Dr. Suparyanto, M.

Kes

http://drsuparyanto.blogspot.com/2012/02/konsep-

pengetahuan.html

Konsep Pengetahuan 1 Pengertian pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman,rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh dari mata dan telinga. Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003). Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan (Ensiklopedia bebas berbahasa (2011), Budaya .www. Wikipedia. Co.Id.(download:3 November 20011)). Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Ensiklopedia bebas berbahasa (2011), Pengetahuan .www. Wikipedia. Co.Id. (download:3 November 2011)). 2 Tingkat Pengetahuan Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif menurut Notoatmodjo (2003) mempunyai 6 tingkat, yakni : 1) Tahu (Know)

Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. prinsip. 4) Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen. dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar.Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya. dapat menyebutkan tanda-tanda kekurangan kalori dan protein pada anak balita. dan sebagainya terhadap obyek yang dipelajari. metode. tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut. Aplikasi di sini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum. 3) Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Contoh. Contoh. 2) Memahami (comprehension) Memahami diartikan sebagai sesuatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui. membedakan. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja dapat menggambarkan (membuat bagan). rumus. dan masih ada kaitannya satu sama lain. menyimpulkan meramalkan. mengelompokkan. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus makan makanan yang bergizi. dan menggunakan rumus statistik dalam menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah kesehatan dari kasus pemecahan masalah (problem solving cycle) di dalam pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan. dan sebagainya. memisahkan. 5) Sintesis (synthesis) .

dapat merencanakan. dapat membandingkan antara anak yang cukup gizi dengan anak yang kekurangan gizi. 3 Kriteria Pengetahuan Pengetahuan dapat dikategorikan menjadi: Penilaian-penilaian didasarkan pada suatu kriteria yang di tentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Menurut Nursalam 2008 kriteria untuk menilai dari tingkatan pengetahuan menggunakan nilai: a) Tingkat pengetahuan baik bila skor atau nilai 76-100% b) Tingkat pengetahuan cukup bila skor atau nilai 56-75% c) Tingkat pengetahuan kurang bila skor atau nilai ≤ 56% (Nursalam. 2008). Misalnya: dapat menyusun. 4 Cara Memperoleh Pengetahuan: 1) a) b) c) d) Cara tradisional: Cara coba-salah (trial and error) Cara kekuasaan atau otoritas Berdasarkan pengalaman pribadi Melalui jalan pikiran . 6) Evaluasi (evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.evaluasi dilakukan dengan menggunakan kriteria sendiri atau kriteria yang telah ada. dapat menyesuaikan. Misalnya. dapat meringkaskan. dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

2005) .2) a) b) Cara modern: Metode berfikir induktif Metode berfikir deduktif (Notoatmodjo. bahwa pendidikan sebagai suatu usaha dasar untuk menjadi kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Suatu objek psikologis cenderung akan bersikap negatif terhadap objek tersebut untuk menjadi dasar pembentukan sikap pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. pengalaman akan lebih mendalam dan lama membekas. c) Pengalaman Pengalaman adalah suatu peristiwa yang dialami seseorang (Middle Brook. Mengatakan bahwa tidak adanya suatu pengalaman sama sekali. J. . 5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan : 1) a) Faktor Internal menurut Notoatmodjo (2003) : Pendidikan Tokoh pendidikan abad 20 M. penghayatan. Largevelt yang dikutip oleh Notoatmojo (2003) mendefinisikan bahwa pendidikan adalah setiap usaha. b) Minat Minat diartikan sebagai suatu kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu dengan adanya pengetahuan yang tinggi didukung minat yang cukup dari seseorang sangatlah mungkin seseorang tersebut akan berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan. Sedangkan GBHN Indonesia mendefinisikan lain. dan bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan. perlindungan. Karena itu sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut dalam situasi yang melibatkan emosi. 1974) yang dikutip oleh Azwar (2009). pengaruh.

c) Kebudayaan/Lingkungan . 2) Faktor External menurut Notoatmodjo (2003).d) Usia Usia individu terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. b) Informasi Informasi adalah keseluruhan makna. keluarga dengan status ekonomi baik lebih mudah tercukupi dibanding dengan keluarga dengan status ekonomi rendah. antara lain : Dalam memenuhi kebutuahan primer ataupun sekunder. hal ini akan mempengaruhi kebutuhan akan informai termasuk kebutuhan sekunder. biasanya digunakan melalui media masa. dapat diartikan sebagai pemberitahuan seseorang adanya informasi baru mengenai suatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggunakan kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi yang berpengaruh perubahan perilaku. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya daripada orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya. Pesan-pesan sugestif dibawa oleh informasi tersebut apabila arah sikap tertentu. Semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. makin tua seseorang maka makin kondusif dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi (Azwar. 2009). Jadi dapat disimpulkan bahwa ekonomi dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang tentang berbagai hal.

Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pengetahuan kita. Apabila dalam suatu wilayah mempunyai budaya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan maka sangat mungkin berpengaruh dalam pembentukan sikap pribadi atau sikap seseorang. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful