Hubungan Internal dan Komunikasi Karyawan PR menangani hubungan-hubungan antara orgnisasi dengan semua tipe publik.

PR juga bisa dipandang sebagai upaya untuk berkomunikasi dengan publik eksternal. Disini kita dapat melihat bagaimana peran PR memberi kontribusi pada komunikasi yang efektif di dalam organisasi, yang juga disebut sebagai hubungan internal. Komunikasi di dalam organisasi bisa dikatakan lebih penting ketimbang komunikasi eksternal, karena organisasi harus berfungsi efektif dalam mencapai tujuannya guna menjaga kelangsungan hidupnya. Hubungan internal berarti membangun dan menjaga hubungan dengan semua publik di dalam organisasi. ARTI PENTING HUBUNGAN INTERNAL Hubungan terpenting dalam organisasi adalah hubungannya dengan karyawan di semua level. Istilah publik internal dan pulik karyawan mengacu pada baik itu manajer maupun orang-orang yang menjadi bawahannya. Publik ini merupakan sumber daya terbesar dari organisasi. Menurut Alvie Smith, ada dua faktor yang mempengaruhi komunikasi internal dengan karyawan dan menambah rasa hormat manajemen terhadap salah satu fungsi PR ini: 1. Manfaat dari pemahaman, teamwork, dan komitmen karywan dalam mencapai hasil yang diinginkan. Aspek positif dari perilaku karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi interaktif yang efektif di seluruh organisasi. Kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi manajer yang kuat, yang memberi setiap supervisor di semua level dapat melakukan komunikasi secara efektif dengan karyawannya.

2.

Komunikasi akan kehilangan sebagian besar potensi sumber daya manusianya karena tidak memprioritaskan komunikasi dua arah yang efektif yang merupakan landasan untuk hubungan manajemen – karyawan dan kinerja pekerjaan secara keseluruhan. Koordinasi dan mediasi yang dibutuhkan untuk menghadapi karyawan dewasa ini telah menempatkan staf PR, dengan pengetahuan dan keahlian komunikasinya, ditengah-tengah pengelolaan hubungan internal. Hubungan sehari-hari melibatkan banyak kontak, tetapi komunikasi karyawan yang efektif akan berkembang dalam iklim yang jujur dan dapat dipercaya. Idealnya hubungan kerja itu dicirikan dengan kondisi sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Keyakinan dan kepercayaan antara karyawan dan atasan Informasi yang jujur dan transparan bebas mengalir ke atas, bawah, dan samping di dalam organisasi. Status dan partisipasi yang memuaskan untuk setiap orang. Kontinuitas kerja tanpa perselisihan. Lingkungan yang sehat dan aman. Keberhasilan usaha. Optimisme tentang masa depan.

Pimpinan eksekutif hrus membangun kultur ini dan menegakkannya sebagai kebijakan formal. Tetapi walau ada dukungan dari atas, ada banyak hambatan yang menghadang komunikasi dua arah yang bebas di dalam organisasi. Opinion Research Corporation sejak tahun 1950 telah meneliti opini karyawan tentang komunikasi internal organisasi. Sebagian besar mengakui kredibilitas organisasi, tetapi kurang dari separuh yang mengatakan bahwa organisasi “memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi,” atau komunikasi ke bawah (manjemen ke karyawan). Juga hanya kurang dari separuh yang mengatakan bahwa organisasi mau “mendengar pendapat mereka,” atau komunikasi ke atas (karyawan ke manajemen). Menyeimbangkan kepuasan karyawan dengan kekuasaan usaha dalah salah satu aspek dari penyesuaian dan rekonsiliasi yang terus-menerus dilakukan dalam hubungan karyawan – atasan – terutama dalam setting multikultural. Akan tetapi, sebagai bagian dari fungsi PR yng lebih luas, tujuan hubungan internal adalah membangun dan mempertahankan hubungan yang sama-sama bermanfaat antara organisasi dan karyawan, di mana kesuksesan dan kegagalan organisasi akan tergantung kepada karyawan. KULTUR ORGANISASIONAL Kultur organisasi merupakan faktor penting karena ia memberikan dampak signifikan pada model PR sebagai praktik organisasi dan pada komunikasi internal.

nilai-nilai dalam kultur organisasi. seperti kekuasaan eksekutif atas yang luas dan kekuasaan departemen legal yang terbatas. atau tidak menganggapnya sekedar fungsi teknis yang bertugas mengimplementasikan strategi komunikasi yang diputuskan oleh orang lain. Pandangan dunia yang asimetris adalah pandangan dimana tujuan organisasi adalah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa jalannya pelaksanaan (bisnis). resolusi konflik. Karena itu. keputusan dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh bawahannya. Ketika koalisi dominan melihatnya sebagai fungsi manajmen yang penting. keyakinan. Sebaliknya kekuasaan informal dipegang oleh orang-orang yang punya kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sesuai dengan keinginannya. Dua kultur ini punya efek langsung dan tak langsung terhadap sifat dan aliran komunikasi internal dalam organisasi. Hubungannya dengan PR adalah dalam hal mensosialisasikan kebijakan-kebijakan. Peran ini memberikan keuntungan tersendiri bagi organisasi karena jika opini publik dipertimbangkan dalm pembuatan keputusan organisasi. Kultur Organisasi Otoritarian Kultur organisasi otoriter muncul dari pandangan dunia yang asimetris. Koalisi dominan memegang kekuasaan terkuat di dalam organisasi. kultur organisasi sangat mempengaruhi bagaimana perilaku didefinisikan dalam organisasi. termasuk mendefinisikan siapa yang punya kekuasaan dan bagaimana mereka menggunakan kekuasaan itu. Contohnya: Organisasi militer. maka PR akan memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan dan mencapai tujuan organisasional. maka profesional PR akan bisa memberi masukan dalam pembuatan keputusan strategis organisasi dan karenanya temuan opini publik yang mereka berikan akan dipertimbangkan dalam pembuatan strtegi organisasi. Pandangan dunia yang simetris dan asimetris menghasilkan kultur organisasional yang berbeda – otoritarian dan partisipatif. Meskipun seringkali tidak dibicarkan. makna.Kultur organisasi didefinisikan sebagi berikut: “Kultur organisasi adalah keseluruhan nilai. Yakni. maka keputusankeputusan itu kemungkian besar akan lebih seimbang dari segi apa yang diharapkan publik dari organisasi. tetapi tidak melalui perintah resmi melainkan dengan daya tarik dalam organisasi. Jika PR punya kedudukan di dalam koalisi dominan. Dalam kultur ini. Pengaruh Koalisi Dominan Terhadap PR Fungsi PR dalam organisasi akan mendapatkan kekuasaan apabila anggota koalisi dominanmenghargai PR sebagai fungsi manajemen yang penting. dan jika dikelola dengan baik dapat menjadi aset yang berharga dalam membangun kepaduan dan teamworkdalam organisasi. Pandangan dunia yang simetris menggabungkan ide negosiasi. Ada 2 jenis pandangan ini – Simetris dan Asimetris. Dalam kultur organisasi otoritarian. Biasanya pandangan duni dari koalisi dominanlah yang akan membentuk pandangan dunia dari organisasi secara keseluruhan melalui komunikasi internal. orang yang berkuasa mengembangkan kultur organisasi dan kultur organisasi mempengaruhi siapa yang mendapat kekuasaan. Koalisi dominan cenderung menganut ide yang sama dan sepakat pada hasil-hasil organisasional yang diharapkan. dan menghasilkan efektivitas organisasional dalam mencapai tujuannya. Teori kekuasaan-kontrol menyatakan bahwa koalisi dominan menentukan tujuan organisasi dan menentukan cara bisnis dijalankan. dan ekspektasi yang dianut bersama yang mengorganisir dan mengintegrasikan sekelompok orng yang bekerja sama. Kekuasaan formal ada di tangan pejabat resmi. Kekuasaan ini merepresentasikan otoritas untuk menjalankan tangggung jawab. dan kompromi di dalm prosedur operasi organisasi. 1. Kelompok ini terdiri dari pembuatan keputusan papan atas. keputusannya akan lebih tahan lama dan tidak terlalu menimbulkan reaksi negatif karena pandangan publik dipertimbangkan dalam keputusan tersebut. . asumsi. Kekuasaan dapat ditujukan untuk mencapai tujuan organisasional. proses komunikasi distrukturisasi dan diformalisasikan dalam hirarki pembuatan keputusan. Hubungan antara kekuasaan dan kultur bersifat sirkuler atau melingkar. simbol. Kultur dan Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi hasil keputusa di dalam organisasi. Pandangan Dunia dan Kultur Organisasi Pandangan dunia berarti sistem nilai dan keyakinan dasar yang berlaku di dalm organisasi. Kultur Organisasi seringkali merupakan hal yang membedakannya dari organisasi lain.

Pernyataan Visi Pernyataan visi memberikan gambaran tentang tujuan organisasi dalam pengertian yang luas. Pernyataan Misi Pernyataan misi membantu karyawan menentukan prioritas dan tujuan. Kultur otoritarian cenderung menolak perubahan. karena input karyawan dianggap tidak penting dalam manajemen. Peran hubungan internal adalah membantu mengkomunikasikan merger atau akuisisi kepada publik internal dengan segera dan secara bijaksana. terutama bagi mereka yang tidak dilibatkan dalam diskusi dan keputusan yang menghasilkan perubahan tersebut. publik internal disemua level segera butuh komunikasi tentang masa depan posisi mereka dalam organisasi. terutama di organisasi dengan tenaga kerja yang banyak. terutama untuk membantu mengelola reaksi terhadap perubahan dalam lingkungan. Tipe kultur ini bersifat organik. hubungan internal dan komunikasi yang simetris menghasilkan efektivitas keseluruhan organisasi yang lebih besar. yang berbeda dengan tipe mekanistik. menjawab semua pertanyaan dan menangani ketidakpastian secara jujur dan terbuka. Akuisisi. yang banyaknya akan tergantung pada imajinsi profesional PR. Situasi ini cenderung menimbulkan kecemasan. Kultur organisasi partisipatif menghargai informasi dan mencari input dari publik internal. Pernyataan visi mengungkapkan sasaran strategis dan tujuan masa depan dri sebuah organisasi. Dalam situasi seperti merger dan akuisisi. KOMUNIKASI INTERNAL Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan publik internal. 2. Keamanan dan Kepatuhan Dibanyak organisasi. Perubahan Organisasi: Merger. 2. Ia merupakan alat penting bagi hubungan internal. karena bagian-bagian dari tim bekerja bersama dalam lingkungan yang mendorong dan menghargai inovasi. Pemeliharaan hubungan dengan tenaga kerja merupakan sebagian besar dari pekerjaan spesialis hubungan internal. Kesimpulannya. Hubungan Tenaga Kerja Salah satu tugas paling signifikan dari hubungan internal adalah berinteraksi dengan karyawn atu tenag kerja. yang berarti organsasi dan karyawan berbagi tujuan bersama. dan Pemecatan Spesialis komunikasi internal punya tanggungjawab strategis penting selama proses perubahan organisasional. bukan dianggap sebagai peluang untuk melakukan perubahan. melalui media elektronik. tugas penting dari hubungan internl adalah menyediakan dukungan komunikasi untuk memastikan agar regulasi lingkungan dan standar keamanan kerja tetap terjaga. keputusan dibuat secara desentralisasi dan diimplementasikan oleh pihak yang bertanggungjawab atas area yang spesifik. sehingga semua anggota organisasi berkomitmen untuk mencapai misi yang dinyatakan dalam pernyataan tersebut. . dan penekanan diberikan pada kolektif ketimbang pribadi. Ide-ide inovatif datang dari setip level organisasi. Hubungan dengan tenaga kerja adalah hubungan yang penting yang sangat mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi. Teamwork dihargai. Umpan balik simetris dan komunikasi ke atas membuat karyawan dan mereka yang berada di level bawah bisa memberikan pandangannya dalam pembuatan keputusan manajemen. Tidak banyak ada dialog atau umpan balik dalam kultur organisasional. Dalam kultur organisasi partisipatif. 2. Kultur ini biasanya menekankan akuntabilitas individual untuk area dalam lingkup terbatas. TANTANGAN HUBUNGAN INTERNAL 1. Komunikasi internal bisa dilakukn dengan cara lisan. dan masukan biasanya tidak dicari dari karyawan tingkat menengah ke bawah. yang sebagian dari mereka tergabung dalam serikat pekerja.Pembuatan keputusan disentralisasikan pada tingkat tertinggi dalam organisasi. Antara lain: 1. visual dan tulisan. Hubungan ini tidak boleh dianggap sepele. Input dari publik dianggap ancaman kepada otoritas. 3. dan departemen-departemen organisasionalnya bersifat independen. Kultur Organisasi Partisipatif Kultur organisasi partisipatif didasarkan pada pandangan dunia yang simetris yang menghargai dialog dan input dua arah.

Paper position dan backgrounder juga membantu karywan memahmi pendekatan baru dengan cepat dan mungkin mencegah mereka untuk menggunakan pendekatan lama guna memecahkan problem atau isu.3. Publikasi organisasi ditujukan untuk banyak publik. Antara lain: 1. dan kebijakan organisasional sebagaimana dianut oleh manajemen senior. Newsletter adalah bentuk paling umum dari publikasi periodik. Komunikasi Tatap Muka dan Selentingan Surat Kabar Hotline . meskipun kita sudah memasuki abad komputer dan internet. Publikasi Karyawan Walaupun dengan adanya teknologi komunikasi yang baru. Materi Training Materi training membantu mensosialisasikan karyawan baru ke dalam kultur organisasi. Surat Bahkan ketika e-mail mulai mendominasi. prioritas. Publikasi Pidato. 5. Surat dianggap lebih formal. Karena itu hubungan internal juga harus mendorong karywan lain untuk selalu mengunjungi arsip publikasi di situs internet. Akibatnya. Bulletin board merupakan ruang fisik yang menampilkan pengumuman tradisional dan pengumuman elektronik. dan lebih mahal ketimbang e-mail. 2. langsung. Hal-hal lainnya adalah berbagai macam bentuk cara yang seringkali dipakai oleh publik dalam mengkomunikasikan keinginan dalam internal organisasi. kebanyakan organisasi mengandalkan newsletter untuk mengomunikasikan berita secara tepat waktu dan sesuai sasaran. Kode etik memberikan pedoman mengenai nilai. Makin banyak pengumumn akan membuat medium ini tetap dipakai. tanggung jawab. surat tradisional masih tetap merupakan tulang punggung komunikasi internal. 2. murah. Karena sudah ada teknologi desktop publishing yang mudah dan murah. Ini juga merupakan cara efektif untuk memberikan informasi kepada publik internal. Dokumen Kebijakan Kebijakan dan prosedur organisasional dikomunikasikan kepada karyawan melalui beragam saluran. Semua bentuk komunikasi dan media yang digunakan adalah tanggung jawab bagian hubungan internal. dan cepat untuk diproduksi. Dokumen kebijakan umum lainnya adalah kode etik atau pernyataan etik. dan Backgrounders Mengemukakan pandangan organisasi dengan mengirimkan pidato dan pernyataan pandangan secara elektronik melalui website adalah salah satu metode komunikasi dengan publik eksternal. newsletter relatif mudah. 4. Hal-hal tersebut antara lain: 1. Bulletin Board dan Pengumuman Elektronik Penggunaan bulletin board sudah menyebar luas. Pedoman kebijakan pada umumnya berupa buku yang tebal atau dalam bentuk elektronik yang memuat hak. Kebanyakan organisasi menggunakan buku pedoman (handout) karyawan yang berisi cara-cara mengimplementasikan kebijakan dan prosedur dalam situasi umum. Newsletter Newsletter cetak masih merupakan alat komunikasi karyawan. MEDIA INTERNAL Komunikasi dalam organisasi terjadi dalam bentuk komunikasi lisan dan tertulis. publikasi media cetak masih menjadi media utama untuk komunikasi internal di kebanyakan organisasi. 4. Position Paper. Sosialisasi dan enkulturasi karyawan baru adalah aspek penting dari hubungan internal. dan saluran birokratis untuk melaksanakan prosedur. Seorang karyawan telah melebur ke dalam kultur organisasi apabila dia sudah menginternalisasikan nilai-nilai organisasi dan mulai mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari organisasi. tetapi yang paling umum adalah untuk komunikasi karyawan. Tapi kelemahannya adalah informasi ini hanya akan dicari oleh publik yang memang menginginkannya. personal. 3. standar.

4. Rapat dan Telekonferensi Presentasi Video dan Film Display atau Pameran Beberapa pokok pembahasan tadi menyimpulkan tentang media utama dan saluran komunikasi karyawan utama yang dipakai dalam hubungan internal. Karena komposisi publik internal yang tidak menyebar dan membuat mereka relatif mudah dijangkau menjadikan media-media komunikasi internal tersebut sangat mendukung tercapainya strategi PR dalam internal organisasi. Media terkontrol adalah media utama untuk berkomunikasi dengan publik internal.3. 5. Posted by dedy in 11:46:14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful