dalam bidang social budaya Dalam bidang hukum Ruang lingkup yang berhubungan dengan aktualisasi ini adalah untuk seluruh warga Negara Indonesia.karena dibidang politik sangat memerlukan pancasila karena pancasila adalah pedoman untuk bangsa ini.Didalam bidang politik yang paling jelas diterapkan pengalaman pancasila tersebut.bidang politik kalau tidak menggunakan pengalaman pancasila maka kurang berjalan dengan lancar. Aktualisasi pancasila dan undang – undang tersebut berarti memakai pancasila dan pengalaman undang – undang untuk diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan.baik yang berada dibidang. Dan tetap bertahan pancasila akan selalu dipakai dalam setiap pengambilan keputusan.bidang tertentu maupun dalam bidang apapun . Dan kita akan terus menjadikan pancasila sebagai pedoman untuk bangsa Indonesia. 2. Maksud dan tujuan Maksud dan tujuan mempelajari aktualisasi pancasila adalah menerapkan pengalaman tersebut dikehidupan sehari – hari. BAB II AKTUALISASI PENGALAMAN PANCASILA & .

Negara atau pemerintah sebagai organisasi yang paling berkompeten dan bertanggung jawab dalam mengurusi kepentingan umum. Sehingga dapat mewujudkan cita – cita bangsa.haruslah mengikuti pedoman pengalaman pancasila.UUD 45 DALAM ERA GLOBALISASI BIDANG POLITIK Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa system pemerintahan berasal dari rakyat untuk rakyat. memperoleh pemimpin yang dapat membawa nama bangsa Indonesia bangga dimata bangsa lain.maka dari itu jangan pernah abaikan sebuah tanggung jawab apalagi terhadap sebuah bangsa. Akan lebih jelas lagi apabila aktualisasi pancasila dan undang – undang 1945 itu dapat diwujudkan pada semua aspek bidang terutama dibidang politik. Karena seperti yang kita ketahui bahwa pancasila merupakan pedoman dari bangsa Indonesia. baik dibidang wakil rakyat. politik sebagai serangkaian tindakan yang ditetapkan dan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh masyarakat. Urusan Politik selalu berhubungan dengan kepentingan umum. organisasi politik merupakan tempat dimana para pemimpin bangsa dengan berbagai bidang yang mereka miliki akan menentukan perkembangan bangsa ini.demokratis dan terbuka Kemandirian partai politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Pendidikan politik kepada masyarakat untuk mengembangkan budaya politik yang demokratis . Segala unsur politik. Dan dengan demikian bangsa kita ini akan maju. karena mempengaruhi perkembangan Negara Indonesia. Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia. Bila dikaitkan dengan kebijakan negara. dimana cita – cita bangsa Indonesia akan terwujud apabila rakyatnya ikut bekerjasama dalam bidang politik.dalam membangun kehidupan politik haruslah dilihat dari aspek berikut : System politik nasional yang berkedaulatan rakyat. mauapun hanya seorang walikota . peran dan tanggung jawab seluruh pemimpin akan menentukan masa depan suatu bangsa.

Dibidang ekonomi Kurang terwujudnya perkembangan ekonomi di Indonesia dikarenakan kurang adanya mekanisme perjuangan pemerintah untuk menyamaratakan derajat pendidikan yang menjadi kendala utama yaitu masalah ekonomi. sehingga interaksi antar pelaku ekonomi sama-sama menguntungkan dan tidak saling menjatuhkan. Jadi walaupun kita menjalankan persaingan bebas dibidang pemasaran dengan menerapkan aktualisasi pancasila tersebut kita dapat mengatur sendiri bagaimana arti sebenarnya persaingan yang bebas itu tapi tetap dapat mewujudkan bersama cita – cita bangsa. 3. dengan kembali mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dan UUD 1945. Transformasi struktur: Yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan dari ekonomi tradisional menjadi ekonomi modern. baik antara sesama pengusaha ataupun dengan rakyat biasa. kekeluargaan artinya walaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama untuk memajukan bangsa Indonesia. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan. Dibidang sosial budaya .2. Dan banyaknya terjadi kesenjangan social. Biaya yang mahal dan sebagainya. dapat dirasa upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa akan tercapai dan kesejahteraan tersebut akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat. Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintah yang ikut dalam proses ekonomi melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. Pengalaman ekonomi haruslah didasarkan dengan azas kekeluargan dan gotong royong. dengan begitu akan mengurangi kesenjangan ekonomi. Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dapat diwujudkan dengan : Memiliki kemampuan dasar untuk berkembang Mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengolah sumber daya alam secara efektif dan berguna untuk bangsa Memiliki rasa profesionalisme yang tinggi dan pertanggung jawaban terhadap pekerjaannya.

Salah satu terjadinya kesenjangan antara social budaya adalah: 1. Karena kekukuhan bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika.oleh sebab itu pengendalian social budaya di Indonesia hendaklah dikondisikan dengan tepat dan diseimbangkan dalam tatanan kehidupan.Kebutuhan akan cepatnya pelayanan yang maksimal belum terealisasi dengan baik 2.kita janganlah hanya melihat dari sebelah sisi saja terhadap suku budaya lain. Setiap upaya aktualisasi Budaya Demokrasi. 6.dan pengalaman pancasila dapat diwujudkan dibidang ini. .Adanya keinginan dari pelayan masyarakat untuk bertindak mendahulukan golongan/ kelompoknya 3. Karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap pemersatu bangsa.Adanya fakta bahwa masyarakat tidak diberdayakan secara maksimal 5. Karena disanalah akan terwujud persatuan dari banyaknya perbedaan dibangsa ini. Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan dan jangan malah dijadikan salah satu perbedaan. hal ini sangat terasa yang mana penggunaan Sistem Demokrasi. Dapat dilihat juga dengan keanekaragaman budaya ynag ada di Indonesia kita harus dapat menciptakan aktualisasi pancasila tersebut dibidang ini. 4.Buntunya komunikasi anatara masyarakat dan pemerintah. Semua perbedaan dijadikan kekayaan dari bangsa Indonesia.Partisipasi aktif Masih banyaknya rakyat Indonesia yang primitive dan kurangnya rasa toleransi terhadap satu unsur budaya denagn budaya lain adalah salah satu pemicu terjadinya kekacauan antara satu suku dengan suku lain.Salah satu aktualisasi pancasila yang paling jelas dilihat adalah dibidang sosial budaya. bukan sebagai suatu warisan dari generasi ke generasi.Politik dan Pers yang baik masih sebatas pada teori.Adanya Instruksi-instruksi dari pimpinan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.kurang adanya kesepakatan bersama dalam pengambilan tindakan 7. Budaya Politik dan Budaya Pers mempunyai kendala atau faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaannya. serta penguatkan kembali proses integrasi nasional baik secara vertical maupun horizontal.disini sangatlah di perlukan pengaktualisasi pancasila dan UUD 45 sebagai dasar pedoman pemersatu bangsa.

benar Negara meletakan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu . Kemana hokum di Indonesia pergi. Pegembangan hukum haruslah diperuntukan demi terwujudnya keadilan dalam hidup bermasyarakat. Agar benar. Maka dari itu pemakaian pedoman pengalaman pancasila sangatlah dibutuhkan dalam segelumit kasus – kasus tadi. Hayati dengan UUD 45 yang sejatinya merupakan hasil pemikiran rakyat Indonesia dan merupakan cita – cita bangsa. Tetapi usut punya usut kasus ini masi belum menemui titik terang. Seharusnya kalau dilihat secara nyata korupsi tidak harus terjadi apabila seseorang itu merasa bersyukur terhadap apa yang telah didapatinya.tetapi kenapa banyak para koruptor yang tidak tertangkap? Sedangkan orang yang hanya maling ayam atau maling kecil bisa dihukum bertahun – tahun bahkan sampai belasan tahun. Dibidang hukum Dibidang hukum pengembangan aktualisasi pancasila sangat diperlukan. sila ke 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kenapa pajak masih bisa dikorupsi? Padahal itu uang rakyat untuk rakyat dengan pengembangan bangsa Indonesia. Mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi manusia Masyarakat mempunyai jiwa solidaritas terhadap sesama 4. dan tindakan main hakim sendiri diberbagai daerah.korupsi adalah satu diantara banyak kasus yang terjadi dibidang hukum.dimana keadilan bangsa ini? Satu contoh lagi sekarang maraknya terjadi kasus mafia makelar pajak.Pengembanagan sosial budaya harus dapat mengangkat nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai berikut : Masyarakat harus menghormati martabatnya sebagai manusia Masyarakat diperlakukan secara manusiawi dan adil sebagaimana tertuang dalam pancasila. Kurang tanggap cepatnya terhadap kasus seperti ini akan menjadikan kasus ini semakin melarut – larut. karena sangat dapat merugikan bangsa ini. Karena banyaknya terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Lamanya penyelesaian akan menjadikan mundurnya bangsa ini dari bangsa lain.sekarang salah satu pembahasan tentang kasus korupsi. Pembahasan dibidang hukum akan banyak.

hukum menjadi tanggung jawab semua masyarakat Indonesia.akan lebihh serius dalam menyingkapi semua perkembangan.Negara hukumdan bukannya suatu Negara yang berdasarkan kekuasaan. Dan semoga dapat mewujudkan cita – cita bangsa Indonesia biar tetap maju dan tidak ketinggalan dari Negara lain. Untuk itu pertahanan dan keamanan harus dikembangkan sesuai dengan nilai – nilai pancasila yang terjabar sebagai berikut : Nilai – nilai fundamental yang menyangkut pribadi warga Negara Nilai – nilai fundamental yang menyangkut struktur kehidupan masyarakat.dan peradilan hukum di Indonesia tetap akan mengadili dan menyamaratakan tuntutan dan hak – hak asasi manusia agar tidak terabaikan. Karena kerjasama yang baik antar sesame warga akan menciptakan suasana yang lebih kompak dan harmonis.bukan hanya orang – orang tertentu. Nilai – nilai fundamental yang menyangkut interaksi antara pribadi – pribadi warga Negara dan struktur kehiduapan bermasyarakat Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dibidang politik : Pengembangan politik yang dilandasi kedaulatan rakyat sesuai dengan hak asasi manusia Dibidang ekonomi : Pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan kesejahteraan yang merata . Tidak hanya itu.

” katanya. sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila selalu bersemayam dalam praktik hukum. mulai dari pembentukan hukum hingga pelaksanaan dan penegakan hukum. Yogyakarta – Pembentukan dan penegakan hukum saat ini terkesan telah meminggirkan Pancasila. tujuan dari gagasan itu adalah untuk mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai cita hukum. gagasan revitalisasi Pancasila sebagai cita hukum mendesak untuk tidak hanya diwacanakan. kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).” katanya dalam pidato ilmiah Dies Natalis Ke-65 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. ia mengatakan. sehingga mudah dimasuki kepentingan sesaat yang bertentangan dengan cita hukum tersebut. Dalam pidato berjudul Revitalisasi Pancasila sebagai Cita Negara Hukum. . “Oleh karena itu. tetapi juga harus dijalankan. “Revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum sehingga dapat memperkecil jarak antara `das sollen` dan `das sein`. Mahfud MD. SARAN Diharapkan bagi para pembaca agar dapat menerapkan yang dibahas dikehidupan sehari – hari agar menciptakan bangsa yang lebih baik lagi dan mewujudkan cita – cita bangsa ini. Karena bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika Dibidang hukum : Jadi dengan pengembangan – pengembangan diatas dapat mewujudkan bangsa ini menjadi lebih baik lagi 2 .Dibidang sosial budaya : Bangsa yang memiliki beragam jenis budaya harus terus dilestarikan. Kamis.

01 Juni 2011 03:00 .  BERANDA BERITA o Haluan Padang o Sumatera Barat o Rantau o Riau & Kepri o Wanita & Keluarga o Pokok & Tokoh o Sentral Kota o Satelit Kota o Rubrik Daerah o Olahraga o Ekonomi & Bisnis o Nasional o Luar Negeri o o o o  ARTIKEL Haluan Kita Refleksi Opini Feature MINGGUAN Aksen Anak & Keluarga Inspirasi Kampus Kultur Lancong Limpapeh Panggung Rumah Seni Wawas ARSIP  o o o o o o o o o o o    E-PAPER TENTANG KAMI Revitalisasi Pancasila Rabu.

Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai mata pelajaran dengan kurikulum khusus dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Pancasila sebagai ideologi negara menjadi sasaran kritikan empuk. Berbagai serangan terhadap Pancasila melalui gerakan sosial jelas-jelas berupaya membongkar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masyarakat perlu terlibat dalam proses reinterpretasi Pancasila . yaitu teokrasi. yang menjadi alat penindas kebebasan ideologi di bawah era Soeharto. Dilihat dari aspek kognitif. 59. tanggal 1 Juni kerap dianggap sebagai Hari Kelahiran Pancasila. sementara 45% menganggap Pancasila tidak lebih berharga dan bermakna daripada agama. Sebuah penelitian tentang ideologi pada tahun 2009 memberikan hasil yang mengejutkan.2% gagal atau tidak mampu menghapal butir-butir Pancasila. dan lepas dari sinkretisme. Dalam dinamika politik kontemporer.Di tengah kontroversi sejarah dan politik yang ada. negara ikut ambil bagian dalam melumpuhkan Pancasila ke tepi jurang yang lebih rendah. Pemerintahan pasca Orde Baru telah lebih menjadikan Pancasila sebagai mitos eksistensi konstitusional. 61. Sekarang. Sementara kaum radikal transnationalis menuduh Pancasila gagal mengikat keragaman dan menganggapnya sebagai diakronis pikiran. Mengapa Pancasila terkesan “dibuang ke laut” saat ini? Jawabannya terletak pada kenyataan bahwa masyarakat masih traumatis dengan pengalaman penguasa zaman Orde Baru yang memanipulasinya sebagai alat untuk menindas dan melestarikan ketidakadilan sosial atas nama stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi.2% responden mengatakan mereka tidak melihat lagi Pancasila sebagai ideologi yang mampu mengatasi beragam masalah bangsa. benar. Pertama. Segenap upaya untuk merevitalisasi Pancasila makin ditinggalkan. dari 1000 anak-anak kelompok usia 18-23 yang disurvei. Ini jelas menghajatkan kerja keras di tengah sinisme publik terhadap pemerintah Orde Baru sebelumnya dan gencarnya pengaruh Barat atas bahasa dan budaya Indonesia. kini saatnya untuk melakukan lompatan kuantum (quantum leap) untuk merevitalisasi Pancasila secara proporsial. Sebagai ideologi negara. Kelompok-kelompok anti-Pancasila tumbuh dengan subur dan terang-terangan menyatakan diri untuk mengubah ideologi negara dan mengacaukan Indonesia. Pancasila seharusnya menjadi sumber tatanan politik dan hukum untuk kehidupan pemerintah dan masyarakat. Pancasila seharusnya tidak dianggap sebagai mitos dari suatu ideologi kebenaran mutlak. Sebagai misal. Pancasila harus menjadi subjek diskusi dan wacana publik lewat kekuatan pembebasan yang dimilikinya. Sayangnya. semuanya menjadi puing-puing politik ketika 13 tahun reformasi berlalu menjadi saksi betapa Pancasila kian memudar seiring dengan lengsernya Soeharto sebagai penopang dasar negara tersebut. Karenanya. Bagi mereka. Kebutuhan untuk revitalisasi atau menghidupkan kembali Pancasila dapat dilakukan sebagai berikut. kini semakin kalah bersaing dengan ideologi transnasional yang diadopsi kebanyakan masyarakat. Pancasila. Pancasila adalah tidak sejalan dengan ideologi kebenaran mutlak mereka percaya.

bukan pembelah kesatuan. Karenanya. Pancasila masih merupakan denominator yang sahih untuk menjembatani kesenjangan yang menganga lebar bagi pelbagai kekuasaan politik. Untuk itu. hukum yang tidak adil ternyata masih memegang tali kendali dan terus menyebarkan virusnya. Dengan demikian. Mereka menjadikan nasionalisme yang mengakui persaudaraan dunia dari sebuah keluarga bangsa-bangsa. Pada saat ini. Perubahan yang lebih baik harus dimulai dengan keteladanan seorang negarawan. menjadikan perbedaan latar belakang etnis dan agama sebagai faktor pemersatu. Di tengah kekurangannya. Pancasila harus memainkan peran dalam membangun egalitarianisme yang menghormati prinsip-prinsip keadaban. semangat nasionalisme Indonesia tidak boleh menjadi pelopor xenofobia. Xenofobia tak akan membawa Indonesia lebih jauh dalam dunia yang global dan saling tergantung saat ini. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup. spiritualitas. Kedua. tapi tak sedikit para politisi kita yang menutupi jubah nasionalisme dengan sentiment xenofobia guna memajukan kepentingan politik mereka. pemerintah harus mengurangi aturanaturan yang terbang jauh dari prinsip-prinsip inti Pancasila. Merek lama nasionalisme yang bernada xenofobia tak lagi mendapat tempat dalam ranah Indonesia modern. atau bergaya chauvinistik sempit. karena lewat merekalah masyarakat mengaca dan mengambil petunjuk. Reformasi hukum yang pas dengan jiwa Pancasila menjadi sebuah keniscayaan. Di tengah eskalasi radikalisasi keagamaan. Hukum negara harus berdiri tegak sama adil untuk si kaya maupun miskin. . Kegagalan melakukan ini semua hanya bakal menempatkan Pancasila sebagai slogan klise di dalam buku. adaptif dan responsif. menjadi sebuah negara yang terisolasi dalam percaturan internasional. Revitalisasi Pancasila juga bergerak pada penguatan semangat nasionalisme. Pancasila bukanlah dogma ketat karena ini bakal mencegahnya menjadi responsif terhadap tantangan zaman saat ini dan masa depan.seiring dengan perjalanan ruang dan waktu. Tak seorangpun yang menghendaki Indonesia mengikuti langkah-langkah Myanmar dan Korea Utara. adalah penting menjadikan Pancasila untuk keluar dari sekadar batas-batas upacara seremonial. dan kemanusiaan. Revitalisasi Pancasila memerlukan komitmen dan kerja keras. tulisan dan pidato pejabat publik untuk kemudian dikhianati dalam kehidupan sehari-hari. Bapak pendiri bangsa (founding fathers) meletakkan nasionalisme yang terlepas dari hubungan luar. revitalisasi Pancasila membutuhkan keteladanan para pemimpin dalam mengimplementasikan keadilan sosial. masyarakat perlu kembali ke nilai-nilai asli bangsa berupa sikap toleransi dan saling menghormati dengan Pancasila sebagai latar. Isolasi bukanlah jalan terbaik. Ketiga. Kesuriteladanan para pemimpin bangsa ini dapat menggerakkan merealisasikan nilai-nilai Pancasila. misalnya. sebuah ideologi kerja yang antisipatif.

sumber motivasi. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”. menurut Irman. Pagi (1/6) tadi. DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. Restorasi dan Revitalisasi Pancasila JAKARTA.J. papar Irman “Kedua. 1 June 2011 17:13 Perlunya Reaktualisasi. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). karakter. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. tambah Irman. 1 Juni 2011. yang mencerminkan cara pandang. sumber inspirasi. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. “Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ujar Irman. Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. pagi tadi (1 /6). lanjutnya. Dalam konteks tersebut. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Komplek Parlemen RI.Ketua DPD RI Irman Gusman (kanan) dan para Pimpinan Lembaga Negara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). Padahal. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Berita. Senayan. namun juga dikalangan elite”. “Pertama. Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. paparnya. Tidak hanya dikalangan masyarakat. Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. Jakarta. . Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. Komplek Parlemen RI. Sedangkan menurut Megawati. Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”. tegasnya. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. terutama dalam lingkungan lembaga negara. Jakarta.

baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Dalam konteks tersebut. restorasi atau revitalisasi nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila harus senantiasa menjadi pijakan. Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). sumber inspirasi. “Pancasila memiliki apa yang disebut dengan sacred values (dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) dan underlying values (praktik-praktik penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara). “Sangat terasa bahwa nilai-nilai Pancasila sudah mulai jauh dari sprit dan semangat kehidupan masyarakat Indonesia. yang kemudian mampu menjadi perekat sekaligus mengatasi segala persolan bangsa”. . Irman mengatakan bahwa perlu penguatan dan penghayatan kembali nilai-nilai Pancasila yang tengah luntur di masyarakat. 1 Juni 2011. menurut Irman. paparnya.J. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Nusantara IV. Senayan. Sementara Presiden SBY juga menegaskan pentingnya revitalisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.“Ketiga. semangat rekonsiliasi dan patriotism”. tegasnya. Dalam pidatonya mantan Presiden RI BJ Habibi menegaskan perlu melakukan reaktualisasi. ujar Irman. Pancasila merupakan pemersatu Indonesia yang akan selalu hadir dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pagi (1/6) tadi. Wakil Presiden Boediono dan para Pimpinan Lembaga Negara. dan budaya masyarakat Indonesia yang harus diimplementasikan sesuai cita-cita para pendiri bangsa serta dijaga dan dipertahankan dari setiap ancaman. Esensi dari nilai-nilai Pancasila inilah. Hamzah Haz dan Jusuf Kalla. Habibi dan Megawati serta mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. sumber motivasi. Irman pun berharap Pancasila kembali diinternalisasikan dan dikedepankan lagi dalam praktik-praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan menurut Megawati. JAKARTA. Hal senanda juga dilontarkan Irman seusai menghadiri acara tersebut. Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. “Hal ini bisa dilihat dari kurang tercerminnya dalam kebijakan-kebijakan nasional”. karakter. Karena Pancasila memiliki apa yang disebut sacred values dan underlying values. yang mencerminkan cara pandang. Jakarta. Tidak hanya dikalangan masyarakat. pungkasnya. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Presiden RI B. Komplek Parlemen RI. tambah Irman. Padahal. DPD RI telah dan terus berupaya untuk menguatkan kembali Pancasila ditengah masyarakat. namun juga dikalangan elite”.

”Kelompok yang menolak Pancasila itu kecil dan tidak signifikan. Bhinneka Tunggal Ika. agamawan. “Kami sengaja mendesain acara untuk mencetak kader-kader pemimpin yang berjiwa visioner dan berwawasan pancasilais. 20% untuk membayar cicilan hutang. dan sisanya digunakan untuk perbaikan infrastruktur rakyat. Ketua MPR RI. tetapi juga beraksi dengan menggugat APBN ke Mahkamah Konstitusi. Taufiq Kiemas. “Mahasiswa kini hanya terasah secara intelektual. wartawan. intelektual dan ilmuwan. Akan tetapi. Mendorong pemantapan struktur dan prosedur tata kelembagaan negara melalui tata hukum. para ulama. harus menjadi penopang proses pendalaman tersebut. Untuk menuju proses demokrasi yang ideal. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” Hajriyanto menganalogikan . Menggugah bangkitnya kesadaran masyarakat untuk mendidik bangsa dengan kasih sayang. Berangkat dari kesadaran inilah. Hajriyanto mengutarakan. Indonesia butuh pendalaman demokrasi. “Ketiga. Tohari mencontohkan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang jelas tak ada unsur keberpihakan kepada rakyat. lanjutnya. Terkait isu penolakan Pancasila di beberapa komunitas. Hajriyanto menanggapi. Menggugah tanggung jawab dan akuntabilitas berbagai elemen masyarakat”. sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.” jelasnya. khususnya mahasiswa.” Dari total APBN 2011 sebesar 1300 triliun. 60% digunakan untuk anggaran rutin. Acara yang diadakan di Auditorium Magister Manajemen UGM ini merupakan rangkaian Silaturahmi Nasional Lembaga Legislatif Mahasiswa yang diikuti utusan dari 50 Universitas se-Indonesia. ”Rakyat jelas merindukan buah yang manis dari aplikasi empat pilar kebangsaan di atas. Empat pilar kehidupan bangsa yang terdiri atas Pancasila. Dewan Perwakilan Mahasiswa UGM menggelar Stadium General bertajuk “Membedah dan Sosialisasi Pilar-Pilar NKRI dalam Membangun Kehidupan Bangsa” pada Sabtu (2/7) siang.” jelasnya.” ujar Wakil Ketua MPR tersebut. serta kaum muda terdidik. semangat rekonsiliasi dan patriotisme”. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berdemo terus-terusan. yang juga diiringi dengan dorongan pada pengembangan kultur politik berjiwa Pancasila”.” tutur H. Pernyataan Taufik tersebut diamini oleh Hajriyanto Tohari.” ungkap Taufik. terutama dalam lingkungan lembaga negara. tetapi tidak cukup menjalani tempaan moralitas dan leadership. papar Irman “Kedua. seharusnya masyarakat luas menggugat APBN. pungkasnya. Menurut Taufik Kiemas.“Pertama. dan UUD ’45. “Mereka harus merasa terpanggil untuk berjuang agar demokrasi kita sejalan dengan prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan ini. “Sebenarnya APBN terbuka luas untuk diuji oleh rakyat. selaku ketua panitia. dibutuhkan pula sinergi yang harmonis dari civil society. kenyataan yang dijumpai sekarang ini sangat paradoks dengan harapan masyarakat.” tutur Sayyid Nur Nikmat.

Namun pemerintah lupa bagaimana cara memberikan teladan. memiliki dilema sendiri dalam mendidik dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila pada para peserta didik. Pancasila tetap menjadi landasan utama negara. Sebagai seorang guru tentu penulis . Nama Pancasiala saat itu (1998 – 2004) dianggap berbau orde baru. Selain mengganti nama mata pelajaran. Penulis sebagai seorang guru PKN. sampai – sampai nama mata pelajaran dan isinya pun diganti bahkan dilebur dengan pelajaran IPS (untuk SMK). Bahkan “revitalisasi” Pancasila. muncul “terorisme” . tawuran pelajar. Pemerintah mengganti nama mata pelajaran PMP-KN (Pendidikan Moral PancasilaKewarganegaraan) dengan PP-KN (Pendidikan Pancasila-Kewarganegaraan). untuk mematuhi hukum dan peradilan. Pemerintah. yaitu Prof. untuk saling bertoleransi. contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengenalan Empat Pilar Kebangsaan akan menjadi batu loncatan dipahaminya kembali Pancasila sebagai ideologi dasar. dan lain-lain. dua orang mantan Presiden RI. terutama dalam pendidikan dasar. lalu berubah lagi menajdi PKN dan IPS. ulama pemroklamir Negara Islam Indonesia (NII) 1949 ini. Pemerintah. korupsi merajalela. Akhirnya pada masa orde reformasi tanggal tersebut secara resmi diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.kelompok tersebut sebagai orang-orang yang “sekrupnya sedikit kendor”.BJ. Purnama Ayu Rizky] anggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. tanggal 4 Juni 2011 Mendiknas mengemukakan sedang merumuskan kembali konsep Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonsia. Saat ini. mafia peradilan. Menurut putra Sekarmadji Kartosuwiryo. karena pada tanggal 1 Juni tahun 1945 Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara dalam sidang BPUPKI dengan nama “Pancasila”. kekeliruan yang dilakukan pertama kali justru oleh pemerintah sendiri setelah runtuhnya rezin orde baru. Kementerian Pendidikan Nasional mulai sibuk mencari konsep yang tepat untuk memasukkan kembali pendidikan Pancasila dalam kurikulum.” ujar Sigit Pamungkas. dan untuk – untuk yang lain. mengganti apa yang harus diajarkan oleh guru. Pengawalan ideologi dasar juga harus ada dalam UU pelaksana. NII KW9 telah keluar dari pakem. pejabat dan mantan pejabat merasa perlu untuk menghidupkan dan mengaplikasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari. [Fransiska Mutiara Damarratri.” tutup Taufik. Walaupun menuai pro-kontra. Muncul “NII”. selaku moderator. pemerintah juga mengganti isi dari mata pelajaran tersebut. Contoh dari para pejabat di negeri ini untuk tidak korupsi. Demokrasi juga membuka ruang bagi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membentuk kebijakan dan mengritik UU yang tidak sejalan dengan UUD’45.Habibie (Presiden RI ke-3) dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5) serta Presiden SBY (Presiden ke 6 dan 7) mengemukakan tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan saat ini. Sekolah sebagai salah satu tempat yang paling tepat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Bagi penulis yang berstatus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan (PKN). dan terakhir menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). di masyarakat muncul berbagai paham dan ideologi. Pada 1 Juni 2011. Masyarakat dianggap sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Isu penafian Pancasila yang notabene ada di komunitas Islam tersebut ditanggapi oleh Sarjono Kartosuwiryo. “Ideologi dasar tersebut sudah seharusnya dipahami dan dijiwai oleh generasi muda. untuk bermusyawarah mufakat. “Semua orang berhak menggugat. tawuran antar masyarakat. “Jangan sampai UUD’45 terabaikan dan teramputasi oleh UU yang tidak memihak keadilan sosial. tidak reformis. kejahatan. bahkan pada harian kompas.” tambahnya. yang merupakan aplikasi dari nilai-nilai Pancasila. berbau “Soeharto”.

Rakyat perlu contoh perbuatan saling menghormati. bisa mengajarkan tapi tidak bisa menerapkannya REVITALISASI PANCASILA SARASEHAN REVITALISASI PANCASILA DIGELAR Jodhi Yudono | Sabtu. Garda Terdepan . bersedia menerima kekalahan. musyawarah mufakat. Ade menjelaskan. keluarga besar SOKSI dan lintas generasi akan dihadirkan dalam sarasehan tersebut untuk membahas kembali nilai-nilai Pancasila yang sudah ditinggalkan." katanya.artinya “bisa ngajar gak bisa nglakoni”. terjadi politik intrik yang tidak sehat dan saling menyandera. para peserta didik disuguhi oleh perilaku dari para pejabat. para purnawirawan TNI.com--Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) Ade Komarudin menyatakan. "SOKSI akan melakukan konsolidasi untuk berperan aktif membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. 23 Juli 2011 | 11:07 WIB AKARTA. aparat yang jauh dari nilai Pancasila. kesederhanaan. "Termasuk revitalisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Revitalisasi Pancasila harus dimulai dari para pejabat. "Untuk itu. Jumat. menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku. mantan pejabat dalam kehidupan sehari. SOKSI akan menyelenggarakan saresehan nasional antar generasi guna membahas berbagai persoalan bangsa. saat ini di kalangan generasi muda Pancasila sudah ditinggalkan bahkan seluruh elemen bangsa dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. namun dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Ade komarudin. maka anak-anak sekolah bilang “jarkoni”….akan memberikan nilai-nilai idealisme dalam Pancasila." kata Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam diskusi Mencari Solusi Krisis Kepemimpinan Nasional di Jakarta. KOMPAS. Sarasehan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila ini. toleransi. Keluar dari pagar / halaman sekolah. Bukan sekedar kata-kata manis di bibir semata…. SOKSI bangkit kembali untuk menyelamatkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan bangsa. mencatat bahwa SOKSI lahir dari ibu kandungnya Angkatan Darat yang bertujuan mengganyang PKI yang merongrong Pancasila dan NKRI." katanya. peserta didik melihat perbuatan dan tingkahlaku yang menyimpang dari Pancasila. dan lain sebagainya.sebab kalo itu yang terjadi. Mereka harus bisa memberikan contoh / keteladanan bagi masyarakat (rakyat). Sejarah. sesuai perintah pendiri SOKSI yang meminta agar organisasi ini melakukan konsolidasi internal maupun eksternal. sejumlah tokoh nasional. ujarnya.

SOKSI harus menjadi garda terdepan bagi masyarakat.com >ras Menurut dia. "Untuk itu. yang terpenting untuk merevitalisasi Pancasila sebagai cita hukum negara ini adalah internalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai rambu-rambu pembangunan hukum nasional. bukan tidak mungkin akan menjadi persoalan bangsa. “Nilai-nilai dasar tersebut kemudian melahirkan empat kaidah penuntun hukum yang harus dipedomani dalam pembangunan hukum." katanya. hukum nasional harus dapat menjaga integrasi baik ideologi maupun teritori sesuai dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Paling tidak. SOKSI harus berperan dan terlibat aktif membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa.Pendiri SOKSI Prof DR Suhardiman menyatakan prihatin terhadap krisis bangsa yang saling menyandera yang tidak menguntungkan. melakukan karya nyata dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara." ujarnya. Sumber kompas.” katanya. hukum nasional harus dibangun secara demokratis dan nomokratis dalam arti harus mengundang partisipasi dan menyerap aspirasi masyarakat luas melalui mekanisme yang adil. dan akuntabel. Ketiga. Menurut Suhardiman. Pertama. Kedua. "Krisis paangan dan minyak dunia yang terjadi di beberapa negara yang membawa kebangkrutan ekonomi harus tetap diantisipasi agar Indonesia tidak mengalami nasib yang sama. hukum nasional harus mampu menciptakan keadilan sosial dalam arti harus mampu memperpendek jurang antara yang kuat dan yang lemah serta memberi proteksi khusus terhadap golongan yang lemah dalam berhadapan dengan golongan yang kuat baik dari luar maupun dalam negeri. . transparan. dalam menghadapi krisis multidimensi sekarang ini. Jika krisis pangan ini tidak diatasi segera. kebijakan ekonomi harus tetap berpegang pada jalur konstitusi dan tidak terjebak menjadi negara kapitalis.

” katanya. Ia mengatakan. terutama pendidikan tinggi hukum sebagai kawah candradimuka pemikiran-pemikiran hukum dan institusi yang bertanggung jawab atas kualitas dan integritas para ahli dan praktisi hukum Indonesia. hukum harus menjamin toleransi beragama yang berkeadaban antarpemeluknya dan tidak boleh ada pengistimewaan perlakuan terhadap agama hanya karena didasarkan pada besar dan kecilnya jumlah pemeluk.Keempat. “Dalam proses itu diperlukan peran semua pihak. Proses revitalisasi tidak dapat dilakukan dengan sekadar sistem pendidikan aparat penegak hukum yang menekankan pada aspek pengetahuan seperti pola penataran P4. (ant) . tetapi harus terinternalisasi dan menyatu dengan system dan kultur hukum. revitalisasi bukan hal yang mudah. tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful