P. 1
SEL DARAH MERAH

SEL DARAH MERAH

|Views: 1,138|Likes:
Published by Asri Aminah Tanjung

More info:

Published by: Asri Aminah Tanjung on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA SEL DARAH MERAH

Disusun Oleh : Asri Aminah Tanjung Fadhilatul Naimah Junariyah Rizki Amalia Ananda Nurfitriyani (1104015360) (1104015100) (1104015151) (1104015159) (1104015227)

Kelas/ Semester/ Kelompok : 2J/2/3 JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA 2012

PENDAHULUAN

DARAH. A. Karakteristik 1. Darah adalah sejenis jaringan ikat yang yang sel selnya ( elemen pembentuk ) tertahan dan dibawa dalam matriks cairan ( plasma ). 2. Darah lebih berat dibandingkan air dan lebih kental. Cairan ini memiliki rasa dan bau yang khas, serta pH 7,4. 3. Warna darah bervariasi dari merah terang sampai merah tua kebiruan, bergantung pada kadar oksigen yang dibawa sel darah merah. 4. Volume darah total sekitar 5 lliter pada laki laki dewasa berukuran rata rata dan kurang sedikit pada perempuan dewasa. Volume ini bervariasi sesuai ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jumlah jaringan adiposa dalam tubuh. Volume ini juga bervariasi sesuai perubahan cairan darah dan konsentrasi elektrolitnya. B. Komponen 1. Plasma darah adalah cairan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. Plasma terdiri dari 92% air dan mengandung campuran kompleks zat organik dan anorganik. a. Protein plasma mencapai 7% plasma dan merupakan satu satunya unsur pokok plasma yang tidak dapat menembus membran kapilar untuk mencapai sel. Ada tiga jenis protein plasma yang utama : albumin, globulin, dan fibrinogen. (1) Albumin adalah protein plasma yang terbanyak, sekitar 55 sampai 60%, tetapi ukurannya paling kecil. Albumin disintesis dalam hati dan bertanggung jawab tekanan osmotik koloid darah.

. elektrolit. (a) Alfa dan beta globulin disintesis dalam hati. dengan fungsi utama sebagai molekul pembawa lipid. (b) Gamma globulin ( immunoglobulin ) adalah antibodi. gas darah.(a) Koloid adalah zat yang berdiameter 1 nm sampai 100 nm. . beberapa hormone. mineral. IgG. (2) Globulin membentuk sekitar 30% protein plasma. IgE. b. (b) Tekanan osmotik koloid ( atau tekanan onkotik ) ditentukan berdasarkan jumlah partikel dalam larutan. IgM. Ada lima jenis immunoglobulin yang diproduksi jaringan limfoid dan berfungsi dalam imunitas . berbagai substrat. IgD. sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari 1 nm. dan zat penting tubuh lainnya. Plasma juga mengandung nutrien. vitamin dan zat zat sisa. (3) Fibrinogen membentuk 4% protein plasma. Plasma mengandung koloid dan kristaloid. disintesis di hati dan merupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. hormone. IgA.

Hemositoblas ( sel batang ) Proeritoblas megakarioblas mieloblas monoblas limfoblas Eritoblas promegakariosit Promielosit promonosit limfosit besar Eritoblas Polikromatofilik neutofil Eosinofil Normoblas megakariosit metabasofil Retikulosit metaeosinofil metaneutrofil Makrofag limfosit kecil basofil monosit limfosit sedang eritrosit pita neutrofil pita eosinofil trombosit neutrofil pita basofil eosinofil basofil .

dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pencernaan. Proeritroblas mengalir melalui sejumlah tahapan ( eritroblas basofilik. nodus limfe. Setelah lahir dan selama masa kanak kanak. klorida. limpa. Selama perkembangan embrio. b.(1) Nutrien meliputi asam amino. Diferensiasi sel darah. Pada orang dewasa sel darah hanya terbentuk pada sumsum tulang merah yang ditemukan dalam tulang membranosa seperti sternum. (1) Selama masa perkembangan. kalium. dan megakarioblas a. dan seluruh sumsum tulang janin yang sedang berkembang. Sel sel darah yang sudah matang masuk ke sirkulasi utama dari sumsum tulang melalui vena rangka. Hematopoiesis ( produksi ) elemen pembentuk 1. dan nitrogen. Nucleus mengecil dan akhirnya keluar dari sel. (2) Gas darah meliputi oksigen. Area pembentukan a. normoblas. dan melepas organelnya. iga. karbon dioksida. gula. eritroblas kromatofilik. eritrosit mensintesis hemoglobin suatu pigmen pembawa oksigen. c. Semua sel darah diturunkan dari hemositoblas ( sel batang primitif ) pada sumsum tulang yang dibagi dan dibedakan menjadi lima jenis sel : proeritoblas. meloblas. monoblas. kalsium. . hematopoiesis pertama kali berlangsung dalam kantong kuning telur dan berlanjut di hati. sel sel darah terbentuk dalam sumsum semua tulang. bikarbonat. (3) Elektrolit plasma meliputi ion natrium. vertebra dan tulang ilia girdel pelvis. magnesium. limfoblas. fosfat dan ion sulfat. 2. dan retikulosit ) dan setelah matang menjadi eritrosit. C.

dan basofil. eritrosit tetap berada dalam sumsum tulang selama beberapa hari sampai matang dan kemudian dilepas ke dalam sirkulasi.(2) Setelah nukleus hilang. eosinofil. b. . neutrofil. Megakariblas membentuk megakariosit yang merupakan asal trombosit. c. Limfosit dan monosit disebut agranulosit. Mieloblas merupakan asal promielosit yang mengalami penyimpangan dalam perkembangan dan menjadi tiga jenis sel darah yang disebut granulosit. Limfoblas merupakan asal limfosit. d. Monoblas merupakan asal monosit.

Transpor. 1.TINJAUAN PUSTAKA Sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan lingkungan cairan internal tubuh. 3. 2. hati. sumsum tulang. Zat zat sisa dibawa darah menuju paru paru. pembuluh darah ( arteri. Fungsi. Darah adalah cairan yang mengalir dalam pembuluh. Sistem ini membawa nutrient dan gas ke semua sel. ginjal. dan sistem organ. atau kulit untuk dikeluarkan dari tubuh. a. jaringan. Sistem limfatik juga bagian dari sistem sirkulasi. mineral. Komponen : 1. Sistem ini terdiri dari jantung. Sistem kardiovaskular adalah bagian dari sistem sirkulasi. Pembuluh darah adalah serangkaian tuba tempat darah mengalir. serta membawa produk akhir metabolic keluar darinya. gas. Jarak semua sel tubuh dari sumber nutrisi ini tidak pernah melebihi satu millimeter. Organ pembentuk dan penyimpan darah seperti limfe. juga berhubungan dengan sistem sirkulasi. kelenjar timus. kapiler. Pembuluh darah berkontriksi untuk mempertahankan panasa tubuh dan berdilatasi untuk melepaskan panas pada permukaan kulit. dan zat zat vital lainnya dibawa darah ke seluruh tubuh. hormon. dan vena ) dan darah yang mengalir di dalamnya. dan jaringan limfe. Sistem ini terdiri dari pembuluh darah dan nodus limfe yang terletak di dalam pembuluh limfe besar. Mempertahankan suhu tubuh. organ. Jantung adalah pompa muskular untuk menggerakan darah b. enzim. 2. c. Makanan. .

Sebagai gantinya. kemudian eritrosit diangkut ke dalam hati untuk dihancurkan. Oleh sebab itu. Hal ini bertujuan agar darah yang beredar dalam tubuh berjumlah tetap. jumlah eritrosit diperkirakan 3x1013 atau 5 juta setiap mm3 pada laki laki. hemoglobin memiliki unsure Fe2+ Hb memilki daya afinitas terhadap CO lebih tinggi daripada terhadap O2. atau 4.5 um-7. Pada anak anak.5 juta setiap mm3 pada wanita. Dalam tubuh. Eritrosit dibentuk di dalam sumsum tulang merah. Sel Darah Merah ( eritrosit ) Eritrosit berbentuk bulat bikonkaf berukuran 7. Hemoglobin berperan dalam mengikat oksigen ( O2 ) sehingga membentuk oksihemoglobin ( HbO2 ). Sistem darah dan sistem limfatik melindungi tubuh terhadap cedera dan invasi benda asing melalui sistem imun. 4.Inti sel dari sel darah merah kemudian menghilang dan mengandung hemoglobin. Umur eritrosit dalam sistem peredaran darah sekitar 120 hari – 126 hari.7 um dan tidak memiliki inti. Selama perkembangnya. Ikatan oksihemoglobin menyebabkan warba merah pada darah. pada waktu bersamaan dari sumsum tulang dikeluarkan eritrosit muda. padahal CO sangat berbahaya bagi tubuh. Perlindungan. . eritrosit dalam sumsum tulang memilki ukuran sel dan inti sel yang besar. pengikatan O2 oleh Hb dapat bersaing dengan pengikatan CO oleh Hb. eritrosit kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Mekanisme pembekuan darah mencegah kehilangan darah.3. tetapi tidak mengandung hemoglobin. Eritrosit memilki pigmen respirasi yang dinamakan hemoglobin. Pendaparan ( buffering ) .Protein darah memberikan sistem buffer asam basa mempertahankan pH optimum darah. eritrosit dibentuk pada tulang pipa atau tulang panjang. Dari sumsum tulang.

Tempat. dan Tujuan Praktikum Tempat : Laboratorium Anatomi Fisiologi Manusia UHAMKA Klender Hari / tanggal : Senin. . 14 Mei 2012 Tujuan : Untuk mengetahui struktur sel darah merah dan konsentrasi sel darah merah. Waktu. Untuk bekal dalam mempelajari kuliah yang berhubungan dalam pembuatan obat injeksi atau infus.

Tutup dengan kaca penutup amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kuat.85%) 1-2 tetes pada setetes darah manusia pada gelas objek.1%. sedangkan di dalam larutan yang isotonis sel sel darah tidak akan mengalami perubahan apa apa. Darah katak/ikan/kodok : tambahkan larutan garam fisiologis ( NaCl 0.1%. Konsentrasi sel sel darah merah Sel sel darah akan membengkak dan pecah bila dimasukan ke dalam larutan hipotonis dan akan mengkerut bila dimasukan ke dalam cairan hipertonis.0.0. Darah manusia : tambahkan larutan garam fisiologis ( NaCl 0.65%) 1- 2 tetes pada setetes darah manusia pada gelas objek.85% ( isotonis ) dan 2% .0.65%. Lakukan pekerjaan 2 terhadap darah anda dan darah katak/kodok/ ikan dengan konsentrasi larutan NaCl 0.METODOLOGI Alat dan bahan : Larutan NaCl 0. Tutup dengan kaca penutup amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kuat.65%.85% Objek gelas Mikroskop Katak dan ikan Cara kerja : Struktur Sel Darah Bandingkan struktur sel darah merah manusia dengan katak atau kodok atau ikan.0.

mengkerut.65% NaCl 0. Ciri ciri : Cakram bikonkaf tanpa inti tanpa perubahan fisik apa apa. .9% NaCl 2% Manusia Keterangan : Ciri-ciri : tidak punya inti Cakram bikonkaf. Ciri cirri : Bentuk bulat lonjong tanpa inti fisik mengkerut Katak Keterangan : Ciri ciri : Bentuk bulat. Mengkerut Ikan Keterangan : Ciri-ciri : Bentuk bulat punya inti Ciri-ciri : Bentuk bulat pipih dan punya inti Ciri-ciri : Bentuk bulat tidak beraturan. berinti *) gambar hasil pengamatan ditampilkan pada lampiran gambar.Hasil Pengamatan Struktur sel Darah Merah dan Konsentrasi Sel Darah Merah Sel Darah NaCl 0. punya inti. Mengembang inti menjadi pecah. Ciri-ciri : Bentuk bulat pipih dengan inti Ciri-ciri : Bentuk bulat lonjong.

Sel darah membengkak. . karena sel darah merahnya menjadi lebih besar dari sel darah merah tanpa perlakuan.9% Kesimpulan : bersifat isotonis. Sel darah mengkerut *) gambar hasil pengamatan ditampilkan pada lampiran gambar. dari sel darah merah tanpa perlakuan. Sel darah Manusia Katak Ikan NaCl 0. Tidak terjadi apa apa. Sel darah Manusia Katak Ikan NaCl 0.2 % Kesimpulan : bersifat hipertonis. karena sel darah merahnya menjadi mengkerut dari sel darah merah tanpa perlakuan. karena sel darah merahnya menjadi kecil.65% Kesimpulan : bersifat hipotonis.KESIMPULAN PENGAMATAN Sel darah Manusia Katak Ikan NaCl 0.

3 %. 0. .9% yang sama dgn cairan tbh atau darah Hipotonis: larutan fisiologis lbh kecil dari NaCl 0.PEMBAHASAN • • Isotonis: larutan fisiologis NaCl 0. Darah bila dimasukkan ke dalam larutan isotonis  tidak akan terjadi perubahan apa apa. 0. Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipotonis  membran akan mengembang karena lar.9 % ( 1 %. 0.9 % (0.8 %. hipotonis masuk ke dalam sel darah merah  kemudian pecah di satu tempat  sehingga  Hb keluar  hemolisis. Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipertonis  membran akan di tarik kesegala arah  pecah di banyak tempat  sehingga sel darah merah mengkerut  Hb juga keluar  krenasis.1 %) • Hipertonis: larutan fisiologis lbh besar dari NaCl 0. 2 %) hipertonis hipotonis ertonis membran semipermiabel mengembang Hb keluar pecah hemolisis *) gambar hasil pengamatan ditampilkan pada lampiran gambar.6 %.

Karakteristik a. Globin terdiri dari empat rantai polipeptida yang melekat pada empat gugus hem yang mengandung zat besi. Setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta molekul hemoglobin. masing masing membawa gugus hemnya. globin. sejenis pigmen pernapasan yang mengikat oksigen. sehingga memungkinkan eritrosit menembus kapilar ( pembuluh darah terkecil ). (c) Hemoglobin janin ( HgF ) terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai gamma. (1) Struktur kimia hemoglobin (a) Hemoglobin adalah molekul yang tersusun dari suatu protein. Eritrosit merupakan diskus bikonkaf. c. bentuknya bulat dengan lekukan pada sentralnya dan berdiameter 7.65 um. Eritrosit terbungkus dalam membran sel dengan permeabilitas tinggi. b.TEORI Eritrosit atau sel darah merah 1. (b) Hemoglobin berikatan dengan karbondi oksida di bagian asam amino pada globin. (2) Fungsi Hemoglobin (a) Jika hemoglobin terpajan oksigen. maka molekul oksigen akan bergabung dengan rantai alfa dan beta. Membran ini elastis dan fleksibel. untuk membentuk oksihemoglobin. Karbominohemoglobin yang terbentuk hanya memakai . HgF memiliki afinitas yang sangat besar terhadap oksigen dibandingkan HgA. Hem berperan dalam pewarnaan darah. Volume hemoglobin mencapai sepertiga volume sel. (b) Pada hemoglobin orang dewasa ( HgA ) rantai polipeptidanya terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai beta yang identik.

bergantung pada jumlah eritrosit atau faktor faktor yang mempengaruhi volume darah. seperti asupan cairan atau air yang hilang. jumlah sel darah merahnya antara 3.2 sampai 5. Jumlah sel darah merah pada laki laki sehat berukuran rata rata adalah 4. b.2 sampai 5. c. Ion bikarbonat berdifusi keluar dari sel darah merah dan masukke dalam plasma. Jumlah a. tetapi sebagian besar karbon dioksida yang dibawa plasma berada dalam bentuk ion bikarbonat. Suatu enzim ( karbonat anhidrase ) dalam eritrosit memungkinkan sel darah merah bereaksi dengan karbon dioksida untuk membentuk ion bikarbonat. Fungsi a. Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer asam-basa.5 jua sel per mm3.20% karbon dioksida yang terkandung dalm darah. Hematokrit adalah persentase volume darah total yang mengandung eritrosit.2 juta sel per mm3 . Hemoglobin sel darah merah berikatan dengan karbon dioksida untuk ditranspor ke paru paru. (2) Hematokrit dapat bertambah atau berkurang. 2. (1) Hematokrit pada laki laki berkisar antara 42% sampai 54% dan pada perempuan 38% sampai 48%. Pada perempuan sehat berukuran rata rata. (3) Kecepatan sedimentasi adalah kecepatan sel darah merah untuk sampai ke dasar tabung tanpa melalui sentrifugasi. Sel sel darah merah mentranspor oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. 80% sisanya dibawa dalam bentuk ion bikarbonat. . b. 3. Persentase ini ditentukan dengan melakukan sentrifugasi sebuah sampel darah dalam tabung khusus dan mengukur kerapatan sel pada bagian dasar tabung.

Hormon lain seperti kortison. vitamin C. (2) Jika faktor instrinsik tidak ada. 5. . Kecepatan produksi eritropoietin berbanding terbalik dengan persediaan oksigen dalam jaringan. c. harus memproduksi faktor intrinsik. (3) Gagal jantung mengurangi aliran darah ke jaringan. berperan penting dalam pertumbuhan normal dan pematangan sel darah merah. Vitamin tertentu seperti asam folat. hormon tiroid. Injeksi vitamin B12 digunakan untuk pengobatan. Zat besi penting untuk sintesis hemoglobin oleh eritrosit. (2) Tinggal di dataran tinggi dengan oksigen yang rendah dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. (1) Vitamin B12 tidak dapat disintesis dalam tubuh dan harus di dapat dari makanan. Tembaga merupakan bagian esensial dari protein yang diperlukan untuk mengubah besi feri (Fe3+) menjadi besi Fero (Fe2+) . dan hormon pertumbuhan.4. b. Produksi eritrosit diatur eritropoietin suatu hormon glikoprotein yang diproduksi terutama oleh ginjal. Agar vitamin B12 dapat diabsorpsi dari saluran pencernaan. terutama di hati. sehingga semakin menstimulasi produksi sel darah merah. atau penyakit paru yang mengurangi volume oksigen yang diabsorpsi darah. juga memengaruhi produksi sel darah merah. c. b. Faktor diet esensial untuk produksi sel darah merah a. Zat ini diabsorpsi dari makanan sehari hari dan disimpan di berbagai jaringan. Faktor apapun yang menyebabkan jaringan menerima volume oksigen yang kurang ( anoksia ) akan mengakibatkan peningkatan produksi eritropoietin. Sebagai berikut : (1) Kehilangan darah akibat hemoragi mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. dan mengakibatkan anemia pernicious ( defisiensi sel darah merah). dan vitamin B12. maka vitamin B12 tidak dapat diabsorpsi sel darah merah tidak matang dengan sempurna. lapisan lambung. Pengaturan produksi sel darah merah a.

keracunan zat kimia. Sel darah merah biasanya bersirkulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah.6. (2) Anemia defisiensi zat besi terjadi akibat penurunan asupan makanan. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei. hati. Fragmen sel darah merah yang rusak atau terdisintegrasi akan mengalami fagositosis oleh makrofag dalam limpa. (3) Anemia aplastik ( sumsum tulang tidak aktif ) ditamdai dengan penurunan sel darah merah secara besar besaran. dan jaringan tubuh lain. 7. (3) Sebagian besar zat besi yang dilepas oleh hem akan diambil untuk diperbaharui dalam proses sintesis HgA selanjutnya. penurunan daya absorpsi atau kehilangan zat besi secara berlebihan. mitokondria atau pun retikulum endoplasma. (1) Globin ( berbagai protein ) HgA terdegradasi menjadi asam amino. atau jumlah sel darah merah tetap normal tetapi jumlah hemoglobinnya subnormal. Susmsum tulang secara bertahap akan memproduksi sel darah merah baru untuk kembali ke kondisi normal. enzim sitoplasmanya yang mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini. (2) Hem ( bagian yang mengandung zat besi ) diubah menjadi biliverdin ( pigmen hijau ) dan kemudian menjadi bilirubin ( pigmen kuning ) yang dilepas ke dalam plasma. . Pertimbangan klinis a. sumsum tulang. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah. Karena kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang. Bilirubin diserap hati dan disekresi dalam empedu. Anemia adalah defisiensi sel darah merah atau kekurangan hemoglobin. b. Umur dan destruksi eritrosit a. maka individu akan terlihat pucat atau kurang tenaga. Berikut ini adalah beberapa jenis anemia : (1) Anemia hemoragi terjadi akibat kehilangan darah akut. Hal ini dapat terjadi karena pajanan radiasi yang berlebihan. atau kanker. yang kemudian akan diperbaharui untuk sintesis protein seluler.

. (2) Polisitemia vera adalah gangguan pada sumsum tulang belakang. Akibatnya sel darah merah terdistorsi menjadi bentuk sabit dalam kondisi konsentrasi oksigen yang rendah. Polisitemia adalah peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah.(4) Anemia sel sabit ( sickle cell anemia ) adalah penyakit keturunan dimana molekul hemoglobin yang berbeda dari hemoglobin normalnya karena penggantian salah satu asam amino pada rantai polipeptida beta. (c) Penyakit paru atau penyakit jantung. (1) Polisitemia kompensatori ( sekunder ) dapat terjadi akibat hipoksia ( kekurangan oksigen ) karena hal sebagai berikut : (a) Kediaman permanen di dataran tinggi (b) Aktivitas fisik berkepanjangan. Aliran darah melalui pembuluh darah terhalang dan aliran kapilar dapat tertutup . (5) Anemia pernicious karena tidak ada vitamin B12 b. Sel sel terdistorsi ini menutup kapilar dan mengganggu aliran darah.

lesu. Selanjutnya. Anemi pernisiosa ( Anemi Addison ) terjadi bila kegagalan dalam penyerapan vitamin B 12 tersebut di atas. karena kehilangan darah sedikit demi sedikit tetapi terus seperti pada ulkus peptikum dan hernia hiatal . Anemi kekurangan besi memperlihatkan hasil yang lebih baik dengan pemberian zat besi secara teratur. rasa lelah. seperti B12 yang ada dalam daging merah dan hati. dan suatu klasifikasi yang ruwet tentang kekurangan ini sudah ada. kecuali bila faktor faktor kimia terpenting ada dalam duit. dan kehilangan nafsu makan dengan kulit pucat. Hal ini menyebabkan oleh adanya kerusakan pada lambung yang gagal mengeluarkan sekret khusus. atau kekurangan tentang makanan karena kemiskinan. Anemi pernisiosa membaik dengan suntikan intramuskuler vitamin B12 secara teratur. Symptom dasar anemi ialah yang disebabkan oleh berkurangnya faktor oksigen dalam darah dan ditandai oleh sesak napas. maka proses pembuatan sel darah merah tidak akan sempurna dan sel darah merahnya tidak cukup matang. karena kekurangan gizi barangkali akibat kebiasaan makan yang tidak seimbang.Catatan Klinik Anemi ialah suatu kekurangan jumlah sel darah merah atau kekurangan jumlah hemoglobin yang ada di dalamnya. Tetapi untuk catatan singkat ini hanya dua jenis saja yang disebut. Sekret ini dalam keadaan normal dikeluarkan oleh dinding lambung dan dikenal sebagai faktor intrinsik ( dari dalam ) dari Castle yang penting untuk absorpsi B12 . kurang pengetahuan pengaturan perbelanjaan untuk keluarga atau tentang masak. . Ada berbagai jenis anemi. Anemi kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh perdarahan yang parah yang terjadi karena terluka atau penyakit .

Air ( 91-92% ) Zat padat ( 8-9 % ) yaitu protein 6-8% terdiri dari albumin. fibrinogen. eritrosit. Koordinasi humoral. kreatinin.KESIMPULAN DARAH. contoh : Na. anorganik. plasma ( tergantung umur. kolesterol. membawa hormon dari organ satu ke organ yang lain untuk mengatur organ organ. BB. membawa panas ke permukaan tubuh ) Imunitas . antibodi. Mengatur suhu tubuh ( menyimpan. globulin. Hormon. transportasi leukosit dan antibodi. Ca. asam amino. Senyawa organik dan anorganik ( 0-9%) . jaringan lemak ) Darah lengkap ( whole blood ) terdiri dari : Sel sel darah. leukosit. Fungsi Darah. jenis kelamin. Cu. enzim. Organik contoh : urea. Volume total + 8% BB 55% vol . Fe. K. dan trombosit. . Pengaturan homeostasis. asam urat. Plasma darah .

0 Juta/dL Bentuk bulat atau bikonkaf (bagian tepi lebih tebal dari bagian tengah). lipid (lemak) 32 % dan karbohidrat 3 % • • • Protein : stromatin Lipid: sefalin. lesitin & kholesterol Karbohidrat: glukosa Produksi Sel Darah • Lahir  sampai tua dilakukan oleh sumsum tulang (1. Pembentukkan & pematangan sel darah merah • Proeritroblast (hemasitoblast) (20 j)  eritroblast basophilik (20 j) Hb mulai dibentuk  eritroblast polikromatophilik (25 j) eritroblast . tanpa inti.5 -5.5-3.5 mikron.5 Kg) dan dibantu oleh hepar & limpha • • • • <21 thn sumsum tulang dari tulang besar >21 thn sumsum tulang dari tulang kecil Sumsum tulang merah: produksi sel darah Sumsum tulang kuning: produksi lemak & pembuluh darah. luas 120 mikron2.Sel Darah Merah • • • Jumlah untuk pria 5.0-5. diameter 7.5 Juta/dL Jumlah untuk wanita 4. volume 85 mikron3 • • Mengandung jar. bunga karang (stroma) dan hemoglobin (Hb) Membran sel terdiri dari: protein 65%.

se dangkan pd wanita 42 + 5. plasma darah 46 • Dengan demikian darah terlalu kental. berkisar antara 40 – 54.47 % = 53 % Bila pada pria nilai hematokrit 54 % berarti sel darah merah 54. berkisar antara 37 – 47 Contoh: 47 artinya 47%.8 %. • Isotonis: larutan fisiologis NaCl 0.9 % ( 1 %.ortokromatophilik = normoblast (30 j)  Hb selesai dibentuk  retikulosit (sdm muda) (72 j)  sel darah merah (120 hari) telah menjalankan tugas sepanjang 700 mil BEBERAPA ISTILAH • Hematokrit  % tase sel darah merah dari seluruh jumlah darah (sel darah putih & keping darah diabaikan krn jumlah sangat sedikit) • Pada pria: 47 + 7. sehingga akan mengganggu aliran darah yang tidak lancar • Untuk mengencerkan darah dapat minum obat aspirin (asam salisilat) aspilet & ascardia (generik).9 % (0. 0. 0. 2 %) .6 %. plasma darah 100 % .3 %. sel darah 47.1 %) • Hipertonis: larutan fisiologis lebih besar dari NaCl 0.9% yang sama dengan cairan tubuh atau darah • Hipotonis: larutan fisiologis lebih kecil dari NaCl 0. 0.

hipotonis masuk ke dalam sel darah merah  kemudian pecah di satu tempat  sehingga  Hb keluar  hemolisis • Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipertonis  membran akan di tarik kesegala arah  pecah di banyak tempat  sehingga sel darah merah mengkerut  Hb juga keluar  krenasis .Darah bila dimasukkan ke dalam larutan isotonis  tidak akan terjadi perubahan apa apa • Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipotonis  membran akan mengembang karena lar.

Great Bardfield Essex: Miles Kelly Publishing Ltd.(2001).Fisiologi Manusia.W.B Saunders Company.A.steve.2nd.C(2006).2006.2007.Human Body.Textbook of Medical Physiology.N. West Virginia Guyton.DAFTAR PUSTAKA Sherwood. Philadelphia Campbell..Jakarta : EGC . Ethel.A.Ed.Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Sloanne.California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Parker.2004.Biology Concepts&Connctions. lauralee.

GAMBAR .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->