P. 1
psikologi perkembangan 2

psikologi perkembangan 2

|Views: 212|Likes:
Published by Ratih Rara

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ratih Rara on May 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2015

pdf

text

original

Psikososial pada Dewasa Tengah

Septian Maulana Ratih Ariyani

Memanda ng arah kehidupan masa paruh baya

Subjektif : kesadaran diri manusia dan cara mengkonstruksi hidup secara aktif

Objektif : berkaitan dengan arah atau jalan

Faktor yang mempengaruhi jalan hidup masa paruh baya
• Cohort (sekelompok orang yang lahir pada masa yang sama) • Gender • Suku bangsa • Budaya • Status sosial ekonomi (SSE)

Perubahan usia paruh baya: berbagai pendekatan teoritis klasik
 FREUD : psikoterapi tidak berguna bagi usia >50th krn kepribadian sudah permanen.  COSTA MCCRAE : paruh baya merupakan masa stabilitas penting dalam kepribadian  ABARAHAM MASLOW : kesempatan untuk perubahan positif.aktualisasi diri terjadi hanya dengan kematangan.  CARL ROGERS : fungsi manusia seutuhnya perlu proses keharmonisan dgn pengalaman scr terus menerus sepanjang hayat

MODEL-MODEL TAHAPAN NORMATIF
• Jung : org dewasa memusatkan perhatian pd kewajiban terhadap keluarga serta mengembangkan aspek kepribadian yang akan membantu mencapai tujuan eksternal. • Pada perempuan menekankan keekspresifan dan pengasuhan. • Tugas penting : menyerahkan citra masa muda dan mengakui kefanaan.

MODEL-MODEL TAHAPAN NORMATIF
• Generatifity vs stagnation : oarang-orang usia paruh baya mengembangkan suatu kepedulian untuk membangun, membimbing, dan mempengaruhi generasi berikutnya, jika tidak akan mengalami ketidakaktifan/ketiadaan kehidupan. • Generativity diungkapkan melalui pengasuhan dan menjadi kakek-nenek, mengajar, menjadi mentor, produktivitas atau kreativitas, pengembangan diri,

BENTUK SPESIFIK GENERATIVITY (KOTRE, 1984)
Budaya
Menularkan nilai-nilai dan institusiinstitusi budaya

Waktu peristiwa : Jam sosial

Diri pada masa paruh baya : Berbagai persoalan dan tema

Midlelife review : instropeksi yg sering muncul pd masa paruh baya meliputi penilaian ulang, revisi nilai dan Menurut Elliott Jacques (1967) prioritas, pengakuan krisis paruh baya terjadi karena keterbatasan hidup. kesadaran akan kematian. Saat ini DAMPAKNYA : banyak orang menyadari tidak Penyesalan atas kegagalan akan mampu memenuhi meraih impian, Kesadaran impian masa muda mereka, yang lebih tajam akan tenggat waktu atau perkembangan-batasan bahwa pemenuhan impian waktu (kemampuan utk mereka tidak membawa memiliki anak, berbaikan dgn kepuasan seperti yang mereka teman atau anggota keluarga harapkan. yg jauh)

IDENTITAS SEBAGAI 1 PROSES (Susan Krauss Whitbourne ) Identitas merupakan hasil dari berbagai
persepsi diri yang diakumulasikan scr sadar atau tidak sadar. Asimilasi identitas : menyesuaikan pengalaman baru kedalam konsep diri yg sudah ada Akomodasi identitas : penyesuaian konsep diri agar sesuai dgn pengalaman baru Gaya identitas : cara yang khas dalam menghadapi, menginteroretasikan, dan merespons pengalaman ( asimilatif, akomodasi, seimbang)

GENERATIFITY, IDENTITAS, USIA (ERIK ERIKSON)

2

o Generativity sbg aspek pembentukan identitas o Generativity pada titik manapun dapat dipengaruhi oleh: - Pengharapan social - Peran social (pekerjaan, pernikahan, pola asuh, warga negara) - Waktu dan urutannya - Gender - Pendidikan - Ras/suku bangsa - Cohort • Beberapa stagnasi tetap dibutuhkan agar orang dapat terus kreatif. Sesekali perlu berhenti, diam, menyerap hasil kreativitas orang lain, sebagai bahan untuk

IDENTITAS SEBAGAI KISAH HIDUP (PSIKOLOGI NARATIF)

3

• Memandang perkembangan sebagai proses berkesinambugan dari pengkonstruksikan kisahhidup seseorang. • Orang dewasa yg sangat generatif sering menceritakan sebuah kisah komitmen(menikmati kehormatan hidup&ingin meringankan penderitaan oranglain)

IDENTITAS GENDER 4

Dalam banyak penelitian, laki-laki usia paruh baya lebih terbuka mengenai perasaan mereka, lebih tertarik dalam hubungan yang lebih intim, dan lebih mengasuh, sementara pada perempuan menjadi lebih percaya diri dan berorientasi pada prestasi, karateristik yang secara tradisional dianggap maskulin. (Cooper&Gutmann).

EMOSI
Kesehatan fisik: memiliki dampak konsisten terhadap emosi orang dewasa di seluruh usia Status pernikahan: orang yang menikah pada usia paruh baya cenderung melaporkan memiliki lebih banyak emosi yang positif dibanding yang tidak menikah. Pendidikan: orang dengan pendidikan lebih tinggi memiliki lebih banyak emosi positif dan lebih sedikit emosi negative. stress muncul terkait pekerjaan dan status hubungan yang

1

KEPUASAN HIDUP
ALASAN MENGENAI KEPUASAN HIDUP : *Emosi positif yang berkaitan dengan kenangan yang
menyenangkan cenderung bertahan.

2

*emosi negative yang berkaitan dengan kenangan tidak menyenangkan memudar. *Dukungan social-teman dan pasangan-dan faktor agama memberi kontribusi penting bagi kebahagiaan *Kualitas pekerjaan dan waktu luang *Bersyukur dapat meningkatkan kepuasan hidup

DIMENSI KESEJAHTERAAN SKALA RYFF
1. Penerimaan diri (self-acceptance) 2. Hubungan positif dgn orang lain (positive relations with others) 3. Otonomi (autonomy) 4. Penguasaan lingkungan 5. Tujuan hidup (purpose in life) 6. Pertumbuhan pribadi

3

KESEJAHTERAAN SOSIAL

4

Kesejahteraan sosial adalah kualitas hubungan dengan orang lain, lingkungan sekitar rumah, dan masyarakat. Satu tim penelitian (Keyes & Shapiro, 2004) melihat pada lima dimensi kesejahteraan sosial: •Aktualisasi diri: keyakinan pada potensi masyarakat untuk berkembang kearah yang positif •Koherensi social: memandang dunia sebagai dapat dipahami, logis, dan dapat diramalkan •Integrasi social: merasa sebagai bagian dari komunitas yang suportif •Penerimaan social: memiliki sikap yang positif dan menerima terhadap orang lain

BERBAGAI HUBUNGAN PADA MASA PARUH BAYA
TEORI KONTAK SOSIAL
Social Convoy Theory Socioemotional Selectivity Theory
‘stres demi orang lain’ menjelaskan mengapa perempuan di usia paruh baya rentan terkena depresi dan masalah kesehatan mental lainnya dibanding laki-laki. Rasa tanggung jawab, kepedulian pd orang lain dpt merusak kesejahteraan perempuan ketika berbagai masalah menimpa orang terdekat mereka.

Hubungan pada masa paruh baya penting bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dpt menimbulkan stress.

THANKS

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->