P. 1
Contoh puisi elegi

Contoh puisi elegi

|Views: 2,216|Likes:

More info:

Published by: Fhillicia Aiiuh Pratama on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Contoh puisi elegi

Sekilas Puisi Baru
Puisi baru tidak sama dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan bentuk persajakan dalam puisi lama sudah berubah dalam puisi baru. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi, yaitu: 1. Distikon Sajak yang berisi dua baris kalimat dalam setiap baitnya, bersajak a-a. Contoh: Baju berpuput alun digulung Banyu direbus buih di bubung Selat Malaka ombaknya memecah Pukul memukul belah-membelah Bahtera ditepuk buritan dilanda Penjajah diantuk haluan diunda Camar terbang riuh suara Alkamar hilang menyelam segara Armada peringgi lari bersusun Malaka negeri hendak diruntun Galyas dan pusta tinggi dan kukuh Pantas dan angkara ranggi dan angkuh ( Amir Hamzah ) 2. Tarzina

Tarzina bersajak a-a-a. Mandank ) .. a-b-c. Contoh: BAGAIMANA Kadang-kadang aku benci Bahkan sampai aku maki ……………… diriku sendiri Seperti aku Menjadi seteru ……………….Sajak tiga seuntai. a-b-b.diriku sendiri Waktu itu Aku ……………………. Seperti seorang lain dari diriku Aku tak puas Sebab itu aku menjadi buas Menjadi buas dan panas ( Or. artinya setiap baitnya terdiri atas tiga buah kalimat.

3. Kuatrin bersajak ab\ab. Kuatrin Sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. ab\ab atau aa\bb. Contoh: NGARAI SIANOK Berat himpitan gunung Singgalang Atas daratan di bawahnya Hingga tengkah tak alang-alang Ngarai lebar dengan dalangnya Bumi runtuh-runtuh juga Seperti beradab-adab yang lepas Debumnya hirap dalam angkasa Derumnya lenyap di sawah luas Dua penduduk di dalam ngarai Mencangkul lading satu-satu Menyabit di sawah bersorak sorai Ramai kerja sejak dahulu Bumi runtuh-runtuh jua Mereka hidup bergiat terus Seperti si Anok dengan rumahnya Diam-diam mengalir terus ( Rifai Ali ) 4. aa-aa. Kuint .

Contoh: HANYA KEPADA TUAN Satu-satu perasaan Yang saya rasakan Hanya dapat saya katakana Yang pernah merasakan Satu-satu kegelisahan Yang saya rasakan Hanya dapat saya kisahkan Kepada Tuan Yang pernah di resah gelisahkan Satu-satu desiran Yang saya dengarkan Hanya dapat saya syairkan Kepada Tuan Yang pernah mendengarkan desiran Satu-satu kenyataan Yang saya didustakan Hanya dapat saya nyatakan Kepada Tuan Yang enggan merasakan ( Or. Mandank ) .Sajak atau puisi yang terdiri atas lima baris kalimat dalam setiap baitnya. Kuint bersajak a-a-a-a-a.

Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya.5. pengarangnya bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi. Sektet Sajak atau puisi enam seuntai. terjauh mata Pada pala Tinggal sepenggal Terpercik liur di bawah lidah . Dalam sektet. Contoh: BUNDA DAN ANAK Masak jambak Buah sebuah Diperam alam di ujung dahan Merah Beuris-uris Bendera masak bagi selera Lembut umbut Disantap sayap Kereak pipi mengobat luas Semarak jambak Di bawah pohon terjatuh ranum Lalu ibu Di pokok pohon Tertarung hidup.

Septina Sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Contoh: API UNGGUN Diam tenang kami memandang Api unggun menyala riang Menjilat meloncat menari riang Berkilat-kilat bersinar terang Nyala api nampaknya curia Hanya satu cita digapai Alam nan tinggi. sepi . sunyi. persajakan septina tidak berurutan. Sama halnya dengan sektet.6.

Persajakan stanza tidak beraturan. Contoh: PERTANYAAN ANAK KECIL Hai kayu-kayu dan daun-daunan Mengapakah kamu bersenang-senang? Tertawa-tawa bersuka-sukaan? Oleh angin dan tenang. serang? Adakah angin tertawa dengan kami? Bercerita bagus menyenangkan kami? Aku tidakmengerti kesukaan kamu! Mengapa kamu tertawa-tawa? Hai kumbang bernyanyi-nyanyi! Apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan? Bunga-bungaan kau penuhkan bunyi! Apakah yang kamu bunyi-bunyikan? Bungakah itu atau madukah? Apakah? Mengapakah? Bagaimanakah? Mengapakah kamu tertawa-tawa? . Stanza Sajak delapan seuntai yang setiap baitnya terdiri atas delapan buah kalimat.7. Stanza disebut juga oktava.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->